SOP RHINITIS AKUT
No. Dokumen : UKP-Int/Sop-127/I/KR/2020
No. Revisi : 00
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2
Puskesmas drg. Rony Sim
Kuin Raya NIP. 197409102005011005
1. Pengertian Rinitis akut adalah peradangan pada mukosa hidung yang
berlangsung akut (<12 minggu).
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam
2. Tujuan
mendiagnosis penyakit rhinitis akut di Puskesmas Kuin Raya
3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Kuin Raya Nomor
UKP-INT/SK/023/I/2020 tentang Pelayanan Klinis.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
4. Referensi HK.02.02/MENKES/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis
Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama.
5. Prosedur/ 1. Dokter melakukan anamnesa dengan menanyakan keluhan
Langkah- pasien
a. Keluar ingus dari hidung (rinorea)
langkah
b. Hidung tersumbat
c. Dapat disertai rasa panas atau gatal pada hidung
d. Bersin-bersin
e. Dapat disertai batuk
2. Dokter nelakukan pemeriksaan fisik terjadi peningkatan
suhu serta pemeriksaan rinoskopi
3. Dokter melakukan pemeriksaan penunjang jika diperlukan
4. Dokter menegakkan diagnosis pasien
5. Dokter melakukan penatalaksanaan terdiri dari pemeriksaan
nonmedikamentosa dan medikamentosa
Nonmedikamentosa
a. Istirahat yang cukup
b. Menjaga asupan yang bergizi dan sehat
Medikamentosa
a. Simtomatik: analgetik dan antipiretik
(Paracetamol), dekongestan topikal, dekongestan
oral (Pseudoefedrin, Fenilpropanolamin, Fenilefrin).
b. Antibiotik: bila terdapat komplikasi seperti infeksi
sekunder bakteri, Amoksisilin, Eritromisin, Sefadroksil.
c. Untuk rinitis difteri: Penisilin sistemik dan anti-toksin
difteri.
6. Dokter memberikan edukasi kepada pasien atau
keluarganya tentang
a. Menjaga tubuh selalu dalam keadaan sehat.
b. Lebih sering mencuci tangan, terutama sebelum
menyentuh wajah.
c. Memperkecil kontak dengan orang-orang yang telah
terinfeksi.
d. Menutup mulut ketika batuk dan bersin.
e. Mengikuti program imunisasi lengkap, sepertivaksinasi
influenza, vaksinasi MMR untuk mencegah terjadinya
rinitis eksantematosa.
f. Menghindari pajanan alergen bila terdapat faktor alergi
sebagai pemicu.
g. Melakukan bilas hidung secara rutin.
7. Dokter melakukan rujukan jika diperlukan dan sesuai dengan
kriteria rujukan pasien yaitu
Pemeriksaan
Anamnesis
fisik
Pemeriksaan
penunjang
Ya Tidak
laboratorium
6. Diagram Diagnosis
Alir
Penatalaksanaan
dirujuk
Ya Tidak
Fasilitas Pulang
kesehatan
tingkat lanjut
7. Unit Terkait Ruangan pemeriksaan umum
Rekaman Historis Perubahan
No Tanggal mulai
Yang Diubah Isi Perubahan
. diberlakukan
1
2
2/2