Arsitektur Neo Vernakular Gedung Musik
Arsitektur Neo Vernakular Gedung Musik
PENDAHULUAN
Seni merupakan hal yang menjadikan dunia terasa indah, tanpa seni tidak ada
yang dapat dirasakan begitu indah. Tuhan menciptakan dunia dan seluruh
kekayaan yang ada didalamnya dengan seni dan penuh dengan keindahan. Hal ini
dapat terlihat dari beragamnya warna yang ada didalam dunia ini, air berwarna
bening, tanah berwarna coklat, pepohonan yang berwarna hijau, lagit berwarna
biru, Semua diciptakan penuh dengan seni. Setiap manusia adalah seniman,
disadari ataupun tidak karena manusia adalah suatu karya seni Tuhan yang maha
kuasa. Sehingga dapat diartikan bahwa dimanpun manusia berada adalah makhluk
Tuhan yang diciptakan penuh dengan seni akan selalu melakukan seni dengan
cara-cara dan kebudayaannya masing-masing.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (Depdiknas,2001) menyatakan bahwa
musik adalah nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga
mengandung irama, lagu dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat-alat
yang menghasilkan bunyi). Menurut Hardjana (2001) musik adalah permainan
waktu dengan mengadopsi bunyi sebagai materinya. Musik adalah waktu dalam
bunyi. Dalam musik, waktu adalah ruang dan bunyi adalah subtansinya. Didalam
ruang waktu itulah bunyi-bunyi bergerak. Dari beberapa pendapat diatas dapat
disimpulkan bahwa musik merupakan cabang seni yang timbul dari pikiran dan
perasaan manusia yang dapat dimengerti dan dipahami berupa nada atau suara
yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama lagu dan
keharmonisan sebagai suatu ekspresi diri.
Pertumbuhan dan perkembangan seni musik merupakan hal yang tidak
terlepas dari kehidupan manusia, musik kemudian seolah-olah hidup
berdampingan pada manusia sebagai pemanis, penghibur, dan mengindahkan
suasana. Itulah sebabnya tidak heran jika banyak orang jatuh cinta dengan seni
musik.
1
Seni musik kemudian diartikan sebagai aliran seni yang menggunakan nada
dan suara atau kombinasi hubungan temporal untuk menyampaikan ekspresi
dalam sebuah kumpulan ilusi dan lantunan suara dengan ritme, vokal, dan
istrumental yang berasal dari pengalaman rasa sang pencipta untuk disampaikan
kepada pendengar atau penikmat seni secara emosional.
Permusikan di maluku utara sendiri memiliki potensi untuk berkembang. Hal
ini dapat di lihat dari banyaknya musisi dan penyanyi-penyanyi hebat yang
membanggakan maluku utara di tingkat nasional. Selain itu banyak event yang di
selenggarakan dari masing masing kabupaten yang ada di maluku utara baik itu
tradisional maupun modern. Secara tidak langsung melalui event-event tersebut
dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi anak-anak, remaja dan orang
dewasa untuk mengasa kemampuannya dalam bidang seni musik.
Untuk itu maluku utara sangat memerlukan tempat khusus sebagai wadah
pementasan seni musik itu sendiri, karena sering diadakannya event musik yang
biasanya masih menggunakan fasilitas lain yang bukan di peruntukkan seperti
ruang-ruang pertemuan, stadion, kampus, diskotik, dan tempat-tempat lain yang
tidak di khususkan untuk acara seperti ini.
Permasalahan utamanya adalah ketidaktersediannya gedung seni musik atau
gedung pertunjukan yang layak secara teknis, fungsi dan persyaratan-persyaratan
mendukung terciptanya suatu gedung pertunjukan yang baik. Dan aspek-aspek
yang menjadi pokok permasalahan antara lain kelancaran sirkulasi, keamanan,
termasuk keamanan terhadap bahaya kebakaran, serta kenyamanan akustik.
Berlatar belakang kondisi di atas, dibutuhkan fasilitas yang mampu
menghadapi tantangan tersebut. Tujuan dari perancangan ini adalah menemukan
dan mengidentifikasi seperti apa tema Arsitektur Neo Vernakular yang diterapkan
pada wajah bangunan Gedung Pusat Seni Musik Di Sofifi. Gedung seni musik
adalah salah satu jawaban yang dapat menjawab tantangan-tantangan di atas.
Dalam skala kota pun gedung seni Musik dapat menjadi investasi pemerintah
dalam bidang ekonomi dan pariwisata, sebagai penghasilan daerah dari wisatawan
atau pengunjung. Oleh karena itu, dengan adanya Gedung seni musik ini
diharapkan dapat menyelenggarakan pertunjukkan musik baik dari musisi lokal
2
maupun musisi non lokal, sehingga dapat menunjang perkembangan dunia seni
musik di Tanah Air khususnya Maluku Utara dan dapat menumbuhkan apresiasi
masyarakat akan seni.
Dari latar belakang diatas, dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana merancang Gedung Pusat Seni Musik di Soffi dengan pendekatan
Arsitektur Neo Vernakular ?
1.3. Tujuan dan Manfaat Perancangan
tujuan dari perancangan Gedung Pusat Seni Musik di Kota Sofifi dengan
Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular adalah sebagai berikut :
1. Untuk merancang dan menata program ruang yang menunjang suatu
rancangan Gedung Pusat Seni Musik, yang di tinjau dari kebutuhan ruang,
hubungan ruang, maupun besaran ruang.
2. Untuk memberikan tampilan Arsitektur Neo Vernakular pada bangunan
Gedung Pusat Seni Musik yang menarik sesuai dengan fungsi.
3
Mengatur segala bentuk aspek yang saling berhubungan untuk menciptakan
desain perancangan ruang lingkup Gedung Pusat Seni Musik di Sofifi antara lain
lokasi dan lingkungan eksternal, aspek fisik, aspek aktivitas, aspek ekonomi,
aspek pengelolaan dan kebijakan pembangunan.
Sistematika penulisan penyusunan Pra Tugas Akhir ini tersusun atas bab,
tahap demi tahap ataupun sistematika penyusunan adalah
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini merupakan bab pendahuluan yang berisi tentang kajian latar
belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat perancangan, ruang lingkup
perancangan dan sistematika penulisan pembahasan dalam merancang
BAB II TINJAUAN TEORI
Bab ini merupakan landasan teoritis yang mendukung penulisan, meliputi
tentang pengertian objek rancangan, studi pustaka, peraturan atau kebijakan
(undang-undang dan lain-lain) yang mendukung keterkaitan dan berlaku ,dan
berupa kajian literatur tentang aspek-aspek atau komponen –komponen yang
terkait dengan judul dan permasalahan ,dan teori arsitektur secara umum,serta
studi komparasi yang berisi tentang rumusan tentang gambaran atau karakter
umum objek utama.
BAB III METODE PERANCANGAN
Bab ini berisi tentang tahapan atau metode dalam proses penelitian yaitu cara
tahap pemikiran dari awal sampai akhir proses perencanaan dan perancangan yang
di lakukan guna menghasilkan rancangan yang sesuai dengan target yang ingin di
capai.
Bab ini berisi tentang tinjauan lokasi perancangan, gambaran umum Kota
Sofifi tinjauan tata ruang wilayah ( BWK dan Peraturan Teknis Bangunan),
Penentuan lokasi perancangan,dan tinjauan eksisting site.
4
BAB V ANALISA DAN KONSEP PERANCANGAN
BAB VI PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang dimana kesimpulan
menguraikan tentang hasil dari keseluruhan penulisan, serta saran di fokuskan
pada pendalaman,pengkajian serta langkah-langkah strategis terkait dengan
pengembangan objek rancangan.
5
BAB II
TINJAUAN TEORI
6
Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem : pendefinisian dari
kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun
implementasi : “menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk”.
2. Jonh burch / gary grudnitski
7
Pernyataan bahwa seni adalah ungkapan suasana hati, perasaan dan jiwa,
nampaknya mengabaikan peranan teori imitasi dan bentuk yang berpengaruh
dalam sejarah estetika. Tetapi jika kita mendalami pokok teori-teori ini, kita akan
menemukan bahwa pada kenyataannya tidak terdapat perbedaan yang mendasar.
Baik Plato maupun Aristoteles, tidak mengartikan imitasi sebagai peniruan yang
tidak bersifat ungkap. Sejumlah ahli estetika yang menandai seni dengan cara ini,
misal Whitehead : dalam seni, fakta-fakta konkrit itu disusun sedemikian sehingga
perhatian dapat diarahkan pada nilai-nilai tertentu yang dapat diwujudkan
melaluinya. Kebiasaan seni adalah kebiasaan menikmati nilai-nilai yang hidup.
Nietzche, disibukkan oleh ide, bahwa semua nilai dapat dipertanyaan, dan bahwa
tujuan seni, seperti halnya tujuan hidup adalah menilai ulang nilai-nilai pada
umumnya.
musik telah dimulai sejak jaman purbakala yang dimana pada saat itu
hanya dimainkan pada upacara-upacara keagamaan, diperkirakan di mulai sejak
abad ke-2 dan abad ke-3 sebelum Masehi. Dengan mendapat pengaruh dari Mesir
dan Babilon, berkembanglah musik Hibrani yang di kemudian hari berkembang
menjadi musik Gereja. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad
pertengahan, disebabkan oleh terjadinnya perubahan keadaan dunia yang semakin
meningkat. Musik tidak hanya digunakan pada keperluan keagamaan, tetapi
dipergunakan juga untuk urusan duniawi. Perkembangan musik dunia terbagi
dalam enam jaman, yaitu :
8
4. Zaman Klasik ( 1750 – 1820 )
5. Zaman Romantik ( 1820 – 1900 )
6. Zaman Modern ( 1900 – sekarang )
a. Musik yang diciptakan sebelum tahun 1900 Jenis musik ini diciptakan dengan
aturan-aturan baku baik dalam penyusunan maupun tata cara memainkannya,
dalam hal ini jenis alat-alat musik yang digunakan juga alat-alat musik baku.
b. Musik yang diciptakan setelah tahun 1900 Musik yang diciptakan pada masa
ini tidak mempunyai aturan yang baku baik dalam penyusunan maupun tata
cara memainkannya. Musik ini tidak hanya diperuntukan bagi alat musik
standar saja tapi untuk semua jenis alat musik.
Menurut Jamulas (1988), musik adalah suatu hasil karya seni berupa bunyi
dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan pikiran dan perasaan
penciptanya melalui unsur-unsur pokok musik yaitu irama, melodi, harmoni, dan
bentuk atau struktur lagu serta ekspresi sebagai suatu kesatuan
Sementara menurut Boneo (2003), musik yang berasal dari kata muse yaitu
salah satu dewa dalam mitologi yunani kuno bagi cabang seni ilmu; dewa seni dan
ilmu pengetahuan. Selain itu, beliau juga berpendapat bahwa musik merupakan
cabang seni yang membahas dan menetapkan berbagai suara ke dalam pola-pola
yang dapat dimengerti dan dipahami oleh manusia.
Dari pendapat terebut, dapat dikatakan bahwa musik adalah segala sesuatu
yang ada hubungan dengan bunyi dan memiliki unsur-unsur irama, melodi dan
harmoni yang mewujudkan sesuatu yang indah dan dapat dinikmati melalui indra
pendengar. Dapat ditarik kesimpulan bahwa musik merupakan seni yang timbul
dari perasaan atau pemikiran manusia sebagai pengungkapan ekspresi diri, yang
diolah dalam suatu nada-nada atau suara-suara yang harmonis. jika musik
diartikan sebagai ungkapan sederhana dari suasana hati jiwa atau respon harafiah
terhadap peristiwa dari diri pribadi komponis, diperlukan informasi ataupun
9
referensi yang cukup agar kita dapat menarik hubungan langsung antara
kehidupan dengan [Link] beberapa hal yang dipelajari dalam teori musik,
yaitu :
1) Suara
Aspek-aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam tala
(pitch/tinggi nada), durasi, intensitas, dan timbre ( warna bunyi).
2) Nada
suara dapat dibagi-bagi kedalam nada yang memiliki tinggi nada atau tala
tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif yang tinggi nada
tersebut terhadap tinggi nada pada patokan.
3) Ritme
Ritme adalah pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian
kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan
dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan.
4) Melodi
Melodi adalah serangkaian nada dalam waktu. Rangkaian tersebut dapat
dibunyikan sendirian, yaitu tanpa iringan, atau dapat merupakan bagian dari
rangkaian akord dalam waktu.
5) Harmoni
Harmoni secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada
atau tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat
terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan (seperti dalam arpeggio).
6) Notasi
Notasi musik adalah sistem penulisan karya musik. Dalam notasi musik, nada
dilambangkan oleh not
10
umumnya dapat ditemukan di setiap kebudayaan suku bangsa manapun di seluruh
dunia.
1. Fungsi Ekspresi Emosional
Pada berbagai kebudayaan, musik memiliki fungsi kendaraan dalam
mengekspresikan ide-ide dan emosi. Di barat musik digunakan untuk
menstimulasi perilaku sehingga dalam masyarakat mereka ada lagu-lagu untuk
menghadirkan ketenangan. Para pencipta musik dari waktu ke waktu telah
menunjukkan kebebasannya megungkapkan ekspresi emosinya yang dikaitkan
dengan berbagai objek cerapan seperti alam, cinta, suka-duka, amarah, pikiran,
dan bahkan mereka telah mulai dengan cara-cara mengotak atik nada-nada
sesuai dengan suasana hati.
2. Fungsi Penikmatan Estetis
Pada dasarnya setiap orang telah dikaruniai oleh Tuhan Allah dengan berbagai
kemampuan belajar (ability to learn) dan bakat (talent) tentang apa saja. Selain
bisa belajar dari lingkungan alam dan sosialnya, orang juga bisa belajar dari
pengalamannya sendiri. Setiap orang memiliki kemampuan dan kecepatan
berbedabeda dalam hal mencerap atau memahami keindahan tentang apa saja
termasuk pula keindahan music
3. Fungsi Hiburan
Hiburan (entertainment) adalah suatu kegiatan yang menyenangkan hati bagi
seseorang atau publik. Musik sebagai salah satu cabang seni juga memiliki
fungsi menyenangkan hati, membuat rasa puas akan irama, bahasa melodi, atau
keteraturan dari harmoninya. Seseorang bisa saja tidak memahami teks musik,
tetapi ia cukup terpuaskan atau terhibur hatinya dengan pola-pola melodi, atau
pola-pola ritme dalam irama musik tertentu.
4. Fungsi Komunikasi
Musik sudah sejak dahulu digunakan untuk alat komunikasi baik dalam
keadaan damai maupun perang. Komunikasi bunyi yang menggunakan
sangkakala (sejenis trumpet), trumpet kerang juga digunakan dalam suku-suku
bangsa pesisir pantai, kentongan juga digunakan sebagai alat komunikasi
keamanan di Jawa, dan teriakanteriakan pun dikenal dalam suku-suku asli yang
11
hidup baik di pegunungan maupun di hutan-hutan. Bunyi-bunyi teratur,
berpola-pola ritmik, dan menggunakan aluralur melodi itu menandakan adanya
fungsi komunikasi dalam musik. Komunikasi elektronik yang menggunakan
telepon semakin hari semakin banyak menggunakan bunyi-bunyi musikal.
12
b.2.2. Fungsi Gedung Pusat Seni Musik
Gedung pusat seni musik adalah sebuah tempat yang berfungsi untuk
menampilkan dan mempertunjukan semua jenis aliran musik yang diperuntukan
bagi masyarakat umum untuk tujuan hiburan dan penikmatan. Dimana
menampung jenis kegiatan di antaranya :
1. Sebagai tempat pentasan atau pertunjukan untuk mengekspresikan bakat
musik
2. Meningkatkan kreatifitas dan apresiasi masyrakat di bidang musik
3. Mendidik masyarakat lebih mencintai musik yang merupakan warisan budaya
bangsa
4. Merupakan wadah kontak komunikasi antara musik dan masyarakat
5. Memberikan kebutuhan-kebutuhan musik masyarakat
13
Kegiatan ini melibatkan masyarakat umum yang ingin menikmati berbagai
fasilitas yang ada dalam kegiatan Gedung Pusat Seni Musik, serta tentunya
juga pihak pengelola sebagai pihak yang menyediakan fasilitas. Fasilitas yang
disediakan dalam Gedung Pusat Seni Musik antara lain:
a. Perpustakaan audio
b. Fasilitas studio musik dan studio rekaman
c. Fasilitas cafe dan resto musik, dan
d. Fasilitas penunjang lainnya
14
b.5. Klasifikasi Bangunan Gedung Pusat Seni Musik
Audittorium adalah bangunan atau ruangan besar yang digunakan untuk
mengadakan pertemuan umum, konser atau pertunjukkan musik dan lain
sebagainnya.
Stage atau panggung adalah ruang yang umumnya menjadi orientasi dalam
sebuah auditorium. Menurut bentuk dan tingkat komunikasinya dengan penonton,
panggung dapat dibedakan menjadi:
1. Panggung Proscenium yaitu bentuknya konvensional, penonton hanya melihat
pengisi acara dan tidak ada kontak komunikasi, seperti contohnya, panggung-
panggung untuk musik klasik, tarian klasik dan sebagainya.
2. Panggung terbuka, yaitu panggung yang menunjukkan terjadi komunikasi dan
kontak fisik antara pengisi acara dan penonton, seperti contohnya panggung
konser band rock, pop dan sebagainya.
3. Panggung area, yaitu panggung yang posisinya berada di tengah.
4. Panggung extended, adalah panggung yang merupakan pengembangan dari
panggung proscenium, entah itu bentuknya yang bisa menjalar juga ke area
tengah atau penyesuaian bentuk yang tetap konvensional namun
memungkinkan adanya sedikit komunikasi antara penyaji dengan penonton.
Make-up rooms, ruangan lain yang perlu ada dalam gedung seni musik ini
adalah ruang rias. Ruangan ini harus dapat menampung semua performen yang
tampil. Masing-masing artis hendaknya harus mendapat sebuah meja rias.
15
pengendalian lingkungan pada ruang-ruang arsitektural, serta dapat menciptakan
suatu lingkungan dimana kondisi mendengarkan secara ideal disediakan. Karena
itu pengendalian bunyi secara arsitektural adalah menyediakan keadaan yang
paling disukai untuk produksi, perambatan dan penerimaan bunyi yang diinginkan
(pembicaraan atau musik) didalam ruang yang digunakan untuk macam-macam
tujuan mendengar atau di udara terbuka.
1. Ruang konser atau pertunjukkan
Penggunaan balkon agar penonton sedekat dengan sumber bunyi. Balkon
untuk ruang konser adalah balkon yang melayang dengan dasyat kedalaman
balkon setengah dari ketinggian ruang bawahnya.
a. Sumber bunyi dinaikan agar sebanyak mungkin terlihat, sehingga
menjamin aliran gelombang bunyi langsung bebas ke tiap pendengar.
b. Lantai penonton dibuat cukup landai dan miring, karena bunyi lebih
mudah diserap bila merambat melewati penonton .
16
c. Sumber bunyi harus dikelilingi oleh permukaan pemantul bunyi yang
besar dan banyak untuk memberikan energy bunyi pantul tambahan
pada tiap bagian daerah penonton.
Bunyi yang diterima atau dirasakan oleh telinga pendengar sesuai dengan
suara asli dari sumber bunyi
2) Bunti pantul
17
runcing atau cembung
Bunyi dapat merubah bentuk atau tidak sama dengan suara aslinya karena
pengaruh benda lain.
1. Bahan Berpori
Karateristik akustik dasar bahan berpori, seperti papan serat, plesteran lembut,
mineral wools, dan selimut isolasi, adalah suatu jaringan seluler dengan pori-pori
yang saling berhubungan dan mengubah energi bunyi menjadi energi panas.
Adapun bahan perpori dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu:
a. Unit akustik siap pakai, seperti ubin selulaso, serat mineral berlubang, tidak
berlubang, bercelah dan bertekstur, panel penyisip dan lembaran logam
berlubang dengan bantalan penyerap.
18
b. Plesteran akustik dan bahan yang disemprotkan, misalnya sprayed limped
asbestos, zonolite, virniculite, sound shield, glatex, daekoosto, dan lain-lain.
c. Selimut (isolasi) akustik, dibuat dari serat-serat karang, serat kayu, lakan,
rambut, dan sebagainya.
d. Karpet dan kain
b.6.3. Auditorium.
Menurut KKBI, auditorium adalah bangunan atau ruangan besar yang
digunakan untuk mnegadakan pertemuan umum,atau sebagainya.
Auditorium merupakan suatu ruangan yang besar yang dapat digunakan
untuk berbagai keperluan seperti; pertemuan, pertunjukkan, dan lain
sebagainya. Sedangakn Auditorium Multifungsi merupakan auditorium
yang dirancang tidak terfokus pada penggunaan satu kegiatan saja,
melainkan dirancang agar dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti;
pentas seni, pemutaran film, pertemuan, pernikahan, pameran, dan lain
sebagainya (C. E. Mediastika, 2005).
Dalam perancangan suatu pusat kegiatan dan dokumentasi, Auditorium
merupakan failitas utama dikarenakan mayoritas penggunaan adalah lebih
banyak mengenai pertemuan-pertemuan, baik pertemuan antar praktisi
maupun sesama akademisi. Selain itu fungsi auditorium dalam pusat
kegiatan dan dokumentasi adalah sebagai fasilitas pelaksanaan seminar,
pertemuan antar karya, talkshow, dan lainnya terkait dengan kegiatan yang
ada. Terdapat berbagai ruangan yang dibutuhkan untuk mendukung
kelengkapan fasilitas yang ada pada auditorium tersebut, contohnya seperti;
ruang ganti, toilet, ruang kontrol, dan lain sebagainya. Dari banyaknya
ruang tersebut kemudian dianalisa dan diperhitungkan kebutuhan ruangnya,
luasan ruang yang diperhitungkan kemudian menjadi hasil akhir pada
rancangan auditorium.
19
1. Persegi Empat.
Bentuk segi empat merupakan yang paling sederhana dari ruang
auditorium. Peletakan panggung pertunjukkan berada di salah satu sisi
suangan sedangkan penempatan area penonton berada pada sisi yang
[Link] ini memiliki kekurangan yaitu penonton pada area samping
akan kesulitan dalam menikmati pertunjukkan sehingga dapat
mengurangi tingkat kenyamanan penonton. Bentuk auditorium segi
empat merupakan bentukyang digunakan pada Auditorium BCH.
Alternatif lain peletakan panggung di tengah-tengah penonton.
Kondisi ini dapat menampung lebih banyak penonton, namun penonton
pada area samping akan kesulitan dalam menikmati pertunjukkan.
Bentuk ini sering digunakan sebagai ruang rapat, seminat, workshop, dan
sebagainya.
Kelebihannya yaitu pemantulan silang antar dinding-dinding
sejajar menyebabkan bertambahnya kepenuhan nada, suatu segi akustik
tuang yang sangat diinginkan pada ruang musik. Kekurangan : facade
bangunan yang flat dan monoton.
2. Kipas
20
ke depan,tidak menoleh terlalu banyak) Kelebihan : penonton lebih
dekat ke sumber bunyi, sehingga memungkinkan konstruksi balkon yang
dilengkungkan, Kekurangannya apabila dinding belakang ikut
dilengkungkan akan menyebabkan terjadinya gema atau pemusatan
bunyi, kecuali memang diatur secara akustik atau dibuat difuse. Kondisi
auditorium berbentuk kipas dengan karakteristik pandangan penonton
dapat berfokus pada satu pusat (panggung pertunjukan).
3. Tapal Kuda
21
menjadi lebih jelas dibagian tengah ruangan, namun dibagian lain akan
kurang. Jika berlebihan, suara yang terdengar di titik tengah pantulan
akan terlalu keras.
4. Tidak teratur
22
Gambar 2.7. Auditorium Tidak Teratur
Sumber : google 2023
23
Gambar 2.8. Dimensi Kursi
Sumber : google 2023
Tempat duduk yang tidak terikat boleh mempunyai ≤10 kursi lepas/tidak
tidak terikat ≥kursi yang kuat (kokoh), bidang dasar setiap orang
24
≥mempunyai ukuran. Tepat berdiri dalam barisan, dipisahkan oleh batas
yang kuat, masih dengan bagian atas tidak bergerak ≥untuk mengatur ukuran.
2.4.7. Gangways
Keterangan Tinggi mata: 1120 mm Tapak tempat duduk lapis (baris spasi) T:
800-1150mm kepala clearance C: C1 = 60mm minimum (lihat antara kepala di depan)
C2 = 120mm (wajar standar viewing.
Jarak pandang baris terahir dari garis pintu gerbang (mulai panngung ) tidak
harus melampoi angka berikutnya–panggung/pentas maksimal 24m (jarak maksimal
untuk melihat perubahan ekpresi wajah). Luas ruang penonton membuktikan bahwa
penonton yang duduk di samping harus melihat (dari tempat yang tinggi ) secara
cukup6.
25
Sumber : google 2023
1. Panggung Proscenium
26
melihat pengisi acara dan tidak ada kontak komunikasi . Seperti
contohnya, panggung-panggung untuk musik klasik, tarian klasik dan
sebagainya.
2. Panggung Terbuka,
yaitu panggung yang menunjukkan terjadinya komunikasi dan kontak fisik
antara pengisi acara dan penonton, seperti contohnya panggung konser band
rock, pop dan sebagainya.
27
3. Panggung Arena
yaitu panggung yang posisinya berada di tengah. Berkembang dari amphitheater
klasik dengan bentuk radial. Seperti pada panggung terbuka, bentuk ini
menghilangkan pemisahan antara pemain dan penonton. Ketenaran panggung
arena sebagian disebabkan biaya produksi yang rendah, dekor yang sangat
sederhana, dan tiap ruang dapat menampung jenis panggung ini dengan relative
mudah
28
Luasan Pemain & Alat
Musik
29
mereka. Mengurangi depresi dan menjadikan mereka tidak memperdulikan
kondisi fisik yang terbatas, misalnya tengah lemas atau mengantuk.
2. Mengurangi Stress
Stress diasosiasikan dengan banyak penyakit, termasuk juga beberapa
penyakit mental yang timbul pada orang-orang yang mengalami stress tinggi.
Dalam penelitian yang dilaksanakan musik yang menenangkan selama setengah
jam dua kali sehari. Subyek ini menunjukkan berkurangnya tingkat stress dan
kecemasan
3. Manfaat untuk Jantung (Kardiovaskular)
Mendengar musik yang sesuai juga bisa membantu mengurangi denyut
jantung dan tekanan darah. Sebagai hasil dari turunnya tekanan darah, resiko
stroke dan permasalahan kesehatan lain juga akan berkurang.
1. Proses kreasi
a. Penulis lagu
b. Penyanyi
Orang yang mengeluarkan suara yang bernada baik menggunakan lirik
atau tidak dan biasanya berhubungan dengan vocal suara.
c. Penata musik (Arrangera)
30
Tugas penata musik adalah mengubah atau menata beberapa bagian suara
lagu yang sudah ada untuk memperoleh nilai artistik tanpa harus
mengubah melodi aslinya,
d. Produser
Tugas seorang produser adalah memimpin seluruh tim produksi agar
sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama, baik dalam aspek
kreatif maupun manajemen produksi dengan anggaran yang telah disetujui
oleh executive producer.
2. Reproduksi
Adapun format musik dalam produksi musik adalah :
a. Pringan Hitam Pada Gramophone
Pringan hitam yang diputar pada gramophone ini adalah sebuah alat yang
memiliki pena yang bergetar untuk menghasilkan bunyi dari sebuah disc.
b. Compact Audio Cassette
Pita kaset dapat merekam lagu yang berdurasi hingga satu jam disetiap
sisinya. Kualitas terbilang cukiup baik, namun kerap kali terjadi penurunan
kualitas suara yang dihasilkan ketika pita kaset mengalami gangguan,
kotor, atau rusak.
c. CD, VCD, DVD Diputara Dengan CD Player, discman
Musik yang dalam format CD,VCD, maupun DVD memiliki kualitas suara
yang lebih baik tetapi mengalami gangguan jika disc tersebut tergores,
berdebu ataupun rusak.
d. Musik Digital Dengan MP3 Player, iPod
Musik digital menggunakan sinyal digital dalam proses reproduksi
suaranya. Sebagai proses digitalisasi terhadap format rekaman musik
analog, ada beberapa diantarnya, yaitu:
1) MP3
2) WMA
3) Ogg Vorbis
4) Real Audio
5) MIDI
31
3. Konsumsi dan kon servasi
Kegiatan pada tahap konsumsi adalah sebagai berikut :
a. Penulisan lagu dan lirik
Penulisan lagu disini adalah yang menciptakan lagu artinya yang
menyusun do-re-mi dari lagu tersebut yang berhubungan dengan teori
musik. Sementara penulisan lirik hanya menyusun lirik atau teks dari lagu
tersebut.
b. Penyusun musik (aransemen)
Berupa penyesuaian komposisi musik dengan nomor suara penyanyi atau
instrumen lain yang didasarkan pada sebuah komposisi yang telah ada
sehingga esensi musiknya tidak berubah.
c. Rekaman
Berupa proses produksi untuk merekam musik. Pelaksanaanya biasanya
dilakukan oleh studio rekaman.
d. Mixing
Dari Bobby Owsinki “The Mixing Engineers Handbook” ada enam elemen
penting dalam mixing audio yang biasa disebut dengan the six element of
mixing, yaitu :
1) Balance yaitu berhungan dengan level instrumen atau sumber suara.
2) Panorama yaitu penempatan sumber suara dalam sound flied.
3) Frequency- equalizing adalah rentang frekuensi dimana keseluruhan
dari materi atau sumber suara terwakili.
4) Dimension adalah ambient field dimana satu track atau beberapa track
ditempatkan
5) Dynamics adalah rentang dari titik terlemah hingga titik terkeras dari
sumber suara.
6) Interest yaitu membuat hasil dari audio mixing menjadi special dan
tidak hanya secara teknik tapi harus juga menarik.
e. Mastering
32
Mastering merupakan proses terakhir dalam tahapan pasca produksi.
Biasanya direkam ke dalam bentuk CD Audio sebagai bahan penggadaan
hasil dari produksi audio ke kepingan-kepingan cd lainnya.
f. Licensing
Yaitu proses pendaftaran karya musik untuk memastikan bahwa pemilik
hak cipta pada karya musik mendapatkan kompensasi untuk penggunaan
tertentu dari karya musik mereka.
4. Distribusi
Merupakan cara aspek pemasaran dalam bermusik. Adapun cara distribusi
musik ini diantaranya spotify, jooks, youtube dll.
33
lahir, tumbuh, serta berkembang di seluruh wilayah Indonesia dan telah turun
temurun sampai saat ini, karena masih terus dipelihara dan dijalankan oleh
masyarakat setempat.
Musik tradisional sejatinya adalah musik yang penting untuk dilestarikan.
Sebab warisan leluhur yang telah diturunkan ke setiap generasi ini menjadi bukti
kekayaan seni di masa lalu. Adapun berdasarkan pengertian yang telah disebutkan
di atas, dapat disimpulkan bahwa musik tradisional merupakan musik yang
dilahirkan dan dikembangkan di daerah tertentu serta terus ada karena dilestarikan
oleh masyarakat setempat yang mendapatkan warisan musik tersebut.
Karena diberikan secara turun temurun, maka nilai budaya musik ini juga
semakin tinggi. Ciri-ciri yang dibawanya pun akan terus terjaga dan menjadi
pembeda dengan musik daerah atau wilayah lain di Indonesia.
a. Alat-alat musik tradisional
1) Alat musik tradisional seruni kale
34
Gambar 2.19 aramba
sumber : google, 2023
Jika dilihat dengan sekilas, aramba memiliki bentuk yang sama seperti gong.
Namun aramba bertubuh lebih kecil. Cara memainkan kedua alat musik ini
pun sama. Aramba juga dimainkan dengan cara dipukul menggunakan
semacam stik untuk menimbulkan suara. Alat musik tradisional Aramba
berasal dari Sumatera Utara.
35
4) Alat musik tradisional sasando
36
sebagai warisan budaya Indonesia oleh [Link] terbuat dari
bambu, dan kamu bisa memainkan alat musik tradisional ini dengan cara
menggoyangkannya sampai bambu tersebut mengeluarkan suara akibat
getaran.
37
Gambar 2.24 cengceng
Meski memiliki bentuk yang sederhana, ternyata tifa ini cukup diminati oleh
turis yang sedang berkunjung. Tidak hanya itu, alat musik ini juga sering
dibeli untuk oleh oleh maupun cinderamata. Uniknya lagi, di setiap
pembuatan ada diberi ukiran khas Maluku atau Papua yang membuat nilai
estetika alat ini semakin tinggi.
38
9) Alat musik tradisional kendang atau gendang
39
Alat musik tradisional lainnya yang juga berasal dari Pulau Jawa adalah
gamelan. Secara umum alat musik ini terdiri dari beberapa alat musik
instrumen dasar maupun pengiring. Meski terbilang kuno, nyatanya
gamelan masih banyak digunakan dalam beberapa acara seperti wayang,
kuda lumping, atau [Link] seperti angklung, alat musik
gamelan juga sudah mendunia. Bahkan tidak sedikit warga asing yang ingin
belajar lebih dalam tentang alat musik asli Indonesia ini. Bahkan gamelan
sudah menjadi kurikulum wajib di beberapa sekolah di Amerika dan New
Zealand.
Gambar 2.27 FU
sumber : google, 2023
2. Musik Country
Musik country pertama kali menyebar pada abad ke-19. Ketika itu dimulai
oleh sekelompok imigran asal Eropa yang berada di Amerika Serikat. Kelompok
40
imigran tersebut terdiri dari negara Irlandia, Britania Raya, Jerman, Spanyol dan
Italia yang berpindah dan menyebar di wilayah Texas. Di Texas itulah akhirnya
mereka menyatu bersama orang-orang Meksiko-Amerika dan para penduduk asli
Amerika Serikat. Karena memiliki rumput yang subur sehingga banyak
penggembala ternak yang datang ke sana. Oleh karena itu, Texas dikenal sebagai
kota cowboy (koboi). Bahkan musik country juga sering diidentitaskan dengan
cowboy.
Di Indonesia, musik ini mulai berkembang pada tahun 1980-an yang ditandai
oleh munculnya musisi-musisi Indonesia seperti Iwan Fals dan Ebiet G. Ade.
Sementara musik country kontemporer mulai dipopulerkan oleh Tantowi Yahya
di Indonesia pada pertengahan tahun 2000. Tiga tahun kemudian, Tantowi
membuat sebuah komunitas yang bernama Country Music Club of Indonesia.
41
Gambar 2.28 Akordian
sumber : google, 2023
2) Auto Harp
Alat musik ini jika di Indonesia mungkin mirip dengan kecapi, tapi berbeda
dalam menggunakan alat musik ini, biasanya para pemain menaruhnya di
dada.
Banjo adalah alat musik yang berasal dari amerika tapi ditemukan oleh budak
afrika di amerika, alat musik ini permainannya sama dengan gitar hanya saja
string dan bentukannya saja berbeda.
42
Gambar 2.30 Banjo
(sumber : google, 2023
4) Harmonika
Alat musik yang paling kecil dalam memainkan musik country adalah
harmonika, alat musik yang populer pada film-film coboy ini memang bagian
yang tak terpisahkan dalam musik country.
Alat musik ini mirip dengan banjo, hanya saja bentuknya yang lebih besar,
mungkin dari beberapa banyak musik yang digunakan dalam musik country
ini hanya alat musik ini yang berasal dari asia.
43
3. Musik Klasik
Pada dasarnya, musik klasik adalah musik yang lahir dari budaya Eropa
sekitar tahun 1750-1825. Musik ini digolongkan dalam periodisasi tertentu, mulai
dari periode klasik, baroque, rokoko, dan romantik. Hingga saat ini, musik klasik
sering dikaitkan dengan tokoh-tokoh besarnya, yakni Mozart, Bach, Beethoven,
atau Haydn.
Keberadaan musik klasik kerap diartikan sebagai genre musik yang penuh
dengan keindahan dan intelektualitas tinggi pada semua zaman, baik itu berupa
simfoni Mozart, kantata Bach, maupun karya-karya pada abad 20.
Musik ini kerap kali dikaitkan dengan klasikisme, gaya seni, sastra, maupun
arsitektur dari Eropa terutama pada abad ke-18. Salah satu karakteristik utama
dari genre musik ini adalah memberi lebih banyak arti pada musik
instrumentalnya. Dalam sebuah musik klasik, memiliki irama dan nada yang
teratur, bukan nada-nada miring. Bahkan para ahli musik berpendapat bahwa
genre musik ini juga dapat dipergunakan sebagai alat pendidikan sekaligus alat
untuk mempertajam kecerdasan manusia, sebab memiliki 3 unsur keseimbangan,
yakni : Melodi, Ritme, Timbre (tone color)
1. Alat-alat musik klasik
a) Harpsichord
Tahun 1707, Bartolomeo Christofori menciptakan harpsichord, yang
merupakan cikal bakal piano. Harpsichord mempunyai bilah nada bertingkat.
Bilah nadanya masih terbuat dari kayu, dan jangkauan oktafnya belum luas.
Bentuk harpsichord hampir mirip dengan piano, hanya saja belum menyamai
jangkauan nada dari piano.
44
b) Biola
Sejak zaman Barok dan Rokoko biola telah menjadi alat musik yang
vital dalam seni musik Barat karena beberapa sebab. Nada yang dihasilkan biola
terdengar dengan lebih jelas dari alat musik klasik yang lain, menjadikannya
cocok untuk memainkan bagian melodi musik. Jika dimainkan oleh orang yang
ahli, maka
biola merupakan alat musik yang sangat cepat dan dapat memainkan rentetan nad
ayangcepat dan sukar. Dalam orkestra, biola merupakan sebagian besar dari musik
yang dimainkan. Pemain biola dibagi menjadi dua bagian, biasa disebut dengan
pemain biola pertama dan kedua. Komponis biasanya memberikan bagian nada
melodi kepada pemain pertama, sedangkan pemain kedua memainkan nada
harmoni atau nada melodi satu oktaf di bawah pemain pertama. Pemain kedua
juga biasanya duduk di bagian dalam dan bertugas untuk membalik kertas not
ketika
duduk berdampingan di samping pemain pertama yang duduk di bagian luar lebih
dekat ke para penonton.
Karena potensi biola jika dimainkan oleh maestro biola dapat
menghasilkan lagu yang sangat indah, maka biola yang berkualitas tinggi dapat
mencapai harga yang sangat mahal. Salah seorang contoh
pemain biola yang sangat terkenal, yaitu Niccolò Paganini.
4. Musik Keroncong
45
Musik Keroncong memiliki asal usul dari musik-musik Portugis yang datang
ke kawasan Indonesia pada era Kolonialisme abad ke-16. Akar musiknya
adalah Musik Fado yang diperkenalkan para pelaut dan budak kapal yang
mendarat pertama kali di kepulauan Maluku. Kemunduran kolonialisme Portugis
di wilayah Indonesia Timur pada abad ke-17, membuat beberapa Pelaut Portugis
terpencar-pencar dan berpindah ke kawasan Nusa Tenggara, Pulau Jawa dan
Semenanjung Malaya.
Saat para pelaut tersebut mencapai pelabuhan Sunda Kelapa (Batavia) pada
kisaran tahun 1660, Koloni Pelaut Portugis dibawah intimidasi VOC tersebut
membaur dengan masyarakat lokal agar dapat diterima, yang
disebut Kaum Mestizos. Kaum Mestizos ini membuat tradisi musik khas yang
lebih kreatif disekitar Kampung Tugu. Dari kreasi tersebut terciptalah 3 jenis gitar
yang diberi nama Jitera, Prunga dan Macina. Dari suara instrumen alat musik
tersebut, berbunyi “krong-krong” serta suara berbunyi “crong-crong”. Bunyi gitar-
gitar tersebut menjadi awal penamaan Musik Keroncong.
5. Musik Dangdut
Musik dangdut adalah kombinasi antara musik melayu dan musik india, lalu
musik ini berkembang dan menghadirkan dengan ciri khasnya yang berbeda
dengan musik melayu. Ciri khas musik dangdut ini yaitu menggunakan alat musik
tabla, sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan suara ndut.
Musik Dangdut memiliki irama yang ringan, inilah yang membuat
penyanyi dan penikmat musik ini untuk menggoyangkan anggota badannya.
Musik dangdut sangat mudah diterima masyarakat karena liriknya yang sederhana
sehingga mudah dicerna.
Musik Dangdut yang merupakan seni kontemporer yang semakin dikenal
masyarakat seiring perkembangan jaman. Pada awalnya dangdut dikenal dengan
seni musik untuk kalangan kelas bawah dan memang aliran seni musik dangdut
ini adalah cerminan dari kondisi masyarakat kelas bawah yang memiliki ciri khas
kelugasan dan kesederhaannya.
46
Penyebutan dari istilah dangdut adalah sebuah onomatope dari suara
permainan tabla atau disebut pula dengan nama gendang. Bunyi dari alat musik
gendang adalah dang dan dut
Pada mulanya, musik dangdut dikenal dengan nama orkes Melayu atau OM
setelah perubahan musik oleh M. Mashabi dan lainnya. Sebetulnya, istilah
dangdut pernah digunakan pada orkes melayu oleh Rhoma Irama dengan perilisan
album dengan judul dengan sama yaitu Dangdut di tajun 1971. Pada album
tersebut, Rhoma Irama memasukan unsur musik rock ke dalam musik orkes
melayu. Kemudian nama dangdut pun di sematkan pada orkes melayu oleh putu
wijayadalam majalah tempo yang rilis pada 27 mei 1972, ia menjelaskanbahwa
lagu boneka cantik dari india merupakan campuran dari lagu melayu, irama
padang pasir serta dang ding dut india. Karakter musik dangdut sangat kental
dengan nuansa musik dari india, terutama dalam penggunaan alat musik tabla juga
pengaruh dari musik arab dengan cengkok maupun harmonisasi.
1. Alat-alat musik dangdut
a) Kendang
Alat musik tradisional kendang ini sudah cukup terkenal di indonesia.
Kendang atau gendang adalah musik instrumen dalam gamelang masyarakat jawa
dan juga masyarakat sunda. Salah satu fungsi utama kendang ini adalah untuk
mengatur tempo atau irama.
47
Musik ini lahir dari kondisi masyarakat Indonesia yang sedang terjajah oleh
bangsa asing. Dengan menggunakan musik, para pejuang berusaha mengobarkan
semangat persatuan untuk bangkit melawan penjajah. Syair- syair yang diciptakan
pada masa itu, umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untui berkorban
demi tanah air, dan sebagainya. Irama musiknya pun dibuat cepat dan semangat,
serta diakhiri dengan semarak.
48
Identitas pencipta dan penulis lagu diketahui (bukan anonim)
Kadang-kadang musik modern terpengaruhi oleh trend yang tengah
berkembang di kalangan masyarakat
Bersifat tidak tahan lama dan hanya populer dalam jangka waktu tertentu
Tema yang diangkat pada musik modern cenderung luas atau bervariasi
8. Musik Pop
Musik Pop adalah jenis genre musik modern yang terkenal dan populer di
Dunia. Musik genre Pop adalah jenis Musik yang banyak digemari oleh para
pendengar seni musik karena bersifat umum, universal, easy listening dan mudah
diterima oleh berbagai kalangan pecinta seni musik. Musik genre Pop pun banyak
dikolaborasi dengan berbagai jenis genre musik modern lainnya di Dunia.
Genre Musik Pop atau disebut juga Musik Popular adalah jenis aliran musik
modern yang memiliki orientasi komersial. Pada prinsipnya Musik Pop dapat
diterima oleh berbagai kalangan masyarakat dimana pun mereka berada. Musik
Pop sangat elektrikal dan sering mengambil beberapa elemen dari beberapa gaya
musik lainnya agar menjadi semakin berwarna dan penuh ragam sajiannya, seperti
musik genre Rock, Jazz, Dance, Country, Latin, Urban, dan lain-lain.
Kehadiran Genre Musik Pop berkembang pertama kali pada kisaran tahun
1920-an. Pada awal kehadirannya Musik Pop masih banyak mengadopsi
musik folk dan etnic dari Musik Tradisional Afrika dan musik Klasik Eropa.
Musik Pop saat itu banyak digunakan sebagai mengiringi pertunjukkan dansa dan
tarian kontemporer seperti; Tango, Samba, Salsa, Mambo hingga Conga.
Istilah Musik Pop dipopulerkan melalui seorang tokoh pengamat Seni Rupa
bernama Lawrence Alloway. Beliau terinspirasi dari nama “Pop” dari gerakan
Seni Rupa di kawasan Amerika Serikat dan Inggris.
Bentuk awal musik Pop berasal dari Musik Rock N’ Roll yang sudah
berkembang sejak tahun 1950-an. Kemudian ketika Grup Musik The
Beatles memperkenalkan beberapa permainan musik dengan nuansa pop, aliran
49
musik Pop mulai dikenal luas secara globa di zaman itu. Pada dekade 1970-an
saat para musisi dan solois bernuansa pop seperti Bob Dylan, Frankie Avalon,
Marvin Gaye dan musisi lainnya menciptakan Musik Pop yang lebih easy
listening dengan mencampur beberapa elemen musik. Sejak saat itu Musik Pop
jadi sangat mudah dikenal dan digemari karena bertangga nada minor dan
melankolis. Kemudian musik Pop mudah ditunjang dengan berbagai inovasi
teknologi dan tidak terbatas dengan sebuah pakem tertentu.
9. Musik Jass
Kata jazz merupakan salah satu kata terbanyak yang dicari di dalam kamus
bahasa Inggris Amerika modern. Kata jazz hadir sebagai istilah dari bahasa slang
dari sebuah daerah yang terletak di pantai barat Amerika Serikat. Penggunaan
istilah jazz pertama kali digunakan sebagai istilah musik yaitu pada tahun 1915 di
Chicago, Amerika Serikat.
Musik Afrika memberikan pengaruh dalam aliran musik jazz berupa ritme
yang dimainkan secara terus menerus, serta pergerakan dan permainan emosi yang
nantinya menjadi sangat kental dalam karakter musik jazz. Sementara musik
Eropa lebih memberikan pengaruh terhadap kualitas musikal, yaitu yang memiliki
keterkaitan dengan harmoni dan melodi.
Perpaduan dua tradisi yang antonim ini kemudian menghasilkan sebuah jenis
musik baru yang mereinterpretasikan penggunaan nada dalam kombinasi yang
baru. Menciptakan nada-nada biru untuk mengekspresikan perasaan, baik
perasaan senang maupun perasaan sedih.
Beralih ke definisi, menurut Concise Oxford English Dictionary Revised
Edition 2006, jazz merupakan salah satu jenis musik yang berasal dari orang
Amerika berkulit hitam yang menonjolkan improvisasi, ritme, sinkopasi, serta
diiringi dengan menggunakan instrumen khusus.
Lebih rincinya, Whitney Ballet menjelaskan bahwa musik jazz adalah jenis
musik yang sangat personal dan mirip dengan musik blues, mempunyai vokal
yang unik, suara instrumental, dan ditambahkan dengan improvisasi dari para
50
pemainnya. Secara singkatnya, jazz adalah sebuah bentuk kesempurnaan dari
sebuah musik.
Sebuah musik dapat dikatakan sebagai musik jazz ketika di dalam musik
tersebut terdapat ritme, harmoni, dan melodi yang berirama. Tak cukup sampai di
situ, musisi juga dapat menambahlan musik swing serta improvisasi.
Chris McGregor pernah menulis sebuah artikel pada tahun 1964 yang
berjudul “The Classic”. McGregor menyatakan bahwa swing merupakan salah
satu jenis elemen yang paling penting dalam musik jazz, Selain swing, unsur
improvisasi juga perlu untuk digaris bawahi oleh McGregor. “Musik jazz ialah
sebuah seni yang dibuat melalui cara yang spontan,” tulis McGregor.
Secara garis besarnya, musik jazz ialah musik yang di dalamnya terkandung
sebuah ritme yang mempunyai improvisasi, harmoni, serta dimainkan
menggunakan alat musik tertentu.
Instrumen yang digunakan dalam musik jazz pada umumnya berupa alat
musik modern serta berbagai macam tambahan alat musik orkestra, seperti: gitar
bass, contrabass, piano, gitar, trombone, clarinet, saxophone, terompet, dan biola.
2.9. Klasifikasi Pengelaran Musik
Berdasarkan klasifikasi musik penciptaanya musik harus memenuhi
kaidah-kaidah tertentu antara lain harmonisasi, ritme, melodi, dan aturan lain.
Penggolongan jenis ini berdasarkan teori dan tata cara penyusunan komposisi
nada/suara adalah:
1. Musik Pentatonis
Musik pentatonis adalah jenis musik yang menganut lima aturan nada sebagai
skalanya. Contohnya adalah pada musik tradisional, misalnya pada musik
tradisional Jawa. Pada notasi musik tradisional Jawa, dapat dilihat bahwa
penyusunan komp osisi nadanya menggunakan lima nada, yaitu 1(do), 2(re),
3(mi), 5(sol), 6(la).
51
musik-musik tradisional seperti pertunjukan alat musik gamelan, angklung dan
sebagainya.
2. Musik diatonis
Musik diatonis adalah jenis musik yang menganut tujuh nada sebagai
skalanya. Contohnya adalah pada musik pop modern. Jenis musik inilah yang
paling banyak digunakan pada jaman sekarang ini. Penyusunan komposisi
nadanya tersebut yaitu : 1(d0), 2(re), 3(mi), 4(fa), 5(sol), 6(la), 7(si).
52
a. kreatifitas mengenai seni musik. Selain itu juga dapat meningkatkan daya
tarik masyarakat atau menumbuhkan apresiasi seni di bidang musik bagi
masyarakat.
b. Fungsi Pemasaran sebagai wadah atau tempat untuk mempromosikan dan
sebagai tempat transaksi jual beli berbagai hasil karya seni dalam dunia
musik.
Gitar adalah alat musik dari kayu dengan diberi 6 dawai senar. Untuk
memainkannya dengan cara dipetik. Gitar ada dua macam, yaitu gitar akustic dan
gitar listrik. Gitar akustik adalah gitar yang dapat digunakan dan menghasilkan
53
suara tanpa bantuan aliran listrik. Dimensinya : Panjang ± 1.10m, Lebar ± 0.40m,
dan tebal ± 0.15m. Gitar listrik adalah sejenis gitar yang menggunakan beberapa
pickup untuk mengubah bunyi atau getaran dari string gitar menjadi arus listrik
yang akan dikuatkan kembali dengan menggunakan seperangkat amplifier dan
loud speaker. Dimensinya hampir sama, hanya saja gitar listrik mempunyai
ketebalan sekitar 0.5cm.
b. Bass
Bass adalah salah satu instrument musik berdawai / senar lebih besar
dibandingkan gitar biasa. Seperti gitar, bass juga mempunyai dua macam, yaitu
bass akustik dan bass elektrik. Bass akustik adalah gitar bass yang dapat
digunakan dan menghasilkan suara tanpa bantuan elektrik. Dimensinya hampir
sama dengan gitar akustik hanya saja panjangnya mencapai ±1.25m. Bass elektrik
adalah gitar bass yang hanya dapat digunakan dan menghasilkan suara melalui
bantuan elektrik.
c. Drum
Drum merupakan alat musik pukul. Drum terdiri atas beberapa tabung yang
bermembran. Drum biasa digunakan untuk memainkan musikmusik modern.
Dibutuhkan ruang ± 2x2m untuk dapat meletakan sebuah drum set (satu set drum
penuh).
d. Keyboard, Piano, Organ
Keyboard, Piano, dan organ adalah alat musik yang dimainkan dengan jari
jemari tangan. Untuk membunyikannya adalah dengan cara memencet tuts-
tutsnya.
e. Biola
Biola adalah alat musik gesek. Pada umumnya biola terbuat dari bahan kayu,
mempunyai 3 buah dawai senar.
54
Saxofone dan Harmonika merupakan alat musik tiup yang biasa dimainkan untuk
musikmusik beraliran blues dan
55
menerapkan dari enam sampe tujuh ciri dapat dikatakan sebagai arsitektur post
modern. Charles Jenks seorang tokoh pencetus lahirnya post modern
menyebutkan tiga alasan yang mendasari timbulnya era post modern (Fajrine et
al., 2017), yaitu.
a. Kehidupan sudah berkembang dari dunia serba terbatas ke dunia tanpa batas, ini
disebabkan oleh cepatnya komunikasi dan tingginya daya tiru manusia.
b. Canggihnya teknologi menghasilkan produk-produk yang bersifat pribadi.
c. Adanya kecenderungan untuk kembali kepada nilai-nilai tradisional atau
daerah, sebuah kecenderungan manusia untuk menoleh ke belakang.
Dilihat dari ketiga alasan tersebut maka dapat disimpilkan bahwa
arsitektur post modern dan arsitektur yang ada didalamnya adalah arsitektur yang
menerapkan sebuah konsep arsitektur tradisional dengan arsitektur modern
sehingga konsep tersebut menjadi sebuah kesatuan untuk mengkritisi bentuk
arsitektur modern. Dalam perkembangan arsitektur, bentuk arsitektur tradisional
adalah bentuk – bentuk yang sangat berbeda dengan bentuk arsitektur modern
yang monoton.
Selain Charles A. Jencks yang menggunakan konsep arsitektur neo
vernacular pada bangunananya. Masih banyak arsitek professional yang
menggunkan konsep arsitektur neo vernacular sebgai konsep desain bangunan
mereka salah satunya adalah bangunan istana budaya yang ada di Malaysia.
56
kebudayaan Malaysia. Kebudayaan yang diambil adalah bentuk rumah tradisional
Malaysia yang menggunakan atap pelana yang sangat tinggi. Bangunan teater
yang berkapasitas 2000 orang ini sangat terliahat perpaduan antara konsep
arsitektur vernacular dengan arsitektur modern yang diliahat dari material yang
digunakan pada bangunannya.(Hospitality, n.d.)
contoh lain dari karya arsitek yang desain bangunannya menggunakan
konsep neo – vernacular adalah bangunan yang ada di afrika yaitu Mapungubwe
interpretation center. Bangunan tersebut di desain oleh arsitek peter rich.
Bangunan ini berada di daerah cultureal heritage yang ada di afrika selatan.
Sumber : Arcdaily,2010
57
fonim yang berarti baru. Kata NEO atau NEW berarti baru atau hal yang baru,
sedangkan kata vernacular berasal dari kata vernaculus (bahasa latin) yang berarti
asli. Maka arsitektur neo - vernakular dapat diartikan sebagai arsitektur asli daerah
tersebut yang dibangun oleh masyarakat setempat, dengan menggunakan material
lokal, mempunyai unsur adat istiadat atau budaya dan disatu padukan dengan
sentuhan modern yang mendukung nilai dari vernacular itu sendiri. (Purnomo,
2017)
Arsitektur Neo-Vernakular merupakan salah satu konsep aristektur yang
berasal dari aliran arsitektur post moders. Arsitektur neo-vernakular ini adalah
salah satu konsep yang mempunyai sebuah konsep yang mengkrirtisi konsep
arsitektur modern. Arsitektur Neo-Vernakular merupakan arsitektur yang
prinsipnya mempertimbangkan kaidah-kaidah perturan daerah serta budaya lokal
dalam kehidupan masyarakat serta keselarasan antara bangunan, alam, dan
lingkungan. pada intinya arsitektur Neo-Vernakular merupakan perpaduan antara
bangunan modern dengan bangunan lokal.(Fasilitas & Dan, n.d.)
Neo vernakular adalah interpretasi dari arsitektur vernacular yang disatu
padukan dengan gaya arsitektur modern. Arsitektur vernacular adalah gaya
arsitektur yang dirancang oleh orang lokal, dengan bahan material lokal dan
mencerminkan gaya lokal didaerah tersebut. Namun, zaman terus berganti
sehingga membuat gaya arsitektur pun ikut berkembang mengikuti zaman.
Sehingga gaya arsitektur vernakular pun mulai memudar. Untuk melestarikan
bangunan atau prinsip -prinsip vernakular itu kita harus melibatkan vernakular itu
sendiri terhadap arus modernisasi.
Pada zaman sekarang konsep arsitektur neo-vernakular dikemas dengan
bentuk yang lebih modern namun masih memiliki unsur-unsur tradisional pada
desain bangunannya. Arsitektur neo-vernakular ini memiliki sebuah identitas yang
dimiliki oleh daerah tersebut. Walaupun dalam proses pembangunan dan material
yang digunakan adalah material modern namun bangunan tersebut masih
memiliki unsur-unsur tradisional daerah tersebut.
Dari pernyataan Charles Jencks dalam bukunya “language of Post-Modern
Architecture (1990)” mengatakan arsitektur neo – vernacular adalah arsitektur
58
yang menggunakan batu bata, keramik dan material tradisional lainnya dan juga
bentuk vernacular adalah sebuah reaksi untuk melawan arsitektur internatiol
modern pada 1960-an dan 1970-an. (Wuisang, n.d.) Dan maka dapat dipaparkan
ciri-ciri Arsitektur NeoVernakular sebagai berikut.
1) Selalu Menggunakan Bentuk Atap Bubungan.
2) Penggunaan Material Lokal
3) Mengembalikan bentuk-bentuk tradisional
4) Kesatuan Antara Interior dengan Lingkungan
5) Warna-warna yang kuat dan kontras.
59
jenis konstruksinya”. Arsitektur tradisional dan arsitektur vernakular merupakan
objek, oleh karena itu kedua kata tersebut memiliki objektif yang sama, namun
dengan tujuan yang berbeda.(Suharjanto, 2011)
Kata tradisi berasal dari bahasa Latin traditionem, dari traditio yang berarti
"serah terima, memberikan, estafet", dan digunakan dalam berbagai cara berupa
kepercayaan atau kebiasaan yang diajarkan atau ditularkan dari satu generasi ke
generasi berikutnya, biasanya disampaikan secara lisan dan turun temurun.
Sebagai contoh adalah kegiatan – kegiatan keagamaan dan kegiatan- kegiatan
yang sering dilakukan oleh masyarakat dan dilakukan setiap waktu.(Pengajar et
al., 2011)
Menurut Yulianto Sumalyo (1993), vernakular adalah bahasa setempat,
dalam arsitektur vernacular adalah bentuk arsitektural yang menerapkan ciri – ciri
budaya sekitar termasuk dengan material, iklim, dan makna dalam bentuk
arsitektural seperti tata letak denah, struktur,material dan detail detail seperti
ornament, dll. Sementara definisi arsitektur vernakular menurut Paul Oliver dalam
Encyclopedia of Vernacular Architecture of the World adalah terdiri dari rumah-
rumah rakyat dan bangunan lain, yang terkait dengan konteks lingkungan mereka
dan sumber daya tersedia yang dimiliki atau dibangun, dan menggunakan
teknologi tradisional. Semua bentuk arsitektur vernakular dibangun untuk
memenuhi kebutuhan untuk mengakomodasi nilai-nilai, ekonomi dan cara hidup
budaya yang berkembang.
Tentang perkembangan arsitektur vernacular ditulis oleh Salura (2008)
tentang Bernard Rudofsky (1910 – 1987) seorang yang pertama kali
mengemukakan tentang kemunculan kata vernakular. Bernard Rudofsky adalah
seorang arsitek yang berhasil melakukan penelitian terhadap arsitektur yang
berasal dari masyarakat biasa yang menceritakan sebuah tentang bangunan yang
tidak diketahui siapa arsiteknya. Rudofsky menyebut karya penelitian ini dengan
istilah non formal architecture. (Rogi, 2015)
Dari hasil penelitiannya tersebut pada tahun 1964, beliau berhasil
meluncurkan sebuah buku yang berjudul “Arsitektur Tanpa Arsitek”. buku ini
menjelaskan tentang sebuah pemukiman masyarakat lokal yang mana pada zamn
60
tersebut dunia arsitektur sedang membahas tentang arsitktur dari kerajaan dan
bangunan keagamaan seperti gereja dan masjid. Dari buku yang berjudul asli
“arsitektur tanpa arsitek” membuat para kalangan arsitek ataupun kerajaan
menjadi sadar bahwa pemikiran orang selama ini salah tentang hasil karya dari
kepintaraaan masyarakat lokal dalam membuat sebuah bangunan.
Demikianlah sejak Rudofsky menggelar perilsan bukunya yaitu “arsitektur
tanpa arsitek” ia kemudian menyebut jenis arsitektur ini dengan sebutan
“vernacular-architecture”. Jika dirujuk kedalam kamus-kamus bahasa, Istilah
vernakular ternyata merujuk kedalam ilmu bahasa (linguistik) yang secara harfiah
berarti logat, dialek atau bahasa asli setempat, sehingga tepat rasanya jika label
vernakular ini oleh nya ditempelkan pada jenis bangunan rakyat yang
menunjukkan kadar kekentalan lokalitas setempat. Setelah perilisan buku tersebut
banyak para penulis arsitektur yang mengaku sebagai ilmuwan tentang teori
asrsitektur vernacular.
Salah satu yang paling sering dijadikan rujukan oleh para pengkaji
vernakular adalah Amos Rapoport. Berdasarkan tradisi cara membangunnya,
Rapoport dalam buku klasiknya House Form and Culture, membagi bangunan
menjadi grand-tradition (tradisi megah) dan folk-tradition (tradisi rakyat).
Kemegahan Istana dan bangunan keagamaan digolongkan ke dalam grand-
tradition. Sementara architecture without architects digolongkan sebagai
bangunan folk-tradition. Pada klasifikasi folk-tradition ia menempatkan dua
kelompok: arsitektur primitif dan arsitektur vernakular.
Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki tradisi yang sangat
beragam. Sehingga tradisi tersebut menciptakan sebuah karya – karya bangunan
yang mempunyai nilai tersendiri bagi daerah tersebut. Contoh kecil bangunan
vernacular yang ada di indonesia seperti rumah adat Sumatera Barat yaitu rumah
gadang dan juga rumah adat bali seperti yang ada pada gambar dibawah ini.
Bangunan – bangunan tersebut lahir dikarenakan adanya tradisi – tradisi yang
turun menurun dilakukan dari generasi ke generasi sehingga menghasilkan
bangunan yang sangat bernilai harganya.
61
Namun, harga dari tradisi tersebut kian menghilang karena adanya
perkembangan zaman yang mengakibatkan tradisi tersebut kian menghilang.
Arsitektur vernacular tradisional mulai ditinggalkan dan arsitektur vernacular
modern mulai berkembang mengikuti zaman yang bisa disebut dengan nama
arsitektur neo – vernacular
2.12.5. Prinsip Dasar Arsitektur Neo Vernakular
Adapun beberapa prinsip-prinsip desain arsitektur Neo Vernakular secara
terperinci, yaitu :
1. Hubungan langsung, merupakan pembangunan yang kreatif dan adaptif
terhadap arsitektur setempat disesuaikan dengan nilai-nilai atau fungsi dari
bangunan sekarang.
2. Hubungan abstrak, meliputi interprestasi ke dalam bentuk bangunan yang
dapat dipakai melalui analisa budaya dan peninggalan arsitektur.
3. Hubungan lansekap, mencerminkan dan menginterprestasikan lingkungan
seperti kondisi fisik termaksud topografi dan iklim.
4. Hubungan kontemporer, meliputi pemilihan penggunaan teknologi, bentuk
ide yang relevan dengan program konsep arsitektur.
5. Hubungan masa depan, merupakan pertimbangan mengantisipasi kondisi
yang akan datang.
62
Atap bubungan menutupi tingkat bagian tembok sampai hampir ke tanah
sehingga lebih banyak atap yang diibaratkan sebagai elemen pelindung dan
penyambut dari pada tembok yang digambarkan sebagai elemen pertahanan
yang yang menyimbolkan permusuha.
2. Batu bata (dalam hal ini merupakan elemen konstruksi lokal)
Bangunan didominasi pengguna batu bata pada abad 19 gaya victorian yang
merupakan budaya dari arsitektur barat
3. Mengembalikan bentuk-bentuk tradisional yang ramah lingkungan dangan
proporsi yang lebih vertikal.
4. Kesatuan antara interior yang terbuka melalui elemen yang modern dengan
ruang terbuka di luar bangunan
5. Warna-warna yang kuat dan kontras
Dari ciri-ciri diatas dapat dilihat bahwa Arsitektur Neo Vernakular tidak
ditunjukkan pada Arsitektur Modern atau Arsitektur Tradisional tetapi lebih
pada keduanya. Hubungan antara kedua bentuk arsitektur diatas ditunjukkan
dengan jelas dan tepat oleh Neo Vernakular melalui trend akan rehabilitasi
dan pemakaian kembali atap miring. Batu bata sebagai elemen lokal dan
susunan massa yang indah. Mendapatkan unsur-unsur baru dapat dicapai
dengan pencampuran antara unsur setempat dengan teknologi modern, tapi
masih mempertimbangkan unsur setempat.
63
1. Tahap I – podium atas
2. Tahap II – konstruksi bagian luar
3. Tahap III – desain interior dan konstruksi keseluruhan
64
digunakan untuk mempromosikan pemahaman dan apresiasi terhadap Seni
dan Ilmu Pengetahuan. Tempat itu berdiri di jantung kawasan South
Kensington, yang akan dikembangkan dengan keuntungan Pameran Besar
tahun 1851.
Ketika Pangeran Albert meninggal karena demam tifoid pada tahun
1861, semua rencana untuk bangunan ditunda sampai mereka dihidupkan
kembali oleh kolaborator Albert di Pameran Besar, Henry Cole . Desain
Hall terinspirasi oleh kunjungan Cole ke Amfiteater Romawi yang
menghancurkan dan pada awalnya ditujukan untuk menampung 30.000
orang, yang pada akhirnya mengurangi 7.000 untuk alasan finansial dan
praktis, dan hari ini, karena peraturan api modern, menjadi sekitar 5.500.
Pekerjaan dimulai pada bulan April 1867 dan Hall dibuka pada tanggal 29
Maret 1871 oleh Ratu Victoria , berganti nama menjadi kenangan Pangeran
Albert ke Royal Albert Hall of Arts and Sciences. Ketika Victoria membuka
Hall, dia sangat diliputi oleh perasaan bahwa Pangeran Wales harus
berbicara di tempatnya; Komentar satu-satunya yang tercatat di Hall adalah
bahwa hal itu mengingatkannya pada konstitusi Inggris.
65
dengan penambahan beberapa piring akustik, yang sering disebut
sebagai jamur Royal Albert [Link] khas Hall dibangun
dari lebih dari 6 juta batu bata merah dan 80.000 blok terakota
dan mencakup hiasan terakota sepanjang 800 kaki .
Gambar 2.42 Sebuah kartu pos di Hall dari tahun 1913
Sumber : penulis 2023
3. Usmar Ismail Hall
Prof. Dr. Ir. Soegijanto adalah yang bertanggung jawab dalam perhitungan
akustik untuk memenuhi syarat-syarat di atas. Perhitungan yang cermat, ahli
akustik dari Departemen Fisika bangunan Institut Teknologi Bandung ini
menyimpulkan, bahwa kebutuhan waktu gema antara 1.3 detik – 2 detik,
dalam kasus ini ditetapkan nilai 1.6 detik untuk concert hall dan 1.1 detik
untuk cinema.
66
memang diterapkan di seluruh lini oleh perancan. Termasuk juga dalam
pemilihan kursi penonton, dan layer yang harus disesuaikan dengan syarat
akustik. konser ataupun film dengan kenyamanan maksimal. Bahkan pentas
teater juga bisa digelar di ruangan ini. Tata akustik memudahkan permain
teater beraksi tanpa harus menggunakan pengeras suara apapun. Meskipun
begitu detail dalam urusan akustik, tak membuat interior desainernya alpa
dalam sentuhan estetika. Pilihan warna-warna tanah dengan sentuhan merah
di kursi penonton dan gorden serta pengaturan cahaya memberi kesan
harmonis, hangat, tanpa kehilangan unsure kontras.
67
BAB III
METODE PERANCANGAN
3.1. Lokasi Penelitian
68
3.3.2. Interview
Interview adalah wawancara yang dilakukan secara terbuka dan terstruktur
serta berkembang. Teknik ini digunakan untuk menggali dan memperoleh data
atau informasi yang terkait dengan objek rancangan. Teknik interview yang
dilakukan yaitu penelitian wawancara terhadap pihak-pihak terkait
Data yang diperoleh dari penelitian meliputi data primer dan data sekunder.
Yakni data yang diperoleh melalui studi literatur berupa tinjauan pustaka dari
sumber-sumber informasi seperti buku panduan, majalah, internet, data-data
statistic dari instansi-instansi tertentu dan sumber pustaka lainnya.
69
Analisa data yang dipakai dalam menganalisa data-data yang berhubungan
dengan objek perancangan adalah sebagai berikut :
1. Analisa Aktifitas
Analisa aktifitas adalah sebuah analisa untuk mengenal aktifitas yang
dilakukan oleh pengguna sehingga diketahui pola perilaku pada tiap-tiap
kelompok aktifitas, sehingga dengan adanya analisa aktifitas diharapkan akan
menghasilkan kebutuhan ruang, penzoningan ruang dan
kedekatakan/hubungan ruang.
2. Analisa Besaran Ruang
Analisa ruang merupakan analisa yang dilakukan untuk memperoleh
persyaratan-persyaratan ruang, standar ukuran ruang, kebutuhan ruang,
jumlah ruang. Berdasarkan analisis dan data yang diperoleh agar pengunjung
dan pengelola mendapatkan kenyamanan dan kelayakan sesuai dengan fungsi
observarium
70
3.5.3. Analisa Aspek Bangunan
Konsep perancangan adalah gagasan atau ide yang di ambil dan di terapkan
pada objek perancangan . Tampilan bangunan biasanya didapatkan setelah di
lakukan analisis bentuk dan gubahan bentuk sebelumnya sehingga kesesuaian
bangunan dengan konsep dapat terlihat
71
Gambar 3.1. Alur Perancangan
BAB IV
72
Sofifi sebagai Ibukota Provinsi Maluku Utara yang saat ini masih berada
dalam wilayah administratif Kota Tidore Kepulauan. Sebagai pusat pemerintahan
Provinsi Maluku Utara, secara geografis Sofifi letaknya sangat strategis untuk
pembangunan sarana dan prasarana yang dapat memberikan kontribusi bagi
pembangunan nasional maupun daerah. Berikut merupakan peta administrasi Kota
Tidore Kepulauan yang dimana Sofifi masih masuk dalam wilayah administrasi
Kota Tidore Kepulauan.
73
2. Sebelah selatan dengan Kabupaten Halmahera Selatan
3. Sebelah timur dengan Kabupaten Halmahera Timur dan Kabupaten
Halmahera Tengah
4. Sebelah barat dengan Kota
Untuk Oba Utara sendiri mempunyai wilayah administrasi yang dapat dilihat
pada peta di bawah ini :
4.1.3 Tinjauan Tata Ruang Wilayah Kota (BWK dan Peraturan Teknis
bangunan)
74
Bagian Wilayah Kota
Wilayah Fungsi
(BWK)
Untuk peta administrasi bagian wilayah Kota Sofifi (BWK), ialah sebagai
berikut :
75
Gambar 4.3. Peta Administrasi Bagian Wilayah Kota Sofifi
(Sumber :Google,2022 )
76
a) Fungsi sekunder I, kawasan wisata Danau Gosale Pusat BWK-1
b) Fungsi sekunder II, pusat lingkungan permukiman sub-pusat
BWK 1
c) Fungsi sekunder lainnya, pusat sub lingkungan permukiman.
3) Sebaran pusat pelayanan
Fasilitas yang dialokasikan di BWK-1 adalah sebagai berikut :
Tabel 4.6. Struktur Pusat Pelayanan BWK-1
Sub-Lingkungan
Sub-Pusat Lingkungan
Permukiman 750 – 1000
Permukiman
(setingkat RW)
77
b) Perdagangan dan jasa, dikembangkan ke jalan utama dengan
pola linear.
c) Pelabuhan / dermaga penumpang, untuk melayani pergerakan
panumpang dari dan menuju Sofifi.
d) Perumahan, yang ada saat ini dan pembangunan baru yang
menye-bar di seluruh BWK.
e) Kawasan Pusat BWK, akan menjadi Kawasan Pusat Kota.
2) Kegiatan penunjang, yang terdapat di BWK-2, ialah :
Tabel 4.7. Klasifikasi Fungsi Kegiatan BWK-2
78
b) Perumahan, yang ada saat ini dan pembangunan baru yang
meny-ebar di seluruh BWK.
c) Kawasan pusat BWK, akan menjadi satu kesatuan dengan kawa-
san Pusat Kota.
2) Kegiatan penunjang, yang terdapat di BWK-3, ialah :
Tabel 4.8. Klasifikasi Fungsi Kegiatan BWK-3
79
e) Kawasan Pusat BWK, akan menjadi satu kesatuan dengan kawa-
san Pusat Kota.
2) Kegiatan penunjang, yang terdapat di BWK-4 ialah :
Tabel 4.9. Klasifikasi Fungsi Kegiatan BWK-4
80
melebihi 10% dari luas denah yang diperhitungkan sesuai
dengan KDB yang ditetapkan.
c) Overstek atap yang melebihi 1,50m maka luas mendatar
kelebihannya dianggap sebagai lantai denah.
d) Teras tidak beratap yang mempunyai dinding tidak lebih dari
1,20m di atas lantai teras, tidak diperhitungkan.
e) Luas lantai bangunan untuk parkir tidak diperhitungkan dalam
perhitungan KLB asal tidak melebihh dari 50% KLB yang telah
ditetapkan. Jika melebihi, maka diperhitungkan 50% terhadap
KLB.
3) Garis Sempadan Bangunan (GSB), berlaku untuk bangunan yang
berada di sisi jalan adalah sebagai berikut :
a) Patokan dari tepi jalan sampai muka bangunan selebar ½ kali lebar
jalan (1/2 ROW atau right of way); dan
b) Garis sempadan kiri, kanan dan belakang bangunan menggunakan
jarak 2 meter terhadap batas kavling.
4) Koefisien Dasar Bangunan, KDB blok peruntukan dibagi ke dalam
lima kelas sebagaimana diatur dalam Kepmendagri No.59/1998,
yaitu :
a) Sangat tinggi : diatas 75%; d) Rendah : 5-20%; dan
b) Tinggi : 50-75%; e) Sangat Rendah : <5%
c) Menengah : 20-50%;
Untuk BWK-3 dan BWK-4 penetapan nilai Koefisien Dasar
Bangunan (KDB) meliputi :
a) Nilai KDB kawasan perdagangan luas KDB nya 60% dengan
tetap memperhatikan keberadaan ruang terbuka sebagai tata hijau.
b) Nilai KDB kawasan lindung luas KDB nya 0%, dimana kawasan
tersebut tidak akan dibangun dengan tujuan untuk menjaga
kealamian kawasan.
5) Koefisien Lantai Bangunan (KLB), diperoleh dari hasil penjumlahan
keseluruhan luas lantai bangunan-bangunan (basement, lantai dasar, dan
81
lantai atas) yang kemudian dibagi dengan luas daerah perencanaan.
Adapun nilai KLB pada BWK-3 dan BWK-4, meliputi :
a) Nilai KLB kawasan perekonomian dan jasa ditetapkan sebesar 0,6.
b) Tidak menutup kemungkinan adanya penambahan KLB, namun
tetap dibatasi nilainya sebesar 0,9.
c) Nilai KLB kawasan perkebunan dan pertanian lahan kering ditetap-
kan sebesar 0,3.
d) Untuk kawasan hutan lindung tidak ditetapkan nilai KLB.
6) Koefisien Dasar Hijau
a) Koefisien Dasar Hijau (KDH) ditetapkan sesuai dengan
peruntukkan. KDH minimal 10% pada daerah sangat padat.
b) Untuk perhitungan KDH secara umum, digunakan rumus : 100%
(KDB + 20% KDB).
7) Ketinggian Bangunan
a) Ketinggian ruang pada lantai dasar disesuaikan dengan fungsi dan
bentuk bangunannya.
b) Jarak vertikal lantai bangunan ke lantai berikutnya maksimal 5m,
(kecuali bangunan ibadah, industri, gedung olah raga, bangunan
monumental, dan bangunan gedung serba guna).
c) Penggunaam rongga atap diperhitungkan dalam ketentuan intensitas
ruang.
82
tertuang pada rencana sistem pusat kegiatan kota RTRW Kota Sofifi, yakni
terbagi menjadi 4 BWK dan ditambah 1 BWK pendukung. Pembagian tersebut
didasarkan pada karakteristik, arahan kegiatan fungsional serta hirarki pada pusat
kegiatan Kota. Sesuai dengan fungsi dari bangunan gedung pusat seni musik,
maka pertimbangannya sebagai berikut :
83
Wilayah yang tidak sesuai kriteria 0
84
di sekitarnya
Total 14 12 10 10 8
Jadi, BWK yang sesuai kriteria dengan data yang diambil untuk menjadi
lokasi perancangan berada di BWK-2, yang dimana BWK-2 memenuhi kriteria
yang telah ditentukan sebagai bahan acuan dalam penilaian lokasi perancangan.
Berikut adalah penilaian kriteria lokasi site dengan 3 pilihan lokasi alternatif
85
Kepadatan bangunan rendah 1
BAB V
86
Musik di Sofifi, sehingga pada akhirnya di peroleh ruang-ruang yang memang
diperlukan untuk mewadahi segala kegiatan atau aktifitas oleh para pelaku yang
berada pada Perancangan Gedung Pusat Seni Musik di Sofifi.
Pelaku atau pengguna dikelombokkan menjadi tiga golongan, yaitu
kelompok pengelola, kelompok pengunjung
1. Kelompok pengelola
Pada perancangan gedung pusat seni musik di sofifi ini, pengelola berperan
mengatur segala kegiatan berlangsung, pengelola merupakan bagian yang
bertanggung jawab terhadap berlangsungnya kegiatan yang ada di area
perancangan.
Karakteristik kegiatan oleh pengelola adalah mengatur masalah administrasi
dan kegiatan, melakukan perawatan terhadap fasilitas-fasilitas yang ada di
perancangan gedung pusat seni musik di sofifi.
2. Kelompok pengunjung
Pada perancangan gedung pusat seni musik di sofifi pengunjung berperan
sebagai tamu dan pemakai yang datang dan melakukan aktifitas berupa
menoton segala jenis pertujukan musik dan melakukan latihan untuk melatih
kemampuan dalam hal bermusik.
No Pelaku Aktivitas
PENGELOLA
87
operasional departemen
Mengambil keputusan yang utama
dimana telah didapatkan
sebelumnya
Istirahat/pulang
Makan/minum
Sholat
Buang air besar
Buang air kecil
2 Manager Datang
Parkir
Memiliki wewenang dan
bertanggung jawab dama
memimpin semua aktifitas dan
pelaku kegiatan dalam gedung seni
musik
Istirahat / pulang
Makan / minum
Sholat
Buang air besar
Buang air kecil
88
4 Sekretaris Datang
Parkir
Mengatur jadwal acara, jadwal
kerja serta menerima tamu dari
general manager / manager
Bertanggung jawab dalam
warespondensi terhadap general
manager
Istirahat / pulang
Makan/minum
Sholat
Buang air besar
Buang air kecil
5 Bendahara Datang
Parkir
Mengatur jadwal acara, jadwal
kerja serta menerima tamu dari
general manager / manager
Bertanggung jawab dalam
warespondensi terhadap general
manager
Istirahat / pulang
Makan/minum
Sholat
Buang air besar
Buang air kecil
6 supervisor Datang
Parkir
Memimpin setiap unit penunjang
dan mengembangkan yang ada
89
pada gedung seni musik
Bertanggung jawab kepada
pemimpin/ manager
Istirahat/pulang
Makan/minum
Sholat
Buang air besar
Buang air kecil
7 Sutradara
Datang
Parkir
Kerja
Istirahat / pulang
Makan / minum
Buang air besar
Buang air kecil
90
Istirahat / pulang
Makan / minum
Buang air besar
Buang air kecil
Desainer,
Datang
operator,
Parkir
crew tata cahaya dan crew suara
Kerja sesuai dengan bidangnya
masing masing
Istirahat / pulang
Makan / minum
Buang air besar
Buang air kecil
91
Tukang rias dengan bidang-bidangnya
Istirahat / pulang
Makan / minum
Buang air besar
Buang air kecil
Sekretariat
Datang
Perizinan
Parkir
Transportasi
Kerja
Konsumsi
Melakukan semua pekerjaan sesuai
Dokumentasi
dengan bidang-bidangnya
Publikasi
Istirahat / pulang
Porter dan petugas tiket
Makan / minum
keamanan
Buang air besar
Buang air kecil
SERVIS
14 Datang
Staff mekanikal elektrikal
Parkir
(ME) Kerja
Melakukan kegiatan maintenance
untuk ME
Istirahat / pulang
Makan / minum
Buang air besar
Buang air kecil
92
digunakan sebagai sarana pelatihan
Istirahat / pulang
Makan / minum
Buang air besar
Buang air kecil
15 supir Datang
Parkir
Kerja
Memakirkan kendaraan yang
digunakan sebagai akses keluar
masuk seperti bis dan mobil
Melakukan perbaikan kerusakan
terhadap alat trasportasi oleh staff
Istirahat / pulang
Makan / minum
Buang air besar
Buang air kecil
93
Masyarakat umum Istirahat / pulang
Makan / minum
Buang air besar
Buang air kecil
18 wisatawan Datang
Parkir
Melihat, menonton,
mendokumentasi foto / vidoe serta
mencari informasi
Istirahat / pulang
Makan / minum
Buang air besar
Buang air kecil
19 Seniman Datang
Parkir
Melihat dan mencari inspirasi serta
mendokumntasi foto/video
Istirahat / pulang
Makan / minum
Buang air besar
Buang air kecil
Sumber : penulis,2023
94
Ruang kepala pengelola
Ruang sekretaris
Ruang bendahara
Supervisor
Ruang desainer
Ruang Juru gambar
Ruang Tukang kayu
Ruang manajer
Ruang sutradara
Ruang penata properti
Ruang crew penata suara
Ruang crew tata cahaya
Ruang operator
Ruang tiket
Ruang tamu
Ruang jahit
Ruang penata kostum
Ruang penata rias
Ruang staf Sekretariat
Ruang staf Perizinan
Ruang staf Transportasi
Ruang staf Konsumsi
Ruang staf Dokumentasi
Ruang staf Publikasi
Ruang staf Porter dan petugas tiket
Ruang staf keamanan
95
Ruang pendidikan formal
Ruang alat musik
Ruang pentas
Pos jaga
Atm center
Lapangan
3 Service Dapur
Laundry
Toilet umum
Ruang Me
Tempat pembuangan sampah
Ruang keamanan
Tempat parkir
Ruang CCTV
Ruang Pompa
Gudang
Ruang Loker
Ruang Plumbing
Sumber : penulis,2023
lobby publik
Resepsionis publik
supervisor publik
96
Ruang desainer publik
97
publik
Ruang staf keamanan
2 Gedung penunjang Ruang galeri atau ruang publik
pameran
Masjid publik
gazebo publik
lapangan publik
Laundry publik
98
Gudang Semi privat
Sumber : penulis,2023
Selain menggunakan pendekatan dari standar ruang yang telah ada untuk
menentukan besaran ruang sesuai dengan kebutuhan masing-masing
maka harus mengacuh pada tiga pertimbangan:
99
b) Besar alur /flow gerak pemakai
c) Standar gerak dan dimensi perabot
Alur atau flow gerak pada ruang-ruang yang telah memiliki standar
umumnya telah diperhitungkan dalam standar yang jelas, untuk itu
perlu diperhitungkan sendiri.
E. Besaran ruang
Ruang Pengelola
100
Marketing 10 m2 Neufert 3 /orang 1 /unit 10 m2
101
102