0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Penyuluhan Diabetes Melitus untuk Lansia

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang Diabetes Mellitus yang ditujukan untuk lansia di Desa Jetis, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang penyakit ini, penyebab, gejala, komplikasi, dan cara pencegahannya. Metode penyuluhan meliputi ceramah dan diskusi, serta menggunakan media seperti poster dan proyektor. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober 2024 di Balai Desa Jetis.

Diunggah oleh

Navida Prihandani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Penyuluhan Diabetes Melitus untuk Lansia

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang Diabetes Mellitus yang ditujukan untuk lansia di Desa Jetis, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang penyakit ini, penyebab, gejala, komplikasi, dan cara pencegahannya. Metode penyuluhan meliputi ceramah dan diskusi, serta menggunakan media seperti poster dan proyektor. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober 2024 di Balai Desa Jetis.

Diunggah oleh

Navida Prihandani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PREVENTIF DIABETES MELITUS

Kelompok 5

Dosen Pembimbing :
Agus Wiwit Suwanto, [Link], [Link]

Di Susun Oleh :

PRODI DIPLOMA TIGA KEPERAWATAN


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
KAMPUS KABUPATEN PONORORO
2024/2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

Pokok pembahasan : Diabetes Mellitus


Sub pokok pembahasan : Diabetes Mellitus
Sasaran : Lansia Desa Jetis
Tempat : Balai Desa Jetis
Hari/Tanggal : Selasa, 08 Oktober 2024
Waktu : 08.30-selesai

I. Tujuan
1. Tujuan Umum
Audiens dapat memahami dan mengetahui apa saja komplikasi pada penyakit
diabetes mellitus dan audiens dapat mengetahui bagaimana cara mengontrol
gula darah agar tetap pada kondisi yang normal.
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan kesehatan diharapkan audiens mampu :
1. Mengetahui apa itu penyakit Diabetes Melitus
2. Mengetahui penyebab Diabetes Mellitus
3. Mengetahui tanda dan gejala Diabetes Melitus
4. Mengetahui jenis jenis Diabetes Mellitus
5. Mengetahui komplikasi Diabetes Melitus
6. Mengetahui cara pencegahan Diabetes Mellitus
3. Materi
1. Apa itu penyakit Diabetes Melitus
2. Penyebab Diabetes Mellitus
3. Tanda dan gejala Diabetes Melitus
4. Jenis jenis Diabetes Mellitus
5. Komplikasi Diabetes Melitus
6. Cara pencegahan Diabetes Mellitus
4. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya jawab/ diskusi

5. Media
A. Poster
B. Proyektor
C. Mic
6. Kegiatan Penyuluhan
N Waktu Kegiatan Penyuluh Sasaran
O
1 5 Menit Pembukaan Mengucapkan salam, memperkenal Menjawab
kan diri dan menjelaskan maksud salam dan
tujuan kegiatan. menyimak
tujuan.
2 20 Menit Isi Menjelaskan Mengenai : Menyimak
1. Apa itu penyakit Diabetes dan
Melitus Mendengarkan
2. Penyebab Diabetes Mellitus penjelasan.
3. Tanda dan gejala Diabetes
Melitus
4. Jenis jenis Diabetes Mellitus
5. Komplikasi Diabetes Melitus
6. Cara pencegahan Diabetes
Mellitus
3 5 Menit Evaluasi dan Memberikan kesempatan bertanya Bertanya dan
Penutup dan memberikan pertanyaan menjawab
seputar materi yang telah diberikan. pertanyaan.
Menjawab
salam.
1. Evaluasi
1. Prosedur : Tanya Jawab
2. Bentuk : Lisan
3. Butiran Pertanyaan :
1. Bagaimana caranya melakukan perawatan kaki agar tidak terjadi
luka?
2. Bagaimana caranya agar kaki tidak kesemutan?
3. Apakah diabetes bisa sembuh?
A. Materi
1. PENGERTIAN DIABETES MELITUS
Diabetes melitus adalah penyakit genetik dan terjadi ketika kadar gula dalam
darah tidak berada pada nilai seharusnya yang bisa disebabkan karena sekresi
insulin, cara kerja insulin atau bahkan bisa gabungan dari keduanya (Ryadi et
al., 2017). Diabetes melitus dapat menyerang semua organ dalam tubuh
sehingga terjadi komplikasi penyakit dan gangguan lainnya (Anani, 2012).
Diabetes melitus dapat terjadi karena adanya kekurangan insulin yang absolut
atau relatif dan menyebabkan gangguan pada fungsi kerja insulin (Decroli,
2019). Gula darah yang meningkat konsisten akan menimbulkan kondisi serius
yang menyebabkan kerusakan sistem saraf. Pasien diabetes memiliki risiko
lebih tinggi mengalami masalah kesehatan. (International Diabetes Federation,
2019).
2. PENYEBAB DIABETES MELITUS
1. Usia
Usia terbanyak penderita DM adalah > 40 tahun. Ini bisa disebabakan
karna faktor degenerative atau mulai menurunnya fungsi tubuh, khususnya
kemampuan dari sel ẞ dalam memproduksi insulin untuk memetabolisme
glukosa. Faktor usia mengakibatkan penurunan aktivitas elektrik pada
kanal sel beta pankreas yang sensitif ATP sehingga mempengaruhi proses
sekresi insulin dan terjadi peningkatan kadar gluosa darah / hiperglikemia
yang berujung pada DM (susanti, 2019).
2. Keturunan
Pada diabetes melitus, bila saudara identical twins mengidap diabetes
melitus tipe maka kemungkinan juga terkena diabetes melitus adalah 90%.
Bila salah satu orang tua terkena diabetes melitus maka kemungkinannya
40% juga terkena diabetes melitus. Apabila kedua orangtua terkena
diabetes melitus, kemungkinan menderita diabetes melitus menjadi lebih
dari 50% (Susanti, 2019).
3. Riwayat Diabetes Pada Kehamilan
Diabetes pada kehamilan atau gestational diabetes dapat terjadi 2% 3%
pada ibu hamil. Semua ibu hamil harus diperiksa glukosa darahnya. Ibu
hamil dengan diabetes dapat melahirkan bayi dengan I berat badan lebih
dari 4 kg. apabila hal itu terjadi, besar kemungkinan si Ibu akan menderita
diabetes melitus (Susanti, 2019).
4. Obesitas
Seorang obesitas memiliki lemak yang cukup besar tersimpan di bawah
kulit di pinggul, paha dan diperut. Jika lemak pada penderita DM banyak
otomatis akan menyimpan cadangan lemak yang juga banyak, karena
lemak/lipid tersebut nantinya akan pecah dimetabolik menjadi glukosa.
Kelebihan berat badan akan meningkatkan kebutuhan insulin pada tubuh.
Orang dewasa yang kegemukan memiliki sel-sel lemak yang lebih besar
pada tubuh mereka, sel-sel lemak yang lebih besar tidak merespons insulin
dengan baik karena kurangnya kepekaan rangsang dari sel beta pancreas
(Susanti, 2019)
5. Pola makan dan pola hidup
Pola makan yang terbiasa dengan makanan yang banyak mengandung
lemak dan kalori tinggi sangat berpotensi untuk meningkatkan resiko
terkena diabetes. Adapun pola hidup buruk adalah pola hidup yang tidak
teratur dan penuh tekanan kejiwaan seperti stres yang berkepanjangan,
perasaan khawatir dan takut yang berlebihan dan jauh dari nilai-nilai
spiritual. Hal ini diyakini sebagai faktor terbesar untuk seseorang mudah
terserang penyakit berat baik diabetes maupun penyakit berat lainnya. Di
samping itu aktivitas fisik yang rendah juga berpotensi untuk seseorang
terjangkit penyakit diabetes. (Susanti, 2019)
6. Konsumsi obat-obatan
Konsumsi obat yang dimaksud ialah riwayat mengonsumsi obatobatan
dalam waktu yang lama seperti adrenalin, diuretika,
kortokosteroid, ekstrak tiroid dan obat kontrasepsi. (Susanti,2019)

3 TANDA DAN GEJALA DIABETES MELITUS


Adapun tanda dan gejala pasiendengan Diabetes Melitus antara lain: poliuria
( sering kencing), polidipsia (sering haus/haus berlebihan), polifagia (mudah
lapar), mudahmengantuk/lelah, berat badan yang menurun dengan cepat, luka
susahsembuh, gangguan seksual, infeksi vaginal, penglihatan kabur,
kesemutan.
4. JENIS JENIS DIABETES MELITUS
Adapun jenis jenis seperti berikut:
 DM tipe 1: Terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang pankreas
sehingga tidak dapat memproduksi insulin. Gejala DM tipe 1 biasanya
muncul tiba-tiba dalam beberapa hari hingga seminggu.
 DM tipe 2: Terjadi ketika tubuh tidak merespons insulin dengan baik,
sehingga kadar gula darah tinggi. Gejala DM tipe 2 muncul setelah
beberapa saat, sekitar satu tahun.
 DM Gestasional: Terjadi saat kehamilan dan tidak memiliki penyakit
diabetes sebelum hamil.
 PreGestational Diabetes Mellitus (PGDM): Terjadi pada ibu hamil
dengan memiliki riwayat diabetes sebelumnya.

5. KOMPLIKASI DIABETES MELITUS


A. Gangguan pada mata (retinopati diabetik)
Tingginya kadar gula darah dapat merusak pembuluh darah di retina yang
berpotensi menyebabkan kebutaan. Kerusakan pembuluh darah di mata
juga meningkatkan risiko gangguan penglihatan, seperti katarak dan
glaukoma.
B. Kerusakan ginjal (nefropati diabetik)
Kerusakan ginjal akibat DM disebut dengan nefropati diabetik. Kondisi ini
bisa menyebabkan gagal ginjal, bahkan bisa berujung kematian jika tidak
ditangani dengan baik. Saat terjadi gagal ginjal, penderita harus melakukan
cuci darah rutin ataupun transplantasi ginjal1 .
C. Kerusakan saraf (neuropati diabetik)
Diabetes juga dapat merusak pembuluh darah dan saraf di tubuh terutama
bagian kaki. Kondisi ini biasa disebut dengan neuropati diabetik, yang
terjadi karena saraf mengalami kerusakan, baik secara langsung akibat
tingginya gula darah, maupun karena penurunan aliran darah menuju saraf.
D. Masalah kaki dan kulit
Komplikasi yang juga umum terjadi adalah masalah pada kulit dan luka
pada kaki yang sulit sembuh. Hal tersebut disebabkan oleh kerusakan
pembuluh darah dan saraf, serta aliran darah ke kaki yang sangat terbatas.
Terlebih lagi akibat diabetes juga terjadi penurunan kemampuan tubuh
untuk menyembuhkan diri. Jika tidak dirawat dengan baik, kaki penderita
diabetes berisiko untuk mudah luka dan terinfeksi sehingga menimbulkan
gangren dan ulkus diabetikum.
E. Penyakit kardiovaskular
Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh
darah sehingga terjadi gangguan pada sirkulasi darah di seluruh tubuh
termasuk pada jantung.

6. PENCEGAHAN DIABETES MELITUS


Pada dasarnya, pengelolaan DM dimulai dengan pengaturan makan disertai
dengan latihan jasmani yang cukup selama beberapa waktu (2-4 minggu.
Bila setelah itu kadar glukosa darah masih belum dapat memenuhi kadar
sasaran metabolik yang diinginkan, baru dilakukan intervensi farmakologik
dengan obat obat anti diabetes oral atau suntikan insulin sesuai dengan
indikasi.

DOKUMENTASI KEGIATAN PENYULUHAN


Daftar Pustaka

Sya’diyah, H., Widayanti, D. M., Kertapati, Y., Anggoro, S. D., Ismail, A., Atik, T.,
& Gustayansyah, D. (2020). Penyuluhan Kesehatan Diabetes Melitus Penatalaksnaan Dan
Aplikasi Senam Kaki Pada Lansia Di Wilayah Pesisir Surabaya. Jurnal Pengabdian
Kesehatan, 3(1), 9-27.
Sumantrie, P., & Limbong, M. (2022). Edukasi Manajemen Pola Hidup Sehat di Desa
Pegagan Julu, Kabupaten Dairi. Jurnal Surya Masyarakat, 4(2), 247-252.
Darmayanti, A., Lestiana, R. W., Al Fatih, H., Ningrum, T. P., & Irawan, E. (2021).
Gambaran Tingkat Kepatuhan Manajemen Diri Penderita Diabetes Mellitus Type Ii Di Salah
Satu Puskesmas Di Kota Bandung. Jurnal Keperawatan BSI, 9(2), 263-270.
Komalasari, D. R., & Pristianto, A. (2023). Peningkatan Pengetahuan tentang Cara
Melakukan Latihan Fisik atau Olah Raga yang Aman Bagi Penderita Diabetes Mellitus.
Warta LPM, 207-217.
Rahman, A., Yustian, A. A., Fitria, A., Hariyanto, A. Y., Rahmah, A., Saputri, R., ... &
Hakim, A. R. (2023). Edukasi Tentang Diabetes Melitus Pada Kader Kesehatan Desa Sungai
Rangas Tengah. Majalah Cendekia Mengabdi, 1(3), 141-145.
Zakiudin, A., Janah, E. N., & Karyawati, T. (2023). Laporan Penyuluhan Kesehatan
Tentang Diabetes Melitus Dan Senam Kaki Diabetik Pada Warga Desa Kutayu Kecamatan
Tonjong Kabupaten Brebes. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian, 2(1), 27-37.

Lestari, L., & Zulkarnain, Z. (2021, November). Diabetes Melitus: Review etiologi,
patofisiologi, gejala, penyebab, cara pemeriksaan, cara pengobatan dan cara pencegahan. In
Prosiding Seminar Nasional Biologi (Vol. 7, No. 1, pp. 237-241).

Umayya, L. I., & Wardani, I. S. (2023). Hubungan Antara Diabetes Melitus dengan
Glaukoma. Jurnal Medika Hutama, 4(02 Januari), 3280-3291.

Anda mungkin juga menyukai