0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan5 halaman

Kepatuhan Kontrol Gula Darah DM Tipe 2

Penelitian ini mengidentifikasi kepatuhan penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dalam melakukan kontrol kadar gula darah di Puskesmas Kayu Laut Mandailing Natal. Dari 60 responden, 63,3% menunjukkan kepatuhan yang baik, sementara 36,7% tidak patuh. Diharapkan perawat melakukan pendidikan kesehatan untuk mendorong pasien rutin memantau kadar gula darah guna mencegah komplikasi.

Diunggah oleh

Bejo Bagas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan5 halaman

Kepatuhan Kontrol Gula Darah DM Tipe 2

Penelitian ini mengidentifikasi kepatuhan penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dalam melakukan kontrol kadar gula darah di Puskesmas Kayu Laut Mandailing Natal. Dari 60 responden, 63,3% menunjukkan kepatuhan yang baik, sementara 36,7% tidak patuh. Diharapkan perawat melakukan pendidikan kesehatan untuk mendorong pasien rutin memantau kadar gula darah guna mencegah komplikasi.

Diunggah oleh

Bejo Bagas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Kesehatan ilmiah Indonesia

(Indonesian Health Scientific Journal )

KEPATUHAN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 MELAKUKAN


KONTROL KADAR GULA DARAH DI PUSKESMAS KAYU LAUT
MANDAILING NATAL

1
Febrina Angraini ,Dina Mariana Manurung, Nanda Suryani Sagala,
Nanda Masraini Daulay, Nurhasanah Harahap, Edy Sujoko, Kombang Ali Yasin,
Eky Mario Harahap
1
Prodi Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan
[Link]@[Link]

ABSTRAK

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering ditemukan serta
memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Terjadinya diabetes dan komplikasinya yang
terus berlanjut menyebabkan sebanyak 1 orang meninggal setiap 8 detik di dunia, yang berarti sekitar
11.000 jiwa meninggal dalam sehari. Penderita DM berisiko mengalami komplikasi. Komplikasi
tersebut dapat dicegah dengan mengkontrol kadar glukosa darah diabetes. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengidentifikasi kepatuhan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Melakukan Kontrol
Kadar Gula Darah Di Puskesmas Kayu Laut Mandailing Natal. Jenis penelitian yang digunakan
adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah
pasien penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Kayu Laut Kabupaten Mandailing Natal sebanyak 130
orang, dengan sampel sebanyak 60 orang menggunakan metode purposive sampling. Analisa yang
digunakan adalah distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden
sebanyak 38 responden (63,3%) memiliki kepatuhan yang baik dalam melakukan kontrol kadar gula
darah, dan sebanyak 22 responden (36,7%) tidak patuh dalam melakukan kontrol kadar gula darah.
Diharapkan kepada perawat agar melakukan pendidikan kesehatan dan rutin mengajak penderita
diabetes melitus tipe 2 untuk rutin melakukan kontrol kadar gula darah sebagai upaya pencegahan
terjadinya komplikasi lainnya.

Kata kunci : kepatuhan, kontrol kadar gula darah, diabetes melitus

ABSTRACT
Diabetes Mellitus (DM) is one of the non-communicable diseases that is often found and has a high
morbidity and mortality rate. The occurrence of diabetes and its ongoing complications causes 1
person to die every 8 seconds in the world, which means around 11,000 people die every day. DM
sufferers are at risk of complications. These complications can be prevented by controlling blood
glucose levels of diabetes. The purpose of this study was to identify the compliance of Type 2
Diabetes Mellitus Patients in Controlling Blood Sugar Levels at the Kayu Laut Mandailing Natal
Health Center. The type of research used was quantitative with a cross-sectional study approach. The
population in this study were patients with Type 2 DM at the Kayu Laut Health Center, Mandailing
Natal Regency, totaling 130 people, with a sample of 60 people using the purposive sampling method.
The analysis used was frequency distribution. The results of this study showed that the majority of
respondents, 38 respondents (63.3%) had good compliance in controlling blood sugar levels, and 22
respondents (36.7%) were not compliant in controlling blood sugar levels. It is expected that nurses
will conduct health education and routinely invite type 2 diabetes mellitus sufferers to routinely
control their blood sugar levels as an effort to prevent other complications.

Keywords: compliance, blood sugar control, diabetes mellitus

Vol. 9 No. 2 Desember 2024


Jurnal Kesehatan ilmiah Indonesia
(Indonesian Health Scientific Journal )

PENDAHULUAN penentu penanganan medis yang tepat,


Berdasarkan data dari International sehingga dapat mencegah komplikasi dan
Diabetes Federation (2021) negara membantu pasien untuk menyesuaikan
dengan jumlah orang dewasa terbanyak atau mengatur gaya hidup (Perkeni,
dengan diabetes usia 20-79 tahun pada 2011).
tahun 2021 adalah China sebanyak 140,9 Penelitian sebelumnya
juta jiwa, India sebanyak 74,2 juta jiwa, menunjukkan bahwa penderita Diabetes
Pakistan sebanyak 33 juta jiwa, Amerika Melitus mempunyai motivasi mengontrol
Serikat sebanyak 32,2 juta jiwa, dan kadar gula darah rendah mayoritas karena
Indonesia sebanyak 19,5 juta jiwa. responden merasa takut untuk
Mereka diperkirakan akan tetap demikian mengontrol kadar gula darah di
pada tahun 2045. Negara yang memiliki puskesmas atau rumah sakit, karena sibuk
jumlah tertinggi penderita diabetes belum dengan pekerjaan, tidak ada yang
tentu memiliki prevalensi tertinggi. menemani, belum mengetahui betul
Tingkat prevalensi diabetes komparatif manfaat dan prinsip mengontrol kadar
tertinggi pada tahun 2021 dilaporkan di gula darah yang baik dan benar untuk
Pakistan (30,8%), Prancis Polinesia pasien DM, dan lebih yakin dengan
(25,2%) dan Kuwait (24,9%). Negara ini pengobatan tradisional (Arimbi et al.,
juga diprediksi memiliki keseluruhan 2020).
tertinggi prevalensi diabetes komparatif Berdasarkan hasil penelitian Antoro
pada tahun 2045, dengan angka di et al., (2023) menunjukkan bahwa proses
Pakistan mencapai 33,6%, Kuwait 29,8% pengobatan untuk peningkatan kadar gula
dan Prancis Polinesia 28,2% darah perlu dilakukan secara
(International Diabetes Federation, 2021). berkesinambungan dan secara teratur.
Menurut hasil Riset kesehatan Dengan kepatuhan untuk melakukan
Dasar (Riskesdas), diperoleh bahwa kontrol bagi pasien merupakan salah satu
prevalensi diabetes mellitus (DM) pada cara untuk mendukung keberhasilan
Riskesdas 2018 meningkat 2,6% dalam pengobatan.
dibandingkan tahun 2013. Riskesdas Berdasarkan hal tersebut, peneliti
(2018) memperkirakan jumlah penderita tertarik untuk melakukan penelitian
DM pada usia diatas 15 tahun adalah tentang Kepatuhan Penderita diabetes
sebanyak 8,5% penduduk Indonesia, atau melitus melakukan kontrol kadar gula
sekitar 14 juta jiwa. Berdasarkan sebaran darah di Puskesmas Kayu Laut
penderita diabetes mellitus di Provinsi Mandailing Natal.
Sumatera Utara didapatkan daerah
dengan urutan prevalensi tertinggi 1. METODE PENELITIAN
penderita DM adalah di Binjai (2,04%), Jenis penelitian yang digunakan
Deli Serdang (1,90%), dan Gunung Sitoli dalam penelitian ini yaitu kuantitatif jenis
(1,89%). Sementara untuk Kota penelitian yang digunakan untuk
Padangsidimpuan prevalensi penderita menggambarkan Kepatuhan Penderita
DM sebanyak 0,61% atau sekitar 1.055 diabetes melitus melakukan kontrol kadar
jiwa (Kemenkes RI, 2018). gula darah di Puskesmas Kayu Laut
Deteksi dini diabetes dan inisiasi Mandailing Natal dan desain penelitian
pengobatan sangat penting dalam adalah cross sectional dimana variabel-
pengelolaan diabetes dan pencegahan variabel yang hendak diteliti hanya
komplikasi. Semakin lama seseorang diukur pada satu kali pengukuran saja.
menderita diabetes tetapi tetap tidak Populasi adalah seluruh penderita
terdiagnosis, semakin besar risiko diabetes melitus tipe 2 yang berada di
terjadinya komplikasi (Simamora et al., wilayah kerja Puskesmas Kayu Laut
2022). Mandailing Natal. Teknik pengambilan
Kontrol gula darah sangat penting sampel dalam penelitian ini
untuk pasien diabetes melitus sebagai menggunakan Purposive sampling

Vol. 9 No. 2 Desember 2024


Jurnal Kesehatan ilmiah Indonesia
(Indonesian Health Scientific Journal )

dengan jumlah 60 sampel. Tabel 2 : distribusi frekuensi dan persentase


Instrumen yang digunakan dalam Kepatuhan Penderita diabetes melitus
penelitian ini adalah kuesioner Kepatuhan melakukan kontrol kadar gula darah di
Penderita diabetes melitus melakukan Puskesmas Kayu Laut Mandailing Natal.
kontrol kadar gula darah yang dibagikan
Tingkat kepatuhan f
kepada responden dan mendampingi melakukan kontrol kadar (%)
responden selama proses pengumpulan gula darah
data. Setelah data terkumpul, akan
dianalisis dengan distribusi frekuensi. Patuh 38 63,3
Tidak patuh 22 36,7

2. HASIL PENELITIAN
Dari 60 orang responden, mayoritas
Deskripsi karakteristik demografi
responden patuh dalam melakukan
responden terdiri dari jenis kelamin,
kontrol kadar gula darah yaitu sebanyak
umur, agama, pendidikan, pekerjaan.
38 responden (63,3%), sedangkan
Sebaran karakteristik demografi
sebanyak 22 responden (36,7%) tidak
responden pada tabel 3 berikut ini.
patuh dalam melakukan kontrol kadar
Tabel 1 : Distribusi frekuensi dan
persentase responden berdasarkan data
gula darah ke Puskesmas Kayu Laut
demografi (n=60) ; jenis kelamin, umur, Mandailing Natal.
agama, pendidikan, pekerjaan.
Karakteristik Frekuensi Persentase 3. PEMBAHASAN
(%) Hasil penelitian menunjukkan
Jenis kelamin bahwa umumnya responden berjenis
Laki-laki 26 43,3 kelamin perempuan sebanyak 34
perempuan 34 56,7
Umur
responden (56,7%). Hal ini karna
30-49 tahun 37 61,7 turunnya hormon estrogen akibat
50-59 tahun 16 26,7 menopausse. Estrogen fungsinya untuk
>60 tahun 7 11,8 menjaga seimbangan kadar gula darah
dan meningkatkan penyimpanan lemak,
Agama
Islam 60 100
serta progsterone yang fungsinya
normalkan gula darah dan membantu
Pendidikan lemak bekerja sebagai energi (Zarch et
Pendidikan rendah 18 30 al., 2020).
Pendidikan Tinggi 42 70 Hasil penelitian menunjukkan
pekerjaan responden adalah petani
Pekerjaan
Tidak bekerja 9 15 sebanyak 28 responden (46,7%).
Petani 28 46,7 ekerjaan tersebut dilakukan sebelum
Wiraswasta 10 16,7 mengalami naiknya kadar gula darah,
Lain-lain 13 21,8 setelah mengalami peningkatan kadar
gula darah responden mengurangi
aktivitas pekerjaaanya. Penelitian ini
Hasil penelitian menunjukkan
diperkuat teori yang mengatakan bahwa
bahwa umumnya responden berjenis orang yang dalam pekerjaan kurang latih
kelamin perempuan sebanyak 34 fisik sebabkan tumpukan lemak dalam
responden (56,7%), beragama islam badan tidak akan berkurang dan
sebanyak 60 responden (100%), menyebabkan berat badan lebih dan
pendidikan terakhir adalah pendidikan
menyebabkan diabetes melitus (Anita &
tinggi sebanyak 42 responden (70%), Daniel Hasibuan, 2021).
pekerjaan responden adalah petani
Dari 60 orang responden,
sebanyak 28 responden (46,7%). mayoritas responden patuh dalam
melakukan kontrol kadar gula darah yaitu
Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Jurnal Kesehatan ilmiah Indonesia
(Indonesian Health Scientific Journal )

sebanyak 38 responden (63,3%), dan perawatan pada anggota keluarga


sedangkan sebanyak 22 responden yang merupakan pasien diabetes.
(36,7%) tidak patuh dalam melakukan
kontrol kadar gula darah. 4. KESIMPULAN DAN SARAN
Hal ini sejalan dengan penelitian Hasil penelitian ini
Anita & Daniel Hasibuan (2021) yang menunjukkan bahwa mayoritas
menunjukan bahwa distribusi responden responden sebanyak 38 responden
berdasarkan kontrol gula darah pasien (63,3%) memiliki kepatuhan yang
diabetes militus pada pasien rawat inap di baik dalam melakukan kontrol
Rumah Sakit Aminah Kota Tangerang kadar gula darah, dan sebanyak 22
berada pada mayoritas KGD terkontrol responden (36,7%) tidak patuh
sebanyak 27 orang (56,39%). Kepatuhan dalam melakukan kontrol kadar
dalam mengontrol gula darah dalam gula darah. Diharapkan kepada
pengobatan akan meningkat ketika pasien perawat agar melakukan
mendapatkan bantuan dari keluarga. pendidikan kesehatan dan rutin
Berbeda dengan hasil penelitian mengajak penderita diabetes
sebelumnya memberikan gambaran melitus tipe 2 untuk rutin
secara umum bahwa kontrol kadar gula melakukan kontrol kadar gula
darah pasien DM di Poliklinik Penyakit darah sebagai upaya pencegahan
Dalam RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang terjadinya komplikasi lainnya.
secara umum pelaksanaannya tidak
teratur dilakukan. Dari hasil penelitian 5. REFERENSI
menunjukkan pasien tidak teratur Anita, E., & Daniel Hasibuan, M. T.
melakukan kontrol kadar gula darah (2021). Hubungan Dukungan
kadar puasa dan kontrol kadar gula darah Keluarga Dengan Kontrol Gula
2 jam setelah makan serta tidak teratur Darah Pada Pasien Diabetes
melakukan kontrol kadar HbA1c. Melitus Tipe 2 Yang Menjalani
Menurut Mahendra dan Kemenkes RI Perawatan Di Rumah Sakit
menyebutkan bahwa kontrol kadar gula Aminah. Indonesian Trust Health
darah dikatakan teratur apabila dilakukan Journal, 4(2), 511–516.
berkala minimal 3 bulan sekali yang [Link]
meliputi pemeriksaan kadar gula puasa 6
dan kadar gula darah 2 jam setelah makan Antoro, B., Nurdiansyah, E., Tubagus,
atau hanya teratur melakukan Sari, K., & Eva. (2023). Dukungan
pemeriksaan HbA1c saja (Rachmawati, Keluarga Dan Peran Perawat
2015). Terhadap Kepatuhan Kontrol Kadar
Pada penelitian Nanda et al Gula Darah. Media Husada Journal
(2018) faktor yang berpengaruh berkaitan Of Nursing Science, 4(2), 63–70.
dengan faktor pengobatan dan penyakit [Link]
terkait durasi penyakit yang lama .128
sehingga pasien terganggu dengan Arimbi, D. S. D., Lita, L., & Indra, R. L.
kewajiban mengkonsumsi obat dan faktor (2020). Pengaruh Pendidikan
intrapersonal terkait rasa percaya diri Kesehatan Terhadap Motivasi
yang berhubungan dengan faktor Mengontrol Kadar Gula Darah
interpersonal terkait dukungan keluarga. Pada Pasien Dm Tipe Ii. Jurnal
Keadaan pasien yang sering lupa Keperawatan Abdurrab, 4(1), 66–
mengkonsumsi atau membawa obat saat 76.
bepergian dimungkinkan dapat [Link]
dipengaruhi karena kurangnya dukungan 244
dari keluarga untuk mengingatkan. International Diabetes Federation.
Keluarga memiliki peranan penting dalam (2021). IDF Diabetes Atlas: Global
memberikan motivasi, support system, estimates of diabetes prevalence for

Vol. 9 No. 2 Desember 2024


Jurnal Kesehatan ilmiah Indonesia
(Indonesian Health Scientific Journal )

2021 and projections for 2045. In Kontrol dan Kadar Gula Darah
Online version of IDF Diabetes Pada Pasien Diabetes Melitus di
Atlas: [Link] Poliklinik Penyakit Dalam RSJ
ISBN: 978-2-930229-98-0 (Vol. Prof. Dr. Soerojo Magelang
10). [Universitas Diponegoro]. In
[Link] Skripsi.
13.10.013 [Link]
Kemenkes RI. (2018). Hasil Riset 3418.009
Kesehatan Dasar Tahun 2018. Simamora, F. A., Daulay, N. M., &
Kementrian Kesehatan RI, 53(9), Hidayah, A.-. (2022). Faktor
1689–1699. Resiko Terjadinya Prediabetes Di
Nanda, O. D., Wiryanto, B., & Triyono, Kota Padangsidimpuan. Jurnal
E. A. (2018). Hubungan Kepatuhan Kesehatan Ilmiah Indonesia
Minum Obat Anti Diabetik dengan (Indonesian Health Scientific
Regulasi Kadar Gula Darah pada Journal), 7(2), 132–136.
Pasien Perempuan Diabetes [Link]
Mellitus. Amerta Nutrition, 2(4), .901
340. Zarch, S. M. A., Tezerjani, M. D.,
[Link] Talebi, M., & Mehrjardi, M. Y. V.
2018.340-348 (2020). Biomarcadores moleculares
Perkeni. (2011). Konsensus Pengelolaan em diabetes mellitus (DM).
dan Pencegahan Diabetes Melitus Medical Journal of the Islamic
Tipe 2 di Indonesia. Republic of Iran, 34(1), 1–8.
Rachmawati, N. (2015). Gambaran

Vol. 9 No. 2 Desember 2024

Anda mungkin juga menyukai