Strategi Pengembangan Koperasi Madu BMC
Strategi Pengembangan Koperasi Madu BMC
*Email: dewansnirwana@[Link]
Abstrak
Sejak berdiri pada tahun 2019, Pusat Koperasi Madu Hutan belum mengalami perkembangan
yang signifikan. Beberapa kendala yang dialami terdapat pada modal, pemasaran, sumber
daya manusia dan persaingan yang semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
strategi pengembangan usaha yang dapat digunakan Pusat Koperasi Madu Hutan untuk
menyusun suatu model bisnis yang baru sebagai bentuk pengembangan usaha. Penelitian ini
menggunakan metode analisis deskriptif dengan Business Model Canvas yang dilengkapi
Analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis faktor EFAS dan IFAS SWOT hasil penelitian
menunjukkan strategi PKMH Kapuas Hulu pada kuadran I yakni kondisi secara internal
memiliki kekuatan dan memiliki kesempatan yang dapat dimanfaatkan, maka strategi yang
direkomendasikan ialah Growth Oriented Strategy. Penelitian ini merekomendasikan dan
menyusun 11 (sebelas) strategi untuk mengembangkan Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas
Hulu. Selanjutnya 11 (sebelas) strategi tersebut disusun dalam desain Business Model Canvas
sebagai strategi alternatif terpilih yang pada akhirnya semoga dapat digunakan untuk
pengembangan bisnis madu hutan Kapuas Hulu di masa depan.
Kata kunci— Business Model Canvas; SWOT; Strategi Pengembangan Bisnis; Madu Hutan
PENDAHULUAN
Sejak diumumkan pada Bulan Maret 2020 kasus pandemi covid-19 telah masuk
ke Indonesia, perhatian masyarakat atas kesehatan khususnya pada imunitas pun
meningkat. Berbagai vitamin baik yang dibuat dari kimia hingga herbal pun mulai
bermuculan di pasar obat-obatan di Indonesia. Obat-obatan herbal pun menjadi
primadona, karena dianggap ampuh dan aman dalam meningkatkan imunitas tubuh
dalam menghadapi virus covid-19. Madu merupakan satu diantara primadona obat-
obatan herbal yang sedang naik daun. Mengonsumsi madu yang kaya akan kandungan
antioksidan yang bermanfaat bagi kinerja sistem pencernaan tubuh karena dipercaya
mengandung nutraceuticals yang mampu melawan radikal bebas dalam tubuh. Selain
itu madu bisa diminum secara langsung dan bisa pula dijadikan bahan olahan
minuman herbal.
Madu Indonesia terdiri dari dua jenis yaitu madu hutan dan madu ternak.
Dalam teknik budidaya lebah madu hutan dilakukan dengan pembuatan sarang di
hutan. Pembuatan sarang lebah madu hutan selama ini dilakukan dengan berbagai
cara dengan tujuan menghasilkan jumlah lebah madu yang lebih banyak. Metode
petani lebah di Indonesia pada umumnya terdapat dua cara untuk budidaya madu
hutan yaitu cara tradisional yang menggunakan tikung (sarang buatan), lalau (lebah
bersarang di kayu besar), dan repak (lebah yang bersarang di sembarang tempat) dan
cara modern dengan menggunakan stup dari kayu yang berisi bingkai sisiran atau
kotak kayu (Sofia, 2017).
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis model bisnis PKMH Kapuas
Hulu dengan menggunakan pendekatan BMC berdasarkan kondisi koperasi saat ini,
(2) menganalisis apa saja elemen BMC PKMH Kapuas Hulu yang perlu diperbaiki
KAJIAN LITERATUR
Strategi Bisnis
Strategi adalah media yang digunakan untuk mencapai tujuan akhir (sasaran).
Strategi adalah rencana yang disatukan, strategi mengikat semua bagian perusahaan
menjadi satu. Strategi itu menyeluruh, strategi meliputi semua aspek penting
perusahaan. Analisis SWOT merupakan identifikasi berbagai faktor secara sistematis
dalam upaya merumuskan strategi perusahaan (Rangkuti, 2018). Menurut George
Steiner dalam buku Rachmat (2014:2) strategi merupakan rencana jangka panjang
yang terdiri dari beberapa aktivitas penting yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
Strategi didefinisikan juga sebagai suatu cara dan alat yang digunakan untuk
mencapai sasaran atau tujuan akhir. Dalam memformulasikan strategi, diawali
dengan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
lingkungan bisnis sehingga dapat mencerminkan strategi yang diformulasikan sesuai
dengan situasi saat ini (Shafieyan & Homayounfar, 2017).
Adapun beberapa penelitian yang menjelaskan Business Model Canvas (BMC)
dapat menjadi alat sederhana dalam menghasilkan alternatif strategi perusahaan.
disampaikan oleh (Tjitradi, 2015) yang dalam penelitiannya menyatakan bahwa BMC
adalah sebuah model bisnis yang dapat dijadikan bahan evaluasi dan perancangan
sebuah model bisnis baru yang lebih baik dan modern bagi usaha yang sedang
dijalankan dimasa depan. Pemikiran yang sama juga disampaikan oleh (Boedianto
dan Harjati, 2015) menyatakan BMC dapat digunakan sebagai pendekatan untuk
menciptakan strategi pengembangan bisnis. Selain itu (Putri, 2015) menyatakan
penggunaan pendekatan BMC dapat memberikan peluang usaha yang lebih besar
untuk pengembangan usaha dengan analisis SWOT pengusaha dapat mengetahui
ancaman yang dihadapi.
Analisis SWOT
Analisis SWOT dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal
dan eksternal dari bisnis ini. Dengan demikian dapat diidentifikasi dan diukur
Tabel 2
Matrik SWOT
IFAS Kekuatan (S) Kelemahan (W)
EFAS
Kesempatan (O) STRATEGI – SO STRATEGI - WO
Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan untuk meminimalkan kelemahan untuk
memanfaatkan peluang memanfaatkan peluang
(Rangkuti, 2018)
Analisis SWOT adalah suatu cara untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara
sistematis dalam rangka merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan
pada logika dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities),
namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknessses) dan
ancaman (threats). Analisis SWOT telah menjadi salah satu alat yang berguna dalam
dunia bisnis. Metode ini merupakan sebuah analisis yang cukup baik, efektif dan
efisien serta sebagai alat yang cepat dan tepat dalam menemukan dan mengenali
kemungkinan-kemungkinan yang berkaitan dengan inovasi baru dalam dunia bisnis.
Jika digunakan dengan baik dan benar maka analisis ini akan dapat membantu untuk
melihat sisi-sisi yang terabaikan atau tidak terlihat dari seorang pebisnis dan
organisasi, sehingga dalam pelaksanaan meraih visi dan misi program bisnis yang
direncanakan tentunya akan dapat berjalan lebih baik dan dengan hasil yang lebih
optimal.
Business Model Canvas (BMC)
Business Model Canvas (BMC) menjadi alat yang menjanjikan untuk mendukung
upaya memodifikasi atau menciptakan model bisnis baru dengan kecepatan yang
lebih tepat. Terdapat 9 (sembilan) elemen blok bangunan dasar yang terdiri dari
customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue
streams, key resources, key activities, key partnerships, dan cost structure dalam
Gambar 1
Business Model Canvas
Konsep Business Model Canvas (BMC) sangat kompleks dan secara jelas
menggambarkan tidak hanya berfokus pada ekonomi dan proses bisnis melainkan
juga cara menciptakan nilai (Stefan & Richard: 2014). Melalui Business Model Canvas
(BMC), pelaku usaha dapat menyusun sedemikian rupa model bisnis dengan mudah
untuk kemudian menciptakan alternatif strategi bisnis yang baru dalam upaya
peningkatan daya saing khususnya pada sector bisnis. Adapun penelitian yang
menyinggung beberapa hal yang dibahas dalam penelitian ini adalah penelitian
Kamila (2017) yang berjudul Analisis Pengembangan Bisnis Madu pada CV AthThoifah
dengan pendekatan Business Model Canvas menghasilkan strategi bisnis baru yaitu
dengan mengembangkan bisnis di kota-kota besar di luar Jabodetabek, menambah
distributor dan agen secaralebih intens dan menjalin kemitraan khusus.
Penelitian sebelumnya mengenai pengembangan usaha melalui BMC juga
pernah dilakukan oleh (Rahmatang., dkk 2019) menggunakan metode penelitian
analisis kualitatif yang terdiri dari analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil dari
penelitian tersebut menjelaskan bahwa UMKM Toko Pelawan telah memenuhi
kesembilan elemen dari BMC. Namun, model bisnis di UMKM Toko Pelawan masih
memiliki kelemahan, sehingga menciptakan strategi yang dihasilkan dari perbaikan
BMC seperti menambah agen, perlu menambah jenis lebah madu dan menambah
rumah sarang lebah madu, membuat gerai yang lebih menarik dan nyaman, membuat
kartu member, penambahan modal usaha, perlu memodifikasi bentuk dan ukuran
kemasan yang bervariasi, melakukan pelatihan bagi anggota atau karyawan, serta
perlu adanya kerja sama tertulis yang sah secara hukum.
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan cara
mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman koperasi Sentra Madu
Hutan Kapuas Hulu. Selanjutnya dilakukan pembobotan faktor internal dan faktor
eksternal. Data diolah menggunakan matriks Internal factor Evaluation (IFE) dan
Matriks external Factor Evaluation (EFE). Setelah diketahui skor disetiap masing –
masing faktor pada matriks IFE dan matriks EFE maka akan diketahui weighted score.
Gambar 2
Kerangka Konseptual Penelitian
Tabel 4
SKALA PEMBOBOTAN SKOR MATRIK IFAS DAN EFAS
SKALA IFAS & EFAS
SKALA 1 : Tidak Baik Strategi Koperasi dalam mengelola faktor internal tidak
baik
SKALA 2 : Kurang Baik Strategi Koperasi dalam mengelola faktor internal kurang
baik
SKALA 4 : Sangat Baik Strategi Koperasi dalam mengelola faktor internal sudah
sangat baik
*Semakin Tinggi skala yang diberikan menunjukkan kemampuan pengurus yang tinggi dalam
mengelola sumber daya internal dan ekternal.
Tabel 5
Analisis Faktor Internal
Pusat Koperasi Madu Hutan (Pkmh) Kapuas Hulu
Weaknesses / Kelemahan
Tampak pada tabel 5 Analisis Faktor Internal Pusat Koperasi Madu Hutan
(PKMH) Kapuas Hulu di atas, faktor utama kelemahan dari PKMH adalah pada faktor
W1 Jaringan akses permodalan, dengan WS 0.042. Pada Faktor ini pengurus PKMH
Kapuas Hulu mengalami kesulitan dalam meyakinkan para pemodal untuk investasi
di PKMH. Bantuan atau suntikan modal dari pemerintah dirasa tidak cukup untuk
mencukupi komitmen PKMH dengan pihak pembeli yang menargetkan jumlah
produksi tiap bulannya. Selain itu, waktu panen dan hasil panen yang tidak dapat di
kuantifikasikan secara pasti menjadi satu diantara penyebab utama dari PKMH
Kapuas Hulu kesulitan dalam mengakses permodalan dari BUMD maupun BUMN
yang mewajibkan untuk membuat cashflow arus kas pendapatan dan pengeluaran
secara bulanan.
Selanjutnya faktor kelemahan dari PKMH adalah faktor W2 dan W4. Faktor W2
Promosi dengan WS 0,094. Pada dasarnya promosi dan pemasaran telah dilakukan,
akan tetapi promosi belum dilakukan secara terstruktur dan tersegmentasi dengan
baik. Selajuntya pada fakto W4 Selain Pengurus inti, anggota koperasi kurang aktif
dengan WS 0.094. Ketidak-aktifan ini disebabkan kurangnya modal dari PKMH
Kapuas Hulu itu sendiri yang mengakibatkan alur proses produksi dan penjualan
tidak tertata dengan baik. Selain itu, jarak sekretariat Koperasi yang di Putussibau
(ibukota kabupaten) dengan para anggota koperasi yang jauh terletak di kecamatan
menjadi faktor penyebab anggota koperasi kurang aktif dalam proses bisnis
pengembangan PKMH Kapuas Hulu.
Tabel 6
Analisis Faktor Eksternal
Pusat Koperasi Madu Hutan (Pkmh) Kapuas Hulu
FAKTOR EKSTERNAL
NARASUMBER JUM
No OPPORTUNITIES BOBOT RATING
Ke- Ke- Ke- Ke- Ke- Ke- LAH Weighted
/PELUANG
1 2 3 4 5 6 Score
O1 Madu sebagai alternatif
Pencegah Pandemi Covid- 3 4 4 4 4 4 23 0,113 3,286 0,372
19
O2 Membangun pasar lokal
3 2 4 3 3 3 18 0,089 2,571 0,228
yang lebih massif
O3 Inovasi produk turunan
2 3 4 2 3 4 18 0,089 2,571 0,228
madu hutan
O4 Konsumen yang besar
secara lokal, nasional dan 3 3 3 3 3 3 18 0,089 2,571 0,228
internasional
O5 Kepercayaan konsumen
terhadap produk herbal 4 3 4 3 3 4 21 0,103 3,000 0,310
madu sangat tinggi
O6 Mesin teknologi terbaru 3 3 3 3 3 4 19 0,094 2,714 0,254
O7 Ketersediaan kurir jasa
3 3 3 3 3 4 19 0,094 2,714 0,254
antar
TOTAL 136 0,67 1,875
NARASUMBER
JUM Weighted
No THREATHS/ANCAMAN Ke- Ke- Ke- Ke- Ke- Ke- BOBOT RATING
LAH Score
1 2 3 4 5 6
T1 Produk bersifat musiman
sehingga ketersediaan 3 3 2 2 3 3 16 0,079 2,667 0,210
produk tidak selalu ada
T2 Bunga pohon pakan lebah
dan koloni semakin
1 1 2 1 2 1 8 0,039 1,333 0,053
berkurang akibat cuaca
tak menentu
T3 Munculnya produk herbal
madu dari luar dengan
2 3 3 3 3 3 17 0,084 2,833 0,237
brand image bagus &
harga murah
T4 Harga mesin & suku
cadang impor teknologi 1 1 1 1 2 3 9 0,044 1,500 0,067
terbaru sangat tinggi
T5 Keinginan Konsumen
2 2 2 1 2 2 11 0,054 1,833 0,099
Mencoba produk lain
T6 Beredar madu kualitas
rendah
1 1 1 1 1 1 6 0,030 1,000 0,030
mengatasnamakan Madu
Kapuas Hulu
TOTAL 67 0,330 0,695
TOTAL (PELUANG - ANCAMAN) 203 1,000 1,179
Gambar 3.
Diagram Kartesius SWOT PKMH Kapuas Hulu
Berdasarkan matrik di atas, tampak bahwa peluang dari PKMH Kapuas Hulu
pada KUADRAN I yakni kondisi PKMH Kapuas Hulu secara internal memiliki kekuatan
dan memiliki kesempatan yang dapat dimanfaatkan, maka PKMH dapat memilih
strategi agresif. Hasil dari perhitungan perumusan diagram kartesius SWOT, diketahui
bahwa titik koordinat terletak pada (2,045; 1,179) yang berarti berada pada kuadran I (dapat
dilihat pada Gambar 2) yang menunjukkan bahwa strategi yang direkomendasikan ialah
“Growth Oriented Strategy” (Rangkuti F, 2018). `
Berdasarkan analisis EFAS dan IFAS PKMH Kapuas Hulu di atas, dapat
dirumuskan alternatif strategi sebagai berikut.
Tabel 7
STARTEGI PENGEMBANGAN BISNIS PKMH KAPUAS HULU
Customer Segments
Segmen konsumen PKMH Kapuas Hulu adalah semua kalangan mulai dari anak-
anak, remaja, hingga dewasa. Pada Blok ini PKMH Kapuas Hulu perlu melakukan
perbaikan yakni dengan mensegmentasi konsumennya dan proyeksi pembelian
berdasarkan loyalitas dan prioritas. PKMH Kapuas Hulu harus mensegmen
konsumennya yang mana konsumen corporate beserta proyeksi kebutuhannya,
konsumen perorangan/lokal yang loyal dan perorangan/lokal konsumen biasa.
Apabila PKMH Kapuas Hulu telah membuat segmentasi tersebut, maka akan
mempermudah menjaga loyalitas pelanggan untuk mengatasi produk bersifat
musiman sehingga ketersediaan produk tidak selalu ada. Pada blok ini dapat
diterapkan strategi ST1 dan ST2.
Value Propositions
Produk yang diproduksi dari PKMH Kapuas Hulu adalah harga terjangkau,
jaminan keaslian dan higienis yang telah tersertifikasi, rendah kadar air, pencegah
Covid-19 dan madu yang dipanen mementingkan aspek kelestarian hutan. Pada Blok
ini sudah menjadi kekuatan PKMH Kapuas Hulu dan perlu dipertahankan standarnya.
Selanjutnya perbaikan yang perlu ditingkatkan adlah melakukan sertifiksi produk ke
lembaga sertifikasi level internasional untuk meningkatkan nilai tambah madu
produksi PKMH Kapuas Hulu. Pada blok ini dapat diterapkan strategi ST7 dan ST10.
Channels
Saluran yang digunakan oleh PKMH Kapuas Hulu terbagi menjadi dua
yaitu dengan sistem offline dan online. Saluran yang telah dijalani selama ini hanya
untuk offline dengan metode yang digunakan adalah word of mouth, sales, penyebaran
brosur. Sedangkan perbaikan yang perlu diperbaiki pada blok ini adalah dengan
mengoptimalkan pemasaran online dengan penggunaan official website dan social
Media untuk menjangkau pelanggannya baik dari lokal, nasional maupun
internasional. Pada blok ini dapat diterapkan strategi ST9.
Customer Relationships
Pola hubungan yang dibangun PKMH Kapuas Hulu adalah direct marketing.
Hubungan ini didasarkan pada interaksi antarmanusia. Pelanggan dapat
berkomunikasi dengan petugas pelayanan pelanggan untuk mendapatkan bantuan
selama proses pembelian hingga selesai. Selanjutnya melalui kontak telepon selular
dan Short Message Service (SMS). Pada blok ini dapat dilakukan perbaikan dengan
membuat kontak online, mengikuti dan membuat stand khusus untuk promosi dan
penjualan melalui event-event Pemkab (Misalnya;Festival Danau Sentarum, Festival;
Budaya Melayu, dll), membuat kartu nama tim marketing, dan pemberian diskon pada
batas pembelian tertentu. Pada blok ini dapat diterapkan strategi ST11.
Key Activities
Aktifitas kunci dalam bisnis PKMH Kapuas Hulu adalah melakukan produksi
pengolahan pengurangan kadar air madu kemudian dilakukan promosi dan
penjualan secara offline. Pada blok ini perlu dilakukan perbaikan dengan menambah
aktifitas anggota kelompok melakukan inovasi pada produk turunan madu misalnya
dengan melakukan produksi propolis, sabun kecantikan, masker kecantikan dan
produk herbal lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Pada blok ini dapat
diterapkan strategi ST2 dan ST11.
Key Resources
Pada aset kunci bisnis PKMH Kapuas Hulu adalah peralatan dan fasilitas pabrik
pengolahan madu. Pada blok ini perlu dilakukan perbaikan yakni pada bidang SDM
yakni penambahan tenaga ahli yang memahami pemasaran secara Online melalui
Website dan periklanan internet. Selain itu pada blok ini juga perlu penambahan
tenaga ahli yang mengetahui tentang manajemen keuangan berstandar akuntansi
yang pada akhirnya dapat dipertanggungjawabkan kepada investor dan anggota
koperasi. Pada Blok ini dapat dilakukan melalui strategi ST3, ST4 dan ST9.
Key Partnerships
Mitra kunci PKMH Kapuas Hulu adalah anggota kelompok tani (periau) yang
tergabung dalam asosiasi subsentra. Pada blok ini perlu dilakukan perbaikan yakni
mencari investor lokal yang mau berinvestasi di PKMH Kapuas Hulu. Selain itu
mencari dana hibah yang berasal dari yayasan atau lembaga nasional/ internasional
pun perlu dilakukan dengan komunikasi yang professional (misalnya proposal yang
sistematis dan terukur, presentasi yang terstruktur dan sempurna) sehingga dapat
meyakinkan investor nasional maupun asing mau berinvenstasi modal di PKMH
Kapuas Hulu. Pada Blok ini dapat dilakukan melalui strategi ST5, ST9 dan ST11.
Cost Structure
Struktur biaya pada PKMH Kapuas Hulu adalah biaya operasional pabrik, biaya
gaji karyawan dan biaya transportasi bahan baku. Pada blok ini perlu dilakukan
perbaikan dengan penambahan biaya iklan dan tenaga ahli marketing. Penambahan
ini juga harus mensyaratkan efektivitas dan efisien serta dampak terhadap PKMH
Kapuas Hulu di kemudian hari. Pada Blok ini dapat dilakukan melalui strategi ST3,
ST4 dan ST9.
Key Partners Key Activities Value Propositions Customer Relationships Customer Segments
-Produksi pengurangan kadar - harga terjangkau -direct marketing / penjualan -Semua kalangan mulai
- 5 Asosiasi subsentra air madu - jaminan keaslian dan higienis langsung dari anak-anak, remaja,
- Pemkab - penjualan offline yang telah tersertifikasi, -kontak telepon selular hingga dewasa
- Pemprov - promosi offline - rendah kadar air,
- pencegah Covid-19 ST11
ST2 & ST11 - madu yang dipanen * Feedback & kontak online ST1 & ST2
* Produksi produk mementingkan aspek * Diskon *Konsumen Corporate
ST5, ST9 & ST11 turunan madu kelestarian hutan *Konsumen Perorangan
* Investor Lokal * Penjualan online Loyal
* Yayasan/Lembaga lain * Promosi online ST7 & ST10 *Konsumen Perorangan
* Bersertifikasi internasional Biasa
Pusat Koperasi Madu Hutan (PKMH) Kapuas Hulu adalah sentra usaha yang
dibentuk Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu yang menaungi 5 subsentra di sekitar
wilaya Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Berdasarkan analisis EFAS dan IFAS
SWOT yang telah dilakukan, terdapat kekuatan utama dari PKMH Kapuas Hulu adalah
(S1) Petani Anggota periau telah terlatih menjaga keaslian dan higenis pada saat
panen madu dengan Weighted Score (WS) 0,555 dan kelemahan utama ada pada
jaringan akses permodalan dengan Weighted Score (WS) 0,042. Selanjutnya peluang
utama dari PKMH Kapuas Hulu adalah pada (O1) Madu sebagai alternatif Pencegah
Pandemi Covid-19 dengan Weighted Score (WS) 0,372 dan Ancaman terbesar ada
pada (T3) Munculnya produk herbal madu dari luar dengan brand image bagus &
harga murah dengan Weighted Score (WS) 0,237.
Berdasarkan analisis SWOT yang telah dilakukan, strategi PKMH Kapuas Hulu
pada KUADRAN I yakni kondisi PKMH Kapuas Hulu secara internal memiliki kekuatan
dan memiliki kesempatan yang dapat dimanfaatkan, maka strategi yang
direkomendasikan ialah “Growth Oriented Strategy”. Berdasarkan hasil analisis dan
strategi yang telah direkomendasikan maka telah disusun 11 (sebelas) strategi untuk
mengembangkan PKMH Kapuas Hulu. Selanjutnya penerapan dari 11 (sebelas)
strategi tersebut disusun kedalam 9 elemen Business Model Canvas. Penelitian
selanjutnya diharapkan dapat membuat penerapan strategi Digital Marketing pada
PKMH Kapuas Hulu.
DAFTAR PUSTAKA
Boedianto, Laurentia Priska dan Harjati, Dhyah. 2015. Strategi Pengembangan Bisnis
Pada Depot Selaris Dengan Pendekatan Business Model Canvas. Jurnal
Universitas Petra. Surabaya.
Hora, M., Hankammer, S., Canetta, L., Sel, S. K., Gomez, S., & Gahrens, S. (2016). A
Framework for the Development of Sustainable Mass Customization Business
Models. Proceedings of the 7th International Conference on Mass Customization
and Personalization in Central Europe (MCP-CE 2016)
Kamila R. 2017. Analisis pengembangan bisnis madu pada CV Ath-Thoifah dengan
pendekatanbusiness model canvas. Jurnal Agribisnis indonesia 5(2): 174–175.
Kementerian Lingkungan Hidup, Website., [Link] diakses
25 Oktober 2021 Pukul 21.00 Wib
Nurrahmi, dkk. 2018. Strategi Pemasaran Madu Hutan di Kota Bengkulu. Jurusan
Peternakan. Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu.
Nwachukwu, C. E., & Chladkova, H. (2017). Human Resource Management Practices
and Employee Satisfaction in Microfinance Banks in Nigeria. Trends Economics
and Management. [Link]
Osterwalder, A., Pigneur, Y. (2012). Business model generation: a handbook for
visionaries, game changers, and challengers. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.