Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
1. Uraian Umum
1) Uraian Pekerjaan
a. Seksi ini mencakup ketentuan-ketentuan yang disyaratkan dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 14 Ta
b. hun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020
tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang
Jasa Konstruksi dan Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman
Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), meliputi komponen kegiatan
penerapan SMKK yang merupakan penjelasan pengelolaan SMKK paling sedikit
terdiri atas Risiko Keselamatan Konstruksi, Unit Keselamatan Konstruksi (UKK) dan
Biaya Penerapan SMKK berikut di bawah ini:
a) Penyiapan dokumen penerapan SMKK;
e. Penyedia Jasa harus melaporkan pelaksanaan RKK, RMPK, RKPPL, dan RMLLP
kepada Pengguna Jasa sesuai dengan kemajuan pekerjaan, dengan masing-masing
ketentuan sebagaimana yang diuraikan dalam Seksi 1.19 Keselamatan dan
Kesehatan Kerja, Seksi 1.21 Manajemen Mutu, Seksi 1.17 Pengamanan
Lingkungan Hidup, dan Seksi 1.8 Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas.
Ketentuan-ketentuan dari 9 komponen biaya penerapan SMKK di atas di luar Seksi
1.8, 1.17, 1.19 dan 1.21 akan disyaratkan dalam Seksi ini sebagai pelengkap.
Bilamana Penyedia Jasa mempekerjakan lebih dari 100 (seratus) tenaga kerja
harus mempunyai personel Keselamatan Konstruksi paling sedikit terdiri atas 2
orang tenaga ahli berikut ini:
i) 1 (satu) orang ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi utama,
Ahli Keselamatan Konstruksi Utama atau Ahli Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Konstruksi Madya dengan pengalaman paling singkat 3 (tiga) tahun,
atau ahli Keselamatan Konstruksi madya dengan pengalaman paling
singkat 3 (tiga) tahun;
ii) 1 (satu) orang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi muda,
atau Ahli Keselamatan Konstruksi muda, masing-masing dengan
pengalaman paling singkat 3 (tiga) tahun; dan
iii) Untuk setiap penambahan tenaga kerja sampai 40 (empat puluh) orang
diperlukan tambahan 1 (satu) orang Petugas Keselamatan Konstruksi atau Petugas
K3 Kontruksi
4) Pekerjaan Seksi Lain dalam Spesifikasi Umum yang Berkaitan dengan Seksi Ini
5) Standar Rujukan
Penyiapan dokumen penerapan SMKK, antara lain namun tidak terbatas pada:
a) Pembuatan dokumen RKK, RMPK, RKPPL (apabila ada) dan RMLLP (apabila ada);
Pembuatan dokumen termasuk prosedur dan instruksi kerja untuk Penyiapan RKK (Rencana
Keselamatan Konstruksi), RKPPL (Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Hidup); RMLLP (Rencana Manajemen Lalu Lintas Pekerjaan) sebagaimana yang diuraikan
masing-masing dalam Pasal 1.19.2, Pasal 1.17.1.f), dan Pasal [Link]) dari Spesifikasi Umum.
Pembuatan dokumen termasuk prosedur dan instruksi kerja untuk RMPK (Rencana Mutu
Pekerjaan Konstruksi) sebagaimana diuraikan dalam Pasal 1.21.1 dan Pasal 1.21.2 dari
Spesifikasi Umum harus berlaku.
Dalam RMPK tersebut perlu disusun PMPM (Penjaminan Mutu dan Pengendalian Mutu)
Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan Sublampiran B – PMPM dari Lampiran Permen PUPR
Nomor 10 Tahun 2021.
Penyusunan RMLLP dapat merujuk pada dokumen hasil Analisa Dampak Lalu Lintas
(ANDALALIN) jika ada, sebagaimana yang diuraikan dalam Peraturan Menteri Perhubungan
Nomor PM 17 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas.
Sosialisasi, promosi, dan pelatihan, antara lain namun tidak terbatas pada:
a) Induksi Keselamatan Konstruksi (Safety Induction) untuk pekerja tamu dan staf b)
Pengarahan Keselamatan Konstruksi (Safety Briefing)
c) Pertemuan keselamatan (Safety Talk dan/atau Tool Box Meeting)
d) Pelatihan Keselamatan Konstruksi, antara lain:
i) Bekerja di ketinggian;
ii) Penggunaan bahan kimia (Material Safety Data Sheet (MSDS));
Ketentuan teknis dapat merujuk pada Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum
Nomor 13/SE/M/2012.
Alat Pelindung Kerja (APK) dan Alat Pelindung Diri (APD) termasuk barang habis pakai.
a) Alat Pelindung Kerja (APK), antara lain namun tidak terbatas pada:
Ketentuan Alat Pelindung Kerja (APK) yang diuraikan dalam Pasal 1.19.4 dari
Spesifikasi Umum harus berlaku.
b) Alat Pelindung Diri (APD), antara lain namun tidak terbatas pada:
xiii) Pelindung jatuh perorangan terdiri dari sabuk pengaman tubuh (harness),
karabiner, tali koneksi (lanyard), tali pengaman (safety rope), alat penjepit tali
(rope clamp), alat penurun (decender), alat penahan jatuh bergerak (mobile fall
arrester), dan lain-lain, sesuai dengan butir 8 pada Lampiran Permen Tenaga
Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung
Diri.
Ketentuan Alat Pelindung Diri (APD) yang diuraikan dalam Pasal [Link]) dari
Spesifikasi Umum harus berlaku.
Asuransi pengiriman peralatan digunakan untuk pekerjaan yang memerlukan mobilisasi alat
berat. Uji riksa peralatan (pemeriksaan atau pengujian kelaikan alat berat untuk mendapatkan
izin alat berat) sebelum alat berat digunakan harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa sesuai
dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut.
Uji riksa peralatan dapat meliputi: pesawat uap dan bejana tekan (PUBT); pesawat angkat-
angkut (PAA); pesawat tenaga dan produksi (PTP); instalasi listrik dan penyalur petir; serta
instalasi proteksi kebakaran, sesuai dengan kebutuhan peralatan yang akan digunakan.
Fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan termasuk barang habis pakai, antara lain
namun tidak terbatas pada:
7) Rambu dan Perlengkapan Lalu Lintas yang Diperlukan atau Manajemen Lalu Lintas:
Rambu dan perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen lalu lintas
termasuk barang habis pakai, antara lain namun tidak terbatas pada:
i) Rambu petunjuk
Konsultasi ahli Keselamatan Konstruksi dengan ahli lain, antara lain namun tidak
terbatas:
i) Ahli Lingkungan
ii) Ahli Jembatan
iii) Ahli Gedung
iv) Ahli Struktur
v) Ahli Pondasi
vi) Ahli Bendungan
vii) Ahli Gempa
viii) Ahli Likuifaksi
ix) Ahli Lapangan Terbang
x) Ahli Mekanikal
xi) Ahli Pertambangan
Keterangan:
1. Kelas 1 merupakan air yang peruntukannya dapat digunakan untuk baku air
minum, dan/atau air peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama
dengan kegunaan tersebut.
2. Kelas 2 merupakan air yang peruntukannya dapat digunakan untuk
prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air
untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan
mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
3. Kelas 3 merupakan air yang peruntukannya dapat digunakan untuk
pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk melgairi tanaman, dan/atau
peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan
tersebut.
4. Kelas 4 merupakan air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi
pertanaman dan/atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama
dengan kegunaan tersebut.
Tabel SKh.[Link]). Baku Mutu Udara Ambien
Keterangan :
µg/m3 = konsentrasi dalam mikrogram per meter kubik, pada kondisi
atmosfer normal, yaitu tekanan (P) 1 atm dan temperatur (T) 25°C
* Konsentrasi yang dilaporkan untuk waktu pengukuran selama 1 (satu) jam
adalah konsentrasi hasil pengukuran yang dilakukan setiap 30 (tiga puluh) menit
(dalam l jam dilakukan 2 kali pengukuran) dan dilakukan pukul di antara jam
11:00 - 14:00 waktu setempat
** Konsentrasi yang dilaporkan untuk waktu pengukuran selama 8 (delapan) jam
adalah konsentrasi dari waktu pengukuran yang dilakukan di antara jam 06:00
- 18:00 waktu setempat.
*** Konsentrasi yang dilaporkan untuk waktu pengukuran selama 3 (tiga) jam adalah
konsentrasi dari waktu pengukur yang dilakukan di antara jam
06:00 - 10:00 waktu setempat.
Seluruh jenis pengujian sebagaimana yang ditunjukkan dalam “Tabel Baku Mutu Air
Sungai dan Sejenisnya” dan “Tabel Baku Mutu Udara Ambien” harus dilaksanakan
sebelum, sedang dan setelah pelaksanaan pekerjaan di titik lokasi yang mewakili
keberadaan kegiatan pekerjaan sebagaimana yang diuraikan pada Pasal 1.17.1.i) dan
Pasal 1.17.1).j) dari Sesifikasi Umum
3 BAHAN
Ketentuan-ketentuan bahan yang disebutkan dalam Pasal [Link]) dan 1.19.6 dari
Spesifikasi Umum harus berlaku dengan tambahan ketentuan di bawah ini:
a) Jaring pengaman (safety net) dan Tali keselamatan (life line) harus dalam kondisi baru
dan mengikuti standar yang berlaku.
b) Pelindung mata (goggles, spectacles) harus dalam kondisi baru dan mengikuti
standar yang berlaku.
c) Standar warna helm yang digunakan, sebagai berikut :
i) Tamu
Warna putih polos dengan tulisan warna biru TAMU atau VISITOR;
ii) Tim
▪ Pelaksana
- warna putih polos dilengkapi dengan 1 strip (8 mm);
▪ Kepala pelaksana:
- warna putih polos dilengkapi dengan 2 strip (2 x 8 mm);
▪ Kepala pekerjaan konstruksi:
- warna putih polos dilengkapi dengan 3 strip berukuran @ 8mm, dan
1 strip 15 mm di bagian paling atas. iii)
Pekerja pada Unit Keselamatan Konstruksi:
- warna merah;
iv) Pekerja pada Unit kerja Sipil:
- warna kuning;
v) Pekerja pada Unit kerja Mekanikal Elektrikal (ME):
- warna biru;
vi) Pekerja pada Unit kerja Lingkungan:
- warna hijau; dan
vii) Jika ada logo perusahaan, ditempatkan di bagian tengah dan depan
pelindung kepala.
d) Pembatas area (restricted area)
Bilamana tidak disebutkan lain dalam Gambar maka pembatas area (restricted area)
dalam satu roll adalah lebar 2 inch dan Panjang 300 meter, dan mengikuti standar yang
berlaku.
4) Lainnya
Bahan-bahan yang digunakan untuk penerapan SMKK harus sesuai dengan Standar
Rujukan yang disebutkan dalam Pasal SKh-[Link].6) atau Standar Nasional lainnya
yang berlaku atau diperintahkan/disetujui oleh Pengawas Pekerjaan bilamana belum
terdapat standarnya.
4 BENTUK (FORMAT)
Rencana Manajemen Lalu Linas Pekerjaan (RMLLP) ini merujuk pada Rencana Manajemen
dan Keselamatan Lalu Lintas (RMKL) sebagaimana yang disebutkan dalam Seksi 1.8 dari
Spesifikasi Umum, “Pembagian Zona Pekerjaan Jalan” dan “Jumlah dan jenis perlengkapan
jalan dan jembatan sementara yang disediakan” masing-masing ditunjukkan dalam Lampiran
1.8.A dan 1.8.B dari Spesifikasi Umum.
Contoh Format Rencana Manajemen Lalu Linas Pekerjaan (RMLLP) dapat dirujuk pada
Lampiran Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 - Sublampiran H - Dokumen RMLLP:
- Tabel 1. Daftar Lingkup Kegiatan Rencana Manajemen Lalu Linas Pekerjaan
(RMLLP)
- Tabel 3. Rencana Koordinasi Dengan Intansi Terkait Kegiatan Manajemen Lalu
Lintas
- Tabel 4. Contoh Tabel Daftar Jenis dan Jumlah Kebutuhan Perlengkapan Jalan
Sementara
- Rencana Manajemen Lalu Lintas Pekerjaan (RMLLP).
- Tabel 5. Contoh Time Schedule penutupan Jalan/Lajur
Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (RKPPL) ini merujuk pada
Pasal 1.17.1.f) dari Spesifikasi Umum. “Tabel Rona Lingkungan Hidup Awal” dan “Contoh
Matriks Pelaporan Pelaksanaan RKPPL” masing-masing ditunjukkan dalam Lampiran 1.17
dari Spesifikasi Umum.
Contoh Format Rona Lingkungan, Rencana Kerja Pengelolaan Lingkungan, dan Matriks
Pelaporan Pelaksanaan Rencana Kerja Pengelolaan Dan Pemantauan Lingkungan dapat
dirujuk Lampiran Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021- Sublampiran G – RKPPL:
- Tabel 2.1 Contoh Rona Lingkungan Awal untuk Proyek dengan dimensi panjang
(jalan, drainase).
- Tabel 3.1 Contoh Rencana Kerja Pengelolaan Lingkungan.
- I.2 Matriks Pelaporan Pelaksanaan Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan
Lingkungan.
Ketiga format di atas ini pada dasarnya sama dengan format yang tersedia dalam
Lampiran 1.17 dari Spesifikasi Umum.
3) Rencana Keselamatan Konstrusi (RKK):
Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) ini merujuk pada Pasal 1.19.2 dari Spesifikasi
Umum. Bilamana pekerjaan keselamatan dan kesehatan kerja ini tidak dilaksanakan
sebagaimana mestinya, maka Wakil Pengguna Jasa akan memberi peringatan pertama
dan kedua kepada Penyedia Jasa sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal [Link]) dari
Spesifikasi Umum
Contoh Format RKK Pelaksanaan dapat dirujuk pada Lampiran Permen PUPR Nomor
10 Tahun 2021, Sublampiran D – RKK, D.2.2 Format RKK Pelaksanaan.
Contoh Format Surat Peringatan Pertama dan Kedua, Contoh Format Surat Penghentian
Pekerjaan, Contoh Format Surat Keterangan Nihil Kecelakaan Kerja dapat dirujuk pada
Lampiran Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 - Sublampiran K - Komponen Kegiatan dan
Format Audit Internal Penerapan SMKK - K1 Surat Keterangan Nihil dan Surat Peringatan
dari Pengguna Jasa.
Contoh Format Audit Internal Penerapan SMKK pelaksanaan pekerjaan Konstruksi dapat
dirujuk pada Lampiran Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 - Sublampiran K - Komponen
Kegiatan dan Format Audit Internal Penerapan SMKK - K3 Form Audit:
- Tabel 1. Lembar Pemeriksaan SMKK dan
- Tabel 2. Daftar Simak Pemantauan dan Evaluasi Keselamatan Konstruksi
Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK) ini merujuk pada Rencana Kendali Mutu (QC
Plan) sebagaimana yang disebutkan dalam Seksi 1.21 dari Spesifikasi Umum, yang disiapkan
oleh Manager Kendali Mutu (QCM) sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal [Link]) dari
Spesifikasi Umum dengan indikator output dan daftar simak yang ditunjukkan dalam
Lampiran 1.21 dari Spesifikasi Umum.
Contoh Format Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi dapat dirujuk pada Lampiran
Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 - Sublampiran E - RMPK:
- Tabel 6.1 Contoh Tenaga Kerja dalam Work Method Statement
- Tabel 6.2 Contoh Tabel Material dalam Work Method Statement
- Tabel 6.3 Contoh Tabel Peralatan dalam Work Method Statement
- Tabel 6.4 Contoh Aspek Keselamatan Konstruksi (sesuai dengan Form pada RKK
bab Elemen Operasi)
Contoh Format Penjaminan Mutu dan Pengendalian Mutu (PMPM) Pekerjaaan Konstruksi
dapat dirujuk pada Lampiran Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 - Sublampiran B -
PMPM:
- F-01 Contoh Format Pengajuan Memulai Pekerjaan
- F-02 Contoh Format Persetujuan Material
- F-03 Contoh Format Persetujuan Gambar Kerja
- F-04 Contoh Format Pemeriksaan/Pengujian
- F-05 Contoh Format Perubahan di Lapangan
- F-06 Contoh Format Laporan Ketidaksesuaian (oleh Penyedia Jasa)
- F-07 Contoh Format Laporan Ketidaksesuaian (oleh Pengawas Pekerjaan)
- F-08 Contoh Format Pemeriksaan untuk Penyerahan Pertama Pekerjaan
- F-09 Contoh Format Pemeriksaan untuk Penyerahan Akhir Pekerjaan
- Contoh Daftar Simak Pengajuan Permohonan Hasil Akhir
1) Pengukuran
Pengukuran yang dilaksanakan menurut Seksi 1.8 Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas,
Seksi 1.17 Pengamanan Lingkungan Hidup, Seksi 1.19 Keselamatan dan Kesehatan Kerja,
dan Seksi 1.21 Manajemen Mutu dalam Spesifikasi Umum tidak berlaku.
Pengukuran komponen kegiatan biaya penerapan SMKK akan ditentukan oleh Pengawas
Pekerjaan atas dasar kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan lengkap dan telah diterima
sebagaimana yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan pelaksanaan Kontrak.
Kuantitas yang diukur haruslah dalam satuan pengukuran yang diuraikan dalam daftar mata
pembayaran di bawah ini.
Pekerjaan pengamanan lingkungan hidup dibayar atas dasar jumlah pengujian dalam Daftar
Kuantitas dan Harga. Pengujian sebelum, sedang dan setelah pelaksanaan pekerjaan pada lokasi
yang sama akan dihitung 3 kali.
2) Pembayaran
Mata Pembayaran yang tersedia di bawah ini dimasukkan ke dalam Daftar 2 “Mata Pembayaran
Perkiraan Biaya Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi” yang terdapat dalam
“Daftar Kuantitas dan Harga” dalam Dokumen Tender, di mana kuantitas perkiraan telah
disediakan oleh Wakil Pengguna Jasa.
Kuantitas mata pembayaran yang diukur tersebut di atas harus dibayar untuk per satuan
pengukuran dari masing-masing harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga
untuk Mata Pembayaran terdaftar di bawah, di mana harga tersebut harus sudah merupakan
kompensasi penuh untuk penyediaan, semua bahan, peralatan, tenaga kerja, perkakas, biaya
lain yang dianggap perlu atau biaya untuk penyelesaian yang sebagaimana mestinya dari
pekerjaan yang diuraikan dalam Seksi ini. Biaya Tidak Langsung yang terdiri atas Biaya
Umum (Overhead) dan Keuntungan (Profit) tidak boleh disertakan dalam semua Mata
Pembayaran untuk Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).
Tahapan pembayaran biaya Jembatan Sementara (jika ada) adalah sebagai berikut:
a) 75 % (Tujuh puluh lima persen) bilamana semua Jembatan Sementara telah
terpasang di lapangan, diterima dan disetujui oleh Pengawas Pekerjaan
b) 25 % (Dua puluh lima persen) bilamana Jembatan Sementara telah dibongkar dan
lokasinya telah dibersihkan dan dikembalikan ke dalam kondisi semula.
(Pembangunan Puskesmas)
DAFTAR ISI
A. Kebijakan K3
B. Perencanaan K3
Lainnya
C. Pengendalian Operasional K3
A. KEBIJAKAN K3
Lainnya
B.1 IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RESIKO, PENGENDALIAN RESIKO, DAN PROGRAM K3
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
NO URAIANPEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SASARANK3 PROYEK PENGENDALIANRISIKOK3 PROGRAMSUMBERDAYA BIAYA(Rp)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
- Memasangrambu-rambu jalan
II. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
Pemasangan 1 M2 kerja, kecelakaan akibat tertimpa material Nihil Kecelakaan Kerja Helmet, Masker, Safety shoes, Sarung Bahan / Peralatan K3 1 set,
2 Dinding bata Camp. bata, tangan pekerja terjepit bata, iritasi Fatal Tangan) Pengadaan Rambu Peringatan
1:5 Bahaya Dilokasi Pekerjaan,
terkena adukan semen - Memasang jenis rambu dan
Pelaksana K3 1 org
semboyan K3-L sesuai dengan SOP
(Standard Operating Prosedure)
Daftar Peraturan Perundang– undangan dan Persyaratan K3 yang digunakan sebagai acuan dalam
melaksanakan SMK3 Konstruksi Bidang PU antara lain sebagai berikut:
C. PENGENDALIAN OPERASIONAL K3
Pengendalian operasional berupa prosedur kerja / petunjuk kerja, yang harus mencakup seluruh upaya
pengendalian pada Tabel 1 kolom (5), diantaranya :
2. Rencana penunjukan personil yang akan ditugaskan menjadi Penganggung Jawab Kegiatan SMK3
5. Rencana program pelatihan / soisalisasi sesuai pengendalian resiko pada Tabel 1 kolom (5)
8. Rambu Peringatan/Larangan/Anjuran
➢ Penempatan rambu-rambu peringatan/larangan/anjuran harus dipasang sesuai dengan kondisi di tempat
kerja.
➢ Rambu peringatan/larangan/anjuran harus mudah dilihat dan dapat dibaca.
9. Alat Pelindung Diri
➢ Alat pelindung diri (APD) diberikan kepada pekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilaksanakan
➢ Pengendalian dan pembatasan akses masuk dan akses keluar tempat kerja.
➢ Induksi K3.
(Pembangunan Puskesmas)
DAFTAR ISI
A. Kebijakan K3
B. Organisasi K3
C. Perencanaan K3
[Link] Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas. Pengendalian Risiko K3, Penanggung Jawab
D. Pengendalian Operasional K3
E. Pemeriksaan Operasional K3
A. KEBIJAKAN K3
c. Melaksanakan pekerjaan sesuai dangan rencana dan waktu yang telah di tentukan;
d. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta
peningkatan berkelanjutan SMK3/OHSAS;
h. Dikomunikasikan kepada semua personil yang bekerja dibawah pengendalian agar peduli
terhadap K3;
j. Dievaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa kebijakan K3 masih relevan dan
sesuai.
B. ORGANISASI K3
Penanggung Jawab K3
C. PERENCANAAN K3
Penyedia jasa wajib membuat identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko K3,
dan Penanggung jawab untuk diserahkan, dibahas, dan disetujui PPK pada saat Rapat Persiapan
Pelaksanaan Kontrak / Pre Construction Meeting (PCM) sesuai lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan
C.1. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko K3, Dan
Penanggung Jawab
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian
Risiko K3, dan Penanggung jawab sesuai dengan format pada Tabel 1.
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RESIKO, SKALA PRIORITASPENGENDALIAN RESIKO K3, DAN PENANGGUNG JAWAB
1.
PENILAIAN RISIKO
SKALA PENANGGUNG
NO URAIANPEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
JAWAB
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
1. Mengunakan Metode
Gangguan kesehatan akibat
Pimpinan Teknik,
Mobilisasi & kondisi kerja secara umum, 2. menyusun instruksi kerja
1 1 1 3
2 Kecelakaan akibat Pelaksana Lapangan,
Demobilisasi 3. melakukan pelatihan kerja
pengaturan lalulintas kurang Pelaksana K3
baik, 4. Pengunaan APD yang sesuai
Kecelakaan akibat jenis dan
cara penggunaan peralatan,
tertimpa material.
2.
PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
3.
PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
5.
PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
6.
PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
10.
PENILAIAN RISIKO
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA SKALA PENANGGUNG JAWAB
PENGENDALIAN RISIKO K3
PRIORITAS (Nama Petugas)
KEKERAPAN KEPARAHAN TINGKAT RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
8. Permen Naker No. PER.05/MEN/1996 Tentang sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
C.3.1. Sasaran
1. Sasaran Umum :
Nihil Kecelakaan kerja yang fatal ( Zero Fatal Accidents) pada pekerjaan Konstruksi.
2. Sasaran Khusus :
Sasaran Khusus adalah sasaran rinci dari setiap pengendalian risiko yang disusun guna
tercapainya Sasaran Umum, contoh sebagaimana Tabel [Link] dan Program K3.
C.3.2. Program K3
Program K3 meliputi sumber daya, jangka waktu, indicator pencapaian, monitoring dan
penanggung jawab, contoh sebagaimana Tabel 2. Penyusunan dan Program K3.
TABEL PENYUSUNAN SASARAN DAN PROGRAM K3
NamaPerusahaan : CV. DED CONSULTANT
Kegiatan : PEMBANGUNAN GEDUNG PUSKESMAS PENGADANG LOMBOK TENGAH
Lokasi : DESA PENGADANG, KECAMATAN PRAYA TENGAH, KABUPATEN LOMBOK TENGAH - NTB
1. Pekerjaan Pendahuluan
NO URAIAN PEKERJAAN
PENGENDALIAN SASARAN KHUSUS PROGRAM
RISIKO
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
NO URAIAN PEKERJAAN
PENGENDALIAN SASARAN KHUSUS PROGRAM
RISIKO
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Pimpinan Teknik
Mengunakan rambu Seluruh lokasi galian Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum 100 % sesuai standart Pelaksana K3, Unit
peringatan dan diberikan rambu dan mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus pelatihan/HRD
barikade kebutuhan
1
Galian Tanah Biasa barikade standart keselamatan galian sudah lengkap Checklis Inspektom K3/ petugas
dan berpasir 3 Masker, sepatu, Helm pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala
3. Pekerjaan Pasangan
Pimpinan Teknik
Seluruh pekerja terkait Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum 100 % sesuai standart Pelaksana K3, Unit
1 Pemasangan 1 M3 batu
Melakukan pelatihan telah mengikuti mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus pelatihan/HRD
kali/belah Camp. 1 : 4 kepada pekerja pelatihan dan keselamatan pasangan kebutuhan sudah lengkap Checklis Inspektom K3/ petugas
penyuluhan Batu 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala
Pimpinan Teknik
Seluruh pekerja terkait Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum 100 % sesuai standart Pelaksana K3, Unit
2 Pemasangan 1 M3 telah mengikuti mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus pelatihan/HRD
Dinding bata Camp. Melakukan pelatihan pelatihan dan keselamatan pasangan kebutuhan sudah lengkap Checklis Inspektom K3/ petugas
1:5 kepada pekerja penyuluhan Bata 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala
Pimpinan Teknik
Seluruh pekerja terkait Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum 100 % sesuai standart Pelaksana K3, Unit
3 Pemasangan Dinding telah mengikuti mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus pelatihan/HRD
GRC Melakukan pelatihan pelatihan dan keselamatan pasangan kebutuhan sudah lengkap Checklis Inspektom K3/ petugas
kepada pekerja penyuluhan GRC 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala
4. Pekerjaan Beton
NO URAIAN PEKERJAAN
PENGENDALIAN SASARAN KHUSUS PROGRAM
RISIKO
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Pimpinan Teknik
1 Beton Bertulang Pengunaan APD yang Sesuai pekerja 1 Rambu dan barikade Sebelum 100 % sesuai standart Pelaksana K3, Unit
K300. K175 sesuai Mengunakan APD Lulus test dan paham 2 SDM sesuai dengan bekerja harus pelatihan/HRD
standart mengenai system kebutuhan sudah lengkap Checklis Inspektom K3/ petugas
keselamatan pekerjaan 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
beton, tulangan & keselamatan, pelindung
bekisting kepala
5. Pekerjaan Plesteran
PENGENDALIAN
NO URAIAN PEKERJAAN
RISIKO
SASARAN KHUSUS PROGRAM
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Pimpinan Teknik
Pelaksana K3, Unit
Melakukan pelatihan Seluruh lokasi galian Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum pelatihan/HRD
1 Pemasangan 1 M2 kepada pekerja diberikan rambu dan mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis Inspektom K3/ petugas
Plesteran Camp. 1 : 3 barikade standart keselamatan Pasangan kebutuhan sudah lengkap pengawas pelaksanaan
dan 1 : 5 Plesteran 3 Masker, sepatu
keselamatan, pelindung
kepala
Pimpinan Teknik
2 Pemasangan 1 M2 Pengunaan APD yang Sesuai pekerja 1 Rambu dan barikade Sebelum 100 % sesuai standart Pelaksana K3, Unit
Acian sesuai Mengunakan APD Lulus test dan paham 2 SDM sesuai dengan bekerja harus pelatihan/HRD
standart mengenai system kebutuhan sudah lengkap Checklis Inspektom K3/ petugas
keselamatan pekerjaan 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
Acian keselamatan, pelindung
kepala
PENGENDALIAN
NO URAIAN PEKERJAAN
RISIKO
SASARAN KHUSUS PROGRAM
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Pimpinan Teknik
Pelaksana K3, Unit
Melakukan pelatihan Sesuai pekerja Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum pelatihan/HRD
1 Pemasangan Pintu kepada pekerja Mengunakan APD mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis Inspektom K3/ petugas
dan jendela standart keselamatan pemasangan kebutuhan sudah lengkap pengawas pelaksanaan
Pintu dan Jendala 3 Masker, sepatu
keselamatan, pelindung
kepala
7. Pekerjaan Besi dan Atap
PENGENDALIAN
NO URAIAN PEKERJAAN
RISIKO
SASARAN KHUSUS PROGRAM
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Pimpinan Teknik
Pelaksana K3, Unit
Melakukan pelatihan Sesuai pekerja Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum pelatihan/HRD
1 Pemasangan Kuda-kud kepada pekerja Mengunakan APD mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis Inspektom K3/ petugas
standart keselamatan pemasangan kebutuhan sudah lengkap pengawas pelaksanaan
Kuda-kuda 3 Masker, sepatu
keselamatan, pelindung
kepala
Pimpinan Teknik
Pelaksana K3, Unit
Melakukan pelatihan Sesuai pekerja Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum pelatihan/HRD
2 Pemasangan Spandek kepada pekerja Mengunakan APD mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis Inspektom K3/ petugas
standart keselamatan pemasangan kebutuhan sudah lengkap pengawas pelaksanaan
Atap 3 Masker, sepatu
keselamatan, pelindung
kepala
PENGENDALIAN
NO URAIAN PEKERJAAN
RISIKO
SASARAN KHUSUS PROGRAM
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Pimpinan Teknik
Melakukan pelatihan Sesuai pekerja Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum Pelaksana K3, Unit
1 Pemasangan Keramik kepada pekerja Mengunakan APD mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis pelatihan/HRD
dan granit standart keselamatan pemasangan kebutuhan sudah lengkap Inspektom K3/ petugas
Keramik 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala
Pimpinan Teknik
Melakukan pelatihan Sesuai pekerja Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum Pelaksana K3, Unit
2 Pemasangan Plafond kepada pekerja Mengunakan APD mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis pelatihan/HRD
standart keselamatan pemasangan kebutuhan sudah lengkap Inspektom K3/ petugas
Plafond 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala
9. Pekerjaan Pengecatan
PENGENDALIAN
NO URAIAN PEKERJAAN
RISIKO
SASARAN KHUSUS PROGRAM
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Pimpinan Teknik
Melakukan pelatihan Sesuai pekerja Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum Pelaksana K3, Unit
1 Pengecatan kepada pekerja Mengunakan APD mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis pelatihan/HRD
standart keselamatan Pengecatan kebutuhan sudah lengkap Inspektom K3/ petugas
3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala
PENGENDALIAN
NO URAIAN PEKERJAAN
RISIKO
SASARAN KHUSUS PROGRAM
URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA WAKTU INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Pimpinan Teknik
Melakukan pelatihan Sesuai pekerja Lulus test dan paham 1 Rambu dan barikade Sebelum Pelaksana K3, Unit
1 Instalasi Listrik kepada pekerja Mengunakan APD mengenai system 2 SDM sesuai dengan bekerja harus 100 % sesuai standart Checklis pelatihan/HRD
standart keselamatan Instalasi kebutuhan sudah lengkap Inspektom K3/ petugas
Listrik 3 Masker, sepatu pengawas pelaksanaan
keselamatan, pelindung
kepala
F. TINJAU ULANG K3
Hal-hal yang tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan kerja dilakukan
peningjauan ulang untuk di ambil tindakan perbaikan.