BAB II
KAJIAN TEORI
A. LANDASAN TEORI
1. Media Pembelajaran
a. Pengertian Media Pembelalajaran
Media pembelajaran terdiri dari dua kata, yaitu kata “media” dan “pembelajaran”.
Kata media secara harfiah berarti perantara atau pengantar; sedangkan kata pembelajaran
diartikan sebagai suatu kondisi untuk membantu seseorang melakukan status kegiatan
belajar(Andi, 2016:5). Media pembelajaran dapat dideskripsikan sebagai media yang
memuat informasi atau pesan instruksional dan dapat digunakan dalam proses
pembelajaran. Media pembelajaran merupakan media yang menyampaikan pesan atau
informasi yang memuat maksud atau tujuan pembelajaran(Hasan. dkk., 2021). dapat
disimpulkan bahwa pengertian media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk memberikan bahan pembelajaran, untuk menarik perhatian, minat,
pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar. Setiap
media pembelajaran merupakan suatu sarana yang digunakan untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Didalamnya terkandung sumber atau isi informasi yang mungkin
didapatkan dari internet, buku, artikel, film dan sebagainya yang dapat dikomunikasikan
kepada orang lain/pelajar.
Konsep media pembelajaran memiliki dua segi yang satu dengan yang lainnya saling
menunjang, yakni perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Contoh:
apabila guru membuat materi/bahan di powerpoint, kemudian diproyeksikan melalui LCD
proyektor, maka materi/bahan tersebut diberi nama perangkat lunak (software),
sedangkan LCD proyektor itu sendiri merupakan alat/ perangkat keras (hardware) yang
digunakan untuk memproyeksikan materi pelajaran pada layar
b. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
1) Fungsi Media Pembelajaran
Fungsi Media Pembelajaran Menurut (Hamzah. Dkk. 2022) menyatakan
terdapat 5 Fungsi Media Pembelajaran yaitu sebagai berikut:
a. Pemusat Fokus Perhatian Siswa
Media pembelajaran yang dirancang dan direncanakan dengan baik dapat
berfungsi sebagai pemusat perhatian siswa, terutama bagi siswa sekolah dasar.
Apalagi jika media pembelajaran itu bersifat menarik, interaktif dan
menghadirkan hal baru.
b. Penggugah Emosi Dan Motivasi Siswa
Reaksi siswa jika dihadirkan sesuatu yang biasa akan datardatar saja. Lain
halnya jika guru menghadirkan materi pembelajaran dalam bentuk dan kemasan
yang berbeda dengan di buku. Misal gambar yang lebih menarik dari sisi warna
dan dimensi. Apalagi jika dihadirkan dalam bentuk video dan suara yang sesuai.
Maka emosi dan motivasi siswa terhadap suatu hal (dalam hal ini materi
pembelajaran) dapat dengan mudah digugah. Dengan demikian siswa akan
terdorong lebih memaknai materi yang dipalajari. Guru yang menggunakan media
pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar di kelas juga dapat membuat
suasana kelas lebih hidup.
c. Pengorganisasi Materi Pembelajaran
Media pembelajaran visual yang dirancang dengan baik dan mampu
menyajikan tabel, grafik, bagan-bagan dan diagram, dapat membantu siswa
mengorganisasi-kan materi pembelajaran dengan lebih mudah. Dengan
pengorganisasi materi yang disajikan dalam bentuk yang menarik makasiswa akan
lebih mudah memahami materi dan meningkatkan daya ingat siswa.
d. Penyama Persepsi
Banyak konsep-konsep abstrak yang harus dipelajari oleh siswa ketika di
kelas, apalagi bagi siswa sekolah dasar yang banyak mempelajari hal baru. Cara
termudah untuk menyajikan sesuatu yang abstrak adalah dengan membantu
mereka mengkongkretkannya melalui media pembelajaran. Dengan hal yang
konkret maka persepsi siswa menjadi sama, lain halnya bila disampaikan secara
abstrak dengan lisan, siswa akan memiliki persepsi yang berbeda-beda.
e. Pengaktif respon siswa
Proses pembelajaran yang monoton mendorong siswa tidak termotivasi dalam
mengikuti pembelajaran sehingga cenderung menjadi peserta belajar yang pasif.
Pembelajaran yang memanfaatkan media pembelajaran yang bervariasi dan sesuai
tujuan pembelajaran dapat mengatasi hal ini. Siswa akan memberikan respon
positif selama proses belajar mengajar berlangsung. Berbagai aktivitas yang
dilakukan dengan memanfaatkan media pembelajaran mendorong siswa untuk
aktif terlibat dalam memahami makna pembelajaran.
2. Kuis Interaktif Berbasis Multimedia
a. Pengertian Kuis Interaktif
Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah membawa dampak positif
dalam dunia pendidikan, salah satunya yaitu dihasilkannya media-media pembelajaran
yang dianggap lebih menunjang dan efektif untuk kegiatan pembelajaran. Salah satu
media pembelajaran yang bisa dipakai adalah Kuis Interaktif.
Kuis interaktif tergolong sebagai media pembelajaran berbasis komputer, Kuis
dapat menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan siswa tentang materi
pelajaran yang saat itu sedang dipelajarinya. Kuis juga dapat merangsang siswa untuk
belajar. Suryadi (2007: 92) mengatakan bahwa penggunaan teknologi dalam proses
pembelajaran akan menimbulkan rasa senang karena siswa berinteraksi dengan
gambar, video, maupun animasi. Kondisi rasa senang inilah yang menjadi faktor
penting dalam efektifitas belajar. Selain itu berbagai macam kegiatan seperti analisis,
penggambaran, visualisasi dan eksplorasi dapat dilakukan dengan menggunakan
aplikasi mutimedia.
Kuis interaktif merupakan salah satu media yang dapat dikembangkan sebagai
alternatif belajar mandiri. Siswa mendapatkan materi pembelajaran bukan hanya dari
ceramah saja, tetapi juga dapat diperoleh dari pertanyaan- pertanyaan yang sifatnya
interaktif. Program pembelajaran interaktif berbasis multimedia memiliki nilai lebih,
dibanding bahan pembelajaran tercetak biasa. Pembelajaran interaktif mampu
mengaktifkan siswa untuk belajar dengan motivasi yang tinggi karena ketertarikannya
pada sistem multimedia yang mampu menyuguhkan tampilan teks, gambar, video,
sound, dan animasi (Alda. 2022).
b. Tujuan dan Manfaat Kuis Interaktif
Kuis bertujuan untuk menumbuhkan motivasi dan semangat peserta didik
dalam belajar, yaitu melalui persaingan atau kompetisi yang sehat di antara peserta
didik dalam mendapatkan nilai yang sebaik mungkin. Persaingan atau kompetisi yang
terjadi akan meningkatkan hasil belajar peserta didik. Materi yang digunakan dalam
kuis meliputi materi yang sudah diajarkan maupun materi yang sedang diajarkan.
3. Minat belajar
a. Pengertian Minat Belajar
Minat merupakan suatu kecenderungan jiwa dan daya gerak yang mendorong
seseorang untuk cenderung merasa tertarik dan senang kepada seseorang, benda, atau
kegiatan. Di samping itu minat merupakan motif yang menunjukkan arah perhatian
individu terhadap objek yang menarik dan menyenangkan. Untuk menunjukkan adanya
minat seseorang terhadap sesuatu objek ditandai dengan adanya perhatian dan kesenangan
(Ananda, 2020:142).
b. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar
Minat merupakan fenomena psikis yang tidak dapat dipaksakan, namun hal ini dapat
ditumbuhkan. Minat seseorang terhadap sesuatu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor
baik faktor eksternal maupun faktor internal. Dimana Faktor internal merupakan faktor
yang dapat menstimulus semua potensi siswa pada masa sekolah dan hal ini sangat
mempengaruhi perkembangan minat siswa (Ananda, 2020:142).
1) Faktor Intern
a) Faktor kesehatan
Sehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian-bagiannya,
atau bebas dari penyakit. Kesehatan adalah keadaan atau hal sehat. Sehingga
kesehatan seorang siswa sangat berpengaruh pada pembelajarannya.
b) Intelegensi
Intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk
menghadapi dan menyesuaikan kedalam situasi yang baru dengan cepat dan
efektif, mengetahui atau menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara
efektif mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat. Intelegensi besar
pengaruhnya terhadap kemajuan belajar. Agar faktor intelegensi dapat
berkembang menjadi pengaruh positif bagi siswa, maka guru harus bijaksana
dalam menangani perbedaan intelegensi tiap-tiap siswa.
c) Motivasi
Motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang
ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.
d) Kesiapan
Kesiapan adalah tingkatan atau keadaan yang harus dicapai dalam proses
perkembangan perorangan pada tingkatan pertumbuhan mental, fisik, sosial
dan emosional.
2) Faktor Eksternal
a) Faktor keluarga
Cara mendidik orangtua
Relasi antara anggota keluarga
Suasana rumah
b) Faktor sekolah
Metode mengajar
Metode belajar
Metode pengajaran
Guru
Interaksi di kelas atau di sekolah
Materi pelajaran
c) Faktor masyarakat
Kegiatan siswa dalam masyarakat
Teman bergaul
Bentuk kehidupan masyarakat
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan
Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yang disebut kualitatif
adalah sebuah pendekatan yang memaparkan secara mendalam tentang apa yang diteliti baik
secara langsung atau tidak langsung. Menurut Sugiyono (2014:13) penelitian kualitatif
mempunyai beberapa karakteristik yaitu (1) dilakukan pada kondisi yang alamiah. (2)
penelitian kualitatif lebih bersifat deskritiptif. Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau
gambar, tidak menekankan pada angka. (3) penelitian kualitatif lebih menekankan pada
proses dari pada produk atau outcame. (4) penelitian kualitatif melakukan analisis data
secara induktif. (5) penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna (data dibalik yang
teramati).
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah
sebuah bentuk penelitian dengan cara mengumpulkan data sebanyak mungkin kemudian
memberikan gambaran yang jelas tentang pengaruh penggunaan media pembelajaran kuis
terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah. Penelitian dilakukan dengan cara
mengumpulkan data, mengolah, dan mendeskripsikan hasilnya.
B. Lokasi Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil lokasi penelitian sebagai tempat memperoleh
data dan informasi di SMA Negeri 7 Medan.
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah 1 orang guru mata pelajaran Sejarah di SMA Negeri 7 Medan,
siswa yang terdiri dari 32 orang siswa kelas XII IPS dijadikan sampel menjadi 6 orang siswa
dilakukan secara acak dengan menggunakan teknik systematic random sampling. Menurut
Sugiyono Sampling Sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari
anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari
100 orang. Dari sernua anggota itu diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai dengan nomor
100. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja atau genap saja.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik wawancara digunakan sebagai cara untuk mengumpulkan data penelitian dengan
memberikan beberapa pertanyaan secara langsung menggunakan lisan tertuju kepada subyek
penelitian. Teknik wawancara digunakan peneliti dalam rangka memperoleh data dan
menggali informasi-informasi secara langsung kepada informan antara lain guru dan peserta
didik SMA Negeri 7 Medan dalam perencanaan serta pelaksanaan media pembelajaran kuis
sebagai alat penilaian hasil belajar. Wawancara semi terstruktur, dengan menggunakan
pertanyaan sebagai dasar atau pedoman dalam melakukan wawancara sehingga dapat
berkembangnya informasi yang diperoleh. Teknik wawancara ini digunakan oleh peneliti
untuk mendapatkan data tentang tahap perencanaan, tahap pelaksanaan media kuis sebagai
alat penilaian hasil belajar, serta tahap penyajian hasil belajar dengan media kuis.
E. Observasi
Observasi yang akan digunakan peneliti, jenis observasi non-partisipan di mana peneliti
tidak terlibat secara langsung dalam fenomena yang diteliti melainkan hanya sebatas
pengamatan dan tidak mengambil peran di dalamnya. Peneliti akan mengamati dan mencatat
mengenai media kuis sebagai alat penilaian hasil belajar dalam kuis di SMA Negeri 7 Medan.
F. Wawancara
Teknik dokumentasi digunakan peneliti untuk tujuan melengkapi dan memperkuat data
observasi dan hasil wawancara maupun memperoleh data yang tidak didapatkan oleh peneliti
melalui observasi ataupun wawancara. Seperti visi dan misi, kegiatan-kegiatan pembelajaran
lainnya yang dilakukan oleh guru ataupun peserta didik, serta gambar-gambar yang memiliki
kaitan dengan penilaian hasil belajar dengan media kuis tersebut. Teknik ini digunakan oleh
peneliti untuk mendapatkan info yang diperlukan terkait Sekolah, dan juga dokumen hasil
belajar peserta didik dengan media kuis.
G. Teknik Analisis Data
Seluruh data yang berhasil dikumpulkan akan diolah oleh peneliti. Data ini kemudian
dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan secara detail data-data
yang dikumpulkan selama proses penelitian. Analisis data itu sendiri adalah proses mencari
dan menyusun data secara sistematis, yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, atau
sumber lain, sehingga mudah dipahami dan hasilnya bisa disampaikan kepada orang lain.
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan,
selama dilapangan, dan setelah selesai di lapangan. Sebagaimana dikemukakan oleh Miles
and Huberman bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan
berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. (Sugiyono,
2014:246).
Ada tiga langkah dalam analisis data kualitatif:
1. Reduksi Data: Langkah ini adalah proses meringkas, memilih informasi yang paling
penting, dan mencari tema serta pola. Reduksi dilakukan secara terus-menerus selama
penelitian, yang artinya peneliti harus menyederhanakan dan memfokuskan data agar
lebih mudah dipahami.
2. Penyajian Data: Penyajian data bisa dalam bentuk tabel, grafik, atau teks naratif yang
disusun sesuai dengan urutan data di lapangan.
3. Penarikan Kesimpulan: Ini adalah langkah untuk mengambil kesimpulan dari data
yang dikumpulkan, dengan menjawab pertanyaan penelitian dan menyajikan proposisi
terkait. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, data yang sudah dikumpulkan bisa
diolah dan disimpulkan.
Daftar Pustaka
Hamzah, P., dkk. (2022). Media Pembelajaran. Makassar: Badan Penerbit UNM.
Kristanto, A. (2016). Media Pembelajaran. Surabaya: Bintang Surabaya.
Putri, A. R. (2022). Pengaruh Media Kuis Interaktif terhadap Minat Belajar Peserta Didik
pada Mata Pelajaran IPA Kelas V MI Al-Hikmah Bandar Lampung. Skripsi. Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Alfabet, CV.
Bandung.