Korelasi Kalimat Efektif dan Menulis Narasi
Korelasi Kalimat Efektif dan Menulis Narasi
PROPOSAL SKRIPSI
SOLIKIN
NPM 12410215
PROPOSAL SKRIPSI
SOLIKIN
NPM 12410215
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan dalam penelitian yaitu
“Apakah terdapat korelasi antara penguasaan kalimat efektif dengan keterampilan
menulis paragraf narasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Rowosari Kendal
Tahun ajaran 2015/2016?”
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah manfaat teoretis dan
manfaat praktis.
1. Manfaat Teoretis
Secara teoretis penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi
pengembangan penelitian khususnya penelitian dalam bidang menulis
Paragraf narasi. Diharapkan dengan penelitian ini dapat menambah variasi
metode pembelajaran khususnya dalam hal menulis paragraf narasi.
Dengan demikian guru dapat memilih metode pembelajaran yang tepat
dalam hal menulis paragraf narasi sehingga pembelajaran akan
menyenangkan bagi siswa.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
Penelitian ini bermanfaat untuk mencapai indikator kompetensi
menulis, untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam menghasilkan
tulisan yang baik.
b. Bagi Guru
Manfaat dari penelitian ini adalah memperkaya khasanah tentang
model mengajar keterampilan menulis, dalam upaya memperbaiki
penggunaan model yang mengembangkan kreatifitasnya sehingga
siswa tidak merasa bosan terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia.
c. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan
perbandingan atau acuan untuk mengadakan penelitian selanjutnya
yang sejenis dalam ruang lingkup yang lebih luas.
E. Penegasan Istilah
2. Landasan Teori
a. Pengertian menulis
b. Tujuan Menulis
Tujuan menulis mencakup beberapa hal. Tarigan (2008:24)
mengatakan setiap jenis tulisan mengandung beberapa tujuan, tetapi
karena itu sangat beraneka ragam maka bagi penulis yang belum
pengalaman ada baiknya memperhatikan kategori berikut ini:
1. Memberitahukan atau mengajarkan
2. Menghibur atau menyenangkan
3. Meyakinkan atau mendesak
4. Menguraikan atau mengekspresikan perasaan dan emosi yang
dirasakan.
Adapun Tujuan penulisan suatu tulisan, maka merangkumnya
sebagai berikut (Tarigan, 2008:24-25).
1. Tujuan penugasan: penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan
sama sekali. Menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauan
sendiri.
2. Tujuan pernyataan diri: tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau
menyatakan dirinya sang penulis kepada pembaca.
3. Tujuan kreatif: tujuan ini erat sekali kaitannya dengan tujuan
pernyataan diri. Tetapi keinginan kreatif di sini melebihi penyataan
diri dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma
artistik, atau seni yang ideal, seni idaman. Tulisan yang bertujuan
mencapai nilai-nilai artistik, nilai-nilai kesenian.
Tujuan pemecahan masalah: dalam tulisan ini penulis ingin
memecahkan masalah yang dihadapi para siswa terutama dalam hal
menulis. Penulis ingin mengasah bakat, mengungkapkan gagasan-gagasan,
mampu menceritakan kondisi di lingkungan sekitar, mengambarkan,
memberikan informasi,menghibur, kemudian dapat dimengerti oleh
pembaca.
c. Manfaat Menulis
Kegiatan menulis pastilah memiliki manfaat. Menurut Dalman
(2014:6) memiliki banyak manfaat yang dapat dipetik dalam kehidupan
ini, diantaranya adalah:
1. Peningkatan kecerdasan,
2. Pengembangan daya inisiatif dan kreativitas,
3. Penumbuhan keberanian, dan
4. Pendorongaan kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi.
Dari pernyataan tersebut, dapat disimpulkan manfaat dari menulis
adalah sebagai bahwa menulis mampu mengasah kemampuan dalam
menuangkan hasil pikiran/gagasan yang dimiliki, melatih kreatifitas dan
daya berfikir, merangkang perasaan terhadap lingkungan sehitar sehingga
menulis mampu mengumpulkan informasi dan memberikan informasi
kepada pembaca.
d. Unsur-unsur Menulis
The (dalam Nurudin, 2010:5) mengatakan bahwa unsur menulis
setidaknya terdiri dari gagasan, tuturan (narasi, deskripsi, eksposisi,
argumentasi, persuasi), tatanan, dan wahana.
1. Gagasan
Gagasan dapat berupa pendapat, pengalaman, atau pengetahuan
yang ada dalam pikiran seseorang. Setiap orang pasti mempunyai
gagasan, apapun bentuk gagasan itu. Gagasan seseorang akan sangat
tergantung pada pengalaman masa lalu, pengetahuan yang
dimilikinya, latar belakang hidupnya, kecenderungan personal dan
tujuan apa gagasan itu ingin dikemukakan.
2. Tuturan
Tuturan yang dimaksud di sini adalah pengungkapan gagasan
sehingga dapat dipahami oleh pembaca. Ada beberapa macam tuturan
antara lain:
a) Narasi (penceritaan)
b) Deskripsi (pelukisan)
c) Eksposisi (pengungkapan berdasarkan fakta secara teratur, logis
dan terpadu)
d) Argumentasi (meyakinkan)
e) Persuasif (pembujuk)
3. Tatanan
Tatanan yang dimaksud disini adalah tertib pengaturan dan
penyusunan gagasan dengan mengindahkan berbagai asas, aturan, dan
teknik sampai merencanakan rangka dan langkah. Maka dari itu
menulis tidak sekedar menulis, tetapi menulis dengan disertai sebuah
“aturan” menulis.
4. Wahana
Wahana juga sering disebut dengan alat. Wahana dalam menulis
berarti sarana pengantar gagasan berupa bahasa tulis yang terutama
menyangkut kosakata, gramatikal, dan retorika (seni memakai
bahasa). Bagi penulis pemula, wahana sering menjadi masalah yang
krusial. Tetapi, disertai niat yang menggelora dengan belajar terus
menerus, wahana lambat laun akan bisa dilalui dengan mudah.
f. Pengertian Kalimat
Kalimat adalah satuan gramatikal yang dibatasi oleh adanya jeda
panjang yang disertai nada akhir turun atau naik (Ramlan, 2001:23).
Kalimat merupakan suatu bentuk bahasa yang mencoba menyusun
dan menuangkan gagasan-gagasan seseorang secara terbuka untuk
dikomunikasikan kepada orang lain (Keraf,2004:38)
Adapun menurut Kurniasari (2014:99) kalimat adalah kumpulan
kata yang mengandung pengertian dan menyatakan pikiran yang lengkap.
Dari berbagai pengertian di atas dapat disimpulkan kalimat adalah
rangkaian kata yang memiliki makna guna menuangkan gagasan kepada
orang lain yang diakhiri dengan intonasi vital.
g. Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki potensi untuk
menyampaikan pesan, ide, gagasan atau informasi secara utuh, jelas dan
tepat sehingga pendengar atau pembaca dapat memahami maksud yang
diungkapkan oleh pembicara atau penulis (Dalman,2012:62)
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat menyampaikan pesan
(informasi) secara singkat, lengkap, dan mudah di terima oleh pendengar
(Wiyanto, 2004:48)
Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi syarat-syarat
berikut:
1. Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau
penulis.
2. Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran
pendengar atau pembicara seperti yang dipikirkan oleh pembicara
atau penulis (Keraf, 2004:40).
Dari berbagai penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kalimat
efektif adalah kalimat yang singkat,padat, jelas, mewakili gagasan,
perasaan sehingga pembaca mampu memahami apa yang dipikirkan
penulis.
Ada dua syarat yang harus dipenuhi untuk menyusun kalimat efektif.
Syarat awal dan syarat utama (Putrayasa, 2007:2). Syarat awal meliputi dua
hal, yaitu pemilihan kata (diksi) dan penguunaan pedoman ejaan. Pemilihan
kata meliputi 1) kata-kata yang memenuhi isoformisme, 2) kata-kata yang
bersinonim dan berhomofon, 3) kata-kata yang bermakna denotasi dan
konotasi, 4) kata umum dan kata khusus, dan 5) makna kata dalam kalimat.
Sedangkan penggunaan pedoman ejaan meliputi, 1) penulisan huruf, 2)
penulisan kata, dan 3) tanda baca.
Syarat utama kalimat efektif mencakup dua hal, yaitu struktur kalimat
efektif dan ciri kalimat efektif . struktur kalimat efektif meliputi 1) Struktur
kalimat umum 2) Struktur kalimat paralel, dan 3) Struktur kalimat periodik.
Sedangkan ciri kalimat efektif meliputi, 1) kesatuan, 2) kehematan,3)
penekanan, dan 4) kevariasian (Putrayasa,2007:3).
.
i. Paragraf
Paragraf merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan. oleh
karena itu, kalimat-kalimat yang ada di dalam satu paragraf harus kalimat
yang padu atau mempunyai keterkaitan satu sama lain (Kurniasari,
2014:137).
Paragraf merupakan seperangkat kalimat yang tersusun logis
sistematis yang mengandung satu alur pikiran yang relevan dan
mendukung pikiran pokok yang tersirat dalam karangan. (Dalman,
2012:78)
Paragraf adalah seperangkat kalimat tersusun logis-sistematis yang
merupakan satu kesatuan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung
pikiran pokok yang tersirat dalam keseluruhan karangan (Tarigan, 2008:5)
Tulisan-tulisan itu terbagi dalam kelompok-kelompok kalimat. Tiap
kelompok kalimat itu ditandai dengan baris baru yang ditulis agak
menjorok ke dalam sekitar empat atau lima karakter. Bila diamati, ternyata
kalimat-kalimat yang tergabung dalam sebuah kelompok itu saling
berhubungan dan bersama-sama menjelaskan satu unit buah pikiran yang
sejalan dengan buah pikiraan seluruh tulisan. Kelompok kalimat seperti itu
dinamankan paragraf (Wiyanto, 2004:13).
Sejalan dengan pendapat di atas maka dapat disimpulkan paragraf
merupakan gabungan dari beberapa kalimat yang tersusun secara
sistematis, mendukung satu sama lain yang kemudian menjelaskan satu
buah pikiran yang sejalan dengan keseluruhan tulisan.
j. Fungsi Paragraf
Menurut Tarigan dalam bukunya Dalman (2012:80) fungsi paragraf
dapat disimpulkan menjadi,
1. Sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide pokok
keseluruhan karangan:
2. Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok pengarang:
3. Alat sebagai pengarang untuk mengembangkan jalan pikiran secara
sistematis:
4. Pedoman bagi pembaca untuk mengikuti dan memahami alur
pikiran pengarang:
5. Sebagai penyampai pikiran atau ide pokok pengarang kepada
pembaca:
6. Sebagai penanda bahwa pikiran baru dimulai: dan
7. Dalam rangka keseluruhan karangan, paragraf dapat berfungsi
sebagai pengantar, transisi, dan penutup (konklusi).
k. Narasi
Dunia ini dipenuhi kisah, cerita, tentang kehidupan manusia. Kadang
cerita itu berdasarkan fakta, kadang berdasarkan imajinasi. Ini disebut
narasi (Prasetyo, 2009:15)
Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan
dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca suatu peristiwa yang telah terjadi
(Keraf, 2003:136).
Sejalan dengan pendapat di atas Mafrukhi, dkk (2007:73) narasi
adalah cerita. Cerita ini didasarkan atas urutan kejadian atau peristiwa.
Narasi adalah cerita. Cerita ini berdasarkan pada urutan-urutan suatu
atau (serangkaian) kejadian atau peristiwa. Dalam kejadian itu ada tokoh
atau (beberapa tokoh), dan tokoh ini mengalami atau menghadapi suatu
atau (serangkaian) konflik atau tikaian. (Dalman, 2014:105)
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan, narasi adalah
cerita tentang suatu peristiwa untuk mengambarkan sejelas-jelasnya
kepada pembaca bisa berdasarkan fakta atau imajinasi.
l. Jenis-jenis narasi
1. Narasi Ekspositoris (Narasi Faktual)
Narasi ekspositoris adalah narasi yang memiliki sasaran
penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan
tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.
2. Narasi sugestif (Narasi Artistik)
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu
maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada
para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat
(Dalman, 2014: 111-113).
Keraf (2003:138-139) lebih memperinci dalam membedakan
narasi ekspositoris dan narasi sugestif. Perbedaan yang terpenting adalah:
Narasi Ekspositoris Narasi sugestif
1. Memperluas pengetahuan. 1. Menyampaikan suatu makna
atau suatu amanat yang
tersirat.
2. Menyampaikan informasi 2. Menimbulkan daya khayal.
mengenai suatu kejadian.
n. Prinsip-prinsip Narasi
Menurut Suparno dan Yunus dalam bukunya Dalman(2014: 107),
bahwa dalam menulis karangan narasi perlu memperhatikan prinsip-prisip
tersebut, yaitu:
1. Alur( plot), merupakan rangkaian pola tindak-tanduk yang
berusaha memecahkan konflik yang terdapat dalam narasi.
2. Penokohan, salah satu ciri khas narasi ialah mengisahkan tokoh
cerita bergerak dalam suatu rangkaian peristiwa dan kejadian.
3. Latar, ialah tempat dan /atau waktu terjadinya perbuatan tokoh atau
peristiwa yang dialami tokoh.
4. Titik pandang, sebelum mengarang narasi sudut pandang yang
paling efektif untuk cerita kita harus tentukan terlebih dahulu.
3. Kerangka Berpikir
Seseorang yang ingin menulis pastilah harus memiliki kemampuan
dalam memahami kalimat efektif. tidak hanya memahami saja melainkan
dapat menguasai kalimat efektif. Penguasaan kalimat efektif merupakan
salah satu faktor penunjang di dalam menulis paragraf narasi, karena
semakin tinggi penguasaan kalimat efektif maka tulisan yang dihasilkan
dapat dipahami oleh pembaca dan tujuan dari menulis dapat tersampaikan
dengan jelas. Adapun ketika siswa mampu menguasai kalimat efektif
dengan baik maka tulisan yang dihasilkan akan lebih baik, kemudian mudah
dipahami oleh pembaca. Kemampuan penguasaan kalimat efektif akan
membuat siswa mampu membedakan antara kalimat yang tidak efektif dan
kalimat efektif .
Adapun penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah
penguasaan kalimat efektif dilambangkan dengan X dan variabel terikatnya
adalah keterampilan menulis paragraf narasi yang dilambangkan dengan Y.
Penelitian ini merupakan penelitian korelasi untuk mencari hubungan antara
variabel X dan Y. Adapun skema kerangka berpikir antara lain:
G. Metode penelitian
1. Pendekatan Penelitian
2. Variabel Penelitian
1. Tes
Tes yang terdapat dalam penelitian ini ada dua, yaitu tes penguasaan kalimat
efektif (variabel X) dan tes keterampilan menulis paragraf narasi (variabel Y)
yang terurai sebagai berikut:
2) Definisi Operasional
Definisi operasional dari penguasaan kalimat efektif yaitu nilai
atau skor yang diperoleh siswa melalui tes bentuk objektif pilihan
ganda empat puluh soal dan uraian 3 soal. Penguasaan kalimat efektif
disajikan dalam bentuk pilihan ganda, waktu yang digunakan dalam
pengerjaan yaitu 90 menit.
a. Konseptual
Keterampilan menulis narasi adalah menuangkan cerita dari
hasil pikiran, pengalaman dan perasaan dalam bentuk tulisan. Aspek
penilaian dalam keterampilan menulis narasi meliputi: 1) ciri-ciri
paragraf narasi 1) ciri-ciri paragraf narasi 2) struktur narasi narasi 3)
Ada penanda koherensi untuk menghubungkan kalimat dalam
paragraf narasi.
b. Operasional
Definisi operasional dari keterampilan menulis paragraf
narasi adalah nilai atau skor yang diperoleh siswa melalui tes
menulis paragraf narasi, jika narasi yang di tulis siswa saat sesuai
dengan Aspek penilaian dalam keterampilan menulis narasi akan
memperoleh nilai atau skor maksimal 100. Aspek penilaian dalam
keterampilan menulis narasi meliputi: 1) ciri-ciri paragraf narasi 2)
struktur narasi narasi 3) Ada penanda koherensi untuk
menghubungkan kalimat dalam paragraf narasi.
2. Non tes
a. Observasi
Menurut Sutrisno Hadi (dalam Sugiyono, 2009:145) observasi
merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari
berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang penting adalah
proses pengamatan dan ingatan. Observasi dilakukan terhadap proses
pembelajaran yang dilakukan guru mengenai penguasaan kalimat efektif
dan paragraf narasi.
b. Wawancara
Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini wawancara tidak
terstruktur. Wawancara digunakan untuk mengetahui sejauh mana
pembelajaran kalimat efektif dan paragraf narasi. Terutama kalimat
efektif. Wawancara ini ditujukan kepada siswa.
N . ∑ xy −( ∑ x ) (∑ y)
rxy=
√¿ ¿ ¿
Keterangan:
N : jumlah subjek
∑X : jumlah skor item
∑y : jumlah skor total
∑Xy : jumlah perkalian antara skor item dengan skor total
2
∑x : jumlah skor item kuadrat
2
∑y : jumlah skor total kuadrat
rxy : koefesien korelasi antara X dan Y
(Arikunto, 2013: 170).
Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:
a. pada taraf nyata α 0,05 jika r hitung lebih besar (>) dari r tabel, instrumen
dinyatakan valid.
b. pada taraf nyata α 0,05 jika r hitung lebih kecil (<) dari r tabel, instrumen
dinyatakan tidak valid.
( )( )
σ 2
k ∑ b
r11 = 1− 2
( k −1 ) σ❑ t
Keterangan:
r11 : reliabilitas instrumen
K : banyaknya butir soal
σ 2
∑ b : jumlah varians butir
2
σ❑ t : variasi total
(Arikunto, 2013:239).
Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:
a) pada taraf nyata α 0,05 jika r hitung lebih besar (>) dari r tabel, isntrumen
dinyatakan reliabel.
b) pada taraf nyata α 0,05 jika r hitung lebih kecil (<) dari r tabel, isntrumen
dinyatakan tidak reliabel.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk membandingkan hasil tes penguasaan
kalimat efektif dengan keterampilan menulis paragraf narasi pada siswa kelas X
SMA Negeri 1 Rowosari Kendal Tahun ajaran 2015/2016. Uji normalitas ini
menggunakan langkah-langkah uji homogenitas (Sudjana, 2005: 468), sebagai
berikut:
1) Menentukan hipotesis
Ho: o21= o22 (varian homogen)
Ha: 021≠ o22 (varian tidak homogen)
2) Menentukan α
3) Menentukan kriteria penerimaan Ho.
4) H0 diterima jika F hitung < F1/2 α( n1-1, n2-1).
5) Menghitung F.
Varianterbesar
F =
Varian terkecil
6) Menentukan simpulan
c. Uji Hipotesis
Teknik analisis data yang digunakan dalam uji hipotesis ini adalah hipotesis
assosiatif dengan teknik korelasi untuk menentukan tingkat hubungan antara dua
variabel. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil tes yang dikerjakan
oleh responden yang berupa nilai tes penguasaan kalimat efektif dengan
keterampilan menulis paragraf narasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Rowosari
Kendal Tahun ajaran 2015/2016. Hal ini dikarenakan data tersebut berupa data
interval maka penulis menggunakan rumus product moment untuk menghitung
korelasi kedua hasil nilai tes tersebut yaitu:
N ∑ XY −( ∑ X ) (∑ Y )
rxy =
√{ N ∑ X −( ∑ X ¿ }{ N ∑ Y −¿ ¿
2 2 2
Keterangan:
rxy : koefisien variabel x dan y
N : banyaknya individu
Xy : jumlah perkalian antara skor x dan y
X : jumlah skor X
Y : jumlah skor Y
(Sudjana, 2005: 369).
Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat
ukur yang baik. alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen
penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur
fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik fenomena ini disebut
variabel penelitian (Sugiyono, 2012:148)
Dalam penelitian kuantitatif, kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan
validitasdan reabilitas instrumen dak kualitas pengumpulan data berkenaaan
kepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu
instrumen yang telah teruji validitas dan reabilitasnya, belum tentu dapat
menghasilkan data yang valid dan reliable, apabila instrumen tersebut tidak secara
tepat dalam pengumpulan datanya. Instrumen dalam penelitian kuantitatif dapat
berupa tes, pedoman wawancara, pedoman observasi, dan kuesioner (Sugiyono,
2012:222)
Instrumen dalam penelitian ini tes dan non tes . Bentuk tes yang digunakan
dalam penelitian ini adalah 1) pilihan ganda penguasaan kalimat efektif, 2) uraian
penguasaan kalimat efektif, dan 3) menulis paragraf narasi. Sedangkan instrumen
nontes dalam penelitian ini adalah 1) observasi dan 2) wawancara.
1) Tes
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes.
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan
untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau
bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto, 2010:193). Teknis
tes ini digunakan untuk mendapat data penguasaan kalimat efektif dan
ketrampilan menulis paragraf narasi.
Mengaplikasi kan(C3)
Kriteria Jumlah
Mengevaluasi(C5)
Menganalisis(C4)
Memahami (C2)
Mencipta(C6)
Syarat awal
1. Pemilihan kata (diksi) 5 7
Indikator: 14
a. Kata-kata yang bersinonim dan 33 18
berhomofon 25
b. Kata-kata yang bermakna 30
denotasi dan konotasi 35
c. Pemakaian kata umum dan kata
khusus.
d. Pemakaian kata-kata atau istilah
asing
e. Pemakaian kata abstrak dan
konkrit
2. Penggunaan pendoman ejaan 1 7 5
Indikator: 13
a. Penulisan huruf, 19
b. Penulisan kata dan 34
c. Penggunaan tanda baca.
Syarat Utama
Struktur kalimat efektif 3
Tingkat Kognitif dan Nomor
Soal
Mengevaluasi(C5)
Menganalisis(C4)
Kriteria Jumlah
Memahami (C2)
Mencipta(C6)
Mengaplikasi
1. Struktur kalimat umum 6 3 16 3
Indikator:
a. Adanya unsur wajib (S dan P)
b. Adanya unsur tak wajib/mana
suka yaitu kata kerja:harus,
boleh, keterangan aspek: sudah,
akan, dan sebagainya.
2. Kehematan 21 10, 37 5
Tingkat Kognitif dan Nomor
Soal
Mengevaluasi(C5)
Menganalisis(C4)
Memahami (C2)
Kriteria Jumlah
Mencipta(C6)
Mengaplikasi
Indikator: 24 26
a. Mengulang subjek kalimat
b. Hiponimi hindarkan
3. Penekanan 31 36 9 32 5
Indikator: 22
Pementingan atau pemusatan
perhatian pada salah satu unsur atau
bagian kalimat
4. Kevariasian 2, 11 28 17 6
Indikator: 23
Pola dan bentuk kalimat yang 29
bervariasi
Sumber: Putrayasa (2007:08-64)
Unutuk mengetahui bobot setiap soal, maka dibutuhkan rubrik penilaian.
Peneliti menggunakan penilaian pilihan ganda dengan skor 1 jika benar dan skor 0
jika salah. Untuk lebih jelasnya ditengkan dalam tabel 4 sebagai berikut:
Tabel 4 Rublik penilaian pilihan ganda tes teori penguasaan kalimat efektif
No Penilaian
Kriteria soal Benar Salah Jumlah
=1 =0
Syarat awal
1. Pemilihan kata (diksi) 4,14,1 5 0 5
Indikator: 8,25,3
a. Kata-kata yang bersinonim dan 0,35
berhomofon
b. Kata-kata yang bermakna denotasi dan
konotasi
c. Pemakaian kata umum dan kata khusus.
d. Pemakaian kata-kata atau istilah asing
e. Pemakaian kata abstrak dan konkrit
2. Penggunaan pendoman ejaan 1,7,13 5 0 5
Indikator: ,19,34
a. Penulisan huruf,
b. Penulisan kata dan
c. Penggunaan tanda baca.
Syarat utama
Struktur kalimat efektif
4. Kevariasian 2,11, ³ 0 4
Indikator: 17,23,
Pola dan bentuk kalimat yang bervariasi 28,29
Jumlah 40 40
Keterangan :
Nilai = jumlah benar
4
Keterangan
Nilai akhir= jumlah skor -6
4
Tes uraian penguasan kaliamat efektif juga disertai dengan kisi-kisi guna
menjelaskan tingkat kognitif soal. Adapun penjelasanya sebagai berikut:
Tabel 6 Kisi-kisi Penilaian Praktik Tes Penguasaan Kalimat Efektif
Tingkat Kognitif dan Nomor
Soal
Mengaplikasikan(C3)
Kriteria Jumlah
Mengevaluasi(C5)
Menganalisis(C4)
Memahami (C2)
Mencipta(C6)
Syarat awal
1. Pemilihan kata (diksi) 1 4
Indikator:
a. Kata-kata yang bersinonim dan
berhomofon
b. Kata-kata yang bermakna
denotasi dan konotasi
c. Pemakaian kata umum dan
kata khusus
d. Pemakaian kata-kata atau
istilah asing
e. Pemakaian kata abstrak dan
konkrit
2. Penggunaan pendoman ejaan 1 4
Indikator:
a. Penulisan huruf,
b. Penulisan kata dan
c. Penggunaan tanda baca.
Syarat utama
Struktur kalimat efektif
Tingkat Kognitif dan Nomor
Soal
Mengevaluasi(C5)
Mengaplikasikan(
Menganalisis(C4)
Memahami (C2)
Kriteria Jumlah
Mencipta(C6)
1. Struktur kalimat umum 2 4
Indikator:
a. Adanya unsur wajib (S dan P)
b. Adanya unsur tak wajib/mana
suka yaitu kata kerja:harus,
boleh, keterangan aspek:
sudah, akan, dan sebagainya.
2. Struktur kalimat paralel 3 4
Indikator:
Terdapat kesejajaran, bentuk, atau
makna atau dalam perincian kalimat.
2. Kehematan 6 4
Indikator:
Tingkat Kognitif dan Nomor
Soal
Mengevaluasi(C5)
Mengaplikasikan(
Menganalisis(C4)
Memahami (C2)
Kriteria Jumlah
Mencipta(C6)
a. Mengulang subjek kalimat
b. Hiponimi hindarkan
3. Penekanan 6 4
Indikator:
Pementingan atau pemusatan
perhatian pada salah satu unsur atau
bagian kalimat
4. Kevariasian 5 4
Indikator:
Pola dan bentuk kalimat yang
bervariasi
Sumber: Putrayasa (2007:08-64)
Dalam pengambilan data tidak akan terlepas dari rubrik penilaian. Dengan
adanya rubrik penilan peneliti akan mudah mengukur penilaian. Dalam tes uraian
penguasaan kalimat efektif peneliti mengunakan skor 1-4. Adapun lebih jelasnya
dijelaskan dalam tabel 7 sebagai berikut:
Syarat awal
3. Pemilihan kata (diksi) Terdapat 1 atau 2 atau 3 4
Indikator: atau 1 - 5 dari indikator
a. Kata-kata yang bersinonim dan a,b,c,d,dan e yang sesuai
berhomofon dan benar.
b. Kata-kata yang bermakna denotasi dan
Terdapat kesalahan 3-4 dari 3
konotasi
1 atau 2 atau 3 atau 1 - 5dari
c. Pemakaian kata umum dan kata khusus.
indikator a,b,c,d,dan e yang
d. Pemakaian kata-kata atau istilah asing
sesuai dan benar.
e. Pemakaian kata abstrak dan konkrit
Terdapat kesalahan 5-8 dari 2
1 atau 2 atau 3 atau 1 - 5
dari indikator a,b,c,d,dan e
yang sesuai dan benar.
Terdapat kesalahan lebih 1
dari 8 dari 1 atau 2 atau 3
atau 1 - 5 dari indikator
a,b,c,d,dan e yang sesuai
dan benar.
2, Penggunaan pedoman ejaan Sudah sesuai dengan 4
Indikator: Penggunaan pedoman ejaan
a. Penulisan huruf, dari indikator.
b. Penulisan kata dan terdapat kesalahan masing- 3
c. Penggunaan tanda baca. masing 2-5 dari penulisan
huruf, penulisan kata dan
pengunaan tanda baca.
terdapat kesalahan masing- 2
masing 6-7 dari penulisan
huruf, penulisan kata dan
pengunaan tanda baca.
terdapat kesalahan lebih dari 1
Kriteria Deskripsi penilaian skor
Pementingan atau
pemusatan perhatian pada
salah satu unsur atau bagian
kalimat
Kurang adanya 5-7 dari 2
Pementingan atau
pemusatan perhatian pada
salah satu unsur atau bagian
kalimat
Kurang adanya lebih dari 7 1
dari Pementingan atau
pemusatan perhatian pada
salah satu unsur atau bagian
kalimat
4. Kevariasian Adanya pola dan bentuk 4
Indikator: kalimat yang bervariasi dan
Pola dan bentuk kalimat yang bervariasi. semuanya benar.
Misalnyapola S-P-O menjadi P-O-S Kurang adanya 2-4 dari pola 3
dan bentuk kalimat yang
bervariasi
Kurang adanya 5-7 dari 2
pola dan bentuk kalimat
yang bervariasi
Kurang adanya lebih dari 7 1
dari pola dan bentuk
kalimat yang bervariasi
Jumah 36
2 Struktur narasi
Adanya komponen perbuatan, Terdapat semua struktur 4
penokohan, latar, sudut pandang narasi dan semuanya benar
dan alur (plot) Tidak terdapat 1-2 struktur 3
narasi
Tidak terdapat 3-4 struktur 2
narasi
Tidak terdapat 5-6 struktur 1
narasi
3 Ada penanda koherensi
No Aspek penilaian Deskripsi Skor
a. Ada penanda koherensi untuk Terdapat penanda koherensi 4
menghubungkan kalimat Lebih dari
dalam paragraf narasi
Antara lain:
a) Pertama, kedua, ketiga
dan seterusnya
b) Semula;
c) Saat itu, waktu itu; Terdapat penanda koherensi 3
d) Pertama kali, awal mula; 2-3
e) Kemudian; Terdapat 1 penanda 2
f) Setelah itu; koherensi
g) Akhirnya;
Tidak terdapat penanda 1
h) Selajutnya
koherensi
Jumlah 12
Keterangan:
Nilai= (perolehan skor) x 100
(skor maksimal)
Kajian tes digunakan untuk mengetahui keberasilan siswa. Peneliti
mengelompokan menjadi empat kategori yaitu:
Lampiran 3.
1. Tes ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik kemampuan Anda dalam
menguasai kalimat efektif bahasa Indonesia.
2. Jumlah butir soal tes ini ada 40, Anda dianjurkan untuk mengerjakan semua butir
soal.
3. Tulis jawaban Anda pada lembar jawab yang telah disediakan dengan cara memberi
tanda silang (X) pada huruf A, B, C,D atau E sesuai dengan pilihan Anda, dan
jangan menulisi atau membuat corat-coret pada lembar soal!
4. Jika Anda telah selesai mengerjakan, serahkan lembar soal dan lembar jawaban pada
pengawas.
5. Setiap butir soal yang anda jawab dengan benar akan diberi nilai atau skor 1
sehingga skor tertinggi ada 40.
6. Waktu yang disediakan bagi Anda untuk mengerjakan tes ini ada 60 menit.
35. Perhatikan kalimat di bawah ini! Kalimat yang pemilihan katanya sesuai
adalah...
a. Bu guru sedang mengawasi ulangan harian di kelas.
b. Tono terburu-buru mengubah no perdana, karena takut ketahuan pacarnya.
c. Saya bukan gendut melainkan sedikit besar saja.
d. Pohon di tepi jalan itu jatuh karena hujan deras.
e. Arman bukan pencinta mamalia melainkan pencinta reptil.
36. Cermati bacaan di bawah ini!
Kunci kelas ada di hasan.
Kalimat di atas kurang efektif, yang benar adalah....
a. Kunci kelas ada di Hasan.
b. Kunci kelas ada pada hasan.
c. Kunci kelas ada pada Hasan.
d. kunci kelas ada pada hasan.
e. Kunci kelas ada di hasan
37. Kalimat di bawah ini yang efektif terdapat pada....
a. Hari selasa, Anton akan berlibur.
b. Pukul 04.00 WIB Bambang sudah bangun dan ia langsung mandi.
c. Presiden Joko Widodo menghadiri Rapin ABRI Senin lalu.
d. Bulan Maret lalu, Siska membeli buah, kemudian ia lupa pesaan bapak.
e. Saya percayaka kamu akan datang hari senin depan.
38. Dari paragraf di atas, kalimat pertama kurang sesuai. Kata yang bercetak
miring yang benar adalah….
a. Pembelian, membuat, dan mengatur
b. Membeli, membuat, dan mengatur
c. Dibeli, dibuat, dan mengatur
d. Pembelian, pembuatan, dan pengatur
e. Dibeli, pembuatan, dan pengaturan.
39. Kata Memetiki pada kalimat ketiga kurang tepat. Kata yang lebih tepat
adalah….
a. Dipetiki
b. Petikan
c. Memetik
d. Petik
e. mengambil
40. Kalimat terahir pada paragraf di atas memiliki struktur….
a. S-P-O-K
b. O-K-P-S
c. O-K-S-P
d. P-S-K-O
e. O-P-S-K
KUNCI JAWABAN
TES PENGUASAAN KALIMAT EFEKTIF
Lampiran 4.
Lampiran 5.