Strategi Pengembangan Gantra Betta Fish
Strategi Pengembangan Gantra Betta Fish
Oleh
Abdul Hafiz Ihza Mahendra1), Asmawi2)
1Prodi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Sayyid
Ali Rahmatullah
2Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Sayyid Ali Rahmatullah
Abstrak
Potensi sektor perikanan di Indonesia terbilang sangat besar, apalagi di wilayah Tulungagung
yang sudah memiliki produk unggulan ikan hias. Budidaya ikan hias termasuk usaha yang bisa
masuk ke semua kalangan masyarakat, karena budidaya ikan hias tidak memerlukan lahan yang
luas, dan biaya yang dikeluarkan juga terbilang terjangkau. Salah satunya usaha industri kecil
Gantra Betta Fish Tulungagung. Menjamurnya pedagang maupun pembudidaya ikan hias di
Tulungagung membuat Gantra Betta Fish Tulungagung harus memiliki strategi untuk
mengembangkan usaha. Untuk mengetahui strategi apa yang tepat dilakukan, dalam penelitian
ini mengkaji tentang formulasi strategi pengembangan usaha industri kecil melalui SWOT dan
BMC. Untuk mengembangkan usaha Gantra Betta Fish Tulungagung perlu memperbaiki strategi
usaha dengan tujuan meningkatkan penjualan dan pendapatan. Upaya peningkatan strategi usaha
dilakukan dengan menganalisis sembilan elemen kunci Bisnis Model Canvas dan dianalisis
mendalam menggunakan analisis SWOT untuk uji kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness),
ancaman (Threats ) dan kesempatan (Opportunity). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif
yang berbentuk studi kasus. Model analisa data menggunakan model analisis spradley dengan
tahapan analisis domain, analisis taksonomi, analisis kompensial dan analisis tema.
Kata Kunci: Strategi Pengembangan Usaha, SWOT, BMC
PENDAHULUAN
Wirausaha memiliki sinonim dengan berwirausaha tidak hanya digunakan sebagai
wiraswasta dan entrepreneur yaitu orang yang alat perbaikan ekonomi namun juga berperan
mampu membaca dan menangkap peluang, penting untuk meningkatkan kualitas hidup
mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan masyarakat.
untuk mengambil keuntungan dan mencapai Potensi perekonomian Indonesia pada
kesuksesan (Desmaryani 2018). Saat ini sektor perikanan budidaya bisa dikatakan
edukasi tentang berwirausaha menjadi sangat besar. Sektor perikanan budidaya dibagi
terobosan baru diberbagai lini, baik berupa menjadi dua jenis yaitu ikan konsumsi dan ikan
edukasi formal maupun informal dengan hias. Ikan konsumsi merupakan ikan yang
harapan mampu mengurangi angka budidayanya cenderung memiliki biaya dan
pengagguran di Indonesia. Terlepas dari sisi lahan yang cukup luas, selain itu pengambilan
edukasi, kegiatan berwirausaha yang dilakukan manfaat untuk konsumsi sudah menjadikan
individu atau kelompok tentunya dilakukan pembeda dengan jenis budidaya ikan hias yang
untuk mendapatkan keuntungan (profit) dalam diambil nilai keindahannya, ikan hias sendiri
rangka meningkatkan kesejahteraan dan juga tidak terlalu menghabiskan lahan dan
kecukupan ekonomi. Maka dari itu kegiatan biaya sehingga bisa dijangkau disemua
ISSN 2798-6489 (Cetak) Juremi: Jurnal Riset Ekonomi
ISSN 2798-6535 (Online)
Vol. 1 No.4 Januari 2022 323
……………………………………………………………………………………………………...
kalangan masyarakat. Kementrian Kelautan masih belum bisa berkembang pesat, hal ini
dan Perikanan (KKP) dalam siaran pers pada dikarenakan kurangnya edukasi serta
April 2021 memberitahukan bahwasannya implementasi yang menghasilkan sebuah
Indonesia berpeluang merebut pangsa pasar strategi pengembangan usaha yang bisa
ikan hias dunia. Indonesia sejak tahun 2016 – diterapkan, selain itu terbatasnya sumberdaya
2019 menempati peringkat keempat sebagai manusia dan minimnya modal juga
eksportir ikan hias. dari data trademap, mempengaruhi perkembangan usaha ini.
Indonesia menduduki posisi setelah Jepang, Salah satu pendekatan yang dapat
Singapura dan Spanyol. Berdasarkan angka digunakan untuk menganalisa suatu usaha
sementara Badan Pusat Statistik (BPS) yang adalah dengan menggunakan analisa SWOT
diolah Direktorat Jenderal Penguatan Daya (Strengths, weaknes, opportunities, threats).
Saing Produk Kelautan dan Perikanan Pendekatan ini dilakukan untuk menyorot
(PDSPKP), nilai ekspor ikan hias Indonesia dengan tepat situasi yang terjadi. Selain
pada periode Januari-Maret 2021 mencapai menggunakan analisis SWOT, dalam rangka
USD9,2 juta. Ini merupakan capaian terbesar merumuskan strategi pengembangan usaha
dalam 5 tahun terakhir. Adapun lima negara dengan dampak jangka pendek maupun jangka
tujuan utama ekspor ikan hias Indonesia adalah panjang, strategi perlu diterapkan kedalam
Tiongkok, Amerika Serikat, Rusia, Kanada, salah satu model bisnis pengembangan aplikasi
dan Singapura (Luthfiana and Humas Ditjen visualisasi bisnis model yaitu dengan Business
Perikanan Budidaya 2021). Model Canvas (BMC). Business model canvas
Dikarenakan ikan hias menguasai sebagian dapat memberikan gambaran mengenai model
besar sektor perikanan yang salah satunya bisnis pada suatu usaha dan hubungan yang
sebagai maskot yaitu jenis Strain Tosa sebagai terjadi antar blok dengan cara yang lebih
produk unggulan Tulungagung. Potensi sektor atraktif. BMC ini tidak hanya untuk memotret
perikanan budidaya ikan hias di Tulungagung model usaha, namun juga dapat digunakan
sendiri dikhususkan pada jenis ikan mas koki sebagai alat untuk memberikan usulan
(kaliko, tosa, rasket, mutiara, lion head (kepala rancangan model bisnis yang baru (Osterwalder
singa), mata kantong (mata bola), mas lowo, and Pigneur 2013).
tekim, spenser, rensil dan 40 jenis ikan hias Penelitian yang terkait dengan strategi
lainnya). Produk ikan hias Kabupaten pengembangan usaha melalui SWOT dan BMC
Tulungagung berhasil menguasai pasar ikan memang telah banyak dilakukan, seperti
nasional dengan market share sekitar 90%. Hartatik dalam penelitiannya yang berjudul
Adapun daerah pemasaran ikan hias air tawar Strategi Pengembangan Bisnis Metode
tersebut meliputi: Surabaya, Solo, Semarang, Business Model Canvas yang memfokuskan
Jakarta, sebagian Sumatera, Kalimantan dan pada penyelesaian masalah perusahaan untuk
daerah lain yang terkait rantai perdagangan ikan dapat tetap bertahan, meningkatkan penjualan,
hias (Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung serta dapat berkembang dengan cepat (Hartatik
2021). Kecamatan Ngunut termasuk dalam and Baroto 2017). Selain itu penelitian yang
pararel pembudidaya ikan hias setelah mendukung terkait potensi budidaya ikan hias
kecamatan Boyolangu, Sumbergempol dan juga sudah dilakukan oleh Eni Kusrini yang
Kedungwaru, salah satunya Gantra Betta Fish dalam penelitiannya yang berjudul Budidaya
Tulungagung. Usaha jual beli ikan hias ini Ikan Hias Sebagai Pendukung Pembangunan
sudah bisa dikatakan berjalan dengan skala Nasional Perikanan di Indonesia yang
pasar nasional, namun usaha yang dijalankan didalamnya mendorong pengembangan
……………………………………………………………………………………………………...
ISSN 2798-6489 (Cetak) Juremi: Jurnal Riset Ekonomi
ISSN 2798-6535 (Online)
324 Vol. 1 No.4 Januari 2022
………………………………………………………………………………………………………
Kawasan perikanan budidaya di daerah-daerah yang dirumuskan bersifat lebih spesifik
untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi (Afridhal 2017).
(Kusrini 2010). Penelitian terkait Tahapan dalam menjalankan strategi :
pengembangan usaha ikan hias juga sudah 1. Perumusan strategi
dilakukan oleh Muhammad Nabil yang Dalam tahap ini terjadi proses memilih
berjudul Analisis Strategi Pengembangan tindakan utama (strategi) untuk mewujudkan
Usaha Peternakan Ikan Cupang Hias yang misi atau taerget. Dalam tahap perumusan
memfokuskan analisis arah pengembangan strategi juga terjadi proses mengambil
usaha melalui analisis SWOT (Nabil Alfi and keputusan untuk menetapkan strategi apa
Mushlihul Amin 2020). yang akan dilakukan kedepannya.
Dari penelitian-penelitian di atas terkait 2. Perencanaan Tindakan
manfaat dan pentingnya pengembangan usaha Setelah mengetahui apa saja strategi yang
dengan mengidentifikasi masalah dan elemen- akan digunakan, dalam tahap ini dilakukan
elemen yang ada dalam suatu usaha, maka dari perencaan bagaimana cara merealisasikan
itu peneliti tertarik untuk mengkaji tentang dengan membuat rencana pecapaian target
formulasi strategi pengembangan usaha dan rencana kegitan (program dan
industri kecil melalui SWOT dan BMC dengan anggaran).
tujuan mengetahui strategi pengembangan 3. Implementasi
usaha yang tepat dengan melalui SWOT dan Perumusan dan perencanaan yang telah
BMC. Hasil penelitian ini diharapkan bisa dilakukan, kemudian harus diwujudkan
menjadi bahan pertimbangan pemilik usaha dalam tindakan implementasi demi
industri kecil dan pengusaha lainnya. tercapainya keberhasilan strategi. Karena
KAJIAN TEORI strategi diimplementasikan dalam suatu
Strategi Pengembangan keadaan yang terus berubah, maka dalam
Strategi merupakan suatu garis besar pelaksaannya tetap membutuhkan adanya
haluan yang dijadikan pedoman dalam pengendalian dan evaluasi, sehingga
bertindak untuk mencapai target yang telah tindakan perbaikan kedepan bisa tepat
ditentukan (Ahmad 2020). Definisi lain strategi sasaran (Ritonga 2020).
adalah rencana aksi yang akan diambil untuk Adapun manfaat yang akan diperoleh seseorang
mencapai keunggulan dalam suatu aktivitas jika berhasil menerapkan strategi :
yang didalamnya terdapat rencana yang cermat 1. Memberikan haluan jangka panjang yang
dan efektif (Yam 2020). akan dituju.
Strategi pengembangan adalah suatu 2. Lebih mudah beradaptasi dengn perubahan-
tujuan jangka panjang yang akan dicapai perubahan yang terjadi.
dengan cara efektif dan efesien melalui 3. Meminimalisir resiko yang terjadi di masa
perencanaan terstruktur. Strategi yang akan datang
pengembangan mempengaruhi kegiatan usaha 4. Lebih efektif dan efisien (Ritonga 2020).
atau organisasi karena bersifat jangka panjang, Business Model Canvas
paling lama berjangka lima tahun. Menurut Bisnis Model Canvas (BMC)
Hunger dan Whellen (2008) Perumusan strategi merupakan sebuah alat pembuat model bisnis
pengembangan adalah suatu pengembangan pada satu lembar kanvas yang populer
rencana usaha jangka panjang untuk dikalangan wirausaha (Trenggono 2018). BMC
manajemen efektif pada kesempatan dan memiliki sembilan elemen kunci untuk
ancaman lingkungan yang dapat dilihat dari menganalisis posisi usaha. Dengan menjawab
kekuatan dan kelemahan perusahaan. Strategi pertanyaan elemen kunci yang telah disajikan,
………………………………………………………………………………………………………
Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Cetak)
ISSN 2798-6535 (Online)
Vol. 1 No.4 Januari 2022 325
……………………………………………………………………………………………………...
BMC akan menyajikan miniatur usaha dan dalam bisnis model canvas. Nilai tambah
kekurangan pada setiap elemen akan mudah di pada Value Propotition bersifat kuantitatif
evaluasi. Model bisnis adalah sebuah hubungan seperti harga, kecepatan pelayanan, dan
antara keunggulan dan sumber daya yang bersifat kualitatif seperti desain dan
dimiliki perusahaan. Model bisnis dirancang pengalaman pelanggan. Value propositions
untuk mengakuisisi dan meningkatkan memengaruhi customer segments yang akan
pendapatan(Tim PPM Manajemen 2012). dipilih. Perusahaan atau suatu usaha perlu
Sembilan elemen Bisnis Model Canvas (BMC) melakukan edukasi kepada customer
adalah sebagai berikut: segments yang menjadi sasaran, agar
a. Key Partners (kemitraan utama) bersedia menerima value propositions yang
Menurut Silalahi key partners dalam ditawarkan (Putra et al. 2019).
menyusun bisnis model canvas memiliki d. Customer Relantionships ( Hubungan
kaitan erat dengan elemen-elemen lainnya. Pelanggan)
Key Partners adalah mitra kerja sama Customer Relantionships adalah cara untuk
pengoperasi organisasi atau usaha.. Key mempertahankan hubungan antara produsen
Patrtners adalah jalinan kerjasama untuk dan konsumen. Customer Relationships
meningkatkan kemajuan suatu usaha, seperti dibangun untuk mempertahankan kekuatan
contoh bekerja sama dengan Supplier. Key pada suatu usaha. Dalam rangka memenuhi
Patners harus di manajemen dengan efesien kepuasan pelanggan, perusahaan
agar elemen Cost Structure tetap optimal mengelompokkan pelanggan-pelanggan ke
(Putra, Suwarsinah, and Novianti 2019). beberapa segmen yang berbeda berdasarkan
b. Key Activities ( Aktivitas Utama) kesamaan kebutuhan, kesamaan perilaku,
Key Activities merupakan kegiatan utama dan lain-lain (Mohammad and Hendratmi
yang dilakukan oleh suatu usaha pada n.d.).
proses produktifitas. Sebuah organisasi atau e. Customer Segments ( Segmentasi Pasar)\
usaha dapat bertahan harus memiliki key Costumer Segments adalah elemen
activities yang berbeda dengan competitor pengelompok segmentasi pasar yang dibuat
lain. Key activities dapat dikategorikan untuk memfokuskan target pasar pelanggan.
menjadi 3 hal yaitu, Operasi Produk (desain, Target pasar perlu mendapat perhatian
inovasi, pembuatan produk), Operasi Jasa khusus karena target pasar adalah objek
(Problem solving), Platform dan Jaringan pemberi profit untuk mempertahankan
(Mohammad and Hendratmi n.d.). Pada usaha(Putra et al. 2019).
kegiatan key resources, key activities, dan f. Key Resources ( Sumber Daya Utama)
key partners harus dikelola dengan baik Keahlian SDM adalah salah satu aset
karena ketiga elemen ini mempengaruhi berharga pada suatu usaha yang mana
elemen Cost Structure agar tetap optimal keahlian SDM menjadi penentu
(Putra et al. 2019). produktifitas usaha. Sumber daya kunci ini
c. Value Proposition (Nilai Tambah) dapat berupa sumber daya seperti bangunan,
Value proposition merupakan nilai tambah kendaraan, peralatan, uang dan aset
yang diberikan kepada peelanggan baik intelektual (Putra et al. 2019).
berupa produk maupun jasa. Value g. Channels (Saluran)
Proposition bisa disebut dengan keuntungan Channels merupakan suatu cara organisasi
yang diberikan kepada pelanggan .Value atau suatu usaha berkomunikasi dengan
Propositioni mempengaruhi semua elemen pelanggannya. Channels merupakan bagian
……………………………………………………………………………………………………...
ISSN 2798-6489 (Cetak) Juremi: Jurnal Riset Ekonomi
ISSN 2798-6535 (Online)
326 Vol. 1 No.4 Januari 2022
………………………………………………………………………………………………………
hal terpinting untuk mengetahui keinginan bagaimana peluang dan ancaman yang dihadapi
dan selera pelanggan, tentunya Channels perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan
merupakan hal terpenting untuk dan kelemahan yang dimilikinya. Instrumen
meningkatkan penjualan. Kesuksesan SWOT membantu para perencana untuk
Channels ditentukan oleh efektifitas dari key mengetahui apa yang bisa dicapai dan hal apa
resources, key activities, dan key partners. yang perlu diperhatikan.(Tim PPM Manajemen
h. Cost Structure ( Struktur Biaya) 2012)
Menurut Qastharin (2016) cost structure METODE PENELITIAN
merupakan semua biaya yang dikeluarkan Penelitian ini merupakan penelitian
untuk menjalankan usaha. Cost Structure kualitatif yang berbentuk studi kasus.
adalah bagian untuk meningkatkan Penggalian data dilakukan dengan wawancara,
produktivitas usaha untuk mencapai dokumentasi, dan observasi. Wawancara
penjualan yang diinginkan. Membuat dan dilakukan kepada sepuluh informan yang terdiri
meningkatkan nilai tambah maupun income atas satu pemilik usaha, enam karyawan, dan
yang berhubungan antara pelanggan dan tiga konsumen Gantra Betta Fish Tulungagung.
penjual, termasuk dalam komponen biaya Data dokumentasi dikumpulkan dalam bentuk
(Mohammad and Hendratmi n.d.). laporan penjualan industri kecil Gantra Betta
i. Revenue Streams ( Aliran Pendapatan) Fish. Observasi dilakukan dengan mengamati
Revenue streams adalah pendapatan yang kondisi usaha, infrastruktur, fasilitas, dan
diterima perusahaan dari masing-masing situasi kerja karyawan. Model analisis data
segmen pasar atau revenue streams bisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah
diartikan sebuah pemasukan yang bisa model analisis Spradley yang memiliki empat
diukur dalam bentuk uang yang diterima tahapan yaitu analisis domain dengan
perusahaan dari pelanggannya (Mohammad mengumpulkan data apa saja yang diperlukan
and Hendratmi n.d.). Revenue Streems untuk mendapatkan gambaran umum mengenai
merupakan gambaran usaha memperoleh industri kecil Gantra Betta Fish. Tahapan
sumber dana. Aliran dana ini menjadi faktor selanjutnya adalah analisis taksonomi dengan
pendukung suatu usaha untuk tetap melakukan pengamatan dan wawancara
beroperasi. medalam serta dokumentasi sehingga data yang
Analisis SWOT terkumpul menjadi banyak. Setelah analisis
SWOT adalah singkatan dari Strength, taksonomi, dilakukan tahapan selanjutnya yaitu
Weakness, Opportunity dan Threats atau analisis kompensial dengan melakukan
Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan dan wawancara terpilih untuk memperdalam data
Ancaman. Analisis SWOT merupakan upaya yang ditemukan dengan mengajukan sejumlah
menentukan metode dengan memanfaatkan pertanyaan kontras. Tahapan terakhir yaitu
secara maksimal semua kekuatan, peluang yang analisis tema dengan menarik benang merah
ada dan meminimalkan kelemahan dan untuk menyusun hasil dan kesimpulan yang
ancaman. Analisis SWOT dilandasi oleh suatu jelas (Moleong 2017)
logika bahwa keberhasilan suatu HASIL DAN PEMBAHASAN
usaha/organisasi ditentukan oleh kondisi Business Model Canvas
internal dan eksternal. Analisis SWOT adalah Analisis pengembangan usaha pada
akronim untuk kekuatan (Strenghts), industri kecil Gantra Betta Fish Tulungagung
kelemahan (Weakness), peluang ini menggunakan pendekatan 9 elemen bisnis
(Oppurtunities) dan ancaman (Threats). model canvas. Hasil penelitian Elemen bisnis
Matriks SWOT menggambarkan secara jelas dituliskan sebagai berikut:
………………………………………………………………………………………………………
Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Cetak)
ISSN 2798-6535 (Online)
Vol. 1 No.4 Januari 2022 327
……………………………………………………………………………………………………...
a. Value Proposition (Nilai Tambah) Keahlian SDM adalah satu aset berharga
Industri kecil Gantra Betta Fish memberikan pada industri kecil Gantra Betta Fish yang
value Proposition konsumennya dengan mana menjadi tombak produktifitas usaha.
memberikan garansi ikan hidup di tujuan Selain itu sumber daya seperti kantor,
dan ukuran sesuai dengan pemesanan. Bila peralatan, kendaraan dan uang.
ikan mati sampai tujuan, Gantra Betta Fish “Meskipun usaha saya sudah lumayan lama,
akan mengganti dengan ikan yang sama bila akan tetapi pegawai saya hanya bertugas
ada atau mengembalikan uang yang sudah menjaring dan packing, diluar tugas itu saya
konsumen bayarkan. sendiri yang melakukan, aslinya saya
b. Customer Segments (Segmentasi Pasar) kewalahan sampai saya hanya berkembang
Industri kecil Gantra Betta Fish memiliki disini aja” (wawancara dengan pemilik
sasaran pasar para pedagang di luar kota di Gantra Betta Fish, November 2021)
seluruh Indonesia. g. Key Activities (Aktifitas Utama)
c. Channels (Saluran) Industri kecil Gantra Betta Fish memiliki
Industri kecil Gantra Betta Fish saat ini aktifitas utama mencari ikan di para petani di
hanya menggunakan media sosial dan kecamatan yang warganya banyak
whatsapp saja untuk menjual produknya. beraktivitas sebagai petani ikan. Antara lain
Cara ini dianggap mudah dan hemat karena di kecamatan Boyolangu dan Kedungwaru.
sesuai dengan kapasitas sumber daya Setelah menemukan petani yang cocok,
manusia juga tidak dipungut biaya. Gantra Betta Fish melakukan foto produk.
“Selama ini penjualan saya melalui grup- Kemudian di lanjutkan dengan mengedit
grup di Facebook dan story Watsapp, mau agar produk mampu menarik hati konsumen
lebih sayanya yang belum tau caranya untuk membeli. Ketika ada orderan masuk,
“ (wawancara dengan pemilik Gantra Betta industri kecil Gantra Betta Fish melakukan
Fish Tulungagung, November 2021) pengemasan guna pengiriman ke konsumen
d. Customer Relationships (Hubungan melalui ekspedisi.
Pelanggan) “Saya disini bagian packing dan menjaring
Customer Relationships dibangun untuk ikan, jam kerja saya sesuai dengan orderan,
mempertahankan kekuatan hubungan kalau pas sepi saya kerja ditempat lain,
kepada pelanggan. Industri kecil Gantra karena disini selain packing sama menjaring
Betta Fish melakukan ini dengan cara kirim saya tidak bisa, kebanyakan semua
pesan pribadi kepada konsumen melalui dilakukan pemilik sendiri” (wawancara
media sosial facebook dan whatsapp. dengan karyawan Gantra Betta Fish,
“saya sudah langganan lama dengan Gantra November 2021))
Betta Fish, tapi kadang stok ikan jenis itu itu h. Key Partners (Kemitraan Utama)
saja, sehingga kadang harus cari di orang Industri kecil Gantra Betta Fish memiliki
lain” (wawancara dengan konsumen Gantra mitra utama yaitu para petani yang ada di
Betta Fish, November 2021) Tulungagung. Pihak ekspedisi juga
e. Revenue Streams (Aliran Pendapatan) merupakan mitra dari industri kecil Gantra
Industri kecil Gantra Betta Fish Betta Fish untuk mengirimkan produk
mendapatkan pendapatan saat ini masih sampai ke konsumen. Pihak ekspedisi yang
terbatas dari laba penjualan produknya yang digunakan oleh Gantra Betta Fish saat ini
berupa ikan hias saja. antara lain JNE, tiki, dan pos Indonesia.
f. Key Resources ( Sumber Daya Utama) i. Cost Structure (Struktur Biaya)
……………………………………………………………………………………………………...
ISSN 2798-6489 (Cetak) Juremi: Jurnal Riset Ekonomi
ISSN 2798-6535 (Online)
328 Vol. 1 No.4 Januari 2022
………………………………………………………………………………………………………
Industri kecil Gantra Betta Fish d. Strategi WT fokus pada usaha
mengalokasikan cost Structure untuk biaya meminimalkan kelemahan dan menghindari
gaji tim atau sumber daya manusia, biaya ancaman.
operasional usahanya yang berupa paket Gambar 2. Matrik SWOT Gantra Betta Fish
internet dan biaya bahan bakar minyak untuk Tulungagung
mencari produk ke petani juga pengantaran
produk ke pihak ekspedisi.
Gambar 1. BMC Gantra Betta Fish
Tulungagung
……………………………………………………………………………………………………...
ISSN 2798-6489 (Cetak) Juremi: Jurnal Riset Ekonomi
ISSN 2798-6535 (Online)
330 Vol. 1 No.4 Januari 2022
………………………………………………………………………………………………………
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka
saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah
sebagai berikut :
Gambar 3. Perbaikan BMC 1. Pada industri kecil Gantra Betta Fish agar
membuat catatan keuangan sederhana agar
bisa mengetahui dengan pasti pengeluaran
dan pendapatan sehingga memudahkan
pemilik menentukan langkah kedepannya.
2. Pada industri kecil Gantra Betta Fish
sebaiknya menjalin relasi ke sesama
pembudidaya ikan hias untuk bertukar
infomasi dan masuk ke paguyuban
pembudidaya ikan hias.
3. Pada industri kecil Gantra Betta Fish
sebaiknya menambah platform digital media
sosial untuk memudahkan konsumen
menemukan, menambah omset, dan
membangun branding usaha.
4. Pada peneliti selanjutnya untuk melakukan
penelitian kembali, karena data ini diambil
pada saat pandemi Covid-19.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Afridhal, Muhammad. 2017. “Strategi
Pengembangan Usaha Roti Tanjong Di
Kecamatan Samalanga Kabupaten
Bireuen.” Jurnal S. Pertanian 3(1).
PENUTUP [2] Ahmad. 2020. Manajemen Strategis.
Kesimpulan Makassar: CV. Nas Media Pustaka.
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang [3] Desmaryani, Susi. 2018. Wirausaha Dan
telah dilakukan maka penelitian ini dapat Daya Saing. 1st ed. Yogyakarta:
disimpulkan bahwa pengembangan strategi Deeppublish.
usaha perlu dilaksanakan dengan tegas dalam [4] Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung.
meningkatkan komunikasi terhadap pelanggan 2021. “POTENSI KELAUTAN DAN
untuk menciptakan pelanggan yang loyal. PERIKANAN DI KABUPATEN
Selain itu industri kecil Gantra Betta Fish TULUNGAGUNG.”
Tulungagung perlu mematenkan sebuah merek [5] Hartatik, ., and Teguh Baroto. 2017.
untuk meningkatkan penjualan dan “Strategi Pengembangan Bisnis Dengan
menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Metode Business Model Canvas.” Jurnal
Semua strategi ini dialokasikan pada strategi Teknik Industri 18(2):113. doi:
BMC yaitu pada semua elemen. 10.22219/jtiumm.vol18.no2.113-120.
Saran [6] Kusrini, Eni. 2010. “Budidaya Ikan Hias
Sebagai Pendukung Pembangunan
………………………………………………………………………………………………………
Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Cetak)
ISSN 2798-6535 (Online)
Vol. 1 No.4 Januari 2022 331
……………………………………………………………………………………………………...
Nasional Perikanan Di Indonesia.” Media [17] Yam, Jim Hoy. 2020. Manajemen Strategi
Akuakultur 5(2). Konsep Dan Implementasi. Makassar: CV.
[7] Luthfiana, Noorma, and Humas Ditjen Nas Media Pustaka.
Perikanan Budidaya. 2021. “KKP :
Budidaya Ikan Hias Tingkatkan
Pendapatan Masyarakat Di Tengah
Pandemi.”
[8] Mohammad, R. Khairizza, and Achsania
Hendratmi. n.d. “Business Model Canvas
Pada BMT Kanindo Syariah Malang.”
Jurnal Model Bisnis Kanvas
[Link].
[9] Moleong, Lexy J. 2017. Metodologi
Penelitian Kualitatif Edisi Revisi.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
[10] Nabil Alfi, Muhammad, and Faris
Mushlihul Amin. 2020. “Analisis Strategi
Pengembangan Usaha Peternakan Ikan
Cupang Hias (Studi Kasus : Nebula
[Link]).” Nusantara Journal of
Community Engagement 1(2):2020.
[11] Osterwalder, A., and Y. Pigneur. 2013.
Business Model Generation. Jakarta: PT
Elex Media Komputindo.
[12] Putra, Muhammad Devrian Adi, Heny K.
Suwarsinah, and Tanti Novianti. 2019.
“Jurnal Aplikasi Bisnis Dan Manajemen
(JABM).” Jurnal Aplikasi Bisnis Dan
Manajemen (JABM), 5(3).
[13] Rangkuti, Fredy. 2016. Teknik Membedah
Kasus Bisnis Analisis SWOT. Jakarta:
Gramedia.
[14] Ritonga, Zuriani. 2020. Buku Ajar
Manajemen Strategi (Teori Dan Aplikasi).
Yogyakarta.
[15] Tim PPM Manajemen. 2012. “Bisnis
Model Canvas Penerapan Di Indonesia.”
PPM.
[16] Trenggono, Bambang. 2018. “Model
Bisnis Dan Strategi Pengembangan Usaha
Pada The Coffe Bean Dan Tea Leaf
(TCBTL).” Jurnal Aplikasi Manajemen
Dan Bisnis 4(3).
……………………………………………………………………………………………………...
ISSN 2798-6489 (Cetak) Juremi: Jurnal Riset Ekonomi
ISSN 2798-6535 (Online)
332 Vol. 1 No.4 Januari 2022
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Cetak)
ISSN 2798-6535 (Online)