0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan51 halaman

Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi

Dokumen ini menjelaskan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) yang diatur oleh peraturan pemerintah dan kementerian terkait, mencakup berbagai komponen seperti risiko keselamatan, unit keselamatan, dan biaya penerapan. Penyedia jasa konstruksi diwajibkan untuk membentuk Unit Keselamatan Konstruksi dan melaporkan pelaksanaan kegiatan terkait keselamatan kepada pengguna jasa. Selain itu, dokumen ini juga mengatur kebutuhan personel keselamatan berdasarkan tingkat risiko dan mencakup persyaratan pelatihan serta sosialisasi keselamatan kerja.

Diunggah oleh

Moh. Syafril Imam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan51 halaman

Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi

Dokumen ini menjelaskan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) yang diatur oleh peraturan pemerintah dan kementerian terkait, mencakup berbagai komponen seperti risiko keselamatan, unit keselamatan, dan biaya penerapan. Penyedia jasa konstruksi diwajibkan untuk membentuk Unit Keselamatan Konstruksi dan melaporkan pelaksanaan kegiatan terkait keselamatan kepada pengguna jasa. Selain itu, dokumen ini juga mengatur kebutuhan personel keselamatan berdasarkan tingkat risiko dan mencakup persyaratan pelatihan serta sosialisasi keselamatan kerja.

Diunggah oleh

Moh. Syafril Imam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)

1. Uraian Umum
1) Uraian Pekerjaan
a. Seksi ini mencakup ketentuan-ketentuan yang disyaratkan dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 14 Ta
b. hun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020
tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang
Jasa Konstruksi dan Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman
Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), meliputi komponen kegiatan
penerapan SMKK yang merupakan penjelasan pengelolaan SMKK paling sedikit
terdiri atas Risiko Keselamatan Konstruksi, Unit Keselamatan Konstruksi (UKK) dan
Biaya Penerapan SMKK berikut di bawah ini:
a) Penyiapan dokumen penerapan SMKK;

b) Sosialisasi, promosi, dan pelatihan;


c) Alat pelindung kerja dan alat pelindung diri;

d) Asuransi dan perizinan;


e) Personel Keselamatan Konstruksi;

f) Fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan;


g) Rambu dan perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen lalu
lintas);
h) Konsultasi dengan ahli terkait Keselamatan Konstruksi;
i) Kegiatan dan peralatan terkait dengan pengendalian Risiko Keselamatan
j) Konstruksi, termasuk biaya pengujian/pemeriksaan lingkungan.

c. Keselamatan Konstruksi adalah segala kegiatan keteknikan untuk mendukung


Pekerjaan Konstruksi dalam mewujudkan pemenuhan Standar Keamanan,
Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan yang menjamin keselamatan
keteknikan konstruksi, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja, keselamatan publik
dan keselamatan lingkungan, sebagaimana yang diuraikan dalam Pasal 1 Ayat
(39) dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, Pasal 1 Ayat (11)
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun
2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK),
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 17 Tahun 2021 tentang
Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas, dan Peraturan Menteri Tenaga
Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: Per.15/MEN/VIII/2008
tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Tempat Kerja.

Ketentuan-ketentuan yang terkait dengan Standar Kesehatan Kerja diatur dalam


Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor
PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat
Kerja. Ketentuan-ketentuan yang terkait dengan Standar Keselamatan dan
Kesehatan Kerja, khususnya Pesawat Angkat dan Angkut diatur dalam Peraturan
Menteri Tenaga Kerja Nomor 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Pesawat Angkat dan Angkut.

Ketentuan-ketentuan yang terkait dengan Standar Lingkungan Hidup, khususnya


Baku Mutu Air Nasional dan Baku Mutu Udara Ambien diatur dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Ketentuan-ketentuan terkait lainnya dari peraturan dan perundang-undangan lain


yang berhubungan dengan keselamatan konstruksi harus berlaku.

d. Ketentuan-ketentuan sebagaimana yang diuraikan dalam Seksi 1.8 Manajemen dan


Keselamatan Lalu Lintas, Seksi 1.17 Pengamanan Lingkungan Hidup, Seksi 1.19
Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan Seksi 1.21 Manajemen Mutu, pada
dasarnya telah diakomodasi dalam ketentuan-ketentuan dari 9 komponen biaya
penerapan SMKK yang disebutkan dalam Pasal SKh-[Link].1).a) tersebut
kecuali butir ii), butir iv) dan butir viii).

e. Penyedia Jasa harus melaporkan pelaksanaan RKK, RMPK, RKPPL, dan RMLLP
kepada Pengguna Jasa sesuai dengan kemajuan pekerjaan, dengan masing-masing
ketentuan sebagaimana yang diuraikan dalam Seksi 1.19 Keselamatan dan
Kesehatan Kerja, Seksi 1.21 Manajemen Mutu, Seksi 1.17 Pengamanan
Lingkungan Hidup, dan Seksi 1.8 Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas.
Ketentuan-ketentuan dari 9 komponen biaya penerapan SMKK di atas di luar Seksi
1.8, 1.17, 1.19 dan 1.21 akan disyaratkan dalam Seksi ini sebagai pelengkap.

2) Kebutuhan Jumlah Personel Keselamatan Konstruksi dan Unit Keselamatan Konstruksi


a) Untuk Risiko Keselamatan Konstruksi Kecil:
Perbandingan jumlah personel Keselamatan Konstruksi dengan jumlah tenaga
kerja konstruksi berupa 1:60 (satu banding enam puluh) dengan paling sedikit 1
(satu) Petugas Keselamatan Konstruksi dalam tiap Pekerjaan Konstruksi.

b) Untuk Risiko Keselamatan Konstruksi Sedang:

Perbandingan jumlah personel Keselamatan Konstruksi dengan jumlah tenaga


kerja konstruksi berupa 1:50 (satu banding lima puluh) dengan paling sedikit 1
(satu) ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi dan/atau ahli
Keselamatan Konstruksi muda dalam tiap Pekerjaan Konstruksi.

c) Untuk Risiko Keselamatan Konstruksi Besar:

Perbandingan jumlah personel Keselamatan Konstruksi dengan jumlah tenaga


kerja konstruksi berupa 1:40 (satu banding empat puluh) dengan paling sedikit
1 (satu) ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi/Keselamatan
Konstruksi Muda dengan pengalaman paling singkat 3 (tiga) tahun dalam tiap
Pekerjaan Konstruksi.

Bilamana Penyedia Jasa mempekerjakan lebih dari 100 (seratus) tenaga kerja
harus mempunyai personel Keselamatan Konstruksi paling sedikit terdiri atas 2
orang tenaga ahli berikut ini:
i) 1 (satu) orang ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi utama,
Ahli Keselamatan Konstruksi Utama atau Ahli Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Konstruksi Madya dengan pengalaman paling singkat 3 (tiga) tahun,
atau ahli Keselamatan Konstruksi madya dengan pengalaman paling
singkat 3 (tiga) tahun;
ii) 1 (satu) orang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi muda,
atau Ahli Keselamatan Konstruksi muda, masing-masing dengan
pengalaman paling singkat 3 (tiga) tahun; dan
iii) Untuk setiap penambahan tenaga kerja sampai 40 (empat puluh) orang
diperlukan tambahan 1 (satu) orang Petugas Keselamatan Konstruksi atau Petugas
K3 Kontruksi

d) Unit Keselamatan Konstruksi (UKK)

Sesuai dengan Pasal 35 sampai 37 tentang Unit Keselamatan Konstruksi


(UKK) dari Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Penerapan SMKK,
Penyedia Jasa harus membentuk Unit Keselamatan Konstruksi (UKK) yang
bertanggung jawab kepada unit yang menangani Keselamatan Konstruksi di
bawah pimpinan tertinggi Penyedia Jasa. UKK terdiri atas pimpinan dan
anggota.

Tanggung jawab penerapan pengendalian mutu Pekerjaan Konstruksi melekat


pada pimpinan tertinggi Penyedia Jasa dan pimpinan UKK. Pimpinan UKK
harus memiliki kompetensi kerja yang dibuktikan dengan Sertifikat Kompetensi
Kerja di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi/Keselamatan
Konstruksi.

Pimpinan UKK berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana (General


Superintendent). Untuk Pekerjaan Konstruksi berisiko Keselamatan Konstruksi
kecil, Kepala Pelaksana (General Superintendent) dapat merangkap sebagai
pimpinan UKK. Untuk Pekerjaan Konstruksi berisiko Keselamatan Konstruksi
sedang atau besar, Penyedia Jasa harus membentuk UKK yang terpisah dari
struktur organisasi Pekerjaan Konstruksi.

Persyaratan pimpinan UKK dituangkan dalam persyaratan personel manajerial


untuk Keselamatan Konstruksi. Anggota UKK terdiri dari ahli Keselamatan
Konstruksi/Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi, dan harus memiliki
kompetensi kerja yang dibuktikan dengan kepemilikan Sertifikat Kompetensi
Kerja Konstruksi, sebagaimana dengan ketentuan yang berlaku.

3) Pekerjaan Pengadaan Langsung dan/atau Padat Karya

Untuk pekerjaan dengan Risiko Keselamatan Konstruksi kecil melalui pengadaan


langsung dan/atau padat karya, biaya penerapan SMKK paling sedikit meliputi:
penyediaan APD/APK; sarana dan prasarana kesehatan terkait protokol kesehatan;
dan rambu keselamatan sesuai kebutuhan sehubungan dengan lingkup pekerjaan.

4) Pekerjaan Seksi Lain dalam Spesifikasi Umum yang Berkaitan dengan Seksi Ini

a) Mobilisasi : Seksi 1.2


b) Kantor Lapangan dan Fasilitasnya : Seksi 1.3
c) Fasilitas dan Layanan Pengujian : Seksi 1.4
d) Transportasi dan Penanganan : Seksi 1.5
e) Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas : Seksi 1.8
f) Bahan dan Peyimpanan : Seksi 1.11
g) Pekerjaan Pembersihan : Seksi 1.16
h) Pengamanan Lingkungan Hidup : Seksi 1.17
i) Keselamatan dan Kesehatan Kerja : Seksi 1.19
j) Manajemen Mutu : Seksi 1.21
k) Semua Seksi dari Divisi 2 sampai dengan Divisi 10

5) Standar Rujukan

Standar Nasional Indonesia (SNI):


SNI 0111:2009 : Sepatu pengaman dari kulit dengan sol karet cetak
vulkanisasi.
SNI 06-0652-2005 : Sarung tangan dari kulit sapi untuk kerja berat.
SNI 06-1301-1989 : Sarung tangan karet.
SNI 08-6113-1999 : Sarung tangan kerja dari karet rajut.
SNI 7037:2009 : Sepatu pengaman dari kulit dengan sistem Goodyear welt. SNI
7079:2009 : Sepatu pengaman dari kulit dengan sol poliuretan dan
termoplastik poliuretan sistem cetak injeksi.
SNI 8604:2018 : Metode pengujian perangkat penahan jatuh perorangan
dalam pekerjaan pada ketinggian.
SNI ISO 3873:2012 : Helm keselamatan industri.

ANSI (American National Standard Institute) / ISEA (International Safety Equipment


Association):
ANSI S3.19-1974 : Method for the Measurement of Real-Ear Protection of
Hearing Protectors and Physical Attenuation of Earmuffs.
ANSI/ISEA Z87.1:2020 : American National Standard For Occupational And
Educational Personal Eye And Face Protection Devices.

ISO (International Organization for Standardization):


ISO 16321-1:2021 : Eye and face protection for occupational use - Part 1:
General requirements.
ISO 19818-1:2021 : Eye and face protection - Protection against laser radiation
- Part 1: Requirements and test methods.
ISO 16321-2:2021 : Eye and face protection for occupational use — Part 2:
Additional requirements for protectors used during welding
and related techniques.
ISO 16972:2020 : Respiratory protective devices — Vocabulary and graphical
symbols.
ISO 16024:2005 : Personal protective equipment for protection against falls
from a height — Flexible horizontal lifeline systems.
ISO 10333-2:2000 : Personal fall-arrest systems — Part 2: Lanyards and energy
absorbers.
2 KOMPONEN KEGIATAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELA-
MATAN KONSTRUKSI

Komponen Kegiatan Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK),


paling sedikit terdiri atas Risiko Keselamatan Konstruksi, Unit Keselamatan Konstruksi
(UKK) dan Biaya Penerapan SMKK dalam Pekerjaan Konstruksi mencakup 9 komponen di
bawah ini:

1) Penyiapan Dokumen Penerapan SMKK:

Penyiapan dokumen penerapan SMKK, antara lain namun tidak terbatas pada:

a) Pembuatan dokumen RKK, RMPK, RKPPL (apabila ada) dan RMLLP (apabila ada);

b) Pembuatan prosedur dan instruksi kerja; dan

c) Penyusunan pelaporan penerapan SMKK (harian, mingguan, bulanan, akhir).

Pembuatan dokumen termasuk prosedur dan instruksi kerja untuk Penyiapan RKK (Rencana
Keselamatan Konstruksi), RKPPL (Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Hidup); RMLLP (Rencana Manajemen Lalu Lintas Pekerjaan) sebagaimana yang diuraikan
masing-masing dalam Pasal 1.19.2, Pasal 1.17.1.f), dan Pasal [Link]) dari Spesifikasi Umum.

Pembuatan dokumen termasuk prosedur dan instruksi kerja untuk RMPK (Rencana Mutu
Pekerjaan Konstruksi) sebagaimana diuraikan dalam Pasal 1.21.1 dan Pasal 1.21.2 dari
Spesifikasi Umum harus berlaku.

Dalam RMPK tersebut perlu disusun PMPM (Penjaminan Mutu dan Pengendalian Mutu)
Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan Sublampiran B – PMPM dari Lampiran Permen PUPR
Nomor 10 Tahun 2021.

Penyusunan RMLLP dapat merujuk pada dokumen hasil Analisa Dampak Lalu Lintas
(ANDALALIN) jika ada, sebagaimana yang diuraikan dalam Peraturan Menteri Perhubungan
Nomor PM 17 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas.

2) Sosialisasi, Promosi, dan Pelatihan:

Sosialisasi, promosi, dan pelatihan, antara lain namun tidak terbatas pada:
a) Induksi Keselamatan Konstruksi (Safety Induction) untuk pekerja tamu dan staf b)
Pengarahan Keselamatan Konstruksi (Safety Briefing)
c) Pertemuan keselamatan (Safety Talk dan/atau Tool Box Meeting)
d) Pelatihan Keselamatan Konstruksi, antara lain:

i) Bekerja di ketinggian;
ii) Penggunaan bahan kimia (Material Safety Data Sheet (MSDS));

iii) Analisis keselamatan pekerjaan;


iv) Perilaku berbasis keselamatan (Budaya berkeselamatan konstruksi); dan
v) P3K.
e) Sosialisasi/penyuluhan HIV/AIDS

Ketentuan teknis dapat merujuk pada Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum
Nomor 13/SE/M/2012.

f) Simulasi Keselamatan Konstruksi


g) Spanduk (Banner)
h) Poster/leaflet
i) Papan Informasi Keselamatan Konstruksi

3) Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri:

Alat Pelindung Kerja (APK) dan Alat Pelindung Diri (APD) termasuk barang habis pakai.

a) Alat Pelindung Kerja (APK), antara lain namun tidak terbatas pada:

i) Jaring pengaman (Safety Net); ii)


Tali keselamatan (Life Line); iii)
Penahan jatuh (Safety Deck);
iv) Pagar pengaman (Guard Railling);

v) Pembatas area (Restricted Area);

vi) Pelindung jatuh (Fall Arrester); dan

vii) Perlengkapan keselamatan bencana Perlengkapan keselamatan bencana paling


tidak mencakup: tandu; lampu darurat; sirene; dan kantong jenazah.

Ketentuan Alat Pelindung Kerja (APK) yang diuraikan dalam Pasal 1.19.4 dari
Spesifikasi Umum harus berlaku.

b) Alat Pelindung Diri (APD), antara lain namun tidak terbatas pada:

i) Topi pelindung (safety helmet);

ii) Pelindung mata (goggles, spectacles);

iii) Tameng muka (face shield);

iv) Masker selam (breathing apparatus);

v) Pelindung telinga (ear plug, ear muff);

vi) Pelindung pernafasan dan mulut (masker, masker respirator);

vii) Sarung tangan (safety gloves);


viii) Sepatu keselamatan (safety shoes, rubber safety shoes and toe cap);

ix) Penunjang seluruh tubuh (full body harness);

x) Jaket pelampung (life vest);

xi) Rompi keselamatan (safety vest);

xii) Celemek (apron/coveralls); dan

xiii) Pelindung jatuh perorangan terdiri dari sabuk pengaman tubuh (harness),
karabiner, tali koneksi (lanyard), tali pengaman (safety rope), alat penjepit tali
(rope clamp), alat penurun (decender), alat penahan jatuh bergerak (mobile fall
arrester), dan lain-lain, sesuai dengan butir 8 pada Lampiran Permen Tenaga
Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung
Diri.

Ketentuan Alat Pelindung Diri (APD) yang diuraikan dalam Pasal [Link]) dari
Spesifikasi Umum harus berlaku.

4) Asuransi dan Perizinan:


Asuransi dan perizinan, antara lain namun tidak terbatas pada:
a) Asuransi (Construction All Risks/CAR)
b) Asuransi pengiriman peralatan
c) Uji Riksa Peralatan
Asuransi (Construction All Risks/CAR) yang mencakup: Pekerjaan itu sendiri dan asuransi
pihak ketiga, sebagaimana yang disyaratkan dalam Syarat-syarat Umum Kontrak (SSUK)
harus berlaku.

Asuransi pengiriman peralatan digunakan untuk pekerjaan yang memerlukan mobilisasi alat
berat. Uji riksa peralatan (pemeriksaan atau pengujian kelaikan alat berat untuk mendapatkan
izin alat berat) sebelum alat berat digunakan harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa sesuai
dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut.

Uji riksa peralatan dapat meliputi: pesawat uap dan bejana tekan (PUBT); pesawat angkat-
angkut (PAA); pesawat tenaga dan produksi (PTP); instalasi listrik dan penyalur petir; serta
instalasi proteksi kebakaran, sesuai dengan kebutuhan peralatan yang akan digunakan.

5) Personel Keselamatan Konstruksi:

Personel Keselamatan Konstruksi, antara lain namun tidak terbatas pada:


a) Ahli K3 konstruksi atau ahli keselamatan konstruksi (sebagai pimpinan
UKK/personel manajerial)
b) Ahli K3 konstruksi atau ahli keselamatan konstruksi
c) Petugas Keselamatan Konstruksi, Petugas K3 Konstruksi
d) Petugas Pengelolaan Lingkungan
e) Petugas tanggap darurat/ Petugas pemadam kebakaran
f) Petugas P3K
Tabel SKh.[Link]). Rasio Jumlah Minimum Petugas P3K Terhadap Jumlah Tenaga Kerja
Jumlah
Klasifikasi Tempat
Tenaga Jumlah petugas P3K
Kerja
Kerja

Tempat kerja dengan 25 - 150 1 orang


potensi bahaya rendah > 150 1 orang untuk setiap 150 orang atau kurang
Tempat kerja dengan ≤ 100 1 orang
potensi bahaya tinggi > 100 1 orang untuk setiap 100 orang atau kurang

Sumber: Permenakertrans No 15 Tahun 2018

g) Tenaga medis dan/atau kesehatan (Dokter atau paramedis)


h) Petugas pengatur lalu lintas/koordinator/flagman
Petugas Keselamatan Konstruksi dibantu oleh tenaga kerja yang telah mendapat
pelatihan K3 dan/atau keselamatan konstruksi secara internal.

6) Fasilitas Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan:

Fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan termasuk barang habis pakai, antara lain
namun tidak terbatas pada:

a) Peralatan P3K dengan ketentuan berikut ini:


i) Terbuat dari bahan yang kuat dan mudah dibawa, berwarna dasar putih
dengan lambang P3K berwarna hijau;
ii) Isi kotak P3K dalam tabel di bawah ini dan tidak boleh diisi bahan atau alat
selain yang dibutuhkan untuk pelaksanaan P3K di tempat kerja:
Tabel SKh.[Link]). Isi Kotak P3K
Kotak A Kotak B Kotak C
(untuk 25 (untuk 50 (untuk100
No
Isi Kotak P3K tenaga tenaga tenaga
.
kerja atau kerja atau kerja atau
kurang) kurang) kurang)
1 Kasa steril terbungkus 20 40 40
2 Perban (lebar 5 cm) 2 4 6
3 Perban (lebar 10 cm) 2 4 6
4 Plester (lebar 1,25 cm) 2 4 6
5 Plester Cepat 10 15 20
6 Kapas (25 gram) 1 2 3
7 Kain segitiga/mittela 2 4 6
8 Gunting 1 1 1
9 Peniti 12 12 12
10 Sarung tangan sekali 2 4 6
pakai (pasangan)
11 Masker 1 1 1
12 Pinset 1 1 1
13 Lampu senter 1 1 1
14 Gelas untuk cuci mata 1 2 3
15 Kantong plastik bersih 1 1 1
16 Aquades (100 ml lar. 1 1 1
Saline)
17 Povidon Iodin (60 ml) 1 1 1
18 Alkohol 70% 1 1 1
19 Buku panduan P3K di 1 1 1
tempat kerja
20 Buku catatan 1 1 1
Daftar isi kotak

iii) Penempatan kotak P3K:


1. Tempat yang mudah dilihat dan dijangkau, diberi tanda arah yang jelas,
cukup cahaya serta mudah diangkat apabila akan digunakan;
2. Disesuaikan dengan jumlah pekerja/buruh, jenis dan jumlah kotak P3K
sebagaimana tercantum dalam Lampiran III Peraturan Menteri ini;
3. Dalam hal tempat kerja dengan unit kerja berjarak 500 meter atau lebih
masing-masing unit kerja harus menyediakan kotak P3K sesuai jumlah
pekerja/buruh;
4. Dalam hal tempat kerja pada lantai yang berbeda di gedung
bertingkat, maka masing-masing unit kerja harus menyediakan kotak P3K
sesuai jumlah pekerja/buruh.

b) Ruang P3K wajib disediakan bilamana Penyedia Jasa:

i) mempekerjakan pekerja/buruh 100 orang atau lebih;


ii) mempekerjakan pekerja/buruh kurang dari 100 orang dengan potensi bahaya
tinggi.
Ruang P3K harus disediakan dengan ketentuan berikut ini:
i) Lokasi ruang P3K:
1. Dekat dengan toilet/kamar mandi;
2. Dekat jalan keluar;
3. Mudah dijangkau dari area kerja; dan
4. Dekat dengan tempat parkir kendaraan.
ii) Mempunyai luas minimal cukup untuk menampung satu tempat tidur pasien
dan masih terdapat ruang gerak bagi seorang petugas P3K serta penempatan
fasilitas P3K lainnya;
iii) Bersih dan terang, ventilasi baik, memiliki pintu dan jalan yang cukup lebar
untuk memindahkan korban;
iv) Diberi tanda dengan papan nama yang jelas dan mudah dilihat;
v) Sekurang-kurangnya dilengkapi dengan :
1) wastafel dengan air mengalir;
2) kertas tisue/lap;
3) usungan/tandu;
4) bidai/spalk;
5) kotak P3K dan isi;
6) tempat tidur dengan bantal dan selimut;
7) tempat untuk menyimpan alat-alat, seperti: tandu dan/atau kursi
roda;
8) sabun dan sikat;
9) pakaian bersih untuk penolong;
10) tempat sampah; dan
11) kursi tunggu bila diperlukan.
c) Peralatan Pengasapan (Obat dan mesin Fogging)
d) Biaya protokol kesehatan wabah menular (misal: tempat cuci tangan, swab,
vitamin di masa pandemi Covid-19)
e) Pemeriksaan Psikotropika dan HIV
f) Perlengkapan kesehatan memadai untuk Isolasi mandiri (tempat tidur pasien,
oximeter, tabung oksigen)
g) Ambulans (sewa)
Ketentuan yang diuraikan dalam Pasal 1.19.3 dari Spesifikasi Umum harus berlaku.

7) Rambu dan Perlengkapan Lalu Lintas yang Diperlukan atau Manajemen Lalu Lintas:

Rambu dan perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen lalu lintas
termasuk barang habis pakai, antara lain namun tidak terbatas pada:
i) Rambu petunjuk

ii) Rambu larangan

iii) Rambu peringatan


iv) Rambu kewajiban (rambu mandatory K3, antara lain: rambu pemakaian APD, masker)
v) Rambu informasi (informasi terkait K3, antara lain: lokasi kotak P3K, rambu lokasi
APAR, area berbahaya, bahan berbahaya)
vi) Rambu pekerjaan sementara
vii) Jalur Evakuasi (petunjuk escape route)
viii) Tongkat pengatur lalu lintas (warning lights stick);
viii) Kerucut lalu lintas (traffic cone)
ix) Lampu putar (rotary lamp)
x) Pembatas Jalan (water tank barrier)
xi) Beton pembatas jalan (concrete barrier)
xii) Lampu/alat penerangan sementara
xiii) Lampu darurat (emergency lamp)
xiv) Rambu/alat pemberi isyarat lalu lintas sementara
xv) Marka jalan sementara
xvi) Alat pengendali pemakaian jalan sementara antara lain: alat pembatas kecepatan, alat
pembatas tinggi dan lebar kendaraan
xvii) Pengaman pemakai jalan sementara, antara lain: penghalang lalu lintas, cermin
tikungan, patok pengarah/delineator, pulau-pulau lalu lintas sementara, pita
penggaduh/rumble strip
“Bentuk-bentuk zona pekerjaan jalan beserta perlengkapan jalan sementara” dan kebutuhan
minimum “Jumlah dan jenis perlengkapan jalan dan jembatan sementara yang disediakan”
masing-masing ditunjukkan dalam Lampiran 1.8.A dan 1.8.B dari Spesifikasi Umum.

8) Konsultasi dengan Ahli Terkait Keselamatan Konstruksi:

Konsultasi ahli Keselamatan Konstruksi dengan ahli lain, antara lain namun tidak
terbatas:
i) Ahli Lingkungan
ii) Ahli Jembatan
iii) Ahli Gedung
iv) Ahli Struktur
v) Ahli Pondasi
vi) Ahli Bendungan
vii) Ahli Gempa
viii) Ahli Likuifaksi
ix) Ahli Lapangan Terbang
x) Ahli Mekanikal
xi) Ahli Pertambangan

xii) Ahli Peledakan

xiii) Ahli Elektrikal

xiv) Ahli Perminyakan


xv) Ahli Manajemen
xvi) Ahli Proteksi Kebakaran Gedung
Satuan Konsultasi dengan Ahli terkait Keselamatan Konstruksi dilaksanakan untuk
pekerjaan risiko keselamatan konstruksi besar dan sedang, sedangkan untuk pekerjaan
risiko keselamatan konstruksi kecil dilaksanakan apabila diperlukan.

9) Kegiatan dan Peralatan Terkait dengan Pengendalian Risiko Keselamatan Konstruksi,


termasuk biaya pengujian/pemeriksaan lingkungan:

Kegiatan dan peralatan terkait dengan pengendalian Risiko Keselamatan Konstruksi,


termasuk biaya pengujian/ pemeriksaan lingkungan termasuk barang habis pakai, antara lain
namun tidak terbatas pada:
a) Ketentuan pemeriksaan lingkungan kerja sebagaimana yang diuraikan dalam Pasal
1.17.1 dari Spesifikasi Umum harus berlaku dengan perubahan jenis pengujian
Baku Mutu Air dan Baku Mutu Udara Ambien yang merujuk pada PP Nomor 22
Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup, Lampiran 6 Baku Mutu Air Nasional dan Lampiran 7 Baku Mutu Udara
Ambien.
Sedangkan Baku Mutu Kebisingan dan Getaran tetap sebagaimana yang diuraikan
pada Pasal [Link]) dari Spesifikasi Umum, termasuk Lampiran 1.17, Tabel
1.17.(5), Tabel 17.(6) dan Tabel 1.17.(7).
Tabel SKh.[Link]). Baku Mutu Air Sungai dan Sejenisnya
No Parameter Unit Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Keterangan
1 Temperatur °C Dev 3 Dev 3 Dev 3 Dev 3 Perbedaan
dengan suhu
udara di atas
permukaan air
2 Padatan mg/L 1.000 1.000 1.000 1.000 Tidak berlaku
terlarut total untuk muara
(TDS)
3 Padatan mg/L 40 50 100 400
tersuspensi
total (TSS)
4 Warna Pt-Co Unit 15 50 100 - Tidak berlaku
untuk air
gambut
(berdasarkan
kondisi
alaminya)
5 Derajat 6-9 6-9 6-9 6-9 Tidak berlaku
keasaman (pH) untuk air
gambut
(berdasarkan
kondisi
alaminya)
6 Kebutuhan mg/L 2 3 6 12
oksigen
No Parameter Unit Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Keterangan
biokimiawi
(BOD)
7 Kebutuhan mg/L 10 25 40 80
oksigen
kimiawi
(COD)
8 Oksigen 6 4 3 1 Batas minimal
terlarut (DO)
9 Sulfat (SO4 2-) mg/L 300 300 300 400
10 Klorida (Cl-) mg/L 300 300 300 600
11 Nitrat (sebagai mg/L 10 10 20 20
N)
12 Nitrit (sebagai mg/L 0,06 0,06 0,06 -
N)
13 Amoniak mg/L 0,1 0,2 0,5 -
(sebagai N)
14 Total Nitrogen mg/L 15 15 25 -
15 Total Fosfat mg/L 0,2 0,2 1,0 -
(sebagai P)
16 Fluorida (F-) mg/L 1,0 1,5 1,5 -
17 Belerang mg/L 0,002 0,002 0,002 -
sebagai H2S
18 Sianida (CN-) mg/L 0,02 0,02 0,02 -
19 Klorin bebas mg/L 0,03 0,03 0,03 - Bagi air baku
air minum
tidak
dipersyaratkan
20 Barium (Ba) mg/L 1,0 - - -
terlarut
21 Boron (B) mg/L 1,0 1,0 1,0 1,0
terlarut
22 Merkuri (Hg) mg/L 0,001 0,002 0,002 0,005
terlarut
23 Arsen (As) mg/L 0,05 0,05 0,05 0,10
terlarut
24 Selenium (Se) mg/L 0,01 0,05 0,05 0,05
terlarut
25 Besi (Fe) rng/L 0,3 - - -
terlarut
26 Kadmium (Cd) mg/L 0,01 0,01 0,01 0,01
terlarut
27 Kobalt (Co) mg/L 0,2 0,2 0,2 0,2
terlarut
28 Mangan (Mn) mg/L 0,1 - - -
terlarut
29 Nikel (Ni) mg/L 0,05 0,05 0,05 0,10
terlarut
30 Seng (Zn) mg/L 0,05 0,05 0,05 2,0
terlarut
31 Tembaga (Cu) mg/L 0,02 0,02 0,02 0,2
terlarut
32 Timbal (Pb) mg/L 0,03 0,03 0,03 0,50
terlarut
No Parameter Unit Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Keterangan
33 Kromium mg/L 0,05 0,05 0,05 1,0
heksavalen
(Cr-(VI))
34 Minyak dan mg/L 1 1 1 10
lemak
35 Deterjen total mg/L 0,2 0,2 0,2 -
36 Fenol mg/L 0,002 0,005 0,01 0,02
37 Aldrin/Dieldrin µg/L 17 - - -
38 BHC µg/L 210 210 210 -
39 Chlordane µg/L 3 - - -
40 DDT µg/L 2 2 2 2
41 Endrin µg/L 1 4 4 -
42 Heptachlor µg/L 18 - - -
43 Lindane µg/L 56 - - -
44 Methoxychlor µg/L 35 - - -
45 Toxapan µg/L 5 - - -
46 Fecal Coliform MPN/100mL 100 1.000 2.000 2.000
47 Total Coliform MPN/100mL 1.000 5.000 10.000 10.000
48 Sampah nihil nihil nihil nihil
49 Radioaktivitas
Gross-A Bq/L 0,1 0,1 0,1 0,1
Gross-B Bq/L 1 1 1 1

Keterangan:
1. Kelas 1 merupakan air yang peruntukannya dapat digunakan untuk baku air
minum, dan/atau air peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama
dengan kegunaan tersebut.
2. Kelas 2 merupakan air yang peruntukannya dapat digunakan untuk
prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air
untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan
mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
3. Kelas 3 merupakan air yang peruntukannya dapat digunakan untuk
pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk melgairi tanaman, dan/atau
peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan
tersebut.
4. Kelas 4 merupakan air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi
pertanaman dan/atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama
dengan kegunaan tersebut.
Tabel SKh.[Link]). Baku Mutu Udara Ambien

No. Parameter Waktu Baku Mutu Sistem


Pengukuran Pengukuran
1 Sulfur Dioksida (SO2) aktif kontinu
1 jam 150 µg/m3
aktif manual
24 jam 75 µg/m3 aktif kontinu
1 tahun 45 µg/m3 aktif kontinu
2 Karbon Monoksida 1 jam 10.000 aktif kontinu
(CO) µg/m3
8 jam 4.000 µg/m3 aktif kontinu
3 Nitrogen Dioksida 3 aktif kontinu
(NO2) 1 jam
aktif manual
24 jam 65 µg/m3 aktif kontinu
1 tahun 50 µg/m3 aktif kontinu
4 Oksidan fotokimia 3 aktif kontinu
1 jam
(Ox) sebagai Ozon (O3) aktif manual
8 jam 100 µg/m3 aktif
kontinu*
1 tahun 35 µg/m3 aktif
kontinu**
5 Hidrokarbon Non 3 jam 160 µg/m3 aktif
Metana (NMHC) kontinu***
6 Partikulat debu < 100 24 jam 230 µg/m3 aktif manual
µm (TSP)
Partikulat debu < 10 µm 3 aktif kontinu
24 jam
(PM10) aktif manual
1 tahun 40 µg/m3 aktif kontinu
aktif kontinu
Partikulat debu 2,5 µm 24 jam 55 µg/m3
aktif manual
(PM2,5)
1 tahun 15 µg/m3 aktif kontinu
7 Timbal (Pb) 24 jam 2 µg/m3 aktif manual

Keterangan :
µg/m3 = konsentrasi dalam mikrogram per meter kubik, pada kondisi
atmosfer normal, yaitu tekanan (P) 1 atm dan temperatur (T) 25°C
* Konsentrasi yang dilaporkan untuk waktu pengukuran selama 1 (satu) jam
adalah konsentrasi hasil pengukuran yang dilakukan setiap 30 (tiga puluh) menit
(dalam l jam dilakukan 2 kali pengukuran) dan dilakukan pukul di antara jam
11:00 - 14:00 waktu setempat
** Konsentrasi yang dilaporkan untuk waktu pengukuran selama 8 (delapan) jam
adalah konsentrasi dari waktu pengukuran yang dilakukan di antara jam 06:00
- 18:00 waktu setempat.
*** Konsentrasi yang dilaporkan untuk waktu pengukuran selama 3 (tiga) jam adalah
konsentrasi dari waktu pengukur yang dilakukan di antara jam
06:00 - 10:00 waktu setempat.
Seluruh jenis pengujian sebagaimana yang ditunjukkan dalam “Tabel Baku Mutu Air
Sungai dan Sejenisnya” dan “Tabel Baku Mutu Udara Ambien” harus dilaksanakan
sebelum, sedang dan setelah pelaksanaan pekerjaan di titik lokasi yang mewakili
keberadaan kegiatan pekerjaan sebagaimana yang diuraikan pada Pasal 1.17.1.i) dan
Pasal 1.17.1).j) dari Sesifikasi Umum
3 BAHAN

Ketentuan-ketentuan bahan yang disebutkan dalam Pasal [Link]) dan 1.19.6 dari
Spesifikasi Umum harus berlaku dengan tambahan ketentuan di bawah ini:

1) Alat pelindung kerja (APK) dan alat pelindung diri (APD)

a) Jaring pengaman (safety net) dan Tali keselamatan (life line) harus dalam kondisi baru
dan mengikuti standar yang berlaku.

b) Pelindung mata (goggles, spectacles) harus dalam kondisi baru dan mengikuti
standar yang berlaku.
c) Standar warna helm yang digunakan, sebagai berikut :
i) Tamu
Warna putih polos dengan tulisan warna biru TAMU atau VISITOR;
ii) Tim
▪ Pelaksana
- warna putih polos dilengkapi dengan 1 strip (8 mm);
▪ Kepala pelaksana:
- warna putih polos dilengkapi dengan 2 strip (2 x 8 mm);
▪ Kepala pekerjaan konstruksi:
- warna putih polos dilengkapi dengan 3 strip berukuran @ 8mm, dan
1 strip 15 mm di bagian paling atas. iii)
Pekerja pada Unit Keselamatan Konstruksi:
- warna merah;
iv) Pekerja pada Unit kerja Sipil:
- warna kuning;
v) Pekerja pada Unit kerja Mekanikal Elektrikal (ME):
- warna biru;
vi) Pekerja pada Unit kerja Lingkungan:
- warna hijau; dan
vii) Jika ada logo perusahaan, ditempatkan di bagian tengah dan depan
pelindung kepala.
d) Pembatas area (restricted area)
Bilamana tidak disebutkan lain dalam Gambar maka pembatas area (restricted area)
dalam satu roll adalah lebar 2 inch dan Panjang 300 meter, dan mengikuti standar yang
berlaku.

2) Pakaian pekerja konstruksi


Pekerja pada Pekerjaan Konstruksi menggunakan pakaian berwarna jingga.

3) Keterangan pada alat berat


Pada alat berat yang beroperasi di tempel nama operator, SIO (Surat Ijin Operator), dan pas
foto operator ukuran 8R. Kodefikasi alat konstruksi sesuai Permen PUPR Nomor 7
Tahun 2021 tentang Pencatatan Sumber Daya Material dan Peralatan Konstruksi.

4) Lainnya

Bahan-bahan yang digunakan untuk penerapan SMKK harus sesuai dengan Standar
Rujukan yang disebutkan dalam Pasal SKh-[Link].6) atau Standar Nasional lainnya
yang berlaku atau diperintahkan/disetujui oleh Pengawas Pekerjaan bilamana belum
terdapat standarnya.

4 BENTUK (FORMAT)

1) Rencana Manajemen Lalu Linas Pekerjaan (RMLLP):

Rencana Manajemen Lalu Linas Pekerjaan (RMLLP) ini merujuk pada Rencana Manajemen
dan Keselamatan Lalu Lintas (RMKL) sebagaimana yang disebutkan dalam Seksi 1.8 dari
Spesifikasi Umum, “Pembagian Zona Pekerjaan Jalan” dan “Jumlah dan jenis perlengkapan
jalan dan jembatan sementara yang disediakan” masing-masing ditunjukkan dalam Lampiran
1.8.A dan 1.8.B dari Spesifikasi Umum.

Contoh Format Rencana Manajemen Lalu Linas Pekerjaan (RMLLP) dapat dirujuk pada
Lampiran Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 - Sublampiran H - Dokumen RMLLP:
- Tabel 1. Daftar Lingkup Kegiatan Rencana Manajemen Lalu Linas Pekerjaan
(RMLLP)
- Tabel 3. Rencana Koordinasi Dengan Intansi Terkait Kegiatan Manajemen Lalu
Lintas
- Tabel 4. Contoh Tabel Daftar Jenis dan Jumlah Kebutuhan Perlengkapan Jalan
Sementara
- Rencana Manajemen Lalu Lintas Pekerjaan (RMLLP).
- Tabel 5. Contoh Time Schedule penutupan Jalan/Lajur

2) Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (RKPPL):

Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (RKPPL) ini merujuk pada
Pasal 1.17.1.f) dari Spesifikasi Umum. “Tabel Rona Lingkungan Hidup Awal” dan “Contoh
Matriks Pelaporan Pelaksanaan RKPPL” masing-masing ditunjukkan dalam Lampiran 1.17
dari Spesifikasi Umum.

Contoh Format Rona Lingkungan, Rencana Kerja Pengelolaan Lingkungan, dan Matriks
Pelaporan Pelaksanaan Rencana Kerja Pengelolaan Dan Pemantauan Lingkungan dapat
dirujuk Lampiran Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021- Sublampiran G – RKPPL:
- Tabel 2.1 Contoh Rona Lingkungan Awal untuk Proyek dengan dimensi panjang
(jalan, drainase).
- Tabel 3.1 Contoh Rencana Kerja Pengelolaan Lingkungan.
- I.2 Matriks Pelaporan Pelaksanaan Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan
Lingkungan.

Ketiga format di atas ini pada dasarnya sama dengan format yang tersedia dalam
Lampiran 1.17 dari Spesifikasi Umum.
3) Rencana Keselamatan Konstrusi (RKK):

Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) ini merujuk pada Pasal 1.19.2 dari Spesifikasi
Umum. Bilamana pekerjaan keselamatan dan kesehatan kerja ini tidak dilaksanakan
sebagaimana mestinya, maka Wakil Pengguna Jasa akan memberi peringatan pertama
dan kedua kepada Penyedia Jasa sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal [Link]) dari
Spesifikasi Umum

Contoh Format RKK Pelaksanaan dapat dirujuk pada Lampiran Permen PUPR Nomor
10 Tahun 2021, Sublampiran D – RKK, D.2.2 Format RKK Pelaksanaan.

Contoh Format Surat Peringatan Pertama dan Kedua, Contoh Format Surat Penghentian
Pekerjaan, Contoh Format Surat Keterangan Nihil Kecelakaan Kerja dapat dirujuk pada
Lampiran Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 - Sublampiran K - Komponen Kegiatan dan
Format Audit Internal Penerapan SMKK - K1 Surat Keterangan Nihil dan Surat Peringatan
dari Pengguna Jasa.

Contoh Format Audit Internal Penerapan SMKK pelaksanaan pekerjaan Konstruksi dapat
dirujuk pada Lampiran Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 - Sublampiran K - Komponen
Kegiatan dan Format Audit Internal Penerapan SMKK - K3 Form Audit:
- Tabel 1. Lembar Pemeriksaan SMKK dan
- Tabel 2. Daftar Simak Pemantauan dan Evaluasi Keselamatan Konstruksi

4) Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK):

Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK) ini merujuk pada Rencana Kendali Mutu (QC
Plan) sebagaimana yang disebutkan dalam Seksi 1.21 dari Spesifikasi Umum, yang disiapkan
oleh Manager Kendali Mutu (QCM) sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal [Link]) dari
Spesifikasi Umum dengan indikator output dan daftar simak yang ditunjukkan dalam
Lampiran 1.21 dari Spesifikasi Umum.

Contoh Format Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi dapat dirujuk pada Lampiran
Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 - Sublampiran E - RMPK:
- Tabel 6.1 Contoh Tenaga Kerja dalam Work Method Statement
- Tabel 6.2 Contoh Tabel Material dalam Work Method Statement
- Tabel 6.3 Contoh Tabel Peralatan dalam Work Method Statement
- Tabel 6.4 Contoh Aspek Keselamatan Konstruksi (sesuai dengan Form pada RKK
bab Elemen Operasi)

Contoh Format Penjaminan Mutu dan Pengendalian Mutu (PMPM) Pekerjaaan Konstruksi
dapat dirujuk pada Lampiran Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 - Sublampiran B -
PMPM:
- F-01 Contoh Format Pengajuan Memulai Pekerjaan
- F-02 Contoh Format Persetujuan Material
- F-03 Contoh Format Persetujuan Gambar Kerja
- F-04 Contoh Format Pemeriksaan/Pengujian
- F-05 Contoh Format Perubahan di Lapangan
- F-06 Contoh Format Laporan Ketidaksesuaian (oleh Penyedia Jasa)
- F-07 Contoh Format Laporan Ketidaksesuaian (oleh Pengawas Pekerjaan)
- F-08 Contoh Format Pemeriksaan untuk Penyerahan Pertama Pekerjaan
- F-09 Contoh Format Pemeriksaan untuk Penyerahan Akhir Pekerjaan
- Contoh Daftar Simak Pengajuan Permohonan Hasil Akhir

5 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

1) Pengukuran

Pengukuran yang dilaksanakan menurut Seksi 1.8 Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas,
Seksi 1.17 Pengamanan Lingkungan Hidup, Seksi 1.19 Keselamatan dan Kesehatan Kerja,
dan Seksi 1.21 Manajemen Mutu dalam Spesifikasi Umum tidak berlaku.

Pengukuran komponen kegiatan biaya penerapan SMKK akan ditentukan oleh Pengawas
Pekerjaan atas dasar kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan lengkap dan telah diterima
sebagaimana yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan pelaksanaan Kontrak.

Kuantitas yang diukur haruslah dalam satuan pengukuran yang diuraikan dalam daftar mata
pembayaran di bawah ini.

Pekerjaan pengamanan lingkungan hidup dibayar atas dasar jumlah pengujian dalam Daftar
Kuantitas dan Harga. Pengujian sebelum, sedang dan setelah pelaksanaan pekerjaan pada lokasi
yang sama akan dihitung 3 kali.

2) Pembayaran

Mata Pembayaran yang tersedia di bawah ini dimasukkan ke dalam Daftar 2 “Mata Pembayaran
Perkiraan Biaya Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi” yang terdapat dalam
“Daftar Kuantitas dan Harga” dalam Dokumen Tender, di mana kuantitas perkiraan telah
disediakan oleh Wakil Pengguna Jasa.

Kuantitas mata pembayaran yang diukur tersebut di atas harus dibayar untuk per satuan
pengukuran dari masing-masing harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga
untuk Mata Pembayaran terdaftar di bawah, di mana harga tersebut harus sudah merupakan
kompensasi penuh untuk penyediaan, semua bahan, peralatan, tenaga kerja, perkakas, biaya
lain yang dianggap perlu atau biaya untuk penyelesaian yang sebagaimana mestinya dari
pekerjaan yang diuraikan dalam Seksi ini. Biaya Tidak Langsung yang terdiri atas Biaya
Umum (Overhead) dan Keuntungan (Profit) tidak boleh disertakan dalam semua Mata
Pembayaran untuk Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

Tahapan pembayaran biaya Jembatan Sementara (jika ada) adalah sebagai berikut:
a) 75 % (Tujuh puluh lima persen) bilamana semua Jembatan Sementara telah
terpasang di lapangan, diterima dan disetujui oleh Pengawas Pekerjaan
b) 25 % (Dua puluh lima persen) bilamana Jembatan Sementara telah dibongkar dan
lokasinya telah dibersihkan dan dikembalikan ke dalam kondisi semula.

Nomor Mata Uraian Satuan


Pembayaran Pengukuran
1 Penyiapan dokumen penerapan SMKK
SKh-1.1.22.(1a) Pembuatan dokumen RKK, RMPK, RKPPL, Set
dan RMLLP
SKh-1.1.22.(1b) Pembuatan prosedur dan instruksi kerja Set
SKh-1.1.22.(1c) Penyusunan pelaporan penerapan SMKK Set
2 Sosialisasi, promosi dan pelatihan
SKh-1.1.22.(2a) Induksi Keselamatan Konstruksi (Safety Orang
Induction)
SKh-1.1.22.(2c) Pertemuan keselamatan (Safety Talk dan/atau Orang
Tool Box Meeting)
SKh-1.1.22.(2d) Pelatihan Keselamatan Konstruksi, antara lain: Orang
1) Bekerja di ketinggian
2) Penggunaan bahan kimia (MSDS)
3) Analisis keselamatan pekerjaan
4) Perilaku berbasis keselamatan (Budaya
berkeselamatan konstruksi)
5) P3K
SKh-1.1.22.(2e) Sosialisasi/penyuluhan HIV/AIDS Orang
SKh-1.1.22.(2f) Simulasi Keselamatan Konstruksi LS
SKh-1.1.22.(2g) Spanduk (Banner) Buah
SKh-1.1.22.(2h) Poster/leaflet Lembar
SKh-1.1.22.(2i) Papan Informasi Keselamatan Konstruksi Lembar

3 Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri


3a APK
SKh-1.1.22.(3a1) Jaring pengaman (Safety Net) Meter Panjang
SKh-1.1.22.(3a2) Tali keselamatan (Life Line) Meter Panjang
SKh-1.1.22.(3a3) Penahan jatuh (Safety Deck) Unit
SKh-1.1.22.(3a4) Pagar pengaman (Guard Railling) Meter Panjang
SKh-1.1.22.(3a5) Pembatas area (Restricted Area) Rol
SKh-1.1.22.(3a6) Perlengkapan keselamatan bencana (Disaster Set
Safety Equipment)
3b APD
SKh-1.1.22.(3b1) Topi pelindung (Safety Helmet) Buah
SKh-1.1.22.(3b2) Pelindung mata (Goggles, Spectacles) Buah
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran

SKh-1.1.22.(3b3) Tameng muka (Face Shield) Buah


SKh-1.1.22.(3b4) Masker selam (Breathing Apparatus) Buah
SKh-1.1.22.(3b5) Pelindung telinga (Ear Plug, Ear Muff) Pasang
SKh-1.1.22.(3b6) Pelindung pernafasan dan mulut (masker, Buah
masker respirator)
SKh-1.1.22.(3b7) Sarung tangan (Safety Gloves) Pasang
SKh-1.1.22.(3b8) Sepatu keselamatan (Safety Shoes, rubber safety Pasang
shoes and toe cap)
SKh-1.1.22.(3b9) Penunjang seluruh tubuh (Full Body Harness) Buah
SKh-1.1.22.(3b10) Jaket pelampung (Life Vest) Buah
SKh-1.1.22.(3b11) Rompi keselamatan (Safety Vest) Buah
SKh-1.1.22.(3b12) Celemek (Apron/Coveralls) Buah
SKh-1.1.22.(3b13) Pelindung jatuh (Fall Arrester) Buah
4 Asuransi dan Perizinan terkait Keselamatan
Konstruksi LS
SKh-1.1.22.(4a) Asuransi (Construction All Risk/CAR) Unit
SKh-1.1.22.(4b) Asuransi pengiriman peralatan

SKh-1.1.22.(4c) Uji Riksa Peralatan Unit

5 Personel Keselamatan Konstruksi

SKh-1.1.22.(5a) Ahli K3 konstruksi/ahli keselamatan konstruksi Orang


(sebagai pimpinan UKK)
SKh-1.1.22.(5b) Ahli K3 konstruksi/ahli keselamatan konstruksi Orang

SKh-1.1.22.(5c) Petugas Keselamatan Konstruksi, Petugas K3 Orang


Konstruksi
SKh-1.1.22.(5d) Petugas Pengelolaan Lingkungan Orang

SKh-1.1.22.(5e) Petugas tanggap darurat/Petugas pemadam Orang


kebakaran
SKh-1.1.22.(5f) Petugas P3K Orang

SKh-1.1.22.(5g) Tenaga medis dan/atau kesehatan (Dokter atau Orang


paramedis)
SKh-1.1.22.(5h) Petugas pengatur lalu lintas Orang

SKh-1.1.22.(5e) Koordinator Manajemen dan Keselamatan Lalu Orang


Lintas (KMKL)

6 Fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan

SKh-1.1.22.(6a) Peralatan P3K Set

SKh-1.1.22.(6b) Ruang P3K Set

SKh-1.1.22.(6c) Peralatan Pengasapan (Obat dan mesin Fogging) Unit

Nomor Mata Uraian Satuan


Pembayaran Pengukuran

SKh-1.1.22.(6d) Biaya protokol kesehatan wabah menular (misal: LS


tempat cuci tangan, swab, vitamin di masa
SKh-1.1.22.(6e) Pemeriksaan Psikotropika
pandemi covid-19, dan HIV
dan sebagainya) Orang

SKh-1.1.22.(6f) Perlengkapan Isolasi mandiri Set

SKh-1.1.22.(6g) Ambulans Unit


7 Rambu dan Perlengkapan lalu lintas yang
diperlukan atau manajemen lalu lintas
SKh-1.1.22.(7a) Rambu petunjuk Buah

SKh-1.1.22.(7b) Rambu larangan Buah

SKh-1.1.22.(7c) Rambu peringatan Buah

SKh-1.1.22.(7d) Rambu kewajiban Buah

SKh-1.1.22.(7e) Rambu informasi Buah

SKh-1.1.22.(7f) Rambu pekerjaan sementara Buah

SKh-1.1.22.(7g) Jalur Evakuasi (Petunjuk escape route) Buah

SKh-1.1.22.(7h) Kerucut lalu lintas (traffic cone) Buah

SKh-1.1.22.(7i) Tongkat pengatur lalu lintas (Warning Lights Buah


Stick)
SKh-1.1.22.(7j) Lampu putar (rotary lamp) Buah

SKh-1.1.22.(7k) Pembatas Jalan (water tank barrier) Meter


Panjang
SKh-1.1.22.(7l) Beton pembatas jalan (concrete barrier) Meter
Panjang
SKh-1.1.22.(7m) Lampu/alat penerangan sementara Buah

SKh-1.1.22.(7n) Lampu darurat (Emergency Lamp) Buah

SKh-1.1.22.(7o) Rambu/alat pemberi isyarat lalu lintas sementara Buah

SKh-1.1.22.(7p) Marka jalan sementara Meter


Persegi
Alat pengendali pemakaian jalan sementara:

SKh-1.1.22.(7q1) Alat pembatas kecepatan, Buah

SKh-1.1.22.(7q2) Alat pembatas tinggi dan lebar kendaraan Buah

Alat pengamanan pemakai jalan sementara:

SKh-1.1.22.(7r1) Penghalang lalu lintas Buah

SKh-1.1.22.(7r2) Cermin tikungan, Buah

Nomor Mata Uraian Satuan


Pembayaran Pengukuran
SKh-1.1.22.(7r3) Patok pengarah/delineator Buah
SKh-1.1.22.(7r4) Pulau-pulau lalu lintas sementara Buah

SKh-1.1.22.(7r5) Pita penggaduh/rumble strip Meter


Persegi
SKh-1.1.22.(7s) Alat penerangan sementara Buah

Skh-1.1.22.(7t) Jembatan sementara LS

8 Konsultasi dengan Ahli terkait Keselamatan


Konstruksi
SKh-1.1.22.(8a) Ahli Lingkungan OJ/OK

SKh-1.1.22.(8b) Ahli Jembatan OJ/OK

SKh-1.1.22.(8c) Ahli Gedung OJ/OK

SKh-1.1.22.(8d) Ahli Struktur OJ/OK

SKh-1.1.22.(8e) Ahli Pondasi OJ/OK

SKh-1.1.22.(8f) Ahli Bendungan OJ/OK

SKh-1.1.22.(8g) Ahli Gempa OJ/OK

SKh-1.1.22.(8h) Ahli Likuifaksi OJ/OK

SKh-1.1.22.(8i) Ahli Lapangan Terbang OJ/OK

SKh-1.1.22.(8j) Ahli Mekanikal OJ/OK

SKh-1.1.22.(8k) Ahli Pertambangan OJ/OK

SKh-1.1.22.(8l) Ahli Peledakan OJ/OK

SKh-1.1.22.(8m) Ahli Elektrikal OJ/OK

SKh-1.1.22.(8n) Ahli Perminyakan OJ/OK

SKh-1.1.22.(8o) Ahli Manajemen OJ/OK

SKh-1.1.22.(8p) Ahli Proteksi Kebakaran Gedung OJ/OK

9 Kegiatan dan peralatan terkait Pengendalian


Risiko Keselamatan Konstruksi
SKh-1.1.22.(9a1) Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Buah

SKh-1.1.22.(9a2) Penangkal Petir Buah

SKh-1.1.22.(9a3) Anemometer Buah


SKh-1.1.22.(9a4) Bendera K3 Buah

Nomor Mata Uraian Satuan


Pembayaran Pengukuran
SKh-1.1.22.(9a5) Pembuatan Kartu Identitas Pekerja (KIP) Buah

SKh-1.1.22.(9a6) Patroli keselamatan konstruksi Kegiatan

SKh-1.1.22.(9a7) Audit internal Kegiatan

SKh-1.1.22.(9a8) CCTV Unit

SKh-1.1.22.(9b) Pengujian Baku Mutu Air Lengkap Set

SKh-1.1.22.(9c) Pengujian Baku Mutu Udara Ambien Lengkap Set

SKh-1.1.22.(9d1) Pengujian Vibrasi Lingkungan untuk Buah


Kenyamanan dan Kesehatan
SKh-1.1.22.(9d2) Pengujian tingkat getaran kendaraan bermotor Buah
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI (RK3K)

(Pembangunan Puskesmas)

DAFTAR ISI

A. Kebijakan K3

B. Perencanaan K3

[Link] Bahaya,Sasaran K3 Proyek, Pengendalian Risiko K3, dan

Program K3. [Link] Peraturan Perundang - undangan dan Persyaratan

Lainnya

C. Pengendalian Operasional K3

A. KEBIJAKAN K3

➢ PT/CV menetapkan Kebijakan K3 pada kegiatan konstruksi yang dilaksanakan.


➢ Direktur PT/CV mengesahkan Kebijakan K3.
➢ Kebijakan K3 PT/CV yang ditetapkan memenuhi ketentuan:
a. Sesuai dengan sifat dan kategori resiko K3;
b. Membangun manajemen perusahaan yang mengacu pada sistem manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja (K3), berpedoman pada Permen PU. Nomor : 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Bidang PU;
c. Melaksanakan pekerjaan sesuai dangan rencana dan waktu yang telah di tentukan;
d. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta
peningkatan berkelanjutan SMK3/OHSAS;
e. Mencakup komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lain yang
terkait dengan K3;
f. Sebagai kerangka untuk enyusun dan mengkaji sasaran K3;
g. Didokumentasikan, diterapkan dan dipelihara;
h. Dikomunikasikan kepada semua personil yang bekerja dibawah pengendalian agar peduli
terhadap K3;
i. Dapat diakses oleh semua pihak yang berkepentingan dan;
j. Dievaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa kebijakan K3 masih relevan dan sesuai.
B. PERENCANAAN K3
Perencanaan di sini dimaksudkan bahwa program K3 yang ada di Proyek direncanakan sesuai
dengan kondisi pekerjaan dan lingkungan yang ada di sekitar proyek.
Perencanaan meliputi :

B.1. Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek,Pengendalian Risiko K3,dan

Program K3. B.2. Pemenuhan Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan

Lainnya
B.1 IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RESIKO, PENGENDALIAN RESIKO, DAN PROGRAM K3

Nama Perusahaan : PT. VERTEXINDO KONSULTAN


Kegiatan : PEMBANGUNAN PUSKESMAS

I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
NO URAIANPEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SASARANK3 PROYEK PENGENDALIANRISIKOK3 PROGRAMSUMBERDAYA BIAYA(Rp)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Gangguan kesehatan akibat - Diberikan penyuluhan bahaya kecelakaan kerja


kondisi kerja secara umum,
sebelum bekerja
Kecelakaan akibat Terkena
palu saat memasang patok, Nihil Kecelakaan Kerja - Memakai Sarung tangan
1 Pengukuran/Pema Fatal Bahan / Peralatan K3 1 set,
akibat tertusuk ujung patok Pengadaan Rambu
sangan Patok-
patok yang runcing, terjadi -
kerja/peringatan, Pelaksana
Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai
kecelakaan seperti kaki K3 1 org
terinjak pacahan beling, - Memakai sepatu kerja.
akibat terinjak paku karat
- Bekerja dengan hati – hati

- Diberikan penyuluhan bahaya kecelakaan kerja


sebelum bekerja

Gangguan kesehatan akibat - Memakai peralatan keselamatan


Mobilisasi & kondisi kerja secara umum, Bahan / Peralatan K3 1 set,
2 Kecelakaan akibat Pengadaan Rambu
Demobilisasi pengaturan lalulintas kurang - Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai
baik, Kecelakaan akibat jenis Peringatan Bahaya mobilisasi
dan cara penggunaan Nihil Kecelakaan Kerja jalur lalu-lintas, Pelaksana K3
peralatan, tertimpa material. Fatal -
Memakai pengatur. 1 org
- Bekerja dengan hati – hati

- Memasangrambu-rambu jalan
II. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR

NO URAIANPEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SASARANK3 PROYEK PENGENDALIANRISIKOK3 PROGRAMSUMBERDAYA BIAYA(Rp)


(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Gangguan kesehatan akibat - Diberikan penyuluhan bahaya kecelakaan kerja


kondisi kerja secara umum, sebelum bekerja
Kecelakaan akibat
1 Bahan / Peralatan K3 1 set,
Galian Tanah penggunaan peralatan kurang - Memakai Helm
Nihil Kecelakaan Kerja Pengadaan Rambu
Biasa, Tanah baik, Kecelakaan akibat Fatal Peringatan Bahaya Dilokasi
terkena peralatan gali, - Menggunakan alat pelindung diri yangsesuai Pekerjaan, Pelaksana K3 1
berpasir 4m
tertimpa material. Terjatuh org
pada lubang galian - Memakai sepatu kerja.

- Bekerja dengan hati -hati

III. PEKERJAAN PASANGAN

NO URAIANPEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SASARANK3 PROYEK PENGENDALIANRISIKOK3 PROGRAMSUMBERDAYA BIAYA(Rp)


(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Gangguan kesehatan akibat - Pekerja dilengkapi atau menggunakan Alat


kondisi kerja secara umum, Pelingung Diri (APD) (Safety Helmet, Masker,
Kecelakaan akibat terkena Safety shoes, Sarung Tangan)
Bahan / Peralatan K3 1 set,
Pemasangan 1 M3 Pengadaan Rambu
alat kerja, kecelakaan akibat - Memasang jenis rambu dan semboyan K3-L
batu kali/belah
1 Peringatan Bahaya Dilokasi
Camp. 1 : 4 tertimpa material batu, sesuai dengan SOP (Standard Operating
Nihil Kecelakaan Kerja Pekerjaan, Pelaksana K3 1
tangan pekerja terjepit batu, Fatal Prosedure) org
iritasi terkena adukan semen - Dipasang rambu peringatan
Gangguan kesehatan akibat kondisi kerja - Pekerja dilengkapi atau menggunakan
secara umum, Kecelakaan akibat terkena alat Alat Pelingung Diri (APD) (Safety

Pemasangan 1 M2 kerja, kecelakaan akibat tertimpa material Nihil Kecelakaan Kerja Helmet, Masker, Safety shoes, Sarung Bahan / Peralatan K3 1 set,
2 Dinding bata Camp. bata, tangan pekerja terjepit bata, iritasi Fatal Tangan) Pengadaan Rambu Peringatan
1:5 Bahaya Dilokasi Pekerjaan,
terkena adukan semen - Memasang jenis rambu dan
Pelaksana K3 1 org
semboyan K3-L sesuai dengan SOP
(Standard Operating Prosedure)

IV. PEKERJAAN BETON - Dipasang rambu peringatan

NO URAIANPEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SASARANK3 PROYEK PENGENDALIANRISIKOK3 PROGRAMSUMBERDAYA BIAYA(Rp


(1) (2) (3) (4) (5) (6) ) (
- Memakai Sarung tangan 7
)
Gangguan kesehatanakibat - Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai
Bahan / Peralatan K3 1 set,
kondisi kerja Secara umum, - Memakai sepatu kerja.
Beton Bertulang Kecelakaan akibat cara Pengadaan Rambu Peringatan
- Memeriksa alat kerja sebelum di gunakan
1 Nihil Kecelakaan Kerja - Bahaya Dilokasi Pekerjaan,
K300, K175 penggunaan peralatan, - Tidak bercanda sambil bekeja
Fatal Pelaksana K3 1 org
tertimpa material Ready Mix, - Bekerja dengan hati – hati
tangan terjepit besi tulangan, - Diberikan penyuluhan sebelum bekerja
tertusuk ujung kayu bekisting Diberikan rambu peringatan keselamatan kerja
V. PEKERJAAN PLESTERAN

NO URAIANPEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SASARANK3 PROYEK PENGENDALIANRISIKOK3 PROGRAMSUMBERDAYA BIAYA(Rp)


(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

- Memakai Sarung tangan


Gangguan kesehatan akibat
kondisi kerja secara umum, - Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai
Pemasangan 1 M2 Bahan / Peralatan K3 1 set,
Plesteran Kecelakaan akibat terkena alat Pengadaan Rambu Peringatan
1 Camp. 1 : 3 kerja, kecelakaan akibat Nihil Kecelakaan Kerja - Memakai Masker. Bahaya Dilokasi Pekerjaan,
terhirup semen, tangan iritasi Fatal Pelaksana K3 1 org
terkena adukan semen - Memeriksa alat kerja sebelum di gunakan

- Tidak bercanda sambil bekeja

- Memakai Sarung tangan


Gangguan kesehatan akibat
kondisi kerja secarau mum, - Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai
Pemasangan 1 M2
Acian Kecelakaan akibat terkena alat Bahan / Peralatan K3 1 set,
2 kerja, kecelakaan akibat Nihil Kecelakaan Kerja - Memakai Masker. Pengadaan Rambu Peringatan
terhirup semen, tangan iritasi Fatal Bahaya Dilokasi Pekerjaan,
terkena adukan semen - Memeriksa alat kerja sebelum di gunakan
Pelaksana K3 1 org
- Tidak bercanda sambil bekeja
VI. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA

NO URAIANPEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SASARANK3 PROYEK PENGENDALIANRISIKOK3 PROGRAMSUMBERDAYA BIAYA(Rp)


(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
- Memakai Sarung tangan, helm dan masker
Gangguan kesehatanakibat
kondisi kerja Secara umum, - Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai Bahan / Peralatan K3 1 set,
Kecelakaan akibat cara Pengadaan Rambu
1 Pemasangan Pintu - Memakai sepatu kerja.
dan Jendela penggunaan peralatan, Nihil Kecelakaan Kerja Peringatan Bahaya Dilokasi
tertimpa kusen dan daun Fatal Pekerjaan, Pelaksana K3 1
- Memeriksa alat kerja sebelum di gunakan
pintu , tangan tergores kaca, org
- Diberikan penyuluhan sebelum bekerja

- Diberikan rambu peringatan keselamatan kerja

VII. PEKERJAAN BESI DAN ATAP

NO URAIANPEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SASARANK3 PROYEK PENGENDALIANRISIKOK3 PROGRAMSUMBERDAYA BIAYA(Rp)


(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
- Memakai Sarung tangan, helm dan masker
Gangguan kesehatanakibat
kondisi kerja Secara umum, - Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai
Bahan / Peralatan K3 1 set,
Kecelakaan akibat cara - Memakai sepatu kerja. Pengadaan Rambu
Pemasangan Kuda-
kuda penggunaan peralatan, Nihil Kecelakaan Kerja - Peringatan Bahaya Dilokasi
1 Memeriksa alat kerja sebelum di gunakan
terjatuh dari atas saat Fatal Pekerjaan, Pelaksana K3 1
pemasangan, Tertimpa - Diberikan penyuluhan sebelum bekerja
org
material kuda-kuda - Diberikan rambu peringatan keselamatan kerja

- Memakai Sarung tangan


Gangguan kesehatanakibat
kondisi kerja Secara umum, - Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai Bahan / Peralatan K3 1 set,
Kecelakaan akibat, Pengadaan Rambu
Pemasangan Atap
2 Tertimpa material Atap, Nihil Kecelakaan Kerja - Memakai Helm.
Spandek Peringatan Bahaya Dilokasi
Terpeleset karena permukaan Fatal Pekerjaan, Pelaksana K3 1
- Memeriksa alat kerja sebelum di gunakan
genteng yang licin org
- Tidak bercanda sambil bekeja
VIII. PEKERJAAN LANTAI DAN PLAFOND

NO URAIANPEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SASARANK3 PROYEK PENGENDALIANRISIKOK3 PROGRAMSUMBERDAYA BIAYA(Rp)


(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
- Memakai Sarung tangan
Gangguan kesehatanakibat
kondisi kerja Secara umum, - Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai Bahan / Peralatan K3 1 set,
Kecelakaan akibat cara Pengadaan Rambu
Pemasangan
penggunaan peralatan, Nihil Kecelakaan Kerja - Memakai Masker dan Penutup telinga
1 Keramik/Granit 1 Peringatan Bahaya Dilokasi
M2 kerusakan telinga akibat alat Fatal Pekerjaan, Pelaksana K3 1
- Memeriksa alat kerja sebelum di gunakan
potong keramik , tangan org
tergores keramik, - Tidak bercanda sambil bekeja
- Memakai Sarung tangan
Gangguan kesehatanakibat
kondisi kerja Secara umum, - Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai Bahan / Peralatan K3 1 set,
Kecelakaan akibat cara Pengadaan Rambu
Pemasangan
2
penggunaan peralatan, Nihil Kecelakaan Kerja - Memakai Masker dan Penutup telinga
Plafond 1 M2 Peringatan Bahaya Dilokasi
Tertimpa material plafond , Fatal Pekerjaan, Pelaksana K3 1
- Memeriksa alat kerja sebelum di gunakan
Iritasi mata akbiat serpihan, org
- Tidak bercanda sambil bekeja

IX. PEKERJAAN PENGECATAN

NO URAIANPEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SASARANK3 PROYEK PENGENDALIANRISIKOK3 PROGRAMSUMBERDAYA BIAYA(Rp)


(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
- Memakai Sarung tangan
Gangguan kesehatanakibat
kondisi kerja Secara umum, - Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai Bahan / Peralatan K3 1 set,
Pengecatan 1 M2
Kecelakaan akibat cara Pengadaan Rambu
1
Tumpahan Cat, Gangguan Nihil Kecelakaan Kerja - Memakai Masker Peringatan Bahaya Dilokasi
Pernafasan akbiat zat kimia Fatal Pekerjaan, Pelaksana K3 1
pada cat - Memeriksa alat kerja sebelum di gunakan
org
- Tidak bercanda sambil bekeja
X. PEKERJAAN ELEKTRIKAL

NO URAIANPEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SASARANK3 PROYEK PENGENDALIANRISIKOK3 PROGRAMSUMBERDAYA BIAYA(Rp)


(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Gangguan kesehatan akibat - Pekerja dilengkapi atau menggunakan Alat


kondisi kerja secara umum, Pelingung Diri (APD) (Safety Helmet, Masker,
Bahan / Peralatan K3 1 set,
Kecelakaan akibat alat kerja, Safety shoes, Sarung Tangan)
Pengadaan Rambu
kecelakaan akibat sentuhan Nihil Kecelakaan Kerja - Memasang jenis rambu dan semboyan K3-L
1 Peringatan Bahaya Dilokasi
Instalasi Listrik Fatal Pekerjaan, Pelaksana K3 1
langsung maupun tidak sesuai dengan SOP (Standard Operating
org
langsung Prosedure)
- Dipasang rambu peringatan

- Pekerja dilengkapi atau menggunakan Alat


Gangguan kesehatan akibat
Pelingung Diri (APD) (Safety Helmet, Masker,
kondisi kerja secara umum, Bahan / Peralatan K3 1 set,
Safety shoes, Sarung Tangan)
Kecelakaan akibat alat kerja, Pengadaan Rambu
Nihil Kecelakaan Kerja - Memasang jenis rambu dan semboyan K3-L
2 Instalasi Plumbing kecelakaan akibat sentuhan Fatal Peringatan Bahaya Dilokasi
sesuai dengan SOP (Standard Operating
langsung maupun tidak Pekerjaan, Pelaksana K3 1
Prosedure)
langsung org
- Dipasang rambu peringatan
B.2. Pemenuhan Perundang - Undangan dan Persyaratan Lainnya

Daftar Peraturan Perundang– undangan dan Persyaratan K3 yang digunakan sebagai acuan dalam
melaksanakan SMK3 Konstruksi Bidang PU antara lain sebagai berikut:

1. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;

2. Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan SMK 3:


3. UU No 14 Tahun 1969 Tentang Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja
4. UU No 1 Tahun 1970 Tentang keselamatan Kerja
5. UU No 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja
6. UU RI No 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan
7. UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
8. Permen Naker No. PER.05/MEN/1996 Tentang sistem Manajemen Keselmatan dan Kesehatan Kerja

C. PENGENDALIAN OPERASIONAL K3
Pengendalian operasional berupa prosedur kerja / petunjuk kerja, yang harus mencakup seluruh upaya
pengendalian pada Tabel 1 kolom (5), diantaranya :

1. Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan sesuai Tabel 1 kolom (5).

2. Rencana penunjukan personil yang akan ditugaskan menjadi Penganggung Jawab Kegiatan SMK3

3. Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat kerja:

4. Rencana prosedur / petunjuk kerja yang perlu di siapkan

5. Rencana program pelatihan / soisalisasi sesuai pengendalian resiko pada Tabel 1 kolom (5)

6. Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan

7. Persyaratan Operator Alat Angkat

➢ Operator alat angkat harus memenuhi kompetensi operator alat angkat.


➢ Setiap operator alat angkat harus memiliki SIO (Surat Ijin Operasi) alat yang dikeluarkan oleh badan
yang berwenang.

8. Rambu Peringatan/Larangan/Anjuran
➢ Penempatan rambu-rambu peringatan/larangan/anjuran harus dipasang sesuai dengan kondisi di tempat
kerja.
➢ Rambu peringatan/larangan/anjuran harus mudah dilihat dan dapat dibaca.
9. Alat Pelindung Diri

➢ Alat pelindung diri diidentifikasi berdasarkan hasil penilaian risiko.

➢ Alat pelindung diri (APD) diberikan kepada pekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilaksanakan

10. Tamu, Pengunjung dan Pihak Luar :

➢ Pengendalian dan pembatasan akses masuk dan akses keluar tempat kerja.

➢ Persyaratan APD (Alat Pelindung Diri).

➢ Induksi K3.

➢ Persyaratan tanggap darurat.


RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI (RK3K)

(Pembangunan Puskesmas)

DAFTAR ISI

A. Kebijakan K3

B. Organisasi K3

C. Perencanaan K3

[Link] Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas. Pengendalian Risiko K3, Penanggung Jawab

[Link] Peraturan Perundang - undangan dan Persyaratan Lainnya

c.3. Sasaran dan Program K3

D. Pengendalian Operasional K3

E. Pemeriksaan Operasional K3

F. Tinjauan Ulang Kinerja K3

A. KEBIJAKAN K3

PT/CV menetapkan Kebijakan K3 pada kegiatan konstruksi yang dilaksanakan.


Direktur PT/CV mengesahkan Kebijakan K3.
Kebijakan K3 PT/CV yang ditetapkan memenuhi ketentuan:
a. Sesuai dengan sifat dan kategori resiko K3;

b. Membangun manajemen perusahaan yang mengacu pada sistem manajemen


keselamatan dan kesehatan kerja (K3), berpedoman pada Permen PU. Nomor :
09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) Konstruksi Bidang PU;

c. Melaksanakan pekerjaan sesuai dangan rencana dan waktu yang telah di tentukan;

d. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta
peningkatan berkelanjutan SMK3/OHSAS;

e. Mencakup komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan


lain yang terkait dengan K3;
f. Sebagai kerangka untuk enyusun dan mengkaji sasaran K3;

g. Didokumentasikan, diterapkan dan dipelihara;

h. Dikomunikasikan kepada semua personil yang bekerja dibawah pengendalian agar peduli
terhadap K3;

i. Dapat diakses oleh semua pihak yang berkepentingan dan;

j. Dievaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa kebijakan K3 masih relevan dan
sesuai.

B. ORGANISASI K3

Penanggung Jawab K3

Emergency/ P3K Kebakaran


kedaruratan

C. PERENCANAAN K3
Penyedia jasa wajib membuat identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko K3,
dan Penanggung jawab untuk diserahkan, dibahas, dan disetujui PPK pada saat Rapat Persiapan
Pelaksanaan Kontrak / Pre Construction Meeting (PCM) sesuai lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan

C.1. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko K3, Dan
Penanggung Jawab

Penyusunan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian
Risiko K3, dan Penanggung jawab sesuai dengan format pada Tabel 1.
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RESIKO, SKALA PRIORITASPENGENDALIAN RESIKO K3, DAN PENANGGUNG JAWAB

NamaPerusahaan : CV. DED CONSULTANT


Kegiatan : P E M B A N G U N AN P U S KE S M AS
Lokasi : DESA PENGADANG, KECAMATAN PRAYA TENGAH, KABUPATEN LOMBOK TENGAH - NTB

1.

PENILAIAN RISIKO
SKALA PENANGGUNG
NO URAIANPEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
JAWAB
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO

(1) (2) ( (4) (5) (6) (7) (8) (


3 9
) 1. Mengunakan Metode )
Gangguankesehatanakibat kondisi Pimpinan Teknik,
1 kerja secaraumum, Kecelakaana 2. menyusun instruksi kerja
Pengukuran/Pemasa 1 1 1 2 Pelaksana Lapangan,
kibat Terkena palu saat memasang
ngan Patok-patok 3. melakukan pelatihan kerja
patok, akibat tertusuk ujung patok
Pelaksana K3
yang runcing, terjadi kecelakaan 4. Pengunaan APD yang sesuai
seperti kaki terinjak pacahan beling,
akibat terinjak paku karat

1. Mengunakan Metode
Gangguan kesehatan akibat
Pimpinan Teknik,
Mobilisasi & kondisi kerja secara umum, 2. menyusun instruksi kerja
1 1 1 3
2 Kecelakaan akibat Pelaksana Lapangan,
Demobilisasi 3. melakukan pelatihan kerja
pengaturan lalulintas kurang Pelaksana K3
baik, 4. Pengunaan APD yang sesuai
Kecelakaan akibat jenis dan
cara penggunaan peralatan,
tertimpa material.
2.

PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Gangguan kesehatan akibat 1. Mengunakan Metode Pimpinan Teknik,


kondisi kerja secara umum, Pelaksana Lapangan,
1 Galian Tanah Biasa Kecelakaan akibat penggunaan 2 3 4 4 2. menyusun instruksi kerja Pelaksana K3
dan berpasir 4 m peralatan kurang baik,
Kecelakaan akibat terkena 3. melakukan pelatihan kerja
peralatan gali, tertimpa material.
Terjatuh pada lubang galian 4. Pengunaan APD yang sesuai

3.

PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Gangguankesehatanakibat kondisi 1. Mengunakan Metode Pimpinan Teknik,


kerja secarau mum, Kecelakaan Pelaksana Lapangan,
1 1 1 3 2. menyusun instruksi kerja Pelaksana K3
1 Pemasangan 1 M3 akibat terkena alat kerja,
batu kali/belah Camp. kecelakaan akibat tertimpa 3. melakukan pelatihan kerja
1:4 material batu, tengan pekerja
terjepit batu, iritasi terkena adukan 4. Pengunaan APD yang sesuai
semen

Gangguan kesehatan akibat 1. Mengunakan Metode Pimpinan Teknik,


kondisi kerja secara umum, Pelaksana Lapangan,
2 Pemasangan 1 M3 1 1 1 3 2. menyusun instruksi kerja Pelaksana K3
Dinding bata Camp. 1 : Kecelakaan akibat terkena alat
5 3. melakukan pelatihan kerja
kerja, kecelakaan akibat tertimpa
material bata, tangan pekerja 4. Pengunaan APD yang sesuai
4.

PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Gangguan kesehatanakibat 1. Mengunakan Metode Pimpinan Teknik,


1 Beton Bertulang kondisi kerja Secara umum, Pelaksana Lapangan,
1 2 2 3 2. menyusun instruksi kerja Pelaksana K3
K300. K175 Kecelakaan akibat cara
penggunaan peralatan, tertimpa 3. melakukan pelatihan kerja
material Ready Mix, tangan
terjepit besi tulangan, tertusuk
4. Pengunaan APD yang sesuai
ujung kayu bekisting

5.

PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Gangguan kesehatan akibat 1. Mengunakan Metode Pimpinan Teknik,


1 kondisi kerja secarau mum, Pelaksana Lapangan,
1 2 2 3 2. menyusun instruksi kerja Pelaksana K3
Pemasangan 1 M2 Kecelakaan akibat terkena alat
Plesteran Camp. 1 : 3 kerja, kecelakaan akibat terhirup
3. melakukan pelatihan kerja
semen, tangan iritasi terkena
adukan semen 4. Pengunaan APD yang sesuai
1. Mengunakan Metode
Gangguan kesehatan akibat
2 Pemasangan 1 M2 2. menyusun instruksi kerja Pimpinan Teknik,
kondisi kerja secarau mum,
Acian 2 2 4 3 Pelaksana Lapangan,
Kecelakaan akibat terkena alat 3. melakukan pelatihan kerja Pelaksana K3
kerja, kecelakaan akibat terhirup
semen, tangan iritasi terkena 4. Pengunaan APD yang sesuai
adukan semen

6.

PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Gangguan kesehatanakibat 1. Mengunakan Metode Pimpinan Teknik,


1 kondisi kerja Secara umum, Pelaksana Lapangan,
1 2 2 3 2. menyusun instruksi kerja Pelaksana K3
Kecelakaan akibat cara
Pemasangan Pintu dan
penggunaan peralatan, tertimpa 3. melakukan pelatihan kerja
Jendela
kusen dan daun pintu , tangan
tergores kaca, 4. Pengunaan APD yang sesuai
7.

PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Gangguan kesehatanakibat kondisi 1. Mengunakan Metode Pimpinan Teknik,


1
Pelaksana Lapangan,
kerja Secara umum, Kecelakaan 4 4
2 3 2. menyusun instruksi kerja Pelaksana K3
Pemasangan Kuda- akibat cara penggunaan peralatan,
kuda 3. melakukan pelatihan kerja
terjatuh dari atas saat pemasangan,
Tertimpa material 4. Pengunaan APD yang sesuai

Gangguan kesehatanakibat kondisi 1. Mengunakan Metode Pimpinan Teknik,


2 Pelaksana Lapangan,
kerja Secara umum, Kecelakaan 4 4 2. menyusun instruksi kerja
2 3 Pelaksana K3
Pemasangan Atap akibat, Tertimpa material Atap,
Genteng metal Terpeleset karena permukaan 3. melakukan pelatihan kerja
genteng yang licin
4. Pengunaan APD yang sesuai
8.

PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Gangguan kesehatanakibat kondisi 1. Mengunakan Metode Pimpinan Teknik,


1 Pelaksana Lapangan,
kerja Secara umum, Kecelakaan 1 2 2 3 2. menyusun instruksi kerja Pelaksana K3
Pemasangan Keramik
1 M2 akibat cara penggunaan peralatan, 3. melakukan pelatihan kerja
kerusakan telinga akibat alat
4. Pengunaan APD yang sesuai
potong keramik , tangan tergores

Gangguan kesehatanakibat kondisi 1. Mengunakan Metode Pimpinan Teknik,


2
Pelaksana Lapangan,
kerja Secara umum, Kecelakaan 2 3
1 2 2. menyusun instruksi kerja Pelaksana K3
Pemasangan Plafond akibat cara penggunaan peralatan,
1 M2 3. melakukan pelatihan kerja
Tertimpa material plafond , Iritasi
mata akbiat serpihan, 4. Pengunaan APD yang sesuai
9.

PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Gangguan kesehatanakibat kondisi 1. Mengunakan Metode Pimpinan Teknik,


1 kerja Secara umum, Kecelakaan Pelaksana Lapangan,
1 2 2 3 2. menyusun instruksi kerja Pelaksana K3
Pengecatan 1 M2 akibat cara Tumpahan Cat,
3. melakukan pelatihan kerja
Gangguan Pernafasan akbiat zat
kimia pada ca 4. Pengunaan APD yang sesuai

10.

PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Gangguan kesehatan akibat


1. Mengunakan Metode Pimpinan Teknik,
1 kondisi kerja secara umum, 2 3
1 2 2. menyusun instruksi kerja Pelaksana Lapangan
Instalasi Listrik Kecelakaan akibat alat kerja, 3. melakukan pelatihan kerja Pelaksana K3
kecelakaan akibat sentuhan 4. Pengunaan APD yang sesuai

langsung maupun tidak langsung

Gangguan kesehatan akibat


kondisi kerja secara umum, 5. Mengunakan Metode Pimpinan Teknik,
Kecelakaan akibat alat kerja, 6. menyusun instruksi kerja Pelaksana Lapangan
2 Pelaksana K3
Plumbing 1 2 3 4 7. melakukan pelatihan kerja
kecelakaan akibat
8. Pengunaan APD yang sesuai
pemotongan dan pemasangan
Pipa
C.2. Pemenuhan Perundang- Undangan dan Persyaratan Lainnya

Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang digunakan sebagaiacuan dalam


melaksanakan SMK3Konstruksi Bidang PU antara lain sebagai berikut:

1. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;

2. Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan SMK3:

3. UU No 14 Tahun 1969 Tentang Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja

4. UU No 1 Tahun 1970 Tentang keselamatan Kerja

5. UU No 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja

6. UU RI No 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan

7. UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

8. Permen Naker No. PER.05/MEN/1996 Tentang sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

C.3 Sasaran dan Program K3

C.3.1. Sasaran

1. Sasaran Umum :

Nihil Kecelakaan kerja yang fatal ( Zero Fatal Accidents) pada pekerjaan Konstruksi.

2. Sasaran Khusus :

Sasaran Khusus adalah sasaran rinci dari setiap pengendalian risiko yang disusun guna
tercapainya Sasaran Umum, contoh sebagaimana Tabel [Link] dan Program K3.

C.3.2. Program K3

Program K3 meliputi sumber daya, jangka waktu, indicator pencapaian, monitoring dan
penanggung jawab, contoh sebagaimana Tabel 2. Penyusunan dan Program K3.
TABEL PENYUSUNAN SASARAN DAN PROGRAM K3
NamaPerusahaan : CV. DED CONSULTANT
Kegiatan : PEMBANGUNAN GEDUNG PUSKESMAS PENGADANG LOMBOK TENGAH
Lokasi : DESA PENGADANG, KECAMATAN PRAYA TENGAH, KABUPATEN LOMBOK TENGAH - NTB

1. Pekerjaan Pendahuluan

NO URAIAN PEKERJAAN
PENGENDALIAN SASARAN KHUSUS PROGRAM
RISIKO
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

1 Rambu dan barikade Pimpinan Teknik


Melakukan pelatihan Tersedia Metodenya Lulus test dan paham 2 SDM sesuai dengan Sebelum Pelaksana K3, Unit
Pengukuran/Pe kepada pekerja dan instruksi kerja mengenai system kebutuhan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis pelatihan/HRD
1 keselamatan pengukuran, 3 Masker, sepatu, Helm sudah lengkap Inspektom K3/
masangan Patok- keselamatan, pelindung petugas pengawas
pemasangan patok
patok kepala pelaksanaan
Surveyor
1 Rambu dan barikade
2 SDM sesuai dengan Pimpinan Teknik
2 Melakukan pelatihan kebutuhan Sebelum Pelaksana K3, Unit
Mobilisasi Lulus test dan paham
&
kepada pekerja Tersedia Metodenya mengenai system 3 Masker, sepatu, Helm bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis pelatihan/HRD
keselamatan, pelindung Inspektom K3/
keselamatan mobilisasi sudah lengkap
Demobilisasi kepala
petugas pengawas
pelaksanaan

2. Pekerjaan Tanah dan Pasir

NO URAIAN PEKERJAAN
PENGENDALIAN SASARAN KHUSUS PROGRAM
RISIKO
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

Pimpinan Teknik
Mengunakan rambu Seluruh lokasi galian Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum 100 % sesuai standart Pelaksana K3, Unit
peringatan dan diberikan rambu dan mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus pelatihan/HRD
barikade kebutuhan
1
Galian Tanah Biasa barikade standart keselamatan galian sudah lengkap Checklis Inspektom K3/ petugas
dan berpasir 3 Masker, sepatu, Helm pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala
3. Pekerjaan Pasangan

NOURAIAN PEKERJAAN PENGENDALIAN SASARAN KHUSUS PROGRAM


RISIKO
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

Pimpinan Teknik
Seluruh pekerja terkait Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum 100 % sesuai standart Pelaksana K3, Unit
1 Pemasangan 1 M3 batu
Melakukan pelatihan telah mengikuti mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus pelatihan/HRD
kali/belah Camp. 1 : 4 kepada pekerja pelatihan dan keselamatan pasangan kebutuhan sudah lengkap Checklis Inspektom K3/ petugas
penyuluhan Batu 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala

Pimpinan Teknik
Seluruh pekerja terkait Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum 100 % sesuai standart Pelaksana K3, Unit
2 Pemasangan 1 M3 telah mengikuti mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus pelatihan/HRD
Dinding bata Camp. Melakukan pelatihan pelatihan dan keselamatan pasangan kebutuhan sudah lengkap Checklis Inspektom K3/ petugas
1:5 kepada pekerja penyuluhan Bata 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala

Pimpinan Teknik
Seluruh pekerja terkait Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum 100 % sesuai standart Pelaksana K3, Unit
3 Pemasangan Dinding telah mengikuti mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus pelatihan/HRD
GRC Melakukan pelatihan pelatihan dan keselamatan pasangan kebutuhan sudah lengkap Checklis Inspektom K3/ petugas
kepada pekerja penyuluhan GRC 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala

4. Pekerjaan Beton

NO URAIAN PEKERJAAN
PENGENDALIAN SASARAN KHUSUS PROGRAM
RISIKO
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

Pimpinan Teknik
1 Beton Bertulang Pengunaan APD yang Sesuai pekerja 1 Rambu dan barikade Sebelum 100 % sesuai standart Pelaksana K3, Unit
K300. K175 sesuai Mengunakan APD Lulus test dan paham 2 SDM sesuai dengan bekerja harus pelatihan/HRD
standart mengenai system kebutuhan sudah lengkap Checklis Inspektom K3/ petugas
keselamatan pekerjaan 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
beton, tulangan & keselamatan, pelindung
bekisting kepala
5. Pekerjaan Plesteran

PENGENDALIAN
NO URAIAN PEKERJAAN
RISIKO
SASARAN KHUSUS PROGRAM
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Pimpinan Teknik
Pelaksana K3, Unit
Melakukan pelatihan Seluruh lokasi galian Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum pelatihan/HRD
1 Pemasangan 1 M2 kepada pekerja diberikan rambu dan mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis Inspektom K3/ petugas
Plesteran Camp. 1 : 3 barikade standart keselamatan Pasangan kebutuhan sudah lengkap pengawas pelaksanaan
dan 1 : 5 Plesteran 3 Masker, sepatu
keselamatan, pelindung
kepala

Pimpinan Teknik
2 Pemasangan 1 M2 Pengunaan APD yang Sesuai pekerja 1 Rambu dan barikade Sebelum 100 % sesuai standart Pelaksana K3, Unit
Acian sesuai Mengunakan APD Lulus test dan paham 2 SDM sesuai dengan bekerja harus pelatihan/HRD
standart mengenai system kebutuhan sudah lengkap Checklis Inspektom K3/ petugas
keselamatan pekerjaan 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
Acian keselamatan, pelindung
kepala

6. Pekerjaan Pintu dan Jendela

PENGENDALIAN
NO URAIAN PEKERJAAN
RISIKO
SASARAN KHUSUS PROGRAM
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Pimpinan Teknik
Pelaksana K3, Unit
Melakukan pelatihan Sesuai pekerja Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum pelatihan/HRD
1 Pemasangan Pintu kepada pekerja Mengunakan APD mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis Inspektom K3/ petugas
dan jendela standart keselamatan pemasangan kebutuhan sudah lengkap pengawas pelaksanaan
Pintu dan Jendala 3 Masker, sepatu
keselamatan, pelindung
kepala
7. Pekerjaan Besi dan Atap

PENGENDALIAN
NO URAIAN PEKERJAAN
RISIKO
SASARAN KHUSUS PROGRAM
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Pimpinan Teknik
Pelaksana K3, Unit
Melakukan pelatihan Sesuai pekerja Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum pelatihan/HRD
1 Pemasangan Kuda-kud kepada pekerja Mengunakan APD mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis Inspektom K3/ petugas
standart keselamatan pemasangan kebutuhan sudah lengkap pengawas pelaksanaan
Kuda-kuda 3 Masker, sepatu
keselamatan, pelindung
kepala

Pimpinan Teknik
Pelaksana K3, Unit
Melakukan pelatihan Sesuai pekerja Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum pelatihan/HRD
2 Pemasangan Spandek kepada pekerja Mengunakan APD mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis Inspektom K3/ petugas
standart keselamatan pemasangan kebutuhan sudah lengkap pengawas pelaksanaan
Atap 3 Masker, sepatu
keselamatan, pelindung
kepala

8. Pekerjaan Lantai dan Plafond

PENGENDALIAN
NO URAIAN PEKERJAAN
RISIKO
SASARAN KHUSUS PROGRAM
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

Pimpinan Teknik
Melakukan pelatihan Sesuai pekerja Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum Pelaksana K3, Unit
1 Pemasangan Keramik kepada pekerja Mengunakan APD mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis pelatihan/HRD
dan granit standart keselamatan pemasangan kebutuhan sudah lengkap Inspektom K3/ petugas
Keramik 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala

Pimpinan Teknik
Melakukan pelatihan Sesuai pekerja Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum Pelaksana K3, Unit
2 Pemasangan Plafond kepada pekerja Mengunakan APD mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis pelatihan/HRD
standart keselamatan pemasangan kebutuhan sudah lengkap Inspektom K3/ petugas
Plafond 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala
9. Pekerjaan Pengecatan

PENGENDALIAN
NO URAIAN PEKERJAAN
RISIKO
SASARAN KHUSUS PROGRAM
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

Pimpinan Teknik
Melakukan pelatihan Sesuai pekerja Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum Pelaksana K3, Unit
1 Pengecatan kepada pekerja Mengunakan APD mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis pelatihan/HRD
standart keselamatan Pengecatan kebutuhan sudah lengkap Inspektom K3/ petugas
3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala

10. Pekerjaan MEP

PENGENDALIAN
NO URAIAN PEKERJAAN
RISIKO
SASARAN KHUSUS PROGRAM
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

Pimpinan Teknik
Melakukan pelatihan Sesuai pekerja Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum Pelaksana K3, Unit
1 Instalasi Listrik kepada pekerja Mengunakan APD mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis pelatihan/HRD
standart keselamatan Instalasi kebutuhan sudah lengkap Inspektom K3/ petugas
Listrik 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala

Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Pimpinan Teknik


Melakukan pelatihan Sesuai pekerja mengenai system 2 SDM sesuai Sebelum Pelaksana K3, Unit
kepada pekerja Mengunakan APD keselamatan Instalasi dengan kebutuhan bekerja harus pelatihan/HRD
2 Plumbing standart Plumbing 3 Masker, sepatu sudah lengkap 100 % sesuai standart Checklis Inspektom K3/ petugas
keselamatan, pengawas pelaksanaan
pelindung Kepala
4 Body harnes
D. PENGENDALIAN OPERASIONAL K3
Pengendalian operasional berupa prosedur kerja / petunjuk kerja, yang harus mencakup
seluruh upaya pengendalian pada Tabel 1 kolom (5), diantaranya :

1. Menunjuk Penanggung jawab Kegiatan SMK3 yang diluangkan dalam Struktur


Organisasi K3 beserta Uraian Tugas

2. Upayakan pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan sesuai pada contoh Tabel 2.

3. Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat kerja.

4. Program-program detail pelatihan sesuai pengendalian risiko pada contoh Tabel 2.

5. Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan,

6. Disesuaikan kebutuhan tingkat pengendalian risiko K3 seperti yang tertera pada


contoh Tabel 1, Indentifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian
Risiko K3 dan Penanggung Jawab.

E. PEMERIKSAAN DAN EVALUASI KINERJA K3

Pengendalian pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada kegiatan


yang dilaksanakan pada bagian D. (Pengendalian Operasional) berdasarkan upaya
pengendalian pada bagian C (Perencanaan K3) sesuai dengan uraian Tabel 2 (Sasaran
dan Program K3).

F. TINJAU ULANG K3

Hasil pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 pada bagian E. Diklasifikasikan dengan


kategori sesuai dan tidak sesuai tolok ukur sebagaimana ditetapkan pada table 2.
Sasaran dan Program K3.

Hal-hal yang tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan kerja dilakukan
peningjauan ulang untuk di ambil tindakan perbaikan.

LOMBOK TENGAH, 2025


CV. DED CONSULTANT

ILHAM SAUMI, S.M.


Direktur

Anda mungkin juga menyukai