0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan34 halaman

Modul Pembelajaran Suku Banyak Kelas XI

Modul pembelajaran ini membahas tentang suku banyak (polinomial) untuk siswa kelas XI, dengan fokus pada teorema sisa dan teorema faktor. Tujuan pembelajaran mencakup kemampuan menentukan sisa dan faktor dari suku banyak serta menyelesaikan persamaan suku banyak. Terdapat juga latihan soal dan uji kompetensi untuk mengasah pemahaman siswa.

Diunggah oleh

theresiawidiyati60
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan34 halaman

Modul Pembelajaran Suku Banyak Kelas XI

Modul pembelajaran ini membahas tentang suku banyak (polinomial) untuk siswa kelas XI, dengan fokus pada teorema sisa dan teorema faktor. Tujuan pembelajaran mencakup kemampuan menentukan sisa dan faktor dari suku banyak serta menyelesaikan persamaan suku banyak. Terdapat juga latihan soal dan uji kompetensi untuk mengasah pemahaman siswa.

Diunggah oleh

theresiawidiyati60
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL PEMBELAJARAN

MATEMATIKA TINGKAT LANJUT KELAS XI

SUKU BANYAK (POLINOMIAL)

SMAS KATOLIK ST THOMAS AQUINO


TAHUN PELAJARAN 2024 - 2025
STANDAR KOMPETENSI

Menggunakan aturan sukubanyak dalam penyelesaian masalah.

Komponen Inti
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini diharapkan anda dapat
* Menentukan sisa pembagian suku-banyak oleh bentuk linear dan kuadrat dengan
teorema sisa dengan teliti dan jujur.
* Menentukan faktor linear dari suku-banyak dengan teorema faktor dengan tekun.
* Menyelesaikan persamaan suku-banyak dengan menggunakan teorema faktor.

KEMAMPUAN PRASYARAT

Untuk mempermudah dalam memahami materi yang ada pada modul ini, anda
diharapkan sudah dapat menentukan pembagian dari suku banyak.
SUKU BANYAK
KEGIATAN 1
4.2 TEOREMA SISA
Bentuk umum dari pembagian suku banyak dinyatakan :
Misalkan suku banyak f (x ) dibagi dengan P ( x ) memberikan hasil bagi H ( x )
dan sisa S ( x ). Persamaan umum yang menyatakan hubungan antara f ( x )
dengan P (x ),
H ( x ) dan S (x ) dituliskan :

f(x) = P(x).H(x) +
Dengan : S (x )
f ( x ) merupakan suku banyak yang dibagi misalnya diketahui berderajat n
P ( x ) merupakan pembagi, misalnya berderajad m ( m  n )
H ( x ) merupakan hasil bagi, berderajat n – m atau derajat suku banyak yang
dibagi dikurangi dengan derajat pembagi
S ( x ) merupakan sisa, berderajat maksimum m – 1 atau berderajat maksimum
sama dengan derajat pembagi dikurangi satu

4.2.1 Pembagi dengan ( x – k )


Jika pembagi P ( x ) = ( x – k ), maka persamaan pembagian dapat dituliskan
sebagai berikut :

f(x)=(x–k).H(
Yang berlaku untuk tiap x bilangan real.
Oleh karena pembagi P ( x ) = ( x – k ) berderajad satu, maka sisa S maksimum
berderajad nol, yaitu suatu konstanta yang tidak memuat x. Sisa S dapat
ditentukan dengan menggunakan teorema berikut ini.

TEOREMA 1

Jika suku banyak f ( x ) berderaiad n dibagi dengan ( x


– k ), maka sisanya
S = f (Teorema
Teorema di atas dikenal sebagai k) Sisa atau Dalil Sisa
Bukti :
Perhatikan kembali persamaan
f(x)=(x–k).H(x)+S
Oleh karena persamaan itu berlaku untuk tiap x bilangan real, maka dengan
menyulihkan atau substitusi nilai x = k ke dalam persamaan itu, didapat
f(k)=(k–k).H(k)+S
f(k)=0.H(k)+S
f(k)=S
Jadi terbukti bahwa S = f ( k )

Contoh 1 :
Tentukan sisa pada pembagian suku banyak f ( x ) = 3 x4 – 2 x3 + x – 7 dibagi
dengan x - 2
Jawab :
Suku banyak f ( x ) = 3 x4 – 2 x3 + x – 7 dibagi x – 2 , sisanya S = f ( 2 ). Nilai f (
2)
Dapat dihitung dengan dua metode, yaitu :
1. Metode
f ( 2 ) = 3 ( 2 )4 – 2 ( 2 )3 + 2 – 7
 f ( 2 ) = 48 – 16 + 2 – 7 = 27
Jadi sisa pembagiannya adalah S = f ( 2 ) = 27

2. Metode bagan / skema


f ( x ) = 3 x4 – 2 x3 + x – 7 di bagi x – 2

2 3 -2 0 1 -7
6 8 16 34

3 4 8 17 27

Dari bagan di atas diperoleh f ( 2 ) = 27


Jadi, sisa pembagian S = f ( 2 ) = 27
Latihan soal
Tentukan sisa pembagian dan hasil bagi dari tiap-tiap soal berikut :
1. 3x2 – 5x – 3 dibagi oleh x -2
2. 5x3 + 2x2 – 4x + 11 dibagi oleh x + 4
3. x4 – x3 + 7x2 – 14x – 24 dibagi oleh x – 4
Jawab :
1. 2 3 - -
5 3
3 .. ..

Jadi sisanya adalah S = ... dan dan hasil baginya adalah H (x) = 3x - ...

2. -4 5 2 1
-4 1
5 ... ...

Jadi sisanya adalah S = ... dan dan hasil baginya adalah H (x) = ...

3. 4 1 -1 7 -14
... ... ...

... ... ... ...

Jadi sisanya adalah S = ... dan dan hasil baginya adalah H (x) = ...
2.2 Pembagian dengan ax – b
Dalam pokok bahasan sebelumnya telah ditunjukkanbahwa pembagian suku
banyak f ( x ) dengan ( ax + b ) memberikan hasil H (x)
bagi dan sisa
a
pembagian S. Sehingga dapat dituliskan dalam persamaan berikut :

H
f ( x ) = ( ax + b ) .
Persamaan diatas berlaku (x)
untuk
+ semua
S bilangan real x.
N ilai sisa pembagian S ditentukan dengan menggunakan teorema berikut.
Teorema 2

Jika suku banyak f(x) berderajat n dibagi dengan ( ax + b) maka sisanya


b
ditentukan oleh S = f ( - )
a
Bukti :
Pada persamaan : f ( x ) = ( ax + H (x)
b) a +S
b
Persamaan ini berlaku untuk semua bilangan real x,maka dengan substitusi x = -
a
persamaan itu diperoleh :
b   b    b 
b H   H  
   
f ( - ) = {a (- ) + b } .   a   + S = {-b + b } .  a  + S
a a  a   a 
   
  b 
 H    
 f(-b )=0.  a  +S=0+S
a  a 
 

 S =0
b
Jadi, terbukti bahwa sisa pembagian S = f ( - ).
a

Pada persamaan diatas, dapat ditunjukkan bahwa sisa pembagian suku banyak f(x)
oleh ax – b adalah f ( b
).
Contoh 2 : a
Tentukan hasil bagi dan sisa pembagian 3x3 + 5x2 -11x +8 dengan 3x – 1
Jawab :
Dapat diselesaikan dengan 2 metode :

1. Metode substitusi
1 1 1
f ( ) = 3( )3 + 5( )2 -11( ) +8
3 3 31
3
1 1 1 1
f( ) = 3. + 5. - 11. +8
3 27 9 3
1
f( ) =5
3
1
Jadi sisa pembagiannya S = f ( )=5
3
2. Metode bagan / skema

1
3 5 -11 8
3
1 2 -3

3 6 -9 5

1
Dengan f (x) = (x - ).(3x3 + 6x2 -9) + 5
3
1
= (x - ).3(x3 + 2x2 -3) + 5
3
= (3x – 1). (x3 + 2x2 -3) + 5

Atau dari bagan diatas diperoleh koefisien-koefisien dari H(x), sehingga


3x2  9
H(x)=
6x = x2 + 2x -3

3
Jadi, hasil baginya (x2 + 2x -3) dan sisa 5

Latihan soal
Tentukan hasil bagi dan sisa pada persamaan suku banyak berikut
1. 2x2 – 11x + 8 dibagi 2x – 1
2. 2x3 + x2 + 4x + 4 dibagi 2x -3
3. 2x4 + 5x3 +3x2 + 8x + 12 dibagi 2x + 3
Jawab :
1. 2 -11
1
....
2
.... .... ....

..........
Jadi hasil bagi H(x) dan sisa S = .....
= ..........

2. 2 1 4 =
3
2 .... ....

.... .... ....

Jadi hasil bagi H(x)


..........
dan sisa S = .....
..........
3. 2 5 3 8 12
3
.... .... ....
2
.... .... .... ....
..........
Jadi hasil bagi H(x) dan sisa S = .....
= ..........

UJI KOMPETENSI 1

Tentukan hasil bagi dan sisa pembagian tiap – tiap soal berikut ini :
1. 2x3 – 4x2 + 3x - 6 dibagi oleh x – 2
2. x4 – x3 + 7x2 - 14x – 24 dibagi oleh x – 4
3. 4x5 – 16x4 + 17x3 – 19x2 + 13x – 3 dibagi oleh x – 3
4. 3x3 + 5x2 – 11x + 8 dibagi oleh 3x - 1
5. 2x4 + 5x3 – 5x – 12 dibagi oleh 2x + 1
KEGIATAN 2

4.3 TEOREMA FAKTOR


4.3.1 Pengertian Faktor dan Teorema Faktor
Teorema 3

Misalkan f(x) adalah sebuah suku


banyak, ( x – k ) adalah faktor dari f(x)
jika dan hanya jika f(k) = 0
Teorema faktor itu dapat dibaca sebagai berikut :
1. Jika ( x – k ) adalah faktor dari f(x) maka f(k) = 0 dan
2. Jika f(k) = 0 maka ( x – k ) adalah faktor dari f(x)
BUKTI :
1. Misalkan ( x – k ) adalah faktor dari f(x), maka f(x) dapat dituliskan sebagai
f(x) = ( x – k ) . H(x)
Dengan H(x) adalah suku banyak hasil bagi dengan bentuk tertentu.
Substitusi nilai x = k ke dalam persamaan f(x) = ( x – k ) . H(x), sehingga
diperoleh:
f(k) = ( k – k ) . H(k)
 f(k) = 0 . H(x)
 f(k) = 0
Jadi, jika ( x – k ) adalah faktor dari f(x) maka f(k) = 0
2 Misalkan f(x) dibagi dengan ( x – k ) memberikan hasil bagi H(x) dan sisa
f(k). Dengan menggunakan teorema 1, pernyataan ini dapat dituliskan sebagai
f(k) = ( x – k ) . H(x) + f(k)
untuk f(k) = 0, persamaan di atas berubah menjadi
f(x) = ( x – k ) . H(x)
Hubungan ini menunjukkan bahwa ( x – k ) adalah faktor dari f(x).
Berdasarkan uraian 1 dan 2 tersebut terbukti bahwa :
( x – k ) adalah faktor dari f(x) jika dan hanya jika f(k) = 0

Contoh 3
Tunjukkan bahwa x – 4 adalah faktor dari 2x 4 - 9x 3 + 5x 2 - 3x - 4
Jawab :
Dengan cara Horner atau substitusi ditunjukkan bahwa nilai f(4) = 0
Cara substitusi :
f(4) = 2(4) 4 - 9(4) 3 + 5(4) 2 - 3(4) - 4
= (2)256 - 576 + 80 - 12 – 4
=0
Karena f(4) = 0 ,maka (x – 4) adalah faktor dari 2x 4 - 9x 3 + 5x 2 - 3x – 4

Contoh 4
Tentukan nilai a, jika f(x) = x 3 + ax 2 - 11x + 30 mempunyai faktor (x + 3)
Jawab :
f(x) = x 3 + ax 2 - 11x + 30 mempunyai faktor (x + 3),syaratnya f(-3) = 0
f(-3) = (-3) 3 + a(-3) 2 - 11(-3) + 30
0= -27 + 9a + 33 + 30
-36 = 9a
a = -4
Jadi f(x)=x 3 + ax 2 - 11x + 30 mempunyai faktor (x + 3) untuk nilai a=-4

4.3.2 Menentukan Faktor – Faktor Suatu Sukubanyak


Untuk menentukan faktor – faktor sukubanyak dapat ditentukan dengan
menggunakan langkah – langkah sebagai berikut:
langkah 1:
Jika ( x – k ) adalah faktor dari sukubanyak f(x) = a n x n + a n1 x n1 + ... + a 2 x 2
+a 1 x + a 0 maka nilai – nilai k yang mungkin adalah faktor – faktor bulat dari a 0 .
Langkah 2:
Dengan cara coba – coba, substitusi nilai x = k sehingga diperoleh f(x) = 0 atau
dapat menggunakan carra Horner dengan sisa = 0. Jika demikian maka ( x – k )
adalah faktor dari f(x). Akan tetapi jika f(k)  0 maka ( x – k ) bukan faktor dari
f(x) .
Langkah 3
Setelah diperoleh sebuah faktor ( x – k ), faktor –faktor yang lain dapat ditentukan
dari sukubanyak hasil bagi f(x) oleh ( x – k ).
Contoh 5
Tentukan faktor – faktor linier dari sukubanyak f(x) = x 4 + 4x 3 - 36x 2 - 16x +
128
Jawab :
f(x) = x 4 + 4x 3 - 36x 2 - 16x + 128, suku tetapan a0 = 128
Nilai k yang mungkin adalah faktor – faktor bulat dari a 0 = 128 yaitu  1,  2,
 4,  8.
Dengan mencoba satu persatu bilangan diatas, maka kita tentukan sisa pembagaian
0, untuk k =  2 dan  4

2 1 4 -36 -16 128

2 12 -48 128
1 6 -24 -64 0
-2
-2 -8 64

1 4 -32 0

x 2 + 4x – 32 =0
( x + 8 ) ( x – 4 ) =0
Jadi faktor – faktor dari suku banyak f(x) = x 4 + 4x 3 - 36x 2 - 16x + 128 adalah
( x – 2), ( x + 2 ), ( x + 8 ), ( x – 4 )
UJI KOMPETENSI 2

1. Dengan menggunakan teorema faktor tunjukkan bahwa :


a. ( 2x – 3 ) adalah faktor dari 2x 3 + 5x 2 - 6x -9
b. ( x + 5 ) adalah faktor dari 4x 4 + 8x 3 - 15x 2 + 45x - 900
2. Tentukan nilai a sehingga x 4 + 4x 3 - ax 2 + 4x + 1 mempunyai faktor x + 1.
3. Hitunglah nilai a dan b jika ( x 2 - x – 2 ) adalah faktor dari x 4 - 2x + ax + b.
4. Tentukan faktor – faktor linier yang mungkin dari setiap suku banyak berikut
ini a. x 3 - 7x + 6
b. 2x 4 - 7x 3 - 2x 2 + 13x + 6
KEGIATAN 3

4.3.3 Penyelesaian persamaan sukubanyak

Misalkan f(x) adalah sebuah sukubanyak, ( x – k ) adalah


faktor dari f(x) jika dan hanya jika k adalah akar dari f(x)
= 0 , k disebut akar atau nilai nol dari persamaan
sukubanyak f(x) = 0
Akar – akar persamaan sukubanyak memiliki akar – akar rasional dan irasional.
Akar – akar rasional ( bulat maupun pecahan ) dari suatu persaan sukubanyak
secara umum dapat ditentukan dengan menggunakan teorema berikut

Teorema Akar – Akar Rasional

n n 2
Misalkan f(x) = a n x + a n1 x + ... + a 2 x +a 1 x +
persamaan sukubanyak dengan koefisien – koefisien
c d
bulat. Jika adalah akar
rasional dari f(x) = 0, maka c adalah faktor bulat positif
dari a 0 dan d adalah
Contoh 6
Tentukan himpunan penyelesaian persamaan x 3 - 4x 2 + x + 6 = 0
Jawab:
Dengan mencoba – coba beberapa bilangan faktor dari 6 seperti  1,  2,  3,
dan
 6, mka kita temukan sisa pembagian 0 untuk x = -1

-1 1 -4 1 6

-1 5 -6

1 -5 6 0
Sehingga bentuk persamaan tersebut menjadi
( x + 1 ) ( x 2 - 5x + 6) = 0
( x + 1 )( x – 2 )( x – 3 ) = 0
x = -1 atau x = 2 atau x = 3
Jadi himpunan penyelesaiannya adalah { -1, 2, 3 }.

Contoh 7
Tentukan akar – akar dari persamaan sukubanyak f(x) = x 3 - 6x 2 + 9x – 2 = 0
Jawab :
Dengan mencoba –coba bilangan faktor 6 kita temukan sisa pembagian 0 untuk x
=2
f(2) = (2) 3 - 6(2) 2 + 9(2) – 2 = 0 atau
2 1 -6 9
-2

1 -4 1 0
Sehingga dapat dituliskan menjadi
f(x) = x 3 - 6x 2 + 9x – 2 = 0 = ( x – 2 )( x 2 - 4x + 1 ) = 0
Akar – akar irasionalnya ditentukan dari persamaan kuadrat x 2 - 4x + 1 = 0
Denganmenggunakan rumus kuadrat diperoleh x = 2 - 3 atau x = 2 + 3
3 2
Jadi, persamaan sukubanyak f(x) = x - 6x + 9x – 2 = 0 mempunyai akar
rasional 2 dan akar – akar irasional 2 - 3 atau 2 + 3 , ditulis himpunan
penyelesaiannya
HP = { 2, 2 - 3 , 2 + 3 }.
UJI KOMPETENSI 3

1. Tentukan himpunan penyelesaian dari sukubanyak berikut


ini: a. x 3 + 2x 2 - 13x + 10 = 0
b. 4x 4 - 3x 3 - 12x 2 + 17x – 6 = 0
2. Tentukan akar – akar dari persamaan sukubanyak berikut ini
: x 3 + 6x 2 - 7x – 60 = 0
PENUTUP

Selamat kepada Anda yang telah menuntaskan pembahasan materi – materi


yang terdapat pada modul ini, mudah – mudahan hasilnya merupakan hasil yang
memuaskan. Untuk mengingatkan materi – materi secara umum, di bawah ini akan
disajikan rangkuman – rangkuman berikut ini.

RANGKUMAN

KEGIATAN BELAJAR I
1. Teorema sisa
a. Jika suku banyak f ( x ) berderaiad n dibagi dengan ( x – k ), maka sisanya
S=f(k)
b. Jika suku banyak f(x) berderajat n dibagi dengan ( ax + b) maka sisanya
b
ditentukan oleh S=f(- )
a

KEGIATAN BELAJAR 2
2. Teorema faktor
Misalkan f(x) adalah sebuah suku banyak, ( x – k ) adalah faktor dari
f(x) jika dan hanya jika f(k) = 0

KEGIATAN BELAJAR 3
3. Akar persamaan sukubanyak
Misalkan f(x) adalah sebuah sukubanyak, ( x – k ) adalah faktor dari f(x)
jika dan hanya jika k adalah akar dari f(x) = 0 , k disebut akar atau nilai nol
dari persamaan sukubanyak f(x) = 0
Soal soal suku banyak

1. Suku banyak f ( x ) = ax3 + bx2 + cx + d bila dibagi ( x – 1 ) bersisa 2 dan


bila dibagi ( x + 1 ) bersisa 6 , maka a + c =...
a. 8 b. 4 c. 2 d. – 2 e. – 4

2. Suatu suku banyak P(x) dibagi ( 2x – 1 ) dan dibagi ( 3x + 2 ) berturut


turut bersisa 2 dan – 3 . Suku banyak F(x) dibagi ( 2x – 1 ) dan dibagi ( 3x
+ 2 ) berturut - turut bersisa – 2 dan 6 . Sisa pembagian suku banyak H(x)
= P(x). F(x) oleh ( 2x – 1 ) ( 3x + 2 ) adalah...
a. 12x + 10 b. 12x – 10 c. 6x + 5
d. 5x – 5 e. 12x – 6

3. Salah satu faktor dari 2x3 – 5x2 – px + 3 adalah (x +1). faktor linear yang
lain dari suku banyak tersebut adalah ...
a. x – 2 dan x – 3 b. x + 2 dan 2x – 1
c. x + 3 dan x + 2 d. 2x +1 dan. x – 2
e. 2x – 1 dan x – 3

4. Hasil bagi dan sisa pembagian suku banyak 4x3 – 2x2 + x – 1 dibagi 2x2 +
x + 1 berturut turut dalah...
a. 2x – 1 dan x – 1 b. 2x – 1 dan x + 1
c. 2x – 1 dan 2x – 1 d. 2x – 2 dan – x – 1
e. 2x – 2 dan x + 1

5. Persamaan x3 + 3x2 – 16x + k = 0 mempunyai sepasang akar yang


berlawanan . Nilai k =...
a. – 52 b. – 48 c. 42 d. 48 e. 52

6. Akar - akar persamaan 2x4 + tx3 – 7x2 + nx + 6 = 0 adalah -2, 1,  dan  .


Nilai 2   2  =...

a. -2 b. -1 c. 0 d. 2 e. 3

7. Persamaan x3 + 3x2 – 16x + k = 0 mempunyai sepasang akar yang


berlawanan . Nilai k =...
a. – 52 b. – 48 c. 42 d. 48 e. 52

8. Apabila f (x) = ax3 + bx + ( a + b ) dibagi x2 – 3x + 2 bersisa x + 1 ,


maka a – b =…

3
a. b.
5 c. 1 d.
1 e.  1
2 4 4

9. Suku banyak f( x ) jika dibagi ( x + 1 ) sisanya 1 dan jika dibagi (3x + 2 )


sisanya – 2 . Jika suku banyak f (x) dibagi 3x2 + 5x + 2 , maka sisanya
adalah...

a. – 9x – 8 b. – 9x + 8 c. – 9x + 10
d. 9x – 10 e. 9x + 10

10. Derajat suku banyak f (x ) =


( x2  3)2 (1 2x  x2 ) adalah...

a. 2 b. 3 c. 4 d. 5 e. 8

11. Koefisien x3 dari ( x + 2 )4 adalah...

a. 4 b. 8 c. 10 d. 12 e. 16

12. Persamaan 2x3 + px2 + 7x + 6 = 0 mempunyai akar x = 2 . Jumlah


ketiga akar persamaan itu adalah...

a. – 9 b. 2,5 c. 3 d. 4,5 e. 9

13. Bila x1 , x2 dan x3 adalah akar akar persamaan x3 + 4x2 – 11x – 30 = 0 .


Nilai dari x1 + x2 + x3 = ...

a. – 10 b. – 8 c. – 5 d. – 4 e. – 3

14. Diketahui g (x) = 2x3 + ax2 + bx + 6 dan h (x) = x2 + x – 6 adalah faktor


dari g (x) . Nilai a yang memenuhi adalah…
a. – 3 b. – 1 c. 1 d. 2 e. 5

15. Salah satu faktor dari 2x3 - 5x2 – px + 3 adalah x + 1 . Faktor linear yang
lain adalah...

a. x – 2 dan x – 3 b. x + 2 dan 2x – 1
c. x + 3 dan x + 2 d. 2x + 1 dan x – 2
e. 2x – 1 dan x – 3

16. Salah satu faktor dari P (x) = x3 + kx2 – x – 2 adalah ( x + 2 )Salah satu
faktor linear lainnya dari P (x) adalah...

a. x – 1 b. x – 2 c. x – 3 d. x + 3 e. x + 4

17. Suku banyak 4x3 – x2 – kx + 2 14 habis dibagi ( 2x + 3 ) untuk nilai k =...

a. 7 b. 8 c. 9 d. 10 e. 12

18. Suku banyak f ( x ) jika dibagi (x – 5) sisanya 13 dan jika dibagi (x – 1)


sisanya 5 . Jika suku banyak f (x) dibagi x2 – 6x + 5 , maka sisanya
adalah...

a. 2x + 2 b. 2x + 3 c. 3x + 1 d. 3x + 2 e. 3x + 3

19. Suku banyak 2x3 + x2 + 4x + 4 dan 2x3 + x2 + 2x + a jika diagi 2x – 3


sisanya sama , maka a =...

a. – 6 b. 1 c. 5 13 d. 7 e. 19

20. Jika f (x) dibagi ( x2 – 1 ) bersisa ( 2x – 3 ) f (x) dibagi ( x2 – 2x )


bersisa ( x + 2 ) , f (x) dibagi ( x2 – 3x + 2 ) bersisa ...

a. 5x – 6 b. 5x + 6 c. 6x – 5 d. 6x + 5 e. 6x + 6
21. Jika f (x) dibagi x2 – 2x dan x2 – 3x masing -masing mempunyai sisa 2x
+ 1 dan 5x + 2 , maka f (x) dibagi x2 – 5x + 6 mempunyai sisa ...

a. 22x – 39 b. 12x + 19 c. 12x – 19


d. – 12x + 29 e. – 22x + 49

22. Suku banyak P (x) dibagi oleh x2 – x – 2 sisanya 5x – 7 dan jika dibagi
x + 2 sisanya – 13 . Sisa pembagian suku banyak tersebut oleh x2 – 4
adalah...

a. 4x – 5 b. x – 15 c. –x – 15
d. 5x – 4 e. 8x – 5

23. Jika f (x) dibagi x + 2 sisa 14 dan bila dibagi ( x – 2 ) ( x – 4 ) bersisa 10x
– 2 . maka jika f (x) dibagi ( x + 2 ) ( x – 2 ) ( x – 4 ) bersisa...

a. 2x2 – x + 4 b. x2 + x + 12 c. x2 – x + 8
d. 32 x2 + x + 10 e. 3 2
2x -x +6

24. Diketahui suku banyak f (x) = 2x3 – 3x2 + 4x – 2 . Nilai 3 f (4) – 2 f (2)
=...

a. 256 b. 258 c. 260 d. 262 e. 264

25. Jika f (x) = 2x3 + 4x2 + 7x – 5 dibagi dengan 2x – 1 , maka sisanya


adalah...

a. x – 7 
8 b. x – 14 c. 1
4
d. 12 e. 4

26. Jika f (x) = 2x4 – 5x3 + 6x2 – 8x + 9 dibagi dengan 2x – 1 ,maka hasil
bagi dan sisa berturut turut adalah...

a. x3 + 2x – 3 dan 6 b. x3 - 2x2 + 2x – 3 dan 6


c. x + 2x - 3x + 6 dan -6 d. x3 + 2x2 - 3x – 6 dan - 6
3 2
e. x3 – 3x + 4 dan 6
27. Suku banyak 2x3 - x2 - 8x + k habis dibagi dengan x + 2 , maka suku
banyak tersebut juga habis dibagi oleh...

a. 2x – 3 b. 2x + 1 c. x – 3 d. x – 2 e. x +1

28. Jika x2 + 2x – 3 adalah faktor dari F (x) = x4 – 2x3 - 7x2 + ax + b , maka


nilai a dan b berturut turut adalah...

a. 10 dan – 6 b. – 6 dan 10 c. 4 dan 12


d. 18 dan 14 e. – 8 dan 12

29. Akar akar rasional dari 2x3 + 5x2 – 4x – 3 = 0 adalah...

a. 1 
1 12
, dan 3 b. 1 , dan 3
2 
c. 1
,  1 dan -3 d. -1 , 1
dan -3
2 2
e. -1 ,
 1 dan 3
2

30. Akar akar persamaan x3 – 4x2 + x – 4 = 0 adalah x 1 , x 2 dan x 3 nilai


dari x 12 + x 22 +x 2 =...

a. 2 b. 14 c. 15 d. 17 e. 18

3x  8 A  B
31. Bila 2 . Maka 3A + 2B =...
x  6x  8 (x4 (x2
 ) )

a. 10 b. 12 c. 16 d. 20 e. 24

32. Akar akar persamaan x3 + ( 9p – 3 )x2 + 66x + 80 = 0 membentuk barisan


aritmetika dengan beda – 3 nilai p =...
a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5
33. Hasil bagi dan sisa pembagian 6x3 – 14x2 + 8x – 15 oleh 2x – 6 berturut
turut adalah....

a. 6x2 + 4x + 20 dan 30 b. 6x2 + 4x + 20 dan 40


c. 6x2 + 4x + 20 dan 45 c. 3x2 + 2x + 10 dan 30
e. 3x2 + 2x + 10 dan 45

34. F (x) = x3 + px2 + 5x – 6 dan G (x) = x3 + x2 - 4x + 2p dibagi ( x – 2 )


diperoleh sisa sama. Jika F (x) dibagi ( x – 3 )bersisa ...

a. – 4 b. – 2 c. 0 d. 1 e. 3

35. Persamaan x3 – 4x2 + 6x – 12 = 0 mempunyai akar akar x1 , x2 dan x3 .


Nilai 1 1 1
   ...
x1 x2 x3

a. – 3 b. – 2 c. 1 d. 1 e. 3
2
3

36. Jika f (x) = 4x4 – x3 – x2 + 1


x dibagi dengan 2x +
2 2 maka sisanya
adalah...

a. - 
2 b. – 1 c. 1
d. 1
2 e 1 2
2
2

37. Jika
6x100  5x75  4x52  3x17  2
 g (x)  , maka r =...
r x

a. 0 b. 4 c. 14 d. 20 e. 24

38. Bentuk a3 + b3 + c3 – 3abc , jika dibagi oleh ( a + b + c ) maka...


a. hasil bagi = (a2 + b2 + c2 – ab – ac – bc ) sisa = 0
b. hasil bagi = (a2 + b2 + c2 – ab – ac + bc ) sisa = a
c. hasil bagi = (a2 + b2 + c2 + ab – ac + bc ) sisa = b
d. hasil bagi = (a2 + b2 + c2 + ab + ac + bc ) sisa = c
e. hasil bagi = (a2 + b2 + c2 + ab + ac – bc ) sisa = 0

39. Untuk suku banyak f (x) diketahui f ( 1 2) = 2 dan f (2 ) = - 3. Jika f (x)


dibagi oleh 3x2 – 7x + 2 maka sisanya =...

a. 2x – 7 b. – 3x +3 c. 3x + 1 d. 3x – 9 e. 9x – 1

40. Diketahui suku banyak P (x) = x4 + x2 – 1 dan Q (x) = x2 – x . Jika P (x)


dibagi Q (x) maka sisanya adalah...

a. – x + 1 b. x – 1 c. – 2x – 1 d. 2x + 1 e. 2x – 1

41. Jika F (x) dibagi ( x2 + 2x ) dan ( x2 - 2x ) masing masing bersisa ( 1 +


2x ) dan ( 1 – 3x ) . Jika F (x) dibagi ( x2 – 4 ) maka sisanya

a. 1 x  4 b. 12 x  4 c.  12 x  4
2
d.  12 x  4 e. 12 x 
2

42. Jika suku banyak F (x) dibgi dengan ( x – 1 ) ; ( x + 1 ) dan ( x – 3 )


sisanya berturut turut adalah 12 ; 4 dan 16 maka sisa F (x) jika dibagi ( x2
– 1 ) ( x – 3 ) adalah...
1 2 1 1 2 1
a. x  4x  8 b. x  4x  8
2 2 2 2 2
2
1 1 1 1
c. x  4x  8 d.  x  4x  8
2 2 2 2 2
1 1
e. x  4x  8
2 2

43. Untuk setiap n bilangan bulat positif , pernyataan di bawah ini yang benar
adalah...

a. xn + 1 habis dibagi ( x + 1 )
b. xn + 1 habis dibagi ( x – 1 )
c. xn - 1 habis dibagi ( x + 1 )
d. xn - 1 habis dibagi ( x – 1 )
e. xn + 1 habis dibagi ( x + 2 )
44. Akar akar persamaan x3 – 14x2 + ax + b membentuk deret geometri
dengan pembanding 2 . Nilai a dan b berturut turut adalah...

a. 64 dan – 56 b. 56 dan – 64 c. 56 dan 64


d. 160 dan  52 e. 160 dan 5 2
DAFTAR PUSTAKA

Sartono wirodikromo, MATEMATIKA , Jakarta, Erlangga

B.K Noormandiri, MATEMATIKA, Jakarta, Erlangga

Drs. Sumadi dkk, MATAMATIKA, Jakarta, Tiga Serangkai

Anda mungkin juga menyukai