PKM- KEWIRAUSAHAAN SEMENTARA
OPSI:
1. Sedotan dari ampas tebu
2. Nta de lidah buaya
3. Sabun eco enzym
1.1 Latar Belakang
Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua sebagai negara penyumbang sampah
plastik terbesar ke lautan di dunia. Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah,
Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun, Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, setiap hari satu orang menghasilkan
sekitar 0,7 hingga 1 kilogram sampah. Sedotan Plastik misalnya yang sering
digunakan oleh masyarakat dapat menyebabkan kerusakan pada ekosistem
dikarenakan sulit terurai. Menurut Divers Clean sebuah organisasi relawan
kebersihan laut, Indonesia menghasilkan sekitar 93 juta kilogram sampah sedotan
plastik per hari. Jumlah ini setara dengan jarak Jakarta sampai Meksiko dalam satu
hari. Kemudian dari segi kesehatan, karena produk plastik sulit untuk terurai maka
biasanya masyarakat memilih untuk membakarnya, hal ini tentu berdampak bagi
kesehatan dikarenakan polusi yang disebabkan oleh pembakaran sambah plastik
dapat menganggu kualitas udara serta menghambat pernafasan dan dapat berpotensi
menyebabkan penyakit. Merespon hal tersebut, beberapa alternatif telah
dikemukakan oleh beberapa peneliti seperti Hahladakis,et al., (2018);Shen, et al.,
(2020).Hal ini lah yang membuat penulis terinovasi untuk membuat Sedotan Ramah
Lingkungan Berbahan Baku Ampas Tebu guna meminimalisir penggunaan sedotan
berbahan plastik yang berdampak buruk jangka panjang bagi kesehatan dan
lingkungan.
1.2 Tujuan
Salah satu tujuan utama dari produk pipet berbahan dasar ampas tebu adalah untuk
mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, yang telah menjadi penyumbang utama
terhadap pencemaran lautan dan kerusakan ekosistem. Plastik yang sulit terurai
membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk dapat terdegradasi di alam, yang
mengakibatkan penumpukan sampah di lingkungan kita. Dengan menggantikan pipet
plastik dengan pipet berbahan ampas tebu, yang terbuat dari bahan alami dan mudah
terurai, kita dapat mengurangi jumlah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir,
serta mencegah pencemaran lingkungan yang lebih lanjut. sedotan ini dapat terurai lebih
cepat dibandingkan plastik konvensional. Pipet berbahan dasar tebu juga mendukung
keberlanjutan lingkungan dengan memanfaatkan limbah pertanian yang biasanya
terbuang sia- sia
Bahan baku sementara:
Ampas tebu
Asam polilaktat (PLA)
Pendukung:
Glikol ( sebagai
Selulosa ( untuk menguatkan sedotan)
Wax (untuk tahan air)