SATUAN ACARA PENYULUHAN
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY.S NYERI KEPALA DENGAN
DIAGNOSA VERTIGO DI BANGSAL AL-INSAN RS PKU MUHAMMADIYAH
BANTUL
Dosen Pembimbing Akademik : Afi Lutfiyati [Link]
Dosen Pembimbing Lahan : Anestiani D,[Link]
TRATIKA YUHERLIZA
243203141
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA
2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik : Vertigo
Hari/tanggal : 10 maret 2025
Tempat : RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL
Sasaran : Keluarga Ny. S
A. Tujuan
1. Tiu (Tujuan Instruksional Umum)
Setelah melakukan healtheducation keluarga peserta dapat memahami tentang vertigo.
1. TIK (Tujuan Instruksional Khusus)
Setelah melakukan penyuluhan kesehatan selama 1x45 menit, Klien dan keluarga
mengerti dan memahami tentang :
a. Pengertian Vertigo
b. Penyebab Vertigo
c. Tanda dan Gejala Vertigo
d. Penatalaksanaan Vertigo
e. Komplikasi Vertigo
f. Pencegahan Vertigo
B. Sub pokok Bahasan :
1. Pengertian penyakit vertigo
2. Penyebab penyakit vertigo
3. Tanda dan gejala penyakit vertigo
4. Penatalaksanaan Vertigo
5. Komplikasi Vertigo
6. Pencegahan Vertigo
C. Pengorganisasian
1. Penyaji :
D. Metode : Ceramah , Tanya jawab
E. Media : Leaflet
F. Kegiatan penyuluhan : ceramah,Tanya jawab, diskusi
Tahap/waktu Kegiatan penyajian Kegiatan sasaran Metode Media
Pembukaan [Link] salam [Link] salam Ceramah -
(5 menit) [Link] pertanyaan [Link] dan
[Link] Tujuan memperhatikan penyaji
Penyuluhan
Menyebutkan materi/pokok
bahasan yang akan di
sampaikan
Penyajian Menjelaskan materi [Link] mendengarkan Ceramah Leaflet
(10 menit) penyuluhan secara berurutan dengan seksama.
dan teratur. [Link] menyimak dan
Materi : memperhatikan
[Link] vertigo
[Link] vertigo
[Link] dan gejala vertigo
[Link] vertigo
5. Komplikasi vertigo
6. Pencegahan vertigo
Diskusi [Link] kesempatan Peserta aktif bertanya dan Tanya -
( 5 menit ) pada peserta untuk bertanya mengungkapkan jawab
tentang materi yang kurang pendapatnya
di pahami
Penutup 1. Menyimpulkan [Link] dan Ceramah Leaflet
( 5 menit ) materi Penyuluhan yang telah mendengarkan
di sampaikan Menjawab
2. Menyampaikan [Link] salam
terima kasih atas perhatian
dan waktu yang telah di
berikan kepada peserta
3. Mengucapkan salam
G. Evaluasi
Kriteria Hasil :
a. Evaluasi Stuktur :
Sebelum kegiatan penyuluhan dilaksanakan Satuan Acara Penyuluhan telah siap.
Penyuluhan akan di laksanakan di Rumah Ny. S. Program tersebut dilakukan pada
hari sebelumnya dan juga sudah dilakukan persiapan pengetahuan dengan membaca
literatur yang di dapat dari perkuliahan.
b. Evaluasi Proses
Peseta termotifasi untuk mengetahui kegiatan penyuluhan dan tidak meninggalkan
tempat sebelum kegitan penyuluhan selesai.
c. Evaluasi Hasil
a. Peseta dapat menyimpulakn inti penyuluhan
b. Peserta mampu Menyampaikan secara singkat materi Penyuluhan
H. Materi
1. Pengertian Vertigo
Vertigo adalah perasaan seolah-olah penderita bergerak atau berputar, atau seolah-
olah benda di sekitar penderita bergerak atau berputar, yang biasanya
disertai dengan mual dan kehilangan keseimbangan. Vertigo bisa berlangsung hanya
beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari. Penderita kadang
merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa terus berlanjut
meskipun penderita tidak bergerak sama sekali (Israr, 2020).
2. Penyebab
Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga, di dalam saraf yang
menghubungkan telinga dengan otak dan di dalam otaknya sendiri. Vertigo
juga bisa berhubungan dengan kelainan penglihatan atau perubahan tekanan
darah yang terjadi secara tibatiba. Penyebab umum dari vertigo: (Israr, 2020)
1. Keadaan lingkungan
a. Motion sickness (mabuk darat, mabuk laut)
2. Obat-obatan
a. Alkohol
b. Gentamisin
3. Kelainan sirkulasi
a. Transient ischemic attack (gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya
aliran darah ke salah satu bagian otak) pada arteri vertebral dan arteri basiler
4. Kelainan di telinga
a. Endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian
dalam (menyebabkan benign paroxysmal positional vertigo)
b. Infeksi telinga bagian dalam karena bakteri
c. Herpes zoster
d. Labirintitis (infeksi labirin di dalam telinga)
e. Peradangan saraf vestibuler
f. Penyakit Meniere
[Link] neurologis
a. Sklerosis multiple
b. Patah tulang tengkorak yang disertai cedera pada labirin, persarafannya
atau keduanya
c. Tumor otak
d. Tumor yang menekan saraf vestibularis. ( handari.2020)
3. Tanda dan gejala
No Vertigo Periferal Vertigo Sentral (Non-
(Vestibulogenik) Vestibuler)
1 Pandangan gelap Penglihatan ganda
2 Rasa Lelah dan stamina Sukar menelan
menurun
3 Jantung berdebar Kelumpuhan otot-otot
4 Hilang keseimbangan Sakit kepala yang
parah
5 Tidak mampu berkonsentrasi Kesadaran terganggu
6 Perasaan seperti mabuk Tidak mampu berkata-
kata
7 Otot terasa sakit Hilangnya koordinasi
8 Mual dan muntah Mual dan muntah-
muntah
9 Memori dan daya piker Tubuh terasa lemas
menurun
10 Sensitive pada cahaya terang
11 Berkeringat
4. Penatalaksanaan Vertigo :
Ada 3 jenis terapi vertigo yang bisa dilakukan dirumah, yaitu :
1. Manuver Epley
Terapi vertigo pertama adalah Manuver Epley, yang dilakukan jika sumber sakit
berasal dari kepala sebelah kiri. Jika vertigo berasal dari kepala sebelah kanan,
lakukan gerakan ke arah sebaliknya. Caranya dilakukan dengan:
Duduk di tepi tempat tidur dan putar kepala sebanyak 45 derajat ke arah kiri.
Berbaring dengan posisi kepala yang sama, tahan selama 30 detik. Tempatkan
bantal di bahu, bukan kepala.
Putar 90 derajat kepala ke kanan tanpa mengangkatnya. Tahan selama 30 detik.
Putar kepala dan tubuh ke kanan hingga melihat lantai. Tahan selama 30 detik.
Kemudian duduk beberapa menit, jangan langsung beranjak dari kasur.
2. Manuver semont
Gerakan terapi vertigo selanjutnya adalah Manuver Semont. Gerakan dilakukan jika
sumber sakit berasal dari kepala sebelah kiri. Jika vertigo berasal dari kepala sebelah
kanan, lakukan gerakan ke arah sebaliknya. Caranya dilakukan dengan:
Duduk di tepi tempat tidur dan putar kepala sebanyak 45 derajat ke arah kanan.
Pertahankan posisi kepala, kemudian berbaring ke sisi kiri dengan cepat. Tahan
posisi selama 30 detik.
Kemudian duduk beberapa menit, jangan langsung beranjak dari kasur.
3. Manuver Half-Somersault atau Foster
Gerakan terapi vertigo yang terakhir adalah Manuver Half-Somersault atau Foster.
Caranya dilakukan dengan:
Berlutut dan lihat langit-langit beberapa detik.
Membungkuk hingga kepala menyentuh lantai. Tundukkan dagu hingga
menempel dada. Tahan posisi selama 30 detik.
Putar kepala pada sisi yang mengalami vertigo. Tahan posisi selama 30 detik.
Angkat kepala dengan cepat sampai sejajar dengan punggung. Tahan posisi
selama 30 detik.
Angkat kepala sampai tegak, lalu perlahan berdiri.
[Link] Vertigo
Bila penyakit vertigo dibiarkan berlarut-larut maka akan mengakibatkan :
1. Penurunan kesadaran
2. Tuli
3. Kelumpuhan otot-otot wajah
4. Buta
[Link] Vertigo
1. Memiliki Pola Hidup yang Sehat
Pola hidup yang sehat sulit sekali dimiliki masyarakat saat ini.
Masyarakat seringkali sulit memiliki kehidupan yang sehat. Waktu yang padat dengan
aktivitas, membuat seseorang menjadi lebih memilih untuk beristirahat daripada
berolahraga. Lebih memilih untuk makan makanan cepat saji daripada makanan sehat.
Oleh sebab itu, anda disarankan untuk menjaga pola hidup yang sehat dengan waktu
yang tetap padat. Vertigo pun dapat dicegah dengan maksimal dengan
memiliki hidup yang sehat.
2. Menghindari Kondisi Anemia
Anemia merupakan kondisi yang menunjukkan seseorang dalam kondisi
kekurangan darah. Kekurangan darah dapat ditunjukkan dengan kondisi kepala yang
mudah pusing dan berputar-putar. Menjaga kondisi tubuh terhindar dari
anemia membuat pembentukan sel darah merah menjadi lebih maksimal.
Sehingga tubuh pun tidak mudah lagi terkena penyakit vertigo. Karena penyakit
vertigo berpengaruh dengan sel darah yang kurang dan membuat seseorang menjadi
mudah pusing dan berputar-putar. Oleh sebab itu, hindarilah kondisi anemia
sebisa mungkin anda lakukan.
3. Menghindari Konsumsi Minuman Beralkohol
Minuman beralkohol merupakan kebiasaan tidak sehat yang sering dilakukan oleh
masyarakat masa kini. Konsumsi minuman beralkohol ini seringkali dikira
sebagai gaya hidup terkini yang membuat semakin banyak anak-anak
memiliki kecanduan pada minuman beralkohol. Dalam hal mencegah penyakit vertigo,
salah satu cara pencegahan vertigo pun dapat dilakukan dengan tidak
mengonsumsi minuman beralkohol. Minuman beralkohol ini dapat membuat
penyakit vertigo menjadi lebih mudah kambuh dan semakin mudah sakit.
4. Mengelola Stress dengan Baik
Stress juga diketahui dapat memicu penyakit vertigo. Alasannya karena beban stress
akan menekan beberapa saraf kepala yang kemudian memicu rasa sakit
berputar. Berbagai permasalahan penyakit vertigo ini dapat anda hindari
dengan mengelola stress dengan baik. Oleh karena itu, cara mencegah vertigo yang
popular juga dikenal dengan mengelola stress. Kelolah stress dengan baik dan
dapatkanlah tubuh sehat anda yang terbebas dari vertigo. Tubuh anda pun dapat
kembali lebih sehat dan tidak lagi tertekan gejala vertigo.
5. Memposisikan Kepala yang Lebih Tinggi saat Tidur
Satu lagi cara pencegahan vertigo terjadi pada seseorang dilakukan dengan
memposisikan kepala dengan tepat saat tidur. Posisi kepala selama tidur yang tidak
tepat sangat membahayakan. Hal ini dilatarbelakangi oleh tersumbatnya aliran darah
ke kepala. Oleh sebab itu, cara tidur orang vertigo diharapkan dapat memposisikan
kepala yang lebih tinggi saat tidur. Posisi kepala yang lebih tinggi dapat membuat
kepala dapat lebih mudah menerima dan mengalirkan darah. Sakit kepala
seperti vertigo pun dapat lebih mudah dicegah.
6. Menghindari Perubahan Posisi secara Mendadak
Perubahan posisi secara mendadak pun diketahui sangat membahayakan untuk
menimbulkan vertigo. Hal ini diketahui karena vertigo memang ditimbulkan
oleh permasalahan keseimbangan tubuh. Keseimbangan tubuh yang terganggu
ini menyebabkan pergerakan tiba-tiba dapat membuat lingkungan berputar
dan terasa pusing mendadak. Oleh sebab itu, bergeraklah perlahan-lahan dan hindari
perubahan posisi mendadak yang membahayakan vertigo dapat menyerang
seseorang. Jadi mulai sekarang berhati-hatilah dalam bergerak dan cegah vertigo
menyerang.
7. Menjaga Kesehatan Jantung
Jantung yang terjaga kesehatannya diketahui penting untuk menentukan apakah
seseorang dapat terkena penyakit vertigo atau tidak. Seperti diketahui, jantung yang
sehat menentukan peredaran darah yang lancar. Tanpa peredaran darah yang lancar,
maka aliran darah menuju ke kepala pun seringkali tersumbat. Oleh sebab
itu, lakukanlah berbagai upaya untuk menjaga kesehatan jantung. Sehingga
Kesehatan jantung pun dapat memastikan penyakit vertigo anda tidak
mudah kambuh lagi. Mulai dari sekarang jagalah kesehatan anda dengan baik.
8. Menjaga Kesehatan Telinga
Kesehatan telinga diketahui juga berhubungan dengan penyakit vertigo yang sering
menyerang seseorang. Seperti diketahui, telinga memiliki saluran di bagian dalam
yang disebut dengan labirin. Kondisi labirin yang tidak sehat dapat berbahaya karena
akan menyebabkan keseimbangan tubuh menjadi terganggu. Oleh sebab itu, anda
diharapkan dapat memastikan kesehatan telinga anda terus terjaga. Pastikan
untuk selalu membersihkan telinga dan menjaganya dari resiko cedera.
Dengan demikian, telinga anda pun dapat terus menjaga keseimbangan tubuh.
9. Menghindari Konsumsi Obat-Obatan Kimia Berlebihan
Obat-obatan kimia yang dikonsumsi berlebihan seringkali menjadi penyebab
kerusakan telinga. Jika telinga rusak, maka keseimbangan tubuh dapat
terganggu. Keseimbangan tubuh yang terganggu kemudian menyebabkan vertigo
terjadi. Oleh sebab itu, hindarilah konsumsi obat obatan kimia berlebihan untuk
mencegah vertigo terjadi. Jadi cara mencegah vertigo kemudian adalah
menghindari konsumsi obat-obatan kimia berlebihan secara sering dan rutin.
10. Menghindari Cedera pada Bagian Kepala
Cedera pada bagian kepala juga seringkali menjadi penyebab sakit kepala,
misalnya vertigo. Kepala dapat cedera akibat berbagai kecelakaan. Misalnya
pukulan benda tumpul dan memar pada kepala menyebabkan seseorang
menjadi kesulitan untuk menjaga kesehatan kepalanya. Seseorang yang mengalami
cedera kepala dapat menyebabkan vertigo menjadi lebih mudah kambuh. Oleh sebab
itu, hindarilah cedera pada bagian kepala anda untuk mencegah vertigo kambuh.
11. Menghindari Cedera pada Bagian Tulang Belakang
Tulang belakang juga merupakan pusat saraf manusia. Untuk itu, penting
menjaga kesehatan tubuh seseorang dengan tidak membiarkan bagian tulang
belakangnya menjadi cedera. Tulang belakang yang cedera dapat
mempengaruhi saraf dan menimbulkan penyakit kepala seperti vertigo. Oleh karena
itu, pastikanlah untuk menjaga kesehatan kepala anda dan menghindari vertigo
dengan menghindari cedera pada bagian tulang belakang anda.
12. Mengonsumsi Makanan yang Bernutrisi Baik
Makanan yang bernutrisi baik perlu untuk dikonsumsi agar kekebalan tubuh dapat
terjaga dengan baik. Memiliki tubuh dengan kekebalan tinggi menjamin
kesehatan tubuh dapat lebih mudah dijaga dari serangan penyakit. Termasuk juga
serangan penyakit vertigo. Oleh sebab itu, pastikanlah untuk menjaga
kesehatan tubuh anda dengan tidak mengonsumsi makanan penyebab vertigo kambuh,
seperti makanan beku, jeroan, daging yang berlebihan, dll. Selalulah
mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi dan menyehatkan
tubuh.( Gopinath.2020)
DOKUMENTASI
( Sudah izin keluarga )
DAFTAR PUSTAKA
Ishar. (2020). Pengaruh Terapi Brandt Daroff Terhadap Penurunan Tingkat Gejala Vertigo Pada
Pasien Vertigo Di Kelurahan Pejagan Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan. Undergraduate
Thesis, Universitas Muhammadiyah Gresik. 
Gopinath, S., & Choi, S. Y. (2020). Effect of the Epley Maneuver and Brandt Daroff Exercise on
Benign Paroxysmal Positional Vertigo Involving the Posterior Semicircular Canal Cupulolithiasis: A
Randomized Clinical Trial. Frontiers in Neurology, 11, 352-356.
Handariah, S., & Masruroh, S. (2020). Penerapan Terapi Brandt Daroff Untuk Mengurangi Nyeri
Vertigo Pada Pasien Vertigo Di Puskesmas Lubuk Buaya Padang. e-Journal, Universitas
Muhammadiyah Magelang. 
Nike, C. D. I. T. (2021). Pengaruh Pemberian Terapi Fisik Brandt Daroff Terhadap Vertigo Di Ruang
UGD RSUD Dr. R Soedarsono Pasuruan. Jurnal Keperawatan Terapan, 4(1), 59–64. 
Surtani, S., & Malueka, R. (2023). Bunga Rampai Vertigo. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Zamis, Z. (2020). Prevalensi Vertigo pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kota
Padang Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Andalas, 9(1), 15-20.