Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup
Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
Tahap Prakontruksi
1. Penentuan Perubahan Masyarakat Melakukan sosialisasi Sekitar tapak Sekali Melakukan Tapak kegiatan 1 kali selama Instansi -
lokasi dan persepsi sekitar tapak kepada masyarakat sekitar kegiatan prakonstruksi pengamatan tahap Pelaksana: Sdri.
perizinan masyarakat kegiatan tapak kegiatan. masyarakat di prakonstruksi Meliana
khususnya Kel. Berkoordinasi dengan lapangan dan Setioputri
Karangklesem RT/RW di tapak kegiatan, mendata protes dari Instansi
pemerintah kelurahan dan masyarakat. Data Pengawas: DLH
kecamatan. dianalisis secara Kab. Banyumas
Melakukan perizinan deskriptif. Instansi
sesuai dengan ketentuan Penerima
peraturan yang berlaku. Laporan: DLH
Semua izin yang diperoleh Kab. Banyumas
ditempelkan atau
diletakkan pada tempat
strategis atau terlihat.
Tahap Konstruksi
1. Rekruitmen Terbukanya Peluang kerja Memprioritaskan tenaga Masyarakat Selama kegiatan Mendata jumlah Kantor 1 (satu) kali Instansi -
tenaga kerja peluang kerja. sebanyak 12 kerja lokal sekitar lokasi sekitar tapak rekruitmen tenaga kerja lokal lapangan (tapak pada tahap Pelaksana: Sdri.
konstruksi orang atau 60% kegiatan sesuai kegiatan tenaga kerja yang terserap kegiatan) konstruksi. Meliana
dari total kompetensi dan khususnya Kel. konstruksi. pekerjaan konstruksi. Setioputri
kebutuhan kebutuhan. Apabila Karangklesem Instansi
tenaga kerja diperlukan berkoordinasi Tapak kegiatan Pengawas:
konstruksi yang dengan pemerintah desa (kantor Disnakerkop-
sebanyak 20 atau tokoh masyarakat di lapangan) UKM Kab.
orang. sekitar lokasi kegiatan Banyumas dan
dalam merekrut tenaga DLH Kab.
kerja lokal. Banyumas
Membuat kesepakatan Instansi
kerja sesuai peraturan Penerima
perundang-undangan yang Laporan: DLH
berlaku. Kab. Banyumas
2. Mobilisasi Gangguan Gangguan Melaksanakan arahan atau Tapak kegiatan Selama Pengamatan Jl. Sultan Minimal 1 (satu) Instansi -
material dan kelancaran kelancaran kewajiban penanganan lalu (tempat parkir) konstruksi (setiap langsung dilapangan Agung depan selama Pelaksana: Sdri.
peralatan lalu lintas berupa tundaan lintas sebagaimana dan Jl. Sultan hari) dan data dianalisis tapak kegiatan konstruksi Meliana
lalu lintas ≤1 tercantum dalam Keputusan secara diskriptif. Setioputri
33
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
menit Jl. Sultan Kepala Dinas Penanaman Agung depan Instansi
Agung depan Modal dan Pelayanan tapak kegiatan Pengawas:
tapak kegiatan. Terpadu Satu Pintu Dinhub Kab.
Kabupaten Banyumas Banyumas dan
Nomor 503/Andalalin/008/I DLH Kab.
V/2021 tentang Persetujuan Banyumas
Hasil Analisis Dampak Lalu Instansi
Lintas Pada Pembangunan Penerima
Ruko di Jl. Sultan Agung Laporan: DLH
Kelurahan Karangklesem Kab. Banyumas
Kecamatan Purwokerto
Selatan Kabupaten
Banyumas, yaitu:
Menutup area proyek
dengan pagar tertutup,
sehingga tidak
mengganggu konsentrasi
pandangan pengguna
jalan;
Melebarkan jalan di depan
lokasi proyek pada sisi
kanan dan kiri masing-
masing 0,5 meter guna
menunjang manuver
kendaraan material proyek
yang hendak masuk dan
keluar;
Hanya melakukan
pengangkutan material
pada jam-jam di luar jam
sibuk;
Mengangkut material
proyek dengan menutup
terpal dan mengikat
dengan benar, sehingga
material proyek
tidaktumpah ke jalan;
34
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
Sebelum keluar lokasi
proyek kendaraan
pengangkut material harus
dibersihkan terlebih
dahulu, sehingga tidak
menimbulkan kotoran
tumpahan sisa material di
jalan;
Menyediakan parkir tunggu
di kawasan internal proyek
dan tidak boleh menunggu
atau parkir di pinggir jalan;
Memasang lampu
penerangan proyek yang
cukup untuk menerangi
lokasi proyek dan kawasan
sekitarnya;
Menempatkan traffic cone
(kerucut lalu lintas) pada
sisi pendekat pintukeluar
dan masuk proyek;
Melakukan pengaturan
pelaksanaan kegiatan,
terutama di sekitar dan di
sepanjang kawasan
permukiman yang dilalui;
Melengkapi truk-truk
metarial dengan penutup
dan terpal atau plastik,
sehingga material yang
diangkut tidak
menimbulkan debu dan
tercecerdi atas permukaan
jalan;
Melaksanakan kegiatan
sesuai aturan lalu lintas
yang berlaku;
35
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
Pada lokasi kegiatan perlu
dipagar sebagai batas
kegiatan;
Melakukan pengaturan
pelaksanaan kegiatan
mobilisasi alat-alat secara
bertahap;
Pengaturan waktu
pengangkutan material
dan peralatan dengan
memperhatikan kondisi
kepadatan lalu lintas
sekitar. Untuk angkutan
dengan modakendaraan
kecil hingga sedang yang
yang akan didatangkan
dari arah timur,
direkomendasikan pada
pagi-siang hari pada pukul
09.00 hingga 11.00 WIB (2
jam). Jam 13.00 – 15.00
WIB (2 jam) menghindari
jam puncak pergerakan
dan di luar jam
masuk/pulang kerja serta
disesuaikan dengan jam
buka toko material dengan
kendaraan ringan;
Pengangkutan dengan
dimensi besar atau volume
besar direkomendasikan
dilaksanakan pada off
peak yaitu pada malam
hari antara pukul 23.00
hingga pukul 04.00 WIB
dengan kendaraan besar;
Untuk angkutan material
diberikan banner/stiker
36
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
dengan tulisan “angkutan
material kegiatan proyek
pembangunan ruko dan
layanan pengaduan”;
Pemberian informasi di
depan kawasan
pembangunan untuk
layanan pengaduan
kegiatan konstruksi
dengan mencantumkan
nomor telepon pihak
terkait, untuk dapat segera
ditindaklanjuti oleh
pembangunan/kontraktor;
Memasang papan
informasi tentang kegiatan
pembangunan/proyek
seperti “ Hati-hati kurangi
kecepatan 100 m lagi
sering keluar masuk
kendaraan proyek” dan
diulang pada jarak 10 m
sebelum proyek serta
memasang informasi “Hati-
hati Keluar – Masuk
Kendaraan Proyek” di
Jalan Sultan Agung atau di
depan pintu keluar –
masuk. Karena dapat
meningkatkan
kewaspadaan pengguna
jalan yang melewati jalan
tersebut;
Melakukan dokumentasi
sebelum memulai
pelaksanaan
pembangunan selanjutnya
membandingkan keadaan
37
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
setelah selesai proyek
dengan sebelum proyek
dimulai. Dengan
bertanggungjawab
memperbaiki jalan apabila
ditemukan kerusakan
akibat konstruksi proyek;
Kegiatan pengangkutan
material bangunan yang
dapat menimbulkan
gangguan atau kerusakan
pada prasarana jalan
umum diantisipasi dengan
- Membatasi muatan
material sesuai dengan
kelas jalan dan jembatan
yang dilalui;
- Dikenakan sanksi bagi
kendaraan yang melebihi
muatan;
- Mempunyai rasa
bertanggungjawab
terhadap kerusakan-
kerusakan yang terjadi
akibat kelalaian pada
berbagai jaringan umum.
3. Mobilisasi Penurunan Peningkatan Menggunakan kendaraan Kendaraan Selama tahap Pemeriksaan atau uji Tapak 6 (enam) bulan Instansi -
material dan kualitas konsentrasi pengangkut dan peralatan pengangkut dan konstruksi kualitas udara kegiatan (area sekali selama Pelaksana: Sdri.
peralatan udara ambien paremeter yang laik jalan dan di tapak kegiatan ambien di tapak kerja) tahap konstruksi Meliana
kualitas udara operasi, serta menutup kegiatan dan Permukiman Setioputri
ambien: bak truk pengangkut permukiman penduduk Instansi
- SO2 <632 material bangunan dengan penduduk. Data sekitar tapak Pengawas: DLH
µg/Nm3 terpal atau sejenisnya. kualitas udara kegiatan Kab. Banyumas
- NO2 <316 Mempertahankan pagar ambien selanjutnya Instansi
µg/Nm3 keliling yang sudah ada. dibandingkan dengan Penerima
- Ox <200 Melakukan pembongkaran Kep. Gubernur Laporan: DLH
µg/Nm3 material bangunan di Jateng No. 8 Tahun Kab. Banyumas
dalam tapak kegiatan. 2001 tentang Baku
38
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
- Debu (TSP) Membatasi jam kerja Mutu Udara Ambien
<230 µg/Nm3 mobilisasi peralatan dan di Provinsi Jawa
material. Tengah.
4. Mobilisasi Peningkatan Peningkatan Menggunakan kendaraan Kendaraan Selama tahap Pengukuran Tapak 6 (enam) bulan Instansi -
material dan kebisingan kebisingan di pengangkut dan peralatan pengangkut dan konstruksi kebisingan dan data kegiatan (area sekali selama Pelaksana: Sdri.
peralatan tapak kegiatan yang laik jalan dan di tapak kebisingan tapak kerja) tahap konstruksi Meliana
<85 dBA dan operasi. kegaiatan kegiatan Permukiman Setioputri
permukiman Melakukan pembongkaran dibandingkan dengan penduduk Instansi
penduduk <55 material bangunan di Permenaker No. 5 sekitar tapak Pengawas: DLH
dBA dalam tapak kegiatan. Tahun 2018 tentang kegiatan Kab. Banyumas
Membatasi kecepatan Keselamatan dan Instansi
kendaraan dan jam kerja Kesehatan Kerja, Penerima
mobilisasi peralatan dan Lingkungan Kerja, Laporan: DLH
material. sedangkan data Kab. Banyumas
permukiman
dibandingkan dengan
Kepmen LH No. 48
Tahun 1996 tentang
Baku Tingkat
Kebisingan
5. Pekerjaan Peningkatan Potensi Membuat sumur resapan Sumur resapan Selama Pengamatan Sumur 1 (satu) kali Instansi -
konstruksi run off air peningkatan sesuai dengan Peraturan air hujan konstruksi langsung di lapangan resapan air pada saat Pelaksana: Sdri.
hujan run off air hujan Bupati Banyumas Nomor: Ruang terbuka dan data dianasilis hujan pekerjaan Meliana
sebanyak 88 38 Tahun 2007 tentang hijau (taman) secara deskriptif. Ruang terbuka penyesuaian Setioputri
m 3. Ketentuan Teknis hijau (taman) dan/atau Instansi
Pembuatan Peresapan Air pemenuhan Pengawas: DPU
Hujan, dengan volume 88 ketentuan teknis Kab. Banyumas
m3 dengan volume tiap sebelum ruko dan DLH Kab.
sumur resapan air hujan 8 operasional. Banyumas
m3, maka sumur yang Instansi
harus dibuat sebanyak 11 Penerima
sumur. Laporan: DLH
Mempertahankan luasan Kab. Banyumas
ruang terbuka hijau sesuai
dengan ketentuan
peraturan, dimana besaran
KDH minimal 0,10.
39
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
Perkerasan halaman
dan/atau tempat parkir
kendaraan pengakut
menggunakan bahan yang
ramah lingkungan seperti
paving, grass block atau
sejenisnya.
6. Pekerjaan Potensi Semua pekerja Mewajibkan kontraktor Tapak kegiatan Selama Pengamatan Tapak kegiatan Setiap hari Instansi -
konstruksi kecelakaan konstruksi 28 untuk menyediakan dan (area kerja) konstruksi langsung di lapangan (area kerja) Pelaksana: Sdri.
kerja orang mewajibkan pekerja dan data dianasilis Meliana
menggunakan Alat secara deskriptif. Setioputri
Pelindung Diri (APD) Instansi
seperti safety helmet, Pengawas:
safety shoes dan sarung Disnakerkop-
tangan untuk UKM Kab.
melaksanakan pekerjaan. Banyumas dan
Memasang safety sign DLH Kab.
(himbauan, peringatan Banyumas
maupun larangan) di area Instansi
berbahaya. Penerima
Menyediakan Kotak P3K Laporan: DLH
dan isinya sesuai dengan Kab. Banyumas
ketentuan peraturan.
Mengikutsertakan pekerja
ke BPJS Ketenagakerjaan.
Tahap Operasi
1. Rekruitmen Terbukanya Peluang kerja Memprioritaskan tenaga Masyarakat Selama kegiatan Mendata jumlah Kantor (tapak 1 (satu) kali Instansi -
tenaga kerja peluang kerja. sebanyak 19 kerja lokal sekitar lokasi sekitar tapak rekruitmen tenaga kerja lokal kegiatan) pada tahap Pelaksana: Sdri.
operasi orang untuk kegiatan sesuai kegiatan tenaga kerja yang terserap operasional. Meliana
operasional. kompetensi dan khususnya Kel. operasional. operasional ruko. Setioputri
kebutuhan. Apabila Karangklesem Instansi
diperlukan berkoordinasi Tapak kegiatan Pengawas:
dengan pemerintah desa (kantor) Disnakerkop-
atau tokoh masyarakat di UKM Kab.
sekitar lokasi kegiatan Banyumas dan
dalam merekrut tenaga DLH Kab.
kerja lokal. Banyumas
40
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
Membuat kesepakatan Instansi
kerja sesuai peraturan Penerima
perundang-undangan yang Laporan: DLH
berlaku bagi pekerja atau Kab. Banyumas
karyawan baru.
2. Operasional: Timbulan/ Sampah yang Menyediakan tempat Tempat sampah Selama operasi Pengamatan sampah Tempat sampah Pengamatan Instansi -
- Aktivitas peningkatan timbul sekitar sampah baik di area tiap dan/atau tempat (setiap hari) secara langsung dan/atau tempat dilakukan setiap Pelaksana: Sdri.
karyawan/ sampah <3,95 – 7,65 ruko maupun tempat pengumpulan dilapangan dengan pengumpulan hari selama Meliana
pekerja. Kg/hari penyimpanan barang, sampah menghitung jumlah sampah operasi Setioputri
- Bungkus serta membuat tempat sementara, serta atau volume sampah sementara, Instansi
barang pengumpulan sampah tempat di tempat serta tempat Pengawas:
bekas. sementara. Sampah komposer pengumpulan komposer Dinperindag Kab.
- Daun atau tersebut perlu untuk dipilah sampah sementara. Banyumas dan
ranting sesuai dengan Perda Kab. Data jumlah sampah DLH Kab.
kering dari Banyumas No. 9 Tahun dianasilis secara Banyumas
RTH 2020 tentang Perubahan deskriptif. Instansi
Atas Perda Kab. Penerima
Banyumas No. 06 Tahun Laporan: DLH
2012 Tentang Pengelolaan Kab. Banyumas
Sampah, yaitu:
- sampah yang
mengandung bahan
berbahaya dan beracun,
- sampah mudah terurai,
- sampah yang dapat
digunakan kembali,
- sampah yang dapat
didaur ulang, dan
- sampah lainnya.
Menyediakan TPS sampah
sesuai Perda Kab.
Banyumas No. 9 Tahun
2020 tentang Perubahan
Atas Perda Kab.
Banyumas No. 06 Tahun
2012 Tentang Pengelolaan
Sampah, yaitu memenuhi
persyaratan:
41
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
- terpilah menjadi 5 jenis
sampah
- luas lokasi dan kapasitas
sesuai kebutuhan
- lokasi mudah diakses
- tidak mencemari
lingkungan
- mumiliki jadwal
pengumpulan dan
pengangkutan
Barang yang rusak
dan/atau kadaluarsa
dikembalikan ke
distributor.
Sampah daun atau ranting
kering dari RTH maupun
sisa makanan diolah
menjadi pupuk kompos
dengan menyediakan
tempat komposer.
Bekerja sama dengan
KSM peduli sampah
terdekat dalam
pengelolaan dan/atau
pengangkutan sampah
yang tidak terolah.
3. Operasional Timbulan air Timbulan air Membuat atau memasang Instalasi Selama operasi Pengujian Oulet IPAL 1 (satu) bulan Instansi -
(aktivitas limbah limbah Instalasi Pengolahan Air Pengolahan Air laboratorium sekali dan Pelaksana: Sdri.
karyawan/ domestik domestik Limbah (IPAL) dan/atau Limbah (IPAL) parameter air limbah pelaporan 3 Meliana
pekerja dan sebesar 1,52 mengalirkan air limbah ke domestik dan data (tiga) bulan Setioputri
pengunjung). m3/hari dengan IPAL. dibandingkan sekali. Instansi
kadar Seluruh air limbah dengan baku mutu Pengawas: DLH
parameter: domestik baik black water sesuai Peraturan Kab. Banyumas
- pH = 6-9 maupun grey water Menteri Lingkungan Instansi
- BOD <30 dialirkan ke IPAL. Hidup Nomor: Penerima
mg/L Desain dan sistem IPAL P.68/Menlhk/Setjen/ Laporan: DLH
- COD <100 akan mengacu pada Kum.I/8/2016 Kab. Banyumas
mg/L persetujuan teknis
42
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
- TSS <30 mg/L pemenuhan baku mutu air tentang Baku Mutu
- Minyak & limbah Air Limbah Domestik
lemak <5 Mengajukan atau
mg/L membuat/memproses
- Amoniak <10 persetujuan teknis
mg/L pemenuhan baku mutu air
- Total Coliform limbah ke instansi/dinas
<3.000 berwenang, serta
Jml/100mL memenuhi ketentuan-
ketentuan dalam
persetujuan teknis.
4. Operasional Bahaya Jumlah barang Menyortir barang yang Toko dan tempat Selama operasi Pengamatan Toko dan Pengamatan Instansi -
(barang keracunan yang rusak rusak dan/atau kadaluarsa penyimpanan langsung dilapangan tempat dilakukan setiap Pelaksana: Sdri.
kondisi rusak (perlindungan dan/atau pada saat pembongkaran barang (tapak dan data dianalisis penyimpanan hari. Meliana
dan/atau konsumen) kadaluarsa maupun pemuatan dan kegiatan) secara deskriptif. barang (tapak Setioputri
kadaluarsa) yang dijual disimpan tersendiri yang kegiatan) Instansi
belikan dan selanjutnya diserahkan Pengawas:
dikonsumsi kembali ke distributor. Dinperindag Kab.
oleh konsumen. Frekuensi penyerahan Banyumas dan
atau pengembalian DLH Kab.
dilakukan maksimal 3 Banyumas
(tiga) bulan sekali. Instansi
Penyimpanan barang Penerima
diletakan dalam rak-rak Laporan: DLH
agar tidak menyentuh Kab. Banyumas
lantai langsung dengan
maskud menjaga barang
tidak cepat rusak karena
kelembaban. Penumpukan
barang diatur maksimal 10
tumpukan karton atau
sesuai dengan instruksi
yang ada di karton.
Penataan barang di tempat
penyimpanan barang
dikelompokkan (segmen-
segmen) berdasarkan
jenisnya (makanan dan
43
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
non makanan), tanggal
produksi atau kedatangan
barang, serta antar barang
dipisah atau diberi jarak.
Penataan barang-barang
tersebut sebisa mungkin
diatur sedemikian rupa
seperti adanya jarak untuk
lalu lintas barang di tempat
penyimpanan barang
begitu pula jarak penataan
barang dengan dinding
tempat penyimpanan
barang juga diberi jarak.
Untuk barang yang
disimpan tidak dengan di
rak, maka diberi alas pallet
agar tidak rusak.
Menerapkan prinsip FIFO
(First In First Out), dimana
barang yang disimpan
terlebih dahulu dikeluarkan
terlebih dahulu.
Menjaga kebersihan ruko
secara rutin dan
melakukan pemberantasan
serangga dan tikus secara
berkala ataupun
mencegah serangga dan
tikus masuk ke tempat
penyimpanan barang
maupun ruko/toko seperti
menutup lubang bangunan
dengan kawat kasa atau
sejenisnya dan pest
control bekerja sama
dengan vendor.
44
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
Memisahkan dan
menempatkan barang
yang rusak dan/atau
kadaluarsa dengan
barang-barang yang lain
(diberi jarak) dan diberi
tanda agar pekerja tidak
salah mengambil barang.
5. Operasional: Gangguan Gangguan Melaksanakan arahan atau Tapak kegiatan Selama operasi Pengamatan Jl. Sultan 6 (enam) bulan Instansi -
- Mobilisasi kelancaran kelancaran kewajiban penanganan lalu (tempat parkir) (setiap hari) langsung dilapangan Agung depan sekali Pelaksana: Sdri.
pekerja dan lalu lintas berupa tundaan lintas sebagaimana dan Jl. Sultan dan data dianalisis tapak kegiatan Meliana
pengunjung, lalu lintas ≤1 tercantum dalam Keputusan Agung depan secara diskriptif. Setioputri
- Mobilisasi menit Jl. Sultan Kepala Dinas Penanaman tapak kegiatan Instansi
kendaraan Agung depan Modal dan Pelayanan Pengawas:
distributor tapak kegiatan. Terpadu Satu Pintu Dinhub Kab.
maupun Kabupaten Banyumas Banyumas dan
pengiriman Nomor DLH Kab.
barang ke 503/Andalalin/008/IV/2021 Banyumas
konsumen. tentang Persetujuan Hasil Instansi
Analisis Dampak Lalu Lintas Penerima
Pada Pembangunan Ruko Laporan: DLH
di Jl. Sultan Agung Kab. Banyumas
Kelurahan Karangklesem
Kecamatan Purwokerto
Selatan Kabupaten
Banyumas, yaitu:
Menyediakan rambu-
rambu yang dibutuhkan
sesuai hasil rekomendasi
dokumen Andalalin;
Melakukan pelarangan
parkir kendaraan di badan
jalan utama apapun
kondisi dan keadaannya;
Penyediaan fasilitas parkir
diperjelas dengan
peruntukkannya baik itu
45
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
untuk karyawan dan
pengunjung;
Mengadakan dan
memasang rambu lalu
lintas dan marka jalan
pada area berdampak
langsung serta CCTV
dengan kualitas HD;
Pemasangan lampu
penerangan jalan di dalam
dan sekitar kawasan;
Pemasangan warning light
di depan lokasi kegiatan;
Akses menuju ke tempat
barang di belakang ruko
wajib bisa dilalui
kendaraan Damkar dan
dipastikan kendaraan
pemadam kebakaran bisa
mengakses ke dalam ruko;
Akses menuju ke tempat
barang minimal 6 meter
agar bisa dilalui kendaraan
barang;
Pembangunan diwajibkan
di dalam pelaksanaan
kegiatan pengaturan
transportasi dan
perekrutan petugas
pengatur lalu lintas
(satpam) yang
berkompetensi/bersertifikat
harus berkoordinasi
dengan pihak-
pihak/instansi terkait
seperti Dinas
Perhubungan, Kepolisian
(khusus Satlantas), Dinas
46
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
Pekerjaan Umum dan
sebagainya;
Membuat fasilitas
penyeberangan berupa
zebra cross;
Pengaturan akses keluar –
masuk;
Semua fasilitas
perlengkapan jalan yang
akan dipasang sesuai
dengan aturan dan standar
dari ketentuan yang
berlaku;
Melakukan koordinasi
dengan instansi terkait
untuk memasang rambu
lalu lintas dan
pemasangan lampu
penerangan di sekitar
kawasan;
Melakukan pengusunan
Dokumen Analisis Dampak
Lalu Lintas ulang jika ada
perubahan/pengenbangan
kegiatan/usaha melebihi
30% kondisi awal;
Melaksanakan semua
kewajiban yang tercantum
dalam Dokumen Andalalin
yang menjadi
tanggungjawab
pengembangan.
6. Operasional: Potensi Potensi Menyediakan dan Tapak kegiatan Selama operasi Pengamatan Tapak kegiatan Pengamatan Instansi -
- Mobilisasi kecelakaan kecelakaan mewajibkan pekerja dan/atau area (setiap hari). langsung dilapangan dan/atau area dilakukan setiap Pelaksana: Sdri.
pekerja kerja kerja dapat menggunakan Alat kerja. dan menggunakan kerja. hari selama Meliana
(berangkat menimpa Pelindung Diri (APD) data sekunder. Data operasi Setioputri
ke tempat semua pekerja seperti sarung tangan dan selanjutnya dianasilis
kerja atau secara deskriptif.
47
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
pulang kerja ruko berjumlah sepatu safety sesuai Instansi
sampai ke 19 orang. dengan jenis pekerjaan Pengawas:
rumah. yang dilakukan atau pun Disnakerkop-
- Mobilisasi berat/volume barang yang UKM Kab.
kendaraan akan diangkut. Banyumas dan
pengantar Mengikutsertakan pekerja DLH Kab.
barang ke pada BPJS Banyumas
konsumen. Ketenagakerjaan dan Instansi
Kesehatan. Penerima
Merekrut sopir wajib Laporan: DLH
memiliki Surat Izin Kab. Banyumas
Mengemudi (SIM).
Memasang safety sign
seperti “Utamakan
Keselamatan Kerja”
ataupun poster terkait
dengan pengangkatan
barang yang benar secara
ergonomi.
Meyediakan perlengkapan
P3K (Pertolongan Pertama
Pada Kecelakaan) minimal
jenis Kotak A.
Menerapkan protokol
kesehatan dalam
operasional ruko pada
kondisi pandemi Covid-19
seperti menyediakan
tempat cuci tangan dan
sabun cuci tangan atau
hand sanitizer, mewajibkan
pekerja menggunakan
masker dan
memberlakukan sosial
distancing.
48
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
7. Operasional: Potensi Seluruh Menyediakan dan Tapak kegiatan Selama operasi Pengamatan Tapak kegiatan 6 (enam) bulan Instansi -
- Keberadaan kebakaran bangunan, dan memasang Alat Pemadam (area kerja dan langsung dilapangan (area kerja dan sekali Pelaksana: Sdri.
barang semua pekerja. Api Ringan (APAR) sesuai APAR) dan data dianasilis APAR) Meliana
(makanan dengan ketentuan secara deskriptif. Setioputri
dan non peraturan, serta Instansi
makanan). memelihara APAR Pengawas:
- Aktivitas diantaranya: Disnakerkop-
karyawan/ - Menyediakan dan UKM Kab.
pekerja. memasang atau Banyumas dan
- Konsleting penempatkan APAR DLH Kab.
listrik. sebanyak 7 APAR jenis Banyumas
serbuk kimia atau dry Instansi
chemical powder yang Penerima
berukuran 6 Kg. Laporan: DLH
- Penempatan yang Kab. Banyumas
mudah dilihat dengan
jelas, mudah dicapai dan
dilengkapi tanda APAR,
serta APAR berwarna
merah.
- Tinggi pemberian tanda
pemasangan adalah 125
cm dari lantai.
- Radius pemasangan
APAR 15 m atau
ditetapkan lain oleh
pengawas atau ahli K3.
- Pemeriksaan APAR
dilakukan setiap 6 bulan
sekali yang meliputi isi
tabung, tekanan, handle
dan label (kadaluarsa),
serta selang dan
nozzlenya.
Menggunakan peralatan
listrik yang berstandar
nasional Indonesia pada
saat penggantian
49
INSTITUSI
STANDAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP STANDAR PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLA
DAN PEMANTAU KET.
SUMBER JENIS BESARAN
BENTUK LOKASI PERIODE BENTUK LOKASI PERIODE LINGKUNGAN
DAMPAK DAMPAK DAMPAK
HIDUP
peralatan listrik yang rusak
maupun pada saat
instalasi listrik pada
konstruksi.
Menyediakan tempat
istirahat dan/atau merokok
untuk pekerja.
Memasang tanda “Jalur
Evakuasi” dan “Titik
Kumpul".
50
UKL – UPL
RUKO
MELIANA SETIOPUTRI
KELURAHAN KARANGKLESEM
KECAMATAN PURWOKERTO SELATANA
KABUPATEN BANYUMAS
DENAH PENGELOLAAN LINGKUNGAN
TAHAP KONSTRUKSI
Keterangan:
51
UKL – UPL
RUKO
MELIANA SETIOPUTRI
KELURAHAN KARANGKLESEM
KECAMATAN PURWOKERTO SELATANA
KABUPATEN BANYUMAS
DENAH PEMANTAUAN LINGKUNGAN
TAHAP KONSTRUKSI
Keterangan:
52
UKL – UPL
RUKO
MELIANA SETIOPUTRI
KELURAHAN KARANGKLESEM
KECAMATAN PURWOKERTO SELATANA
KABUPATEN BANYUMAS
DENAH PENGELOLAAN LINGKUNGAN
TAHAP OPERASI LANTAI 1
Keterangan:
53
UKL – UPL
RUKO
MELIANA SETIOPUTRI
KELURAHAN KARANGKLESEM
KECAMATAN PURWOKERTO SELATANA
KABUPATEN BANYUMAS
DENAH PEMANTAUAN LINGKUNGAN
TAHAP OPERASI LANTAI 1
Keterangan:
Pemantauan terbukannya peluang
kerja (kantor/tapak kegiatan)
Pemantauan peningkatan sampah
(tempat sampah, tempat
pengumpulan sampah sementara
dan tempat komposer)
54
UKL – UPL
RUKO
MELIANA SETIOPUTRI
KELURAHAN KARANGKLESEM
KECAMATAN PURWOKERTO SELATANA
KABUPATEN BANYUMAS
DENAH PENGELOLAAN LINGKUNGAN
TAHAP OPERASI LANTAI 2
Keterangan:
55
UKL – UPL
RUKO
MELIANA SETIOPUTRI
KELURAHAN KARANGKLESEM
KECAMATAN PURWOKERTO SELATANA
KABUPATEN BANYUMAS
DENAH PEMANTAUAN LINGKUNGAN
TAHAP OPERASI LANTAI 2
Keterangan:
56