LAPORAN PENDAHULUAN
ANC (ANTENATAL CARE)
KONSEP DASAR ANC
A. Definisi
Antenatal Care merupakan suatu pelayanan yang diberikan oleh perawat kepada
wanita selama hamil, misalnya dengan pemantauan kesehatan secara fisik,
psikologis, termasuk pertumbuhan dan perkembangan janin serta mempersiapkan
proses persalinan dan kelahiran supaya ibu siap menghadapi peran baru sebgai
orang tua (Wagiyo & Putrono, 2016).
Pelayanan Antenatal Care merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga
kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan
antenatal yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Kebidanan (SPK). Sedangkan
tenaga kesehatan yang berkompeten memberikan pelayanan antenatal kepada ibu
hamil antara lain dokter spesialis kebidanan, dokter, bidan dan perawat.(Widyantari,
2019)
.Berdasarakan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa antenatal care adalah
perawatan kehamilan yang merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada
ibu selama masa kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan antenatal care yang
sudah ditetapkan.
Antenatal care bertujuan untuk menjamin perlindungan terhadap ibu hamil dan
atau janin berupa deteksi dini faktor resiko, pencegahan, dan penanganan dini 24
komplikasi kehamilan.(Widyantari, 2019) Tujuan asuhan antenatal adalah untuk
mengetahui secara dini resiko komplikasi yang mungkin dihadapi ibu selama
kehamilan, mencegah komplikasi selama kehamilan, memantau kesehatan ibu dan
janin, membantu dan mendorong proses adaptasi yang terjadi agar ibu dapat
beradaptasi dengan perubahan fisik dan peran barunya, menentukan usia kehamilan
dan memperkirakan persalinan, mengurangi morbiditas dan mortalitas ibu dan
perinatal
B. Tanda dan gejala
Menurut Marjati dkk, (2010) tanda dan gejala antenatal dibagi dalam :
1. Tanda dan Gejala Presumtif Kehamilan
a. Amenore (terlambat datang bulan)
Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadinya pembentukan Folikel de
Graff dan ovulasi di ovarium. Gejala ini sangat penting karena umumnya
wanita hamil tidak dapat haid lagi selama kehamilan, dan perlu diketahui
hari pertama haid terakhir untuk menentukan tuanya kehamilan dan tafsiran
persalinan.
b. Mual muntah
Umumnya terjadi pada kehamilan muda dan sering terjadi pada pagi hari.
Progesteron dan esterogen mempengaruhi pengeluaran asam lambung yang
berlebihan sehinggan menimbulkan mual muntah
c. Ngidam
Menginginkan makanan/minuman tertentu, sering terjadi pada bulan-
bulan pertama kehamilan tetapi menghilang sering tuanya kehamilan.
d. Sinkop atau pingsan
Terjadi sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan
saraf dan menimbulkan sinkope/pingsan dan akan menghilang setelah umur
kehamilan lebih dari 16 minggu.
e. Payudara tegang
Pengaruh esterogen, progesteron dan somatomamotropin menimbulkan
deposit lemak, air dan garam pada payudara menyebabkan rasa sakit
terutama pada kehamilan pertama.
f. Anoreksia nervousa
Pada bulan-bulan pertama terjadi anoreksia (tidak nafsu makan), tapi setelah
itu nafsu makan muncul lagi.
g. Sering kencing
Hal ini sering terjadi karena kandung kemih pada bulan-bulan pertama
kehamilan tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Pada trieulan kedua
umumnya keluhan ini hilang karena uterus yang membesar keluar rogga
panggul.
h. Konstipasi/obstipasi
Hal ini terjadi karena tonus otot menurun disebabkan oleh pengaruh
hormon esterogen.
i. Epulis
Hipertrofi gusi disebut epulis dapat terjadi pada kehamilan.
j. Pigmentasi
Terjadi pada kehamilan 12 minggu keatas.
1) Pipi : Cloasma Gravidarum
Keluarnya melanophore stimulating hormone hipofisis anterior
menyebabkan pigmentasi yang berlebihan pada kulit.
2) Perut : strie livide dan strie albican, linea albumin makin
menghitam, payudara hiperpigmentasi areola mamae
3) Varises atau penampakan pembuluh vena karena pengaruh esterogen dan
progesteron terjadi penampakan pembuluh darah vena. Terutama bagi
mereka yang mempunyai bakat. Penampakan pembuluh darah itu terjadi
disekitar genitalia eksterna, kaki dan betis serta payudara
2. Tanda Kemungkinan (Probability Sign)
a. Pembesaran perur
Terjadi akibat pembesaran uterus. Hal ini terjadi pada bulan keempat
kehamilan.
b. Tanda hegar
Tanda hegar adalah pelunakan dan dapat ditekannya istimus uterus.
c. Tanda goodel
Pelunakan serviks.
d. Tanda chadwiks
Perubahan warna menjadi keungunan pada vulva dan mukosa vagina
termasuk juga porsio dan serviks.
e. Tanda piskacek
Pembesaran uterus yang tidak simetris. Terjadi karena ovum berimplantasi
pada daerah dekat dengan kornu sehingga daerah tersebut berkembang lebih
dulu.
f. Kontraksi baxton hicks
Peregangan sel-sel otot uterus, akibat meningkatnya actomycin di dalam otot
uterus kontraksi ini tidak beritmik, sporadis, tidak nyeri, biasanya timbul
pada kehamilan 8 minggu.
g. Teraba ballottement
Ketukan yang mendadak pada uterus menyebabkan janin bergera dalam
cairan ketuban yang dapat dirasakan oleh tangan pemeriksa.
h. Pemeriksan tes biologis kehamilan (planotest) positif
Pemeriksaan ini adalah untuk mendeteksi adanya Hc6 yang diproduksi oleh
sinsitotrofoblas sel selama kehamilan. Ormon ini disekresi di peredaran
darah Ibu (pada plasma darah) dan diekskresi pada urine Ibu.
3. Tanda Pasti (Positive Sign)
a. Gerakan janin dalam rahim
Gerakan janin ini harus dapat diraba dengan jelas oleh pemeriksa. Gerakan
ini baru dapat dirasakan pada usia kehamilan sekitar 20 minggu
b. Denyut jantung janin
Dapat didengar pada usia 12 minggu dengan menggunkan alat fetal
(elektrocardiograf) misalnya doppler.
c. Bagian-bagian janin
Bagian besar janin (kepala dan bokong) serta bagian kecil janin (lengan dan
kaki) dapat diraba dengan jelas pada usia kehamilan lebih tua (trimester
akhir).
d. Kerangka janin
Kerangka janin dapat dapat dilihat dengan foto rontgen maupun USG.
C. Perubahan dan adaptasi fisiologis pada masa kehamilan
1. Uterus
Uterus bertambah besar semula 30 gram menjadi 1000 gram, pembesaran ini
dikarenakan hipertropi oleh otot – otot rahim.
2. Vagina
a. Elastisitas vagina bertambah
b. Getah dalam vagina biasanya bertambah, reaksi asam Ph 3,5-6.
c. Pembuluh darah dinding vagina bertambah, hingga warna selaput lendirnya
berwarna kebiru-biruan (tanda chadwick).
3. Ovarium
a. Ovulasi terhenti, masih dapat corpus luteum gravidatatis sampai
terbentuknya urin yang mengambil alih pengeluaran esterogen dan
progesterone.
b. Kulit terdapat hiperpigmentasi antara lain pada areola normal, papila normal
dan linea alba.
4. Dinding perut
Pembesaran dinding rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan
perobekan selaput elastis di bawah kulit sehingga timbul strie gravidarum.
5. Payudara
Biasanya membesar dalam kehamilan, disebabkan hipertropi dari aveoli putting
susu biasanya membesar dan berwarna lebih tua. Aerola mamae melebar dan
lebih tua warnanya.
6. Sistem respirasi
Wanita hamil terkadang mengeluh sering sesak nafas yang sering ditemukan
pada kehamilan 3 minggu keatas, hal ini disebabkan oleh usus yang tertekan
ke arah diafragma akibat pembesaran rahim. Kapasitas pasru meningkat sedikit
selama kehamilan sehingga Ibu akan bernafas lebih dalam sekitar 20-25%.
7. Sistem urinaria
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kemih tertekan oleh uterus yang
membesar dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan
persiapan pemberian ASI.
D. Patofisiologi
Proses Kehamilan menurut Hamilton, Persis Mary (2022) yaitu :
1. Fertilisasi
Yaitu bertemunya sel teliur dan sel sperma. Tempat bertemunya didaerah
ampulla tuba. Sebelum keduanya bertemu, maka terjadi 3 fase yaitu :
a. Tahap penembusan korona radiata
Dari 200-300 juta hanya 300-500 yang sampai di tuba fallopi yang ahi
menembus korona radiata karena sudah megalami proses kapisitasi.
b. Penembusan zona pellusida
Spermatozoa lain ternyata menempel di zona pellusida, tetapi hanya satu
yang terlihat ampu menembus oosit.
c. Tahap penyatuan oosit dan membran sel sperma
Setelah menyatu maka akan dihasilkan zigot yang mempunyai kromososm
diploid (44 autosom dan 2 gonosom) dan terbentuk jenis kelamin baru (XX
untuk wanita dan XY untuk laki-laki).
2. Pembelahan
Setelah itu zigot akan membelah menjadi tingkat 2 sel (30 jam), 4 sel, 8 sel,
sampai dengan 16 sel disebut blastomer (3 hari) dan membentuk sebuah
gumpalan bersusun longgar. Setelah 3 hari sel-sel tersebut akan
memperoleh membelah membentuk morula (4 hari). Saat morula masuk rongga
rahim, cairan mulai menembus zona pellusida masuk ke dalam ruang antar sel
yang ada di massa sel dalam. Berangsur-angsur ruang antar sel menyatu dan
akhirnya terbentuklah sebuah rongga/blastokel sehingga disebut blastokista (4-
5 hari). Sel bagian dalam disebut embrioblas dan sel diluar disebut
trofoblas. Zona pellusida akhirnya menghilang sehingga trofoblas ahi masuk
endometrium dan siap berimplantasi (5-6 hari) dalam bentuk blastokista tingkat
lanjut.
3. Nidasi / Implantasi
Yaitu penanaman sel telur yang sudah dibuahi (pada stadium blastokista) ke
dalam dinding uterus pada awal kehamilan. Biasanya terjadi pada pars superior
korpus uteri bagian anterior/posterior. Pada saat implantasi selaput lendir rahim
sedang berada pada fase sekretonik (2-3 hari setelah ovulasi). Pada saat ini,
kelenjar rahimdan pembuluh nadi menjadi berkelok-kelok jaringan ini
mengandung banyak cairan (Marjati dkk, 2010).
4. Pertumbuhan dan perkembangan embrio
a. Masa pre embryonic
Berlangsung selama 2 minggu sesudah terjadinya fertilisasi terjadi proses
pembelahan sampai dengan nidasi.
b. Masa embryonic
Berlangsung sejak 2-6 minggu.
c. Masa fetat
Berlangsung sejak 2 minggu ke 8 sampai dengan bayi baru lahir. Minggu ke
12 panjang janin kira-kira 9 cm, berat 14 gram, sirkulasi tubuh berfungsi.
Minggu ke 16 panjang janin 16 cm, berat 20 gram, kulit transparan, rambut
mulai tumbuh. Minggu ke 20 kepala tegak separuh PB, wajah nyata, telinga,
pada tempatnya kelopak mata, alis, kuku sempurna. Minggu ke 24 kulit
keriput, lanugo menjadi gelap dengan vernix meningkat. Minggu ke 28 mata
terbuka, alis dan bulu mata berkembang dengan baik, rambut menutupi
kelapa, deposit lembak subkutan, testis turun ke skrotum. Minggu ke 32
lanugo berkurang, tubuh bulat, testis turun. Minggu ke 36 lanugo
sebagian besar terkelupas, kulit tertutup, vernikx kareosa. Minggu ke 40
osifikasi tulang tengkorak masih belum sempurna, tetapi keadaan ini
memudahkan fetus melalui jalan lahir (Marjati dkk, 2010).
E. Komplikasi kehamilan
1. Hipertensi karena kehamilan yaitu : tekanan darah yang lebih tinggi dari 140/90
mmHg yang disebabkan karena kehamilan itu sendiri, memiliki potensi
yang menyebabkan gangguan serius pada kehamilan. Biasanya terjadi pada usia
kehamilan memasuki 20 minggu.
2. Pre eklamsia
Pre-eklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, proteinuria, dan
oedema yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam
triwulan ke 3 pada kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya misalnya pada
mola hidatidosa.
3. Perdarahan
Perdarahan antepartum adalah perdarahan yang terjadi setelah kehamilan 28
minggu. Biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya daripada perdarahan
kehamilan sebelum 28 minggu. Jika perdarahan terjadi di tempat yang jauh
dari fasilitas pelayanan kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan tersebut
tidak mampu melakukan tindakan yang diperlukan, maka umumnya kematian
maternal akan terjadi.
4. Kelainan letak (lintang dan sungsang)
5. Letak lintang
Letak lintang adalah keadaan sumbu memanjang janin kira-kira tegak lurus
dengan sumbu memanjang tubuh ibu. Letak lintang adalah suatu keadaan di
mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu
sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. Pada umumnya bokong berada
sedikit lebih tinggi dari pada kepala janin, sedangkan bahu berada pada pintu
atas panggul.
6. Letak sungsang
Letak sungsang merupakan kelainan letak janin di dalam rahim pada kehamilan
tua (hamil 8-9 bulan), dengan kepala di atas dan bokong atau kaki di bawah.
Bayi letak sungsang lebih sukar lahir, karena kepala lahir terakhir.
7. Hidramnion
Yaitu kehamilan dengan jumlah air ketuban lebih dari 2 liter. Keadaan ini mulai
tampak pada trimester III, dapat terjadi secara perlahan-lahan atau sangat
cepat. Pada kehamilan normal, jumlah air ketuban ½ sampai 1 liter.
Karena rahim sangat besar akan menekan pada organ tubuh sekitarnya.
8. Ketuban pecah dini
Ketuban pecah dini adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum
persalinan. Bila ketuban pecah dini terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu
maka disebut ketuban pecah dini pada kehamilan prematurr (Hamilton, Persis
Mary., 2022)
F. Penatalaksanaan
1. Penatalaksanaan medis
a. Berikan tablet Fe pada ibu hamil.
b. Berikan vaksin TT pada ibu hamil.
c. Vitamin untuk ibu hamil.
d. Meterhin untuk menghentikan perdarahan.
2. Penatalaksanaan keperawatan
a. Nausea
1) Makan porsi kecil tapi sering bahkan setiap 2 jam
2) Makan biskuit kering sebelum beranjak dari tempat tidur dipagi hari.
3) Tingkatkan istirahat.
4) Hindari sikat gigi setelah makan.
b. Peningkatan frekuensi berkemih pada TM I dan TM II
1) Kosongkan kandung kemih saat terasa dorongan ingin kemih
2) Banyak minum di siang hari
3) Kurangi minum di malam hari
c. Sakit punggung atas dan bawah
Istirahat cukup, menggunakan penyokongan abdomen eksternal
d. Edema dependen
1) Hindari menggunakan pakaian ketat
2) Elevasi kaki setiap hari
e. Nyeri ulu hati
1) Distraksi/nafas dalam
2) Hindari makanan berlemak, pedas, yang dapat mengganggu pencernaan
f. Kesemutan jari – jari
1) Menjelaskan penyebab kesemutan
2) Berbaring rileks.
G. Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan laboratorium
Wanita hamil diperiksa urinnya untuk mengetahui kadar protein glukosanya,
diperiksa darah untuk mengetahui faktor rhesus, golongan darah, Hb dan
penyakit rubella
2. Pemeriksaan USG
a. Diagnosis dan konfirmasi awal kehamilan
b. Penentuan umur gestasi dan penafsiran ukuran fetal
c. Mengetahui posisi plasenta
d. Mengetahui adanya IUFD
e. Mengetahui pergerakan janin dan detak jantung janin.
3. Pemeriksaan Rontgen
Dilakukan pada kehamilan yang sudah agak lanjut karena sebelum buan ke IV
rangka janin belum tampak. Pemeriksaan rontgen dilakukan pada kondisi-
kondisi:
a. Diperlukan tanda pasti hamil
b. Letak anak tidak dapat ditentukan dengan jelas dengan palpasi
c. Mencari sebab dari hidraamnion
d. Untuk menentukan kelainan anak.
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian Keperawatan
a. Identitas
1) Nama suami dan istri
Agar dalam melakukan komunikasi dengan pasien keluarga dapat terjalin
komunikasi dengan baik.
2) Usia
Penyulit dalam kehamilan remaja lebih tinggi dibanding umur 20 sampai 30 tahun.
3) Alamat
Ditanyakan untuk maksud mempermudah hubungan / informasi bila diperlukan.
Bila keadaan mendesak, dengan diketahuinya alamat tersebut bidan dapat
mengetahui tempat tinggal pasien/klien dan lingkungannya.
4) Pekerjaan
Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruh pekerjaan terhadap
permasalahan kesehatan pasien.
5) Agama
Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruhnya terhadap kebiasaan
kesehatan pasien.
6) Pendidikan
Ditanyakan untuk mengetahui tingkat intelektualnya, tingkat Pendidikan
mempengaruhi sikap perilaku kesehatan seseorang.
7) Status perkawinan
Ditanyakan kepada ibu atau calon ibu, untuk mengetahui kemungkinan
pengaruh status perkawinan terhadap masalah kesehatan , bila diperlukan
ditanyakan tentang beberapa kalinya.
8) Lama perkawinan
Kalau orang hamil sudah lama menikah, nilai anak tentu besar sekali dan ini
harus diperhitungkan dalam pimpinan (anak mahal)
b. Riwayat Kesehatan
1) Keluhan utama
Ditanyakan untuk mengetahui perihal yang mendorong pasien/klien datang
mencari pertolongan.
2) Riwayat keluhan utama
3) Riwayat kesehatan sekarang
Yang perlu dikaji : sejak kapan ibu merasakan pergerakan anak, umur kehamilan,
ANC berapa kali, dimana imunisasi TT didapatkan, teraphie yang didapatkan,
penyuluhan yang didapatkan, bila mulai didapatkan gerakan anak, kalau kehamilan
masih muda adalah mual, muntah, sakit kepala, [Link] kehamilan tua
adalah bengkak di kaki/muka, sakit kepala, perdarahan, sakit pinggang dan lain-
lain.
4) Riwayat kesehatan dahulu
a) Riwayat kesehatan klien
Menarche pada usia berapa, haid teratur atau tidak, siklus haid berapa hari,
lama haid, warna darah haid, HPHT kapan, terdapat sakit waktu haid atau
tidak.
b) Riwayat kehamilan, persalinan dan nipas yang lalu
Hamil dan persalinan berapa kali, anak hidup atau mati, usia, sehat atau tidak,
penolong siapa, nifas normal atau tidak.
c) Riwayat pemakaian akat kontrasepsi
Perlu dicatat bagi ibu yang mengikuti atau pernah mengikuti KB. Hal ini
penting diketahui apakah kehamilan sekarang direncanakan atau tidak.
d) Riwayat kesehatan keluarga
Penyakit keturunan dalam keluarga, anak kembar atau penyakit menular yang
dapat mempengaruhi persalinan.
c. Pemeriksaan fisik dan pengkajian fungsional
1) Inspeksi
a) Muka: adakah cloasma gravidarum,keadaan selaput mata pucat atau
merah adakah oedema pada muka,bagaimana keadaan lidah, gigi.
b) Leher: apakah vena terbendung dileher, apakah ada pembesaran
kelenjar gondok dan limpe.
c) Dada: bentuk payudara, pigmentasi puting susu dan gelanggang
susu, keadaan puting susu, adakah kolostrum.
d) Abdomen GIT: bentuk abdomen,warna, adakah luka bekas operasi
apendeksitis, terbagi 9 regio hipokondria kanan (pembesaran hepar),
epigastrik (gastritis), hipokondria kiri (pembesaran lien), lumbal
kanan dan kiri (ginjal), umbilikus, iliaka kanan (apendiksitis),
hipokondria, iliaka kiri (scibala).
e) Abdomen obstetrik: perut membesar ke depan atau ke samping,
keadaan pucat, pigmentasi linia alba, nampakkah gerakan anak atau
kontraksi uterus, adakah strie gravidarum atau bekas luka.
f) Vulva: keadaan perineum, carilah varises, tanda chadwick,
condyloma akuminata, flour albus.
g) Anggota bawah: cari varises, oedema, luka, cicatrix pada lipat
paha, CRT kembali ≤ 1 detik untuk mengetahui kemungkinan
dehidrasi.
2) Palpasi
Tujuan :
a) Menentukan besarnya kepala Rahim dan dengan ini menentukan
usia kehamilan
b) Menentukan letaknya anak dalam Rahim
c) Menentukan usia kehamilan menurut [Link]
Umur kehamilan dalam bulan di ukur dari panjang antara simfisis
pubis dan puncak fundus uteri dalam sentimeter dibagi 3 ½ cm.
d) Menentukan usia kehamilan menurut perhitungan TFU secara
internasional
o Kurang dari 12 minggu – belum dapat diraba di atas
simpisis.
o 12 minggu – 1-2 jari di atas sisfisis.
o 16 minggu – pertengahan antara sisfisis dan pusat
o 24 minggu – setinggi pusat
o 28 minggu – 3 jari diatas pusat
o 32 minggu – pertengahan antara pusat dan px
o 36 minggu – 3 jari dibawah px
o 40 minggu – pertengahan px dan pusat (3 jari diatas pusat)
e) Menurut leopold
Leopold I
- Kaki penderita di bengkokan pada lutut dan lipatan paha
- Pemeriksa berdiri sebelah kanan pasien dan melihat ke arah
muka pasien
- Rahim dibawa ke tengah
- Tingginya fundus uteri ditentukan dan bagian apa dari
anak yang terdapat dalam fundus
Leopold II
- Keadaan tangan pindah ke samping
- Tentukan dimama punggung janin.
- Kadang-kadang di samping terdapa kepala/bokong ialah
letak lintang.
Leopold III
- Dipergunakan satu tangan saja.
- Bagian bawah di tentukan antara ibu jari dan jari lainya
- Cobalah apakah bagian bawah masih dapat digoyangkan.
Leopold IV
Ditentukan apakah bagian bawah sudah masuk ke dalam
pintu atas panggul dan berapa masuknya bagian bawah. Jika
kita rapatkan ke dua tangan pada permukaan dari bagian
terbawah dari kepala yang masih teraba diluar:
- Convergent yaitu sebagian kecil dari kepala turun ke
rongga panggul
- Sejajar yaitu separuh dari kepala masuk ke dalam
rongga panggul
- Divergent yaitu sebagian besar dari kepala masuk
kedalam rongga panggul
3) Auskultasi
a) DJJ terdengar dimana, frekuensi, irama, dengan cara 5 detik
berselang, 30 menit dikalikan 2/dihitung selama 1 menit penuh
b) Kalua bunyi jantung janin dari 120/menit atau lebih dari 160/menit
atau tidak teratur, maka anak dalam keadaan asphyxia (kekurangan
O2)
2. Diagnosa Keperawatan
a. Keletihan
b. Defisit pengetahuan
c. Gangguan eliminasi urine
d. Pola napas tidak efektif
e. Nyeri akut
3. Intervensi keperawatan
No Diagnosa keperawatan Tujuan dan kriteria hasil Intervensi keperawatan
(SDKI) (SLKI) (SIKI)
1 Keletihan (D.0057) Setelah dilakukan tindakan Edukasi Aktivitas dan Istirahat
Definisi keperawatan selama …… (I.12362)
Penurunan kapasitas kerja x ….. jam diharapkan Observasi
fisik dan mental yang tidak tingkat keletihan menurun Identifikasi kesiapan dan
pulih dengan istirahat. dengan kriteria hasil : kemampuan menerima informasi
Penyebab Tingkat Keletihan Terapeutik
[Link] tidur (L.05046) Sediakan materi dan media
[Link] hidup monoton 1. Verbalisasi kepulihan pengaturan aktivitas dan istirahat
[Link] fisiologis (mis: energi meningkat Jadwalkan pemberian Pendidikan
penyakit kronis, penyakit 2. Tenaga meningkat Kesehatan sesuai kesepakatan
terminal, anemia, 3. Kemampuan melakukan Berikan kesempatan kepada pasien
malnutrisi, kehamilan) aktivitas rutin meningkat dan keluarga untuk bertanya
[Link] 4. Verbalisasi Lelah Edukasi
perawatan/pengobatan menurun Jelaskan pentingnya melakukan
jangka Panjang 5. Lesu menurun aktivitas fisik/olahraga secara rutin
[Link] hidup negatif Anjurkan terlibat dalam aktivitas
[Link] berlebihan kelompok, aktivitas bermain atau
[Link] aktivitas lainnya
Gejala dan tanda mayor: Anjurkan menyusun jadwal aktivitas
Subjektif: dan istirahat
Merasa energi tidak pulih Ajarkan cara mengidentifikasi
walaupun telah tidur kebutuhan istirahat (mis: kelelahan,
Merasa kurang tenaga sesak napas saat aktivitas)
Mengeluh lelah Ajarkan cara mengidentifikasi target
Objektif: dan jenis aktivitas sesuai
Tidak mampu kemampuan
mempertahankan
aktivitas rutin Manajemen Energi (I.05178)
Tampak lesu Observasi
Identifikasi gangguan fungsi tubuh
yang mengakibatkan kelelahan
Monitor kelelahan fisik dan
emosional
Monitor pola dan jam tidur
Monitor lokasi dan
ketidaknyamanan selama melakukan
aktivitas
Terapeutik
Sediakan lingkungan nyaman dan
rendah stimulus (mis: cahaya, suara,
kunjungan)
Lakukan latihan rentang gerak pasif
dan/atau aktif
Berikan aktivitas distraksi yang
menenangkan
Fasilitasi duduk di sisi tempat tidur,
jika tidak dapat berpindah atau
berjalan
Edukasi
Anjurkan tirah baring
Anjurkan melakukan aktivitas secara
bertahap
Anjurkan menghubungi perawat jika
tanda dan gejala kelelahan tidak
berkurang
Ajarkan strategi koping untuk
mengurangi kelelahan
Kolaborasi
Kolaborasi dengan ahli gizi tentang
cara meningkatkan asupan makanan
2 Defisit penegtahuan Setelah dilakukan tindakan Edukasi kesehatan (I.12383)
(D.0111) keperawatan selama …… Observasi
Definisi x ….. jam diharapkan Identifikasi kesiapan dan
Ketiadaan atau kurangnya tingkat pengetahuan kemampuan menerima informasi
informasi kognitif yang meningkat dengan kriteria Identifikasi faktor-faktor yang dapat
berkaitan dengan topik hasil : meningkatkan dan menurunkan
tertentu Tingkat pengetahuan motivasi perilaku hidup bersih dan
Penyebab (L.12111) sehat
[Link] kognitif [Link] sesuai anjuran Terapeutik
[Link] fungsi kognitif meningkat Sediakan materi dan media
[Link] mengikuti [Link] minat dalam Pendidikan Kesehatan
anjuran belajar meningkat Jadwalkan Pendidikan Kesehatan
[Link] terpapar [Link] menjelaskan sesuai kesepakatan
informasi pengetahuan tentang Berikan kesempatan untuk bertanya
[Link] minat dalam suatu topik meningkat Edukasi
belajar [Link] Jelaskan faktor risiko yang dapat
[Link] mampu menggambarkan mempengaruhi Kesehatan
mengingat pengalaman sebelumnya Ajarkan perilaku hidup bersih dan
[Link] yang sesuai dengan topik sehat
menemukan sumber meningkat Ajarkan strategi yang dapat
informasi [Link] sesuai dengan digunakan untuk meningkatkan
Gejala dan tanda mayor: pengetahuan meningkat perilaku hidup bersih dan sehat
Subjektif: [Link] tentang
Menanyakan masalah yang masalah yang dihadapi
dihadapi menurun
Objektif: [Link] yang keliru
Menunjukkan perilaku terhadap masalah
tidak sesuai anjuran menurun
Menunjukkan persepsi
yang keliru terhadap
masalah
3 Gangguan Eliminasi Urin Setelah dilakukan tindakan Dukungan Perawatan Diri:
(D.0040) keperawatan selama …… BAB/BAK (I.11349)
Definisi x ….. jam diharapkan Observasi
Disfungsi eliminasi urin eliminasi urin membaik Identifikasi kebiasaan BAB/BAK
Penyebab dengan kriteria hasil : sesuai usia
1. Penurunan kapasitas Eliminasi urin (L.04034) Monitor integritas kulit pasien
kandung kemih 1. Sensasi berkemih Terapeutik
2. Iritasi kandung kemih meningkat Buka pakaian yang diperlukan
3. Penurunan kemampuan 2. Desakan berkemih untuk memudahkan eliminasi
menyadari tanda-tanda (urgensi) menurun Dukung penggunaan
gangguan kandung 3. Distensi kandung kemih toilet/commode/pispot/urinal secara
kemih menurun konsisten
4. Efek tindakan medis dan 4. Berkemih tidak tuntas Jaga privasi selama eliminasi
diagnostik (mis. operasi (hesistancy) menurun Ganti pakaian pasien setelah
ginjal, operasi saluran 5. Volume residu urin eliminasi, jika perlu
kemih, anestesi, dan menurun Bersihkan alat bantu BAK/BAB
obat-obatan) 6. Urin menetes (dribbling) setelah digunakan
5. Kelemahan otot pelvis menurun Latih BAK/BAB sesuai jadwal, jika
6. Ketidakmampuan 7. Nokturia menurun perlu
mengakses toilet (mis. 8. Mengompol menurun Sediakan alat bantu (mis. kateter
imobilisasi) 9. Enuresis menurun eksternal, urinal), jika perlu
7. Hambatan lingkungan Edukasi
8. Ketidakmampuan Anjurkan BAK/BAB secara rutin
mengkomunikasikan Anjurkan ke kamar mandi/toilet,
kebutuhan eliminasi jika perlu
9. Outlet kandung kemih
tidak lengkap (mis. Manajemen Eliminasi Urin (I.04152)
anomali saluran kemih Observasi
kongenital) Identifikasi tanda dan gejala retensi
10. Imaturitas (pada anak atau inkontinensia urin
usia < 3 tahun) Identifikasi faktor yang
Gejala dan tanda mayor menyebabkan retensi atau
Subjektif : inkontinensia urin
1. Desakan berkemih Monitor eliminasi urin (mis.
(urgensi) frekuensi, konsistensi, aroma,
2. Urin menetes (dribbling) volume, dan warna)
3. Sering buang air kecil Terapeutik
4. Nocturia (buang air kecil Catat waktu-waktu dan haluaran
pada malam hari) berkemih
5. Mengompol Batasi asupan cairan, jika perlu
6. Enuresis (tidak dapat Ambil sampel urin tengah
menahan kencing) (midstream) atau kultur
Objektif : Edukasi
1. Distensi kandung kemih Ajarkan tanda dan gejala infeksi
2. Berkemih tidak tuntas saluran berkemih
(hesistancy) Ajarkan mengukur asupan cairan
3. Volume residu urin dan haluaran urin
meningkat Ajarkan mengambil spesimen urin
midstream
Ajarkan mengenali tanda berkemih
dan waktu yang tepat untuk
berkemih
Ajarkan terapi modalitas penguatan
otot-otot panggul/berkemihan
Anjurkan minum yang cukup, jika
tidak ada kontraindikasi
Anjurkan mengurangi minum
menjelang tidur
Kolaborasi
Kolaborasi pemberian obat supositoria
uretra, jika perlu
4 Penyebab Setelah dilakukan tindakan Manajemen Jalan Napas (I.01011)
1. Depresi pusat keperawatan selama …… Observasi
pernapasan x ….. jam diharapkan pola Monitor pola napas (frekuensi,
2. Hambatan upaya napas napas membaik dengan kedalaman, usaha napas)
(mis. nyeri saat kriteria hasil : Monitor bunyi napas tambahan
bernapas, kelemahan Pola Napas (L.01004) (misalnya: gurgling, mengi,
otot pernapasan) 1. Dispnea menurun wheezing, ronchi kering)
3. Deformitas dinding 2. Penggunaan otot bantu Monitor sputum (jumlah, warna,
dada napas menurun aroma)
4. Deformitas tulang dada 3. Pemanjangan fase Terapeutik
5. Gangguan ekspirasi menurun Pertahankan kepatenan jalan napas
neuromuskular 4. Frekuensi napas dengan head-tilt dan chin-lift (jaw
6. Gangguan neurologis membaik thrust jika curiga trauma fraktur
(mis. 5. Kedalaman napas servikal)
elektroensefalogram membaik Posisikan semi-fowler atau fowler
[EEG] positif, cidera Berikan minum hangat
kepala, gangguan Lakukan fisioterapi dada, jika perlu
kejang) Lakukan penghisapan lendir kurang
7. Imaturitas neurologis dari 15 detik
8. Penurunan energi Lakukan hiperoksigenasi sebelum
9. Obesitas penghisapan endotrakeal
10. Posisi tubuh yang Keluarkan sumbatan benda padat
menghambat ekspansi dengan forsep McGill
paru Berikan oksigen, jika perlu
11. Sindrom hipoventilasi Edukasi
12. Kerusakan inervasi Anjurkan asupan cairan 2000
diafragma (kerusakan ml/hari, jika tidak ada kontraindikasi
saraf C5 keatas) Ajarkan Teknik batuk efektif
13. Cidera pada medula Kolaborasi
spinalis Kolaborasi pemberian
14. Efek agen farmakologis bronkodilator, ekspektoran,
15. Kecemasan mukolitik, jika perlu.
Gejala dan tanda mayor
Subjektif : Pemantauan Respirasi (I.01014)
1. Mengeluh sesak Observasi
(dispnea) Monitor frekuensi, irama,
Objektif : kedalaman dan upaya napas
1. Penggunaan otot bantu Monitor pola napas (seperti
pernapasan bradypnea, takipnea,
2. Fase ekspirasi hiperventilasi, kussmaul, Cheyne-
memanjang stokes, biot, ataksik)
3. Pola napas abnormal Monitor kemampuan batuk efektif
(mis. Takipnea, Monitor adanya produksi sputum
bradypnea, Monitor adanya sumbatan jalan
hiperventilasi, napas
kussmaul, Cheyne- Palpasi kesimetrisan ekspansi paru
stokes) Auskultasi bunyi napas
4. Adanya bunyi napas Monitor saturasi oksigen
tambahan Monitor nilai analisa gas darah
([Link], rales) Monitor hasil x-ray thoraks
Terapeutik
Atur interval pemantauan respirasi
sesuai kondisi pasien
Dokumentasikan hasil pemantauan
Edukasi
Jelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan
Informasikan hasil pemantauan, jika
perlu.
5 Nyeri akut Setelah dilakukan tindakan Manajemen Nyeri (I.08238)
(D.0077) keperawatan selama …… Observasi
Definisi x ….. jam diharapkan Identifikasi lokasi, karakteristik,
Pengalaman sensorik atau tingkat nyeri menurun durasi, frekuensi, kualitas, intensitas
emosional atau yang dengan kriteria hasil : nyeri
berkaitan dengan kerusakan Tingkat Nyeri (L.08066) Identifikasi skala nyeri
jaringan aktual atau 1. Keluhan nyeri Idenfitikasi respon nyeri non verbal
fungsional, dengan onset menurun Identifikasi faktor yang
mendadak atau lambat dan 2. Meringis memperberat dan memperingan
berintensitas ringan hingga menurun nyeri
berat yang berlangsung 3. Sikap protektif Identifikasi pengetahuan dan
kurang dari 3 bulan. menurun keyakinan tentang nyeri
Penyebab : 4. Gelisah menurun Identifikasi pengaruh budaya
1. Agen pencedera 5. Keulitan tidur terhadap respon nyeri
fisiologis (misal menurun Identifikasi pengaruh nyeri pada
inflamasi, iskemia, 6. Frekuensi nadi kualitas hidup
neoplasma) membaik Monitor keberhasilan terapi
2. Agen pencedera komplementer yang sudah diberikan
kimiawi (misal Monitor efek samping penggunaan
terbakar, bahan kimia analgetik
iritan) Terapeutik
3. Agen pencedera fisik Berikan Teknik nonfarmakologis
(misal abses, amputasi, untuk mengurangi nyeri (mis:
terbakar, terpotong, TENS, hypnosis, akupresur, terapi
mengangkat berat, music, biofeedback, terapi pijat,
prosedur operasi, aromaterapi, Teknik imajinasi
trauma, latihan fisik terbimbing, kompres hangat/dingin,
berlebihan) terapi bermain)
Gejala dan tanda mayor: Kontrol lingkungan yang
Subjektif : memperberat rasa nyeri (mis: suhu
1. Mengeluh nyeri ruangan, pencahayaan, kebisingan)
Objektif : Fasilitasi istirahat dan tidur
1. Tampak meringis Pertimbangkan jenis dan sumber
2. Bersikap protektif nyeri dalam pemilihan strategi
(misalwaspada, posisi meredakan nyeri
menghindari nyeri), Edukasi
3. Gelisah Jelaskan penyebab, periode, dan
4. Frekuensi nadi pemicu nyeri
meningkat Jelaskan strategi meredakan nyeri
5. Sulit tidur Anjurkan memonitor nyeri secara
mandiri
Anjurkan menggunakan analgesik
secara tepat
Ajarkan Teknik farmakologis untuk
mengurangi nyeri
Kolaborasi
Kolaborasikan pemberian anakgetik,
jika perlu
Pemberian Analgesik (I.08243)
Observasi
Identifikasi karakteristik nyeri (mis:
pencetus, pereda, kualitas, lokasi,
intensitas, frekuensi, durasi)
Identifikasi Riwayat alergi obat
Identifikasi kesesuaian jenis
analgesik (mis: narkotika, non-
narkotik, atau NSAID) dengan
tingkat keparahan nyeri
Monitor tanda-tanda vital sebelum
dan sesudah pemberian analgesik
Monitor efektifitas analgesik
Terapeutik
Diskusikan jenis analgesik yang
disukai untuk mencapai analgesia
optimal, jika perlu
Pertimbangkan penggunaan infus
kontinu, atau bolus opioid untuk
mempertahankan kadar dalam serum
Tetapkan target efektifitas analgesik
untuk mengoptimalkan respons
pasien
Dokumentasikan respons terhadap
efek analgesik dan efek yang tidak
diinginkan
Edukasi
Jelaskan efek terapi dan efek
samping obat
Kolaborasi
Kolaborasi pemberian dosis dan
jenis analgesik, sesuai indikasi
6 Kesiapan persalinan Setelah dilakukan tindakan Edukasi persalinan (I.12437)
(D.0070) keperawatan selama …… Observasi
Definisi x ….. jam diharapkan Identifikasi tingkat pengetahuan ibu
pola mempersiapkan, status antepartum membaik Identifikasi pemahaman ibu tentang
mempertahankan, dan dengan kriteria hasil : persalinan
memperkuat proses Status antepartum Terapeutik
kehamilan dan persalinan (L.07059) Sediakan materi dan media
serta perawatan bayi baru [Link] emosional Pendidikan Kesehatan
lahir. dengan janin meningkat Jadwalkan Pendidikan Kesehatan
Geajala dan tanda [Link] dengan sesuai kesepakatan
Subjektif: ketidaknyamanan Berikan kesempatan untuk bertanya
[Link] keinginan kehamilan meningkat Berikan reinforcement positif
untuk menerapkan gaya [Link] menurun terhadap perubahan perilaku ibu
hidup yang tepat untuk [Link] menurun Edukasi
persalinan [Link] menurun Jelaskan metode persalinan yang ibu
[Link] keinginan [Link] abdomen menurun inginkan
untuk menerapkan [Link] epigastric menurun Jelaskan persiapan dan tempat
penatalaksanaan gejala [Link] vagina persalinan
ketidaknyamanan selama menurun Anjurkan ibu mengikuti kelas ibu
persalinan [Link] menurun hamil pada usia kehamilan lebih dari
[Link] rasa percaya 10. Berat badan membaik 36 minggu
diri menjalani persalinan 11. Tekanan darah Anjurkan ibu menggunakan Teknik
Objektif: - membaik manajemen nyeri persalinan tiap kala
12. Hemoglobin membaik Anjurkan ibu cukup nutrisi
Ajarkan Teknik relaksasi untuk
meredakan kecemasan dan
ketidaknyamanan persalinan
Ajarkan ibu cara mengenali tanda-
tanda persalinan
4. Implementasi Keperawatan
Implementasi Keperawatan adalah pelaksanaan rencana keperawatan yang
dilakukan secara mandiri maupun dengan kolaborasi dengan multidisiplin yang lain.
Perawat bertanggung jawab terhadap asuhan keperawatan yang berfokus pada
pasien dan berorientasi pada tujuan dan hasil yang diperkirakan dari asuhan
keperawatan dimana tindakan dilakukan dan diselesaikan, sebagaimana di
gambarkan dalam rencana yang sudah dibuat (Patrisia et al., 2020). Pada
implementasi ini disesuaikan dengan diagnose yang akan kita angkat sebagai
prioritas dalam penyelesaian masalah keperawatan pada pasien yang
diimplementasikan oleh perawat.
5. Evaluasi
Evaluasi merupakan langkah terakhir dari proses keperawatan dengan cara
membandingkan tindakan keperawatan yang dilakukan terhadap hasil yang
diharapkan. Evaluasi juga dilakukan untuk mengidentifikasi sejauh mana tujuan dari
rencana keperawatan tercapai atau tidak. Dalam melakukan evaluasi, perawat
seharusnya memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam memahami respon
terhadap intervensi keperawatan, kemampuan menggambarkan kesimpulan tentang
tujuan yang ingin dicapai serta kemampuan dalam menghubungkan tindakan
keperawatan dalam kriteria hasil (Patrisia et al., 2020).
6.
DAFTAR PUSTAKA
Depkes. (2022). Riset Kesehatan Dasar Tahun. Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Departemen Kesehatan RI.
Hamilton, Persis Mary. (2022). Dasar-dasar keperawatan maternitas. Alih bahasa, Ni Luh
Gede Yasmin Asih. Jakarta: EGC
Hani, Ummi; Jiarti K; Marjati; dkk.2010. “Asuhan Kebidanan pada Kehamilan Fisiologis” .
Jakarta: Salemba Medika.
Kemenkes RI. (2018). PROFIL KESEHATAN INDONESIA 2017. (R. Kurniawan, Yudianto,
B. Hardhana, & T. Siswanti, Eds.). jakarta. Retrieved from
[Link]
[Link]
Marjati, dkk. 2010. Ilmu Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC
Patrisia, I. (2020). Asuhan Keperawatan Pada Kebutuhan Dasar Manusia (A. Karim (Ed.);
Cetakan I). Yayasan Kita Menulis
Tim Pokja Sdki Dpp Ppni. (2017). Standar Diagnosa Keperawatan [Link] Selatan.
Tim Pokja Siki Dpp Ppni. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Jakarta
Selatan.
Tim Pokja Slki Dpp Ppni. (2019). Standar Luaran Keperawatan [Link] Selatan.
Wagiyo, & Putrono. (2016). Asuhan Keperawatan Antenatal, Intranatal & Bayi Baru Lahir,
Fisiologis dan Patologis. Yogyakarta: Andi Publisher.
Wiknjosastro, Hanafi. 2012. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo
Pathway
Keletihan Kehamilan Kurang pengetahuan
Uterus membesar Hemokonsentrasi Kurangnya asupan Pemeriksaan ANC Asupan makanan
(darah ibu dibagi kalsium & phospot teratur & dan cairan adekuat
untuk ibu & mempersiapkan
plasenta) proses melahirkan
Desakan Terdesaknya
pembesaran rahim diafragma ke atas Kram otot
Kesiapan
Hb/ Pseudoanemia Kesiapan meningkatkan
Nyeri Akut nutrisi
Kapasitas kandung Bentuk dan ukuran meningkatkan
kemih rongga dada proses kehamilan-
berubah melahirkan
Perfusi perifer
tidak efektif
Inkontinensia
Dispnea
Gangguan
eliminasi urine Pola napas tidak
efektif