Asset
Misappropriations
Kelompok 5
Penyalahgunaan aset
Penyalahgunaan aset adalah tindakan ilegal
atau tidak etis yang melibatkan penggunaan
aset suatu entitas (perusahaan, organisasi,
atau individu) untuk kepentingan pribadi atau
pihak lain yang tidak berhak.
KATEGORI PENYALAHGUNAAN BERBASIS
KAS
Larceny
Fraudulent
Disbursements
Skimming
Executive Cash
Frauds
1. Larceny
* Pencurian langsung terhadap kas yang telah dicatat dalam pembukuan perusahaan.
* Biasanya terjadi setelah uang diterima dan disimpan.
* Contoh: Mengambil uang tunai dari register kas atau brankas.
2. Fraudulent Disbursements
* Penipuan melalui pengeluaran kas yang tidak sah.
* Biasanya dilakukan dengan memanipulasi dokumen atau sistem pembayaran.
* Contoh:
* Billing schemes (membuat faktur palsu untuk pembayaran fiktif).
* Payroll schemes (membayar pegawai fiktif atau lembur palsu).
* Expense reimbursement fraud (mengajukan klaim penggantian biaya palsu).
* Check tampering (memalsukan atau mencuri cek perusahaan).
3. Skimming
* Pencurian uang tunai sebelum dicatat dalam pembukuan perusahaan.
* Biasanya dilakukan sebelum transaksi masuk ke sistem akuntansi.
* Contoh: Seorang kasir menerima pembayaran dari pelanggan tetapi tidak mencatatnya dan
mengambil uang tersebut.
4. Executive Cash Frauds
* Kecurangan kas yang dilakukan oleh eksekutif atau manajemen tingkat tinggi.
* Biasanya melibatkan jumlah besar dan dilakukan dengan menyalahgunakan wewenang.
* Contoh: CEO mengalihkan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi tanpa persetujuan.
Skema Pencurian Inventaris dan Aset
Lainnya
1. Misuse (Penyalahgunaan Aset)
Penggunaan aset perusahaan untuk kepentingan
pribadi tanpa izin.
Contoh: Menggunakan kendaraan atau peralatan
kantor untuk bisnis pribadi.
Skema Pencurian Inventaris dan Aset
Lainnya
2. Larceny (Pencurian Aset Non-Tunai)
Mencuri barang fisik tanpa upaya menyembunyikannya di
catatan perusahaan.
Contohnya : Seorang karyawan mengambil barang-barang kecil
seperti alat tulis (pulpen, kertas, atau toner printer) untuk
digunakan di rumah tanpa izin.
KORUPSI
Korupsi adalah salah satu kejahatan penyalahgunaan
wewenang tertua yang diketahui manusia. Tradisi
“menyuap” pejabat publik atau orang dalam perusahaan
untuk mendapatkan perlakuan istimewa berakar pada
sistem bisnis paling kasar yang dikembangkan.
Korupsi dapat dibagi menjadi empat jenis skema
berikut:
skema penyuapan
skema konflik kepentingan
skema pemerasan ekonomi
skema gratifikasi ilegal
DAMPAK KORUPSI
Korupsi memiliki dampak yang sangat merugikan, baik bagi
organisasi maupun masyarakat luas. Beberapa dampaknya
antara lain:
Kerugian Finansial
Ketidakadilan
Menghambat Pembangunan
Merusak Reputasi
UPAYA PENCEGAHAN
KORUPSI
Untuk mencegah korupsi, beberapa langkah yang dapat
dilakukan antara lain:
Menerapkan sistem transparansi dan akuntabilitas
dalam pengambilan keputusan.
Menegakkan hukum secara tegas terhadap pelaku
korupsi.
Membangun budaya integritas dan etika dalam
organisasi.
Memberikan pelatihan dan edukasi tentang bahaya
korupsi kepada karyawan dan pejabat.
PENYUAPAN
Penyuapan adalah tindakan melibatkan pemberian,
penerimaan, atau permintaan sesuatu yang bernilai
untuk mempengaruhi tindakan resmi. Istilah “tindakan
resmi” berarti bahwa undang-undang penyuapan
tradisional hanya melarang pembayaran yang dilakukan
untuk mempengaruhi keputusan agen atau pegawai
pemerintah.
Contoh Kasus dan
Pencegahan
Contoh Kasus dibuku :
Seorang karyawan New Jersey Transit mencuri suku cadang bus
dan menjualnya di situs lelang online. Untuk menyembunyikan
kejahatannya, ia mengembalikan barang curian ke inventaris dan
menghapus halaman lelang
Strategi Pencegahan:
Pengawasan ketat terhadap transfer internal.
Audit berkala dan inspeksi mendadak (surprise
audits).
Sistem pelaporan anonim (whistleblowing).
Pemisahan tugas (segregation of duties) untuk
mencegah akses tunggal ke aset berharga.
Thank You