0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan11 halaman

Film Fiksi Bisu: Kisah Sella dan Lukisan

Dokumen ini adalah draft skenario film fiksi bisu berjudul tentang Sella, seorang gadis berusia 17 tahun yang berjuang untuk mengatasi trauma masa lalu dan menunjukkan bakat melukisnya. Film ini bertujuan untuk menginspirasi remaja Gen Z dengan pesan sosial tentang pentingnya percaya pada diri sendiri. Melalui perjalanan Sella, ia akhirnya mengikuti lomba melukis dan meraih juara, menandakan kemajuan dalam hidupnya.

Diunggah oleh

Flappy Bird
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan11 halaman

Film Fiksi Bisu: Kisah Sella dan Lukisan

Dokumen ini adalah draft skenario film fiksi bisu berjudul tentang Sella, seorang gadis berusia 17 tahun yang berjuang untuk mengatasi trauma masa lalu dan menunjukkan bakat melukisnya. Film ini bertujuan untuk menginspirasi remaja Gen Z dengan pesan sosial tentang pentingnya percaya pada diri sendiri. Melalui perjalanan Sella, ia akhirnya mengikuti lomba melukis dan meraih juara, menandakan kemajuan dalam hidupnya.

Diunggah oleh

Flappy Bird
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

WRITTEN :

Cindy Rahayu Putri

Kiella Maretha Gracia

Hanun Az - Zahra

Maulidiya

Cellld045@[Link]

kielzael@[Link]

hanunazzahra18@[Link]

ajamaulidiya@[Link]

WA (+6287772442779)

WA (+6285811938832)

WA (+6282114701276)

WA (+6285710185171)

DRAFT#01

010324

DRAFT#02

090324

Jenis Film : Fiksi Bisu

Gendre : Inspiratif

Target Audience : Remaja Gen Z


Pesan Sosial : Pentingnya mengatasi trauma pada masa lalu dan

percaya pada diri sendiri untuk menunjukkan


bakat

yang dimiliki.

LOGLINE :

Sella (17) gadis yang sangat mahir di bidang melukis. Tetapi


Sella takut untuk menunjukkan bakatnya, dikarenakan kejadian
pada masa lalunya. Sella mengabaikan beberapa kesempatan yang
ia mampu lakukan. Kehidupan Sella pun berulang – ulang seperti
itu saja tanpa adanya kemajuan. Hingga suatu saat, Sella
tersadar akan kehidupannya dan Sella mulai mengikuti lomba
melukis. Sehingga Sella mampu memperoleh suatu juara dan
kisahnya.

PREMIS :

Sella seorang gadis yang berjuang menghadapi kejadian dari


masa lalunya. Namun, Sella menyadari potensi yang dimilikinya
dan memutuskan untuk mengikuti lomba melukis. Hingga suatu
saat, Sella meraih sebuah juara dan kisahnya.

Sinopsis :

Sella seorang gadis berusia 17 tahun yang memiliki bakat


melukis. Namun, kejadian yang ia alami dimasa lalunya
membuatnya takut untuk menunjukkan bakatnya. Sella selalu
mengabaikan beberapa kesempatan. Hingga suatu saat, Sella
tersadar akan kemampuannya dan mulai mengikuti lomba Lukis.
Dengan keberaniannya, Sella berhasil meraih juara.
1. INT. RUMAH. PAGI HARI

CAST : Sella

Sella mengambil canvas yang berada di atas meja belajar dan


memasukkan ke dalam totebag.

Sella berjalan menuju ke arah pintu kamarnya.

Sella keluar dari kamarnya dan menuju ke pintu keluar


rumahnya.

CUT TO :

2. EXT. TAMAN. SIANG HARI

CAST : Sella dan seorang gadis

Sella berjalan ke arah tempat duduk.


Sella duduk dan mengeluarkan alat - alat lukisnya.

Sella sedang melukis dan mendapatkan notifikasi sebuah


informasi lomba melukis.

Sella mengambil HP itu, lalu melihatnya dan menaruh HP itu


kembali.

Sella melanjutkan melukis.

Seorang gadis yang sedang membawa barang bawaan seperti


karton, buku, dan totebag berjalan dan melewati hadapan Sella.

Seorang gadis itu tersandung dan barang – barangnya pun


terjatuh.

Sella melihat, memberhentikan melukisnya dan bangkit dari


duduknya, lalu mengambil barang – barang tersebut dan
memberikan barang – barang tersebut kepada gadis itu.

Gadis itu mengambil dan tersenyum kepada Sella.

Sella mulai membereskan alat – alatnya.

Sella berjalan menuju rumahnya.


CUT TO :

3. EXT. RUMAH. SORE HARI

CAST : Sella

Sella memegang gagang pintu, lalu membukanya.

(Kembali keluar rumah)

Sella berada di luar rumah dengan ekspresi wajah kebingungan.

(close up)

Sella berbalik dan memegang gagang pintu kembali, lalu


membukanya.

(Kembali ke luar rumah)

Sella berada di luar rumah dengan ekspresi wajah mulai cemas.

(close up)

Sella berbalik dan memegang gagang pintu kembali, lalu


membukanya.
(Kembali ke luar rumah)

Sella berada di luar rumah dengan ekspresi wajah mulai panik.

4. EXT. TAMAN. SIANG HARI

CAST : Sella dan seorang gadis

Sella duduk dan melanjutkan lukisannya. Lalu Sella mendapatkan


notifikasi sebuah informasi lomba melukis.

Sella mengambil HP itu, lalu melihatnya dan menaruh HP itu


Kembali dengan raut wajah malas.

Sella melanjutkan melukis.

Seorang gadis yang sedang membawa barang bawaan seperti


karton, buku, dan totebag berjalan dan melewati hadapan Sella.

Seorang gadis itu tersandung.

Sella melihat, memberhentikan melukisnya dan bangkit dari


duduknya, lalu mengambil barang – barang tersebut dan
memberikan barang – barang tersebut kepada gadis itu.
Gadis itu mengambil dan tersenyum kepada Sella.

Sella membereskan alat – alatnya.

Sella berjalan menuju rumahnya.

CUT TO :

5. INT. RUMAH. SORE HARI

CAST : Sella

Sella memegang gagang pintu, membukanya dengan ekspresi wajah


ragu.

Sella berada di dalam rumah dan melihat ke arah sekitarnya.

Sella berjalan ke arah kamarnya.

CUT TO :
6. INT. KAMAR. SIANG HARI

CAST : Sella

Sella duduk di depan meja belajarnya dan terdiam.

Sella mengambil HP nya, dengan menyenderkan tubuhnya ke kursi.

Sella mulai mencari informasi tentang lomba itu dan


mendaftarkan diri ke lomba tersebut.

7. INT. KAMAR. SIANG HARI

CAST : Sella

Sella mengambil alat – alatnya kembali dan mulai melukis


dengan penuh semangat dan fokus.

Lukisan itu selesai, lalu mengupload lukisannya ke media


social.

BACK TO:

8. INT. KELAS. PAGI HARI

CAST : Sella
(DUA HARI KEMUDIAN)

Sella mendapatkan notifikasi pemenang lomba, Sella mengambil


HP nya dan membuka notifikasi tersebut.

Sella terkejut. Perlahan, ekspresinya berubah menjadi


tersenyum.

Sella merenung.

DIP TO BLACK :

9. INT. KELAS. PAGI HARI

CAST : Sella dan teman temannya

(Flash back)

Sella melihat lukisannya yang dulu dengan posisi duduk di


bangku.

Teman – temannya pun mengejek lukisan Sella, mendorong Sella,


melemparkan canvasnya Sella.
DIP TO BLACK :

10. INT. KELAS. PAGI HARI

CAST : Sella

Sella mengangkat palanya dan memakai tasnya, lalu beranjak


keluar kelas.

CUT TO BLACK CREDITS

Anda mungkin juga menyukai