0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan15 halaman

Komponen Judul Penelitian Tindakan Kelas

Makalah ini membahas komponen penting dalam merumuskan judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini mencakup analisis komponen judul, ciri-ciri judul yang baik, serta contoh judul PTK yang efektif. Tujuan utama penulisan makalah adalah untuk memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih baik bagi peneliti dan pembaca mengenai PTK.

Diunggah oleh

Rahmawatunnisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan15 halaman

Komponen Judul Penelitian Tindakan Kelas

Makalah ini membahas komponen penting dalam merumuskan judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini mencakup analisis komponen judul, ciri-ciri judul yang baik, serta contoh judul PTK yang efektif. Tujuan utama penulisan makalah adalah untuk memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih baik bagi peneliti dan pembaca mengenai PTK.

Diunggah oleh

Rahmawatunnisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

KOMPONEN JUDUL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Makalah ini dibuat untuk menyelesaikan tugas Mata Kuliah

Penelitian Tindakan Kelas

Dosen Pengampu : Fahmi Maulana, [Link]

Disusun oleh :

1. Sinta Lestari (20220102373)


2. Muhammad Nur Rochim (20220102374)
3. Muntafi’ah (20220102372)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA PACITAN

TAHUN AJARAN 2024/2025


KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji bagi Allah marilah senantiasa kita


ucapkan atas kehadirat allah SWT, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
makalah ini dengan tepat waktu. Sholawat berangkaikan salam marilah kita
panjatkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Semoga kitab isa
mendapatkan syafa’atnya di yaumul qiyamah nanti, aamiin ya rabbal ‘alamin.

Adapun tujuan utama penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas Program Studi Pendidikan Agama Islam
STAINU Pacitan. Selain itu tujuan makalah ini disusun yaitu untuk memberikan
tambahan wawasan dan pengetahuan bagi penulis secara khusus dan bagi pembaca
secara umum. Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini dari awal hingga selesai. Semoga
makalah ini mendapat ridho dari Allah SWT danmenjadi amal bagi kita semua.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Penulis
memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan makalah, penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk bahan
pertimbangan perbaikan makalah ini kedepannya.

Pacitan, 23 Februari 2025

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i


DAFTAR ISI ...................................................................................................................... ii
BAB I .................................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN ................................................ Kesalahan! Bookmark tidak ditentukan.
A. Latar Belakang ........................................ Kesalahan! Bookmark tidak ditentukan.
B. Rumusan Masalah ............................................................................................... 2
C. Tujuan ................................................................................................................... 2
BAB II ................................................................................................................................ 3
PEMBAHASAN ................................................................................................................ 3
A. Komponen Judul Penelitian Tindakan Kelas ......... Kesalahan! Bookmark tidak
ditentukan.
B. Ciri-ciri Judul Penelitian Tindakan Kelas ......................................................... 6
C. Contoh Judul Penelitian Tindakan Kelas .......................................................... 7
D. Identifikasi Latar Belakang Masalah ................................................................. 8
BAB III............................................................................................................................. 11
PENUTUP ........................................................................................................................ 11
Simpulan ............................................................................................................. 11

Daftar Pustaka…………………………………………………………………………12

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu metode penelitian


yang digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan
kualitas pendidikan di kelas. Dalam melakukan PTK, judul penelitian merupakan
salah satu komponen yang sangat penting karena judul penelitian yang baik dapat
membantu peneliti untuk memfokuskan penelitian dan mencapai tujuan
penelitian.

Namun, masih banyak peneliti yang mengalami kesulitan dalam merumuskan


judul penelitian yang baik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti
kurangnya pemahaman tentang komponen judul penelitian, ciri-ciri judul
penelitian, dan contoh judul penelitian yang baik.

Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis tentang komponen judul penelitian,
ciri-ciri judul penelitian, contoh judul penelitian, dan identifikasi latar belakang
masalah dalam PTK. Analisis ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang
lebih baik tentang judul penelitian yang baik dan membantu peneliti untuk
merumuskan judul penelitian yang efektif.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Komponen Judul Penelitian Tindakan Kelas?
2. Bagaimana Ciri-ciri Judul Penelitian Tindakan Kelas?
3. Bagaimana Contoh Judul Penelitian Tindakan Kelas?
4. Bagaimana Identifikasi Latar Belakang Masalah?

1
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Komponen Judul Penelitian Tindakan Kelas.
2. Untuk mengetahui Ciri-ciri Judul Penelitian Tindakan Kelas.
3. Untuk mengetahui Contoh Judul Penelitian Tindakan Kelas.
4. Untuk mengetahui Identifikasi Latar Belakang Masalah.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Komponen Judul Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu pendekatan yang digunakan


oleh pendidik untuk memperbaiki proses belajar-mengajar di kelas. Penelitian ini
berfokus pada upaya perbaikan dalam praktik pendidikan melalui refleksi terhadap
situasi pembelajaran yang ada. Dalam PTK, terdapat komponen-komponen yang
sangat penting dalam merumuskan judul penelitian. Komponen-komponen ini tidak
hanya memberikan arah yang jelas bagi penelitian, tetapi juga membantu peneliti
memahami fokus utama dalam memperbaiki proses pendidikan. Dalam makalah
ini, akan dibahas empat komponen utama dalam judul PTK, yaitu subjek, objek,
cara, dan wadah.

1) Subjek
Menurut Samuel S. Lusi dan Ricky Arnold Nggili (2013: 100), subjek
penelitian dalam PTK adalah orang-orang yang melaksanakan objek penelitian atau
suatu system dalam proses belajar mengajar. Subjek penelitian dapat berupa siswa,
guru, tenaga pendidik, dan orang tua. Pemilihan subjek penelitian juga didasarkan
pada permasalahan dalam kelas yang ingin diteliti dalam PTK adalah system atau
proses belajar mengajar. Siswa sebagai subjek akan mengalami perubahan dalam
perilaku belajar akibat dilaksanakannya PTK, namun factor yang berubah
tersebutlah yang menjadi objek dari PTK.

Pada umumnya, subjek dalam PTK adalah siswa, karena penelitian ini
bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang melibatkan mereka secara
langsung. Dalam konteks ini, siswa merupakan pihak yang menerima pengajaran
dan sekaligus menjadi sasaran dari perbaikan metode atau strategi yang diterapkan.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kemampuan


siswa setelah diterapkan tindakan atau strategi pembelajaran yang diteliti.
Misalnya, penelitian yang berfokus pada siswa di tingkat sekolah dasar atau
menengah, akan menganalisis apakah perubahan dalam metode pembelajaran dapat

3
meningkatkan hasil belajar mereka. Suharsimi Arikunto menjelaskan bahwa subjek
dalam PTK haruslah orang yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran,
yakni siswa, agar dapat dilihat perubahan dan perbaikan yang terjadi secara
langsung.

2) Objek (Aspek yang Ingin Diperbaiki)

Objek penelitian dalam PTK adalah aspek yang ingin diperbaiki atau
ditingkatkan dalam pembelajaran. Objek ini berkaitan erat dengan masalah yang
dihadapi dalam proses belajar-mengajar. Biasanya, objek ini berupa hasil belajar
siswa, motivasi belajar, atau kualitas interaksi antara siswa dan pengajar.

Sebagai contoh, jika ada masalah dalam hasil belajar siswa pada mata
pelajaran matematika, maka objek penelitian bisa berupa peningkatan kemampuan
matematika siswa. Begitu pula jika ada permasalahan dalam motivasi belajar, maka
objek penelitian dapat berupa peningkatan motivasi belajar siswa. Nana Sudjana
menyebutkan bahwa objek penelitian dalam PTK haruslah berhubungan langsung
dengan masalah yang dihadapi dalam kegiatan belajar-mengajar, yang seringkali
berfokus pada peningkatan kualitas hasil belajar.

3) Cara (Metode atau Strategi yang Digunakan)

Cara dalam PTK merujuk pada metode atau strategi pembelajaran yang
digunakan untuk memperbaiki masalah yang ada. Bagian ini sangat krusial karena
memilih cara yang tepat akan menentukan keberhasilan tindakan yang dilakukan
dalam penelitian.

Beberapa metode atau strategi yang sering digunakan dalam PTK antara
lain:

• Pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning)


• Cooperative learning (pembelajaran kooperatif)
• Metode diskusi untuk meningkatkan keterlibatan siswa

Setiap metode ini dirancang untuk menyelesaikan masalah tertentu,


misalnya, meningkatkan interaksi siswa, memperbaiki pemahaman konsep, atau

4
meningkatkan motivasi belajar. Dalam PTK, pengajaran berbasis strategi tertentu
harus dievaluasi keberhasilannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

M. Dimyati dan M. Mudjiono menyebutkan bahwa pemilihan metode yang


tepat sangat penting untuk memfasilitasi siswa dalam mencapai tujuan
pembelajaran yang optimal. Pemilihan metode pun harus disesuaikan dengan
karakteristik siswa dan kondisi pembelajaran yang ada.

4) Wadah (Mata Pelajaran)

Wadah dalam penelitian ini adalah mata pelajaran tempat pembelajaran


berlangsung. Wadah atau konteks ini penting untuk menetapkan fokus penelitian
pada disiplin ilmu tertentu. Misalnya, penelitian yang dilakukan dalam mata
pelajaran matematika, IPA, bahasa Indonesia, atau sejarah. Wadah ini menunjukkan
ruang lingkup di mana tindakan perbaikan akan dilakukan.

Pemilihan mata pelajaran juga harus berdasarkan pada kebutuhan yang


paling mendesak dalam pembelajaran tersebut. Jika terdapat masalah dalam
penguasaan konsep atau keterampilan di salah satu mata pelajaran, maka PTK akan
fokus pada perbaikan dalam mata pelajaran tersebut. Sugiyono menjelaskan bahwa
pemilihan mata pelajaran atau bidang studi yang akan diteliti harus
mempertimbangkan karakteristik mata pelajaran tersebut dan masalah yang relevan
dengan kebutuhan siswa.

Komponen-komponen dalam judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK)


merupakan elemen penting yang saling terkait untuk merumuskan penelitian yang
dapat memperbaiki proses pembelajaran. Dengan memahami dan merumuskan
keempat komponen ini dengan tepat, guru atau peneliti dapat mengarahkan PTK
pada tujuan yang lebih spesifik dan terukur, serta memberikan dampak positif pada
perkembangan pembelajaran di kelas. Melalui pemilihan subjek yang tepat (siswa),
objek yang relevan (aspek yang ingin diperbaiki), cara yang efektif (metode atau
strategi), dan wadah yang jelas (mata pelajaran), PTK dapat membawa perubahan
yang signifikan dalam kualitas pendidikan.1

1
Yalvema, M. (2015). Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru Dan Dosen. UNP Press.

5
B. Ciri-ciri Judul Penelitian Tindakan Kelas

Judul merupakan representasi dari keseluruhan isi dan identitas yang


dianggap sebagai ciri utama untuk mengenali penelitian. Judul penelitian
merupakan bagian yang dicantumkan pada bagian paling awal. Namun kenyataan
yang sebenarnya, menurut logika penelitian dan penyusunan suatu penelitian
seorang peneliti terlebih dahulu mengidentifikasi, menetapkan dan merumuskan
permasalahan penelitian yang mungkin dan layak untuk diteliti. Sehingga
penetapan judul penelitian akan memungkinkan untuk dilakukan setelah rumusan
masalah penelitian itu diketahui. Secara umum judul maksimal 20 kata, namun
secara spesifik judul tidak ada batasan, akan tetapi judul tidak boleh terlalu pendek
dan terlalu panjang sehingga memiliki kesan yang bertele-tele dan menimbulkan
penafsiran ganda. judul hendaknya terdiri dari satu mata frase; dan terdiri dari dua
parafrase masing-masing sebagai judul pokok dan subjudul.

Menurut Mahmud dalam Fahmi dkk, ada tiga hal yang perlu diperhatikan
dalam membuat judul penelitian yaitu:

1. Judul haruslah menyiratkan keseluruhan permasalah yang akan dibahas


atau mencerminkan permasalahan dan tujuan penulisan.

2. Judul harus berupa kalimat pernyataan yang menggunakan kata-kata


jelas, tegas, dan tidak berupa kalimat pertanyaan.

3. Sususnan kalimat judul haruslah padat, komunikatif dan secara jelas


memberi batasan masalah yang akan dibahas.

Menentukan judul penelitian tindakan kelas perlu dilakukan secara cermat


dan tepat. Ada dua cara dalam merumuskan judul penelitian tindakan kelas. Cara
pertama adalah dengan menuliskan tindakannya di bagian awal, permasalahan di
bagian tengah dan subjek di bagian akhir. Sedangkan cara kedua adalah dengan
menuliskan permasalahan di bagian awal, tindakan di bagian tengah dan subjek di
bagian akhir. Untuk subjek, sebaiknya ditulis pada bagian akhir.

6
C. Contoh Judul Penelitian Tindakan Kelas

Judul penelitian tindakan kelas perlu dilakukan secara cermat dan tepat. Ada
dua cara dalam merumuskan judul penelitian tindakan kelas. Cara pertama adalah
dengan menuliskan tindakannya di bagian awal, permasalahan di bagian tengah dan
subjek di bagian akhir. Sedangkan cara kedua adalah dengan menuliskan
permasalaha di bagian awal, tindakan di bagian tengah dan subjek dibagian akhir.
Untuk subjek, sebaiknya ditulis pada bagian akhir (Sutoyo, 2020).
Contoh judul penelitian tindakan kelas yakni:
1. Penerapan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan
pemahaman materi ketertiban dan keadilan pada peserta didik kelompok
B Tahun Pelajaran 2023/2024. judul ini menggunakan acuan cara
merumuskan judul yang pertama. Dapat diamati bahwa aspek tindakan
ditulis di bagian peserta didik kelompok B Tahun Pelajaran 2023/2024.
2. Upaya meningkatkan pemahaman materi ketertiban dan keadilan melalui
model pembelajaran kontekstual pada peserta didik kelompok B Tahun
Pelajaran 2023/2024. Judul ini merupakan contoh cara merumuskan judul
dengan acuan kedua. Dapat diamati bahwa permasalahan ditulis di bagian
peserta didik kelompok B Tahun Pelajaran 2023/2024.
3. Penggunaan model pembelajaran outdoor untuk meningkatkan motoric
kasar peserta didik kelompok B Tahun Pelajaran 2023/202. Judul ini bisa
dilihat bahwa acuan yang digunakan adalah cara merumuskan judul yang
pertama. Dalam judul tersebut, tindakannya ditulis di bagian awal, yakni
peserta didik kelompok B Tahun Pelajaran 2023/2024.
4. Upaya meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui penggunaan model
pembelajaran outdoor pada peserta didik kelompok B Tahun Pelajaran
2023/2024. Judul ini acuan yang digunakan adalah cara merumuskan judul
yang kedua. Permasalahan PTK ditulis di bagian awal, peserta didik
kelompok B Tahun Pelajaran 2023/2024 (Sutoyo, 2020). Selain itu Husna
Farhana. Awiria, dan Nurul Muttaqien mengemukakan peserta didik
menyelesaikan permasalahan berpakaian dalam life skill dengan
menerapkan model pembelajaran berbasis masalah di PAUD Kota
Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Husna et al., 2020).

7
Sutoyo menjelaskan contoh judul penelitian tindakan kelas yang dianggap
tidak memenuhi kriteria sebagai judul penelitian tindakan kelas. Peneliti
perlumemahami kemungkinan kesalahan menuliskan judul berikut untuk dapat
lebih memahami cara membuat judul penelitian tindakan kelas yang baik dan benar:
1. Studi korelasi antara kasih sayang orang tua dengan kemandirian peserta didik
kelompok B Tahun Pelajaran 2023/2024. judul ini bukan merupakan judul
PTK yang baik dan benar. pasalnya judul tersebut tidak memenuhi kriteria
judul PTK. Di dalamnya tidak dicantumkan tindakannya ataupun solusinya.
Pada judul tersebut yang ada hanya permasalahan dan subjek. Karenanya
judul tersebut lebih tepat sebagai judul penelitian kuantitatif, bukan PTK
2. Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar peserta didik kelompok B
Tahun Pelajaran 2023/2024. Judul di atas bukan merupakan judul PTK. Ini
karena judul tersebut tidak memenuhi kriteria judul PTK, yakni tindakannnya
atau solusinya tidak ada. Pada judul tersebut, yang ada hanya permasalahan
dan subjek. Ini membuat judul tersebut merupakan judul penelitian
kuantitatif.
3. Kesiapan guru paud dalam melaksanakan kurikulum nasional (peneltian pada
guru paud kota tembilahan). Judul di atas bukan merupakan judul PTK,
karena tidak memenuhi kriteria judul PTK. Judul tersebut tidak menyertakan
tindakannnya atau solusinya. Judul tersebut hanya memuat permasalahan dan
subjek, sehingga dapat digolongkan sebagai judul penelitian kualitatif
(Sutoyo, 2020).2

D. Identifikasi Latar Belakang Masalah


Dalam latar belakang permasalahan, penting untuk menekankan urgensi
penanganan permasalahan yang akan diteliti melalui Penelitian Tindakan Kelas
(PTK).

Sebagai penelitian yang bersifat reflektif dan bertujuan untuk meningkatkan


kualitas pembelajaran secara langsung di kelas, karakteristik khas PTK harus

2
DZUURIYATß: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 101.

8
tercermin dalam bagian ini. Oleh karena itu, beberapa aspek berikut perlu
dimasukkan dalam latar belakang masalah:

1. Kenyataan yang Ada (Kondisi Awal)

Kondisi awal harus dijelaskan secara konkret sesuai dengan permasalahan


yang diteliti. Misalnya, jika permasalahan utama adalah rendahnya hasil belajar
matematika peserta didik kelas V, maka kondisi awal dapat dipaparkan berdasarkan
fakta yang terukur dan terverifikasi.

Contoh uraian kondisi awal:

- Berdasarkan hasil ulangan harian pada materi operasi hitung bilangan pecahan,
rata-rata nilai siswa hanya 58, sedangkan KKM yang ditetapkan adalah 70.

- Dari 30 siswa, hanya 12 siswa (40%) yang mencapai KKM, sementara 18 siswa
(60%) belum tuntas.

- Kesulitan utama yang dialami siswa adalah kurangnya pemahaman konsep


pecahan, yang terlihat dari banyaknya kesalahan dalam menyelesaikan soal
penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut berbeda.

- Metode pembelajaran yang digunakan selama ini masih didominasi oleh ceramah
dan latihan soal tanpa alat peraga, sehingga siswa kesulitan memahami konsep
secara konkret.

Selain kondisi awal yang dialami peserta didik, juga perlu dijelaskan
permasalahan yang dihadapi oleh guru sebagai peneliti dalam proses pembelajaran,
misalnya:

- Guru belum memanfaatkan alat peraga dalam pembelajaran matematika, sehingga


siswa kesulitan memahami konsep secara visual.

- Selama ini, guru hanya menggunakan buku teks dan latihan soal tertulis, tanpa
menggunakan media konkret atau teknologi pembelajaran yang lebih interaktif.

- Guru belum menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis masalah atau


pembelajaran kontekstual yang dapat membantu siswa menghubungkan konsep
pecahan dengan kehidupan sehari-hari.

9
Dengan adanya data yang jelas mengenai kondisi awal, permasalahan dalam PTK
menjadi lebih terfokus dan dapat dianalisis secara lebih mendalam.

2. Harapan yang Dituju (Kondisi Akhir)

Setelah penelitian dilakukan, diharapkan terjadi perubahan positif dalam


proses pembelajaran maupun hasil belajar peserta didik. Harapan yang dituju ini
dapat berupa kondisi akhir yang lebih baik bagi peserta didik, guru, maupun sekolah
secara keseluruhan.

- Kondisi Akhir bagi Peserta Didik:

- Meningkatnya hasil belajar matematika, khususnya dalam operasi hitung


bilangan pecahan.

- Rata-rata nilai ulangan harian meningkat dari 58 menjadi minimal 75.

- Persentase siswa yang mencapai KKM meningkat dari 40% menjadi minimal
85%.

- Siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran karena adanya penggunaan alat
peraga atau media interaktif.

- Kondisi Akhir bagi Guru:

- Guru mampu memperbaiki proses pembelajaran dengan menerapkan strategi


inovatif, seperti pemanfaatan alat peraga konkret atau pendekatan berbasis
teknologi.

- Guru lebih memahami kesulitan siswa dalam memahami konsep matematika dan
dapat mengatasinya dengan metode yang lebih efektif.

- Guru dapat menggunakan hasil PTK ini sebagai dasar untuk meningkatkan
praktik pembelajaran dalam jangka panjang.

Dengan adanya perbandingan antara kondisi awal dan kondisi akhir yang
diharapkan, urgensi penelitian semakin jelas dan dapat dipertanggungjawabkan
secara akademis.3

3
Slameto, 2011. Penyusunan Proposal dan Hasil Penelitian Tindakan Kelas.

10
BAB III

PENUTUP

Simpulan

Dari analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa judul


penelitian tindakan kelas yang baik harus memenuhi beberapa komponen
dan ciri-ciri tertentu. Komponen judul penelitian tindakan kelas meliputi
latar belakang masalah, tujuan penelitian, dan metode penelitian. Ciri-ciri
judul penelitian tindakan kelas meliputi spesifik, jelas, dan singkat.

Contoh judul penelitian tindakan kelas yang baik adalah "Penerapan model
pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan pemahaman materi
ketertiban dan keadilan pada peserta didik kelompok B Tahun Pelajaran
2023/2024". Identifikasi latar belakang masalah juga sangat penting dalam
PTK, karena dapat membantu peneliti untuk memahami masalah yang
dihadapi dan mencari solusi yang tepat.

Dengan demikian, diharapkan penelitian tindakan kelas dapat dilakukan


dengan lebih efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan kualitas
pendidikan di kelas. Selain itu, penelitian ini juga dapat membantu peneliti
untuk mengembangkan kemampuan merumuskan judul penelitian yang
baik dan efektif.

Salatiga: Widya Sari Press

11
DAFTAR PUSTAKA

Slameto. (2011). Penyusunan Proposal dan Hasil Penelitian Tindakan Kelas.


Widya Sari Press.

Yalvema, M. (2015). Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru Dan Dosen. UNP
Press.

Dzuuriyat. (n.d.). Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 101.

12

Anda mungkin juga menyukai