Program Dinamis
(Dynamic Programming)
• Program Dinamis (dynamic programming):
- metode pemecahan masalah dengan cara menguraikan solusi
menjadi sekumpulan tahapan (stage)
- sedemikian sehingga solusi dari persoalan dapat dipandang dari
serangkaian keputusan yang saling berkaitan.
• Istilah “program dinamis” muncul karena perhitungan solusi
menggunakan tabel-tabel.
Karakteristik penyelesaian persoalan dengan Program Dinamis:
1. terdapat sejumlah berhingga pilihan yang mungkin,
2. solusi pada setiap tahap dibangun dari hasil solusi tahap
sebelumnya,
3. kita menggunakan persyaratan optimasi dan kendala untuk
membatasi sejumlah pilihan yang harus dipertimbangkan pada suatu
tahap.
• Perbedaan Algoritma Greedy dengan Program Dinamis:
Greedy: hanya satu rangkaian keputusan yang dihasilkan
Program dinamis: lebih dari satu rangkaian keputusan yang
dipertimbangkan.
Tinjau graf di bawah ini. Kita ingin menemukan lintasan terpendek dari 1 ke 10.
Greedy: 1 – 2 – 6 – 9 – 10 dengan cost = 2 + 4 + 3 + 4 = 13
Program Dinamis: akan dijelaskan kemudian
Prinsip Optimalitas
• Pada program dinamis, rangkaian keputusan yang optimal dibuat
dengan menggunakan Prinsip Optimalitas.
• Prinsip Optimalitas: jika solusi total optimal, maka bagian solusi
sampai tahap ke-k juga optimal.
• Prinsip optimalitas berarti bahwa jika kita bekerja dari tahap k ke
tahap k + 1, kita dapat menggunakan hasil optimal dari tahap k tanpa
harus kembali ke tahap awal.
• ongkos pada tahap k +1 = (ongkos yang dihasilkan pada tahap k ) +
(ongkos dari tahap k ke tahap k + 1)
Karakteristik Persoalan Program Dinamis
1. Persoalan dapat dibagi menjadi beberapa tahap (stage), yang pada
setiap tahap hanya diambil satu keputusan.
2. Masing-masing tahap terdiri dari sejumlah status (state) yang
berhubungan dengan tahap tersebut. Secara umum, status
merupakan bermacam kemungkinan masukan yang ada pada tahap
tersebut.
Graf multitahap (multistage graph). Tiap simpul di dalam graf
tersebut menyatakan status, sedangkan V1 , V2 , … menyatakan
tahap.
3. Hasil dari keputusan yang diambil pada setiap tahap
ditransformasikan dari status yang bersangkutan ke status
berikutnya pada tahap berikutnya.
4. Ongkos (cost) pada suatu tahap meningkat secara teratur
(steadily) dengan bertambahnya jumlah tahapan.
5. Ongkos pada suatu tahap bergantung pada ongkos tahap-tahap
yang sudah berjalan dan ongkos pada tahap tersebut.
6. Keputusan terbaik pada suatu tahap bersifat independen terhadap
keputusan yang dilakukan pada tahap sebelumnya.
7. Adanya hubungan rekursif yang mengidentifikasikan keputusan
terbaik untuk setiap status pada tahap k memberikan keputusan
terbaik untuk setiap status pada tahap k + 1.
8. Prinsip optimalitas berlaku pada persoalan tersebut.
Dua pendekatan PD
• Dua pendekatan yang digunakan dalam PD:
1. PD maju (forward atau up-down)
2. PD mundur (backward atau bottom-up).
Misalkan x1 , x2 , …, xn menyatakan peubah (variable) keputusan
yang harus dibuat masing-masing untuk tahap 1, 2, …, n. Maka,
1. Program dinamis maju. Program dinamis bergerak mulai dari
tahap 1, terus maju ke tahap 2, 3, dan seterusnya sampai tahap n.
Runtunan peubah keputusan adalah x1 , x2 , …, xn .
2. Program dinamis mundur. Program dinamis bergerak mulai dari
tahap n, terus mundur ke tahap n – 1, n – 2, dan seterusnya sampai
tahap 1. Runtunan peubah keputusan adalah xn , xn-1 , …, x1 .
Prinsip optimalitas pada PD maju:
ongkos pada tahap k +1 = (ongkos yang dihasilkan pada tahap k )
+ (ongkos dari tahap k ke tahap k + 1)
k = 1, 2, …, n – 1
Prinsip optimalitas pada PD mundur: ongkos pada tahap k = (ongkos
yang dihasilkan pada tahap k + 1) + (ongkos dari tahap k + 1 ke tahap
k ) k = n, n – 1, …, 1
Langkah-langkah Pengembangan
Algoritma Program Dinamis
1. Karakteristikkan struktur solusi optimal.
2. Definisikan secara rekursif nilai solusi optimal.
3. Hitung nilai solusi optimal secara maju atau mundur.
4. Konstruksi solusi optimal.