Silabus : Pengertian, Tujuan, Manfaat,
Pedoman & Komponennya
Silabus adalah – Silabus sebagai salah satu perangkat pembelajaran yang wajib dimiliki oleh
guru. Silabus ini juga wajib digunakan sebagai sarana untuk memudahkan pembelajaran
mencapai tujuan yang diharapkan. Jadi, secara otomatis setiap guru ini kemudian akan
menjadikan silabus ini sebagai pedoman penyusunan rencana kegiatan pembelajaran pada setiap
mata pelajaran.
Jadi, apakah silabus itu? Simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini.
Daftar Isi
Pengertian Silabus
Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Pedoman Silabus
Pedoman Silabus
Komponen Silabus
o 1. Identitas Mata Pelajaran
o 2. Identitas Sekolah
o 3. Kompetensi Inti (KI)
o 4. Kompetensi Dasar (KD)
o 5. Indikator Pencapaian Kompetensi
o 6. Materi Pokok
o 7. Pembelajaran
o 8. Kegiatan Pembelajaran
o 9. Alokasi Waktu
o 10. Sumber Belajar
Langkah-Langkah Pengembangan Silabus
o 1. Mengkaji Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
o 2. Mengidentifikasi materi pokok pelajaran
o 3. Mengembangkan Kegiatan
o 4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar
o 5. Menentukan Jenis Penilaian
o 6. Menentukan Alokasi Waktu
o 7. Menentukan Sumber Belajar
Buku-Buku Terkait Silabus
o 1. Panduan Praktis Menyusun Silabus, RPP, dan Penilaian Hasil Belajar
o 2. Jurnalistik Asyik: Panduan Praktis Belajar Menulis Berita
o 3. Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Islam Anak Usia Dini
o 4. Guruku Panutanku
Pengertian Silabus
Kompasiana
Silabus adalah suatu perangkat rencana dan pengaturan pelaksanaan pembelajaran serta penilaian
yang disusun secara sistematis dan memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk
kemudian mencapai penguasaan kompetensi dasar.
Adapun tujuan dari silabus dalam rencana pelaksanaan pembelajaran ialah diantaranya
mempermudah, memperlancar, serta meningkatkan hasil proses belajar-mengajar dan menyusun
berbagai rencana pembelajaran secara profesional, yang sistematis dan berdaya guna.
Dengan demikian guru akan melihat, menganalisis, mengamati, serta memprediksi berbagai
program pembelajaran tentang berbagai kerangka kerja yang terencana dan logis .
Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Pedoman Silabus
Silabus bermanfaat sebagai pedoman penyusunan buku siswa yang kemudian memuat materi
pelajaran, aktivitas peserta didik, serta evaluasi pembelajaran. Sebagai acuan dalam penyusunan
rencana pembelajaran ini maka setiap kajian mata pelajaran, atau pengelolaan kegiatan
pembelajaran serta pengembangan penilaian dari hasil pembelajaran.
Sebagai alat aktualisasi kurikulum secara operasional maka pada suatu tingkat satuan pendidikan
akan memudahkan guru dalam melakukan berbagai pembelajaran. Sebagai pedoman
pengembangan perangkat pembelajaran lebih lanjut.
Mulai dari pengelolaan kegiatan pembelajaran, perencanaan serta pengembangan penilaian.
Sebagai sumber pokok dalam penyusunan rencana pembelajaran terdapat suatu Standar
Kompetensi atau satu Kompetensi Dasar.
Pedoman Silabus
Setelah memahami apa yang dimaksud dengan silabus serta manfaatnya, berikut ini diantaranya
pedoman penyusunan silabus. Kompetensi yang direncanakan haruslah konkret, jelas, serta
mudah untuk dipahami.
Selain itu juga dibutuhkan isi yang fleksibel dan lebih sederhana. Pengembangannya sendiri
bersifat utuh, menyeluruh dan jelas dalam hal pencapaiannya. Harus terdapat koordinasi dengan
komponen pelaksana program sekolah agar kemudian tidak mengganggu jam pelajaran yang
lain.
Komponen Silabus
Secara garis besar, silabus kemudian mencakup berbagai kompetensi inti, kompetensi dasar,
indikator, materi pembelajaran, serta berbagai kegiatan pembelajaran. Hubungan logis di antara
berbagai komponen dalam silabus dari setiap mata pelajaran sendiri adalah langkah yang harus
dipersiapkan untuk kemudian mencapai standar kompetensi lulusan. Beberapa komponen yang
harus ada dalam silabus sebagai berikut.
[Link]
1. Identitas Mata Pelajaran
Memuat informasi mengenai mata pelajaran apa yang akan diajarkan pada satuan kelas dan
pendidikan.
2. Identitas Sekolah
Identitas Sekolah, yang memuat nama satuan kelas dan pendidikan.
3. Kompetensi Inti (KI)
Kompetensi Inti (KI) sebagai suatu gambaran mengenai kompetensi dalam aspek pengetahuan,
sikap, dan keterampilan yang harus dipelajari oleh para peserta didik pada jenjang sekolah, kelas,
serta mata pelajaran.
Kompetensi Inti (KI) merupakan tingkat kemampuan dalam mencapai suatu Standar Kompetensi
Lulusan yang harus dimiliki peserta didik pada setiap tingkat kelas atau berbagai program yang
menjadi landasan Pengembangan Kompetensi Dasar.
Kompetensi inti ini kerap berbentuk terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas
yang harus dimiliki oleh para peserta didik dan dinyatakan serta menyelesaikan pendidikan pada
satu satuan pendidikan tertentu. Kompetensi Inti ini juga mencakup beberapa dimensi,
diantaranya:
Suatu Sikap spiritual
Suatu Sikap sosial
Pengetahuan
Keterampilan
Keempat dimensi ini sendiri dirancang sebagai pengintegrasi muatan dalam pembelajaran, mata
pelajaran, serta program dalam mencapai suatu Standar Kompetensi Lulusan.
4. Kompetensi Dasar (KD)
Kompetensi Dasar (KD), sebagai suatu kemampuan spesifik yang mencakup pengetahuan, sikap
serta keterampilan terkait mata pelajaran dan muatan. Kompetensi Dasar (KD) merupakan
kemampuan dalam mencapai berbagai Kompetensi Inti yang harus diperoleh oleh peserta didik
dalam melalui berbagai pembelajaran.
Kompetensi dasar ini sendiri berisi sejumlah kemampuan yang wajib dikuasai peserta didik
dalam suatu mata pelajaran tertentu, sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam
pelajaran. Pada setiap rumusan Kompetensi Dasar, terdapat juga unsur kemampuan berpikir yang
dinyatakan dalam materi dan kata kerja. Kompetensi Dasar ini sendiri berisi sikap, pengetahuan,
serta keterampilan yang bersumber pada berbagai kompetensi inti yang harus dikuasai oleh para
peserta didik.
5. Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator pencapaian kompetensi sebagai suatu perilaku yang dapat diukur atau diamati untuk
kemudian menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian
mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi sendiri diantaranya adalah ukuran,
karakteristik, ciri-ciri, serta suatu proses yang menggambarkan ketercapaian dari Kompetensi
Dasar.
Indikator ini kemudian dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat
diukur juga dengan mengidentifikasi, menyimpulkan, mempraktikkan, menghitung,
membedakan, menceritakan, mendeskripsikan, serta mendemonstrasikan.
Guru juga dapat mengembangkan setiap kompetensi dasar menjadi dua atau lebih indikator
pencapaian hasil belajar sesuai dengan keluasan dan kedalaman kompetensi dasar ini. Indikator
tersebut juga merupakan penanda pencapaian Kompetensi Dasar yang ditandai oleh perubahan
perilaku dan dapat diukur serta mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap.
6. Materi Pokok
Materi Pokok, yang memuat fakta, konsep, prinsip, serta berbagai prosedur yang relevan, dan
ditulis dalam butir-butir yang sesuai dengan berbagai rumusan indikator pencapaian kompetensi.
7. Pembelajaran
Pembelajaran, sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh suatu peserta didik dan pendidik
untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Penilaian, sebagai suatu proses pengumpulan dan
pengolahan informasi dalam menentukan berbagai pencapaian serta hasil belajar dari peserta
didik.
8. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dalam suatu mengembangkan Silabus Kurikulum 2013 kemudian dapat
dilakukan melalui suatu pendekatan saintifik. Selain itu terdapat juga berbagai model
pembelajaran serta strateginya, yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan mata
pelajaran yang akan dicapai dalam waktu pembelajaran tersebut.
9. Alokasi Waktu
Alokasi Waktu, sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam suatu struktur kurikulum untuk satu
tahun atau satu semester.
10. Sumber Belajar
Sumber belajar yang dapat berupa buku, media cetak atau media elektronik, alam sekitar serta
berbagai sumber belajar lainnya yang relevan.
Langkah-Langkah Pengembangan Silabus
Suatu Silabus kemudian akan dikembangkan melalui beberapa langkah-langkah berikut ini:
1. Mengkaji Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
Hal-hal yang seharusnya diperhatikan dalam mengkaji KI dan KD adalah sebagai berikut:
Urutan KI dan KD ini sendiri didasarkan berdasarkan kepada suatu hierarki konsep
disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tak harus selalu sesuai dengan urutan yang
ada dengan Standar Isi.
Keterkaitan antara kompetensi inti dengan kompetensi dasar dalam suatu mata pelajaran.
2. Mengidentifikasi materi pokok pelajaran
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi suatu materi pokok dalam suatu
pencapaian kompetensi dasar adalah sebagai berikut:
Potensi peserta didik.
Relevansinya dengan suatu karakteristik daerah, intelektual, emosional, tingkat
perkembangan fisik, sosial, serta spiritual dari peserta didik.
Kebermanfaatan bagi para peserta didik.
Struktur dari suatu keilmuan.
Aktualitas, serta kedalaman, dan keluasan dari suatu materi pembelajaran.
Relevansi yang dibutuhkan berdasarkan kebutuhan peserta didik serta tuntutan
lingkungan.
Alokasi waktu
3. Mengembangkan Kegiatan
Hal-hal yang harus diperhatikan pada suatu pengembangan kegiatan pembelajaran diantaranya
adalah sebagai berikut.
Kegiatan pembelajaran ini kemudian disusun dengan tujuan memberi bantuan pada para
pendidik, khususnya pada para guru, agar dapat melaksanakan berbagai proses
pembelajaran secara profesional.
Kegiatan pembelajaran ini berisi rangkaian kegiatan yang harus dilakukan para peserta
didik dan harus dilakukan secara berurutan untuk dapat mencapai beragam kompetensi
dasar.
Penentuan berbagai urutan kegiatan pada pembelajaran yang harus sesuai dengan hierarki
konsep berisi materi pembelajaran.
Rumusan pernyataan pada suatu kegiatan pembelajaran minimal yang mengandung dua
unsur penciri dan mencerminkan berbagai pengelolaan pengalaman belajar para siswa,
yaitu diantaranya kegiatan siswa serta
4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar
Indikator sebagai sebuah penanda pencapaian suatu kompetensi dasar yang ditandai juga oleh
perubahan perilaku dan dapat diukur. Di dalamnya mencakup sikap, pengetahuan, serta
keterampilan.
Indikator ini juga dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan,
mata pelajaran, potensi daerah dan dirumuskan dalam suatu kata kerja operasional yang terukur
dan dapat diobservasi. Indikator ini juga digunakan sebagai dasar dalam penyusunan berbagai
alat penilaian.
5. Menentukan Jenis Penilaian
Penilaian pencapaian kompetensi dasar para peserta didik yang dilakukan berdasarkan kepada
indikator yang sudah ditetapkan sebelumnya. Penilaian ini juga dilakukan dengan menggunakan
tes dan non tes dalam bentuk tertulis dan lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian
hasil karya berupa tugas, proyek dan produk, penggunaan portofolio, serta penilaian diri.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam suatu penilaian adalah sebagai berikut.
Penilaian yang diarahkan untuk mengukur suatu pencapaian kompetensi.
Penilaian dengan acuan kriteria yang didasarkan pada apa yang dilakukan oleh apra
peserta didik setelah mengikuti berbagai proses pembelajaran, dan dalam menentukan
posisi seseorang dalam suatu
Sistem yang direncanakan ialah suatu sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan
dalam arti setiap indikator akan dianalisis untuk dapat menentukan kompetensi dasar
yang telah dimiliki dan yang belum, serta mengetahui berbagai kesulitan siswa.
Hasil penilaian ini dianalisis untuk menentukan berbagai tindak lanjut. Tindak lanjut ini
sendiri berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remidi bagi para
peserta didik dengan pencapaian kompetensi di bawah kriteria ketuntasan, serta program
pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
Sistem penilaian juga harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang telah ditempuh
siswa dalam suatu proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran dilakukan
menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, maka evaluasi juga harus diberikan
baik pada proses (keterampilan proses), diantaranya adalah teknik wawancara, maupun
produk atau hasil suatu observasi lapangan berupa berbagai informasi yang dibutuhkan.
6. Menentukan Alokasi Waktu
Penentuan alokasi waktu, pada suatu kompetensi ini didasarkan kepada jumlah minggu efektif
serta alokasi waktu yang dibutuhkan oleh pada setiap mata pelajaran per minggu dengan
sebelumnya mempertimbangkan sejumlah keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, kompetensi
dasar, serta berbagai tingkat kepentingan kompetensi dasar.
Alokasi waktu yang seharusnya dicantumkan pada suatu silabus ini diantaranya adalah perkiraan
waktu rata-rata yang dibutuhkan dalam menguasai berbagai kompetensi dasar para peserta didik
yang beragam.
7. Menentukan Sumber Belajar
Sumber belajar sebagai suatu rujukan, objek dan bahan yang digunakan untuk kegiatan
pembelajaran, berupa media cetak serta media elektronik, narasumber, lingkungan fisik,
lingkungan alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar ini juga didasarkan kepada
standar kompetensi serta kompetensi dasar juga materi pokok atau pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, serta indikator pencapaian kompetensi.
Buku-Buku Terkait Silabus
1. Panduan Praktis Menyusun Silabus, RPP, dan Penilaian Hasil Belajar
Kurikulum 2013 mengalami berbagai perubahan dan dinamika sejak diluncurkan, sehingga
sebagian guru mengalami kesulitan untuk mengimplementasikan kurikulum tersebut. Oleh
karena itu, guru membutuhkan panduan menyusun silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) sebagai instrumen penting dalam keberlangsungan proses pembelajaran.
Buku ini menguraikan secara lugas teknik penyusunan silabus dan RPP yang memuat
keterampilan berpikir kritis, penyelesaian masalah, berkolaborasi, serta berkomunikasi. Di
dalamnya juga dibahas teknik penguatan pendidikan karakter, menumbuhkan semangat literasi,
serta mengasah higher order thinking skills.
Bagi kalangan pendidik, buku ini sangat penting sebagai referensi untuk merencanakan
pembelajaran, melaksanakannya, hingga menilai hasil belajar peserta didik. Sertakan pula contoh
silabus, RPP, panduan penilaian, dan model-model pembelajaran yang mudah dipahami serta
diterapkan. Baca buku ini hingga tuntas untuk menciptakan suasana pembelajaran yang aktif,
inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan!
2. Jurnalistik Asyik: Panduan Praktis Belajar Menulis Berita
Sering kali orang salah mengira, bahwa mempelajari ilmu jurnalistik hanya sekadar menjadi
“tukang buat berita”. Padahal dengan mempelajari ilmu jurnalistik, kita bisa menata cara berpikir
dalam memandang peristiwa dan bertindak penuh pertimbangan dalam menyeleksi,
memproduksi, serta mendistribusikan informasi.
Mempelajari ilmu jurnalistik juga bisa menjadi metode melatih logika dan karakter, serta belajar
berpikir kritis dan objektif. Tidak semua berita bersifat menarik. Sebaliknya, tidak semua isu
menarik cukup penting untuk diberitakan.
Buku Jurnalistik Asyik: Panduan Praktis Belajar Menulis Berita memaparkan proses menjadikan
sebuah berita penting dan menarik. Buku ini menjelaskan cara memilih sudut pandang dari
beberapa unsur berita sehingga memiliki nilai berita tinggi, serta menguraikan tahapan membuat
jenis-jenis berita sesuai dengan struktur penulisannya.
Selain itu, buku ini merupakan serangkaian tulisan yang memadukan refleksi filosofis, serta
sekaligus petunjuk praktis bagi siapa saja yang ingin lebih memahami dan mendalami jurnalistik
dengan langsung mempraktikkannya. Karena jurnalistik itu asyik!
3. Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Guru merupakan profesi yang mengharuskan adanya kemahiran atau kecakapan spesifik dalam
menghasilkan suatu produk untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan orang lain.
Suatu profesi harus mempelajari atau menguasai bidang tertentu, melibatkan aktivitas intelektual,
dipersiapkan secara profesional, membutuhkan proses pendidikan dan pelatihan yang
kesinambungan, lebih mengutamakan kepentingan dan layanan publik daripada individu dan
pribadi, terwadahi dalam organisasi profesi, dan menjanjikan jenjang karir yang permanen.
Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 memberi amanat bahwa guru memiliki kegiatan
pokok, yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran,
membimbing dan melatih anak, serta melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada
pelaksanaan kegiatan pokok.
Bagaimana standar guru? Kompetensi apa yang harus dimilikinya? Bagaimana mengembangkan
profesi guru? Buku ini secara tuntas memaparkan tentang profesi dan profesionalisme guru,
kualifikasi dan kompetensi guru serta bagaimana karier dan pengembangan profesionalisme
guru.
Setelah membaca buku ini Anda akan memahami bahwa keberadaan profesi guru sangat penting
untuk diperhatikan serta ditingkatkan dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaannya.
4. Guruku Panutanku
Guru membentuk karakter dan membangun jiwa para siswanya. Sayangnya, sering kali kita tidak
menyadari, ketika guru berdiri di depan kelas, bukan hanya ilmu yang tertransfer kepada siswa,
melainkan juga nilai-nilai kehidupan yang dihayatinya. Guru menjadi panutan bagi para
siswanya.
Buku ini menyingkap pengaruh guru dalam membentuk pandangan hidup para siswanya, serta
menganalisis penyebab anak-anak kita sedemikian kuat terpengaruh oleh guru mereka. Buku ini
penting bagi kita, para guru dan orang tua, yang peduli pada pendidikan karakter dan pendidikan
nilai bagi anak-anak remaja kita.
Demikian ulasan mengenai silabus yang bisa Grameds ketahui lebih dalam dengan membaca
buku-buku terkait yang telah direkomendasikan. Buku-buku tersebut bisa Grameds dapatkan di
[Link]. Gramedia selalu mmeberikan produk-produk terbaik agar Grameds memiliki
informasi #LebihDenganMembaca.
Penulis: Sofyan
BACA JUGA:
1. Pengertian Kurikulum dan Fungsinya dalam Dunia Pendidikan
2. Landasan, Model, Prinsip Pengembangan Kurikulum
3. Pengertian AKM: Tujuan, Konsep, dan Komponen
4. Tujuan, Unsur, Landasan, Asas, dan Lingkungan Pendidikan
5. Jenis, Pengelolaan, dan Konsep Sekolah Efektif
6. Rekomendasi Buku Tentang Pendidikan