Sejarah Teori Pertukaran Sosial
Sejarah Teori Pertukaran Sosial
Keywords: Social Exchange Theory, History of Exchange Theory, and Gifts and Exchange
Abstrak
Penelitian ini membahas sejarah dan perkembangan teori pertukaran sosial, dengan
fokus pada konsep dasar seperti pemberian, menerima, dan mengembalikan. Teori
ini dipengaruhi oleh berbagai tokoh, termasuk Marcel Mauss, George Homans, dan
Peter Blau. Mauss dalam "The Gift, Forms and Functions Exchange in Archaic
Societies" mengartikulasi pemberian sebagai salah satu bentuk pertukaran yang
melibatkan kewajiban menerima, memberi, dan mengembalikan. Homans dalam
"Social Behavior: Its Elementary Forms" menjelaskan perilaku sosial sebagai
pertukaran aktivitas dan hadiah, sedangkan Blau dalam "Exchange and Power in
Social Life" menganalisa struktur sosial yang lebih kompleks dan mengatur kekuatan
sosial melalui proses pertukaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur
review untuk memahami sejarah dan perkembangan teori pertukaran sosial, serta
menganalisis hubungan antara perilaku sosial dan lingkungan sosial. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa teori pertukaran sosial memberikan wawasan yang luas tentang
bagaimana masyarakat menciptakan dan memelihara organisasi sosial melalui
pertukaran. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam
memahami teori pertukaran sosial dan aplikasinya dalam berbagai konteks sosial.
Kata Kunci: Teori Pertukaran Sosial, Sejarah Teori Pertukaran, dan Pemberian dan Pertukaran
diperoleh dengan menganalisa konsep-konsep dan bukannya tindakan saling tukar-menukar pemberian yang menyeluruh
menganalisa fakta-fakta, bahwa fakta-fakta digunakan dan berlaku terus-menerus secara berkala. Pada Bab Keempat,
sebagai ilustrasi-ilustrasi dari formulasi-formulasi yang Mauss mengemukakan kesimpulan dengan teorinya mengenai
dicapai dengan cara lain daripada metode-metode induktif. sistem tukar-menukar atau kontrak-kontrak yang menjadi inti
Hampir dalam semua tulisan Mauss ia sangat berbeda dengan dalam sistem tukar-menukar.
Durkheim khususnya perhatiannya pertama-tama tentang Selanjutnya teori pertukaran sosial berakar pada
fakta-fakta konkret dan mengkajinya dalam kaitan behaviorisme. Karena berakar pada behaviorisme tentu teori
keseluruhannya secara amat terinci. ini sangat dipengaruhi oleh ilmu psikologi dalam bentuknya
Mauss dalam The Gift, Forms and Functions Exchange sosiologi perilaku. Sebagaimana dijelaskan oleh George
in Archaic Societies, dapat dikatakan merupakan sebuah Ritzer, dalam Modern Sociology Theory dengan mengutip
kajian yang pertama dan sistematis yang memperbandingkan Baldwin (1986: b) sosiologi perilaku memusatkan
adat istiadat saling tukar menukar hadiah atau pemberian perhatiannya pada hubungan antara pengaruh perilaku aktor.
yang tersebar luas, dan yang pertama-tama menyajikan Dimana hubungan ini seperti dasar untuk pengkondisian opera
pemahaman mengenai fungsinya dalam artikualasinya (operant conditioning), yang mana perilaku diubah oleh
kesetaraan sosial. Sebagai contoh, sistem ekonomi rasional konsekuensinya.
bagi sebuah sistem dimana tukar-menukar benda dan jasa Dalam konteks sosialnya kelahiran teori pertukaran ini
bukanlah sesuatu yang mekanis tetapi sebuah transaksi moral sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial pasca Perang Dunia II,
yang menghidupkan dan mempertahankan hubungan- karena teori ini lahir pertama sekalinya dibangun oleh George
hubungan manusiawi dan pribadi diantara individu-individu Casper Homans, yang menerbitkan karya pertamanya tentang
dan kelompok-kelompok. teori pertukaran ini tahun 1958, John Thibaut dan Harlod
Mauss dapat disebut sebagai perintis teori pertukaran Kelley (1959), Richard Emerson (1962), kemudian
dalam bentuknya teori pemberian. Dalam pengertian ini dilanjutkan oleh penerusnya yaitu oleh Peter M. Blau tahun
pemberian sebagai salah satu bentuk pertukaran karena itu 1964.
mengandung tiga aspek kewajiban, pertama, kewajiban
menerima, kedua, kewajiban memberi, ketiga, kewajiban B. Teori Pertukaran George Homans
mengembalikan. Ketiga unsur ini merupakan prinsip-prinsip Teori pertukaran sosial dalam kacamata Homans ini
kunci dalam praktek pemberian hadiah hingga saat ini. terletak pada sekumpulan proposisi fundamental. Proposisi itu
Penerimaan, pemberian dan pengembalian dilakukan lebih mengenai perilaku manusia individual daripada
berdasarkan tujuan yang berbeda-beda. Adakalanya hadiah kelompok atau masyarakat, dan perilaku manusia, sebagai
diberikan untuk mengikat seseorang, dan jika orang itu manusia umumnya dianggap menjadi bidang kajian psikologi.
mengetahui dan menolak motif itu, maka ia akan Disini tentu karena Homans sangat dipengaruhi oleh Skinner
mengembalikan hadiah tadi. Namun yang menarik menurut tentang psikologi sosial dan koleganya Talcot Parsons dalam
Mauss, hadiah yang belum diimbangi dengan pembayaran disiplin sosiologi structural-fungsional.
kembali oleh orang yang menerimanya, sama dengan Homans dalam karyanya Sosial Behavior: Its Elementary
merendahkan martabat penerima hadiah tersebut, terutama Formas (1961) sebagaimana dikutip dari Ritzer, 1996,
jika ia melakukan hal itu tanpa memikirkan untuk menyesal menamakan teorinya dengan nama ‘teori
mengembalikannya. pertukaran’. Sebab teorinya itu baginya dianggap sebagai
Jika dikaji lebih dalam dalam buku itu dapat dikupas penerapan psikologi perilaku dalam situasi khusus.
lebih jauh mengenai arti pemberian (gift) dan hadiah Sebagaimana dipahami teori pertukaran Homans ini berasal
(present). Bab Pertama, Mauss mengajak pembaca untuk dari psikologi perilaku dan ilmu ekonomi dasar.
memikirakan apa arti pemberian dan mengapa pemberian Menurut Homans teori pertukaran ini membayangkan
harus diimbali dengan pemberian kepada si pemberi. perilaku sosial sebagai pertukaran aktivitas, nyata atau tak
Penjelasannya menurut Mauss adalah saling tukar-menukar nyata, dan kurang lebih sebagai pertukaran hadiah atau biaya,
pemberian itu adalah suatu proses sosial yang dinamik yang sekurang-kurangnya antara dua orang. Sebagai contoh,
melibatkan keseluruhan anggota masyarakat. Sebaai sistem Homans menjelaskan bagaimana terjadi dalam masyarakat
yang menyeluruh. Bab Kedua, berisikan deskripsi panjang industri, dan kemudian masyarakat dalam Revolusi Industri,
lebar mengenai corak pemberian dan pengembaliannya. tentu pemberian hadiah amat sulit dilakukan. Karena itu teori
Disini diperlihatkan fakta-fakta adanya keterlibatan berbagai pertukaran Homans ini dilihat dalam perspektif bagaimana
aspek, seperti mengenai pemberian, menerima pemberian, menjelaskan perilaku sosial mendasar dilihat dari sudut hadiah
dan mengembalikan pemberian. Bab Tiga, pada bab ini dan biaya (Ogbonna and Mbah 2022).
Mauss memperlihatkan adanya prinsip-prinsip kedermawnan Di sini menjadi relevan bahwa awal kelahiran teori
semu yang mendasari dan mendorong terwujudnya tindakan- pertukaran sosial ini karena sangat dipengaruhi oleh perspektif
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi |[Link]/[Link]/ 58
September 2024 | Volume 13 | Issue 1
Sufyanto Panorama Sejarah Teori Pertukaran Sosial
teori struktural-fungsional dalam sosiologi khususnya dalam untuk mencapai tujuan lebih besar.” Tujuan utama sosiologi
kajiannya tentang fakta sosial. Teori ini dengan mengikuti yang mempelajari interaksi tatap muka adalah untuk
cara berfikirnya James S. Coleman, 1990, lewat karyanya meletakkan landasan guna memahami stuktur sosial yang
The Foundation of Sosial Theory, berkembang karena mengembangkan dan menimbulkan kekuatan sosial yang
kompetisinya dengan teori pilihan rasional, dimana sumber menandai perkembangannya itu. Blau memusatkan
pijakan teori ini adalah tindakan sosial. Di sini Homans dalam perhatiannya pada proses pertukaran yang menurutnya
teorinya pertukaran sosial ia membangun beberapa proposisi mengatur kebanyakan perilaku manusia dan melandasi
antara lain; proposisi sukses (the succsess proposition), hubungan antar individu maupun antar kelompok. Blau
proposisi pendorong (the stimulus proposition), proposisi membayangkan langkah berurutan, mulai dari pertukaran
nilai (the value proposition), proposisi deprivasi-kejemuan antara pribadi ke struktur sosial hingga ke perubahan sosial.
(the deprivation-satiation proposition), proposisi persetujuan Tahapan itu sebagai berikut:
agresi (the aggression-approval proposition), dan proposisi 1. Langkah I: Pertukaran atau transaksi antar individu
rasionalitas (the rationality proposition). Jadi perilaku sosial yang meningkat ke
terdiri atas pertukaran paling sedikit antar dua orang 2. Langkah II: Diferensiasi status dan kekuasaan yang
berdasarkan perhitungan untung-rugi. Misalnya, pola-pola mengarah ke
perilaku di tempat kerja, percintaan, perkawinan, 3. Langkah III: Legitimasi dan pengorganisasian yang
persahabatan - hanya akan langgeng manakala kalau semua menyebarkan bibit dari
pihak yang terlibat merasa teruntungkan. Jadi perilaku 4. Langkah IV: Oposisi dan Perubahan
seseorang dimunculkan karena berdasarkan perhitungannya,
akan menguntungkan bagi dirinya, demikian pula sebaliknya Sebagaimana digambarkan dalam teks demikian, Blau
jika merugikan maka perilaku tersebut tidak ditampilkan. lebih maju dibandingkan dengan Homans, karena Blau
Berdasarkan keyakinan tersebut Homans dalam bukunya mengaitkan antara konsep pemikiran Homans tentang teori
"Elementary Forms of Sosial Behavior, 1974 mengeluarkan pertukaran dengan masyarakat.
beberapa proposisi dan salah satunya berbunyi: "Semua Meminjam penjelasan George Ritzer dan Daulas J.
tindakan yang dilakukan oleh seseorang, makin sering satu Goodman, dalam Teori Sosial Modern, khususnya dalam
bentuk tindakan tertentu memperoleh imbalan, makin penjelasannya tentang Mikro dan Makro. Misalnya ditingkat
cenderung orang tersebut menampilkan tindakan tertentu individual, Blau dan Homan sama-sama tertarik dengan proses
tadi". Proposisi ini secara eksplisit menjelaskan bahwa satu yang sama. Namun, konsep pertukaran sosial Blau lebih
tindakan tertentu akan berulang dilakukan jika ada terbatas pada tindakan yang tergantung pada respon yang
imbalannya. Proposisi lain yang juga memperkuat proposisi dilakukan oleh orang yang memberikan hadiah lalu
tersebut berbunyi: "Makin tinggi nilai hasil suatu perbuatan mengharap pengembalian hadiah tersebut. Jika terjadi
bagi seseorang, makin besar pula kemungkinan perbuatan ketimpangan dalam pertukaran hadiah, maka akan muncul
tersebut diulanginya kembali"(Wijaya and Nasution 2023). perbedaan kekuasaan dalam kelompok.
Bagi Homans, prinsip dasar pertukaran sosial adalah Lebih lanjut Ritzer, memberikan empat kemungkinan
"distributive justice" - aturan yang mengatakan bahwa sebuah yang muncul jika hadiah pengembalian itu tak kunjung
imbalan harus sebanding dengan investasi. Proposisi yang didapatkan. Pertama, orang itu dapat memaksa orang lain
terkenal sehubungan dengan prinsip tersebut berbunyi " untuk membantunya. Kedua, orang itu akan mencari sumber
seseorang dalam hubungan pertukaran dengan orang lain lain untuk memenuhi kebutuhannya. Ketiga, orang itu dapat
akan mengharapkan imbalan yang diterima oleh setiap pihak mencoba terus bergaul dengan baik tanpa mendapatkan apa
sebanding dengan pengorbanan yang telah dikeluarkannya - yang dibutuhkan dari orang lain. Keempat, mungkin orang itu
makin tinggi pengorbanan, makin tinggi imbalannya - dan akan menundukkan dirinya terhadap orang lain dengan
keuntungan yang diterima oleh setiap pihak harus sebanding mengiba, sehingga orang lain bisa memberikan penghargaan
dengan investasinya - makin tinggi investasi, makin tinggi padanya.
keuntungan"(Aswad and Amdanata 2023). Kemudian dalam perspektif Norma dan nilai, Blau
menjelaskan pentingnya mekanisme untuk menengahi antara
C. Teori Pertukaran Peter M. Blau struktur social yang kompleks itu yakni peran norma dan nilai
Peter Blau, 1964, lewat karyanya Exchange and Power dalam masyarakat. Sebab Blau merumuskan norma untuk
in Sosial Life, bermaksud menganalisa struktur sosial yang mengalihkan perhatian dari individu ke kolektivitas,
lebih kompleks, melebihi Homans yang memusatkan sementara konsep nilai untuk mengalihkn perhatian ke tingkat
perhatiannya pada bentuk-bentuk kehidupan sosial mendasar. kehidupan masyarakatan, yang berguna untuk menganalisa
Baginya Homans sudah puas bekerja ditingkat perilaku, hubungan antara kolektifitas.
menurut Blau pekerjaan seperti itu hanyalah sebagai alat saja
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi |[Link]/[Link]/ 59
September 2024 | Volume 13 | Issue 1
Sufyanto Panorama Sejarah Teori Pertukaran Sosial
D. Perkembangan Teori Pertukaran Sosial memiliki semua sifat barang pribadi, namun ini tidak akan
Perlu diketahui teori pertukaran sosial yang memang menjadi persoalan untuk deduksi kualitatif tertentu
sangat positivistik ini pernah mengalami kemunduran seiring (Kustiawan et al. 2022).
berkembangnya kapitalisme yang mengakibatkan lahirnya Pertukaran dalam kehidupan sosial bisa menjadi rumit,
pribadi yang individualistik. Bukan itu saja kalau kita karena dalam banyak bidang kehidupan sosial, institusi-
mengikuti konteks sosial saat itu, bahwa ilmu dalam institusi untuk memfasilitasi pertukaran kuasa (khususnya
perspektif positivistik mengalami kepunahan, karena ketidak pertukaran yang melibatkan lebih dari dua pihak) tidak
percayaan masyarakat terhadapnya, mengingat saat itu ilmu dikembangkan dengan baik seperti halnya institusi untuk
positivistik pernah berjaya di ranah politik, namun pada suatu mempertukarkan sumber-sumber ekonomi. Namun demikian,
ketika ilmu ini tak berdaya dan gagal dalam membaca realitas dalam sistem tindakan yang pertama dan paling sederhana
politik yang sesungguhnya. Barang kali seperti yang terjadi yang akan saja jelaskan, saya mengasumsikan bahwa
sekarang orang benar-benar dibuat tercengang ketika melihat pertukaran-pertukaran semacam itu bisa dilakukan.
hasil Quic Count, survey pemilu maupun pilkada, sudah Pembatasan pada proses pertukaran tidaklah seketat
dapat dengan mudah diprediksi siapa yang akan keluar jadi seperti yang diduga pada mulanya, bila pertukaran itu tidak
pemenang. Tetapi bukan tidak mungkin perkembangan ilmu lagi terbatas pada barang-barang ekonomi. Dalam suatu
semacam ini akan ditolak oleh masyarakat apabila, hasil pertukaran barang ekonomi, tiap pelaku, dalam menawarkan
prediksinya selalu salah. Sebagaimana yang terjadi dalam pertukaran, hanya dapat meningkatkan bagian dari pelaku lain,
sejarah ilmu positivistik waktu itu. Sehingga sekitar tahun yang mana itulah sebabnya kita biasanya menganggap
70an-80an tak ada perkembangan yang berarti dari teori ini. pertukaran semacam itu sebagai pertukaran yang sukarela dan
Dalam menjelaskan persoalan ini saya mengikuti penjelasan saling menguntungkan. Namun ketika disertakan kejadian
yang dilakukan oleh James S. Coleman, 1990, lewat karyanya jenis lain, pertukaran juga bisa digunakan untuk menengarai
The Foundation of Sosial Theory. Mungkin di sini Coleman fenomena yang biasanya dipahami sebagai pemaksaan; yakni
menjadi satu-satunya pelanjut yang mengembangkan teori janji yang disertai ancaman. Ketika orang tua mengancam
pertukaran sosial. Sebagaimana dikatakan oleh Coleman akan menampar anaknya jika tidak menurut, si orang tua itu
(Juwita et al. 2023). menghentikan sementara hak untuk menyerang si anak (yakni
Satu sifat dari sistem teori yang dikembangkan di sini hak yang terus dimiliki orang tua lantaran dia memiliki
adalah kehematan. Pelaku terhubungkan dengan sumber- kekuatan fisik dan wewenang hukum atas diri si anak) agar si
sumber (dan terhubung secara tak langsung satu sama lain) anak mau memenuhi kepentingan orang tuanya.
hanya melalui dua hubungan: kuasa mereka atas sumber- Selain itu, banyak fenomena yang biasanya dipandang
sumber dan kepentingan mereka terhadap sumber-sumber itu. bukan sebagai pertukaran, melainkan sebagai penyebaran
Pelaku memiliki prinsip tunggal tindakan, yakni bertindak sumber-sumber sebagaimana yang bisa diprediksi
untuk memaksimalkan realisasi kepentingan mereka. menggunakan bentuk teori yang agak lebih sederhana. Sebagai
Tindakan itu bisa berupa sekadar pemenuhan, untuk contoh, Dahl (1961) mengemukakan dalam penelitiannya
merealisasikan kepentingan si pelaku; jika bukan begitu, tentang New Haven, dan sejumlah ilmuwan politik lain juga
maksimalisasi prinsip itu sering kali mengarah kepada satu mengemukakan di tempat terpisah, bahwa banyak pelaku yang
jenis tindakan pertukaran kuasa (atau hak untuk menguasai) berpotensi kuat dalam sebuah komunitas tidak
atas sumber-sumber atau peristiwa-peristiwa. Namun, dalam mempraktekkan wewenangnya dalam pengambilan keputusan
beberapa situasi, ia bisa mengarah pada pemasrahan komunitas. Sering kali hasil akhirnya ialah bahwa keputusan-
unilateral kuasa (atau hak untuk menguasai) kepada pelaku keputusan itu dibuat tanpa pengaruh dari pelaku yang paling
lain. kuat di dalam komunitas itu, sebuah fenomena yang agak
Sistem tindakan paling sederhana tindakan yang membingungkan. Namun karena sumber-sumber politik
menggunakan konsep-konsep yang dijelaskan itu adalah sering kali bisa digunakan pada satu dari sejumlah peristiwa
pertukaran berpasangan sumber-sumber yang memiliki dan sebagian dikonsumsi dengan menggunakannya (misalnya,
semua sifat barang pribadi. Pertukaran semacam itu bisa dukungan masa terhadap suatu perusahaan yang akan
terjadi dalam persaingan dengan pelaku lain, seperti yang membangun sebuah pabrik di sebuah kota akan berkurang jika
terjadi dalam pasar barter, namun itu tidak mesti terjadi. perusahaan itu menggunakan kekuatan yang menentang
Pertukaran sosial sudah melekat dalam seluruh kehidupan kebijakan rakyat), penyebaran selektif bisa menjadi cara bagi
sosial. Bahkan, sebagian teoretisi sosial, misalnya Homans seorang pelaku untuk memaksimalkan realisasi
(1958) dan Blau (1964), menyusun teori-teori sosial yang kepentingannya (Mayhew 2015).
pada prinsipnya berpijak pada proses pertukaran semacam E. Keseimbangan Sosial
ini. Dalam pertukaran sosial sumber-sumber selain barang Melalui pertukaran seperti yang dijelaskan di atas,
ekonomi, sumber-sumber yang dipertukarkan boleh jadi tidak terjadilah pengurangan kesenjangan antara kepentingan dan
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi |[Link]/[Link]/ 60
September 2024 | Volume 13 | Issue 1
Sufyanto Panorama Sejarah Teori Pertukaran Sosial
kekuasaan, pada titik di mana sebuah keseimbangan terjadi Sebagaimana dijelaskan berkali-kali dalam literatur ekonomi,
sebuah titik di mana tidak ada pertukaran yang dapat perbandingan semacam itu, yang dilakukan oleh seorang
meningkatkan realisasi yang diharapkan atas kepentingan analis, tidaklah bermakna. Justru, yang bermakna adalah
dari kedua pelaku. Pada titik ini masing-masing pelaku mesti perbandingan yang dilakukan dengan proses-proses sosial itu
memaksimalkan realisasi kepentingannya pada tingkatan sendiri. Jenis perbandingan semacam inilah yang bersifat
yang dimungkinkan oleh sumber-sumber yang menjadi intrinsik dalam sistem-sistem sosial dan dalam model yang
modal awal mereka. dijelaskan di atas. Perbandingan yang memberikan metrik
Pada kondisi tertentu, misalnya dalam sebuah sistem umum pada kepuasan dari orang-orang yang berbeda ialah
yang jumlah pelakunya sedikit, bisa jadi tidak ada titik perbandingan yang berasal dari sumber-sumber yang menjadi
keseimbangan tunggal. Sebagai contoh, dalam kasus dua modal awal mereka.
pelaku tersebut, yang masing-masing memiliki kuasa atas Dengan demikian, dengan mempertimbangkan sebuah
sejumlah benda yang sebagian menjadi kepentingan pelaku keluarga patriarkal sebagai sebuah sistem, apa yang dimaksud
yang satu dan yang sebagian menjadi kepentingan pelaku dengan kepuasan agregat maksimum adalah sebuah agregat
yang lain, terdapat seluruh kumpulan titik keseimbangan, yang menimbang kepuasan kepala keluarga pria dari sebuah
yang masing-masing akan lebih baik bagi kedua pelaku rumah tangga secara lebih berat dibanding kepuasan sang istri,
dibanding titik awalnya (dan lebih baik dibanding titik mana mengingat kekuasaannya yang lebih besar atas sumber-
pun di luar kumpulan ini), namun tak satu pun yang lebih baik sumber. Dalam sebuah rumah tangga matriarkal kepuasan
untuk kedua pelaku dibanding titik lain di dalam kumpulan sang istri ditimbang lebih berat dibanding kepuasan sang
itu. Ada sejumlah nilai tukar yang berbeda yang akan suami dalam mencapai kepuasan agregat maksimum.
menjadikan kedua belah pihak lebih baik dibanding sebelum Maksimalisasi tersebut tidak bisa dinilai secara normatif,
dilakukannya pertukaran, dan dengan tidak adanya sebuah kecuali dalam sejumlah nilai yang tersiratkan oleh pembagian
pasar maka tidak bisa ditentukan mana di antara hal itu yang wewenang awal di antara para pelaku di dalam sistem itu.
akan terjadi. Titik keseimbangan yang dicapai dalam sistem Gagasan tentang keseimbangan sosial di bagian ini
pertukaran yang kecil tersebut bisa dijelaskan sebagai sifat memunculkan istilah lain, optimum sosial. Karena istilah ini
dari sebuah sistem, yakni, sifat tingkat-makro, sebagaimana penting di dalam teori yang hendak dijelaskan dan karena
harga yang berlaku dalam tukar-menukar di pasar. Sebagai konsep optimum sosial berlainan dalam bermacam wilayah
contoh, penelitiannya Blau (1963) tentang pertukaran rasa peta struktur tindakan, maka penting untuk mengkaji secara
hormat dengan nasihat dalam suatu agen pemerintah singkat apa yang dimaksud dengan optimum sosial di berbagai
menunjukkan bahwa banyaknya rasa hormat yang diberikan wilayah ini.
untuk mendapatkan suatu kuantitas dan kualitas nasihat
merupakan sifat dari sistem sosial dari agen tersebut. F. Optimum Sosial
Hasil akhir dari proses pertukaran itu adalah redistribusi Adam Smith menurut Coleman, mengungkapkan prinsip
kekuasaan atas peristiwa, sebuah redistribusi yang akan bahwa seorang individu, yang hanya bermaksud mencapai
memberikan hasil yang optimal dalam pengertian tertentu. keuntungannya sendiri, “didorong oleh tangan gaib untuk
Setelah berlangsungnya pertukaran tiap pelaku memiliki mencapai tujuan yang bukan merupakan bagian dari
kuasa atas kejadian-kejadian yang sangat menjadi maksudnya” (1937 [1776)). Smith memang tidak
kepentingannya, tunduk pada kekuasaan dari sumber-sumber mengimplikasikan bahwa prinsip ini mengarah kepada suatu
awalnya, dan karena dia tidak akan memberlakukan optimum sosial, namun dia kemudian mengatakan, “Dengan
kekuasaan terhadap pencapaian hasil yang lebih dia sukai, mewujudkan kepentingannya sendiri dia sering kali
maka tidak ada cara untuk mencapai kepuasan yang lebih memajukan kepentingan sosial secara lebih efektif dibanding
tinggi, bila pada awalnya sudah ada pembagian kekuasaan ketika dia benar-benar bermaksud hanya memajukan
dan kepentingan. Dalam pengertian ini hasilnya optimal. kepentingan sosial tersebut”. Kalangan ekonom neoklasik
Menjadikan pernyataan itu sebagai pernyataan akhir, telah melangkah lebih jauh dan menjelaskan bahwa ketika
sepertinya kita menggunakan pemikiran keliru (fallacy) yang dijumpai kondisi tertentu yang sangat membatasi (pertukaran
telah mengakar pada ekonomi kesejahteraan semenjak barang tanpa harga yang tidak memiliki eksternalitas
utilitarian, yakni kekeliruan dalam mengasumsikan beberapa konsumsi), upaya mewujudkan kepentingan seseorang dalam
metrik umum yang memungkinkan perbandingan kegunaan pertukaran mengarah kepada perbaikan bagi semua yang
interpersonal. Dengan kata lain, pernyataan tentang terlibat dalam pertukaran itu dengan tanpa kerugian pada yang
pemenuhan keseluruhan, seperti yang dikemukakan di atas, lain. Dengan cara ini, pelandasan teori ekonomi pada prinsip
mengimplikasikan sebuah perbandingan yang maksimalisasi individual atas kegunaan yang tunduk pada
menyeimbangkan kepuasan orang yang berbeda sehingga kendala-kendala sumber telah memungkinkan pernyataan-
kepuasan bisa diagregasikan pada orang-orang tersebut. pernyataan normatif berdasarkan teori itu. Beberapa karya
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi |[Link]/[Link]/ 61
September 2024 | Volume 13 | Issue 1
Sufyanto Panorama Sejarah Teori Pertukaran Sosial
filsafat moral dan politik (Rawls, 1971; Nozick, 1974; perkembangan sendiri-sendiri. Memang agak lamban
Gauthier, 1986) mengambil landasan yang sama yang pengaruh teori pertukarn social, peneliti hanya mendapatkan
menjadi sumber teori normatif. satu karya yang terbit awal abad 21 ini.
Teoretisi sosiologi tidak menempuh jalur ini. Tidak Sebagaimana tulisan yang dikembangkan oleh Linda D.
adanya prinsip normatif eksplisit pada tingkat individu, Molm, (2001) tentang Theories of Social Exchange and
misalnya prinsip maksimalisasi kegunaan, telah meniadakan, Exchange Networks. Pada karya ini Molm mengaitkan antara
dari teori sosiologi, kemungkinan untuk membuat pernyataan teori pertukaran dengan pertukaran jaringan dalam dunia
normatif. Suatu sifat struktur teoretis yang melandasi buku ini social maupun politik. Di dalam sosiologi, teori pertukaran
ialah bahwa ia berisi potensi untuk membuat pernyataan- telah mengembang, dari satu tradisi yang berpusat pada
pernyataan tersebut. Namun, untuk melakukannya diperlukan perilaku sosial ke struktur sosial. Di bagian ini, kita akan
pemahaman bahwa konsepsi tentang kapan suatu sistem menekankan pada dua tradisi besar yang menjadi unsur teori
dikatakan “lebih baik” dan kapan makna optimum sosial pertukaran. Bagian mendiskusikan kecenderungan
dikatakan berbeda, bergantung pada wilayah keberadaan pengembangan teori pertukaran masa kini, ke arah masa
sistem itu di dalam peta struktur tindakan. Arti penting depan, dan implikasi dari tiap kecenderungan ini. Tetapi
konsep optimum sosial bagi teori sosial terletak pada memang teori pertukaran sosial yang telah berkembang
kemampuannya untuk mengevaluasi bermacam tatanan bercabang-cabang ini akan mengalami pemecahan terus
sosial. Evaluasi semacam itu tidak dimungkinkan tanpa suatu karena berkembangnya perspektif. Sebagaimana yang
cara untuk menilai kapan sebuah sistem dikatakan “lebih dijelaskan oleh Karen s. Cook, Jodi O’Brien dan Peter
baik” atau “lebih buruk.” Collock, 1990.
Bagian mendiskusikan kecenderungan pengembangan
G. Tidak adanya Keseimbangan Sosial teori pertukaran masa kini, ke arah masa depan, dan implikasi
Dalam kasus tertentu tindakan-tindakan yang dirancang dari tiap kecenderungan ini. Tetapi memang teori pertukaran
untuk menimbulkan keseimbangan individual tidak sosial yang telah berkembang bercabang-cabang ini akan
mengarah kepada keseimbangan sosial. Suatu keseimbangan mengalami pemecahan terus karena berkembangnya
sosial didapatkan dari pertukaran penguasaan sumber di perspektif. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Karen s. Cook,
antara beberapa pelaku; namun ketika para pelaku Jodi O’Brien dan Peter Collock, 1990.
memasrahkan penguasaan sumber kepada pelaku lain secara
unilateral, dalam upaya mencapai keseimbangan individual Kesimpulan
(maksimalisasi kegunaan), hasilnya bolehjadi tidak mengarah
kepada keseimbangan sosial, namun justru menjauh darinya. Kajian state of the art dalam mengkaji teori pertukaran sosial,
Penyerahan unilateral penguasaan oleh satu pelaku dapat dapatlah dijelaskan pasang surut teori ini. Bahwa teori ini
memang tidak sehebat teori-teori sosiologi yang pernah
mengarah, misalnya, kepada penyerahan unilateral
berjaya, seperti sebut saja teori struktural-fungsional,
penguasaan kepada pelaku yang sama oleh pelaku yang lain.
structural-konflik, neo-marxian, non-marxian, postmodern
Penyerahan unilateral penguasaan, bahkan ketika dan lain sebagainya. Teori pertukaran sosial ini kelihatan tidak
berlangsung secara sukarela dan rasional, tidak ada yang mendapat sambutan hangat, memang pernah berkembang
selalu mengarah kepada keseimbangan sosial. Sebagai awal-awal pasca perang dunia II. Tetapi kemudian tenggelam
contoh, boleh jadi ada peningkatan konsentrasi kekuasaan seperti kita saksikan pada era tahun 70-an sampai 80-an. Baru
atau penyebaran kekuasaan. Penyerahan unilateral agak berkembang dan melahirkan pemikir baru seperti James
penguasaan atas sumber-sumber atau peristiwa mengarah S. Coleman, dengan karyanya The Foundation of Sosial
kepada struktur tindakan yang biasanya disebut sebagai Theory. Tetapi kini teori pertukaran sosial ini juga dalam
keadaan stagnan. Ini sangat berbeda positivis dalam ilmu
perilaku kolektif. Perilaku kolektif mencakup fenomena
politik yang memang masih berkembang khususnya teori
semisal perilaku gerombolan, sistem kepercayaan, opini
pilihan rasionalnya (rational choise).
publik, gerakan sosial, otoritas kharismatik yang
mengemuka, perilaku khalayak, perilaku iseng, dan mode. Ini
UCAPAN TERIMAKASIH
merupakan sumber utama perubahan sosial.
Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada
semua pihak yang telah turut serta dalam penulisan artikel ini.
H. Kekinian Teori Pertukaran Sosial Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
Sebagaimana dibantu penjelasan Ritzer, bahwa teori telah memberikan kontribusi dan dukungan dalam penelitian
pertukaran sosial kini terus-menerus menunjukkan pengaruh ini.
pada teori pilihan rasional, sebab teori pertukaran sosial itu
telah dipengaruhi oleh aliran intelektual lain dan telah
terpecah menjadi beberapa cabang yang menempuh arah
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi |[Link]/[Link]/ 62
September 2024 | Volume 13 | Issue 1
Sufyanto Panorama Sejarah Teori Pertukaran Sosial