0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan27 halaman

Peraturan Bupati Gresik Nomor 80/2021

Peraturan Bupati Gresik Nomor 80 Tahun 2021 mengatur kedudukan, susunan organisasi, tugas, fungsi, dan tata kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik. Peraturan ini merupakan penyesuaian terhadap struktur organisasi berdasarkan evaluasi dan penyederhanaan birokrasi. Sekretariat Daerah dipimpin oleh Sekretaris yang bertanggung jawab kepada Bupati dan memiliki beberapa asisten yang mengoordinasikan berbagai bidang pemerintahan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan27 halaman

Peraturan Bupati Gresik Nomor 80/2021

Peraturan Bupati Gresik Nomor 80 Tahun 2021 mengatur kedudukan, susunan organisasi, tugas, fungsi, dan tata kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik. Peraturan ini merupakan penyesuaian terhadap struktur organisasi berdasarkan evaluasi dan penyederhanaan birokrasi. Sekretariat Daerah dipimpin oleh Sekretaris yang bertanggung jawab kepada Bupati dan memiliki beberapa asisten yang mengoordinasikan berbagai bidang pemerintahan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

-1-

BUPATI GRESIK
PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN BUPATI GRESIK


NOMOR 80 TAHUN 2021
TENTANG
KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA
SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN GRESIK

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI GRESIK,

Menimbang : a. bahwa berdasarkan evaluasi Perangkat Daerah sesuai


dengan hasil identifikasi penyederhanaan birokrasi
berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan dan
Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2021 tentang
Penyederhanaan Struktur Organisasi Pada Instansi
Pemerintah Untuk Penyederhanaan Birokrasi perlu
dilakukan penyesuaian terhadap Peraturan Bupati
Gresik Nomor 28 Tahun 2019 tentang Kedudukan,
Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja
Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Bupati Nomor 43 Tahun 2021;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan
Bupati tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas,
Fungsi, dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten
Gresik;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang


Pemerintahan Daerah-Daerah Kota Besar Dalam
Lingkungan Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa
Barat dan Daerah Istimewa Jogjakarta (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 32) sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun
-2-

1965 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotapraja


Surabaya dan Daerah Tingkat II Surabaya dengan
mengubah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950
tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Besar dalam
Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa
Barat dan daerah Istimewa Jogyakarta (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 19, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2730);
2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor
82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5234) sebagaimana telah diubah dengan Undang-
Undang 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-
Undang 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2019 Nomor 183, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 6398);
3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5494);
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana
telah diubah beberapakali terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua
atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1974 tentang
Perubahan Nama Kabupaten Surabaya (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 52, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3038);
-3-

6. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang


Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5887) sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun
2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019
Nomor 187, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2019 Nomor 6402);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang
Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 6041);
8. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun
2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-
undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2014 Nomor 199) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2021 tentang
Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun
2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2021 Nomor 186);
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015
tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan
Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun
2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor
157);
-4-

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 99 Tahun 2018


tentang Pembinaan dan Pengendalian Penataan
Perangkat Daerah (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2018 Nomor 1539);
11. Peraturan Menteri Pendayagunaan dan Reformasi
Birokrasi Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penyederhanaan
Struktur Organisasi Pda Instansi Pemerintah Untuk
Penyederhanaan Birokrasi (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2021 Nomor 546);
12. Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 12 Tahun
2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kabupaten
Gresik (Lembaran Daerah Kabupaten Gresik Tahun 2016
Nomor 18) sebagaimana telah diubah beberapakali
terakhir dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2021
tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor
12 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah
Kabupaten Gresik (Lembaran Daerah Kabupaten Gresik
Tahun 2021 Nomor 24);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG KEDUDUKAN,SUSUNAN


ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA
SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN GRESIK.

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Kabupaten Gresik.
2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten
Gresik.
3. Bupati adalah Bupati Gresik.
4. Sekretariat Daerah adalah Sekretariat Daerah Kabupaten
Gresik.
5. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten
Gresik.
-5-

BAB II
KEDUDUKAN
Pasal 2
(1) Sekretariat Daerah berkedudukan dibawah, dipimpin
oleh seorang Sekretaris dan bertanggungjawab kepada
Bupati.
(2) Sekretariat Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
merupakan Perangkat Daerah unsur penunjang
pelaksana urusan pemerintahan daerah dalam
mengoordinasikan perumusan kebijakan dan pelayanan
administrasi Perangkat Daerah.

BAB III
SUSUNAN ORGANISASI
Pasal 3
(1) Susunan Organisasi Sekretariat Daerah terdiri atas :
a. Sekretaris Daerah;
b. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
terdiri atas:
1. Bagian Tata Pemerintahan, terdiri atas : Kelompok
Jabatan Fungsional.
2. Bagian Hukum, terdiri atas Kelompok Jabatan
Fungsional.
3. Bagian Kesejahteraan Rakyat, terdiri atas
Kelompok Jabatan Fungsional.
c. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, terdiri
atas:
1. Bagian Administrasi Pembangunan, terdiri atas
Kelompok Jabatan Fungsional.
2. Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam,
terdiri atas:
a. Subbagian Sumber Daya Alam; dan
b. Kelompok Jabatan Fungsional.
3. Bagian Pengadaan Barang/Jasa, terdiri atas :
Kelompok Jabatan Fungsional.
d. Asisten Administrasi Umum, terdiri atas:
1. Bagian Organisasi, terdiri atas Kelompok Jabatan
Fungsional.
-6-

2. Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, terdiri


atas:
a. Subbagian Protokol; dan
b. Kelompok Jabatan Fungsional.
3. Bagian Umum, terdiri atas Kelompok Jabatan
Fungsional.
e. Kelompok Jabatan Fungsional.
(2) Bagan Struktur Organisasi Sekretariat Daerah
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam
Lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Peraturan Bupati ini.

BAB IV
RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI
Bagian Kesatu
Sekretaris Daerah
Pasal 4
Sekretariat Daerah mempunyai tugas membantu Bupati
dalam penyusunan kebijakan dan pengoordinasian
administratif terhadap pelaksanaan tugas Perangkat Daerah
serta pelayanan administratif.

Pasal 5
Sekretaris Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 4, menyelenggarakan fungsi :
a. pengoordinasian penyusunan kebijakan daerah;
b. pengoordinasian pelaksanaan tugas dan pelayanan
administrasi Perangkat Daerah;
c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan
daerah;
d. pelayanan administratif dan pembinaan aparatur daerah;
dan
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai
dengan tugas dan fungsinya.

Pasal 6
(1) Sekretaris Daerah dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya dibantu oleh Asisten Sekretaris Daerah.
-7-

(2) Asisten Sekretaris Daerah sebagaimana dimaksud pada


ayat (1), terdiri atas :
a. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat,
mengoordinasikan:
1. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan;
2. Dinas Kesehatan;
3. Dinas Sosial;
4. Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan
Perempuan Perlindungan Anak ;
5. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa;
6. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten
Gresik;
7. Satuan Polisi Pamong Praja;
8. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan;
dan
9. Kecamatan.
b. Asisten Perekonomian dan Pembangunan,
mengoordinasikan:
1. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang;
2. Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan
Permukiman;
3. Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan
Pengembangan Daerah;
4. Dinas Lingkungan Hidup;
5. Dinas Perhubungan;
6. Dinas Pertanian;
7. Dinas Perikanan;
8. Dinas Tenaga Kerja; dan
9. Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan
Perdagangan.
c. Asisten Administrasi Umum, mengoordinasikan:
1. Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah;
2. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu;
3. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,
Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga;
-8-

4. Dinas Komunikasi dan Informatika;


5. Inspektorat;
6. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil;
7. Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber
Daya Manusia;
8. Dinas Pendidikan; dan
9. Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
(3) Asisten Sekretaris Daerah sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) dikoordinasikan oleh seorang Asisten yang
berada di bawah dan bertanggungjawab kepada
Sekretaris Daerah.

Bagian Kedua
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Pasal 7
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a
mempunyai tugas membantu Sekretaris Daerah dalam
penyusunan kebijakan daerah di bidang pemerintahan dan
hukum, dan pengoordinasian penyusunan kebijakan daerah
di bidang kesejahteraan rakyat.

Pasal 8
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7,
menyelenggarakan fungsi :
a. penyusunan kebijakan daerah di bidang pemerintahan
dan hukum;
b. pengoordinasian penyusunan kebijakan daerah di
bidang kesejahteraan rakyat;
c. pengoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah di
bidang pemerintahan, hukum, dan kesejahteraan rakyat;
d. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan daerah
di bidang pemerintahan dan hukum;
e. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan daerah
terkait pencapaian tujuan kebijakan, dampak yang tidak
diinginkan, dan faktor yang mempengaruhi pencapaian
tujuan kebijakan di bidang kesejahteraan rakyat;
-9-

f. penyiapan pelaksanaan pembinaan administrasi


pemerintahan dan aparatur di bidang pemerintahan,
hukum, dan kesejahteraan rakyat; dan
g. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
Sekretaris Daerah sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 9
(1) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, terdiri atas:
a. Bagian Tata Pemerintahan;
b. Bagian Hukum; dan
c. Bagian Kesejahteraan Rakyat.
(2) Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin
oleh seorang Kepala Bagian yang berada di bawah dan
bertanggungjawab kepada Asisten Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat.

Paragraf 1
Bagian Tata Pemerintahan
Pasal 10
Bagian Tata Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9 ayat (1) mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
perumusan kebijakan daerah, pengoordinasian perumusan
kebijakan daerah, pengoordinasian pelaksanaan tugas
Perangkat Daerah, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan
kebijakan daerah, pelaksanaan pembinaan administrasi di
bidang administrasi pemerintahan, administrasi
kewilayahan dan otonomi daerah dan kerjasama daerah.

Pasal 11
Kepala Bagian Tata Pemerintahan dalam melaksanakan
tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10,
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan daerah di bidang
administrasi pemerintahan, administrasi kewilayahan
dan kerja sama dan otonomi daerah;
-10-

b. penyiapan bahan pengoordinasian perumusan kebijakan


daerah di bidang administrasi pemerintahan,
administrasi kewilayahan dan kerja sama dan otonomi
daerah;
c. penyiapan bahan pengoordinasian pelaksanaan tugas
Perangkat Daerah di bidang administrasi pemerintahan,
administrasi kewilayahan dan kerja sama dan otonomi
daerah;
d. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan
kebijakan daerah di bidang administrasi pemerintahan,
administrasi kewilayahan dan kerja samadanotonomi
daerah;
e. penyusunan kebijakan dibidang administrasi
pemerintahan umum, administrasi kewilayahan, otonomi
dan kerjasama daerah;
f. penyelenggaraan koordinasi dalam rangka pelaksanaan
kebijakan urusan administrasi pemerintahan umum,
administrasi kewilayahan, otonomi dan kerjasama
daerah;
g. pengendalian pelaksanaan pelimpahan urusan sebagian
kewenangan Pemerintah Daerah kepada Perangkat
Daerah dan/atau penyelenggara pemerintahan
dibawahnya;
h. pengoordinasian pelaksanaan Standar Pelayanan
Minimal; dan
i. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan
Rakyatsesuai dengan bidang tugasnya.

Paragraf 2
Bagian Hukum
Pasal 12
Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan koordinasi
dan pengoordinasian administrasi perumusan kebijakan
serta pelayanan administrasi di bidang penyusunan produk
hukum daerah, bantuan dan penyuluhan hukum serta
kajian, evaluasi dan dokumentasi produk hukum.
-11-

Pasal 13
Kepala Bagian Hukum dalam melaksanakan tugas,
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, menyelenggarakan
fungsi:
a. pelaksanaan koordinasi dan pengoordinasian kebijakan
penyusunan perencanaan Produk Hukum Daerah,
bantuan dan penyuluhan hukum, kajian dan evaluasi
produk hukum serta dokumentasi produk hukum;
b. pelaksanaan koordinasi dan pengoordinasian perumusan
kebijakan penyusunan produk hukum daerah, bantuan
dan penyuluhan hukum, kajian dan evaluasi produk
hukum serta dokumentasi produk hukum;
c. pengoordinasian pelaksanaan penyusunan produk
hukum daerah, bantuan dan penyuluhan hukum, kajian
dan evaluasi produk hukum serta dokumentasi produk
hukum;
d. pengoordinasian pelaksanaan monitoring, evaluasi dan
pelaporan pelaksanaan kebijakan penyusunan produk
hukum daerah, bantuan dan penyuluhan hukum, kajian
dan evaluasi produk hukum serta dokumentasi produk
hukum; dan
e. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan
Rakyat sesuai dengan bidang tugasnya.

Paragraf 3
Bagian Kesejahteraan Rakyat
Pasal 14
Bagian Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas
melaksanakan koordinasi dan pengoordinasian perumusan
kebijakan serta pelayanan administrasi di bidang
keagamaan, kesejahteraan sosial dan kesejahteraan
masyarakat.

Pasal 15
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dalam melaksanakan
tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14,
menyelenggarakan fungsi :
a. pelaksanaan koordinasi dan pengoordinasian
penyusunan perencanaan kebijakan keagamaan dan
kesejahteraan sosial dan kesejahteraan masyarakat;
-12-

b. pelaksanaan pengoordinasian perumusan kebijakan dan


pelayanan administrasi di bidang keagamaan dan
kesejahteraan sosial dan kesejahteraan masyarakat;
c. pengoordinasian pelaksanaan kebijakan, program dan
kegiatan keagamaan dan kesejahteraan sosial dan
kesejahteraan masyarakat;
d. pengoordinasian pelaksanaan monitoring, evaluasi dan
pelaporan pelaksanaan kebijakan keagamaan dan
kesejahteraan sosial dan kesejahteraan masyarakat; dan
e. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan
Rakyat sesuai dengan bidang tugasnya.

Bagian Ketiga
Asisten Perekonomian dan Pembangunan
Pasal 16
Asisten Perekonomian dan Pembangunan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a, mempunyai tugas
membantu Sekretaris Daerah dalam pengoordinasian
penyusunan kebijakan daerah, pengoordinasian
pelaksanaan tugas Perangkat Daerah, penyusunan
kebijakan daerah dan pemantauan dan evaluasi
pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perekonomian dan
sumber daya alam, administrasi pembangunan, pengadaan
barang dan jasa.

Pasal 17
Asisten Perekonomian dan Pembangunan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 16, dalam melaksanakan tugas
menyelenggarakan fungsi :
a. pengoordinasian penyusunan program dan pelaksanaan
kebijakan urusan di lingkup bidang tugasnya;
b. pengoordinasian pelaksanaan kebijakan dan pelayanan
administratif di lingkup bidang tugasnya;
c. pengoordinasian pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan program dan kegiatan di lingkup bidang
tugasnya; dan
-13-

d. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh


Sekretaris Daerah sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 18
(1) Asisten Perekonomian dan Pembangunan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 16, terdiri atas:
a. Bagian Administrasi Pembangunan;
b. Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam; dan
c. Bagian Pengadaan Barang/Jasa.
(2) Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin
oleh seorang Kepala Bagian yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Asisten Perekonomian dan
Pembangunan.

Paragraf 1
Bagian Administrasi Pembangunan
Pasal 19
Bagian Administrasi Pembangunan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 18 ayat (1) huruf a, mempunyai tugas
mengoordinasikan pelayanan administrasi perumusan
kebijakan program pembangunan daerah, pengendalian
program pembangunan dan monitoring serta evaluasi
pelaksanaan program pembangunan.

Pasal 20
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 25, menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyusunan
kebijakan program pembangunan daerah;
b. pengoordinasian penyusunan dan pelaksanaan
kebijakan program pembangunan daerah;
c. perumusan strategi dan kebijakan dalam rangka
mendukung kelancaran penyelenggaraan program
pembangunan daerah;
d. pelaksanaan koordinasi dengan pemerintah pusat,
pemerintah provinsi dan pihak swasta dalam mendukung
program pembangunan daerah;
-14-

e. pelaksanaan koordinasian dalam rangka sinergitas


program pembangunan;
f. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan program pembangunan daerah; dan
g. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
Asisten Perekonomian dan Pembangunan sesuai dengan
bidang tugasnya.

Paragraf 2
Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam
Pasal 21
Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1) huruf b, mempunyai tugas
mengoordinasikan perumusan kebijakan dan pelayanan
administrasi di bidang Perekonomian dan urusan Sumber
Daya Alam.

Pasal 22
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21
menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan pengoordinasian kebijakan penyusunan
perencanaan di bidang perekonomian, BUMD, BLUD,
dan urusan sumber daya alam;
b. pelaksanaan pengoordinasian perumusan kebijakan di
bidang perekonomian yang meliputi, urusan koperasi
dan usaha mikro, urusan perindustrian, urusan
perdagangan, urusan pangan, urusan pertanian, urusan
perikanan dan urusan pariwisata, tenaga kerja,
perhubungan, BUMD, BLUD, dan urusan sumber daya
alam;
c. pengoordinasian pelaksanaan pelayanan administrasi di
bidang perekonomian yang meliputi, urusan koperasi
dan usaha mikro, urusan perindustrian, urusan
perdagangan, urusan pangan, urusan pertanian, urusan
perikanan dan urusan pariwisata tenaga kerja dan
perhubungan, BUMD, BLUD, dan urusan sumber daya
alam;
d. pengoordinasian pelaksanaan kebijakan pengelolaan di
bidang perekonomian yang meliputi, urusan koperasi
dan usaha mikro, urusan perindustrian, urusan
-15-

perdagangan, urusan pangan, urusan pertanian, urusan


perikanan dan urusan pariwisata tenaga kerja dan
perhubungan, BUMD, BLUD, dan urusan sumber daya
alam;
e. pengoordinasian pelaksanaan monitoring, evaluasi dan
pelaporan pelaksanaan kebijakan di bidang
perekonomian, BUMD, BLUD, dan sumber daya alam;
dan
f. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
Asisten Perekonomian dan Pembangunan sesuai dengan
bidang tugasnya.

Pasal 23
(1) Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1) huruf c,
terdiri atas:
a. Subbagian Sumber Daya Alam; dan
b. Kelompok Jabatan Fungsional.
(2) Subbagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin
oleh Kepala Subbagian yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Perekonomian
dan Sumber Daya Alam.

Pasal 24
(1) Subbagian Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 18 ayat (1) huruf c, mempunyai tugas :
a. menyusun rencana program dan kegiatan
pengelolaan sumber daya alam;
b. menyusun bahan rancangan kebijakan pengelolaan
sumber daya alam, kelistrikan, tata kelola pasca
tambang, tata kelola hasil tambang, urusan pangan,
urusan pertanian, dan urusan perikanan yang ada
keterkaitan dengan pemerintah kabupaten;
c. menyusun pedoman, petunjuk teknis dan petunjuk
pelaksanaan prosedur pengelolaan sumber daya alam
dan pasca tambang;
d. menyusun bahan rapat koordinasi urusan sumber
daya alam;
-16-

e. melaksanakan pembinaan dan fasilitasi penerapan


kebijakan urusan sumber daya alam;
f. melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan kebijakan urusan sumber daya alam;
dan
g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan
oleh Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya
Alams esuai dengan bidang tugasnya.

Paragraf 3
Bagian Pengadaan Barang/Jasa
Pasal 25
(1) Bagian Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud
dalam pasal 18 ayat (1) huruf c mempunyai tugas
mengoordinasikan perumusan kebijakan dan
pelaksanaan pengelolaan pengadaan Barang/Jasa,
pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik,
pembinaan dan advokasi pengadaan Barang/Jasa.
(2) Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dalam melaksanakan tugas, secara teknis
berpedoman pada ketentuan Peraturan Perundang-
undangan yangmengatur tentang pengadaan
barang/jasa.

Pasal 26
Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
25, menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan daerah di bidang
pengelolaan pengadaan Barang/Jasa, pengelolaan
layanan pengadaan secara elektronik, pembinaan dan
advokasi pengadaan Barang/Jasa;
b. pengoordinasian pelaksanaan penyusunan pedoman
petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan pengadaan
barang/jasa;
c. pelaksanaan pengoordinasian pengadaan Barang/Jasa
yang meliputi pengelolaan pengadaan Barang/Jasa,
pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik dan
pembinaan dan advokasi pengadaan Barang/Jasa;
-17-

d. pengoordinasian pelaksanaan monitoring, evaluasi dan


pelaporan hasil pelaksanaan pengelolaan pengadaan
barang/jasa, pengelolaan layanan pengadaan secara
elektronik dan pembinaan dan advokasi pengadaan
barang/jasa; dan
e. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
Asisten Ekonomi dan Pembangunan sesuai dengan
bidang tugasnya.

Bagian Keempat
Asisten Administrasi Umum
Pasal 27
Asisten Administrasi Umum sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 ayat (2) huruf c mempunyai tugas membantu
sekretaris daerah dalam penyusunan kebijakan daerah,
pelaksanaan kebijakan, pengoordinasian pelaksanaan tugas
Perangkat Daerah dan pemantauan dan evaluasi
pelaksanaan kebijakan daerah di bidang organisasi, protokol
dan komunikasi pimpinan dan umum.

Pasal 28
Asisten Administrasi Umum Dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, menyelenggarakan
fungsi :
a. pengoordinasian penyusunan program dan pelaksanaan
kebijakan urusan di lingkup bidang organisasi tata
laksana, protokol dan komunikasi pimpinan, dan umum;
b. pengoordinasian pelaksanaan kebijakan dan pelayanan
administratif di lingkup bidang organisasi tata laksana,
protokol dan komunikasi pimpinan, dan umum;
c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan
daerah di bidang organisasi;
d. penyiapan pelaksanaan pembinaan administrasi dan
ASN pada instansi daerah;
e. pengoordinasian pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan program dan kegiatan di lingkup bidang
organisasi tata laksana, protokol dan komunikasi
pimpinan, dan umum; dan
-18-

f. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh


Sekretaris Daerah sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 29
(1) Asisten Administrasi Umum sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 27, terdiri atas:
a. Bagian Organisasi;
b. Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan; dan
c. Bagian Umum.
(2) Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin
oleh seorang Kepala Bagian yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Asisten Administrasi Umum.

Paragraf 1
Bagian Organisasi
Pasal 30
Bagian Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29
ayat (1) huruf a, mempunyai tugas mengoordinasikan
perumusan kebijakan serta pelayanan administrasi di bidang
kelembagaan perangkat daerah dan analisa jabatan, tata
laksana dan pelayanan publik, kinerja dan reformasi
birokrasi.

Pasal 31
Kepala Bagian Organisasi dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30, menyelenggarakan
fungsi:
a. pengoordinasian penyusunan perencanaan dan
kebijakan penataan kelembagaan perangkat daerah dan
analisa jabatan, tata laksana dan pelayanan publik,
kinerja dan reformasi birokrasi;
b. pengoordinasian perumusan kebijakan kelembagaan
perangkat daerah dan analisa jabatan, tata laksana dan
pelayanan publik, kinerja dan reformasi birokrasi;
c. pengoordinasian pelaksanaan kebijakan kelembagaan
perangkat daerah dan analisa jabatan, tata laksana dan
pelayanan publik, kinerja dan reformasi birokrasi;
-19-

d. pengoordinasian pelaksanaan monitoring, evaluasi dan


pelaporan pelaksanaan kebijakan kelembagaan
perangkat daerah dan analisa jabatan, tata laksana dan
pelayanan publik, kinerja dan reformasi birokrasi; dan
e. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
Asisten Administrasi Umum sesuai dengan bidang
tugasnya.

Paragraf 2
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Pasal 32
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) huruf b, mempunyai tugas
melaksanakan tugas keprotokolan, komunikasi pimpinan
dan mengoordinasikan dokumentasi dan pimpinan dan/atau
kegiatan yang berskala Pemerintah Daerah.

Pasal 33
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
32, menyelenggarakan fungsi:
a. pengoordinasian pelaksanaan keprotokolan, komunikasi
pimpinan dan dokumentasi kegiatan pimpinan;
b. pengoordinasian penyusunan dan pengendalian
standard operasional prosedur keprotokolan, komunikasi
pimpinan dan dokumentasi kegiatan pimpinan;
c. pelaksanaan pengoordinasian pengendalian
penyampaian informasi kepada media dan membangun
komunikasi serta penyampaian hak jawab pimpinan atas
pemberitaan yang dianggap perlu penjelasan;
d. pengoordinasian penyusunan jadwal keprotokolan,
program rutin pemerintah dan konsolidasi kegiatan
pimpinan;
e. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan kebijakan hubungan masyarakat dan
protokol; dan
f. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
Asisten Administrasi Umum sesuai dengan bidang
tugasnya.
-20-

Pasal 34
(1) Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, terdiri atas:
a. Subbagian Protokol; dan
b. Kelompok Jabatan Fungsional.
(2) Subbagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
dipimpin oleh Kepala Subbagian yang berada di bawah
dan bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Protokol
dan Komunikasi Pimpinan.

Pasal 35
(1) Bagian Protokol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34
ayat (1) huruf a, mempunyai tugas :
a. menyusun rencana kegiatan keprotokolan;
b. menyusun dan mengakselerasi kegiatan pimpinan
agar dapat terlaksana dengan tertib, baik dan sesuai
rencana;
c. menyusun jadwal dan agenda kegiatan pimpinan
atau kegiatan pemerintah skala kabupaten;
d. melaksanakan koordinasi agenda kenegaraan
dan/atau agenda yang melibatkan pimpinan;
e. melaksanakan koordinasi keprotokolan dengan
Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota lain untuk
menjamin kelancaran kegiatan pimpinan;
f. melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan
kegiatan keprotokolan; dan
g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan
oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi
Pimpinansesuai dengan bidang tugasnya.

Paragraf 3
Bagian Umum
Pasal 36
Bagian Umum, mempunyai tugas melaksanakan urusan tata
usaha, kepegawaian, rumah tangga, perlengkapan dan
keuangan Sekretariat Daerah.
-21-

Pasal 37
Kepala Bagian Umum Dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36, menyelenggarakan
fungsi:
a. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kegiatan
tugas-tugas umum, rumah tangga dan administrasi
keuangan Sekretariat Daerah;
b. perumusan kebijakan ketata usahaan, kepegawaian dan
kearsipan di lingkungan Sekretariat Daerah;
c. pelaksanaan pengelolaan surat menyurat untuk Asisten
Sekretaris Daerah, Sekretaris Daerah dan Bupati/Wakil
Bupati;
d. pengoordinasian pelaksanaan urusan rumah tangga,
sarana dan prasarana kantor di lingkungan Sekretariat
Daerah;
e. pelaksanaan jamuan kantor, makan/minum kegiatan
pimpinan, pramu pimpinan, kesehatan pimpinan dan
pengelolaan keuangan pimpinan dan administrasi
perjalanan dinas;
f. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan dan
barang di lingkungan Sekretariat;
g. pengoordinasian penyusunan kebutuhan barang yang
menjadi kewenangan Sekretaris Daerah;
h. pengoordinasian pelaksanaan penyusunan laporan
keuangan, ketata usahaan dan kepegawaian;
i. pelaksanaan penyediaan, pemeliharaan dan perawatan
barang yang penggunaannya tercatat sebagai barang
yang menjadi kewenangan Sekretaris Daerah;
j. pengendalian pelaksanaan sistem administrasi
persuratan, kearsipan secara elektronik dan maupun
manual;
k. pelaksanaan penyiapan undangan dan pengaturan
sarana, prasarana dan makan/minum untuk tamu,
seremonial, dan rapat Bupati/Wakil Bupati, Sekretaris
Daerah/Asisten Sekretaris Daerah;
-22-

l. pelaksanaan penyiapan makan/minum rapat dan/atau


kegiatan di lingkungan Pemerintah Daerah yang tidak
dilaksanakan oleh Perangkat Daerah;
m. pelaksanaan monitoring kebersihan dan kenyamanan
kantor, lingkungan kantor dan rumah dinas yang
menjadi kewenangan Sekretaris Daerah; dan
n. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
Asisten Administrasi Umum sesuai dengan bidang
tugasnya.

Bagian Kelima
Kelompok Jabatan Fungsional
Pasal 38
Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b, angka 1, angka 2, angka 3,
huruf c angka 1, angka 2 huruf b, angka 3, huruf d angka 1,
angka 2 huruf b, angka 3, dan huruf e, mempunyai tugas
melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Daerah.

Pasal 39
(1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b, angka 1, angka 2, angka
3, huruf c angka 1, angka 2, huruf b, angka 3, huruf d
angka 1, angka 2 huruf b, angka 3, terdiri atas sejumlah
tenaga fungsional dalam jenjang jabatan fungsional yang
dapat dibagi dalam berbagai kelompok sesuai sifat dan
keahliannya.
(2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dipimpin oleh Subkoordinator pelaksana
fungsi pelayanan fungsional sesuai dengan ruang lingkup
bidang tugas dan fungsi jabatan administrator masing-
masing bidang.
(3) Jumlah Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan,
analisis jabatan, dan analisis beban kerja.
(4) Subkoordinator sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
melaksanakan tugas membantu pejabat administrator
dalam penyusunan rencana, pelaksanaan dan
pengendalian, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan
pada satu kelompok substansi pada masing-masing
pengelompokan uraian fungsi bidang.
-23-

(5) Penugasan Subkoordinator sebagaimana dimaksud pada


ayat (2) ditetapkan oleh Sekretaris Daerah melalui Surat
Tugas.
(6) Ketentuan mengenai pembagian tugas Subkoordinator
sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5)
ditetapkan oleh Bupati.

BAB V
JABATAN PADA SEKRETARIAT DAERAH
Pasal 40
Jabatan struktural pada Sekretariat Daerah diisi oleh
Pegawai Aparatur Sipil Negara sesuai dengan ketentuan
Peraturan Perundang-undangan.

Pasal 41
Jabatan struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40
merupakan jabatan eselon yang terdiri atas:
a. Sekretaris Daerah merupakan jabatan eselon II atau
jabatan pimpinan tinggi pratama;
b. Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten merupakan
jabatan struktural eselon II/b atau jabatan pimpinan
tinggi pratama;
c. Kepala Bagian merupakan jabatan struktural eselon III/a
atau jabatan administrator; dan
d. Kepala Sub Bagian merupakan jabatan eselon IV/a atau
jabatan pengawas.

Pasal 42
(1) Rincian kegiatan dari masing-masing uraian tugas pada
setiap Jabatan Struktural sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 41 ditetapkan dalam Peraturan Sekretaris Daerah.
(2) Rincian kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
digunakan sebagai bahan dalam penyusunan Analisa
Jabatan, Analisa Beban Kerja, Evaluasi Jabatan dan
penilaian kinerja Pejabat Struktural, pejabat pelaksana
dan pejabat fungsional pendukungnya.

Pasal 43
(1) Pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1)
mulai melaksanakan fungsi dan tugas terhitung sejak
dilakukan pelantikan.
-24-

(2) Pengangkatan dan pemberhentian pejabat sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

BAB VI
TIM TEKNIS
Pasal 44
(1) Pada kelompok Jabatan Fungsional yang
menyelenggarakan fungsi teknis urusan pemerintahan
dapat dibentuk Tim Teknis sesuai dengan kebutuhan.
(2) Tim teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
mempunyai tugas menyiapkan perencanaan dan
pelaksanaan kegiatan di Sekretariat Daerah.
(3) Tim teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
beranggotakan perangkat daerah teknis terkait yang
mempunyai kualifikasi dan kompetensi sesuai dengan
bidangnya ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

BAB VI
TATA KERJA
Pasal 45

(1) Setiap pimpinan pada Sekretariat Daerah wajib


menerapkan prinsip koordinasi integrasi dan
sinkronisasi baik dalam lingkungan unit kerja masing-
masing maupun antar satuan unit kerja di lingkungan
pemerintah daerah serta dengan instansi vertikal sesuai
dengan bidang tugasnya.
(2) Setiap pimpinan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
bertanggung jawab memimpin dan mengoordinasikan
bawahannya masing-masing serta memberikan petunjuk
dan bimbingan dalam pelaksanaan tugas bawahannya.
(3) Setiap pimpinan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
wajib mengawasi pelaksanaan tugas bawahannya
masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan agar
mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai
dengan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan.
-25-

BAB VII
KETENTUAN LAIN-LAIN
Pasal 46
(1) Bagian Pengadaan Barang/Jasa dalam pelaksanaan
tugas pengadaan Barang/Jasa menyusun Standar
Operasional dan Prosedur Pengadaan Barang/Jasa.
(2) Penyusunan Standar Operasional dan Prosedur
Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dengan berpedoman pada ketentuan yang
mengatur Pengadaan Barang/Jasa pemerintah.

BAB VIII
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 47
Pada saat Peraturan Bupati ini mulai berlaku, pejabat yang
ada tetap menduduki jabatannya dan melaksanakan
tugasnya sampai dengan dilantiknya pejabat yang baru
berdasarkan Peraturan Bupati ini.

BAB IX
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 48
Pada saat Peraturan Bupati ini mulai berlaku:
a. Peraturan Bupati Gresik Nomor 28 Tahun 2019 tentang
Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan
Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik (Berita
Daerah Kabupaten Gresik Tahun 2019 Nomor 28); dan
b. Peraturan Bupati Nomor 43 Tahun 2021 tentang
Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2019
tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi
Dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik
(Berita Daerah Kabupaten Gresik Tahun 2021 Nomor 43).
dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 49
Peraturan Bupati ini mulai dilaksanakan pada saat
dilakukan pelantikan pejabat sesuai dengan Peraturan
Bupati ini.
-26-

Pasal 50
Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya
dalam Berita Daerah Kabupaten Gresik.

Ditetapkan di Gresik
pada tanggal 31 Desember 2021
BUPATI GRESIK,

ttd

FANDI AKHMAD YANI

Diundangkan di Gresik
pada tanggal 31 Desember 2021
SEKRETARIS DAERAH
KABUPATEN GRESIK,

ttd

Ir. ACHMAD WASHIL M.R., M.T.


Pembina Utama Muda
NIP. 19661027 199803 1 001

BERITA DAERAH KABUPATEN GRESIK TAHUN 2021 NOMOR 80


LAMPIRAN
PERATURAN BUPATI GRESIK
NOMOR 80 TAHUN 2021
TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN GRESIK

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH


KABUPATEN GRESIK

SEKRETARIAT
DAERAH

JABATAN
FUNGSIONAL

ASISTEN ASISTEN
ASISTEN
PEMERINTAHAN PEREKONOMIAN DAN
ADMINISTRASI UMUM
DAN KESRA PEMBANGUNAN

BAGIAN
BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN PROTOKOL DAN
BAGIAN BAGIAN BAGIAN
TATA KESEJAHTERAAN ADMINISTRASI PEREKONOMIAN PENGADAAN KOMUNIKASI
HUKUM ORGANISASI UMUM
PEMERINTAHAN RAKYAT PEMBANGUNAN DAN SDA BARANG/JASA PIMPINAN

KELOMPOK KELOMPOK KELOMPOK KELOMPOK SUBBAGIAN KELOMPOK KELOMPOK SUBBAGIAN KELOMPOK


JABATAN JABATAN JABATAN JABATAN SUMBER DAYA JABATAN JABATAN PROTOKOL JABATAN
FUNGSIONAL FUNGSIONAL FUNGSIONAL FUNGSIONAL ALAM FUNGSIONAL FUNGSIONAL FUNGSIONAL

KELOMPOK KELOMPOK
JABATAN JABATAN
FUNGSIONAL FUNGSIONAL

BUPATI GRESIK,

TTD

FANDI AKHMAD YANI, SE.

Anda mungkin juga menyukai