MAKALAH METODE PENELITIAN PENDIDIKAN
“PURPOSSIVE SAMPLING”
Dosen Pengampu : [Link] Lubis, [Link].
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 12
HUMAIRAH PUTRI 1223311156
SRIERTA YENI SINAGA 1223311047
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MARET 2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan nikmat,berkah dan
rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini. Pada kesempatan ini tidak lupa penulis
mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dosen Prof. Dr. Wildansyah Lubis, [Link]. Selaku dosen
mata kuliah Metode Penelitian Pendidikan yang telah membimbing penulis sebagai mahasiswa
nya. Penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kata sempurna.
Apabila dalam tugas ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, penulis mohon maaf yang
sebesar-besarnya, karena keterbatasan ilmu dan pemahaman penulis yang belum seberapa. Karena
itu penulis sangat menantikan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun, guna
menyempurnakan tugas ini. Penulis berharap semoga tugas ini bermanfaat bagi pembaca
khususnya. Atas perhatiannya penulis mengucapkan terima kasih.
Medan,Maret 2025
Kelompok 12
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................................................. ii
BAB I .............................................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN ......................................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ..................................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................................................ 1
C. Tujuan .................................................................................................................................. 1
BAB II ............................................................................................................................................ 3
PEMBAHASAAN ......................................................................................................................... 3
A. Pengertian Populasi Dan Sampel ......................................................................................... 3
B. Pengertian Purposive Sampling ........................................................................................... 3
C. Tujuan Dan Rumus Purposive Sampling ............................................................................. 4
D. Kelebihan dan Kekurangan Purposive Sampling ................................................................ 5
E. Syarat dan Langkah-langkah Purposive Sampling .............................................................. 5
F. Contoh Kasus Pada Purposive Sampling. ............................................................................ 6
BAB III........................................................................................................................................... 7
PENUTUPAN ................................................................................................................................ 7
A. Kesimpulan .......................................................................................................................... 7
B. Saran .................................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................... 8
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam Perundang-undangan tentang Sistem Pendidikan No.20 tahun 2003, mengatakan bahwa
Pendidikan merupakan “usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan sepiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta
keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat”. Definisi dari Kamus Bahasa Indonesia
(KBBI) kata pendidikan berasal dari kata ‘didik’ serta mendapatkan imbuhan ‘pe’ dan akhiran
‘an’, sehingga kata ini memiliki pengertian sebuah metode, cara maupum tindakan membimbing.
Dapat didefinisi pengajaran ialah sebuah cara perubahan etika serta prilaku oleh individu atau
sosial dalam upaya mewujudkan kemandirian dalam rangka mematangkan atau mendewasakan
manusia melalui upaya pendidikan, pembelajaran, bimbingan serta pembinaan.
Definisi pendidikan dalam arti luas adalah Hidup. Artinya bahwa pendidikan adalah seluruh
pengetahuan belajar yang terjadi sepanjang hayat dalam semua tempat serta situasi yang
memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan setiap makhluk individu. Bahwa pendidikan
berlangsung selama sepanjang hayat (long life education). Pengajaran dalam pengertian luas juga
merupakan sebuah proses kegiatan mengajar, dan melaksanakan pembelajaran itu bisa terjadi di
lingkungan manapun dan kapanpun (Amirin:2013:4). Secara harfiah arti pendidikan adalah
mendidik yang dilaksanakan oleh seorang pengajar kepada peserta didik, diharapkan orang dewasa
pada anak-anak untuk bisa memberikan contoh tauladan, pembelajaran, pengarahan, dan
peningkatan etika-akhlak, serta menggali pengetahuan setiap individu. Pengajaran yang diberikan
pada peserta didik bukan saja dari pendidikan formal yang dilaksanakan oleh pemegang
kekuasaan, namun dalam hal ini fungsi keluarga serta masyarakatlah yang amat penting dan
menjadi wadah pembinaan yang bisa membangkitkan serta mengembangkan pengetahuan serta
pemahaman (Ab Marisyah1, Firman2, 2019)
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian sampel?
2. Apa pengertian Purposive sampling?
3. Apa Tujuan dan Rumus Purposive Sampling
4. Bagaimana syarat dan langkah-langkah Purposive sampling?
5. Apa kelebihan dan kekurangan Purposive sampling?
6. Sebutkan contoh kasus pada purposive sampling
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan pada makalah ini adalah
1. Mengetahui pengertian dari sampel
2. Mengetahui pengertian Purposive sampling
1
3. Mengetahui langkah-langkah Purposive sampling
4. Mengetahui kelebihan dan kekurangan Purposive sampling
2
BAB II
PEMBAHASAAN
A. Pengertian Populasi Dan Sampel
Populasi pada umumnya banyak dikenal dalam istilah antroplogi dan Biologi yang merujuk pada
sekumpulan Individu yang hidup dalam sebuah ekosistem tertentu. Tujuannya dari pengelompokan
Populasi ini tujuannya untuk memudahkan pengamatan mengenai karakteristik dan perilaku populasi
dan interaksinya terhadap populasi lain ekosistem tersebut.
Dalam metode statistik, Populasi dikenal sebagai sekumpulan data sejenis baik yang imajiner maupun
nyata yang menjadi tempat berlakunya inferensi yang diambil dari sampel. Agar hasil inferensi dapat
diterima di populasi, maka seluruh kriteria yang dimiliki oleh Populasi harus dimiliki oleh Sampel,
dengan kata lain Sampel adalah wakil yang representatif dari Populasi hanya saja ukurannya lebih
kecil.
Tujuan umum pengambilan sampel agar penelitian yang dilakukan tentu saja agar memudahkan
proses penelitian dan mengurangi jumlah biaya. Sebagai contoh penelitian sederhana meskipun tidak
ilmiah adalah menggeneralisasikan rasa rambutan yang dijual dengan mengambil beberapa sampel
rambutan untuk di coba.
Sampel adalah bagian dari populasi yang merepresentasikan seluruh karakteristik yang ada pada
populasi, oleh karena itu ukuran sampel selalu lebih sedikit atau sama dengan populasi. Terkait
dengan jumlah sampel tentu saja bergantung dari parameter-parameter yang melekat pada populasi
seperti parameter ukuran populasi, sebaran populasi, konsentrasi, kepadatan dan lain-lain. Jumlah
parameter yang dijadikan pertimbangan didasarkan oleh jenis penelitian dan variabel yang ada dalam
penelitian.
Sebagai contoh dalam pengujian gula darah, ukuran sampel yang digunakan adalah darah manusia
dan populasi dari pengujian ini adalah seluruh darah yang ada dalam individu. Jumlah dari dari darah
yang dibutuhkan berdasarkan ukuran minimum untuk menunjukkan gula darah, tidak perlu
mengambil lebih banyak dari yang dibutuhkan dan melakukan pengukuran berulang dengan sumber
darah dari kaki di bedakan dengan darah yang ada di kepala karena baik darah dari kaki atau dari
tangan tentu saja sama-sama mampu menunjukkan kadar gula darah seseorang.
B. Pengertian Purposive Sampling
Purposivee sampling merupakan sebuah metode sampling non random ssampling dimana periset
memastikan pengutipan ilustrasi melalui metode menentukan identitas spesial yang cocok dengann
tujuan riset sehinggaa diharapkan bisa menanggapi kasus riset. Misalnya hendak dicoba riset
tentang mutu santapan, hingga sumber informasinya merupakan orang yang pakar dalam bidang
santapan. Bila melaksanakan riset tentang politik hingga yang jadi ilustrasi merupakan orangg
yang pakar dalam bbidang politik.. Ilustrasi ini llebih sesuai digunakann buat riset kualitatif
ataupun penelitian- penelitian yangttidak melaksanakan ggeneralisasi.
3
Bersumber pada uraian purposive samplinggtersebut, terdapat 2 perihal yang sangat berarti dalam
memakai metode sampling tersebut, ialah nonnrandom samplinggserta menetukan karakteristik
spesial cocok dari hasil riset oleh periset itussendiri. Tidak hanya itu, Purposive sampling bagi
para pakar bagaikan berikut: (Sugiono, 2010)
a. Arikunto (2006) pengertiannya merupakan: metode mengumpulkan ilustrasi dengan tanpa
bersumber padarrandom, wilayah ataupun strata, melainkan bersumber pada terdapatnya
pandangan yanggberfokus pada tujuanntertentu.
b. Otoatmodjo (2010) pengertiannya merupakan: pengambilan ilustrasi yang bersumber pada
sesuatu pertimbangan tertentu semacam sifat-siat populasi maupun identitas yang dikenal tadinya.
c. Menurut Sugiyono (2010) pengertiannya merupakan: metode guna memastikan ilustrasi
riset dengan sebagian pertimbagan tertentu yang bertujuannsupaya informasi yang diperolehh
nantinyaa dapat lebihh representative.
C. Tujuan Dan Rumus Purposive Sampling
Purposive sampling digunakan dalam penelitian dengan tujuan untuk menentukan sampel secara
sengaja. Mengutip artikel Perbedaan Hasil Belajar Materi Elastisitas oleh Nurul Hanifah, kelas
yang dipilih sebagai sampel memiliki kemampuan awal yang sama tetapi bukan berdasarkan
random atau latar belakang yang sama
Dalam penelitian dengan purposive sampling, terdapat rumus bernama rumus Slovin yang
digunakan dalam menentukan jumlah sampel. Mengutip buku Metode Penelitian Keluarga oleh
Herien Puspitawati dan Tien Herawati, berikut rumus Slovin dalam purposivesampling.
n= jumlah sampel penelitian
N = jumlah populasi
4
E = eror atau kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan contoh,biasanya yang bias ditoleransi
adalah 10 persen
D. Kelebihan dan Kekurangan Purposive Sampling
Kelebihan Purposive Sampling.
a) Sampel terpilih merupakan sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian.
b) Teknik ini ialah metode yang mudah untuk dilaksanakan.
c) Sampel terpilih umumnya merupakan orang atau personal yang gampang ditemui ataupun
didekati oleh periset.
Kekurangan Purposive Sampling.
a) Tidak terdapat jaminan kalau jumlah sampel yang digunakan representatif dalam segi
jumlah.
b) Dimana tidak sebaik sample random sampling.
c) Bukan termasuk tata cara random. sampling.
d) Tidak dapat digunakan generalisasi untuk mengambil kesimpulan statistik.
E. Syarat dan Langkah-langkah Purposive Sampling
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar purposive sampling tetap valid untuk
digunakan. Di antaranya:
1. Karakteristik populasi harus sesuai dengan tujuan dari penelitian.
2. Sampel berdasarkan individu, kelompok, maupun wilayah harus memenuhi latar belakang
yang diinginkan oleh penelitian.
3. Sampel yang dipilih harus benar-benar menjadi ciri-ciri mayoritas pada populasi.
Langkah-langkah Purposive Sampling
1. Buat sampling frame atau kerangka sampling atau daftar unit populasi.
2. Tentukan persyaratan untuk menjadi sampel.
3. Pilih sampel dari anggota populasi yang ada dan sesuai persyaratan.
4. Susun daftar anggota sampel yang dipilih.
5
F. Contoh Kasus Pada Purposive Sampling.
Misalnya ketika ada penelitian yang berjudul “Pengaruh Tingkat Gaji Staf yang Diberikan
Perusahaan X terhadap Kepuasan Bekerja di Perusahaan X”. Jadi peneliti ingin mencari tahu
tingkat kepuasan kerja dari perusahaan X berdasarkan gaji yang diterima setiap bulan. Namun,
karena karyawan di perusahaan X jumlahnya 500 orang maka peneliti akan memilih sampel
dengan teknik purposive sampling. Peneliti memiliki kriteria-kriteria sampling seperti berikut ini:
1. Karyawan yang dipilih adalah karyawan tetap.
2. Karyawan yang mengisi angket sejumlah 100 orang.
3. Karyawan yang mengisi adalah karyawan yang berada pada tingkat staf.
Dari populasi di atas maka dapat disimpulkan bahwa sampel yang digunakan menggunakan
purposive adalah 100 orang.
6
BAB III
PENUTUPAN
A. Kesimpulan
Purposivee sampling merupakan sebuah metode sampling non random ssampling dimana periset
memastikan pengutipan ilustrasi melalui metode menentukan identitas spesial yang cocok dengann
tujuan riset sehinggaa diharapkan bisa menanggapi kasus riset. Misalnya hendak dicoba riset
tentang mutu santapan, hingga sumber informasinya merupakan orang yang pakar dalam bidang
santapan. Bila melaksanakan riset tentang politik hingga yang jadi ilustrasi merupakan orangg
yang pakar dalam bbidang politik.. Ilustrasi ini llebih sesuai digunakann buat riset kualitatif
ataupun penelitian- penelitian yangttidak melaksanakan ggeneralisasi.
B. Saran
Semoga materi yang telah disampaikan dapat menambah pengetahuan baik untuk penulis maupun
pembaca Saya mengharap masukan dari pembaca agar bisa menambahkan informasi dan wawasan
untuk kita semua Mudah- mudahan bermanfaat demi kemajuan proses belajar kita bersama.
7
DAFTAR PUSTAKA
Kuliah, Mata. "Defenisi Populasi Pengertian Sampel dan Teknik Sampling Dalam Penelitian
Pendidikan dan Behavioral."
Lenaini, Ika. "Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling." Historis: Jurnal
Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah 6.1 (2021): 33-39.
Sitanggang perdana danisa [Link] sampling adalah:berikut contoh,tujuan,dan
rumhsnya
[Link]
Pristiwanti, D., Badariah, B., Hidayat, S., & Dewi, R. S. (2022). Pengertian pendidikan. Jurnal
Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(6), 7911-7915.