0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan3 halaman

Panduan RJP untuk Henti Jantung dan Nafas

Dokumen ini adalah rencana kerja untuk pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP) yang disusun oleh Diah Fitri Damayanti. RJP adalah tindakan penting untuk menyelamatkan nyawa korban henti jantung dengan prosedur yang terstruktur. Selain itu, dokumen ini mencakup hal-hal yang ingin dipelajari terkait penanganan pasien henti nafas dan jantung di ruang publik serta penatalaksanaan pasien dengan kondisi tertentu.

Diunggah oleh

azizsyaifudin79
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan3 halaman

Panduan RJP untuk Henti Jantung dan Nafas

Dokumen ini adalah rencana kerja untuk pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP) yang disusun oleh Diah Fitri Damayanti. RJP adalah tindakan penting untuk menyelamatkan nyawa korban henti jantung dengan prosedur yang terstruktur. Selain itu, dokumen ini mencakup hal-hal yang ingin dipelajari terkait penanganan pasien henti nafas dan jantung di ruang publik serta penatalaksanaan pasien dengan kondisi tertentu.

Diunggah oleh

azizsyaifudin79
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

WORK PLAN BASIC NURSING SKILL II

RESUSITASI JANTUNG PARU

Disusun oleh :

Diah Fitri Damayanti

22/496630/KU/23945

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN, KESEHATAN MASYARAKAT DAN KEPERAWATAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2023
Skenario

Seorang laki – laki (55 tahun) datang ke IGD diantar oleh istrinya dengan keluhan nyeri
dada yang memberat. Pasien tampak pucat, keringat dingin dan terlihat memegang area
dada dengan kedua taangannya. Keluhan dirasakan sekitar setengah jam SMRS.
Sebelum keluhan dirasakan, pasien sempat terlibat pertengkaran dirumahnya. Saat
pengkajian tentang keluhannya tiba – tiba pasien kejang dan tidak sadarkan diri.

PENGANTAR RESUSITASI JANTUNG PARU

A. Definisi
Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah suatu Tindakan yang dilakukan untuk
menolong korban yang dalam keadaan cardiac arrest. Tindakan RJP harus dilakukan
segera Ketika korban mengalami henti jantung.
B. Tujuan
Agar nyawa penderita henti jantung dan/atau henti paru segera bisa diselamatkan
dan tidak memberikan gejala sisa.
C. Prosedur Kerja
Prosedur melakukan RJP

1. Kaji keamananan lingkungan dengan cepat dan pastikan area sekitar aman untuk
pasien dan petugas.
2. Kaji kesadaran pasien, cek respon (panggil, goncangan lembut), jika tidak ada
respon segera minta bantuan (termasuk apakah perlu defibrillator / AED).
3. Cek nadi karotis selama maksimal 10 detik bersamaan dengan melihat
pergerakan dada korban.
4. Bila nadi karotis tidak teraba, segera lakukan kompresi dada di titik kompresi
(centre of chest), lakukan kompresi dada dengan prinsip High Quality CPR.
5. Tempatkan 1 tangan pada titik tersebut, tangan yang lain letakkan diatasnya
dengan posisi jari -jari saling bertautan.
6. Lakukan kompresi 30 kali, kecepatan 100-120x/menit, kedalaman 5-6 cm, full
recoil dan minimal interupsi.
7. Membuka jalan nafas (headtilt-chin lift/jaw thrust).
8. Pastikan kepatenan jalan nafas (keluarkan benda asing yang ada dalam mulut
dengan teknik cross finger dan fingers sweep.
9. Berikan bantuan pernafasan 2 kali nafas (1 detik/nafas) kemudian kaji adanya
pengembangan dada.
10. Lanjutkan RJP (30 kompresi : 2 ventilasi) atau sampai tersedia AED.
11. Bila AED tersedia lakukan tindakan defibrilasi sesuai panduan alat AED dan
lanjutkan RJP, bila tidak ada AED lanjutkan RJP.
12. Setelah dilakukan RJP 5 siklus / 2 menit periksa nadi karotis
13. Bila nadi belum ada, lanjutkan RJP, bila nadi teraba periksa nafas, bila belum
ada upaya nafas lakukan Rescue Breathing (RB), lakukan cek nadi dan nafas
setiap 2 menit.
14. Bila nadi dan nafas ada, lakukan head to toe examination.
15. Cek adanya luka, perdarahan dan patah tulang.
16. Berikan posisi recovery, bila tidak ada kontra indikasi.

Hal-hal yang ingin dipelajari :

1. Bagaimana jika menemukan pasien henti nafas dan henti jantung di ruang publik
dan petugas tidak membawa alat untuk ventilasi pasien
2. Bagaimana penatalaksanaan pasien dengan kondisi ROSC
3. Bagamana penatalaksanaan RJP pada pasien frakturdada

Anda mungkin juga menyukai