0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan2 halaman

Prosedur Penyimpanan Rekam Medis Klinik

Dokumen ini menjelaskan prosedur penyimpanan rekam medis di Klinik Pratama Cahaya Medika, termasuk tujuan, kebijakan, dan langkah-langkah penyimpanan yang harus diikuti. Penyimpanan dilakukan dengan sistem penjajaran Straight Numerical Filling dan rekam medis harus disimpan minimal 2 tahun. Selain itu, terdapat prosedur untuk memisahkan dan memusnahkan rekam medis in-aktif.

Diunggah oleh

balidaklinikpratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan2 halaman

Prosedur Penyimpanan Rekam Medis Klinik

Dokumen ini menjelaskan prosedur penyimpanan rekam medis di Klinik Pratama Cahaya Medika, termasuk tujuan, kebijakan, dan langkah-langkah penyimpanan yang harus diikuti. Penyimpanan dilakukan dengan sistem penjajaran Straight Numerical Filling dan rekam medis harus disimpan minimal 2 tahun. Selain itu, terdapat prosedur untuk memisahkan dan memusnahkan rekam medis in-aktif.

Diunggah oleh

balidaklinikpratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENYIMPANAN REKAM MEDIS

No. : 039/SPO/PKP-12/KPCM/VI/2024
Dokumen
No. Revisi : 00
SPO Tanggal : 26 Juni 2024
Terbit
Halaman : 1/2

KLINIK PRATAMA
CAHAYA MEDIKA ADE SARIPUDIN

1. Pengertian Penyimpanan rekam medis adalah tata cara sistem peletakan berkas
rekam medis.
2. Tujuan Sebagai acuan untuk tertib administrasi penyimpanan rekam medis dan
memudahkan pencarian rekam medis di Klinik Pratama Cahaya Medika
3. Kebijakan Keputusan Penanggung Jawab Klinik Pratama Cahaya Medika Nomor
039/SK/PKP-12/KPCM/VI/2024 tentang Penyelenggaraan Rekam Medis
di Klinik Pratama Cahaya Medika
4. Referensi  Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 42
tahun 2022 tentang Rekam Medis
 Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor
HK.02.02/I/105/2023 tentang Instrumen Survei Akreditasi Klinik
5. Prosedur 1) Rekam medis pasien yang telah dipergunakan, dikembalikan keruang
rekam medis oleh petugas pelayanan atau diambil oleh petugas
rekam medis
2) Petugas rekam medis mencocokkan berkas rekam medis yang keluar
dan kembali dengan melakukan pengecekan pada ekspedisi rekam
medis
3) Petugas rekam medis melakukan penilaian kelengkapan rekam medis
4) Petugas Rekam Medis mensortir rekam medis berdasarkan nomor
rekam medis pasien dari yang terkecil sampai terbesar
5) Petugas Rekam Medis menjajarkan dokumen rekam medis pada rak
rekam medis berdasarkan sistem penjajaran Straight Numerical Filling
6) Petugas rekam medis menggunakan sistem penyimpanan
sentralisasi, dimana rekam medis disimpan sesuai dengan unit nya
masing-masing.
7) Petugas Rekam Medis menyimpan rekam medis pasien di rak rekam
medis sekurang-kurangnya 2 tahun dari tanggal terakhir pasien
berobat
8) Petugas rekam medis memisahkan berkas in-aktif ke rak
penyimpanan in-aktif
9) Rekam medis yang in-aktif dapat dimusnahkan.
6. Diagram Alir
Petugas menerima Rekam Medis
dari Poli setelah Pelayanan

Petugas mencocokan RM yang kembali


dengan fitur ekspedisi yang ada

Petugas melakukan penilaian


kelengkapan RM

Petugas mensortir Rekam Medis

Petugas menyimpan Rekam Medis di Rak


berdasarkan penjajaran Straight Numerical
Filling

Petugas memilah dan memusnahkan


Rekam Medis Inaktif

7. Unit Terkait a. Pendaftaran dan Rekam Medis


b. Poli Umum
c. Poli Gigi
d. UGD

Rekaman Historis Perubahan

NO Yang dirubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan

- - -

Anda mungkin juga menyukai