A.
CBCL
1. Observasi
Tes dilaksanakan di rumah klien pada pukul 13.30 dan berakhir pada pukul
14.30 dengan total waktu pengerjaan 60 menit. Pemeriksa membacakan pertanyaan-
pertanyaan yang ada pada lembar CBCL bagian competence scale. Sesekali ibu ER
menanyakan kembali pertanyaan yang dibacakan oleh pemeriksa, setelah ibu ER
mengerti ibu pun menjawab pertanyaan dengan lancar. Selama pengambilan tes, ibu
ER terlihat antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dibacakan oleh pemeriksa.
Memasuki akhir pemberian tes, terlihat A yang mendatangi ibu kemudian duduk di
samping ibunya sembari mengatakan bahwa ia sedang lapar dan ingin makan. Terlihat
sang ibu menyuruh A mengambil makanannya sendiri akan tetapi A tidak mau.
Melihat respon A yang seperti itu, sambil mengelus kepala A ibu menyuruh A untuk
sabar lalu ibu ER lanjut menjawab dengan fokus pertanyaan yang diberikan oleh
pemeriksa sampai selesai.
Hasil dan Interpretasi Competence Scale
Activites Total Social Total School Total
III. A. of VII. 1. Mean
I. A. of Sport 2 1 2,2
Organization Performance
I. B. Mean of
III. B. Mean of
Participation VII. 2. Special
1,2 participation in 1 1
and skill in class
Organization
sport
II. B. Mean of
Participation VII.3. Repeated
1 V.1. of friends 1 1
and skill in grade
activities
V.2. Frequency of VII.4. School
IV.A. of jobs 1 1 1
contacts with friends Problems
IV.B. Mean job VI.A. Behavior with
1 3
quality others
VI.B. Behavior alone 0
Total 6,2 7 5,2
Total Competence Score Keterangan
Activities 6,2 Normal Range
Social 7 Normal Range
School 5,2 Normal Range
Total 18,4 Normal Range
Total T from Table 50 Normal Range
Berdasarkan hasil pemeriksaan pada CBCL for boys (competence scale),
didapatkan bahwa kompetensi A pada aspek aktivitas, sosial, dan sekolah berada para
taraf normal sesuai dengan anak-anak seusianya. Hal ini mengindikasikan bahwa A
memiliki performa aktivitas fisik, sosial, dan sekolah yang baik dan tidak mengalami
hambatan dalam ke tiga domain tersebut.
A menjalani serangkaian aktivitas fisik seperti bermain sepak bola, bersepeda dan
taekwondo. Kegiatan yang paling sering A lakukan adalah bermain sepak bola,
biasanya ia bermain sepak bola dengan teman-temannya setiap sore hari pada pukul
16.30 dan selesai ketika magrib. Kemampuan A dalam bermain sepak bola di atas
rata-rata anak seusianya, ia mengikuti les sepak bola pada usia 8 tahun dan klub
bolanya pernah mendapatkan juara 1. Selain bermain sepak bola, A juga senang
bersepeda. Biasanya dia akan bersepeda saat akan menjumpai teman-teman yang
tinggal 1 komplek dengannya. Selain itu A juga mengikuti taekwondo, kegiatan ini
dilakukan sebanyak 2 kali dalam seminggu pada pukul 16.00 sampai 18.00.
A memiliki hobi menonton film. A menyukai film bergenre action dan horor.
Biasanya A menonton film dengan keluarga setiap akhir minggu dan jika teman-
temannya datang berkumpul, maka ia akan menonton film dengan teman-temannya.
Selain itu A memiliki tugas di rumah yang dilakukaknnya setiap hari, seperti
membuka seluruh jendela rumah setiap pagi dan membuang sampah.
Kemampuan sosial A berada pada taraf normal anak seusianya. Ia mengiktui
kursus mata pelajaran dari hari senin-kamis, pukul 13.00-15.00 dan mengikuti
taekwondo sebanyak dua kali dalam seminggu. A aktif dalam mengikuti kursus dan
taekwondonya, A jarang membolos kecuali saat memang ada halangan dan sedang
sakit. Selain itu A memiliki teman akrab yang tinggal di sekitar rumahnya sebanyak
2-3 orang dan dapat bergaul baik dengan mereka. Ketika sore A dan teman-temannya
sering bermain bersama.
Kemampuan akademik A juga berada pada taraf normal anak seusianya. Pada
pelajaran yang berkaitan dengan komputer, A cepat mengerti dan ketika mendapati
tugas yang berkaitan dengan komputer A tidak pernah meminta bantuan ibu untuk
mengerjakannya. Di sekolah A tidak memiliki masalah akademik yang berarti. ia juga
belum pernah masuk ke dalam kelas khusus atau tinggal kelas.
a. Hasil dan Interpretasi Problem Scales
Skala Skor Keterangan
1. Withdrawn 5 Normal Range
2. Somatic Complains 3 Normal Range
3. Anxious/Depressed 10 Borderline Clinical Range
4. Social Problems 6 Borderline Clinicall Range
5. Thought Problems 2 Normal Range
6. Attention Problems 8 Normal Range
7. Delinquent Behavior 2 Normal Range
8. Aggressive Behavior 16 Normal Range
Internalizing 18
INT T 71
Externalizing 18
EXT T 62
Total Score 26
Total T 57
Berdasarkan hasil pemeriksaan pada CBCL for boys (problem scale), diketahui
bahwa pada domain internalizing, aspek withdrawn A berada pada kategori normal. A
merupakan anak yang mudah bergaul, setiap sore ia menghabiskan waktu bermain dengan
teman-temannya di lapangan komplek. Akan tetapi jika bertemu dengan orang yang baru
dikenal A cenderung pemalu, sehingga membutuhkan waktu untuk dapat dekat dengan
orang tersebut. A juga terkadang merajuk jika permintaannya tidak dipenuhi oleh
orangtuanya. Pada aspek somatic complaints, A berada pada kategori normal. Tidak
terdapat masalah yang berarti pada A. Pada aspek anxious/depressed, A berada pada
kategori borderline clinical. A sering mengeluh kesepian dan merasa sedih saat ibu atau
ayah pergi, A juga sering menangis jika dimarahi oleh ibu. Saat dimarahi oleh ibu, ia akan
bercerita di buku hariannya dan menuliskan bahwa tidak ada yang menyayangi dan
mencintai dirinya. Selain itu A akan merasa malu pada situasi tertentu, misalnya ketika
bertemu orang yang baru saja ia jumpai. Rasa malu yang dimiliki oleh A membuat A peka
terhadap penilaian orang lain. Terkadang kepekaannya akan pikiran orang lain
membuatnya takut dan khawatir akan berbuat salah sehingga ia merasa dirinya harus
sempurna.
Pada domain internalizing-externalizing, aspek social problems A berada pada
kategori borderline clinical. A cenderung menunjukkan perilaku kenak-kanakan, sering
menempel manja pada orang dewasa, terutama ibu, dan membutuhkan waktu lebih lama
untuk menyesuaikan diri dengan anak-anak lain. Pada aspek thought problems dan aspek
attention problem A berada pada kategori normal. A mampu memusatkan perhatiannya
ketika sedang mengerjakan sebuah tugas, ia juga mampu mengontrol dirinya seperti duduk
diam dengan tenang dan tidak hiperaktif.
Pada domain externalizing, perilaku A normal untuk anak seusianya serta tidak
mengganggu lingkungan di sekitarnya. Aspek delinquent behavior menunjukkan tidak
adanya kenakalan yang pernah A lakukan hingga sampai merusak atau menganggu
lingkungan di sekotarnya. Perilaku agresifnya pada aspek aggressive behaivor juga
termasuk dalam kategori normal. Hanya saja terkadang A terlibat pertengkaran dengan
kedua kakaknya, menuntut untuk selalu mendapatkan perhatian dari ibu, dan terkadang
tidak patuh di rumah. A juga mudah merasa cemburu ketika ada orang lain yang tidur
bersama ibu, sering kali berteriak, keras kepala, serta cepat tersinggung saat dinasehati.
b. Kesimpulan CBCL
Pada aspek aktifitas dalam competence scale, A menjalani serangkaian aktivitas
fisik seperti bermain sepak bola, bersepeda dan taekwondo. Kegiatan yang paling sering A
lakukan adalah bermain sepak bola, biasanya ia bermain sepak bola dengan teman-
temannya setiap sore hari pada pukul 16.30 dan selesai ketika magrib. Selain itu A
memiliki hobi menonton film dan memiliki tugas di rumah yang dilakukaknnya setiap
hari, seperti membuka seluruh jendela rumah setiap pagi dan membuang sampah. Pada
aspek sosial, A memiliki teman akrab yang tinggal di sekitar rumahnya sebanyak 2-3
orang dan dapat bergaul baik dengan mereka. Ketika sore A dan teman-temannya sering
bermain bersama. Kemampuan akademik A juga berada pada taraf normal anak seusianya.
A cepat tanggap dengan pelajaran yang berkaitan dengan teknologi komputer. Di sekolah
A tidak memiliki masalah akademik yang berarti, ia juga belum pernah masuk ke dalam
kelas khusus atau tinggal kelas.
Hasil pemeriksaan CBCL/4-18 problem scale menunjukkan bahwa pada domain
internalizing aspek withdrawn dan somatic complaints A masih dalam kategori normal.
Sedangkan pada aspek anxious depressed berada pada kategori borderline clinical. Ketika
ayah dan ibu pergi A sering merasa kesepian sehingga A tidak pernah ditinggal sendiri di
rumah. Selain itu A merupakan anak yang pemalu, rasa malu yang dimiliki oleh A
membuat A peka terhadap penilaian orang lain. Pada domain internalizing-externalizing,
aspek social problems A berada pada kategori borderline clinical. A cenderung
menunjukkan perilaku kenak-kanakan, sering menempel manja kepada ibu, dan
membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan anak lain. Pada aspek
attention problems dan thought problems tergolong ke dalam kategori normal. Begitu juga
pada domain externalizing, perilaku A normal untuk anak seusianya serta tidak
mengganggu lingkungan di sekitarnya.
Masalah lain yang muncul adalah A sering cedera dan mendapatkan luka ketika
bermain, saat malam terkadang A bermimpi buruk lalu terbangun dari tidurnya. A suka
memilih-milih makanan, ia tidak suka memakan sayur sehingga terkadang A malas untuk
makan. A anak yang terlalu memperhatikan kerapian dan penampilan, saat akan tidur pun
ia ingin tempat tidurnya selalu rapi. Selain itu A juga masih sering merengek untuk
mendapatkan sesuatu.