DOWN IN A HOLE
Written by
J. S. Pradnasakti
First Draft, 20th May 2024
Second Draft, 19th June 2024
Third Draft, 13th July 2024
Fourth Draft, 5th October 2024
Fifth Draft, 24th October 2024
089502899018
[Link]@[Link]
FADE IN:
1 INT. BEDROOM - NIGHT 1
ALICIA (F, 17) berbaring di tempat tidurnya, menatap langit-
langit, tidak bisa tidur. Dia mencoba menutup matanya dan
mengubah posisi tidur. Semua usaha tersia-sia.
CUT TO:
2 BEGIN FLASHBACK: INT. LIVING ROOM - DUSK 2
Alicia mengamati dengan diam dari pintu kamarnya saat IBUnya
(F, 46) membanting tutup pintu depan. Ibunya duduk di sofa,
dia menangis. Si ibu menghela napas. Dia pun mengusap meja
kopi dengan marah, menjatuhkan benda-benda di meja tersebut.
Dia pun kembali menangis. Alicia ragu, dia ingin mendekati
ibunya tetapi takut atas emosi ibunya yang tidak stabil saat
itu. Alicia pun berdiam-diam mencoba memasuki kamarnya.
IBU
Alicia.
Alicia membeku.
ALICIA
Iya mah?
IBU
Kamu nggak menyalahkanku untuk
semua ini kan?
Alicia bingung untuk menjawab.
IBU (CONT'D)
Alicia!
Alicia masih bingung untuk menjawab. Ibu berdiri dan bergegas
mendekati Alicia. Dia mencengkeram lengannya.
IBU (CONT'D)
(suara bergetar)
Hei! Kamu tuli atau apa? Saya
menanyakan kamu pertanyaan!
ALICIA
Mah..
IBU
Alicia, kamu nggak akan pergi juga
kan? Alicia?
2.
ALICIA
Mah..
IBU
Alicia!
Ibunya melihat Alica merasa sakit dari cengkeraman tangan
ibunya. Ibunya yang menyadar melepaskan tangan Alicia.
END FLASHBACK.
3 INT. COUNSELLOR’S OFFICE - AFTERNOON 3
Di masa sekarang, Alicia duduk di sesi konseling harian
sekolahnya. KONSELOR (F, 30) memanggil Alicia yang melamun.
KONSELOR
Alicia? Alicia.
Alicia berkedip berkali-kali sebelum mengembalikan
perhatiannya pada percakapan.
ALICIA
Oh iya, sorry...
KONSELOR
Alicia? Ada yang mau diomongin?
ALICIA
(tersenyum gugup)
Oh.. Nggak. Balik ke topik?
Mata Alicia menunduk, dia ingin berbicara tetapi jelas
menahan diri. Si konselor mengamati remaja itu, memperhatikan
matanya.
KONSELOR
(menghela napas)
Alicia, Aku tahu kalau ada sesuatu
di pikiran kamu.
ALICIA
Aku cuman...
Alicia menyandar di kursinya, berusaha memikirkan kata-kata
yang tepat untuk diucapkan.
ALICIA (CONT'D)
Aku cuma lelah.
KONSELOR
Aku perhatikan kamu kesulitan di
sekolah akhir-akhir ini.
(MORE)
3.
KONSELOR (CONT'D)
Nilai-nilaimu menurun semua. Apakah
ada sesuatu dalam pikiranmu yang
mengganggumu?
ALICIA
Aku cuma sulit tidur.
Konselor mengamati Alicia, memperhatikan tangannya yang
gelisah. Konselor mencurigai bahwa ada sesuatu yang tidak
beres.
KONSELOR
Aku memahami bahwa orang tua kamu
baru saja berpisah. Aku yakin hal
ini memberi dampak buruk bagi kamu.
ALICIA
Aku mengatasinya.
KONSELOR
Dan bagaimana kamu mengatasinya,
Alicia?
ALICIA
Aku...
Alicia terdiam sejenak karena dia tidak tahu apa yang harus
dijawab.
KONSELOR
Alicia, cukup jelas bahwa peristiwa
yang terjadi saat-saat ini masih
mengganggumu. Aku membutuhkanmu
untuk mulai membuka diri.
Alicia menghela napas putus asa sebelum menjawab.
ALICIA
Aku bingung... Seluruh hidupku
terasa terbalik sejak mereka
berpisah. Aku merasa seperti aku
tidak tahu siapa diriku lagi.
KONSELOR
Kenapa begitu, Alicia? Apakah kamu
berpikir bahwa kamu kehilangan
sebagian dirimu ketika salah satu
orang tuamu pergi?
Mata Alicia menunduk, memandang ke lantai. Ia tidak menjawab.
KONSELOR (CONT'D)
Apa kamu merasa sedih, Alicia?
4.
ALICIA
Aku merasa... marah.
KONSELOR
Kenapa, Alicia?
Mata Alicia menatap kepada si konselor.
CUT TO:
4 BEGIN FLASHBACK: INT. BEDROOM - NIGHT 4
Kembali di kamarnya, Alicia berbaring di tempat tidurnya
lagi, masih tidak bisa tidur. Setelah beberapa lama, Alicia
mengeluarkan earphone dari tasnya dan memakainya. Dia mulai
mendengarkan musik dan menutup matanya. Dia tersenyum kecil
saat menutup matanya, menemukan ketenangan dalam musik.
CUT TO:
5 INT. DINING ROOM - MORNING 5
Keesokan paginya, Alicia duduk di meja makan bersama Ibunya.
Alicia memasang earphone dan mendengarkan musik yang dia
suka.
IBU
Alicia.
Alicia tidak menjawab. Ibu pun memanggil lagi.
IBU (CONT'D)
Alicia!
Alicia masih tidak menjawab. Ibunya akhirnya merasa lelah
dengan ketidakmampuan Alicia mematuhinya perintahnya.
IBU (CONT'D)
Berikan itu!
Ibunya mengambil earphone Alicia dan melemparkannya ke dalam
tempat sampah.
ALICIA
Mah!!
IBU
(keras)
Kalo saya suruh sesuatu, kamu
patuhi langsung!
5.
ALICIA
(takut)
Aku maaf..
IBU
(tampar)
Nggak ada maaf-maaf!
Alicia yang menutupi wajahnya tetap diam. Dia mulai menangis.
Ibunya menatap Alicia dengan dekat.
IBU (CONT'D)
(tegas)
Kamu pikir hidup itu mudah? Kamu
pikir saya nggak ada masalah? Hidup
itu susah!
Alicia tetap menangis.
IBU (CONT'D)
Lihat aja kamu sendiri, nangis-
nangis kayak anak kecil. Malu-
maluin aja!
Ibunya menjauhi Alicia.
IBU (CONT'D)
Dasar anak nggak berharga. Sama aja
dengan bapakmu!
Ibunya menghentikan omelannya kepada anaknya yang terus
menangis.
END FLASHBACK.
6 INT. COUNSELLOR’S OFFICE - AFTERNOON 6
Balik ke masa sekarang, si konselor mengamati Alicia, tangan
disilang dan menghindari kontak mata.
ALICIA
Sejak ayahku pergi, sepertinya
keaadaan semakin memburuk.
KONSELOR
Apakah kamu menyalahkan diri kamu
atas apa yang terjadi?
Alicia ragu menjawab. Alicia mengusap lengannya ke wajahnya,
dia terlihat stres.
KONSELOR (CONT'D)
Alicia? Kamu tampak tertekan.
6.
Alicia menghela napas dan mulai berbicara.
ALICIA
Ya, kadang aku merasa semua ini
salahku.
ALICIA (CONT'D)
Aku nggak tahu harus berbuat apa
dengan diriku sendiri. Aku takut.
KONSELOR
Ketakutan adalah perasaan alami,
Alicia. Dan... nggak apa-apa untuk
merasa takut.
Alicia menatap ke konselor.
KONSELOR (CONT'D)
Yang penting adalah kita nggak
membiarkan perasaan takut itu
mengendalikan kita.
Dan aku mau kamu tahu bahwa kamu
sudah sangat berani untuk membuka
diri kamu.
ALICIA
(softly)
Tapi apa yang harus aku lakukan?
Konselor meraih tangan Alicia.
KONSELOR
Mungkin jawabannya ada di dalam
diri kamu.
Dia tersenyum hangat, membuat Alicia merasa sedikit lebih
tenang.
CUT TO:
7 INT. BEDROOM - NIGHT 7
Malam lagi, Alicia berbaring di kamarnya. Kali ini tanpa
earphone-nya. Dia menutup matanya untuk berusaha
beristirahat, tetapi tidak berhasil. Dia pun bermondar-mandir
di kamarnya. Dia melihati dia sendiri di cermin, penuh
kontemplasi. Alicia mulai mengemas, mengambil pakaian, uang,
dan barang-barang penting lainnya. Dia meninggalkan kamarnya.
CUT TO:
7.
8 INT. LIVING ROOM - NIGHT 8
Alicia menutup pintu kamarnya dengan pelan dan melihat
sekeliling ruang tamu yang cukup gelap. Dia melihat kunci
mobil di meja dan memutuskan untuk mengambilnya.
Alicia kemudian berjalan ke pintu depan untuk membukanya
sebelum lampu ruang tamu tiba-tiba menyala. Ibunya terbangun.
IBU
(marah)
Alicia! Kamu pikir kamu ngapain?!
ALICIA
(gugup)
Mah! Aku cuma butuh...
IBU
Butuh apa? Pergi? Kamu pikir kamu
bisa pergi begitu saja? Habis semua
yang sudah saya lakukan buat kamu?
Setelah lamanya Alicia berdiam-diam, Alicia akhirnya membela
dirinya sendiri.
ALICIA
Seperti ngehancurin hidupku?
IBU
Apa yang barusan kamu bilang?
ALICIA
(teriak)
Aku capek mah!
Si Ibu terkejut, ini adalah pertama kalinya anaknya melawan.
ALICIA (CONT'D)
Aku capek kamu mengendalikan
hidupku. Aku capek selalu merasa
takut saat pulang. Aku ingin
hidupku sendiri!
Alicia menatap ibunya dengan tegas. Si ibu tidak bisa
berkata-kata.
ALICIA (CONT'D)
Aku tahu mama punya masalah, tapi
bukan berarti mama bisa nularin
masalah itu ke anakmu sendiri!
8.
IBU
(suara bergetar)
Di mana kamu akan pergi? Nggak ada
tempat lain.
ALICIA
Di tempat yang lebih baik daripada
sini, semoga.
Alicia berbalik dan membuka pintu.
IBU
Alicia. Aku minta maaf. Alicia!
ALICIA
Nggak ada maaf-maaf kan?
Alicia melangkah keluar rumah.
CUT TO:
9 EXT. DRIVEWAY - NIGHT 9
Alicia berjalan ke mobil tanpa menoleh ke belakang. Dia
memasuki mobil dan menyalakan mobil tersebut. Ibunya melihat
dengan muka penyesalan.
CUT TO:
10 INT. CAR - NIGHT 10
Alicia terus mengemudi menjauh dari rumahnya. Dia mulai
menangis. Seiring berjalannya waktu, air matanya memudar saat
dia memulai hidup barunya yang segar.
FADE TO BLACK.