0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan19 halaman

Perubahan Fisiologis Ibu Hamil Trimester III

Dokumen ini membahas tentang kehamilan, termasuk konsep dasar, pembagian trimester, dan perubahan fisiologis serta psikologis yang dialami ibu hamil, terutama pada trimester ketiga. Selain itu, dijelaskan juga tentang kebutuhan fisik ibu hamil, ketidaknyamanan yang mungkin terjadi, serta tanda bahaya yang perlu diperhatikan selama kehamilan. Informasi ini penting untuk memahami proses kehamilan dan menjaga kesehatan ibu dan janin.

Diunggah oleh

Eka Oktaviana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan19 halaman

Perubahan Fisiologis Ibu Hamil Trimester III

Dokumen ini membahas tentang kehamilan, termasuk konsep dasar, pembagian trimester, dan perubahan fisiologis serta psikologis yang dialami ibu hamil, terutama pada trimester ketiga. Selain itu, dijelaskan juga tentang kebutuhan fisik ibu hamil, ketidaknyamanan yang mungkin terjadi, serta tanda bahaya yang perlu diperhatikan selama kehamilan. Informasi ini penting untuk memahami proses kehamilan dan menjaga kesehatan ibu dan janin.

Diunggah oleh

Eka Oktaviana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Kehamilan
1. Konsep Dasar Kehamilan
a. Pengertian
Kehamilan merupakan proses matarantai yang bersinambung
dan terdiri dari: ovulasi, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi
dan pertumbuhan zigot, nidasi (implantasi) pada uterus, pembukaan
plasenta, dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm
(Manuaba, 2010, hal. 75).
b. Pembagian Kehamilan
Pembagian Kehamilan dibagi dalam 3 trimester : Trimester
pertama (0-12 minggu); Trimester kedua 15 minggu (13-27 minggu);
Trimester ketiga 13 minggu (28-40 minggu). (Prawirohardjo, 2013,
hal. 213).
c. Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologi pada Ibu Hamil Trimester III
Marmi (2011, hal. 79) menyatakan perubahan anatomi dan
adaptasi
fisiologis pada ibu hamil trimester III yaitu :
1) Uterus
Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama karena
pengaruh estrogen dan progesteron yang meningkat. Pada
kehamilan 8 minggu uterus membesar. Minggu pertama istmus
rahim bertambah Panjang dan hipertropi sehingga terasa lebih
lunak (tanda hegar). Pada kehamilan 5 bulan rahim teraba
seperti berisi cairan ketuban, dinding rahim tipis sehingga
bagian-bagian anak dapat diraba melalui dinding perut,
terbentuk segmen atas rahim dan segmen bawah rahim. Uterus
juga akan sering berkontraksi tanpa rasa nyeri, konsistensi
lunak, kontraksi ini disebut braxton hiks. Kontraksi ini
merupakan tanda kemungkinan hamil dan kontraksi sampai
akhir kehamilan menjadi his.
2) Vagina dan Vulva
Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan
vulva tampak lebih merah dan agak kebiruan (livide) disebut
tanda chadwick. Vagina membiru karena pelebaran pembuluh
darah, Ph 3,5-6 merupakan akibat meningkatnya produksi
asam laktat karena kerja laktobaci acidophillus, keputihan,
selaput lendir vagina mengalami edematus, hypertropy, lebih
sensitif meningkat seksual terutama triwulan III, warna
kebiruan ini disebabkan oleh dilatasi vena yang terjadi akibat
hormon progesteron.
3) Payudara
Payudara akan membesar dan tegang akan hormon
somatomatropin, estrogen dan progesteron, akan tetapi belum
mengeluarkan air susu. Pada kehamilan akan terbentuk lemak
sehingga payudara menjadi lebih besar, areola mengalami
hiperpigmentasi. Pada kehamilan 12 minggu keatas dari
putting susu dapat keluar cairan putih jernih disebut colostrum.
4) Sistem Kardiovaskuler
Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh
adanya sirkulasi ke plasenta, uterus yang membesar dengan
pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula, mamae dan
alat lain yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan.
Volume plasma maternal mulai meningkat pada usia
kehamilan 10 minggu. Pada usia kehamilan 16 minggu, mulai
terjadi proses hemodilusi. Setelah 24 minggu tekanan darah
sedikit demi sedikit naik kembali sebelum aterm.
5) Sistem Pernafasan
Kebutuhan O2 ibu meningkat sebagai respon terhadap
percepatan laju metabolic dan peningkatan kebutuhan O2
jaringan uterus dan payudara. Wanita hamil bernafas lebih
dalam (peningkatan volume tidal) yang disebut hiperventilasi
kehamilan, yang menyebabkan konsentrasi CO2 di alveoli
menurun. Beberapa ibu mengeluh mengalami dyspnea saat
istirahat.
6) Sistem Ginjal
Fungsi ginjal berubah akibat adanya hormone kehamilan,
peningkatan volume darah, postur ibu, aktivitas fisik dan
asupann makanan. Tekadang terjadi edema fisiologis pada
tungkai yang tidak memerlukan pengobatan.
7) Sistem Integumen
Perubahan yang umum timbul peningkatan ketebalan
kulit dan lemak subdermal, hiperpigmentasi, pertumbuhan
rambut dan kuku,
percepatan aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar sebasea,
peningkatan sirkulasi dan aktivitas vasomotor.
8) Sistem Muskuloskletal
Peningkatan berat bumil menyebabkan postur dan cara
berjalan wanita berubah secara mencolok. Pusat gravitasi
wanita begeser ke depan. Pergerakan menjadi lebih sulit, gaya
berjalan bumil yang bergoyang yang disebut “langkah angkuh
ibu hamil”.
9) Sistem Kekebalan Tubuh
Kadar serum IgA IgM meningkat selama kehamilan
karena adanya peningkatan resiko infeksi.
10) Sistem Neurologi
Kompresi saraf panggul atau statis vascular akibat
pembesaran uterus dapat menyebabkan perubahan sensori di
tungkai bawah. Nyeri kepala akibat ketegangan umum timbul
saat ibu cemas, atau juga gangguan penglihatan seperti
kesalahan reflaksi, sinusitis atau migraine.
11) Sistem Metabolisme
Ketidakseimbangan metabolisme akan menyebabkan
berbagai masalah seperti hiperemisis, diabetes dll. Retensi air
meningkat akibat penurunan tekanan osmotic koloid
interstisial.
12) Berat Badan dan Indeks Masa Tubuh (IMT)
Pada 20 minggu pertama mengalami penambahan BB
sekitar 2,5 kg, 20 minggu berikutnya terjadi penambahan
sekitar 9 kg. Kemungkinan penambahan BB hingga maksimal
12,5 kg.
13) Sistem Pencernaan
Selama hamil nafsu makan peningkat, sekresi usus
berkurang, fungsi hati berubah dan absorbs nutrien meningkat.
Aktivitas peristaltic menurun, akibatnya bising usus
menghilang dan konstipasi.
Aliran daran ke panggul dan tekanan vena meningkat menyebabkan hemoroid
terbentuk pada akhir kehamilan.
Gusi cenderung mudah berdarah karena kadar estrogen yang meningkat
menyebabkan peningkatan vaskularitas selektif dan profilerasi jaringan ikat.
Tidak ada peningkatan sekresi saliva, tapi ibu mengeluhkan ptialisme
(kelebihan saliva) di duga karena ibu secara tidak sadar jarang menelan saat
merasa mual. Kebutuhan Ca dan lebih tinggi sekitar 0,4 gr. difisiensi diet
yang berat dapat mengurangi simpanan unsur-unsur di dalam tulang.
14) Sistem Endokrin
Ekstrogen, progesterone dan kortisol secara kolektif menurunkan
kemampuan ibu untuk menggunakan insulin. Akibatnya, tubuh bumil
membutuhkan lebih banyak insulin. Sel-sel beta normal Langershans di
pankreas dapat memenuhi kebutuhan insulin yang secara kontiniu tetap
meningkat sampai aterm.
d. Perubahan psikologis Ibu Hamil Trimester III
Trimester ketiga ini sering di sebut sebagai periode penantian.
Periode ini wanita menanti kehadiran bayinya sebagai bagian dari
dirinya, dia menjadi tidak sabar untuk segera melihat bayinya.
Trimester tiga adalah waktu untuk mempersiapkan kelahiran dan
kedudukan sebagai orang tua, seperti terpusatnya perhatian pada
kehadiran bayi. Sejumlah ketakutan terlihat selama trimester ketiga.
Wanita mungkin khawatir terhadap hidupnya dan bayinya, dia tidak
akan tahu kapan dia akan melahirkan. (Kusmiyati dkk.,2009 ).
Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali dan banyak
ibu yang merasa dirinya aneh dan jelek. Selain itu, ibu juga merasa
sedih karena akan berpisah dengan bayinya dan kehilangan perhatian
khusus yang diterima selama hamil. Pada trimester ini, ibu
memerlukan ketenangan dan dukungan dari suami,keluarga,dan bidan.
Trimester ini juga saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan
menjadi orang tua. Keluarga mulai menduga-duga apakah bayi
mereka laki-laki atau perempuan dan akan mirip siapa. Bahkan sudah
mulai memilih nama untuk bayi mereka. ( Hani Ummi, dkk., 2010 )
e. Kebutuhan Fisik Ibu Hamil

Marmi (2011, hal.117) menyatakan kebutuhan fisik ibu hamil


sebagai berikut :
1) Oksigen
Paru-paru bekerja lebih berat untuk keperluan ibu dan janin. Pada
trimester III sebelum kepala masuk PAP ibu mengalami sesak
nafas. Untuk mencegah hal tersebut maka ibu hamil perlu latihan
nafas dengan senam hamil, tidur dengan bantal tinggi, makan tidak
terlalu banyak.
2) Nutrisi
Pada trimester III (sampai usia 40 minggu) nafsu makan sangat
baik, tetapi jangan kelelahan, kurangi karbohidrat, tingkatkan
protein, sayur-sayuran dan buah-buahan, lemak harus tetap
dikonsumsi. Asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil
berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, mengganti
sel-sel yang rusak, sumber tenaga, mengatur suhu tubuh dan
cadangan makanan.
4) Personal Hygiene
Personal hygiene adalah kebersihan yang dilakukan untuk diri
sendiri. Kebersihan badan mengurangikan kemungkinan infeksi,
karena badan yang kotor banyak mengandung kuman-kuman.
5) Pakaian
Pakaian yang dikenakan ibu hamil harus nyaman, mudah
menyerap keringat, mudah dicuci, tanpa sabuk atau pita yang
menekan dibagian perut/ pergelangan tangan, pakaian juga tidak
baik terlalu ketat di leher, stoking tungkai yang sering digunakan
oleh sebagian wanita tidak dianjurkan karena dapat menghambat
sirkulasi darah. Sepatu harus terasa pas, enak dan aman.
6) Eliminasi
Masalah buang air kecil tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup
lancar, untuk memperlancar dan mengurangi infeksi kandung
kemih yaitu minum dan menjaga kebersihan sekitar kelamin
perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usus halus dan besar, sehingga buang
air besar mengalami obstipasi (sembelit).
7) seksual
Masalah hubungan seksual merupakan kebutuhan biologis yang
tidak dapat ditawar, tetapi perlu diperhitungkan bagi mereka yang
hamil, kehamilan bukan merupakan halangan untuk melakukan
hubungan seksual. Pada hamil muda hubungan seksual sedapat
mungkin dihindari bila terdapat keguguran berulang atau
mengancam kehamilan dengan tanda infeksi, perdarahan,
mengeluarkan air. Pada kehamilan tua sekitar 14 hari menjelang
persalinan perlu dihindari hubungan seksual karena dapat
membahayakan. Bisa terjadi bila kurang higienis, ketuban bisa
pecah, dan persalinan bisa terangsang karena, sperma mengandung
prostaglandin.
8) Mobilisasi
Ibu hamil harus mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri
dengan baik dan kiat berdiri duduk dan mengangkat tanpa menjadi
tegang.
9) Istirahat/ Tidur
Wanita hamil harus mengurangi semua kegiatan yang melelahkan,
tapi tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menghindari
pekerjaan yang tidak disukainya. Wanita hamil juga harus
menghindari posisi duduk, berdiri dalam waktu yang sangat lama.
Kebiasaan tidur larut malam dan kegiatan-kegiatan malam hari harus
dipertimbangkan dan kalau mungkin dikurangi hingga seminimal
mungkin. Tidur malam ± sekitar 8 jam / istirahat / tidur siang ± 1
jam.
10)Persiapan Laktasi
Persiapan menyusui pada masa kehamilan merupakan hal yang
penting karena dengan persiapan dini ibu akan lebih baik dan siap
untuk menyusui banyinya.

11. imunisasi
Imunisasi bukan saat untuk memakai program imunisasi terhadap
berbagai penyakit yang dapat di cegah. Hal ini karena kemungkinan
adanya akibat yang membahayakan janin. Imunisasi harus diberikan
pada wanita hamil hanya imunisasi TT untuk mencegah
kemungkinan tetanus neonatorum. Imunisasi TT harus di berikan
sebanyak 2 kali, dengan jarak waktu TT1 dan TT2 minimal 1 bulan,
dan ibu hamil harus sudah imunisasi lengkap pada umur kehamilan 8
bulan.

e. Ketidaknyamanan saat hamil trimester III dan Cara Mengatasinya

Marmi (2011, hal 134-138) menyatakan ketidaknyamanan dan cara


mengatasinya adalah sebagai berikut.

1) Nocturia (sering berkemih)


Cara mengatasi :
a) Segera mengosongkan kandung kemih saat terasa ingin
berkemih
b) Perbanyak minum pada siang hari
c) Membatasi minuman yang mengandung bahan kafein (teh, kopi,
cola
d) Bila tidur (khususnya malam hari) posisi miring dengan kedua
kaki ditinggikan untuk meningkatkan diureris.
2) Sakit punggung bagian bawah
Cara mengatasi :
a) Berjongkok saat mengambil benda
b) Hindari sandal atau sepatu hak tinggi
c) Gunakan bantal waktu tidur untuk meluruskan punggung.
d) Hindari tidur telentang terlalu lama karena dapat
menyebabkan sirkulasi darah menjadi terhambat.
3. Kram pada kaki
Cara mengatasinya:
a) Mengonsumsi susu yang tinggi kalsium
b) Berlatih dorsofleksi pada kaki untuk meregangkan otot-otot
yang terkena kram
4. Leukorea (keputihan)
a) Memperhatikan kebersihan tubuh pada area genital
b) Memberihkan area genital dari arah depan kea rah belakang
c) Mengganti celana dalam berbahan katun secara rutin
d) Tidak menggunakan douch atau menggunakan semprot untuk
menjaga area genital
5. Oedema
a) Hindari posisi berbaring telentang
b) Hindari posisi berdiri untuk waktu yang lama
c) Istirahat dengan baring ke kiri
d) Dengan kaki agak ditinggikan, angkat kaki ketika duduk atau
istirahat
e) Kaos kaki ketat pada kaki
6. Konstipasi
a) Asupan cairan yang adekuat yaitu minum dengan air putih
minimal 8 gelas perhari
b) Istirahat yang cukup
c) Minum air hangat
d) Makanlah makanan yang berserat dan mengandung serat alami
7. Perut kembung
a) Hindari penggunaan yang mengandung gas
b) Mengunyah makanan secara sempurna
c) Pertahankan kebiasaan BAB teratur
d) Posisi knee chest (posisi seperti sujud tapi dada menempel ke
lantai)
8. Insomnia
a) Penggunaan Teknik relaksasi. Mandi air hangat.
b) Minum-minuman hangat sebelum tidur dan hindari penggunaan
obat tidur.
f. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III
Rukiyah, dkk (2009, hal. 126) menyatakan bahwa tanda bahaya
kehamilan adalah sebagai berikut :

a. Perdarahan vagina
Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah merah,
perdarahan banyak, atau perdarahan dengan nyeri (berarti abortus, KET,
mola hidatidosa).
Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah,
banyak/sedikit, nyeri (berarti plasenta previa dan solusio plasenta).
b. Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit
kepala hebat yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat, kadang-
kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut ibu mungkin menemukan
bahwa penglihatannya kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebat
dalam kehamilan adalah gejala pre-eklampsia.
c. Perubahan visual secara tiba-tiba (pandangan kabur, rabun senja)
Masalah visual yang mengindikasikan keadaan yang mengancam jiwa
adalah perubahan visual mendadak, misalnya pandangan kabur atau
berbayang.
d. Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah beristirahat hal ini bisa
berarti appendicitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang panggul,
persalinan preterm, gastritis, penyakit kantong empedu, abrupsi plasenta,
infeksi saluran kemih, atau infeksi lain.
e. Bengkak pada muka atau tangan
Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada muka
dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat dan disertai dengan keluhan
fisik yang lain. Hal ini dapat merupakan pertanda, anemia, gagal jantung
atau pre-eklampsi.

f. Bayi kurang bergerak seperti biasa


Ibu mulai merasakan gerakan bayinya pada bulan ke 5
atau ke 6, beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya
lebih awal. Jika bayi tidur gerakannya akan melemah. Bayi
harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam.
Gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika ibu berbaring atau
beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.

2. Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Kehamilan

a. Pengertian
Rukiyah, dkk (2009, hal.2) menyatakan bahwa asuhan kehamilan
merupakan pelayanan yang diberikan pada ibu hamil untuk
memonitor, mendukung kesehatan ibu dan mendeteksi ibu apakah ibu
hamil normal atau bermasalah.

b. Tujuan

Rukiyah, dkk (2009, hal 3) Menyatakan bahwa tujuan ANC yaitu :


1) Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan
ibu dan tumbuh kembang bayi.
2) Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental,
sosial ibu dan bayi.
3) Mengenali secara dini ketidaknormalan atau komplikasi yang
mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara
umum,kebidanan dan pembedahan.
4) Mempersiapkan persalinan yang cukup bulan,melahirkan dengan
selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5) Mempersiapkan ibu agar nifas berjalan normal dan pemberian
ASI eksklusif.
6) Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima
kelahiran bayi agar tumbuh kembang normal.
c. Jadwal pemeriksaan kehamilan

Hani,dkk (2010 hal.12) menyatakan kunjungan-kunjungan


antenatal tersebut harus memperoleh sedikitnya 4 kali kunjungan
selama kehamilan, yaitu :
1) 1 kali pada trimester I
2) 1 kali pada trimester II
3) 2 kali pada trimester III
Rukiyah, dkk (2009, hal 123) menyatakan bahwa kunjungan ideal
hamil sebaiknya:
1) Sampai dengan 28 minggu usia kehamilan setiap 4 minggu
2) Antara 28-36 minggu usia kehamilan, setiap 2 minggu
3) Antara 36 minggu usia kehamilan-40 minggu, setiap minggu .
4) Periksa khusus bila ada keluhan.
d. Standar Pelayanan Antenatal Care (ANC)
Kemenkes RI (2018, hal. 1) menyatakan standar pelayanan
Antenatal Care (ANC) meliputi 10T yaitu:
1) Pengukuran Tinggi badan dan Penimbangan berat badan
Pengukuran tinggi badan satu kali pada awal kunjungan, bila
tinggi badan <145cm, maka faktor resiko panggul sempit,

kemungkinan sulit melahirkan normal. Berat badan diukur setiap ibu


datang berkunjung, sejak bulan ke-4 pertambahan berat badan paling
sedikit 1 kg/bulan.
2) Pengukuran tekanan darah
Tekanan darah normal 120/80 mmHg. Apabila tekanan darah
lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg, ada faktor resiko
hipertensi (tekanan darah tinggi) dalam kehamilan.
3) Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA)
Bila < 23,5cm menunjukkan ibu hamil menderita kurang
energi kronis (ibu hamil KEK) dan beresiko melahirkan Bayi Berat
Lahir Rendah (BBLR).
4) Pengukuran tinggi rahim
Pengukuran tinggi rahim berguna untuk melihat pertumbuhan
janin apakah sesuai dengan usia kehamilan.
5) Penentuan letak janin (presentasi janin) dan penghitungan denyut
jantung janin
Apabila trimester III bagian bawah janin bukan kepala atau
kepala belum masuk panggul, kemungkinan ada kelainan letak atau
masalah lain. Bila denyut jantung janin kurang dari 120 kali/menit
atau lebih dari 160 kali/menit menunjukkan ada tanda gawat janin,
segera rujuk.
6) Penentuan status imunisasi Tetanus Toksoid (TT) Tabel
2.1 Jadwal pemberian imunisasi TT
Imunisasi
Selang waktu Lama perlindungan
TT
minimal
Langkah awal
TT 1 pembentukan
kekebalan tubuh
terhadap penyakit
Tetanus
TT 2 1 bulan setelah 3 tahun
TT 1
TT 3 6 bulan setelah 5 tahun
TT 2

TT 4 12 bulan setelah 10 tahun


TT 3
TT 5 12 bulan setelah >25 th
TT 4
b.

Sumber : Kemenkes RI, 2017


7) Pemberian tablet tambah darah
Ibu hamil sejak awal kehamilan minum 1 tablet tambah darah setiap
hari minimal 90 hari. Tablet tambah darah diminum pada malam hari untuk
mengurangi rasa mual.
8) Tes laboratorium
Tes golongan darah, tes hemoglobin, tes pemeriksaan urin, tes
pemeriksaan darah lainnya seperti HIV dan sifilis serta pemeriksaan malaria
pada daerah endemis.
9) Konseling atau penjelasan
Tenaga kesehatan memberi penjelasan mengenai perawatan
kehamilan, pencegahan kelainan bawaan, persalinan dan inisiasi menyusu
dini (IMD), nifas, perawatan bayi baru lahir, ASI ekslusif, keluarga
berencana dan imunisasi pada bayi.
10) Tata laksana dan mendapatkan pengobatan
Jika ibu mempunyai masalah kesehatan pada saat hamil.
e. Standar Antenatal Care (ANC)
Menurut Pudiastuti (2011, hal. 63-64) standar pelayanan
antenatal adalah sebagai berikut :
1) Standar 3: Identifikasi ibu hamil
Bidan melakukan kunjungan ke rumah dan berinteraksi
dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan
penyuluhan dan memotivasi ibu, suami, serta anggota keluarga
lainnya agar mendorong dan membantu ibu untuk
memeriksakan kehamilannya sejak dini secara teratur.

2) Standar 4: Pemeriksaan dan pemantauan antenatal


Bidan memberikan sedikitnya empat kali pelayanan
antenatal. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan anamnesis serta
pemantuan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah
perkembangan janin berlangsung normal. Bidan juga harus
mengenal adanya kelainan pada kehamilan, khususnya anemi,
kurang gizi, hipertensi, PMS atau infeksi HIV. Bidan juga
memberikan pelayanan imunisasi seperti imunisasi TT, nasehat
dan penyuluhan kesehatan.
3) Standar 5: Palpasi abdominal
Untuk memperkirakan usia kehamilan, memeriksa
posisi terendah janin, dan masuknya kepala janin ke rongga
panggul untuk mencari kelainan dan keperluan merujuk.
4) Standar 6: Pengelolaan anemia pada kehamilan
Bidan melakukan tindakan pencegahan seperti
pemberian tablet Fe 90 buah dan atau rujukan untuk
semua kasus anemia pada kehamilan.
5) Standar 7: Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
Untuk mengenali tanda dan gejala preeklamsi
serta mengambil tidakan yang tepat dan merujuknya
6) Standar 8: Persiapan persalinan
Bidan memberi saran yang tepat kepada ibu
hamil, suami, serta keluarganya pada trimester ke-3,
untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang
bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan
direncanakan dengan baik. Transportasi dan biaya untuk
merujuk jika terjadi keadaan gawat darurat.

Anda mungkin juga menyukai