0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan45 halaman

Sidang Peradilan Pidana Farhan Maulana

Dokumen ini mencakup serangkaian skenario sidang peradilan pidana terkait perkara pemerkosaan dan pembunuhan dengan terdakwa Farhan Maulana. Sidang dimulai dengan pembacaan surat dakwaan, diikuti oleh eksepsi dari penasihat hukum, dan kemudian pendapat dari penuntut umum, yang berlanjut ke pembuktian dengan saksi dan barang bukti. Proses persidangan mencerminkan tata cara hukum yang diikuti, termasuk pemeriksaan saksi dan pengajuan keberatan.

Diunggah oleh

Shin Shun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan45 halaman

Sidang Peradilan Pidana Farhan Maulana

Dokumen ini mencakup serangkaian skenario sidang peradilan pidana terkait perkara pemerkosaan dan pembunuhan dengan terdakwa Farhan Maulana. Sidang dimulai dengan pembacaan surat dakwaan, diikuti oleh eksepsi dari penasihat hukum, dan kemudian pendapat dari penuntut umum, yang berlanjut ke pembuktian dengan saksi dan barang bukti. Proses persidangan mencerminkan tata cara hukum yang diikuti, termasuk pemeriksaan saksi dan pengajuan keberatan.

Diunggah oleh

Shin Shun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKENARIO SIDANG I

PRAKTEK PERADILAN PIDANA

AGENDA PEMBACAAN SURAT DAKWAAN

Panitera : Bissmillahirahmaanirrahiim.. Assalaamualaikium Warahmatullahi


Wabarakatuh... Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.
Pada hari ini, Rabu 27 Mei 2020 akan dilaksanakan Sidang Perkara
Pemerkosaan dan Pembunuhan. Sebelum Sidang hari ini dimulai,
berikut tata tertib persidangan : (baca tata tertib persidangan)

Panitera : Pembacaan tata tertib persidangan selesai. Majelis hakim memasuki


ruang sidang, hadirin dimohon untuk berdiri (PU &PH berdiri)(hakim
ketua on cam pertama, hakim anggota belakangan). Hadirin
dipersilakan duduk kembali.

Hakim Ketua : Apakah saudara/i jaksa penuntut umum sudah siap mengikuti
persidangan ?

JPU : Siap.

Hakim Ketua : Apakah saudara/i penasehat hukum sudah siap mengikuti persidangan
?

PH : Siap.

Hakim Ketua : Pada hari ini Rabu, Tanggal 27 Mei 2020 SIDANG PENGADILAN
NEGERI JAKARTA BARAT dengan No. Register Perkara : 59 /
Pid.B / 2020 / PN Jkb Dengan Terdakwa FARHAN MAULANA, saya
nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum. (Ketuk Palu 3x)

Hakim Ketua : Kepada Saudara Jaksa Penuntut Umum harap menghadirkan


Terdakwa di ruang sidang.

JPU : Baik.. Majelis Hakim.. Kepada Terdakwa FARHAN MAULANA


dipersilahkan memasuki ruang sidang.

(Terdakwa memasuki ruang sidang sambil memberi hormat kepada Majelis Hakim dengan
menganggukkan kepala).

Hakim Ketua : (mempersilahkan Terdakwa duduk). Apakah Saudara bisa berbahasa


Indonesia dengan baik ?

Terdakwa : Bisa, Pak Hakim.

Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Terdakwa : Sehat, Pak Hakim.

Hakim Ketua : Kepada Penasehat hukum, Apakah saudari benar Penasehat Hukum
dari Terdakwa ?

PH : Iya, Yang Mulia.

Hakim Ketua : Silahkan perlihatkan Surat Kuasa dan Surat Ijin Praktek Saudara ?

PH : Baik, Yang Mulia. (Maju menyerahkan surat kuasa dan surat ijin
praktek).

Hakim Ketua : Saudara Jaksa Penuntut Umum, apakah Saudara ingin memeriksa
Surat Kuasa dan Surat Ijin Praktek dari Penasehat hukum Terdakwa ?

JPU : Iya, Majelis Hakim.

(Maju melihat keaslian Surat Kuasa dan surat Ijin Praktek kuasa hukum Terdakwa).

Hakim Ketua : Sebelumnya saya akan menanyakan identitas Saudara. Bisakah


Saudara memperlihatkan Kartu Identitas Saudara ?

Terdakwa : Bisa, Pak Hakim. (Maju menyerahkan kartu identitas).

Hakim Ketua : Nama saudara ?

Terdakwa : FARHAN MAULANA.

Hakim Ketua : Tempat lahir ?

Terdakwa : Jakarta

Hakim Ketua : Tanggal lahir ?

Terdakwa : 18 Januari 1999

Hakim Ketua : Kebangsaan ?

Terdakwa : Indonesia

Hakim Ketua : Tempat tinggal ?

Terdakwa : Villa Tomang mas Blok D No 12 Jakarta Barat

Hakim Ketua : Agama ?

Terdakwa : Islam

Hakim Ketua : Pekerjaan ?

Terdakwa : Mahasiswa
Hakim Ketua : Pendidikan ?

Terdakwa : SMA

Hakim Ketua : Apakah saudara siap mengikuti persidangan ?

Terdakwa : Siap, Pak hakim.

Hakim Ketua : Baiklah, sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan Surat
Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum. Apakah saudara/i Penasehat
Hukum sudah menerima salinan surat dakwaan ?

PH : Sudah, Yang Mulia.

Hakim Ketua : Silahkan Jaksa Penuntut Umum untuk membacakan surat


dakwaannya.

PU : (membacakan surat dakwaan).

Hakim Ketua : Saudara terdakwa, apakah sudah mengerti dengan surat dakwaan yang
dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum tadi ?

Terdakwa : Belum, pak hakim.

Hakim Ketua : Baiklah, kepada saudara Jaksa Penuntut Umum untuk menjelaskan
dakwaannya sekali lagi dengan bahasa yang sederhana dan mudah
dimengerti oleh terdakwa.

PU : Baik Majelis Hakim. (Menjelaskan lagi surat dakwaan).

Hakim Ketua : Saudara terdakwa, apakah sudah mengerti ?

Terdakwa : Sudah, Pak hakim.

Hakim Ketua : Saudara terdakwa, apakah saudara akan mengajukan keberatan


terhadap surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum ?

Terdakwa : Iya, Pak hakim dan saya serahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum
saya.

Hakim Ketua : Saudari Penasehat Hukum, apakah akan mengajukan eksepsi atas surat
dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum ?

PH : Iya, Yang Mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudari sudah siap untuk membacakan eksepsi atas surat
dakwaan Jaksa Penuntut Umum ?

PH : Kami sudah siap yang mulia.


Hakim Ketua : Terdakwa Perhatikan, Penuntut Umum Perhatikan, Penasihat Hukum
silahkan bacakan.

PH : (membacakan eksepsi)

Hakim Ketua : Penuntut Umum, berdasarkan Pasal 156 ayat (3) KUHAP, apakah
saudara akan mengajukan pendapat?

PU : Ya yang mulia. Namun kami membutuhkan waktu 7 hari untuk


mempersiapkan pendapat kami.

Hakim Ketua : Panitera, 7 hari dari sekarang?

Panitera : Hari Rabu, tanggal 3 Juni 2020 yang mulia.

Hakim Ketua : Penasihat Hukum bagaimana?

PH : Baik, sidang akan ditunda dilanjutkan pada hari Rabu, Tanggal 3 Juni
2020 untuk mendengar Pendapat dari Penuntut Umum. Penuntut
Umum, tetap hadapkan terdakwa pada sidang selanjutnya dan pastikan
Terdakwa tetap ditahan. Dengan ini sidang ditutup. (ketok palu 1x)

Panitera : Majelis Hakim meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon berdiri.


Hadirin dipersilahkan duduk kembali.
SKENARIO SIDANG II

PRAKTEK PERADILAN PIDANA

AGENDA PEMBACAAN PENDAPAT PENUNTUT UMUM

Hakim Ketua : Sidang Lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb.
Pada hari ini, Rabu 3 Juni 2020, Saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)

Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?

Terdakwa : Sehat, yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan?

Terdakwa : Bisa, yang mulia.

Hakim Ketua : Baik, agenda sidang hari ini adalah pembacaan pendapat dari penuntut
umum. Penuntut Umum sudah siap?

PU : Siap yang mulia.

Hakim Ketua : Terdakwa dan Penasihat Hukum harap perhatikan. Penuntut Umum,
silahkan bacakan.

PU : (membaca pendapat)

(setelah membacakan pendapat, PU memberikan salinannya pada Hakim Ketua dan Penasihat
Hukum)

Hakim Ketua : Karena Penasihat Hukum telah mengajukan eksepsi dan Penuntut
Umum telah mengajukan Pendapat yang tetap pada Dakwaannya,
maka, kami Majelis Hakim akan menjatuhkan Putusan Sela pada Hari
Rabu, Tanggal 10 Juni 2020. Penuntut Umum, tetap hadapkan
Terdakwa pada persidangan selanjutnya dan pastikan Terdakwa tetap
ditahan. Dengan ini sidang ditutup. (ketok palu 1x).
SKENARIO SIDANG III

PRAKTEK PERADILAN PIDANA

AGENDA PEMBACAAN PUTUSAN SELA

Hakim Ketua : Sidang Lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb.
Pada hari ini, Rabu 10 Juni 2020 saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)

Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?

Terdakwa : Sehat, yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan?

Terdakwa : Bisa, yang mulia.

Hakim Ketua : Baik. Agenda sidang hari ini adalah pembacaan putusan sela dari kami
majelis hakim. Penuntut Umum, Terdakwa, dan Penasihat Hukum
harap memperhatikan. (Baca Putusan Sela)

Hakim Ketua : Penasihat hukum, apakah saudara akan mengajukan perlawanan


terhadap putusan sela ini?

PH : Untuk saat ini, kami masih pikir-pikir yang mulia.

Hakim Ketua : Apabila saudara ingin mengajukan perlawanan, silahkan


menyampaikannya ke Pengadilan Tinggi melalui Panitera Pengadilan
Negeri Jakarta Barat.

Hakim Ketua : Karena putusan sela yang kami bacakan pada pokoknya adalah
TIDAK MENERIMA keberatan dari tim Penasihat Hukum
terdakwa, sidang akan dilanjutkan dengan Agenda Pembuktian.
Penuntut Umum, sudah siap dengan Alat Bukti Saudara berdasarkan
Pasal 184 ayat (1) KUHAP?

PU : Belum yang mulia. Kami akan menghadirkan Alat Bukti kami pada
hari Rabu, 17 Juni 2020.

Hakim Ketua : Penasihat Hukum bagaimana?

PH : Kami serahkan pada yang mulia.

Hakim Ketua : Baik, sidang akan ditunda dan dilanjutkan pada hari Rabu, 17 Juni
2020 dengan agenda Pembuktian dari Penuntut Umum.

Penuntut Umum, tetap hadapkan Terdakwa tetap ditahan. Dengan ini


sidang ditutup. (ketok palu 1x)
SKENARIO SIDANG IV

PRAKTEK PERADILAN PIDANA

AGENDA PEMBUKTIAN PENUNTUT UMUM

Hakim Ketua : Sidang Lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb.
Pada hari ini, Rabu 17 Juni 2020 saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)

Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?

Terdakwa : Sehat, yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan?

Terdakwa : Bisa, yang mulia.

Hakim Ketua : Baik. Agenda sidang hari ini adalah pembuktian dari penuntut umum.
Apakah Penuntut umum sudah siap dengan alat-alat buktinya?

PU : Kami sudah siap yang mulia. Kami menghadirkan 3 Saksi, seorang


ahli, dan barang bukti yang sebelumnya telah kami persiapkan. Kami
juga telah mempersiapkan beberapa barang bukti elektronik yang telah
diserahkan ke bagian kepaniteraan.

Hakim Ketua : Saudara terdakwa silahkan menempatkan diri di samping penasehat


hukum saudara.

Terdakwa : Baik yang mulia.

Hakim Ketua : Baik, berdasarkan Pasal 160 ayat (1) KUHAP, silahkan hadirkan saksi
seorang demi seorang. Dipersilahkan.

PU : Baik yang mulia. Kepada petugas, hadirkan saksi Leslie Kwek ke


dalam persidangan.

Hakim Ketua : Terimakasih. Selamat Pagi saudara saksi, hari ini saudara akan
diperiksa terkait dengan tindak pidana yang didakwakan pada
terdakwa Farhan Maulana. Apakah saudara bersedia?

Leslie : Bersedia yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelum saudara memberikan keterangan, majelis hakim ingin


mengetahui identitas saudara. Silahkan saudara menyerahkan kartu
identitas saudara.

Hakim Ketua : Nama saudara?


Leslie : Leslie Kwek.

Hakim Ketua : Umur saudara?

Leslie : 35 Tahun

Hakim Ketua : Tempat tinggal saudara?

Leslie : Jl. Tanjung Gedong 1 No.10

Hakim Ketua : Kebangsaan Indonesia, Jenis Kelamin Laki-laki, agama Islam,


Pendidikan strata I, pekerjaan swasta. Apakah benar?

Leslie : benar yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelum saudara memberikan keterangan, maka saudara akan


disumpah terlebih dahulu menurut agama dan kepercayaan saudara.
Apakah saudara bersedia?

Leslie : saya bersedia yang mulia.

Hakim Ketua : kepada rohaniawan diperintahkan untuk menempatkan diri. Dan


kepada saksi silahkan berdiri. Dipersilahkan.

Juru Sumpah : saudara saksi silahkan berdiri, tirukan lafal yang saya ucapkan,
“WALLAHI, SAYA BERSUMPAH SAYA AKAN
MENERANGKAN DENGAN SEBENARNYA SAN TIADA LAIN
DARIPADA YANG SEBENARNYA.”

Leslie : (mengikuti ucapan juru sumpah)

Juru Sumpah : silahkan duduk kembali.

Hakim Ketua : Saudara saksi telah disumpah, maka saudara wajib memberikan
keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang saudara lihat,
dengar atau alami sendiri dan jangan sekali-kali memberikan
keterangan yang palsu karena saudara dapat diancam dengan sanksi
pidana, saudara mengerti?

Leslie : saya mengerti yang mulia.

Hakim Ketua : Baik. Apakah saudara dalam keadaan sehat?

Leslie : sehat yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelumnya apakah saudara dapat berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar?

Leslie : Dapat yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan pada hari ini?
Leslie : dapat yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
terdakwa?

Leslie : tidak yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
Penuntut Umum, Penasehat Hukum, Majelis Hakim maupun Panitera?

Leslie : tidak yang mulia.

Hakim Ketua : saudara saksi silahkan maju kedepan untuk melihat BAP saudara.
Apakah benar ini isi BAP saudara?

Leslie : benar yang mulia.

Hakim ketua : apakah benar ini tanda tangan saudara?

Leslie : benar yang mulia.

Hakim ketua : apakah seluruh BAP ini benar atau ada yang saudara sangkal?

Leslie : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengerti alasan mengapa dipanggil ke persidangan?

Leslie : mengerti yang mulia. Saya disini dipanggil sebagai saksi atas kasus
pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Farhan Maulana.

Hakim Ketua : baiklah, hakim anggota apakah ada pertanyaan?

Hakim Anggota I : ada hakim ketua.

Hakim Ketua : ya silahkan..

Hakim Anggota I : saat saudara menemukan tubuh korban, pada saat itu apa yang sedang
saudara lakukan? Apakah ada orang lain selain saudara?

Leslie : saat itu saya sedang olahraga sore. Saat itu saya sendirian ditemani
anjing peliharaan saya.

Hakim Anggota I : seberapa sering saudara melewati tempat tersebut?

Leslie : hampir setiap hari, majelis.

Hakim Anggota I : apakah saudara pernah melihat orang yang mencurigakan melewati
tempat tersebut?

Leslie : tidak, majelis.

Hakim Anggota I : baik, keterangan saudara sudah cukup. Silahkan yang mulia.
Hakim Ketua : baik, apakah dari pihak Penuntut Umum ingin mengajukan
pertanyaan?

PU : ada yang mulia.

Hakim Ketua : ya silahkan..

PU : apakah saudara pernah melihat korban di lingkungan sekitar itu


sebelumnya?

Leslie : sejauh yang saya ingat tidak pernah.

PU : menurut saudara apakah korban merupakan korban pembunuhan atau


karena kecelakaan?

PH : Keberatan yang mulia, Penuntut Umum menanyakan kepada orang


yang tidak kompeten di bidangnya.

Hakim Ketua : keberatan diterima. Mohon pertanyaan saudara Penuntut Umum


diperhatikan.

PU : bagaimana kondisi korban pada saat saudara melihat dengan mata


kepala saudara sendiri pada saat itu?

Leslie : waktu itu saya tidak secara langsung melihat jasad korban karena pada
saat itu korban dalam keadaan terkubur. Tetapi yang saya ingat, area
sekitar sana bau menyengat.

PU : Baik, pertanyaan kami sudah cukup.

Hakim Ketua : Terima kasih Penuntut Umum, apakah dari pihak Penasehat Hukum
ada yang ingin ditanyakan kepada saksi?

PH : ada yang mulia.

Hakim Ketua : ya silahkan..

PH : terima kasih yang mulia. apakah saudara melihat klien saya?

PU : keberatan yang mulia. Pertanyaan Penasehat Hukum menjerat saksi.

Hakim Ketua : keberatan diterima. Mohon pertanyaan saudara Penasehat Hukum


diperhatikan.

PH : Bagaimana keadaan tempat kejadian sehari sebelum saudara


menemukan jasad korban?

Leslie : pada sehari sebelum saya menemukan jasad korban, tidak ada apa-apa.
Tidak ada jasad orang atau apapun.

PH : apakah pernah terjadi kejadian serupa di sekitar situ?


Leslie : pernah tetapi kejadian tersebut sudah lima tahun yang lalu.

PH : Artinya ada orang lain yang patut dicurigai selain klien kami.

PU : keberatan yang mulia. Pernyataan penasehat hukum tidak sesuai


dengan bukti yang telah kami dapatkan.

Hakim Ketua : keberatan diterima. Apakah ada pertanyaan lain, Penasehat hukum?

PH : cukup yang mulia.

Hakim ketua : bagaimana dengan hakim anggota? Apakah ada pertanyaan tambahan?

Hakim anggota I & II : tidak ada majelis.

Hakim ketua : PU apakah ada pertanyaan tambahan?

PU : tidak ada yang mulia.

Hakim ketua : apakah saudara saksi masih ada yang ingin disampaikan dalam
persidangan ini?

Leslie : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : baiklah, kepada saudara saksi silahkan mengambil Kartu Identitas
saudara di Panitera, selanjutnya anda akan diperintahkan untuk duduk
di kursi yang telah disediakan. Saudara dilarang untuk berbincang-
bincang dengan saksi lain tanpa seizin majelis hakim, apakah saudar
mengerti?

Leslie : mengerti yang mulia.

Hakim Ketua : saudara Penuntut Umum apakah masih ada saksi lain yang akan
dihadirkan dalam persidangan ini?

PU : ada yang mulia.

Hakim Ketua : silahkan menghadirkan saksi selanjutnya.

PU : Baik yang mulia. Kepada petugas, hadirkan saksi Brandon David ke


dalam persidangan.

Hakim Ketua : Terimakasih. Selamat Pagi saudara saksi, hari ini saudara akan
diperiksa terkait dengan tindak pidana yang didakwakan pada
terdakwa Farhan Maulana. Apakah saudara bersedia?

Brandon David : Bersedia yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelum saudara memberikan keterangan, majelis hakim ingin


mengetahui identitas saudara. Silahkan saudara menyerahkan kartu
identitas saudara.
Hakim Ketua : Nama saudara?

Brandon David : Brandon David

Hakim Ketua : Umur saudara?

Brandon David : 20 Tahun

Hakim Ketua : Tempat tinggal saudara?

Brandon David : Jl. Tanjung Duren No.26

Hakim Ketua : Kebangsaan Indonesia, Jenis Kelamin Laki-laki, agama Islam,


Pendidikan SMA, pekerjaan mahasiswa. Apakah benar?

Brandon David : benar yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelum saudara memberikan keterangan, maka saudara akan


disumpah terlebih dahulu menurut agama dan kepercayaan saudara.
Apakah saudara bersedia?

Brandon David : saya bersedia yang mulia.

Hakim Ketua : kepada rohaniawan diperintahkan untuk menempatkan diri. Dan


kepada saksi silahkan berdiri. Dipersilahkan.

Juru Sumpah : saudara saksi silahkan berdiri, tirukan lafal yang saya ucapkan,
“WALLAHI, SAYA BERSUMPAH SAYA AKAN
MENERANGKAN DENGAN SEBENARNYA SAN TIADA LAIN
DARIPADA YANG SEBENARNYA.”

Brandon David : (mengikuti ucapan juru sumpah)

Juru Sumpah : silahkan duduk kembali.

Hakim Ketua : Saudara saksi telah disumpah, maka saudara wajib memberikan
keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang saudara lihat,
dengar atau alami sendiri dan jangan sekali-kali memberikan
keterangan yang palsu karena saudara dapat diancam dengan sanksi
pidana, saudara mengerti?

Brandon David : saya mengerti yang mulia.

Hakim Ketua : Baik. Apakah saudara dalam keadaan sehat?

Brandon David : sehat yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelumnya apakah saudara dapat berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar?

Brandon David : Dapat yang mulia.


Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan pada hari ini?

Brandon David : dapat yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
terdakwa?

Brandon David : tidak yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
Penuntut Umum, Penasehat Hukum, Majelis Hakim maupun Panitera?

Brandon David : tidak yang mulia.

Hakim Ketua : saudara saksi silahkan maju kedepan untuk melihat BAP saudara.
Apakah benar ini isi BAP saudara?

Brandon David : benar yang mulia.

Hakim ketua : apakah benar ini tanda tangan saudara?

Brandon David : benar yang mulia.

Hakim ketua : apakah seluruh BAP ini benar atau ada yang saudara sangkal?

Brandon David : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengerti alasan mengapa dipanggil ke persidangan?

Brandon David : mengerti yang mulia. Saya disini dipanggil sebagai saksi atas kasus
pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Farhan Maulana.

Hakim Ketua : baiklah, hakim anggota apakah ada pertanyaan?

Hakim Anggota II : ada hakim ketua.

Hakim Ketua : ya silahkan..

Hakim Anggota II : Sudah berapa lama saudara dan korban bertetangga?

Brandon David : Saya dengan keluarga korban sudah cukup lama bertetangga.

Hakim Anggota II : Sspesifiknya?

Brandon David : Sudah hampir 15 tahun.

Hakim Anggota II : Cukup majelis.

Hakim Ketua : Saudara penuntut umum, apakah ada pertanyaan yang akan diajukan
kepada saksi?

PU : Ada yang mulia.


Hakim Ketua : Ya silahkan..

PU : Sesering apakah anda melihat terdakwa mengunjungi rumah korban?

Brandon David : Cukup sering.

PU : Jelaskan lebih rinci?

Brandon David : Sepanjang pengamatan saya, terdakwa mengunjungi rumah korban


hampir setiap minggu sekali. Bahkan dalam satu minggu bisa sampai
tiga kali.

PU : Berarti terdakwa karena sering mengunjungi rumah korban, dipastikan


terdakwa sangat mengetahui kegiatan korban. Sehingga terdakwa
dapat merencanakan skenario jahat.

PH : Keberatan yang mulia. Pernyataan Penuntut Umum sangat tidak


masuk akal menuduh klien kami berniat jahat.

Hakim Ketua : Keberatan diterima. Mohon pernyataan Penuntut Umum diperhatikan.

PU : Saudara saksi, pada tanggal 19 Februari 2020 anda melihat korban


mengikuti terdakwa pergi dengan menaiki mobil. Apakah anda pernah
melihat mereka pergi berdua sebelumnya?

Brandon David : Seingat saya tidak pernah. Kalaupun pernah tidak hanya berdua.

PH : Bagaimana anda tahu kegiatan mereka padahal anda hanya tetangga?


Sangat tidak masuk akal jika anda mengetahui pergerakan tetangga
anda. Anda terkesan seperti penguntit.

Brandon David : Keberatan yang mulia. Setiap kali terdakwa datang dan bersiap pergi,
pekarangan rumah sebelah selalu ribut. Saya yang penasaran ya
melihat sebentar. Kebetulan di hari korban dan terdakwa pergi berdua,
saya sedang berjemur di balkon.

PU : Saudara saksi, apakah anda ingat kemana arah kendaraan terdakwa


menuju?

Brandon David : seingat saya mereka melewati depan rumah saya. Kemungkinan besar
mereka menuju jalan besar.

PU : pertanyaan kami cukup yang mulia.

Hakim Ketua : baik terima kasih Penuntut Umum. Apakah dari penasehat hukum ada
yang ingin ditanyakan kepada saksi?

PH : ada yang mulia.

Hakim Ketua : ya silahkan..


PH : apakah mungkin anda salah ketika anda mengatakan bahwa klien saya
yang pergi bersama korban?

Brandon David : mungkin saja. Tetapi--

PH : berarti klien saya belum tentu orangnya.

Brandon David : maaf yang mulia, jawaban pendek saya bisa menyesatkan
persidangan. Bolehkah saya menjawab lebih detail?

Hakim Ketua : silahkan..

Brandon David : terima kasih yang mulia. Jadi, pada saat itu saya melihat tiga hal.
Pertama, korban dan terdakwa bersiap-siap menuju mobil terdakwa di
pekarangan rumah. Kedua, korban menaiki mobil terdakwa. Ketiga,
mobil terdakwa melewati depan rumah saya. Saya sangat yakin saat
itu korban sedang bersama terdakwa. Kemungkinan kecil saya salah.

PH : pertanyaan kami cukup yang mulia.

Hakim Ketua : baiklah, apakah hakim anggota masih ada yang ingin ditanyakan?

Hakim Anggota I & II : tidak ada hakim ketua.

Hakim Ketua : apakah dari penuntut Umum ada yang ingin ditanyakan?

PU : ada yang mulia. Saudara saksi, apa tipe dan warna mobil terdakwa?

Brandon David : warna mobil terdakwa berwarna hitam. Untuk tipe mungkin Toyota
Avanza.

PU : cukup yang mulia.

Hakim Ketua : bagaimana dengan Penasehat Hukum?

PH : bagaimana dengan nomor platnya?

Brandon David : saya tidak ingat.

PH : lah kalau begitu darimana anda tahu itu mobil klien kami?

Brandon David : saya jelas jelas melihat terdakwa yang naik ke bagian kemudi.

PH : sudah cukup yang mulia.

Hakim Ketua : baiklah, kepada saudara saksi silahkan mengambil Kartu Identitas
saudara di Panitera, selanjutnya anda akan diperintahkan untuk duduk
di kursi yang telah disediakan. Saudara dilarang untuk berbincang-
bincang dengan saksi lain tanpa seizin majelis hakim, apakah saudar
mengerti?
Brandon David : mengerti yang mulia.

Hakim Ketua : saudara Penuntut Umum apakah masih ada saksi lain yang akan
dihadirkan dalam persidangan ini?

PU : Ada yang mulia.

Hakim Ketua : Silahkan menghadirkan saksi selanjutnya.

PU : Baik yang mulia. Kepada petugas, hadirkan saksi Bambang Alexander


ke dalam persidangan.

Hakim Ketua : Terimakasih. Selamat Pagi saudara saksi, hari ini saudara akan
diperiksa terkait dengan tindak pidana yang didakwakan pada
terdakwa Farhan Maulana. Apakah saudara bersedia?

Bambang : Bersedia yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelum saudara memberikan keterangan, majelis hakim ingin


mengetahui identitas saudara. Silahkan saudara menyerahkan kartu
identitas saudara.

Hakim Ketua : Nama saudara?

Bambang : Bambang Alexander

Hakim Ketua : Umur saudara?

Bambang : 21 Tahun

Hakim Ketua : Tempat tinggal saudara?

Bambang : Villa Tomang Mas Blok D No.15

Hakim Ketua : Kebangsaan Indonesia, Jenis Kelamin Laki-laki, agama Islam,


Pendidikan SMA, pekerjaan mahasiswa. Apakah benar?

Bambang : benar yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelum saudara memberikan keterangan, maka saudara akan


disumpah terlebih dahulu menurut agama dan kepercayaan saudara.
Apakah saudara bersedia?

Bambang : saya bersedia yang mulia.

Hakim Ketua : kepada rohaniawan diperintahkan untuk menempatkan diri. Dan


kepada saksi silahkan berdiri. Dipersilahkan.

Juru Sumpah : saudara saksi silahkan berdiri, tirukan lafal yang saya ucapkan,
“WALLAHI, SAYA BERSUMPAH SAYA AKAN
MENERANGKAN DENGAN SEBENARNYA SAN TIADA LAIN
DARIPADA YANG SEBENARNYA.”

Bambang : (mengikuti ucapan juru sumpah)

Juru Sumpah : silahkan duduk kembali.

Hakim Ketua : Saudara saksi telah disumpah, maka saudara wajib memberikan
keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang saudara lihat,
dengar atau alami sendiri dan jangan sekali-kali memberikan
keterangan yang palsu karena saudara dapat diancam dengan sanksi
pidana, saudara mengerti?

Bambang : saya mengerti yang mulia.

Hakim Ketua : Baik. Apakah saudara dalam keadaan sehat?

Bambang : sehat yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelumnya apakah saudara dapat berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar?

Bambang : Dapat yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan pada hari ini?

Bambang : Dapat yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
terdakwa?

Bambang : Tidak yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
Penuntut Umum, Penasehat Hukum, Majelis Hakim maupun Panitera?

Bambang : Tidak yang mulia.

Hakim Ketua : Saudara saksi silahkan maju kedepan untuk melihat BAP saudara.
Apakah benar ini isi BAP saudara?

Bambang : Benar yang mulia.

Hakim ketua : Apakah benar ini tanda tangan saudara?

Bambang : Benar yang mulia.

Hakim ketua : Apakah seluruh BAP ini benar atau ada yang saudara sangkal?

Bambang : Tidak ada yang mulia.


Hakim Ketua : Apakah saudara mengerti alasan mengapa dipanggil ke persidangan?

Bambang : Mengerti yang mulia. Saya disini dipanggil sebagai saksi atas kasus
pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Farhan Maulana.

Hakim Ketua : Baiklah, hakim anggota apakah ada pertanyaan?

Hakim Anggota I : Ada hakim ketua.

Hakim Ketua : Ya silahkan..

Hakim Anggota I : Terima kasih majelis. Saudara saksi, sudah berapa lama anda
mengenal terdakwa?

Bambang : Kami sahabat pak hakim. Sudah dari SD.

Hakim Anggota I : Bagaimana sifatnya?

Bambang : Farhan itu orangnya mudah bergaul, dengan siapapun ia bisa


mengajak berbicara. Tetapi apabila ingin melakukan sesuatu, ia serius
melakukannya tanpa pikir panjang.

Hakim Anggota I : Apakah saudara mengenal keluarga terdakwa? Apakah terdakwa


pernah menceritakan kondisi keluarganya?

Bambang : Saya mengenal mereka pak hakim. Tidak pernah pak hakim. Yang
saya ingat Farhan pernah kabur dari rumah dan mengajak saya tetapi
saya menolak.

Hakim Anggota I : Pertanyaan saya cukup hakim ketua.

Hakim Ketua : Baik. Penuntut Umum, apakah ada pertanyaan yang akan diajukan
kepada saksi?

PU : ada yang mulia.

Hakim Ketua : ya silahkan..

PU : Terima kasih yang mulia. Saudara saksi, apakah terdakwa mengajak


saudara untuk melakukan perbuatan melawan hukum?

PH : Keberatan yang mulia. Pertanyaan penuntut umum menjerat saksi.

Hakim Ketua : Keberatan diterima, mohon pertanyaan saudara penuntut umum


diperhatikan.

PU : baik yang mulia. Saudara saksi, kapan terakhir kali anda bertemu
dengan terdakwa?

Bambang : Saya terakhir kali bertemu dengan dia pada tanggal 22 Februari. Kalau
tidak salah hari sabtu.
PU : Dimana saudara bertemu? Apa yang saudara lakukan?

Bambang : Kami bertemu di tempat kami biasa nongkrong. Kami bermain game
bersama.

PU : Apakah ada yang berbeda dengan sikap maupun tingkah laku


terdakwa pada saat itu?

Bambang : Dia sangat sensitif dan agak diam dari biasanya.

PU : Dapatkah anda jelaskan lebih terperinci?

Bambang : saat itu dia datang lebih awal. Karena dia tidak sadar saya sudah
sampai, saya menepuk pundaknya. Kemudian ia kaget dan emosi
kepada saya. Saya sangat ingat betul kejadian itu karena tidak seperti
biasanya.

PU : bisa jadi ia dihantui rasa bersalah.

PH : keberatan yang mulia. Pernyataan penuntut umum sangat


memojokkan klien saya.

Hakim Ketua : keberatan diterima. Mohon pernyataan penuntut umum lebih


diperhatikan lagi.

PU : baik yang mulia. Apakah terdakwa ada bercerita masalah yang sedang
ia hadapi?

Bambang : tidak ada, tetapi ia terlihat sangat paranoid dan panik.

PU : di dalam BAP saudara, saudara mengaku ikut terlibat melakukan


pemerkosaan terhadap korban. Apa yang anda lakukan setelah itu?

Bambang : Benar, saya mengaku saya khilaf dan saya menyesali perbuatan saya.
Setelah itu saya meninggalkan korban dan farhan karena saya tidak
sanggup dengan rasa bersalah saya dan saya langsung pergi dari situ.
Sejauh itu saya tidak tahu lagi apa yang terjadi setelahnya.

PU : Apakah terdakwa mengajak anda atau anda yang mengajak?

Bambang : Farhan yang mengajak saya. Awalnya saya menolak tetapi karena
diajak berkali kali saya pun mengiyakan.

PU : baik, pertanyaan dari kami sudah cukup yang mulia. Kami mohon izin
untuk menunjukkan barang bukti kami.

Hakim Ketua : silahkan saudara Penuntut Umum. kepada terdakwa, penasehat hukum
dan juga saksi silahkan maju untuk melihat barang bukti. (dianggap
sudah diperlihatkan). Baik. Silahkan duduk kembali.
Hakim Ketua : Terima kasih PU, apakah dari penasehat hukum ada yang ingin
ditanyakan kepada saksi?

PH : Ada yang mulia.

Hakim Ketua : Ya silahkan..

PH : Apakah saudara dipaksa oleh klien kami? Atau karena kemauan


sendiri?

Bambang : pada awalnya saya diajak namun saya menolak. Tetapi karena diajak
berkali-kali, akhirnya saya khilaf dan ikut melakukan.

PH : Artinya saudara melakukan pemerkosaan itu, bukan atas paksaan klien


kami melainkan kemauan sendiri. Benar begitu?

PU : keberatan yang mulia. Ajakan yang berkali-kali sudah termasuk


pemaksaan.

PH : keberatan yang mulia. Saksi sendiri yang mengaku khilaf.

Hakim Ketua : sudah cukup, biar kami majelis hakim yang memutuskan. Penasehat
hukum, apakah ada yang ingin disampaikan atau ada pertanyaan?

PH : disini saya hanya ingin mempertegas, bahwa dalam surat dakwaan


klien kami hanya mengajak saudara saksi untuk pulang bersama.
Selebihnya mengenai tindak pemerkosaan, saudara saksi sendiri yang
memutuskan untuk ikut serta.

Hakim Ketua : Baiklah. Apakah hakim anggota ada yang ingin ditambahkan?

Hakim Anggota I : tidak ada hakim ketua.

Hakim Anggota II : tidak ada hakim ketua.

Hakim Ketua : Penuntut Umum, apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?

PU : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : Penasehat Hukum, apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?

PH : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : Baiklah, kepada saudara saksi silahkan mengambil Kartu Identitas
saudara di Panitera, selanjutnya anda akan diperintahkan untuk duduk
di kursi yang telah disediakan. Saudara dilarang untuk berbincang-
bincang dengan saksi lain tanpa seizin majelis hakim, apakah saudara
mengerti?

Bambang : mengerti yang mulia.


Hakim Ketua : Saudara Penuntut Umum apakah masih ada saksi lain yang akan
dihadirkan dalam persidangan ini?

PU : ada yang mulia.

Hakim Ketua : silahkan menghadirkan saksi selanjutnya.

PU : baik, terima kasih yang mulia. Kepada petugas, hadirkan saksi Ahli
Faizal Asri, S.H., M.H. ke dalam ruang persidangan.

Hakim Ketua : Terimakasih. Selamat Pagi saudara saksi, hari ini saudara akan
diperiksa terkait dengan tindak pidana yang didakwakan pada
terdakwa Farhan Maulana. Apakah saudara bersedia?

Faizal Asri : Bersedia yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelum saudara memberikan keterangan, majelis hakim ingin


mengetahui identitas saudara. Silahkan saudara menyerahkan kartu
identitas saudara.

Hakim Ketua : Nama saudara?

Faizal Asri : Faizal Asri

Hakim Ketua : Umur saudara?

Faizal Asri : 55 Tahun

Hakim Ketua : Tempat tinggal saudara?

Faizal Asri : Jl. Rawamangun muka No.24B

Hakim Ketua : Kebangsaan Indonesia, Jenis Kelamin Perempuan, agama Islam,


Pendidikan S-2, pekerjaan Dosen. Apakah benar?

Faizal Asri : benar yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelum saudara memberikan keterangan, maka saudara akan


disumpah terlebih dahulu menurut agama dan kepercayaan saudara.
Apakah saudara bersedia?

Faizal Asri : saya bersedia yang mulia.

Hakim Ketua : kepada rohaniawan diperintahkan untuk menempatkan diri. Dan


kepada saksi silahkan berdiri. Dipersilahkan.

Juru Sumpah : saudara saksi silahkan berdiri, tirukan lafal yang saya ucapkan,
“WALLAHI, SAYA BERSUMPAH SAYA AKAN
MENERANGKAN DENGAN SEBENARNYA SAN TIADA LAIN
DARIPADA YANG SEBENARNYA.”
Faizal Asri : (mengikuti ucapan juru sumpah)

Juru Sumpah : silahkan duduk kembali.

Hakim Ketua : Saudara saksi telah disumpah, maka saudara wajib memberikan
keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang saudara lihat,
dengar atau alami sendiri dan jangan sekali-kali memberikan
keterangan yang palsu karena saudara dapat diancam dengan sanksi
pidana, saudara mengerti?

Faizal Asri : saya mengerti yang mulia.

Hakim Ketua : Baik. Apakah saudara dalam keadaan sehat?

Faizal Asri : sehat yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelumnya apakah saudara dapat berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar?

Faizal Asri : Dapat yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan pada hari ini?

Faizal Asri : dapat yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
terdakwa?

Faizal Asri : tidak yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
Penuntut Umum, Penasehat Hukum, Majelis Hakim maupun Panitera?

Faizal Asri : tidak yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengerti alasan mengapa dipanggil ke persidangan?

Faizal Asri : mengerti yang mulia. Saya dihadirkan disini untuk memberikan
pendapat dalam kasus ini karena kompetensi saya sebagai dosen
hukum pidana di fakultas hukum universitas Tarumanagara.

Hakim Ketua : sudah berapa kali saudara memberi pendapat dalam perkara serupa?

Faizal Asri : saya sudah cukup sering dihadirkan ke dalam persidangan.

Hakim Ketua : apakah ada karya ilmiah atau publikasi yang saudara pernah buat atau
terbitkan?

Faizal Asri : ada yang mulia. Saya menulis buku “Mengenal Hukum Pidana : Teori
dan Praktik” kebetulan saya membawa bukunya, boleh saya serahkan?
Hakim Ketua : silahkan..

Hakim Ketua : Baiklah, hakim anggota apakah ada pertanyaan?

Hakim Anggota II : tidak ada hakim ketua.

Hakim Ketua : penuntut umum, apakah ada pertanyaan?

PU : Ada yang mulia.

Hakim Ketua : ya silahkan.

PU : terima kasih yang mulia. Saudara ahli bisa jelaskan unsur-unsur dari
Pasal 285 Jo. 55 ayat (1) dan 338 KUHP?

Faizal Asri : dalam Pasal 285 Jo. 55 ayat (1) KUHP, unsur-unsurnya adalah dengan
kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa seorang wanita
bersetubuh, dilakukan diluar perkawinan.

Unsur dengan kekerasan artinya ada perbuatan dengan menggunakan


tenaga terhadap orang yang dapat mendatangkan kerugian bagi si
terancam.

Unsur memaksa seorang wanita bersetubuh artinya memojokkan


seorang wanita hingga tidak ada pilihan lain selain mengikuti kemauan
yang memaksa. sehingga mau tidak mau si wanita itu disetubuhi.

Unsur di luar perkawinan artinya perbuatan itu dilakukan di luar


perkawinan. Meskipun begitu, yang dalam perkawinan pun dapat
masuk dalam unsur ini, apabila undang-undang menentukan lain.

Kemudian Pasal 55 ayat (1) memuat unsur mereka yang melakukan,


menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan
pidana. Artinya ada pelaku lain yang terlibat di pasal 285 KUHP
tersebut diatas.

Dalam Pasal 338 KUHP, unsur-unsurnya adalah dengan sengaja dan


merampas nyawa orang lain.

Unsur dengan sengaja artinya pelaku sadar akan sesuatu yang ia


lakukan dapat menyebabkan sesuatu hal terjadi. Dalam hal ini unsur
merampas nyawa orang lain, artinya pelaku sadar ia dapat
menghilangkan nyawa orang lain.

Unsur merampas nyawa orang lain artinya perbuatan pelaku


menghilangkan nyawa orang (ada perbuatan), hingga orang lain mati
(ada kematian).
PU : pertanyaan kami cukup yang mulia.

Hakim Ketua : baiklah, saudara Penasehat Hukum apakah ada pertanyaan?

PH : ada yang mulia.

Hakim Ketua : ya silahkan..

PH : terima kasih yang mulia. Saudara ahli, apabila salah satu unsur pada
suatu pasal itu tidak terpenuhi, apakah masih dapat dikatakan sebagai
tindak pemerkosaan?

Faizal Asri : Jika salah satu unsur tersebut tidak ada atau tidak terbukti, maka harus
disimpulkan bahwa tindak pidana belum atau tidak terjadi. Maka,
hakim haruslah memutus putusan bebas (vrijspraak). Hal ini sesuai
dengan pasal 191 ayat (1) KUHAP.

PH : bagaimana jika seseorang menyetubuhi seseorang dengan kekerasan


atau ancaman kekerasan dan diluar pernikahan tetapi tidak ada unsur
memaksa, apakah pasal 285 KUHP itu masih berlaku?

Faizal Asri : sulit memisahkan unsur kekerasan atau ancaman kekerasan dengan
unsur memaksa. karena biasanya apabila seseorang dipaksa, pasti ada
suatu ancaman atau tindak kekerasan. Sebaliknya juga apabila pelaku
melakukan kekerasan atau ancaman, maka korban akan merasaa
terpaksa.

PH : baik, pertanyaan kami sudah cukup yang mulia.

Hakim Ketua : Baiklah. Apakah hakim anggota ada yang ingin ditambahkan?

Hakim Anggota I : tidak ada hakim ketua.

Hakim Anggota II : tidak ada hakim ketua.

Hakim Ketua : Penuntut Umum, apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?

PU : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : Penasehat Hukum, apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?

PH : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : Baiklah, kepada saudara ahli silahkan mengambil Kartu Identitas
saudara di Panitera, selanjutnya anda akan diperintahkan untuk duduk
di kursi yang telah disediakan. Saudara dilarang untuk berbincang-
bincang dengan saksi lain tanpa seizin majelis hakim, apakah saudara
mengerti?

Faizal Asri : mengerti yang mulia.


Hakim Ketua : Saudara Penuntut Umum apakah masih ada saksi lain yang akan
dihadirkan dalam persidangan ini?

PU : Sudah cukup yang mulia. Kami telah menghadirkan seluruh saksi


kami dalam persidangan kali ini.

Hakim Ketua : Penasehat Hukum, apakah saudara akan menghadirkan alat bukti?

PH : iya yang mulia. Tetapi kami meminta waktu satu minggu untuk
menghadirkan di persidangan selanjutnya.

Hakim Ketua : Panitera, satu minggu dari sekarang?

Panitera : Hari Rabu, tanggal 24 Juni 2020 yang mulia.

Hakim ketua : baik. Sidang akan ditunda dan dilanjutkan pada hari Rabu, tanggal 24
Juni 2020 dengan agenda pembuktian dari Penasehat Hukum
terdakwa.

Penuntut Umum, tetap hadapkan TERDAKWA pada sidang


selanjutnya dan pastikan TERDAKWA tetap ditahan. Dengan ini
sidang ditutup. (ketok palu 1x)
SKENARIO SIDANG V

PRAKTEK PERADILAN PIDANA

AGENDA PEMBUKTIAN PENASEHAT HUKUM

Hakim Ketua : Sidang Lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb.
Pada hari ini, Rabu 24 Juni 2020 saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)

Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?

Terdakwa : Sehat, yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan?

Terdakwa : Bisa, yang mulia.

Hakim Ketua : Baik. Agenda sidang hari ini adalah pembuktian dari penasehat
hukum. Apakah penasehat hukum sudah siap dengan alat-alat
buktinya?

PH : Kami sudah siap yang mulia. Kami menghadirkan 2 Saksi dan seorang
ahli yang telah kami panggil.

Hakim Ketua : Saudara terdakwa silahkan menempatkan diri di samping penasehat


hukum saudara.

Terdakwa : Baik yang mulia.

Hakim Ketua : Baik, berdasarkan Pasal 160 ayat (1) KUHAP, silahkan hadirkan saksi
seorang demi seorang. Dipersilahkan.

PH : Baik yang mulia. Kepada petugas, hadirkan saksi Marcella ke dalam


persidangan.

Hakim Ketua : Terimakasih. Selamat Pagi saudara saksi, hari ini saudara akan
diperiksa terkait dengan tindak pidana yang didakwakan pada
terdakwa Farhan Maulana. Apakah saudara bersedia?

Marcella : Bersedia yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelum saudara memberikan keterangan, majelis hakim ingin


mengetahui identitas saudara. Silahkan saudara menyerahkan kartu
identitas saudara.

Hakim Ketua : Nama saudara?

Marcella : Marcella.
Hakim Ketua : Umur saudara?

Marcella : 40 Tahun

Hakim Ketua : Tempat tinggal saudara?

Marcella : Jl. Tanjung Duren No.27

Hakim Ketua : Kebangsaan Indonesia, Jenis Kelamin Perempuan, agama Islam,


Pendidikan SMA, pekerjaan Asisten Rumah Tangga. Apakah benar?

Marcella : benar yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelum saudara memberikan keterangan, maka saudara akan


disumpah terlebih dahulu menurut agama dan kepercayaan saudara.
Apakah saudara bersedia?

Marcella : saya bersedia yang mulia.

Hakim Ketua : kepada rohaniawan diperintahkan untuk menempatkan diri. Dan


kepada saksi silahkan berdiri. Dipersilahkan.

Juru Sumpah : saudara saksi silahkan berdiri, tirukan lafal yang saya ucapkan,
“WALLAHI, SAYA BERSUMPAH SAYA AKAN
MENERANGKAN DENGAN SEBENARNYA SAN TIADA LAIN
DARIPADA YANG SEBENARNYA.”

Marcella : (mengikuti ucapan juru sumpah)

Juru Sumpah : silahkan duduk kembali.

Hakim Ketua : Saudara saksi telah disumpah, maka saudara wajib memberikan
keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang saudara lihat,
dengar atau alami sendiri dan jangan sekali-kali memberikan
keterangan yang palsu karena saudara dapat diancam dengan sanksi
pidana, saudara mengerti?

Marcella : saya mengerti yang mulia.

Hakim Ketua : Baik. Apakah saudara dalam keadaan sehat?

Marcella : sehat yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelumnya apakah saudara dapat berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar?

Marcella : Dapat yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan pada hari ini?

Marcella : dapat yang mulia.


Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
terdakwa?

Marcella : saya mengenal terdakwa.

Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
Penuntut Umum, Penasehat Hukum, Majelis Hakim maupun Panitera?

Marcella : tidak yang mulia.

Hakim Ketua : saudara saksi silahkan maju kedepan untuk melihat BAP saudara.
Apakah benar ini isi BAP saudara?

Marcella : benar yang mulia.

Hakim ketua : apakah benar ini tanda tangan saudara?

Marcella : benar yang mulia.

Hakim ketua : apakah seluruh BAP ini benar atau ada yang saudara sangkal?

Marcella : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengerti alasan mengapa dipanggil ke persidangan?

Marcella : mengerti yang mulia. Saya disini dipanggil sebagai saksi atas kasus
pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Farhan Maulana.

Hakim Ketua : baiklah, hakim anggota apakah ada pertanyaan?

Hakim Anggota II : ada hakim ketua.

Hakim Ketua : ya silahkan..

Hakim Anggota II : terima kasih hakim ketua. Saudara saksi, apa yang anda ketahui
mengenai terdakwa?

Marcella : terdakwa adalah sahabat dari anak majikan saya. Dia sering datang ke
rumah untuk bermain. Terdakwa sudah lama mengenal anak majikan
saya, sehingga sudah dianggap seperti saudara oleh orang-orang
rumah.

Hakim Anggota II : baik cukup hakim ketua.

Hakim Ketua : Hakim anggota ada pertanyaan lain?

Hakim Anggota I : Ada hakim ketua.

Hakim Ketua : Ya silahkan..


Hakim Anggota I : terima kasih hakim ketua. saudara saksi, dapatkah anda perinci
mengenai sifat terdakwa?

Marcella : oh anaknya baik, sopan, walaupun sedang asik bermain ia tidak lupa
untuk sholat. Pernah juga waktu saya lagi kerja, dia menawarkan
bantuan.

Hakim Anggota I : baik cukup hakim ketua.

Hakim Ketua : Penasehat Hukum ada yang ingin ditanyakan?

PH : Ada yang mulia.

Hakim Ketua : ya silahkan..

PH : terima kasih yang mulia. Saudara saksi, apakah saudara tau korban
pergi dengan siapa?

Marcella : saya tidak terlalu mengetahui dengan jelas mengenai bersama siapa
korban pergi karena pada saat itu saya sedang menyuci di lantai 2. saya
sempat mendengar korban pamit kepada saya untuk pergi keluar.
namun sehari sebelum korban menghilang, dia bilang ke saya
besoknya mau pergi beli buku sendirian.

PH : pertanyaan kami cukup yang mulia.

Hakim Ketua : baik apakah Penuntut Umum ada yang ingin ditanyakan?

PU : tidak ada yang mulia, tetapi saya ingin menyanggah pernyataan


saudara saksi.

Hakim Ketua : ya silahkan..

PU : Menurut keterangan saudara Brandon selaku tentangga dan juga


berdasarkan bukti-bukti pada persidangan yang lalu, korban pergi
dengan terdakwa.

Hakim Ketua : Apakah Hakim anggota ada tambahan?

Hakim Anggota I & II : tidak ada hakim ketua.

Hakim Ketua : Penasehat Hukum ada tambahan?

PH : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : Penuntut Umum ada tambahan?

PU : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : Baiklah, kepada saudara saksi silahkan mengambil Kartu Identitas
saudara di Panitera, selanjutnya anda akan diperintahkan untuk duduk
di kursi yang telah disediakan. Saudara dilarang untuk berbincang-
bincang dengan saksi lain tanpa seizin majelis hakim, apakah saudara
mengerti?

Marcella : mengerti yang mulia.

Hakim Ketua : Saudara Penasehat Hukum apakah masih ada saksi lain yang akan
dihadirkan dalam persidangan ini?

PH : ada yang mulia.

Hakim Ketua : silahkan menghadirkan saksi selanjutnya.

PH : baik, terima kasih yang mulia. Kepada petugas, hadirkan saksi Andi
Ryanto ke dalam ruang persidangan.

Hakim Ketua : Terimakasih. Selamat Pagi saudara saksi, hari ini saudara akan
diperiksa terkait dengan tindak pidana yang didakwakan pada
terdakwa Farhan Maulana. Apakah saudara bersedia?

Andi Ryanto : Bersedia yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelum saudara memberikan keterangan, majelis hakim ingin


mengetahui identitas saudara. Silahkan saudara menyerahkan kartu
identitas saudara.

Hakim Ketua : Nama saudara?

Andi Ryanto : Andi Ryanto

Hakim Ketua : Umur saudara?

Andi Ryanto : 21 Tahun

Hakim Ketua : Tempat tinggal saudara?

Andi Ryanto : Jl. Tanjung Duren No.27

Hakim Ketua : Kebangsaan Indonesia, Jenis Kelamin Laki-laki, agama Islam,


Pendidikan SMA, pekerjaan Mahasiswa. Apakah benar?

Andi Ryanto : benar yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelum saudara memberikan keterangan, maka saudara akan


disumpah terlebih dahulu menurut agama dan kepercayaan saudara.
Apakah saudara bersedia?

Andi Ryanto : saya bersedia yang mulia.

Hakim Ketua : kepada rohaniawan diperintahkan untuk menempatkan diri. Dan


kepada saksi silahkan berdiri. Dipersilahkan.
Juru Sumpah : saudara saksi silahkan berdiri, tirukan lafal yang saya ucapkan,
“WALLAHI, SAYA BERSUMPAH SAYA AKAN
MENERANGKAN DENGAN SEBENARNYA SAN TIADA LAIN
DARIPADA YANG SEBENARNYA.”

Andi Ryanto : (mengikuti ucapan juru sumpah)

Juru Sumpah : silahkan duduk kembali.

Hakim Ketua : Saudara saksi telah disumpah, maka saudara wajib memberikan
keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang saudara lihat,
dengar atau alami sendiri dan jangan sekali-kali memberikan
keterangan yang palsu karena saudara dapat diancam dengan sanksi
pidana, saudara mengerti?

Andi Ryanto : saya mengerti yang mulia.

Hakim Ketua : Baik. Apakah saudara dalam keadaan sehat?

Andi Ryanto : sehat yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelumnya apakah saudara dapat berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar?

Andi Ryanto : Dapat yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan pada hari ini?

Andi Ryanto : dapat yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
terdakwa?

Andi Ryanto : saya mengenal terdakwa.

Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
Penuntut Umum, Penasehat Hukum, Majelis Hakim maupun Panitera?

Andi Ryanto : tidak yang mulia.

Hakim Ketua : saudara saksi silahkan maju kedepan untuk melihat BAP saudara.
Apakah benar ini isi BAP saudara?

Andi Ryanto : benar yang mulia.

Hakim ketua : apakah benar ini tanda tangan saudara?

Andi Ryanto : benar yang mulia.

Hakim ketua : apakah seluruh BAP ini benar atau ada yang saudara sangkal?
Andi Ryanto : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengerti alasan mengapa dipanggil ke persidangan?

Andi Ryanto : mengerti yang mulia. Saya disini dipanggil sebagai saksi atas kasus
pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Farhan Maulana.

Hakim Ketua : baiklah, hakim anggota apakah ada pertanyaan?

Hakim Anggota I : ada hakim ketua. Saudara saksi, apa hubungan anda dengan terdakwa?

Andi Ryanto : terdakwa merupakan sahabat saya sedari SD.

Hakim Anggota I : selaku kakak dari korban, apa saudara mengetahui adakah hubungan
antara korban dengan terdakwa?

Andi Ryanto : sepengetahuan saya, hubungan antara adik saya dengan terdakwa
hanya sebatas teman karena terdakwa adalah sahabat saya yang sering
main ke rumah. Tetapi mungkin saja bisa lebih dari itu.

Hakim Anggota I : pertanyaan saya cukup hakim ketua.

Hakim Ketua : baik, Penasehat Hukum ada pertanyaan?

PH : ada yang mulia.

Hakim Ketua : ya silahkan.

PH : terima kasih yang mulia. Tadi saudara saksi mengatakan mungkin saja
bisa lebih dari teman. Mengapa anda bisa mengatakan demikian?

Andi Ryanto : karena beberapa kali terdakwa terlihat bercanda dengan adik saya dan
direspon dengan baik.

PH : jadi maksud saudara ada hubungan asmara antara terdakwa dan


korban?

Andi Ryanto : bisa jadi seperti itu.

PH : Berarti ada kemungkinan bahwa terdakwa dan korban ada menjalin


hubungan asmara. Maka dakwaan pemerkosaan tidak dapat
dibuktikan karena tidak ada paksaan.

PU : keberatan yang mulia. Pernyataan penasehat hukum keliru. Dalam


hubungan asmara pun, pemerkosaan dapat terjadi. Berdasarkan
keterangan dari saudara Bambang dan juga hasil visum, sudah jelas
bahwa terdakwa memerkosa korban.

PH : keberatan yang mulia. Jika satu unsur saja tidak terbukti, maka tidak
bisa dikatakan suatu pemerkosaan.
Hakim Ketua : saudara penasehat hukum, saudara penuntut umum, mohon tenang.
Hal ini biar majelis hakim saja yang memutuskan.

PH : baik yang mulia. Kami berharap majelis hakim memutuskan dengan


seadil-adilnya.

Hakim Ketua : apakah penuntut umum ada pertanyaan?

PU : apakah saudara saksi mengetahui bahwa terdakwa dan korban pergi


bersama di hari kejadian?

Andi Ryanto : ya saya tahu bahwa adik saya pergi bersama terdakwa. saya
mengetahuinya dari Bambang. Ia memberitahu saya bahwa ia bertemu
dengan adik saya dan terdakwa.

PU : apakah anda tidak merasa keberatan membiarkan korban pergi


bersama terdakwa dan apakah anda tidak memiliki kecurigaan
terhadap terdakwa?

Andi Ryanto : tidak pak. Saya memercayai sahabat saya dan saya tahu bahwa sahabat
saya tidak akan melakukan hal keji seperti itu.

PU : apakah saudara yakin terdakwa tidak akan melakukan kejahatan?


padahal sudah jelas berdasarkan alat-alat bukti semua mengarah
kepada terdakwa.

PH : keberatan yang mulia. Dari pernyataan penuntut umum terlihat bahwa


penuntut umum sedang ingin menghasut saudara saksi.

PU : keberatan yang mulia. Sangat tidak masuk akal jika kakak korban
malah membela terdakwa.

PH : keberatan yang mulia!!!

Hakim Ketua : (ketukan 5-6x) SUDAH CUKUP SAUDARA-SAUDARA. Biar


majelis hakim yang menentukan. Hakim anggota ada yang ingin
ditambahkan?

Hakim Anggota : tidak ada hakim ketua.

Hakim Ketua : penasehat hukum apakah ada saksi lain?

PH : ada yang mulia.

Hakim Ketua : silahkan hadirkan saksi selanjutnya.

PH : terima kasih yang mulia. Kepada petugas, hadirkan saksi Ahli Dr. dr.
Ahmad Dian Nugraha, [Link]., SpKJ. Ke dalam ruang persidangan.
Hakim Ketua : Terimakasih. Selamat Pagi saudara saksi, hari ini saudara akan
diperiksa terkait dengan tindak pidana yang didakwakan pada
terdakwa Farhan Maulana. Apakah saudara bersedia?

Ahmad : Bersedia yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelum saudara memberikan keterangan, majelis hakim ingin


mengetahui identitas saudara. Silahkan saudara menyerahkan kartu
identitas saudara.

Hakim Ketua : Nama saudara?

Ahmad : Ahmad Dian Nugraha

Hakim Ketua : Umur saudara?

Ahmad : 60 Tahun

Hakim Ketua : Tempat tinggal saudara?

Ahmad : Jl. Kebayoran Lama No.69.

Hakim Ketua : Kebangsaan Indonesia, Jenis Kelamin Laki-laki, agama Islam,


Pendidikan S-3, pekerjaan Seksolog. Apakah benar?

Ahmad : benar yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelum saudara memberikan keterangan, maka saudara akan


disumpah terlebih dahulu menurut agama dan kepercayaan saudara.
Apakah saudara bersedia?

Ahmad : saya bersedia yang mulia.

Hakim Ketua : kepada rohaniawan diperintahkan untuk menempatkan diri. Dan


kepada saksi silahkan berdiri. Dipersilahkan.

Juru Sumpah : saudara saksi silahkan berdiri, tirukan lafal yang saya ucapkan,
“WALLAHI, SAYA BERSUMPAH SAYA AKAN
MENERANGKAN DENGAN SEBENARNYA SAN TIADA LAIN
DARIPADA YANG SEBENARNYA.”

Ahmad : (mengikuti ucapan juru sumpah)

Juru Sumpah : silahkan duduk kembali.

Hakim Ketua : Saudara saksi telah disumpah, maka saudara wajib memberikan
keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang saudara lihat,
dengar atau alami sendiri dan jangan sekali-kali memberikan
keterangan yang palsu karena saudara dapat diancam dengan sanksi
pidana, saudara mengerti?
Ahmad : saya mengerti yang mulia.

Hakim Ketua : Baik. Apakah saudara dalam keadaan sehat?

Ahmad : sehat yang mulia.

Hakim Ketua : Sebelumnya apakah saudara dapat berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar?

Ahmad : Dapat yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan pada hari ini?

Ahmad : dapat yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
terdakwa?

Ahmad : tidak yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengenal ataupun memiliki hubungan darah dengan
Penuntut Umum, Penasehat Hukum, Majelis Hakim maupun Panitera?

Ahmad : tidak yang mulia.

Hakim Ketua : apakah saudara mengerti alasan mengapa dipanggil ke persidangan?

Ahmad : mengerti yang mulia. Saya dihadirkan disini untuk memberikan


pendapat dalam kasus ini karena kompetensi saya sebagai ahli
seksologi.

Hakim Ketua : sudah berapa kali saudara memberi pendapat dalam perkara serupa?

Ahmad : saya sudah cukup sering dihadirkan ke dalam persidangan.

Hakim Ketua : apakah ada karya ilmiah atau publikasi yang saudara pernah buat atau
terbitkan?

Ahmad : Ada yang mulia. Saya menulis buku “Tanya Jawab Masalah-masalah
seputar seks”

Hakim Ketua : Baiklah, saudara ahli, bisa saudara jelaskan mengenai bidang saudara?

Ahmad : Seksologi adalah studi ilmiah tentang seksualitas manusia, termasuk


kepentingan seksual manusia, perilaku, dan fungsi. Istilah ini
umumnya tidak mengacu pada penelitian non-ilmiah tentang seks,
seperti analisis politik atau kritik sosial.

Dalam seksologi modern, peneliti menerapkan alat-alat dari bidang


akademik, termasuk biologi, kedokteran, psikologi, statistik,
epidemiologi, sosiologi, antropologi, dan kriminologi.
Hakim Ketua : Baik. Apakah Hakim Anggota ada pertanyaan?

Hakim Anggota : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : Baik. Penasehat Hukum, apakah ada pertanyaan?

PH : ada yang mulia.

Hakim Ketua : ya silahkan.

PH : terima kasih yang mulia. Saudara saksi, bagaimana tanggapan saudara


mengenai kasus ini?

Ahmad : Bahwa berdasarkan pengamatan saya dalam kasus ini, ada dua
kemungkinan. Pertama, kejadian ini murni pemerkosaan dan
pembunuhan atau kedua, ada gangguan fetish yang mengakibatkan
kematian korban.

PH : apa yang dimaksud dengan gangguan fetish?

Ahmad : Jadi, yang dimaksud dengan gangguan fetish adalah salah satu bentuk
dari gangguan paraphilia. Gangguan tersebut melibatkan fantasi,
dorongan, atau perilaku berulang untuk membangkitkan rangsangan
seksual yang dapat menyebabkan bahaya pada orang lain atau diri
sendiri. Ini berarti fetitisme dapat dikategorikan sebagai gangguan
ketika rangsangan seksual terjadi secara berulang dan intens. Hal ini
dikarenakan penggunaan benda mati atau bagian tubuh non-kelamin,
yang membahayakan atau menyakiti orang lain maupun diri sendiri.

Namun perlu diingat, berdasarkan studi, seseorang bisa memiliki


fetish tanpa mengalami gangguan paraphilia. Selama orang tersebut
memenuhi fetishnya dengan penuh consent atau persetujuan dari
orang lain serta tidak menyakiti pihak manapun.

PH : Apa yang dimaksud dengan paraphilia?

Ahmad : Paraphilia masuk dalam gangguan emosional yang melibatkan


perilaku, dorongan, atau fantasi sehingga menjalar menjadi gangguan
mental. Hal tersebut dikarenakan hasrat seksual menyimpang secara
terus menerus dan intens.

Hakim Ketua : hakim anggota apakah ada pertanyaan?

Hakim Anggota : tidak ada hakim ketua.

Hakim Ketua : Penuntut Umum, apakah ada yang ingin ditanyakan?

PU : ada yang mulia.

Hakim Ketua : ya silahkan..


PU : saudara saksi ahli, berarti apabila orang yang mengalami gangguan
fetitisme tidak memenuhi fetishnya serta tidak menyakiti pihak
manapun dapat dimungkinkan antara orang ini mempunyai gangguan
fetitisme atau orang ini dinyatakan tidak mempunyai gangguan
fetitisme (normal).

Ahmad : pernyataan saudara betul sekali.

PU : pertanyaan dari kami sudah cukup yang mulia.

Hakim Ketua : Penasehat Hukum, apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?

PH : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : Baiklah, kepada saudara ahli silahkan mengambil Kartu Identitas
saudara di Panitera, selanjutnya anda akan diperintahkan untuk duduk
di kursi yang telah disediakan. Saudara dilarang untuk berbincang-
bincang dengan saksi lain tanpa seizin majelis hakim, apakah saudara
mengerti?

Ahmad : mengerti yang mulia.

Hakim Ketua : Saudara Penasehat Hukum apakah masih ada saksi lain yang akan
dihadirkan dalam persidangan ini?

PH : Sudah cukup yang mulia. Kami telah menghadirkan seluruh saksi


kami dalam persidangan kali ini.

Hakim Ketua : Karena pemeriksaan saksi dan ahli dari Penuntut Umum dan
Penasehat Hukum telah selesai dilakukan, sidang akan dilanjutkan
dengan pemeriksaan terdakwa. Saudara terdakwa silahkan duduk di
kursi pemeriksaan.

Terdakwa : Baik yang mulia.

Hakim Ketua : saudara terdakwa, apakah benar bahwa saudara melakukan tindak
pidana pemerkosaan dan pembunuhan?

Terdakwa : tidak yang mulia.

Hakim Ketua : hakim anggota ada pertanyaan?

Hakim Anggota : tidak ada hakim ketua.

Hakim Ketua : bagaimana dengan Penuntut Umum, apakah ada pertanyaan?

PU : ada yang mulia.

Hakim Ketua : ya silahkan.


PU : berdasarkan alat-alat bukti yang telah dibawa ke persidangan bahwa
alat-alat bukti ini mengarah kepada saudara. Bagaimana tanggapan
saudara?

PH : keberatan yang mulia. Pertanyaan penuntut umum memojokkan


terdakwa. mohon dipertimbangkan.

Hakim Ketua : keberatan ditolak. Penuntut umum silahkan lanjutkan.

PU : bagaimana tanggapan saudara?

Terdakwa : memang benar pada hari kejadian saya datang ke rumah korban dan
mengajak korban untuk pergi makan siang dan benar kami
berhubungan badan, tetapi hal itu didasari karena suka sama suka.
Setelah itu saya mengantarnya pulang.

PU : apakah ada orang yang dapat membuktikan pernyataan saudara


barusan?

Terdakwa : tidak ada.

PU : dari saya sudah cukup yang mulia.

Hakim Ketua : apakah Penasehat Hukum ada pertanyaan?

PH : ada yang mulia.

Hakim Ketua : ya silahkan..

PH : saudara terdakwa, apakah ada persetujuan dalam hubungan badan


tersebut agar korban tidak disakiti?

Terdakwa : saya telah berjanji kepada korban untuk tidak melakukan kekerasan
pada saat berhubungan badan tersebut.

PH : Berarti dapat disimpulkan dalam kasus ini klien kami mempunyai


gangguan fetitisme mengenai pemerkosaan yang menyebabkan
kematian korban karena kelalaian akibat gangguan fetitisme tersebut.

PU : keberatan yang mulia. Bahwa penjelasan dari saksi ahli sudah


menjelaskan berdasarkan studi seseorang bisa memiliki gangguan
fetitisme tanpa mengalami gangguan paraphilia selama orang tersebut
memenuhi fetishnya dengan penuh consent atau persetujuan dari
orang lain serta tidak menyakiti pihak manapun.

Tetapi terdakwa malah menyakiti hingga mengakibatkan kematian


korban yang berarti ada unsur kesengajaan didalamnya.

Hakim Ketua : Keberatan diterima. Keterangan dari terdakwa sudah cukup. Penasehat
Hukum ada yang ingin ditanyakan lagi?
PH : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : Penuntut umum apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?

PU : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : Karena pemeriksaan Terdakwa telah selesai, sidang akan dilanjutkan
dengan Tuntutan. Penuntut Umum, kapan saudara siap?

PU : 7 hari dari sekarang yang mulia.

Hakim Ketua : Panitera, 7 hari dari sekarang?

Panitera : Hari Rabu, tanggal 1 Juli 2020 yang mulia.

Hakim Ketua : Penasihat hukum bagaimana?

PH : Kami tidak keberatan yang mulia.

Hakim ketua : baik. Sidang akan ditunda dan dilanjutkan pada hari Rabu, tanggal 1
Juli 2020 dengan agenda pembuktian dari Penasehat Hukum
terdakwa.

Penuntut Umum, tetap hadapkan TERDAKWA pada sidang


selanjutnya dan pastikan TERDAKWA tetap ditahan. Dengan ini
sidang ditutup. (ketok palu 1x)
SKENARIO SIDANG VI

PRAKTEK PERADILAN PIDANA

AGENDA PEMBACAAN TUNTUTAN

Hakim Ketua : Sidang lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb,
Pada hari ini, Rabu 1 Juli 2020 saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)

Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?

Terdakwa : Sehat, yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan?

Terdakwa : Bisa, yang mulia.

Hakim Ketua : Baik, agenda sidang hari ini adalah Pembacaan Tuntutan. Penuntut
Umum sudah siap?

PU : Siap yang mulia.

Hakim Ketua : Terdakwa dan Penasihat Hukum harap perhatikan, Penuntut Umum
silahkan bacakan.

PU : (baca surat tuntutan)

Hakim Ketua : Saudara Terdakwa, apakah saudara mengerti Tuntutan yang


dibacakan?

Terdakwa : Mengerti yang mulia.

Hakim Ketua : Saudara akan mengajukan pembelaan?

Terdakwa : Saya serahkan semuanya kepada Penasihat Hukum saya.

Hakim Ketua : Penasihat Hukum bagaimana?

PH : Kami akan mengajukan Pembelaan pada persidangan selanjutnya, 7


hari dari sekarang yang mulia.

Hakim Ketua : Panitera, 7 hari dari sekarang?

Panitera : Rabu, 8 Juli 2020 yang mulia.

Hakim Ketua : Penuntut Umum bagaimana?

PU : Kami serahkan kepada yang mulia.


Hakim Ketua : Baik, sidang akan ditunda dan dilanjutkan pada hari Rabu, 8 Juli 2020
untuk mendengar Pembelaan dari Penasihat Hukum. Penuntut Umum,
tetap hadapkan Terdakwa pada sidang selanjutnya dan pastikan
Terdakwa tetap ditahan. Dengan ini sidang ditutup. (ketok palu 1x)
SKENARIO SIDANG VII

PRAKTEK PERADILAN PIDANA

AGENDA PEMBACAAN PEMBELAAN

Hakim Ketua : Sidang lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb,
Pada hari ini, Rabu 8 Juli 2020 saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)

Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?

Terdakwa : Sehat, yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan?

Terdakwa : Bisa, yang mulia.

Hakim Ketua : Agenda sidang hari ini adalah pembacaan Pembelaan dari Penasihat
Hukum. Penasihat Hukum sudah siap?

PH : Siap yang mulia.

Hakim Ketua : Penuntut Umum harap perhatikan, Penasihat Hukum silahkan


bacakan.

PH : (membaca pembelaan/pledoi)

Hakim Ketua : Penuntut Umum, saudara akan mengajukan Jawaban atas Pembelaan
ini?

PU : Ya yang mulia, 7 hari dari sekarang.

Hakim Ketua : Panitera, 7 hari dari sekarang?

Panitera : 15 Juli 2020 yang mulia.

Hakim Ketua : Penasihat Hukum bagaimana?

PH : Kami tidak keberatan yang mulia.

Hakim Ketua : Baik, sidang akan ditunda dilanjutkan pada Hari Rabu 15 Juli 2020
untuk mendengar Jawaban atas Pembelaan. Penuntut Umum, tetap
hadapkan Terdakwa pada sidang selanjutnya dan pastikan Terdakwa
tetap ditahan. Dengan ini sidang ditutup. (ketok palu 1x)
SKENARIO SIDANG VIII

PRAKTEK PERADILAN PIDANA

AGENDA PEMBACAAN JAWABAN ATAS PEMBELAAN

Panitera : Bissmillahirahmaanirrahiim.. Assalaamualaikium Warahmatullahi


Wabarakatuh... Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.
Pada hari ini, Rabu 15 Juli 2020 akan dilaksanakan Sidang Lanjutan
Perkara Pemerkosaan dan Pembunuhan dengan Nomor Register
Perkara : 59/Pid.B/2020/PN Jkb.

Panitera : Majelis hakim memasuki ruang sidang, hadirin dimohon untuk berdiri
(PU &PH berdiri)(hakim ketua on cam pertama, hakim anggota
belakangan). Hadirin dipersilakan duduk kembali.

Hakim Ketua : Sidang lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb,
Pada hari ini, Rabu 15 Juli 2020 saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)

Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?

Terdakwa : Sehat, yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan?

Terdakwa : Bisa, yang mulia.

Hakim Ketua : Agenda sidang hari ini adalah pembacaan Jawaban atas Pembelaan.
Apakah Penuntut Umum sudah siap?

PU : Siap yang mulia.

Hakim Ketua : Silakan PU bacakan.

PU : (membacakan jawaban atas pembelaan)

Hakim Ketua : Penasihat Hukum, saudara juga akan mengajukan jawaban?

PU : Ya yang mulia. Kami membutuhkan waktu 5 Jam untuk


mempersiapkannya.

Hakim Ketua : Baik, sidang akan diskors selama 5 jam untuk memberikan waktu pada
Penasihat Hukum mempersiapkan Jawabannya. Sidang diskors.
(ketok palu 2x)

Hakim Ketua : Skors Dicabut. (ketok palu 1x). Penasihat Hukum silakan bacakan.

PH : (membaca jawaban atas jawaban atas pembelaan)


Hakim Ketua : Karena Penuntut Umum tetap pada Tuntutannya dan Penasihat
Hukum tetap Pembelaannya, maka berdasarkan Pasal 82 ayat (3)
KUHAP, majelis hakim akan bermusyawarah dan akan menjatuhkan
Putusan pada hari Jumat 24 Juli 2020. Saudara Terdakwa, sebelum
majelis menjatuhkan putusan, ada yang ingin disampaikan?

Terdakwa : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : Baik, sidang akan ditunda dilanjutkan pada hari Jumat 24 Juli 2020
untuk mendengar Putusan dari kami Majelis hakim. Penuntut Umum,
tetap hadapkan Terdakwa pada sidang selanjutnya dan pastikan
Terdakwa tetap ditahan. Dengan ini sidang ditutup. (ketok palu 1x)
SKENARIO SIDANG IX

PRAKTEK PERADILAN PIDANA

AGENDA PUTUSAN HAKIM

Hakim Ketua : Sidang lanjutan Perkara Pidana atas nama TERDAKWA FARHAN
MAULANA dengan No. Register Perkara 59/Pid.B/2020/PN Jkb,
Pada hari ini, Jumat 24 Juli 2020 saya nyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum. (ketok palu 1x)

Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?

Terdakwa : Sehat, yang mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara dapat mengikuti jalannya persidangan?

Terdakwa : Bisa, yang mulia.

Hakim Ketua : Agenda sidang hari ini adalah pembacaan putusan dari Majelis Hakim.
Penuntut Umum perhatikan. Terdakwa dan Penasihat Hukum harap
perhatikan.

Majelis Hakim : (baca putusan, bagi-bagi part putusan. Yang pasti Hakim Ketua baca
bagian mengadili)

Hakim Ketua : Saudara Terdakwa, terhadap putusan ini saudara memiliki hak-hak
hukum sesuai Pasal 196 ayat (3) KUHAP yang diantaranya adalah :

Hak untuk menerima atau menolak putusan;


Hak untuk mempelajari putusan;
Hak untuk meminta penangguhan pelaksanaan putusan;
Hak untuk mengajukan banding. Bagaimana?
Terdakwa : Saya serahkan pada Penasihat Hukum saya.
Hakim Ketua : Penasihat Hukum bagaimana?
PH : Kami akan pikir-pikir yang mulia.
Hakim Ketua : Penuntut umum?
PU : Kami juga akan pikir-pikir yang mulia.
Hakim Ketua : (beri nasihat untuk terdakwa)
Hakim Ketua : Baik, dengan ini Sidang Perkara Pidana atas nama TERDAKWA
FARHAN MAULANA dengan Nomor Register Perkara
59/Pid.B/2020/PN Jkb dinyatakan selesai dan ditutup. (ketok palu 3x)

Anda mungkin juga menyukai