MODUL AJAR
MATEMATIKA
PECAHAN DAN DESIMAL
KELAS VI
SEMESTER GANJIL
SD INPRES 25 AMBON
TAHUN 2024/2025
PEMETAAN PROFIL
No Nama Pemetaan Profil belajar
Visual audiotori Kinestetik
1 Almendo R.V. kastanya v
2 Almendo Taberima v
3 Anjelo Montanus V
4 Christian Ririhena V
5 Edwin Selano V
6 Eunike Tetimau V
7 Felisia Vivi Alfons v
8 Gracio Labetubun V
9 Jelita Tuwilay V
10 Marcelino Angkota V v
11 Mario Ukru
12 Melisa Huliselan V
13 Mersy Huliselan V
14 Messi Hahury V
15 Micheline Maiseka V V
16 Meiske Septory v
17 Novela Latupeirissa V
18 Novelo Kayadoe V
29 Pieter Pelmelay V
20 Renatha Sahuleka V V
21 Rosaly Frans v
22 Safira Tehusyarana V v
23 Stevany Tetimau V
24 Viona Latupeirissa V
25 Yohan Cobis V
Catatan :
Mengetahui Ambon, Juli 2024
Kepala Sekolah Guru Kelas
Helda. V Matulessy,[Link] Yesty T. Gaspersz, [Link]
NIP. 19811008 200801 2 015 NIP. 19960125 202321 2 027
PEMETAAN MINAT BELAJAR
No Nama Pemetaan minat belajar
Seni Olah raga Ketrampilan
1 Almendo R.V. kastanya V
2 Almendo Taberima V V
3 Anjelo Montanus V
4 Christian Ririhena V
5 Edwin Selano V
6 Eunike Tetimau V V V
7 Felisia Vivi Alfons V V
8 Gracio Labetubun V V
9 Jelita Tuwilay V
10 Marcelino Angkota V V
11 Mario Ukru V
12 Melisa Huliselan V
13 Mersy Huliselan V V
14 Messi Hahury V V
15 Micheline Maiseka V V v
16 Meiske Septory V
17 Novela Latupeirissa v V
18 Novelo Kayadoe v V
19 Pieter Pelmelay v V v
20 Renatha Sahuleka v V V
21 Rosaly Frans v V v
22 Safira Tehusyarana V V
23 Stevany Tetimau v V v
24 Viona Latupeirissa V
25 Yohan Cobis V V v
Catatan :
Mengetahui Ambon, Juli 2024
Kepala Sekolah Guru Kelas
Helda. V Matulessy,[Link] Yesty T. Gaspersz, [Link]
NIP. 19811008 200801 2 015 NIP. 19960125 202321 2 027
PEMETAAN KESIAPAN BELAJAR
TUJUAN PEMBELAJARAN:
❖ Memahami perkalian pecahan dengan bilangan asli secara benar
❖ Menghitung hasil perkalian bilangan pecahan dengan bilangan asli secara benar
No Memahami Mengetahui cara Memahami operasi Mampu mengalikan
konsep dasar menyederhanaka dasar perkalian bilangan bulat dengan
pecahan n pecahan. pada bilangan pecahan.
Nama Peserta Didik
bulat.
B C PM B C PM B C PM B C PM
1 Almendo R.V. kastanya √ √ √ √
2 Almendo Taberima √ √ √ √
3 Anjelo Montanus √ √ √ √
4 Christian Ririhena √ √ √ √
5 Edwin Selano √ √ √ √
6 Eunike Tetimau √ √ √ √
7 Felisia Vivi Alfons √ √ √ √
8 Gracio Labetubun √ √ √ √ √
9 Jelita Tuwilay √ √ √ √ √
10 Marcelino Angkota √ √ √ √
11 Mario Ukru √ √ √ √
12 Melisa Huliselan √ √ √ √ √
13 Mersy Huliselan √ √ √ √
14 Messi Hahury √ √ √ √ √
15 Micheline Maiseka √ √ √ √ √ √
16 Meiske Septory √ √ √ √ √
17 Novela Latupeirissa √ √ √ √ √
18 Novelo Kayadoe √ √ √ √ √
19 Pieter Pelmelay √ √ √ √
20 Renatha Sahuleka √ √ √ √
21 Rosaly Frans √ √ √ √
22 Safira Tehusyarana √ √ √ √
23 Stevany Tetimau √ √ √ √
24 Viona Latupeirissa √ √ √ √
25 Yohana Cobis √ √ √ √
Mengetahui Ambon, Juli 2024
Kepala Sekolah Guru Kelas
Helda. V Matulessy,[Link] Yesty T. Gaspersz, [Link]
NIP. 19811008 200801 2 015 NIP. 19960125 202321 2 027
MODUL AJAR
I. INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : Yesty T. Gaspersz, [Link]
Institusi : SD Inpres 25 Ambon
Elemen : Matematika
Bab 1. Pecahan dan Desimal
Jenjang Sekolah : Sekolah Dasar
Fase/Kelas : C/ VI
Tahun Pelajaran : 2024/2025
Semester : Ganjil
Jumlah Pertemuan : 12 x Pertemuan
Alokasi Waktu Pertemuan 1 dan 2 : 5 JP
Alokasi Waktu Pertemuan 3 dan 4 : 5 JP
B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)
Prasyarat Pengetahuan :
❖ Memahami konsep dasar pecahan
❖ Mengetahui cara menyederhanakan pecahan
❖ Memahami operasi dasar perkalian pada bilangan bulat
C. Profil Pelajar Pancasila
❖ Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
❖ Bergotong Royong
❖ Bernalar Kritis
D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)
Materi Pokok
❖ Modul perkalian pecahan
❖ Buku-buku referensi
❖ Lembar kerja perkalian pecahan
Media
❖ Alat tulis
❖ Alat peraga pecahan (jika diperlukan)
Sumber Belajar
❖ Buku teks Matematika
❖ Video Pembelajaran Perkalian pecahan
E. Target Peserta Didik
Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
❖ Peserta didik reguler/tipikal
❖ Peserta didik dengan pencapaian tinggi
❖ Peserta didik dengan kesulitan belajar
F. Jumlah siswa
❖ Maksimum 25 - 35 Siswa
G. Model Pembelajaran
Model : PBL
Teknik : Penugasan proyek, presentasi, diskusi kelompok
II. KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
• Memahami perkalian pecahan dengan bilangan asli dan menghitung hasil perkalian tersebut
B. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna
Peserta didik akan mendapatkan pemahaman yang mendalam melalui kegiatan proyek seperti
menyelesaikan permasalahan yang melibatkan perkalian pecahan
.
C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Ingatkan peserta didik tentang materi perkalian dan pembagian bilangan asli, serta tentang
pecahan sebagai bagian dari keseluruhan.
Perkenalkan bab ini dengan menceritakan kepada peserta didik terkait penggunaan air.
Dengan konteks ini selanjutnya disampaikan bagaimana perkalian pecahan dapat digunakan
untuk mengetahui penggunaan air dengan proporsi tertentu yang disajikan dalam bentuk
pecahan. Guru dapat menambahkan dengan menjelaskan kegunaan lain dari perkalian
pecahan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya pada penentuan komposisi bahan pada
resep makanan atau minuman dan lain-lain.
Gunakan bagian Mengingat Kembali mengenai perkalian dua bilangan asli dan konsep
pecahan yang sudah dipelajari di kelas sebelumnya. Pertanyaan pertanyaan berikut dapat
digunakan untuk mengaktifkan prapengetahuan peserta didik:
• Jika terdapat 4 kelompok permen berjumlah 6, berapa banyak permen seluruhnya?
• Gambar mana yang menunjukkan pecahan 2 3 ?
E. Pertanyaan Pemantik
Untuk mengawali pembelajaran, ajak peserta didik memahami permasalahan yang disajikan
tentang penyiraman kebun dengan menggunakan dua ember yang berbeda ukuran.
Selanjutnya minta peserta didik menjawab pertanyaan pada bagian permasalahan.
Air di dalam ember besar dapat digunakan untuk menyiram 2m2 kebun Agam. Sementara air di
ember kecil dapat digunakan untuk menyiram 3 5m2 kebun Agam.
Berapa luas kebun yang dapat disirami jika menggunakan ember besar dan ember kecil?
Tujuan akhir yang diharapkan dari aktivitas pemanasan ini adalah peserta didik dapat
menjawab bahwa untuk menentukan luas kebun yang dapat disirami masing-masing dengan
ember besar dan ember kecil akan melibatkan perkalian pecahan.
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran ke-1 (10 JP) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
1) Peserta didik memberi salam dan Guru menanyakan kabar peserta didik.
2) Guru dan peserta didik berdoa bersama-sama, dipimpin oleh salah satu peserta didik.
(Beriman, berakhlak mulia dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa) 15
3) Guru mengajak peserta didik memeriksa kebersihan lingkungan belajar, posisi dan menit
tempat duduk agar siap mengikuti pembelajaran.
4) Guru melakukan presensi untuk mengetahui kehadiran peserta didik.
5) Peserta didik bersama-sama menyanyikan lagu Mars Kota Ambon
6) Menyanyikan lagu Profil Pelajar Pancasila
7) Guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan pemantik
8) Guru Menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti
1. Perkalian Bilangan Asli dengan Pecahan
Eksplorasi 1.1 Pada Eksplorasi 1.1 peserta didik diminta untuk menentukan luas kebun yang
akan disirami dengan air sebanyak 5 ember besar, di mana setiap ember besar dapat menyirami
2m2 kebun. Selanjutnya peserta didik menentukan luas kebun yang dapat disiram dengan 2
ember kecil yang setiap embernya dapat menyirami 3 5m2 kebun.
320
Jawaban Eksplorasi 1.1 menit
a. Luas kebun yang disiram dengan 5 ember air adalah 5 ⇥ 2 = 10m2
b. Arsiran 3 5 Pada eksplorasi ini, untuk memudahkan peserta didik memahami konsep, maka
setiap luas kebun 1m2 direpresentasikan dengan 1 kotak persegi.
Arsiran yang menunjukkan luas kebun yang disiram dengan 2 ember kecil air
Ada 6 bagian 1 5 bentuk pecahannya 6 5 Luas kebun yang disiram dengan 2 ember kecil air
adalah 2 ⇥ 3 5 = 6 5 m2
Miskonsepsi
dapat terjadi pada saat peserta didik menentukan pecahan yang menunjukkan 6 bagian dari 1 5
yang sudah diarsirnya pada bagian dari dua ember. Kemungkinan ada peserta didik yang akan
menjawab 6 10. Hal ini dapat terjadi karena saat peserta didik menentukan pecahannya, yang
menjadi bagian keseluruhan adalah 10 bagian. Peserta didik tidak melihat bahwa pecahan
satuannya adalah 1 5 atau nilai dari setiap bagian kotak kecil adalah 1 5.
Oleh karena itu, guru diharapkan dapat menekankan bahwa dalam menentukan nilai
pecahannya, harus melihat pecahan satuannya, dalam hal ini adalah 1 5.
Ayo Berpikir Kritis
Jika mengalikan bilangan asli dengan pecahan, maka hasil perkaliannya akan lebih kecil.
Apakah pernyataan ini benar? Ayo kalian buktikan.
Jika mengalikan bilangan asli dengan pecahan, maka hasil perkaliannya lebih besar dari
pecahannya karena itu berarti menambahkan secara berulang bilangan pecahan yang dimiliki
sebanyak bilangan bulatnya. Misalnya 5 × 1 5 = 1 berarti menambahkan 1 5 sebanyak 5 kali
maka hasilnya adalah 1 (peserta didik dapat memberikan contoh yang lain).
2. Perkalian Pecahan dengan Bilangan Asli
Eksplorasi 1.2 P
ada Eksplorasi 1.2 peserta didik akan menentukan banyaknya pohon mangga manalagi, jika
banyaknya pohon mangga manalagi adalah 2 3 dari banyaknya seluruh pohon mangga di kebun.
Jawaban Eksplorasi 1.2
Yang dapat disimpulkan adalah 8 × 3 4 = 3 4 × 8 karena hasil kalinya sama. Pada perkalian
pecahan juga berlaku sifat komutatif seperti pada perkalian bilangan asli.
Miskonsepsi
Miskonsepsi dapat terjadi pada saat peserta didik menentukan banyaknya bagian pohon mangga
manalagi, yaitu 2 3 bagian dari keseluruhan pohon. Hal ini dapat terjadi karena peserta didik
masih ada yang belum memahami bagian dari keseluruhan.
Oleh karena itu, guru diharapkan dapat mengingatkan dan menekankan kembali tentang makna
bagian dari keseluruhan.
● Diferensiasi Konten: Penyediaan latihan yang bervariasi, mulai dari yang lebih sederhana
hingga kompleks, agar dapat memenuhi kebutuhan berbagai tingkatan pemahaman peserta
didik.
● Diferensiasi Proses: Pemberian bimbingan ekstra dan strategi penyederhanaan khusus bagi
peserta didik yang mengalami kesulitan dalam langkah-langkah perhitungan.
● Diferensiasi Produk: Tantangan ekstra untuk merancang perkebunan dengan lebih dari
dua pecahan untuk peserta didik yang telah menguasai konsep ini dengan baik.
Catatan : Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang
meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggung jawab,
rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
Kegiatan Penutup
● Apresiasi:
o Ucapkan terima kasih kepada peserta didik atas partisipasi dan kerjasama
mereka selama pembelajaran mengenai perkalian pecahan.
o Berikan apresiasi terhadap upaya mereka dalam menyelesaikan eksplorasi dan
menjawab pertanyaan kritis.
● Evaluasi:
o Lakukan evaluasi secara singkat terhadap pemahaman peserta didik dengan 15
mengajukan pertanyaan seputar materi perkalian pecahan. menit
o Berikan umpan balik positif dan konstruktif terkait kemajuan mereka selama
pembelajaran.
● Konsolidasi:
o Ringkaslah pokok-pokok materi perkalian pecahan yang telah dipelajari.
o Minta peserta didik untuk memeriksa catatan mereka dan merumuskan
poin-poin kunci yang perlu diingat.
● Penutup (Doa, Salam):
o Ajak peserta didik untuk bersama-sama berdoa, mensyukuri kesempatan
belajar, dan meminta keberkahan untuk semua yang telah dilakukan.
o Sampaikan salam perpisahan dengan hangat dan semangat untuk melanjutkan
pembelajaran di waktu mendatang..
G. Asesmen/Penilaian
Judul: Perkalian Bilangan Asli dengan Pecahan
Tujuan: Peserta didik dapat mengaplikasikan konsep perkalian bilangan asli dengan pecahan dalam konteks
kehidupan sehari-hari.
Teknik: Observasi
Rubrik Penilaian: Penilaian Sikap
Kegiatan Inti Observasi Kelas Penilaian Diri Penilaian Antar Teman
Eksplorasi 1.1
- Menentukan luas kebun dengan 5 ember
besar
- Menentukan luas kebun dengan 2 ember
kecil
Rubrik Penilaian: Penilaian Pengetahuan
Kegiatan Inti Penugasan Diskusi Kelompok Tes Tertulis (Lisan)
Eksplorasi 1.1
- Menentukan luas kebun dengan 5 ember
besar
- Menentukan luas kebun dengan 2 ember kecil
Rubrik Penilaian: Penilaian Keterampilan
Kegiatan Inti Proyek Produk Presentasi
Eksplorasi 1.1
- Menentukan luas kebun dengan 5 ember besar
- Menentukan luas kebun dengan 2 ember kecil
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik
Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4
(selalu) sesuai keadaan kalian yang sebenarnya
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.
Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok
Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan √
tugas
5 √
Lembar Kerja Kelompok Diskusi
1.
………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok ………
2.
………………………………………………………
………
3.
………………………………………………………
………
4.
………………………………………………………
………
5.
………………………………………………………
………
Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok
Tanggapan Terhadap presentasi kelompok lain
Catatan Guru
PENILAIAN PENGETAHUAN
Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.
Tes Tertulis
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !
1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem
agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang
efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis
tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan
ekologi dan ekonomi dalam agribisnis tanaman?
Penskoran Soal Uraian
Nomor Penyelesaian/Kunci Jawaban Skor
1 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan, lengkap dan benar. 3
2 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap. 2
3 Siswa dapat menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar. 1
4 Siswa tidak dapat menjawab dengan benar 0
Skor maksimum
H. Rencana Tindak Lanjut
F. Rencana Tindak Lanjut
❖ Pengayaan : Meyediakan materi tambahan untuk peserta didik yang memahami konsep dengan
baik dan memerlukan tantangan lebih
❖ Remedial : Memberikan bimbingan tambahan untuk peserta didik yang mengalami miskonsepsi
atau kesulitan dalam memahami konsep
❖ Interaksi Guru dan Orang tua : Mengadakan dengan orang tua untuk memberikan informasi
tentang perkembangan peserta didik dan memberikan saran untuk dukungan di rumah
G. Refleksi Guru dan Siswa:
Refleksi Guru:
1. Bagaimana efektivitas penggunaan metode eksplorasi dalam mengajarkan perkalian bilangan asli
dengan pecahan?
2. Apakah terdapat strategi alternatif yang dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap
konsep ini?
Refleksi Siswa:
1. Bagaimana perasaan Anda saat mengikuti eksplorasi perkalian bilangan asli dengan pecahan?
2. Apakah ada bagian dari materi yang masih membingungkan, dan apa yang dapat membantu Anda
memahaminya dengan lebih baik?
Mengetahui Ambon, Juli 2024
Kepala Sekolah Guru Kelas
Helda. V Matulessy,[Link] Yesty T. Gaspersz,[Link]
NIP. 19811008 200801 2 015 NIP. 19960125 202321 2 027
III. LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Judul: Memahami Perkalian Pecahan dengan Bilangan Asli
Pendahuluan: Pada pelajaran ini, kita akan mempelajari cara memahami perkalian pecahan dengan bilangan
asli. Perkalian pecahan menjadi sebuah konsep yang penting dalam matematika, dan pemahaman terhadap
proses ini akan membantu kita menghitung hasil perkalian dengan lebih mudah dan efisien.
Bahan/Alat/Sumber:
1. Kertas dan pensil
2. Buku pelajaran matematika
3. Contoh soal perkalian pecahan
4. Proyektor (jika digunakan presentasi)
Tujuan:
1. Memahami konsep perkalian pecahan dengan bilangan asli.
2. Mampu menghitung hasil perkalian pecahan dengan bilangan asli.
3. Mengaplikasikan konsep tersebut dalam pemecahan masalah sehari-hari.
Langkah-langkah:
1. Pengenalan Konsep:
● Diskusikan definisi perkalian pecahan.
● Berikan contoh situasi nyata yang dapat dipecahkan dengan perkalian pecahan.
2. Pemahaman Aturan:
● Jelaskan aturan perkalian pecahan dengan bilangan asli.
● Berikan contoh soal dan minta peserta didik untuk mencoba memecahkan.
3. Latihan Mandiri:
● Bagikan lembar soal latihan kepada peserta didik.
● Monitor dan bantu peserta didik yang mengalami kesulitan.
4. Diskusi Kelompok:
● Peserta didik berdiskusi dalam kelompok mengenai solusi soal latihan.
● Fasilitator menyediakan bimbingan jika diperlukan.
5. Presentasi Hasil:
● Minta satu perwakilan dari setiap kelompok untuk mempresentasikan solusi dan
pemahaman kelompoknya.
Pertanyaan:
1. Apa yang dimaksud dengan perkalian pecahan?
2. Bagaimana aturan perkalian pecahan dengan bilangan asli?
3. Berikan contoh sederhana penggunaan perkalian pecahan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Bagaimana cara menghitung hasil perkalian pecahan dengan bilangan asli?
Tugas Tambahan: Buatlah satu situasi masalah sehari-hari yang dapat diselesaikan dengan menggunakan
perkalian pecahan, dan selesaikan masalah tersebut.
BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA
Buku siswa
GLOSARIUM
1. Pecahan:
● Pembilang: Bagian atas dari pecahan yang menunjukkan jumlah bagian yang diambil.
● Penyebut: Bagian bawah dari pecahan yang menunjukkan jumlah keseluruhan bagian.
2. Jenis Pecahan:
● Pecahan Biasa: Pecahan yang memiliki pembilang lebih kecil dari pada penyebut.
● Pecahan Campuran: Gabungan antara bilangan bulat dan pecahan biasa, seperti 2 1/3.
3. Operasi Pecahan:
● Penjumlahan Pecahan: Menggabungkan dua atau lebih pecahan.
● Pengurangan Pecahan: Mengurangkan satu pecahan dari pecahan lainnya.
● Perkalian Pecahan: Mengalikan dua atau lebih pecahan.
● Pembagian Pecahan: Membagi satu pecahan dengan pecahan lainnya.
4. Desimal:
● Desimal: Sistem bilangan yang menggunakan titik sebagai pemisah antara bagian bulat dan
pecahan.
● Bilangan Desimal Terbatas: Bilangan desimal yang memiliki jumlah digit terbatas setelah
titik desimal.
● Bilangan Desimal Tak Terbatas: Bilangan desimal yang memiliki digit yang terus berlanjut
setelah titik desimal.
5. Konversi:
● Konversi Pecahan ke Desimal: Mengubah pecahan menjadi bentuk desimal.
● Konversi Desimal ke Pecahan: Mengubah bilangan desimal menjadi bentuk pecahan.
6. Notasi Desimal:
● Notasi Desimal Berulang: Representasi desimal yang memiliki digit yang berulang setelah
titik desimal.
● Notasi Desimal Terbatas: Representasi desimal yang memiliki jumlah digit terbatas setelah
titik desimal.
7. Persen:
● Persentase: Representasi pecahan dengan penyebut 100, biasanya ditulis dalam bentuk
persen (%).
● Konversi Persen ke Desimal: Mengubah persen menjadi bentuk desimal.
8. Nilai Tempat (Desimal):
● Satuan: Tempat nilai terendah di sebelah kanan titik desimal.
● Puluhan, Ratusan, dll.: Tempat nilai yang meningkat seiring berpindah ke kiri dari titik
desimal.
9. Rasio:
● Rasio Desimal: Rasio dua angka dalam bentuk desimal.
10.Pembulatan:
● Pembulatan Desimal: Membulatkan bilangan desimal ke digit yang diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA
Baratto, Stefan, Barry Bergman, dan Donald Hutchison. 2010. Hutchison’s Basic Mathematical Skills with
Geometry. USA: The McGraw−Hill Companies, Inc. Bay-Williams, Jennifer M., John J. SanGiovanni, Sherri
Martinie, dan Jennifer Suh. 2022. Figuring out Fluency- Multiplication and Division with Fractions and
Decimals: A Classroom Companion. Vol. 3. California: Corwin. Fosnot, Catherine Twomey, dan Maarten Dolk.
2002. Young Mathematicians at Work: Constructing Fractions, Decimals, and Percents. Portsmouth, NH:
Heinemann. Gregg, Jeff, dan Diana Underwood Gregg. “Measurement and Fair-Sharing Models for Dividing
Fractions.” Mathematics Teaching in the Middle School 12, no. 9 (2007): 490–96.
[Link] Keijzer, R, F van Galen, K Gravemeijer, M Abels, T Dekker, J.A Shew,
B.R. Cole, J Brendeful, dan M.A Pligge. 2006. Fraction Times. Wisconsin. Chicago: Encyclopædia Britannica,
Inc. Copyright, 2006. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Senang Belajar Matematika SD/MI
Kelas V. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lamon, Susan J. 2006. Teaching Fractions and
Ratios for Understanding: Essential Content Knowledge and Instructional Strategies for Teachers. Edisi ke-4.
New York: Routledge Taylor & Francis Group. [Link] Lappan, Glenda,
James T Fey, William M Fitzgerald, Susan N Friel, dan Elizabeth Difanis Phillips. 2005. Connected Mathematics
2: Bits and Pieces II. Using Fraction Operations. Boston, Massachusetts: Pearson Prentice Hall. Neagoy,
Monica. 2017. Unpacking Fractions: Classroom-Tested Strategies to Build Students’ Mathematical
Understanding. Alexandria, VA: ACSD. Petit, Marjorie M., Roberts E. Laird, Edwin L. Marsden, dan Caroline B.
Ebby. 2016. A Focus on Fractions. Bringing Research to the Classroom. Second Edi. London: Routledge Taylor
& Francis Group. Pusat Kurikulum dan Perbukuan. 2018. Belajar Bersama Temanmu MATEMATIKA untuk
Sekolah Dasar Kelas 5 Volume 2. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Badan Penelitian dan
Pengembangan. Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Small, Marian. 2015. Building Proportional Reasoning
across Grades and Math Strands. Ney York: Teachers College Press, Columbia University. Walle, John A. Van
de, Karen S. Karp, dan Jennifer M. Bay-Williams. 2016. Elementary and Middle School Mathematics: Teaching
Developmentally: California Edition. 9th Edition. Pearson Education.