Peraturan Bupati Gresik Nomor 80/2021
Peraturan Bupati Gresik Nomor 80/2021
BUPATI GRESIK
PROVINSI JAWA TIMUR
BUPATI GRESIK,
MEMUTUSKAN :
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Kabupaten Gresik.
2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten
Gresik.
3. Bupati adalah Bupati Gresik.
4. Sekretariat Daerah adalah Sekretariat Daerah Kabupaten
Gresik.
5. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten
Gresik.
-5-
BAB II
KEDUDUKAN
Pasal 2
(1) Sekretariat Daerah berkedudukan dibawah, dipimpin
oleh seorang Sekretaris dan bertanggungjawab kepada
Bupati.
(2) Sekretariat Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
merupakan Perangkat Daerah unsur penunjang
pelaksana urusan pemerintahan daerah dalam
mengoordinasikan perumusan kebijakan dan pelayanan
administrasi Perangkat Daerah.
BAB III
SUSUNAN ORGANISASI
Pasal 3
(1) Susunan Organisasi Sekretariat Daerah terdiri atas :
a. Sekretaris Daerah;
b. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
terdiri atas:
1. Bagian Tata Pemerintahan, terdiri atas : Kelompok
Jabatan Fungsional.
2. Bagian Hukum, terdiri atas Kelompok Jabatan
Fungsional.
3. Bagian Kesejahteraan Rakyat, terdiri atas
Kelompok Jabatan Fungsional.
c. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, terdiri
atas:
1. Bagian Administrasi Pembangunan, terdiri atas
Kelompok Jabatan Fungsional.
2. Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam,
terdiri atas:
a. Subbagian Sumber Daya Alam; dan
b. Kelompok Jabatan Fungsional.
3. Bagian Pengadaan Barang/Jasa, terdiri atas :
Kelompok Jabatan Fungsional.
d. Asisten Administrasi Umum, terdiri atas:
1. Bagian Organisasi, terdiri atas Kelompok Jabatan
Fungsional.
-6-
BAB IV
RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI
Bagian Kesatu
Sekretaris Daerah
Pasal 4
Sekretariat Daerah mempunyai tugas membantu Bupati
dalam penyusunan kebijakan dan pengoordinasian
administratif terhadap pelaksanaan tugas Perangkat Daerah
serta pelayanan administratif.
Pasal 5
Sekretaris Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 4, menyelenggarakan fungsi :
a. pengoordinasian penyusunan kebijakan daerah;
b. pengoordinasian pelaksanaan tugas dan pelayanan
administrasi Perangkat Daerah;
c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan
daerah;
d. pelayanan administratif dan pembinaan aparatur daerah;
dan
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 6
(1) Sekretaris Daerah dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya dibantu oleh Asisten Sekretaris Daerah.
-7-
Bagian Kedua
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Pasal 7
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a
mempunyai tugas membantu Sekretaris Daerah dalam
penyusunan kebijakan daerah di bidang pemerintahan dan
hukum, dan pengoordinasian penyusunan kebijakan daerah
di bidang kesejahteraan rakyat.
Pasal 8
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7,
menyelenggarakan fungsi :
a. penyusunan kebijakan daerah di bidang pemerintahan
dan hukum;
b. pengoordinasian penyusunan kebijakan daerah di
bidang kesejahteraan rakyat;
c. pengoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah di
bidang pemerintahan, hukum, dan kesejahteraan rakyat;
d. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan daerah
di bidang pemerintahan dan hukum;
e. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan daerah
terkait pencapaian tujuan kebijakan, dampak yang tidak
diinginkan, dan faktor yang mempengaruhi pencapaian
tujuan kebijakan di bidang kesejahteraan rakyat;
-9-
Pasal 9
(1) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, terdiri atas:
a. Bagian Tata Pemerintahan;
b. Bagian Hukum; dan
c. Bagian Kesejahteraan Rakyat.
(2) Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin
oleh seorang Kepala Bagian yang berada di bawah dan
bertanggungjawab kepada Asisten Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat.
Paragraf 1
Bagian Tata Pemerintahan
Pasal 10
Bagian Tata Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9 ayat (1) mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
perumusan kebijakan daerah, pengoordinasian perumusan
kebijakan daerah, pengoordinasian pelaksanaan tugas
Perangkat Daerah, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan
kebijakan daerah, pelaksanaan pembinaan administrasi di
bidang administrasi pemerintahan, administrasi
kewilayahan dan otonomi daerah dan kerjasama daerah.
Pasal 11
Kepala Bagian Tata Pemerintahan dalam melaksanakan
tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10,
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan daerah di bidang
administrasi pemerintahan, administrasi kewilayahan
dan kerja sama dan otonomi daerah;
-10-
Paragraf 2
Bagian Hukum
Pasal 12
Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan koordinasi
dan pengoordinasian administrasi perumusan kebijakan
serta pelayanan administrasi di bidang penyusunan produk
hukum daerah, bantuan dan penyuluhan hukum serta
kajian, evaluasi dan dokumentasi produk hukum.
-11-
Pasal 13
Kepala Bagian Hukum dalam melaksanakan tugas,
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, menyelenggarakan
fungsi:
a. pelaksanaan koordinasi dan pengoordinasian kebijakan
penyusunan perencanaan Produk Hukum Daerah,
bantuan dan penyuluhan hukum, kajian dan evaluasi
produk hukum serta dokumentasi produk hukum;
b. pelaksanaan koordinasi dan pengoordinasian perumusan
kebijakan penyusunan produk hukum daerah, bantuan
dan penyuluhan hukum, kajian dan evaluasi produk
hukum serta dokumentasi produk hukum;
c. pengoordinasian pelaksanaan penyusunan produk
hukum daerah, bantuan dan penyuluhan hukum, kajian
dan evaluasi produk hukum serta dokumentasi produk
hukum;
d. pengoordinasian pelaksanaan monitoring, evaluasi dan
pelaporan pelaksanaan kebijakan penyusunan produk
hukum daerah, bantuan dan penyuluhan hukum, kajian
dan evaluasi produk hukum serta dokumentasi produk
hukum; dan
e. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan
Rakyat sesuai dengan bidang tugasnya.
Paragraf 3
Bagian Kesejahteraan Rakyat
Pasal 14
Bagian Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas
melaksanakan koordinasi dan pengoordinasian perumusan
kebijakan serta pelayanan administrasi di bidang
keagamaan, kesejahteraan sosial dan kesejahteraan
masyarakat.
Pasal 15
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dalam melaksanakan
tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14,
menyelenggarakan fungsi :
a. pelaksanaan koordinasi dan pengoordinasian
penyusunan perencanaan kebijakan keagamaan dan
kesejahteraan sosial dan kesejahteraan masyarakat;
-12-
Bagian Ketiga
Asisten Perekonomian dan Pembangunan
Pasal 16
Asisten Perekonomian dan Pembangunan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a, mempunyai tugas
membantu Sekretaris Daerah dalam pengoordinasian
penyusunan kebijakan daerah, pengoordinasian
pelaksanaan tugas Perangkat Daerah, penyusunan
kebijakan daerah dan pemantauan dan evaluasi
pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perekonomian dan
sumber daya alam, administrasi pembangunan, pengadaan
barang dan jasa.
Pasal 17
Asisten Perekonomian dan Pembangunan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 16, dalam melaksanakan tugas
menyelenggarakan fungsi :
a. pengoordinasian penyusunan program dan pelaksanaan
kebijakan urusan di lingkup bidang tugasnya;
b. pengoordinasian pelaksanaan kebijakan dan pelayanan
administratif di lingkup bidang tugasnya;
c. pengoordinasian pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan program dan kegiatan di lingkup bidang
tugasnya; dan
-13-
Pasal 18
(1) Asisten Perekonomian dan Pembangunan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 16, terdiri atas:
a. Bagian Administrasi Pembangunan;
b. Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam; dan
c. Bagian Pengadaan Barang/Jasa.
(2) Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin
oleh seorang Kepala Bagian yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Asisten Perekonomian dan
Pembangunan.
Paragraf 1
Bagian Administrasi Pembangunan
Pasal 19
Bagian Administrasi Pembangunan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 18 ayat (1) huruf a, mempunyai tugas
mengoordinasikan pelayanan administrasi perumusan
kebijakan program pembangunan daerah, pengendalian
program pembangunan dan monitoring serta evaluasi
pelaksanaan program pembangunan.
Pasal 20
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 25, menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyusunan
kebijakan program pembangunan daerah;
b. pengoordinasian penyusunan dan pelaksanaan
kebijakan program pembangunan daerah;
c. perumusan strategi dan kebijakan dalam rangka
mendukung kelancaran penyelenggaraan program
pembangunan daerah;
d. pelaksanaan koordinasi dengan pemerintah pusat,
pemerintah provinsi dan pihak swasta dalam mendukung
program pembangunan daerah;
-14-
Paragraf 2
Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam
Pasal 21
Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1) huruf b, mempunyai tugas
mengoordinasikan perumusan kebijakan dan pelayanan
administrasi di bidang Perekonomian dan urusan Sumber
Daya Alam.
Pasal 22
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21
menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan pengoordinasian kebijakan penyusunan
perencanaan di bidang perekonomian, BUMD, BLUD,
dan urusan sumber daya alam;
b. pelaksanaan pengoordinasian perumusan kebijakan di
bidang perekonomian yang meliputi, urusan koperasi
dan usaha mikro, urusan perindustrian, urusan
perdagangan, urusan pangan, urusan pertanian, urusan
perikanan dan urusan pariwisata, tenaga kerja,
perhubungan, BUMD, BLUD, dan urusan sumber daya
alam;
c. pengoordinasian pelaksanaan pelayanan administrasi di
bidang perekonomian yang meliputi, urusan koperasi
dan usaha mikro, urusan perindustrian, urusan
perdagangan, urusan pangan, urusan pertanian, urusan
perikanan dan urusan pariwisata tenaga kerja dan
perhubungan, BUMD, BLUD, dan urusan sumber daya
alam;
d. pengoordinasian pelaksanaan kebijakan pengelolaan di
bidang perekonomian yang meliputi, urusan koperasi
dan usaha mikro, urusan perindustrian, urusan
-15-
Pasal 23
(1) Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1) huruf c,
terdiri atas:
a. Subbagian Sumber Daya Alam; dan
b. Kelompok Jabatan Fungsional.
(2) Subbagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin
oleh Kepala Subbagian yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Perekonomian
dan Sumber Daya Alam.
Pasal 24
(1) Subbagian Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 18 ayat (1) huruf c, mempunyai tugas :
a. menyusun rencana program dan kegiatan
pengelolaan sumber daya alam;
b. menyusun bahan rancangan kebijakan pengelolaan
sumber daya alam, kelistrikan, tata kelola pasca
tambang, tata kelola hasil tambang, urusan pangan,
urusan pertanian, dan urusan perikanan yang ada
keterkaitan dengan pemerintah kabupaten;
c. menyusun pedoman, petunjuk teknis dan petunjuk
pelaksanaan prosedur pengelolaan sumber daya alam
dan pasca tambang;
d. menyusun bahan rapat koordinasi urusan sumber
daya alam;
-16-
Paragraf 3
Bagian Pengadaan Barang/Jasa
Pasal 25
(1) Bagian Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud
dalam pasal 18 ayat (1) huruf c mempunyai tugas
mengoordinasikan perumusan kebijakan dan
pelaksanaan pengelolaan pengadaan Barang/Jasa,
pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik,
pembinaan dan advokasi pengadaan Barang/Jasa.
(2) Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dalam melaksanakan tugas, secara teknis
berpedoman pada ketentuan Peraturan Perundang-
undangan yangmengatur tentang pengadaan
barang/jasa.
Pasal 26
Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
25, menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan daerah di bidang
pengelolaan pengadaan Barang/Jasa, pengelolaan
layanan pengadaan secara elektronik, pembinaan dan
advokasi pengadaan Barang/Jasa;
b. pengoordinasian pelaksanaan penyusunan pedoman
petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan pengadaan
barang/jasa;
c. pelaksanaan pengoordinasian pengadaan Barang/Jasa
yang meliputi pengelolaan pengadaan Barang/Jasa,
pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik dan
pembinaan dan advokasi pengadaan Barang/Jasa;
-17-
Bagian Keempat
Asisten Administrasi Umum
Pasal 27
Asisten Administrasi Umum sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 ayat (2) huruf c mempunyai tugas membantu
sekretaris daerah dalam penyusunan kebijakan daerah,
pelaksanaan kebijakan, pengoordinasian pelaksanaan tugas
Perangkat Daerah dan pemantauan dan evaluasi
pelaksanaan kebijakan daerah di bidang organisasi, protokol
dan komunikasi pimpinan dan umum.
Pasal 28
Asisten Administrasi Umum Dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, menyelenggarakan
fungsi :
a. pengoordinasian penyusunan program dan pelaksanaan
kebijakan urusan di lingkup bidang organisasi tata
laksana, protokol dan komunikasi pimpinan, dan umum;
b. pengoordinasian pelaksanaan kebijakan dan pelayanan
administratif di lingkup bidang organisasi tata laksana,
protokol dan komunikasi pimpinan, dan umum;
c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan
daerah di bidang organisasi;
d. penyiapan pelaksanaan pembinaan administrasi dan
ASN pada instansi daerah;
e. pengoordinasian pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan program dan kegiatan di lingkup bidang
organisasi tata laksana, protokol dan komunikasi
pimpinan, dan umum; dan
-18-
Pasal 29
(1) Asisten Administrasi Umum sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 27, terdiri atas:
a. Bagian Organisasi;
b. Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan; dan
c. Bagian Umum.
(2) Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin
oleh seorang Kepala Bagian yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Asisten Administrasi Umum.
Paragraf 1
Bagian Organisasi
Pasal 30
Bagian Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29
ayat (1) huruf a, mempunyai tugas mengoordinasikan
perumusan kebijakan serta pelayanan administrasi di bidang
kelembagaan perangkat daerah dan analisa jabatan, tata
laksana dan pelayanan publik, kinerja dan reformasi
birokrasi.
Pasal 31
Kepala Bagian Organisasi dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30, menyelenggarakan
fungsi:
a. pengoordinasian penyusunan perencanaan dan
kebijakan penataan kelembagaan perangkat daerah dan
analisa jabatan, tata laksana dan pelayanan publik,
kinerja dan reformasi birokrasi;
b. pengoordinasian perumusan kebijakan kelembagaan
perangkat daerah dan analisa jabatan, tata laksana dan
pelayanan publik, kinerja dan reformasi birokrasi;
c. pengoordinasian pelaksanaan kebijakan kelembagaan
perangkat daerah dan analisa jabatan, tata laksana dan
pelayanan publik, kinerja dan reformasi birokrasi;
-19-
Paragraf 2
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Pasal 32
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) huruf b, mempunyai tugas
melaksanakan tugas keprotokolan, komunikasi pimpinan
dan mengoordinasikan dokumentasi dan pimpinan dan/atau
kegiatan yang berskala Pemerintah Daerah.
Pasal 33
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
32, menyelenggarakan fungsi:
a. pengoordinasian pelaksanaan keprotokolan, komunikasi
pimpinan dan dokumentasi kegiatan pimpinan;
b. pengoordinasian penyusunan dan pengendalian
standard operasional prosedur keprotokolan, komunikasi
pimpinan dan dokumentasi kegiatan pimpinan;
c. pelaksanaan pengoordinasian pengendalian
penyampaian informasi kepada media dan membangun
komunikasi serta penyampaian hak jawab pimpinan atas
pemberitaan yang dianggap perlu penjelasan;
d. pengoordinasian penyusunan jadwal keprotokolan,
program rutin pemerintah dan konsolidasi kegiatan
pimpinan;
e. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan kebijakan hubungan masyarakat dan
protokol; dan
f. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
Asisten Administrasi Umum sesuai dengan bidang
tugasnya.
-20-
Pasal 34
(1) Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, terdiri atas:
a. Subbagian Protokol; dan
b. Kelompok Jabatan Fungsional.
(2) Subbagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
dipimpin oleh Kepala Subbagian yang berada di bawah
dan bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Protokol
dan Komunikasi Pimpinan.
Pasal 35
(1) Bagian Protokol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34
ayat (1) huruf a, mempunyai tugas :
a. menyusun rencana kegiatan keprotokolan;
b. menyusun dan mengakselerasi kegiatan pimpinan
agar dapat terlaksana dengan tertib, baik dan sesuai
rencana;
c. menyusun jadwal dan agenda kegiatan pimpinan
atau kegiatan pemerintah skala kabupaten;
d. melaksanakan koordinasi agenda kenegaraan
dan/atau agenda yang melibatkan pimpinan;
e. melaksanakan koordinasi keprotokolan dengan
Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota lain untuk
menjamin kelancaran kegiatan pimpinan;
f. melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan
kegiatan keprotokolan; dan
g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan
oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi
Pimpinansesuai dengan bidang tugasnya.
Paragraf 3
Bagian Umum
Pasal 36
Bagian Umum, mempunyai tugas melaksanakan urusan tata
usaha, kepegawaian, rumah tangga, perlengkapan dan
keuangan Sekretariat Daerah.
-21-
Pasal 37
Kepala Bagian Umum Dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36, menyelenggarakan
fungsi:
a. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kegiatan
tugas-tugas umum, rumah tangga dan administrasi
keuangan Sekretariat Daerah;
b. perumusan kebijakan ketata usahaan, kepegawaian dan
kearsipan di lingkungan Sekretariat Daerah;
c. pelaksanaan pengelolaan surat menyurat untuk Asisten
Sekretaris Daerah, Sekretaris Daerah dan Bupati/Wakil
Bupati;
d. pengoordinasian pelaksanaan urusan rumah tangga,
sarana dan prasarana kantor di lingkungan Sekretariat
Daerah;
e. pelaksanaan jamuan kantor, makan/minum kegiatan
pimpinan, pramu pimpinan, kesehatan pimpinan dan
pengelolaan keuangan pimpinan dan administrasi
perjalanan dinas;
f. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan dan
barang di lingkungan Sekretariat;
g. pengoordinasian penyusunan kebutuhan barang yang
menjadi kewenangan Sekretaris Daerah;
h. pengoordinasian pelaksanaan penyusunan laporan
keuangan, ketata usahaan dan kepegawaian;
i. pelaksanaan penyediaan, pemeliharaan dan perawatan
barang yang penggunaannya tercatat sebagai barang
yang menjadi kewenangan Sekretaris Daerah;
j. pengendalian pelaksanaan sistem administrasi
persuratan, kearsipan secara elektronik dan maupun
manual;
k. pelaksanaan penyiapan undangan dan pengaturan
sarana, prasarana dan makan/minum untuk tamu,
seremonial, dan rapat Bupati/Wakil Bupati, Sekretaris
Daerah/Asisten Sekretaris Daerah;
-22-
Bagian Kelima
Kelompok Jabatan Fungsional
Pasal 38
Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b, angka 1, angka 2, angka 3,
huruf c angka 1, angka 2 huruf b, angka 3, huruf d angka 1,
angka 2 huruf b, angka 3, dan huruf e, mempunyai tugas
melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Daerah.
Pasal 39
(1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b, angka 1, angka 2, angka
3, huruf c angka 1, angka 2, huruf b, angka 3, huruf d
angka 1, angka 2 huruf b, angka 3, terdiri atas sejumlah
tenaga fungsional dalam jenjang jabatan fungsional yang
dapat dibagi dalam berbagai kelompok sesuai sifat dan
keahliannya.
(2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dipimpin oleh Subkoordinator pelaksana
fungsi pelayanan fungsional sesuai dengan ruang lingkup
bidang tugas dan fungsi jabatan administrator masing-
masing bidang.
(3) Jumlah Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan,
analisis jabatan, dan analisis beban kerja.
(4) Subkoordinator sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
melaksanakan tugas membantu pejabat administrator
dalam penyusunan rencana, pelaksanaan dan
pengendalian, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan
pada satu kelompok substansi pada masing-masing
pengelompokan uraian fungsi bidang.
-23-
BAB V
JABATAN PADA SEKRETARIAT DAERAH
Pasal 40
Jabatan struktural pada Sekretariat Daerah diisi oleh
Pegawai Aparatur Sipil Negara sesuai dengan ketentuan
Peraturan Perundang-undangan.
Pasal 41
Jabatan struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40
merupakan jabatan eselon yang terdiri atas:
a. Sekretaris Daerah merupakan jabatan eselon II atau
jabatan pimpinan tinggi pratama;
b. Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten merupakan
jabatan struktural eselon II/b atau jabatan pimpinan
tinggi pratama;
c. Kepala Bagian merupakan jabatan struktural eselon III/a
atau jabatan administrator; dan
d. Kepala Sub Bagian merupakan jabatan eselon IV/a atau
jabatan pengawas.
Pasal 42
(1) Rincian kegiatan dari masing-masing uraian tugas pada
setiap Jabatan Struktural sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 41 ditetapkan dalam Peraturan Sekretaris Daerah.
(2) Rincian kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
digunakan sebagai bahan dalam penyusunan Analisa
Jabatan, Analisa Beban Kerja, Evaluasi Jabatan dan
penilaian kinerja Pejabat Struktural, pejabat pelaksana
dan pejabat fungsional pendukungnya.
Pasal 43
(1) Pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1)
mulai melaksanakan fungsi dan tugas terhitung sejak
dilakukan pelantikan.
-24-
BAB VI
TIM TEKNIS
Pasal 44
(1) Pada kelompok Jabatan Fungsional yang
menyelenggarakan fungsi teknis urusan pemerintahan
dapat dibentuk Tim Teknis sesuai dengan kebutuhan.
(2) Tim teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
mempunyai tugas menyiapkan perencanaan dan
pelaksanaan kegiatan di Sekretariat Daerah.
(3) Tim teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
beranggotakan perangkat daerah teknis terkait yang
mempunyai kualifikasi dan kompetensi sesuai dengan
bidangnya ditetapkan dengan Keputusan Bupati.
BAB VI
TATA KERJA
Pasal 45
BAB VII
KETENTUAN LAIN-LAIN
Pasal 46
(1) Bagian Pengadaan Barang/Jasa dalam pelaksanaan
tugas pengadaan Barang/Jasa menyusun Standar
Operasional dan Prosedur Pengadaan Barang/Jasa.
(2) Penyusunan Standar Operasional dan Prosedur
Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dengan berpedoman pada ketentuan yang
mengatur Pengadaan Barang/Jasa pemerintah.
BAB VIII
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 47
Pada saat Peraturan Bupati ini mulai berlaku, pejabat yang
ada tetap menduduki jabatannya dan melaksanakan
tugasnya sampai dengan dilantiknya pejabat yang baru
berdasarkan Peraturan Bupati ini.
BAB IX
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 48
Pada saat Peraturan Bupati ini mulai berlaku:
a. Peraturan Bupati Gresik Nomor 28 Tahun 2019 tentang
Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan
Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik (Berita
Daerah Kabupaten Gresik Tahun 2019 Nomor 28); dan
b. Peraturan Bupati Nomor 43 Tahun 2021 tentang
Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2019
tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi
Dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik
(Berita Daerah Kabupaten Gresik Tahun 2021 Nomor 43).
dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 49
Peraturan Bupati ini mulai dilaksanakan pada saat
dilakukan pelantikan pejabat sesuai dengan Peraturan
Bupati ini.
-26-
Pasal 50
Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya
dalam Berita Daerah Kabupaten Gresik.
Ditetapkan di Gresik
pada tanggal 31 Desember 2021
BUPATI GRESIK,
ttd
Diundangkan di Gresik
pada tanggal 31 Desember 2021
SEKRETARIS DAERAH
KABUPATEN GRESIK,
ttd
SEKRETARIAT
DAERAH
JABATAN
FUNGSIONAL
ASISTEN ASISTEN
ASISTEN
PEMERINTAHAN PEREKONOMIAN DAN
ADMINISTRASI UMUM
DAN KESRA PEMBANGUNAN
BAGIAN
BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN PROTOKOL DAN
BAGIAN BAGIAN BAGIAN
TATA KESEJAHTERAAN ADMINISTRASI PEREKONOMIAN PENGADAAN KOMUNIKASI
HUKUM ORGANISASI UMUM
PEMERINTAHAN RAKYAT PEMBANGUNAN DAN SDA BARANG/JASA PIMPINAN
KELOMPOK KELOMPOK
JABATAN JABATAN
FUNGSIONAL FUNGSIONAL
BUPATI GRESIK,
TTD