- 21 -
17.3. Pokja Pemilihan menetapkan persyaratan teknis
sebagaimana dimaksud pada ketentuan 17.2.b dalam
LDP dengan ketentuan:
a. Metode pelaksanaan pekerjaan utama disyaratkan
hanya untuk kualifikasi usaha besar harus
memperhatikan :
1) Pekerjaan utama yang harus diuraikan metode
pelaksanaannya ditetapkan berdasarkan
pekerjaan yang nilai bobot biayanya tertinggi
secara berurutan;
2) Untuk tender pekerjaan konstruksi dengan nilai
HPS paling sedikit di atas Rp50.000.000.000,00
(lima puluh miliar rupiah) sampai dengan
paling banyak Rp100.000.000.000,00 (seratus
miliar rupiah), pekerjaan utama yang
ditetapkan paling banyak 3 (tiga) pekerjaan
utama; dan
3) Untuk tender pekerjaan konstruksi dengan nilai
HPS paling sedikit di atas
Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah),
pekerjaan utama yang ditetapkan paling banyak
4 (empat) pekerjaan utama.
b. Peralatan utama:
1) Yang dimaksud dengan peralatan utama adalah
peralatan yang mendukung langsung dan sesuai
kebutuhan untuk melaksanakan pekerjaan
utama (major item); dan
2) Kepemilikan peralatan utama adalah milik
sendiri, sewa beli, dan/atau sewa kepada pihak
lain dengan perjanjian Sewa bersyarat (bukan
surat dukungan). Asphalt Mixing Plant (AMP)
dan/atau Batching Plant dapat disewa oleh lebih
dari 1 (satu) Penyedia pada saat bersamaan.
3) Persyaratan peralatan utama harus
memperhatikan:
a) Jumlah jenis peralatan utama yang
disyaratkan:
1) Untuk tender pekerjaan konstruksi
dengan nilai HPS paling banyak
Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar
rupiah), disyaratkan paling banyak 6
(enam) jenis peralatan utama yang
dikompetisikan; dan
2) Untuk tender pekerjaan konstruksi
dengan nilai HPS di atas
Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar
rupiah) disyaratkan paling banyak 10
(sepuluh) jenis peralatan utama yang
dikompetisikan;
b) Jumlah peralatan utama dari setiap jenis
yang disyaratkan:
(1) Untuk tender pekerjaan konstruksi
dengan nilai HPS paling banyak
Rp100.000.000.000,00 (seratus
miliar rupiah), disyaratkan paling
banyak 3 (tiga) unit peralatan utama;
dan
(2) Untuk tender pekerjaan konstruksi
dengan nilai HPS paling sedikit di atas
Rp100.000.000.000,00 (seratus
Paraf I Paraf II Paraf III
- 22 -
miliar rupiah) disyaratkan paling
banyak 3 (tiga) unit peralatan utama.
c. Personel manajerial:
1) Untuk pekerjaan kualifikasi usaha kecil personel
manajerial yang disyaratkan meliputi jabatan
Pelaksana dan Petugas Keselamatan
Konstruksi/Ahli K3 Konstruksi/Ahli
Keselamatan Konstruksi;
2) Untuk pekerjaan kualifikasi usaha menengah
dan besar personel manajerial yang disyaratkan
meliputi jabatan: Manajer Pelaksanaan/Proyek,
Manajer Teknik, Manajer Keuangan, dan Ahli
K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi;
3) Personel manajerial sebagaimana dimaksud
pada angka 1) dan angka 2) di atas hanya
disyaratkan 1 (satu) orang untuk masing-
masing jabatan, kecuali;
a) Untuk tender pekerjaan konstruksi dengan
nilai HPS paling sedikit di atas
Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar
rupiah), manajer teknis disyaratkan paling
banyak 2 (dua) personel; dan
b) Untuk tender pekerjaan konstruksi dengan
nilai HPS paling sedikit di atas
Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar
rupiah), manajer teknis disyaratkan paling
banyak 3 (tiga) personel;
4) Hanya mensyaratkan 1 (satu) sertifikat
kompetensi kerja (SKA/SKT) untuk setiap
personel manajerial yang disyaratkan kecuali
untuk manajer keuangan tidak mensyaratkan
sertifikat kompetensi kerja;
5) Untuk sertifikat Petugas Keselamatan Konstruksi
atau sertifikat/Ahli K3 Konstruksi/Ahli
Keselamatan Konstruksi, tidak boleh dibatasi
hanya yang diterbitkan oleh salah satu lembaga
sertifikasi profesi atau instansi yang berwenang
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan;
6) Persyaratan SKA/SKT diatur dengan ketentuan
sebagai berikut:
a) kualifikasi Usaha Kecil tidak mensyaratkan
SKA, kecuali SKA Ahli K3 Konstruksi/ Ahli
Keselamatan Konstruksi; dan
b) kualifikasi Usaha Menengah dan Usaha Besar
tidak mensyaratkan SKT;
7) Untuk pekerjaan yang memiliki tingkat risiko
keselamatan konstruksi kecil, sedang, dan besar
diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
a) Risiko keselamatan konstruksi kecil,
mensyaratkan Petugas Keselamatan
Konstruksi tanpa syarat pengalaman;
b) Risiko keselamatan konstruksi sedang,
mensyaratkan:
(1) Ahli Muda K3 Konstruksi/Ahli Muda
Keselamatan Konstruksi dengan
pengalaman 3 (tiga) tahun; atau
(2) Ahli Madya K3 Konstruksi/Ahli Muda
Keselamatan Konstruksi tanpa syarat
pengalaman;
Paraf I Paraf II Paraf III