0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan11 halaman

Terapi Bermain Mewarnai untuk Anak

Dokumen ini adalah Satuan Acara Bermain (SAB) untuk terapi bermain mewarnai pada anak di rumah sakit, bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus dan mengurangi kecemasan anak selama perawatan. Terapi ini melibatkan aktivitas mewarnai yang dapat membantu anak mengekspresikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit. Metode yang digunakan mencakup ceramah dan bermain bersama, dengan evaluasi untuk mengukur keberhasilan terapi.

Diunggah oleh

Evaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan11 halaman

Terapi Bermain Mewarnai untuk Anak

Dokumen ini adalah Satuan Acara Bermain (SAB) untuk terapi bermain mewarnai pada anak di rumah sakit, bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus dan mengurangi kecemasan anak selama perawatan. Terapi ini melibatkan aktivitas mewarnai yang dapat membantu anak mengekspresikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit. Metode yang digunakan mencakup ceramah dan bermain bersama, dengan evaluasi untuk mengukur keberhasilan terapi.

Diunggah oleh

Evaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA BERMAIN (SAB)

TERAPI BERMAIN MEWARNAI

Disusun untuk memenuhi penugasan praktik klinik Keperawatan Anak


Di RSUD RAA Soewondo Pati

Dosen Pembimbing : Dr Sutarmi,MN

Disusun Oleh :
Dewi Puji Kusumawati
P1337420422144

POGRAM STUDI KEPERAWATAN BLORA PROGRAM DIPLOMA TIGA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
TAHUN 2025
Topik : Terapi Bermain Pada Anak di Rumah Sakit
Subtopik : Terapi Bermain Menggambar dan Mewarnai Pada Anak
Tujuan : Mengoptimalkan Perkembangan Motorik Halus
Tempat : Ruang Cattleya 2 RSUD RAA Soewondo Pati
Sasaran :
Permainan : Skill play
Hari/Tanggal : Minggu , 19 Januari 2025
Waktu :

A. Latar Belakang
Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulasi bagi perkembangan anak
secara optimal. Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit, aktivitas
bermain ini tetap dilaksanakan, namun harus disesuaikan dengan kondisi anak.
Pada saat dirawat di rumah sakit, anak akan mengalami berbagai perasaan
yang sangat tidak menyenangkan, seperti marah, takut, cemas, sedih, dan nyeri.
Perasaan tersebut merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami anak karena
menghadapi beberapa stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. Untuk itu,
dengan melakukan permainan anak akan terlepas dari ketegangan dan stress yang
dialaminya karena dengan melakukan permainan anak akan dapat mengalihkan
rasa sakitnya pada permainannya (distraksi) dan relaksasi melalui kesenangannya
melakukan permainan. Tujuan bermain di rumah sakit pada prinsipnya adalah
agar dapat melanjutkan fase pertumbuhan dan perkembangan secara optimal,
mengembangkan kreatifitas anak, dan dapat beradaptasi lebih efektif terhadap
stress. Bermain sangat penting bagi mental, emosional, dan kesejahteraan anak
seperti kebutuhan perkembangan dan kebutuhan bermain tidak juga terhenti pada
saat anak sakit atau anak di rumah sakit (Wong, 2009).
Berdasarkan sensus penduduk pada tahun 2003 didapatkan jumlah anak usia
toddler (1-3 tahun) di Indonesia adalah 13,50 juta anak. Anak-anak pada usia
toddler dapat memainkan sesuatu dengan tangannya serta senang bermain dengan
warna, oleh karena itu bermain dengan mewarnai bisa menjadi alernatif untuk
mengembangkan kreatifias anak dan dapat menurunkan tingkat kecemasan pada
anak selama dirawat. Mewarnai dapat menjadi salah satu media bagi perawat
untuk mampu mengenali tingkat perkembangan anak.
Dinamika secara psikologis menggambarkan bahwa selama anak bermain
dengan sesuatu yang diwarnai sesuai dengan imajinasi anak akan membantu anak
untuk menggunakan tangannya secara aktif sehingga merangsang motoric
halusnya. Oleh karena sangat pentingnya kegiatan bermain terhadap tumbuh
kembang anak dan untuk mengurangi kecemasan akibat hospitalisai, maka akan
dilaksanakan terapi bermain pada anak usia toddler dengan cara membuat kreasi
dengan mewarnai gambar.

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mendapatkan terapi bermain selama 20 menit, anak diharapkan bisa
merasa tenang selama perawatan di rumah sakit dan tidak takut lagi terhadap
perawat sehingga anak bisa merasa nyaman selama dirawat dirumah sakit.
2. Tujuan Instruksional Khusus

➢ Bagi anak :

1) Dapat mengembangkan imajinasi dan meningkatkan fungsi


kognitif

2) Dapat berlatih bersosialisasi dengan teman sebaya

3) Memenuhi kebutuhan bermain

4) Dapat berlatih bersikap sportif

5) Dapat mengurangi kecemasan dan ketegangan pada anak selama


dirawat di rumah sakit

6) Dapat meningkatkan kognitif anak dalam hal pemilihan warna


dalam mewarnai gambar.

7) Dapat beradaptasi lebih efektif terhadap stress karena sakit dan


lingkungan baru

➢ Bagi perawat :

1) Membangun trust antara pasien anak dan perawat sehingga


anak lebih kooperatif selama perawatan

2) Mampu mengaplikasikan teori terapi bermain pada anak usia 3-5


tahun

3) Mampu mengenal karakter tiap anak usia 3-5 tahun


C. Sasaran Kriteria Klien :

1) Anak yang berumur usia sekolah ( 3-5 tahun )

2) Anak kooperatif

3) Anak dengan komunikasi verbal baik

4) Anak yang tidak ada kontraindikasi untuk bermain

D. Materi

Terlampir
E. Metode

1. Ceramah

2. Bermain bersama
F. Media

1. Kertas bergambar buah buahan

2. Pensil

3. Crayon
G. Rencana Pelaksanaan

H. Rencana Evaluasi

1. Peserta terapi bermain mampu :

➢ Merasa senang, tenang terkait hospitalisasi


➢ Melakukan sosialisasi yang baik antara perawat-klien,
dan teman sebaya

➢ Kriteria Evaluasi

➢ Evaluasi struktur

1) Menyiapkan SAB
2) Menyiapkan Materi dan media

3) Kontrak waktu dengan sasaran

4) Menyiapkan tempat

➢ Evaluasi proses
➢ Sasaran memperhatikan dan mendengarkan selama
kegiatan bermain

➢ Sasaran kooperatif dalam permainan

➢ Sasaran tidak meninggalkan tempat saat permainan


berlangsung

➢ Respon anak cukup baik

➢ Evaluasi hasil

1) Terapi bermain dikatakan berhasil apabila


sasaran mampu melakukan 80% lebih
permainan mewarnai
2) Terapi bermain dikatakan cukup berhasil /
cukup baik apabila sasaran mampu
melakukan permainan mewarnai antara
50 – 80 % dengan

benar

3) Terapi bermain dikatakan kurang berhasil /


tidak baik apabila sasaran hanya mampu
melakukan permainan mewarnai dari 50
% dengan benar.
MATERI BERMAIN MEWARNAI GAMBAR

A. Pengertian

Mewarnai gambar merupakan terapi permainan yang kreatif


untuk mengurangi stres dan kecemasan serta meningkatkan komunikasi
pada anak.([Link]). Manfaat dari terapi bermain mewarnai
adalah:

1. Memberikan kesempatan pada anak untuk bebas berekspresi dan


sangat terapeutik

(sebagai permainan penyembuh/ ”therapeutic play”).

2. Dengan menggambar berarti anak dapat mengekspresikan ”feelingnya”


atau memberikan pada anak suatu cara untuk berkomunikasi, tanpa
menggunakan kata.

3. Sebagai terapi kognitif, pada saat anak menghadapi kecemasan


karena proses hospitalisasi, karena pada keadaan cemas dan sterss,
kognitifnya tidak akurat dan negatif.
4. Mewarnai gambar dapat memberikan peluang untuk meningkatkan
ekspresi emosional anak, termasuk pelepasan yang aman dari rasa
marah dan benci.
5. Dapat digunakan sebagai terapi permainan kreatif yang merupakan
metode penyuluhan kesehatan untuk merubah perilaku anak selama
dirawat di rumah sakit.([Link]).

B. Keuntungan Mewarnai Gambar

Keuntungan-keuntungan yang didapat dari bermain dengan


mewarnai gambar, antara lain:

1. Membuang ekstra energi.

2. Mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh, seperti


tulang, otot dan organ-organ.

3. Aktivitas yang dilakukan dapat merangsang nafsu makan anak.

4. Anak belajar mengontrol diri.

5. Berkembanghnya berbagai ketrampilan yang akan berguna


sepanjang hidupnya.

6. Meningkatnya daya kreativitas.

7. Mendapat kesempatan menemukan arti dari benda-benda yang


ada disekitar anak.

8. Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan, kekuatiran, iri hati


dan kedukaan.

9. Kesempatan untuk bergaul dengan anak lainnya. [Link]


untuk mengikuti aturan-aturan.

[Link] mengembangkan kemampuan intelektualnya

C. Tahap Perkembangan Keterampilan Mewarnai

1. Usia 3-4 tahun Mulai mencoba mewarnai sebuah pola atau


gambar, tetapi masih sering keluar garis
2. Usia 4-5 tahun Mewarnai sebuah pola atau gambar tanpa
keluar garis, tetapi kadang gerakan jari tangan belum konsisten
selama mewarnai

3. Usia 5-6 tahun Mewarnai sebuah pola atau gambar tanpa


keluar garis dengan gerakan jari tangan yang konsisten selama
mewarnai

D. Hal – hal yang perlu diperhatikan saat mewarnai gambar

1. Bermain/alat bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan anak.

2. Mewarnai disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak.

3. Jangan memaksa anak mewarnai, bila anak sedang tidak ingin


mewarnai.

E. Peserta terapi bermain mewarnai gambar mampu:

[Link] bisa mewarnai sesuai dengan tingkat perkembangan

[Link] warna dan bentuk gambar

[Link] warna dan mewarnai gambar

[Link] senang,tenang terkait hospitalisasi.

Anda mungkin juga menyukai