0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan56 halaman

Dasar dan Jenis Modulasi Sinyal

Dokumen ini membahas modulasi, yaitu proses menumpangkan informasi pada gelombang pembawa dengan mengubah parameter seperti amplituda, frekuensi, dan fase. Terdapat berbagai jenis modulasi, termasuk modulasi analog dan digital, serta teknik spesifik seperti Amplitude Modulation (AM), Frequency Modulation (FM), dan Phase Modulation (PM). Modulasi penting untuk mentransmisikan sinyal informasi melalui berbagai media, termasuk radio dan kabel.

Diunggah oleh

Hiraiya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan56 halaman

Dasar dan Jenis Modulasi Sinyal

Dokumen ini membahas modulasi, yaitu proses menumpangkan informasi pada gelombang pembawa dengan mengubah parameter seperti amplituda, frekuensi, dan fase. Terdapat berbagai jenis modulasi, termasuk modulasi analog dan digital, serta teknik spesifik seperti Amplitude Modulation (AM), Frequency Modulation (FM), dan Phase Modulation (PM). Modulasi penting untuk mentransmisikan sinyal informasi melalui berbagai media, termasuk radio dan kabel.

Diunggah oleh

Hiraiya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

7.

Modulasi
Modulasi
• Prinsip Dasar Modulasi
• Modulasi Gelombang Kontinu
– Modulasi Analog
– Modulasi Digital
• Modulasi Pulsa
• Perlunya Modulasi

2
Prinsip Dasar Modulasi

• Modulasi (modulation) adalah proses menumpangkan


informasi (information/message) pada suatu gelombang
pembawa (carrier wave).
• Penumpangan ini dilakukan dgn mengubah-ubah
parameter dari gelombang pembawa secara
proporsional/sesuai dgn sinyal informasi. 3
Prinsip Dasar Modulasi (lanjutan)
• Parameter yg dpt diubah adalah:
– amplituda (amplitude)
– frekuensi (frequency)
– fase (phase)
• Modulasi dilakukan pada pengirim, alatnya disebut
modulator.
• Sebaliknya, pada penerima dilakukan demodulasi
(demodulation) yaitu mengambil kembali informasi dari
gelombang termodulasi, alatnya disebut demodulator.
• Demodulasi disebut juga deteksi (detection).
• Pada transmisi dupleks, gabungan modulator-
demodulator biasa disingkat modem.
4
Klasifikasi Modulasi

5
Modulasi
• Pengertian Modulasi
• Modulasi Gelombang Kontinu
– Modulasi Analog
– Modulasi Digital
• Modulasi Pulsa
• Perlunya Modulasi

6
Modulasi Gelombang Kontinu
(CW Modulation)
• Modulasi gelombang kontinu (continuous wave
modulation), biasa disingkat CW Modulation, adlh
modulasi yang menggunakan gelombang kontinu
sinusoidal sebagai gelombang pembawa (carrier).
• CW modulation utamanya digunakan pada
transmisi radio, namun juga dapat dipakai pada
transmisi via kabel seperti kabel coaxial.
• Dalam hal ini (misalnya pada transmisi radio), kita
harus memindahkan spektrum sinyal informasi ke
pita frekuensi radio, utk ditransmisikan.
• Tujuan utama dari modulasi gelombang kontinu
adlh untuk membangkitkan gelombang termodulasi
yg sesuai dgn karakteristik suatu kanal transmisi. 7
Review Parameter Dasar
Sinyal
• Amplituda (Amplitude), A
• Frekuensi (Frequency), f atau 
• Fase (Phase), 

Contoh-contoh sinyal sinusoidal berikut ini


menggunakan persamaan umum:
s(t) = A sin (t + )
atau
s(t) = A sin (2ft + )
karena  = 2f, dimana  adlh frekuensi sudut dan f adlh frekuensi linier. 8
Amplituda (Amplitude)
2
1 s(t) = sin (2t)
A=1 0
-1
-2
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1
2
1 s(t) = 2sin (2t)
A=2 0
-1
-2
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1
2
1 s(t) = 0.5sin (2t)
A = 0,5 0
-1
-2
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1
9
Frekuensi (Frequency)
1
s(t) = sin (2t)
f = 1 Hz 0
T = 1 dtk
-1
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1 t [detik]
1
s(t) = sin (4t)
f = 2 Hz 0
T = 0,5 dtk
-1
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1 t [detik]
1
s(t) = sin (10t)
f = 5 Hz 0
T = 0,2 dtk

-1
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1 t [detik]

Catatan: f = frekuensi, T = periode, dimana T = 1/f atau f = 1/T .


Fase (Phase)
1
s(t) = sin (2t)
 = 0 radian 0
= 0
-1
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1
1
/4 s(t) = sin (2t  /4)
 = /4 rad 0
= 45
-1
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1
1
/2 s(t) = sin (2t  /2)
 = /2 rad 0
= 90
-1
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1
11
Modulasi Gelombang Kontinu

12
Macam-macam Modulasi
Gelombang Kontinu
• Modulasi analog, dimana sinyal carrier kontinu
dimodulasi oleh sinyal informasi analog
– Amplitude Modulation (AM)
– Angle Modulation
• Frequency Modulation (FM)
• Phase Modulation (PM)
• Modulasi digital, dimana sinyal carrier kontinu
dimodulasi oleh sinyal informasi diskrit (digital)
– Amplitude-Shift Keying (ASK)
– Frequency-Shift Keying (FSK)
– Phase-Shift Keying (PSK)
– Quadrature Amplitude Modulation (QAM)
– dan lain-lain. 13
Modulasi
• Pengertian Modulasi
• Modulasi Gelombang Kontinu
–Modulasi Analog
– Modulasi Digital
• Modulasi Pulsa
• Perlunya Modulasi

14
Modulasi Amplituda
(Amplitude Modulation – AM)
• Sinyal carrier aslinya mempunyai nilai puncak
(amplituda) yg konstan dan frekuensi yg lebih tinggi
drpd sinyal pemodulasi (message/information).
• Pada AM, amplituda sinyal carrier ini diubah-ubah
sesuai dgn nilai sesaat dari sinyal pemodulasi
(message), sehingga bentuk gelombang luar/selubung
(envelope) dari sinyal termodulasi mengikuti bentuk
sinyal pemodulasi (sinyal informasi).
• Misalkan sinyal carrier:

c(t )  Ac cos c t
• Maka setelah modulasi, menjadi …. 15
AM (lanjutan)
• Bentuk umum persamaan sinyal
termodulasi AM adalah:

s (t )  Ac 1  k a m(t )  cos ct


dimana:
s(t) adlh sinyal termodulasi
Ac adlh amplituda sinyal carrier.
ka adlh konstanta sensitivitas modulasi
m(t) adlh sinyal informasi (message)
c adlh frekuensi sudut (disebut juga frekuensi anguler
atau frekuensi radian). Hubungan frekuensi sudut (c) dgn
frekuensi linier (fc) adalah c = 2fc. 16
AM (lanjutan)
• Bandwidth dari sinyal termodulasi AM adlh

BW  ( f c  f m )  ( f c  f m )  2 f m

dimana:
– fc adlh frekuensi carrier
– fm adlh frekuensi maksimum sinyal pemodulasi (message)

• Berikut ini adalah ilustrasi sinyal termodulasi AM


beserta spektrumnya, dimana sinyal informasinya
adalah berupa:
• sinyal sinusoidal dgn frekuensi tunggal fm
• sinyal non periodik dgn bandwidth W.
17
AM (lanjutan)
m(t) s(t)

c(t)

BW=2fm 18
BW=2W
Macam-macam AM
Double sideband-full carrier (DSB-FC) modulation

Double sideband-suppressed carrier (DSB-SC) modulation

Single sideband (SSB) modulation

Vestigial sideband (VSB) modulation

19
Modulasi Frekuensi
(Frequency Modulation – FM)
• Pada Modulasi Frekuensi, informasi direpresentasikan
oleh nilai frekuensi sinyal carrier termodulasi.
m(t) s(t)

c(t)

20
FM (lanjutan)
• Sinyal setelah proses modulasi menjadi
t
 
s(t )  Ac cos c t  k f  m( )d 
  
dimana:
s(t) adlh sinyal termodulasi FM.
Ac adlh amplituda konstan.
c adlh frekuensi sudut.
kf adlh koefisien (indeks) modulasi FM.
m() adlh sinyal informasi.
21
Modulasi Fase
(Phase Modulation – PM)
• Pada Modulasi Fase, informasi direpresentasikan oleh
nilai fase sinyal carrier termodulasi.
m(t) s(t)
PM
modulator

c(t)

Spectrum of PM:

22
PM (lanjutan)
• Sinyal setelah proses modulasi menjadi
s(t )  Ac cosc t  k p m(t ) 

dimana:
s(t) adlh sinyal termodulasi PM.
Ac adlh amplituda konstan.
c adlh frekuensi sudut.
kp adlh koefisien (indeks) modulasi PM.
m(t) adlh sinyal informasi.

23
Modulasi Analog (ringkasan)
Gelombang
pembawa (carrier)

Sinyal informasi
(pemodulasi)

Sinyal termodulasi AM

Sinyal termodulasi FM

24
Modulasi Analog (ringkasan)
Gelombang
pembawa (carrier)

Sinyal informasi
(pemodulasi)

Sinyal termodulasi AM

Sinyal termodulasi FM

Sinyal termodulasi PM
25
Modulasi
• Pengertian Modulasi
• Modulasi Gelombang Kontinu
– Modulasi Analog
–Modulasi Digital
• Modulasi Pulsa
• Perlunya Modulasi

26
Modulasi ASK
• Binary Amplitude Shift Keying (BASK)
Unipolar BASK
modulated signal
NRZ
s(t)

Jika pada ASK, salah satu kondisi (bit 0 atau bit 1) direpresentasikan
dgn amplituda 0 (tanpa transmisi sinyal) seperti gambar di atas maka
27
disebut juga On-Off Shift Keying (OOSK).
M-ary ASK
(ASK dgn M-level)
• 4-ASK 4-ASK
modulated signal
s(t)

Modulated
signal

28
Modulasi FSK
• Binary Frequency Shift Keying (BFSK)

29
M-ary FSK
• 4-FSK

30
Modulasi PSK
• Binary Phase Shift Keying (BPSK)
Polar
NRZ

1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1

180 180 0 0 180 0 180 180 180 0 180


31
M-ary PSK
• Quadrature Phase Shift Keying (QPSK)
Disebut juga 4-PSK.

Time

(=270)
32
M-ary PSK
• 8-PSK dan 16-PSK
Constellation diagram
of 16-PSK

33
QAM
• Quadrature Amplitude Modulation (QAM)
Merupakan gabungan dari prinsip ASK dan PSK.
Berikut ini contoh 4-QAM dan 16-QAM.
Note: 4-QAM mirip dgn QPSK.

Constellation diagram
of 4-QAM

Q
10 00

11 01 34
32-QAM dan 64-QAM

35
Modulasi Digital (ringkasan)

36
(a) Binary-ASK, (b) Binary-FSK, (c) Binary-PSK
Modulasi Digital (ringkasan)

ASK

PSK

FSK

37
(a) Binary-ASK, (b) Binary-PSK, (c) Binary-FSK
Pelebaran spektrum sinyal
pd modulasi digital

Keterangan: Pada contoh di atas, modulasinya adalah ASK. 38


Durasi Pulsa vs Bandwidth
• Pada Transmisi Baseband

Time
Frequency
[secon]
[Hz]

• Pada Transmisi Passband BW

39
BW
Bandwidth Transmisi
utk CW Modulation
• Dlm domain frekuensi, modulasi pd prinsipnya adalah
memindahkan spektrum sinyal informasi dari frekuensi
rendah (baseband) ke sekitar frekuensi carrier
(passband), dan mengakibatkan bandwidth menjadi dua
kali lipat dibandingkan pd sistem baseband.
• Sehingga symbol rate pd transmisi passband (misalnya
sistem radio) menjadi lebih kecil atau sama dengan
bandwidth transmisi

r  BT
dimana r adlh symbol rate (bauds) dan BT adlh
bandwidth transmisi (Hz).
40
Contoh
• Assume that the transmission channel is an ideal
lowpass channel with a bandwidth of 4 kHz. The
maximum symbol rate via this channel is r ≤ 2⋅B = 8
kbauds; that is, we can transmit up to 8,000
independent signals, symbols, in a second. [To
transmit the same symbol rate through a bandpass
channel, we would need a bandwidth of 8 kHz
according to (4.12); see also Figure 4.2].
Catatan:
 Bandpass channel maksudnya kanal pada sinyal carrier.
 Formula (4.12) ada di halaman 150 buku Anttalainen.
 Figure 4.2 ada di halaman 128 buku Anttalainen.
41
Modulasi
• Pengertian Modulasi
• Modulasi Gelombang Kontinu
– Modulasi Analog
– Modulasi Digital
• Modulasi Pulsa
• Perlunya Modulasi

42
Modulasi Pulsa
(Pulse Modulation)

43
PAM
Sinyal informasi

Sinyal termodulasi

44
PPM
Sinyal informasi

Sinyal termodulasi

45
PWM
Sinyal informasi

Sinyal termodulasi

Disebut juga Pulse Duration Modulation (PDM)


46
PFM
Sinyal informasi

Sinyal termodulasi

Disebut juga Pulse Frequency Modulation (PFM)


47
Modulasi Pulsa (ringkasan)

48
Modulasi
• Pengertian Modulasi
• Modulasi Gelombang Kontinu
– Modulasi Analog
– Modulasi Digital
• Modulasi Pulsa
• Perlunya Modulasi

49
Mengapa modulasi
diperlukan?
1. Memperoleh pemancaran yg efisien dan
rasionalisasi panjang antena.
 Radiasi elektromagnetik yg efisien membutuhkan antena
yg dimensinya mempunyai orde yg sama dgn panjang
gelombang dari sinyal yg dipancarkan/diterima.

l  14 
dimana: l = panjang antena,
 = panjang gelombang.
2. Utk keperluan multiplexing.
 Modulasi dpt digunakan utk menggeser beberapa sinyal
pita dasar (baseband) yg berbeda ke beberapa lokasi
spektrum yg berbeda sehingga sebuah kanal transmisi
dpt digunakan utk menyalurkan beberapa sinyal pita 50
dasar.
Mengapa modulasi
diperlukan? (lanjutan)
3. Mengurangi derau dan interferensi.
 Modulasi biasanya membutuhkan lebar bidang frekuensi
yg jauh lebih lebar drpd lebar pita dasar atau sinyal
pemodulasinya. Jadi ada pertukaran antara lebar pita
frekuensi dan penurunan efek derau.
4. Mengatasi masalah hardware.
 Kinerja dan kemudahan pembuatan hardware tergantung
pd frekuensi sinyal dan lebar pita frekuensi sinyal yg akan
diproses.
 Modulasi dpt menggeser frekuensi sinyal agar persyaratan
perancangan dpt dipenuhi dgn mudah.
5. Memenuhi alokasi frekuensi.
 Regulasi radio dari ITU mengatur penggunaan frekuensi
utk pelayanan tertentu. 51
Alokasi spektrum gelombang elektromagnetik

52
PR-7
• Soal-soal PR-7 ada di file tersendiri.

53
Sekian, terima kasih, semoga berkah.

Ada pertanyaan?

55
PR-7
MK Sistem Telekomunikasi 2018B

(1). Modulasi Analog


Gambarkan ilustrasi sinyal termodulasi Amplitude Modulation (AM) dan Frequency Modulation
(FM) utk sinyal carrier dan sinyal informasi berikut ini:
Sinyal carrier

Sinyal informasi

(2). Modulasi Digital


Apabila sinyal carrier dan deretan bit data adalah seperti gambar berikut ini, gambarkan sinyal
termodulasi: (i) BASK, (ii) 4-ASK, (iii) BPSK , dan (iv) QPSK.
Sinyal carrier

Deretan bit data

1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0

(3). Modulasi Digital


Ubahlah NIM Anda masing-masing menjadi bilangan biner, ambillah 12 bit terakhir sebagai
deretan bit data b1b2b3b4b5b6b7b8b9b10b11b12, kemudian gambarkan sinyal termodulasi: (i)
BASK, (ii) 4-ASK, (iii) BPSK , dan (iv) QPSK sesuai dengan sinyal carrier pada gambar di bawah ini:

Sinyal carrier

Deretan bit data


b1 b2 b3 b4 b5 b6 b7 b8 b9 b10 b11 b12

Sistem Telekomunikasi: PR-7 (Modulasi) Page 1


(4). Modulasi Pulsa
Gambarkan ilustrasi sinyal pulsa termodulasi bila sinyal informasi pada Soal (1) menjadi sinyal
pemodulasi untuk modulasi: Pulse Amplitude Modulation (PAM), Pulse Width Modulation
(PWM), Pulse Position Modulation (PPM), dan Pulse Frequency Modulation (PFM).

Note: Boleh berdiskusi (bekerja sama), tetapi tidak boleh hanya menyontek hasil pekerjaan
teman.

“Semoga bermanfaat serta bertambah ilmu dan pemahamannya.”

Sistem Telekomunikasi: PR-7 (Modulasi) Page 2

Anda mungkin juga menyukai