MODUL PEMBELAJARAN
MATEMATIKA TINGKAT LANJUT KELAS XI
SUKU BANYAK (POLINOMIAL)
SMAS KATOLIK ST THOMAS AQUINO
TAHUN PELAJARAN 2024 - 2025
STANDAR KOMPETENSI
Menggunakan aturan sukubanyak dalam penyelesaian masalah.
Komponen Inti
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini diharapkan anda dapat
* Menentukan sisa pembagian suku-banyak oleh bentuk linear dan kuadrat dengan
teorema sisa dengan teliti dan jujur.
* Menentukan faktor linear dari suku-banyak dengan teorema faktor dengan tekun.
* Menyelesaikan persamaan suku-banyak dengan menggunakan teorema faktor.
KEMAMPUAN PRASYARAT
Untuk mempermudah dalam memahami materi yang ada pada modul ini, anda
diharapkan sudah dapat menentukan pembagian dari suku banyak.
SUKU BANYAK
KEGIATAN 1
4.2 TEOREMA SISA
Bentuk umum dari pembagian suku banyak dinyatakan :
Misalkan suku banyak f (x ) dibagi dengan P ( x ) memberikan hasil bagi H ( x )
dan sisa S ( x ). Persamaan umum yang menyatakan hubungan antara f ( x )
dengan P (x ),
H ( x ) dan S (x ) dituliskan :
f(x) = P(x).H(x) +
Dengan : S (x )
f ( x ) merupakan suku banyak yang dibagi misalnya diketahui berderajat n
P ( x ) merupakan pembagi, misalnya berderajad m ( m n )
H ( x ) merupakan hasil bagi, berderajat n – m atau derajat suku banyak yang
dibagi dikurangi dengan derajat pembagi
S ( x ) merupakan sisa, berderajat maksimum m – 1 atau berderajat maksimum
sama dengan derajat pembagi dikurangi satu
4.2.1 Pembagi dengan ( x – k )
Jika pembagi P ( x ) = ( x – k ), maka persamaan pembagian dapat dituliskan
sebagai berikut :
f(x)=(x–k).H(
Yang berlaku untuk tiap x bilangan real.
Oleh karena pembagi P ( x ) = ( x – k ) berderajad satu, maka sisa S maksimum
berderajad nol, yaitu suatu konstanta yang tidak memuat x. Sisa S dapat
ditentukan dengan menggunakan teorema berikut ini.
TEOREMA 1
Jika suku banyak f ( x ) berderaiad n dibagi dengan ( x
– k ), maka sisanya
S = f (Teorema
Teorema di atas dikenal sebagai k) Sisa atau Dalil Sisa
Bukti :
Perhatikan kembali persamaan
f(x)=(x–k).H(x)+S
Oleh karena persamaan itu berlaku untuk tiap x bilangan real, maka dengan
menyulihkan atau substitusi nilai x = k ke dalam persamaan itu, didapat
f(k)=(k–k).H(k)+S
f(k)=0.H(k)+S
f(k)=S
Jadi terbukti bahwa S = f ( k )
Contoh 1 :
Tentukan sisa pada pembagian suku banyak f ( x ) = 3 x4 – 2 x3 + x – 7 dibagi
dengan x - 2
Jawab :
Suku banyak f ( x ) = 3 x4 – 2 x3 + x – 7 dibagi x – 2 , sisanya S = f ( 2 ). Nilai f (
2)
Dapat dihitung dengan dua metode, yaitu :
1. Metode
f ( 2 ) = 3 ( 2 )4 – 2 ( 2 )3 + 2 – 7
f ( 2 ) = 48 – 16 + 2 – 7 = 27
Jadi sisa pembagiannya adalah S = f ( 2 ) = 27
2. Metode bagan / skema
f ( x ) = 3 x4 – 2 x3 + x – 7 di bagi x – 2
2 3 -2 0 1 -7
6 8 16 34
3 4 8 17 27
Dari bagan di atas diperoleh f ( 2 ) = 27
Jadi, sisa pembagian S = f ( 2 ) = 27
Latihan soal
Tentukan sisa pembagian dan hasil bagi dari tiap-tiap soal berikut :
1. 3x2 – 5x – 3 dibagi oleh x -2
2. 5x3 + 2x2 – 4x + 11 dibagi oleh x + 4
3. x4 – x3 + 7x2 – 14x – 24 dibagi oleh x – 4
Jawab :
1. 2 3 - -
5 3
3 .. ..
Jadi sisanya adalah S = ... dan dan hasil baginya adalah H (x) = 3x - ...
2. -4 5 2 1
-4 1
5 ... ...
Jadi sisanya adalah S = ... dan dan hasil baginya adalah H (x) = ...
3. 4 1 -1 7 -14
... ... ...
... ... ... ...
Jadi sisanya adalah S = ... dan dan hasil baginya adalah H (x) = ...
2.2 Pembagian dengan ax – b
Dalam pokok bahasan sebelumnya telah ditunjukkanbahwa pembagian suku
banyak f ( x ) dengan ( ax + b ) memberikan hasil H (x)
bagi dan sisa
a
pembagian S. Sehingga dapat dituliskan dalam persamaan berikut :
H
f ( x ) = ( ax + b ) .
Persamaan diatas berlaku (x)
untuk
+ semua
S bilangan real x.
N ilai sisa pembagian S ditentukan dengan menggunakan teorema berikut.
Teorema 2
Jika suku banyak f(x) berderajat n dibagi dengan ( ax + b) maka sisanya
b
ditentukan oleh S = f ( - )
a
Bukti :
Pada persamaan : f ( x ) = ( ax + H (x)
b) a +S
b
Persamaan ini berlaku untuk semua bilangan real x,maka dengan substitusi x = -
a
persamaan itu diperoleh :
b b b
b H H
f ( - ) = {a (- ) + b } . a + S = {-b + b } . a + S
a a a a
b
H
f(-b )=0. a +S=0+S
a a
S =0
b
Jadi, terbukti bahwa sisa pembagian S = f ( - ).
a
Pada persamaan diatas, dapat ditunjukkan bahwa sisa pembagian suku banyak f(x)
oleh ax – b adalah f ( b
).
Contoh 2 : a
Tentukan hasil bagi dan sisa pembagian 3x3 + 5x2 -11x +8 dengan 3x – 1
Jawab :
Dapat diselesaikan dengan 2 metode :
1. Metode substitusi
1 1 1
f ( ) = 3( )3 + 5( )2 -11( ) +8
3 3 31
3
1 1 1 1
f( ) = 3. + 5. - 11. +8
3 27 9 3
1
f( ) =5
3
1
Jadi sisa pembagiannya S = f ( )=5
3
2. Metode bagan / skema
1
3 5 -11 8
3
1 2 -3
3 6 -9 5
1
Dengan f (x) = (x - ).(3x3 + 6x2 -9) + 5
3
1
= (x - ).3(x3 + 2x2 -3) + 5
3
= (3x – 1). (x3 + 2x2 -3) + 5
Atau dari bagan diatas diperoleh koefisien-koefisien dari H(x), sehingga
3x2 9
H(x)=
6x = x2 + 2x -3
3
Jadi, hasil baginya (x2 + 2x -3) dan sisa 5
Latihan soal
Tentukan hasil bagi dan sisa pada persamaan suku banyak berikut
1. 2x2 – 11x + 8 dibagi 2x – 1
2. 2x3 + x2 + 4x + 4 dibagi 2x -3
3. 2x4 + 5x3 +3x2 + 8x + 12 dibagi 2x + 3
Jawab :
1. 2 -11
1
....
2
.... .... ....
..........
Jadi hasil bagi H(x) dan sisa S = .....
= ..........
2. 2 1 4 =
3
2 .... ....
.... .... ....
Jadi hasil bagi H(x)
..........
dan sisa S = .....
..........
3. 2 5 3 8 12
3
.... .... ....
2
.... .... .... ....
..........
Jadi hasil bagi H(x) dan sisa S = .....
= ..........
UJI KOMPETENSI 1
Tentukan hasil bagi dan sisa pembagian tiap – tiap soal berikut ini :
1. 2x3 – 4x2 + 3x - 6 dibagi oleh x – 2
2. x4 – x3 + 7x2 - 14x – 24 dibagi oleh x – 4
3. 4x5 – 16x4 + 17x3 – 19x2 + 13x – 3 dibagi oleh x – 3
4. 3x3 + 5x2 – 11x + 8 dibagi oleh 3x - 1
5. 2x4 + 5x3 – 5x – 12 dibagi oleh 2x + 1
KEGIATAN 2
4.3 TEOREMA FAKTOR
4.3.1 Pengertian Faktor dan Teorema Faktor
Teorema 3
Misalkan f(x) adalah sebuah suku
banyak, ( x – k ) adalah faktor dari f(x)
jika dan hanya jika f(k) = 0
Teorema faktor itu dapat dibaca sebagai berikut :
1. Jika ( x – k ) adalah faktor dari f(x) maka f(k) = 0 dan
2. Jika f(k) = 0 maka ( x – k ) adalah faktor dari f(x)
BUKTI :
1. Misalkan ( x – k ) adalah faktor dari f(x), maka f(x) dapat dituliskan sebagai
f(x) = ( x – k ) . H(x)
Dengan H(x) adalah suku banyak hasil bagi dengan bentuk tertentu.
Substitusi nilai x = k ke dalam persamaan f(x) = ( x – k ) . H(x), sehingga
diperoleh:
f(k) = ( k – k ) . H(k)
f(k) = 0 . H(x)
f(k) = 0
Jadi, jika ( x – k ) adalah faktor dari f(x) maka f(k) = 0
2 Misalkan f(x) dibagi dengan ( x – k ) memberikan hasil bagi H(x) dan sisa
f(k). Dengan menggunakan teorema 1, pernyataan ini dapat dituliskan sebagai
f(k) = ( x – k ) . H(x) + f(k)
untuk f(k) = 0, persamaan di atas berubah menjadi
f(x) = ( x – k ) . H(x)
Hubungan ini menunjukkan bahwa ( x – k ) adalah faktor dari f(x).
Berdasarkan uraian 1 dan 2 tersebut terbukti bahwa :
( x – k ) adalah faktor dari f(x) jika dan hanya jika f(k) = 0
Contoh 3
Tunjukkan bahwa x – 4 adalah faktor dari 2x 4 - 9x 3 + 5x 2 - 3x - 4
Jawab :
Dengan cara Horner atau substitusi ditunjukkan bahwa nilai f(4) = 0
Cara substitusi :
f(4) = 2(4) 4 - 9(4) 3 + 5(4) 2 - 3(4) - 4
= (2)256 - 576 + 80 - 12 – 4
=0
Karena f(4) = 0 ,maka (x – 4) adalah faktor dari 2x 4 - 9x 3 + 5x 2 - 3x – 4
Contoh 4
Tentukan nilai a, jika f(x) = x 3 + ax 2 - 11x + 30 mempunyai faktor (x + 3)
Jawab :
f(x) = x 3 + ax 2 - 11x + 30 mempunyai faktor (x + 3),syaratnya f(-3) = 0
f(-3) = (-3) 3 + a(-3) 2 - 11(-3) + 30
0= -27 + 9a + 33 + 30
-36 = 9a
a = -4
Jadi f(x)=x 3 + ax 2 - 11x + 30 mempunyai faktor (x + 3) untuk nilai a=-4
4.3.2 Menentukan Faktor – Faktor Suatu Sukubanyak
Untuk menentukan faktor – faktor sukubanyak dapat ditentukan dengan
menggunakan langkah – langkah sebagai berikut:
langkah 1:
Jika ( x – k ) adalah faktor dari sukubanyak f(x) = a n x n + a n1 x n1 + ... + a 2 x 2
+a 1 x + a 0 maka nilai – nilai k yang mungkin adalah faktor – faktor bulat dari a 0 .
Langkah 2:
Dengan cara coba – coba, substitusi nilai x = k sehingga diperoleh f(x) = 0 atau
dapat menggunakan carra Horner dengan sisa = 0. Jika demikian maka ( x – k )
adalah faktor dari f(x). Akan tetapi jika f(k) 0 maka ( x – k ) bukan faktor dari
f(x) .
Langkah 3
Setelah diperoleh sebuah faktor ( x – k ), faktor –faktor yang lain dapat ditentukan
dari sukubanyak hasil bagi f(x) oleh ( x – k ).
Contoh 5
Tentukan faktor – faktor linier dari sukubanyak f(x) = x 4 + 4x 3 - 36x 2 - 16x +
128
Jawab :
f(x) = x 4 + 4x 3 - 36x 2 - 16x + 128, suku tetapan a0 = 128
Nilai k yang mungkin adalah faktor – faktor bulat dari a 0 = 128 yaitu 1, 2,
4, 8.
Dengan mencoba satu persatu bilangan diatas, maka kita tentukan sisa pembagaian
0, untuk k = 2 dan 4
2 1 4 -36 -16 128
2 12 -48 128
1 6 -24 -64 0
-2
-2 -8 64
1 4 -32 0
x 2 + 4x – 32 =0
( x + 8 ) ( x – 4 ) =0
Jadi faktor – faktor dari suku banyak f(x) = x 4 + 4x 3 - 36x 2 - 16x + 128 adalah
( x – 2), ( x + 2 ), ( x + 8 ), ( x – 4 )
UJI KOMPETENSI 2
1. Dengan menggunakan teorema faktor tunjukkan bahwa :
a. ( 2x – 3 ) adalah faktor dari 2x 3 + 5x 2 - 6x -9
b. ( x + 5 ) adalah faktor dari 4x 4 + 8x 3 - 15x 2 + 45x - 900
2. Tentukan nilai a sehingga x 4 + 4x 3 - ax 2 + 4x + 1 mempunyai faktor x + 1.
3. Hitunglah nilai a dan b jika ( x 2 - x – 2 ) adalah faktor dari x 4 - 2x + ax + b.
4. Tentukan faktor – faktor linier yang mungkin dari setiap suku banyak berikut
ini a. x 3 - 7x + 6
b. 2x 4 - 7x 3 - 2x 2 + 13x + 6
KEGIATAN 3
4.3.3 Penyelesaian persamaan sukubanyak
Misalkan f(x) adalah sebuah sukubanyak, ( x – k ) adalah
faktor dari f(x) jika dan hanya jika k adalah akar dari f(x)
= 0 , k disebut akar atau nilai nol dari persamaan
sukubanyak f(x) = 0
Akar – akar persamaan sukubanyak memiliki akar – akar rasional dan irasional.
Akar – akar rasional ( bulat maupun pecahan ) dari suatu persaan sukubanyak
secara umum dapat ditentukan dengan menggunakan teorema berikut
Teorema Akar – Akar Rasional
n n 2
Misalkan f(x) = a n x + a n1 x + ... + a 2 x +a 1 x +
persamaan sukubanyak dengan koefisien – koefisien
c d
bulat. Jika adalah akar
rasional dari f(x) = 0, maka c adalah faktor bulat positif
dari a 0 dan d adalah
Contoh 6
Tentukan himpunan penyelesaian persamaan x 3 - 4x 2 + x + 6 = 0
Jawab:
Dengan mencoba – coba beberapa bilangan faktor dari 6 seperti 1, 2, 3,
dan
6, mka kita temukan sisa pembagian 0 untuk x = -1
-1 1 -4 1 6
-1 5 -6
1 -5 6 0
Sehingga bentuk persamaan tersebut menjadi
( x + 1 ) ( x 2 - 5x + 6) = 0
( x + 1 )( x – 2 )( x – 3 ) = 0
x = -1 atau x = 2 atau x = 3
Jadi himpunan penyelesaiannya adalah { -1, 2, 3 }.
Contoh 7
Tentukan akar – akar dari persamaan sukubanyak f(x) = x 3 - 6x 2 + 9x – 2 = 0
Jawab :
Dengan mencoba –coba bilangan faktor 6 kita temukan sisa pembagian 0 untuk x
=2
f(2) = (2) 3 - 6(2) 2 + 9(2) – 2 = 0 atau
2 1 -6 9
-2
1 -4 1 0
Sehingga dapat dituliskan menjadi
f(x) = x 3 - 6x 2 + 9x – 2 = 0 = ( x – 2 )( x 2 - 4x + 1 ) = 0
Akar – akar irasionalnya ditentukan dari persamaan kuadrat x 2 - 4x + 1 = 0
Denganmenggunakan rumus kuadrat diperoleh x = 2 - 3 atau x = 2 + 3
3 2
Jadi, persamaan sukubanyak f(x) = x - 6x + 9x – 2 = 0 mempunyai akar
rasional 2 dan akar – akar irasional 2 - 3 atau 2 + 3 , ditulis himpunan
penyelesaiannya
HP = { 2, 2 - 3 , 2 + 3 }.
UJI KOMPETENSI 3
1. Tentukan himpunan penyelesaian dari sukubanyak berikut
ini: a. x 3 + 2x 2 - 13x + 10 = 0
b. 4x 4 - 3x 3 - 12x 2 + 17x – 6 = 0
2. Tentukan akar – akar dari persamaan sukubanyak berikut ini
: x 3 + 6x 2 - 7x – 60 = 0
PENUTUP
Selamat kepada Anda yang telah menuntaskan pembahasan materi – materi
yang terdapat pada modul ini, mudah – mudahan hasilnya merupakan hasil yang
memuaskan. Untuk mengingatkan materi – materi secara umum, di bawah ini akan
disajikan rangkuman – rangkuman berikut ini.
RANGKUMAN
KEGIATAN BELAJAR I
1. Teorema sisa
a. Jika suku banyak f ( x ) berderaiad n dibagi dengan ( x – k ), maka sisanya
S=f(k)
b. Jika suku banyak f(x) berderajat n dibagi dengan ( ax + b) maka sisanya
b
ditentukan oleh S=f(- )
a
KEGIATAN BELAJAR 2
2. Teorema faktor
Misalkan f(x) adalah sebuah suku banyak, ( x – k ) adalah faktor dari
f(x) jika dan hanya jika f(k) = 0
KEGIATAN BELAJAR 3
3. Akar persamaan sukubanyak
Misalkan f(x) adalah sebuah sukubanyak, ( x – k ) adalah faktor dari f(x)
jika dan hanya jika k adalah akar dari f(x) = 0 , k disebut akar atau nilai nol
dari persamaan sukubanyak f(x) = 0
Soal soal suku banyak
1. Suku banyak f ( x ) = ax3 + bx2 + cx + d bila dibagi ( x – 1 ) bersisa 2 dan
bila dibagi ( x + 1 ) bersisa 6 , maka a + c =...
a. 8 b. 4 c. 2 d. – 2 e. – 4
2. Suatu suku banyak P(x) dibagi ( 2x – 1 ) dan dibagi ( 3x + 2 ) berturut
turut bersisa 2 dan – 3 . Suku banyak F(x) dibagi ( 2x – 1 ) dan dibagi ( 3x
+ 2 ) berturut - turut bersisa – 2 dan 6 . Sisa pembagian suku banyak H(x)
= P(x). F(x) oleh ( 2x – 1 ) ( 3x + 2 ) adalah...
a. 12x + 10 b. 12x – 10 c. 6x + 5
d. 5x – 5 e. 12x – 6
3. Salah satu faktor dari 2x3 – 5x2 – px + 3 adalah (x +1). faktor linear yang
lain dari suku banyak tersebut adalah ...
a. x – 2 dan x – 3 b. x + 2 dan 2x – 1
c. x + 3 dan x + 2 d. 2x +1 dan. x – 2
e. 2x – 1 dan x – 3
4. Hasil bagi dan sisa pembagian suku banyak 4x3 – 2x2 + x – 1 dibagi 2x2 +
x + 1 berturut turut dalah...
a. 2x – 1 dan x – 1 b. 2x – 1 dan x + 1
c. 2x – 1 dan 2x – 1 d. 2x – 2 dan – x – 1
e. 2x – 2 dan x + 1
5. Persamaan x3 + 3x2 – 16x + k = 0 mempunyai sepasang akar yang
berlawanan . Nilai k =...
a. – 52 b. – 48 c. 42 d. 48 e. 52
6. Akar - akar persamaan 2x4 + tx3 – 7x2 + nx + 6 = 0 adalah -2, 1, dan .
Nilai 2 2 =...
a. -2 b. -1 c. 0 d. 2 e. 3
7. Persamaan x3 + 3x2 – 16x + k = 0 mempunyai sepasang akar yang
berlawanan . Nilai k =...
a. – 52 b. – 48 c. 42 d. 48 e. 52
8. Apabila f (x) = ax3 + bx + ( a + b ) dibagi x2 – 3x + 2 bersisa x + 1 ,
maka a – b =…
3
a. b.
5 c. 1 d.
1 e. 1
2 4 4
9. Suku banyak f( x ) jika dibagi ( x + 1 ) sisanya 1 dan jika dibagi (3x + 2 )
sisanya – 2 . Jika suku banyak f (x) dibagi 3x2 + 5x + 2 , maka sisanya
adalah...
a. – 9x – 8 b. – 9x + 8 c. – 9x + 10
d. 9x – 10 e. 9x + 10
10. Derajat suku banyak f (x ) =
( x2 3)2 (1 2x x2 ) adalah...
a. 2 b. 3 c. 4 d. 5 e. 8
11. Koefisien x3 dari ( x + 2 )4 adalah...
a. 4 b. 8 c. 10 d. 12 e. 16
12. Persamaan 2x3 + px2 + 7x + 6 = 0 mempunyai akar x = 2 . Jumlah
ketiga akar persamaan itu adalah...
a. – 9 b. 2,5 c. 3 d. 4,5 e. 9
13. Bila x1 , x2 dan x3 adalah akar akar persamaan x3 + 4x2 – 11x – 30 = 0 .
Nilai dari x1 + x2 + x3 = ...
a. – 10 b. – 8 c. – 5 d. – 4 e. – 3
14. Diketahui g (x) = 2x3 + ax2 + bx + 6 dan h (x) = x2 + x – 6 adalah faktor
dari g (x) . Nilai a yang memenuhi adalah…
a. – 3 b. – 1 c. 1 d. 2 e. 5
15. Salah satu faktor dari 2x3 - 5x2 – px + 3 adalah x + 1 . Faktor linear yang
lain adalah...
a. x – 2 dan x – 3 b. x + 2 dan 2x – 1
c. x + 3 dan x + 2 d. 2x + 1 dan x – 2
e. 2x – 1 dan x – 3
16. Salah satu faktor dari P (x) = x3 + kx2 – x – 2 adalah ( x + 2 )Salah satu
faktor linear lainnya dari P (x) adalah...
a. x – 1 b. x – 2 c. x – 3 d. x + 3 e. x + 4
17. Suku banyak 4x3 – x2 – kx + 2 14 habis dibagi ( 2x + 3 ) untuk nilai k =...
a. 7 b. 8 c. 9 d. 10 e. 12
18. Suku banyak f ( x ) jika dibagi (x – 5) sisanya 13 dan jika dibagi (x – 1)
sisanya 5 . Jika suku banyak f (x) dibagi x2 – 6x + 5 , maka sisanya
adalah...
a. 2x + 2 b. 2x + 3 c. 3x + 1 d. 3x + 2 e. 3x + 3
19. Suku banyak 2x3 + x2 + 4x + 4 dan 2x3 + x2 + 2x + a jika diagi 2x – 3
sisanya sama , maka a =...
a. – 6 b. 1 c. 5 13 d. 7 e. 19
20. Jika f (x) dibagi ( x2 – 1 ) bersisa ( 2x – 3 ) f (x) dibagi ( x2 – 2x )
bersisa ( x + 2 ) , f (x) dibagi ( x2 – 3x + 2 ) bersisa ...
a. 5x – 6 b. 5x + 6 c. 6x – 5 d. 6x + 5 e. 6x + 6
21. Jika f (x) dibagi x2 – 2x dan x2 – 3x masing -masing mempunyai sisa 2x
+ 1 dan 5x + 2 , maka f (x) dibagi x2 – 5x + 6 mempunyai sisa ...
a. 22x – 39 b. 12x + 19 c. 12x – 19
d. – 12x + 29 e. – 22x + 49
22. Suku banyak P (x) dibagi oleh x2 – x – 2 sisanya 5x – 7 dan jika dibagi
x + 2 sisanya – 13 . Sisa pembagian suku banyak tersebut oleh x2 – 4
adalah...
a. 4x – 5 b. x – 15 c. –x – 15
d. 5x – 4 e. 8x – 5
23. Jika f (x) dibagi x + 2 sisa 14 dan bila dibagi ( x – 2 ) ( x – 4 ) bersisa 10x
– 2 . maka jika f (x) dibagi ( x + 2 ) ( x – 2 ) ( x – 4 ) bersisa...
a. 2x2 – x + 4 b. x2 + x + 12 c. x2 – x + 8
d. 32 x2 + x + 10 e. 3 2
2x -x +6
24. Diketahui suku banyak f (x) = 2x3 – 3x2 + 4x – 2 . Nilai 3 f (4) – 2 f (2)
=...
a. 256 b. 258 c. 260 d. 262 e. 264
25. Jika f (x) = 2x3 + 4x2 + 7x – 5 dibagi dengan 2x – 1 , maka sisanya
adalah...
a. x – 7
8 b. x – 14 c. 1
4
d. 12 e. 4
26. Jika f (x) = 2x4 – 5x3 + 6x2 – 8x + 9 dibagi dengan 2x – 1 ,maka hasil
bagi dan sisa berturut turut adalah...
a. x3 + 2x – 3 dan 6 b. x3 - 2x2 + 2x – 3 dan 6
c. x + 2x - 3x + 6 dan -6 d. x3 + 2x2 - 3x – 6 dan - 6
3 2
e. x3 – 3x + 4 dan 6
27. Suku banyak 2x3 - x2 - 8x + k habis dibagi dengan x + 2 , maka suku
banyak tersebut juga habis dibagi oleh...
a. 2x – 3 b. 2x + 1 c. x – 3 d. x – 2 e. x +1
28. Jika x2 + 2x – 3 adalah faktor dari F (x) = x4 – 2x3 - 7x2 + ax + b , maka
nilai a dan b berturut turut adalah...
a. 10 dan – 6 b. – 6 dan 10 c. 4 dan 12
d. 18 dan 14 e. – 8 dan 12
29. Akar akar rasional dari 2x3 + 5x2 – 4x – 3 = 0 adalah...
a. 1
1 12
, dan 3 b. 1 , dan 3
2
c. 1
, 1 dan -3 d. -1 , 1
dan -3
2 2
e. -1 ,
1 dan 3
2
30. Akar akar persamaan x3 – 4x2 + x – 4 = 0 adalah x 1 , x 2 dan x 3 nilai
dari x 12 + x 22 +x 2 =...
a. 2 b. 14 c. 15 d. 17 e. 18
3x 8 A B
31. Bila 2 . Maka 3A + 2B =...
x 6x 8 (x4 (x2
) )
a. 10 b. 12 c. 16 d. 20 e. 24
32. Akar akar persamaan x3 + ( 9p – 3 )x2 + 66x + 80 = 0 membentuk barisan
aritmetika dengan beda – 3 nilai p =...
a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5
33. Hasil bagi dan sisa pembagian 6x3 – 14x2 + 8x – 15 oleh 2x – 6 berturut
turut adalah....
a. 6x2 + 4x + 20 dan 30 b. 6x2 + 4x + 20 dan 40
c. 6x2 + 4x + 20 dan 45 c. 3x2 + 2x + 10 dan 30
e. 3x2 + 2x + 10 dan 45
34. F (x) = x3 + px2 + 5x – 6 dan G (x) = x3 + x2 - 4x + 2p dibagi ( x – 2 )
diperoleh sisa sama. Jika F (x) dibagi ( x – 3 )bersisa ...
a. – 4 b. – 2 c. 0 d. 1 e. 3
35. Persamaan x3 – 4x2 + 6x – 12 = 0 mempunyai akar akar x1 , x2 dan x3 .
Nilai 1 1 1
...
x1 x2 x3
a. – 3 b. – 2 c. 1 d. 1 e. 3
2
3
36. Jika f (x) = 4x4 – x3 – x2 + 1
x dibagi dengan 2x +
2 2 maka sisanya
adalah...
a. -
2 b. – 1 c. 1
d. 1
2 e 1 2
2
2
37. Jika
6x100 5x75 4x52 3x17 2
g (x) , maka r =...
r x
a. 0 b. 4 c. 14 d. 20 e. 24
38. Bentuk a3 + b3 + c3 – 3abc , jika dibagi oleh ( a + b + c ) maka...
a. hasil bagi = (a2 + b2 + c2 – ab – ac – bc ) sisa = 0
b. hasil bagi = (a2 + b2 + c2 – ab – ac + bc ) sisa = a
c. hasil bagi = (a2 + b2 + c2 + ab – ac + bc ) sisa = b
d. hasil bagi = (a2 + b2 + c2 + ab + ac + bc ) sisa = c
e. hasil bagi = (a2 + b2 + c2 + ab + ac – bc ) sisa = 0
39. Untuk suku banyak f (x) diketahui f ( 1 2) = 2 dan f (2 ) = - 3. Jika f (x)
dibagi oleh 3x2 – 7x + 2 maka sisanya =...
a. 2x – 7 b. – 3x +3 c. 3x + 1 d. 3x – 9 e. 9x – 1
40. Diketahui suku banyak P (x) = x4 + x2 – 1 dan Q (x) = x2 – x . Jika P (x)
dibagi Q (x) maka sisanya adalah...
a. – x + 1 b. x – 1 c. – 2x – 1 d. 2x + 1 e. 2x – 1
41. Jika F (x) dibagi ( x2 + 2x ) dan ( x2 - 2x ) masing masing bersisa ( 1 +
2x ) dan ( 1 – 3x ) . Jika F (x) dibagi ( x2 – 4 ) maka sisanya
a. 1 x 4 b. 12 x 4 c. 12 x 4
2
d. 12 x 4 e. 12 x
2
42. Jika suku banyak F (x) dibgi dengan ( x – 1 ) ; ( x + 1 ) dan ( x – 3 )
sisanya berturut turut adalah 12 ; 4 dan 16 maka sisa F (x) jika dibagi ( x2
– 1 ) ( x – 3 ) adalah...
1 2 1 1 2 1
a. x 4x 8 b. x 4x 8
2 2 2 2 2
2
1 1 1 1
c. x 4x 8 d. x 4x 8
2 2 2 2 2
1 1
e. x 4x 8
2 2
43. Untuk setiap n bilangan bulat positif , pernyataan di bawah ini yang benar
adalah...
a. xn + 1 habis dibagi ( x + 1 )
b. xn + 1 habis dibagi ( x – 1 )
c. xn - 1 habis dibagi ( x + 1 )
d. xn - 1 habis dibagi ( x – 1 )
e. xn + 1 habis dibagi ( x + 2 )
44. Akar akar persamaan x3 – 14x2 + ax + b membentuk deret geometri
dengan pembanding 2 . Nilai a dan b berturut turut adalah...
a. 64 dan – 56 b. 56 dan – 64 c. 56 dan 64
d. 160 dan 52 e. 160 dan 5 2
DAFTAR PUSTAKA
Sartono wirodikromo, MATEMATIKA , Jakarta, Erlangga
B.K Noormandiri, MATEMATIKA, Jakarta, Erlangga
Drs. Sumadi dkk, MATAMATIKA, Jakarta, Tiga Serangkai