SEWELAS ROLAS
Written by
Marshella Elvana Putri
JUDUL : “SEWELAS ROLAS”
PREMIS :
Anak muda yang terjerumus ke dalam judi online.
LOGLINE :
Seorang pemuda ojek online yang berjuang mencari nafkah
untuk ayahnya yang sakit. Namun, ketika kesulitan ekonomi dan
godaan judi online menguasai hidupnya, ia terjerumus dalam
lingkaran kehancuran yang membuatnya kehilangan segalanya—
termasuk akal sehatnya.
SINOPSIS :
Riko (19), seorang pemuda pekerja keras, menghidupi dirinya
dan ayahnya, Ujang (40), yang sakit. Setiap pagi, ia merawat
ayahnya dengan penuh kasih, menyiapkan sarapan dan obat-obatan
sebelum berangkat bekerja sebagai ojek online.
Suatu hari, saat sedang menarik penumpang bernama Vanesa,
motor Riko tiba-tiba mogok di tengah jalan. Vanesa yang kesal
terpaksa membantu mendorong motor hingga tempat tujuannya,
namun sebagai gantinya, ia hanya membayar Riko dengan uang Rp
2.000 sambil marah-marah. Riko yang lelah dan kecewa hanya
bisa pasrah menerima nasib.
Di pangkalan ojek, Riko bertemu dengan temannya, Vino, yang
memberitahunya tentang cara cepat mendapatkan uang melalui
judi online. Awalnya, Riko ragu ragu akan hal itu, tetapi
karena merasa hasil bekerja sebagai ojek tidak mencukupi, ia
mulai tergoda dan mencoba bermain. Keberuntungan awal
membuatnya semakin berani memasang taruhan yang lebih besar.
Tanpa sadar, Riko semakin terjerumus dalam permainan judi
online. Ia mulai mengabaikan pekerjaannya sebagai ojek dan
lebih fokus pada perjudian. Hingga akhirnya, saat kehabisan
uang, ia membuat keputusan besar yaitu menjual motornya untuk
mendapatkan modal tambahan demi bermain judi lagi.
Namun, keberuntungannya tidak berlangsung lama. Setelah
mempertaruhkan seluruh uangnya, Riko kalah besar. Ia pun
kehilangan segalanya—pekerjaan, motor, dan masa depannya.
Dalam keputusasaan, ia mulai kehilangan kendali atas dirinya
sendiri.
ACT 1
SCENE 1 EXT. RUMAH RIKO – HALAMAN DEPAN RUMAH – DAY 1
INTRODUKSI
ESTABLISH SHOT RUMAH RIKO.
Riko(19) sedang mengelap motornya kemudian menyiapkan sarapan
untuk ayah nya Ujang(40). (Shot Riko yang sedang mengelap
motornya didepan rumah).
RIKO
“Bismillah mugo lancar, orderan e akeh”
Riko berjalan masuk kedalam rumah.
SCENE 2 INT. RUMAH RIKO – DAPUR – DAY 1
riko sedang mempersiapkan sarapan di dapur untuk dirinya dan
ujang.
Terdengar suara ujang yang sedang teriak-teriak
UJANG(o.s)
“Menanggg”
“kalaahhh”
“wuhuuuuu”
“Menangggg”
SCENE 3 INT. RUMAH RIKO – RUANG TENGAH – DAY 1
Riko berjalan menuju ruang tengah dengan membawa makan untuk
dirinya dan ujang.
Riko manaruh makan dimeja. Terlihat dimeja sudah ada gelas dan
minum.
RIKO
“niki pak, sarapan riyin”
Riko menyuapi ujang untuk sarapan.
Riko menuangkan air kedalam gelas untuk minum ujang
Riko mengambilkan obat untuk ujang
RIKO
“niki minum obat riyin”
UJANG
“Hmmm”
Ujang sambil mengangguk-angguk kepala
Riko memberikan dan membantu ujang untuk meminum obat
Saat ujang minum obat Riko sedang sarapan
Riko melihat foto keluarga mereka lalu Riko berbicara kepada
diri nya sendiri.
“Ya Allah buk, cobo wae ibuk sih ono mungkin uripku kalih
bapak mboten ngeteniki.
Kemudian riko melanjutkan suapannya setelah selesai Riko
berpamitan kepada ujang
RIKO
“Pak kulo bar niki ajeng mangkat ngojol riyin nggih pak ati –
ati teng griyo.”
SCENE 4 INT. RUMAH RIKO – KAMAR RIKO - DAY
Riko mengambil jaket nya yang tergantung digantungan baju.
Riko mengambil hp yang sedang dicas dan keluar kamar.
ACT 2
SCENE 5 EXT. RUMAH RIKO – HALAMAN DEPAN RUMAH – PAGI – DAY 1
Riko memakai jaket.
Kemudian memakai helm.
Terdengar notifikasi orderan masuk Riko mengecek handphone
sambil tersenyum Bahagia
RIKO
“Alhamdullilah pagi-pagi udah dapet orderan”
lalu Riko menyelah motor dan menuju kelokasi customer
SCENE 6 EXT. JALAN RAYA – PAGI - DAY 1
Riko langsung berangkat menuju titik jemput dari customer.
Setelah sampai dititik jemput customer Riko bertanya.
RIKO
“Dengan mba vanesa ya…?”
VANESA
“iya mas, dengan mas riko ya”
RIKO
“eh hiya kok tau” (sambil menunjuk tangan)
Vanesa berekspresi sinis.
Riko menyerahkan helm kepada vanesa.
RIKO
“ini mba helmnya dipakai dulu biar aman”
vanesa menerima helm lalu memakai dan menaiki motor.
Kemudian menuju lokasi sesuai orderan.
Tetapi baru setengah perjalanan ternyata motor yang dikendarai
oleh Riko mogok.
RIKO
“eh eh sebentar ya mba, ini motor saya mogok”
VANESA
“Duh mas pie sih, na ngeneki carane yo telat aku.”
Terlihat vanesa gelisah
RIKO
“Iya mba maaf, ini saya coba nyalain dulu ya mba”
Riko mencoba menyelah motor berkali – kali tetapi tidak bisa
menyala.
RIKO
“duh koyoke kudu didorong deh mba”
Vanesa berekspresi prengat prengut sambil menghentak hentakan
kaki.
Kemudian vanesa mencoba menghubungi temanya namun tidak
diangkat.
Terpaksa vanesa membantu riko mendorong motor hingga tujuan.
SCENE 7 EXT. TEMPAT KERJA VANESA – HALAMAN DEPAN TEMPAT KERJA
- PAGI – DAY 2
Saat Riko sudah sampai tujuan, customernya pun membayar,
tetapi hanya dengan uang Rp. 2.000 sambil marah – marah.
VANESA
“Ini mas uangnya, lain kali di cek dulu dong mas kalo mau
narik orderan. Saya jadi telat nih”
Dengan ekspresi yang tidak ramah, dan langsung pergi
meninggalkan Riko yang terdiam ditempat.
RIKO
“Iya mba maaf ya mba sekali lagi, tapi maaf--”
Belum sempat berbicara sampai selesai sang customer pergi,
Riko melihat uang yang di beri customer tersebut dengan raut
wajah yang sedih.
Cut To.
SCENE 8 EXT. PANGKALAN OJOL – SIANG - DAY 1
Riko mengecek motor dengan ekspresi kelelahan.
Vino datang dengan mengendarai motor, kemudian menanyai riko.
VINO
“loh ngopo ko, po bar mogok?”
RIKO
“hoo bar mogok, mau pas ngeterke penumpang malahan mogok”
Riko dan Vino duduk berdua.
VINO
“kok iso mogok I pie ko?”
RIKO
“ga ngerti i mau neng tengah dalan moro – moro mati tak cobo
selah ra iso, akhire penumpangku melu nyurung”
Vino tertawa kemudian bertanya.
VINO
“hahaha… la pie sak iki wis urip urung?”
RIKO
“aman wisan, neng iki kog radang ono notif orderan meneh yo,
mau gur dibayar 5.000 tok, iki malah sepi”
Riko berekspresi sedih.
VINO
“Hahaha sakne men to ko, mending koyo aku neng pangkalan karo
lungguh iso oleh duet okeh gur seko game.”
RIKO
“hah moso oleh duet okeh, mur dolanan game. emang game opo kui
no?”
Dengan ekspresi penasaran.
VINO
“Iya tenanan, gur modal sitik iso oleh duet akeh”
RIKO
“Weh opo kui, aku mbo diajari, sopo reti aku oleh duet lueh
okeh ben ora usah mikir penghasilan sitik meneh”
Vino memperlihatkan hpnya kepada riko tentang judi online.
Setelah mereka selesai berbincang, Riko langsung pulang ke
rumahnya.
SCENE 9 INT. RUMAH RIKO – RUANG TENGAH – SORE - DAY 1
Sesampainya di rumah, Riko duduk di ruang Tengah untuk ber
istirahat.
Riko membuka HP nya, ternyata Vino mengirimi Link game online
yang dibahas tadi siang lalu Riko pun langsung mencobanya.
(shoot Riko sedang bermain game tersebut, lalu ia memenangkan
nya dan teriak kegirangan)
RIKO
“WUUUUU MENANGG”
“Wah jebul untunge okeh, sesuk tak cobo meneh ah sopo reti
untung e luih okeh, iki tak turu sek ah.”
SCENE 10 EXT. PANGKALAN – PAGI - DAY 2
Pagi nya Riko sudah ada di pangkalan dan disana dia bermain
gamenya lagi.
Saat sedang bermain, vino datang dan langsung duduk di samping
Riko.
VINO
“esuk – esuk ngene wis neng kene ko, lagi nge spin we yo?”
RIKO
“Iyolah, nde wingi aku nyobo menang, trus iki tak jajal meneh”
VINO
“wah lagi nyobo wes jp aeee rek - rek”
Setelah perbincangan itu, Vino mendapat orderan dan Vino pun
pergi.
Selang beberapa Menit Vino Kembali ke pangkalan dan ternyata
Riko masih berada di sana sambil bermain game nya.
Vino duduk sambil bertanya.
VINO
“po gak narik ngojol ko, kok ket mau sih neng kene wae?”
RIKO
“ah nko wae, seh asik ngespin kihh”
VINO
“yowes aku tak melu dolanan wae neknu”
Saat kedua nya sedang asik bermain, Riko berhasil mendapatkan
untung yang lebih banyak dari sebelumnya, dia pun tersenyum
bangga.
Karena sudah merasa lelah Riko langsung pergi untuk membelikan
obat untuk ayahnya.
SCENE 11 INT. RUMAH RIKO – RUANG TENGAH – SORE – DAY 2
Sesampainya di rumah, Riko langsung masuk ke dalam rumah
sambil membawa obat untuk ayahnya.
RIKO
“Iki yo pak obat e tak deleh meja, aku leren sek neng kamar”
Riko menaruh obat dimeja.
Ujang diam saja tanpa menjawabnya.
SCENE 12 INT. RUMAH RIKO – KAMAR TIDUR – SORE – DAY 3
Setelah itu Riko masuk kamar, melepas jaketnya, kemudian Riko
berbaring di kasurnya sambil bermain hp nya.
Karena bosan Riko akhirnya membuka game lagi dan memainkan
nya.
Riko men depositkan uang nya lebih banyak agar ia mendapatkan
untung yang lebih banyak juga.
Riko asik bermain hp nya hingga ta terasa waktu sudah
menunjukkan pukul 10 malam
(Shot kamar Riko, Riko yang sedang bermain hp nya).
RIKO
“Nyobo Depo sing luweh akeh ah, sopo reti hasil e iso luwih
akeh meneh”
Ternyata setelah Riko mendeposit dengan jumlah yang lebih
banyak, namun hasilnya tidak sesuai dengan yang ia harapkan.
Riko berekspresi kecewa.
Cut To.
SCENE 13 EXT. RUMAH RIKO – TERAS RUMAH – SIANG – DAY 3
Riko bangun kesiangan lalu melihat jam sudah pukul 12.00.
Riko malas untuk bekerja dan melanjutkan main game judi online
dengan sisa uang saldonya agar bisa menambah pemasukan.
Sampai akhirnya riko kehabisan uang.
Riko merasa bingung antara mau kembali ngojol tetapi orderan
selalu berkurang atau dia memilih game online dengan cara yang
mudah.
Akhirnya ia memilih bermain judi online dan menjual motornya
di facebook untuk ia depositkan kembali.
SCENE 14 EXT. RUMAH RIKO – TERAS RUMAH – SORE – DAY 3
Datanglah seorang bapak tua ke rumah Riko.
BAPAK TUA
“Misi mas, leres nggih griyane mas Riko?”
RIKO
“Nggih pak, kulo Riko. Bapak seng ajeng tumbas motore kulo?”
BAPAK TUA
“Iya mas,ikiyo mas motore, tak cek e sek yo motore?”
Bapak tua mengecek motor.
BAPAK TUA
“iki aku cocok mas tak gowo mulih langsung angsal mboten mas?”
RIKO
“nggih pak angsal, bar njenengan bayar, motor langsung saget
jenengan beto”
BAPAK TUA
“oke mas, niki artone mas, mang cek riyen”
RIKO
“artone sampun pas pak, matur suwun nggih”
Setelah selesai melakukan penjualan dan pembayaran.
Bapak tua pergi membawa motornya dengan Riko yang memegang
uang nya tadi.
ACT 3
SCENE 15 EXT. RUMAH RIKO – TERAS RUMAH – MALAM – DAY 3
Setelah mendapatkan uang dari hasil menjual motornya, Riko
langsung mendeposit uang tersebut dan main lagi.
Namun sayangnya saat di sisa uang terakhirnya tersebut,
ternyata Riko tidak memenangkan JP nya tersebut.
Karena merasa Kecewa dengan ekspetasi nya itu Riko akhirnya
membanting HP nya.
RIKO
“AAARGH” (teriak riko)
Lalu ia teriak-teriak tidak jelas layaknya orang gila, dan
tiba-tiba Riko berekspresi flat.
BLACK SCREEN
SCENE 16. CLOSING
Backsound sedih
Shot ruang Tengah Rumah Riko.
Terlihat Ujang sedang tertawa tidak jelas.
Riko datang dengan ekspresi kosong lalu duduk di sebelah Ujang
dan tiduran di paha ujang sambil merubah ekspresinya menjadi
ketawa-ketawa tidak tidak jelas.
DIP TO BLACK
CREDIT TITLE