Siklus dan Implementasi Anggaran Publik
Siklus dan Implementasi Anggaran Publik
Contents
Anggaran
secara umum
Siklus & Implementasi Anggaran
Siklus & Implementasi Anggaran
You
ASP-REGULER P
KELOMPOK 2
Our Team
CHAPTER 6
SEJARAH DAN
PERKEMBANGAN
PENGANGGARAN
DI PEMERINTAH INDONESIA
3 FASE DALAM PENGELOLAAN
KEUANGAN DAERAH
1 2 3
Era Prareformasi
Era Prareformasi
Era (Pasca)-reformasi (periode 1999-2004)
Era (Pasca)-reformasi (periode 1999-2004)
Era Pasca-reformasi Lanjutan (periode 2004-
Sekarang)
CHAPTER 5
Keunggulan
adanya pendelegasian wewenang dalam pengambilan Keputusan, merangsang partisipasi dan memotivasi unit kerja,
pengalokasian dana secara optimal dengan didasarkan efisiensi unit kerja, dan menghindari pemborosan
Kelemahan
• Hanya sedikit dari pemerintah pusat dan daerah yang memiliki staf anggaran yang memiliki kemampuan memadai
• Banyak jasa dana aktivitas pemerintah tidak dapat langsung terukur dalam satuan unit output
• Akun dalam pemerintahan telah secara khusus dibuat dengan dasar anggaran yang dikeluarkan.
• Kadang kala aktivitas langsung diukur biayanya secara detail dan dilakukan pengukuran lainnya tanpa adanya
pertimbangan yang memadai apakah aktivitas tersebut perlu atau tidak
PERAN PEMERINTAH DALAM
MENDUKUNG PERTANIAN
menekankan pada
dapat mengatasi suatu anggaran dimana
efektifitas penyusunan pengeluaran secara primer
kelemahan pendekatan
anggaran. Anggaran dikelompokkan dalam aktivitas
incrementalism dan line-
disusun berdasarkan yang didasarkan pada program
item karena anggaran
pekerjaan atau tugas yang kerja dan ssecara sekunder
diasumsikan mulai dari 0
dijalankan didasarkan pada jenis/karakter
objek dan kinerja
PROGRAM ZERO BASED PLANNING, PROGRAMING,
BUDGETING BUDGETING AND BUDGETING SYSTEM
PERKEMBANGAN TEORI
PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK
Metode penganggaran pertama kali diperkenalkan oleh pemerintah federal Amerika Serikat pada
tahun 1960-an. Penganggaran program berfokus pada tujuan-tujuan pengeluaran pemerintah.
Reformasi selanjutnya datang di tahun 1970-an dalam bentuk zero-based budgeting. Dirancang
untuk meningkatkan kemampuan pengambil keputusan untuk membandingkan lebih dari satu
tingkat rekomendasi dari pengeluaran dari setiap aktivitas program.
Teori sistem terbuka berpendapat bahwa ketika sebuah organisasi memelibara kondisinya lebih
atau kurang mantap selama jangka waktu tertentu, organisasi akan berusaha mengembangkan
sebuah perbedaan, namun tetap memiliki kesamaan yang tinggi pada organisasi.
PENGANGGARAN DAN STANDAR
PELAYANAN MINIMAL (SPM)
tahapan mekanisme penganggaran kegiatan-kegiatan untuk tercapainya SPM.
[Link] antara capaian SPM yang terdapat di RPJMD dengan program-
program urusan wajib pemerintah ke dalam kebijakan umum anggaran serta
prioritas dan plafon anggaran sementara.
[Link] rincian kegiatan untuk masing-masing program dalam rangka
pencapaian SPM dengan mengacu pada indikator kinerja, dan batas waktu
pencapaian SPM yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
[Link] urutan prioritas ketiatan-kegiatan untuk mencapai SPM. Salah
satu metode untuk menentukan proritas kegiatan adalah dengan metode
analytic hierarchy process (AHP).
[Link] besarnya plafon anggaran untuk masing-masing kegiatan dengan
menggunakan ASB.
PENGANGGARAN DAN STANDAR PELAYANAN
MINIMAL (SPM)
Pembiayaan mengacu pada program/langkah
kegiatan.
[Link] operasional
[Link] penganggaran
[Link] dan pengukuran, Pengendalian &
Pengukuran
[Link], analisis, dan umpan balik
Anggaran juga dapat dikatakan sebagai pernyataan mengenai estimasi kinerja
yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu dalam ukuran finansial.
Fungsi anggaran dalam manajemen organisasi sektor publik.
[Link] sebagai alat perencanaan.
[Link] sebagai alat pengendalian.
[Link] sebagai alat kebijakan.
[Link] sebagai alat politik
[Link] sebagai alat koordinasi dan komunikasi
[Link] sebagai alat penilaian kinerja
[Link] sebagai alat motivasi
JENIS-JENIS ANGGARAN
[Link] operasional dan anggaran modal (current vs capital budgets)
[Link] berdasarkan pengesahan (tentative enacted budgets)
[Link] dana umum vs anggaran dana khusus (general vs special budgets)
[Link] tetap vs anggaran fleksibel (fixed vs flexible budget)
[Link] eksekutif vs anggaran legislatif (executive vs legislative budget)
Pembuatan anggaran adalah
suatu proses yang berkelanjutan.
Pada organisasi sektor publik
pembuatan anggaran umumnya
melewati lima tahapan.
[Link] (preparation)
[Link] lembaga legislatif
(legislative enactment)
[Link] (administration)
[Link] (reporting)
[Link] (post-audit)
Bagian berikut menjelaskan klasifikasi menurut GFS yang kemudian menjadi
dasar sistematika anggaran di banyak negara.
Pendapatan (revenue) Beban (expense)
Revenue adalah kenaikan kekayaan bersih sebagai Expense adalah penurunan kekayaan bersih sebagai
akibat dari adanya transaksi. Dalam manual GFS, akibat terjadinya transaksi. Dalam manual GFS,
pendapatan diklasifikasikan menjadi beberapa jenis expense diklasifikasikan menjadi beberapa kategori
berikut: berikut:
[Link] [Link] of employees
[Link] contribution [Link] of goods and services
[Link] (grants) [Link] of fixed capital
[Link] lain-lain [Link]
—Property income [Link] (grants)
—Sales of goods and services [Link] sosial (social benefits)
—Denda, penalti, dan forfeits [Link] expense
—Transfer sukarela selain hibah Other expense terdiri atas beberapa kategori, yaitu:
—Miscellaneous and unidentified revenue —Property expene other than interest
—Miscellaneous other expense.
TERIMA KASIH
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
Kelompok 3
Akuntansi Sektor Publik
Dosen Pengampu:
Dr. Deasy Ariyanti Rahayuningsih S.E., [Link]., CSRS., CSRA.
Start
Anggota
202250125 - Jennifer Thurana
202250258 - Salsa Diva Aura Singarimbun
202250263 - Trida Krismawati
202250299 - Dessy Natalia
202250316 - Evelyn Natasha
BAB 5
Pendekatan
Penyusunan
Anggaran
Sumber: Deddi Nordiawan dan
Ayuningtyas Hertianti. 2014. Akuntansi
Sektor Publik, Salemba Empat
Pendekatan Tradisional
Ciri-ciri pendekatan tradisional: Kekurangan:
● Disusun berdasarkan daftar ● Terpaku pada sumber daya
belanja yang akan dilakukan, yang sudah ada,
● Bertujuan membatasi atau ● Berpusat pada nilai uang,
mengendalikan ● Hasil laporan tidak memuat
pengeluaran, informasi yang cukup untuk
● Umumnya bersifat menilai kinerja,
incremental. ● Mendorong pembuatan
keputusan yang salah,
Keuntungan: Bentuknya ● Mendorong pengeluaran
sederhana dan mudah daripada penghematan,
dipersiapkan. ● Dan lain-lain.
Pendekatan kinerja Kelebihan :
1) Mengalihkan perhatian dari
Karakteristik :
pengendalian anggaran ke
❏ Menggelompokkan Anggaran
pengendalian manajerial.
berdasarkan program atau aktivitas. 2) Mendorong perencanaan yang baik.
❏ Setiap program atau aktivitas dilengkapi 3) Manajemen memiliki pengendalian
dengan indikator kinerja lebih terhadap bawahannya.
❏ dicirikan dengan diterapkannya unit 4) Anggaran kinerja menekankan pada
costing. aktivitas yang memakai anggaran
Kekurangan :
daripada besarnya jumlah anggaran
1) Tidak banyak personel bagian anggaran. terpakai.
2) Terkadang terdapat kondisi yang sulit. 5) Dianggap lebih sesuai dengan
3) Sering terjadi aktivitas diukur biayanya secara organisasi sektor publik
detail
INDIKATOR KINERJA
CREAM :
Indikator Kinerja merupakan komponen ➔ Clear
penting dalam penganggaran berbasis kinerja ➔ Relevant
➔ Economics
❖ Definisi : Ukuran Kuantitatif dan ➔ Adequate
Kualitatif
❖ Terdapat 3 indikator Kinerja Yaitu;
1. Indikator masukkan (Inputs) SMART :
2. Indikator Keluaran (Output) ➔ Specific
3. Indikator Hasil (Income) ➔ Measurable
➔ Achievable
➢ Kegiatan Pembangunan Jalan ➔ Relevance
➢ Penyelenggaraan kelompok ➔ Telebound
CONTOHNYA : Belajar Membaca dan Menulis
PLANNING,
PROGRAMMING,
AND BUDGETING
SYSTEM-PPBS
Loading…
PLANNING, PROGRAMMING, AND
BUDGETING SYSTEM-PPBS
Loading…
PLANNING, PROGRAMMING, AND
BUDGETING SYSTEM-PPBS
1. PPBS menyatu dengan proses perencanaan organisasi.
2. Program dan aktivitas dirumuskan dari visi, misi, dan tujuan
perencanaan.
3. Indikator kinerja dikembangkan sesuai dengan sasaran
strategis.
4. Pendekatan ini mempertimbangkan kebutuhan biaya jangka
menengah untuk konsistensi tujuan.
Loading…
PLANNING, PROGRAMMING, AND
BUDGETING SYSTEM-PPBS
Keuntungan : Kelemahan :
● Menghemat biaya ● Memerlukan banyak sumber daya.
● Memfokuskan perhatian pada biaya ● Sulit mendapatkan data yang
& manfaat dari jasa yang diberikan diperlukan
● Mendorong pencarian cara baru
untuk menyediakan jasa.
● Meningkatkan kemampuan
manajemen
BAB 3
Anggaran sebagai Objek
Akuntansi Sektor Publik
Sumber: Abdul Halim dan Muhammad Syam Kusufi. 2014. Teori, Konsep dan
Aplikasi Akuntansi Sektor Publik: Dari Anggaran hingga Laporan keuangan,
dari Pemerintah Hingga Tempat Ibadah, Penerbit Salemba Empat
Pengukuran Kinerja
=> ASP menyediakan data-data keuangan yang
akurat dan relevan.
Transparansi dan Akuntabilitas
Keterkaitan => ASP menjamin transparansi dalam pengelolaan
keuangan negara dan daerah.
Keuangan
Negara Dan Pengambilan Keputusan
=> Keputusan terkait kebijakan anggaran, alokasi
Daerah Dengan sumber daya, dan prioritas pembangunan.
Akuntansi
Perencanaan Keuangan
Sektor Publik => ASP membantu pemerintah dalam menyusun
perencanaan keuangan yang realistis dan terukur.
Pengendalian Intern
=> Pengendalian internal efektif mencegah
terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan
keuangan negara.
Sistem Akuntansi Keuangan sebagai
Bagian dari Penganggaran Sektor Publik
PROSES OUTPUT
AKUNTANSI Laporan keuangan
INPUT
Bukti transaksi
Pihak Pihak
Internal Eksternal
Sistem Akuntansi
Dalam lingkup pengelolaan
keuangan negara atau
penganggaran sektor
publik, sistem akuntansi
diperlukan pada tahap
pelaksanaan.
BAB 12
Public Sector Accounting dan
Budgetary Accounting:
Memahami Posisi Anggaran
dalam Akuntansi Sektor Publik
Sumber: Abdul Halim dan Muhammad Syam Kusufi. 2014. Teori, Konsep dan
Aplikasi Akuntansi Sektor Publik: Dari Anggaran hingga Laporan keuangan,
dari Pemerintah Hingga Tempat Ibadah, Penerbit Salemba Empat
SITUASI INTERNASIONAL ATAS PENGELOLAAN KEUANGAN
PENGGUNAAN BASIS AKRUAL NEGARA/DAERAH DI INDONESIA
● Dalam Akuntansi Pemerintah, Pengelolaan Keuangan dan tanggung jawab
Penerapan Basis Akrual yang paling keuangan Negara di tinjau dari sisi ekonomi dan
di pilih banyak oleh negara. manajemen Nombre de la Publik Finance or Public
Financial Management
● Tujuan : Untuk menjamin Proses
Pelaporan keuangan, penganggaran,
sección
Terdapat 4 Masalah Utama dalam Pengeloaan
dan proyeksi fiskal pemerintah Keuangan Negara :
menjadi lebih baik. 1. Accounting
2. Budgeting
3. Controlling/Purchasing
4. Auditing
Anggaran Sektor Publik
● Anggaran sektor publik adalah proses alokasi
sumber daya terbatas untuk memenuhi
kebutuhan yang tidak terbatas, berperan
strategis dalam pengelolaan kekayaan
organisasi publik.
1. aspek perencanaan;
2. aspek pengendalian;
202250107 Elisa
[Link] organisasi
Perusahaan Komersial bertujuan memaksimalkan kesejahteraan pemegang
saham melalui penciptaan keuntungan, Organisasai sektor public bertujuan
meningkatkan kesejahteraan Masyarakat melalui pelayanan.
[Link] sumber pendanaan
Perusahaan komersial didanai melalui hasil operasi Perusahaan bersangkutan,
selain investasi dari pemegang saham. Organisasi sektor public mendanai
operasinya melalui sumbangan atau donasi yang bersifat sukarela.
[Link] perundangan
Organisasi sektor public, khususnya Lembaga pemerintah, harus melakukan
aktivitasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Definisi Organisasi
Sektor Publik
Keberadaan organisasi sektor public sangat dibutuhkan oleh
Masyarakat. Hal ini didasarkan pada kondisi-kondisi berikut.
[Link] kinerja yang akurat menuntut lebih dari sekedar alat pemberi nilai kinerja dan tidak
hanya terjebak pada angka-angka formalism administrasi
[Link] kinerja yang akurat dan adil sangat kecil kemungkinan ditentang karyawan, justru
sebaliknya meningkatkan produktivitas meningkatkan produkstivitas yang lebih besar.
Kajian teoritis dalam sistem
reward dan punishment
Menurut Mardismo pengukuran kinerja sektor public adalah untuk membantu memperbaiki
kinerj pemerintah sebab dengan adanya ukuran kinerja dapat membantu pemerintah
berfokus pada tujuan dan sasaran program unit kerja, mengakolasikan sumber daya dan
pembuatan Keputusan dan mewujudkan pertanggungjawaban public dan memperbaiki
komunikasi kelembagaan
Punishment atau Negative incentive adalah out come yang menurunkan kepuasaan dari kebutuhaan individu.
Teori Keagenan
Menurut Anthony dan Govindarajan konsep keagenan adalah hubungan atau kontrak antara principal dan
agen (agent).
Dalam perusahaan sektor bisnis, pemegang saham dan atasan bertindak sebagai principal dan ceo dan
bawahan sebagai agent mereka. Sedangkan di dalam sektor public , atasan bertindak sebagai principal
dan bawahan sebagai agent mereka
Teori Keagenan
Reward dan punishment merupakan salah satu sistem kompensasi dan intensif yang baik untuk memotivasi agent agar
bekerja atas kepentingan terbaik principal. Model dilema agent menunjukan alur pikir masalah keagenan :
[Link] adalah rasional
[Link] oleh principal kepada agent dilakukan agar agent mengeluarkan effort yang besar dengan cara
memberi reward pada agent sehingga agent berusaha memaksimlakan upayannya agar mendapatkan rewards yang
besar
[Link] yang diterima agent tergantung pada output yang dia hasilkan dan output tersebut tergantung pada jumlah
usaha(effort) yang ia keluarkan
[Link] memiliki “target” tententu dan hanya mau bekerja jika jumlah reward yang ia terima minimal sebesar target
tersebut.
AKUNTANSI
SEKTOR PUBLIK
CHAPTER : 7, 14, 21
PRO KONTRA
Akuntansi Komitmen
Akuntansi komitmen mencatat transaksi saat order dibuat, berbeda
dari akuntansi akrual yang mencatat saat faktur diterima atau
dikeluarkan.
Akuntansi Dana (Fund Accounting)
Vatter adalah pemikir akuntansi yang pertama kali mengembangkan teori
akuntansi dana untuk tujuan bisnis. Kemudian, akuntansi dana ini
diadopsi oleh organisasi nonprofit yang berhubungan dengan dana kas.
Akuntansi Kas
Akuntansi kas mencatat pendapatan saat uang diterima dan pengeluaran saat
uang dibayarkan. Kelebihannya adalah mencatat pengeluaran yang nyata, namun
GAAP tidak merekomendasikannya karena tidak mencerminkan kinerja
sebenarnya.
Akuntansi Akrual
Sistem pemerintah di Indonesia membangun basis akuntansi kas menuju akrual atau
kombinasi antara akuntansi akrual dengan akuntansi kas
Sistem Pencatatan Akuntansi
Pemerintah di Indonesia
Hanya dicatat satu kali
Single Tidak memberikan informasi yang komprehensif dan
Entry mencerminkan kinerja yang sesungguhnya
AKUNTANSI
SEKTOR
PUBLIK
CHAPTER 4, 6 & 28
ANGGOTA
Negara &
Pemerintah
sebagai Sasaran
Akuntansi
Sektor Publik
NEGARA DAN PEMERINTAH
NEGARA
ORGANISASI WILAYAH DENGAN KEKUASAAN TERTINGGI YANG SAH , DITAATI DAN DIDUDUKI OLEH RAKYAT ATAU
KELOMPOK SOSIAL , DIATUR OLEH LEMBAGA POLITIK DAN PEMERINTAH YANG EFEKTIF, BERDAULAT, DAN MEMILIKI HAK
MENENTUKAN TUJUAN NASIONALNYA.
PEMERINTAH
SISTEM YANG MENJALANKAN WEWENANG UNTUK MENGATUR KEHIDUPAN SOSIAL, EKONOMI, DAN POLITIK SUATU
NEGARA ATAU BAGIAN-BAGIAN TERSEBUT, YANG DIPEGANG OLEH SEKELOMPOK ORANG DENGAN TANGGUNG JAWAB
TERBATAS DALAM PENGGUNAAN KEKUASAAN
MENURUT UU NO. 17 TAHUN 2003 TENTANG KERUGIAN NEGARA, PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN DALAM MERUMUSKAN
KEUANGAN NEGARA ADALAH DARI SISI OBJEK,SUBJEK, PROSES, DAN TUJUAN.
ASAS - ASAS UMUM PENGELOLAAN
KEUANGAN NEGARA
TAHUNAN PEMERIKSAAN KEUANGAN OLEH BADAN
UNIVERSALITAS PEMERIKSA YANG BEBAS DAN MANDIRI
KESATUAN SPESIALITAS
AKUNTABILITAS BERORIENTASI PADA PROFESIONALITAS
HASIL PROPORSIONALITAS
KETERBUKAAN DALAM PENGELOLAAN
KEUANGAN NEGARA
PERTANGGUNGJAWABAN
PELAKSANAAN APBN DAN APBD PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA
Pemerintah pusat dan daerah menyampaikan Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuangan Negara :
laporan realisasi semester pertama kepada Laporan keuangan yang dibagi menjadi laporan
DPR/DPRD pada akhir Juli tahun anggaran pelaksanaan anggaran.
bersangkutan untuk memberikan informasi Pengelolaan dan pencatatan uang dan barang milik
mengenai perkembangan pelaksanaan APBN/APBD negara/daerah dilakukan secara terpisah.
Fokus pengukuran dari suatu entitas akuntansi
menentukan apa yang akan dilaporkan. Jenis aktiva
dan kewajiban apa saja yang diakui secara
akuntansi dan dilapoorkan di neraca.
APBD ERA - REFORMASI APBD PRA - REFORMASI
PERUBAHAN 3
1. PENDAPATAN (PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD); DANA
Bagian Pendapatan ; pendapatan
yang berasal dari pemberian PERTIMBANGAN ; PENDAPATAN LAIN-LAIN DAERAH YANG SAH)
pemerintah dan/atau instansi yang
lebih tinggi (yang termasuk di 2. BELANJA (BELANJA TIDAK LANGSUNG & BELANJA
dalamnya bagi hasil pajak/bukan
pajak dan sumbangan dan bantuan)
LANGSUNG)
3. PEMBIAYAAN (SUMBER PENERIMAAN & PENGELUARAN
DAERAH)
KARAKTERISTIK APBD
1. APBD disusun oleh DPRD bersama-sama dengan kepala daerah
2. Menggunakan line item budgeting dalam menyusun anggaran
3. Siklus APBD terdiri atas perencanaa, pelaksanaan, pengawasan, pemeriksaan, penyusunan, dan
penetapan APBD.
4. Pengawasan APBD mencakup pemeriksaan laporan dan tidak melibatkan aspek kinerja.
5. Pengawasan terhadap pengeluaran daerah berfokus pada kepatuhan hukum, efisiensi dan hasil
program
6. Akuntansi keuangan daerah menggunakan sistem kameral.
KONDISI PERENCANAAN
PENGANGGARAN DI INDONESIA SAAT INI
PENDEKATAN PENYUSUSAN
KRISIS EKONOMI 1998
DAN DAMPAK APBN
RENCANA KERJA ANGGARAN
Terfokus pada tiga pos utama, yang menyita 60% belanja negara
Anggaran Terpadu (Unified Budgeting)
(2005-2007):
Mengintegrasikan anggaran belanja rutin dan belanja pembangunan
Perlindungan sosial
Transfer dana ke daerah untuk menciptakan transparansi dan fokus pada kinerja secara
Beban bunga surat utang untuk rekapitalisasi perbankan keseluruhan.
Menilai biaya investasi dan operasional secara bersamaan dalam
pengambilan keputusan.
KETERBATASAN
FLEKSIBILITAS FISKAL Penganggaran Berbasis Kinerja (Performance-Based Budgeting)
Menekankan pada kejelasan tujuan dan indikator kinerja.
Beban APBN tinggi, terutama pada gaji pegawai (~12%
Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya serta
pengeluaran), mengurangi fleksibilitas fiskal untuk memberikan
pengambilan keputusan kebijakan dalam jangka menengah.
stimulus ekonomi.
FLEKSIBILITAS FISKAL Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (Medium Term Expenditure
DAN TANTANGANNYA Framework - MTEF)
Pentingnya fleksibilitas APBN dalam memberikan stimulus dan Menghubungkan perencanaan dan penganggaran dengan perspektif
menciptakan kondisi ekonomi yang kondusif bagi sektor swasta. jangka menengah.
Mengembangkan disiplin fiskal dan alokasi sumber daya yang lebih
strategis.
DUA KELEMAHAN UTAMA Mengurangi ketidakpastian masa depan dalam penyediaan dana, serta
PERENCANAAN PENGANGGARAN
memperhitungkan keberlanjutan fiskal jangka menengah.
Kontrol Harga Input yang Mikro : Proses penganggaran yang
berfokus pada kontrol harga input mengurangi efisiensi diskusi
anggaran.
Orientasi Penganggaran Tahunan : Penganggaran jangka
pendek membuat kebijakan kurang terarah untuk tujuan
jangka panjang.
KONDISI FAKTUAL PENERAPAN AKUNTANSI
SEKTOR PUBLIK (PEMERINTAHAN) DI INDONESIA
Pengaruh Sistem Koreksi Terhadap Sistem
Politik dan Pemerintahan Keuangan Negara
Akuntansi sektor publik berkembang seiring Koreksi Pertama : Penyatuan anggaran rutin dan pembangunan
yang sebelumnya dikelola oleh dua lembaga berbeda.
perubahan sistem politik dan pemerintahan.
Koreksi Kedua :Penghapusan anggaran non-budgeter.
Reformasi 1998 membawa sistem demokratis Koreksi Ketiga : Penerbitan tiga undang-undang di bidang
dan otonomi daerah yang menuntut keuangan negara (2003-2004).
Koreksi Keempat : Implementasi Standar Akuntansi
transparansi dan akuntabilitas keuangan.
Pemerintahan (SAP) berbasis akrual melalui PP No. 71 Tahun 2010.
Teknik
Akuntansi
Sektor Publik
AKUNTANSI DANA (FUND ACCOUNTING)
Dana adalah sebuah kesatuan akuntansi tersendiri yang terpisah berdasarkan tujuan
tertentu. Satu dana itu memiliki kesatuan akun sendiri yang terdiri atas aset (aktiva), utang,
dan modal.
Kesatuan dana-dana yang dimiliki organisasi sektor publik dapat digolongkan menjadi
dua :
Dana yang bisa dibelanjakan (Expendable fund)
Dana yang disediakan untuk membiayai aktivitas-aktivitas yang bersifat non bisnis yang
menjadi bagian dari tujuan organisasi sektor publik.
Dana yang tidak bisa dibelanjakan (non Expendable fund)
Dana yang dipisahkan untuk aktivitas-aktivitas yang bersifat bisnis. dana ini digunakan
sebagai pendukung dari Expendable fund.
Persamaan Akuntansi Dana :
AKTIVA = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA
AKUNTANSI ANGGARAN (BUDGETARY
ACCOUNTING)
AKUNTANSI UNTUK
INSTITUSI PENDIDIKAN
PADA PERGURUAN TINGGI
(UNIVERSITAS) YANG
BERSTATUS BADAN
LAYANAN UMUM (BLU)
AKUNTANSI UNIVERSITAS
American accounting Association adalah akuntansi sebagai suatu proses mengidentifikasi pengukuran pencatatan pelaporan
keuangan dari suatu organisasi atau entitas
Universitas adalah salah satu institusi pendidikan yang berbentuk perguruan tinggi praktik akuntansi
PENDAPATAN KEWAJIBAN
Semua penerimaan kas Umum Negara (KUN) timbul saat aset telah diterima atau blu telah
yang menambahkan ekuitas dana lancar membuat perjanjian seperti pembelian aset
1. Pendapatan usaha dari jasa layanan yang tidak dapat dibatalkan
2. Pendapatan hibah 1. Kewajiban jangka pendek
3. Pendapatan lainnya 2. Kewajiban jangka panjang