Revisi UU TNI: Perubahan Penting 2023
Revisi UU TNI: Perubahan Penting 2023
RANCANGAN
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR … TAHUN …
TENTANG
PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 34 TAHUN 2004
TENTANG
TENTARA NASIONAL INDONESIA
Mengingat : 1. Pasal 20, Pasal 21, Pasal 30 ayat (2), ayat (3), dan
ayat (5) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang
Pertahanan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2002 Nomor 3, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4169);
3. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang
Tentara Nasional Indonesia (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 127,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4439);
MEMUTUSKAN:
Pasal I
Beberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 34
Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4439) diubah sebagai berikut:
-3-
Pasal 3
(1) Dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan
militer, TNI berkedudukan di bawah Presiden.
(2) Kebijakan dan strategi pertahanan serta
dukungan administrasi yang berkaitan dengan
aspek perencanaan strategis TNI, berada di
dalam koordinasi Kementerian Pertahanan.
Pasal 7
(1) Tugas pokok TNI adalah menegakkan
kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan
Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
yang berdasarkan Pancasila dan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945, serta melindungi segenap bangsa dan
seluruh tumpah darah Indonesia dari Ancaman
dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan
Negara.
(2) Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilakukan dengan:
a. operasi militer untuk perang;
b. operasi militer selain perang, yaitu untuk:
1. mengatasi gerakan separatis bersenjata;
2. mengatasi pemberontakan bersenjata;
3. mengatasi aksi terorisme;
4. mengamankan Wilayah perbatasan;
5. mengamankan objek vital nasional yang
bersifat strategis;
6. melaksanakan tugas perdamaian dunia
sesuai dengan kebijakan politik luar
negeri;
7. mengamankan Presiden dan Wakil
Presiden beserta keluarganya;
8. memberdayakan Wilayah pertahanan
dan kekuatan pendukungnya secara dini
sesuai dengan sistem pertahanan
semesta;
-4-
Pasal 8
(1) Angkatan Darat bertugas:
a. melaksanakan tugas TNI matra darat di
bidang pertahanan;
b. melaksanakan tugas TNI dalam menjaga
keamanan Wilayah darat termasuk
perbatasan dengan negara lain;
-5-
Pasal 9
(1) Angkatan Laut bertugas:
a. melaksanakan tugas TNI matra laut di
bidang pertahanan;
b. menegakkan hukum dan menjaga keamanan
di Wilayah laut sesuai dengan ketentuan
hukum nasional dan hukum internasional
yang telah disahkan;
c. melaksanakan tugas diplomasi Angkatan
Laut dalam rangka mendukung kebijakan
politik luar negeri yang ditetapkan oleh
Pemerintah;
d. melaksanakan tugas TNI dalam
pembangunan dan pengembangan kekuatan
matra laut; dan
e. melaksanakan pemberdayaan Wilayah
pertahanan laut.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas Angkatan
Laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 10
(1) Angkatan Udara bertugas:
a. melaksanakan tugas TNI matra udara di
bidang pertahanan;
-6-
Pasal 47
(1) Prajurit dapat menduduki jabatan pada
kementerian/lembaga yang membidangi
koordinator bidang politik dan keamanan
negara, pertahanan negara termasuk dewan
pertahanan nasional, kesekretariatan negara
yang menangani urusan kesekretariatan
presiden dan kesekretariatan militer presiden,
intelijen negara, siber dan/atau sandi negara,
lembaga ketahanan nasional, pencarian dan
pertolongan, narkotika nasional, pengelola
perbatasan, penanggulangan bencana,
penanggulangan terorisme, keamanan laut,
Kejaksaan Republik Indonesia, dan Mahkamah
Agung.
(2) Selain menduduki jabatan pada
kementerian/lembaga sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Prajurit dapat menduduki jabatan
sipil lain setelah mengundurkan diri atau
pensiun dari dinas aktif keprajuritan.
(3) Prajurit yang menduduki jabatan tertentu
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan
atas permintaan pimpinan
kementerian/lembaga serta tunduk pada
ketentuan administrasi yang berlaku dalam
lingkungan kementerian dan lembaga.
-7-
Pasal 53
(1) Prajurit melaksanakan dinas keprajuritan
sampai dengan batas usia pensiun.
(2) Batas usia pensiun Prajurit sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) diatur dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. bintara dan tamtama paling tinggi 55 (lima
puluh lima) tahun;
b. perwira sampai dengan pangkat kolonel
paling tinggi 58 (lima puluh delapan)
tahun;
c. perwira tinggi bintang 1 (satu) paling tinggi
60 (enam puluh) tahun;
d. perwira tinggi bintang 2 (dua) paling tinggi
61 (enam puluh satu) tahun; dan
e. perwira tinggi bintang 3 (tiga) paling tinggi
62 (enam puluh dua) tahun.
(3) Khusus bagi Prajurit yang menduduki jabatan
fungsional dapat melaksanakan masa dinas
keprajuritan yang ditetapkan dengan peraturan
perundang-undangan.
-8-
Pasal II
1. Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku,
ketentuan tentang usia pensiun sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 53 diatur sebagai berikut:
a. bintara dan tamtama:
1) yang berusia 52 (lima puluh dua) tahun
baginya diberlakukan masa dinas keprajuritan
sampai dengan usia paling tinggi 53 (lima
puluh tiga) tahun;
2) yang berusia 51 (lima puluh satu) tahun
baginya diberlakukan masa dinas keprajuritan
sampai dengan usia paling tinggi 54 (lima
puluh empat) tahun; dan
3) yang belum berusia 51 (lima puluh satu) tahun
baginya diberlakukan masa dinas keprajuritan
sampai dengan usia paling tinggi 55 (lima
puluh lima) tahun;
b. perwira tinggi bintang 1 (satu):
1) yang berusia 57 (lima puluh tujuh) tahun
baginya diberlakukan masa dinas keprajuritan
sampai dengan usia paling tinggi 58 (lima
puluh delapan) tahun;
-9-
Disahkan di Jakarta
pada tanggal ...
PRABOWO SUBIANTO
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal ...
PRASETYO HADI
PENJELASAN
ATAS
RANCANGAN
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR … TAHUN …
TENTANG
PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 34 TAHUN 2004
TENTANG
TENTARA NASIONAL INDONESIA
I. UMUM
Pasal I
Angka 1
Pasal 3
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “berkedudukan di bawah
Presiden” adalah keberadaan TNI di bawah kekuasaan
Presiden.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “berada di dalam koordinasi
Kementerian Pertahanan” adalah segala sesuatu yang
berkaitan dengan perencanaan strategis TNI yang
meliputi aspek pengelolaan Pertahanan Negara,
kebijakan penganggaran, pengadaan, pemeliharaan,
dan/atau perawatan, perekrutan, pengelolaan sumber
daya nasional, serta pembinaan teknologi industri
pertahanan yang diperlukan oleh TNI dan komponen
pertahanan lainnya. Adapun pembinaan kekuatan TNI
yang berkaitan dengan pendidikan, latihan, penyiapan
kekuatan, dan doktrin militer berada pada Panglima
dengan dibantu Kepala Staf Angkatan.
Angka 2
Pasal 7
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “menegakkan kedaulatan
Negara” adalah mempertahankan kekuasaan Negara
untuk melaksanakan pemerintahan sendiri yang bebas
dari Ancaman.
Yang dimaksud dengan “mempertahankan keutuhan
Wilayah” adalah menjaga kesatuan Wilayah kekuasaan
Negara dengan segala isinya, di darat, laut, dan udara
yang batas-batasnya ditetapkan dengan Undang-
Undang.
Yang dimaksud dengan “melindungi segenap bangsa
dan seluruh tumpah darah” adalah melindungi jiwa,
kemerdekaan, dan harta benda setiap Warga Negara.
-13-
Angka 6
Cukup jelas.
Angka 7
Cukup jelas.
Angka 8
Yang dimaksud dengan
“memberdayakan Wilayah pertahanan”
adalah:
a. membantu Pemerintah menyiapkan
potensi nasional menjadi kekuatan
pertahanan yang dipersiapkan secara
dini meliputi Wilayah pertahanan
beserta kekuatan pendukungnya,
untuk melaksanakan operasi militer
untuk perang, yang pelaksanaannya
didasarkan pada kepentingan
Pertahanan Negara sesuai dengan
sistem pertahanan semesta;
b. membantu Pemerintah
menyelenggarakan pelatihan dasar
kemiliteran secara wajib bagi Warga
Negara sesuai dengan peraturan
perundang-undangan; dan
c. membantu Pemerintah
memberdayakan rakyat sebagai
kekuatan pendukung.
Angka 9
Yang dimaksud dengan “membantu
tugas pemerintahan di daerah” adalah
membantu pelaksanaan fungsi
Pemerintah dalam situasi dan kondisi
yang memerlukan sarana, alat, dan
kemampuan TNI untuk menyelesaikan
permasalahan yang sedang dihadapi,
antara lain membantu mengatasi akibat
bencana alam, merehabilitasi
infrastruktur, serta mengatasi masalah
akibat pemogokan dan konflik komunal.
Angka 10
Cukup jelas.
Angka 11
Cukup jelas.
-16-
Angka 12
Cukup jelas.
Angka 13
Cukup jelas.
Angka 14
Cukup jelas.
Angka 15
Yang dimaksud dengan “membantu
dalam upaya menanggulangi Ancaman
siber” adalah TNI berperan serta dalam
upaya menanggulangi Ancaman siber
pada sektor pertahanan (cyber defense).
Angka 16
Yang dimaksud dengan “membantu”
adalah TNI berperan serta.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Angka 3
Pasal 8
Ayat (1)
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Yang dimaksud dengan “menjaga keamanan
Wilayah darat” adalah segala upaya, pekerjaan,
dan kegiatan untuk menjamin tegaknya
kedaulatan Negara, keutuhan Wilayah, dan
keselamatan bangsa dari segala bentuk
Ancaman, dan gangguan dari dan/atau di
Wilayah darat.
Huruf c
Cukup jelas.
Huruf d
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Angka 4
Pasal 9
Ayat (1)
Huruf a
Cukup jelas.
-17-
Huruf b
Yang dimaksud dengan “menegakkan hukum
dan menjaga keamanan di Wilayah laut” adalah
segala bentuk kegiatan yang berhubungan
dengan penegakan hukum di laut sesuai dengan
kewenangan TNI Angkatan Laut (constabulary
function) yang berlaku secara universal dan
sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
yang berlaku untuk mengatasi Ancaman
tindakan kekerasan, Ancaman navigasi, serta
pelanggaran hukum di Wilayah laut.
Menegakkan hukum yang dilaksanakan oleh
TNI Angkatan Laut di laut, terbatas dalam
lingkup pengejaran, penghentian, penangkapan,
penyelidikan, dan penyidikan perkara yang
selanjutnya diserahkan kepada Kejaksaan
Republik Indonesia.
Penegakan hukum di laut dilakukan oleh kapal
perang Republik Indonesia dan kapal Angkatan
Laut serta kewenangannya dilakukan oleh
perwira TNI Angkatan Laut sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Huruf c
Yang dimaksud dengan “diplomasi Angkatan
Laut” adalah fungsi diplomasi sesuai dengan
kebijakan politik luar negeri yang melekat pada
peran Angkatan Laut secara universal sesuai
dengan kebiasaan internasional, serta sudah
menjadi sifat dasar dari setiap kapal perang
suatu negara yang berada di negara lain
memiliki kekebalan diplomatik dan kedaulatan
penuh.
Huruf d
Cukup jelas.
Huruf e
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Angka 5
Pasal 10
Ayat (1)
Huruf a
Cukup jelas.
-18-
Huruf b
Yang dimaksud dengan “menegakkan hukum dan
menjaga keamanan di ruang udara” adalah segala
upaya dan kegiatan untuk menjamin terciptanya
kondisi ruang udara yang aman serta bebas dari
Ancaman kekerasan, Ancaman navigasi, serta
pelanggaran hukum di ruang udara.
Huruf c
Cukup jelas.
Huruf d
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Angka 6
Pasal 47
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “jabatan pada Kejaksaan
Republik Indonesia” adalah jabatan pada Kejaksaan
Republik Indonesia di bidang pidana militer.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Cukup jelas.
Ayat (6)
Cukup jelas.
Angka 7
Pasal 53
Cukup jelas.
Pasal II
Cukup jelas.