EXTRA PHRASES FOR BALL GAMES (FRASA LAIN UNTUK PERMAINAN BOLA)
Disusun Oleh:
KELOMPOK 6 :
SRI WENNI (1222311003)
APRINA SIREGAR (1223311052)
NADIA KEZIA SITUMEANG (1223311053)
MARTHA TRACI SIMANJUNTAK (1223311060)
DOSEN PENGAMPU: Prof. Dr. NAEKLAN SIMBOLON.,M,Pd
MATA KULIAH : PEMBELAJARAN BILINGUAL
PRODI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2023
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
berkat dan rahmatnya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan sesuai waktu yang ditentukan.
Makalah ini dibuat sebagai tugas dan media pembelajaran di Universitas Negeri Medan
(UNIMED) dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran bilingual dan sebagai
bahan pembelajaran di kelas. Penulis sadar bahwa dalam penyusunan kata atau kalimat
dan tata letak dalam makalah ini tentunya banyak sekali kekurangan dan kekhilafan, baik
kata atau kalimat dan diksi. Untuk kebaikan dan sempurnanya makalah ini, kritik dan
saran yang membangun sangat diharapkan dari dosen pengampu dan teman-teman sekalian.
Dan akhirnya semoga dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya.
Medan, 09 Oktober 2023
Kelompok 6
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................................................................................ ii
BAB 1 .......................................................................................................................................................... iii
PENDAHULUAN ...................................................................................................................................... iii
1.1. Latar Belakang ........................................................................................................................... iii
1.2. Rumusan Masalah ..................................................................................................................... iii
1.3. Tujuan ......................................................................................................................................... iii
BAB 2 ........................................................................................................................................................... 1
PEMBAHASAN .......................................................................................................................................... 1
2.1. EXTRA PHRASES FOR BALL GAMES ................................................................................ 1
2.2. ASKING CHILDREN TO GUESS OR REMEMBER............................................................ 5
2.3. SETTING UP PAIRS AND GROUPS MORE HELP ............................................................. 6
2.4. Latihan ....................................................................................................................................... 10
BAB 3 ......................................................................................................................................................... 11
PENUTUP.................................................................................................................................................. 11
3.1. Kesimpulan ................................................................................................................................ 11
3.2. Saran .......................................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................ 12
ii
BAB I
PENDAHULUAN
[Link] Belakang
Interaksi dalam proses pembelajaran bahasa sangat penting. Interaksi yang terjadi di dalam
kelas akan membantu peserta didik dalam mengembangkan pembelajaran berbahasa mereka.
Selain itu tentunya juga akan menumbuhkan keterampilan sosial mereka. Memaksimalkan
interaksi di dalam kelas dalam pembelajaran bahasa adalah merupakan bagian penting dari peran
guru sebagai fasilitator. Memang tidak mudah jika belum terbiasa. Interaksi antar peserta didik
atau anggota kelas lainnya tidak akan terjadi secara begitu saja, akan tetapi seorang guru harus
mempertimbangkan rencana pembelajarannya secara matang sebelum mengajar dan secara
khusus memasukkan aspek interaksi ini di dalam perencanaan mengajar itu. Berikut ini ada
beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan interaksi siswa atau
peserta didik dalam proses belajar mengajar di kelas. Kenyataan di kelas untuk pembelajaran
bahasa justru sangat memprihatinkan. Kualitas dan kuantitas interaksi dalam pembelajaran antara
semua komponen (siswa dengan siswa, siswa dengan guru) masih sangat kurang. Belum sesuai
yang diharapkan oleh kebanyakan guru, Beberapa peserta didik kadang-kadang terkesan malu-
malu, atau menganggap remeh interaksi yang diminta guru untuk menerapkan keterampilan
berbahasa mereka. Contohnya yang sering terlihat dalam pelajaran Bahasa Asing seperti Bahasa
Inggris, ketika mereka diminta untuk saling berinteraksi (bertanya jawab) kepada sesama mereka
atau teman didekatnya tentang suatu topik atau hal, tampak nyata bahwa mereka mengalami
kesulitan.
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana penggunaan frasa untuk pemainan bola
2. Bagaimana cara meminta anak untuk menebak dan mengingat?
3. Apa yang dimaksud dengan pasangan dan pengelompokkan
[Link]
1. Untuk mengetahui penggunaan frasa dalam permainan bola
2. Untuk mengetahui cara meminta anak untuk menebak dan mengingat
3. Untuk mengetahui pasangan dan pengelompokkan
iii
BAB II
PEMBAHASAN
[Link] PHRASES FOR BALL GAMES
A. Pengertian Phrases
Phrase adalah dua kata atau lebih yang tidak memuat kata kerja pokok untuk membuat
Makna, tetapi bukan kalimat lengkap. Frase bisa sangat pendek atau cukup panjang
([Link] 2017) Phrase tidak memiliki rumus umum sehingga tidak memiliki batasan yang
menentukan pendek atau panjangnya kelompok kata tersebut. Dengan kata lain, kita bisa
menemukan phrase yang terdiri dari dua kata, dan dapat juga menemukan phrase yang terdiri
lebih dari empat kata. Fungsi dari phrase dalam sebuah kalimat adalah untuk memberikan
informasi tambahan sehingga membuat kalimat tersebut menjadi lebih bermakna, lebih jelas, dan
lebih kompleks. (Dikutip dari artikel Kampung Inggris).
Here are some examples of phrases in (Mohadih, dkk 2017):
a. Running to class, Ambrose tripped on the stairs and dropped his backpack..Running to class –
a phrase
b. After lunch, Doni went to computer class.
After lunch, a phrase
B. Fungsi Phrases
Secara bahasa phrase dalam bahasa Inggris diartikan sebagai bentuk penggabungan antara
beberapa kata yang terdiri antara minimal 2 kata atau lebih yang mana kata tersebut tidak
mengandung subjek atau predikat. Phrasa pada sebuah kalimat bahasa Inggris memiliki fungsi
yang cukup penting. Fungsi phrasa adalah melengkapi informasi yang ada pada sebuah kalimat
bahasa Inggris. (Dikutip dari artikel Kampung Inggris). Fungsi frase tergantung pada
konstruksinya. Berdasarkan fungsi dan gagasannya, frasa dibagi ke dalam berbagai jenis: kata
benda, kata kerja, frase kata sifat, frasa keterangan, dan frase preposisi. (Mohadib, dkk 2017).
a. Noun Phrase
Phrase kata benda yang sering kali disingkat sebagai NP biasanya berfungsi sebagai
Subjek, objek, atau pelengkap. Frase kata benda mencakup kata benda, orang, tempat, Atau
benda dan benda pengubah yang datang setelah atau sebelum kata benda.
(Mohadib, dkk 2017) Here are some examples in (Mohadib, dkk 2017):
1) He bought a beautiful red dress.(Dia membeli gaun merah yang indah)
A beautiful red = modifiers
Dress-noun
2) Will you talk with these rude people? Apakah anda berbicara dengan orang-orang
Kasar?)
These rude = modifiers
People – noun
b. Verb Phrase
A verb phrase is a combination of main verb and its auxiliaries (helping verbs) in a
sentence. Prasa kerja adalah kombinasi dari kata kerja utama dan pembantunya (membantu kata
kerja) dalam sebuah kalimat. (Mohadib, dkk 2017)
These sentences below contain verb phrase,
1) It is raining again. (Ini hujan lagi)
Is raining – verb phrase
2) I have seen you somewhere before (Aku pernah melihatmu sebelumnya)
Have seen = verb phrase
Sebuah frase kata sifat adalah sekelompok kata yang berfungsi seperti kata sifat dalam
sebuah kalimat. Kata itu terdiri dari kata sifat, pengubah, dan kata apa pun yang mengubah kata
benda atau kata ganti. Seperti kata sifat, frase kata sifat mengubah kata benda atau kata ganti
2
dengan memberikan lebih banyak informasi tentang hal itu. Sebuah frase kata sifat selalu
memiliki kata sifat bertindak sebagai kepala. Frase kata sifat mungkin juga berisi kata- kata atau
frasa sebelum atau setelah kepala (pengubah dan kelengkapan). (Mohadib, dkk 2017).
For eexamples in (Mohadib,dkk 2017):
That’s a lovely cake. (Itu kue yang indah.)
These flowers are wonderful. (Bunga-bunga ini indah.)
She was aware of the danger of travelling alone.( Dia menyadari bahayanya bepergian
Sendirian.)
c. Adverb phrase
Prasa kata keterangan adalah sekelompok kata yang memiliki tujuan yang sama sebagai
keterangan. Seperti kata keterangan, frasa keterangan juga dapat memodifikasi kata sifat atau
kata keterangan lainnya. Kata itu terdiri dari keterangan atau kata-kata lain (preposisi, kata
benda, kata kerja, pengubah) yang membentuk kelompok dengan kata kerja seperti kata
keterangan dalam kalimat.) (Mohadib, dkk 2017).
Here are some examples in (Mohadib,dkk 2017):
1) Time goes very quickly. (Waktu berjalan sangat cepat.)
2) The day passed quickly enough. (Hari berlalu cukup cepat.)
3) Luckily for us, the cost was not so high. (Untungnya bagi kami, biayanya tidak begitu
tinggi.
d. Prepositional Phrase
Tipe terakhir dari frase bahasa inggris adalah frase preposisi. Preposisi dapat menunjukkan
banyak makna yang berbeda, termasuk posisi (atas, ke dalam) dan arah (ke, dari). Dalam frase
preposisi, elemen kepala biasanya datang sebelum frase kat Benda. (Mohadib, dkk 2017).
3
Here are some examples in (Mohadib,dkk 2017):
1) We will be back in a few days. (Kami akan kembali dalam beberapa hari)
2) They drove to Goslow. (Mereka pergi ke Glasgow)
3) Helen is the girl in the red dress. (Helen adalah gadis dengan gaun merah) C. Common
Expression (Ungkapan-Ungkapan)
Didalam kegiatan belajar mengajar, terdapat beberapa ungkapan pakem dari penuturan asli
dalam kegiatan belajar mengajar didalam kelas. (Farida,2016). Dan salah satu contoh Ungkapan
yang akan dijelaskan yaitu : 8 Extra phrases for ball games (Frasa lain untuk permainan bola)
dalam (Farida,, 2016) dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Menurut Case (2019) Menggunakan permainan bola untuk mengajar bahasa Inggris
Permainan bola adalah cara yang bagus untuk melatih semua jenis bahasa dengan pelajar muda,
terutama anak-anak yang berjuang dengan kegiatan kelas yang lebih tradisional. Banyak guru
memulai sebagian besar kelas dengan permainan seperti satu orang melempar dan menangkap
sebanyak yang mereka bisa sambil mengatakan hal yang benar, dua orang atau lebih bekerja
sama untuk melakukan hal yang sama, versi yang lebih kompetitif di mana mereka mencoba
untuk mendapatkan teman sekelas mereka untuk mengatakan hal yang salah atau menjatuhkan
4
bola, atau salah satu dari banyak variasi yang dijelaskan. Lebih lanjut Case (2019) menyebutkan,
mungkin seperti banyak guru yang melihat masalah potensial dengan membawa bola ke dalam
kelas mereka, termasuk:
a. Bola mengenai benda-benda di dalam kelas (dan bahkan memecahkannya) Siswa
menjadi terlalu bersemangat
b. Bola mengalihkan perhatian siswa dari bahasa
c. Siswa yang tidak dapat menangkap (baik) menjadi frustrasi atau menahan permainan
d. Siswa berebut siapa yang harus menguasai bola selanjutnya, siapa yang mendapat
poin,dll
e. Buang-buang waktu, seperti siswa yang melempar bola jauh dari orang berikutnya
f. Siswa tidak melakukan apa-apa sambil menunggu (mungkin lama) untuk bola.
g. Siswa tidak melempar bola kepada mereka, terlalu sering atau terlalu keras melempar
bola, melempar bola ke tempat yang sulit ditangkap, dll.
h. Siswa mendapatkan jumlah waktu berbicara yang tidak merata (karena seberapa sering
mereka melempar bola, berapa lama mereka dapat menghabiskan waktu dengan bola
tergantung pada seberapa sukses mereka, dll)
i. Siswa bosan dengan penggunaan bola yang sama.
2.2. ASKING CHILDREN TO GUESS OR REMEMBER
A. Pemahaman
Adapun hal yang biasa di lakukan oleh guru dalam proses belajar mengajar di kelas yaitu
berupa meminta anak didik dalam menebak atau mengingat sesuatu baik yang menyangkut
pembelajaran atau materi yang di jelaskan maupun hak lain yang menyangkut proses belajar
mengajar yang di lakukan di ruang lingkup sekolah. Adapun hak ini di lakukan agar anak didik
dapat mengingat atau menyimpan setidaknya memori atau hal yang telah di terangkan atau di
lakukan sebelumnya.
5
B. Contoh dari Asking Children to Guess or Remember
Adapun beberapa kalimat dalam bahasa Inggris yang sering di gunakan seorang tenaga
pendidik dalam bertanya atau meminta anak didik dalam mengingat sesuatu yaitu sebagai berikut
1. Who can guess what (siapa yang bisa menebaknya? )
2. Can you say ask them what (Bisakah kamu mengatakan nya Bisakah kamu bertanya
sesuatu)
3. Hands up if you can guess what (Angkat tangan jika kamu bisa menebaknya)
4. Can you remember what (Bisakah kamu mengingamnya)
5. They are going to do next? (Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya)
[Link] UP PAIRS AND GROUPS MORE HELP
A. Contoh dari Setting
Dalam pembelajaran ada kalanya kelompok di bentuk untuk membuat pembejaran yang lebih
efektif dan kreatif. Adapun yang dapat di lakukan oleh guru dalam hal tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Are you ready?
2. Ok, everyone.
3. So now everybody.
4. Quite please!
5. Listen carefully.
6. You’re going to do this
6
7. You’re going to work
8. You will be playing this
9. In pairs.
10. In twos.
11. In threes.
12. In groups of three or four.
13. Here are two pictures, but don’t look at them yet.
14. Keep them face down!
15. You must not show them to anyone else.
16. Keep them like this!
17. You can look at them both/all together
18. So, you two together.
19. You two and you three.
20. Go and sit with Laura please and make a pair.
B. Tips mengajar efektif dalam pembelajaran berpasangan dan kerja kelompok di
Kelas
Terdapat beberapa cara mengajar efektif yang dapat dilakukan dalam pembelajaran
berpasangan/berkelompok sebagaimana dimuat dalam “Putting Heads : 8 Killer Teaching Tips
for Using Pair and Group Work with English Learners (Thering, Rebecca. (2016))
a. Ketahui Alasan Menggunakan pembelajaran Pasangan/Grup Tidak semua jenis pekerjaan
sesuai untuk pasangan dan kelompok, jadi tidak pernah siswa bekerja dalam kelompok
pada suatu kegiatan hanya demi bekerja dalam kelompok. Harus ada manfaat dan nilai
yang jelas untuk kolaborasi untuk kegiatan tertentu. Pasangan dan kelompok bekerja
paling baik untuk pembelajaran kolaboratif atau berbasis proyek, misalnya, di mana siswa
dapat memecahkan masalah yang lebih kompleks bersama-sama bukan sesuatu seperti
lembar kerja langsung.
b. Mendemonstrasikan pembelajaran yang akan dilaksanakan Sebelum membagi kelas Anda,
perlu dimastikan untuk menjelaskan proses dan apa yang diharapkan dari peserta didik. Ini
7
akan mengurangi gangguan di tengah kegiatan, dan juga akan memastikan bahwa tugas
selesai dengan cepat dan lancar.
c. Berikan Batas Waktu yang Jelas
Setelah menunjukkan apa yang diharapkan dari peserta didik, penting juga untuk
menetapkan batas waktu yang jelas. Buatlah hal ini menjadi sedikit menantang, untuk
menciptakan kolaborasi dan untuk memfokuskan siswa pada kegiatan yang dilaksanakan.
Jika siswa memiliki tugas yang sangat mudah, ditambah memiliki pengetahuan yang
banyak dari beberapa orang, waktu yang akan digunakan tidak akan dihabiskan dengan
baik. Itu sebabnya sedikit batas waktu yang menantang benar-benar dapat membantu.
d. Memiliki Metode di Tempat untuk Kontrol Volume
Untuk menghindari ruang kelas yang terlalu berisik dan kemungkinan dapat mengganggu
berkonsentrasi, berikan “sinyal diam” sebelum memulai. Ini bisa menjadi sinyal tangan
sederhana, seperti tanda “T” time-out, atau kedipan lampu, yang dapat digunakan untuk
menunjukkan bahwa mereka perlu menurunkan suara beberapa saat. Sinyal non-verbal
ini akan mencegah guru berteriak, karena guru tidak perlu berbicara jika tidak dapat
meningkatkan kebisingan yang sudah ada.
e. Mulailah dengan Memecahkan kekakuan
Untuk membuat siswa lebih nyaman dalam bekerja sama, mulailah kerja kelompok /
Pasangan dengan memecah kekakuan dengan yang ada. Langkah kecil ini
dapatmemberikan efek yang besar pada baik tidaknya kelompok atau pasangan untuk
bekerja sama.
f. Siapkan Aktivitas Pengisi sebelum menutup kegiatan Terkadang kegiatan bisa berjalan
lebih cepat dari yang direncanakan, tergantung pada kelas dan topik yang diberikan.
Untuk menghindari selesainya lebih awal, maka harus memiliki beberapa kegiatan pengisi
atau Rencana B. Ini bisa seperti perpanjangan kerja kelompok / pasangan saat ini hingga
aktivitas yang meninjau topik lain yang baru saja dibahas bersama.
g. Memberikan Evaluasi
Ketika siswa bekerja berpasangan atau kelompok, sertakan beberapa jenis evaluasi di
akhir kegiatan. Pastikan siswa tahu sebelumnya bahwa mereka perlu mengevaluasi
anggota kelompok mereka.
8
C. Common Expression (Ungkapan-Ungkapan)
Sebagaimana dilansir dalam “Frase/Kalimat Bahasa Inggris yang biasa digunakan di
Kelas/Sekolah” terdapat beberapa ungkapan yang dapat digunakan dalam Pembelajaran
berpasangan/berkelompok:
a. Find a partner! (Temukan pasangan!)
Frase ini digunakan untuk menginstruksikan pada siswa untuk mencari seorang teman dan
membentuk kelompok berpasangan untuk melakukan proyek, tugas ataupun praktek.
Contoh:
A: Before we discuss this point, you have to find a partner! (Sebelum mendiskusikan Hal ini,
kalian harus menemukan seoran pasangan!)
B: Okay sir! (Baik pak!)
b. Get into a group of... (Buatlah kelompok yang terdiri dari..... orang)
Frase ini menginstruksikan agar siswa membuat kelompok yang terdiri dari beberapa siswa.
Guru bisa membentuk kelompok dengan jumlah siswa 4, 5, 6, dst setiap kelompok.
9
Contoh:
A: Guys, get into a group of 5 before we move to the next chapter! (Anak-anak, buatlah
kelompok yang terdiri dari 5 orang sebelum kita melanjutkan BAB selanjutnya)
B: We’ve done it miss! (Kami sudah selesai membentuk kelompok bu!)
c. Find a partner! (Temukan pasangan!)
Frase ini digunakan untuk menginstruksikan pada siswa untuk mencari seorang teman dan
membentuk kelompok berpasangan untuk melakukan proyek, tugas ataupun praktek,
Contoh:
A: Before we discuss this point, you have to find a partner! (Sebelum mendiskusikan Hal ini,
kalian harus menemukan seoran pasangan!)
B: Okay sir! (Baik pak!)
d. Show (Tunjukkan)
Kata ini digunakan untuk memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil
diskusi, praktek atau tugas lain yang telah dikerjakan.
10
Contoh:
A: Okay group 1, you have done your project at home right? Now please show the result to your
friends. (Baiklah kelompok 1. Kalian sudah selesai mengerjakan proyek kalian di rumah bukan?
Sekarang tolong tunjukkan hasilnya pada teman-teman kalian)
B: Sure miss. (Baiklah bu!)
e. Circle time (Waktunya presentasi/berkeliling)
Frase ini hampir sama dengan kata sebelumnya, namun frase ini lebih condong pada
Presentasi yang dilakukan secara perorangan atau kelompok, dan sekaligus Mendiskusikannya
dengan kelompok lain.
Contoh:
A: Okay class, circle time! Move around! (Baiklah anak-anak, waktunya berkeliling! Ayo
bergerak!)
B: Yes miss! (Baik bu!)
f. Raise your hand! (Angkat tanganmu!)
Digunakan saat guru memberikan pertanyaan untuk dijawab oleh siswa. Dan bagi yang Bisa
menjawab, diharuskan mengangkat tangannya terlebih dahulu.
11
Contoh:
A: Okay, we have discussed about the nature recourse, before we finish the class. Please raise
your hand for everyone that willing to make a conclusion of today’s topic! (Baiklah, kita telah
mendiskusikan tentang sumber daya alam, sebelum mengakhiri pelajar, angkat tangan kalian
yang ingin membuat kesimpulan tentang topic hari ini!)
[Link]
PILIHAN BERGANDA
1) “Hands up if you can guess”
What is the sentence above?
a. asking for help
b. setting up pairs and groups more help
c. asking children to guess or remember
d. giving instruction
2.) Which are the example sentences of setting up pairs and groups more help!
a. you will be playing this groups of three or four
b. can you help me get the ball?
c. don't close the window, please
d. Before we discuss this point, you have to find a partner!
12
3.) The purpose of setting up pairs is:
a. create a harmonious and supportive relationship between the pairs
b. train the interpersonal skills of the pairs
c. avoiding conflict between couples
d. all answers are correct
ESSAY
1. Why is it important to ask children to guess or remember in learning?
(Mengapa penting untuk meminta anak-anak untuk menebak atau mengingat dalam
pembelajaran?)
2. What is the appropriate response and feedback to give when children can guess or
remember?
(Bagaimana respon dan feedback yang tepat yang harus diberikan ketika anak-anak dapat
menebak atau mengingat?)
3. Give examples of phrases that are often used in everyday conversation?
(Berikan contoh phrases yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari?)
SOAL TITIK-TITIK
1.) A : Children before we play this game please choose 4 of your friends!
(anak-anak sebelum kita memainkan permainan ini, pilihlah 4 orang teman Anda)
B : ..........
2.) A: Well, from the material I explained, do you have any questions?
(baiklah,dari materi yang saya jelaskan apakah kalian ada yang ingin bertanya?)
B: ...........
13
BAB III
PENUTUP
[Link]
Phrase atau frasa adalah gabungan dari beberapa kata yang memiliki makna namun Belum
bisa disebut sebagai sebuah kalimat. Sederhananya, phrase merupakan kelompok kata yang
berfungsi sebagai subject, sebagai predikat, atau sebagai object dalam sebuah kalimat. Phrase
tidak memiliki rumus umum sehingga tidak memiliki batasan yang menentukan pendek atau
panjangnya kelompok kata tersebut. Fungsi dari phrase dalam sebuah kalimat adalah untuk
memberikan informasi tambahan sehingga membuat kalimat tersebut menjadi lebih bermakna,
lebih jelas, dan lebih kompleks.
Extra Phrases for Ball Games (Fast lain untuk perairan bala) ialah kata tambahan/ Kata lain
untuk permainan bola yang dimana biasa kita gunakan tanpa sadar di kehidupan Sehari-hari kita
seperti :
1. Oh dear! You dropped it! (Aduh sayang! Anda menjatuhkannya)
2. Can you get it? (Bisakah kamu mendapatkannya?)
3. Can you reach it? (Bisakah anda mencapainya?).
Menggunakan permainan bola untuk mengajar bahasa Inggris Permainan bola adalah
Cara yang bagus untuk melatih semua jenis bahasa dengan pelajar muda, terutama anak- anak
yang berjuang dengan kegiatan kelas terutama dalam bidang olahraga. Banyak guru memulai
sebagian besar kelas dengan permainan seperti satu orang melempar dan menangkap sebanyak
yang mereka bisa sambil mengatakan hal yang benar.
[Link]
Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan pembaca terutama
guru dalam melaksanakan pembelajaran agar lebih menyenangkan. Pembelajaran Extra phrases
for ball games (Frasa lain untuk permainan bola) adalah pembelajaran yang sangat menarik
untuk diterapkan kepada siswa karena dapat melatih siswa dalam menggunakan kalimat bahasa
Inggris yang berkaitan dengan bermain bola.
14
DAFTAR PUSTAKA
[Link] Kalimat Bahasa Inggris yang Biasa Digunakan di Kelas/Sekolah:
[Link] kelas-
sekolah/ (diakses pada tanggal 06 Oktober 2023)
Thering, Rebecca.(2016). Putting Heads Together: 8 Killer Teaching Tips for Using Pair and
Group Work with English Learners: [Link]
content/uploads/sites/13/2021/03/[Link]
(diakses pada tangga l06 Oktober 2023)
15