0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan138 halaman

Siklus dan Implementasi Anggaran Publik

Dokumen ini membahas tentang penganggaran sektor publik di Indonesia, termasuk sejarah, teori, dan pendekatan yang digunakan dalam penyusunan anggaran. Terdapat penjelasan mengenai fungsi, karakteristik, dan prinsip anggaran, serta teknik penganggaran seperti anggaran kinerja dan zero-based budgeting. Selain itu, dokumen ini juga menyoroti pentingnya indikator kinerja dan sistem perencanaan dalam penganggaran untuk mencapai tujuan pelayanan publik.

Diunggah oleh

Indri Handayani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan138 halaman

Siklus dan Implementasi Anggaran Publik

Dokumen ini membahas tentang penganggaran sektor publik di Indonesia, termasuk sejarah, teori, dan pendekatan yang digunakan dalam penyusunan anggaran. Terdapat penjelasan mengenai fungsi, karakteristik, dan prinsip anggaran, serta teknik penganggaran seperti anggaran kinerja dan zero-based budgeting. Selain itu, dokumen ini juga menyoroti pentingnya indikator kinerja dan sistem perencanaan dalam penganggaran untuk mencapai tujuan pelayanan publik.

Diunggah oleh

Indri Handayani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kelompok 6

Contents
Anggaran
secara umum
Siklus & Implementasi Anggaran
Siklus & Implementasi Anggaran
You
ASP-REGULER P

KELOMPOK 2
Our Team
CHAPTER 6

SEJARAH DAN
PERKEMBANGAN
PENGANGGARAN
DI PEMERINTAH INDONESIA
3 FASE DALAM PENGELOLAAN
KEUANGAN DAERAH

1 2 3
Era Prareformasi
Era Prareformasi
Era (Pasca)-reformasi (periode 1999-2004)
Era (Pasca)-reformasi (periode 1999-2004)
Era Pasca-reformasi Lanjutan (periode 2004-
Sekarang)
CHAPTER 5

TEORI & KONSEP


PENGANGGARAN
SEKTOR PUBLIK
Pengertian Anggaran Sektor Publik
• Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan
dalam ukuran finansial,… (Mardiasmo, 2009:61)
• Anggaran adalah rencana kegiatan yang diwujudkan dalam bentuk finansial, meliputi usulan pengeluaran yang diperkirakan
untuk suatu periode waktu, serta usulan cara-cara memenuhi pengeluaran tersebut. (Sugijanto dkk., 1995:22)
• … sebagai paket pernyataan perkiraan penerimaan dan pengeluaran yang diharapkan akan terjadi dalam satu atau beberapa
periode mendatang. (Bastian, 2006:163)

Fungsi Anggaran Sektor Publik


• sebagai alat perencanaan
• sebagai alat pengendalian Tujuan Anggaran Sektor Publik
• sebagai alat kebijakan fiskal alat untuk mencapai tujuan dalam rangka memberikan pelayanan kepada
• sebagai alat politik masyarakat yang tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan public
• sebagai alat koordinasi dan komunikasi dan kesejahteraan masyarakat.
• sebagai alat penilaian kerja
• sebagai alat motivasi
• sebagai alat untuk menciptakan ruang publik
Karakteristik
• Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan
• Anggaran umumnya mencakup jangka waktu tertentu, satu atau beberapa tahun, jangka pendek, menengah atau Panjang.
• Berisi komitmen atau kesanggupan manajemen untuk mencapai sasaran yang ditetapkan
• Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak berwenang yang lebih tinggi dari penyusun anggaran
• Sekali disusun, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi tertentu

Prinsip Anggaran Sektor Publik


• Otorisasi oleh legislative
• Komprehensif/Menyeluruh
• Keutuhan Anggaran
• Nondiscretionary Appropriation
• Periodic
• Akurat
• Jelas
• Transparan
Pendekatan Penganggaran
Pendekatan Tradisional
Ciri-ciri:
• Cara penyusunan anggaran berdasarkan pendekatan incrementalism
• Struktur dan susunan anggaran yang bersifat line item
• Cenderung sentralistis
• Bersifat spesifikasi
• Tahunan
• Menggunakan prinsip anggaran bruto

Pendekatan New Public Management


Berfokus pada manajemen sektor public yang berorientasi pada kinerja bukan pada kebijakan.
Oleh karena itu bagian dari reformasi dari new public management adalah dengan kemunculannya
manajemen berbasis kinerja.
Teknik Penganggaran
Anggaran Kinerja
Karakteristik:
• Mengklasifikasikan akun-akun dalam anggaran berdasarkan fungsi dan aktivitas serta unit organisasi dan rincian
belanja
• Menyelidiki dan mengukur aktivitas guna mendapatkan efisiensi maksimum dan standar biaya
• Mendasarkan anggaran untuk periode yang akan dating pada biaya per unit standar dikalikan dengan jumlah unit
aktivitas yang diperkirakan harus dilakukan pada periode tersebut.

Keunggulan
adanya pendelegasian wewenang dalam pengambilan Keputusan, merangsang partisipasi dan memotivasi unit kerja,
pengalokasian dana secara optimal dengan didasarkan efisiensi unit kerja, dan menghindari pemborosan

Kelemahan
• Hanya sedikit dari pemerintah pusat dan daerah yang memiliki staf anggaran yang memiliki kemampuan memadai
• Banyak jasa dana aktivitas pemerintah tidak dapat langsung terukur dalam satuan unit output
• Akun dalam pemerintahan telah secara khusus dibuat dengan dasar anggaran yang dikeluarkan.
• Kadang kala aktivitas langsung diukur biayanya secara detail dan dilakukan pengukuran lainnya tanpa adanya
pertimbangan yang memadai apakah aktivitas tersebut perlu atau tidak
PERAN PEMERINTAH DALAM
MENDUKUNG PERTANIAN

menekankan pada
dapat mengatasi suatu anggaran dimana
efektifitas penyusunan pengeluaran secara primer
kelemahan pendekatan
anggaran. Anggaran dikelompokkan dalam aktivitas
incrementalism dan line-
disusun berdasarkan yang didasarkan pada program
item karena anggaran
pekerjaan atau tugas yang kerja dan ssecara sekunder
diasumsikan mulai dari 0
dijalankan didasarkan pada jenis/karakter
objek dan kinerja
PROGRAM ZERO BASED PLANNING, PROGRAMING,
BUDGETING BUDGETING AND BUDGETING SYSTEM
PERKEMBANGAN TEORI
PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK

Metode penganggaran pertama kali diperkenalkan oleh pemerintah federal Amerika Serikat pada
tahun 1960-an. Penganggaran program berfokus pada tujuan-tujuan pengeluaran pemerintah.

Reformasi selanjutnya datang di tahun 1970-an dalam bentuk zero-based budgeting. Dirancang
untuk meningkatkan kemampuan pengambil keputusan untuk membandingkan lebih dari satu
tingkat rekomendasi dari pengeluaran dari setiap aktivitas program.

Teori sistem terbuka berpendapat bahwa ketika sebuah organisasi memelibara kondisinya lebih
atau kurang mantap selama jangka waktu tertentu, organisasi akan berusaha mengembangkan
sebuah perbedaan, namun tetap memiliki kesamaan yang tinggi pada organisasi.
PENGANGGARAN DAN STANDAR
PELAYANAN MINIMAL (SPM)
tahapan mekanisme penganggaran kegiatan-kegiatan untuk tercapainya SPM.
[Link] antara capaian SPM yang terdapat di RPJMD dengan program-
program urusan wajib pemerintah ke dalam kebijakan umum anggaran serta
prioritas dan plafon anggaran sementara.
[Link] rincian kegiatan untuk masing-masing program dalam rangka
pencapaian SPM dengan mengacu pada indikator kinerja, dan batas waktu
pencapaian SPM yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
[Link] urutan prioritas ketiatan-kegiatan untuk mencapai SPM. Salah
satu metode untuk menentukan proritas kegiatan adalah dengan metode
analytic hierarchy process (AHP).
[Link] besarnya plafon anggaran untuk masing-masing kegiatan dengan
menggunakan ASB.
PENGANGGARAN DAN STANDAR PELAYANAN
MINIMAL (SPM)
Pembiayaan mengacu pada program/langkah
kegiatan.

Investasi fisik hanya untuk sarana/prasarana yang Prinsip-prinsip


terkait langsung dengan penerapan SPM.
Tidak menghitung kebutuhan belanja secara
perhitungan
keseluruhan dan menghitung seluruh langkah kegiatan
tanpa memandang sumber biaya. anggaran pada
Perhitungan kebutuhan biaya dengan memperhatikan
capaian tahun sebelumnya.
SPM
Tidak menghitung kebutuhan belanja per unit
kerja.
KONSEP
CHAPTER 4
ANGGARAN
Perencanaan
Proses akuntansi manajemen merupakan integrasi Strategis
yang tidak terpisahkan antara perencana dan Perencanaan
Operasional
pengendalian. Tahap-tabap penting dari proses
perencanaan dan pengendalian ada lima, yaitu:
[Link] strategis berupa penyusunan
tujuan dan sasaran yang bersifat fundamenta Pelaporan Analisis Revisi Proses
dan Umpan Balik Anggaran Penganggara
dan jangka panjang. n

[Link] operasional
[Link] penganggaran
[Link] dan pengukuran, Pengendalian &
Pengukuran
[Link], analisis, dan umpan balik
Anggaran juga dapat dikatakan sebagai pernyataan mengenai estimasi kinerja
yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu dalam ukuran finansial.
Fungsi anggaran dalam manajemen organisasi sektor publik.
[Link] sebagai alat perencanaan.
[Link] sebagai alat pengendalian.
[Link] sebagai alat kebijakan.
[Link] sebagai alat politik
[Link] sebagai alat koordinasi dan komunikasi
[Link] sebagai alat penilaian kinerja
[Link] sebagai alat motivasi

JENIS-JENIS ANGGARAN
[Link] operasional dan anggaran modal (current vs capital budgets)
[Link] berdasarkan pengesahan (tentative enacted budgets)
[Link] dana umum vs anggaran dana khusus (general vs special budgets)
[Link] tetap vs anggaran fleksibel (fixed vs flexible budget)
[Link] eksekutif vs anggaran legislatif (executive vs legislative budget)
Pembuatan anggaran adalah
suatu proses yang berkelanjutan.
Pada organisasi sektor publik
pembuatan anggaran umumnya
melewati lima tahapan.
[Link] (preparation)
[Link] lembaga legislatif
(legislative enactment)
[Link] (administration)
[Link] (reporting)
[Link] (post-audit)
Bagian berikut menjelaskan klasifikasi menurut GFS yang kemudian menjadi
dasar sistematika anggaran di banyak negara.
Pendapatan (revenue) Beban (expense)
Revenue adalah kenaikan kekayaan bersih sebagai Expense adalah penurunan kekayaan bersih sebagai
akibat dari adanya transaksi. Dalam manual GFS, akibat terjadinya transaksi. Dalam manual GFS,
pendapatan diklasifikasikan menjadi beberapa jenis expense diklasifikasikan menjadi beberapa kategori
berikut: berikut:
[Link] [Link] of employees
[Link] contribution [Link] of goods and services
[Link] (grants) [Link] of fixed capital
[Link] lain-lain [Link]
—Property income [Link] (grants)
—Sales of goods and services [Link] sosial (social benefits)
—Denda, penalti, dan forfeits [Link] expense
—Transfer sukarela selain hibah Other expense terdiri atas beberapa kategori, yaitu:
—Miscellaneous and unidentified revenue —Property expene other than interest
—Miscellaneous other expense.
TERIMA KASIH
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
Kelompok 3
Akuntansi Sektor Publik
Dosen Pengampu:
Dr. Deasy Ariyanti Rahayuningsih S.E., [Link]., CSRS., CSRA.

Start
Anggota
202250125 - Jennifer Thurana
202250258 - Salsa Diva Aura Singarimbun
202250263 - Trida Krismawati
202250299 - Dessy Natalia
202250316 - Evelyn Natasha
BAB 5
Pendekatan
Penyusunan
Anggaran
Sumber: Deddi Nordiawan dan
Ayuningtyas Hertianti. 2014. Akuntansi
Sektor Publik, Salemba Empat
Pendekatan Tradisional
Ciri-ciri pendekatan tradisional: Kekurangan:
● Disusun berdasarkan daftar ● Terpaku pada sumber daya
belanja yang akan dilakukan, yang sudah ada,
● Bertujuan membatasi atau ● Berpusat pada nilai uang,
mengendalikan ● Hasil laporan tidak memuat
pengeluaran, informasi yang cukup untuk
● Umumnya bersifat menilai kinerja,
incremental. ● Mendorong pembuatan
keputusan yang salah,
Keuntungan: Bentuknya ● Mendorong pengeluaran
sederhana dan mudah daripada penghematan,
dipersiapkan. ● Dan lain-lain.
Pendekatan kinerja Kelebihan :
1) Mengalihkan perhatian dari
Karakteristik :
pengendalian anggaran ke
❏ Menggelompokkan Anggaran
pengendalian manajerial.
berdasarkan program atau aktivitas. 2) Mendorong perencanaan yang baik.
❏ Setiap program atau aktivitas dilengkapi 3) Manajemen memiliki pengendalian
dengan indikator kinerja lebih terhadap bawahannya.
❏ dicirikan dengan diterapkannya unit 4) Anggaran kinerja menekankan pada
costing. aktivitas yang memakai anggaran
Kekurangan :
daripada besarnya jumlah anggaran
1) Tidak banyak personel bagian anggaran. terpakai.
2) Terkadang terdapat kondisi yang sulit. 5) Dianggap lebih sesuai dengan
3) Sering terjadi aktivitas diukur biayanya secara organisasi sektor publik
detail
INDIKATOR KINERJA
CREAM :
Indikator Kinerja merupakan komponen ➔ Clear
penting dalam penganggaran berbasis kinerja ➔ Relevant
➔ Economics
❖ Definisi : Ukuran Kuantitatif dan ➔ Adequate
Kualitatif
❖ Terdapat 3 indikator Kinerja Yaitu;
1. Indikator masukkan (Inputs) SMART :
2. Indikator Keluaran (Output) ➔ Specific
3. Indikator Hasil (Income) ➔ Measurable
➔ Achievable
➢ Kegiatan Pembangunan Jalan ➔ Relevance
➢ Penyelenggaraan kelompok ➔ Telebound
CONTOHNYA : Belajar Membaca dan Menulis
PLANNING,
PROGRAMMING,
AND BUDGETING
SYSTEM-PPBS
Loading…
PLANNING, PROGRAMMING, AND
BUDGETING SYSTEM-PPBS

Program Planning and Budgeting System (PPBS) dikembangkan


untuk mengatasi kelemahan sistem penganggaran tradisional
dan berbasis kinerja.

1. Memastikan alokasi sumber daya yang lebih efektif


2. Menghubungkan perencanaan dan penganggaran,
3. Fokus pada hasil yang berorientasi pada tujuan strategis.

Loading…
PLANNING, PROGRAMMING, AND
BUDGETING SYSTEM-PPBS
1. PPBS menyatu dengan proses perencanaan organisasi.
2. Program dan aktivitas dirumuskan dari visi, misi, dan tujuan
perencanaan.
3. Indikator kinerja dikembangkan sesuai dengan sasaran
strategis.
4. Pendekatan ini mempertimbangkan kebutuhan biaya jangka
menengah untuk konsistensi tujuan.
Loading…
PLANNING, PROGRAMMING, AND
BUDGETING SYSTEM-PPBS

KELEBIHAN PPBS KETERBATASANN PPBS

1. Perencanaan Jangka Panjang 1. Kesulitan Kesepakatan Tujuan


2. Evaluasi Tahunan 2. Tujuan Umum
3. Keputusan Terpusat 3. Fokus Jangka Pendek
4. Keterbatasan Data
5. Kesulitan Pengukuran
6. Resistensi Tradisional
Logical Framework (LFA)
Langkah-Langkah Logical Framework dalam mendesain program dan kegiatan
● Tentukan sudut pandang (point of View)
● Tentukan Project Development objective
● Tentukan output yang dihasilkan dalam proyek yang dilaksanakan
● Tentukan aktivitas yang akan dijalankan yang mengarah pada
pencapaian impact
● Tentukan input yang akan digunakan dalam menjalankan proyek
● Tentukan indikator kinerja
● Tentukan asumsi dan risiko
● Monitoring dan Evaluasi
● Means of Verification
Pendekatan Zero Based
Berikut proses dari anggaran berbasis nol (Zero based budgeting-ZBB)
1. Membagi semua operasi dari organisasi ke dalam unit-unit
keputusan
2. Dasar untuk pembagian adalah aktivitas secara spesifik, jasa spesifik
yang diberikan subunit organisasi atau aktivitas alternatif yang
dilakukan untuk mencapai tujuan dari program.
3. Memilih cara terbaik untuk menyediakan jasa dengan berdasarkan
analisis biaya manfaat atau analisis lain
4. Menentukan pilihan atas beberapa unit organisasi sehingga didapat
keputusan tentang banyaknya jasa yang akan disediakan (sama
dengan tahun lalu, ditambah, atau dikurangi).
Keuntungan & Kelemahan Pendekatan Zero Based

Keuntungan : Kelemahan :
● Menghemat biaya ● Memerlukan banyak sumber daya.
● Memfokuskan perhatian pada biaya ● Sulit mendapatkan data yang
& manfaat dari jasa yang diberikan diperlukan
● Mendorong pencarian cara baru
untuk menyediakan jasa.
● Meningkatkan kemampuan
manajemen
BAB 3
Anggaran sebagai Objek
Akuntansi Sektor Publik
Sumber: Abdul Halim dan Muhammad Syam Kusufi. 2014. Teori, Konsep dan
Aplikasi Akuntansi Sektor Publik: Dari Anggaran hingga Laporan keuangan,
dari Pemerintah Hingga Tempat Ibadah, Penerbit Salemba Empat
Pengukuran Kinerja
=> ASP menyediakan data-data keuangan yang
akurat dan relevan.
Transparansi dan Akuntabilitas
Keterkaitan => ASP menjamin transparansi dalam pengelolaan
keuangan negara dan daerah.
Keuangan
Negara Dan Pengambilan Keputusan
=> Keputusan terkait kebijakan anggaran, alokasi
Daerah Dengan sumber daya, dan prioritas pembangunan.
Akuntansi
Perencanaan Keuangan
Sektor Publik => ASP membantu pemerintah dalam menyusun
perencanaan keuangan yang realistis dan terukur.
Pengendalian Intern
=> Pengendalian internal efektif mencegah
terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan
keuangan negara.
Sistem Akuntansi Keuangan sebagai
Bagian dari Penganggaran Sektor Publik

PROSES OUTPUT
AKUNTANSI Laporan keuangan

INPUT
Bukti transaksi

Pihak Pihak
Internal Eksternal

Sistem Akuntansi
Dalam lingkup pengelolaan
keuangan negara atau
penganggaran sektor
publik, sistem akuntansi
diperlukan pada tahap
pelaksanaan.
BAB 12
Public Sector Accounting dan
Budgetary Accounting:
Memahami Posisi Anggaran
dalam Akuntansi Sektor Publik
Sumber: Abdul Halim dan Muhammad Syam Kusufi. 2014. Teori, Konsep dan
Aplikasi Akuntansi Sektor Publik: Dari Anggaran hingga Laporan keuangan,
dari Pemerintah Hingga Tempat Ibadah, Penerbit Salemba Empat
SITUASI INTERNASIONAL ATAS PENGELOLAAN KEUANGAN
PENGGUNAAN BASIS AKRUAL NEGARA/DAERAH DI INDONESIA
● Dalam Akuntansi Pemerintah, Pengelolaan Keuangan dan tanggung jawab
Penerapan Basis Akrual yang paling keuangan Negara di tinjau dari sisi ekonomi dan
di pilih banyak oleh negara. manajemen Nombre de la Publik Finance or Public
Financial Management
● Tujuan : Untuk menjamin Proses
Pelaporan keuangan, penganggaran,
sección
Terdapat 4 Masalah Utama dalam Pengeloaan
dan proyeksi fiskal pemerintah Keuangan Negara :
menjadi lebih baik. 1. Accounting
2. Budgeting
3. Controlling/Purchasing
4. Auditing
Anggaran Sektor Publik
● Anggaran sektor publik adalah proses alokasi
sumber daya terbatas untuk memenuhi
kebutuhan yang tidak terbatas, berperan
strategis dalam pengelolaan kekayaan
organisasi publik.

● Selain sebagai rencana tahunan, anggaran juga


merupakan bentuk akuntabilitas dalam
pengelolaan dana publik, mencakup rencana
pelayanan, estimasi biaya, dan perkiraan sumber
pendapatan yang akan diperoleh organisasi.
Prinsip-Prinsip Penyusunan
Anggaran Sektor Publik
1. Otorisasi oleh Legislatif
2. Komprehensif
3. Keutuhan
4. Nondiscretionary Apropriasi
5. Periodik
6. Akurat
7. Jelas
8. Transparan
Konsep Anggaran Sektor Publik
Aspek-aspek yang harus tercakup dalam
anggaran sektor publik meliputi:

1. aspek perencanaan;

2. aspek pengendalian;

3. aspek akuntabilitas publik.


Akuntansi Anggaran Sebagai Bagian dari
Akuntansi Sektor Publik
Akuntansi Sistem pencatatan yang berfokus pada pengelolaan
Anggaran anggaran, termasuk perencanaan, pelaksanaan, serta
pelaporan anggaran yang telah ditetapkan.

Jenis-Jenis Anggaran dalam Peran Akuntansi Anggaran


Sektor Publik dalam Sektor Publik
➔ Anggaran Pendapatan dan ★ Pengendalian Keuangan.
Belanja Negara (APBN). ★ Perencanaan Keuangan.
➔ Anggaran Pendapatan dan ★ Akuntabilitas dan
Belanja Daerah (APBD). Transparansi.
➔ Anggaran Berbasis Kinerja. ★ Evaluasi Kinerja.
Kelompok
1
Akuntansi Sektor Publik
Anggota
202250004 Catherine Anastasya

202250013 Vanessa Ivana

202250044 Andrienne Ivana Aurellia

202250107 Elisa

202250283 Nur Livia Melyza


Chapter 1 Sektor Publik dan
perbandingannya dengan
Sektor Komersial
Beberapa kesamaan tersebut antara lain sebagai
berikut:
1. Menggunakan sumber daya yang sama dalam sistem
perekonomian tersebut.
[Link] sumber daya ekonomi yang terbatas untuk
mencapai tujuan tujuannya.
[Link] mempunyai pola manajemen keuangan yang sama.
[Link] beberapa hal, keduanya mempunyai output produk yang
sama.
Hal-hal umum yang membedakan organisasi sektor public
dengan Perusahaan disektor komersial:

[Link] organisasi
Perusahaan Komersial bertujuan memaksimalkan kesejahteraan pemegang
saham melalui penciptaan keuntungan, Organisasai sektor public bertujuan
meningkatkan kesejahteraan Masyarakat melalui pelayanan.
[Link] sumber pendanaan
Perusahaan komersial didanai melalui hasil operasi Perusahaan bersangkutan,
selain investasi dari pemegang saham. Organisasi sektor public mendanai
operasinya melalui sumbangan atau donasi yang bersifat sukarela.
[Link] perundangan
Organisasi sektor public, khususnya Lembaga pemerintah, harus melakukan
aktivitasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Definisi Organisasi
Sektor Publik
Keberadaan organisasi sektor public sangat dibutuhkan oleh
Masyarakat. Hal ini didasarkan pada kondisi-kondisi berikut.

[Link] sektor public merupakan [Link] sektor publik diperlukan


penyedia barang public (public goods) dalam rekayasa struktur sosial
Barang public adalah barang yang Organisasi Sektor Publik (OSP) adalah
memiliki 2 karakteristik. sebuah entitas ekonomi yang
1) barang public adalah komoditas yang menyediakan barang dan jasa publik.
keberadaanya tidak melalui persaingan untuk meningkatkan kesejahteraan
antar penyedianya (non rivarlry). masyarakat, bukan untuk mencari
2) tidak dapat diterapkan prinsip keuntungan finansial.
pengecualian bagi para penggunanya
(non- excludability).
Jenis-Jenis Organisasi
Sektor Publik
[Link] Pemerintah 2. Organisasi Nirlaba Milik Pemerintah
[Link] pusat, termasuk di dalamnya: [Link] tinggi BHMN,
1)kementerian [Link] sakit milik pemerintah seperti
2)lembaga dan badan negara seperti KPU, RSCM, RS Daerah,
KPK, dan lain-lain. [Link]-yayasan milik pemerintah
[Link] daerah, termasuk di
dalamnya:
1)Satuan Kerja Perangkat Daerah seperti
Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan.

[Link] Nirlaba Milik Swasta


[Link] seperti Sampoerna Foundation, Dompet
Dhuafa Republika.
[Link] dan universitas swasta,
[Link] sakit milik swasta
Chapter 10
Penetapan Harga Barang
dan Jasa Publik di
Indonesia (Perbandingan
Dengan Sektor Bisnis)
Definisi
• Pelayanan Publik: Kegiatan yang dilakukan
oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat. Tujuan utama adalah
kesejahteraan masyarakat.
• Pelayanan Swasta: Kegiatan yang dilakukan
oleh bisnis untuk mencari keuntungan.
Golongan Pelanggan dan
Persamaan Pelayanan
Publik dan Swasta
Persamaan
Pelayanan Publik
Golongan Pelanggan dan Swasta
• Berusaha memenuhi
• Pelanggan Internal
harapan pelanggan dan
• Pelanggan Eksternal
mendapatkan
kepercayaan.
• Kepercayaan pelanggan
adalah jaminan
keberlangsungan hidup
organisasi
Karakteristik
Pelayanan Publik
• Bentuk layanan yang berbeda
• Keterkaitan antar layanan
• Peran pelanggan internal
• Hubungan antara Efisiensi, Efektivitas, dan
Mutu Pelayanan
• Masyarakat sebagai Pelanggan Tidak
Langsung
• Tujuan Akhir Pelayanan Publik
Pengelompokan
Barang dan Jasa
Pembeda
Layanan Publik
dan Swasta
• Dasar Pengambilan Keputusan
• Penggerak Utama
• Akses Publik terhadap Informasi
• Keadilan Pasar vs. Keadilan Kebutuhan
• Tujuan Utama
• Peran Pelanggan
• Persaingan
Penentuan Harga Pelayanan
Publik
Konsekuensi dari
Faktor yang
kebijakan harga Tantangan dalam
mempengaruhi
• Memberikan secara penentuan harga
penentuan harga
gratis • Menyeimbangkan
• Jumlah barang publik
• Menetapkan harga berbagai kepentingan
• Biaya Produksi
tertentu • Keputusan yang
• Faktor eksternal
• Mengizinkan kompleks
• Tujuan Pemerintah
keuntungan
Pelayanan Publik yang
dapat Dijual
Dalam buku mardiasmo disebutkan bahwa pemerintah dapat
menarik tarif untuk beberapa layanan tertentu baik secara langsung
maupun tidak langsung melalaui perusahaan milik pemerintah.

Dibebankannya tarif pelayanan publik oleh pemerintah disebabkan


oleh beberapa alasan, seperti :
1. Adanya barang privat dan barang publik
[Link] ekonomi
[Link] keuntungan
Dasar Pembeban Tarif
Pelayanan Sektor Swasta
Faktor Internal Faktor Eksternal
Perusahaan Perusahaan
• Tujuan Pemasaran • Sifat Pasar dan
Perusahaan Permintaan
• Strategi Bauran • Persaingan
Pemasaran
• Biaya
Dasar Pembeban Tarif
Pelayanan Publik
• Pertimbangan • Standar Pelayanan
Penyediaan Barang Miniimum (SPM)
Publik • Keterlibatan
• Jenis Pembebanan Tarif Stakeholder
• Kesulitan dalm • Regulasi dan Undang-
Penentuan Tarif Undang
• Strategi Penetapan
Harga
Chapter 11
Sistem Reward dan
Punishment : Sebuah
perbandingan antara sektor
publik dan bisnis
Sistem Reward and Punishment
Menurut Yuwono ada 3 hal yang dapat dilakukan untuk mencapai hasil yang diharapkan
melalui pengukuran kinerja :

[Link] kinerja dapat mempertinggi produktivitas para karyawan, tetapi harus


dilaksanakan dalam suatu cara sehingga dapat meningkatkan komitmen karyawan untuk
lebih produktif

[Link] kinerja yang akurat menuntut lebih dari sekedar alat pemberi nilai kinerja dan tidak
hanya terjebak pada angka-angka formalism administrasi

[Link] kinerja yang akurat dan adil sangat kecil kemungkinan ditentang karyawan, justru
sebaliknya meningkatkan produktivitas meningkatkan produkstivitas yang lebih besar.
Kajian teoritis dalam sistem
reward dan punishment
Menurut Mardismo pengukuran kinerja sektor public adalah untuk membantu memperbaiki
kinerj pemerintah sebab dengan adanya ukuran kinerja dapat membantu pemerintah
berfokus pada tujuan dan sasaran program unit kerja, mengakolasikan sumber daya dan
pembuatan Keputusan dan mewujudkan pertanggungjawaban public dan memperbaiki
komunikasi kelembagaan

Tujuan sistem pengukuran kinerja secara umum ada 4 dalam Mardismo


[Link] strategi secara lebih baik
[Link] kinerja untuk menyeimbangkan ukuran kinerja finansial di mana ukuran
berdasarakan anggaran yang telah dibuat dan nonfinansial dimana diukur dengan balanced
scorecard
[Link] pemahamam kepentingan ,anajer level menengah dan bawah serta
memotivasi perncapaian goal conguence
[Link] mencapau kepuasaan individu kolektif yang rasional
Reward and Punishment
Reward atau Positive Incentive adalah outcome yang meingkatkan kepuasaan dari kebutuhan individu.
Tujuan : memberikan individual lebih termotivasi dengan kemungkinan menghasilkan reward daripada
ketakutan punishment

Punishment atau Negative incentive adalah out come yang menurunkan kepuasaan dari kebutuhaan individu.

Teori Pengharapan (Expectacy Teori)


Gudono menuliskan teori pengharapan menggangap motivasi mempunyai 3 unsur :
[Link] mengenai hubungan antara usaha (effort) dan kinerja ( performance),
penambahan usaha akan meningkatkan kinerja(unsur expectancy)
[Link] hubungan antara kinerja dan hasil (outcome) dan kinerja yang baik akan
memunculkan hadiah atau outcomes atau reward
[Link] daya tarik hadiah (outcome reward) tersebut bagi seseorang (unsur valance)
Teori Penguatan
Menurut teori penguatan dibentuk melalui penentuan konsekuensi tindakan yang diatur sesuati dengan
tujuan organisasi. Ada 4 konsekuensi tindakan:
[Link] reinforcement
[Link] reinforcement
[Link] (Punishment)
[Link]

Teori Keagenan
Menurut Anthony dan Govindarajan konsep keagenan adalah hubungan atau kontrak antara principal dan
agen (agent).
Dalam perusahaan sektor bisnis, pemegang saham dan atasan bertindak sebagai principal dan ceo dan
bawahan sebagai agent mereka. Sedangkan di dalam sektor public , atasan bertindak sebagai principal
dan bawahan sebagai agent mereka
Teori Keagenan
Reward dan punishment merupakan salah satu sistem kompensasi dan intensif yang baik untuk memotivasi agent agar
bekerja atas kepentingan terbaik principal. Model dilema agent menunjukan alur pikir masalah keagenan :
[Link] adalah rasional
[Link] oleh principal kepada agent dilakukan agar agent mengeluarkan effort yang besar dengan cara
memberi reward pada agent sehingga agent berusaha memaksimlakan upayannya agar mendapatkan rewards yang
besar
[Link] yang diterima agent tergantung pada output yang dia hasilkan dan output tersebut tergantung pada jumlah
usaha(effort) yang ia keluarkan
[Link] memiliki “target” tententu dan hanya mau bekerja jika jumlah reward yang ia terima minimal sebesar target
tersebut.

Perbedaan organisasi sektor


publik dengan bisnis
Terdapat 4 perbedaan
• Perbedaan Tujuan
• sifat output yang dihasilkan
• Hubungan antara inout dan output
• sektor public tidak beroperasi berdasarkan market forces
Perbedaan Sistem
Pengukuran Kerja
Terdapat 4 perspektif
• perspektif stakeholder dan finansial, melihat dari sudut pandang penyedia
sumber daya
• perspektif pelanggan, indikator tentang bagaimana pelanggan melihat
organisasi (tingkat kepuasan, survei, keluhan)
• perspektif proses internal, produktifitas, kualitas, waktu penyerahan, waktu
tunggu dll
• perspektif inovasi dan pembelajaran, seberapa jauh manfaat dari
pengembangan baru dan bagaimana hal ini dapat memberi kontribusi
keberhasilan masa depan
Perbedaan Indikator
Kinerja
Terdapat 4 perspektif
• perspektif keuangan, memiliki tujuan seperti pertumbuhan revenue,
penurunan cost dan penggunaan aset
• perspektif pelanggan, peningkatan pangsa pasar, retensi pelanggan,
kepuasan pelanggan dll
• perspektif proses bisnis internal, peningkatan jumlah produk, penurunan
waktu pengembangan, peningkatan kualitas proses, efisiensi proses dll
• perspektif inovasi dan pembelajaran, peningkatan kualitas karyawan,
motivasi dan keterlibatan dan peningkatan kemampuan SI
Tabel Pengukuran
Kinerja dengan BSC
Terima
Kasih
PRESENTASI

AKUNTANSI
SEKTOR PUBLIK
CHAPTER : 7, 14, 21

Dosen Pembimbing: KELOMPOK


DR. DEASY ARIYANTI RAHAYUNINGSIH S.E., [Link]., CSRS., CSRA.. 5
202250065 - YOHANA SUTANTO

202250081 - ANGGITA TRI RAHAYU


NAMA ANGGOTA
202250090 - GRACIELLA PATRICIA H

202250148 - FEBRINA MANURUNG

202250173 - PAULUS D.A DHARMAWAN


Chapter 7
Tujuan dan Fungsi Laporan Keuangan
Sektor Publik
Tujuan dan Fungsi laporan keuangan menurut Mardiasmo (2002)

Kepatuhan dan pengelolaan


Akuntabilitas dan Retrospektif
Perencanaan dan Informasi Otorisasi
Hubungan Masyarakat
Sumber Fakta dan Gambaran
Kelangsungan Organisasi
Pengguna laporan keuangan sektor
publik
Derbin et Al (1981) Borgonovi & Anessi Pessina GASB
(1997)
1. Pembayar pajak 1. Masyarakat pengguna jasa publik Masyarakat yang kepadanya
2. Pemberi Bantuan 2. Masyarakat pembayar pajak
pemerintah bertanggung
3. Investor 3. Perusahaan dan Organisasi sosial
jawab
4. Pengguna Jasa [Link] dan masyarakat
Legislatif dan badan
5. Karyawan 5. Badan-badan internasional
6. Investor asing dan analis negara
pengawas yang secara
6. Pemasok
7. Generasi mendatang langsung mewakili rakyat
7. Dewan legislatif
8. Lembaga negara investor dan kreditor yang
8. Manajemen
9. Kelompok politik memberikan pinjaman
9. pemilih
10. Dewan pengawas 10. Manajer publik dan/atau berpartisipasi dalam
11. Pegawai pemerintah proses pemberian pinjaman.
Laporan keuangan sektor
publik
Laporan keuangan diantaranya:
Laporan keuangan sektor publik
Neraca atau laporan posisi
dibagi menjadi dua :
keuangan
Laporan keuangan yang
Laporan operasi atau laporan
menunjukkan posisi keuangan
aktivitas atau laporan realisasi
organisasi pada waktu tertentu
anggaran
Laporan keuangan yang
Lapiran arus kas
menjelaskan perubahan atas
Laporan perubahan ekuitas
posisi keuangan tersebut.
Catatan atas laporan keuangan
Laporan keuangan sektor
publik
Dalam konteks Indonesia, acuan penyusunan laporan
keuangan bagi organisasi sektor publik adalah :
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 45
tentang laporan keuangan organisasi nirlaba.
Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) yang dituangkan
dalam peraturan pemerintah PP nomor 24 tahun 2005.
Chapter 14
Perjalanan Reformasi Akuntansi Keuangan
Pemerintah di Indonesia
01. 02. 03. 04.
1974-1999 2000-2005 2005-2010 2010-sekarang
UUPI dan ICW diundangkan Ada 2 Undang-Undang Diterbitkan 3 paket UU
yang menjadi tonggak tentang keuangan negara
pada tanggal 10 Juni
diterapkannya otonomi yaitu, UU no 17 tahun 2003,
1927dalam Staatsblad Penerapan akuntansi
daerah yaitu, UU nomor UU no 1 tahun 2004, UU no 15
tahun 1925 nomor 448 dan pemerintahan berbasis akrual
22 tahun 1999 tentang tahun 2004. Untuk
selanjutnya diubah dan mengamandemen, dengan dikeluarkannya PP
diundangkan dalam peraturan daerah dan UU nomor 71 tahun 2010 tentang
diterbitkan UU no 32 tahun
lembaran negara 1954 nomor 25 tahun 1999 SAP yang menggantikan PP
2004 (UU no 22 tahun 1999),
nomor 6, 1954 nomor 9, dan tentang perimbangan UU no 32 tahun 2004 (UU no nomor 24 tahun 2005 tentang
UU nomor 9 tahun 1968, keuangan pemerintah 22 tahun 1999, dan UU no 33 SAP, yang telah berlaku selama
dan untuk keuangan pusat dan daerah, dan tahun 2004 (UU no 25 tahun 5 tahun

daerah diatur dalam UU telah melahirkan PP nomor 1999). PP no 24 tahun 2005


nomor 6 tahun 1974. 105 tahun 2000 dan ditetapkan sebagaistandar
kemendagri nomor 29 akuntansi pemerintah.
Basis Kas VS Basis Akrual: Konsep dan
Implementasinya dalam Akuntansi Anggaran
Kelemahan sistem Keuntungan penerapan
basis akrual
akuntansi basis kas Memberikan ketelitian dalam menyajikan laporan
keuangan pemerintah Daerah dan memungkinkan
Informasi yang lebih untuk melakukan penilaian secara lengkap
terhadap kinerja pemerintah
kompleks tidak dapat
dihasilkan Lebih akurat dalam melaporkan nilai
aset, kewajiban, maupun pembiayaan
pemerintah
Hanya terfokus pada
aliran kas dan Memungkinkan melakukan cut off secara
lebih sempurna dan menginformasikan
mengabaikan aliran nilai-nilai ekonomis yang terkandung
sumber daya lain dalam suatu periode tertentu.

Pertanggungjawaban kepada publik


Meningkatkan transparansi dalam
jadi terbatas hanya pada
pengelolaan keuangan pemerintah
penggunaan kas dan tidak pada
dalam rangka akuntabilitas publik
sumber daya lainnya
Perkembangan Akuntansi Berbasis Akrual Di Berbagai
Negara

Amerika Uni Eropa Indonesia

Di Amerika Serikat, penggunaan Di negara-negara anggota Uni Penerapan penuh akuntansi


akuntansi berbasis akrual sudah lama Eropa, implementasi akuntansi berbasis akrual di Indonesia di
diterapkan dalam sektor swasta berbasis akrual berkembang sektor publik dimulai pada tahun
dengan penggunaan Generally secara bertahap, terutama 2015, meskipun masih menghadapi
Accepted Accounting Principles (GAAP) beberapa tantangan dalam hal
setelah dorongan dari Uni Eropa
yang dikembangkan oleh Financial infrastruktur dan sumber daya
dan European Public Sector
Accounting Standards Board (FASB).
Accounting Standards (EPSAS). manusia.
Pro Kontra Mengadopsi Akuntansi Akrual Dalam
Sektor Publik

PRO KONTRA

Transparansi yang Lebih Baik Kompleksitas Implementasi


Akuntabilitas yang Ditingkatkan Biaya Implementasi yang Tinggi
Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik Tantangan Kapasitas Sumber Daya Manusia
Pengelolaan Aset dan Kewajiban yang Kebingungan dalam Pengambilan
Lebih Efisien Keputusan Politik
Memenuhi Standar Internasional Perubahan Budaya Organisasi
Kendala-Kendala Yang Dihadapi

Keterbatasan Kapasitas Sumber


Daya Manusia (SDM)
Infrastruktur Teknologi Informasi
yang Tidak Memadai
Biaya Implementasi yang Tinggi
Resistensi terhadap Perubahan
Kurangnya Komitmen Manajemen
Chapter 21
Teori Akuntansi Dalam
Akuntansi Sektor Publik
01. 02. 03.
OBJEKTIVITAS KONSISTENSI DAYA BANDING
Dalam konteks akuntansi Dalam konteks akuntansi sektor Daya banding dalam konteks
sektor publik, prinsip publik, prinsip konsistensi teori akuntansi sektor publik
objektivitas ini menjadi merujuk pada prinsip yang merujuk pada kemampuan
semakin krusial karena sektor untuk membandingkan
menyatakan bahwa kebijakan
informasi keuangan antar
publik bertanggung jawab dan metode akuntansi yang entitas atau periode waktu
atas pengelolaan sumber digunakan oleh suatu entitas yang berbeda. Konsep ini
daya publik, termasuk harus diterapkan secara terus- penting karena memberikan
pengelolaan anggaran menerus dari periode ke dasar untuk menilai kinerja,
pemerintah, aset publik, dan periode, sehingga laporan transparansi, dan
pelaporan keuangan yang akuntabilitas dalam
keuangan dapat dengan
akurat dan transparan kepada pengelolaan sumber daya
mudah dibandingkan.
masyarakat. publik
Teori Akuntansi Dalam
Akuntansi Sektor Publik
04. 05. 06.
TEPAT WAKTU EKONOMIS DALAM MATERIALITAS
PENYAJIAN LAPORAN
Laporan keuangan harus
disajikan tepat waktu agar bisa
mendukung pengambilan Penyajian laporan keuangan
keputusan. Jika terlambat, memerlukan biaya, jadi Informasi dianggap penting
keputusan ekonomi, sosial, dan manfaatnya harus lebih besar jika kesalahan atau
politik bisa terhambat. Ketepatan daripada biayanya. Laporan kelalaiannya bisa memengaruhi
waktu memengaruhi relevansi pemerintah sebaiknya hanya keputusan pengguna. Penilaian
informasi akuntansi, jadi perlu menyajikan informasi yang ini bersifat subjektif, tapi harus
metode yang efektif agar benar-benar memberikan didasarkan pada penilaian
laporan tidak terlalu cepat atau manfaat lebih dibandingkan profesional, bukan pendapat
terlambat. biaya pembuatannya. pribadi.
Akuntansi dibagi menjadi 2 bagian yaitu;
1. Akuntansi Keuangan
2. Akuntansi manajemen
Sistem
Akuntansi sektor publik dibagi menjadi;
Akuntansi 1. Akuntansi keuangan sektor publik
2. Akuntansi manajemen sektor publik
Keuangan 4 aturan dasar sistem akuntansi keuangan:

Sektor Publik 1. Identifikasi kegiatan yang relevan


2. Pengklasifikasian tepat
3. Sistem pengendalian
4. Menghitung dampak tiap operasi
Ada beberapa teknik akuntansi keuangan yang
bisa digunakan di sektor publik, yaitu:
1. Akuntansi Anggaran
Teknik - Teknik 2. Akuntansi Komitmen
3. Akuntansi Dana
Akuntansi 4. Akuntansi Kas
5. Akuntansi Akrual
Keuangan Mardiasmo (2009) menjelaskan bahwa kelima
teknik ini tidak saling meniadakan. Artinya,
Sektor Publik menggunakan satu teknik tidak berarti menolak
teknik lainnya. Sebuah organisasi bisa memakai
berbagai teknik akuntansi sekaligus, bahkan
kelima teknik ini bisa diterapkan bersama-sama.
Akuntansi Anggaran
Akuntansi anggaran di sektor publik mencatat dan membandingkan
anggaran dengan realisasi untuk mendukung perencanaan dan
akuntabilitas, berbeda dengan akuntansi keuangan yang fokus pada
pelaporan.

Akuntansi Komitmen
Akuntansi komitmen mencatat transaksi saat order dibuat, berbeda
dari akuntansi akrual yang mencatat saat faktur diterima atau
dikeluarkan.
Akuntansi Dana (Fund Accounting)
Vatter adalah pemikir akuntansi yang pertama kali mengembangkan teori
akuntansi dana untuk tujuan bisnis. Kemudian, akuntansi dana ini
diadopsi oleh organisasi nonprofit yang berhubungan dengan dana kas.

Akuntansi Kas
Akuntansi kas mencatat pendapatan saat uang diterima dan pengeluaran saat
uang dibayarkan. Kelebihannya adalah mencatat pengeluaran yang nyata, namun
GAAP tidak merekomendasikannya karena tidak mencerminkan kinerja
sebenarnya.
Akuntansi Akrual

Akuntansi berbasis Akrual dalam sektor publik bertujuan


untuk menentukan biaya pelayanan publik dan menetapkan
tarif yang dibebankan kepada masyarakat
Implementasi Teknik Akuntansi Keuangan Sektor Publik
di Indonesia
Akuntansi Anggaran
PP No. 71 Thn 2010
Akuntansi anggaran merupakan teknik pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen
yang digunakan untuk membantu pengelolaan pendapatan, belanja, transfer, dan
pembiayaan
Akuntansi Dana/Keuangan Negara
UU No. 17 Thn 2003
APBN/APBD harus menunjukkan dari manakah pengeluaran itu dilakukan dan untuk
apa pengeluaran tersebut, serta harus menunjukkan plafon maksimum pengeluaran
dan jangka waktu pengeluaran tersebut.
Akuntansi Kas
PP No. 24 Thn 2005

Sistem pemerintah di Indonesia membangun basis akuntansi kas menuju akrual atau
kombinasi antara akuntansi akrual dengan akuntansi kas
Sistem Pencatatan Akuntansi
Pemerintah di Indonesia
Hanya dicatat satu kali
Single Tidak memberikan informasi yang komprehensif dan
Entry mencerminkan kinerja yang sesungguhnya

Melibatkan sisi debit (kiri) dan kredit (kanan)


Double Persamaan dasar akuntansi
Entry

Double entry ditambah pencatatan pada buku anggaran


Triple Berpengaruh pada sisa anggaran
Entry
Prosedur Akuntansi Sektor Publik di
Indonesia
AGENDA MASA DEPAN

Tantangan Masa Strategi yang akan


Mendatang dilakukan
1. Komitmen dari pimpinan 1. Melakukan riset untuk mengidentifikasi
2. Tersedianya SDM yang kompeten kebutuhan pemakai
3. Resistensi terhadap perubahan 2. Memperoleh penerapan akuntansi
4. Lingkungan atau masyarakat pemerintahan
3. Mendorong keterlibatan perguruan tinggi
dan lembaga diklat
4. Meningkatkan keterlibatan profesi
akuntansi
5. Mengembangkan akuntansi berbasis
akrual penuh
Thank You!
KELOMPOK 4

AKUNTANSI
SEKTOR
PUBLIK
CHAPTER 4, 6 & 28
ANGGOTA

202250018 ELBIE PRISCILA

202250062 ALEXANDRA PUTRI

202250070 JANICE VALERIE

202250244 FARISA ELSA


CHAPTER 4

Negara &
Pemerintah
sebagai Sasaran
Akuntansi
Sektor Publik
NEGARA DAN PEMERINTAH
NEGARA
ORGANISASI WILAYAH DENGAN KEKUASAAN TERTINGGI YANG SAH , DITAATI DAN DIDUDUKI OLEH RAKYAT ATAU
KELOMPOK SOSIAL , DIATUR OLEH LEMBAGA POLITIK DAN PEMERINTAH YANG EFEKTIF, BERDAULAT, DAN MEMILIKI HAK
MENENTUKAN TUJUAN NASIONALNYA.

PEMERINTAH

SISTEM YANG MENJALANKAN WEWENANG UNTUK MENGATUR KEHIDUPAN SOSIAL, EKONOMI, DAN POLITIK SUATU
NEGARA ATAU BAGIAN-BAGIAN TERSEBUT, YANG DIPEGANG OLEH SEKELOMPOK ORANG DENGAN TANGGUNG JAWAB
TERBATAS DALAM PENGGUNAAN KEKUASAAN

RUANG LINGKUP KEUANGAN NEGARA


RUANG LINGKUP NEGARA : RUANG LINGKUP TINGKAT DAERAH :
1. APBN 1. APBD
2. BUMN 2. BUMD

MENURUT UU NO. 17 TAHUN 2003 TENTANG KERUGIAN NEGARA, PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN DALAM MERUMUSKAN
KEUANGAN NEGARA ADALAH DARI SISI OBJEK,SUBJEK, PROSES, DAN TUJUAN.
ASAS - ASAS UMUM PENGELOLAAN
KEUANGAN NEGARA
TAHUNAN PEMERIKSAAN KEUANGAN OLEH BADAN
UNIVERSALITAS PEMERIKSA YANG BEBAS DAN MANDIRI
KESATUAN SPESIALITAS
AKUNTABILITAS BERORIENTASI PADA PROFESIONALITAS
HASIL PROPORSIONALITAS
KETERBUKAAN DALAM PENGELOLAAN
KEUANGAN NEGARA

KEKUASAAN ATAS KEUANGAN NEGARA


PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA SEBAGAI BAGIAN DARI KEKUASAAN PEMERINTAHAN
DIPEGANG OLEH PRESIDEN SELAKU KEPALA PEMERINTAHAN.
PENGATURAN SECARA JELAS KEKUASAAN ATAS PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA
ADALAH PRINSIP POKOK YANG TRANSPARAN DAN AKUNTABEL, YANG BERPENGARUH
BESAR DALAM TUJUAN BERNEGARA YANG DISUSUN DAN DILAKSANAKANNYA APBN DAN
APBD.
APBN
ANGGARAN ADALAH ALAT AKUNTABILITAS,
MANAJEMEN, DAN KEBIJAKAN EKONOMI BERFUNGSI
UNTUK MEWUJUWDKAN PERTUMBUHAN DAN
STABILITAS PEREKONOMIAN SERTA PEMERATAAN
PENDAPATAN ALAM RANGKA MENCAPAI TUJUAN
BERNEGARA.

FUNGSI ANGGARAN NEGARA YAITU :


1. SEBAGAI PEDOMAN BAGI PEMERINTAH
2. SEBAGAI ALAT PENGAWAS BAGI MASYARAKAT
TERHADAP KEBIJAKSANAAN
3. SEBAGAI ALAT PENGAWAS BAGI MASYARAKAT
TERHADAP KEMAMPUAN PEMERINTAH
APBD
(ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH)
DEFINITION UNSUR - UNSUR
Rencana operasional keuangan pemda, di mana : KEGIATAN DAN PROYEK
RENCANA KEGIATAN
1. Menggambarkan perkiraan pengeluaran setinggi - DALAM BENTUK ANGKA
SUATU DAERAH
tingginya guna membiayai kegiatan - kegiatan dan
proyek - proyek daerah selama satu tahun anggaran
tertentu. SUMBER PERIODE
2. Menggambarkan perkiraan dan sumber - sumber PENERIMAAN ANGGRAN

penerimaan daerah guna menutupi pengeluaran -


pengeluaran yang dimaksud.

PERTANGGUNGJAWABAN
PELAKSANAAN APBN DAN APBD PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA
Pemerintah pusat dan daerah menyampaikan Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuangan Negara :
laporan realisasi semester pertama kepada Laporan keuangan yang dibagi menjadi laporan
DPR/DPRD pada akhir Juli tahun anggaran pelaksanaan anggaran.
bersangkutan untuk memberikan informasi Pengelolaan dan pencatatan uang dan barang milik
mengenai perkembangan pelaksanaan APBN/APBD negara/daerah dilakukan secara terpisah.
Fokus pengukuran dari suatu entitas akuntansi
menentukan apa yang akan dilaporkan. Jenis aktiva
dan kewajiban apa saja yang diakui secara
akuntansi dan dilapoorkan di neraca.
APBD ERA - REFORMASI APBD PRA - REFORMASI

PERUBAHAN 1 PERUBAHAN 2 Pos Pembiayaan merupakan usaha agar APBD semakin


informatif, yaitu memisahkan pinjaman dna pendapatan
Terdiri atas :
Terdiri atas :
1. Pendapatan (pendapatan daerah. Selain iru pos pembiayaan juga merupakan
1. Anggaran Rutin ......
(pendapatan dan belanja rutin)
daerah, penerimaan alokasi surplus atau sumber penutupan defisit anggaran
pembangunan, dan UKP)
2. Anggaran Pembangunan
2. Belanja (belanja rutin (10) dan
(pendapatan dan belanja
belanja pembangunan (21)
BENTUK APBD TERBARU
pembangunan)

PERUBAHAN 3
1. PENDAPATAN (PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD); DANA
Bagian Pendapatan ; pendapatan
yang berasal dari pemberian PERTIMBANGAN ; PENDAPATAN LAIN-LAIN DAERAH YANG SAH)
pemerintah dan/atau instansi yang
lebih tinggi (yang termasuk di 2. BELANJA (BELANJA TIDAK LANGSUNG & BELANJA
dalamnya bagi hasil pajak/bukan
pajak dan sumbangan dan bantuan)
LANGSUNG)
3. PEMBIAYAAN (SUMBER PENERIMAAN & PENGELUARAN
DAERAH)
KARAKTERISTIK APBD
1. APBD disusun oleh DPRD bersama-sama dengan kepala daerah
2. Menggunakan line item budgeting dalam menyusun anggaran
3. Siklus APBD terdiri atas perencanaa, pelaksanaan, pengawasan, pemeriksaan, penyusunan, dan
penetapan APBD.
4. Pengawasan APBD mencakup pemeriksaan laporan dan tidak melibatkan aspek kinerja.
5. Pengawasan terhadap pengeluaran daerah berfokus pada kepatuhan hukum, efisiensi dan hasil
program
6. Akuntansi keuangan daerah menggunakan sistem kameral.
KONDISI PERENCANAAN
PENGANGGARAN DI INDONESIA SAAT INI
PENDEKATAN PENYUSUSAN
KRISIS EKONOMI 1998
DAN DAMPAK APBN
RENCANA KERJA ANGGARAN
Terfokus pada tiga pos utama, yang menyita 60% belanja negara
Anggaran Terpadu (Unified Budgeting)
(2005-2007):
Mengintegrasikan anggaran belanja rutin dan belanja pembangunan
Perlindungan sosial
Transfer dana ke daerah untuk menciptakan transparansi dan fokus pada kinerja secara
Beban bunga surat utang untuk rekapitalisasi perbankan keseluruhan.
Menilai biaya investasi dan operasional secara bersamaan dalam
pengambilan keputusan.
KETERBATASAN
FLEKSIBILITAS FISKAL Penganggaran Berbasis Kinerja (Performance-Based Budgeting)
Menekankan pada kejelasan tujuan dan indikator kinerja.
Beban APBN tinggi, terutama pada gaji pegawai (~12%
Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya serta
pengeluaran), mengurangi fleksibilitas fiskal untuk memberikan
pengambilan keputusan kebijakan dalam jangka menengah.
stimulus ekonomi.
FLEKSIBILITAS FISKAL Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (Medium Term Expenditure
DAN TANTANGANNYA Framework - MTEF)
Pentingnya fleksibilitas APBN dalam memberikan stimulus dan Menghubungkan perencanaan dan penganggaran dengan perspektif
menciptakan kondisi ekonomi yang kondusif bagi sektor swasta. jangka menengah.
Mengembangkan disiplin fiskal dan alokasi sumber daya yang lebih
strategis.
DUA KELEMAHAN UTAMA Mengurangi ketidakpastian masa depan dalam penyediaan dana, serta
PERENCANAAN PENGANGGARAN
memperhitungkan keberlanjutan fiskal jangka menengah.
Kontrol Harga Input yang Mikro : Proses penganggaran yang
berfokus pada kontrol harga input mengurangi efisiensi diskusi
anggaran.
Orientasi Penganggaran Tahunan : Penganggaran jangka
pendek membuat kebijakan kurang terarah untuk tujuan
jangka panjang.
KONDISI FAKTUAL PENERAPAN AKUNTANSI
SEKTOR PUBLIK (PEMERINTAHAN) DI INDONESIA
Pengaruh Sistem Koreksi Terhadap Sistem
Politik dan Pemerintahan Keuangan Negara
Akuntansi sektor publik berkembang seiring Koreksi Pertama : Penyatuan anggaran rutin dan pembangunan
yang sebelumnya dikelola oleh dua lembaga berbeda.
perubahan sistem politik dan pemerintahan.
Koreksi Kedua :Penghapusan anggaran non-budgeter.
Reformasi 1998 membawa sistem demokratis Koreksi Ketiga : Penerbitan tiga undang-undang di bidang
dan otonomi daerah yang menuntut keuangan negara (2003-2004).
Koreksi Keempat : Implementasi Standar Akuntansi
transparansi dan akuntabilitas keuangan.
Pemerintahan (SAP) berbasis akrual melalui PP No. 71 Tahun 2010.

Kendala dalam Pelaksanaan Pengaruh Kebijakan pada


Keuangan Daerah Akuntansi Sektor Publik
Kurangnya kepercayaan antara pemerintah pusat Perubahan aturan keuangan negara mempengaruhi
dan daerah. penerapan akuntansi sektor publik.
Perubahan drastis dari pendekatan top-down
menjadi bottom-up. Sistem politik dan pemerintahan sangat
Paradigma baru penganggaran berbasis kinerja menentukan perkembangan akuntansi sektor publik
membutuhkan waktu adaptasi. di masa depan.
Sinergi yang lemah antara Kebijakan Umum APBD
(KUA) dan prioritas pembangunan daerah.
Proses perencanaan anggaran yang memakan
waktu lama.
CHAPTER 6

Teknik
Akuntansi
Sektor Publik
AKUNTANSI DANA (FUND ACCOUNTING)
Dana adalah sebuah kesatuan akuntansi tersendiri yang terpisah berdasarkan tujuan
tertentu. Satu dana itu memiliki kesatuan akun sendiri yang terdiri atas aset (aktiva), utang,
dan modal.
Kesatuan dana-dana yang dimiliki organisasi sektor publik dapat digolongkan menjadi
dua :
Dana yang bisa dibelanjakan (Expendable fund)
Dana yang disediakan untuk membiayai aktivitas-aktivitas yang bersifat non bisnis yang
menjadi bagian dari tujuan organisasi sektor publik.
Dana yang tidak bisa dibelanjakan (non Expendable fund)
Dana yang dipisahkan untuk aktivitas-aktivitas yang bersifat bisnis. dana ini digunakan
sebagai pendukung dari Expendable fund.
Persamaan Akuntansi Dana :
AKTIVA = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA
AKUNTANSI ANGGARAN (BUDGETARY
ACCOUNTING)

Menyajikan akun-akun operasinya dengan menggunakan format yang sama


dengan anggarannya

Tujuannya melihat cara pelaksanaan anggaran yang sudah dibuat, dapat


dikendalikan dan dipertanggungjawaban kepatuhannya.
Organisasi sektor publik menyajikan informasi tentang anggaran dan realisasinya
ke dalam dua kolom secara bersama-sama. untuk mendapatkan penyajian
tersebut, dikembangkan beberapa alternatif metode dan teknik pencatatan :
Mencatat anggaran sebagai sebuah transaksi tersendiri dan memperlakukan
setiap akun anggaran sebagai akun buku besar tersendiri yang setara dengan
akun lainnya
Mencatat anggaran sebagai sebuah transaksi tersendiri dan
menempatkannya sebagai akun di buku besar pembantu di setiap akun riilnya
Menjadikan anggaran sebagai informasi yang melekat di setiap buku besar
AKUNTANSI KOMITMEN (COMMITMENT
ACCOUNTING)

Sistem akuntansi yang diterapkan oleh beberapa pemerintahan mengakui transaksi


ketika organisasi berkomitmen terhadap transaksi tersebut, artinya transaksi tidak
diakui ketika kas dibayarkan atau diterima ataupun ketika faktur diterima atau
dikirimkan, tetapi pada titik yang lebih awal ketika pesanan dibuat atau diterima.

Pencatatan tersebut bertujuan sebagai encumbrance atau penghalang atas


dilakukannya belanja pada jenis atau kelompok yang sama sehingga menyebabkan
terlampauinya anggaran belanja yang bersangkutan.

Fungsi utama akuntansi komitmen adalah dalam kontrol anggaran.


Akuntansi komitmen berfokus pada pesanan yang telah dibuat.
ILUSTRASI PENCATATAN
AKUNTANSI KOMITMEN

Beban pemesanan Rp200.000.000


Cadangan pemesanan Rp200.000.000
(Jurnal saat melakukan pemesanan)

Cadangan pemesanan Rp200.000.000


Beban pemesanan Rp200.000.000
(Jurnal balik untuk menghapus beban pemesanan
ketika transaksi riil telah dilaksanakan)
Belanja perlengkapan Rp190.000.000
Beban pemesanan Rp190.000.000
(Jurnal untuk mencatat transaksi pembelian
perlengkapan berdasarkan dokumen transaksi)
BASIS AKUNTANSI DAN FOKUS PENGUKURAN

BASIS KAS BASIS KAS MODIFIKASI


Menampilkan informasi yang dihasilkan basis
Melakukan pengakuan hanya berdasarkan
kas, sekaligus juga menyajikan informasi
kas masuk dan kas keluar, basis kas
yang hanya bisa dimunculkan oleh basis
biasanya juga memiliki fokus pengukuran
[Link] kas modifikasi menggunakan
hanya pada kas.
fokus pengukuran atas semua sumber daya

BASIS AKRUAL BASIS AKRUAL MODIFIKASI


Basis akrual yang mencatat transaksi-transaksi
Mengakui transaksi pada saat terjadi dan
sesuai dengan kejadiannya, tidak semata-mata
biasanya mempunyai fokus pengukuran
pada sat kas diterima atau dibayarkan. Basis ini
pada semua sumber daya yang dimiliki (all
mempunyai fokus pengukuran hanya pada
resourcess).
sumber daya yang bersifat lancar dan lebih
banyak diimplementasikan pada organisasi
sektor publik yang menggunakan multidana
dalam akuntansi pemerintahannya
BASIS KAS MODIFIKASI

Dilakukan jurnal tambahan untuk mengakui transaksi-transaksi yang memengaruhi


penyajian unsur-unsur non-current resources. Contoh :

Belanja modal pembelian kendaraan Rp200.000.000


Kas Rp200.000.000
(Jurnal untuk mengakui pembelian-basis
kas dengan fokus pengukuran kas)
Kendaraan Rp200.000.000
Ekuitas dana yang diinvestasikan dalam aset tetap Rp200.000.000
(Jurnal tambahan untuk mengakui akun
kendaraan)
CHAPTER 28

AKUNTANSI UNTUK
INSTITUSI PENDIDIKAN
PADA PERGURUAN TINGGI
(UNIVERSITAS) YANG
BERSTATUS BADAN
LAYANAN UMUM (BLU)
AKUNTANSI UNIVERSITAS

American accounting Association adalah akuntansi sebagai suatu proses mengidentifikasi pengukuran pencatatan pelaporan
keuangan dari suatu organisasi atau entitas

Universitas adalah salah satu institusi pendidikan yang berbentuk perguruan tinggi praktik akuntansi

Jenis Universitas dikelompokkan menjadi dua :


1. universitas yang dikelola oleh swasta atau private university
2. Universitas yang dikelola oleh pemerintah atau public University

A. Siklus akuntansi Universitas B. Struktur Dana di universitas


Dana lancar
Pencatatan Dana yang penggunaanya tidak terbatas ( unrestricted
Tahap pengikhtisaran current fund)
Dana yang penggunaannya terbatas ( restricted current
Tahap laporan fund)
Dana pinjaman (loan funds)
Dana abadi (endowment fund)
Dana anuitas dan pensiun (annuity and life income funds)
Dana pembangunan (plant funds)
BADAN LAYANAN UMUM (BLU)

Definisi : berdasarkan peraturan pemerintahan nomor 23 tahun 2005


tentang pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum adalah instansi
lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan
kepada masyarakat berupa penyediaan barang atau jasa
Tujuan : untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka
memajukan kesejahteraan umum dengan memberikan fleksibilitas dalam
pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas serta
praktek bisnis yang sehat
Asas-asas BLU sebagai berikut:
Operasi sebagai unit kerja kementerian negara atau lembaga
Menjadi perangkat pencapaian tujuan kementerian negara atau
lembaga
Menyelenggarakan kegiatan tanpa mengutamakan pencarian
keuntungan
Menjadi penyelenggara Layanan Umum dengan praktis bisnis yang
sehat
AKUNTANSI BADAN LAYANAN UMUM (BLU)
UNIVERSITAS
A. Penyusunan Laporan keuangan BLU : BLU Mempunyai kewajiban Untuk
menyusun dua laporan keuangan yaitu standar akuntansi keuangan (SAK)dan
laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi pemerintah (SAP)
AKUNTANSI BADAN LAYANAN UMUM (BLU)
UNIVERSITAS
AKUNTANSI BADAN LAYANAN UMUM (BLU)
UNIVERSITAS
B. LAPORAN KEUANGAN BLU BERDASARKAN SAP

PENDAPATAN KEWAJIBAN
Semua penerimaan kas Umum Negara (KUN) timbul saat aset telah diterima atau blu telah
yang menambahkan ekuitas dana lancar membuat perjanjian seperti pembelian aset
1. Pendapatan usaha dari jasa layanan yang tidak dapat dibatalkan
2. Pendapatan hibah 1. Kewajiban jangka pendek
3. Pendapatan lainnya 2. Kewajiban jangka panjang

ASET EKUITAS DANA


Sumber daya ekonomi yang dimiliki dan atau kekayaan bersih pemerintah yaitu selisih
dikuasai BLU yang timbul akibat transaksi antara aset dan utang Blu
atau peristiwa di masa lalu dan di masa 1. Ekuitas dana lancar
depan 2. Ekuitas dana Investasi
IMPLIKASI PENERAPAN BLU TERHADAP APLIKASI
AKUN TANSI

KEUANGAN DAN ANGGARAN PENGOLAHAN PIUTANG DAN UTANG


Dapat memberikan piutang terkait dengan
Dana yang diterima menjadi penerimaan tagihan sedangkan terkait dengan
negara bukan pajak (PNPB) penghapusan piutang harus berdasarkan
dengan PP nomor 14 tahun 2005

PENGELOLAAN ASET PENGELOLA INVESTASI


Aset yang dioperasionalkan di Universitas BLU tidak diperkenankan untuk melakukan
akan masuk sebagai kategori barang milik investasi jangka panjang kecuali atas
negara dan pengelolaannya harus mengikuti persetujuan Menteri Keuangan.
aturan yang diterbitkan oleh negara yaitu PP
Nomor 6 Tahun 2006
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai