0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan101 halaman

Panduan Lengkap Quality Control Cycle

Dokumen ini menjelaskan tentang Quality Control Circle (QCC), yang merupakan kelompok kecil karyawan yang berfokus pada peningkatan kualitas produk dan layanan. QCC bertujuan untuk meningkatkan partisipasi karyawan, pengembangan diri, dan menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan. Proses QCC meliputi identifikasi masalah, penetapan target, analisis kondisi, pelaksanaan penanggulangan, dan standarisasi hasil perbaikan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan101 halaman

Panduan Lengkap Quality Control Cycle

Dokumen ini menjelaskan tentang Quality Control Circle (QCC), yang merupakan kelompok kecil karyawan yang berfokus pada peningkatan kualitas produk dan layanan. QCC bertujuan untuk meningkatkan partisipasi karyawan, pengembangan diri, dan menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan. Proses QCC meliputi identifikasi masalah, penetapan target, analisis kondisi, pelaksanaan penanggulangan, dan standarisasi hasil perbaikan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Desember

Table of contents

01 Apa itu QCC? 03 Persiapan QCC

02 Konsep QCC 04 Method QCC


01
APA ITU
QCC??
“Sekelompok kecil yang terdiri dari
karyawan yang secara terus menerus
meningkatkan dan menjaga kualitas
produk, layanan, pekerjaan yang ada di
area kerjanya.”
—QCC
02 KONSEP QCC
A. TUJUAN QCC
Partisipasi proaktif dalam usaha peningkatan
01 dan pengembangan perusahaan

02 Memberikan kesempatan kepada


karyawan untuk mengembangkan diri.

03 Membangun tempat kerja yang menyenangkan


dan kerjasama yang efektif.

04 Meningkatkan skill individu dalam


menyelesaikan masalah.
B. CIRI – CIRI QCC
1st 3rd
Aktivitas Menggunakan metode
berkesinambungan DELTA

2nd 4th
Partisipasi seluruh anggota Pengembangan kemampuan
secara bersama
C. ATURAN DASAR QCC
1. Berbicara dengan data.
2. Jangan menyalahkan orang lain.
3. Prinsip prioritas.
4. Pengendalian dimulai dari
sasaran yang terukur.
5. Prosedur dan Standarisasi
tertulis.
6. Kerja kelompok dan partisipasi.
D. STRUKTUR QCC
1. FASILITATOR
D. STRUKTUR QCC
2. QCC LEADER
D. STRUKTUR QCC
3. QCC MEMBER
03
PERSIAPAN
QCC
PERSIAPAN QCC
Menentukan Susunan Organisasi Membuat Data Kemampuan Anggota
Ketua, anggota, notulis, Untuk mengetahuin skill
Fasilitator member QCC

1 2 3 4

Membentuk Group Membuat Rencana Aktifitas


Group QCC diberikan Rencana ini sebagai panduan
nama yang unik dan dalam pelaksanaan QCC
digunakan terus
Contoh
Membentuk
Group dan
Susunan
Organisasi
Contoh
Membentuk
Group dan
Timeline
Contoh
Data Skill
Anggota
QCC
04 METHOD QCC
Langkah 1 Menentukan Persoalan / Tema

What
What ??
TEMA adalah masalah yang diangkat untuk
dianalisis, kemudian dicari penyebabnya dan ditanggulangi

Target Standard
Aktual
Penyimpangan Yang diinginkan

Masalah

74
Langkah 1 Menentukan Persoalan / Tema
What ?
What ? Masalah adalah proses atau hasil yang
menyimpang dari target/standard/yang diinginkan

Standard
Standard baru Standard
Standard Aktual lama

Aktual

time

Standard tidak tercapai Standard baru yang lebih Performance tidak


tinggi konsisten
+ Tips: semua proses sudah ditetapkan standar pengukurannya

75
Langkah 1 Menentukan Persoalan / Tema

Why ? How ?
1 Menginventarisasi masalah
“Tidak ada masalah a Dari lingkungan pekerjaan sendiri
adalah masalah” b Masukan bawahan dan dari atasan
c Instruksi atasan
• Masalah adalah kesempatan d Sumber lainnya
untuk belajar
• Menyembunyikan masalah akan 2 Mengevaluasi masalah
memunculkan potensi masalah 3 Analisis data
lainnya di masa mendatang 4 Menentukan masalah

76
Langkah 1 Menentukan Persoalan / Tema
Dalam menentukan prioritas masalah dan tema, perlu memperhatikan :
P e n g a r u h (QCDSMPE)
1. Quality 4. Safety
Bagaimana hubungan Biasanya untuk keselamatan
improvement dengan kerja, namun untuk kasus non P
kualitas kerja peserta? pabrik didefinisikan mengenai e Kemampuan
Masalah A security data atau dokumen teknis
2. Cost l
Bagaimana perhitungan 5. Moral
cost yang dihemat? Bagaimana improvementnya a Ketersediaan
Masalah B mampu meningkatkan motivasi, k data
semangat kerja peserta? pendukung
Tema
3. Delivery s
Bagaimana hubungan 6. Productivity a
Masalah C
Bagaimana improvement dapat Waktu
improvement dengan
lead time proses? Apakah meningkatkan produktivitas n penyelesaian
dipercepat atau lambat? peserta? a
Masalah D Urgency
7. Environment a
Bagaimana hubungan n
improvement terhadap
lingkungan?positif/negatif?

77
Langkah 1 Menentukan Persoalan / Tema
Tools yang digunakan :

Control Chart

Grafik
Stratifikasi & Check Sheet
Histogram
Scatter Diagram

Relation Affinity Tree Matrix


Diagram Diagram Diagram Matrix Data System
Diagram
Analysis Thinking

79
Langkah 2 Menentukan Target

What?? Specific
What Spesifik, fokus pada item tertentu, dan ada
dasar penentuannya

Measurable
TARGET Ada satuan yang diukur

harus Agreed to
Target disepakati

SMART-A Realistic
Target dapat dicapai dan dapat dikontrol

TARGET adalah Timely


Ada batasan waktu pencapaiannya
hasil yang ingin dicapai
Not things to do A ligned
Selaras dengan target lainnya

80
Langkah 2 Menentukan Target

Why ?
Target adalah alat
bantu untuk
menstimulasi
perbaikan

Mendapatkan
Memperbaiki/ komitmen dari
meningkatkan seluruh pihak
pencapaian yang terlibat
kinerja
82
Langkah 2 Menentukan Target
How ? DASAR PENETAPAN TARGET ANTARA LAIN :

Proyeksi
Prestasi dari hasil yang Benchmarking
Perkiraan yang bisa Perbandingan dengan perusahaan/unit
dicapai berdasarkan pernah dicapai lain untuk kasus yang sama
perhitungan matematis

Konsensus
Target yang ditetapkan Kebutuhan customer Kesepakatan bersama tanpa
atasan / perusahaan didukung data akurat
83
Langkah 2 Menentukan Target
Contoh tools yang digunakan :
Penentuan Target S
Mempercepat waktu pencarian dokumen dari
120 menit/pencarian menjadi 5
menit/pencarian pada 31 Agustus 2014
m
120 menit/
pencarian
a
Frekuensi
5 menit/
pencarian
r
Grafik t
Apr Mei Juni
Periode
Juli Agt
a
84
Langkah 3 Analisis Kondisi yang Ada

Why ?
What
What ??  Menemukan penyimpangan yang
menimbulkan permasalahan di
Melakukan What actually What should
tempat terjadinya masalah
penyelidikan dan happened VS be happened tersebut
 Mendapatkan fakta dan data
analisis secara WAH WSBH
tentang penyimpangan-
lebih teliti penyimpangan atau kondisi-
kondisi yang tidak baik, yang
berhubungan dengan
permasalahan
85
Langkah 3 Analisis Kondisi yang Ada

How ?
1 GENBA : pergi ke
tempat kejadian
Buat ringkasan fakta Kelompokkan dalam 4M1E
2 GENJITSU : mengerti
dan data hasil (Man, Machine, Method,
fakta kejadian
penyelidikan Material, Environment) atau
3 GENBUTSU : lihat, raba, tergantung masalahnya
cium, ukur benda/ alat
kejadian

WAH VS WSBH

Selidiki penyimpangan dengan


membandingkan apa yang terjadi (WAH)
vs. standar yang sudah ditetapkan (WSBH)
Maintenance

86
Langkah 3 Analisis Kondisi yang Ada

Yang perlu diperhatikan dalam langkah ini :


F okuskan pembicaraan dan aktivitas untuk mengetahui penyimpangan yang terjadi

J angan langsung memikirkan apa penyebab dari penyimpangan tersebut

J angan hanya mengandalkan data dan informasi yang sudah ada, kumpulkan data
dan informasi baru yang relevan

J angan hanya berasumsi dengan mengandalkan pengalaman atau perasaan

B agaimana dan kapan tepatnya masalah muncul harus dipahami dan diketahui pasti

88
Langkah 3 Analisis Kondisi yang Ada
Salah satu contoh
faktor atau tools
yang digunakan : • Apakah SDM mempengaruhi permasalahannya ?
MAN (lihat kemampuan, kapasitas, dll)
• Bagaimanakah standarnya?

• Apakah ada peralatan yang digunakan?


1 MACHINE •Apakah peralatan tsb memenuhi standarnya?

• Apakah metode/proses yang dilakukan sudah


sesuai atau belum dengan standar?
METHOD
• Adakah bahan/dokumen yang diperlukan?
•Apakah bahan/dokumen tsb sesuai dengan
Diagram tulang ikan standar?
MATERIAL

dengan faktor 4M1E


atau tergantung masalahnya •Apakah lingkungannya sudah sesuai?

ENVIRONMENT
89
Langkah 3 Analisis Kondisi yang Ada
Tabel analisis yang digunakan :

What Should be What Actually


Factor OK / NOK
Happened Happen
Man
Machine

Method

Material

Environment
Hasil analisa 4M 1E kemudian dituangkan dalam tabel berikut untuk melihat korelasi antara
penyimpangan dengan membandingkan apa yang terjadi (WAH) vs standar yang sudah ditetapkan
(WSBH).
Faktor analisis tidak harus menggunakan 4M1E namun bisa disesuaikan dengan masalah yang terjadi
(misal: marketing dapat menggunakan faktor 4P (Product, Price, Promotion, Place)
90
Langkah 3 Analisis Kondisi yang Ada
Tools yang digunakan :

Control Chart

Grafik
Stratifikasi & Check Sheet
Histogram
Scatter Diagram

Relation Affinity Tree Matrix


Diagram Diagram Diagram Matrix Data System
Diagram
Analysis Thinking

92
Langkah 4 Analisis Penyebab

What ?
What ? Why ?

Menguji penyebab-penyebab  Untuk memastikan masalah


yang mungkin terjadi untuk tidak terjadi lagi
menemukan akar  Untuk memastikan perbaikan
permasalahan dari yang dipilih ialah sustainable
penyimpangan yang terjadi improvement

93
Langkah 6 Pelaksanaan Penanggulangan
How ?
Lakukan penanggulangan sesuai rencana

Kumpulkan data dan catat hal-hal penting selama pelaksanaan


penanggulangan
 Kesulitan yang dilalui, hasil yang dicapai dan bagaimana
mendapatkannya

Ikut sertakan orang yang terkait

Diskusikan dulu bila ada ide yang lebih baik di tengah pelaksanaan
penanggulangan

Pastikan tidak menimbulkan masalah baru

109
Langkah 6 Pelaksanaan Penanggulangan

Tools yang dapat digunakan :

Arrow Diagram Process Decision Program Chart

Stratifikasi & Check Sheet

110
Langkah 7 Evaluasi Hasil
What ?
What ?

Menganalisis untuk membandingkan hasil dengan target


(Ukur achievement ratenya)

Why ?
1 2

Memastikan penanggulangan Memastikan perencanaan


yang dilakukan berjalan efektif yang dilakukan menghasilkan
sesuai yang direncanakan atau target yang diinginkan atau
tidak tidak

111
Langkah 7 Evaluasi Hasil
How ? Menggunakan
1 QCDSMPE
Bandingkan hasil
dengan target yang
telah ditetapkan

2
2
Jika target tidak
tercapai Jika target tercapai

Kembali ke Langkah 4-6


(Analisis Penyebab, Lanjut ke Langkah 8
Merencanakan Penanggulangan, Pelaksanaan
(Standarisasi dan Tindak Lanjut)
Penanggulangan)

112
Langkah 7 Evaluasi Hasil

unakan tolak ukur yang sama saat membandingkan hasil


G dengan target Tolak ukur yang Tool (alat), satuan, dan periode
sama yang sama
Contoh
Sebelum Sesudah
100 %
p/u 0.5
N = 50
Perbandingan kondisi
40 %
0.4
70 %
82 %
90 %
p/u
sebelum dan sesudah
0.3 0.3 N = 30 100 %
50 % 50 %
0.2
83.33 penanggulangan mudah
0.2 73.33
%% 50 %
0.1 0.1
56.57 %
33.33 %
dipahami
0 0 0 0
A B C D LAIN B A C D LAIN
LAIN LAIN

113
Langkah 7 Evaluasi Hasil
Tools yang digunakan :

Control Chart

Grafik
Histogram
Stratifikasi & Check Sheet
Scatter Diagram

Relation Affinity Matrix Diagram Matrix Data


Tree Diagram System
Diagram Diagram Analysis Thinking

114
Langkah 8 Standarisasi dan Tindak Lanjut

What
What ? Why ?

• Standarisasi : Membuat
standard Untuk mencegah masalah
(Policy/Manual/Guideline/ SOP) terulang kembali
dari hasil perbaikan
• Tindak lanjut : Menentukan
tema berikutnya dari data-data
yang ada (Membuat
improvement selanjutnya)

115
Langkah 8 Standarisasi dan Tindak Lanjut

How ? Mengidentifikasi
peluang
Mengontrol dan perbaikan
memantau berikutnya
proses dengan kembali
standarisasi ke Langkah 1
Membuat dijalankan
standarisasi sesuai dengan benar
hasil dari
perbaikan yang
dilakukan, berupa
checklists, flow
chart, manual
Checklists
Manual
Flow chart

116
Langkah 8 Standarisasi dan Tindak Lanjut

Standarisasi harus dapat dibaca dan dipahami dengan mudah

 Standarisasi harus disosialisasikan

Tools yang dapat


digunakan :

Arrow Diagram Process Decision Program


Chart

Stratifikasi & Check


Control Chart
Sheet

117
7 Alat
7 Tools
1 2 3

Grafik Scatter Diagram


Stratifikasi & Check Sheet

7
2
0
1 6
4 5 1
9
8
1
1
7
1
6
1
5
1
4
1
3
2
1
1
9
0
8
7
6
5
4
3
2
1
0 Histogram
Control Chart
Diagram tulang ikan Diagram Pareto

118
119
7 Alat
1. Stratifikasi & Checksheet
7 Tools

Menguraikan dan mengklasifikasikan data menjadi faktor-faktor yang


lebih spesifik

• Tanpa Stratifikasi • Dengan Stratifikasi


Print 100
Print 100
lembar
lembar 100 % OK
Printer I Printer I
100 lembar
cacat 100 %
cacat
Print 100 Print 100
Printer II lembar Printer II lembar

120
7 Alat
1. Stratifikasi & Checksheet
7 Tools
Data ketidakhadiran per dept Maret 2010
Dept Absen
HRD 3.0%
Tanpa Stratifikasi Legal 2.0%
Finance 1.5%
GPI 1.5%
Dengan Stratifikasi
Dept Absen Cuti SD CDT/ITU Alpa
HRD 3.0% 3.0% - - -
Legal 2.0% 1.5% 0.5% - -
Finance 1.5% 1.0% - 0.5% -
GPI 1.5% - - - 1.5%

121
7 Alat
1. Stratifikasi & Checksheet
7 Tools

Check Sheet (Lembar Periksa)

 Formulir isian yang sudah di


stratifikasi
 Merupakan alat untuk
pengambilan data.
 Data yang dikumpulkan lebih
mudah disimpulkan.

122
7 Alat
1. Stratifikasi & Checksheet
7 Tools

Yang perlu diperhatikan dalam Check Sheet !!


 Sasaran pengumpulan data harus jelas, sehingga data yg
terkumpul nantinya dapat digunakan sebagai dasar
pengambilan keputusan
 Sesederhana mungkin sehingga bisa diisi dgn mudah dan
cepat, bila perlu dilengkapi gambar
 Usahakan cuma terdiri dari satu lembar utk
mempermudah pengisian
 Dapat disimpulkan dengan cepat

123
124
7 Alat
2. Grafik
7 Tools

Data yang dinyatakan dalam bentuk gambar

Manfaat grafik :

1. Data lebih cepat , mudah , jelas dan enak dilihat .


2. Hubungan data yang satu dengan data yang lain dapat
dipaparkan sekaligus .
3. Perbandingan dengan data lain yang berhubungan dapat dilihat
dengan jelas .

125
7 Alat
2. Grafik
7 Tools

Tips dalam membuat Visualisasi grafik (Knaflic, 2015)

• Sumbu X & sumbu Y dihighlight setipis mungkin dengan


warna dasar putih/abu2
• Garis pembantu dihilangkan
• Hindari penggunaan Legenda
• Jangan gunakan 3D untuk simplifikasi visualisasi

Source: Cole Knaflic. Storytelling with data, 2015


7 Alat
2. Grafik
7 Tools

Tips dalam membuat Visualisasi grafik (Knaflic, 2015)


• Jika data yang digunakan hanya menampilkan 1 atau 2
angka, sebaiknya gunakan “Simple Text” saja
Sebelum Sesudah

Source: Cole Knaflic. Storytelling with data, 2015


7 Alat
2. Grafik
7 Tools
Grafik Garis ( Line Graph )
• Digunakan untuk menunjukkan trend

Unit

Bulan

128
7 Alat
2. Grafik
7 Tools

Tips dalam membuat Visualisasi grafik garis (Knaflic, 2015)

• Gunakan Data yang bersifat terus-menerus: contoh hari, bulan, kuartal, atau waktu
• Dapat menggunakan beberapa seri data (highlight data yang ingin kita perlihatkan)
• Jika terdapat lebih dari 1 grafik, harus memiliki interval/ satuan yang konsisten agar analisa
tidak mis-leading. Contoh: grafik dengan siklus 5 tahun harus dibandingkan juga dengan
yang bersiklus 5 tahun (tidak 1 tahun/ 2 tahun/ lain-lain)
• Contoh pada slide sebelumnya, yg ingin diperlihatkan adalah series A, maka warna series A
harus ditonjolkan dan visualisasi warna data lain diberi warna yang kurang menonjol

Source: Cole Knaflic. Storytelling with data, 2015


7 Alat
2. Grafik
7 Tools

Tips dalam membuat Visualisasi grafik garis (Knaflic, 2015)

• Tidak perlu menggunakan marker, garis penanda, atau legenda


dalam grafik

Source: Cole Knaflic. Storytelling with data, 2015


7 Alat
2. Grafik
7 Tools
Grafik Balok ( Bar Graph )
• Digunakan untuk perbandingan data sejenis

131
7 Alat
2. Grafik
7 Tools

Tips dalam membuat Visualisasi grafik bar (Knaflic, 2015)

• Gunakan standar sumbu Y dimulai dari 0 (zero baseline)


• Bar tidak boleh terlalu tebal atau tipis, ideal grafik adalah sbb:

• Tidak boleh terlalu banyak series


Source: Cole Knaflic. Storytelling with data, 2015
7 Alat
2. Grafik
7 Tools

Tips dalam membuat Visualisasi grafik bar (Knaflic, 2015)


• Highlight bagian yang penting dan desain visualisasi menjadi mudah terbaca

Sebelum Sesudah

hal yang ingin dihiglight di bagian bawah sehingga mudah dilihat

Source: Cole Knaflic. Storytelling with data, 2015


7 Alat
2. Grafik
7 Tools
Grafik Lingkaran ( Pie Chart )
• Digunakan untuk menunjukkan persentase masing-masing terhadap
keseluruhan (tidak dianjurkan untuk digunakan)
Car Production in Japan in Year 2000 Total
10,144,847 units
Produksi Persen
Merk
( Unit ) (%) Mazda
7% Others
Toyota 3,429,209 33.8
8%
Daihatsu 679,383 6.7
Toyota
Nissan 1,324,427 13.1
Suzuki 34%
Honda 1,223,924 12.1
9%
Mitsubishi 997,270 9.8
Suzuki 907,905 8.9 Mitsubishi
Mazda 778,140 7.7 10%
Others 804,589 7.9
Honda
Total 10,144,847 100.0
12% Nissan Daihatsu
13% 7%
134
7 Alat
2. Grafik
7 Tools
Grafik Gabungan

Grafik gabungan agar


dibuat terpisah

Tidak menggunakan
secondary axis

135
7 Alat
2. Grafik HASIL EVALUASI TOOL &
STRATIFIKASI
7 Tools
Grafik Radar TOOL & NILAI
STRATIFKASI
HASIL EVALUASI TOOL & STRATIFIKASI STRATIFIKASI 3
31 JAN 2000 , NAMA : MR. BEAN
FISHBONE 4
PARETO 5
GRAPH 5
CONTROL CHART 3
STRATIFIKASI
CHECK SHEET 5
HISTOGRAM FISHBONE SCATTER DIAGRAM 3
HISTOGRAM 3
STANDARD POINT
SCATTER PARETO NILAI QC 7 TOOL
5 MAMPU MENGAJAR
4 MAMPU IMPLEMENTASI
CHECK SHEET GRAPH 3 BISA MEMBUAT
2 MENGERTI YANG
CONTROL CHART DIMAKSUD
1 TIDAK TAHU

136
137
7 Alat
3. Scatter Diagram
7 Tools
Dikenal juga dengan diagram pencar. Manfaatnya untuk
menggambarkan korelasi dua kelompok data yang
berpasangan/berhubungan

y y
Korelasi negatif

Korelasi positif

x x

138
7 Alat
3. Scatter Diagram
7 Tools
Bensin yg Jumlah Hub antara bensin dan setoran
dibeli setoran 350
100 145.000
300
68 100.000
250

Jumlah Setoran
150 220.000
200 290.000 200

137 200.000 150 Garis Regresi

80 120.000 100
103 150.000 50
200 300.000
0
120 175.000 0 50 100 150 200 250
170 250.000 Bensin yang dibeli

139
7 Alat
3. Scatter Diagram
7 Tools
Kesimpulan Korelasi
y y y

x x x
positif Positif, tp ada pengaruh lain Tidak ada korelasi

y y y

x x x
negatif Negatif, tp ada pengaruh lain Tidak ada korelasi

140
7 Alat
3. Scatter Diagram
7 Tools

Tips dalam membuat Visualisasi scatter diagram (Knaflic, 2015)

Highlight grafik pada hal-hal yang akan kita


fokuskan (contoh: Scatter yang diatas rata-
rata) untuk mendapatkan kesimpulan yang
lebih tajam

Source: Cole Knaflic. Storytelling with data, 2015


142
7 Alat
4. Diagram Tulang Ikan
7 Tools

• 1943, Prof. Kaoru Ishikawa


• Fishbone, diagram sebab akibat, cause
and effect.
• Diagram yg menunjukkan hubungan
antara akibat dan faktor penyebabnya.
• Dibantu dengan sumbang saran kreatif

143
The Brilliant Thinker

Root
Cause Implication

Why? Why? Why? ALT 1

Root Why? Why? ALT 2 Implication


Cause
Current ALT 3
Condition Implication
ALT 4

Root Implication
ALT 5
Cause
Implication
Root
Cause
Tips dalam menentukan akar
masalah
7 Alat
4. Diagram Tulang Ikan
7 Tools

Metode melakukan
Sumbang Saran Kreatif:
 Posisi sebaiknya melingkar
 1 orang 1 saran
 Bergiliran sesuai urutan
 Bila belum ada ide  Pass

146
7 Alat
4. Diagram Tulang Ikan
7 Tools

ETIKA
Sumbang Saran Kreatif
 Jangan melarang orang untuk mengeluarkan
pendapat.
 Jangan mengkritik pendapat orang lain.
 Jangan menertawakan pendapat orang lain.
 Boleh mengambil manfaat atau ide dari orang lain,
lalu kembangkan.

147
7 Alat
4. Diagram Tulang Ikan
7 Tools

Faktor Faktor

sebab sebab
sebab
sebab

Problem
sebab
sebab
sebab
sebab

Faktor Faktor

148
7 Alat
4. Diagram Tulang Ikan
7 Tools
LANGKAH –LANGKAH PEMBUATAN
CAUSE EFFECT DIAGRAM:
1. Tentukan masalah
2. Menulis masalah atau penyimpanagn tersebut disebelah kanan atas

MASALAH

3. Tuliskan kemungkinan sebab yang menimbulkan masalah tersebut

Man Machine

MASALAH

Environment Material Method

149
7 Alat
4. Diagram Tulang Ikan
7 Tools
4. Dengan memakai sumbang saran, kita mencari penyebab dari masing2 faktor (dapat
menggunakan 4M1E, 4P, atau faktor-faktor lain yang relevan dengan permasalahan).

Man Machine

MASALAH

Environment Material Method

Lalu jabarkan secara rinci kemungkinan penyebab dengan metode Why? Why? Why? Why?

5. Memeriksa apakah tiap item dalam diagram mempunyai hubungan sebab akibat secara
benar atau tidak (uji logika)

150
7 Alat
4. Diagram Tulang Ikan
7 Tools
Berikut adalah contoh penggunaan diagram tulang ikan untuk masalah :
Nasi Goreng Tidak Enak. Apa sajakah sebabnya?

151
153
7 Alat
5. Diagram Pareto
7 Tools

Diagram Pareto
• Kombinasi grafik balok dan garis kumulatif yang
digunakan untuk memilih prioritas masalah
yang akan ditanggulangi
• Vital Few Trivial Many (Sedikit tapi Utama
daripada Banyak tapi sepele)
• Aturan 80% - 20%

154
7 Alat
5. Diagram Pareto
7 Tools
Manfaat Diagram Pareto
• Memilih masalah
• Menyatakan perbandingan dgn keseluruhan
• Menunjukkan perbandingan sebelum dan sesudah perbaikan
Sebelum Sesudah
p/u 0.5 100 %
N = 50
90 % 40 %
0.4 82 %
70 % p/u
0.3 0.3 N = 30 100 %
50 % 50 % 83.33 %
0.2 0.2 73.33 %
56.57 % 50 %
0.1 0.1 33.33 %

0 0 0 0
A B C D LAIN B A C D LAIN
LAIN LAIN

155
7 Alat
5. Diagram Pareto
7 Tools

Langkah Pembuatan Diagram Pareto


• Kumpulkan data berdasarkan jenis atau masalah yang ingin kita cari
penyelesaiannya.
• Buat Lembar persiapan pareto yg terdiri dari:
– Hal hal yg diteliti.
– Frekuensi.
– Jumlah kumulatif frekuensi.
– Persentasi frekuensi (%).
– Persentasi kumulatif frekuensi (%).
• Isi Lembar tsb, mulai dari jenis dgn frekuensi terbesar ke jenis dgn frekuensi
terkecil.

156
7 Alat
5. Diagram Pareto
7 Tools
Lembar Persiapan Diagram Pareto
Jenis Frekuensi Frekuensi Persen Persen Kumulatif
Kumulatif Frekuensi Frekuensi

Neuralgin 13 13 65 % 65 %

Procold 3 16 15 % 80 %

Neo Enterostop 2 18 10 % 90 %

Medik55 1 19 5% 95 %

Lain lain 1 20 5% 100%

157
TUJUH ALAT
7 Alat
5. Diagram Pareto
7 Tools

• Buat garis datar, bagi sejumlah jenis yg diteliti.


• Garis tegak di sebelah kiri, dibagi dalam skala dari angka 0
sampai angka yg menunjukkan total angka kejadian
(Frekuensi Kumulatif).
• Garis tegak di sebelah kanan, dibagi dlm skala dr 0 sampai
100 %.
• Gambar grafik balok mulai dari jenis dgn frekuensi terbesar
di sebelah kiri.
• Buatlah Garis Pareto dgn menghubungkan titik titik hasil
pertemuan jumlah kumulatif setiap penambahan grafik
balok.
• Lengkapi dengan Judul, Besaran, Persentase, Waktu dll.

158
5. Diagram Pareto 7 Alat
7 Tools
Diagram Pareto Komplain Produk bln Januari 2006

159
160
7 Alat
6. Control Chart
7 Tools

 Sejenis grafik garis yang


UCL
dilengkapi dgn satu atau dua
garis batas kendali
CL
 Digunakan untuk mempelajari
LCL
suatu proses dalam keadaan
terkendali atau tidak

161
7 Alat
6. Control Chart
7 Tools

Apa yg diperlihatkan control chart?


Pola Abnormal-1

Titik keluar dari batas


UCL kendali atas
CL

LCL
Titik keluar dari batas
kendali bawah
• UCL = Upper Control Limit
• CL = Center Line
• LCL = Lower Control Limit

162
6. Control Chart 7 Alat
Cenderung naik Cenderung turun
Pola Abnormal-2
7 Tools
Mempunyai kecenderungan naik atau turun :
UCL
• Keausan peralatan secara bertahap
• Kenaikan / penurunan temperatur secara bertahap
CL • Pergeseran stopper yang bertahap
• Keletihan bekerja
• Akumulasi produk yang terbuang
LCL • Perubahan kondisi lingkungan secara bertahap
• Perubahan komposisi material secara bertahap

2 dari 3 titik mendekati garis 3 sigma


+ 3 sigma ( UCL )
Pola Abnormal - 3
+ 2 sigma ( WCL ) Penyimpangan sangat besar dari :
• material
CL • peralatan, ( rusak atau geser )
• metode
- 2 sigma ( WCL ) • alat ukur
• pencampuran data
- 3 sigma ( LCL )
• WCL = Warning Control Limit
163
7 Alat
6. Control Chart 7 Tools

Pola Abnormal - 4
UCL
Mempunyai pola periodik:
• Perubahan temperatur , perubahan lainnya

CL
• Keletihan pekerja

• Perbedaan pada alat ukur atau alat tes yang digunakan


secara berurut
LCL • Pergiliran mesin atau operator yang teratur

• Penggabungan data atau proses

164
7 Alat
6. Control Chart 7 Tools

Tips dalam membuat Visualisasi control chart (Knaflic, 2015)

Dalam beberapa kasus, grafik garis mewakili ringkasan


statistik, seperti rata-rata, estimasi atau tingkat kepercayaan,
(tergantung situasi).

Gambar disamping menunjukkan waktu tunggu minimum,


rata-rata, dan maksimum pada kontrol paspor untuk
bandara selama periode 13 bulan yang divisualisasikan
dengan poin penting (highlight rata2 dalam kasus
disamping).

Source: Cole Knaflic. Storytelling with data, 2015


166
7 Alat
7. Histogram 7 Tools

Diagram , mirip grafik balok digunakan untuk


menggambarkan penyebaran data
X STD
SL X SU
25 50.0 55.0 60.0

20

15

10

0
51.0

58.0
59.0
60.0
60.0
47.0
48.0
49.0
50.0

52.0
53.0

55.0
56.0
57.0
54.0

167
7 Alat
7. Histogram 7 Tools

PENGGUNAAN HISTOGRAM
• Memeriksa ketidaknormalan proses dengan
memperlihatkan bentuk distribusi (penyimpangan).
• Memeriksa apakah ada yang di luar spesifikasi.
• Memeriksa penyebab penyimpangan atau kemiringan.
• Memeriksa pengaruh sebelum dan sesudah perbaikan.

168
7 Alat
7. Histogram 7 Tools

Perbedaan data dikelompokkan dan tidak dikelompokkan


Data tidak Data Histogram
dikelompokkan dikelompokkan Sangat mudah
dipahami
Susah dipahami Mudah dipahami

LOT SAMPLE No. KELAS NILAI 28


FREK
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 KELOMPOK TENGAH 24
1. 30 29 32 30 20 31 29 25 27 28 19.5 - 21.5 20.5 2 20

Frekuensi
2. 29 30 36 24 28 28 27 30 30 27 21.5 - 23.5 22.5 3 16
3. 36 32 22 29 30 33 25 28 28 21 23.5 - 25.5 24.5 8
12
4. 29 23 27 29 29 28 31 27 33 28 25.5 - 27.5 26.5 18
8
5. 37 26 32 30 27 31 24 31 32 27 27.5 - 29.5 28.5 26
4
6. 22 24 25 29 28 38 32 29 30 31 29.5 - 31.5 30.5 25
30 30 29 31 34 26 32 28 30 31 0
7. 31.5 - 33.5 32.5 12

18.5
20.5
22.5
24.5
26.5
28.5
30.5
32.5
34.5
36.5
38.5
40.5
8. 33 29 28 32 33 26 31 30 26 26 33.5 - 35.5 34.5 2
9. 29 25 26 31 34 26 28 30 32 26 35.5 - 37.5 36.5 3
31 29 27 31 24 27 30 29 28 27
Batas Atas
10. 37.5 - 39.5 38.5 1
Kelas-1
Interval
Nilai Tengah

169
7 Alat
7. Histogram 7 Tools

a ) Type umum b ) Type sarang tawon c ) Type miring positif / negatif

• Bentuk yang sering terjadi • Jumlah unit data dalam • Batas kelas dikendalikan secara
kelas variasi teoritis
• Ada kecenderungan pem • Nilai lebih rendah / tinggi tidak
bulatan data terjadi

d ) type tanjakan kiri / e ) Type bukit f ) Type dua puncak g ) Type puncak terisolasi
kanan
• Terjadi • Pencampuran data • Pencampuran data • Pencampuran data
penyaringan 100 % • Beberapa • Dua distribusi data dalam jumlah relatif
distribusi yang dengan nilai kecil dari distribusi lain
rata-rata jauh ber
beda
170
TUJUH ALAT
7 Alat
7. Histogram 7 Tools
Process Capability (Kapabilitas proses)
Kemampuan suatu proses untuk memproduksi produk sesuai spesifikasi yang
ditentukan
Proces Capability Index dinyatakan dengan nilai Cp

X STD
SL = Lower Specification ( Batas
SL X SU
25 50.0 55.0 60.0 Spesifikasi Bawah yang ditetapkan Bag.
Quality atau Engineering )
20

15 SU = Upper Specification ( Batas


Spesifikasi Atas yang ditetapkan Bag.
10 Quality atau Engineering )

0
47.0
48.0
49.0
50.0
51.0

55.0
56.0
57.0
58.0
59.0
60.0
60.0
52.0
53.0
54.0

Keterangan : Standard : 55 + 5
171
7 Alat
7. Histogram 7 Tools

• Histogram memenuhi batas spesifikasi

(a) (b)

SL SU SL SU

• Histogram tidak memenuhi batas spesifikasi

(c) (d) (e)

SL SU SL SU SL SU

172
7 Alat
7 Tools

1 2 3

Stratifikasi & Check Sheet Grafik Scatter Diagram

6 7
4 5 1
0
1
9
1
8
1
7
1
6
1
5
1
4
1
3
1
2
1
1
9
0
8
7
6
5
4
3
2
1
0

Diagram tulang ikan Diagram Pareto Control Chart Histogram

173

Anda mungkin juga menyukai