METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN DINDING
I. Pemasangan 1m2 dinding bata merah (5x11x22) cm tebal 1 batu
campuran 1SP : 3PP
1. Persyaratan Bahan
a) Semen Portland
Harus memakai mutu yang terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan
Panitia/Pejabat dan Pengawas lapangan dan harus memenuhi NI-8. Semen yang telah
mengeras sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan. Penyimpanan
semen portland harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban,
bebas dari air dengan lantai terangkat dari tanah dan tumpukan sesuai dengan syarat
penumpukan semen
b) Pasir Beton
Pasir harus terdiri dari butir-butir yang berisi dan bebas dari bahan-bahan organis,
lumpur dan sebagainya; dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang
dicantumkan dalam PBI 1971. dalam hal ini pasir menggunakan pasir ex merapi
c) Bata Merah
Jenis batu bata yang digunakan adalah batu bata merah. Batu bata merah harus
matang
pembakarannya, sehingga bila direndam di dalam air akan tetap utuh, tidak pecah
atau
hancur. Ukuran batu bata dapat disesuaikan berdasarkan tebal dinding akhir (finish)
yang disyaratkan dalam gambar (15 cm), yaitu : 5 x 11 x 22 cm.
2. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pemasangan Dinding Bata Merah
1) Lakukan persiapan dengan caran membersihkan area yang akan dipasang dinding
bata merah, menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material yang dibutuhkan.
2) Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding.
3) Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang) sebelum dipakai
untuk mengurangi penyerapan air.
4) Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang telah
dipasang pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis sampai ketinggian
yang ditentukan dengan menggunakan adukan 1SP : 3PP
5) Adukan semen pasir diaplikasikan secara merata ke permukaan bata merah
6) Bata merah kemudian disusun diatas adukan mortar sambil terus diperiksa kerataan
pasangannya. Kemudian bata merah dipukul perlahan sampai mencapai elevasi yang
diinginkan.
7) Setelah bata merah mencapai ketinggian yang ditentukan sesuai perencanaan
kemudian dilanjutkan dengan cor beton.
8) Periksa keseluruhan serta vertikal pasangan bata merah, apabila sudah benar dan
sesuai dengan yang direncanakan.
II. Pemasangan 1 m2 plesteran 1SP : 3PP tebal 15mm. dan 1 m2 acian
1. Persyaratan Bahan
a) Semen Portland
Harus memakai mutu yang terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan
Panitia/Pejabat dan Pengawas lapangan. Semen yang telah mengeras
sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan. Penyimpanan semen portland
harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban, bebas dari air
dengan lantai terangkat dari tanah dan tumpukan sesuai dengan syarat penumpukan
semen.
b) Pasir Pasang
Pasir harus berkualitas baik dengan diameter maksimum 2.00 mm. Pasir diupayakan
selalu bersih, keras, padat, tidak tercampur batu pecah dan harus bebas dari banyak
kotoran lempung, lanau dan bahan kimia lain yang dapat mempengaruhi kekuatan
spesi.
c) Air
Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak, asam,
alkali dan bahan-bahan organis/bahan lain yang dapat merusak beton.
2. Metode Pekerjaan Plesteran dan Acian
1) Plesteran menggunakan adukan 1SP : 3PP tebal 15 mm
2) Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurusterhadap
lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang
3) Tentukan titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan elektrikal
4) Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu pada
permukaandinding bata untuk menghindarkan keretakan.
5) Buat adukan untuk plesteran dinding bata.
6) Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm, dengan alat
bantuunting-unting untuk loting, waterpass dan jidar alumunium.
7) Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekitarnya, kemudian ratakan
dengan raskam dan jidar.
8) Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.
9) Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
10) Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk
memperolehhasil acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen,
permukaan aciansebelum mengering digosok dengan menggunakan kertas gosok