SATUAN ACARA PENYULUHAN
DENGAN TEMA “KONTRASEPSI PASCA SALIN ”
Disusun Oleh :
RISKA FEBRI DIANTI
H524079
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
FAKULTAS KEBIDANAN
INSTITUT KESEHATAN RAJAWALI
BANDUNG 2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwasanya kami dapat
menyelesaikan tugas pembuatan Promosi Kesehatan yang berjudul ”KB Pasca Salin”.
Kami ucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha esa yang telah memberi
kesehatan pada kami sehingga kami dapat menyelesaikan Satuan Acara Penyuluhan (SAP)
ini. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Pembimbing
yang telah membantu sehingga tugas ini selesai tepat pada waktunya.
Akhir kata semoga Satuan Acara Penyuluhan (SAP) ini bisa bermanfaat bagi
pembaca, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan Satuan Acara Penyuluhan (SAP)
ini masih banyak kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan saran dan
kritik untuk menyempurnakan Satuan Acara Penyuluhan (SAP) ini.
Bandung, 13 Februari 2025
Riska Febri Dianti
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................... i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
SATUAN ACARA PENYULUHAN ......................................................................... 1
1. Latarbelakang ......................................................................................................... 1
2. Tujuan .....................................................................................................................2
a. Tujuan umum.....................................................................................................2
b. Tujuan khusus....................................................................................................2
3. Metode .................................................................................................................... 3
4. Media ...................................................................................................................... 3
5. Susunan acara ........................................................................................................ 4
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................6
1.1 Latarbelakang ....................................................................................................... 6
1.2 Tujuan ..................................................................................................................7
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................8
2.1 Pengertian Keluarga Berencana ........................................................................... 8
2.2 Tujuan KB Pascasalin .......................................................................................... 8
2.3 Macam-macam KB Pascasalin ............................................................................. 9
BAB III PENUTUP ...................................................................................................12
3.1 Kesimpulan .......................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................13
ii
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok pembahasan : KB Pasca Salin
Sasaran : Ibu post partum atau pasca persalinan
Hari/tanggal : Kamis, 13 Febrari 2024
Waktu : 09.00 – 09.45 WIB
Tempat : TPMB
Penyuluh : Riska Febri Dianti
1. Latarbelakang
Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal
melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan dan bantuan
sesuai dengan hak-hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas ( UU
Kependudukan Nomor 52 tahun 20 09 ) . Keluarga Berencana merupakan suatu cara
yang memungkinkan setiap orang untuk mengatur jumlah anak yang diinginkan dan
jarak kehamilan melalui informasi, pendidikan dan penggunaan metodekontrasepsi
(WHO, 2014).
Keluarga Berencana berperan dalam mengurangi risiko kematian ibu pada
waktu melahirkan yang disebabkan karena terlalu sering melahirkan dan jarak antara
kelahiran yang terlalu pendek(Prawirohardjo, 2005). Berdasarkan Survey Penduduk
Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015, AKI di Indonesia berada pada angka 305 per
100 . 000 kelahiran hidup. Upaya untuk menurunkan AKI perlu dilakukan dengan
melihat target Sustainable Development Goals (SDGs) dalam The 2030 Agenda
For Sustainable Development yaitu 70 per 100.000 kelahiran hidup.
1
Salah satu program Keluarga Berencana untuk menurunkan AKI yaitu dengan
KB Pasca Persalinan (Riskesdas, 2013). KB Pasca Persalinan adalah penggunaan
metode kontrasepsipada masanifas sampai dengan 6 minggu atau 42 hari setelah
melahirkan ( Kemenkes, 2014 a) . KB Pasca Persalinan merupakan langkah untuk
mencegah kehilangan kesempatan menggunakan KB setelah melahirkan (Riskesdas,
2013).
Penerapan KB Pasca Persalinan sangat penting karena kembalinya kesuburan
pada ibu setelah melahirkan tidak dapat diketahui secara pasti dan dapatterjadi sebelum
datangnya siklushaid bahkan padawanita menyusui. Hal ini menyebabkan pada masa
menyusui,wanitamengalami kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) atau unwanted
pregnancy. Kontrasepsi sebaiknya sudah digunakan sebelum kembali beraktivitas
seksual. Oleh karena itu sangat penting untuk menggunakan kontrasepsi seawal
mungkin setelah persalinan (Mujiati, 2013)
Studi yang dilakukan di negara-negara dengan tingkat kelahiran yang
tinggi, menunjukkan bahwaKeluarga Berencana memberi dampak positif untuk
meningkatkan tingkat kesehatan ibu dan bayi, diperkirakan dapat menurunkan 32%
kematian ibu dengan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan dapat
menurunkan 10% kematian anak, dengan mengurangijarak persalinan kurang dari
2 tahun ( Clelandet al, 2006 ) . Cakupan pelayanan KB Pasca Persalinan di Indonesia
tahun 2013 sebesar 59 , 6 %. Pencapaian pelayanan KB Pasca Persalinan di perkotaan
sebesar 60,9%, sedangkan di perdesaan sebesar 58,3%. Cakupan pelayanan KB
Pasca Persalinan di Sumatera Baratpadatahun 2013 sebesar 50,2% ( Riskesdas,
2013 ) . Berdasarkan Laporan tahun 2017 jumlah pengguna KB Pasca
Persalinan di Sumatera Barat sebesar 21.841 (BKKBN, 2018)
Oleh karena itu, berdasarkan latar belakang tersebut dirasa sangat penting
untuk melakukan pemberian informasi kesehatan tentang KB pascasalin pada ibu
pascasalin.
2. Tujuan
a. Tujuan umum
Setelah mengikuti penyuluhan salama 45 menit di harapkan ibu
postpartum dapat memilih metode KB pasca salin.
3
b. Tujuan khusus
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan ibu postpartum dapat :
1) Memahami pengertian KB
2) Mengetahuitujuan penggunaan KB pascasalin.
3) Mengetahui macam-macam KB
3. Metode
Metode yang digunakan adalah penyuluhankelompok melalui :
a. Diskusi
b. Tanya jawab
4. Media
a. Leaflet
b. Buku KIA
3
5. Susunan acara
No Acara Waktu Kegiatan Evaluasi
Penyuluhan
1. Pembukaan 5 menit Mengucap salam dan terimakasih atas kehadiran dan kesediaan ibu mengikuti Ibu dan Keluarga
Penyuluhan. menjawab salam,
Memperkenalkan diri . mendengarkan
dengan seksama.
Menyampaikan tujuan
Melakukan kontrak waktu
2. Inti 20 menit Ibu dan Keluarga
Menyampaikan materi serta menggali pengetahuan/pengalaman ibu mengenai: mendengarkan,
a. Definisi KB memperhatikan dan
b. Tujuan KB memberi umpan
balik terhadap
c. Macam-macam KB Pascasalin materi yang
disampaikan
3. Diskusi 10 menit Ibu dan
Meminta peserta untuk mengajukan pertanyaan jika belum jelas. Keluarga
Jika tidakada pertanyaan, pemberipenyuluhan memberikan mengajukan
pertanyaan berupa : pertanyaan
mengenai materi
a. Apa itupengertian KB ? yang belum
b. Apa tujuan KB ? dipahami
c. Apa sajamacam-macam KB pascasalin ? Menjawab
pertanyaan yang
4
telah diajukan
4. Penutup 10 menit Menyimpulkan hasil penyuluhan Ibu dan Keluarga
menjawab
Memberitahukan topic selanjutnya
Mengucapkanterimakasihatas perhatiandan maaf apabila ada kekurangan salam.
ataukesahalan dan mengucapkan salam. Mengisi kuisioner
Membagikan kuisioner
4
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latarbelakang
Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal
melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai
dengan hak-hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas (UU Kependudukan
Nomor 52 tahun 2009). Keluarga Berencana merupakan suatu cara yang memungkinkan
setiap orang untuk mengatur jumlah anak yang diinginkan dan jarak kehamilan melalui
informasi, pendidikan dan penggunaan metode kontrasepsi (WHO, 2014).
Keluarga Berencana berperan dalam mengurangi risiko kematian ibu pada waktu
melahirkan yang disebabkan karena terlalu sering melahirkan dan jarak antara kelahiran
yang terlalu pendek(Prawirohardjo, 2005). Berdasarkan Survey Penduduk Antar Sensus
( SUPAS) tahun 2015, AKI di Indonesia berada pada angka 305 per 100.000
kelahiran hidup. Upaya untuk menurunkan AKI perlu dilakukan dengan melihat target
Sustainable Development Goals (SDGs) dalam The 2030 Agenda For Sustainable
Development yaitu 70 per 100.000 kelahiran hidup.
Salah satu program Keluarga Berencana untuk menurunkan AKI yaitu dengan
KB Pasca Persalinan (Riskesdas, 2013). KB Pasca Persalinan adalah penggunaan metode
kontrasepsi pada masa nifas sampai dengan 6 minggu atau 42 hari setelah melahirkan
( Kemenkes, 2014 a). KB Pasca Persalinan merupakan langkah untuk mencegah
kehilangan kesempatan menggunakan KB setelah melahirkan (Riskesdas, 2013).
Penerapan KB Pasca Persalinan sangat penting karena kembalinya kesuburan pada
ibu setelah melahirkan tidak dapat diketahui secara pasti dan dapat terjadi sebelum
datangnya siklus haid bahkan pada wanita menyusui. Hal ini menyebabkan pada masa
menyusui,wanitamengalami kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) atau unwanted
pregnancy. Kontrasepsi sebaiknya sudah digunakan sebelum kembali beraktivitas
seksual. Oleh karena itu sangat penting untuk menggunakan kontrasepsi seawal
mungkin setelah persalinan( Mujiati, 2013 ).
8
1.2. Tujuan
1.2.1 Membantu ibupascasalin untuk memilihmetode KB yang akan digunakan.
1.2.2 Menjagajarak dan menjarangkan kehamilan.
8
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Keluarga Berencana
Keluarga berencana (disingkat KB) adalah gerakan untuk membentuk keluarga
yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah perencanaan
jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan
alat- alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, pil KB, suntiKB,
IUD, dan sebagainya.
KB Pasca Persalinan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan
menggunakan alat dan obat kontrasepsi segera setelah melahirkan sampai dengan 42
hari/ 6 minggu setelah melahirkan
Ibu yang baru bersalin tidak dianjurkan untuk Langsung hamil lagi, perlu waktu
interval minimal 2 tahun untuk dapat hamil lagi. Dengan ber KB, Pasangan mengatur jarak
kelahiran anak mereka antara 2 sampai 5 tahun sehingga akan meningkatkan kesehatan,
kesejahteraan dan Angka harapan hidup anak-anak & ibunya.
KB Pascapersalinan yaitu pemanfaatan/ penggunaan metode kontrasepsi
sesudah bersalin. Ada dua jenis pelayanan KB pasca salin yaitu:
1. Immediate postpartum - sesudahmelahirkan sampai 48 jam.
2. Early Postpartum - sesudah 48 jam sampai minggu ke 6 sesudah melahirkan
2.2 2 Tujuan KB Pascasalin
Berikut beberapa tujuan dalam melakukan KB pascasalin :
a. Menurunkan salah satu kompoien EMPAT TERLALU (terlalu dekat, terlalu
banyak, terlalu tua, terlalu muda) → menjaga jarak kehamilan sehingga
berkontribusiterhadappenurunan Angkakematian ibumaupun bayi.
8
b. Berkontribusi secara tidak langsung terhadap pengendalian pertumbuhan
penduduk besertadampaknya.
2.3 Macam-Macam KB Pacsasalin
Adapun beberapa macam KB pascasalin :
a. Metode Amenorhoe Laktasi (MAL)
MAL adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara
eksklusif kepada bayi. Metode ini sangat ekonomis, tidak perlu biaya dan aman untuk
digunakan, namun hanya efektif sampai 6 bulan pertama setelah melahirkan.
Dan ada 3 syarat yang harus dipenuhi yaitu: Ibu harus menyusui bayi secara ekslusif
(minimal 8x sehari, dengan jarak menyusui lebih kurang 4jam), bayi harus berusia
kurang dari 6 bulan, dan ibu harus dalam masa belum mengalami menstruasi
setelahpersalinan. Keuntungan lainnya dari metode ini adalah dapat meningkatkan
proses menyusui dan dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan anak.
b. Suntikan Progestin
Suntikan dengan bahan yang menyerupai hormon progesteron ini tidak mengganggu
produksi ASI. Terdapat 2 macam suntikan progestin yaitu: Depo medroksiprogesteron
asetat yang diberikan setiap 3 bulan di daerah bokong dan
Deponoretisteron enanatat yabgdiberikan setiap 2 bulan.
Beberapa keuntungan dari menggunakan metode kontrasepsi suntik progestin antara
lain dapat mencegah kehamilan jangka panjang, memiliki efek protektif
terhadapkanker endometrium dan penyakit jinakpayudara.
Salah satu efek samping yang dapat muncul adalah peningkatan berat badandan
metode initidak boleh digunakan apabilaibumemiliki kanker payudara.
Kesuburan akan kembali lebih lambat setelah berhenti menggunakan kontrasepsi
ini, rata- rata sekitar 4 bulan.
Pada ibu yang menyusui, metode kontrasepsi ini dapat digunakan setelah 6
minggupascapersalinan dan cukup aman selama menyusui. Sedangkan pada ibu
yangtidak menyusui maka metode ini dapat digunakan segera setelah persalinan.
12
c. Pil mini/mini pil
Kontrasepsi pil ini harus dikonsumsi setiap hari dan pada waktu yang sama, dan
apabila lupa satu pil saja maka kegagalan dari metode kontrasepsi ini menjadi
lebih besar. Kesuburan segerakembali jika pemakaiankontrasepsi ini dihentikan.
Beberapa efek samping yang dapat muncul adalah jerawat, peningkatan/penurunan
berat badan dan gangguan haid. Kontrasepsi pil aman dandapat dikonsumsi oleh ibu
yang menyusui setelah 6 minggupascapersalinan, dan pada ibu yang tidak menyusui
maka pil dapat dikonsumsi segera setelah
persalinan
d. Implan atau susuk hormonal
Metode kontrasepsi implan merupakan kapsul batang kecil yang mengandung hormon
progestin, dipasang dibawah kulit dan efektif selama 3 – 5 tahun tergantung dengan
jenis implan yang dipasang. Kontrasepsi ini tidak mengganggu ASI dan
pengembalian tingkat kesuburan sangat cepat setelah
pencabutan implan.
Efek samping yang mungkin dapat muncul adalah perubahan haid bulanan, sakit
kepala, nyeri perut dan rasa tidak nyaman pada payudara. Metode kontrasepsiini
membutuhkan tindakan pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan implan
tersebut maka dari itu, jika ibu ingin menghentikan pemakaian kontrasepsi ini maka
harus pergi ke klinik untuk pencabutan implan. Waktupemasangan implan
minimal 4 minggupascapersalinan
e. IUD alat kontrasepsi dalam Rahim
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim atau lebih dikenal sebagai IUD merupakan pilihan
kontrasepsi pascasalin yang aman, efektif, penggunaannya bisa digunakan dalam
jangka panjang, dan dipasang dalam rahim untuk menjepit kedua saluran yang
menghasilkan indung telur sehinggatidak terjadipembuahan. Alat ini terdiri dari
bahan plastik pelietilena, ada yang dililit oleh tembaga dan ada yang tidak. Tembaga
pada IUD menyebabkan reaksi inflamasi steril yang toksikpada sperma
sehinggatidakmampu untuk fertilisasi. Idealnya IUD dipasang dalam 10 menit
setelah plasenta lahir pada persalinan normal, dan langsung pasang waktu operasi
pada persalinan caesar. Untuk pasca persalinan, IUD dipasang antara 10 menit – 48
jam pasca persalinan atau 4 minggu– 6 minggu (42 hari) setelah melahirkan.
13
Pemasangan kontrasepsi IUD lebih dari 48 jam - 4 minggu pasca persalinantidak
direkomendasikan karena dapat meningkatkan risiko perforasi dan ekspulsi dari
uterus. Metode kontrasepsi ini memiliki efektivitas yang tinggi yaitu 99 , 2 – 99 , 4
%, tidakmemiliki efek samping hormonal, tidak mempengaruhi ASI dan tidak
mempengaruhi hubungan seksual.
f. Kondom
Kondom adalah kontrasepsi yang digunakan oleh pria, bersifat sementara dan
merupakan sarung karet lateks yang dilapisi pelicin dan dipasang pada penis yang
ereksi sehingga sperma tidak tercurahkan ke dalam saluran reproduksi perempuan.
Selain dapat mencegah kehamilan, kondom juga dapat mencegah penularannfeksi
menular seksual seperti HIV/AIDS. Namun efektifitas dari metode ini lebihrendah
dibanding metode lainnya dengan efektifitas 85%.
g. Kontrasepsi mantap
Kontrasepsi mantap bersifat permanen dan metode kontrasepsi ini sebaiknya
dipilih apabila memang tidak ingin menginginkan anak lagi.
1) Tubektomi (metode operasiwanita/MOW)
Adalah metode kontrasepsi mantap bagi wanita yang tidak ingin hamil lagidengan
caramengikat dan memotong ataumemasang cincin padatuba falopi
sehinggaspermatidak dapat bertemu dengan ovum secara permanen. Idealnya
dilakukan 48 jam pasca persalinan atau dapat dilakukan segera setelah
persalinan atau setelah operasi caessar. Jika tidak dilakukan segera maka
dapatdikerjakan 1 minggu setelah persalinan
2) Vasektomi (metode operasipria/MOP)
Adalah sebuah prosedur klinik untuk menghentikan kesuburan pria secara
permanen dengan cara mengoklusi vasa deferensia dari seorang pria sehingga
alur transportasi dari sperma terhambat dan proses fertilisasi tidak dapat terjadi.
Berbeda dengan tubektomi, metode kontrasepsi ini efektif setelah 20 kali
ejakulasi atau 3 bulan
14
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
KB Pasca Persalinan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan
menggunakan alat dan obat kontrasepsi segera setelah melahirkan sampai dengan 42 hari
atau 6 minggu setelah melahirkan. Merupakan cara untuk mengatur jarak kehamilan,
sehingga akan memingkatkan derajat kesehatan dan angka harapan hidup.
15
DAFTAR PUSTAKA
1. [Link]
[Link]. Diakses tanggal 21 November2019
2. [Link]
SAP_TENTAN G_KB_KELUARGA_BERENCANA. Diakses tanggal 21
November 2019
3. [Link]
chrome.0.69i59j 69i57j0j69i60l3.1640j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8.
Diakses tanggal 21November 2019
4. [Link] Diakses tanggal 21
November2019 [Link]
konseling-kb-pasca-persalinan-
5. pp-dan-pasca-keguguran-pk. Diakses tanggal 21 November2019
[Link] Diakses
tanggal 21 November 2019
6. [Link]
ibu- menyusui. Diakses tanggal 21 November 2019
16
LAMPIRAN
1. Leaflet
14
2. Dokumentasi