0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan30 halaman

Pengaruh Free Cash Flow dan Leverage Terhadap Nilai Perusahaan

Skripsi ini menganalisis pengaruh free cash flow, leverage, dan liquidity terhadap nilai perusahaan di sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2023, dengan hedging decision sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa free cash flow berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan leverage dan liquidity berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen perusahaan dalam mengelola strategi keuangan dan risiko untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Diunggah oleh

silvagosyen
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan30 halaman

Pengaruh Free Cash Flow dan Leverage Terhadap Nilai Perusahaan

Skripsi ini menganalisis pengaruh free cash flow, leverage, dan liquidity terhadap nilai perusahaan di sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2023, dengan hedging decision sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa free cash flow berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan leverage dan liquidity berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen perusahaan dalam mengelola strategi keuangan dan risiko untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Diunggah oleh

silvagosyen
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH FREE CASH FLOW, LEVERAGE, LIQUIDITY, TERHADAP NILAI

PERUSAHAAN DENGAN HEDGING DECISION SEBAGAI VARIABEL


MODERASI PADA PERUSAHAAN SEKTOR MAKANAN
DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA
EFEK INDONESIA PERIODE 2019-2023

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Meraih Gelar


Sarjana Manajemen Pada Jurusan Manajemen
Pada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam
UIN Alauddin Makassar

Oleh:

HERDIANA
NIM: 90200121002

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2025
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum [Link].

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah

memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi ini. Salam dan Shalawat tak lupa penulis curahkan kepada junjungan

Nabi besar Muhammad Saw, yang telah membawa umatnya dari alam yang

berliku-liku menuju jalan yang lurus minadzulumti ilannur. Dengan izin dan

kehendak Allah SWT, skripsi sebagai salah satu persyaratan untuk

menyelesaikan Program Sarjana (S1) Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi

dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Skripsi ini

berjudul: “Pengaruh Free Cash Flow, Leverage,Liquidity, Terhadap Nilai

Perusahaan Dengan Hedging Decision Sebagai Variabel Moderasi Pada

Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek

Indonesia Periode 2019-2023” yang telah diselesaikan dengan waktu yang

direncanakan.

Selama penulis menempuh pendidikan di Jurusan Manajemen UIN

Alauddin Makassar, sampai dengan penulisan dan penyusunan skripsi ini,

penulis mendapat berbagai macam tantangan dan hambatan, namun berkat

bantuan dari berbagai pihak, semua itu dapat diatasi dan alhamdulillah dapat

terselesaikan, olehnya itu pada kesempatan yang berbahagia ini penulis

mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang

telah memberikan bimbingan, buah pikiran, arahan, motivasi. Semoga Allah

SWT memberikan balasan kebaikan di dunia dan akhirat.

1. Bapak Prof. Drs. Hamdan Juhannis M.A, Ph. Sebagai Rektor UIN

Alauddin Makassar dan para Wakil Rektor serta seluruh staf dan

jajarannya.
2. Bapak Dr. Amiruddin K, M.E.I Selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Islam UIN Alauddin Makassar.

3. Ibu Dr. Hj. Eka Suhartini, SE.,MM. Selaku Ketua Jurusan Manajemen

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar.

4. Bapak Dr. Ahmad Efendi, SE., MM. Selaku Dosen Pembimbing Akademik.

5. Ibu Eka Indriyani MS, S.E., M.M selaku Pembimbing I yang telah

meluangkan waktu ditengah kesibukannya untuk memberikan

bimbingan, petunjuk dan arahan dalam penyusunan skripsi ini.

6. Ibu Fauziah Bakhtiar, [Link]., M.M selaku pembimbing II yang telah

meluangkan waktu ditengah kesibukannya untuk memberikan

bimbingan, petunjuk dan arahan dalam penyusunan skripsi ini.

7. Bapak Dr. Alim Syahriati, [Link]. Penguji I yang telah memberikan saran

dan masukan dalam proses penyusunan skripsi.

8. Ibu Dr. Hj. Wahidah Abdullah, [Link]., [Link]. Penguji II yang telah

memberikan saran dan masukan dalam proses penyusunan skripsi.

9. Segenap Bapak dan Ibu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,

terkhusus Bapak dan Ibu dosen Jurusan Manajemen yang telah

memberikan dan berbagi ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi

penulis.

10. Dengan penuh rasa syukur, kupersembahkan karya ini kepada keluargaku

tercinta. Kepada Ayah dan Ibu, cinta pertama dalam hidupku, yang telah

menemani hingga akhir perjalanan pendidikanku. Kepada Kakakku Herdi

dan Adikku Tri, yang dengan penuh kasih telah memberikan dukungan
tanpa henti, baik secara materi maupun non-materi, hingga akhirnya

penulis bisa menyelesaikan pendidikan ini.

11. Teman-teman Jurusan Manajemen Angkatan 2021 terkhusus teman-

teman Manajemen A dan Udumbara. Terima Kasih atas segala bantuan,

rasa keakraban dan persaudaraan selama penulis menempuh pendidikan

di UIN Alauddin Makassar.

12. Teman-teman penghuni kos, Nuzul, Ilmi, Mamul, Lasmi, Wana, Kiki, Mila,

Rahma, Indrika, Irma. Terima Kasih telah menjadi teman yang

memberikan saran dan masukan selama pendidikan hingga selesainya

pendidikan yang ditempuh.

13. Teman-teman KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 75 Desa Ujung

Tanah Kab. Bone yang telah memberikan memori dan kenangan indah.

Penulis menyadari bahwa sepenuhnya penyusunan skripsi ini jauh

dari kesempurnaan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang

penulis miliki, maka dari itu penulis mengharapkan perbaikan-perbaikan

dimasa akan datang agar skripsi ini dapat lebih baik lagi, dan semoga skripsi

ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan. Akhir kata, penulis

mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan baik yang disengaja

maupun tidak disengaja.

Wassalamu’alaikum [Link].

Samata-Gowa 2025

Penulis

Herdiana
NIM: 90200121002
DAFTAR ISI

SAMPUL................................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ...........................................................................................................ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................... v
DAFTAR TABEL................................................................................................................ vii
DAFTAR GAMBAR..........................................................................................................viii
ABSTRAK.............................................................................................................................ix
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah..........................................................................1
B. Rumusan Masalah......................................................................................6
C. Hipotesis........................................................................................................ 7
D. Definisi Operasional dan Ruang Lingkup Penelitian................15
E. Kajian Pustaka/Penelitian Terdahulu.............................................17
F. Tujuan dan Kegunaan Penelitian......................................................20
BAB II TINJAUAN TEORETIS......................................................................................22
A. Signalling Theory.....................................................................................22
B. Shareholder Value Maximization Theory.......................................23
C. Nilai perusahaan......................................................................................25
D. Free cash flow............................................................................................27
E. Leverage.......................................................................................................29
F. Liquidity.......................................................................................................31
G. Kebijakan hedging...................................................................................33
H. Kerangka Pikir.......................................................................................... 36
BAB III METODOLOGI PENELITIAN......................................................................37
A. Etika Penelitian.........................................................................................37
B. Jenis dan Lokasi Penelitian..................................................................37
C. Pendekatan Penelitian...........................................................................37
D. Populasi dan Sampel..............................................................................38
E. Metode Pengumpulan Data.................................................................39
F. Desain Penelitian.....................................................................................39
G. Instrument Penelitian............................................................................40
H. Teknik Pengolahan dan Analisis Data...........................................41
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN........................................................................45
A. Gambaran Umum Obyek Penelitian................................................45
B. Hasil Penelitian.........................................................................................47
1. Uji Kualitas Data..................................................................................47
2. Uji Asumsi Klasik.................................................................................49
3. Hasil Uji Hipotesis dan Analisis Data..........................................54
C. Pembahasan...............................................................................................60
BAB V PENUTUP............................................................................................................. 72
A. Kesimpulan.................................................................................................72
B. Implikasi Penelitian................................................................................73
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................75
LAMPIRAN-LAMPIRAN................................................................................................83
DAFTAR TABEL

Tabel 1. 1 Rata-rata Nilai Perusahaan.................................................................................3

Tabel 1. 2 Laporan Keuangan Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman....17

Tabel 3. 1 Prosedur Pengambilan Sampel......................................................................38

Tabel 3. 2 Instrumen Penelitian..........................................................................................40

Tabel 4. 1 Daftar Sampel Penelitian..................................................................................46

Tabel 4. 2 Uji Statistik Deskriptif........................................................................................47

Tabel 4. 3 Uji Normalitas........................................................................................................49

Tabel 4. 4 Uji Normalitas........................................................................................................51

Tabel 4. 5 Uji Multikolinearitas...........................................................................................52

Tabel 4. 6 Uji Autokorelasi.................................................................................................... 53

Tabel 4. 7 Uji Heteroskedastisitas......................................................................................54

Tabel 4. 8 Uji Koefisien Determinasin R2........................................................................55

Tabel 4. 9 Uji Simultan F......................................................................................................... 55

Tabel 4. 10 Uji t.......................................................................................................................... 56

Tabel 4. 11 Uji MRA................................................................................................................... 58


DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. 1 Grafik Nilai Perusahaan (PBV) pada Perusahaan Manufaktur.......2

Gambar 2.1 kerangka konseptual penelitian................................................................36


ABSTRAK

Nama : Herdiana

NIM : 90200121002

Judul : Pengaruh free cash flow, leverage, liquidity, terhadap nilai perusahaan dengan hedging decisions variabel

moderasi pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode

2019-2023

Industri makanan dan minuman merupakan sektor penting dalam


perekonomian Indonesia, namun seringkali menghadapi fluktuasi nilai
perusahaan akibat ketidakstabilan ekonomi dan risiko pasar. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh free cash flow, leverage,
dan liquidity terhadap nilai perusahaan, dengan hedging decision sebagai
variabel moderasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis
regresi berganda. Data diambil dari laporan keuangan tahunan 21
perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2019-2023. Teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling, dan analisis data dilakukan dengan
bantuan aplikasi SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa free cash flow berpengaruh
positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, leverage,
liquidity berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hedging
decision terbukti memoderasi hubungan antara leverage, free cash flow
terhadap nilai perusahaan, Hedging decision tidak memiliki pengaruh
signifikan dalam memoderasi pengaruh liquidity dan nilai perusahaan.
Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen perusahaan
untuk mengelola strategi keuangan dan risiko dengan lebih efektif guna
meningkatkan nilai perusahaan di pasar yang kompetitif.

Kata kunci: Free cash flow, Leverage, Liquidity, Nilai Perusahaan,


Hedging Decision
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Industri makanan dan minuman berperan krusial dalam

perekonomian nasional dengan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan

ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Pada tahun 2022, sektor ini mulai

menunjukkan pemulihan yang didorong oleh meningkatnya mobilitas

masyarakat dan pergeseran pola konsumsi ke arah produk makanan sehat

dan ramah lingkungan. Inovasi produk dan munculnya berbagai merek baru

pasca-pandemi turut mempercepat pertumbuhan sektor ini, memungkinkan

perusahaan untuk memperkuat nilai perusahaan. Namun, meskipun memiliki

potensi besar, sektor ini menghadapi tantangan fluktuasi nilai perusahaan

yang disebabkan oleh ketidakstabilan ekonomi dan faktor pasar lainnya.

Meskipun ada peluang, sektor makanan dan minuman juga mengalami

penurunan nilai perusahaan yang dipengaruhi oleh perubahan ekonomi.

Dalam beberapa tahun terakhir, pergerakan nilai perusahaan di industri ini

menunjukkan ketidakstabilan yang signifikan. Data dari [Link]

menunjukkan bahwa terjadi penurunan tajam pada tahun 2020 akibat

pandemi, diikuti oleh kenaikan pada tahun 2021 dan 2022, sebelum akhirnya

kembali turun pada tahun 2023 karena melemahnya aktivitas industri.

Fluktuasi ini menunjukkan bahwa sektor makanan dan minuman sangat

dipengaruhi oleh faktor-faktor baik dari dalam maupun luar yang

memengaruhi nilai perusahaan. Berikut adalah grafik yang menggambarkan

rata-rata kinerja perusahaan di industri makanan dan minuman selama

periode 2019-2023.

1
2

Gambar 1.1
Grafik Pergerakan Rata-Rata Performa Perusahaan Di Industri
Makanan dan Minuman

Sumber : [Link]
Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2020

terjadi penurunan tajam nilai perusahaan akibat pandemi, diikuti oleh

pemulihan pada tahun 2021 dan 2022, sebelum akhirnya kembali menurun

pada 2023 akibat melemahnya aktivitas industri. Penurunan ini terkait

dengan turunnya Purchasing Managers Index (PMI), yang mencerminkan

perlambatan permintaan dan produksi. Fluktuasi ini menggambarkan bahwa


sektor makanan dan minuman sangat rentan terhadap risiko baik dari dalam

maupun luar negeri, yang berdampak pada kinerja keuangan perusahaan.

Untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan, perlu

ditinjau hubungan antara free cash flow, leverage, dan liquidity yang memiliki

pengaruh signifikan terhadap stabilitas keuangan. Namun, hubungan ini tidak

terlepas dari risiko pasar yang dapat memperburuk fluktuasi nilai

perusahaan.

Sektor usaha akomodasi dan makanan minuman, jasa lainnya, serta

transportasi dan pergudangan mencatat penurunan pendapatan paling

signifikan sebesar 92,47%, 90,90%, dan 90,34% pada tahun 2020 (data BPS).
3

Untuk lebih memahami dampak dari strategi keuangan dan kondisi pasar

terhadap kinerja perusahaan manufaktur, berikut adalah laporan keuangan

dari tiga perusahaan manufaktur utama pada tahun 2017 dan 2018.
Tabel 1. 1
Laporan Keuangan Perusahaan Sektor Makanan dan
Minuman

Kode Tahun Free Cash Leverage Liquidity Nilai


Perusahaan Flow Perusahaan
ALTO 2017 -0,27 1,65 1,07 2,07
2018 0,07 1,87 0,76 2,20
INDF 2017 -0,10 0,88 2,42 1,35
2018 0,01 0.93 1,95 1,19
SKLT 2017 -0,10 1,07 1,26 2,47
2018 0,08 1,20 1,22 3,05
Sumber : [Link]

Mengacu pada informasi finansial historis dari tiga perusahaan sektor

makanan dan minuman menunjukkan adanya tren variatif dalam free cash

flow, leverage, dan liquidity pada periode 2017-2018. Ketiga perusahaan

(ALTO, INDF, dan SKLT) memperlihatkan peningkatan free cash flow dari

tahun 2017 ke 2018, serta kenaikan nilai perusahaan. Namun, peningkatan

leverage di beberapa perusahaan tidak selalu berbanding lurus dengan

peningkatan liquidity yang menandakan perlunya perhatian terhadap

manajemen keuangan jangka pendek. Dari data laporan keuangan tersebut,

terlihat variasi dalam free cash flow, leverage, dan liquidity yang dapat

memengaruhi nilai perusahaan secara keseluruhan.

Dalam signaling theory pada tahun 1973. Teori ini mengemukakan

bahwa manajemen memberikan sinyal kepada pemegang saham tentang

kinerja dan prospek perusahaan. Ketika perusahaan menunjukkan kinerja

yang baik, seperti peningkatan laba atau pengumuman dividen, sinyal ini
4

dianggap positif dan meningkatkan persepsi investor. Persepsi yang baik

terhadap perusahaan berkontribusi pada peningkatan nilai pasar saham.

Berdasarkan teori signaling, nilai perusahaan yang baik tercermin dari

kemampuan manajemen memberikan informasi yang meyakinkan investor,

seperti laporan keuangan yang menunjukkan kinerja baik, pengumuman

dividen, atau investasi baru yang menjanjikan. Sinyal positif, seperti laba

meningkat atau pembagian dividen, menunjukkan prospek cerah dan

meningkatkan kepercayaan investor, sehingga menaikkan harga saham.

Sebaliknya, sinyal negatif, seperti penurunan laba atau pengumuman utang

baru, dapat melemahkan kapitalisasi perusahaan. Dengan demikian, penting

bagi manajemen untuk menyampaikan informasi akurat dan positif guna

memaksimalkan persepsi investor terhadap nilai perusahaan.

Nilai perusahaan di pengaruhi oleh faktor-faktor seperti free cash flow.

Free cash flow yang besar dapat meningatkan nilai perusahaan, sementara

nilai perusahaan yang tinggi menciptakan peluang untuk menghasilkan lebih

banyak free cash flow di masa depan. Terdapat korelasi positif antara free

cash flow dan nilai perusahaan, sebagaimana dijelaskan dalam teori

keuangan. Free cash flow mencerminkan jumlah uang tunai yang tersisa pasca

perusahaan membiayai semua keperluan investasi dan operasional. Apabila

perusahaan memiliki free cash flow yang besar, ini menunjukkan fleksibilitas

finansial, memungkinkan mereka untuk berinvestasi dalam peluang baru,

membayar dividen, atau mengurangi utang, yang semuanya dapat

meningkatkan kepercayaan investor dan nilai pasar perusahaan (Rengganis

et al., 2023).

Leverage adalah cara perusahaan menggunakan uang pinjaman

(seperti utang) untuk berinvestasi atau membiayai kegiatannya dengan


5

harapan dapat meningkatkan keuntungan. Leverage merupakan faktor

penting dalam analisis nilai perusahaan, karena dapat memengaruhi kinerja

keuangan dan persepsi investor. Penelitian mengindikasikan bahwa tingkat

pemanfaatan pinjaman dalam struktur keuangan perusahaan, dapat

mengoptimalkan nilai perusahaan dengan menciptakan insentif bagi manajer

untuk mengoptimalkan keuntungan. Namun, hasil penelitian juga

menunjukkan adanya ketidakkonsistenan, di mana beberapa studi

menemukan leverage memberikan dampak negatif pada nilai perusahaan

(Nadhilah et al., 2022). Oleh karena itu, pemahaman mengenai dampak

penggunaan utang terhadap nilai dan resiko investasi perusahaan sangatlah

krusial.

Liquidity menunjukkan seberapa mudah sebuah perusahaan dapat

memenuhi kewajiban keuangannya dalam waktu singkat. Liquidity

memberikan efek yang kompleks mengenai nilai perusahaan. Studi-studi

sebelumnya konsisten menunjukkan bahwa liquidity, yang diukur melalui

rasio lancar, mampu mengoptimalkan persepsi investor terhadap nilai

intrinsik perusahaan. Dengan demikian, perusahaan yang memiliki liquidity

tinggi biasanya dinilai lebih berharga oleh pasar (Fadillah et al., 2023).

Namun, hasil lain menunjukkan bahwa Liquidity yang terlalu tinggi dapat

berakibat negatif, karena dana yang tidak terpakai dapat dianggap sebagai

sinyal buruk dan mengurangi profitabilitas. Oleh karena itu, penting untuk

menemukan keseimbangan dalam manajemen Liquidity untuk

memaksimalkan nilai perusahaan. Namun, ketiga faktor tersebut tidak lepas

dari risiko, terutama di tengah ketidakpastian pasar. Di sinilah peran hedging

menjadi penting.
6

Sebagai strategi mitigasi risiko, hedging menjadi relevan dalam

menjaga stabilitas keuangan dan nilai perusahaan di tengah ketidakpastian

pasar. Perusahaan sektor makanan dan minuman sering menghadapi risiko

seperti volatilitas nilai tukar dan harga bahan baku. Hedging, melalui

penggunaan instrumen derivatif seperti forward contracts dan options,

membantu mengurangi eksposur risiko tersebut, sehingga arus kas lebih

stabil dan kepercayaan investor meningkat. Penelitian sebelumnya

menunjukkan bahwa hedging dapat memperkuat pengaruh positif free cash

flow, leverage, dan liquidity terhadap nilai perusahaan. Oleh karena itu,

penting untuk mengeksplorasi bagaimana keputusan hedging memoderasi

pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap nilai perusahaan, terutama di

industri yang memiliki tingkat volatilitas tinggi seperti sektor makanan dan

minuman.

Berdasarkan analisis di atas, dapat dikatakan bahwa fluktuasi nilai

perusahaan di industri makanan dan minuman dan temuan penelitian

sebelumnya tidak sejalan, menciptakan peluang untuk menyelidiki lebih

dalam tentang keterkaitan antara free cash flow, leverage, dan liquidity

terhadap nilai perusahaan. Studi ini juga memasukkan hedging sebagai

variabel moderasi untuk melihat bagaimana keputusan ini berperan dalam

mengurangi risiko dan memaksimalkan nilai. Dengan dasar itu penelitian ini

mengangkat judul “Pengaruh free cash flow, leverage, liquidity, terhadap nilai

perusahaan dengan hedging decisions variabel moderasi pada perusahaan

sektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode

2019-2023”

B. Rumusan Masalah
7

Berdasarkan pembahasan latar belakang, permasalahan dalam

penelitian ini dapat dirumusakan sebagai berikut:

1. Apakah free cash flow berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada

perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia?

2. Apakah leverage berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada

perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia?

3. Apakah liquidity berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada

perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia?

4. Apakah hedging decision memoderasi pengaruh leverage terhadap

nilai perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia?

5. Apakah hedging decision memoderasi pengaruh free cash flow

terhadap nilai perusahaan sektor makanan dan minuman yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

6. Apakah hedging decision memoderasi pengaruh liquidity terhadap

nilai perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia?

C. Hipotesis

1. Free cash flow berpengaruh terhadap nilai perusahaan

Keberadaan free cash flow yang substansial memberikan perusahaan

fleksibilitas untuk mengambil berbagai tindakan strategis. Misalnya,


8

perusahaan dapat mengalokasikan anggaran keuntungannya kepada investor

dengan dividen, yang berkontribusi pada kenaikan nilai perusahaan dan

kesejahteraan pemegang saham. Selain itu, free cash flow dapat dialokasikan

untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan dengan cara melunasi utang

atau menambah cadangan kas. Bahkan, perusahaan dapat memanfaatkannya

untuk melakukan akuisisi atau investasi baru yang berpotensi meningkatkan

pertumbuhan dan profitabilitas (Arieska dan Gunawan, 2011).

Studi yang telah dilaksanakan oleh Dewi et al., (2019) arus kas yang

tinggi adalah tanda bahwa perusahaan berjalan dengan baik dan

menguntungkan. Ini menunjukkan sinyal yang baik kepada investor,

mengindikasikan prospek perusahaan yang menjanjikan. Sedangkan Triana

et al., (2012), menemukan penelitian mengindikasikan bahwa kenaikan free

cash flow tidak selalu membuat nilai perusahaan menjadi lebih tinggi. Dalam

penelitian Baroroh et al., (2024) hasil menunjukkan bahwa free cash flow

tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Meskipun secara

teori free cash flow diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap

peningkatan nilai perusahaan, temuan empiris justru menunjukkan hasil

yang negatif.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Delima dan Linawati, (2023)

menemukan bahwa free cash flow memiliki pengaruh positif terhadap nilai

perusahaan, meskipun hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh ini tidak

signifikan secara statistik. Namun secara teoritis, free cash flow dapat

dianggap sebagai indikator penting bagi investor dalam menilai potensi

pertumbuhan dan kinerja perusahaan.

H1 : Diduga terdapat pengaruh positif free cash flow terhadap nilai

perusahaan.
9

2. Leverage berpengaruh terhadap nilai perusahaan

Leverage merupakan salah satu indikator keuangan yang

mencerminkan proporsi pendanaan perusahaan dari utang dibandingkan

dengan modal sendiri (Nurhasanah, 2012). Dalam praktiknya, leverage sering

digunakan sebagai strategi untuk memperkuat nilai perusahaan melalui

pendanaan eksternal. Namun, pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan

masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti, karena hasil yang ditemukan

sering kali berbeda.

Beberapa teori keuangan, seperti Trade-off Theory, menjelaskan

bahwa leverage dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui manfaat pajak

(tax shield) yang bersumber dari pinjaman. Namun, risiko leverage yang

tinggi juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan potensi

kebangkrutan. Di sisi lain, Pecking Order Theory mengungkapkan bahwa

perusahaan tertarik menggunakan pendanaan internal terlebih dahulu

sebelum beralih ke utang. Jika perusahaan terlalu bergantung pada utang, hal

ini justru dapat meningkatkan persepsi risiko di mata investor, yang berujung

pada efek negatif terhadap nilai perusahaan.

Penelitian Nugraha, (2020), adanya korelasi positif antara keterkaitan

leverage dan nilai perusahaan. Dalam studi tersebut, peningkatan leverage

dianggap beriringan dengan peningkatan nilai aset perusahaan, karena utang

digunakan untuk mendanai proyek-proyek yang menguntungkan. Sebaliknya,

Oktaviarni, (2019) menegaskan bahwa leverage tidak mempengaruhi nilai

perusahaan secara signifikan. Dalam konteks ini, perubahan tingkat leverage

tidak serta-merta mengakibatkan perubahan pada nilai perusahaan, sehingga


10

faktor lain seperti kinerja operasional atau kondisi pasar

dianggap lebih dominan.

Penelitian Jihadi et al., (2021) menunjukkan bahwa struktur utang

yang optimal cenderung menghasilkan nilai pasar yang lebih baik, karena

perusahaan dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan secara lebih efektif.

Penelitian Al-Slehat, (2019) mengindikasikan bahwa investor cenderung

melihat perusahaan dengan tingkat leverage tinggi sebagai entitas yang lebih

berisiko, sehingga menurunkan kepercayaan mereka dan mengakibatkan

penurunan nilai pasar perusahaan. Sebagai akibatnya, perusahaan sebaiknya

mempertimbangkan dengan cermat proporsi utang dalam struktur modal

mereka untuk menjaga nilai perusahaan tetap optimal.

H2 : Diduga terdapat pengaruh negatif leverage terhadap nilai

perusahaan

3. Liquidity berpengaruh terhadap nilai perusahaan

Liquidity kemampuan bisnis untuk membayar utang jangka pendek yang

diperlukan tepat waktu. Liquidity yang besar menandakan kesanggupan

perusahaan untuk memenuhi kewajiban pada saat jatuh tempo, sehingga

dapat meningkatkan kepercayaan investor (Pujaningrum dan Andayani,

2017). Dalam konteks nilai perusahaan, liquidity sering dianggap sebagai

indikator penting yang memengaruhi persepsi pasar terhadap kinerja dan

stabilitas finansial perusahaan. Namun, implikasi liquidity terhadap nilai

perusahaan masih menjadi perdebatan, karena hasil penelitian yang ada

menunjukkan temuan yang berbeda.

Studi yang dilakasanakan oleh Oktaviarni (2019), mengungkapkan

bahwa liquidity memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hasil

analisis data mengindikasikan bahwa peningkatan liquidity berkontribusi


11

signifikan terhadap kenaikan harga saham perusahaan. Liquidity yang sehat

memberikan indikasi kapada investor mengungkapkan bahwa perusahaan

memiliki pengelolaan keuangan yang baik, yang berujung pada peningkatan

kepercayaan dan daya tarik perusahaan di mata investor. Dengan demikian,

investor biasanya memberikan apresiasi tinggi pada perusahaan yang

memiiki tingkat liquidity ideal.

Namun penelitian Sari (2020) menunjukkan bahwa liquidity tidak

mempengaruhi nilai perusahaan secara signifikan. Penelitian ini

menunjukkan bahwa perubahan tingkat likuiditas tidak selalu berdampak

pada nilai perusahaan karena faktor lain seperti profitabilitas, pertumbuhan

pendapatan, dan kondisi pasar semuanya mempengaruhi nilai perusahaan.

Hal ini mengindikasikan bahwa liquidity saja mungkin tidak cukup untuk

memberikan dampak besar terhadap nilai perusahaan, terutama jika

perusahaan tidak menunjukkan kinerja operasional yang memadai.

Penelitian Batten dan Vo, (2019) menemukan bahwa liquidity

memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan di pasar berkembang,

khususnya di Vietnam. Di pasar yang kurang berkembang seperti Vietnam,

investor cenderung lebih memilih untuk melakukan investasi jangka panjang

dan tidak sering melakukan perdagangan. Akibatnya, likuiditas yang rendah

dapat menciptakan kondisi di mana perusahaan memiliki nilai yang lebih

tinggi.

H3 : Diduga terdapat pengaruh positif liquidity terhadap nilai

perusahaan

4. Hedging decision memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai

perusahaan
12

Hipotesis ini mengacu pada teori Shareholder Value Maximization yang

mengungkapkan bahwa perusahaan menggunakan hedging untuk

Meningkatkan kesejahteraan pemegang saham (Rusadi et al., 2023). Hedging

membantu memoderasi leverage dengan cara mengurangi risiko yang terkait

dengan utang. Dengan menggunakan kontrak forward untuk mengunci nilai

tukar dolar AS ke rupiah, perusahaan dapat mengurangi risiko ini dan

memastikan bahwa mereka dapat memenuhi pembayaran utangnya tanpa

menghadapi lonjakan biaya karena perubahan nilai tukar (Rizvi et al., 2023).

Menurut Zulfiana (2014), menunjukkan bahwa perusahaan yang

memiliki utang tinggi lebih mudah terpapar resiko sehingga cenderung

melakukan hedging untuk mitigasi risiko. Sejalan dengan temuan

sebelumnya, Paranita (2011), juga menemukan bukti empiris yang kuat

bahwa semakin meningkat utang suatu perusahaan, semakin besar beban

finansial yang dihadapi perusahaan, semakin tinggi kemungkinan

perusahaan mengadopsi kebujakan hedging.

Hasil penelitian Hang et al., ( 2021) aktivitas hedging yang dilakukan

perusahaan dapat meningkatkan kapasitas utang lebih besar. Dengan kata

lain, perusahaan yang aktif melakukan hedging memiliki kemampuan untuk

mengambil lebih banyak utang tanpa meningkatkan risiko kebangkrutan

secara signifikan. Hal ini mengarah pada potensi peningkatan nilai

perusahaan.

Hasil penelitian Gilje dan Taillard, (2017) menunjukkan bahwa

perusahaan yang terpengaruh oleh peningkatan risiko basis cenderung

mengurangi investasi, mengalami penurunan nilai perusahaan, menjual aset,

dan mengurangi utang. Perusahaan dengan tingkat utang yang tinggi lebih

rentan terhadap risiko finansial, sehingga dampak dari kehilangan efektivitas


13

hedging lebih besar bagi mereka. Dengan demikian, hedging berfungsi

sebagai alat untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kesulitan keuangan

dan risiko underinvestment, yang merupakan saluran utama melalui mana

hedging memengaruhi nilai perusahaan.

H4: Diduga hedging decision memoderasi pengaruh positif leverage

terhadap nilai Perusahaan

5. Hedging decision memoderasi pengaruh free cash flow terhadap

nilai perusahaan

Hipotesis bahwa hedging memoderasi pengaruh free cash flow

terhadap nilai perusahaan didasarkan pada pemahaman bahwa strategi

hedging dapat mengurangi risiko yang dihadapi perusahaan, sehingga

memungkinkan free cash flow untuk lebih efektif meningkatkan nilai

perusahaan. Penelitian oleh Aretz (2007) menunjukkan bahwa keputusan

hedging dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengurangi volatilitas

arus kas, yang membantu perusahaan menghindari masalah keuangan dan

underinvestment. Selain itu, penelitian oleh Suriawinata (2004) menemukan

bahwa perusahaan yang menerapkan hedging cenderung memiliki nilai yang

lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang tidak melakukan hedging.

Namun, ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa hedging tidak

selalu memoderasi pengaruh free cash flow terhadap nilai perusahaan.

Penelitian oleh Ahmed et al. (2014) menyatakan bahwa hedging tidak

memiliki dampak signifikan terhadap nilai perusahaan, terutama di kondisi

pasar yang tidak stabil. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun hedging

dapat mengurangi risiko, efeknya pada nilai perusahaan dapat bervariasi

tergantung pada konteks dan kondisi spesifik perusahaan.


14

H5: Diduga hedging decision memoderasi pengaruh positif free cash

flow terhadap nilai perusahaan

6. Hedging decision memoderasi pengaruh liquidity terhadap nilai

perusahaan

Liquidity merupakan ukuran kemampuan perusahaan untuk

memenuhi kewajiban jangka pendeknya, dan merupakan indikator penting

bagi kesehatan finansial suatu perusahaan. Dalam konteks perusahaan yang

terlibat dalam transaksi internasional, fluktuasi nilai tukar dapat

menyebabkan ketidakpastian yang signifikan terhadap arus kas dan, oleh

karena itu, mempengaruhi liquidity. Hedging berfungsi sebagai strategi untuk

mengelola risiko tersebut dengan melindungi perusahaan dari fluktuasi

harga yang dapat berdampak negatif pada liquidity.

Dengan menerapkan hedging, Perusahaan dapat menjaga stabilitas

arus kasnya, memastikan bahwa mereka memiliki cukup dana untuk

memenuhi kewajiban jangka pendek, bahkan dalam situasi pasar yang tidak

stabil. Oleh karena itu, hedging dapat berperan penting dalam meningkatkan

liquidity, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada peningkatan nilai

perusahaan. Hedging memoderasi pengaruh liquidity terhadap nilai

perusahaan didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa pengelolaan

risiko yang efektif dapat meningkatkan kepercayaan investor dan, pada

akhirnya, nilai perusahaan.

Penelitian oleh Du et al. (2016) menemukan bahwa liquidity yang

tinggi berhubungan positif dengan nilai perusahaan, dan hedging dapat

memperkuat hubungan ini dengan mengurangi volatilitas arus kas. Dengan


15

demikian, perusahaan yang melakukan hedging cenderung memiliki

likuiditas yang lebih baik, yang membantu mereka menghindari risiko

finansial dan meningkatkan citra mereka di mata investor. Selain itu,

penelitian oleh Mikkelson dan Partch (2003) mengkonfirmasi bahwa liquidity

memiliki dampak signifikan terhadap nilai perusahaan, dan ketika hedging

diterapkan, efek positif ini dapat diperkuat. Dengan demikian, hipotesis ini

menunjukkan bahwa hedging bukan hanya melindungi arus kas, tetapi juga

berperan penting dalam memastikan bahwa liquidity dapat berkontribusi

secara maksimal terhadap peningkatan nilai perusahaan.

H6: Diduga hedging decision memoderasi pengaruh positif liquidity

terhadap nilai Perusahaan

D. Definisi Operasional dan Ruang Lingkup Penelitian

Penjelasan operasional merupakan langkah penting dalam penelitian

untuk memastikan bahwa semua variabel diukur dengan cara yang konsisten

dan kongret. Pada penelitian ini, telah menetapkan definisi operasional untuk

variabel-variabel berikut:

1. Variabel Independen

Variabel independen (X) dalam penelitian ini adalah variabel yang

mempengaruhi variabel dependen secara kausal. Variabel independen ini

adalah:

a. Free Cash Flow (X1)

Free cash flow merupakan sisa dana yang siap untuk dibagi-bagikan

kepada para investor dan pihak yang meminjamkan dana setelah semua

kebutuhan untuk operasional dan pengembangan perusahaan terpenuhi.

Dalam penelitian ini, Free cash flow diperhitungkan dengan rumus: arus kas
16

dari operasi dikurangi nilai investasi bersih dikurangi perubahan modal kerja

bersih. Indikator ini dipilih karena menunjukkan kemampuan perusahaan

dalam menghasilkan kas yang dapat didistribusikan.

b. Leverage (X2)

Leverage merujuk pada rasio keuangan yang menilai sejauh mana aset

perusahaan yang dibiayai melalui utang. Leverage diukur bedasarkan

perhitungan jumlah utang perusahaan dan modal saham (total shareholders'

equity). Peneliti memilih indikator ini karena menunjukkan seberapa banyak

perusahaan berutang dibandingkan dengan modal sendiri.

c. Liquidity (X3)

Liquidity menentukan kemampuan suatu perusahaan untuk melunasi

kewajiban jangka pendeknya dengan cepat. Dalam penelitian ini, leverage

dihitung dengan Current Ratio (CR), yaitu rasio kewajiban lancar

dibandingkan dengan aset lancarnya. Peneliti memilih indikator ini karena

mengukur seberapa mampu suatu perusahaan untuk melunasi

kewajiban lancarnya.

2. Variabel Dependen

Variabel terikat (Y) didefinisikan sebagai variabel yang nilai atau

kondisinya bergantung pada variabel independen. Variabel ini menjadi fokus

utama dalam penelitian karena menjadi objek yang ingin dijelaskan atau

diukur pengaruhnya.

Nilai perusahaan seringkali dinilai dari harga sahamnya. Dalam studi

ini, peneliti memanfaatkan rasio PBV untuk menilai performa perusahaan,

yaitu rasio yang mengukur perbedaan harga pasar saham perusahaan


17

dengan nilai buku ekuitasnya. Peneliti menggunakan indikator tersebut untuk

menilai apakah harga saham perusahaan undervalued (dibawah nilai wajar)

atau overvalued (diatas nilai wajar) dibandingkan nilai bukunya.

3. Variabel Moderasi

Variabel moderasi (Z), yang dalam studi ini diwakilkan oleh hedging

decision, memiliki peran dalam memoderasi tingkat dan pola keterkaitan

antara variabel bebas dan variabel terikat.

Hedging merupakan proses evaluasi efektivitas strategi yang

diterapkan oleh perusahaan untuk melindungi nilai aset atau pendapatan

dari fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Dalam penelitian ini membagi nilai

instrumen derivative (selisih kurs) dengan total aset, perusahaan dapat

mengidentifikasi seberapa efektif strategi hedging yang diambil dalam

melindungi nilai keseluruhan aset mereka.

Jika hasil pengukuran menunjukkan nilai yang tinggi, ini dapat

diartikan bahwa perusahaan memiliki strategi hedging yang cukup kuat.

Sebaliknya, nilai yang rendah mungkin menunjukkan bahwa perusahaan

kurang melindungi asetnya dari risiko mata uang yang bisa berdampak

negatif pada kinerja finansial.

E. Kajian Pustaka/Penelitian Terdahulu

Tabel 1. 2
Penelitian Terdahulu

No. Nama Judul Penelitian Hasil Penelitian


Peneliti
1 Linawaty & Analisis pengaruh Studi ini menunjukkan bahwa
Ekadjaja, leverage terhadap leverage dan nilai perusahaan
18

(2017) nilai perusahaan terkait erat. Free cash flow berfungsi


dengan sebagai variabel moderasi dalam
kepemilikan hubungan tersebut.
manajerial, dan
arus kas bebas
sebagai variabel
pemoderasi.
2 Situmeang Pengaruh struktur Temuan utama studi ini adalah
& modal terhadap adanya hubungan positif antara
Wiagustini, nilai perusahaan struktur modal dan hedging, serta
(2018) dengan kebijakan hedging meningkatkan nilai
hedging sebagai perusahaan. Namun, terdapat
mediasi pada temuan kontra-intuitif di mana
perusahaan struktur modal secara langsung
BUMN go publik memiliki dampak negatif terhadap
nilai perusahaan.

3 Hasdiana, The impact of free Studi ini menyimpulkan bahwa


(2018) cash flow on firm free cash flow bukanlah faktor
value penentu utama dalam menciptakan
nilai perusahaan. Implikasinya
adalah perusahaan tidak perlu
selalu mengejar peningkatan free
cash flow sebagai satu-satunya cara
untuk meningkatkan nilainya.
4 Dewi et al., Free Cash Flow Studi ini menemukan bahwa free
(2019) Effect towards cash flow memiliki korelasi positif
Firm Value dengan nilai perusahaan dan
kebijakan dividen, namun
berkorelasi negatif dengan
investment opportunity set.
5 Puspitasari Analysis the effect Hasilnya mengindikasikan bahwa
et al., of growth bahwa liquidity hubungan negatif
(2019). opportunity, yang signifikan dengan hedging
liquidity, leverage, decision sementara leverage dan
and volatolity of volatilitas arus kas memiliki korelasi
cash flows to positif yang signifikan dengan
hedging decision. hedging decision.
6 Siswanto et Effect of Leverage Studi ini mengindikasikan bahwa
al., (2021) and Firm Size on hedging tidak dapat mengontrol
Company Value korelasi antara leverage dan
With Exchange nilai perusahaan.
Rate and Hedging
Decision As
Moderation
19

Variable (Case
Study on Non-
Financial
Companies Listed
on Indonesia Stock
Exchange Period
2017-2018)
7 Rejeki & Pengaruh Hasil penelitian mengindikasikan
Haryono, leverage dan bahwa free cash flow dan biaya
(2021) ukuran agensi yang dipengaruhi oleh
perusahaan perputaran aset memburuk secara
terhadap nilai negatif. Sebaliknya, free cash flow
perusahaan di berdampak positif pada nilai
Indonesia. perusahaan. Biaya agensi yang
tinggi, yang diukur melalui
penurunan turnover aset, juga
berdampak negatif pada nilai
perusahaan. Namun, efek free cash
flow terhadap nilai perusahaan lebih
besar dari pada efek
mekanisme biaya agensi.
8 Jihadi et al., The Effect of Studi ini mengindikasikan bahwa
( 2021) Liquidity, rasio liquidity, memiliki hubungan
Leverage, and yang signifikan terhadap
Profitability on nilai perusahaan.
Firm Value:
Empirical
Evidence from
Indonesia
9 Yudha et The effect of Hasil penelitian mengindikasikan
al., (2023) foreign debt, bahwa utang luar negeri dan ukuran
liquidity, firm size, perusahaan memiliki korelasi
and exchange rate signifikan terhadap hedging
on hedging decision perusahaan BUMN di
decision Indonesia. Sebaliknya, likuiditas dan
nilai tukar tidak menunjukkan
hubungan yang signifikan dengan
hedging decision tersebut.
10 Yossy Aria The Impact of Hasilnya menunjukkan bahwa
Primayudh Managerial faktor liquidity mempengaruhi
a et al., Ownership and keputusan lindung nilai secara
(2023) Financial signifikan. Variabel lain, leverage
Performance on dan profitabilitas, tidak
Hedging Decisions. mempengaruhi keputusan hedging
karena tidak signifikan.
20

F. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1. Tujuan

Berdasarkan pertanyaan penelitian yang telah disampaikan dalam

perumusan masalah, maka sasaran dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

a. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh free cash flow terhadap nilai

perusahaan pada Perusahaan sektor makanan dan minuman yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

b. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh leverage terhadap nilai

perusahaan pada Perusahaan sektor makanan dan minuman yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

c. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh liquidity terhadap nilai

perusahaan pada Perusahaan sektor makanan dan minuman yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

d. Untuk mengetahui hedging decision memoderasi pengaruh leverage

terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor makanan dan

minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

e. Untuk mengetahui hedging decision memoderasi pengaruh free cash

flow terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor makanan dan

minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.


21

f. Untuk mengetahui hedging decision memoderasi pengaruh liquidity

terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor makanan dan

minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2. Kegunaan

Kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut, berdasarkan

pertanyaan penelitian yang disebutkan dalam rumusan masalah:

a. Manfaat Teorities

Penelitian ini dapat membantu mengembangkan teori keuangan,

khususnya tentang hal-hal yang mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian

ini dapat menambah literatur yang ada dengan memeriksa pengaruh variabel

keuangan seperti free cash flow, leverage, dan liquidity, serta peran moderasi

dari hedging decision.

b. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini dapat membantu manajemen perusahaan

membuat keputusan investasi yang lebih baik. Dengan memahami bagaimana

faktor keuangan memengaruhi nilai bisnis, manajemen dapat

mengalokasikan sumber daya dengan tepat.

Anda mungkin juga menyukai