0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan67 halaman

Korelasi Kalimat Efektif dan Menulis Narasi

Dokumen ini adalah proposal skripsi yang membahas korelasi antara penguasaan kalimat efektif dan keterampilan menulis paragraf narasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Rowosari Kendal tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kedua variabel tersebut dan diharapkan dapat memberikan manfaat teoretis dan praktis bagi siswa, guru, dan peneliti. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya kalimat efektif dalam meningkatkan kualitas tulisan siswa.

Diunggah oleh

Dianatul Ulya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan67 halaman

Korelasi Kalimat Efektif dan Menulis Narasi

Dokumen ini adalah proposal skripsi yang membahas korelasi antara penguasaan kalimat efektif dan keterampilan menulis paragraf narasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Rowosari Kendal tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kedua variabel tersebut dan diharapkan dapat memberikan manfaat teoretis dan praktis bagi siswa, guru, dan peneliti. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya kalimat efektif dalam meningkatkan kualitas tulisan siswa.

Diunggah oleh

Dianatul Ulya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KORELASI ANTARA PENGUASAAN KALIMAT EFEKTIF DENGAN

KETRAMPILAN MENULIS PARAGRAF NARASI PADA SISWA


KELAS X SMA NEGERI 1 ROWOSARI KENDAL TAHUN AJARAN
2015/2016

PROPOSAL SKRIPSI

SOLIKIN

NPM 12410215

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
2016
KORELASI ANTARA PENGUASAAN KALIMAT EFEKTIF DENGAN
KETRAMPILAN MENULIS PARAGRAF NARASI PADA SISWA
KELAS X SMA NEGERI 1 ROWOSARI KENDAL TAHUN AJARAN
2015/2016

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni


Universitas PGRI Semarang untuk Penulisan Skripsi

SOLIKIN

NPM 12410215

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
2016
KORELASI ANTARA PENGUASAAN KALIMAT EFEKTIF DENGAN
KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF NARASI PADA SISWA
KELAS X SMA NEGERI 1 ROWOSARI KENDAL TAHUN AJARAN
2015/2016

A. Latar Belakang

Pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya bertujuan untuk


meningkatkan kemampuan siswa untuk mampu berkomunikasi dalam berbahasa
indonesia yang benar, baik dalam bahasa tulisan maupun lisan, bahkan mampu
menumbukan apresiasi terhadap karya sastra. Pembelajaran Kurikulum satuan
tingkat pendidikan (KTSP) tidak akan terlepas dari keterampilan berbahasa yaitu
menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat komponen saling
berhubungan (Tarigan, 2008:1).Salah satu dari keempat keterampilan tersebut
adalah keterampilan menulis yang merupakan keterampilan terahir. Menyimak
merupakan keterampilan yang pertama, kemudian kemampuan berbicara,
kemampuan membaca, setelah itu manusia menguasai ketiga kemampuan
tersebut, baru dapat menulis.
Menulis suatu kegiatan yang produktif dan proaktif. Keterampilan menulis
membutuhkan wawasan yang luas di mana harus melewati ketiga keterampilan
berbahasa yaitu menyimak, berbicara dan membaca. Dilihat dari tujuan tulis-
menulis atau karang mengarang adalah untuk mengungkapkan fakta-fakta,
perasaan, sikap dan isi pikiran secara jelas dan efektif, kepada para pembaca
Sebab itu, ada beberapa persoalan yang harus diperhatikan untuk mencapai
penulisan yang efektif, misalnya siswa dalam menulis harus mempunyai objek
yang ingin dibicarakan, setelah mendapatkan objek maka harus memikirkan dan
merenungkan gagasan atau idenya secara jelas dan terperinci. Selain itu, siswa
harus menuangkan dalam bentuk-bentuk kalimat, yaitu dalam bentuk kalimat
yang baik sehingga pembaca memahami tujuan dari tulisan yang dibaca dengan
jelas (Keraf, 2004:38).
Menurut jenis paragraf, paargraf dibedakan menjadi lima macam yaitu,
narasi deskripsi, persuasi, eksposisi, argumentasi (Kurniasari, 2014:137). Narasi
suatu bentuk wacana yang sasaran utamanya adalah tindak-tanduk yang dijalani
dan dirangkaikan menjadi sebuah peristiwa yang terjadi dalam suatu kesatuan
waktu. Haruslah penyampaian tulisanya harus jelas,terperinti bahkan penulisanya
yang efektif, sehingga apa yang disampaikan dapat mudah dipahami oleh
pembaca. Begitupun dengan jenis yang lain. Untuk mecapai kalimat yang baik
dalam hal ini kalimat yang efektif membutuhkan penegtahuan. Pengetahuan harus
mendukung kesatuan gagasan, koherensi yang kompak,penekanan,
variasi,paralelisme, dan penalaran. semua syarat itu harus mendukung tercapainya
kalimat yang efektif.
Pembelajaran tulis menulis terutama mengenai paragraf narasi siswa masih
mengalami kesulitan, kesulitan tersebut dapat berupa kesulitan dalam
menuangkan gagasan, pengunaan tanda baca, memadukan kata dan kalimat,
menyatukan paragraf yang baik. Sehingga tulisan yang dihasilkan belum
jelas,terperinti bahkan penulisanya yang efektif. hal yang demikian itu yang
dialami oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Rowosari Kendal tahun ajaran
2015/2016.
Penjelasan di atas membuktikan bahwa siswa kelas X SMA Negeri 1
Rowosari Kendal tahun ajaran 2015/2016 dalam hal menulis dirasa kurang
memahami cara menulis yang baik dan benar sehingga tulisan yang dihasilkan
kurang baik dan kalimat yang ditulis oleh siswa tidak efektif. Oleh karena itu,
keefektifan dalam menulis paragraf narasi sangat berhubungan dengan kalimat
efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan,
pikiran dan perasaan dengan tepat ditinjau dari segi diksi, struktur, dan logikanya.
Dengan kata lain, kalimat efektif selalu berterima secara tata bahasa dan makna.
Sebuah kalimat dikatakan efektif apabila mencapai sasarannya dengan baik
sebagai alat komunikasi (Putrayasa, 2010:2).
Semakin kalimat itu efektif maka tulisan yang dihasilkan akan terlihat bagus
dan sistematik. Dengan demikian, jika siswa mampu menguasai kalimat efektif
maka siswa dapat dengan mudah menuangkan idenya ataupun gagasan dengan
baik dan jelas dalam bentuk tulisan.
Berdasarkan uraian di atas, akan dilakukan penelitian dengan judul
“Korelasi Antara Penguasaan Kalimat Efektif Dengan Keterampilan Menulis
Paragraf Narasi Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Rowosari Kendal Tahun
Ajaran 2015/2016”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan dalam penelitian yaitu
“Apakah terdapat korelasi antara penguasaan kalimat efektif dengan keterampilan
menulis paragraf narasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Rowosari Kendal
Tahun ajaran 2015/2016?”

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk


mendeskripsikan terdapat korelasi antara penguasaan kalimat efektif dengan
keterampilan menulis paragraf narasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Rowosari
Kendal Tahun ajaran 2015/2016.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah manfaat teoretis dan
manfaat praktis.

1. Manfaat Teoretis
Secara teoretis penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi
pengembangan penelitian khususnya penelitian dalam bidang menulis
Paragraf narasi. Diharapkan dengan penelitian ini dapat menambah variasi
metode pembelajaran khususnya dalam hal menulis paragraf narasi.
Dengan demikian guru dapat memilih metode pembelajaran yang tepat
dalam hal menulis paragraf narasi sehingga pembelajaran akan
menyenangkan bagi siswa.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
Penelitian ini bermanfaat untuk mencapai indikator kompetensi
menulis, untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam menghasilkan
tulisan yang baik.
b. Bagi Guru
Manfaat dari penelitian ini adalah memperkaya khasanah tentang
model mengajar keterampilan menulis, dalam upaya memperbaiki
penggunaan model yang mengembangkan kreatifitasnya sehingga
siswa tidak merasa bosan terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia.
c. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan
perbandingan atau acuan untuk mengadakan penelitian selanjutnya
yang sejenis dalam ruang lingkup yang lebih luas.

E. Penegasan Istilah

Guna menghindari dari kesalahan penafsiran arti dan istilah-istilah yang


digunakan dalam judul penelitian, maka akan didefinisikan istilah-istilah yang
berkaitan dengan judul penelitian sebagai berikut:
1. Korelasi
Korelasi adalah alat statistik yang dapat digunakan untuk
membandingkan hasil pengukuran dua variabel yang berbeda agar dapat
menentukan tingkat hubungan antara variabel-variabel ini (Arikunto, 2010:
313).
2. Penguasaan
Penguasaan merupakan kemampuan seseorang yang dapat diwujudkan
baik dari teori maupun praktik (Nurgiyantoro, 2001: 162).
3. Kalimat
Kalimat adalah satuan gramatikal yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang
disertai nada akhir turun atau naik (Ramlan, 2001:23).
4. Kalimat efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi syarat-syarat berikut:
a. Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau
penulis.
b. Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran
pendengar atau pembicara seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau
penulis (Keraf, 2004:40).
5. Keterampilan
Keterampilan merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan
baik melalui belajar dan berlatih (Wiyanto, 2004: 7).
6. Menulis
Menulis merupakan penurunan atau pelukisan lambang-lambang grafik
yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga
orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut serta dapat
memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut (Tarigan, 1994: 21).
7. Keterampilan Menulis
Menurut Henry Guntur Tarigan (1994: 3), keterampilan menulis adalah
salah satu keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang
dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak secara
tatap muka dengan pihak lain.
8. Paragraf
Paragraf merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan. oleh
karena itu, kalimat-kalimat yang ada di dalam satu paragraf harus kalimat
yang padu atau mempunyai keterkaitan satu sama lain (Kurniasari, 2014:137).
9. Narasi
Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan
dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca suatu peristiwa yang telah terjadi
(Keraf, 2003:136).
10. Paragraf Narasi
Paragraf narasi merupakan paragraf yang isisnya menceritakan
peristiwa dengan berdasar urutan waktu. Urutan waktu inilah yang menjadi
ciri dari paragraf narasi (Kurniasari, 2014: 138).

F. Tinjauan Pustaka, Landasan Teori, Kerangka Berfikir, dan Hipotesis


1. Tinjauan Pustaka
Wathoni, Syamsul (2013) Korelasi penguasaan kalimat efektif dan
persepsi siswa terhadap cara mengajar guru dengan kemampuan
mengembangkan paragraf pada siswa kelas XI SMA N 1 Sikur. Pada penelitian
Wathoni menekankan persepsi siswa terhadap cara mengajar guru untuk
mengukur kemampuan mengembangkan paragraf. Padahal presepsi siswa
terhadap guru tidak sama sehingga tidak ada tolak ukur. Sehingga dalam
penelitian saya mampu membedakan dengan penelitian Wathoni. Penelitian
saya menekankan ada atau tidaknya hubungan antara penguasaan kalimat
efektif dengan ketrmpilan menulis paragraf narasi, sehingga kemampuan siswa
mampu di kembangkan ketika siswa menguasai kalimat efektif maka akan
meningkatkan kemapuan menulis narasi sehingga pembaca bisa memahami
tulisan si penulis (siswa).
Adiwijaya, Satria Nugraha (2015) Korelasi antara penguasaan konjungsi
terhadap keterampilan menulis narasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1
Kesesi Kabupaten Pekalongan Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian Adiwijaya
menekankan pada penguasaan konjungsi yang dikaitkan/dihubungkan dengan
keterampilan menulis narasi. Pada penelitian saya menekankan penguasaan
kalimat efektif ada tidaknya hubungan antara keterampilan menulis paragraf
narasi. Sehingga pnelitian saya mampu mebedakan dengan penelitian
Adiwijaya.

2. Landasan Teori
a. Pengertian menulis

Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang


grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang,
sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafis dalam bentuk
bahasa (Tarigan, 2008:22).
Pengertian menulis dibedakan menjadi dua, yakni pengertian
menulis secara luas dan pengertian menulis secara sempit. Menulis secara
luas adalah mengubah bunyi yang dapat didengar menjadi tanda-tanda
yang dapat [Link] itu, menulis dalam arti sempit adalah
kegiatan mengungkapkan gagasan secara tertulis (Wiyanto, 2004:1).
Sejalan dengan pendapat di atas Dalman mendefinisikan Menulis
adalah proses penyampaian pikiran, angan-angan, perasaan dalam bentuk
lambang/ tanda/ tulisan yang bermakna (Dalman, 2014)
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis
adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menuangkan atau melukiskan
rangkaian huruf yang memiliki makna, sehingga orang lain dapat
membaca.

b. Tujuan Menulis
Tujuan menulis mencakup beberapa hal. Tarigan (2008:24)
mengatakan setiap jenis tulisan mengandung beberapa tujuan, tetapi
karena itu sangat beraneka ragam maka bagi penulis yang belum
pengalaman ada baiknya memperhatikan kategori berikut ini:
1. Memberitahukan atau mengajarkan
2. Menghibur atau menyenangkan
3. Meyakinkan atau mendesak
4. Menguraikan atau mengekspresikan perasaan dan emosi yang
dirasakan.
Adapun Tujuan penulisan suatu tulisan, maka merangkumnya
sebagai berikut (Tarigan, 2008:24-25).
1. Tujuan penugasan: penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan
sama sekali. Menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauan
sendiri.
2. Tujuan pernyataan diri: tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau
menyatakan dirinya sang penulis kepada pembaca.
3. Tujuan kreatif: tujuan ini erat sekali kaitannya dengan tujuan
pernyataan diri. Tetapi keinginan kreatif di sini melebihi penyataan
diri dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma
artistik, atau seni yang ideal, seni idaman. Tulisan yang bertujuan
mencapai nilai-nilai artistik, nilai-nilai kesenian.
Tujuan pemecahan masalah: dalam tulisan ini penulis ingin
memecahkan masalah yang dihadapi para siswa terutama dalam hal
menulis. Penulis ingin mengasah bakat, mengungkapkan gagasan-gagasan,
mampu menceritakan kondisi di lingkungan sekitar, mengambarkan,
memberikan informasi,menghibur, kemudian dapat dimengerti oleh
pembaca.

c. Manfaat Menulis
Kegiatan menulis pastilah memiliki manfaat. Menurut Dalman
(2014:6) memiliki banyak manfaat yang dapat dipetik dalam kehidupan
ini, diantaranya adalah:
1. Peningkatan kecerdasan,
2. Pengembangan daya inisiatif dan kreativitas,
3. Penumbuhan keberanian, dan
4. Pendorongaan kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi.
Dari pernyataan tersebut, dapat disimpulkan manfaat dari menulis
adalah sebagai bahwa menulis mampu mengasah kemampuan dalam
menuangkan hasil pikiran/gagasan yang dimiliki, melatih kreatifitas dan
daya berfikir, merangkang perasaan terhadap lingkungan sehitar sehingga
menulis mampu mengumpulkan informasi dan memberikan informasi
kepada pembaca.

d. Unsur-unsur Menulis
The (dalam Nurudin, 2010:5) mengatakan bahwa unsur menulis
setidaknya terdiri dari gagasan, tuturan (narasi, deskripsi, eksposisi,
argumentasi, persuasi), tatanan, dan wahana.
1. Gagasan
Gagasan dapat berupa pendapat, pengalaman, atau pengetahuan
yang ada dalam pikiran seseorang. Setiap orang pasti mempunyai
gagasan, apapun bentuk gagasan itu. Gagasan seseorang akan sangat
tergantung pada pengalaman masa lalu, pengetahuan yang
dimilikinya, latar belakang hidupnya, kecenderungan personal dan
tujuan apa gagasan itu ingin dikemukakan.
2. Tuturan
Tuturan yang dimaksud di sini adalah pengungkapan gagasan
sehingga dapat dipahami oleh pembaca. Ada beberapa macam tuturan
antara lain:
a) Narasi (penceritaan)
b) Deskripsi (pelukisan)
c) Eksposisi (pengungkapan berdasarkan fakta secara teratur, logis
dan terpadu)
d) Argumentasi (meyakinkan)
e) Persuasif (pembujuk)
3. Tatanan
Tatanan yang dimaksud disini adalah tertib pengaturan dan
penyusunan gagasan dengan mengindahkan berbagai asas, aturan, dan
teknik sampai merencanakan rangka dan langkah. Maka dari itu
menulis tidak sekedar menulis, tetapi menulis dengan disertai sebuah
“aturan” menulis.
4. Wahana
Wahana juga sering disebut dengan alat. Wahana dalam menulis
berarti sarana pengantar gagasan berupa bahasa tulis yang terutama
menyangkut kosakata, gramatikal, dan retorika (seni memakai
bahasa). Bagi penulis pemula, wahana sering menjadi masalah yang
krusial. Tetapi, disertai niat yang menggelora dengan belajar terus
menerus, wahana lambat laun akan bisa dilalui dengan mudah.

e. Asas-asas Menulis yang Baik


Dalam menulis harus memperhatikan asas menulis yang baik,
Nurudin (2010:39) mengatakan sebagai berikut:
1) Kejelasan (Clarity)
Kejelasan yang dimaksud disini adalah tulisan harus dapat dibaca
dan dimengerti oleh pembaca. Ini juga termasuk bahwa yang
dimaksud penulis tidak disalah artikan atau salah tafsir oleh pembaca
gara-gara kalimat-kalimatnya tidak jelas, dengan kata lain kalimat bisa
dikatakan dengan jelas kalau apa yang dipahami oleh pembaca sama
persis dengan apa yang dimaksud penulisnya.
Kejelasan juga berkaitan dengan penggunaan kata umum yang
dikenal masyarakat. Tak terkecuali penggunaan ungkapan yang
berlebihan juga perlu dihindari.
2) Keringkasan (Consiseness)
Keringkasan yang dimaksud adalah bahwa kalimat disusun tidak
saja pendek-pendek tetapi jangan menggunakan ungkapan-ungkapan
yang berlebihan, hal ini juga berarti jangan terlalu menghambur-
hamburkan kata seenaknya, tidak berputar-putar atau mengulang-
ulang dalam menyampaikan gagasan. Namun demikian, pendek-
pendek juga bukan berarti tanpa masalah.
3) Ketepatan (Correctness)
Suatu penulisan dapat menyampaikan butir gagasan kepada
pembaca dengan kecocokan seperti yang dimaksud penulisnya. Ini
berarti apa yang diinginkan penulis bisa dipahami sama persis oleh
pembacanya. Itu hal yang sering dianjurkan bahwa penulis yang baik
adalah penulis yang mampu memahami siapa pembaca tulisan.
4) Kesatupaduan (Unity)
Kesatupaduan yang dimaksud adalah ada satu gagasan dalam satu
alenia. Kasus demikian sering dialami oleh penulis pemula yang
belum terbiasa membuat alenia dengan hanya satu pokok pikiran. Satu
alenia sebisa mungkin hanya memiliki satu pokok pikiran dengan
beberapa pokok pikiran penjelas.
5) Pertautan (Coherence)
Maksudnya adalah antara bagian bertautan satu sama lain (antara
alenia atau kalimat). Ketiadaan pertautan sangat sering pada seorang
penulis yang menulis dengan tergesa-gesa dan hanya kompilasi
(menggabungkan berbagai sumber tanpa ada kata atau kalimat
perangkai atau hanya tumpukan pendapat banyak orang yang disusun
sendiri) dari berbagai sumber.
6) Penegasan (Emphasis)
Adanya penonjolan atau punya derajat perbedaan antarbagian. Ini
sangat bergantung pada keahlian penulis. Seorang penulis yang mahir
akan bisa menyebar penekanan pada setiap bagian. Tetapi, bukan
berarti penulis pemula tidak bisa melakukannya. Penulis pemula bisa
melakukannya dengan cara membuat sub bahasa dari sebuah tulisan.

f. Pengertian Kalimat
Kalimat adalah satuan gramatikal yang dibatasi oleh adanya jeda
panjang yang disertai nada akhir turun atau naik (Ramlan, 2001:23).
Kalimat merupakan suatu bentuk bahasa yang mencoba menyusun
dan menuangkan gagasan-gagasan seseorang secara terbuka untuk
dikomunikasikan kepada orang lain (Keraf,2004:38)
Adapun menurut Kurniasari (2014:99) kalimat adalah kumpulan
kata yang mengandung pengertian dan menyatakan pikiran yang lengkap.
Dari berbagai pengertian di atas dapat disimpulkan kalimat adalah
rangkaian kata yang memiliki makna guna menuangkan gagasan kepada
orang lain yang diakhiri dengan intonasi vital.

g. Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki potensi untuk
menyampaikan pesan, ide, gagasan atau informasi secara utuh, jelas dan
tepat sehingga pendengar atau pembaca dapat memahami maksud yang
diungkapkan oleh pembicara atau penulis (Dalman,2012:62)
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat menyampaikan pesan
(informasi) secara singkat, lengkap, dan mudah di terima oleh pendengar
(Wiyanto, 2004:48)
Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi syarat-syarat
berikut:
1. Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau
penulis.
2. Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran
pendengar atau pembicara seperti yang dipikirkan oleh pembicara
atau penulis (Keraf, 2004:40).
Dari berbagai penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kalimat
efektif adalah kalimat yang singkat,padat, jelas, mewakili gagasan,
perasaan sehingga pembaca mampu memahami apa yang dipikirkan
penulis.

h. Ciri-ciri kalimat efektif


Menurut keraf Dalam bukunya Dalman (2012:62) kalimat efektif
memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Memiliki unsur-unsur penting atau pokok dalam setiap kalimat:
2. Taat terhadap tata ujaran ejaan yang berlaku:
3. Mengunakan diksi secara tepat:
4. Mengunakan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan
pikiran yang logis dan sistematis:
5. Menggunakan kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai:
6. Melakukan penekanan ide pokok:
7. Hemat dalam pengunaan kata:
8. Mengunakan variasi struktur kalimat.

Ada dua syarat yang harus dipenuhi untuk menyusun kalimat efektif.
Syarat awal dan syarat utama (Putrayasa, 2007:2). Syarat awal meliputi dua
hal, yaitu pemilihan kata (diksi) dan penguunaan pedoman ejaan. Pemilihan
kata meliputi 1) kata-kata yang memenuhi isoformisme, 2) kata-kata yang
bersinonim dan berhomofon, 3) kata-kata yang bermakna denotasi dan
konotasi, 4) kata umum dan kata khusus, dan 5) makna kata dalam kalimat.
Sedangkan penggunaan pedoman ejaan meliputi, 1) penulisan huruf, 2)
penulisan kata, dan 3) tanda baca.
Syarat utama kalimat efektif mencakup dua hal, yaitu struktur kalimat
efektif dan ciri kalimat efektif . struktur kalimat efektif meliputi 1) Struktur
kalimat umum 2) Struktur kalimat paralel, dan 3) Struktur kalimat periodik.
Sedangkan ciri kalimat efektif meliputi, 1) kesatuan, 2) kehematan,3)
penekanan, dan 4) kevariasian (Putrayasa,2007:3).
.
i. Paragraf
Paragraf merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan. oleh
karena itu, kalimat-kalimat yang ada di dalam satu paragraf harus kalimat
yang padu atau mempunyai keterkaitan satu sama lain (Kurniasari,
2014:137).
Paragraf merupakan seperangkat kalimat yang tersusun logis
sistematis yang mengandung satu alur pikiran yang relevan dan
mendukung pikiran pokok yang tersirat dalam karangan. (Dalman,
2012:78)
Paragraf adalah seperangkat kalimat tersusun logis-sistematis yang
merupakan satu kesatuan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung
pikiran pokok yang tersirat dalam keseluruhan karangan (Tarigan, 2008:5)
Tulisan-tulisan itu terbagi dalam kelompok-kelompok kalimat. Tiap
kelompok kalimat itu ditandai dengan baris baru yang ditulis agak
menjorok ke dalam sekitar empat atau lima karakter. Bila diamati, ternyata
kalimat-kalimat yang tergabung dalam sebuah kelompok itu saling
berhubungan dan bersama-sama menjelaskan satu unit buah pikiran yang
sejalan dengan buah pikiraan seluruh tulisan. Kelompok kalimat seperti itu
dinamankan paragraf (Wiyanto, 2004:13).
Sejalan dengan pendapat di atas maka dapat disimpulkan paragraf
merupakan gabungan dari beberapa kalimat yang tersusun secara
sistematis, mendukung satu sama lain yang kemudian menjelaskan satu
buah pikiran yang sejalan dengan keseluruhan tulisan.

j. Fungsi Paragraf
Menurut Tarigan dalam bukunya Dalman (2012:80) fungsi paragraf
dapat disimpulkan menjadi,
1. Sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide pokok
keseluruhan karangan:
2. Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok pengarang:
3. Alat sebagai pengarang untuk mengembangkan jalan pikiran secara
sistematis:
4. Pedoman bagi pembaca untuk mengikuti dan memahami alur
pikiran pengarang:
5. Sebagai penyampai pikiran atau ide pokok pengarang kepada
pembaca:
6. Sebagai penanda bahwa pikiran baru dimulai: dan
7. Dalam rangka keseluruhan karangan, paragraf dapat berfungsi
sebagai pengantar, transisi, dan penutup (konklusi).

k. Narasi
Dunia ini dipenuhi kisah, cerita, tentang kehidupan manusia. Kadang
cerita itu berdasarkan fakta, kadang berdasarkan imajinasi. Ini disebut
narasi (Prasetyo, 2009:15)
Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan
dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca suatu peristiwa yang telah terjadi
(Keraf, 2003:136).
Sejalan dengan pendapat di atas Mafrukhi, dkk (2007:73) narasi
adalah cerita. Cerita ini didasarkan atas urutan kejadian atau peristiwa.
Narasi adalah cerita. Cerita ini berdasarkan pada urutan-urutan suatu
atau (serangkaian) kejadian atau peristiwa. Dalam kejadian itu ada tokoh
atau (beberapa tokoh), dan tokoh ini mengalami atau menghadapi suatu
atau (serangkaian) konflik atau tikaian. (Dalman, 2014:105)
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan, narasi adalah
cerita tentang suatu peristiwa untuk mengambarkan sejelas-jelasnya
kepada pembaca bisa berdasarkan fakta atau imajinasi.
l. Jenis-jenis narasi
1. Narasi Ekspositoris (Narasi Faktual)
Narasi ekspositoris adalah narasi yang memiliki sasaran
penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan
tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.
2. Narasi sugestif (Narasi Artistik)
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu
maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada
para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat
(Dalman, 2014: 111-113).
Keraf (2003:138-139) lebih memperinci dalam membedakan
narasi ekspositoris dan narasi sugestif. Perbedaan yang terpenting adalah:
Narasi Ekspositoris Narasi sugestif
1. Memperluas pengetahuan. 1. Menyampaikan suatu makna
atau suatu amanat yang
tersirat.
2. Menyampaikan informasi 2. Menimbulkan daya khayal.
mengenai suatu kejadian.

3. Didasarkan pada penalaran 3. Penalaran hanya berfungsi


untuk mencapai kesepakatan sebagai alat untuk
rasional. menyampaikan makna,
sehingga kalau perlu
penalaran dapat dilanggar.
4. Bahasanya lebih condong ke 4. Bahasanya lebih condong ke
bahasa informatif dengan titik bahasa figuratif dengan
berat pada penggunaan kata- menitiberatkan penggunaan
kata denotatif. kata-kata konotatif.
Tabel 1 Perbedaan narasi ekspositoris dan narasi sugestif.
[Link] menulis narasi
Menurut Dalman (2014:106) Berdasarkan tujuanya, karangan narasi
memiliki tujuan sebagai berikut
1. Agar pembaca seolah-olah sudah menyaksikan atau mengalami
kejadian yang diceritakan.
2. Berusaha mengambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca
suatu peristiwa yang telah terjadi, serta menyampaikan amanat
terselubung kepada pembaca atau pendengar.
3. Untuk mengerakan aspek emosi.
4. Membentuk citra/imajinasi para pembaca.
5. Menyampaikan amanat terselubung kepada pembaca atau
pendengar.
6. Memberi informasi kepada pembaca dan memperluas pengetahuan.
7. Menyampaikan sebuah makna kepada pembaca melalui daya
khayal yang dimilikinya.

n. Prinsip-prinsip Narasi
Menurut Suparno dan Yunus dalam bukunya Dalman(2014: 107),
bahwa dalam menulis karangan narasi perlu memperhatikan prinsip-prisip
tersebut, yaitu:
1. Alur( plot), merupakan rangkaian pola tindak-tanduk yang
berusaha memecahkan konflik yang terdapat dalam narasi.
2. Penokohan, salah satu ciri khas narasi ialah mengisahkan tokoh
cerita bergerak dalam suatu rangkaian peristiwa dan kejadian.
3. Latar, ialah tempat dan /atau waktu terjadinya perbuatan tokoh atau
peristiwa yang dialami tokoh.
4. Titik pandang, sebelum mengarang narasi sudut pandang yang
paling efektif untuk cerita kita harus tentukan terlebih dahulu.

o. Ciri-ciri karangan narasi


Menurut keraf (2007:136) ciri-ciri karangan narasi, yaitu:
1. Menonjolkan unsur perbuatan atau tidakan.
2. Dirangkai dalam urutan waktu.
3. Berusaha menjawab pertanyaan, apa yang terjadi?
4. Ada konflik. Narasi di bangun oleh sebuah alur cerita.

3. Kerangka Berpikir
Seseorang yang ingin menulis pastilah harus memiliki kemampuan
dalam memahami kalimat efektif. tidak hanya memahami saja melainkan
dapat menguasai kalimat efektif. Penguasaan kalimat efektif merupakan
salah satu faktor penunjang di dalam menulis paragraf narasi, karena
semakin tinggi penguasaan kalimat efektif maka tulisan yang dihasilkan
dapat dipahami oleh pembaca dan tujuan dari menulis dapat tersampaikan
dengan jelas. Adapun ketika siswa mampu menguasai kalimat efektif
dengan baik maka tulisan yang dihasilkan akan lebih baik, kemudian mudah
dipahami oleh pembaca. Kemampuan penguasaan kalimat efektif akan
membuat siswa mampu membedakan antara kalimat yang tidak efektif dan
kalimat efektif .
Adapun penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah
penguasaan kalimat efektif dilambangkan dengan X dan variabel terikatnya
adalah keterampilan menulis paragraf narasi yang dilambangkan dengan Y.
Penelitian ini merupakan penelitian korelasi untuk mencari hubungan antara
variabel X dan Y. Adapun skema kerangka berpikir antara lain:

Penguasaan kalimat Keterampilan


efektif (X) menulis paragraf
narasi (Y)

terdapat korelasi antara


Penguasaan kalimat efektif (X)
dengan Keterampilan
menulis paragraf narasi (Y)

Gambar: 1 Skema Kerangka Berpikir


4. Hipotesis
Menurut Sugiyono (2013:96) hipotesis merupakan jawaban sementara
terhadap rumusan masalah penelitian, rumusan penelitian telah dinyatakan
dalam kalimat pertanyaan.
Adapun menurut Arikunto (2010:110) juga mengemukakan
pendapatnya bahwa hipotesis diartikan sebagai suatu jawaban yang
sementara terhadap penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.
Dari kedua pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa hipotesis
adalah jawaban sementara dari rumusan masalah atau jawaban sementara
dari penelitian. Oleh sebab itu, hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
Terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara penguasaan
kalimat efektif dengan kemampuan menulis paragraf narasi pada siswa kelas
SMA Negeri 1 Rowosari Kendal.

G. Metode penelitian

Penelitian tidak akan terlepas dari metode penelitian. Metode penelitian


diperlukan dalam melakukan penelitian maupun dalam pembuatan laporan
penelitian. Metode Penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan
data dengan tujuan dan kegunanan tertentu. Dalam penelitian ini mengunakan
beberapa metode untuk mengupas korelasi antara penguasaan kalimat efektif
dengan keterampilan menulis paragraf narasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1
Rowosari Kendal tahun ajaran 2015/2016.

1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian merupakan cara pandang, filsafat atau segala sesuatu


yang diyakini kebenaranya, sehingga ingin diwujudkan. Berdasar dari penjelasan
tersebut, maka metode dan jenis penelitian mengunakan pendekatan penelitian
ekspost facto atau pengukuran sesudah kejadian dan deskriptif korelasional.
Pendekatan ekspost facto tidak memulai proses dari awal, melainkan langsung
melihat hasilnya (Sudrajat dkk, 2011: 43). Berkenaan dengan pendapat tersebut
maka penelitian ekspost facto tidak memulai dari awal misalnya proses mengajar,
melainkan langung mengambil data, tidak ada pula perlakuan khusus terhadap
objek penelitian.

Pendekatan ekspos facto dipandang sesuai dengan penelitian karena


memiliki tujuan untuk memperoleh gambaran tentang variabel yang diteliti dan
bersifat korelasi karena penelitian bertujuan untuk menemukan ada tidaknya
hubungan dan apabila ada, maka seberapa erat hubungannya. Penelitian ini
dilakukan untuk menemukan korekasi antara kalimat kalimat efektif dengan
keterampilan menulis paragraf narasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Rowosari
Kendal tahun ajaran 2015/2016.

2. Variabel Penelitian

Sugiyono (2013:61) mengartikan variabel penelitian adalah suatu atribut


atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulanya. Dalam penelitian ini terdapat variabel variabel independen dan
variabel dependen. Adapun pengertianya menurut Sugiyono (2013:61) sebagai
berikut:

a. Variabel variabel independen sering disebut variabel bebas. Variabel bebas


adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya
atau timbulnya variabel dependen (terikat).
b. variabel dependen sering disebut variabel terikat. Variabel terikat adalah
variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel
bebas.

Berdasarkan judul penelitian di atas dapat dikatakan bahwa penelitian ini


terdapat dua variabel, yaitu variabel penguasaan kalimat efektif (variabel X) dan
variabel keterampilan menulis paragraf narasi (variabel Y).

3. Populasi dan sampel


a. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau
subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya (Sugiyono, 2013: 117). Sesuai dengan pengertiaan
populasi di atas, maka populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas
X SMA Negeri 1 Rowosari Kendal tahun ajaran 2015/2016. Populasi
penelitian seluruh siswa kelas X yang berjumlah 250 siswa tersebar di
kelas X1,X2,X3,X4,X5,X6,X7,X8,X9, dan X10,tiap kelas terdiri atas
25 siswa.
b. Sampel
Sampel menurut Sugiyono (2008: 118) adalah sebagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila
populasi besar, peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada
pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu.
Oleh karena itu, peneliti dapat mempelajari sampel, kesimpulannya
akan dapat diperlakukan untuk populasi. Sampel yang diambil dari
populasi harus betul-betul representatif (mewakili).
Pengambilan sampel dilakukan dengan mengacu pendapat
Arikunto (2013:134) yang menyatakan, bahwa untuk menentukan
sampel dari populasi yang besarnya kurang dari 100, lebih baik
diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.
Tetapi jika jumlah subjeknya besar lebih dari 100, dapat diambil 10-
15% atau 20-25% atau lebih. Sampel dalam penelitian ini adalah wakil
dari populasi yang diteliti. Sampel diambil dengan teknik random
sampling yaitu secara acak. Setiap kelas diambil 4 siswa dari kelas
kelas X1,X2,X3,X4,X5,X6,X7,X8,X9, dan X10 untuk dijadikan
sampel penelitian, sehingga sampel penelitian ini berjumlah 40 siswa.t

4. Teknik pengumpulan data


Arikunto (2013:265) mengartikan pengumpulan data adalah sebagi proses
atau kegiatan yang dilakukan peneliti untuk mengungkapkan atau menjaring
berbagai fenomena, informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan lingkup
penelitian. Pengumpulan data diperlukan tindakan operasional, berupa teknik
pengumpulan data sesuai dengan tujuan dan metode penelitian. Dalam penelitian
ini teknik yang digunakan untuk pengumpulan data mengunakan tes dan non tes.
Sesuai dengan pendapat di atas, pengumpulan data penelitian ini
mengunakan tes dan non tes. Tes yang digunakan untuk mendapatkan data
hubungan penguasaan kalimat efektif dengan ketrampilan menulis paragraf
narasi. Dimana, ketika siswa yang mampu mengerjakan tes kalimat efektif dengan
sempurna maka mampu menulis paragraf narasi dengan baik dimana dasar-dasar
kepenulisan sudah di kuasai. Sebaliknya jika siswa tidak mampu mengerjakan tes
kalimat efektif maka ketrampilan menulis paragraf narasi juga kurang baik.
Sedangkan non tes yang digunakan adalah observasi.
Penelitian korelasi tidak memulai dari awal seperti yang dijelaskan di awal.
Pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan tes dengan ansumsi bahwa
siswa sudah menerima pembelajaran kalimat efektif . Asumsi saja tidaklah cukup,
maka peneliti menggali lebih dalam. Dalam silabus SMP kelas VII semester 1
terdapat pembelajaran yang mengunakan kalimat efektif seperti pada silabus 2.1,
4.1, 4.3, 10.2, 12.2, kelas VIII semester 1 4.3 dan kelas IX semster 1 terdapat pada
4.3 dan semester 2 terdapat pada 12.2. dengan demikian kalimat efektif bisa
digunakan pengambilan data.

1. Tes
Tes yang terdapat dalam penelitian ini ada dua, yaitu tes penguasaan kalimat
efektif (variabel X) dan tes keterampilan menulis paragraf narasi (variabel Y)
yang terurai sebagai berikut:

a. Tes penguasaan kalimat efektif


Variabel penguasaan kalimat efektif (X) dijelaskan secara konseptual
dan operasional dalam uraian berikut:
1) Definisi Konseptual
Kalimat efektif adalah kalimat yang di susun berdasarkan kaidah-
kaidah yang berlaku, seperti unsur-unsur penting yang harus dimiliki
setiap kalimat, (subjek dan predikat); memperhatikan ejaan yang
disempurnakan; serta cara memilih kata (diksi) yang tepat dalam
kalimat (Putrayasa, 2007:4). Kalimat efektif mampu membuat isi atau
maksud yang disampaikan si pembicara tergambar dengan lengkap
dalam dalam pikiran pembaca, persis dengan apa yang ingin
disampaikan oleh penulis.
Dibutuhkan alat pengukur untuk mengetahui penguasaan kalimat
efektif terhadap siswa, maka Skor yang diperoleh siswa melalui tes
yang berbentuk pilihan ganda dan uraian. Aspek kemampuan
menyusun kalimat efektif meliputi syarat awal dan syarat utama.
Adapun hal, yaitu a)pemilihan kata (diksi) dan b)penguunaan
pedoman ejaan. Syarat utama kalimat efektif mencakup dua hal, yaitu
a)struktur kalimat efektif dan b)ciri kalimat efektif (Putrayasa,2007:3).

2) Definisi Operasional
Definisi operasional dari penguasaan kalimat efektif yaitu nilai
atau skor yang diperoleh siswa melalui tes bentuk objektif pilihan
ganda empat puluh soal dan uraian 3 soal. Penguasaan kalimat efektif
disajikan dalam bentuk pilihan ganda, waktu yang digunakan dalam
pengerjaan yaitu 90 menit.

a. Tes Keterampilan Menulis Narasi


Variabel keterampilan menulis narasi (Y) dijelaskan secara
konseptual dan operasional dalam uraian berikut:

a. Konseptual
Keterampilan menulis narasi adalah menuangkan cerita dari
hasil pikiran, pengalaman dan perasaan dalam bentuk tulisan. Aspek
penilaian dalam keterampilan menulis narasi meliputi: 1) ciri-ciri
paragraf narasi 1) ciri-ciri paragraf narasi 2) struktur narasi narasi 3)
Ada penanda koherensi untuk menghubungkan kalimat dalam
paragraf narasi.
b. Operasional
Definisi operasional dari keterampilan menulis paragraf
narasi adalah nilai atau skor yang diperoleh siswa melalui tes
menulis paragraf narasi, jika narasi yang di tulis siswa saat sesuai
dengan Aspek penilaian dalam keterampilan menulis narasi akan
memperoleh nilai atau skor maksimal 100. Aspek penilaian dalam
keterampilan menulis narasi meliputi: 1) ciri-ciri paragraf narasi 2)
struktur narasi narasi 3) Ada penanda koherensi untuk
menghubungkan kalimat dalam paragraf narasi.

2. Non tes
a. Observasi
Menurut Sutrisno Hadi (dalam Sugiyono, 2009:145) observasi
merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari
berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang penting adalah
proses pengamatan dan ingatan. Observasi dilakukan terhadap proses
pembelajaran yang dilakukan guru mengenai penguasaan kalimat efektif
dan paragraf narasi.
b. Wawancara
Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini wawancara tidak
terstruktur. Wawancara digunakan untuk mengetahui sejauh mana
pembelajaran kalimat efektif dan paragraf narasi. Terutama kalimat
efektif. Wawancara ini ditujukan kepada siswa.

Uji coba intrumen


Sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian, instrumen diujicobakan
terlebih dahulu kepada sampel yang memiliki karakteristik sama dengan sampel
dan populasi dalam penelitian yang sebenarnya. Instrumen yang akan diajukan
haruslah memenuhi dua syarat yaitu validitas dan reliabilitas.
1. Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalitan atau
kesahihan sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai
validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki
validitas rendah. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa
yang diinginkan. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap
data dari variabel yang diteliti secara tepat (Arikunto, 2013:168).
Data penguasaan kalimat efektif indikator dalam uji coba instrumen tersebut
penulis dalam analisis validitasnya dengan menggunakan rumus korelasi prodact
moment. Rumus korelasi prodact moment dengan angka kasar adalah sebagai
berikut:

N . ∑ xy −( ∑ x ) (∑ y)
rxy=
√¿ ¿ ¿

Keterangan:
N : jumlah subjek
∑X : jumlah skor item
∑y : jumlah skor total
∑Xy : jumlah perkalian antara skor item dengan skor total
2
∑x : jumlah skor item kuadrat
2
∑y : jumlah skor total kuadrat
rxy : koefesien korelasi antara X dan Y
(Arikunto, 2013: 170).
Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:
a. pada taraf nyata α 0,05 jika r hitung lebih besar (>) dari r tabel, instrumen
dinyatakan valid.
b. pada taraf nyata α 0,05 jika r hitung lebih kecil (<) dari r tabel, instrumen
dinyatakan tidak valid.

Untuk keperluan uji validitas butir digunakan 66 siswa diluar responden.


Prosedurnya, skor tiap-tiap butir (item) pertanyaan dari instrumen (sebagai
variabel X) dikorelasikan dengan skor totalnya (sebagai variabel Y). Hasil
perhitungan tersebut kemudian dikonsultasikan dengan Tabel Harga Kritik dari r
Product Moment.
1. Reliabilitas
Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup
dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen
tersebut sudah baik. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan
menghasilkan data-data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang
benar sesuai dengan kenyataannya, maka berapa kali pun diambil, hasilnya tetap
akan sama (Arikunto, 2013:221).
Untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen dalam penelitian ini penulis
menggunakan rumus Alpha sebagai berikut:

( )( )
σ 2
k ∑ b
r11 = 1− 2
( k −1 ) σ❑ t

Keterangan:
r11 : reliabilitas instrumen
K : banyaknya butir soal
σ 2
∑ b : jumlah varians butir
2
σ❑ t : variasi total
(Arikunto, 2013:239).
Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:
a) pada taraf nyata α 0,05 jika r hitung lebih besar (>) dari r tabel, isntrumen
dinyatakan reliabel.
b) pada taraf nyata α 0,05 jika r hitung lebih kecil (<) dari r tabel, isntrumen
dinyatakan tidak reliabel.

1. Teknik Analisis Data


Teknik analisis data merupakan suatu cara untuk mengolah data hasil
penelitian guna memperoleh suatu simpulan. Dalam penelitian kuantitatif, teknik
analisis data yang digunakan diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau
menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam proposal (Sugiyono, 2010:333).
Adapun uji persyaratan analisis adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji
hipotesis. Di bawah ini akan dipaparkan beberapa rumus yang akan digunakan.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh
berdistribusi normal atau tidak. Data yang berdistribusi normal siap dilanjutkan
dengan perlakuan sampel. Dalam penelitian ini digunakan uji kenormalan yaitu uji
lilliefors (Sudjana, 2005: 466). Adapun langkah-langkahnya ialah:
1) Pengamatan x1, x2, x3,...., xn dijadikan bentuk baku z1, z2, z3,...., zn dengan
X i−X
menggunakan rumus Zi
S
2) Untuk tiap bilangan baku ini dan menggunakan daftar distribusi normal
baku, kemudian dihitung peluang: F( Z1 ¿= P(Z ≤ Zi).
3) Selanjutnya dihitung proporsi Z1, Z2, Z3,....., Zn yang lebih kecil atau
sama dengan Zi jika proporsi ini dinyatakan oleh S(Zi) maka S(Zi) =
(banyaknya Z 1, Z 2 , Z 3 ,.... , Z n yang ≤ SZi )
n
4) Hitung selisih [F(Zi)- S(Zi)]
5) Ambil harga yang paling besar diantara harga mutlak selisih tersebut.
sebutlah harga yang terbesar ini Lo.
Kriterianya adalah: tolak hipotesis nol bahwa data distribusi normal jika Lo
yang diperoleh dari data pengamatan melebihi L dari daftar. Dalam hal lainnya
hipotesis nol diterima (Sudjana, 2005: 466-477).

b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk membandingkan hasil tes penguasaan
kalimat efektif dengan keterampilan menulis paragraf narasi pada siswa kelas X
SMA Negeri 1 Rowosari Kendal Tahun ajaran 2015/2016. Uji normalitas ini
menggunakan langkah-langkah uji homogenitas (Sudjana, 2005: 468), sebagai
berikut:
1) Menentukan hipotesis
Ho: o21= o22 (varian homogen)
Ha: 021≠ o22 (varian tidak homogen)
2) Menentukan α
3) Menentukan kriteria penerimaan Ho.
4) H0 diterima jika F hitung < F1/2 α( n1-1, n2-1).
5) Menghitung F.
Varianterbesar
F =
Varian terkecil
6) Menentukan simpulan

c. Uji Hipotesis
Teknik analisis data yang digunakan dalam uji hipotesis ini adalah hipotesis
assosiatif dengan teknik korelasi untuk menentukan tingkat hubungan antara dua
variabel. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil tes yang dikerjakan
oleh responden yang berupa nilai tes penguasaan kalimat efektif dengan
keterampilan menulis paragraf narasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Rowosari
Kendal Tahun ajaran 2015/2016. Hal ini dikarenakan data tersebut berupa data
interval maka penulis menggunakan rumus product moment untuk menghitung
korelasi kedua hasil nilai tes tersebut yaitu:

N ∑ XY −( ∑ X ) (∑ Y )
rxy =
√{ N ∑ X −( ∑ X ¿ }{ N ∑ Y −¿ ¿
2 2 2

Keterangan:
rxy : koefisien variabel x dan y
N : banyaknya individu
Xy : jumlah perkalian antara skor x dan y
X : jumlah skor X
Y : jumlah skor Y
(Sudjana, 2005: 369).

2. Teknik Penyajian Hasil Analisis Data


Dalam penelitian kuantitatif ini, data-data yang diperoleh akan berupa angka-
angka yang akan dianalisis dengan menggunakan rumus yang telah ditentukan
sebelumnya. Tentu saja, penyajian yang akan digunakan akan berbentuk angka-
angka (yang merupakan data-data dari penelitian) kemudian dimasukkan ke dalam
rumus.
H. Sistematika Penulisan Skripsi
Sistematika penulisan digunakan untuk mempermudah dalam memahami
proposal ini terdiri atas lima bab. Adapun sistematika penulisan skripsi adalah
sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan, pada bab ini diuraikan tentang latar belakang, rumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah, dan sistematika
penulisan skripsi
Bab II Landasan Teori, pada bab ini diuraikan tentang teoris yang terdiri
dari pengertian menulis, tujuan menulis, manfaat menulis, unsur-usur menulis,
asas-asas menulis yang baik, pengertian kalimat, pengertian kalimat efektif,ciri-
ciri kalimat efektif, pengertian paragraf, fungsi paragraph, pengertian narasi, jenis-
jenis narasi, tujuan menulis narasi, ciri-ciri narasi, kerangka berpikir, dan
hipotesis.
Bab III Metode Penelitian, pada bab ini diuraikan tentang pendekatan
penelitian, variabel penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, uji
instrumen, dan teknik analisis data.
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan, pada bab ini diuraikan tentang
pembahasan penelitian dan pembahasan.
Bab V Penutup, pada bab ini berisi simpulan dan saran. Bagian akhir berisi
daftar pustaka dan lampiran.
3. Instrumen

Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat
ukur yang baik. alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen
penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur
fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik fenomena ini disebut
variabel penelitian (Sugiyono, 2012:148)
Dalam penelitian kuantitatif, kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan
validitasdan reabilitas instrumen dak kualitas pengumpulan data berkenaaan
kepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu
instrumen yang telah teruji validitas dan reabilitasnya, belum tentu dapat
menghasilkan data yang valid dan reliable, apabila instrumen tersebut tidak secara
tepat dalam pengumpulan datanya. Instrumen dalam penelitian kuantitatif dapat
berupa tes, pedoman wawancara, pedoman observasi, dan kuesioner (Sugiyono,
2012:222)
Instrumen dalam penelitian ini tes dan non tes . Bentuk tes yang digunakan
dalam penelitian ini adalah 1) pilihan ganda penguasaan kalimat efektif, 2) uraian
penguasaan kalimat efektif, dan 3) menulis paragraf narasi. Sedangkan instrumen
nontes dalam penelitian ini adalah 1) observasi dan 2) wawancara.

1) Tes
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes.
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan
untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau
bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto, 2010:193). Teknis
tes ini digunakan untuk mendapat data penguasaan kalimat efektif dan
ketrampilan menulis paragraf narasi.

b. Tes penguasaan kalimat efektif


Tes penguasaan kalimat efektif digunakan untuk mengukur penguasaan
kalimat efektif. Adanya tes ini mampu memdapatkan data terkait penguasan
kalimat efektif terhadap siswa yang diharapkan mampu berhubungan dengan
ketrampilan paragraf narasi. Adapun tes penguasaan kalimat efektif meliputi
pilihan ganda dan uraian. Dibawah ini dijelaskan kritria penilaiasn tes
penguasaan kalimat efektif sebagai berikut:

a) Tes pilihan ganda penguasaan kalimat efektif


Tes pilihan ganda penguasaan kalimat efektif terditi dari tiga aspek
yaitu 1) kriteria penilaian tes penguasaan kalimat efektif dalam teori, 2)
kisi-kisi soal pilihan ganda tes teori penguasaan kalimat efektif, dan 3)
Rublik penilaian pilihan ganda tes teori penguasaan kalimat efektif.

Tabel 2 Kriteria Penilaian Tes Penguasaan Kalimat Efektif dalam Teori


Kriteria Nomor Soal Bobot Skor
Syarat awal
1. Pemilihan kata (diksi) 4,14,18,25,30,35 1 1

2. Penggunaan pendoman ejaan 1,7,13,19,34 1 1


Syarat utama
Struktur kalimat efektif

1. Struktur kalimat umum 3,6,16 1 1


2. Struktur kalimat paralel 5,38,39 1 1

3. Struktur kalimat periodik 40,15,20 1 1


Ciri-ciri kalimat efektif
1. Kesatuan 8,12,27,33 1 1
2. Kehematan 10, 21,24,26,37 1 1
3. Penekanan 9,22,31,32,36 1 1
4. Kevariasian 2,11,17,23, 1 1
28,29
Sumber, Putrayasa (2007:54)
Dalam mengukur penilaian pilihan ganda penguasaan kalimat efektif
dibutuhkan kisi-kisi soal pilihan ganda tes teori penguasaan kalimat efektif.
Adapun tingkat kognitif dalam pilihan ganda, peneliti menggunakan tingkat
kognitif Taksonomi Bloom. Di bawah ini diuraikan dalam tabel mengenai kisi-
kisi soal pilihan ganda penguasaan kalimat efektif sebagai berikut:
Tabel 3 Kisi-kisi soal pilihan ganda tes teori penguasaan kalimat efektif
Tingkat Kognitif dan Nomor
Soal

Mengaplikasi kan(C3)
Kriteria Jumlah

Mengevaluasi(C5)
Menganalisis(C4)
Memahami (C2)

Mencipta(C6)
Syarat awal
1. Pemilihan kata (diksi) 5 7
Indikator: 14
a. Kata-kata yang bersinonim dan 33 18
berhomofon 25
b. Kata-kata yang bermakna 30
denotasi dan konotasi 35
c. Pemakaian kata umum dan kata
khusus.
d. Pemakaian kata-kata atau istilah
asing
e. Pemakaian kata abstrak dan
konkrit
2. Penggunaan pendoman ejaan 1 7 5
Indikator: 13
a. Penulisan huruf, 19
b. Penulisan kata dan 34
c. Penggunaan tanda baca.
Syarat Utama
Struktur kalimat efektif 3
Tingkat Kognitif dan Nomor
Soal

Mengevaluasi(C5)
Menganalisis(C4)
Kriteria Jumlah

Memahami (C2)

Mencipta(C6)
Mengaplikasi
1. Struktur kalimat umum 6 3 16 3
Indikator:
a. Adanya unsur wajib (S dan P)
b. Adanya unsur tak wajib/mana
suka yaitu kata kerja:harus,
boleh, keterangan aspek: sudah,
akan, dan sebagainya.

2. Struktur kalimat paralel 5 38 3


Indikator: 39
Terdapat kesejajaran, bentuk, atau
makna atau dalam perincian kalimat.

3. Struktur kalimat periodik 15 3


Indikator: 20
Unsur-unsur tambahan yang terlebih 40
dahulu kemudian muncul bagian inti

Ciri-ciri kalimat efektif


1. Kesatuan 8 27 4
Indikator: 12 33
Keselarasan antara subjek-predikat,
predikat-objek, predikat-keterangan

2. Kehematan 21 10, 37 5
Tingkat Kognitif dan Nomor
Soal

Mengevaluasi(C5)
Menganalisis(C4)
Memahami (C2)
Kriteria Jumlah

Mencipta(C6)
Mengaplikasi
Indikator: 24 26
a. Mengulang subjek kalimat
b. Hiponimi hindarkan
3. Penekanan 31 36 9 32 5
Indikator: 22
Pementingan atau pemusatan
perhatian pada salah satu unsur atau
bagian kalimat
4. Kevariasian 2, 11 28 17 6
Indikator: 23
Pola dan bentuk kalimat yang 29
bervariasi
Sumber: Putrayasa (2007:08-64)
Unutuk mengetahui bobot setiap soal, maka dibutuhkan rubrik penilaian.
Peneliti menggunakan penilaian pilihan ganda dengan skor 1 jika benar dan skor 0
jika salah. Untuk lebih jelasnya ditengkan dalam tabel 4 sebagai berikut:

Tabel 4 Rublik penilaian pilihan ganda tes teori penguasaan kalimat efektif
No Penilaian
Kriteria soal Benar Salah Jumlah
=1 =0
Syarat awal
1. Pemilihan kata (diksi) 4,14,1 5 0 5
Indikator: 8,25,3
a. Kata-kata yang bersinonim dan 0,35
berhomofon
b. Kata-kata yang bermakna denotasi dan
konotasi
c. Pemakaian kata umum dan kata khusus.
d. Pemakaian kata-kata atau istilah asing
e. Pemakaian kata abstrak dan konkrit
2. Penggunaan pendoman ejaan 1,7,13 5 0 5
Indikator: ,19,34
a. Penulisan huruf,
b. Penulisan kata dan
c. Penggunaan tanda baca.
Syarat utama
Struktur kalimat efektif

1. Struktur kalimat umum 3.6.16 3 0 3


Indikator:
a. Adanya unsur wajib (S dan P)
b. Adanya unsur tak wajib/mana suka yaitu
kata kerja:harus, boleh, keterangan
aspek: sudah, akan, dan sebagainya.
No Penilaian
Kriteria soal Benar Salah Jumlah
=1 =0
2. Struktur kalimat paralel 5,38, 3 0 3
Indikator: 39
Terdapat kesejajaran, bentuk, atau makna
atau dalam perincian kalimat.

3. Struktur kalimat periodik 40,15, 3 0 3


Indikator: 20
Unsur-unsur tambahan yang terlebih dahulu
kemudian muncul bagian inti
Ciri-ciri kalimat efektif
1. Kesatuan 8,12,2 6 0 6
Indikator: 7,33
Keselarasan antara subjek-predikat,
predikat-objek, predikat-keterangan
2. Kehematan 10, 6 0 6
Indikator: 21,24,
a. Mengulang subjek kalimat 26,37
b. Hiponimi hindarkan
3. Penekanan 9,22,3 5 0 5
Indikator: 1,32,
Pementingan atau pemusatan perhatian pada 36
salah satu unsur atau bagian kalimat

4. Kevariasian 2,11, ³ 0 4
Indikator: 17,23,
Pola dan bentuk kalimat yang bervariasi 28,29

Jumlah 40 40
Keterangan :
Nilai = jumlah benar
4

b) Tes uraian penguasaan kalimat efektif


Tes uraian kalimat efektif digunakan peneliti untuk memperkuat
data. Dengan adanya tes uraian penguasaan kalimat efektif siswa dapat
diketahui sejauh mana menguasai kalimat efektif. Adapun kriteria penilaian
uraian kalimat efektif sebagai berikut:
Tabel 5 Kriteria Penilaian Praktik Tes Penguasaan Kalimat Efektif
Kriteria Nomor Soal Bobot Skor
Syarat awal
1. Pemilihan kata (diksi) 1 4 4
2. Penggunaan pendoman ejaan 1 4 4
Syarat utama
Struktur kalimat efektif

1. Struktur kalimat umum. 2 4 4


2. Struktur kalimat paralel 3 4 4
3. Struktur kalimat periodik 4 4 4
Ciri-ciri kalimat efektif
1. Kesatuan 6 (a) 4 4
2. Kehematan 6 (b) 4 4
3. Penekanan 6 (c) 4 4
4. Kevariasian 5 4 4
Jumlah 36 36
Sumber: Putrayasa (2007:54)

Keterangan
Nilai akhir= jumlah skor -6
4
Tes uraian penguasan kaliamat efektif juga disertai dengan kisi-kisi guna
menjelaskan tingkat kognitif soal. Adapun penjelasanya sebagai berikut:
Tabel 6 Kisi-kisi Penilaian Praktik Tes Penguasaan Kalimat Efektif
Tingkat Kognitif dan Nomor
Soal

Mengaplikasikan(C3)
Kriteria Jumlah

Mengevaluasi(C5)
Menganalisis(C4)
Memahami (C2)

Mencipta(C6)
Syarat awal
1. Pemilihan kata (diksi) 1 4
Indikator:
a. Kata-kata yang bersinonim dan
berhomofon
b. Kata-kata yang bermakna
denotasi dan konotasi
c. Pemakaian kata umum dan
kata khusus
d. Pemakaian kata-kata atau
istilah asing
e. Pemakaian kata abstrak dan
konkrit
2. Penggunaan pendoman ejaan 1 4
Indikator:
a. Penulisan huruf,
b. Penulisan kata dan
c. Penggunaan tanda baca.
Syarat utama
Struktur kalimat efektif
Tingkat Kognitif dan Nomor
Soal

Mengevaluasi(C5)
Mengaplikasikan(

Menganalisis(C4)
Memahami (C2)
Kriteria Jumlah

Mencipta(C6)
1. Struktur kalimat umum 2 4
Indikator:
a. Adanya unsur wajib (S dan P)
b. Adanya unsur tak wajib/mana
suka yaitu kata kerja:harus,
boleh, keterangan aspek:
sudah, akan, dan sebagainya.
2. Struktur kalimat paralel 3 4
Indikator:
Terdapat kesejajaran, bentuk, atau
makna atau dalam perincian kalimat.

3. Struktur kalimat periodik 4 4


Indikator:
Unsur-unsur tambahan yang terlebih
dahulu kemudian muncul bagian inti

Ciri-ciri kalimat efektif


1. Kesatuan 6 4
Indikator:
Keselarasan antara subjek-predikat,
predikat-objek, predikat-keterangan

2. Kehematan 6 4
Indikator:
Tingkat Kognitif dan Nomor
Soal

Mengevaluasi(C5)
Mengaplikasikan(

Menganalisis(C4)
Memahami (C2)
Kriteria Jumlah

Mencipta(C6)
a. Mengulang subjek kalimat
b. Hiponimi hindarkan
3. Penekanan 6 4
Indikator:
Pementingan atau pemusatan
perhatian pada salah satu unsur atau
bagian kalimat
4. Kevariasian 5 4
Indikator:
Pola dan bentuk kalimat yang
bervariasi
Sumber: Putrayasa (2007:08-64)

Dalam pengambilan data tidak akan terlepas dari rubrik penilaian. Dengan
adanya rubrik penilan peneliti akan mudah mengukur penilaian. Dalam tes uraian
penguasaan kalimat efektif peneliti mengunakan skor 1-4. Adapun lebih jelasnya
dijelaskan dalam tabel 7 sebagai berikut:

Tabel 7 Rubrik penilaian tes penguasaan kalimat efektif


Kriteria Deskripsi penilaian skor

Syarat awal
3. Pemilihan kata (diksi) Terdapat 1 atau 2 atau 3 4
Indikator: atau 1 - 5 dari indikator
a. Kata-kata yang bersinonim dan a,b,c,d,dan e yang sesuai
berhomofon dan benar.
b. Kata-kata yang bermakna denotasi dan
Terdapat kesalahan 3-4 dari 3
konotasi
1 atau 2 atau 3 atau 1 - 5dari
c. Pemakaian kata umum dan kata khusus.
indikator a,b,c,d,dan e yang
d. Pemakaian kata-kata atau istilah asing
sesuai dan benar.
e. Pemakaian kata abstrak dan konkrit
Terdapat kesalahan 5-8 dari 2
1 atau 2 atau 3 atau 1 - 5
dari indikator a,b,c,d,dan e
yang sesuai dan benar.
Terdapat kesalahan lebih 1
dari 8 dari 1 atau 2 atau 3
atau 1 - 5 dari indikator
a,b,c,d,dan e yang sesuai
dan benar.
2, Penggunaan pedoman ejaan Sudah sesuai dengan 4
Indikator: Penggunaan pedoman ejaan
a. Penulisan huruf, dari indikator.
b. Penulisan kata dan terdapat kesalahan masing- 3
c. Penggunaan tanda baca. masing 2-5 dari penulisan
huruf, penulisan kata dan
pengunaan tanda baca.
terdapat kesalahan masing- 2
masing 6-7 dari penulisan
huruf, penulisan kata dan
pengunaan tanda baca.
terdapat kesalahan lebih dari 1
Kriteria Deskripsi penilaian skor

7 dari penulisan huruf,


penulisan kata dan
pengunaan tanda baca.
Syarat utama
Struktur kalimat efektif

1. Struktur kalimat umum Terdapat unsur wajib dan 4


Indikator: unsur tak wajib
a. Adanya unsur wajib (S dan P) Terdapat unsur wajib, tetapi 3
b. Adanya unsur tak wajib/mana suka tidak ada unsur tak wajib
yaitu kata kerja:harus, boleh, Terdapat salah satu unsur 2
keterangan aspek: sudah, akan, dan wajib (S atau P) dan
sebagainya. terdapat unsur tak wajib
atau tidak ada unsur tak
wajib
Tidak ada unsur wajib dan 1
tak wajib
2. Struktur kalimat paralel Terdapat salah satu 4
Indikator: kesejajaran, bentuk, atau
a. Terdapat kesejajaran bentuk makna atau dalam perincian
Jika ide-ide yang digunakan dalam kalimat dan benar.
kalimat menggunakan frase, maka ide Terdapat salah satu 3
yang sederajat menggunakan frase. kesejajaran, bentuk, atau
Berlaku juga untuk kata benda (misal makna atau dalam perincian
bentuk pe-an, ke- an), dan kata kerja kalimat yang terdapat
(misal me-kan, di-kan) kesalahan 3-4.
b. Terdapat kesejajaran makna Terdapat salah satu 2
Jika ide-ide yang diungkapkan kesejajaran, bentuk, atau
memiliki kesamaan makna antara S, P, makna atau dalam perincian
O dan K. kalimat yang terdapat
c. Terdapat perincian pilihan (dalam kesalahan 5-7.
Kriteria Deskripsi penilaian skor

pilihan ganda) Terdapat salah satu 1


Jika ide-ide yang dipilih mewakili apa kesejajaran, bentuk, atau
yang dipilih. makna atau dalam perincian
kalimat yang terdapat
kesalahan lebih dari 7
3. Struktur kalimat periodik Terdapat unsur-unsur 4
Indikator: tambahan yang terlebih
Unsur-unsur tambahan yang terlebih dahulu dahulu kemudian muncul
kemudian muncul bagian inti bagian inti dan benar
Terdapat unsur-unsur 3
tambahan yang terlebih
dahulu kemudian muncul
bagian inti yang belum
sempurna
Terdapat unsur-unsur 2
tambahan yang terlebih
dahulu tidak ada bagian inti
Tidak terdapat unsur-unsur 1
tambahan yang terlebih
dahulu kemudian muncul
bagian inti
Ciri-ciri kalimat efektif
1. Kesatuan Terdapat keselarasan antara 4
Indikator: subjek-predikat, predikat-
Keselarasan antara subjek-predikat, predikat- objek, predikat-keterangan
objek, predikat-keterangan dan semuanya benar
Kurang adanya 2-4 dari 3
keselarasan antara subjek-
predikat, predikat-objek,
predikat-keterangan
Kriteria Deskripsi penilaian skor

Kurang adanya 5-7 dari 2


keselarasan antara subjek-
predikat, predikat-objek,
predikat-keterangan
Kurang ada lebih dari 7 1
keselarasan antara subjek-
predikat, predikat-objek,
predikat-keterangan
2. Kehematan Adanya kehematan yang 4
Indikator: sesuai dari mengulang
a. Mengulang subjek kalimat subjek kalimat dan hiponimi
b. Hiponimi hindarkan hindarkan dan semuanya
benar.
Kurang adanya kehematan 3
masing-masing 2-4 dari
mengulang subjek kalimat
dan hiponimi hindarkan.
Kurang adanya kehematan 2
masing-masing 5-7 dari
mengulang subjek kalimat
dan hiponimi hindarkan.
Kurang adanya kehematan 1
lebih dari 7 dari mengulang
subjek kalimat dan hiponimi
hindarkan.
3. Penekanan Terdapat penekanan yang 4
Indikator: sesuai dari Pementingan
Pementingan atau pemusatan perhatian pada atau pemusatan perhatian
salah satu unsur atau bagian kalimat. pada salah satu unsur atau
Seperti: pemindahan letak frasa, penggulangan bagian kalimat dan benar.
kata sama, penegasan intonasi dan partikel. Kurang adanya 2-4 dari 3
Kriteria Deskripsi penilaian skor

Pementingan atau
pemusatan perhatian pada
salah satu unsur atau bagian
kalimat
Kurang adanya 5-7 dari 2
Pementingan atau
pemusatan perhatian pada
salah satu unsur atau bagian
kalimat
Kurang adanya lebih dari 7 1
dari Pementingan atau
pemusatan perhatian pada
salah satu unsur atau bagian
kalimat
4. Kevariasian Adanya pola dan bentuk 4
Indikator: kalimat yang bervariasi dan
Pola dan bentuk kalimat yang bervariasi. semuanya benar.
Misalnyapola S-P-O menjadi P-O-S Kurang adanya 2-4 dari pola 3
dan bentuk kalimat yang
bervariasi
Kurang adanya 5-7 dari 2
pola dan bentuk kalimat
yang bervariasi
Kurang adanya lebih dari 7 1
dari pola dan bentuk
kalimat yang bervariasi

Jumah 36

a. Tes Keterampilan Menulis Narasi


Tes ketrampilan menulis narasi juga digunakan untuk mengambil data.
Ketrampilan menulis narasi sangat dibutuhkan untuk mengetahui hubungan
penguasaan kalimat efetif dengan ketrampilan menulis paragraf narasi.
Dibutuhkan alat yang sesuai dengan pengambilan data ketrampilan menulis
narasi. Adapun kriteria ketrampilan menulis narasi sebagai berikut:
Tabel 8 Kriteria Penilaian menulis Paragraf narasi
No Aspek penilaian Deskripsi Skor
1 Aspek ciri-ciri paragraf narasi
a. Menonjolkan unsur perbuatan Terdapat 4 ciri-ciri narasi 4
atau tindakan dan semuanya benar
b. Dirangkai dalam urutan waktu Terdapat 2-3 ciri-ciri narasi 3
c. Terdapat konflik. Narasi dan benar.
dibangun oleh sebuah alur Terdapat 1 ciri-ciri narasi 2
cerita dan benar.
d. Berusaha menjawab
Tidak terdapat ciri-ciri 1
pertanyaan, apa yang terjadi
narasi.

2 Struktur narasi
Adanya komponen perbuatan, Terdapat semua struktur 4
penokohan, latar, sudut pandang narasi dan semuanya benar
dan alur (plot) Tidak terdapat 1-2 struktur 3
narasi
Tidak terdapat 3-4 struktur 2
narasi
Tidak terdapat 5-6 struktur 1
narasi
3 Ada penanda koherensi
No Aspek penilaian Deskripsi Skor
a. Ada penanda koherensi untuk Terdapat penanda koherensi 4
menghubungkan kalimat Lebih dari
dalam paragraf narasi
Antara lain:
a) Pertama, kedua, ketiga
dan seterusnya
b) Semula;
c) Saat itu, waktu itu; Terdapat penanda koherensi 3
d) Pertama kali, awal mula; 2-3
e) Kemudian; Terdapat 1 penanda 2
f) Setelah itu; koherensi
g) Akhirnya;
Tidak terdapat penanda 1
h) Selajutnya
koherensi

Jumlah 12

Sumber: diadaptasi dari Dalman (2014), dan Keraf (2007)


Keterangan:
1. Konfik adalah sebagai hasil dari interaksi antarkarakter atau tokoh-
tokoh yang dikisahkan (Keraf,2003:157)
2. Alur (plot) merupakan rangkaian pola tindak-tanduk yang berusaha
memecahkan konflik yang terdapat dalam narasi itu, yang berusaha
memulihkan situasi narasi ke dalam suatu situasi yang seimbang dan
harmonis (Keraf,2003:147).
3. Perbuatan adalah suatu atur gerak yang bersinambung dengan waktu
atau dapat pula diartikan sebagai rangkaian adegan-adegan, tetapi
dapat juga dilihat baik sebagai kesatuan yang diikat oleh waktu
(Keraf,2003:157).
4. Penokohan ialah mengisahkan tokoh cerita bergerak dalam suatu
rangkaian peristiwa dan kejadian (Dalman,2014:108)
5. Latar adalah tempat dan/atau waktu terjadinya perbuatan tokoh atau
peristiwa yang dialami tokoh (Dalman,2014:108)
6. Sudut pandang adalah bagaimana fungsi seorang pengisah (narator)
dalam sebuah narasi, apakah ia mengambil bagian langsung dalam
seluruh rangkaian kejadian (yaitu sebagai participant), atau sebagai
pengamat (observer) terhadap obyek dari seluruh aksi atau tindak-
tanduk dalam narasi (Keraf,2003:191).

Keterangan:
Nilai= (perolehan skor) x 100
(skor maksimal)
Kajian tes digunakan untuk mengetahui keberasilan siswa. Peneliti
mengelompokan menjadi empat kategori yaitu:

Tabel 9 Kategori Skor


No Kategori Interval
1 Sangat baik 90-100
2 Baik 80-89
3 Cukup baik 70-79
4 Kurang baik 50-69

Lampiran 3.

SMA NEGERI 1 ROWOSARI


Jl. Bahari KM. 5 Rowosari Kendal Telp. (0294) 642 860 / (0294) 644 369
E-mail: smanrowosari@[Link] Http//: [Link]
Petunjuk Pelaksanaan Tes!
Soal Pilihan Ganda pengguasan kalimat efektif

1. Tes ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik kemampuan Anda dalam
menguasai kalimat efektif bahasa Indonesia.
2. Jumlah butir soal tes ini ada 40, Anda dianjurkan untuk mengerjakan semua butir
soal.
3. Tulis jawaban Anda pada lembar jawab yang telah disediakan dengan cara memberi
tanda silang (X) pada huruf A, B, C,D atau E sesuai dengan pilihan Anda, dan
jangan menulisi atau membuat corat-coret pada lembar soal!
4. Jika Anda telah selesai mengerjakan, serahkan lembar soal dan lembar jawaban pada
pengawas.
5. Setiap butir soal yang anda jawab dengan benar akan diberi nilai atau skor 1
sehingga skor tertinggi ada 40.
6. Waktu yang disediakan bagi Anda untuk mengerjakan tes ini ada 60 menit.

SOAL PILIHAN GANDA


Jawablah soal di bawah ini dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A,
B, C, atau D sesuai dengan pilihan yang menurut anda paling tepat!
1. nenek bertanya,”kapan kita pulang?”
Penulisan kalimat di atas tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan,
seharusnya yang benar adalah....
a. Nenek bertanya,”kapan kita pulang?”
b. nenek bertanya,”Kapan kita pulang?”
c. Nenek bertanya,”Kapan kita pulang?”
d. Nenek bertanya,”Kapan kita Pulang?”
e. Nenek Bertanya,”Kapan Kita Pulang?”
2. Kevariasi merupakan salah satu ciri kalimat efektif yang digunakan untuk...
a. Memfokuskan kesatuan gagasan;
b. Memelihara minat dan perhatian pembaca/pendengar;
c. Memberikan efek kemudahan;
d. Menambah kesan keilmiahan kalimat;
e. Mempermudah pengulangan.
3. Ketika aku … ayah di terminal Grabag, aku … dengan teman SMP ku yang
mempunyai kegemaran mengumpulkan perangko. … berpelukan melepas
rindu. Tak ku tahu tiba-tiba ayah sudah berada disampingku … dengan sahdu.
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah….
a. Dijemput, bertemu, kita, dan berhadapan.
b. Bertemu, berjumpa, mereka, dan berpandangan.
c. Mendatangi, bertemu, dia, dan menatap.
d. Menjemput, bertemu, dia, berhadapan.
e. Menjemput, berjumpa, kami, dan menatap.
4. Kalimat di bawah ini yang pemilihan katanya tepat adalah
a. Para pahlawan gugur di medan perang dalam melawan penjajah.
b. Sapi milik pak Khoerul telah meninggal karena keracunan.
c. Penjahat itu wafat ditembak Polisi karena merampok bank kemarin.
d. Tentara itu telah tewas dalam peparangan melawan teroris.
e. Kambing itu telah wafat karena keracunan.
5. Pemasangan telepon akan menyebabkan melancarkan tugas.
Kalimat di atas kurang efektif. Kalimat yang benar adalah….
a. Pemasangan telepon akan menyebabkan kelancaran tugas.
b. Pemasangan telepon akan meningkatkan kelancarkan tugas.
c. Pemasangan telepon akan meningkatkan melancarkan tugas.
d. Pemasangan telepon akan meningkatkan kelancaran tugas.
e. Pemasangan telepon akan meningkatkan pelancaran tugas.
6. Kalimat di bawah ini yang terdapat unsur subjek dan predikat yaitu….
a. Pagi tadi, Dita pergi.
b. Pagi yang cerah.
c. Selamat malam ibu.
d. Halo, apa kabar?
e. Titik memakan roti.
7. Pada hari senin bulan agustus terdapat hari yang sangat bersejarah bagi
bangsa indonesia.
Penulisan kalimat di atas tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan,
seharusnya yang benar adalah...
a. Pada hari Senin bulan agustus terdapat hari yang sangat bersejarah bagi
bangsa indonesia.
b. hari Senin bulan Agustus terdapat hari yang sangat bersejarah bagi bangsa
indonesia.
c. Senin, bulan Agustus terdapat hari yang sangat bersejarah bagi bangsa
Indonesia.
d. Pada hari Senin bulan agustus terdapat hari yang sangat bersejarah bagi
bangsa indonesia.
e. pada hari senin bulan agustus terdapat hari yang sangat bersejarah bagi
bangsa indonesia.
8. Perhatikan kalimat di bawah ini! Kalimat yang menjelaskan kesatuan
gagasannya adalah...
a. Tadi pagi makan roti sampai kenyang terus mandi.
b. Pada hari Senin kepada para siswa diharap memakai pakaian pramuka
lengkap.
c. Ayah ke pasar, terus pulang, langsung tidur.
d. Warga desa menginginkan keamaanan, kesejahteraan dan kedamaian di
kampungnya.
e. Hari Samis, bulan September aku melihat jejak hujan.
9. Cermati bacaan berikut ini!
Belajar harus di dukung dengan pembelajaran yang seimbang. Guru
harus mampu menguasai bahan ajar sehingga dalam mengajar siswa mampu
mempelajari materi yang disampaikan.
Kalimat tersebut memberikan penekanan dengan cara...
a. Mengubah-ubah posisi kalimat;
b. Penegasan partikel lah-yang;
c. Pemindahan keterangan;
d. Mengunakan unsur aktif-pasif;
e. Mengulang kata-kata yang sama.
10. Bacalah paragraf di bawah ini!
(1) Jam lima pagi aku sudah mandi, berpakaian serapi mungkin, (2) ku pilih
celana warna merah yang paling aku sukai.(3) Aku sudah janji pada
Minika. (4) Hari Senin, bulan Maret aku ke rumahnya.(5) Tak terasa jarum
sudah berputar lima puluh menit, (6) padahal aku janji jam 06.15 sampai
di rumah Monika.

Pengalan pengalaman pribadi di atas ada pemborosan kata yang bernomor....

a. (1) dan (4)


b. (2) dan (3)
c. (2) dan (4)
d. (3) dan (4)
e. (1) dan (3)
11. Karena bekerja terlalu berat maka ia jatuh sakit.
Variasi yang digunakan dalam kalimat tersebut adalah....
a. Variasi dalam pola kalimat;
b. Variasi dalam pembukaan kalimat;
c. Variasi dalam jenis kalimat;
d. Variasi bentuk aktif- pasif;
e. Variasi bentuk kata.
12. Diharapkan datang di lapangan, karena ada pengumuman.
Kalimat ini kurang jelas maksudnya karena ada bagian yang dihilangkan atau
tidak sejajar, yaitu ….
a. Predikatnya;
b. Pokok kalimatnya;
c. Objeknya;
d. Keterangan;
e. Subjeknya;
13. Penulisan yang benar sesuai ejaan yang disempurnakan di bawah ini adalah....
a. Anton mempertangung jawabkan perbuatanya kepada pak ali.
b. Senin depan khoerul dan Bambang akan mengikuti ekstrakulikulier sepak
bola.
c. Yang Bambang maksut bukan adiknya melainkan fajar orangnya.
d. Surat saudara sudah saya terima.
e. Selanjutya aku akan ke jakarta sehabis itu langsung ke bandung.
14. Pemilihan kata yang tepat pada kalimat di bawah ini adalah....
a. Kedua remaja itu telah lama saling menyinta.
b. Atas segala bantuan itu, saya ucapkan terima kasih.
c. Polisi telah berhasil menangkap pelaku pengrusakan gedung.
d. Atas kemudahan yang telah saya terima, saya haturkan terima kasih.
e. Anton tidak mempertangung jawabkan atas pencurian.
15. Oleh guru kemarin buku yang rusak itu dibuang.
Kalimat di atas memiliki struktur….
a. O-K-S-P
b. S-P-O-K
c. K-S-P-O
d. S-P-K-O
e. O-S-P-K
16. Kalimat di bawah ini yang tidak terdapat unsur subjek dan predikat adalah….
a. Nelayan mencari ikan.
b. Pagi hari, matahari telah memancarkan sinar.
c. Sudahlah, aku mau memakan nasi ini.
d. Saya belajar di meja.
e. Setiap sore.
17. Cermati kalimat di bawah ini!
1) Dokter muda itu belum dikenal oleh masyarakat desa Girirejo.
2) Belum dikenal oleh masyarakat desa Girirejo dokter muda itu.
Variasi dalam pola kalimat digunakan dalam bacaan di atas. Pola yang
digunakan adalah....
a. (1) S-O-P dan (2) S-P-O
b. (1) S-P-O dan (2) P-O-S
c. (1) S-O-P dan (2) S-O-P
d. (1) S-P-O dan (2) S-P-O
e. (1) P-S-O dan (2) S-P-O
18. Pemilihan kata saatlah penting dalam menyampaikan tujuan. Di bawah ini
mana yang pemilihan katanya paling benar.
a. Segala siswa kelas empat akan menghadapi ujian akhir semester.
b. Kita akan melindungi segenap binatang dari perburuan.
c. Segenap tubuhnya terkena tumpahan cat.
d. Seluruh tubuh Andin terkena minyak tanah.
e. Segala petani mempersiapkan penanaman padi.
19. Penulisan yang benar sesuai ejaan yang disempurnakan di bawah ini adalah
a. Senin, 30 november 2015 Anton membeli koran kompas.
b. Jumat, 18 Agustus 2015 luki meminjam majalah bobo.
c. Doni pada hari Kamis, 21 Januari 2016 tulisanya masuk di Suara
Merdeka.
d. Budi suka sekali membeli koran Repuplika.
e. Faisan pada hari kamis, 6 agustus 2016 membaca jawa pos di rumah.
20. Oktober 2016 merupakan hari Bulan Bahasa yang dirayakan oleh para siswa
SMP.
Kalimat di atas memiliki struktur….
a. K-S-P-O
b. S-P-O-K
c. P-O-S-K
d. K-S-O-P
e. S-K-P-O
21. Para hadirin sekalian yang saya hormati.
Kalimat di atas terdapat pemborosan kata. Di bawah ini yang benar adalah....
a. Para hadirin sekalian saya hormati.
b. Hadirin yang saya hormati.
c. Hadirin saya hormati.
d. Para hadirin yang saya hormati.
e. Para hadirin sekalian yang paling saya hormati.
22. Tadi pagi guru bahasa Indonesia tidak mengajar.
Kalimat tersebut memberikan penekanan dengan cara...
a. Mengubah-ubah posisi kalimat;
b. Mengulang kata-kata yang sama;
c. Penegasan partikel lah-yang;
d. Mengubah kalimat aktif-pasif;
e. Pemindahan keterangan;
23. Perhatikan bacaan di bawah ini!
Pohon pisan cepat itu cepat tumbuh. Dengan mudah pohon pisang itu dapat
ditanam dan dipelihara. Lagi pula tidak perlu dipupuk kita hanya menggali
lubang, menanam, dan tinggal menunggu buahnya.
Variasi yang digunakan dalam kalimat tersebut adalah...
a. Variasi dalam pola kalimat;
b. Variasi dalam pembukaan kalimat;
c. Variasi dalam jenis kalimat;
d. Variasi bentuk aktif- pasif.
e. Variasi bentuk frasa.
24. Cermati kalimat di bawah ini! Kalimat yang penulisan daripada yang benar
terdapat pada kecuali...
a. Kalimat A lebih sulit daripada kalimat B.
b. Saya lebih senang berenang daripada sepak bola.
c. Berkali-kali sudah di bilang makan dulu daripada kelaparan saat bekerja.
d. Di dalam pembanguunan ini kepetingan daripada rakyat rakyat harus
diutamakan.
e. Daripada menanap tembakau, petani lebih suka menanam jagung.
25. Pak karno memandang drama di alun-alun Magelang. Tidak ketinggalan
segenap warga juga menatap drama tersebut.
Kalimat di atas kurang sesuai, sehingga tujuan yang ingin disampaikan tidak
tercapai. kalimat di bawah ini yang sesuai yaitu....
a. Pak karno menyaksikan drama di alun-alun Magelang. Tidak ketinggalan
segenap warga juga menatap drama tersebut.
b. Pak karno menonton drama di alun-alun Magelang. Tidak ketinggalan
seluruh warga juga menonton drama tersebut.
c. Pak karno menyaksikan drama di alun-alun Magelang. Tidak ketinggalan
segenap warga juga menonton drama tersebut.
d. Pak karno memandang drama di alun-alun Magelang. Tidak ketinggalan
seluruh warga juga menatap drama tersebut.
e. Pak karno memandang drama di alun-alun Magelang. Tidak ketinggalan
seluruh warga juga melihat drama tersebut.
26. Cermati bacaan di bawah ini!
(1) Setiap hari Soni bermain-main dan ia tidak mau belajar. Buku pelajaranya
tak pernah dibuka, apalagi dipelajari.(2) Tiap kali ayah dan ibunya
mengingatkan Soni bahwa ujian sudah dekat.(3) Akan tetapi, Soni tak mau
menurut.(4) Soni masih saja tidak mau menurut dan ia tidak lulus ujian.
Berkat kemalasan dan bermain-mainya.(5) Soni ahirnya menyesal dengan
perbuatanya.

Bacaan di atas terdapat pengulangan subjek kalimat yang terdapat pada


nomor....

a. (1) dan (5)


b. (1) dan (4)
c. (2) dan (3)
d. (2) dan (5)
e. (3) dan (5)
27. Yang jelas kesatuan gagasannya terdapat pada kalimat...
a. Senin, 15 Mei 2015 merupakan hari dimana Ani akan betemu ayahnya di
Magelang.
b. Pada hari jumat, ada acara ulang tahun sekolahan.
c. Bambang makan bakso sambil membeli buku di pesawat.
d. Pada hari Jumat, 15 Desember ia pergi.
e. Magelang, semarang, dan temanggung telah aku kunjungi.
28. Kevariasian dalam kalimat dapat di buka dengan frasa benda. Di bawah ini
yang menggunakan kalimat dengan frasa benda adalah....
a. Karena pergi terlalu jauh maka ia ditinggal.
b. Dibunganya jauh-jauh pikiran yang jelek itu.
c. Bertanggungjawablah pada kedua orang tua.
d. Semalam itu telah terjadi kecelakaan di depan terminal.
e. Mang usil dari semarang ingin menuju magelang naik bus.
29. Guru matematika itu sangat digemari oleh siswa
Pola yang digunakan dalam kalimat di atas adalah....
a. S-P-O
b. P-O-S
c. S-O-P
d. P-S-O
e. O-P-S
30. Sepeda dari kakak rusak berat karena ditabrak mobil. Anton takut kena
kemarahan kakanya.
Bacaan di atas kurang efektif. di bawah ini yang benar adalah.....
a. Sepeda oleh kakak rusak berat karena ditabrak mobil. Anton takut kena
marah kakanya.
b. Sepeda kakak rusak berat karena ditabrak mobil. Anton takut kena marah
kakanya.
c. Sepeda kakak rusak berat karena ditabrak mobil. Anton takut kena
kemarahan kakanya.
d. Sepeda dari kakak rusak berat karena ditabrak mobil. Anton takut kena
marah kakanya.
e. Sepeda oleh kakak rusak berat karena ditabrak mobil. Anton takut kena
marah kakanya.

31. Adik memang sudah mengirim surat itu.


Kalimat tersebut memberikan penekanan dengan cara...
a. Penegasan dengan bentuk pasif;
b. Mengulang kata-kata yang sama;
c. Penegasan partikel lah-yang;
d. Pemindahan kata keterangan;
e. Penegasan dengan bentuk aktif.
32. Cermati bacaan di bawah ini!
Jokowi lebih suka memakai kemeja putih daripada batik.
Kalimat di atas mengunakan pemakaian kata tertentu untuk menekankan
maksud. Pemakaian kata tersebut terdapat pada kata...
a. Jokowi,
b. Memakai,
c. Batik,
d. Kemeja,
e. Daripada,
33. Tahun ini SPP siswa baru dinaikan. Para orang tua keberatan dan mereka
mendatangi sekolah meminta penjelasan. Kepala sekolah pun disampaikan
alasan SSP dinaikan.
Paragraf di atas tidak efektif, butuh pembenaran pada kata yang di cetak
miring yaitu,
a. Tahun ini SPP siswa-baru dinaikan. Para orang tua keberatan dan
mendatangi sekolah meminta penjelasan. Kepala sekolah pun disampaikan
alasan SSP dinaikan.
b. SPP siswa tahun baru ini dinaikan. Para orang tua keberatan dan
mendatangi sekolah meminta penjelasan. Kepala sekolah pun
menyampaikan alasan SSP dinaikan.
c. SPP siswa tahun baru ini dinaikan. Para orang tua keberatan dan mereka
mendatangi sekolah meminta penjelasan. Kepala sekolah pun
menyampaikan alasan SSP dinaikan.
d. Tahun ini SPP siswa-baru dinaikan. Para orang tua keberatan dan mereka
mendatangi sekolah meminta penjelasan. Kepala sekolah pun
menyampaikan alasan SSP dinaikan.
e. SPP siswa tahun baru ini dinaikan. Para orang tua keberatan dan mereka
mendatangi sekolah meminta penjelasan. Oleh Kepala sekolah pun
menyampaikan alasan SSP dinaikan.
f.
34. Cermati bacaan berikut.
Rina memiliki saudara kembar dengan Rini. Antara Rina dengan Rini sulit
dibedakan. Mereka lahir hari senin, 11 bulan april tahun 1998 di Magelang.
Rina dan Rini selalu bersama jadi, orang-orang menyebutnya si kemar bunga
desa.
Paragraf di atas kurang efektif . Di bawah ini yang paling efektif adalah....
a. Rina memiliki saudara kembar dengan Rini. Antara Rina dan Rini sulit
dibedakan. Mereka lahir Senin, 11 April 1998 di Magelang. Rina dan Rini
selalu bersama, jadi orang-orang menyebutnya si kemar bunga desa.
b. Rina memiliki saudara kembar dengan Rini. Antara Rina dengan Rini sulit
dibedakan. Mereka lahir Senin, 11 April tahun 1998 di Magelang. Rina
dan Rini selalu bersama jadi, orang-orang menyebutnya si kemar bunga
desa.
c. Rina memiliki saudara kembar dengan Rini. Antara Rina dan Rini sulit
dibedakan. Mereka lahir Senin, 11 April tahun 1998 di Magelang. Rina
dan Rini selalu bersama, jadi orang-orang menyebutnya si kemar bunga
desa.
d. Rina memiliki saudara kembar dengan Rini. Antara Rina dengan Rini sulit
dibedakan. Mereka lahir hari senin, 11 bulan April 1998 di Magelang.
Rina dan Rini selalu bersama jadi, orang-orang menyebutnya si kemar
bunga desa.
e. rina memiliki saudara kembar dengan rini. Antara rina dengan rini sulit
dibedakan. Mereka lahir hari senin, 11 bulan April 1998 di Magelang.
rina dan rini selalu bersama jadi, orang-orang menyebutnya si kemar
bunga desa.

35. Perhatikan kalimat di bawah ini! Kalimat yang pemilihan katanya sesuai
adalah...
a. Bu guru sedang mengawasi ulangan harian di kelas.
b. Tono terburu-buru mengubah no perdana, karena takut ketahuan pacarnya.
c. Saya bukan gendut melainkan sedikit besar saja.
d. Pohon di tepi jalan itu jatuh karena hujan deras.
e. Arman bukan pencinta mamalia melainkan pencinta reptil.
36. Cermati bacaan di bawah ini!
Kunci kelas ada di hasan.
Kalimat di atas kurang efektif, yang benar adalah....
a. Kunci kelas ada di Hasan.
b. Kunci kelas ada pada hasan.
c. Kunci kelas ada pada Hasan.
d. kunci kelas ada pada hasan.
e. Kunci kelas ada di hasan
37. Kalimat di bawah ini yang efektif terdapat pada....
a. Hari selasa, Anton akan berlibur.
b. Pukul 04.00 WIB Bambang sudah bangun dan ia langsung mandi.
c. Presiden Joko Widodo menghadiri Rapin ABRI Senin lalu.
d. Bulan Maret lalu, Siska membeli buah, kemudian ia lupa pesaan bapak.
e. Saya percayaka kamu akan datang hari senin depan.

Bacalah paragraf di bawah ini

Ani di suruh ayahnya untuk pembelian buku, dibuat katalog dan


mengaturkan peminjaman buku. Memang tidak ada yang meragukan keuletan
Ani. Di depan rumah, Ani juga melihat adiknya sedah memetiki setangkai
bunga, barangkali buat kekasihnya. Pikir Ani dalam hati. Setelah selesai tugas
dari ayahnya. Jus Jeruk di siang hari menjadi pehilang dahaga Ani.

38. Dari paragraf di atas, kalimat pertama kurang sesuai. Kata yang bercetak
miring yang benar adalah….
a. Pembelian, membuat, dan mengatur
b. Membeli, membuat, dan mengatur
c. Dibeli, dibuat, dan mengatur
d. Pembelian, pembuatan, dan pengatur
e. Dibeli, pembuatan, dan pengaturan.
39. Kata Memetiki pada kalimat ketiga kurang tepat. Kata yang lebih tepat
adalah….
a. Dipetiki
b. Petikan
c. Memetik
d. Petik
e. mengambil
40. Kalimat terahir pada paragraf di atas memiliki struktur….
a. S-P-O-K
b. O-K-P-S
c. O-K-S-P
d. P-S-K-O
e. O-P-S-K

KUNCI JAWABAN
TES PENGUASAAN KALIMAT EFEKTIF

No Kunci Kunci Kunci Kunci


No. No. No.
. Jawaban Jawaban Jawaban Jawaban
1. C 11. B 21. B 31. D
2. B 12. E 22. E 32. E
3. E 13. D 23. D 33. B
4. A 14. C 24. D 34. A
5. D 15. A 25. B 35. A
6. E 16. E 26. B 36. C
7. C 17. B 27. A 37. C
8. D 18. D 28. E 38. B
9. E 19. E 29. A 39. C
10. C 20. A 30. B 40. B

Lampiran 4.

SMA NEGERI 1 ROWOSARI


Jl. Bahari KM. 5 Rowosari Kendal Telp. (0294) 642 860 / (0294) 644 369
E-mail: smanrowosari@[Link] Http//: [Link]

Soal Uraian Penguasaan Kalimat Efektif


Petunjuk Pelaksanaan Tes!
7. Tes ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik kemampuan Anda dalam
menguasai kalimat efektif bahasa Indonesia.
8. Tulis jawaban Anda pada lembar jawab yang telah disediakan. Jika Anda telah
selesai mengerjakan, serahkan lembar soal dan lembar jawaban pada pengawas.
9. Waktu yang disediakan untuk mengerjakan tes ini 30 menit.

A. Tulislah jawaban Anda di lembar jawaban yang disediakan dengan benar


dan tepat!
1. Buatlah kalimat efektif dengan memperhatikan diksi dan
EYD( ejaan yang disempurnakan).
2. Buatlah kalimat yang efektif yang mengandung ketentuan sebagai
berikut.
a. Mengandung unsur S dan P.
b. Terdapat kata kerja seperti harus, boleh atau keterangan aspek
seperti sudah, akan dan sebagainya.
3. Buatlah kalimat yang efektif dengan memperhatikan struktur
kalimat pararel menggunakan kata,
a. Beli, buat dan mengatur.
b. Ambil, aduk, dan buat.
c. Petik,buat,atur
4. Buatlah satu kalimat yang efektif menggunakan struktur S-O-P!
5. Buatlah satu kalimat yang efektif dengan memperhatikan ciri-ciri
kalimat efektif seperti:
a. Kesatuan.
b. Kehematan.
c. Penekanan.
d. Kevariasian.

Kunci jawaban Tes Uraian Kalimat Efektif


1. Saya akan menonton film di bioskop.
2. Makan nasi goreng di pagi hari sudah saya lakukan..
3.
a. Kayu jati dibeli Anton untuk dibuat rak agar buku-buku dapat diatur.
b. Kemarin Ibu mengambil mentega, telur dan gula kemudian meengaduk
bersama-sama untuk membuat kue.
c. Di pagi hari Anton memetik bunga mawar untuk membuat hiasan dan
mengatur ruangan.
4. Buah oleh andi dimakan.
5. Oleh masyarakat hewan yang sangat menakutkan itu di buang.

Lampiran 5.

SMA NEGERI 1 ROWOSARI


Jl. Bahari KM. 5 Rowosari Kendal Telp. (0294) 642 860 / (0294) 644 369
E-mail: smanrowosari@[Link] Http//: [Link]

Soal Ketrampilan Menulis Paragraf Narasi


Petunjuk Pelaksanaan Tes!
[Link] nama dan kelas anda di sebelah kiri atas pada lembar jawab.
[Link] kembali pekerjaan anda sebelum mengumpulkan.
[Link] jawaban Anda pada lembar jawab yang telah disediakan. Jika Anda telah
selesai mengerjakan, serahkan lembar soal dan lembar jawaban pada pengawas.
13. Waktu yang disediakan untuk mengerjakan tes ini 60 menit.

B. Tulislah jawaban Anda di lembar jawaban yang disediakan dengan benar


dan tepat!
Buatlah sebuah paragraf narasi berdasarkan kegiatan yang pernah anda
lakukan dengan memperhatikan:
a. Ciri-ciri paragraf narasi.
b. Adanya komponen perbuatan, penokohan, latar, sudut pandang dan
alur.
c. Adanya penanda koherensi (seperti pertama, kedua, semula, saat
itu, waktu itu,
pertama kali, dan lain sebagainya)

Anda mungkin juga menyukai