A.
Memahami bacaan
Bahasa memiliki empat keterampilan: mendengarkan, berbicara, dan menulis.
membaca. Menurut Burns (Haryadi, 1996: 32), 'membaca adalah suatu proses'.
Segala aktivitas dan teknik pembaca yang mengarah pada tujuan
Melalui tahapan tertentu.” Proses ini mengambil bentuk pengkodean ulang,
Menafsirkan Sandi Anderson (Haryadi, 1996:32) menggambarkan kegiatannya sebagai
berikut:
Dimulai dengan pengenalan huruf, kata, ungkapan, frasa, kalimat, dan wacana;
Kaitkan dengan bunyi dan maknanya. Menurut Ulit
(Haryadi: 1996), pembaca mengaitkannya dengan kemungkinan maksud penulis
Berdasarkan pengalamannya. Menurut Kridharaksana (Sumardi, 1996: 32)
Katakanlah: Membaca adalah kemampuan mengenali dan memahami teks
berupa sekumpulan simbol grafis dan terjemahannya ke dalam suatu bahasa
Maknanya berupa pemahaman yang diam-diam atau pernyataan yang lantang. Membaca
sebagai salah satu bentuk komunikasi pikiran dan perasaan
penulis dan pembaca. Komunikasi terjadi karena adanya kesamaan.
Pengetahuan dan asumsi antara pembaca dan penulis. komunikasi yang terjadi
Tergantung pemahaman yang dirasakannya melalui proses membaca. dari
Oleh karena itu, sering dikatakan bahwa membaca merupakan proses konstruktif dari
pengalaman dan pengetahuan.
Audiens Anda, baik linguistik maupun non-linguistik, akan menentukan keberhasilan
aktivitas Anda.
membaca. Pada dasarnya, penulis mengungkapkan pemikirannya sendiri,
Gunakan cara berpikir tertentu dan kaidah bahasa yang berlaku. berarti membaca
Melalui membaca, masyarakat dapat memperoleh banyak ilmu dan banyak manfaatnya.
Kembangkan keterampilan berbicara Anda, berbicara dengan lancar,
Mengembangkan pemikiran kreatif, meningkatkan pemahaman masalah dan meningkatkan
diri
Kemampuan memahami konsep konseptual dalam belajar dan membaca, jendela menuju
dunia makna
Dapatkan berbagai informasi. Dari berbagai sumber dan sudut berbeda. Konsep dasar
disampaikan Safi`ie dalam Tahar dan Harris Effendi
(1999: 5-7) Artinya, “(1) Perolehan keterampilan (2) Aktivitas visual (3)”
Pemahaman/pemahaman (4) Proses berpikir (5) Pengolahan informasi (6) Proses Hubungan
antara huruf dan bunyi (7) Kemampuan mengantisipasi makna” Ketujuh poin tersebut
dijelaskan sebagai berikut.
a. Membaca pada hakikatnya adalah pengembangan keterampilan seperti:
Kemampuan memahami kata, kalimat, dan paragraf saat membaca
Memahami secara kritis dan evaluatif keseluruhan isi bacaan.
[Link] pada hakikatnya adalah suatu kegiatan visual yang berlangsung dalam bentuk
rangkaian gerakan mata
Saya lupa kata-kata dan kelompok ketika mengejar kalimat.
Kata-kata, pengulangan kata, dan kelompok kata untuk memperoleh pemahaman
membaca.
c. Membaca pada hakikatnya adalah suatu kegiatan yang melibatkan pemahaman dan
pengamatan bahasa
Menulis memberi makna pada kata-kata berdasarkan pengetahuan.
dan apa yang mereka alami.
d. Membaca adalah proses berpikir yang terjadi melalui proses persepsi.
Memahami informasi, membaca dan memahaminya.
[Link] pada hakikatnya adalah proses mengolah informasi saat membaca
Ada proses pengolahan informasi yang dilakukan oleh pembaca
Manfaatkanlah informasi yang terkandung dalam buku yang Anda baca dan pengetahuan
serta pengalaman yang Anda peroleh.
Informasi yang dimiliki sebelumnya terkait dengan informasi tersebut.
f. Membaca pada dasarnya adalah membuat hubungan antara apa yang tertulis dan bunyinya.
Tergantung pada sistem penulisan yang digunakan.
g. Membaca pada hakikatnya adalah kemampuan meramalkan makna-makna yang ada
baris teks.
1. Tujuan membaca
Menurut Akbayar dkk (Siahaan: 1991), tujuan membaca secara umum dibedakan
(a) membaca untuk memperoleh informasi, (b) membaca untuk memperoleh informasi
citra dirinya membaik; (c) ia membaca untuk pelarian; (d) ia membaca;
Untuk rekreasi, (e) membaca tinggi berarti pencarian keindahan dan nilai.
pengalaman estetis. Pada hakikatnya membaca adalah untuk memperoleh pengetahuan
Informasi termasuk isi dan pemahaman tentang pentingnya membaca. bacaan yang sangat
bermakna
Hal ini tergantung pada pengalaman pembaca terhadap situasi yang digambarkan dalam
bacaan.
B. Tujuan pembelajaran membaca di sekolah dasar
1. Tujuan pembelajaran pemahaman bacaan di kelas bawah
Sebelum mengajar di depan kelas, guru perlu mengetahui hal-hal berikut:
Pertama-tama, tentang tujuan pembelajaran yang dilakukan bersama siswa.
Tujuan membaca di sekolah dasar dapat ditentukan oleh guru sendiri atau dicapai oleh
mereka
memahami tujuan pembelajaran berdasarkan standar kompetensi kurikulum
topik bahasa Indonesia. Kelas bawah sekolah dasar meliputi kelas satu dan
2, sedangkan jenjang sekolah dasar yang lebih tinggi dimulai dari kelas 3 sampai kelas 6. Di
sebelah guru
perlu dipahami kompetensi inti apa yang dicapai dan dikembangkan
belajar membaca menurut kurikulum yang berlaku harus dipahami
teori membaca berkaitan dengan jenis-jenis membaca dan tujuan membaca
setiap jenis nomor. Secara teori, berbagai jenis pengajaran membaca seperti yang dinyatakan
I Gusti Ngurah Oka (1983) adalah sebagai berikut:
a) Mengajar membaca
Permulaan Bacaan permulaan ini dirancang untuk siswa tingkat
awal sekolah dasar. Tujuannya adalah untuk mengembangkan mekanisme membaca dasar,
misalnya kemampuan mengasosiasikan huruf dengan bunyi suatu bahasa
mewakili, mendorong gerakan mata, membaca dari kiri ke kanan, membaca kata-kata
dan kalimat sederhana.
b) mengajar membaca
Di sisi lain, pengajaran membaca dianggap sebagai bagian atau
merupakan kelanjutan dari permulaan pengajaran membaca dan sebaliknya juga dipandang
demikian
instruksi membaca diskrit yang tergolong tingkat lanjut, seperti membaca
mengutip dengan suara keras
c). Mengajarkan membaca hafalan
Pembelajaran membaca ini mengembangkan siswa agar dapat membaca tanpa perlu
membaca
bersuara dan dapat memahami isi pidato tertulis yang dibaca, termasuk intinya
dan isi bagian-bagiannya, termasuk isi tersurat dan tersirat
d). Mengajar pemahaman membaca
Dalam praktiknya, pemahaman mengajar tidak jauh berbeda
belajar membaca dengan hati.
e) pengajaran bahasa membaca
Membaca pada dasarnya adalah pembelajaran bahasa. Guru menggunakannya untuk
mengembangkan kemampuan berbahasa siswa
f) Mengajarkan teknik membaca
Pengajaran teknik membaca berfokus pada peningkatan kemampuan siswa dalam menguasai
teknik membaca yang relevan
sebaiknya Dalam pelaksanaannya, pengajaran teknik membaca seringkali
berbarenganmengajar membaca nyaring dan mengajar membaca permulaan.
2. Tujuan belajar membaca di kelas yang lebih tinggi
Kalau tujuan membaca di kelas bawah bersifat mekanis, biasa disebut apa
Dimulai dari membaca, lalu membaca di kelas yang lebih tinggi, tujuannya terus
membaca di kelas bawah, biasa disebut membaca lanjutan, yang menekankan
dalam pemahaman Menurut Tarigan, membaca pada tingkat yang tinggi melatih batin peserta
didik
Keterampilan pemahaman meliputi aspek-aspek berikut:
1) Memahami makna sederhana (leksikal, gramatikal, retoris).
2) Memahami makna atau makna (termasuk maksud dan tujuan penulis).
makna/situasi budaya, tanggapan pembaca).
3) Penilaian atau evaluasi (isi, bentuk).
4) Kecepatan membaca yang fleksibel, mudah disesuaikan dengan kondisi. Jadi berdasarkan
aspek membaca dan jenis membaca di atas
Membaca untuk dipraktikkan atau dikembangkan bagi siswa sekolah dasar yang sudah
sangat mahir
kompleks, melibatkan membaca dengan suara keras dan membaca dalam hati. Baca terus
suaranya disesuaikan dengan kebutuhan dan penekanannya pada teknik membaca
penting karena membaca dengan suara keras pada dasarnya adalah membacakan untuk orang
lain. Jadi,
Orang yang mendengar bacaan mudah menangkap atau memahami apa yang didengarnya.
Membaca nyaring tercantum dalam Keterampilan Dasar Sekolah Dasar
tingkat tinggi adalah membaca teks, membaca dongeng, membaca puisi,
membaca pengumuman, membaca teks selamat datang/pidato tertulis dan
membaca cerita lama yang masih populer.
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca
Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca, baik mulai membaca
atau bacaan tambahan (membaca pemahaman). Faktor yang mempengaruhi
Bacaan awal oleh Lamb dan Arnold (1976) adalah:
a. Faktor fisiologis
Faktor-faktor tersebut meliputi kesehatan fisik, aspek neurologis dan gender. Keterbatasan
neurologis (misalnya berbagai cedera otak) dan ketidakdewasaan umum
Pendidikan jasmani merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan kegagalan siswa
meningkatkan pemahaman bacaan.
b. Faktor Intelektual
Heinz mendefinisikan konsep kecerdasan sebagai aktivitas berpikir yang terdiri dari
pemahaman esensial terhadap situasi tertentu dan respons yang tepat (Page et al., 1980).
c. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan juga mempengaruhi kemajuan siswa dalam membaca. Lingkungan dapat
membentuk kepribadian, sikap, nilai dan kemampuan berbahasa. Kondisi rumah
mempengaruhi kepribadian dan penyesuaian diri dalam masyarakat. Kondisi-kondisi ini pada
gilirannya dapat membantu sekaligus menghambat pembelajaran membaca.
d. Faktor psikologi
Faktor lain yang mempengaruhi perkembangan membaca adalah faktor psikologis. Faktor-
faktor tersebut meliputi motivasi, minat, dan keterampilan sosial, emosional, dan adaptif.
D. Teknik Membaca
Sejumlah teknik membaca digunakan untuk menemukan informasi yang tepat sasaran secara
efektif, antara lain:
a) Seleksi Membaca (Seleksi) Teknik membaca diterapkan dengan memilih bahan/bagian
bacaan yang dianggap relevan dengan kebutuhan pembaca.
b) Skipping: Teknik membaca mandiri ini digunakan untuk menemukan bagian bacaan yang
memenuhi kebutuhan pembaca sambil melewatkan bagian yang tidak perlu.
c. Membaca: Teknik membaca ini merupakan pembacaan cepat untuk mengetahui isi atau
bagian-bagian perkuliahan secara umum (Rahim, 2007:52). Seseorang membaca naskah
ketika ingin membaca artikel dari surat kabar dan majalah, sampul buku dari toko buku (biasa
membeli buku), dan buku perpustakaan (seseorang mungkin menemukan bahwa
perpustakaan memiliki informasi yang mereka butuhkan).
d. Membaca wajah (scanning) Membaca wajah (scanning), disebut juga pemindaian
(scanning), merupakan membaca yang sangat cepat. Menurut Mikkulecky dan Jeffries
(1998), pemindaian membaca penting untuk meningkatkan kemampuan membaca. Reading
scan sering digunakan untuk daftar isi buku atau majalah, buku pelajaran, RPP, iklan di surat
kabar, direktori telepon, dan kamus.
E. Metode pengajaran literasi di kelas dasar
Ada beberapa cara untuk mengajarkan keterampilan membaca pada siswa sekolah dasar
Guru menggunakan metode yang berbeda-beda, seperti:
1. Metode Abjad Metode Abjad dimulai dengan pengajaran membaca dan menulis
dengan langkah-langkah:
1. Memperkenalkan/membaca beberapa huruf, misalnya b, u, d, i
2. Menyusun huruf menjadi suku kata
3. Hubungkan suku kata yang diucapkan
4. Susunlah kata-kata tersebut menjadi kalimat
2. Metode Fonetik Metode fonetik sebenarnya sama dengan metode abjad. Sebuah pembeda
adalah cara mengucapkan atau menulis surat.
3. Metode suku kata Metode suku kata mengawali pengajaran dari awal membaca
menyajikan kata-kata yang dipotong menjadi suku kata. Lalu suku-suku kata dirangkai
menjadi kata dan pada langkah terakhir kata tersebut menjadi kalimat.
4. Metode Verbal Institut Metode Verbal Institut akan mengajarkan Anda cara mulai
membaca
dengan langkah :
1. Pengenalan kata, misal : I
2. Mari kita cari tahu
kata menjadi suku kata, contoh : mi-na
3. Menghilangkan suku kata dari huruf,
Contoh: m – i – n – a
4. Menggabungkan huruf menjadi suku kata, contoh: mi – menyukai
5. Menggabungkan suku kata menjadi kata, contoh: mi
6. Metode umum (metode kalimat) Bacalah kalimat di bawah ini secara lengkap
Gambar
7. Metode Analisis dan Sintesis Struktural (SAS) SAS adalah satu
metode yang dapat digunakan untuk belajar membaca dan menulis
awal untuk pemula.
LATIHAN
-Pilihan Berganda
1. Apa yang dimaksud dengan keterampilan membaca?
A. Kemampuan untuk melihat kata-kata
B. Kemampuan untuk memahami dan menginterpretasi teks tertulis
C. Kemampuan untuk berbicara dengan baik
D. Kemampuan untuk menulis dengan baik
2. Apa yang dimaksud dengan "memahami inti ide" dalam membaca?
A. Mencari kata-kata yang sulit
B. Menghafalkan seluruh teks
C. Memahami pokok-pokok pikiran atau pesan utama dalam teks
D. Menilai penulis berdasarkan gaya penulisannya
Esaay
[Link] satu strategi membaca yang membantu mengidentifikasi informasi utama dalam teks
adalah?
2. Bagaimana Anda dapat meningkatkan keterampilan membaca Anda? Salah satu
langkahnya adalah?