0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan13 halaman

Integrasi Literasi Numerasi dalam Pramuka

Makalah ini membahas integrasi keterampilan menaksir dalam kegiatan Pramuka dengan konsep matematika, khususnya literasi dan numerasi, untuk meningkatkan pembelajaran siswa. Melalui kegiatan menaksir, siswa dapat mengaplikasikan konsep matematika dalam situasi nyata, seperti navigasi dan pengukuran, serta memperkuat kemampuan literasi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam mengajarkan keterampilan menaksir kepada siswa sekolah dasar.

Diunggah oleh

Calvin Purba
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan13 halaman

Integrasi Literasi Numerasi dalam Pramuka

Makalah ini membahas integrasi keterampilan menaksir dalam kegiatan Pramuka dengan konsep matematika, khususnya literasi dan numerasi, untuk meningkatkan pembelajaran siswa. Melalui kegiatan menaksir, siswa dapat mengaplikasikan konsep matematika dalam situasi nyata, seperti navigasi dan pengukuran, serta memperkuat kemampuan literasi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam mengajarkan keterampilan menaksir kepada siswa sekolah dasar.

Diunggah oleh

Calvin Purba
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH KEPRAMUKAAN

“BERMAIN PERSIAPAN PENJELAJAHAN (MENAKSIR) TERINTEGRASI


DENGAN KONSEP MATEMATIKA LITERASI NUMERASI”

DOSEN PENGAMPU: ANGGILI PRATAMA, [Link]., [Link].

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 9

NAMA MAHASISWA : SALSABILLA CAHAYA PUTRI (1221111028)

: MELISA DITA AQILA (1222411015)

: CHADE CHATENA MUNTE (1223111073)

KELAS : PGSD K 2022

MATA KULIAH : KEPRAMUKAAN

S1 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2025

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan nikmat,
berkah dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini. Pada kesempatan ini
tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dosen Anggili Pratama, [Link].,
[Link]. Selaku dosen mata kuliah Kepramukaan yang telah membimbing penulis sebagai
mahasiswa nya. Penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kata sempurna.

Apabila dalam tugas ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, penulis mohon
maaf yang sebesar-besarnya, karena keterbatasan ilmu dan pemahaman penulis yang belum
seberapa. Karena itu penulis sangat menantikan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya
membangun, guna menyempurnakan tugas ini. Penulis berharap semoga tugas ini bermanfaat
bagi pembaca khususnya. Atas perhatiannya penulis mengucapkan terima kasih.

Medan, 17 Maret 2025

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................................... i
DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ...................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................................ 2
1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................................................... 3
2.1 Pengertian Menaksir ............................................................................................................ 3
2.2 Kegiatan Menaksir dalam Persiapan Penjelajahan ............................................................... 4
2.3 Strategi Pembelajaran yang Efektif Menaksir Siswa Sekolah Dasar .................................... 5
2.4 Kegiatan Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik .............................. 5
2.5 Jenis Permainan yang Efektif............................................................................................... 6
2.6 Tantangan dalam Mengintegrasikan Literasi dan Numerasi ................................................ 7
BAB III PENUTUP ............................................................................................................................. 9
3.1 Kesimpulan .......................................................................................................................... 9
3.2 Saran .................................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................ 10

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam pembentukan karakter


generasi muda. Melalui berbagai kegiatan, Pramuka mengajarkan keterampilan hidup,
kemandirian, dan kerja sama. Salah satu keterampilan penting dalam kegiatan Pramuka
adalah kemampuan menaksir, yaitu memperkirakan jarak, tinggi, atau lebar suatu
objek. Kemampuan ini sangat berguna dalam kegiatan penjelajahan dan navigasi di
alam terbuka. Dalam konteks pendidikan modern, penting untuk mengintegrasikan
keterampilan menaksir dengan konsep matematika, khususnya literasi dan numerasi,
agar pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna. Literasi dan numerasi
merupakan dua kompetensi dasar yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi mencakup kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi,


sedangkan numerasi mencakup kemampuan memahami dan menggunakan konsep
matematika dalam situasi nyata. Dalam kegiatan Pramuka, kemampuan literasi dan
numerasi dapat diintegrasikan melalui kegiatan menaksir. Misalnya, peserta didik dapat
diajak untuk membaca peta, menghitung jarak, atau memperkirakan waktu tempuh.
Dengan demikian, kegiatan Pramuka tidak hanya melatih keterampilan praktis, tetapi
juga memperkuat kemampuan akademis peserta didik.

Integrasi konsep matematika dalam kegiatan Pramuka, khususnya dalam materi


menaksir, dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan aplikatif.
Peserta didik dapat belajar matematika secara langsung melalui kegiatan yang
menyenangkan dan menantang. Selain itu, integrasi ini juga dapat meningkatkan
motivasi belajar peserta didik, karena mereka dapat melihat relevansi antara
matematika dengan kehidupan nyata. Dengan demikian, kegiatan Pramuka dapat
menjadi media yang efektif untuk mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi
peserta didik.

1
1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana kegiatan menaksir dalam persiapan penjelajahan dapat secara efektif


mengintegrasikan konsep matematika (literasi dan numerasi) dalam pembelajaran
siswa?
2. Strategi pembelajaran apa yang paling efektif dan menyenangkan untuk
mengajarkan keterampilan menaksir kepada siswa sekolah dasar, dengan
mempertimbangkan integrasi literasi dan numerasi?
3. Bagaimana kegiatan bermain dalam kepramukaan dapat meningkatkan kemampuan
literasi dan numerasi peserta didik sebelum melakukan penjelajahan?
4. Apa saja jenis permainan yang efektif dalam mengembangkan keterampilan literasi
dan numerasi yang relevan dengan konteks penjelajahan?
5. Apa tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan literasi dan numerasi dalam
permainan kepramukaan sebagai persiapan penjelajahan?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana kegiatan


menaksir dalam persiapan penjelajahan dapat secara efektif mengintegrasikan konsep
matematika (literasi dan numerasi) dalam pembelajaran siswa, serta menentukan
strategi pembelajaran yang paling efektif dan menyenangkan untuk mengajarkan
keterampilan menaksir kepada siswa sekolah dasar, dengan mempertimbangkan
integrasi literasi dan numerasi

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Menaksir

Menaksir adalah kemampuan memperkirakan suatu besaran (jarak, tinggi,


lebar, volume, atau jumlah) dengan menggunakan strategi matematika tanpa alat ukur
langsung. Dalam kepramukaan, keterampilan menaksir sangat penting untuk navigasi,
pengukuran di alam bebas, serta pengambilan keputusan dalam kegiatan lapangan.
Menaksir berbasis literasi numerasi matematika menekankan penggunaan konsep
matematika, seperti geometri, perbandingan, dan estimasi berbasis data, untuk
meningkatkan akurasi taksiran.

Kompetensi Literasi Numerasi dalam Menaksir

1. Mengenali dan memahami pola numerik dalam perbandingan ukuran.


2. Menggunakan operasi matematika seperti perkalian, pembagian, dan perbandingan
untuk estimasi.
3. Memanfaatkan konsep geometri seperti segitiga sebangun dan trigonometri
sederhana untuk perhitungan taksiran.
4. Menginterpretasikan data dari lingkungan sekitar untuk membuat perkiraan yang
masuk akal.

Jenis-Jenis Menaksir dan Rumusnya:

1. Menaksir Jarak dengan Langkah Perbandingan

Rumus: Jarak = Jumlah Langkah x Panjang Langkah

2. Menaksir Tinggi Objek

Tinggi Tinggi
Rumus: =
Jarak Jarak

3. Menaksir Lebar dengan Teorema Pythagoras

Rumus: AB2 = AC2 + BC2

3
4. Menaksir Ketinggian dengan Bayangan dan Perbandingan

𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝐵𝑒𝑛𝑑𝑎 1 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝐵𝑒𝑛𝑑𝑎 2


Rumus: 𝐵𝑎𝑦𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑛𝑑𝑎 1 = 𝐵𝑎𝑦𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑛𝑑𝑎 2

Pengaplikasian Menaksir dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Menaksir jarak ke sekolah dengan menghitung jumlah langkah dari rumah.


2. Menaksir tinggi pohon di halaman sekolah dengan metode bayangan.
3. Menaksir lebar sungai saat kegiatan kemah untuk menentukan titik penyebrangan
yang aman.
4. Menaksir jumlah siswa dalam satu ruangan dengan memperkirakan kapasitas per
baris kursi.

2.2 Kegiatan Menaksir dalam Persiapan Penjelajahan

Kegiatan menaksir dalam persiapan penjelajahan di Pramuka dapat


menjadi wahana efektif untuk mengintegrasikan konsep matematika, khususnya literasi
dan numerasi, dalam pembelajaran siswa. Melalui penaksiran jarak, tinggi, waktu, dan
kecepatan arus air, siswa dapat menerapkan langsung konsep numerasi seperti rumus
matematika, perbandingan, dan skala. Misalnya, saat menaksir jarak, siswa dapat
menggunakan rumus kecepatan x waktu atau perbandingan langkah, sementara
penaksiran tinggi melibatkan perbandingan segitiga atau metode bayangan.

Lebih dari sekadar perhitungan, kegiatan ini juga memperkuat literasi


siswa melalui pembacaan peta dan kompas, pencatatan hasil penaksiran dalam bentuk
laporan, serta pemahaman instruksi tertulis. Pembelajaran menjadi kontekstual saat
siswa memecahkan masalah matematika dalam situasi nyata, dan semakin menarik
dengan penggunaan permainan seperti perburuan harta karun atau navigasi buta.
Teknologi seperti aplikasi GPS dapat menjadi alat bantu, namun keterampilan menaksir
manual tetap ditekankan.

Integrasi ini dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika


sekaligus mengembangkan keterampilan literasi, motivasi belajar, pemecahan masalah,
adaptasi, dan pengambilan keputusan. Dengan demikian, menaksir bukan hanya
keterampilan praktis, tetapi juga sarana penguatan kemampuan akademis siswa.

4
2.3 Strategi Pembelajaran yang Efektif Menaksir Siswa Sekolah Dasar

Strategi pembelajaran yang paling efektif dan menyenangkan untuk


mengajarkan keterampilan menaksir kepada siswa sekolah dasar, dengan
mempertimbangkan integrasi literasi dan numerasi, adalah melalui pendekatan
pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang menggabungkan
permainan edukatif dan aktivitas eksplorasi alam. Pendekatan ini memungkinkan siswa
untuk belajar secara aktif melalui partisipasi langsung, pengamatan, dan refleksi.

Misalnya, kegiatan "perburuan harta karun" dapat dirancang untuk melatih


keterampilan menaksir jarak dan tinggi, di mana siswa harus membaca peta (literasi),
menghitung langkah (numerasi), dan menggunakan perbandingan segitiga (numerasi)
untuk menemukan petunjuk yang tersembunyi. Selain itu, penggunaan metode proyek,
seperti membangun model miniatur area penjelajahan, dapat meningkatkan
kemampuan literasi siswa dalam membaca dan memahami peta, serta kemampuan
numerasi dalam mengukur dan menghitung skala. Integrasi ini juga dapat diperkuat
dengan penggunaan buku cerita atau komik yang mengandung unsur-unsur
penjelajahan dan matematika, sehingga siswa dapat belajar melalui narasi yang
menarik.

2.4 Kegiatan Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik

Kegiatan kepramukaan umumnya melibatkan aktivitas di luar ruangan yang


mendorong peserta untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dalam hal ini,
peningkatan literasi dan numerasi dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan
berikut:

1. Literasi Praktis dalam Navigasi

a. Pembacaan Peta: Peserta diajarkan cara membaca peta topografi dan peta
jalan, memahami simbol-simbol yang ada, serta menafsirkan informasi yang
disajikan. Hal ini berkontribusi pada pemahaman teks visual dan
peningkatan keterampilan membaca.

b. Penggunaan Kompas: Menggunakan kompas untuk menentukan arah


memerlukan pemahaman mengenai sudut dan arah, yang merupakan elemen
penting dalam literasi matematis.

5
c. Permainan Sandi: Aktivitas seperti mendekode pesan dengan menggunakan
sandi (contohnya, sandi Morse) dapat melatih kemampuan membaca dan
pemahaman konteks bahasa.

2. Numerasi Kontekstual

a. Menghitung Jarak: Dalam kegiatan penjelajahan, peserta sering kali perlu


menghitung jarak yang ditempuh berdasarkan skala peta. Ini melibatkan
pemahaman tentang proporsi dan pengukuran.

b. Estimasi Waktu Perjalanan: Menghitung waktu yang diperlukan untuk


mencapai tujuan berdasarkan kecepatan berjalan membantu peserta
menerapkan konsep waktu dan kecepatan.

c. Pengelolaan Logistik: Menghitung kebutuhan makanan dan air sesuai


dengan jumlah peserta dan durasi perjalanan melatih kemampuan aritmetika
dasar.

2.5 Jenis Permainan yang Efektif dalam Mengembangkan Keterampilan Literasi dan
Numerasi

Permainan-permainan tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga berfungsi


sebagai alat pendidikan yang efektif, membantu siswa dalam mengembangkan
keterampilan literasi dan numerasi dalam konteks yang relevan. Dengan
mengintegrasikan permainan ini ke dalam kegiatan kepramukaan, siswa dapat belajar
secara interaktif, yang pada gilirannya meningkatkan pemahaman mereka terhadap
konsep-konsep matematika dan bahasa dalam situasi yang nyata. Berikut adalah
beberapa permainan yang dapat diterapkan:

1. Tanda Jejak: Peserta menciptakan tanda jejak menggunakan bahan-bahan


alami seperti batu atau ranting untuk menandai arah atau lokasi tertentu.
Keterampilan Literasi yang didapatkan yaitu peserta belajar memberikan
instruksi melalui simbol visual (tanda jejak) dan keterampilan numerasi yaiu
dengan menghitung jarak antara tanda jejak dan memperkirakan waktu yang
diperlukan untuk mencapai lokasi tanda.

6
2. Permainan Sandi: Menggunakan sistem sandi seperti Morse atau kotak untuk
mengirimkan pesan selama kegiatan penjelajahan. Keterampilan Literasi yang
didapat yaitu memahami konteks bahasa simbolik yang terdapat dalam sandi
dan keterampilan numerasi yang didapat yaitu dengan menggunakan angka
dalam sandi untuk menyampaikan informasi (contohnya, kode angka dalam
sandi Morse).

3. Puzzle atau Teka-Teki Silang: Permainan yang berfokus pada literasi dan
numerasi, seperti teka-teki silang atau puzzle, dapat dijadikan tantangan di pos-
pos penjelajahan. Keterampilan Literasi yang didapat peserta meningkatkan
kosa kata dan kemampuan membaca mereka dan keterampilan numerasi dapat
menyelesaikan soal-soal numerik sederhana dalam bentuk teka-teki.

4. Permainan Besar (Wide Game): Merupakan aktivitas eksplorasi di


lingkungan terbuka yang melibatkan pencarian jejak dengan menggunakan
tanda-tanda tertentu. Keterampilan Literasi yang dapat meningkatkan
kemampuan membaca peta, mencatat kondisi di lapangan, serta memahami
instruksi di setiap titik pos dan keterampilan numerasi sehingga dapat
menghitung jarak antara pos, memperkirakan waktu perjalanan berdasarkan
kecepatan berjalan, serta menyelesaikan soal matematika di setiap pos.

2.6 Tantangan dalam Mengintegrasikan Literasi dan Numerasi sebagai Persiapan


Penjelajahan

Integrasi literasi dan numerasi dalam kegiatan pramuka sebagai persiapan untuk
menghadapi berbagai tantangan penjelajahan. Berikut adalah beberapa tantangan utama
yang diidentifikasi berdasarkan informasi dari berbagai sumber:

1. Pemahaman dan Pelatihan Guru yang Terbatas: Banyak guru masih


memiliki pemahaman yang kurang mendalam mengenai cara mengintegrasikan
literasi dan numerasi dalam aktivitas di luar kelas, termasuk dalam pramuka.
Beberapa di antaranya beranggapan bahwa literasi hanya berkaitan dengan
pelajaran bahasa, sedangkan numerasi hanya terkait dengan matematika,
sehingga mereka tidak menyadari relevansi kedua aspek ini dalam mata
pelajaran lain atau kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka.

7
2. Keterbatasan Sumber Daya: Keterbatasan sumber daya, seperti alat bantu
visual (peta, kompas) dan bahan ajar yang mendukung, dapat menghambat
pelaksanaan kegiatan pramuka yang efektif. Tanpa alat yang memadai, siswa
akan kesulitan untuk belajar secara praktis mengenai literasi dan numerasi
dalam konteks penjelajahan.

3. Partisipasi Siswa yang Rendah: Terdapat tantangan dalam meningkatkan


partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk pramuka. Hal ini
mungkin disebabkan oleh kurangnya minat siswa atau ketidakpahaman mereka
mengenai manfaat kegiatan tersebut dalam pengembangan keterampilan literasi
dan numerasi.

4. Keterbatasan Waktu: Kegiatan ekstrakurikuler sering kali bersaing dengan


jadwal pelajaran reguler. Guru mungkin merasa tertekan untuk menyelesaikan
kurikulum akademik, sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk merancang
dan melaksanakan kegiatan pramuka yang mengintegrasikan literasi dan
numerasi.

8
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kegiatan menaksir dalam Pramuka bukan sekadar memperkirakan ukuran,


tetapi juga merupakan sarana efektif untuk mengintegrasikan literasi dan numerasi.
Dalam menaksir jarak, misalnya, siswa menerapkan konsep numerasi melalui
perhitungan kecepatan dan waktu, atau perbandingan langkah. Literasi berperan saat
siswa membaca peta, memahami simbol navigasi, dan mencatat hasil penaksiran dalam
laporan. Aktivitas ini memberikan konteks nyata bagi pembelajaran matematika,
menunjukkan relevansi antara teori di kelas dengan aplikasi praktis di alam terbuka.
Dengan demikian, siswa tidak hanya mengasah keterampilan kepramukaan, tetapi juga
memperkuat pemahaman mereka tentang matematika dan kemampuan berbahasa.

Kegiatan bermain dalam kepramukaan, khususnya yang melibatkan menaksir,


secara signifikan meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik
sebelum penjelajahan. Mereka belajar membaca dan memahami peta, menghitung jarak
dan tinggi, serta memecahkan masalah matematika dalam konteks nyata. Namun,
tantangan tetap ada, seperti keterbatasan sumber daya, perbedaan tingkat pemahaman
siswa, dan kesulitan dalam mengintegrasikan teknologi secara efektif.

3.2 Saran

Meskipun keterampilan menaksir manual tetap penting, teknologi dapat


dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.
Misalnya, aplikasi GPS atau peta digital dapat digunakan untuk memverifikasi hasil
penaksiran siswa dan memberikan umpan balik yang akurat. Namun, penting untuk
diingat bahwa teknologi sebaiknya digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti,
keterampilan dasar menaksir.

9
DAFTAR PUSTAKA

Abdimas . (2024). Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian. Pelaksanaan Kegiatan


Pramuka Berbasis Literasi Numerasi pada Siswa Sekolah Dasar.

Aisyah Fatmawati Pamungkas, dkk. (2023). Peningkatan Literasi dan Numerasi pada
Kurikulum Merdeka Melalui Program Kampus Mengajar bagi Siswa Sekolah Dasar.
Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar.

Cowan, P., & Fortune, J. (2014). Integrating Literacy and Numeracy: A Guide for Teachers.
Pembroke Publisher.

Kemendikbudristek. (2021). Modul Literasi Numerasi di Sekolah Dasar.

Perdana R, dkk. (2021). Literasi Numerasi dalam Pembelajaran Tematik.

SMAN 1 Tenggarong (2025). Pramuka - Wide Game sebagai Metode Penjelajahan Berbasis
Literasi Numerasi. (n.d.).

Tisngati, U., Setyawan, S.R.P., Cendy, M.L., & Hisaidah, I. (2024). Pelaksanaan dan Dampak
Kegiatan Pramuka Berbasis Literasi dan Numerasi pada Siswa Sekolah Dasar.
Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Abdimas.

Youtube. (2024). Serunya Mencari Tanda Jejak dalam Kegiatan Pramuka.

10

Anda mungkin juga menyukai