0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan20 halaman

Strategi Pengembangan Koperasi Madu BMC

Penelitian ini menganalisis strategi pengembangan Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas Hulu menggunakan Business Model Canvas (BMC) dan analisis SWOT. Hasil menunjukkan bahwa koperasi menghadapi kendala dalam modal, pemasaran, dan sumber daya manusia, namun memiliki kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan dengan strategi pertumbuhan. Sebanyak sebelas strategi direkomendasikan untuk meningkatkan pengembangan bisnis madu hutan di masa depan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan20 halaman

Strategi Pengembangan Koperasi Madu BMC

Penelitian ini menganalisis strategi pengembangan Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas Hulu menggunakan Business Model Canvas (BMC) dan analisis SWOT. Hasil menunjukkan bahwa koperasi menghadapi kendala dalam modal, pemasaran, dan sumber daya manusia, namun memiliki kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan dengan strategi pertumbuhan. Sebanyak sebelas strategi direkomendasikan untuk meningkatkan pengembangan bisnis madu hutan di masa depan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Strategi Pengembangan Bisnis pada Pusat Koperasi Madu

Hutan Kapuas Hulu Melalui Bisnis Model Canvas (BMC)


M. Purna Dewansyah Saputra 1 Nur Afifah
Prodi Magister Manajemen FEB UNTAN

*Email: dewansnirwana@[Link]

Abstrak

Sejak berdiri pada tahun 2019, Pusat Koperasi Madu Hutan belum mengalami perkembangan
yang signifikan. Beberapa kendala yang dialami terdapat pada modal, pemasaran, sumber
daya manusia dan persaingan yang semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
strategi pengembangan usaha yang dapat digunakan Pusat Koperasi Madu Hutan untuk
menyusun suatu model bisnis yang baru sebagai bentuk pengembangan usaha. Penelitian ini
menggunakan metode analisis deskriptif dengan Business Model Canvas yang dilengkapi
Analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis faktor EFAS dan IFAS SWOT hasil penelitian
menunjukkan strategi PKMH Kapuas Hulu pada kuadran I yakni kondisi secara internal
memiliki kekuatan dan memiliki kesempatan yang dapat dimanfaatkan, maka strategi yang
direkomendasikan ialah Growth Oriented Strategy. Penelitian ini merekomendasikan dan
menyusun 11 (sebelas) strategi untuk mengembangkan Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas
Hulu. Selanjutnya 11 (sebelas) strategi tersebut disusun dalam desain Business Model Canvas
sebagai strategi alternatif terpilih yang pada akhirnya semoga dapat digunakan untuk
pengembangan bisnis madu hutan Kapuas Hulu di masa depan.
Kata kunci— Business Model Canvas; SWOT; Strategi Pengembangan Bisnis; Madu Hutan

PENDAHULUAN
Sejak diumumkan pada Bulan Maret 2020 kasus pandemi covid-19 telah masuk
ke Indonesia, perhatian masyarakat atas kesehatan khususnya pada imunitas pun
meningkat. Berbagai vitamin baik yang dibuat dari kimia hingga herbal pun mulai
bermuculan di pasar obat-obatan di Indonesia. Obat-obatan herbal pun menjadi
primadona, karena dianggap ampuh dan aman dalam meningkatkan imunitas tubuh
dalam menghadapi virus covid-19. Madu merupakan satu diantara primadona obat-
obatan herbal yang sedang naik daun. Mengonsumsi madu yang kaya akan kandungan
antioksidan yang bermanfaat bagi kinerja sistem pencernaan tubuh karena dipercaya
mengandung nutraceuticals yang mampu melawan radikal bebas dalam tubuh. Selain
itu madu bisa diminum secara langsung dan bisa pula dijadikan bahan olahan
minuman herbal.
Madu Indonesia terdiri dari dua jenis yaitu madu hutan dan madu ternak.
Dalam teknik budidaya lebah madu hutan dilakukan dengan pembuatan sarang di
hutan. Pembuatan sarang lebah madu hutan selama ini dilakukan dengan berbagai
cara dengan tujuan menghasilkan jumlah lebah madu yang lebih banyak. Metode
petani lebah di Indonesia pada umumnya terdapat dua cara untuk budidaya madu
hutan yaitu cara tradisional yang menggunakan tikung (sarang buatan), lalau (lebah
bersarang di kayu besar), dan repak (lebah yang bersarang di sembarang tempat) dan
cara modern dengan menggunakan stup dari kayu yang berisi bingkai sisiran atau
kotak kayu (Sofia, 2017).

249 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


Satu diantara kabupaten di Kalimantan Barat yang menjadi penghasil madu
hutan adalah Kabupaten Kapuas Hulu. Madu di kabupaten Kapuas Hulu berasal dari
daerah sekitar Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Kualitas madu berasal dari
TNDS ini telah dikontrol dengan baik karena seluruh proses dilakukan secara higienis
sesuai dengan standar Internal Control System yang sudah disepakati oleh para
anggota kelompok petani madu. Menurut pengurus PKMH Kapuas Hulu ICS adalah
sistem penjaminan mutu terhadap madu hutan yang dilakukan secara internal,
terdokumentasi dengan baik, serta dapat diperiksa oleh pihak lain berdasarkan
standar yang telah ditentukan untuk mendapatkan sumber produk madu hutan yang
berkualitas tinggi3.
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu (Pemkab-KH) menaruh perhatian serius
terhadap isu madu hutan ini. Pembinaan dan penyamaan persepsi yang
diaktualisasikan dalam bentuk kesepahaman bersama yang kemudian ditindaklanjuti
aksi konkrit seperti pembentukan kelembagaan yang efektif dan operasional dengan
melibatkan masyarakat di hulu dan pelaku industri di hilir yang dijembatani oleh
pemerintah daerah pun dilakukan. Satu diantara perhatian serius Pemkab KH yakni
dengan pembetukan Pusat Koperasi Madu Hutan (PKMH) Kapuas Hulu sebagai Sentra
yang menaungi 5 (lima) subsentra petani madu hutan dan kemudian subsentra ini
terdiri dari beberapak kelompok tani yang disebut periau. Sejauh ini sebanyak 39
Periau yang telah terbentuk dan berdomisili di Kab. Kapuas Hulu.
Tabel 1
Sentra Dan Subsentra Petani Madu Hutan Kapuas Hulu
NO NAMA LOKASI KETERANGAN
1 Pusat Koperasi Madu Hutan Putussibau Sentra
Kapuas Hulu (PKMHKH) Sentra
2 Asosiasi Periau Danau Sentarum Semangit 305 KK (15 periau madu
(APDS) hutan)
-Subsentra
3 Asosiasi Periau Muara Belitung Sekulat 125 KK (4 periau madu
(APMB) hutan)
-Subsentra
4 Asosiasi Periau Mitra Penepian Penepian 165 KK (7 periau madu
(APMP) Raya hutan)
-Subsentra
5 Asosiasi Petikung Bunut Singkar Bunut Hilir 234 KK (11 periau madu
(APBS) hutan)
-Subsentra
6 Lembaga Pengelola Hutan Desa Nanga Lauk 185 KK (2 periau madu
Lauk Bersatu hutan)
-Subsentra

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis model bisnis PKMH Kapuas
Hulu dengan menggunakan pendekatan BMC berdasarkan kondisi koperasi saat ini,
(2) menganalisis apa saja elemen BMC PKMH Kapuas Hulu yang perlu diperbaiki

250 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


berdasarkan metode analisis SWOT dan terakhir (3) menganalisis strategi dan
program perbaikan yang dapat dilakukan dari hasil penyempurnaan BMC dalam
pengembangan bisnis PKMH Kapuas Hulu setelah menggunakan metode analisis
SWOT.
Berdasarkan kondisi tersebut di atas maka studi mengenai strategi dalam
bisnis madu di Kapuas Hulu penting untuk dilakukan. Melalui kajian ini diharapkan
dapat sebagai referensi dalam pengambilan keputusan oleh pengurus Pusat Koperasi
Madu Hutan (PKMH) Kapuas Hulu. Kajian ini akan menganalisis kekuatan, kelemahan,
tantangan dan peluang bisnis madu hutan asal Kapuas Hulu yang diproduksi oleh
PKMH Kapuas Hulu. Selanjutnya diharapkan penelitian ini juga dapat menjadi satu
diantara solusi di bidang manajemen bisnis bagi pengurus koperasi dan pelaku bisnis
madu lainnya di Kab. Kapuas Hulu dalam rangka meningkatkan kualitas dan volume
pemasaran produknya.

KAJIAN LITERATUR
Strategi Bisnis
Strategi adalah media yang digunakan untuk mencapai tujuan akhir (sasaran).
Strategi adalah rencana yang disatukan, strategi mengikat semua bagian perusahaan
menjadi satu. Strategi itu menyeluruh, strategi meliputi semua aspek penting
perusahaan. Analisis SWOT merupakan identifikasi berbagai faktor secara sistematis
dalam upaya merumuskan strategi perusahaan (Rangkuti, 2018). Menurut George
Steiner dalam buku Rachmat (2014:2) strategi merupakan rencana jangka panjang
yang terdiri dari beberapa aktivitas penting yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
Strategi didefinisikan juga sebagai suatu cara dan alat yang digunakan untuk
mencapai sasaran atau tujuan akhir. Dalam memformulasikan strategi, diawali
dengan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
lingkungan bisnis sehingga dapat mencerminkan strategi yang diformulasikan sesuai
dengan situasi saat ini (Shafieyan & Homayounfar, 2017).
Adapun beberapa penelitian yang menjelaskan Business Model Canvas (BMC)
dapat menjadi alat sederhana dalam menghasilkan alternatif strategi perusahaan.
disampaikan oleh (Tjitradi, 2015) yang dalam penelitiannya menyatakan bahwa BMC
adalah sebuah model bisnis yang dapat dijadikan bahan evaluasi dan perancangan
sebuah model bisnis baru yang lebih baik dan modern bagi usaha yang sedang
dijalankan dimasa depan. Pemikiran yang sama juga disampaikan oleh (Boedianto
dan Harjati, 2015) menyatakan BMC dapat digunakan sebagai pendekatan untuk
menciptakan strategi pengembangan bisnis. Selain itu (Putri, 2015) menyatakan
penggunaan pendekatan BMC dapat memberikan peluang usaha yang lebih besar
untuk pengembangan usaha dengan analisis SWOT pengusaha dapat mengetahui
ancaman yang dihadapi.

Analisis SWOT
Analisis SWOT dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal
dan eksternal dari bisnis ini. Dengan demikian dapat diidentifikasi dan diukur

251 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


indikator kelemahan dan kekuatan sebagai faktor internal dan indikator kesempatan
dan ancaman sebagai faktor eksternal. Analisis SWOT didasarkan pada asumsi bahwa
strategi yang efektif harus dilakukan dengan memaksimalkan kekuatan dan
kesempatan, dan meminimalkan kelemahan dan ancaman. Asumsi sederhana ini
mengarahkan pada pemilihan dan formulasi strategi yang efektif. Hasil penelitian
yang dilakukan oleh (Nwachukwu & Chladkova, 2017) menunjukkan bahwa
perumusan strategi merupakan proses yang memiliki efek positif pada inovasi proses
kinerja, kinerja inovasi produk dan pemasaran, dari penelitian tersebut menjelaskan
bahwa proses perumusan strategi yang sistematis diperlukan bagi perusahaan untuk
mencapai dan mempertahankan kinerja inovasi proses, kinerja inovasi produk dan
inovasi pemasaran.
Selanjutnya penelitian (Nurrahmi dkk., 2018) dengan judul penelitian Strategi
Pemasaran Madu Hutan di Kota Bengkulu, adapun tujuan penelitian ini untuk
menganalisis strategi pemasaran madu hutan di Kota Bengkulu dengan terlebih
dahulu mengidentifikasi, menilai faktor-faktor internal dan eksternal yang
mempengaruhi perusahaan tersebut. Berdasarkan analisis tersebut, alat yang di
pakai untuk menyusun faktor-faktor strategis usaha adalah dengan
menggunakanmatrik SWOT. Hasil analisis SWOT yang diperoleh, dapat diketahui
pada pemasaran madu di Kota Bengkulu berada pada kuadran I merupakan situasi
yang sangat menguntungkan dan mendukung strategi agresif. Alat yang dipakai
untuk menyusun faktor-faktor strategis adalah analisis SWOT dalam bentuk matrik.
Matrik ini dapat menggambarkan secara umum mengenai peluang dan ancaman
eksternal yang dihadapi, disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang
dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan 4 kombinasi alternatif formulasi strategis.
Seperti Tabel 2 di bawah ini:

Tabel 2
Matrik SWOT
IFAS Kekuatan (S) Kelemahan (W)
EFAS
Kesempatan (O) STRATEGI – SO STRATEGI - WO
Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan untuk meminimalkan kelemahan untuk
memanfaatkan peluang memanfaatkan peluang

Ancaman (T) STRATEGI - ST STRATEGI - WT


Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatanu ntuk meminimalkan kelemahan dan
menghindari ancaman menghindari ancaman
(Rangkuti, 2018)

Analisis SWOT dimanfaatkan untuk menentukan alternatif formulasi strategi,


dengan mengkombinasikan unsur SWOT, menjadi:

252 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


Tabel 3
Kuadran Ie Matrik Swot
Kuadran 1: Kondisi perusahaan secara internal
memiliki kekuatan dan memiliki
kesempatan yang dapat dimanfaatkan,
maka perusahaan dapat memilih strategi
agresif.

Kuadran 2: kondisi perusahaan secara internal


memiliki kekuatan, tetapi secara
eksternal banyak menghadapi ancaman,
maka strategi yang dipilih adalah
strategi diversifikasi.

Kuadran 3 kondisi internal perusahaan lemah dan


banyak ancaman dari sisi eksternal,
maka strategi yang dipilih adalah
defensive.

Kuaran 4 kondisi internal perusahaan memiliki


kelemahan namun secara eksternal
masih terdapat kesempatan, maka yang
dipilih adalah strategi turn around.

(Rangkuti, 2018)

Analisis SWOT adalah suatu cara untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara
sistematis dalam rangka merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan
pada logika dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities),
namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknessses) dan
ancaman (threats). Analisis SWOT telah menjadi salah satu alat yang berguna dalam
dunia bisnis. Metode ini merupakan sebuah analisis yang cukup baik, efektif dan
efisien serta sebagai alat yang cepat dan tepat dalam menemukan dan mengenali
kemungkinan-kemungkinan yang berkaitan dengan inovasi baru dalam dunia bisnis.
Jika digunakan dengan baik dan benar maka analisis ini akan dapat membantu untuk
melihat sisi-sisi yang terabaikan atau tidak terlihat dari seorang pebisnis dan
organisasi, sehingga dalam pelaksanaan meraih visi dan misi program bisnis yang
direncanakan tentunya akan dapat berjalan lebih baik dan dengan hasil yang lebih
optimal.
Business Model Canvas (BMC)
Business Model Canvas (BMC) menjadi alat yang menjanjikan untuk mendukung
upaya memodifikasi atau menciptakan model bisnis baru dengan kecepatan yang
lebih tepat. Terdapat 9 (sembilan) elemen blok bangunan dasar yang terdiri dari
customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue
streams, key resources, key activities, key partnerships, dan cost structure dalam

253 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


Business Model Canvas (BMC) yang mampu mengubah konsep bisnis yang rumit
menjadi sederhana dan mudah dipahami (Osterwalder & Pigneur, 2019: 16-41).

Gambar 1
Business Model Canvas

Konsep Business Model Canvas (BMC) sangat kompleks dan secara jelas
menggambarkan tidak hanya berfokus pada ekonomi dan proses bisnis melainkan
juga cara menciptakan nilai (Stefan & Richard: 2014). Melalui Business Model Canvas
(BMC), pelaku usaha dapat menyusun sedemikian rupa model bisnis dengan mudah
untuk kemudian menciptakan alternatif strategi bisnis yang baru dalam upaya
peningkatan daya saing khususnya pada sector bisnis. Adapun penelitian yang
menyinggung beberapa hal yang dibahas dalam penelitian ini adalah penelitian
Kamila (2017) yang berjudul Analisis Pengembangan Bisnis Madu pada CV AthThoifah
dengan pendekatan Business Model Canvas menghasilkan strategi bisnis baru yaitu
dengan mengembangkan bisnis di kota-kota besar di luar Jabodetabek, menambah
distributor dan agen secaralebih intens dan menjalin kemitraan khusus.
Penelitian sebelumnya mengenai pengembangan usaha melalui BMC juga
pernah dilakukan oleh (Rahmatang., dkk 2019) menggunakan metode penelitian
analisis kualitatif yang terdiri dari analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil dari
penelitian tersebut menjelaskan bahwa UMKM Toko Pelawan telah memenuhi
kesembilan elemen dari BMC. Namun, model bisnis di UMKM Toko Pelawan masih
memiliki kelemahan, sehingga menciptakan strategi yang dihasilkan dari perbaikan
BMC seperti menambah agen, perlu menambah jenis lebah madu dan menambah
rumah sarang lebah madu, membuat gerai yang lebih menarik dan nyaman, membuat
kartu member, penambahan modal usaha, perlu memodifikasi bentuk dan ukuran
kemasan yang bervariasi, melakukan pelatihan bagi anggota atau karyawan, serta
perlu adanya kerja sama tertulis yang sah secara hukum.

METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan cara
mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman koperasi Sentra Madu
Hutan Kapuas Hulu. Selanjutnya dilakukan pembobotan faktor internal dan faktor
eksternal. Data diolah menggunakan matriks Internal factor Evaluation (IFE) dan
Matriks external Factor Evaluation (EFE). Setelah diketahui skor disetiap masing –
masing faktor pada matriks IFE dan matriks EFE maka akan diketahui weighted score.

254 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


weighted score tersebut digunakan untuk melihat posisi dari koperasi pada kuadran
IE Matrix. Tahap selanjutnya menentukan posisi strategi. Empat strategi utama yang
dirumuskan yaitu, strategi SO (strength dan opportunities), strategi WO (weakness
dan opportunities), strategi ST (strength dan treats) dan strategi WT (weakness dan
treats). Tahap selanjutnya adalah menentukan prioritas strategi yang akan dijalankan
koperasi. Selanjutnya berdasarkan strategi yang terpilih dilakukan pengembangan
strategi sesuai dengan prioritas yang telah didapat dengan menggunakan Business
Model Canvas.
Responden dari penelitian ini adalah individu yaitu ketua koperasi sentra dan
anggota koperasi yang dapat memberikan informasi tentang situasi dan kondisi
bisnis madu di Kabupaten Kapuas Hulu. Data yang dikumpulkan berupa data primer
yang diperoleh dari responden langsung. Selanjutnya data sekunder, yaitu berupa
dokumen-dokumen, jurnal atau literatur-literatur lainnya dari internet. Teknik
analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang akan digunakan dalam penelitian ini.
Berikut kerangka konseptual penelitian.

SWOT ANALISIS STRATEGI Business Model

Gambar 2
Kerangka Konseptual Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN


Gambaran Umum Pusat Koperasi Madu Hutan (PKMH) Kapuas Hulu
Pusat Koperasi Madu Hutan (PKMH) Kapuas Hulu didirikan pada tahun 2019.
Sejumlah pemangku kepentingan di Kabupaten Kap1uas Hulu bersepakat melakukan
aksi bersama dalam Pembentukan Sentra Wirausaha Produksi dan Pemanfaatan
Komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Madu melalui penandatangan
‘Kesepahaman Kapuas Hulu’. Butir-butir kesepahaman diantaranya menyepakati
tentang pembentukan kelembagaan wirausaha pengembangan produksi dan
pemanfaatan madu hutan Kapuas Hulu, dalam bentuk sentra wirausaha produksi dan
pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) komoditas madu hutan di wilayah
Kapuas Hulu ([Link] Pembentukan koperasi sentra madu
hutan ini dimaksudkan untuk mempercepat pertumbuhan wirausaha produktif
komoditas HHBK madu hutan di wilayah masyarakat Taman Nasional Danau
Sentarum (TNDS) yang efektif dan efisien, khususnya di ruang lingkup Kabupaten
Kapuas Hulu.

255 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


Analisis SWOT Faktor Internal dan Eksternal
Dalam penelitian ini identifikasi masalah internal dan eksternal diperlukan
untuk mengetahui strategi pengembangan bisnis pada PKMH Kapuas Hulu. Faktor
internal dan eksternal dilihat dari sudut PKMH Kapuas Hulu itu sendiri sebagai objek
yang diteliti yang kemudian dianalisis. Adapun faktor internal meliputi kekuatan dan
kelemahan yang dimiliki oleh PKMH Kapuas Hulu serta faktor eksternal meliputi
peluang dan ancaman luar yang akan dihadapi. Perumusan strategi akan
memperhitungkan kedua faktor tersebut yang kemudian dihasilkan strategi-strategi
yang paling sesuai dalam rangka mengembangkan PKMH Kapuas Hulu. Analisis faktor
internal dan eksternal diperoleh melalui kajian pustaka, indepth interview dan Focus
Group Discussion (FGD) terhadap para responden PKMH Kapuas Hulu yang
memahami permasalahan pengembangan bisnis madu di Kapuas Hulu sehingga
dengan hal tersebut akan mampu dengan cepat dan tepat mengidentifikasi faktor-
faktor strategis.
Selanjutnya dilakukan pembobotan pada tiap faktor internal dan faktor
eksternal pada strategi pengembangan Pusat Koperasi Madu Hutan (PKMH) Kapuas
Hulu. Nilai skala yang akan dimasukkan dalam pembobotan merupakan tindaklajut
dari FGD yang kemudian dilakukan pengisian kuesioner oleh 6 responden yang
berasal dari pihak pengurus koperasi. Nilai-nilai pada tiap responden digabungkan
kemudian dihitung akumulasinya maka akan didapatkan Weight Score (WS).
Pembobotan diberikan sebuah angka dalam tabel sebagai penilaian terhadap bobot
atau tingkat kepentingan dari masing- masing faktor internal dan ekternal. Definisi
skala pembobotan dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 4
SKALA PEMBOBOTAN SKOR MATRIK IFAS DAN EFAS
SKALA IFAS & EFAS

SKALA 1 : Tidak Baik Strategi Koperasi dalam mengelola faktor internal tidak
baik

SKALA 2 : Kurang Baik Strategi Koperasi dalam mengelola faktor internal kurang
baik

SKALA 3 : Baik Strategi Koperasi dalam mengelola faktor internal sudah


baik

SKALA 4 : Sangat Baik Strategi Koperasi dalam mengelola faktor internal sudah
sangat baik

*Semakin Tinggi skala yang diberikan menunjukkan kemampuan pengurus yang tinggi dalam
mengelola sumber daya internal dan ekternal.

256 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


Analisis Faktor Internal
Analisis faktor lingkungan internal merupakan kegiatan-kegiatan internal
PKMH yang dapat dikendalikan untuk mencapai tujuan dan menjalankan strategi
pemasaran, pengendalian dan pengaturan atas operasi kegiatan bisnis. Pengurus
PKMH dapat melakukan alokasi sumber daya secara produktif melalui koordinasi
factor manusia dan alat-alat manajemen. Pengendalian yang optimal akan
meningkatkan efektivitas kegiatan operasi koperasi begitupula sebaliknya
pengendalian yang tidak optimal akan menghambat kegiatan operasi koperasi.
Berikut tabel analisis faktor internal pada PKMH Kapuas Hulu (Tabel 5).

Tabel 5
Analisis Faktor Internal
Pusat Koperasi Madu Hutan (Pkmh) Kapuas Hulu

FAKTOR INTERNAL Weighted


JUMLAH BOBOT RATING
NARASUMBER Score
No STRENGTHS/
Ke- Ke- Ke- Ke- Ke- Ke-
KEKUATAN
1 2 3 4 5 6
S1 Petani Anggota periau
telah terlatih menjaga
4 4 4 4 4 4 24 0,139 4,000 0,555
keaslian dan higenis
pada saat panen madu
S2 Adanya pengaturan
organisasi dan memilki
proses operasional 4 4 4 3 4 4 23 0,133 3,833 0,510
produksi yang
terstandar
S3 Jaminan keaslian dan
higeinis madu Hutan
4 3 4 4 3 4 22 0,127 3,667 0,466
Kapuas Hulu yang
telah tersertifikasi
S4 Memiliki Anggota
kelompok tani (periau) 3 3 3 3 3 3 18 0,104 3,000 0,312
yang banyak
S5 Harga yang kompetitif 4 3 4 3 3 4 21 0,121 3,500 0,425
S6 Inovasi Kemasan 3 2 3 3 3 4 18 0,104 3,000 0,312
TOTAL 126 0,728 2,580
Weighted
NARASUMBER JUMLAH BOBOT RATING
WEAKNESSES / Score
No
KELEMAHAN Ke- Ke- Ke- Ke- Ke- Ke-
1 2 3 4 5 6
W1 Jaringan akses
1 1 1 1 1 1 6 0,035 1,200 0,042
permodalan
W2 Promosi 1 1 2 2 1 2 9 0,052 1,800 0,094
W3 Pabrik pengolahan
madu yang re- 2 2 1 2 2 2 11 0,064 2,200 0,140
presentatif
W4 Selain Pengurus inti,
anggota koperasi 2 1 1 1 2 2 9 0,052 1,800 0,094
kurang aktif
W5 Belum memiliki toko
Offline dan Online yang 2 2 2 2 2 2 12 0,069 2,400 0,166
konsisten
TOTAL 47 0,272 0,535
TOTAL (KEKUATAN - KELEMAHAN) 173 1,000 2,045

257 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


Strengths/ Kekuatan
Tampak pada tabel 5 analisis faktor internal Pusat Koperasi Madu Hutan (PKMH)
Kapuas Hulu di atas bahwa kekuatan internal utama pada PKMH Kapuas Hulu adalah
S(1) Anggota periau telah terlatih menjaga keaslian dan higenis pada saat panen madu
dengan Weight Score (WS) 0,555. Hal tersebut dikarenakan petani-petani yang
tergabung dalam asosiasi telah terlatih dalam melakukan panen madu karena seluruh
proses dilakukan secara higienis sesuai dengan standar Internal Control System (ICS)
yang sudah disepakati oleh para anggota kelompok (periau) petani madu. Adapun ICS
adalah sistem penjaminan mutu terhadap madu hutan yang dilakukan secara internal,
terdokumentasi dengan baik, serta dapat diperiksa oleh pihak lain berdasarkan
standar yang telah ditentukan untuk mendapatkan sumber produk madu hutan yang
berkualitas tinggi. Selanjutnya Faktor Kekuatan dengan WS terendah adalah pada
Faktor S4 dan S6. Pada Faktor Kekuatan S4 Memiliki Anggota kelompok tani (periau)
yang banyak dengan WS 0,312. Faktor ini merupakan kekuatan bagi PKMH Kapuas
Hulu yang memiliki 5 Subsentra yang menghimpun 39 kelompok tani (periau) dengan
jumlah 1.014 Kepala Keluarga. Selanjutnya S6 adalah Inovasi Kemasan dengan WS
0,312. Faktor S6 ini telah dilakukan dan menjadi kekuatan dari PKMH Kapuas Hulu
dimana sebelumnya penjualan madu menggunakan Jerigen dan kantong plastik
(seperti kemasan yang beredar saat ini) telah diperbaharui dengan menggunakan
botol kaca dan plastik yang telah diberi label.

Weaknesses / Kelemahan
Tampak pada tabel 5 Analisis Faktor Internal Pusat Koperasi Madu Hutan
(PKMH) Kapuas Hulu di atas, faktor utama kelemahan dari PKMH adalah pada faktor
W1 Jaringan akses permodalan, dengan WS 0.042. Pada Faktor ini pengurus PKMH
Kapuas Hulu mengalami kesulitan dalam meyakinkan para pemodal untuk investasi
di PKMH. Bantuan atau suntikan modal dari pemerintah dirasa tidak cukup untuk
mencukupi komitmen PKMH dengan pihak pembeli yang menargetkan jumlah
produksi tiap bulannya. Selain itu, waktu panen dan hasil panen yang tidak dapat di
kuantifikasikan secara pasti menjadi satu diantara penyebab utama dari PKMH
Kapuas Hulu kesulitan dalam mengakses permodalan dari BUMD maupun BUMN
yang mewajibkan untuk membuat cashflow arus kas pendapatan dan pengeluaran
secara bulanan.
Selanjutnya faktor kelemahan dari PKMH adalah faktor W2 dan W4. Faktor W2
Promosi dengan WS 0,094. Pada dasarnya promosi dan pemasaran telah dilakukan,
akan tetapi promosi belum dilakukan secara terstruktur dan tersegmentasi dengan
baik. Selajuntya pada fakto W4 Selain Pengurus inti, anggota koperasi kurang aktif
dengan WS 0.094. Ketidak-aktifan ini disebabkan kurangnya modal dari PKMH
Kapuas Hulu itu sendiri yang mengakibatkan alur proses produksi dan penjualan
tidak tertata dengan baik. Selain itu, jarak sekretariat Koperasi yang di Putussibau
(ibukota kabupaten) dengan para anggota koperasi yang jauh terletak di kecamatan
menjadi faktor penyebab anggota koperasi kurang aktif dalam proses bisnis
pengembangan PKMH Kapuas Hulu.

258 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


Analisis Faktor Eksternal
Lingkungan eksternal adalah suatu kondisi yang selalu bergerak dinamis.
Gerakan dinamis tersebut berpengaruh pada cara mengelola koperasi dan termasuk
dalam merumuskan dan menetapkan strategi. Faktor eksternal ini harus dikenali,
dianalisis, diperhitungkan, dan dimanfaatkan demi mencapai tujuan dan sasaran
koperasi. Oleh sebab itu, melalui analisis terhadap lingkungan eksternal, sebuah
organisasi dapat mengimplementasikan strategi untuk mendayagunakan kekuatan
dan mengatasi kelemahan organisasi dalam memanfatakan peluang dan menghadapi
hambatan dan tantangan yang terjadi.

Tabel 6
Analisis Faktor Eksternal
Pusat Koperasi Madu Hutan (Pkmh) Kapuas Hulu
FAKTOR EKSTERNAL
NARASUMBER JUM
No OPPORTUNITIES BOBOT RATING
Ke- Ke- Ke- Ke- Ke- Ke- LAH Weighted
/PELUANG
1 2 3 4 5 6 Score
O1 Madu sebagai alternatif
Pencegah Pandemi Covid- 3 4 4 4 4 4 23 0,113 3,286 0,372
19
O2 Membangun pasar lokal
3 2 4 3 3 3 18 0,089 2,571 0,228
yang lebih massif
O3 Inovasi produk turunan
2 3 4 2 3 4 18 0,089 2,571 0,228
madu hutan
O4 Konsumen yang besar
secara lokal, nasional dan 3 3 3 3 3 3 18 0,089 2,571 0,228
internasional
O5 Kepercayaan konsumen
terhadap produk herbal 4 3 4 3 3 4 21 0,103 3,000 0,310
madu sangat tinggi
O6 Mesin teknologi terbaru 3 3 3 3 3 4 19 0,094 2,714 0,254
O7 Ketersediaan kurir jasa
3 3 3 3 3 4 19 0,094 2,714 0,254
antar
TOTAL 136 0,67 1,875
NARASUMBER
JUM Weighted
No THREATHS/ANCAMAN Ke- Ke- Ke- Ke- Ke- Ke- BOBOT RATING
LAH Score
1 2 3 4 5 6
T1 Produk bersifat musiman
sehingga ketersediaan 3 3 2 2 3 3 16 0,079 2,667 0,210
produk tidak selalu ada
T2 Bunga pohon pakan lebah
dan koloni semakin
1 1 2 1 2 1 8 0,039 1,333 0,053
berkurang akibat cuaca
tak menentu
T3 Munculnya produk herbal
madu dari luar dengan
2 3 3 3 3 3 17 0,084 2,833 0,237
brand image bagus &
harga murah
T4 Harga mesin & suku
cadang impor teknologi 1 1 1 1 2 3 9 0,044 1,500 0,067
terbaru sangat tinggi
T5 Keinginan Konsumen
2 2 2 1 2 2 11 0,054 1,833 0,099
Mencoba produk lain
T6 Beredar madu kualitas
rendah
1 1 1 1 1 1 6 0,030 1,000 0,030
mengatasnamakan Madu
Kapuas Hulu
TOTAL 67 0,330 0,695
TOTAL (PELUANG - ANCAMAN) 203 1,000 1,179

259 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


Opportunities /Peluang
Tampak pada tabel 6 Analisis Faktor Eksernal PKMH Kapuas Hulu di atas bahwa
peluang utama pada PKMH Kapuas Hulu adalah pada (O1) Madu sebagai alternatif
Pencegah Pandemi Covid-19 dengan WS 0,372. Semenjak merebaknya pandemic
Covid-19 pada awal tahun 2020 silam, madu mengalami kejayaannya sebagai obat-
obatan herbal yang dianggap memiliki kaya akan kadungan vitamin C dan mineral
baik bagi imnunitas tubuh. Peluang ini menjadi peluang terbesar bagi PKMH Kapuas
Hulu dalam melakukan penjualan hasil produksinya. Efek dari kepercayaan
konsumen terhadap madu sebagai alternative pencegah Covid-19, memberikan
peluang terhadap kepercayaan yang besar terhadap madu yang berasal dari Kapuas
Hulu O5 dengan WS 0,310. Kepercayaan konsumen ini bukanlah tidak beralasan.
Madu yang diproduksi oleh PKMH Kapuas Hulu dan asosiasi subsentra di bawahnya
telah mendapatkan sertifikat Organik dari BIOCert, SNI 01-6729 pertama di
Indonesia. Selain itu Madu yang diproduksi oleh PKMH Kapuas Hulu dan asosiasi
subsentra di bawahnya juga telah mendapatkan sertifikat HALAL dari MUI dan
sertifikasi dari BPOM (sumber: [Link] info/1895/karnaval-
minum-madu,-meriahkan-acara-festival-danau-sentarum-dan-betung- [Link]).
Peluang selanjutnya adalah O6 Mesin teknologi terbaru dengan O6 dengan WS
0,254. Dengan kemajuan teknologi dan informasi saat ini, bahwa telah ditemukan
mesin penguaraian kadar air pada madu yang lebih canggih dan berkapasitas besar.
Alat tersebut dapat mempersingkat waktu pengeringan yang semula membutuhkan
waktu 7 hari menjadi 1 hari saja. Dengan demikian dengan penggunaan alat ini
mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 39 persen. Selain itu juga mampu
menghemat energi sebesar 66,57 persen dimana pengeringan tanpa HBD
memerlukan 17,95 kWh per hari sementara dengan HBD hanya butuh 6 kWh per hari
(sumber:[Link]
dalam-madu-buatan-mahasiswa-ugm). Peluang selanjutnya adalah pada O7 yakni
Ketersediaan kurir jasa antar dengan WS 0,254. Faktor ini menjadi peluang bagi PKMH
Kapuas Hulu dalam melakukan penjualan lintas kabupaten, provinsi dan bahkan
internasional.
Peluang berikutnya adalah O2, O3 dan O4 dengan WS 0,228. Membangun Pasar
lokal lebih massif. Dalam memanfaatkan peluang ini, PKMH Kapuas Hulu dapat
melakukan penjualan secara ritel dengan melakukan pembukaan toko offline di pusat
ibukota kabupaten. Dengan melakukan pembukaan toko ini dapat memberikan citra
yang positif bagi keberdaan PKMH itu sendiri dari aspek manajemen dan pemasaran.
Peluang berikutnya yakni pada O3 Inovasi Produk turunan Madu dengan WS 0,228.
Madu sebagai zat yang kaya vitamin dan mineral dapat dijadikan sebagai bahan
utama untuk memproduksi propolis, sabun kecantikan, masker kecantikan, kapsul
suplemen kesehatan dan produk herbal lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi
selain hanya dijual sebagai madu murni. Peluang berikutnya adalah O4, Konsumen
yang besar secara lokal, nasional dan internasional dengan WS 0,228. Tingginya minat
konsumen terhadap madu asal Kapuas Hulu merupakan peluang yang sangat
menjanjikan bagi PKMH Kapuas Hulu di kemudian hari. Satu di antara strategi

260 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


mengoptimalkan peluang ini adalah dengan membangun digital
marketing/pemasaran digital melalui internet. Pemasaran melalui media internet ini
dapat dilakukan melalui website, Youtube, Facebook, Intasgram dan media sosial
lainnya.
Threaths/Ancaman
Tampak pada tabel 6 Analisis Faktor Eksernal Pusat Koperasi Madu Hutan
(PKMH) Kapuas Hulu di atas bahwa ancaman utama pada PKMH Kapuas Hulu adalah
pada T3 Munculnya produk herbal madu dari luar dengan brand image bagus & harga
murah dengan WS 0,237. Produksi dan promosi yang konsisten dari produk madu
dari merk lain merupakan ancaman tersendiri terhadap eksistensi madu produksi
PKMH Kapuas Hulu. Produk herbal dari luar yang sudah melakukan strategi digital
marketing dan packaging yang bagus membuat produk madu merek lain ini seakan
lebih higeinis dan organik dari madu produksi PKMH Kapuas Hulu. Ancaman ini
apabila tidak diantisipasi dengan baik dapat mengakibatkan penurunan kepercayaan
kepada madu produksi PKMH Kapuas Hulu yang telah di branding selama ini melalui
sertifikasi-sertifikasi yang telah dilakukan.
Selanjutnya Ancaman bagi PKMH Kapuas Hulu adalaha pada T1 Produk bersifat
musiman sehingga ketersediaan produk tidak selalu ada dengan WS 0,210. Kurangnya
modal juga menjadi penyebab kekurangan stok madu dari PKMH Kapuas Hulu. Pada
saat musim panen madu, PKMH Kapuas Hulu kekurangan modal untuk melakukan
pembelian terhadap hasil panen dari asosiasi subsentra. Hal tersebut mengakibatkan
asosiasi subsentra menjual madu ke pihak / pembeli lain yang mengakibatkan
ketersediaan stok madu di PKMH Kapuas Hulu tidak selalu ada khususnya pada bulan-
bulan bukan masa panen madu.
Matrik SWOT Pkmh Kapuas Hulu
Setelah melakukan analisis terhadap faktor eksternal (EFAS) dan internal
(IFAS) dari PKMH Kapuas Hulu dan telah diketahui skor tertimbang total Weight Score
(WS) dari kedua faktor tersebut, langkah berikut adalah menentukan matrix kuadran
pada diagram kartesius dari PKMH Kapuas Hulu.

Gambar 3.
Diagram Kartesius SWOT PKMH Kapuas Hulu

261 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


Dari hasil perhitungan matriks EFAS dan IFAS, diketahui nilai Weight Score (WS)
sebagai berikut.

Faktor Weight Score (WS Diagram Kartesius

Kekuatan : 2,580 Kekuatan – Kelemahan 2,045


Kelemahan : 0,535
Peluang : 1,875 Peluang – Ancaman 1,179
Ancaman : 0,695
Sumber : data yang diolah, 2021

Berdasarkan matrik di atas, tampak bahwa peluang dari PKMH Kapuas Hulu
pada KUADRAN I yakni kondisi PKMH Kapuas Hulu secara internal memiliki kekuatan
dan memiliki kesempatan yang dapat dimanfaatkan, maka PKMH dapat memilih
strategi agresif. Hasil dari perhitungan perumusan diagram kartesius SWOT, diketahui
bahwa titik koordinat terletak pada (2,045; 1,179) yang berarti berada pada kuadran I (dapat
dilihat pada Gambar 2) yang menunjukkan bahwa strategi yang direkomendasikan ialah
“Growth Oriented Strategy” (Rangkuti F, 2018). `
Berdasarkan analisis EFAS dan IFAS PKMH Kapuas Hulu di atas, dapat
dirumuskan alternatif strategi sebagai berikut.

Tabel 7
STARTEGI PENGEMBANGAN BISNIS PKMH KAPUAS HULU

IFAS Kekuatan (S) Kelemahan (W)


EFAS
Kesempatan STRATEGI (ST) STRATEGI (ST)
(O) S-O W-O
ST1: Harga terjangkau, jaminan ST3: Meningkatkan inovasi kemasan
keaslian dan higienis madu hutan yang telah dilakukan dengan labeling
Kapuas Hulu yang telah produk yang lebih fresh dan kekinian
tersertifikasi Biocert, MUI, BPOM untuk meningkatkan daya tarik
menjadi bargaining produk madu promosi produk (W2,W5 – O1, O2,
sebagai alternatif Pencegah O5).
Pandemi Covid-19 dan ST4: Dengan keterbatasan modal
dicantumkan pada kemasan yang ada, penjualan secara online
produk (S3, S5 – O1, O5) dapat dilakukan melalui Digital
ST:2 Dengan memiliki anggota Marketing media sosial yang berbiaya
kelompok tani (periau) yang murah (W1, W5 – O1, O5)
banyak PKMH KH dapat ST5: Meningkatkan Jaringan akses
memberikan support kepada permodalan dengan berkerja sama
anggotanya untuk melakukan pengusaha/pemilik sumber dana
inovasi kelompok untuk lokal agar berinvestasi di PKMH
menghasilkan produk turunan untuk memanfaatkan popularitas
madu hutan yang dapat madu di masa Pandemi Covid – 19.
dipasarkan secara lokal, nasional (W1 – O1,O2,O7)
bahkan internasional (S2,S4 –
O3,O4, O2, O7)

262 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


Ancaman STRATEGI STRATEGI
(T) S-T W-T
ST6: Dengan memiliki anggota ST9: Berkerjama sama dengan
kelompok tani (Periau) yang Stakeholder (Pemda, Pemprov, Dll)
banyak, perlu diadakan kegiatan melalui perangkatnya (OPD/dinas
pelestarian pakan pohon hutan terkait) untuk memberikan
dan pelestarian koloni lebah agar sosialisasi tentang digital marketing
tetap terjaga keberlangsungan melalui website, google ads, youtube
bisnis madu di Kapuas Hulu. (S1,S3 ads, instagram ads dan lainnya untuk
– T2,T6) meningkatkan strategi promosi (W2,
W5 – T3, T6)
ST7: Melakukan ST10: Menggunakan mesin
kodefikasi/memberi tanda khusus pengolahan madu produk dalam
pada hasil produksi panen anggota negeri untuk memudahkan
kelompok tani (periau) untuk koordinasi teknis penggunaan dan
memudahkan mengidentifikasi kendala pada saat pengoperasian
asal madu guna mencegah mesin (W3-T4).
beredarnya kualitas madu rendah ST11: Mengadakan Rapat Anggota
yang mengatasnamakan madu asal (RAT) Tahunan (yang dapat
Kapuas Hulu. (S3,S4 – T6,T5,T3). diselenggarakan bersamaan dengan
ST8: Melakukan inovasi produk even tahunan Pemkab KH ‘Festival
dengan membuat kemasan madu Danau Sentarum’) secara konsisten
sekali minum dalam kemasan untuk meningkatkan keaktifan
sachet (S5,S6 – T3,T5,T6) anggota.

Pengembangan Business Model Canvas (Bmc)


Bisnis Model Canvas (BMC) sebagai strategi bersaing bagi pelaku bisnis, dapat
digunakan untuk menyusun perencanaan bisnis. Merancang model bisnis dengan
media visual melalui alat kanvas ini mendukung pengembangan dan komunikasi
tampilan model bisnis yang lebih holistik dan terintegrasi yang juga mendukung
inovasi kreatif menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan. Menurut (Hora et al.,
2016) mendesain model bisnis berdasarkan hasil penelitiannya, dengan mendesain
model bisnis untuk menjaga keberlangsungan bisnis yang dapat digunakan secara
umum, sebagai kerangka proposal. Hasil penelitian ini mengintegrasikan berbagai
bidang baru untuk keberlanjutan bisnis dalam model bisnis seperti BMC. Berdasarkan
hasil analisis SWOT di atas, posisi PKMH Kapuas Hulu pada strategi Growth Oriented
Strategy yakni memiliki kekuatan secara internal dan kesempatan yang dapat
dimanfaatkan. Pengembangan bisnis PKMH Kapuas Hulu akan diformulasikan dalam
9 (Sembilan) elemen Bisnis Model Canvas (BMC).

Business Model Canvas PKMH Kapuas Hulu


Berdasarkan strategi yang terpilih dilakukan pengembangan strategi sesuai
dengan prioritas yang telah didapat dengan menggunakan Business Model Canvas.
Berdasarkan hasil analisis SWOT di atas, posisi PKMH Kapuas Hulu pada strategi Growth
Oriented Strategy yakni memiliki kekuatan secara internal dan kesempatan yang
dapat dimanfaatkan. Pengembangan bisnis PKMH Kapuas Hulu akan diformulasikan
dalam 9 (Sembilan) elemen Bisnis Model Canvas (BMC). Terdapat 9 (sembilan)

263 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


elemen blok bangunan dasar yang terdiri dari customer segments, value propositions,
channels, customer relationships, revenue streams, key activities, key resources, key
partnerships, dan cost structure.

Customer Segments
Segmen konsumen PKMH Kapuas Hulu adalah semua kalangan mulai dari anak-
anak, remaja, hingga dewasa. Pada Blok ini PKMH Kapuas Hulu perlu melakukan
perbaikan yakni dengan mensegmentasi konsumennya dan proyeksi pembelian
berdasarkan loyalitas dan prioritas. PKMH Kapuas Hulu harus mensegmen
konsumennya yang mana konsumen corporate beserta proyeksi kebutuhannya,
konsumen perorangan/lokal yang loyal dan perorangan/lokal konsumen biasa.
Apabila PKMH Kapuas Hulu telah membuat segmentasi tersebut, maka akan
mempermudah menjaga loyalitas pelanggan untuk mengatasi produk bersifat
musiman sehingga ketersediaan produk tidak selalu ada. Pada blok ini dapat
diterapkan strategi ST1 dan ST2.

Value Propositions
Produk yang diproduksi dari PKMH Kapuas Hulu adalah harga terjangkau,
jaminan keaslian dan higienis yang telah tersertifikasi, rendah kadar air, pencegah
Covid-19 dan madu yang dipanen mementingkan aspek kelestarian hutan. Pada Blok
ini sudah menjadi kekuatan PKMH Kapuas Hulu dan perlu dipertahankan standarnya.
Selanjutnya perbaikan yang perlu ditingkatkan adlah melakukan sertifiksi produk ke
lembaga sertifikasi level internasional untuk meningkatkan nilai tambah madu
produksi PKMH Kapuas Hulu. Pada blok ini dapat diterapkan strategi ST7 dan ST10.

Channels
Saluran yang digunakan oleh PKMH Kapuas Hulu terbagi menjadi dua
yaitu dengan sistem offline dan online. Saluran yang telah dijalani selama ini hanya
untuk offline dengan metode yang digunakan adalah word of mouth, sales, penyebaran
brosur. Sedangkan perbaikan yang perlu diperbaiki pada blok ini adalah dengan
mengoptimalkan pemasaran online dengan penggunaan official website dan social
Media untuk menjangkau pelanggannya baik dari lokal, nasional maupun
internasional. Pada blok ini dapat diterapkan strategi ST9.

Customer Relationships
Pola hubungan yang dibangun PKMH Kapuas Hulu adalah direct marketing.
Hubungan ini didasarkan pada interaksi antarmanusia. Pelanggan dapat
berkomunikasi dengan petugas pelayanan pelanggan untuk mendapatkan bantuan
selama proses pembelian hingga selesai. Selanjutnya melalui kontak telepon selular
dan Short Message Service (SMS). Pada blok ini dapat dilakukan perbaikan dengan
membuat kontak online, mengikuti dan membuat stand khusus untuk promosi dan
penjualan melalui event-event Pemkab (Misalnya;Festival Danau Sentarum, Festival;
Budaya Melayu, dll), membuat kartu nama tim marketing, dan pemberian diskon pada
batas pembelian tertentu. Pada blok ini dapat diterapkan strategi ST11.

264 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


Revenue Streams
Arus pendapatan yang didapatkan oleh PKMH Kapuas Hulu adalah melalui
margin antara pembelian bahan baku dari subsentra dan penjualan. Pada Blok ini
perlu dilakukan perbaikan dengan melakukan inovasi produk untuk mendapatkan
sumber pendapatan lain. Berbagai alternatif inovasi produk pada blok ini adalah
dengan membuat madu sachet, propolis,sabun kecantikan, masker kecantikan dan
produk herbal lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Pada blok ini dapat
diterapkan strategi ST8 dan ST11.

Key Activities
Aktifitas kunci dalam bisnis PKMH Kapuas Hulu adalah melakukan produksi
pengolahan pengurangan kadar air madu kemudian dilakukan promosi dan
penjualan secara offline. Pada blok ini perlu dilakukan perbaikan dengan menambah
aktifitas anggota kelompok melakukan inovasi pada produk turunan madu misalnya
dengan melakukan produksi propolis, sabun kecantikan, masker kecantikan dan
produk herbal lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Pada blok ini dapat
diterapkan strategi ST2 dan ST11.

Key Resources
Pada aset kunci bisnis PKMH Kapuas Hulu adalah peralatan dan fasilitas pabrik
pengolahan madu. Pada blok ini perlu dilakukan perbaikan yakni pada bidang SDM
yakni penambahan tenaga ahli yang memahami pemasaran secara Online melalui
Website dan periklanan internet. Selain itu pada blok ini juga perlu penambahan
tenaga ahli yang mengetahui tentang manajemen keuangan berstandar akuntansi
yang pada akhirnya dapat dipertanggungjawabkan kepada investor dan anggota
koperasi. Pada Blok ini dapat dilakukan melalui strategi ST3, ST4 dan ST9.

Key Partnerships
Mitra kunci PKMH Kapuas Hulu adalah anggota kelompok tani (periau) yang
tergabung dalam asosiasi subsentra. Pada blok ini perlu dilakukan perbaikan yakni
mencari investor lokal yang mau berinvestasi di PKMH Kapuas Hulu. Selain itu
mencari dana hibah yang berasal dari yayasan atau lembaga nasional/ internasional
pun perlu dilakukan dengan komunikasi yang professional (misalnya proposal yang
sistematis dan terukur, presentasi yang terstruktur dan sempurna) sehingga dapat
meyakinkan investor nasional maupun asing mau berinvenstasi modal di PKMH
Kapuas Hulu. Pada Blok ini dapat dilakukan melalui strategi ST5, ST9 dan ST11.

Cost Structure
Struktur biaya pada PKMH Kapuas Hulu adalah biaya operasional pabrik, biaya
gaji karyawan dan biaya transportasi bahan baku. Pada blok ini perlu dilakukan
perbaikan dengan penambahan biaya iklan dan tenaga ahli marketing. Penambahan
ini juga harus mensyaratkan efektivitas dan efisien serta dampak terhadap PKMH
Kapuas Hulu di kemudian hari. Pada Blok ini dapat dilakukan melalui strategi ST3,
ST4 dan ST9.

265 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


Tabel 8
Desain Business Model Canvas
Business Model Canvas PUSAT KOPERASI MADU HUTAN (PKMH) KAPUAS HULU

Key Partners Key Activities Value Propositions Customer Relationships Customer Segments
-Produksi pengurangan kadar - harga terjangkau -direct marketing / penjualan -Semua kalangan mulai
- 5 Asosiasi subsentra air madu - jaminan keaslian dan higienis langsung dari anak-anak, remaja,
- Pemkab - penjualan offline yang telah tersertifikasi, -kontak telepon selular hingga dewasa
- Pemprov - promosi offline - rendah kadar air,
- pencegah Covid-19 ST11
ST2 & ST11 - madu yang dipanen * Feedback & kontak online ST1 & ST2
* Produksi produk mementingkan aspek * Diskon *Konsumen Corporate
ST5, ST9 & ST11 turunan madu kelestarian hutan *Konsumen Perorangan
* Investor Lokal * Penjualan online Loyal
* Yayasan/Lembaga lain * Promosi online ST7 & ST10 *Konsumen Perorangan
* Bersertifikasi internasional Biasa

Key Resources Channels


Fasilitas Pabrik -word of mouth
- Mesin pengurang kadar air -sales
Madu -penyebaran brosur & pamflet
- perlengkapan pabrik lainnya
ST3, ST4 & ST9 ST9
* Penambahan tenaga * Mengikuti event Pemkab
Professional digital marketing *Official Website
* Penambahan tenaga *Social Media
Professional akuntansi *Media berita Online
Cost Structure Revenue Streams
-biaya operasional pabrik (listrik, leding, dan lainnya) -margin antara modal dan penjualan
- biaya transportasi bahan baku
- Biaya Tenaga Kerja ST8 & ST11
ST3, ST4 & ST9 * melakukan inovasi produk yang bernilai ekonomis tinggi
* Biaya iklan Online & biaya tenaga kerja marketing online.

266 | | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


SIMPULAN

Pusat Koperasi Madu Hutan (PKMH) Kapuas Hulu adalah sentra usaha yang
dibentuk Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu yang menaungi 5 subsentra di sekitar
wilaya Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Berdasarkan analisis EFAS dan IFAS
SWOT yang telah dilakukan, terdapat kekuatan utama dari PKMH Kapuas Hulu adalah
(S1) Petani Anggota periau telah terlatih menjaga keaslian dan higenis pada saat
panen madu dengan Weighted Score (WS) 0,555 dan kelemahan utama ada pada
jaringan akses permodalan dengan Weighted Score (WS) 0,042. Selanjutnya peluang
utama dari PKMH Kapuas Hulu adalah pada (O1) Madu sebagai alternatif Pencegah
Pandemi Covid-19 dengan Weighted Score (WS) 0,372 dan Ancaman terbesar ada
pada (T3) Munculnya produk herbal madu dari luar dengan brand image bagus &
harga murah dengan Weighted Score (WS) 0,237.
Berdasarkan analisis SWOT yang telah dilakukan, strategi PKMH Kapuas Hulu
pada KUADRAN I yakni kondisi PKMH Kapuas Hulu secara internal memiliki kekuatan
dan memiliki kesempatan yang dapat dimanfaatkan, maka strategi yang
direkomendasikan ialah “Growth Oriented Strategy”. Berdasarkan hasil analisis dan
strategi yang telah direkomendasikan maka telah disusun 11 (sebelas) strategi untuk
mengembangkan PKMH Kapuas Hulu. Selanjutnya penerapan dari 11 (sebelas)
strategi tersebut disusun kedalam 9 elemen Business Model Canvas. Penelitian
selanjutnya diharapkan dapat membuat penerapan strategi Digital Marketing pada
PKMH Kapuas Hulu.

DAFTAR PUSTAKA
Boedianto, Laurentia Priska dan Harjati, Dhyah. 2015. Strategi Pengembangan Bisnis
Pada Depot Selaris Dengan Pendekatan Business Model Canvas. Jurnal
Universitas Petra. Surabaya.
Hora, M., Hankammer, S., Canetta, L., Sel, S. K., Gomez, S., & Gahrens, S. (2016). A
Framework for the Development of Sustainable Mass Customization Business
Models. Proceedings of the 7th International Conference on Mass Customization
and Personalization in Central Europe (MCP-CE 2016)
Kamila R. 2017. Analisis pengembangan bisnis madu pada CV Ath-Thoifah dengan
pendekatanbusiness model canvas. Jurnal Agribisnis indonesia 5(2): 174–175.
Kementerian Lingkungan Hidup, Website., [Link] diakses
25 Oktober 2021 Pukul 21.00 Wib
Nurrahmi, dkk. 2018. Strategi Pemasaran Madu Hutan di Kota Bengkulu. Jurusan
Peternakan. Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu.
Nwachukwu, C. E., & Chladkova, H. (2017). Human Resource Management Practices
and Employee Satisfaction in Microfinance Banks in Nigeria. Trends Economics
and Management. [Link]
Osterwalder, A., Pigneur, Y. (2012). Business model generation: a handbook for
visionaries, game changers, and challengers. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

267 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021


Putri, F.F.T. (2015). Analisis Inovasi Model Bisnis Menggunakan Pendekatan Busines
Model Canvas. Jurnal Universitas Telkom. Bandung
Pemerintah Kab Kapuas Hulu, Website., [Link] diakses
pada 25 Oktober 2021 pukul 21.00 Wib.
Rangkuti Freddy. 2018. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama
Rachmat. 2014. Manajemen Strategik. Bandung: CV Pustaka Setia.
Rahmatang, R., Evahelda, E., & Agustina, F. (2019). Strategi Pengembangan Usaha
Madu Dengan Pendekatan Business Model Canvas (Studi Kasus: UMKM Toko
Pelawan Desa Namang
Kabupaten Bangka Tengah). Journal of Integrated Agribusiness, 1(2), 115-129.
Sugiyanto, 2017 Formulasi Strategi Menggunakan Bisnis Model Canvas (Studi Kasus
Pada Bisnis Distro di Jalan Padjajaran Bandung Jawa Barat). Jurnal Ilmiah
Manajemen (E-ISSN : 2615-4978, P-ISSN : 2086-4620) Vol XII No 1, Maret
2021
Shafieyan, M., & Homayounfar, M. (2017). Identifikasi Strategi untuk Pembangunan
Berkelanjutan Produksi Beras di Guilan Provinsi Menggunakan Analisis SWOT.
Abstrak. International Journal of Management Dan Pengembangan Pertanian,
5852, 141– 153.
Slavik & Richard., 2014. Analysis of Business Models. Journal of Competitiveness. Vol.
6, Issue 4, pp. 19-40, December 2014. ISSN 1804-171X (Print), ISSN 1804-
1728 (On-line), DOI:10.7441/joc.2014.04.02
Sofia, et all.2017. Pengelolaan Madu Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Di
Desa Semalah Dan Desa Melemba Kawasan Danau Sentarum Kabupaten Kapuas
Hulu. JURNAL HUTAN LESTARI (2017) Vol. 5 (2) : 209 – 208.
Tjitradi, Elizabeth Cindy. 2015. Evaluasi dan Perancangan Model Bisnis berdasarkan
Bussines Model Bisnis. Jurnal Universitas Petra. Surabaya.
Universitas Gajahmada Webstite., [Link] diakses pada 25
Oktober 2021 pukul 21.00 Wib.
Wijaya F, Sultan M A. 2019. Formulasi PerancanganStrategi Pengembangan Usaha
Menggunakan Analisis SWOT dan Business Model Canvas. Jurnal Ilmu
Manajemen & Bisnis Vol. 10 (2): 205-211.
[Link] /article/view/15308.

268 | Proceeding Seminar Bisnis Seri V 2021

Anda mungkin juga menyukai