CONTOH TERAPI KOMPLEMENTER DAN PERAN DAN FUNGSI PERAWAT
DALAM TERAPI KOMPLEMENTER
DOSEN PENGAMPU: SYAHRUL HANDOKO NAINGGOLAN [Link].,NS.,[Link]
Disusun oleh kelompok 1:
1. Cici Ariani ( 2314201073)
PROGRAM STUDI SI KEPERAWATAN
UNIVERSITAS IMELDA MEDAN
TAHUN AJARAN 2024/2025
KATA PPENGANTAR
Puji Syukur Kehadirat Allah Swt. Atas Segala Rahmat-Nya Sehinnga Makalah Ini Dapat
Tersusun Sampai Selesai. Tidak Lupa Kami Mengucapkan Terima Kasih Terhadap Bantuan Dari
Pihak Yan Telah Berkontribusi Dengan Memberikan Sumbangan Baik Pikiran Masupun
Masukan.
Penulis Sangat Berharap Semoga Maklah Ini Dapat Menambah Pengetahuan Dan
Pengalaman Bagi Pembaca. Bahkan Kami Berharap Lebih Jauh Lagi Agar Maklah Ini Bisa
Pembaca Praktikkan Dalam Kehidupan Sehari-Hari.
Bagi Kami Sebagai Penyusun Merasa Bahwa Masih Banyak Kekurangan Dalam
Penyusunan Makalah Ini Karena Keterbatasan Pengetahan Dan Pengalaman Kami. Untuk Itu
Kami Sangat Mengharapkan Kritik Dan Sran Yang Membangun Dari Pembaca Demi
Kesepurnaan Makalah Ini.
Medan, 11 Maret 2025
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................
A. Latar Belakang............................................................................................................................
B. Rumusan Makalah ......................................................................................................................
C. Tujuan Makalah .....… ................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................................
A. Definisi Terapi Komplementer ..................................................................................................
B. Jenis-jenis Terapi Komplementer ..............................................................................................
C. Contoh Macam-Macam Terapi Komplementer .........................................................................
D. Peran Perawat Dalam Terapi Komplementer .............................................................................
E. Fungsi Perawat Dalam Terapi Komplementer............................................................................
BAB III PENUTUP .......................................................................................................................
A. Kesimpulan… .............................................................................................................................
B. Saran........................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Terapi komplementer dikenal dengan terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan
modern. Komplementer adalah penggunaan terapi tradisional ke dalam pengobatan modern
(Andrews et al., 1999). Terminologi ini dikenal sebagai terapi modalitas atau aktivitas yang
menambahkan pendekatan ortodoks dalam pelayanan kesehatan (Crips & Taylor, 2001). Terapi
komplementer juga ada yang menyebutnya dengan pengobatan holistik. Pendapat ini didasari oleh
bentuk terapi yang mempengaruhi individu secara menyeluruh yaitu sebuah keharmonisan
individu untuk mengintegrasikan pikiran, badan, dan jiwa dalam kesatuan fungsi (Smith et al.,
2004). Pendapat lain menyebutkan terapi komplementer dan alternatif sebagai sebuah domain luas
dalam sumber daya pengobatan yang meliputi sistem kesehatan, modalitas, praktik dan ditandai
dengan teori dan keyakinan, dengan cara berbeda dari sistem pelayanan kesehatan yang umum di
masyarakat atau budaya yang ada (Complementary and alternative medicine/CAM Research
Methodology Conference, 1997 dalam Snyder & Lindquis, 2002). Terapi komplementer dan
alternatif termasuk didalamnya seluruh praktik dan ide yang didefinisikan oleh pengguna sebagai
pencegahan atau pengobatan penyakit atau promosi kesehatan dan kesejahteraan.
Prinsip holistik pada keperawatan ini perlu didukung kemampuan perawat dalam menguasai
berbagai bentuk terapi keperawatan termasuk terapi komplementer. Penerapan terapi
komplementer pada keperawatan perlu mengacu kembali pada teori-teori yang mendasari praktik
keperawatan. Misalnya teori Rogers yang memandang manusia sebagai sistem terbuka, kompleks,
mempunyai berbagai dimensi dan energi. Teori ini dapat mengembangkan pengobatan tradisional
yang menggunakan energi misalnya tai chi, chikung, dan reiki.
B. Rumusan Masalah
1. Definisi Terapi Komplementer
2. Jenis-Jenis Terapi Komplementer
3. Contoh Macam-Macam Terapi Komplementer
4. Peran Dan Fungsi Perawat Dalam Terapi Komplementer
C. Tujuan Makalah
1. Untuk Mengetahui Apa Itu Terapi Komplementer
2. Untuk Mengetahui Jenis-JenisTerapi Komplementer
3. Untuk Mengetahui Contoh Macam-Macam Terapi Komplementer
4. Bagaimana Peran Dan Fungsi Perawat Dalam Terapi Komplementer
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Terapi Komplementer
Terapi komplementer adalah terapi tradisional yang diberikan sebagai pendamping
pengobatan modern. Komplementer adalah penggunaan terapi tradisional ke dalam
pengobatan modern (Andrews et al., 1999).
Terapi komplementer dikenal dengan terapi tradisional yang digabungkan dalam
pengobatan modern. Komplementer adalah penggunaan terapi tradisional ke dalam
pengobatan modern (Andrews et al., 1999). Terminologi ini dikenal sebagai terapi modalitas
atau aktivitas yang menambahkan pendekatan ortodoks dalam pelayanan kesehatan (Crips &
Taylor, 2001). Terapi komplementer juga ada yang menyebutnya dengan pengobatan holistik.
Pendapat ini didasari oleh bentuk terapi yang mempengaruhi individu secara menyeluruh yaitu
sebuah keharmonisan individu untuk mengintegrasikan pikiran, badan, dan jiwa dalam
kesatuan fungsi (Smith et al., 2004). Pendapat lain menyebutkan terapi komplementer dan
alternatif sebagai sebuah domain luas dalam sumber daya pengobatan yang meliputi sistem
kesehatan, modalitas, praktik dan ditandai dengan teori dan keyakinan, dengan cara berbeda
dari sistem pelayanan kesehatan yang umum di masyarakat atau budaya yang ada
(Complementary and alternative medicine/CAM Research Methodology Conference, 1997
dalam Snyder & Lindquis, 2002). Terapi komplementer dan alternatif termasuk didalamnya
seluruh praktik dan ide yang didefinisikan oleh pengguna sebagai pencegahan atau
pengobatan penyakit atau promosi kesehatan dan kesejahteraan.
Prinsip holistik pada keperawatan ini perlu didukung kemampuan perawat dalam
menguasai berbagai bentuk terapi keperawatan termasuk terapi komplementer. Penerapan
terapi komplementer pada keperawatan perlu mengacu kembali pada teori-teori yang
mendasari praktik keperawatan. Misalnya teori Rogers yang memandang manusia sebagai
sistem terbuka, kompleks, mempunyai berbagai dimensi dan energi. Teori ini dapat
mengembangkan pengobatan tradisional yang menggunakan energi misalnya tai chi, chikung,
dan reiki.
B. Jenis-Jenis Terapi Komplementer
Terapi komplementer di bagi menjadi 2 menurut Hitchcock et al., (1999), yaitu:
1.) Invasif dan noninvasif.
Contoh terapi komplementer invasif adalah akupuntur dan cupping (bekam basah) yang
menggunakan jarum dalam pengobatannya.
2) Non-invasif
Seperti terapi energi (reiki, chikung, tai chi, prana, terapi suara), terapi biologis
(herbal,terapi aroma, terapi nutrisi, food combining, terapi jus, terapi urin, hidroterapi
colon dan terapi sentuhan modalitas; akupresur, pijat bayi, refleksi, reiki, rolfing, dan terapi
lainnya.
C. Macam-Macam Terapi Komplementer
1. Manipulasi dan praktik berbasis tubuh
• Pijat. Pijat mengandalkan ujung-ujung saraf dan titik-titik tekanan tubuh Anda untuk
meningkatkan relaksasi. Ada banyak bentuk pijat, misalnya, shiatsu, Hellerwork®, dan
refleksi. Namun, variasi yang paling umum dibangun berdasarkan lima gerakan dasar pijat
Swedia: effleurage (gerakan meluncur yang lambat dan berirama searah aliran darah menuju
jantung), petrissage (meremas, menekan, dan menggulung kelompok otot), gesekan (tekanan
yang stabil atau gerakan memutar yang kencang, sering digunakan di sekitar sendi), perkusi
(mengetukkan tangan ke tubuh) dan getaran (gerakan cepat yang menggoyangkan otot maju
mundur). Terapi pijat telah digunakan untuk mengurangi stres dan kecemasan,
meningkatkan suasana hati, membantu relaksasi, dan mengendalikan rasa sakit. Jika Anda
baru saja menjalani operasi, pijat dapat meningkatkan penyembuhan di lokasi sayatan dan
dapat mencegah atau mengurangi jaringan parut. Pijat kaki telah terbukti memiliki efek
positif pada rasa sakit, mual, dan relaksasi.
• Refleksologi. Terapi ini melibatkan pemberian tekanan manual pada area kaki, tangan, atau
telinga yang diyakini berhubungan dengan organ atau sistem tubuh yang terpengaruh.
Refleksologi dapat membantu meredakan gejala seperti nyeri, sembelit, dan mual.
• Manipulasi kiropraktik atau osteopatik. Ini adalah pendekatan langsung yang berfokus
pada tulang belakang dan sendi-sendi lain di tubuh Anda serta hubungannya dengan sistem
saraf Anda. Pendekatan ini melibatkan gerakan otot dan sendi Anda menggunakan
peregangan, tekanan lembut, dan perlawanan. Pendekatan ini dapat membantu meredakan
nyeri otot dan meningkatkan mobilitas dan fungsi Anda secara keseluruhan. Pendekatan ini
dapat membantu mengurangi keparahan berbagai gejala, termasuk migrain, nyeri haid, dan
sindrom terowongan karpal.
• Bekam. Ini adalah jenis terapi pijat yang melibatkan penggunaan cangkir yang dipanaskan
untuk menciptakan ruang hampa pada kulit Anda. Ini meningkatkan aliran darah ke area
yang ditargetkan untuk mengurangi peradangan.
2. Teknik pikiran dan tubuh
• Meditasi. Meditasi adalah metode untuk menenangkan dan menyejukkan pikiran guna
meredakan ketegangan otot dan mencapai kedamaian batin. Ada banyak bentuk meditasi,
yang diajarkan secara individu atau dalam kelompok.
• Relaksasi dan pernapasan dalam. Teknik relaksasi dan pernapasan membantu melepaskan
ketegangan otot, meredakan sesak napas, mengurangi kecemasan, dan mendorong rasa
kontrol yang lebih besar, terutama saat menerima perawatan yang tidak menyenangkan atau
menegangkan.
• Yoga. Yoga adalah bentuk latihan ringan yang terdiri dari postur tubuh dan teknik
pernapasan. Latihan ini telah dipraktikkan selama ribuan tahun di India dan kini populer di
seluruh dunia. Di Barat, yoga lebih dihargai karena manfaat fisiknya daripada manfaat
spiritualnya, seperti kemampuannya untuk meningkatkan kelenturan dan vitalitas serta
menghilangkan stres dan kelelahan.
• Terapi lanskap. Terapi lanskap adalah pertunjukan lanskap yang damai dan menenangkan
yang dapat membangkitkan ketenangan dan ketenteraman. Lanskap dapat ditampilkan di
ruangan yang gelap melalui tayangan slide atau layar video atau dapat ditampilkan dalam
bentuk buku seni atau karya seni yang sebenarnya. Terapi lanskap sering digunakan sebagai
teknik pengalihan perhatian untuk membantu mengelola rasa sakit dan kecemasan.
• Terapi musik. Terapi musik adalah bentuk seni ekspresif yang dirancang untuk membantu
individu mencapai harmoni dan keseimbangan. Terapi musik dapat mencakup
mendengarkan dan/atau memainkan musik. Terapis musik adalah profesional yang dididik
untuk merancang program musik bagi pasien. Melalui musik, Anda mengeksplorasi masalah
emosional, spiritual, dan perilaku. Terapi musik dapat membantu melepaskan emosi dan
meningkatkan relaksasi. Mendengarkan musik dapat menenangkan atau menyegarkan.
• Terapi dengan bantuan hewan. Seorang terapis akan bekerja sama dengan anjing atau
hewan lain untuk membantu Anda mengatasi masalah kesehatan, termasuk gangguan
kesehatan mental, kanker, dan penyakit jantung. Terapi dengan bantuan hewan dapat
mengurangi rasa sakit dan kecemasan, depresi, dan kelelahan yang terkait dengan banyak
masalah kesehatan.
• Biofedback . Ini adalah teknik pelatihan yang dengannya Anda belajar mengendalikan
pikiran, emosi, atau perilaku Anda. Terapis Anda akan mengukur fungsi tubuh Anda
(misalnya, EEG untuk mengukur gelombang otak, ECG untuk mengukur detak jantung,
EMG untuk mengukur kontraksi otot) selama terapi, dan Anda akan melihat perubahan
dalam pengukuran ini saat Anda mempelajari strategi penanganan baru.
• Imajinasi atau visualisasi terbimbing. Dengan terapi ini, praktisi membantu Anda
menciptakan gambaran mental yang positif dan hasil yang diinginkan untuk situasi tertentu.
Misalnya, saat dalam keadaan rileks, Anda mungkin fokus untuk merasa lebih kuat atau lebih
baik, atau Anda mungkin membayangkan penghancuran sel tumor. Dalam teknik lain, Anda
dapat memvisualisasikan berbagai aspek perawatan, dari yang paling tidak menakutkan
hingga yang paling menyakitkan, tetap tenang dan rileks di setiap langkah.
• Hipnoterapi. Hipnoterapi mirip dengan imajinasi terbimbing, tetapi dokter atau
hipnoterapis berlisensi memberikan relaksasi mendalam.
• Terapi doa. Pendekatan ini menggunakan doa sebagai terapi untuk penyembuhan mental
dan emosional. Doa dapat digunakan sebagai alat untuk mengeksplorasi tekanan dan stres
hati/jiwa Anda di masa lalu, sekarang, atau masa depan. Ini dapat membantu Anda untuk
lebih memahami diri sendiri dan untuk mengeksplorasi serta melepaskan perasaan. Doa
Anda bersifat pribadi — terapis hanya bertindak sebagai fasilitator.
3. Terapi kekuatan energi
• Tai Chi. Tai Chi adalah seni bela diri non-pertarungan yang menggunakan teknik
pernapasan dan rangkaian gerakan yang lambat dan anggun untuk meningkatkan aliran qi,
atau "energi kehidupan," guna menenangkan pikiran dan meningkatkan penyembuhan diri.
Seni ini sering digambarkan sebagai "meditasi dalam gerakan." Seni ini lebih dipraktikkan
sebagai bentuk perawatan kesehatan preventif daripada sebagai respons terhadap suatu
penyakit.
• Qi gong. Qi gong adalah sistem gerakan, teknik pernapasan, dan meditasi kuno. Sistem ini
dirancang untuk mengembangkan dan meningkatkan sirkulasi qi, atau "energi kehidupan," di
sekitar tubuh Anda.
• Sentuhan terapeutik. Dengan sentuhan terapeutik, seorang praktisi menyelaraskan medan
energi mereka dengan medan energi Anda sehingga gangguan dalam "aliran energi" menjadi
seimbang dan kekuatan penyembuhan tubuh Anda dapat bekerja dengan bebas. Tangan
praktisi diletakkan beberapa inci di atas tubuh Anda dan dengan lembut melewatinya untuk
menilai setiap perubahan atau penyumbatan di medan energi. Energi penyembuhan diarahkan
dari tubuh praktisi ke tubuh Anda. Terapi sentuhan digunakan untuk mengobati kondisi yang
berhubungan dengan stres seperti kelelahan dan sakit kepala serta menghilangkan rasa sakit,
terutama dari ketegangan otot dan setelah operasi. Terapi ini juga telah digunakan untuk
mempercepat penyembuhan luka, dan untuk gangguan limfatik dan sirkulasi.
• Reiki. Reiki adalah bentuk penyembuhan spiritual Jepang yang berakar dari Buddhisme Tibet
kuno. Reiki bertujuan untuk meningkatkan kesehatan, menjaga kesejahteraan, dan membantu
Anda mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Praktisi mengarahkan "energi reiki"
melalui tangan mereka (memegangnya di atas tubuh Anda yang berpakaian), menyalurkan
energi ke area yang membutuhkan di dalam diri Anda. Reiki mengklaim dapat
menyeimbangkan pusat energi tubuh atau "cakra" dan melarutkan penyumbatan energi yang
menyebabkan ketidakharmonisan dan penyakit. Beberapa orang mungkin merasa rileks
setelah perawatan; yang lain merasa segar kembali.
• Akupunktur. Akupunktur adalah sistem perawatan kesehatan Tiongkok kuno. Sistem ini
bertujuan untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit dan kondisi tertentu dengan
menusukkan jarum yang sangat halus dan padat ke titik-titik tubuh Anda. Akupunktur diyakini
dapat mendorong pelepasan endorfin — penghilang rasa sakit alami — yang juga dapat
meningkatkan perasaan sejahtera. Akupresur, yang merangsang titik-titik akupunktur yang
sama dengan tangan, mungkin efektif dengan cara yang sama, tetapi pada tingkat yang lebih
rendah.
• Magnet. Terapi ini melibatkan penempatan magnet pada tubuh Anda untuk mengurangi rasa
sakit atau meningkatkan penyembuhan.
4. Terapi ekspresif
• Menulis jurnal. Menulis jurnal adalah cara yang efektif untuk menangani beberapa emosi
yang dipicu oleh kondisi medis. Jika Anda menghadapi penyakit serius, mungkin sulit untuk
mengungkapkan perasaan Anda kepada orang lain. Namun, dengan menulis jurnal, Anda
dapat mengungkapkan perasaan sulit dengan aman dan pribadi. Menulis jurnal secara teratur
juga dapat membantu Anda menjernihkan pikiran dan membuat pilihan yang baik.
• Terapi seni. Menggambar, melukis, dan memahat, terutama bila dilakukan dalam lingkungan
kelompok, dapat membantu Anda mengekspresikan perasaan yang tidak dapat diungkapkan
dengan kata-kata.
• Kelompok pendukung. Dalam kelompok pendukung, Anda memiliki kesempatan untuk
berbagi kekhawatiran, ketakutan, dan harapan dengan mereka yang mengalami tantangan
hidup serupa. Kelompok pendukung juga dapat membantu keluarga dan teman Anda.
5. Pendekatan pelengkap lainnya
• Suplemen makanan dan pengobatan herbal. Suplemen makanan meliputi vitamin, mineral,
herbal, dan enzim. Suplemen ini tidak diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS
terkait keamanan dan efektivitasnya. Contohnya meliputi glukosamin, kondroitin, St. John's
Wort, ginkgo, saw palmetto, ginseng, minyak ikan, echinacea, vitamin D, kalsium bawang
putih, dan teh hijau.
• Aromaterapi. Dalam aromaterapi, Anda terpapar minyak esensial. Minyak tersebut dapat
diuapkan di dalam ruangan atau diserap melalui kulit Anda. Aroma yang dilepaskan oleh
minyak tersebut diperkirakan bekerja pada hipotalamus Anda, bagian otak yang memengaruhi
hormon Anda. Secara teori, aroma dapat memengaruhi suasana hati, metabolisme, tingkat
stres, dan hasrat seksual Anda. Beberapa minyak esensial yang umum adalah kamomil,
lavendel, pepermin, rosmarin, eukaliptus, cendana, dan pohon teh. Pilihan dan respons
terhadap aroma sangatlah personal.
D. Peran Perawat Dalam Terapi Komplementer
Peran perawat yang dapat dilakukan dari pengetahuan tentang pengobatan terapi
komplementer diantaranya sebagai Care Giver, Educator, Advokasi, Konselor, Fasilitator, dan
Researcher.
1. Perawat Sebagai Care Giver (pemberi perawatan)
• Perawat memberikan asuhan keperawatan kepada pasien secara holistik (bio-psiko-sosio
kultural-spiritual.
• Perawat berperan sebagai pemberi asuhan keperawatan dengan memberikan terapi
[Link] dokumentasi keperawatan
• Seorang perawat terapi komplementer ini harus memiliki lisensi sebagai seorang terapis
2. Perawat Sebagai Educator
• Upaya promotif dan preventif
• Berperan sebagai pendidik atau edukator kepada pasien
• Perawat berperan dalam meningkatkan kesehatan manusia
• Perawat berperan sebagai pendidik kesehatan, pada pasien serta keluarga tentang manfaat,
resiko, efek samping, hasil yang diharapkan, lamanya pengobatan, dan interaksi pengobatan
alternatif dan komplementer serta bagaimana cara
• mengakses informasi. Tahap persiapan, proses, dan akhir.
3. Perawat Sebagai Advokasi
• Perawat sebagai pembela dan pelindung pasien
• Perawat berfungsi sebagai suatu penghubung antara pasien dengan tim kesehatan
lainnya dalam upaya memenuhi kebutuhan pasien.
• Perawat juga berperan untuk dapat memberikan informasi sebaik mungkin kepada. pasien
tentang penyak yang diderita pasien, proses penyembuhannya, dan komplikasi yang dapat
timbul apabila pasien mencoba terapi tersebut.
4. Perawat Sebagai Konselor
• Perawat harus mampu mengekspresikan rasa empati terhadap pasien
• Perawat juga bisa menjadi tempat bertanya, tempat berkonsultasi, dan tempat untuk
berdiskusi apabila pasien membutuhkan suatu informasi ataupun sebelum pasien ingin
melakukan pengambilan keputusan.
5. Perawat Sebagai Researcher
• Peran ini penting dilakukan untuk meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan
Lebih banyak dilakukan pada pendidikan
• Peran perawat sebagai seorang peneliti di antaranya dengan melakukan berbagai penelitian
yang dikembangkan dari hasil praktik berbasis bukti.
E. Fungsi Perawat Dalam Terapi Komplementer
Fungsi adalah suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai denganperannya, fungsi dapat
berubah dari suatu keadaan ke keadaan yang lain. Ruang lingkup dan fungsi keperawatan
semakin berkembang dengan fokus manusia tetap sebagai senral pelayanan keperawatan.
Bentuk asuhan yang menyeluruh dan utuh, dilandasi tentang keyakinan tentang manusia
sebagai makhluk bio-psiko-sosio-spiritual yang unik dan utuh.
Perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap hal-hal yang dilakukan dalam
praktik keperawatan. Dalam hal ini praktik keperawatan harus berlandaskan prinsip ilmiah dan
kemanusiaan serta berilmu pengetahuan dan terampil melaksanakan pelayanan keperawatan
dan bersedia dievaluasi. Inilah ciri-ciri yang menunjukkan profesionalisme perawat yang sangat
vital bagi pelaksanaan fungsi keperawatan mandiri, ketergantungan, dan kolaboratif.
Adapun Pengertian fungsi keperawatan mandiri, ketergantungan, dan kolaboratif kerap
digunakan:
1. Pelaksanaan Fungsi Keperawatan Mandiri
Tindakan keperawatan mandiri (independen) adalah aktivitas keperawatan yang
dilaksanakan atas inisiatif perawat itu sendiri dengan dasar pengetahuan dan keterampilannya,
Mundinger (1985) menyebutnya sebagai "autonomous nursing practice to independent
nursing". la menuliskan bahwa mengenai mengapa, kapan dan bagaimana posisi seta kondisi
klien, dan melakukan suatu tindakan dengan keterampilan penuh adalah fungsi terapi
"autonomous". Dalam hal ini perawat menentukan bahwa klien membutuhkan intervensi
keperawatan yang pasti, salah satunya adalah membantu memecahkan masalah yang dihadapi
atau mendelegasikan anggota keperawatan yang lain dan bertanggung jawab atas keputusan dan
tindakannya (akuntabilitas). Contoh dari tindakan keperawatan madiri adalah seorang perawat
merencanakan dan mempersiapkan perawatan khusus pada mulut klien setelah mengkaji
keadaan mulutnya.
2. Pelaksanaan Fungsi Keperawatan Ketergantungan
Tindakan keperawatan ketergantungan (dependen) adalah aktivitas keperawatan yang
dilaksanakan atas instruksi dokter atau di bawah pengawasan dokter dalam melaksanakan
tindakan rutin yang spesifik. Contoh dari tindakan fungsi ketergantungan adalah dalam
memberikan injeksi antibiotic. Aktivitas ketergantungan dalam praktik keperawatan
dilaksanakan sehubungan dengan penyakit klien dan hal ini sangat penting untuk mengurangi
keluhan yang diderita klien.
3. Pelaksanaan Fungsi Keperawatan Kolaboratif
Tindakan keperawatan kolaboratif (interdependen) adalah aktivitas yang dilaksanakan atas
kerja sama dengan pihak lain atau tim kesehatan lain. Tindakan kolaboratif terkadang
menimbulkan adanya tumpang tindih pertanggungjawaban di antara personal kesehatan dan
hubungan langsung kolega antar-profesi kesehatan. Sebagai contoh, perawat dan ahli terapi
pernapasan bersama-sama membuat jadwal latihan bernapas pada seorang klien. Seorang ahli
terapi pada awalnya mengajrkan latihan pada klien, dan perawat menguatkan pemahaman dan
membantu klien pada saat diterapi tidak ada. American Nurses Association (Kozier, 1991)
menggambarkan bahwa kolaboratif merupakan "kerja sama sejati", di dalamnya terdapat
kesamaan kekuatan dan nilai-nilai dari kedua belah pihak, dengan pengakuan dan penerimaan
terpisah serta kombinasi dari lingkup aktivitas dan pertanggungjawaban bersama-sama, saling
melindungi kepentingan setiap bagian dan bersama-sama mencapai tujuan yang telah disepakati
oleh setiap bagian. Untuk melaksanakan praktik keperawatan kolaboratif secara efektif, perawat
harus mempunyai kemampuan klinis, mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang
memadai dan rasa pertanggungjawaban yang tinggi dalam setiap Tindakan
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Terapi komplementer adalah terapi tradisional yang diberikan sebagai pendamping
pengobatan modern. Komplementer adalah penggunaan terapi tradisional ke dalam pengobatan
modern (Andrews et al., 1999).
Terapi komplementer dikenal dengan terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan
modern. Komplementer adalah penggunaan terapi tradisional ke dalam pengobatan modern
(Andrews et al., 1999). Definisi tersebut menunjukkan terapi komplemeter sebagai
pengembangan terapi tradisional dan ada yang diintegrasikan dengan terapi modern yang
mempengaruhi keharmonisan individu dari aspek biologis, psikologis, dan spiritual. Hasil terapi
yang telah terintegrasi tersebut ada yang telah lulus uji klinis sehingga sudah disamakan dengan
obat modern. Kondisi ini sesuai dengan prinsip keperawatan yang memandang manusia sebagai
makhluk yang holistik (bio, psiko, sosial, dan spiritual).
B. Saran
Dengan disusunya makalah ini mengharapkan kepada semua pembaca agar dapat mengetahui
dan memahami peran dan fungsi perawat.
DAFTAR PUSTAKA
Andrews, M., Angone, K.M., Cray, J.V., Lewis, J.A., & Johnson, P.H. (1999). Nurse’s handbook
of alternative and complementary therapies. Pennsylvania: Springhouse.
Buckle, S. (2003). Aromatherapy. http// .[Link]/articles, diperoleh 25
Januari 2008.
Fontaine, K.L. (2005).Complementary & alternative therapies for nursing practice. 2th ed. New
Jersey: Pearson Prentice Hall.
Hitchcock, J.E, Schubert, P.E., Thomas, S.A. (1999). Community health nursing: Caring in
action. USA: Delmar Publisher.
Key, G. (2008). Aromatherapy beauty tips. http// .[Link]. com/articles/
[Link], diperoleh 25 Januari 2008.
Nezabudkin, V. (2007). How to research alternatif treatment before using [Link]//
.[Link]/articles/ [Link], diperoleh 25 Januari 2008.
Smith, S.F., Duell, D.J., Martin, B.C. (2004). Clinical nursing skills: Basic to advanced skills.
New Jersey: Pearson Prentice Hall.
Snyder, M. & Lindquist, R. (2002). Complementary/alternative therapies in nursing. 4th ed. New
York: Springer.
Stanhope, M. & Lancaster, J. (2004). Community & public health nursing. 6th ed. St. Louis:
Mosby Inc.