Sidang Peradilan Pidana Farhan Maulana
Sidang Peradilan Pidana Farhan Maulana
Hakim Ketua : Apakah saudara/i jaksa penuntut umum sudah siap mengikuti
persidangan ?
JPU : Siap.
Hakim Ketua : Apakah saudara/i penasehat hukum sudah siap mengikuti persidangan
?
PH : Siap.
Hakim Ketua : Pada hari ini Rabu, Tanggal 27 Mei 2020 SIDANG PENGADILAN
NEGERI JAKARTA BARAT dengan No. Register Perkara : 59 /
Pid.B / 2020 / PN Jkb Dengan Terdakwa FARHAN MAULANA, saya
nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum. (Ketuk Palu 3x)
(Terdakwa memasuki ruang sidang sambil memberi hormat kepada Majelis Hakim dengan
menganggukkan kepala).
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Terdakwa : Sehat, Pak Hakim.
Hakim Ketua : Kepada Penasehat hukum, Apakah saudari benar Penasehat Hukum
dari Terdakwa ?
Hakim Ketua : Silahkan perlihatkan Surat Kuasa dan Surat Ijin Praktek Saudara ?
PH : Baik, Yang Mulia. (Maju menyerahkan surat kuasa dan surat ijin
praktek).
Hakim Ketua : Saudara Jaksa Penuntut Umum, apakah Saudara ingin memeriksa
Surat Kuasa dan Surat Ijin Praktek dari Penasehat hukum Terdakwa ?
(Maju melihat keaslian Surat Kuasa dan surat Ijin Praktek kuasa hukum Terdakwa).
Terdakwa : Jakarta
Terdakwa : Indonesia
Terdakwa : Islam
Terdakwa : Mahasiswa
Hakim Ketua : Pendidikan ?
Terdakwa : SMA
Hakim Ketua : Baiklah, sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan Surat
Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum. Apakah saudara/i Penasehat
Hukum sudah menerima salinan surat dakwaan ?
Hakim Ketua : Saudara terdakwa, apakah sudah mengerti dengan surat dakwaan yang
dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum tadi ?
Hakim Ketua : Baiklah, kepada saudara Jaksa Penuntut Umum untuk menjelaskan
dakwaannya sekali lagi dengan bahasa yang sederhana dan mudah
dimengerti oleh terdakwa.
Terdakwa : Iya, Pak hakim dan saya serahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum
saya.
Hakim Ketua : Saudari Penasehat Hukum, apakah akan mengajukan eksepsi atas surat
dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum ?
Hakim Ketua : Apakah saudari sudah siap untuk membacakan eksepsi atas surat
dakwaan Jaksa Penuntut Umum ?
PH : (membacakan eksepsi)
Hakim Ketua : Penuntut Umum, berdasarkan Pasal 156 ayat (3) KUHAP, apakah
saudara akan mengajukan pendapat?
PH : Baik, sidang akan ditunda dilanjutkan pada hari Rabu, Tanggal 3 Juni
2020 untuk mendengar Pendapat dari Penuntut Umum. Penuntut
Umum, tetap hadapkan terdakwa pada sidang selanjutnya dan pastikan
Terdakwa tetap ditahan. Dengan ini sidang ditutup. (ketok palu 1x)
Hakim Ketua : Sidang Lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb.
Pada hari ini, Rabu 3 Juni 2020, Saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Hakim Ketua : Baik, agenda sidang hari ini adalah pembacaan pendapat dari penuntut
umum. Penuntut Umum sudah siap?
Hakim Ketua : Terdakwa dan Penasihat Hukum harap perhatikan. Penuntut Umum,
silahkan bacakan.
PU : (membaca pendapat)
(setelah membacakan pendapat, PU memberikan salinannya pada Hakim Ketua dan Penasihat
Hukum)
Hakim Ketua : Karena Penasihat Hukum telah mengajukan eksepsi dan Penuntut
Umum telah mengajukan Pendapat yang tetap pada Dakwaannya,
maka, kami Majelis Hakim akan menjatuhkan Putusan Sela pada Hari
Rabu, Tanggal 10 Juni 2020. Penuntut Umum, tetap hadapkan
Terdakwa pada persidangan selanjutnya dan pastikan Terdakwa tetap
ditahan. Dengan ini sidang ditutup. (ketok palu 1x).
SKENARIO SIDANG III
Hakim Ketua : Sidang Lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb.
Pada hari ini, Rabu 10 Juni 2020 saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Hakim Ketua : Baik. Agenda sidang hari ini adalah pembacaan putusan sela dari kami
majelis hakim. Penuntut Umum, Terdakwa, dan Penasihat Hukum
harap memperhatikan. (Baca Putusan Sela)
Hakim Ketua : Karena putusan sela yang kami bacakan pada pokoknya adalah
TIDAK MENERIMA keberatan dari tim Penasihat Hukum
terdakwa, sidang akan dilanjutkan dengan Agenda Pembuktian.
Penuntut Umum, sudah siap dengan Alat Bukti Saudara berdasarkan
Pasal 184 ayat (1) KUHAP?
PU : Belum yang mulia. Kami akan menghadirkan Alat Bukti kami pada
hari Rabu, 17 Juni 2020.
Hakim Ketua : Baik, sidang akan ditunda dan dilanjutkan pada hari Rabu, 17 Juni
2020 dengan agenda Pembuktian dari Penuntut Umum.
Hakim Ketua : Sidang Lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb.
Pada hari ini, Rabu 17 Juni 2020 saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Hakim Ketua : Baik. Agenda sidang hari ini adalah pembuktian dari penuntut umum.
Apakah Penuntut umum sudah siap dengan alat-alat buktinya?
Hakim Ketua : Baik, berdasarkan Pasal 160 ayat (1) KUHAP, silahkan hadirkan saksi
seorang demi seorang. Dipersilahkan.
Hakim Ketua : Terimakasih. Selamat Pagi saudara saksi, hari ini saudara akan
diperiksa terkait dengan tindak pidana yang didakwakan pada
terdakwa Farhan Maulana. Apakah saudara bersedia?
Leslie : 35 Tahun
Juru Sumpah : saudara saksi silahkan berdiri, tirukan lafal yang saya ucapkan,
“WALLAHI, SAYA BERSUMPAH SAYA AKAN
MENERANGKAN DENGAN SEBENARNYA SAN TIADA LAIN
DARIPADA YANG SEBENARNYA.”
Hakim Ketua : Saudara saksi telah disumpah, maka saudara wajib memberikan
keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang saudara lihat,
dengar atau alami sendiri dan jangan sekali-kali memberikan
keterangan yang palsu karena saudara dapat diancam dengan sanksi
pidana, saudara mengerti?
Hakim Ketua : Sebelumnya apakah saudara dapat berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar?
Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan pada hari ini?
Leslie : dapat yang mulia.
Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
terdakwa?
Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
Penuntut Umum, Penasehat Hukum, Majelis Hakim maupun Panitera?
Hakim Ketua : saudara saksi silahkan maju kedepan untuk melihat BAP saudara.
Apakah benar ini isi BAP saudara?
Hakim ketua : apakah seluruh BAP ini benar atau ada yang saudara sangkal?
Leslie : mengerti yang mulia. Saya disini dipanggil sebagai saksi atas kasus
pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Farhan Maulana.
Hakim Anggota I : saat saudara menemukan tubuh korban, pada saat itu apa yang sedang
saudara lakukan? Apakah ada orang lain selain saudara?
Leslie : saat itu saya sedang olahraga sore. Saat itu saya sendirian ditemani
anjing peliharaan saya.
Hakim Anggota I : apakah saudara pernah melihat orang yang mencurigakan melewati
tempat tersebut?
Hakim Anggota I : baik, keterangan saudara sudah cukup. Silahkan yang mulia.
Hakim Ketua : baik, apakah dari pihak Penuntut Umum ingin mengajukan
pertanyaan?
Leslie : waktu itu saya tidak secara langsung melihat jasad korban karena pada
saat itu korban dalam keadaan terkubur. Tetapi yang saya ingat, area
sekitar sana bau menyengat.
Hakim Ketua : Terima kasih Penuntut Umum, apakah dari pihak Penasehat Hukum
ada yang ingin ditanyakan kepada saksi?
Leslie : pada sehari sebelum saya menemukan jasad korban, tidak ada apa-apa.
Tidak ada jasad orang atau apapun.
PH : Artinya ada orang lain yang patut dicurigai selain klien kami.
Hakim Ketua : keberatan diterima. Apakah ada pertanyaan lain, Penasehat hukum?
Hakim ketua : bagaimana dengan hakim anggota? Apakah ada pertanyaan tambahan?
Hakim ketua : apakah saudara saksi masih ada yang ingin disampaikan dalam
persidangan ini?
Hakim Ketua : baiklah, kepada saudara saksi silahkan mengambil Kartu Identitas
saudara di Panitera, selanjutnya anda akan diperintahkan untuk duduk
di kursi yang telah disediakan. Saudara dilarang untuk berbincang-
bincang dengan saksi lain tanpa seizin majelis hakim, apakah saudar
mengerti?
Hakim Ketua : saudara Penuntut Umum apakah masih ada saksi lain yang akan
dihadirkan dalam persidangan ini?
Hakim Ketua : Terimakasih. Selamat Pagi saudara saksi, hari ini saudara akan
diperiksa terkait dengan tindak pidana yang didakwakan pada
terdakwa Farhan Maulana. Apakah saudara bersedia?
Juru Sumpah : saudara saksi silahkan berdiri, tirukan lafal yang saya ucapkan,
“WALLAHI, SAYA BERSUMPAH SAYA AKAN
MENERANGKAN DENGAN SEBENARNYA SAN TIADA LAIN
DARIPADA YANG SEBENARNYA.”
Hakim Ketua : Saudara saksi telah disumpah, maka saudara wajib memberikan
keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang saudara lihat,
dengar atau alami sendiri dan jangan sekali-kali memberikan
keterangan yang palsu karena saudara dapat diancam dengan sanksi
pidana, saudara mengerti?
Hakim Ketua : Sebelumnya apakah saudara dapat berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar?
Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
terdakwa?
Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
Penuntut Umum, Penasehat Hukum, Majelis Hakim maupun Panitera?
Hakim Ketua : saudara saksi silahkan maju kedepan untuk melihat BAP saudara.
Apakah benar ini isi BAP saudara?
Hakim ketua : apakah seluruh BAP ini benar atau ada yang saudara sangkal?
Brandon David : mengerti yang mulia. Saya disini dipanggil sebagai saksi atas kasus
pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Farhan Maulana.
Brandon David : Saya dengan keluarga korban sudah cukup lama bertetangga.
Hakim Ketua : Saudara penuntut umum, apakah ada pertanyaan yang akan diajukan
kepada saksi?
Brandon David : Seingat saya tidak pernah. Kalaupun pernah tidak hanya berdua.
Brandon David : Keberatan yang mulia. Setiap kali terdakwa datang dan bersiap pergi,
pekarangan rumah sebelah selalu ribut. Saya yang penasaran ya
melihat sebentar. Kebetulan di hari korban dan terdakwa pergi berdua,
saya sedang berjemur di balkon.
Brandon David : seingat saya mereka melewati depan rumah saya. Kemungkinan besar
mereka menuju jalan besar.
Hakim Ketua : baik terima kasih Penuntut Umum. Apakah dari penasehat hukum ada
yang ingin ditanyakan kepada saksi?
Brandon David : maaf yang mulia, jawaban pendek saya bisa menyesatkan
persidangan. Bolehkah saya menjawab lebih detail?
Brandon David : terima kasih yang mulia. Jadi, pada saat itu saya melihat tiga hal.
Pertama, korban dan terdakwa bersiap-siap menuju mobil terdakwa di
pekarangan rumah. Kedua, korban menaiki mobil terdakwa. Ketiga,
mobil terdakwa melewati depan rumah saya. Saya sangat yakin saat
itu korban sedang bersama terdakwa. Kemungkinan kecil saya salah.
Hakim Ketua : baiklah, apakah hakim anggota masih ada yang ingin ditanyakan?
Hakim Ketua : apakah dari penuntut Umum ada yang ingin ditanyakan?
PU : ada yang mulia. Saudara saksi, apa tipe dan warna mobil terdakwa?
Brandon David : warna mobil terdakwa berwarna hitam. Untuk tipe mungkin Toyota
Avanza.
PH : lah kalau begitu darimana anda tahu itu mobil klien kami?
Brandon David : saya jelas jelas melihat terdakwa yang naik ke bagian kemudi.
Hakim Ketua : baiklah, kepada saudara saksi silahkan mengambil Kartu Identitas
saudara di Panitera, selanjutnya anda akan diperintahkan untuk duduk
di kursi yang telah disediakan. Saudara dilarang untuk berbincang-
bincang dengan saksi lain tanpa seizin majelis hakim, apakah saudar
mengerti?
Brandon David : mengerti yang mulia.
Hakim Ketua : saudara Penuntut Umum apakah masih ada saksi lain yang akan
dihadirkan dalam persidangan ini?
Hakim Ketua : Terimakasih. Selamat Pagi saudara saksi, hari ini saudara akan
diperiksa terkait dengan tindak pidana yang didakwakan pada
terdakwa Farhan Maulana. Apakah saudara bersedia?
Bambang : 21 Tahun
Juru Sumpah : saudara saksi silahkan berdiri, tirukan lafal yang saya ucapkan,
“WALLAHI, SAYA BERSUMPAH SAYA AKAN
MENERANGKAN DENGAN SEBENARNYA SAN TIADA LAIN
DARIPADA YANG SEBENARNYA.”
Hakim Ketua : Saudara saksi telah disumpah, maka saudara wajib memberikan
keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang saudara lihat,
dengar atau alami sendiri dan jangan sekali-kali memberikan
keterangan yang palsu karena saudara dapat diancam dengan sanksi
pidana, saudara mengerti?
Hakim Ketua : Sebelumnya apakah saudara dapat berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar?
Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan pada hari ini?
Hakim Ketua : Apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
terdakwa?
Hakim Ketua : Apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
Penuntut Umum, Penasehat Hukum, Majelis Hakim maupun Panitera?
Hakim Ketua : Saudara saksi silahkan maju kedepan untuk melihat BAP saudara.
Apakah benar ini isi BAP saudara?
Hakim ketua : Apakah seluruh BAP ini benar atau ada yang saudara sangkal?
Bambang : Mengerti yang mulia. Saya disini dipanggil sebagai saksi atas kasus
pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Farhan Maulana.
Hakim Anggota I : Terima kasih majelis. Saudara saksi, sudah berapa lama anda
mengenal terdakwa?
Bambang : Saya mengenal mereka pak hakim. Tidak pernah pak hakim. Yang
saya ingat Farhan pernah kabur dari rumah dan mengajak saya tetapi
saya menolak.
Hakim Ketua : Baik. Penuntut Umum, apakah ada pertanyaan yang akan diajukan
kepada saksi?
PU : baik yang mulia. Saudara saksi, kapan terakhir kali anda bertemu
dengan terdakwa?
Bambang : Saya terakhir kali bertemu dengan dia pada tanggal 22 Februari. Kalau
tidak salah hari sabtu.
PU : Dimana saudara bertemu? Apa yang saudara lakukan?
Bambang : Kami bertemu di tempat kami biasa nongkrong. Kami bermain game
bersama.
Bambang : saat itu dia datang lebih awal. Karena dia tidak sadar saya sudah
sampai, saya menepuk pundaknya. Kemudian ia kaget dan emosi
kepada saya. Saya sangat ingat betul kejadian itu karena tidak seperti
biasanya.
PU : baik yang mulia. Apakah terdakwa ada bercerita masalah yang sedang
ia hadapi?
Bambang : Benar, saya mengaku saya khilaf dan saya menyesali perbuatan saya.
Setelah itu saya meninggalkan korban dan farhan karena saya tidak
sanggup dengan rasa bersalah saya dan saya langsung pergi dari situ.
Sejauh itu saya tidak tahu lagi apa yang terjadi setelahnya.
Bambang : Farhan yang mengajak saya. Awalnya saya menolak tetapi karena
diajak berkali kali saya pun mengiyakan.
PU : baik, pertanyaan dari kami sudah cukup yang mulia. Kami mohon izin
untuk menunjukkan barang bukti kami.
Hakim Ketua : silahkan saudara Penuntut Umum. kepada terdakwa, penasehat hukum
dan juga saksi silahkan maju untuk melihat barang bukti. (dianggap
sudah diperlihatkan). Baik. Silahkan duduk kembali.
Hakim Ketua : Terima kasih PU, apakah dari penasehat hukum ada yang ingin
ditanyakan kepada saksi?
Bambang : pada awalnya saya diajak namun saya menolak. Tetapi karena diajak
berkali-kali, akhirnya saya khilaf dan ikut melakukan.
Hakim Ketua : sudah cukup, biar kami majelis hakim yang memutuskan. Penasehat
hukum, apakah ada yang ingin disampaikan atau ada pertanyaan?
Hakim Ketua : Baiklah. Apakah hakim anggota ada yang ingin ditambahkan?
Hakim Ketua : Penuntut Umum, apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?
Hakim Ketua : Penasehat Hukum, apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?
Hakim Ketua : Baiklah, kepada saudara saksi silahkan mengambil Kartu Identitas
saudara di Panitera, selanjutnya anda akan diperintahkan untuk duduk
di kursi yang telah disediakan. Saudara dilarang untuk berbincang-
bincang dengan saksi lain tanpa seizin majelis hakim, apakah saudara
mengerti?
PU : baik, terima kasih yang mulia. Kepada petugas, hadirkan saksi Ahli
Faizal Asri, S.H., M.H. ke dalam ruang persidangan.
Hakim Ketua : Terimakasih. Selamat Pagi saudara saksi, hari ini saudara akan
diperiksa terkait dengan tindak pidana yang didakwakan pada
terdakwa Farhan Maulana. Apakah saudara bersedia?
Juru Sumpah : saudara saksi silahkan berdiri, tirukan lafal yang saya ucapkan,
“WALLAHI, SAYA BERSUMPAH SAYA AKAN
MENERANGKAN DENGAN SEBENARNYA SAN TIADA LAIN
DARIPADA YANG SEBENARNYA.”
Faizal Asri : (mengikuti ucapan juru sumpah)
Hakim Ketua : Saudara saksi telah disumpah, maka saudara wajib memberikan
keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang saudara lihat,
dengar atau alami sendiri dan jangan sekali-kali memberikan
keterangan yang palsu karena saudara dapat diancam dengan sanksi
pidana, saudara mengerti?
Hakim Ketua : Sebelumnya apakah saudara dapat berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar?
Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan pada hari ini?
Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
terdakwa?
Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
Penuntut Umum, Penasehat Hukum, Majelis Hakim maupun Panitera?
Faizal Asri : mengerti yang mulia. Saya dihadirkan disini untuk memberikan
pendapat dalam kasus ini karena kompetensi saya sebagai dosen
hukum pidana di fakultas hukum universitas Tarumanagara.
Hakim Ketua : sudah berapa kali saudara memberi pendapat dalam perkara serupa?
Hakim Ketua : apakah ada karya ilmiah atau publikasi yang saudara pernah buat atau
terbitkan?
Faizal Asri : ada yang mulia. Saya menulis buku “Mengenal Hukum Pidana : Teori
dan Praktik” kebetulan saya membawa bukunya, boleh saya serahkan?
Hakim Ketua : silahkan..
PU : terima kasih yang mulia. Saudara ahli bisa jelaskan unsur-unsur dari
Pasal 285 Jo. 55 ayat (1) dan 338 KUHP?
Faizal Asri : dalam Pasal 285 Jo. 55 ayat (1) KUHP, unsur-unsurnya adalah dengan
kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa seorang wanita
bersetubuh, dilakukan diluar perkawinan.
PH : terima kasih yang mulia. Saudara ahli, apabila salah satu unsur pada
suatu pasal itu tidak terpenuhi, apakah masih dapat dikatakan sebagai
tindak pemerkosaan?
Faizal Asri : Jika salah satu unsur tersebut tidak ada atau tidak terbukti, maka harus
disimpulkan bahwa tindak pidana belum atau tidak terjadi. Maka,
hakim haruslah memutus putusan bebas (vrijspraak). Hal ini sesuai
dengan pasal 191 ayat (1) KUHAP.
Faizal Asri : sulit memisahkan unsur kekerasan atau ancaman kekerasan dengan
unsur memaksa. karena biasanya apabila seseorang dipaksa, pasti ada
suatu ancaman atau tindak kekerasan. Sebaliknya juga apabila pelaku
melakukan kekerasan atau ancaman, maka korban akan merasaa
terpaksa.
Hakim Ketua : Baiklah. Apakah hakim anggota ada yang ingin ditambahkan?
Hakim Ketua : Penuntut Umum, apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?
Hakim Ketua : Penasehat Hukum, apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?
Hakim Ketua : Baiklah, kepada saudara ahli silahkan mengambil Kartu Identitas
saudara di Panitera, selanjutnya anda akan diperintahkan untuk duduk
di kursi yang telah disediakan. Saudara dilarang untuk berbincang-
bincang dengan saksi lain tanpa seizin majelis hakim, apakah saudara
mengerti?
Hakim Ketua : Penasehat Hukum, apakah saudara akan menghadirkan alat bukti?
PH : iya yang mulia. Tetapi kami meminta waktu satu minggu untuk
menghadirkan di persidangan selanjutnya.
Hakim ketua : baik. Sidang akan ditunda dan dilanjutkan pada hari Rabu, tanggal 24
Juni 2020 dengan agenda pembuktian dari Penasehat Hukum
terdakwa.
Hakim Ketua : Sidang Lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb.
Pada hari ini, Rabu 24 Juni 2020 saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Hakim Ketua : Baik. Agenda sidang hari ini adalah pembuktian dari penasehat
hukum. Apakah penasehat hukum sudah siap dengan alat-alat
buktinya?
PH : Kami sudah siap yang mulia. Kami menghadirkan 2 Saksi dan seorang
ahli yang telah kami panggil.
Hakim Ketua : Baik, berdasarkan Pasal 160 ayat (1) KUHAP, silahkan hadirkan saksi
seorang demi seorang. Dipersilahkan.
Hakim Ketua : Terimakasih. Selamat Pagi saudara saksi, hari ini saudara akan
diperiksa terkait dengan tindak pidana yang didakwakan pada
terdakwa Farhan Maulana. Apakah saudara bersedia?
Marcella : Marcella.
Hakim Ketua : Umur saudara?
Marcella : 40 Tahun
Juru Sumpah : saudara saksi silahkan berdiri, tirukan lafal yang saya ucapkan,
“WALLAHI, SAYA BERSUMPAH SAYA AKAN
MENERANGKAN DENGAN SEBENARNYA SAN TIADA LAIN
DARIPADA YANG SEBENARNYA.”
Hakim Ketua : Saudara saksi telah disumpah, maka saudara wajib memberikan
keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang saudara lihat,
dengar atau alami sendiri dan jangan sekali-kali memberikan
keterangan yang palsu karena saudara dapat diancam dengan sanksi
pidana, saudara mengerti?
Hakim Ketua : Sebelumnya apakah saudara dapat berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar?
Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan pada hari ini?
Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
Penuntut Umum, Penasehat Hukum, Majelis Hakim maupun Panitera?
Hakim Ketua : saudara saksi silahkan maju kedepan untuk melihat BAP saudara.
Apakah benar ini isi BAP saudara?
Hakim ketua : apakah seluruh BAP ini benar atau ada yang saudara sangkal?
Marcella : mengerti yang mulia. Saya disini dipanggil sebagai saksi atas kasus
pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Farhan Maulana.
Hakim Anggota II : terima kasih hakim ketua. Saudara saksi, apa yang anda ketahui
mengenai terdakwa?
Marcella : terdakwa adalah sahabat dari anak majikan saya. Dia sering datang ke
rumah untuk bermain. Terdakwa sudah lama mengenal anak majikan
saya, sehingga sudah dianggap seperti saudara oleh orang-orang
rumah.
Marcella : oh anaknya baik, sopan, walaupun sedang asik bermain ia tidak lupa
untuk sholat. Pernah juga waktu saya lagi kerja, dia menawarkan
bantuan.
PH : terima kasih yang mulia. Saudara saksi, apakah saudara tau korban
pergi dengan siapa?
Marcella : saya tidak terlalu mengetahui dengan jelas mengenai bersama siapa
korban pergi karena pada saat itu saya sedang menyuci di lantai 2. saya
sempat mendengar korban pamit kepada saya untuk pergi keluar.
namun sehari sebelum korban menghilang, dia bilang ke saya
besoknya mau pergi beli buku sendirian.
Hakim Ketua : baik apakah Penuntut Umum ada yang ingin ditanyakan?
Hakim Ketua : Baiklah, kepada saudara saksi silahkan mengambil Kartu Identitas
saudara di Panitera, selanjutnya anda akan diperintahkan untuk duduk
di kursi yang telah disediakan. Saudara dilarang untuk berbincang-
bincang dengan saksi lain tanpa seizin majelis hakim, apakah saudara
mengerti?
Hakim Ketua : Saudara Penasehat Hukum apakah masih ada saksi lain yang akan
dihadirkan dalam persidangan ini?
PH : baik, terima kasih yang mulia. Kepada petugas, hadirkan saksi Andi
Ryanto ke dalam ruang persidangan.
Hakim Ketua : Terimakasih. Selamat Pagi saudara saksi, hari ini saudara akan
diperiksa terkait dengan tindak pidana yang didakwakan pada
terdakwa Farhan Maulana. Apakah saudara bersedia?
Hakim Ketua : Saudara saksi telah disumpah, maka saudara wajib memberikan
keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang saudara lihat,
dengar atau alami sendiri dan jangan sekali-kali memberikan
keterangan yang palsu karena saudara dapat diancam dengan sanksi
pidana, saudara mengerti?
Hakim Ketua : Sebelumnya apakah saudara dapat berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar?
Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan pada hari ini?
Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
terdakwa?
Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
Penuntut Umum, Penasehat Hukum, Majelis Hakim maupun Panitera?
Hakim Ketua : saudara saksi silahkan maju kedepan untuk melihat BAP saudara.
Apakah benar ini isi BAP saudara?
Hakim ketua : apakah seluruh BAP ini benar atau ada yang saudara sangkal?
Andi Ryanto : tidak ada yang mulia.
Andi Ryanto : mengerti yang mulia. Saya disini dipanggil sebagai saksi atas kasus
pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Farhan Maulana.
Hakim Anggota I : ada hakim ketua. Saudara saksi, apa hubungan anda dengan terdakwa?
Hakim Anggota I : selaku kakak dari korban, apa saudara mengetahui adakah hubungan
antara korban dengan terdakwa?
Andi Ryanto : sepengetahuan saya, hubungan antara adik saya dengan terdakwa
hanya sebatas teman karena terdakwa adalah sahabat saya yang sering
main ke rumah. Tetapi mungkin saja bisa lebih dari itu.
PH : terima kasih yang mulia. Tadi saudara saksi mengatakan mungkin saja
bisa lebih dari teman. Mengapa anda bisa mengatakan demikian?
Andi Ryanto : karena beberapa kali terdakwa terlihat bercanda dengan adik saya dan
direspon dengan baik.
PH : keberatan yang mulia. Jika satu unsur saja tidak terbukti, maka tidak
bisa dikatakan suatu pemerkosaan.
Hakim Ketua : saudara penasehat hukum, saudara penuntut umum, mohon tenang.
Hal ini biar majelis hakim saja yang memutuskan.
Andi Ryanto : ya saya tahu bahwa adik saya pergi bersama terdakwa. saya
mengetahuinya dari Bambang. Ia memberitahu saya bahwa ia bertemu
dengan adik saya dan terdakwa.
Andi Ryanto : tidak pak. Saya memercayai sahabat saya dan saya tahu bahwa sahabat
saya tidak akan melakukan hal keji seperti itu.
PU : keberatan yang mulia. Sangat tidak masuk akal jika kakak korban
malah membela terdakwa.
PH : terima kasih yang mulia. Kepada petugas, hadirkan saksi Ahli Dr. dr.
Ahmad Dian Nugraha, [Link]., SpKJ. Ke dalam ruang persidangan.
Hakim Ketua : Terimakasih. Selamat Pagi saudara saksi, hari ini saudara akan
diperiksa terkait dengan tindak pidana yang didakwakan pada
terdakwa Farhan Maulana. Apakah saudara bersedia?
Ahmad : 60 Tahun
Juru Sumpah : saudara saksi silahkan berdiri, tirukan lafal yang saya ucapkan,
“WALLAHI, SAYA BERSUMPAH SAYA AKAN
MENERANGKAN DENGAN SEBENARNYA SAN TIADA LAIN
DARIPADA YANG SEBENARNYA.”
Hakim Ketua : Saudara saksi telah disumpah, maka saudara wajib memberikan
keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang saudara lihat,
dengar atau alami sendiri dan jangan sekali-kali memberikan
keterangan yang palsu karena saudara dapat diancam dengan sanksi
pidana, saudara mengerti?
Ahmad : saya mengerti yang mulia.
Hakim Ketua : Sebelumnya apakah saudara dapat berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar?
Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan pada hari ini?
Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
terdakwa?
Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
Penuntut Umum, Penasehat Hukum, Majelis Hakim maupun Panitera?
Hakim Ketua : sudah berapa kali saudara memberi pendapat dalam perkara serupa?
Hakim Ketua : apakah ada karya ilmiah atau publikasi yang saudara pernah buat atau
terbitkan?
Ahmad : Ada yang mulia. Saya menulis buku “Tanya Jawab Masalah-masalah
seputar seks”
Hakim Ketua : Baiklah, saudara ahli, bisa saudara jelaskan mengenai bidang saudara?
Ahmad : Bahwa berdasarkan pengamatan saya dalam kasus ini, ada dua
kemungkinan. Pertama, kejadian ini murni pemerkosaan dan
pembunuhan atau kedua, ada gangguan fetish yang mengakibatkan
kematian korban.
Ahmad : Jadi, yang dimaksud dengan gangguan fetish adalah salah satu bentuk
dari gangguan paraphilia. Gangguan tersebut melibatkan fantasi,
dorongan, atau perilaku berulang untuk membangkitkan rangsangan
seksual yang dapat menyebabkan bahaya pada orang lain atau diri
sendiri. Ini berarti fetitisme dapat dikategorikan sebagai gangguan
ketika rangsangan seksual terjadi secara berulang dan intens. Hal ini
dikarenakan penggunaan benda mati atau bagian tubuh non-kelamin,
yang membahayakan atau menyakiti orang lain maupun diri sendiri.
Hakim Ketua : Penasehat Hukum, apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?
Hakim Ketua : Baiklah, kepada saudara ahli silahkan mengambil Kartu Identitas
saudara di Panitera, selanjutnya anda akan diperintahkan untuk duduk
di kursi yang telah disediakan. Saudara dilarang untuk berbincang-
bincang dengan saksi lain tanpa seizin majelis hakim, apakah saudara
mengerti?
Hakim Ketua : Saudara Penasehat Hukum apakah masih ada saksi lain yang akan
dihadirkan dalam persidangan ini?
Hakim Ketua : Karena pemeriksaan saksi dan ahli dari Penuntut Umum dan
Penasehat Hukum telah selesai dilakukan, sidang akan dilanjutkan
dengan pemeriksaan terdakwa. Saudara terdakwa silahkan duduk di
kursi pemeriksaan.
Hakim Ketua : saudara terdakwa, apakah benar bahwa saudara melakukan tindak
pidana pemerkosaan dan pembunuhan?
Terdakwa : memang benar pada hari kejadian saya datang ke rumah korban dan
mengajak korban untuk pergi makan siang dan benar kami
berhubungan badan, tetapi hal itu didasari karena suka sama suka.
Setelah itu saya mengantarnya pulang.
Terdakwa : saya telah berjanji kepada korban untuk tidak melakukan kekerasan
pada saat berhubungan badan tersebut.
Hakim Ketua : Keberatan diterima. Keterangan dari terdakwa sudah cukup. Penasehat
Hukum ada yang ingin ditanyakan lagi?
PH : tidak ada yang mulia.
Hakim Ketua : Penuntut umum apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?
Hakim Ketua : Karena pemeriksaan Terdakwa telah selesai, sidang akan dilanjutkan
dengan Tuntutan. Penuntut Umum, kapan saudara siap?
Hakim ketua : baik. Sidang akan ditunda dan dilanjutkan pada hari Rabu, tanggal 1
Juli 2020 dengan agenda pembuktian dari Penasehat Hukum
terdakwa.
Hakim Ketua : Sidang lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb,
Pada hari ini, Rabu 1 Juli 2020 saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Hakim Ketua : Baik, agenda sidang hari ini adalah Pembacaan Tuntutan. Penuntut
Umum sudah siap?
Hakim Ketua : Terdakwa dan Penasihat Hukum harap perhatikan, Penuntut Umum
silahkan bacakan.
Hakim Ketua : Sidang lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb,
Pada hari ini, Rabu 8 Juli 2020 saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Hakim Ketua : Agenda sidang hari ini adalah pembacaan Pembelaan dari Penasihat
Hukum. Penasihat Hukum sudah siap?
PH : (membaca pembelaan/pledoi)
Hakim Ketua : Penuntut Umum, saudara akan mengajukan Jawaban atas Pembelaan
ini?
Hakim Ketua : Baik, sidang akan ditunda dilanjutkan pada Hari Rabu 15 Juli 2020
untuk mendengar Jawaban atas Pembelaan. Penuntut Umum, tetap
hadapkan Terdakwa pada sidang selanjutnya dan pastikan Terdakwa
tetap ditahan. Dengan ini sidang ditutup. (ketok palu 1x)
SKENARIO SIDANG VIII
Panitera : Majelis hakim memasuki ruang sidang, hadirin dimohon untuk berdiri
(PU &PH berdiri)(hakim ketua on cam pertama, hakim anggota
belakangan). Hadirin dipersilakan duduk kembali.
Hakim Ketua : Sidang lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb,
Pada hari ini, Rabu 15 Juli 2020 saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Hakim Ketua : Agenda sidang hari ini adalah pembacaan Jawaban atas Pembelaan.
Apakah Penuntut Umum sudah siap?
Hakim Ketua : Baik, sidang akan diskors selama 5 jam untuk memberikan waktu pada
Penasihat Hukum mempersiapkan Jawabannya. Sidang diskors.
(ketok palu 2x)
Hakim Ketua : Skors Dicabut. (ketok palu 1x). Penasihat Hukum silakan bacakan.
Hakim Ketua : Baik, sidang akan ditunda dilanjutkan pada hari Jumat 24 Juli 2020
untuk mendengar Putusan dari kami Majelis hakim. Penuntut Umum,
tetap hadapkan Terdakwa pada sidang selanjutnya dan pastikan
Terdakwa tetap ditahan. Dengan ini sidang ditutup. (ketok palu 1x)
SKENARIO SIDANG IX
Hakim Ketua : Sidang lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb,
Pada hari ini, Jumat 24 Juli 2020 saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Hakim Ketua : Agenda sidang hari ini adalah pembacaan putusan dari Majelis Hakim.
Penuntut Umum perhatikan. Terdakwa dan Penasihat Hukum harap
perhatikan.
Majelis Hakim : (baca putusan, bagi-bagi part putusan. Yang pasti Hakim Ketua baca
bagian mengadili)
Hakim Ketua : Saudara Terdakwa, terhadap putusan ini saudara memiliki hak-hak
hukum sesuai Pasal 196 ayat (3) KUHAP yang diantaranya adalah :