CASE METHOD
PERMASALAHAN PEMBELAJARAN PKN DI KELAS I SD
DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 1
MEYLISA CHOLISSATUN FITRI ( 1223311134)
ANGGI WULANDARI (1223311059)
FEBBITA PUTRI AMANDA AWLI GEOVANY ( 1223311054)
SRIERTA YENI SINAGA ( 1223311047)
MATA KULIAH : PEMBELAJARAN PKN SD
DOSEN PENGAMPU : WALIYUL MAULANA,[Link].,[Link]
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH
DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
JUNI 2024
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan karunia yang dilimpahkan Nya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan
Case Method ini. Terimakasih kami ucapkan kepada Bapak Waliyul Maulana,[Link].,[Link]
selaku dosen pengampu mata kuliah Pembelajaran PKN SD yang sudah mengajari kami.
Tujuan kami menulis Case Method ini yang utama untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah
Pembelajaran PKN SD dan memahami apa saja permasalahan yang terdapat di SD mengenai
pembelajaran PKN SD.
Jika dalam penulisan makalah kami terdapat berbagai kesalahan dan kekurangan dalam
penulisannya, maka kepada para pembaca, penulis memohon maaf sebesar-besarnya atas
koreksi-koreksi yang telah dilakukan. Hal tersebut semata mata agar menjadi suatu evaluasi
dalam pembuatan tugas ini.
Semoga dengan adanya pembuatan tugas ini dapat di berikan manfaat berupa ilmu
pengetahuan yang baik bagi penulis maupun bagi para pembaca. Penulis telah berupaya
semaksimal mungkin dalam menyelesaikan tugas ini, namun penulis sadar bahwa ini sangat
jauh dari kata kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka penulis menerima kritik
dan saran yang membangun guna untuk memperbaiki tugas ini.
Akhir kata penulis ucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dosen pengampu
semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi pembaca.
Medan, JUNI 2024
Kelompok 1
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................ i
DAFTAR ISI ......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................... 1
A. Latar belakang ............................................................................................................ 1
B. Rumusan masalah ...................................................................................................... 2
C. Tujuan penelitian........................................................................................................ 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................................... 3
BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................................... 8
A. Teknik pengumpulan data .......................................................................................... 8
B. Analisis data ............................................................................................................... 8
BAB IV PEMBAHASAN .................................................................................................... 9
BAB V PENUTUP .............................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 12
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan kewarganegaraan (PKn) menjadi bagian penting dalam suatu
pembelajaran di sekolah baik formal maupun informal. Hal itu dapat dilihat dari
keberadaan pendidikan kewarganegaraan yang berstatus wajib dalam kurikulum
pendidikan. Keberadaan pendidikan kewarganegaraan terealisasi nyata disetiap jenjang
pendidikan dimulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah
menengah atas (SMA), dan perguruan tinggi. Muatan materi Pendidikan
Kewarganegaraan hampir sama disetiap jenjang pendidikan, hanya saja setiap tingkatan
ada penambahan muatan materi yang lebih mendalam untuk dipahami oleh siswa.
Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi “mencerdaskan kehidupan
bangsa” yang menjadi cita-cita bangsa indonesia merupakan suatu bukti bahwa
keberadaan pendidikan kewarganegaraan sangat penting dalam pembelajaran.
Mencerdaskan kehidupan bangsa memerlukan adanya suatu ikatan tujuan. Ikatan tujuan
ini dapat berwujud suatu ideologi nasional yaitu Pancasila yang menjadi suatu objek
dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Menurut Undang - Undang yang sesuai dengan Pendidikan Kewernegaraan Sistem
Pendidikan Nasional merupakan mata ajaran wajib bagi seluruh peserta didik disemua
jalur dan jenjang Pendidikan formal. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Civis
Education juga seyogyanya diberikan kepada setiap warga negara Indonesia. Peendidikan
Kewarganegaraan bertujuan membentuk peserta didik menjadi warga masyarakat, warga
bangsa, dan warga negara yang dapat diandalkan oleh pribadinya, keluarganya,
lingkugannya, masyarakatnya, bangsanya, dan negaranya dalam mencapai cita-cita
bersama (Rahayu, 2007).
Untuk membentuk warga negara Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab,
pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran yang strategis dan penting,
yaitu dalam membentuk siswa maupun sikap dalam berperilaku sehari-hari, sehingga
diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih baik. Minat belajar siswa pada bidang
PKn ini perlu mendapat perhatian khusus karena minat merupakan salah satu faktor
1
penunjang keberhasilan proses belajar. Di samping itu minat yang timbul dari kebutuhan
siswa merupakan faktor penting bagi siswa dalam melaksanakan kegiatankegiatan-
kegiatan atau usaha-usahanya (Susanto, 2013).
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Menjelaskan bahwa “Pendidikan Kewarganegaraan merupakan usaha untuk membekali
peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan
antara warga negara dan negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) agar
menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan Negara Kesatuan Republik
Indonesia”. Dimanapun manusia berada, ia mempunyai hak dan kewajiban, tidak
terkecuali disekolah (Dewi, 2020). Hak dan kewajiban yang dimiliki oleh setiap warga
negara Indonesia harus dilaksanakan dan dipelihara dengan baik agar tercipta kehidupan
yang sesuai sesuai konsep selaras, serasi, dan seimbang (Abdulkarim, 2006).
Kewarganegaraan ini siswa mampu mengetahui apa saja hak dan kewajiban nya
sebagai warga negara. Pendidikan Kewarganegaraan dapat diharapkan mempersiapkan
peserta didik mensjadi warga negara yang memiliki komitmen yang kuat dan konsisten
untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Madiong, 2018).
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada pembahasan dalam
makalah ini, yaitu :
1. Apa saja permasalahan – permasalahan yang terdapat di SD mengenai pembelajaran
PKN SD
2. Bagaimana solusi yang dapat diberikan agar permasalahan tersebut dapat
terselesaikan.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan makalah ini yaitu :
1. Untuk mengetahui permasalahan – permasalahan yang terdapat di SD mengenai
pembelajaran PKN SD.
2. Untuk mengetahui solusi apa yang dapat diberikan agar permasalahan tersebut dapat
terselesaikan.
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Pembelajaran PKN SD
Menurut Zamroni (Tim ICCE, 2005:7) mengemukakan bahwa pengertian Pendidikan
Kewarganegaraan adalah Pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga
masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis, melalui aktivitas menanamkan
kesadaran kepada generasi baru, bahwa demokrasi adalah bentuk kehidupan masyarakat yang
paling menjamin hak-hak warga masyarakat. Demokrasi adalah suatu learning proses yang
tidak dapat begitu saja meniru dari masyarakat lain. Kelangsungan demokrasi tergantung
pada kemampuan mentransformasikan nilai-nilai demokrasi.
Selanjutnya menurut Depdiknas (2006:49) Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata
pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan
mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara
Indonesia yang cerdas, terampil, berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan
UUD NRI 1945. Pada hakikatnya pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu
mata pelajaran yang dapat membentuk diri yang beragam dari segi agama,
sosiokultural, bahasa, usia, untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil dan
berkarakter yang dilandasi oleh UUD 1945 (Sudjana, 2003:4).
Sedangkan menurut Sudjatmiko (2008: 12) pendidikan kewarganegaraan adalah mata
pelajaran yang secara umum bertujuan untuk mengembangkan potensi individu warga
negara Indonesia, sehingga memiliki wawasan, sikap, dan keterampilan
kewarganegaraan yang memadai dan memungkinkan untuk berpartisipasi secara
cerdas dan bertanggung jawab dalam berbagai kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara.
Berdasarkan pendapa para ahli di atas dapat simpulkan bahwa pendidikan
kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang bertujuan mempersiapkan warga masyarakat
berpikir kritis dan bertindak demokratis, dan memfokuskan pada pembentukan warga negara
yang cerdas, terampil dan berkarakter.
3
B. Tujuan Pembelajaran PKN SD
Tujuan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SD menurut Wuri
Wuryandani (2011:7) adalah untuk memberikan kompetensi-kompetensi sebagai berikut:
a. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan.
b. Berpartisipasi secara bermutu dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas
dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
c. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan pada
karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-
bangsa lain.
d. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam peraturan dunia secara langsung
atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan PKn di SD adalah untuk
menjadikan warga negara yang baik, yaitu berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam
menanggapi isu kewarganegaraan. Dengan demikian, kelak siswa diharapkan menjadi bangsa
yang cerdas, terampil dan bersikap baik, serta mampu mengikuti kemajuan teknologi modern.
C. Ruang Lingkup PKN SD
Menurut Wuri Wuryandani (2011:8) ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan di SD meliputu aspek-aspek sebagai berikut:
a. Persatuan dan kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta
lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah pemuda, Keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi dalam Pembelaan negara, Sikap positif terhadap
Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan.
b. Norma, hukum dan peraturan, meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata tertib di
sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, peraturanperaturan daerah, Norma-norma dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistim hukum dan peradilan nasional, Hukum dan
peradilan internasional.
4
c. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak, Hak dan kewajiban anggota
masyarakat, Intrumen nasional dan internasional HAM, pemajuan, penghormatan, dan
perlindungan HAM.
d. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong, Harga diri sebagai warga
masyarakat, Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan pendapat, Menghargai
keputusan bersama, Prestasi diri, Persamaan kedudukan warga negara.
e. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama,
Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, Hubungan dasar negara dengan
konstitusi.
f. Kekuasaan dan politik, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan
daerah dan otonomi, Sistem pemerintahan, Pers dalam masyarakat demokrasi.
g. Pancasila meliputi: kedudukan Pancaila sebagai dasar negara dan ideologi negara,
pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi
terbuka.
h. Globalisasi meliputi: Globalisasi dilingkungannya, Politik luar negeri Indonesia di era
globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan organisasi internasional, dan
mengevaluasi globalisasi.
D. Keunggulan Pembelajaran PKN SD
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Sekolah Dasar (SD) memiliki banyak
kelebihan, di antaranya:
Menanamkan nilai-nilai Pancasila dan karakter bangsa
PKn di SD menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dan karakter bangsa sejak dini
kepada peserta didik. Hal ini penting untuk membentuk generasi muda yang
berakhlak mulia, bermoral, dan cinta tanah air.
5
Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman tentang hak dan kewajiban
sebagai warga negara
PKn di SD membantu peserta didik memahami hak dan kewajibannya sebagai warga
negara Indonesia. Hal ini penting untuk mempersiapkan mereka menjadi warga
negara yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab.
Meningkatkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme
PKn di SD menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme pada peserta didik.
Hal ini penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif
PKn di SD mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan kreatif dalam
menganalisis berbagai isu dan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan
berbangsa dan bernegara.
Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi pemimpin yang baik di masa
depan
PKn di SD membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang
dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang baik di masa depan.
E. Kelemahan Pembelajaran PKN SD
Meskipun memiliki banyak keunggulan, pembelajaran PKn SD juga memiliki
beberapa kelemahan, di antaranya:
- Materi yang kurang kontekstual dan aplikatif
Materi PKn di SD sering kali dianggap kurang kontekstual dan aplikatif dengan
kehidupan sehari-hari peserta didik. Hal ini dapat membuat peserta didik merasa
bosan dan tidak tertarik dengan materi pembelajaran.
- Metode pembelajaran yang monoton dan kurang variatif
Metode pembelajaran PKn di SD sering kali monoton dan kurang variatif. Hal ini
dapat membuat peserta didik merasa jenuh dan tidak termotivasi untuk belajar.
- Penilaian yang kurang komprehensif
Penilaian PKn di SD sering kali hanya berfokus pada aspek kognitif, yaitu
pengetahuan dan pemahaman peserta didik tentang materi pembelajaran. Aspek
afektif dan psikomotor, seperti sikap dan keterampilan peserta didik, kurang mendapat
perhatian.
6
- Kurangnya keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran
Proses pembelajaran PKn di SD sering kali didominasi oleh guru, dan peserta didik
kurang diberi kesempatan untuk berpartisipasi aktif. Hal ini dapat membuat peserta
didik merasa pasif dan tidak terlibat dalam proses pembelajaran.
- Kurangnya sumber belajar yang menarik dan mudah diakses
Sumber belajar PKn di SD sering kali terbatas dan kurang menarik bagi peserta didik.
Hal ini dapat membuat peserta didik sulit untuk memahami materi pembelajaran.
7
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Teknik Pengumpulan Data
Data merupakan tahapan penelitian yang paling penting karena tujuan utama
penelitian adalah mengumpulkan data. Tanpa pengetahuan tentang teknik pengumpulan
data, penelitian tidak akan memperoleh data yang memenuhi standar data yang
ditentukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
wawancara.
Wawancara adalah kegiatan utama penelitian observasional. Pengumpulan data dilakukan
dengan cara ini untuk memperoleh data kualitatif serta sejumlah informasi dari para
informan. Tujuan wawancara ini adalah untuk mengeksplorasi permasalahan secara lebih
terbuka. Saat melakukan wawancara, peneliti hendaknya mendengarkan baik-baik dan
mencatat apa yang disampaikan informan.
B. Analisis Data
Pengumpulan data Pada penelitian kualitatif, proses pengumpulan data dilakukan
sebelum penelitian, pada saat penelitian, dan bahkan di akhir penelitian.
8
BAB IV
PEMBAHASAN
Permasalahan pembelajaran PKN di SD
Dari hasil wawancara yang telah kami lakukan bersama ibu Herlina,S.S,[Link] kami dapat
mengetahui:
Pembelajaran PKN di kelas 1 SD biasanya menekankan karakter dimana mereka mengenal
dan menceritakan symbol dan sila-sila pancasila garuda pancasila menerapkannya pancasila
di lingkungan keluarga dan sekolah dan juga mengenal dilingkungan keluarga dan sekolah.
Dengan mengenal sila-sila pancasila juga bisa menerapkan symbol pancasila dalam
kehidupan sehari-hari dari sila pertama, sila kedua, sila ketiga, sila keempat, dan sila kelima
bisa saling mengadakan interaksi dan menerapkan sila-sila atau nilai-nilai pancasila tersebut.
Namun pembelajaran ini di temukan permasalahan dimana guru perlu waktu dalam
menerapkan sila-sila pancasila ini di kehidupan sehari-hari. Dapat disimpulakn guru memiliki
tantangan yang harus bisa menyampaikan nila-nilai pancasila dan menerapkan nya di
kehidupan sehari-hari.
Solusi yang sudah di lakukan oleh ibu Herlina :
1. Solusinya yaitu guru harus bekerja sama dengan peserta didik dalam menerapkan
nilai-nilai pancasila di lingkungan sekolah maupun keluarga.
2. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu peserta didik
3. Guru membuat media pembelajaran yang menarik dan inovatif untuk meningkatkan
dan menumbuhkan minat belajar siswa.
Solusi permasalahan pembelajaran PKN di SD
Bedasarkan data penelitian permasalahan pembelajaran PKN yang di uraikan di atas, maka
solusi yang mungkin dilakukan adalah memberikan beberapa pendekatan kepada peserta
didik:
1. Kurikulum yang Sesuai dengan Kemampuan Siswa:
Kurikulum PKn SD harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa SD. Materi yang
disajikan harus memiliki kesesuaian dengan tingkat usianya, memiliki urgensi dan
manfaat bagi kehidupan siswa.
2. Pendekatan Konstruktivisme:
Guru dapat menggunakan pendekatan konstruktivisme dalam proses pembelajaran agar
siswa lebih banyak mengeksplor potensi dirinya dan belajar berdasarkan realita. Materi
pembelajaran harus bermanfaat bagi kehidupan siswa, sehingga hasil belajar dievaluasi
dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
9
3. Media Pembelajaran yang Menarik dan Inovatif:
Guru dapat membuat media pembelajaran yang menarik dan inovatif untuk meningkatkan
minat belajar siswa. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan tidak monoton.
4. Evaluasi yang Komprehensif:
Hasil belajar tidak hanya ditinjau dari aspek kognitif saja. Evaluasi harus meliputi aspek
afektif dan psikomotorik siswa untuk mengetahui kesadaran, sikap, dan kemampuan
siswa dalam berbagai aspek.
5. Pengembangan Nilai-Nilai Afektif dan Karakter:
Dalam mata pelajaran PKn, pengembangan nilai-nilai afeksi dan karakter harus
ditekankan. Guru dapat menggunakan pendekatan yang memungkinkan siswa
mengembangkan nilai-nilai tersebut.
Dengan demikian, solusi permasalahan pembelajaran PKn di SD dapat meningkatkan mutu
pendidikan dan meningkatkan minat belajar siswa.
10
BAB V
PENUTUP
KESIMPULAN
Pendidikan Kewarganegaraan bukanlah semata-mata pelajaran yang biasa saja, karena
melalui Pendidikan Kewarganegaraan dapat menciptakan generasi penerus yang cinta
terhadap tanah air dan membentuk karakter manusia yang sesuai dengan identitas bangsa.
Saran nya mungkin kedepannya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat
dipehatikan lagi supaya proses pembelajaran bisa berjalan efektif dan efisien, dan bisa
menciptakan warga masyarakat yang mencintai Tanah Air dan dapat berperan untuk
membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fungsi dari pembelajaran PKn yaitu dapat
membantu siswa untuk memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, dapat
membentuk karakter yang lebih baik dan bertanggung jawab, dan dapat menumbuhkan rasa
nasionalisme siswa kepada NKRI. Kendala yang dihadapi pada saat proses belajar PKn ini
kira-kira yaitu sulitnya materi untuk dipahami oleh siswa karena materi terlalu berat,
terkadang siswa kurang aktif pada saat proses belajar mengajar, dan juga peralatan yang
kurang memadai untuk membantu proses belajar mengajar. Pendidikan kewarganegaraan
bertujuanagar siswa dapat berfikir secara kritis, kreatif cerdas dan bertanggung jawab,
sehingga Pendidikan kewarganegaraan tidak hanya mengedepankan kemampuan intelektual
saja namun juga mengedepankan moralitas peserta didik.
SARAN
Kita sebagai seorang guru, haruslah mengajrkan pendidikan kewarganegaraan dengan
baik untuk peserta didik, agar dapat menjadi warga Negara yang baik, baik sebagai individu,
anggota masyarakat dan makhluk ciptaan tuhan yang maha esa.
11
DAFTAR PUSTAKA
Ina Magdalena, A. S. (2020). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Dasar
Negri Bojong 3 Pinang. Bintang : Jurnal Pendidikan dan Sains, 418-430.
Arif, Muhamad. "Pendidikan kewarganegaraan." (2011).
Magdalena, Ina, Ahmad Syaiful Haq, and Fadlatul Ramdhan. "Pembelajaran pendidikan
kewarganegaraan di sekolah dasar negri bojong 3 pinang." (2020).
12