0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan14 halaman

Model Pembelajaran Efektif dalam Micro Teaching

Makalah ini membahas pentingnya model pembelajaran dalam pendidikan, menjelaskan pengertian, unsur, karakteristik, fungsi, dan tujuan model pembelajaran. Model pembelajaran berfungsi sebagai pedoman dalam merancang dan melaksanakan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan tertentu. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih baik mengenai penulisan tugas makalah yang baik dan benar.

Diunggah oleh

Calvin Purba
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan14 halaman

Model Pembelajaran Efektif dalam Micro Teaching

Makalah ini membahas pentingnya model pembelajaran dalam pendidikan, menjelaskan pengertian, unsur, karakteristik, fungsi, dan tujuan model pembelajaran. Model pembelajaran berfungsi sebagai pedoman dalam merancang dan melaksanakan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan tertentu. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih baik mengenai penulisan tugas makalah yang baik dan benar.

Diunggah oleh

Calvin Purba
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH MICRO TEACHING

MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SESUAI DENGAN TUJUAN KEMAMPUAN

Dosen Pengampuh : Sugianto [Link]. I, M.A


Disusun oleh : Kelompok 5
Febry Nurhayati Sagala (1223311024)
Yesica Nainggolan (1223311152)
Enjel Ika Br Barus (1223311058)

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2025
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan bagi Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karuniaNya penulisan
makalah ini dapat terselesaikan. Adapun judul makalah ini yaitu mengenai “pentingnya kesadaran dan
wawasan”.
Tugas Makalah ini kami susun dengan maksud untuk menyelesaikan tugas kami di mata kuliah
Pendidikan Pacasila dan menjadikan penambahan wawasan kami sekaligus pemahaman terhadap materi
tersebut. Harapan kami, semoga setelah penyelesaian tugas ini kami semakin paham bagaimana penulisan
Tugas Makalah yang baik dan benar.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran serta bimbingan demi penyempurnaan di masa-masa
yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

Medan, Maret 2025

Kelompok 5
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR ................................................................................................................................... 2
BAB I ............................................................................................................................................................. 4
PENDAHULUAN ......................................................................................................................................... 4
A. LATAR BELAKANG ....................................................................................................................... 4
B. RUMUSAN MASALAH................................................................................................................... 4
C. TUJUAN ............................................................................................................................................ 4
BAB II ........................................................................................................................................................... 6
PEMBAHASAN ............................................................................................................................................ 6
A. Pengertian Model Pembelajaran menurut Para Ahli: ........................................................................ 6
B. Unsur-Unsur Model Pembelajaran .................................................................................................... 6
C. Karakteristik Model Pembelajaran .................................................................................................... 6
D. Fungsi Model Pembelajaran .............................................................................................................. 8
E. Tujuan Model Pembelajaran .............................................................................................................. 9
F. Ciri-Ciri Model Pembelajaran ........................................................................................................... 9
G. Jenis-Jenis dan Macam-Macam Model Pembelajaran ..................................................................... 10
H. Macam-Macam Model Pembelajaran Pada Kelompok ................................................................... 10
BAB III ........................................................................................................................................................ 13
PENUTUP ................................................................................................................................................... 13
A. Kesimpulan ...................................................................................................................................... 13
B. Saran ................................................................................................................................................ 13
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Model pembelajaran adalah kerangka kerja yang memberikan gambaran sistematis untuk
melaksanakan pembelajaran agar membantu belajar siswa dalam tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Artinya, model pembelajaran merupakan gambaran umum namun tetap mengerucut pada tujuan
khusus. Hal tersebut membuat model pembelajaran berbeda dengan metode pembelajaran yang
sudah menerapkan langkah atau pendekatan pembelajaran yang justru lebih luas lagi cakupannya.
Definisi di atas senada dengan pendapat Suprihatiningrum (2013, hlm. 145) yang menyatakan
bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur pembelajaran
dengan sistematis untuk mengelola pengalaman belajar siswa agar tujuan belajar tertentu yang
diinginkan bisa tercapai.
Istilah "model" diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman
dalam melakukan kegiatan. Pada pembelajaran istilah model diartikan sebagai kerangka konseptual
yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk
mencapai tujuan belajar tertentu. Model berfungsi sebagai pedoman dalam merencanankan dan
melaksanakan aktivitas pembelajaran.
Model dapat diartikan sebagai suatu pola yang digunakan dalam menyusun kurikulum,
merancang dan menyampaikan materi, mengorganisasikan, dan memilih media dan metode dalam
suatu kondisi pembelajaran. Model menggambarkan tingkat terluas dari praktek pembelajaran dan
berisikan orientasi filosofi pembelajaran, yang digunakan untuk menyeleksi dan menyusun strategi
pengajaran, metode, keterampilan, dan aktivitas pebelajar untuk memberikan tekanan pada salah
satu bagian pembelajaran (topik konten).

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa Pengertian dan unsur model pembelajaran?


2. Bagaimana karakteristik model pembelajaran?
3. Apa fungsi dan tujuan model pembelajaran?
4. Bagaimana ciri-ciri model pembelajaran?
5. Bagaimana aspek model pembelajaran?
6. Bagaimana jenis-jenis dan macam-macam model pembelajaran?
C. TUJUAN

1. Untuk mengetahui Pengertian dan unsur model pembelajaran


2. Untuk mengetahui Bagaimana karakteristik model pembelajaran
3. Untuk mengetahui fungsi dan tujuan model pembelajaran
4. Untuk mengetahui ciri-ciri model pembelajaran
5. Untuk bagaimana aspek model pembelajaran
6. Untuk mengetahui jenis-jenis dan macam-macam model pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Model Pembelajaran menurut Para Ahli:


1. Menurut Trianto Model, pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang
digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran
dalam tutorial.
2. Sukmadinata & Svaodih, Model pembelajaran merupakan suatu rancangan (desain) yang
menggambarkan proses rinci penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan terjadinya
interaksi pembelajaran agar terjadi perubahan atau perkembangan diri peserta didik.
3. Joyce & Weil, Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang bahkan dapat
digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang
bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau lingkungan belajar
lain.
Berdasarkan beberapa uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah canı
atau teknik penyajian sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan
pembelajaran tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para guru dalam
merancang dan melaksanakan proses belajar mengajar.
B. Unsur-Unsur Model Pembelajaran
Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam model pembelajaran yaitu sebagai berikut:
1. Sintak (syntax) yang merupakan fase-fase (phasing) dari model yang menjelaskan model
tersebut dalam pelaksanaannya secara nyata (Joyce dan Weil, 1986:14). Contohnya, bagaimana
kegiatan pendahuluan pada proses pembelajaran dilakukan? Apa yang akan terjadi berikutnya?
2. Sistem sosial (the social system) yang menunjukkan peran dan hubungan guru dan siswa
selama proses pembelajaran. Kepemimpinan guru sangatlah bervariasi pada satu model dengan
model lainnya. Pada satu model, guru berperan sebagai fasilitator namun pada model yang lain
guru berperan sebagai sumber ilmu pengetahuan.
3. Prinsip reaksi (principles of reaction) yang menunjukkan bagaimana guru memperlakukan
siswa dan bagaimana pula ia merespon terhadap apa yang dilakukan siswanya. Pada satu
model, guru memberi ganjaran atas sesuatu yang sudah dilakukan siswa dengan baik, namun
pada model yang lain guru bersikap tidak memberikan penilaian terhadap siswanya, terutama
untuk halhal yang berkait dengan kreativitas.
4. Sistem pendukung (support system) yang menunjukkan segala sarana, bahan, dan alat yang
dapat digunakan untuk mendukung model tersebut.
C. Karakteristik Model Pembelajaran
Model Pengajaran atau model pembelajaran merupakan rencana atau pola yang dapat digunakan untuk
membentuk kurikulum, mendesain materi-materi intruksional, dan memadu proses pengajaran di ruang
kelas atau di setting yang berbeda, (Miftahul, 2013). Suatu model pembelajaran dapat dikatakan baik jika
memenuhi kriteria tertentu. Dalam kriteria tersebut yaitu valid, praktis, dan efektif.
Sahih (valid) adalah kesahihan suatu model pembelajaran dinilai dengan dua hal yaitu: a) Apakah
model pembelajaran yang didisain didasarkan pada rasionalitas dan teori yang kuat? b) Apakah terdapat
konsistensi internalnya?
Praktis, merupakan aspek kepraktisannya dapat diuji dengan: a) Penilain para ahli dan para praktisi
yang menyatakan bahwa model yang dikembangkan dapat diterapkan secara praktis, b) uji lapangan
(implementasi model) yang menunjukkan bahwa apa yang dikembangkan tersebut dapat diterapkan.
Efektif, Aspek efektivitas dapat diuji dengan: a) Penilaian para ahli dan praktisi berdasarkan
pengalamannya menyatakan bahwa model tersebut efektif, b) Hasil uji (penelitian) empirik yang
menunjukkan efektivitas model tersebut dalam mencapai hasil yang diharapkan.
Rangke L. Tobing, dkk (1990:5) mengidentifikasi lima karakterististik suatu model pembelajaran yang
baik, yang meliputi berikut ini.
1. Prosedur Ilmiah
Suatu model pembelajaran harus memiliki suatu prosedur yang sistematik untuk mengubah
tingkah laku peserta didik atau memiliki sintaks yang merupakan urutan langkah-langkah
pembelajaran yang dilakukan guru-peserta didik.
2. Spesifikasi hasil belajar yang direncanakan
Suatu model pembelajaran menyebutkan hasil-hasil belajar secara rinci mengenai
penampilan peserta didik.
3. Spesifikasi lingkungan belajar
Suatu model pembelajaran menyebutkan secara tegas kondisi lingkungan dimana
tanggapan peserta didik diobservasi.
4. Kriteria penampilan
Suatu model pembelajaran merujuk pada kriteria penerimaaan penampilan yang
diharapkan dari para peserta didik. Model pembelajaran merencanakan tingkah laku yang
diharapkan dari peserta didik yang dapat didemonstrasikannya setelah langkah-langkah
mengajar tertentu.
5. Cara-cara pelaksanaannya
Semua model pembelajaran menyebutkan mekanisme yang menunjukkan reaksi peserta
didik dan interaksinya dengan lingkungan.
Bruce dan Weil (1980 dan 1992: 135-136) mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran ke
dalam aspek-aspek berikut.
1. sintakSuatu model pembelajaran memiliki sintaks atau urutan atau tahap-tahap kegiatan belajar
yang diistilahkan dengan fase yang menggambarkan bagaimana model tersebut dalam
praktiknya, misalnya bagaimana memulai pelajaran.
2. Sistem social, sistem social menggambarkan bentuk kerja sama guru-peserta didik dalam
pembelajaran atau peran-peran guru dan peserta didik dan hubungannya satu sama lain dan
jenis-jenis aturan yang harus diterapkan. Peran kepemimpinan guru bervariasi dalam satu
model ke model pembelajaran lainnya. Dalam beberapa model pembelajaran, guru bertindak
sebagai pusat kegiatan dan sumber belajar (hal ini berlaku pada model yang terstruktur tinggi),
namun dalam model pembelajaran yang terstruktur sedang peran guru dan peserta didik
seimbang. Setiap model memberikan peran yang berbeda pada guru dan peserta didik.
3. Prinsip reaksi menunjukkan kepada guru bagaimana cara menghargai atau menilai peserta didik
dan bagaimana menanggapi apa yang dilakukan oleh peserta didik. Sebagai contoh, dalam
suatu situasi belajar, guru memberi penghargaan atas kegiatan yang dilakukan peserta didik
atau mengambil sikap netral.
4. Sistem pendukung menggambarkan kondisi-kondisi yang diperlukan untuk mendukung
keterlaksanaan model pembelajaran, termasuk sarana dan prasarana, misalnya alat dan bahan,
kesiapan guru, serta kesiapan peserta didik.
5. Dampak pembelajaran langsung dan iringan
Dampak pembelajaran langsung merupakan hasil belajar yang dicapai dengan cara
mengarahkan para peserta didik pada tujuan yang diharapkan sedangkan dampak iringan adalah
hasil belajar lainnya yang dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran sebagai akibat terciptanya
suasana belajar yang dialami langsung oleh pebelajar.
Sintaks (pola urutan) dari suatu model pembelajaran adalah pola yang menggambarkan tahap-tahap
keseluruhan, yang pada umumnya disertai dengan serangkaian kegiatan pembelajaran. Sintaks (pola urutan)
dari bermacammacam model pembelajaran memiliki komponen-komponen yang sama. Contoh, setiap
model pembelajaran diawali dengan upaya menarik perhatian siswa dan memotivasi siswa agar terlibat
dalam proses pembelajaran. Setiap model pembelajaran diakhiri dengan tahap menutup pelajaran, di
dalamnya meliputi kegiatan merangkum pokok pelajaran yang dilakukan oleh siswa dengan bimbingan
guru. Model pembelajaran dalam penelitian ini, sesuai dengan kurikulum 2013 yang menekankan pada
konsep pendekatan scientific dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud, yaitu yang meliputi mengamati,
menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran.
Model pembelajaran pada kurikulum 2013 memiliki kriteria sebagai berikut:

• Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau
penalaran tertentu, bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata.
• Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang
serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis.
• Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analitis, dan tepat dalam
mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran.
• Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetis dalam melihat perbedaan,
kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran. Mendorong dan menginspirasi siswa
mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif
dalam merespon materi pembelajaran.
• Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.
• Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya.
D. Fungsi Model Pembelajaran
Banyak model pembelajaran yang telah ditemukan atau dikembangkan oleh para pakar pendidikan
dan pembelajaran. Oleh karena itu, model pembelajaran memiliki beberapa fungsi. Fungsi model
pembelajaran tersebut adalah:

• Membantu dan membimbing guru untuk memilih teknik, strategi, dan metode pembelajaran agar
tujuan pembelajaran tercapai. Untuk itu, ketika guru menggunakan model pembelajaran tertentu
secara otomatis guru akan mengetahui taktik, teknik, strategi, dan metode pembelajaran yang akan
dilakukan. Tentang metode pembelajaran dapat diikuti pembahasan selanjutnya.
• Membantu guru untuk menciptakan perubahan perilaku peserta didik yang diinginkan. Guru telah
mengetahui bahwa model pembelajaran digunakan untuk merealisasikan target pembelajaran. Oleh
karena itu, model pembelajaran dapat membentuk atau menciptakan tercapainya tujuan
pemeblajaran atau menciptakan tercapainya tujuan pembelajaran atau menciptakan perubahan
perilaku pada siswa.
• Membantu guru dalam menentukan cara dan sarana untuk menciptakan lingkungan yang sesuai
untuk melaksanakan pembelajaran. Misalkan cara mendemostrasikan konsep tekanan dan media
atau alat peraga yang diperlukan. Dengan cara itu dapat dikatakan bahwa penggunaan model
pembelajaran dapat secara langsung memebantu guru untuk menentukan cara dan sarana agar
tujuan pembelajaran tercapai.
• Membantu menciptakan interaksi anatara guru dan siswa yang diinginkan selama proses
pembelajaran berlangsung.
• Membantu guru dalam mengkonstruksi kurikulum, silabus, atau konten dalam suatu pelajaran atau
mata kuliah.
• Membantu guru dalam memilih materi pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran, penyusunan
RPP, dan silabus.
• Membantu guru dalam merancang kegiatan pendidikan atau pembelajaran yang sesuai.
• Memberikan bahan prosedur untuk mengembangkan materi dan sumber belajar yang menarik dan
efektif. Dalam model pembelajaran ada sistem pendukung. Dengan system pendukung dalam
model pembelajaran tertentu, guru akan terbimbing untuk mengembangkan materi dan dan sumber
belajar. Misalnya menggunakan modul, diktat, dan lain-lain.
• Merangsang pengembangan inovasi pendidikan atau pembelajaran baru. Dengan memahami dan
menerapkan model-model pembelajaran, guru mungkin menemukan beberapa kendala. Jika
kendala-kendala yang ditemukan kemudian dicarikan solusinya, maka akan memuncukan ide
model atau strategi pembelajaran yang baru.
• Membantu mengkomunikasikan informasi tentang toori mengajar. Membantu membangun
hubungan antara belajar dan mengajar secara empiris.
E. Tujuan Model Pembelajaran
Tujuan model pembelajaran menurut Joyce dan Weil. (1997:39)

• Membantu siswa belajar membangun pengetahuan, belajar bagaimana belajar termasuk belajar
dari suatu sumber, belajar dari ceramah, film, tugas membaca, dan semacamnya,
• Model pembelajaran dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memproses
informasi lebih baik. Termasuk metode untuk menyajikan informasi, agar siswa dapat belajar
dan mempertahankannya dengan efektif, mengoperasikannya dengan konseptual, sistem yang
membantu menghapal dan mengajar siswa mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi
secara konseptual, dan untuk mengajarkan siswa menggunakan metode dengan disiplin, untuk
terlibat dalam penalaran kualitas dan menguasai konsep.
Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan model pembelajaran adalah untuk membantu siswa
memperoleh keterampilan, nilai, cara berfikir, dan cara mengekspresikan diri mereka sendiri. juga
mengajari cara mereka belajar.

F. Ciri-Ciri Model Pembelajaran


Menurut Kardi & Nur (2016, hlm. 7-8) model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yang
membedakan dengan strategi, metode atau prosedur. Ciri-ciri tersebut antara lain:
• Model pembelajaran merupakan rasional teoretik logis yang disusun oleh para pencipta atau
pengembangnya.
• Berupa landasan pemikiran mengenai apa dan bagaimana peserta didik akan belajar (memiliki
tujuan belajar dan pembelajaran yang ingin dicapai).
• Tingkah laku pembelajaran yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan
berhasil; dan lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.
Sedangkan menurut Hamiyah dan Jauhar (2014, hlm. 58) ciri-ciri model pembelajaran adalah sebagai
berikut.

• Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar tertentu.


• Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu.
• Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan pembelajaran di kelas.
• Memiliki perangkat bagian model.
• Memiliki dampak sebagai akibat penerapan model pembelajaran baik langsung maupun tidak
langsung.
Aspek Model Pembelajaran menurut. Johnson, untuk mengetahui kualitas model pembelajaran harus dilihat
dari dua aspek, yaitu proses dan produk. Aspek proses mengacu pada "apakah pembelajaran mampu
menciptakan situasi belajar yang menyenangkan (Joyful learning) serta mendorong siswa untuk aktif
belajar dan berpikir kreatif". Sedangkan aspek produk mengacu pada "apakah pembelajaran mampu
mencapai tujuan, yaitu meningkatkan kemampuan siswa sesuai dengan standar kemampuan atau
kompetensi yang ditentukan. Dalam hal ini, sebelum melihat dan menilai hasil, terlebih dahulu harus
memastikan bahwa proses berlangsung baik.
G. Jenis-Jenis dan Macam-Macam Model Pembelajaran
Model Pengolahan Informasi (The Information Processing Family). Ali, M. (2007) menyatakan bahwa
model ini berdasarkan pada teori belajar kognitif (Piaget) dan berorientasi pada kemampuan peserta didik
dalam memproses informasi untuk memperbaiki kemampuannya. Pemprosesan informasi mengacu kepada
cara orang menangani rangsangan dari lingkungan, mengorganisasi data, mengembangkan konsep dan
memecahkan masalah, serta menggunakan lambang verbal dan non verbal. Teori pemrosesan
informasi/kognitif dipelopori oleh Robert Gagne (1985). Asumsinya adalah pembelajaran merupakan
faktor yang sangat penting dalam perkembangan individu. Perekembangan merupakan hasil komulatif dari
pembelajaran, di mana dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi yang kemudian diolah
sehingga menghasilkan output dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi interaksi
antara kondisi internal dan kondisi eksternal individu dan interaksi antar keduanya sehingga menghasilkan
hasil belajar. Pembelajaran merupakan keluaran dari pemprosesan informasi yang berupa kecakapan
manusia (human capitalities), yakni :

• Informasi verbal
• Kecakapan intelektual
• Strategi kognitif
• Sikap
• Kecakapan motorik.
H. Macam-Macam Model Pembelajaran Pada Kelompok

• Model Personal (The Personal Family)


Model pembelajaran kelompok personal ini bertitik tolak dari teori Humanistik, yaitu berorientasi
terhadap pengembangan diri individu. Serta dapat dikatakan bahwa model ini juga beranjak dari
pandangan kedirian atau "selfhood" dari individu. Tokoh Humanistik adalah Abraham Maslow
(1962), R. Rogers, C. Buhler dan Arthur Comb. Menurut teori ini guru harus berupaya menciptakan
kondisi kelas yang kondusif, agar peserta didik merasa bebas dalam. belajar dan mengembangkan
dirinya baik emosional maupun intelektual. Proses pembelajaran sengaja diupayakan untuk
memungkinkan dapat memahami diri sendiri dengan baik, memikul tanggung jawab untuk
pembelajaran, dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Kelompok ini
menekankan proses di mana individu membentuk dan menata realitas keunikannya. Perhatian
banyak diberikan kepada kehidupan emosional. Melakukan pembelajaran ini lebih banyak
memusatkan pada upaya membantu individu untuk mengembangkan suatu hubungan yang
produktif dengan lingkungannya dan memandang dirinya sebagai pribadi yang cakap,
sehinggamampu memperkayahubungan antara pribadi dan lebih mampu dalam pemprosesan
informasinya secara lebih efektif.
• Model Interaksi Sosial (The Social interaction Family)
Kelompok model pembelajaran ini didasari oleh teori belajar Gestalt (Field-theory) yang menitik
beratkan hubungan yang harmonis antara individu dengan masyarakat (learning to life together).
Teori ini dirintis oleh Max Wertheimer (1912) bersama dengan Kurt Koffka dan W. Kohler yang
berpandangan bahwa objek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai suatu keseluruhan yang
terorganisasikan. Schingga implikasi dari teori ini bahwa pembelajaran akan lebih bermakna bila
materi diberikan secara utuh bukan bagian-bagian. Model ini juga berlandaskan pemikiran bahwa
kerja sama merupakan salah satu fenomena kehidupan masyarakat yang sangat penting. Kelompok
model ini menekankan pada hubungan individu dengan orang lain atau masyarakat. Kelompok ini
memusatkan pada proses di mana kenyataan ditawarkan secara sosial. Sebagai konsekuensinya,
model model yang berorientasi sosial tersebut di atas, memberikan prioritas untuk memperbaiki
kecakapan individu untuk berhubungan dengan orang lain, untuk bertindak dalam proses yang
demokratis, dan untuk bekerja secara produktif dalam masyarakat. Meskipun kelompok model ini
lebih menekankan hubungan sosial dibandingkan dengan asfek lainnya, para tokoh dalam
kelompok ini juga menekankan pada perkembangan kesadaran study yang bersifat akademik.
Macam-macam model pembelajaran yang tergolong kelompok ini beserta tokohnya tergambar
pada tabel berikut di bawah ini yang diadaptasi dari Moh Surya (2004).
• Model Sistem Prilaku (The Behavioral System)
Dasar teoritik dari kelompok model pembelajaran ini ialah teori-teori belajar Behavioristik, yaitu
bertujuan mengembangkan sistem yang efisien untuk mengurutkan tugas-tugas belajar dengan cara
memanipulasi penguatan (reinforcement). Model ini dikenal juga sebagai model modifikasi prilaku
atau "Behavioral Modifications". Semua model pembelajaran ini bersumber dari kerangka teori
behavioral. Istilah-istolah lain yang sejenis dan dipergunakan adalah teori belajar, teori belajar
sosial, modifikasi prilaku, dan terafi prilaku. Kelompok model ini lebih menekankan pada asfek
perubahan prilaku psikologis dan prilaku yang tidak ddapat diamati. Model-model prilaku
mempunyai penerapan yang cukup luas dan diarahkan kepada bermacam-macam tujuan
pendidikan, latihan prilaku antar pribadi, dan terapi. Berdasarkan pada pengendalian stimulus dan
penguatan, model-model behavior (prilaku) dan kondisi-kondisi antara, baik secara idividual
maupun secara kelompok, telah banyak penelitian yang dilakuan untuk mengkaji model-model ini.
Salah satu dari karakteristik umum pada model pembelajaran prilaku, adalah dalam prihal penjabaran
yang harus dipelajari peserta didik, yaitu penjabaran tugas-tugas yang harus dipelajari menjadi serangkaian
prilaku dalam bentuk yang lebih kecil dan berurutan. Pada umumnya, pengendalian prilaku terletak pada
pihak guru/pendidik, meskipun peserta didik mempunyai kesempatan untuk mengendalikan prilakunya.
Macam-macam model pembelajaran beserta tokohnya tergambar pada tabel berikut di bawah ini yang
diadaptasi dari Moh Surya (2004).
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Model pembelajaran adalah cara atau teknik penyajian sistematis dalam
mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan berfungsi
sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para guru dalam merancang dan melaksanakan
proses belajar mengajar. Ada beberapa unsur-unsur model pembelajaran, antara lain: sintaks,
sistem pendukung, sistem sosial, dan prinsip reaksi. Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan
model pembelajaran adalah untuk membantu siswa memperoleh keterampilan, nilai, cara berfikir,
dan cara mengekspresikan diri mereka sendiri, juga mengajari cara mereka belajar. Model
pembelajaran dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu: model pemrosesan informasi, model pribadi,
model interaksi sosial, model perilaku.

Dari pengelompokan jenis model pembelajaran, model pembelajaran ini dibagi dengan
banyak sekali macamnya. Dalam proses belajar dan mengajar, model pembelajaran ini sangat
penting untuk mencapai keberhasilan prosesnya. Guru harus menerapkan model pembelajaran
dengan tepat agar antara peserta didik dan guru bisa nyaman selama proses belajar dan mengajar.

B. Saran
Ada banyak sekali macam-macam model pembelajaran. Dengan adanya berbagai macam model
pembelajaran ini diharapkan guru mampu memilih model pembelajaran mana yang akan diterapkan.
Penerapan ini tentunya harus disesuaikan dengan pendekatan belajar yang dilakukan sebelumnya,
seperti sesuai dengan karakter kepribadian peserta didik. Bila guru mampu menerapkan model
pembelajaran dengan baik, tingkat keberhasilan proses belajar mengajar pun akan semakin tinggi.
DAFTAR PUSTAKA

Thabroni, Gamal. 2020. "Model Pembelajaran: Pengertian, Ciri, Jenis & Macam Contoh". [Link].
Diakses pada 1 Maret 2021 dari [Link]
jenis-macam-contoh/
Dahlan, Ahmad. 2020. "Defenisi dan Pengertian Model Pembelajaran". Diakses pada 1 Maret 2021 dari
[Link]
G.M., Baja. 2012. "Model Pembelajaran Menurut Joyce dan Wel, Tahapan Inovasi Kurikulum, dan Cara
Mengembangkan KTSP. Diakses pada 1 Maret 2021 dari
[Link]
weil-tahapan-inovasi-kurikulum/

Anda mungkin juga menyukai