STANDARD OPERATING PROCEDURE
1 Kode SOP SOP/ENG/TE-001/R00/III-17
2 Departemen Engineering
3 Judul PROSEDUR SAAT PLN PADAM
4 Tujuan& Definisi Technician mampu melaksanakan langkah secara benar
saat terjadi pemadaman PLN
5 Standar & Prosedur 1. Mengetahui perbedaan trip local (1 ruangan saja ) atau
1 gedung
2. Menuju ke panel induk dan melihat lampu indicator
incoming PLN OFF atau ON
3. Apabila lampu indicator incoming PLN OFF, segera
menuju ke ruang genset
4. Memastikan genset menyala secara otomatis dalam
waktu 15 detik sejak PLN OFF
5. Apabila genset tidak menyala secara otomatis, maka
tekhnisi menekan tombol manual (gambar tangan) dan
menekan tombol ON (angka 1 warna hijau).
6. Setelah genset menyala tekan kembali tombol auto, dan
genset beroperasi seperti sedia kala.
7. Mengisi log penggunaan genset ( LOG PLN OFF ) setiap
1 jam sekali.
8. Memeriksa level bahan bakar solar, termasuk
menambahkan solar apabila sudah setengah kapasitas
tanki genset untuk menghindari udara masuk ke
saluran bahan bakar.
9. Memastikan putaran mesin adalah 1500 RPM, dan
menekan tombol “emergency bottom” apabila overrun.
10. Memastikan tegangan 1 phasa tidak lebih dari 220V,
+/- 10%
11. Memastikan tegangan 3 phasa tidak lebih dari 380 V,
+/- 10 %
12. Memastikan arus tidak lebih dari 150 A – 200 A
13. Memastikan lift kembalii menyala & tidak ada tamu
terjebak di dalam lift.
14. Memastikan mesin PABX kembali menyala
15. Memastikan channel telekomunikasi& internet kembali
menyala ( Telkom, Biznet, Indovision), termasuk TV
dan internet didalam gedung
16. Memastikan mesin air panas kembali menyala
1
17. Memastikan pompa transfer kembali menyala
18. Memastikan pompa limbah STP kembali menyala
19. Standby hingga PLN kembali menyala, yang di
indikasikan dengan blackout < 1 detik, menandakan
bahwa PLN sudah kembali masuk.
20. Memeriksa kondisi genset secara keseluruhan, dan
menunggu 5 – 15 menit hingga genset benar – benar
OFF secar otomatis.
21. Memeriksa stock solar dan melaporkan pada ENG SPV
apabila stock solar kurang dari 8 jam. ( 40L/hour x 8 =
320L minimum)
22. Mengulangi point 11 – 15 untuk memastikan seluruh
mesin gedung berfungsi seperti sedia kala setelah
restart.
6 Alat yang digunakan Senter, mobile toolkits engineering, operational keys
7 Keterangan lain Selama menggunakan genset, staff engineering dilarang
kerasmenggunakan lift, dikarenakan jika staff kebetulan
didalam lift& blackout, tidak ada yang melaksanakan
troubleshooting ( terkurung dalam lift ).
2
STANDARD OPERATING PROCEDURE
1 Kode SOP SOP/ENG/TE-002/R00/III-17
2 Departemen Engineering
3 Judul PENANGANAN KEBAKARAN
4 Tujuan & Definisi Teknisi bersama tim security mampu melaksanakan
pemadaman secara cepat & tepat sasaran, dan
menggunakan media pemadam yang tepat sesuai dengan
eskalasi sumber api.
5 Standar & Prosedur 1. Teknisi mengetahui titik api berdasarkan diketahui
sendiri atau informasi dari departemen lain.
2. Saat MCFA ( Master Control Fire Alarm ) di server FO
berbunyi & bel hydrant berbunyi, teknisi menanyakan
FDA / receptionist untuk menyebutkan indicator lantai
yang menyala.
3. Selama teknisi mencari sumber api, FDA
diperkenankan untuk menekan tombol silence.
4. Saat FDA menunggu informasi dari teknisi di TKP,
apabila false alarm dapat di reset, dan kembali
menekan tombol fire apabila memang terjadi titik api,
agar tamu dapat menyelamatkan diri.
5. Segera menghubungi Chief Engineering &pejabat
berwenangapabila terjadi titik api.
6. Apabila titik api di genset, segera tekan tombol
“Emergency Button “ dan menutup kran solar ( apabila
memungkinkan )
7. Segera mengambil APAR CO2 di depan ruang genset(
25 KG) dalam jarak 2 meter dari titik api.
8. Diperkenankan menggunakan APAR POWDER,
dengan catatan bahan bakar solar menjadi rusak &
tidak dapat dipakai lagi.
9. Apabila APAR CO2 25KG habis dan api tidak berhasil di
padamkan, teknisi&security segera menyiapkan nozzle
& selang hydrant untuk memadamkan api.
10. Apabila teknisi 1 orang, yang melakukan pemadaman
hydrant adalah team security, dan teknisi bertugas
untuk mengatur pompa jockey hydrant, pompa main
hydrat, dan menyalakan manual seluruh sumber air
untuk mengisi tanki air ( sumber air hydrant ). Adapun
yang dinyalakan adalah sumber air PDAM, pompa
deepwell 1, pompa deep well 2 dan memastikan tidak
menyebabkan banjir di area office basement.
3
11. Apabila terjadi titik api di area kitchen, segera
menutup kran utama gas 5 x 50 KG di pintu exit barat (
indomaret )
12. Segera menuju ke kitchen dan melakukan pemadaman
dengan APAR terlebih dahulu ( APAR tipe apapun yang
tersedia ) bersama team kitchen.
13. Apabila APAR sudah tidak memungkinkan, langsug
menggunakan hydrant (point 9 -10 )
14. Apabila terjadi titik api di room / koridor, teknisi &
security melaksanakan pemadaman bersama
menggunakan type apapun
15. Teknisi menyalakan central blower koridor, agar asap
dapat ditarik keluar.
16. Apabila APAR sudah tidak memungkinkan, langsung
menggunakan hydrant (point 9 -10 )
17. Untuk area selain genset & kitchen, dapat
menggunakan prosedur poin 14.
18. Melaksanakan clear up selang hydrant, inventory
tabung APAR yang kosong setelah kejadian.
19. Melaksanakn recovery & perbaikan atas obyek yang
terbakar ( apabila dapat diperbaiki ) dan area di sekitar
obyek tersebut.
6 Alat yang digunakan APAR, Hydrant.
7 Keterangan lain Segera menghubungi dinas kebakaran jika Titik api tidak
bisa dikuasai (Nomor telepon 024 7605141).
4
STANDARD OPERATING PROCEDURE
1 Kode SOP SOP/ENG/TE-003/R00/III-17
2 Departemen Engineering
3 Judul PEMERIKSAAN DAN PENCATATAN HARIAN MESIN
4 Tujuan & Definisi Agar seluruh mesin di gedung berfungsi sebagaimana
mestinya.
5 Standar & Prosedur 1. Setiap awal shift, teknisi melakukan pengecekan detail
setiap mesin di seluruh area gedung berdasarkan log
sheet.
2. Teknisi tidak diperkenankan mengubah posisi tombol
mesin ( ON/OFF/MANUAL/AUTO) tanpa seizin Chief
Engineer ataupun Engineering Supervisor, terkecuali
dalam keadaan yang sangat urgent.
3. Teknisi melaksanakan pengisian air PDAM setiap bulan
sebanyak +/- 60 M3 yang terbagi menjadi beberapa
hari.
4. Teknisi melaksanakan pengecekan kualitas air bersih
setiap shift, meliputi rasa, bau, warna agar layak
sebagai sumber kehidupan, dan diperkenankan
menambah debit PDAM ataupun menambah chemical
untuk memperbaiki kualitas air tanah.
5. Teknisi melaksanakan pengecekan kualitas air limbah
setiap shift, meliputi warna dan bau air limbah sebelum
dibuang ke saluran kota, dan diperkenankan
menambahkan chemical menurut takaran tertentu agar
tidak berwarna&berbau.
6. Teknisi memeriksa setiap awal shift kondisi ketinggian
air bersih di Ground Water Tank/tanki utama, Roof
tank, dan diperkenankan menyalakan pompa ataupun
mengubah posisi tombol mesin untuk
menyeimbangkan antara pemakaian dan penggunaan
air gedung.
7. Dalam pengecekan awal shift, teknisi menuliskan
keadaan dan kondisi setiap mesin, dan apabila
diketemukan hal yang tidak seharusnya terjadi, teknisi
wajib segera melaporkan ke Chief Engineer ataupun
Engineering Supervisor untuk mendapatkan langkah
selanjutnya.
8. Teknisi memeriksa peralatan dasar ( engineering
toolkits) sebelum melaksanakan pekerjaan, dan
5
melaporkan pada atasan apabila peralatan ada yang
rusak maupun hilang, dengan menunjukkan bukti alat
yang rusak.
9. Teknisi melaksanakan pekerjaan yang sudah disusun
harian oleh Chief Engineer, dan dapat melaksanakan
pekerjaan dari departemen lain berdasarkan skala
prioritas dan urgensitas dari pekerjaaan.
6 Alat yang digunakan Engineering tools kits, operational keys.
7 Keterangan lain Dalam melaksanakan pekerjaan, skala prioritas paling
utama adalah titik api, dan yang berhubungan langsung
dengan nyawa manusia seperti membebaskan tamu
terjebak dalam lift, kebocoran gas, dan lain sebagainya
yang harus ditangani saat itu juga.
6
STANDARD OPERATING PROCEDURE
1 Kode SOP SOP/ENG/TE-004/R00/III-17
2 Departemen Engineering
3 Judul PERAWATAN &MEMANASKAN GENSET
4 Tujuan & Definisi Agar genset terawatt dengan baik dan dapat dinyalakan.
5 Standar & Prosedur 1. Teknisi mengecek kebersihan ruang genset
2. Melakukan pengecekan level tanki solar genset
3. Melakukan pengecekan level stock solar
4. Stock solar minimum 320L / 8 jam running.
5. Melakukan pengecekan tegangan accu dan charger
6. Melakukan pengecekan ketinggin air radiator dan
kualitas air radiator
7. Melakukan pengecekan level oli
8. Melakukan pengecekan ketinggian air accu, dan
menambahkan apabila diperlukan
9. Setelah semua parameter diatas terpenuhi, genset
dapat dinyalakan dengan tombol manual ON
10. Warming up genset dilakukan setiap minggu sekali
pada hari Minggu selama 15 menit dan ditulis pada log
penggunaan genset.
6 Alat yang digunakan Operational keys
7 Keterangan lain
7
STANDARD OPERATING PROCEDURE
1 Kode SOP SOP/ENG/TE-005/R00/III-17
2 Departemen Engineering
3 Judul MELAKSANAKAN PERBAIKAN DI KAMAR TAMU
4 Tujuan & Definisi Perbaikan di kamar tamu dengan cepat dan tepat.
5 Standar & Prosedur 1. Datang ke kamar tamu maksimal 10 menit untuk
melaksanakan perbaikan yang diminta oleh tamu.
2. Mengetuk kamar tamu sebanyak 3 kali, dan
mengucapkan “engineering”
3. Mengucapkan sambutan ke tamu, dan menanyakan atas
kerusakan maupun bantuan yang diinginkan oleh tamu
terkait bidang teknis.
4. Memohon izin kepada tamu untuk memasuki kamar.
5. Mendeteksi kerusakan secara tepat, dan melaksanakan
perbaikan secara cepat, agar tidak mengganggu privasi
tamu.
6. Apabila kerusakan di dalam kamar tamu cukup parah,
dan memakan waktu perbaikan lebih dari 30 menit,
teknisi menyampaikan ke tamu apakah bersedia
menunggu hingga selesai diperbaiki, atau perbaikan
sementara, ataupun menawarkan penggantian kamar
apabila memungkinkan.
7. Teknisi menyampaikan ke FDA bahwa kamar tamu
harus di pindah dengan alasan yang kuat, dan FDA
menyiapkan kamar pengganti.
8. Teknisi segera melaksanakan perbaikan di kamar tamu
tersebut dan menyampaikan tentang status kamar,
apakah dapat dijual atau tidak.
9. Apabila teknisi dapat menyelesaikan perbaikan, segera
menyampaikan ke HK & FDA untuk follow up
selanjutnya.
10. Apabila teknisi tidak dapat mengerjakan, segera
mengubungi chief engineer dan engineering supervisor
untuk langkah selanjutnya.
11. Chief Engineer berwenang untuk menentukan status
kamar menjadi “ Out Of Order” hingga perbaikan dapat
diselesaikan.
6 Alat yang digunakan Engineering toolkits.
7 Keterangan lain Engineering bisa menghubungi vendor luar jika perbaikan
tidak dapat dilakukan oleh Engineering sendiri.
8
STANDARD OPERATING PROCEDURE
1 Kode SOP SOP/ENG/TE-006/R00/III-17
2 Departemen Engineering
3 Judul EFISIENSI PENGGUNAAN ENERGI
4 Tujuan & Definisi Teknisi dapat mengatur dan menggunakan energy air,
listrik, bahan bakar secara efisien.
5 Standar & Prosedur 1. Teknisi mencatat pemakaian energy listrik setiap hari
pada sheet yang telah disediakan, dan mencari
penyebab pemakaian listrik berlebih.
2. Teknisi mencatat pemakaian sumber air bersih setiap
hari, dan melaksanakan pengawasan baku mutu air
bersih yang meliputi bau, rasa , dan warna air.
3. Teknisi mencatat pemakaian solar saat terjadi
pemadaman listrik dari PLN di log genset, dan teknisi
mengatur penggunaan arus yang dihasilkan oleh genset
di bawah 150Ampere agar solar yang dipakai bisa
berkurang dari 50Liter/hour.
4. Saat penggunaan genset,teknisi berwenang untuk
mengatur pemakaian mesin – mesin di gedung, antara
lain ON OFF AC lobby&koridor kamar menurut situasi
& kondisi tamu, ataupun mengatur suhu AC lobby &
koridor.
5. Teknisi menulis semua pekerjaan yang sudah
dilaksanakan di log book, dan melaksanakan handover
pekerjaan yang belum dapat diselesaikan sebelumnya.
6 Alat yang digunakan
7 Keterangan lain
9
STANDARD OPERATING PROCEDURE
1 Kode SOP SOP/ENG/TE-007/R00/III-17
2 Departemen Engineering
3 Judul MEMBUKA MANUAL PINTU KAMAR TAMU DAN SDB
4 Tujuan & Definisi Agar teknisi dapat membuka lock set onity dan SDB onity
dengan prosedur yang benar.
5 Standar & Prosedur 1. Setelah teknisi menerima informasi bahwa ada pintu
kamar yang tidak dapat dibuka/SDB yang terkunci,
teknisi segera menghubungi Chief Engineering/pejabat
yang berwenang untuk mendapatkan kunci digital
maupun kunci manual set onity yang terletak di kantor
GM.
2. Bersama pejabat berwenang, teknisi membuka pintu
kamar yang terkunci (apapun statusnya), dan
melaksanakan perbaikan berupa programing
ulang/pergantian baterai.
3. Berdasarkan informasi teknisi dapat langsung
membuka SDB.
4. Melaporkan kepada Front office bahwa pintu/SDB
sudah selesai perbaikan.
5. Mengembalikan kunci digital maupun kunci manual set
onity ke kantor GM.
6 Alat yang digunakan kunci digital, kunci manual set onity
7 Keterangan lain
10
STANDARD OPERATING PROCEDURE
1 Kode SOP SOP/ENG/TE-008/R00/III-17
2 Departemen Engineering
3 Judul MANAJEMEN PENGATURAN SUMBER DAYA AIR BERSIH
4 Tujuan & Definisi Teknisi memahami & menjalankan proses pengaturan
penggunaan air dan perawatan mesin pendukung
5 Standar & Prosedur 1. Dari hasil pencatatan log sheet pada awal shift, teknisi
segera melaksanakan tidakan pengaturan air
2. Komposisi air bawah tanah berbanding dengan PDAM
adalah 60 : 40 %
3. Berdasarkan kondisi air di tanki utama ( Ground Water
Tank ) apabila diketahui dibawah standar baku mutu,
teknisi dapat menyalakan kran air dari PDAM untuk
memperbaiki kualitas air tanah.
4. Berdasarkan kondisi air di tanki utama ( Ground Water
Tank ) apabila diketahui dibawah standar baku mutu,
teknisi dapat memasukkan chlorine tablet untuk
memperbaiki kualitas air tanah
5. Apabila diketehui pompa DeepWell 1 & 2 mengalami
gangguan, teknisi dapat menyalakan kran air PDAM
untuk pengisian GWT dan segera menginformasikan
Chief Engineer untuk tindakan selanjutnya.
6. Apabila diketahui kondisi level air di tanki atap / roof
tank hampir habis / sudah habis total dikarenakan
kesalahan pembacaan sensor pompa transfer 1&2,
teknisi segera mengubah posisi pompa 1 & 2 dari auto
menjadi manual agar pengisian lebih cepat, dan segera
mencari penyebab sensor air error.
6 Alat yang digunakan -
7 Keterangan lain
11
STANDARD OPERATING PROCEDURE
1 Kode SOP SOP/ENG/TE-009/R00/III-17
2 Departemen Engineering
3 Judul MEMBEBASKAN ORANG TERJEBAK DI DALAM LIFT
4 Tujuan & Definisi Teknisi dapat melakukan tindakan darurat apabila ada
yang terkurung di dalam lift dengan cepat dan tepat.
5 Standar & Prosedur 1. Berdasarkan informasi dari departemen lain, teknisi
segera menuju ke lantai tempat kejadian lift yang
macet.
2. Teknisi harus mengetahui letak sangkar lift berhenti.
3. Teknisi membuka pintu lift diatas sangkar lift yang
macet ( bukan di bawah sangkar ) menggunakan
kunci khusus lift
4. Setelah pintu terbuka, teknisi dapat melakukan dua
tindakan di bawah ini ( mana yang lebih
memungkinkan )
a. Segera mengeluarkan tamu dari dalam lift apabila
posisi sangkar lift dapat dijangkau oleh tamu( kaki
tidak melompat terlalu jauh dari “pit stop” lantai.
b. Teknisi segera menaiki di atas sangkar lift yang
macet, mengubah posisi AUTO menjadi manual
dan segera menekan tombol UP atau DOWN secara
manual hingga sangkar dapat sejajar dengan “pit
stop” lantai.
5. Setelah semua tamu keluar dari lift, teknisi segera
masuk ke dalam sangkar lift yang macet tadi &
melakukan reset lift di dalam sangkar tersebut dengan
nenekan tombol OFF selama 5 detik, kemudian di ON
kan lagi
6 Alat yang digunakan Kunci pembuka pintu lift.
7 Keterangan lain
12
STANDARD OPERATING PROCEDURE
1 Kode SOP SOP/ENG/TE-010/R00/III-17
2 Departemen Engineering
3 Judul PERBAIKAN AWAL LIFT TIDAK BEKERJA (ERROR)
4 Tujuan & Definisi Teknisi dapat melakukan tindakan darurat apabila lift
tidak bekerja
5 Standar & Prosedur 1. Teknisi menuju ke lantai di sangkar lift yang tidak
berjalan
2. Mencari penyebab lift tidak bekerja, dengan
mengamati kondisi sensor – sensor lift ataupun
kotoran yang mengganggu pembacaan sensor
3. Melakukan perbaikn dengan pembersihan sensor,
ataupun menghilangkan halangan apapun yang
menyebabkan sensor tidak berfungsi
4. Setelah membersihkan semua sensor di sekitar
sangkar lift, teknisi menuju ke dalam sangkar lift, dan
menekan tombol OFF power selama 5 detik, dan
dinyalakan lagi.
5. Apabila langkah di atas belum dapat untuk
menjalankan lift, teknisi dapat mereset ulang
menggunakan kunci kontak di tombol luar lift yang
terletak di lobby utama & lobby LG ( berbeda lokasi
masing-masing lift.
6. Langkah reset terakhir dari ruang mesin lift, dengan
jalan mereset breaker utama di panel induk lift.
7. Segera menghubungi vendor maintenance lift untuk
perbaikan selanjutnya.
6 Alat yang digunakan Kunci pembuka pintu lift.
7 Keterangan lain
13
STANDARD OPERATING PROCEDURE
1 Kode SOP SOP/ENG/TE-011/R00/III-17
2 Departemen Engineering
3 Judul MEMATIKAN TOTAL SUMBER LISTRIK SATU LANTAI
4 Tujuan & Definisi Teknisi melaksanakan penghematan energy listrik secara
maksimal
5 Standar & Prosedur 1. Berdasarkan informasi dari FDA, apabila occupancy
hotel kurang dari 50% ( kebijaksanaan manajemen )
teknisi melaksanakan pemadaman total di lantai yang
tidak dijual oleh Front Office
2. Adapun prosedur mematikan sumber listrik dapat
dilakukan pukul berapapun dan dalam kondisi
apapun, hingga mendapatkan instruksi untuk
menyalakan kembali dari manajemen ataupun FDA.
3. Jenis pemadaman adalah seluruh MCB kamar
4. Jenis pemadaman adalah seluruh MCB MCB AC
koridor
5. Jenis pemadaman adalah seluruh MCB lampu koridor
6. Teknisi dilarang mematikan NFB utama, MCB
emergency lamp & MCB jaringan internet.
6 Alat yang digunakan -
7 Keterangan lain -
14
STANDARD OPERATING PROCEDURE
1 Kode SOP SOP/ENG/TE-012/R00/III-17
2 Departemen Engineering
3 Judul PERAWATAN & PEMERIKSAAN SISTEM HYDRANT
4 Tujuan & Definisi Teknisi mengetahui & menjalankan prosedur dalam
perawatan instalasi dan mesin hydrant setiap 6( enam)
bulan sekali.
5 Standar & Prosedur 1. Memeriksa log harian & bulanan mesin hydrant
2. Memeriksa setiap box hydrant di seluruh gedung,
meliputi kelengkapan selang, nozzle, kunci kran
hydrant ( outdoor ) dan membersihkannya.
3. Memeriksa kondisi level air Ground Water Tank
4. Memeriksa katup bypass hydrant – GWT, memastikan
agar katup tersebut ditutup agar air dari pompa
hydrant tidak kembali masuk ke tanki utama
5. Mematikan pompa utama hydrant selama proses
perawatan berlangsung, dan mengembalikan tombol
ke posisi AUTO setelah perawatan selesai.
6. Kondisi tombol pompa jockey tetap AUTO
7. Mencari box hydrant terjauh dari pompa hydrant.
8. Mensterilkan lokasi dan mempersiapkan area
tersebut.
9. Teknisi merakit nozzle dan selang hydrant, dan
diarahkan ke tempat yang dapat dijadikan sebagai
reseptor air kotor hydrant.
10. Seorang teknisi memegang nozzle hyrant dalam posisi
kuda – kuda yang kokoh
11. Teknisi yang lain menyalakan kran hydrant secara
perlahan – lahan sebaatas terknisi yang memegang
nozzle hydrant mampu menahan tekanan air hydrant.
12. Air hydrant apabila lama tidak dipergunakan menjadi
berwarna hitam & menyebabkan korosi di instalasi
pipa hydrant.
13. Proses flushing air hydrant dilakukan sampai dengan
air yang keluar dari nozzle hydrant berwarna bening.
6 Alat yang digunakan Hydrant
7 Keterangan lain -
15