0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan20 halaman

Resiliensi Mediator Stres Ibu Bekerja

Penelitian ini mengeksplorasi peran mediasi resiliensi dalam hubungan antara self-compassion dan stres pengasuhan pada ibu bekerja dengan anak usia 0-6 tahun. Hasil menunjukkan bahwa resiliensi berfungsi sebagai mediator parsial, dengan hubungan negatif signifikan antara self-compassion dan stres pengasuhan. Implikasi dari penelitian ini menyarankan perlunya pelatihan self-compassion dan teknik resiliensi untuk membantu ibu bekerja mengelola stres pengasuhan.

Diunggah oleh

annisarizkiayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan20 halaman

Resiliensi Mediator Stres Ibu Bekerja

Penelitian ini mengeksplorasi peran mediasi resiliensi dalam hubungan antara self-compassion dan stres pengasuhan pada ibu bekerja dengan anak usia 0-6 tahun. Hasil menunjukkan bahwa resiliensi berfungsi sebagai mediator parsial, dengan hubungan negatif signifikan antara self-compassion dan stres pengasuhan. Implikasi dari penelitian ini menyarankan perlunya pelatihan self-compassion dan teknik resiliensi untuk membantu ibu bekerja mengelola stres pengasuhan.

Diunggah oleh

annisarizkiayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESILIENSI SEBAGAI MEDIATOR

HUBUNGAN SELF-COMPASSION DENGAN


STRES PENGASUHAN PADA IBU BEKERJA
1CitraWahyuni*, 2Artika Syafitri, 3Ahmad Isnaeni, 4Charyna Ayu Rizkyanti
1,2Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama
3Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama
4Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Internasional Indonesia

Email: citrawahyuni@[Link], [Link]@[Link],


[Link]@[Link].
*Penulis Korespondensi : citrawahyuni@[Link]

Abstrak
Stres pengasuhan adalah kondisi tidak nyaman dan tidak menyenangkan yang dialami orang tua
saat mengasuh anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran mediasi resiliensi dalam
hubungan self-compassion dengan stres pengasuhan pada ibu bekerja. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif desain korelasional dengan teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 86 ibu bekerja yang
mempunyai anak usia 0-6 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga skala, yaitu skala
self-compassion, skala resiliensi, dan skala stres pengasuhan. Teknik analisis dalam penelitian ini
menggunakan effect mediation analysis, regresi berganda, dan korelasi. Hasil penelitian
menunjukkan resiliensi berperan sebagai mediator parsial pada hubungan stres pengasuhan dan
self-compassion dengan nilai estimate value -0.046, p<0.01. Hasil juga menunjukkan nilai r = -
0.640, p < 0.01 yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion
dengan stres pengasuhan. Kemudian hasil menunjukkan nilai r = -0.630 p < 0.01 yang berarti
terdapat hubungan negatif yang signifikan antara resiliensi dengan stres pengasuhan. Hasil
penelitian mengindikasikan bahwa resiliensi memediasi parsial hubungan self-compassion dan
stres pengasuhan. Implikasi dari penelitian ini adalah diperlukannya pelatihan self-compassion
dan teknik resiliensi bagi ibu bekerja yang memiliki anak usia 0 – 6 tahun untuk mengendalikan
stres pengasuhan yang mereka hadapi.

Kata Kunci: Self-compassion, Resiliensi, Stres Pengasuhan, Ibu Bekerja

Abstract
Parenting stress is an uncomfortable and unpleasant condition experienced by parents when
raising children. This study aims to determine the mediating role of resilience in the relationship
between self-compassion and parenting stress in working mothers. This study uses a quantitative
correlational design method with a sampling technique used is purposive sampling, so that a
sample of 86 working mothers with children aged 0-6 years was obtained. The data collection
technique uses three scales, namely the self-compassion scale, the resilience scale, and the
parenting stress scale. The analysis technique in this study uses effect mediation analysis, multiple
regression, and correlation. The results showed that resilience acts as a partial mediator in the
relationship between parenting stress and self-compassion with an estimate value of -0.046, p

1
2 Wahyuni, C., Syafitri. A., Isnaeni. A., Rizkyanti, C.A. Resiliensi sebagai Mediator
Hubungan Self Compassion dengan Stres Pengasuhan pada Ibu Bekerja

<0.01. The results also show a value of r = -0.640, p <0.01, which means that there is a significant
negative relationship between self-compassion and parenting stress. Then the results show a
value of r = -0.630 p <0.01, which means that there is a significant negative relationship between
resilience and parenting stress. The results of the study indicate that resilience partially mediates
the relationship between self-compassion and parenting stress. The implication of this study is the
self-compassion and resilience training is required for working mothers who have children aged
0-6 years to control the parenting stress they face.

Keywords: Self-compassion, Resilience, Parenting stress, Working mothers

PENDAHULUAN

Penelitian oleh Hallers-

M
Haalboom dkk., (2015)
menunjukkan bahwa ibu lebih
enurut Badan banyak menghabiskan waktu dalam
pengasuhan anak dibandingkan
dengan ayah. Pada budaya di
Indonesia, keterlibatan ayah dalam
Pusat Statistik (2020), pada bulan
pengasuhan anak berbeda-beda di
Agustus jumlah tenaga kerja wanita
setiap budaya. Penelitian yang
mengalami kenaikan sebanyak 2,36
dilakukan oleh Asy’ari (2019) pada
juta orang dibandingkan bulan
budaya Betawi menunjukkan bahwa
Agustus tahun 2019, sehingga
ayah hanya telibat sekedarnya saja
menjadi 138,22 juta orang atau
dalam pengasuhan anak karena
menjadi 53,13%. Badan Pusat
merasa tugas ayah adalah sebagai
Statistik (2018) menunjukkan bahwa
pencari nafkah keluarga. Selanjutnya
lebih dari 40% perempuan
hasil penelitian yang dilakukan oleh
menjalankan peran mengasuh anak
Soge dkk., (2016) di Kota Kupang
dan sekaligus bekerja. Selanjutnya
pada lima orang ibu menunjukkan
data dari “The Institute of Science and
bahwa ibu memiliki persepsi bahwa
Technology Journal’s” menunjukkan
pengasuhan anak adalah tugas besar
bahwa perempuan Indonesia telah
ibu dan tugas ayah adalah untuk
bekerja saat berusia 22 tahun (belum
mencari nafkah.
menikah) dan hanya sebagian dari
Hasil survey Komisi
mereka yang setelah menikah
Perlindungan Anak Indonesia (2020)
berhenti bekerja (Setiasih, 2021).
pada 34 Provinsi di Indonesia
INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol.15 No.2 Desember 2024 hlm 1-20 3
menunjukkan bahwa keterlibatan (2023) pada 127 ibu bekerja yang
ayah dalam pengasuhan masih memiliki anak usia taman kanak-
rendah dalam hal mendampingi anak kanak menunjukkan bahwa ibu
belajar maupun mendampingi bekerja memiliki tingkat stres
aktivitas anak selain kegiatan belajar. pengasuhan yang sedang. Penelitian
Pada kondisi keluarga tersebut senada dengan penelitian
dengan usia anak yang berada pada yang dilakukan oleh Deliani (2023)
rentang 0 – 6 tahun membuat ibu pada 43 ibu bekerja yang memiliki
memiliki peran pengasuhan yang anak usia taman kanak-kanak juga
lebih dikarenakan keterbatasan menunjukkan bahwa ibu bekerja
kemandirian dan kemampuan memiliki tingkat stres pengasuhan
beradaptasi pada anak. Hal ini yang sedang. Para ibu menanggung
menjadikan seorang ibu yang beban yang sangat besar, sehingga
memiliki anak usia 0 – 6 tahun lebih sulit bagi mereka untuk mengatur
mungkin mengalami stres waktu dan emosi antara pekerjaan
pengasuhan dibanding ibu yang dan rumah.
memiliki anak usia lebih dari enam Selanjutnya Deater Deckard
tahun (Akmalia & Rahayuningsih, dan Kim (2021) mengungkapkan
2021) Penelitian Andreadakis bahwa stres pengasuhan terjadi
(2020) dkk, mengungkapkan bahwa karena ketidaksiapan dan
kemampuan regulasi emosi yang ketidakmampuan orang tua baik
terbatas pada anak usia 0 – 5 tahun secara fisik dan psikologis dalam
membuat ibu lebih merasakan stres. mengasuh anak. Deater-Deckard
Ibu menganggap anak usia 0 – 5 (2004) mengatakan bahwa stres
tahun masih sulit dikendalikan emosi pengasuhan tidak hanya
dan tingkah lakunya. dikarenakan orang tua yang merasa
Pada konteks ibu bekerja dan tidak mampu mengasuh anak
memiliki anak usia 0 – 6 tahun, melainkan juga adanya pandangan
penelitian yang dilakukan oleh orang tua yang menganggap bahwa
Greaves dkk., (2017) menunjukkan anaknya sulit untuk diatur.
bahwa ibu bekerja mengalami Secara umum, ibu yang
kelelahan emosi yang lebih tinggi bekerja lebih mungkin mengalami
terutama dalam mengatur beban stres sebagai orang tua daripada ibu
pekerjaan dan perannya sebagai ibu. yang tinggal di rumah dan tidak
Penelitian yang dilakukan oleh bekerja. Hal ini disebabkan oleh
Nurhafizah, Hidayati, dan Syam banyaknya tanggung jawab ibu yang
4 Wahyuni, C., Syafitri. A., Isnaeni. A., Rizkyanti, C.A. Resiliensi sebagai Mediator
Hubungan Self Compassion dengan Stres Pengasuhan pada Ibu Bekerja

membutuhkan lebih banyak waktu, seorang wanita yang bekerja dan


tenaga, dan pemikiran. Menurut merawat anak-anak lebih rentan
penelitian Apreviadizy dan terhadap stres. Mengasuh anak dapat
Puspitacandri (2014) di Sidoarjo mengalami stres, yang merupakan
dengan sampel 40 ibu yang bekerja keadaan yang sering terjadi dalam
dan 40 ibu yang tidak bekerja, ibu banyak aspek kehidupan. Jika
yang bekerja lebih banyak seorang ibu memainkan peran
mengalami stres dibandingkan penting dalam membesarkan anak,
dengan ibu yang tinggal di rumah. stres sedikit banyak dapat mengubah
Penelitian Maharrani (2019) dengan gaya pengasuhannya. Stres
30 sampel orang tua yang bekerja pengasuhan anak secara tidak
dan memiliki dua anak menemukan langsung dipengaruhi oleh konflik
bahwa mereka memiliki 40% lebih kehidupan kerja bagi wanita yang
banyak tanda biokimia stres kronis bekerja (Kim, 2016). Stres
dibandingkan rekan-rekan mereka pengasuhan muncul ketika orang tua
yang tidak memiliki anak. merasa sulit untuk memenuhi
Menurut hasil wawancara tuntutan sebagai orang tua;
yang dilakukan oleh peneliti, para akibatnya, stres yang cukup besar
ibu yang bekerja dan juga mengasuh berkembang dan berdampak buruk
anak sendiri tanpa bantuan pada perilaku, kesejahteraan, dan
pengasuh merasa kesulitan dalam kemampuan anak untuk
membagi waktu antara bekerja dan menyesuaikan diri.
mengasuh anak. Selain itu, beberapa Ketidakmampuan untuk mengelola
ibu kurang memberikan perhatian stres orang tua dapat meningkatkan
kepada anak-anak mereka demi kecenderungan orang tua untuk
pekerjaan mereka. Kondisi melakukan agresi kepada anak, yang
emosional ibu yang bekerja memiliki dampak jangka panjang
terpengaruh karena mereka merasa yang negatif terhadap
terbebani, kelelahan secara perkembangan kepribadian anak
emosional dan fisik, dan kesulitan (Gina & Fitriani, 2022).
mengendalikan emosi mereka. Stres, ketidakstabilan emosi,
Beberapa ibu percaya bahwa mereka dan kesulitan mengatasi masalah
menanggung beban yang berlebihan yang berhubungan dengan kasih
dalam mengurus rumah dan tugas- sayang diri sendiri adalah beberapa
tugas domestik lainnya. Karena itu, gejala yang sering dirasakan oleh
INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol.15 No.2 Desember 2024 hlm 1-20 5
para ibu yang bekerja (Neff, 2003). (Reivich & Shatte, 2003). Reivich &
Terbuka pada diri sendiri, mampu Shatte (2003) menyatakan bahwa
merasakan penderitaan diri sendiri meskipun membutuhkan waktu,
dan juga penderitaan orang lain, seseorang dengan resiliensi yang
mencintai dan peduli pada diri tinggi dapat mengatasi tantangan
sendiri, tidak terpengaruh oleh mereka.
kegagalan dan keterbatasan, dan Resiliensi adalah
melihat bahwa pengalaman sendiri keterampilan utama untuk
adalah bagian dari pengalaman yang mengelola stres, mengatasi
lebih luas adalah karakteristik dari rintangan, dan menavigasi situasi
self-compassion. Self-compassion berbahaya. Resiliensi, seperti yang
dapat meningkatkan kesejahteraan didefinisikan oleh Lyons et al.,
psikologis dan menurunkan stres, (2009), adalah kapasitas individu
kecemasan, dan keputusasaan. untuk pulih dari pengalaman stres
Sebagai hasilnya, self-compassion jangka panjang karena pengaruh
dapat membantu orang untuk penguatan, di mana resiliensi
menjadi lebih fleksibel dalam bermanfaat untuk menurunkan stres
menghadapi masalah-masalah dalam bahkan dalam keadaan yang
hidup (Germer & Neff, 2013). Neff menantang. Menurut penelitian
(2003) mendefinisikan self- Maharani & Panjaitan (2019),
compassion sebagai tindakan resiliensi memiliki pengaruh negatif
menerima rasa sakit, kesalahan, atau yang besar terhadap stres
keterbatasan diri sendiri tanpa pengasuhan ibu. Tingkat stres
menghakimi dan mengakui bahwa pengasuhan seorang ibu yang
hal tersebut adalah bagian alami dari bekerja berkorelasi terbalik dengan
menjadi seorang manusia. tingkat resiliensinya. Resiliensi
Menurut Walsh (2016) adalah keterampilan mengatasi stres
resiliensi merupakan salah satu yang berorientasi pada tujuan yang
faktor protektif yang dapat sangat penting bagi setiap orang.
membantu orang tua mengurangi Dengan membangun resiliensi,
stres pengasuhan yang mereka seseorang dapat mengatasi
alami. Resiliensi memungkinkan kecemasan, keputusasaan, dan
seseorang untuk bereaksi secara respons stres (Connor & Davidson,
positif dan produktif terhadap 2003).
tekanan kehidupan sehari-hari Pada penelitian ini, peneliti
ketika dihadapkan pada kesulitan mengeksplorasi mediasi resiliensi
6 Wahyuni, C., Syafitri. A., Isnaeni. A., Rizkyanti, C.A. Resiliensi sebagai Mediator
Hubungan Self Compassion dengan Stres Pengasuhan pada Ibu Bekerja

pada hubungan self-compassion dan pemberian skor tersebut kemudian


stres pengasuhan pada ibu bekerja akan digunakan sebagai data
yang memiliki anak usia 0 – 6 tahun. penelitian untuk tambahan analisis
Sebagai sebuah kebaruan, peneliti data penelitian.
mengajukan resiliensi sebagai Google Formulir digunakan
mediator atau variabel perantara. untuk mendistribusikan survei
untuk penelitian ini. Setiap grup
METODE PENELITIAN WhatsApp, saluran Telegram, dan
Penelitian ini merupakan grup Facebook yang menampilkan
penelitian kuantitatif dengan desain asosiasi atau komunitas ibu
korelasional. Populasi penelitian ini menerima tautan ke kuesioner.
adalah ibu yang bekerja dan memiliki Selain itu, dengan menghubungi para
anak dengan usia 0 hingga 6 tahun. ibu satu per satu dan memberi
Program G*Power [Link] digunakan mereka kriteria berdasarkan
untuk menghitung jumlah sampel penelitian, para peneliti
minimal dan didapatkan 86 orang mendistribusikan survei. Ukuran
ibu bekerja yang memiliki anak usia stres pengasuhan, skala self-
0 – 6 tahun sebagai sampel dalam compassion dan skala resiliensi
penelitian ini. semuanya digunakan dalam
Penelitian ini dilakukan penelitian ini. Terdapat pernyataan
dengan menyebarkan kuesioner dalam skala ini yang bersifat positif
online melalui media sosial seperti dan negatif. Skala Likert dengan
Facebook, WhatsApp, dan Telegram empat kemungkinan tanggapan SS
dan peneliti memberikan penjelasan (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak
mengenai proses pengisian untuk Setuju), dan STS (Sangat Tidak
setiap skala sebelum responden Setuju)-digunakan oleh para peneliti.
mengisi kuesioner. Selain itu, Uji coba skala self-
responden diinstruksikan oleh compassion berdasarkan teori Neff
peneliti untuk memilih jawaban yang (2003) dilakukan dengan 30 aitem
jujur dan sesuai dengan situasi atau dan menghasilkan nilai Cronbach
emosi yang mereka rasakan. Hasil alpha = 0.918 dan nilai validitas
dari Google form akan diolah dengan berkisar antara 0.311 hingga 0.778.
memberikan skor pada setiap respon Skala resiliensi menggunakan skala
setelah distribusi skala yang yang dikembangkan oleh Wahyudi
diperlukan memadai. Hasil (2022) berdasarkan teori Reivich &
INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol.15 No.2 Desember 2024 hlm 1-20 7
Shatte (2003). Skala tersebut terdiri heteroskedastisitas. Hipotesis
dari 24 aitem dan menghasilkan nilai pertama menggunakan analisis
validitas sebesar 0,253 - 0,677 dan mediator, yang berusaha untuk
nilai Cronbach alpha = 0,818. Dengan mengetahui efek mediasi resiliensi
total 26 pertanyaan, skala stres pada hubungan self-compassion dan
orang tua mengacu pada teori stres pengasuhan. Hipotesis kedua,
Deater-Deckard (2004) yang ketiga dan keempat diuji dengan
dikembangkan oleh Ashari (2021). menggunakan analisis regresi
Ditemukan nilai validitas sebesar sederhana, sedangkan hipotesis
0,259 - 0,559 dan nilai Cronbach kedua diuji dengan menggunakan
alpha = 0,837. analisis regresi berganda. Program
Penelitian ini menggunakan JASP [Link] untuk Windows
data statistik parametrik dan uji digunakan untuk membantu
asumsi berikut ini: normalitas, pendekatan analisis data dalam
linearitas, multikolinearitas, dan penelitian ini

HASIL DAN PEMBAHASAN


Tabel deskripsi data pengasuhan yang telah diberikan
penelitian berikut ini berisi informasi kepada ibu bekerja yang mengasuh
mengenai alat ukur atau skala self- anak.
compassion, resiliensi, dan stres

Tabel 1. Hasil Statistik Deskriptif


Variabel Min Max Mean SD
Self- 31 84 63 11
compassion
Resiliensi 42 73 57 7,11
Stres 22 59 40 8,11
Pengasuhan

Berdasarkan hasil empirik, variabel penelitian tercantum dalam


penelitian ini membagi skor ke tabel di bawah ini.
dalam tiga kategori: tinggi, sedang,
dan rendah. Kategori skor untuk
8 Wahyuni, C., Syafitri. A., Isnaeni. A., Rizkyanti, C.A. Resiliensi sebagai Mediator
Hubungan Self Compassion dengan Stres Pengasuhan pada Ibu Bekerja

Tabel 2. Kategorisasi Variabel

Tinggi Jumlah Sedang Jumlah Rendah Jumlah


Self- (17%) 15 (69%) 59 (14%) 12
compassion
Resiliensi (22%) 19 (64%) 55 (14%) 12
Stres (15%) 13 (69%) 59 (16%) 14
Pengasuhan

Berdasarkan analisis yang Ibu yang memiliki kecenderungan


dilakukan penelitian ini memilki tiga untuk peka terhadap banyak situasi
pengkategorian yaitu tinggi, sedang yang dialami oleh anak akan
dan rendah. Berdasarkan hasil menurunkan stres pengasuhan yang
pengkategorian, ketiga variabel dialaminya.
dalam penelitian ini termasuk ke Ibu bekerja memiliki self-
dalam kategori sedang. compassion dengan kategori tinggi
Sebanyak 15% (N = 13) ibu sebanyak 17% (N = 15), sebanyak
mengalami stres pengasuhan yang 69% (N = 59) dengan self-compassion
tinggi, 69% (N = 59) dengan stres sedang, dan 14% (N = 12) dengan
pengasuhan sedang, dan sebanyak kategori rendah. Meskipun tidak
16% (N = 14) ibu bekerja mengalami mudah, ibu yang memiliki self-
stres pengasuhan ringan. compassion dapat mengatasi
Berdasarkan hasil tersebut dapat penilaian diri yang buruk saat situasi
dipahami bahwa rata- rata seorang sulit sedang dialami.
ibu yang bekerja menerima tekanan Sebanyak 22% (N = 19) ibu
dari tanggung jawabnya untuk bekerja memiliki resiliensi pada
merawat anak-anak, tetapi tekanan kategori tinggi, 64% (N = 55), dan
yang dirasakan tidak terlalu besar 14% (N = 12) ibu bekerja memiliki
dalam menyebabkan terciptanya resiliensi rendah. Ibu yang memiliki
kategori stres pengasuhan yang resiliensi dapat menanggapi secara
parah. positif dan menyelesaikan masalah
Hasil ini sesuai dengan dan mampu mengatasi stres yang
penelitian yang dilakukan Kim dialami.
(dalam Akmalia & Rahayuningsih,
2021) tentang plastisitas otak ibu
yang membantu dalam pengasuhan.
INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol.15 No.2 Desember 2024 hlm 1-20 9
Uji Asumsi multikolinieritas, dan
Uji asumsi yang digunakan heteroskedastisitas.
dalam penelitian ini adalah uji
normalitas, linieritas,

Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Tiga Variabel

Kedua gambar di atas Selain itu, titik-titik yang terlihat


menunjukkan bahwa data ketiga pada grafik Q-Plot dapat diamati
variabel terdistribusi normal. berada dekat dengan garis diagonal,
Diagram histogram terdistribusi yang menunjukkan bahwa data
menunjukkan bahwa nilai residual terdistribusi normal.
terdistribusi membentuk lonceng.

Gambar 2. Uji Uji Linieritas Stres Pengasuhan vs. Self-compassion


10 Wahyuni, C., Syafitri. A., Isnaeni. A., Rizkyanti, C.A. Resiliensi sebagai Mediator
Hubungan Self Compassion dengan Stres Pengasuhan pada Ibu Bekerja

Gambar 3. Uji Linieritas Stres Pengasuhan vs. Resiliensi

Berdasarkan gambar di atas, penelitian ini memiliki hubungan


terlihat jelas bahwa resiliensi dan yang linier.
stres pengasuhan membentuk garis
terbalik (hubungan negatif), begitu
pula dengan self-compassion dan
stres pengasuhan. Oleh karena itu,
variabel dependen dan kedua
variabel independen dalam

Tabel 3. Uji Multikolinieritas


Variabel Collinierity Statistic Keterangan
Tolerance VIF
Self-compassion 0,401 2,493 Bebas dari
multikolinieritas
Resiliensi 0,401 2.493 Bebas dari
multikolinieritas

Hasil Uji multikolinearitas multikolinearitas aman dan berhasil diuji


ditunjukkan pada tabel coefficients. Mengacu (Malay, 2021).
pada nilai Variance inflation factor/VIF < 10,
menunjukkan bahwa asumsi
INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol.15 No.2 Desember 2024 hlm 1-20 11

Gambar 4. Uji heteroskedastisitas

Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas karena titik-titik pada


heteroskedastisitas di atas, terlihat jelas grafik terdistribusi secara acak dan tidak
bahwa tidak ada tanda-tanda membentuk suatu pola.

Uji Hipotesis
Penelitian ini menggunakan teknik
analisis data mediation analysis dan regresi
berganda.

Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Pertama

Direct effects

95% Confidence
Interval

Std. z-
Estimate P Lower Upper
Error value

Stres Self-
→ -0.030 0.010 -3.010 0.003 -0.049 -0.010
Pengasuhan Compassion

Note. Delta method standard errors, normal theory confidence intervals, ML estimator.
12 Wahyuni, C., Syafitri. A., Isnaeni. A., Rizkyanti, C.A. Resiliensi sebagai Mediator
Hubungan Self Compassion dengan Stres Pengasuhan pada Ibu Bekerja

Indirect effects
95%
Confidence
Interval
Std. z-
Estimate P Lower Upper
Error value
Stres Self- -
→ Resiliensi → -0.046 0.009 < .001 -0.063 -0.029
Pengasuhan Compassion 5.261
Note. Delta method standard errors, normal theory confidence intervals, ML estimator.

Total effects
95% Confidence
Interval
Std. z-
Estimate p Lower Upper
Error value
Stres
→ Self- Compassion -0.075 0.010 -7.718 < .001 -0.094 -0.056
Pengasuhan
Note. Delta method standard errors, normal theory confidence intervals, ML estimator.

Berdasarkan hasil pada tabel pada konteks ibu bekerja, faktor


direct effects, indirect effects, dan protektif yang harus disoroti adalah
total effects, resiliensi berperan self-compassion dan resiliensi yang
parsial sebagai variabel mediator dapat menurunkan gejala depresi
pada hubungan self-compassion dan pada ibu. Hasil penelitian ini juga
stres pengasuhan dengan p value bersesuaian dengan teori Neff
sebesar 0,001 < 0,01. Temuan ini (2003) yang mengatakan bahwa
mendukung hipotesis pertama resiliensi berperan sebagai mediator
penelitian. Hasil ini bersesuaian dengan memperkuat kemampuan
dengan penelitian yang dilakukan individu untuk bangkit dari
oleh Larrucea-Iruretagoyena, Orue, tantangan pengasuhan melalui sikap
& Calvete (2024) pada 209 ibu dan yang penuh kasih terhadap diri
214 anak. Hasil menunjukkan bahwa sendiri.
INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol.15 No.2 Desember 2024 hlm 1-20 13

Tabel 5. Hasil Uji Hipotesis Kedua, Ketiga dan Keempat


Variabel R R F Sig
Square
Stres pengasuhan* Self-compassion* 0,674 0,455 34,638 < 0,001
Resiliensi
Self-compassion dengan Stres Pengasuhan - 0,409 0,001 Negatif-
0,640 Signifikan
Resiliensi dengan Stres Pengasuhan - 0,398 0,001 Negatif-
0,630 Signifikan

Temuan hipotesis kedua ibu yang bekerja menghadapi lebih


ditunjukkan pada Tabel 5 dengan banyak kesulitan dalam memahami
nilai koefisien korelasi (r) sebesar anak-anak mereka dibandingkan
0,674 dengan F hitung sebesar dengan ibu yang tidak bekerja. Ibu
34,638 dan p =0,001 (p < 0,01). Self- yang bekerja dan ibu yang tidak
compassion dan resiliensi secara bekerja menunjukkan tingkat empati
efektif memberikan kontribusi kognitif yang berbeda terhadap anak,
sebesar (45,5%) terhadap stres dengan ibu yang tidak bekerja
pengasuhan. Abidin (1992) memiliki skor rata-rata lebih tinggi
mengatakan bahwa ibu yang daripada ibu yang bekerja. Hal ini
memiliki self-compassion lebih menunjukkan bahwa perkembangan
mampu menerima tantangan empati seorang ibu dipengaruhi oleh
pengasuhan dengan sikap positif, ikatan mereka dengan anak-anak
sedangkan resiliensi memungkinkan mereka yang dibutuhkan untuk
mereka untuk tetap tangguh memahami kebutuhan anak secara
meskipun menghadapi tekanan penuh.
pekerjaan dan pengasuhan. Kemampuan untuk
Nilai r = -0,640, p = 0,001 mengelola emosi dengan baik
menunjukkan self-compassion membutuhkan pemikiran dan
berhubungan secara negatif dengan pemahaman yang positif. Self-
stres pengasuhan pada ibu bekerja. compassion yang tinggi akan menjadi
Stres pengasuhan secara efektif metode yang berguna untuk
berkurang sebesar 24,20% dengan menghadapi masalah atau tekanan
mempraktikkan self-compassion. dalam pengasuhan anak karena
Menurut penelitian melibatkan kemampuan untuk
Rizkyanti, Murty, & Wahyuni, (2019) mengendalikan emosi yang dapat
14 Wahyuni, C., Syafitri. A., Isnaeni. A., Rizkyanti, C.A. Resiliensi sebagai Mediator
Hubungan Self Compassion dengan Stres Pengasuhan pada Ibu Bekerja

mengarahkan pada tindakan positif tantangan bukan sebagai sesuatu


dalam mengatasi hambatan. Hal ini yang buruk. Selain itu, ibu yang
dijelaskan dalam penelitian Neff resilien akan membuat kedaan ibu
(2011) yang menyatakan bahwa ibu menjadi lebih baik dan memperkuat
bekerja perlu memiliki tingkat self- dampak yang baik pada
compassion yang sedang hingga pengasuhannya.
tinggi untuk mengatasi stres Menurut Cripe (2013), orang
pengasuhan. tua yang memiliki resiliensi yang
Selanjutnya, nilai r = -0,630, p kuat lebih sedikit mengalami stres.
= 0,001 menunjukkan bahwa Orang tua yang stres karena tugas
terdapat hubungan negatif dan membesarkan anak akan mengalami
siginifikan antara resiliensi dan stres penurunan resiliensi. Orang tua
pengasuhan. Stres pengasuhan orang memainkan peran penting dalam
tua secara efektif disumbangkan oleh keluarga, berfungsi sebagai
variabel resiliensi sebesar 21,30%. motivator utama bagi anak-anak
Hal ini dapat diartikan, stres mereka untuk berhasil melewati
pengasuhan pada ibu akan menurun rintangan dalam hidup.
seiring dengan tingkat resiliensinya. Ibu yang tangguh mampu
Sikap ibu yang tidak mengelola stres mereka dan
menyalahkan diri sendiri saat gagal, menyikapinya dengan cara yang
menerima kesalahan, dan positif dan sehat. Hal ini konsisten
menghadapi rintangan baru dengan dengan penelitian yang
tetap tenang dan sabar harus menunjukkan bahwa ibu dengan
dimaksimalkan untuk mengurangi resiliensi yang kuat lebih sedikit
stres yang dialami oleh ibu selama mengalami stres saat membesarkan
mengasuh anak. (Neff & Vonk, 2009; anak-anak mereka. Selain itu,
Neff dalam Barnard & Curry, (2011)). mereka yang memiliki tingkat
Hasil penelitian ini konsisten resiliensi yang tinggi mampu
dengan penelitian Plumb (2011), menyesuaikan diri dengan
yang menemukan adanya hubungan perubahan yang terjadi untuk
resiliensi dan stres pengasuhan, menurunkan tingkat stres mereka
Seseorang dengan tingkat resiliensi (Maharani & Panjaitan, 2019).
yang tinggi dapat melihat kapasitas
mereka untuk tumbuh dan
berkembang serta dapat melihat
INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol.15 No.2 Desember 2024 hlm 1-20 15
SIMPULAN [Link]
Self-compassion dan 374424jccp2104_12
resiliensi secara signifikan
mempengaruhi penurunan stres Akmalia, I., & Rahayuningsih, S. I.
pada ibu bekerja yang memiliki anak (2021). Attachment
usia 0 – 6 tahun. Berdasarkan hasil (kelekatan) ibu dan anak
penelitian, diperlukan program dengan perkembangan sosial
pelatihan self-compassion yang emosional bayi. Jurnal Ilmiah
diperuntukkan membantu ibu Mahasiswa Fakultas
bekerja menjadi lebih berempati dan Keperawatan, 3(1), 12–18.
menerima keadaan dirinya. Hal ini
dapat mengurangi kecenderungan Andreadakis, E., & Kalantzi-Azizi, A.
mereka untuk menyalahkan diri saat (2020). Maternal emotion
menghadapi tantangan pengasuhan regulation and its impact on
dan meningkatkan kemampuan child development: A
mereka untuk menyesuaikan diri systematic review. Journal of
secara emosional dalam situasi sulit. Child and Family Studies,
Selain itu, ibu bekerja perlu 29(5), 1234–1248.
diajarkan keterampilan resiliensi, [Link]
seperti teknik pengelolaan emosi, 826-020-01710-5
perencanaan strategis, dan
dukungan sosial, dapat Apreviadizy, P., & Puspitacandri, A.
meningkatkan kemampuan mereka (2014). Perbedaan stres
untuk mengatasi tekanan pekerjaan ditinjau dari ibu bekerja dan
dan pengasuhan. Ibu yang lebih ibu tidak bekerja. Jurnal
tangguh dapat menjaga Psikologi Tabularasa, 9(1),
keseimbangan mental dan 58–65.
emosional, sehingga lebih mampu [Link]
menghadapi berbagai tuntutan. bitstream/123456789/1234
/5/13.860.0063_file5.pdf
DAFTAR PUSTAKA

Ashari, M. N. (2021). Hubungan


Abidin, R. R. (1992). The
antara mindfulness trait dan
determinants of parenting
stres pengasuhan pada orang
stress. Journal of Clinical Child
tua yang memiliki anak autis.
Psychology, 21(4), 407–412.
Universitas Muhammadiyah
16 Wahyuni, C., Syafitri. A., Isnaeni. A., Rizkyanti, C.A. Resiliensi sebagai Mediator
Hubungan Self Compassion dengan Stres Pengasuhan pada Ibu Bekerja

Malang. [Link]
Asy'ari, H., & Ariyanto, A. (2019). 025754
Gambaran keterlibatan ayah
dalam pengasuhan anak Bhattacharjee, S., & Tripathi, P.
(Paternal Involvement) di (2012). A study on
Jabodetabek. Intuisi: Jurnal psychological stress of
Psikologi Ilmiah, 11(1), 37– working women.
44. International Journal of
[Link] Multidisciplinary Research,
tuisi.v11i1.20115 2(2), 434–445.

Badan Pusat Statistik. (2018). Connor, K. M., & Davidson, J. R. T.


Keadaan angkatan kerja di (2003). Development of a
Indonesia Agustus 2018. new Resilience scale: The
[Link] Connor-Davidson Resilience
cation/2018/11/30/6d8a8e scale (CD-RISC). Depression
b26ac657f7bd170fca/keada and Anxiety, 18(2), 76–82.
an-angkatan-kerja-di- [Link]
[Link] 10113

Badan Pusat Statistik. (2020). Cooper, P, P., & Stewart. (2007).


Keadaan angkatan kerja di Parenting stress of caregivers
Indonesia Agustus 2020. of young children who are
[Link] HIV positive. African Journal
cation/2020/11/30/307a28 of Psychiatry (South Africa),
8d678f91b9be362021/kead 10(4), 210–214.
aan-angkatan-kerja-di- [Link]
[Link] sy.v10i4.30257

Barnard, L. K., & Curry, J. F. (2011). Cripe, C. T. (2013). Family Resilience,


Self-Compassion: Parental Resilience and
Conceptualizations, Stress Mediation in Families
Correlates, & Interventions. with Autistic Children. In
Review of General Psychology, Dissertation (Issue 189).
15(4), 289–303.
INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol.15 No.2 Desember 2024 hlm 1-20 17
Deater-Deckard, K. (2004). Parenting 75_Parenting_Stress_During_
stress. Yale University Press. the_Covid-19_Pandemic_-
_Prosiding_Temilnas_IPS_20
Deater-Deckard, K., & Kim-Spoon, J. 21/links/6255acfcb0cee02d
(2021). Parenting and child 6966c779/Parenting-Stress-
development: A dynamic During-the-Covid-19-
perspective. Developmental Pandemic-Prosiding-
Review, 61, 100951. [Link]
[Link]
.2021.100951 Hallers-Haalboom, E. T., Groeneveld,
M. G., van Berkel, S. R.,
Deliani, R. (2023). Hubungan mindful Endendijk, J. J., & Mesman, J.
parenting dengan stres (2015). Boys’ and girls’
pengasuhan pada ibu bekerja relational aggression and
yang memiliki anak usia dini. maternal responses: Links
Jurnal Ilmiah Pendidikan with mothers’ and children’s
Anak Usia Dini, 5(1), 93–108. social information processing
[Link] styles. Developmental
elangi.v4i1.766 Psychology, 51(10), 1359–
1372.
[Link]
Germer, C. K., & Neff, K. D. (2013). Self- 039486
compassion in clinical Kim, P. (2016). Human Maternal
practice. Journal of Clinical Brain Plasticity: Adaptation
Psychology, 69(8), 856–867. to Parenting. New Directions
[Link] for Child and Adolescent
.22021 Development, 2016(153), 47–
58.
Gina, S., & Fitriani, L. (2022). Stres [Link]
pengasuhan pada orang tua .20168
di masa pandemi COVID-19.
Prosiding Temilnas IPS 2021, Komisi Perlindungan Anak Indonesia.
1–8. (2020). Hasil survei
[Link] pemenuhan hak dan
et/profile/Fikrie- perlindungan anak pada
Fikrie/publication/3599015 masa pandemi COVID-19.
18 Wahyuni, C., Syafitri. A., Isnaeni. A., Rizkyanti, C.A. Resiliensi sebagai Mediator
Hubungan Self Compassion dengan Stres Pengasuhan pada Ibu Bekerja

[Link]
files/2021/02/Hasil-Survei- Maharani, A. P., & Panjaitan, R. U.
KPAI-2020-Pemenuhan-dan- (2019). Resiliensi dan
Perlidunga-di-Masa-Covid- Hubungannya dengan
[Link] Tingkat Stres Orang Tua yang
Memiliki Anak Penyandang
Larrucea-Iruretagoyena, M., Orue, I., Autism Spectrum Disorder.
& Calvete, E. (2024). Parents’ Jurnal Ilmu Keperawatan
self-compassion as a Jiwa, 2(1), 47–54.
moderator between
children’s emotional Maharrani, R. (2019). Regulasi emosi
regulation difficulties and dan parenting stress pada ibu
parents’ depressive bekerja. Jurnal Psikologi
symptoms. Mindfulness, 15, Terapan dan Pendidikan,
2038–2047. 8(2), 1–10.
[Link]
Lestari, P. D. A., & Ediati, A. (2021). tp.v8i2.8617
Self Compassion Dan Stres
Pengasuhan Orang Tua Di Mustikasari, D. S., & W. (2019).
Masa Pandemi Covid-19. Resiliensi sebagai mediator
Jurnal EMPATI, 10(4), 270– self-compassion dan
276. kebahagiaan. Naskah
[Link] Prosiding Temilnas XI IPPI.
mpati.2021.32603
Neff, K. (2003). Self-Compassion: An
Lyons, D. M., Parker, K. J., Katz, M., & Alternative
Schatzberg, A. F. (2009). Conceptualization of a
Developmental cascades Healthy Attitude Toward
linking stress inoculation, Oneself. Self and Identity,
arousal regulation, and 2(2), 85–101.
resilience. Frontiers in [Link]
Behavioral Neuroscience, 298860309032
3(SEP), 1–6.
[Link] Neff, K. D. (2011). Self-compassion,
uro.08.032.2009 self-esteem, and well-being.
INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol.15 No.2 Desember 2024 hlm 1-20 19
Social and Personality Resilience on Parental Stress
Psychology Compass, 5(1), 1– in Families With a Child
12. Diagnosed With an Autism
[Link] Spectrum Disorder. Social
51-9004.2010.00330.x Work.

Neff, K. D., & Faso, D. J. (2015). Self- Ragjariah, R., & Sari, D. P. (2020).
Compassion and Well-Being Hubungan antara resiliensi
in Parents of Children with dengan stres pengasuhan
Autism. Mindfulness, 6(4), pada ibu yang bekerja selama
938–947. pandemi COVID-19. Jurnal
[Link] Penelitian Perawat
671-014-0359-2 Profesional, 2(4), 489–496.
[Link]
Nurhafizah, N., Hidayati, W. R., & pp.v2i4.472
Syam, H. (2023). Analisis
parenting stress orang tua Reivich, K., & Shatte, A. (2003). The
bekerja yang memiliki anak Resilience Factor: 7 Keys to
usia dini di Kecamatan Lima Finding Your Inner Strength
Kaum. Jurnal Obsesi: Jurnal and Overcoming Life’s
Pendidikan Anak Usia Dini, Hurdles. Three Rivers Press.
7(3), 4537.
[Link] Rizkyanti, C. A., Murty, A., I., &
bsesi.v7i3.4537 Wahyuni, C. (2019). Has a
Mother’s Role been
Nurussyifa, Z., Brebahama, A., & Substituted? A Study of
Kinanthi, M. R. (2020). Mother’s Empathy toward
Hubungan antara resiliensi their Young Children in
keluarga dan stres Jakarta. Advances in Social
pengasuhan pada ibu yang Sciences Research Journal,
memiliki anak tunanetra. 6(1), 527–536.
Journal of Applied Psychology, [Link]
2006, 312–321. srj.61.6041
Setiasih, S. (2021). Single women's
Plumb, J. C. (2011). the Impact of happiness in terms of social
Social Support and Family support and religiosity. An-
20 Wahyuni, C., Syafitri. A., Isnaeni. A., Rizkyanti, C.A. Resiliensi sebagai Mediator
Hubungan Self Compassion dengan Stres Pengasuhan pada Ibu Bekerja

Nisa Journal of Gender Studies,


17(1), 36–45.
[Link]
nnisa.v17i1.270
Soge, E. M. T., Kiling-Bunga, B. N.,
Thoomaszen, F. W., & Kiling, I.
Y. (2016). Persepsi ibu
terhadap keterlibatan ayah
dalam pengasuhan anak usia
dini. Intuisi: Jurnal Psikologi
Ilmiah, 8(2), 1–10.
[Link]
tuisi.v8i2.8617
Wahyudi, F. (2022). Hubungan Locus
Of Control Dengan Resiliensi
Pada Mahasiswa Uin Suska
Riau Yang Merantau Di
Pekanbaru Pada Masa
Pandemi Covid-19. Riau: UIN
Sultan Syarif Kasim Riau
Pekanbaru.
Walsh, F. (2016). Strengthening
family resilience (3rd ed.).
New York: Guilford Press

Anda mungkin juga menyukai