Bryan Louis Sutanto
1306623020
Tugas Fisika Indusstri
Jelaskan Prinsip kerja alat pengukuran
radiografi, mri, CT scan dan linac
Prinsip kerja metode Radiography Test ini adalah
menggunakan paparan radiasi yang dihasilkan oleh
sumber radiasi yang diarahkan ke objek yang akan
diperiksa (benda uji) dan dibalik obyek sudah
diletakkan film yang akan merekam hasil
pemotretan radiografi.
Alat radiografi menggunakan prinsip dasar sinar-X
untuk menghasilkan gambar internal suatu objek
atau tubuh. Berikut adalah prinsip kerja umum alat
radiografi:
1. *Produksi Sinar-X:*
- Alat radiografi memiliki tabung sinar-X yang
terdiri dari katode dan anode.
- Arus listrik dilewatkan melalui katode,
menghasilkan elektron yang dipercepat menuju
anode.
- Ketika elektron bersentuhan dengan anode,
terjadi tumbukan yang menghasilkan sinar-X.
2. *Penembakan Sinar-X:*
- Sinar-X yang dihasilkan diarahkan ke objek
atau pasien yang akan diambil gambarnya.
- Sinar-X melewati tubuh, dan berbagai jaringan
dalam tubuh menyerap sinar-X dengan tingkat
kepadatan yang berbeda.
3. *Deteksi Sinar-X:*
- Detektor atau film radiografi ditempatkan di
sisi seberang objek yang terpapar sinar-X.
- Sinar-X yang melewati tubuh akan mencapai
detektor, dan informasi ini akan digunakan untuk
membuat gambar radiografi.
4. *Konversi Sinar-X Menjadi Gambar:*
- Detektor dapat langsung menghasilkan sinyal
elektronik atau menghasilkan perubahan kimia
pada film radiografi.
- Sinyal ini kemudian diubah menjadi gambar
visual oleh komputer atau proses pengembangan
kimia pada film.
5. *Pengolahan Gambar:*
- Sinyal atau gambar hasil radiografi dapat
diolah menggunakan teknologi digital untuk
meningkatkan kontras dan kejelasan gambar.
- Pemrosesan ini memungkinkan identifikasi
struktur internal dengan lebih baik.
Prinsip kerja ini memungkinkan alat radiografi
untuk memberikan gambaran internal objek atau
tubuh, sehingga dapat digunakan dalam diagnosis
medis, pemeriksaan keamanan, dan aplikasi
industri lainnya.
Prinsip dari radiografi digital adalah
memanfaatkan perbedaan penyerapan sinar-X pada
bagian-bagian tulang dan jaringan lainnya (Kotter
2002). Pada tulang padat, sinar-X yang diserap
lebih banyak sehingga sinar yang datang ke
intensifying screen menjadi berkurang
mengakibatkan gambaran tulang menjadi lebih
putih dibanding dengan jaringan tulang lainnya.
Oleh karena itu gambaran jaringan tulang yang
densitasnya berbeda dengan tulang normal
ditampilkan berbeda pula pada layar tampilan
gambar. Paparan sinar-X mengenai objek (tulang),
sehingga menghasilkan radiograf yang bisa
menggambarkan densitas dari tulang tersebut.
Untuk pencitraan pada objek yang terkena paparan
(tulang normal dan tulang metastasis) dapat
dinyatakan secara matematis sebagai: I= Io e -µx
dengan I = instensitas setelah mengenai objek, Io=
intensitas mula-mula dan x adalah tebal obyek
(Rowlands 2002). Tingkat keabuan sebanding
dengan intensitas berkas sinar-X, sehingga dengan
menggunakan nilai tingkat keabuan dari 0~255
dapat digunakan untuk menentukan I dan Io,
sehingga dapat digunakan pula untuk diagnosis
fraktur tulang. Salah satu software yang digunakan
dalam kajian ini adalah menggunakan bahasa
pemrograman Matlab (Matrix Laboratory) yang
dikembangkan oleh MathWork. Dengan
memanfaatkan fasilitas GUI (Graphical User
Interface) bisa dibangun software berbasis Matlab
untuk diagnosis fraktur tulang.
Referensi :
Lestari et al (2012). Aplikasi Alat Radiografi
Digital Dalam Pengembangan Layanan Foto
Rontgen Jurnal MIPA 35 (2): 145-150 (2012)
[Link]
[Link]
siloam/artikel/apa-itu-mri
Magnetic Resonance Imaging atau MRI adalah
pemeriksaan yang dilakukan menggunakan
gelombang radio dan teknologi magnet. Berbeda
dengan radioterapi, MRI tidak menggunakan sinar
radiasi sehingga tergolong lebih ramah bagi
seluruh pasien, misalnya ibu hamil.
MRI adalah pemeriksaan yang memanfaatkan
teknologi magnet dan gelombang radio, bukan
radiasi sinar-X, sehingga risiko radiasi dari
prosedur ini cukup kecil. Oleh karenanya, MRI
cukup ramah bagi pasien seperti ibu hamil
Pemeriksaan MRI sering kali dikaitkan dengan
pasien yang mengalami keluhan pada otak, sendi,
tulang, jaringan lunak, dan pembuluh darah. Untuk
memahami lebih lanjut mengenai apa itu MRI,
mari simak ulasannya di bawah ini
Magnetic Resonance Imaging atau MRI adalah
pemeriksaan medis menggunakan teknologi
magnet serta gelombang radio untuk
mengidentifikasi kondisi tubuh Anda. Bisa
dikatakan, MRI adalah semacam scanner yang
mampu melihat hingga ke bagian organ dalam.
Sering kali dokter menggunakan MRI sebagai alat
bantu diagnosis apabila pasien mengalami
gangguan pada otak, saraf tulang belakang,
jantung, jaringan lunak, atau organ lainnya. Dalam
pelaksanaannya, beberapa pemeriksaan MRI
membutuhkan zat pewarna khusus yang
disuntikkan lewat pembuluh darah guna
meningkatkan ketepatan gambar pada hasil
pemeriksaan.
Tujuan utama sekaligus fungsi MRI adalah sebagai
penunjang atau alat bantu dokter dalam
memberikan diagnosis secara akurat kepada pasien
mengenai masalah kesehatan yang dialami.
Pemeriksaan ini akan menghasilkan gambar
berupa organ, jaringan, dan sistem rangka dengan
resolusi tinggi. Gambar tersebut dibutuhkan dokter
untuk menentukan letak gangguan dan
menentukan cara pengobatan paling tepat terhadap
pasien sekaligus mengevaluasi efektivitas terapi.
Selain itu, MRI adalah pemeriksaan yang sering
dilakukan sebelum memutuskan suatu tindakan,
sebut saja pada organ otak. Hasil yang diperoleh
dari MRI dapat digunakan sebagai pertimbangan
langkah operasi otak.
MRI adalah prosedur yang ditujukan untuk
memeriksa sejumlah organ tubuh tertentu. Adapun
beberapa organ yang biasanya diperiksa melalui
MRI adalah:
1. Tulang dan Sendi
Pemeriksaan MRI sering kali bertujuan untuk
mendeteksi penyakit atau gangguan pada tulang
dan sendi, seperti kanker tulang, infeksi tulang,
hingga cedera pada sendi.
2. Saraf Tulang Belakang dan Otak
Beberapa masalah kesehatan yang berkaitan
dengan saraf tulang belakang dan otak biasanya
membutuhkan MRI dalam proses diagnosisnya.
Gangguan tersebut di antaranya, stroke, aneurisma,
tumor, cedera otak, gangguan mata dan telinga,
serta peradangan saraf tulang belakang.
3. Jantung dan Pembuluh Dara
Penggunaan MRI pada pasien dengan keluhan di
jantung bertujuan untuk melihat beberapa hal, di
antaranya ketebalan dan gerakan dinding jantung,
ukuran dan fungsi pada ruang jantung, serta
kerusakan jantung
Sementara, kaitannya dengan pembuluh darah,
MRI adalah pemeriksaan yang digunakan untuk
mendeteksi masalah struktural, seperti
penyumbatan pembuluh darah, peradangan,
maupun dinding pembuluh darah yang robek.
4. Payudara
Bagi pasien yang berisiko terkena kanker
payudara, dokter akan menyarankan prosedur MRI
guna mendeteksi sel kanker lebih awal. MRI
biasanya menjadi penunjang selain pemeriksaan
mammografi, khususnya bagi pasien yang berusia
di bawah 40 tahun
5. Organ Dalam Lainnya
Selain PSMA, MRI juga bisa dilakukan untuk
memeriksa gangguan pada prostat. Beberapa organ
dalam lainnya yang biasanya diperiksa melalui
MRI adalah hati, limpa, pankreas, ginjal, ovarium,
rahim, dan testis.
Keunggulan Pemeriksaan MRI
MRI adalah prosedur pemeriksaan dengan
teknologi terbaru yang memiliki beberapa
keunggulan, seperti:
-Tidak menggunakan radiasi
-Mampu mencakup sebagian besar tubuh
-MRI jarang memunculkan reaksi alergi
-Berfungsi untuk melihat penyebaran kanker dan
menentukan langkah pengobatan terbaik
-Tanpa pembedahan (non-invasif)
-Gambar yang dihasilkan cukup jelas jika
dibandingkan dengan teknik lainnya
CT SCAN
Computed Tomography Scan atau CT Scan adalah
prosedur pemeriksaan yang memanfaatkan
teknologi komputer khusus dan sinar-X untuk
melihat jaringan dan struktur di dalam tubuh
melalui berbagai sudut.
CT Scan memilki hasil gambar yang lebih detail
dibandingkan rontgen biasa. Sehingga dokter dapat
melakukan analisis secara mendalam mengenai
kondisi jaringan lunak, pembuluh darah, dan
tulang.
Beberapa tipe pasien yang membutuhkan prosedur
pemeriksaan CT Scan adalah:
-Pasien yang mengalami cedera kepala karena
kecelakaan.
-Pasien yang mengalami gejala akut pada bagian
organ tertentu misalnya nyeri pada perut, atau
nyeri dada hingga sesak napas.
-Pasien yang dicurigai memiliki tumor atau
kanker. Dalam hal ini, CT Scan adalah prosedur
yang dapat dilakukan untuk memastikan lokasi,
ukuran, serta penyebaran tumor dalam tubuh.
-Pasien yang memerlukan pemeriksaan untuk
mendiagnosis, mendeteksi, dan menentukan
penanganan yang tepat pada penyakit pembuluh
darah, misalnya aneurisma aorta atau emboli paru.
Perbedaan CT Scan dan MRI
CT Scan adalah prosedur yang menggunakan
kombinasi antara sinar-X dan sistem komputer
khusus, di mana fungsi CT Scan adalah melihat
kondisi dalam tubuh dari berbagai sudut dan
potongan. Sementara, MRI memanfaatkan medan
magnet dan energi gelombang radio untuk
menampilkan struktur organ dalam tubuh.
Keunggulan Pemeriksaan CT Scan
Jika dibandingkan dengan metode pemeriksaan
lainnya seperti rontgen atau MRI, sejumlah
keunggulan dari CT Scan adalah sebagai berikut:
Mendapatkan hasil dengan cepat.
Dapat mencakup pemeriksaan organ tertentu atau
seluruh tubuh dalam satu pemeriksaan.
Mendukung penegakan diagnosis.
Hasil pencitraan lebih jelas dan spesifik.
Biayanya relatif lebih murah.
Dapat digunakan untuk memastikan tindakan
medis selanjutnya.
Fungsi CT Scan
CT Scan adalah salah satu prosedur pencitraan
menggunakan mesin pemindai berbentuk lingkaran
besar yang digunakan dengan posisi berbaring.
Adapun beberapa fungsi CT Scan yang digunakan
di rumah sakit :
Menentukan ukuran dan letak tumor.
Memastikan lokasi infeksi dan pembekuan darah.
Menunjang penegakan diagnosis kelainan tulang,
sendi, dan otot.
Menentukan prosedur medis lanjutan, seperti
operasi, biopsi, atau terapi radiasi.
Mendeteksi sekaligus memantau perkembangan
kondisi tertentu, seperti kelainan jantung atau
kanker.
Menemukan lokasi cedera dan pendarahan
internal.
Efek Samping CT Scan
Pasien yang menjalani CT Scan akan berisiko
terpapar radiasi dalam waktu singkat. Namun tidak
perlu khawatir, karena hingga saat ini CT Scan
belum terbukti dapat menyebabkan keluhan jangka
panjang dikarenakan tingkat radiasi CT Scan
terbilang rendah.
Referensi :
[Link]
siloam/artikel/apa-itu-ct-scan
Linac
Linac adalah singkatan dari linear accelerator,
yaitu alat yang menghasilkan radiasi sinar-X
berenergi tinggi untuk pengobatan kanker.
Linac ini dilengkapi 7 pilihan energi sehingga
dapat digunakan untuk mengobati kanker dengan
berbagai variasi kedalaman dan ukuran. Dengan
bantuan komponen Multi-Leaf Collimator (MLC),
radiasi yang dikirimkan dari alat Linac dapat
dibentuk menyerupai jaringan kanker sehingga
dapat mengurangi efek samping pada jaringan
sehat di sekitarnya.
[Link]
penunjang/851dfeae-accf-11ed-9817-
02006791e2f6#:~:text=Linac%20adalah%20singk
atan%20dari%20linear,berbagai%20variasi%20ke
dalaman%20dan%20ukuran.
Alat Radioterapi LINAC
Linear Accelerator atau LINAC adalah alat terapi
radiasi yang menggunakan energi sinar-X atau
elektron yang besar untuk memastikan bentuk
tumor.
Prosedur radioterapi ini juga bisa digunakan untuk
menghancurkan sel kanker yang mengganggu
jaringan sehat di sekitarnya.
LINAC dapat digunakan dalam beragam jenis
teknik radioterapi, di antaranya adalah sebagai
berikut:
• IMRT
• VMAT
• 3D CRT
Cara Kerja Alat Radioterapi LINAC
LINAC menggunakan teknologi yang dapat
mengubah elektron atau foton menjadi energi
sinar-X yang besar.
Prosedur Penggunaan LINAC Pada Rumah
Sakit
Secara umum, penggunaan LINAC pada prosedur
radioterapi adalah sebagai berikut:
• Pasien berbaring di atas meja tindakan
• Dokter akan membantu pasien memposisikan
tubuh agar alat pemindaian dapat memindai
tubuh secara baik
• Setelah mengetahui lokasi pemindaian, dokter
akan mengoperasikan mesin untuk memindai
tumor
• Hasil dari pemindaian akan terlihat di layar
monitor
Setelah prosedur selesai, pasien dapat kembali ke
ruang perawatan.
Manfaat Penggunaan LINAC
Dengan menggunakan alat terapi radiasi LINAC,
mendapat beberapa manfaat berikut:
• Mengetahui bentuk dan ukuran tumor
• Dapat lebih mudah merencanakan pengobatan
• Dapat memeriksa perkembangan pengobatan
[Link]
layanan/fasilitas/alat-radioterapi-linac-2
Akselerator linier dapat digunakan untuk
mengobati kanker di hampir semua area tubuh. Hal
ini juga dapat digunakan untuk menjalankan
berbagai teknik pengiriman radiasi, termasuk:
• Terapi radiasi sinar eksternal konvensional
• Terapi radiasi modulasi intensitas
• Terapi radiasi yang dipandu gambar
• Terapi radiasi tubuh stereotaktik
[Link]
therapy/linear-accelerator-linac/