0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan13 halaman

Metode Penelitian Asosiatif pada Audit

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan13 halaman

Metode Penelitian Asosiatif pada Audit

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian


Rancangan penelitian..yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
yang bersifat asosiatif. Strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah strategi penelitian yang bersifat asosiatif. Menurut Sugiyono (2019:65)
penelitian asosiatif merupakan suatu rumusan masalah..penelitian yang besifat
menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini strategi
penelitian asosiatif..digunakan untuk mengedintifikasi sejauh mana pengaruh
variabel X (variabel bebas) yang terdiri atas (X1), Audit report lag berpengaruh
terhadap penerimaan opini audit going concern. (X2), Kualitas audit berpengaruh
terhadap penerimaan opini audit modifikasi going concern terhadap variabel Y
yaitu Opini Audit Modifikasi Going concern (variabel terikat), baik secara parsial
maupun simultan.
Menurut Sugiyono (2018:92) penelitian dengan pendekatan asosiatif adalah
suatu rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan..hubungan antara dua
variabel atau lebih. Berdasarkan jenis datanya, penelitian ini adalah penelitian arsip
(archival research) yang merupakan penelitian terhadap fakta yang tertulis
(dokumen) atau berupa arsip data. Lebih jelasnya, penelitian ini bertujuan untuk
meihat bagaimana, audit report lag,dan kualitas audit sebagai variabel independen
mempengaruhi penerimaan opini audit modifikasi going concern sebagai variabel.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif.
Menurut Uma dan Sekaran (2017), penelitian kuantitatif adalah metode ilmiah yang
datanya berbentuk angket atau bilangan yang dapat diolah dan dianalisis dengan
menggunakan perhitungan matematika atau statistik. Sedangkan penelitian asosiatif
adalah alat untuk meneliti pengaruh atau hubungan antara dua variabel atau lebih
yang dapat membangun suatu teori yang berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan
dan mengontrol suatu gejala yang membuat penelitian asosiatif mempunyai
tingkatan tertinggi dibandingkan dengan deskriptif dan komparatif (Menurut
Marilyn Lichtman dalam buku Sugiyono, 2018).

38
3.2 Populasi dan Sampel
3.2.1 Populasi penelitian

Menurut Sugiyono (2018: 117) Populasi adalah wilayah generalisasi yang


terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas..dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.
Menurut Silaen (2018: 87) “Populasi adalah keseluruhan dari objek atau
individu yang memiliki karakteristik (sifat-sifat) tertentu yang akan diteliti.
Populasi juga disebut..universum (universe) yang berarti keseluruhan, dapat berupa
benda hidup atau benda mati”.
Menurut Handayani (2020), populasi adalah totalitas dari setiap elemen yang
akan diteliti yang memiliki ciri sama, bisa berupa individu dari suatu kelompok,
peristiwa, atau sesuatu yang akan di teliti.
Populasi adalah keseluruhan..jumlah yang terdiri atas objek atau subjek yang
mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
diteliti dan kemudian ditarik kesimpulannya, Sujarweni (2018)
Populasi dalam..penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan sub sektor
pertambangan batubara, sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi, sub sektor
pertambangan logam dan mineral serta sub sektor pertambangan batu-batuan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2018 sampai dengan 2021.

39
3.2.2 Sampel penelitian
Sampel Menurut Sugiyono (2018: 118) sampel adalah bagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sedangkan ukuran sampel
merupakan suatu langkah untuk menentukan besarnya sampel yang diambl dalam
melaksanakan suatu penelitian.
Menurut Silaen (2018: 87) “Sampel adalah sebagian dari populasi yang
diambil dengan cara-cara tertentu untuk diukur atau diamati karakteristiknya”.
Teknik pengambilan..sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Non-Random Sampling, yaitu teknik..pengambilan sampel yang tidak semua
anggota dari sampel mempunyai kesempatan untuk dipilih sebagai anggota dari
sampel. Cara pengambilan..sampel penelitian dengan metode purposive sampling
yaitu cara pengambilan sampel dengan menetapkan..kriteria yang disesuaikan
dengan tujuan penelitian. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini yaitu

Tabel 3.1 Perusahaan Yang Memenuhi Kriteria

Kriteria Jumlah
Perusahaan
Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek 47
Indonesia (BEI) tahun 2018-2021

Jumlah Sampel Perusahaan 44

Tahun Penelitian 4

Jumlah sampel perusahaan selama tahun penelitian 176

Sumber: Diolah oleh peneliti

Setelah melakukan purposive..sampling method kepada sampel penelitian,


maka berikut adalah nama-nama perusahaan yang akan dipakai dalam penelitian
ini:

40
Tabel 3.2 Nama Perusahaan Yang Menjadi Sampel Penelitian

No
Nama Perusahaan Kode

1 Adaro Energy Tbk ADRO

2 Atlas Resources Tbk ARII

3 Borneo Olah Sarana Sukses Tbk. BOSS

4 Bumi Resources Minerals Tbk BRMS

5 Baramulti Suksessarana Tbk BSSR

6 Bumi Resources Tbk BUMI

7 Bayan Resources Tbk BYAN

8 Darma Henwa Tbk DEWA

9 Delta Dunia Propertindo Tbk DOID

10 Alfa Energi Investama Tbk FIRE

11 Golden Energy Mines Tbk GEMS

12 Harum Energy Tbk HRUM

13 Indo Tambangraya Megah Tbk ITMG

14 Resource Alam Indonesia Tbk KKGI

15 Mitrabara Adiperdana Tbk MBAP

16 Myoh Technology Tbk. MYOH

17 Perdana Karya Perkasa Tbk PKPK

18 Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk PTBA

19 Petrosea Tbk PTRO

20 Setiamandiri Mitratama Tbk (The Green Pub) SMMT

21 Toba Bara Sejahtra Tbk TOBA

22 Ratu Prabu Energi Tbk ARTI

23 Benakat Integra Tbk BIPI

24 Elnusa Tbk ELSA

41
25 Energi Mega Perkasa Tbk ENRG

26 Dian swastatika sentosa Tbk DSSA

27 Medco Energi International Tbk MEDC

28 Radiant Utama Interinsco Tbk RUIS

29 Aneka Tambang (Persero) Tbk ANTM

30 Cita Mineral Investindo Tbk CITA

31 Indika energy Tbk INDY

32 Central Omega Resources Tbk DKFT

33 Capitlinc Invstment Tbk MTFN

34 Vale Indonesia Tbk INCO

35 Merdeka Copper Gold Tbk MDKA

36 Super energy Tbk SURE

37 J Resources Asia Pasific Tbk PSAB

38 Ifishdeco Tbk IFSH

39 SMR Utama SMRU

40 Timah (Persero) Tbk TINS

41 Apexindo pratama duta Tbk APEX

42 Kapuas Prima Coal Tbk ZINC

43 Citatah Tbk CTTH

44 Mitra Investindo Tbk MITI

Sumber: [Link]

42
3.3 Data dan Metode Pengumpulan Data
3.3.1 Data Penelitian
Penelitian ini menggunakan data sekunder perusahaan pertambangan yang
terdaftar..di..Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021 yang diakses dari
[Link] . Pemilihan industri pertambangan di dasari karena industri ini
memiliki berbagai sub sektor industri yang diharapkan dapat mewakili sektor-
sektor industri lainnya. Data..yang terkumpul selanjutnya di analisis secara
kuantitatif dengan metode statistik untuk menguji hipotesis penelitian.
3.3.2 Metoda Pengumpulan Data
Berdasarkan jenis dan sumber data penelitian, maka pengumpulan data
dilakukan dengan metode dokumentasi, yakni pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara mempelajari catatan-catatan..atau..dokumen-dokumen perusahaan
sesuai dengan data yang diperlukan dalam hal ini berupa laporan keuangan auditan
dan laporan tahunan perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2018-
2021 yang memuat informasi keuangan, laporan auditor independen, serta
informasi perusahaan yang menyangkut variabel-variabel dalam penelitian dengan
mengunduh data yang di publikasikan pada website Bursa Efek Indonesia yang
dapat di akses melalui [Link] . Data yang diperoleh kemudian diolah
kembali dan disesuaikan dengan kebutuhan penelitian.
Selain metode dokumentasi, dilakukan pula studi pustaka dengan
mengumpulkan data dan teori yang relevan terhadap fenomena dan permasalahan
yang akan diteliti pada literature dan bahan pustaka lainnya seperti buku, artikel,
jurnal nasional maupun internasional, dan berbagai penelitian terdahulu. Menurut
Sunyoto (2016:21) studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan
mempelajari buku-buku yang ada hubungannya dengan obyek penelitian atau
sumber-sumber lain yang mendukung penelitian. studi kepustakaan merupakan
kajian teoritis, referensi serta literatur ilmiah lainnya yang berkaitan dengan
budaya, nilai dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti
(Sugiyono, 2012 dalam Mirzaqon, 2017).

43
3.4 Operasional Variabel
Menurut Sugiyono (2017:39) Variabel penelitian adalah suatu atribut atau
sifat atau nilai dari orang obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya.
Penelitian ini menggunakan variabel-variabel yang terdiri dari variabel terikat
(variabel dependen) dan variabel bebas (variabel independen). Variabel dependen
dalam penelitian ini adalah opini audit going concern. Variabel independen dalam
penelitian ini adalah audit report lag dan kualitas audit.
Menurut Silaen (2018:69) mengungkapkan bahwa “variabel penelitian adalah
konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai atau mempunyai nilai yang
bervariasi, yakni suatu sifat, karakterististik atau fenomena yang dapat menunjukan
sesuatu untuk dapat diamati atau diukur yang nilainya berbeda-beda atu bervariasi.

3.4.1 Variabel Dependen (Y)


Menurut Sugiyono (2018:39) Variabel terikat atau variabel dependen
adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel
bebas. Dalam penelitian ini, variabel dependen yang di gunakan adalah opini audit
going concern. Dalam penelitian ini opini audit going concern menggunakan
dummy variabel apabila opini audit dengan penjelasan going concern maka diberi
kode 1, sedangkan opini audit non going concern diberi kode 0.

3.4.2 Variabel Independen (X)


Menurut Sugiyono (2018:39) variabel bebas (independen) adalah variabel
yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya
variabel terikat (dependen), yang disimbolkan dengan simbol (X) Variabel
independen dalam penelitian ini yaitu audit report lag,dan kualitas audit.

44
[Link] Audit report lag (X1)
Audit report lag merupakan rentang waktu penyelesaian pelaksanaan audit
laporan keuangan tahunan perusahaan berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan
untuk memperoleh laporan audit independen atas laporan keuangan tahunan
perusahaan. Audit report lag (ARL) akan dihitung sesuai dengan lamanya
penyelesaian audit dimulai dari tanggal 1 Januari setelah tanggal tutup buku.
Tanggal selesainya proses audit sesuai dengan tanggal pelaporan auditor yang
tertera pada laporan auditor independen.
Untuk menngungkapkan hasil laporan keuangan audit, seorang auditor
harus memeriksa kesetiap bagian laporan keuangan entitas tersebut. Selisih waktu
penyelesaian laporan keuangan dibandingkan tanggal terteranya opini audit inilah
yang disebut sebagai audit report lag.
Semakin panjang waktu audit report lag maka akan mengakibatkan
semakin berkurangnya relevansi informasi di dalam laporan keuangan. Hal ini
dikarenakan salah satu hal yang dapat meningkatkan relevansi suatu laporan
keuangan perusahaan adalah ketepatan waktu. Semakin lama suatu informasi maka
semakin berkurang kegunaan dari informasi tersebut (Ikatan Akuntan Indonesia,
2016). Oleh sebab itu, auditor memiliki tanggung jawab yang besar untuk
menyelesaikan audit secara tepat waktu dan sesuai dengan regulasi-regulasi yang
relevan.

45
[Link] Kualitas Audit (X2)
Kualitas audit berarti bagaimana cara untuk mendeteksi audit dan
melaporkan salah saji material dalam laporan keuangan. Aspek deteksi adalah
refleksi dari kompetensi auditor, sedangkan pelaporan adalah refleksi etika atau
auditor integrity, khususnya independensi.
Auditor bertanggung jawab untuk menyediakan informasi berkualitas
tinggi karena informasi tersebut menjadi basis para pemakai laporan keuangan
untuk pengambilan keputusan perusahaan dan pemakai laporan keuangan biasa
mempersepsikan bahwa auditor yang berasal dari KAP besar yang menyediakan
jasa audit dengan kualitas yang tentunya lebih tinggi (Nuratama, 2014).
Kualitas Audit diukur dengan variabel dummy yang diproksikan dengan
KAP yang berafiliasi dengan KAP Big Four sehingga KAP yang berafiliasi dengan
KAP big four akan diberi angka 1 dan KAP yang tidak berafiliasi denga KAP big
four akan diberi angka 0. Di Indonesia KAP yang berafiliasi dengan The Big Four
adalah:
1. KAP Purwantono, sungkoro dan Surja berafiliasi dengan EY (Ernst &
Young)
2. KAP Imelda & Rekan (I&R) berafiliasi dengan Deloitte Touche Solutions
(DTS)
3. KAP Siddharta Widjaja & Rekan berafiliasi dengan Klyveld Peat
Marwick Goerdeler (KPMG) International
4. Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan berafiliasi
dengan Price Waterhouse Coopers (PWC)

46
Tabel 3.3 Operasionalisasi Variabel

No Variabel Dimensi Indikator Skala

Audit unqualified
dengan going concern
Opini going concern
audit report (GCAR)
unqualified/qualified
Opini yang merupakan
dan going concern
Audit variabel dummy yang
disclaimer opinion yang
Modifikasi dilambangkan dengan
1 jika pengungkapan pada Nominal
Going 1 dan 0 bila opini
peristiwa/kondisi
concern tersebut audit
ketidakpastian material
(Y) unqualified tanpa going
dilakukan secara tidak
concern audit report
penuh (ISA 570.20).
(GCAR). (Trenggono.
L, 2015)

audit report lag adalah


jangka waktu antara
tanggal tahun buku
perusahaan berakhir
sampai dengan tanggal
laporan audit. Perbedaan Tanggal laporan audit -
waktu antara tanggal tanggal
Audit
laporan keuangan
2 report lag laporan keuangan 31 Nominal
dengan tanggal laporan
(X1) Desember. Wardani
auditor independen
mengindikasikan dan Surya (2013)
tentang lamanya waktu
penyelesaian audit yang
dilakukan oleh auditor
Wardani dan Surya
(2013)

Kualitas audit Kualitas audit diukur


mencakup kemampuan dengan dua hal yaitu;
teknologi, memahami perusahaan yang di
dan melaksanakan audit dengan Kantor
Kualitas
prosedur audit yang Akuntan Publik (KAP)
3 Audit Nominal
benar, memahami dan big four dan
(X2)
menggunakan metode perusahaan yang bukan
penyampelan yang diaudit dengan KAP
benar (Tandiontong, big four. Zureigat
2015) (2011)

47
3.5 Metode Analisis Data
Metoda analasis data menurut Sugiyono (2016:147) adalah kegiatan setelah
data dari seluruh responden atau data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data
adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden,
mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap
variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah
dan melakukan perhitungan untuk hipotesis yang telah diajukan.
Metoda analisis data dalam penelitian ini menggunakan metoda kuantitatif.
Menurut Sugiyono (2017:8) metoda penelitian kuantitatif adalah metoda penelitian
yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi
atau sampel tertetu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis
data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang
telah ditetapkan. Dalam penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh dari audit report
lag, kualitas audit terhadap peneriman opini audit modifikasi going concern, maka
digunakan metode regresi logistik. Perangkat lunak yang digunakan untuk
mengolah data dalam penelitian ini adalah Eviews versi 10 .
3.5.1 Statistik Deskriptif
(Ghozali, 2016:19) Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisi dan
menyajikan data kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui gambaran perusahaan
yang dijadikan sampel penelitian. Dengan menggunaka statistik deskriptif maka
dapat diketahui nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum,
minimum, sum, range, kutosis, dan skewness (kemencengan distribusi).
Menurut Sugiyono (2017:147) Statistik deskriptif adalah statistik yang
digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau
menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud
membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi

48
3.5.2 Analisis Regresi Logistik
Regresi logistik adalah model regresi yang mengalami perubahan sehingga
karakteristiknya sudah tidak sama dengan model regresi sederhana atau berganda.
Karena itu penentuan signifikan secara statistik pun berbeda.
Menurut Ghozali (2016:321) bahwa pada dasarnya analisis regresi logistik
(logistic regression) sama dengan analisis diskriminan, perbedaan ada pada jenis
data dari variabel dependen. Jika pada analisis diskriminan variabel dependen
dengan rasio, maka pada regresi logistik variabel dependen adalah data nominal.
Berdasarkan model penelitian yang sudah dijelaskan, maka analisis regresi
logistik dapat di rumuskan sebagai berikut:
𝒚 = 𝜶 + 𝜷𝒙𝟏 + 𝜷𝒙𝟐 + ԑ

Dimana :

y = Opini Audit Modifikasi Going concern

α = Konstanta

β1-β2 = Koefisien Regresi

x1 = Audit report lag


x2 = Kualitas Audit
ԑ = Error term atau kesalahan residual

[Link] Menilai Model Regresi


Sebelum dilakukan uji hipotesis perlu dilakukan pengujian terhadap model
penelitian. Analisis goodness of fit model digunakan untuk mengukur ketepatan
fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual. Perhitungan statistik disebut
signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis
(daerah dimana Ho ditolak). Sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji
statistiknya berada dalam daerah dimana Ho diterima (Ghozali, 2016:95). Dalam
model regresi berganda, kesesuaian model (goodness of fit) dapat dilihat dari nilai
R2 ataupun F-test. Sedangkan untuk menilai model regresi logistik bisa
menggunakan pengujian Hosmer and Lemeshow’s goodness of fit. Ghozali
(2016:329) untuk menguji hipotesis bahwa data empiris cocok atau sesuai dengan

49
model dapat dilihat dari pengujian Hosmer and Lemeshow’s goodness of fit.
Adapun hasilnya jika:
1. Jika nilai statistik Hosmer and Lemeshow’s goodness of fit test sama dengan atau
kurang dari 0,05, maka hipotesis nol ditolak, artinya ada perbedaan yang
signifikan antara model dengan nilai observasinya sehingga goodness fit model
tidak baik karena model tidak dapat memprediksi nilai observasinya.
2. Sedangkan jika nilainya lebih besar dari 0,05 maka hipotesis nol tidak dapat
ditolak, artinya model mampu memprediksi nilai observasinya atau cocok
dengan data observasinya.

[Link] Uji Multikolinieritas


Ghozali (2016:103) Uji Multikolinearitas bertujuan untuk melihat ada atau
tidaknya korelasi yang tinggi antara variabel-variabel independen. Model regresi
yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika hasil
pengujian menunjukkan tidak ada nilai koefisien korelasi antar variabel yang
nilainya lebih besar dari 0,8 maka dapat disimpulkan tidak terdapat gejala
multikolinearitas yang serius antar variabel bebas.

[Link] Matriks Klasifikasi


Matriks klasifikasi digunakan untuk menjelaskan kekuatan dari model
regresi untuk memprediksi kemungkinan kesulitan keuangan yang terjadi di
perusahaan. Dalam tabel 2 x 2 terhitung nilai estimasi yang benar (correct) dan
yang salah (incorrect). Tabel klasifikasi tersebut menghasilkan ketepatan secara
keseluruhan (Ghozali, 2018:334).

[Link] Uji Signifikasi Model Secara Parsial


Menurut Widarjono (2015:114) bahwa uji signifikansi dalam model
regresi logistik ini dilakukan sama dengan uji parsial (Uji t) pada regresi linier
berganda. Dalam regresi logistik uji signifikansi secara parsial dilihat dari nilai
statitiska berdasarkan distribusi normal (Z-Statistics) dimana:
1. Jika nilai Z lebih kecil dari 0,05 maka berpengaruh secara signifikan.
2. Jika nilai Z lebih besar dari 0,05 maka tidak berpengaruh secara signifikan

50

Anda mungkin juga menyukai