0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan11 halaman

Strategi Keperawatan Halusinasi Penglihatan

Dokumen ini menjelaskan strategi pelaksanaan tindakan keperawatan untuk pasien dengan halusinasi penglihatan melalui empat pertemuan. Setiap pertemuan mencakup proses keperawatan, kondisi klien, diagnosa, tujuan khusus, tindakan keperawatan, dan evaluasi. Tujuannya adalah untuk membantu pasien mengontrol halusinasi melalui berbagai teknik, termasuk menghardik, bercakap-cakap, dan melakukan aktivitas terjadwal, serta pentingnya minum obat secara teratur.

Diunggah oleh

Rio Rianto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan11 halaman

Strategi Keperawatan Halusinasi Penglihatan

Dokumen ini menjelaskan strategi pelaksanaan tindakan keperawatan untuk pasien dengan halusinasi penglihatan melalui empat pertemuan. Setiap pertemuan mencakup proses keperawatan, kondisi klien, diagnosa, tujuan khusus, tindakan keperawatan, dan evaluasi. Tujuannya adalah untuk membantu pasien mengontrol halusinasi melalui berbagai teknik, termasuk menghardik, bercakap-cakap, dan melakukan aktivitas terjadwal, serta pentingnya minum obat secara teratur.

Diunggah oleh

Rio Rianto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN HALUSINASI PENGLIHATAN

Masalah keperawatan : Halusinasi Penglihatan


Pertemuan : Ke 1

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien
DS : - Klien mengatakan sering melihat bayangan-bayangan di dalam rumah.
- Bayangan itu kadang-kadang membuat saya sangat takut.
DO :- Klien tampak tenang, kontak mata kurang
- Klien tampak sering berbicara sendiri
2. Diagnosa : Gangguan persepsi sensori : Halusinasi penglihatan
3. Tujuan Khusus :
a. Klien mampu menyebutkan isi, waktu, frekuensi, situasi pencetus, perasaan
b. Klien mampu memperagakan cara mengontrol halusinasinya dengan menghardik.

4. Tindakan Keperawatan
Mengidentifikasi jenis halusinasi pasien
Mengidentifikasi isi halusinasi pasien
Mengidentifikasi waktu halusinasi pasien
Mengidentifikasi frekuensi halusinasi pasien
Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi
Mengidentifikasi respon pasien terhadap halusinasi
Mengajarkan pasien menghardik halusinasi
Menganjurkan pasien memasukkan cara menghardik halusinansi dalam jadwal kegiatan
harian

B. Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan


a. Orientasi :

· Salam terapeutik:
”Assalamualaikum Pak Antonius, apa kabar? ”

· Memperkenalkan Diri
”Pak Antonius perkenalkan nama saya Rio Rianto yang sedang praktek

disini.” ·

Membuka Pembicaraan dengan Topik Umum:

”Bagaimana perasaan Pak Antonius hari ini? Oh iya, tadi pagi Pak Antonius bangun jam
berapa? Kemudian sudah melakukan apa saja pagi ini? Apa Pak Antonius sudah mandi?”

· Evaluasi/Validasi :
“Pak Antonius masih ingat apa yang kemarin kita bicarakan? Hari ini kita mau berbincang-
bincang tentang apa? Hari ini kita bercakap-cakap tentang bayangan-bayangan yang Pak
Antonius lihat dan cara mengontrolnya dengan menghardik. “

· Kontrak :
“Pak Antonius masih ingat kemarin kita mau bicara dimana dan berapa lama? Pak Antonius
lupa yah? Hari ini kita akan berbincang-bincang di kursi, waktunya tidak lama hanya sekitar
15 menit. Bagaimana Pak Antonius bersedia?”
b. Kerja :
“ Apakah Pak Antonius melihat bayangan tanpa ada wujudnya? Apa yang dikatakan
bayangan itu?”
“Apakah terus-menerus terlihat atau sewaktu-waktu? Kapan yang paling sering Pak Antonius
lihat bayangan itu? Berapa kali sehari Pak Antonius alami? Pada keadaan apa bayangan itu
terdengar? Apakah pada waktu sendiri?”
“ Apa yang Pak Antonius rasakan pada saat melihat bayangan itu?”
“ Apa yang Pak Antonius lakukan saat melihat bayangan itu? Apakah dengan cara itu
bayangan-bayangan itu hilang? Bagaimana kalau kita belajar cara-cara untuk mencegah
bayangan-bayangan itu muncul?
“Pak Antonius, ada empat cara untuk mencegah bayangan-bayangan itu muncul. Pertama,
dengan menghardik bayangan tersebut. Kedua dengan cara bercakap-cakap dengan orang
lain. Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang ke empat minum obat
dengan teratur.”
“ Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan menghardik”.
“ Caranya sebagai berikut: saat bayangan-bayangan itu muncul, langsung Pak Antonius
tutuop mata dan katakan dalam hati, pergi saya tidak mau lihat kamu, kamu tidak nyata .
Kamu hanya bayangan.
Begitu diulang-ulang sampai bayangan itu tak terlihat lagi. Coba Pak Antonius peragakan!
Nah begitu ….bagus! Coba lagi ! Ya bagus Pak Antonius sudah bisa”
” Jadi ada 4 cara untuk mengontrol halusinasi, yaitu dengan cara menghardik, bercakap-
cakap, melakukan aktivitas dan minum obat secara teratur. Hari ini yang kita pelajari
yaitu dengan cara menghardik.” [Link]:

· Evaluasi Subjektif
“Bagaimana perasaan Pak Antonius setelah peragaan latihan tadi?”

 Evaluasi Objektif
” Coba Pak Antonius ulangi lagi apa yang sudah kita pelajari hari ini? Iya bagus Pak
Antonius”
· Rencana tindak lanjut
” Kalau bayangan-bayangan itu muncul lagi, silahkan coba cara tersebut! Terus berlatih ya
Pak walaupun saya sedang tidak ada. Bagaimana kalau kita buat jadwal latihannya. Mau jam
berapa saja latihannya?.

· Kontrak yang akan datang


Topik : “Baiklah Pak Antonius besok kita akan bertemu untuk belajar dan melatih cara kedua
mengontrol halusinasi dengan becakap-cakap dengan orang lain.”
Tempat : “Pak Antonius mau dimana tempatnya? Oh Pak Antonius ingin di tempat tidur
yah?”
Waktu : ”Jam berapa Pak Antonius bisa. Bagaimana klo jam 10 saja?Waktunya hanya 15
menit saja.” “Baiklah, sampai jumpa pak. Assalamu’alaikum”
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN HALUSINASI PENGLIHATAN

Masalah keperawatan : Halusinasi Penglihatan


Pertemuan : Ke 2

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien
DS : Klien mengatakan masih melihat bayangan-bayangan
DO : Klien tampak tenang,
Kontak mata kurang
Klien terlihat hipoaktifitas
2. Diagnosa : Gangguan persepsi sensori : Halusinasi penglihatan
3. TUK :
a. Klien mampu menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan

b. Klien mampu mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang lain

4. Rencana Tindakan Keperawatan


a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien

b. Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain

B. Fase Orientasi
1. Salam terapeutik

“ Assalamualaikum Pak Antonius . Apa kabar hari ini?


2. Memperkenalkan Diri

Pak Antonius masih ingat dengan saya? Ayo siapa nama saya? Benar pak. Ingatan bapak luar
biasa.
3. Membuka Pembicaraan dengan Topik Umum

“Pak Antonius, sepertinya tadi saya lihat Pak Antonius sedang diam sendiri. Bagaimana
kalau kita berbincang-bincang disini?”
4. Evaluasi / validasi

Bagaimana Pak Antonius masih ingat apa yang kita pelajari kemarin? Apakah bayangan-
bayangannya masih muncul? Apakah sudah dicoba cara yang telah kita latih? Berkurangkan
bayangan-bayangannya. Bagus !
5. Kontrak

Sesuai janji kita kemarin saya akan latih cara kedua untuk mengontrol halusinasi dengan
bercakapcakap dengan orang lain. Kita akan latihan selama 15 menit. Tempatnya di tempat
tidur. Bagaimana apa Pak Antonius sudah siap? “
C. Kerja :
“Cara kedua untuk mencegah/mengontrol halusinasi yang lain adalah bercakap-cakap
dengan orang lain .Jadi kalau Pak Antonius mulai melihat bayangan-bayangan langsung saja
cari teman untuk diajak ngobrol. Minta teman untuk mengobrol dengan Pak Antonius.
Contohnya begini...”Tolong, saya melihat bayangan-bayangan. Ayo ngobrol dengan saya!
Atau kalau ada orang dirumah misalnya teman Pak Antonius katakan : ayo ngobrol dengan
saya, karena saya sedang melihat bayangan-bayangan. Begitu..coba Pak Antonius lakukan
seperti saya tadi lakukan. Ya..begitu ..Pak ..bagus! Coba sekali lagi. Bagus..! Nah laih terus
ya Pak Antonius!”.
” Jadi cara kedua untuk mengontrol halusinasi adalah yaitu dengan bercakap-cakap
dengan orang lain ya Pak Syamsir.” D. Terminasi :
1. Evaluasi Subjektif
“Bagaimana perasaan Pak Antonius setelah latihan ini?”
2. Evaluasi Objektif
” Coba Pak Antonius ulangi lagi apa yang sudah kita bicarakan. Jadi ada berapa cara untuk
mengontrol halusinasi?”
3. Rencana tindak lanjut
“Bagaimana kalau kita masukan dalam jadwal kegiatan harian Pak Antonius. Mau jam berapa
latihan bercakap-cakap? Nah nanti lakukan secara teratur serta sewaktu-waktu bayangan itu
muncul! Nanti 30 menit lagi saya akan ke mari lagi”.Dan kita latih lagi sesuai jadwal.
4. Kontrak
a. Topik : Bagaimana kalau kita latih cara yang ketiga yaitu melakukan aktivitas
terjadwal ?”
b. Tempat : “Mau di mana?. Di ruang makan?”
c. Waktu : Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 15.00 ?”
Sampai nanti ya pak, saya permisi dulu. Assalamualaikum”
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN HALUSINASI PENGLIHATAN

Masalah keperawatan : Halusinasi Penglihatan


Pertemuan : Ke 3

A. Proses Keperawatan
Kondisi Klien
DS : Klien mengatakan bayangan tersebut sudah mulai berkurang
DO : Klien tampak tenang
Klien tampak kooperatif
Raut muka klien tampak senyum
2. Diagnosa : Gangguan persepsi sensori : Halusinasi penglihatan

3. Tujuan Khusus:

a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien


b. Klien mampu mengontrol halusinasi dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan klien
secara terjadwal
c. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
Rencana Tindakan Keperawatan
a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
b. Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan melakukan kegiatan/aktifitas (Kegiatan
yang biasa dilakukan pasien)
c. Menganjurkan pasien memasukan dalam jadwal kegiatan harian
B. Fase Orientasi
1. Salam terapeutik
“ Assalamualaikum Pak Antonius . Apa kabar hari ini?
2. Memperkenalkan Diri
Pak Antonius masih ingat dengan saya? Ayo siapa nama saya? Benar pak. Ingatan bapak luar
biasa.
3. Membuka Pembicaraan dengan Topik Umum
Sepertinya bapak udah mulai sehat. Pak Antonius udah ngapain aja pagi ini.?? Bagaimana
kalau kita bincang-bincang lagi.
4. Evaluasi / validasi
Bagaimana Pak Antonius masih ingat apa yang kita pelajari kemarin? Apakah bayangan-
bayangannya masih muncul? Apakah sudah dicoba cara yang telah kita latih? Berkurangkan
bayangan-bayangannya. Bagus
5. Kontrak
Sesuai janji kita kemarin saya akan latih cara ketiga untuk mengontrol halusinasi dengan
membuat jadwal kegiatan bapak setiap harinya. Kita akan membuat secara bersama-sama
selama 15 menit. Tempatnya di ruang makan. Bagaimana apa Pak Antonius sudah siap? “
C. Kerja :
Cara ketiga untuk mengendalikan halusinasi adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan
seperti yang mas lakukan di rumah misal membersihkan rumah, membaca buku, olah raga,
nonton TV dll. Baiklah sekarang mari kita buat jadwal kegiatan harian dari pagi sesudah
bangun tidur sampai malam hari sebelum tidur. Hal ini tujuannya untuk meminimalkan pak
Antonius melihat bayangan-bayangan aneh itu lagi .
( buat jadwal kegiatan bersama klien/ yang di sepakati oleh klien )
Bagus, sekarang pak Antonius sudah memiliki jadwal kegiatan harian untuk hari ini ,
yang untuk besok dan hari selanjutnya nanti kita buat bersama – sama lagi ya pak? D.
Terminasi :
1. Evaluasi Subjektif
“Bagaimana perasaan Pak Antonius setelah kita buat jadwal kegitan bapak ini?”
2. Evaluasi Objektif
Cara ketiga untuk mengendalikan halusinasi dengar yaitu apa pak ? Bagus pak bisa
menyebutkannya . dengan melakukan kegiatan – kegiatan yang sesuai dengan jadwal
kegiatan harian yang telah kita buat tadi, berarti tidak ada waktu untuk melamun/merenung
sendiri.
3. Rencana tindak lanjut
“Pak ... mau kan melaksanakan kegiatan – kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah kita buat
? dan jangan lupa di buat juga jadwal kegiatan hariannya untuk hari besok dan hari- hari
selanjutnya. Nanti saya akan bantu
4. Kontrak
Topik : Besok kita akan bercakap-cakap tentang obat-obatan yang Pak ... minum
dimana gunanya untuk mengatasi suara yang didengar dan mengganggu.
Tempat : Kita akan bercakap-cakap disini juga ya, setuju?
Waktu : 10 menit saja.
” Sekarang Pak Antonius... mau kemana ? Bagaimana kalau Pak Antonius
ikut berkumpul dengan temam- temanya yang lain, kan bisa ngobrol-ngobrol”
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN HALUSINASI PENGLIHATAN

Masalah keperawatan : Halusinasi Penglihatan


Pertemuan : Ke 4

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien

DS : Klien mengatakan bayangan tersebut sudah hilang


DO : Klien tampak tenang
Klien tampak kooperatif
Raut muka klien tampak bergairah
2. Diagnosa Keperawatan

Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi penglihatan


3. Tujuan Khusus

a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien

b. Klien dapat mengontrol halusinasi yang di alaminya dengan minum obat secara teratur.

c. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

4. Rencana Tindakan Keperawatan


a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien

b. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur (5T)

c. Menganjurkan pasien memasukan dalam jadwal kegiatan harian

B. Fase Orientasi
1. Salam terapeutik

“ Assalamualaikum Pak Antonius . Apa kabar hari ini?


2. Memperkenalkan Diri

Pak Antonius masih ingat dengan saya? Ayo siapa nama saya? Benar pak. Ingatan bapak luar
biasa.
3. Membuka Pembicaraan dengan Topik Umum

Bagaimana perasaannya hari ini pak? Udah mandi dan makan gak?
4. Evaluasi / validasi

Bagaimana Pak Antonius masih ingat apa yang kita pelajari kemarin? Apakah bayangan-
bayangannya masih muncul? Apakah bapak sudah melakukan kegiatan-kegiatan yang telah
kita buat kemarin? Berkurangkan bayangan-bayangannya. Bagus
5. Kontrak

Hari ini saya akan menjelaskan kepada bapak obat – obat yang bapak minum. Bagaimana
kalau kita sekarang berbincang – bincang di tempat ini , sekitar 10 mmenit ya pak !
C. Kerja :
Ini pak, obat – obatan yang nanti di minum yang orange namanya CPZ, yang merah muda ini
Halloperidol, obat – obatan ini semuanya untuk mengendalikan suara – sura yang sering
bapak dengar, obat ini di minum 3x sehari masing – masing 1 tablet tidak boleh lebih atau
kurang. Dengan minum obat ini bapak akan mengantuk, lemas, ingin tidur terus tapi itu tidak
apa – apa. Bagaimana, apa bapak sudah jelas ? Obat ini harus tetap di minum terus, mungkin
berbulan atau bahkan bisa selamanya. Tidak usah khawatir obat ini aman jika bapak minum
sesuai yang di anjurkan.. Jangan berhenti minum obat walaupun bapak sudah merasa sehat.
Kalau bapak menghentikan obat tanpa sepengetahuan dokter atau perawat, gejala – gejala
seperti yang bapak alami seperti sekarang akan muncul lagi.
Bapak harus mengingat 5 hal saat minum obat yaitu :
1. Benar obat
2. Benar bahwa obat ini untuk bapak
3. Benar cara meminumnya
4. Benar waktunya
5. Benar dosisnya.
Ingat ya
bapak . D.
Terminasi :
1. Evaluasi Subjektif

Bagaimana perasaan Pak Antonius setelah kita buat jadwal kegitan bapak ini?
2. Evaluasi Objektif
Coba bapak sebutkkan jenis obat yang bapak minum, coba sebutkan lima hal saat minum
obat 3. Rencana tindak lanjut
Karena bapak sudah paham tentang obat yang di minum , bapak dapat langsung meminum
obat
4. Kontrak
Bapak kita ketemu lagi,kita akan membahas tentang masalah dengan keluarga bapak.

Anda mungkin juga menyukai