0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan102 halaman

Arsitektur Neo Vernakular Gedung Musik

Dokumen ini membahas perancangan Gedung Pusat Seni Musik di Sofifi dengan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular, yang bertujuan untuk menyediakan wadah bagi perkembangan seni musik di Maluku Utara. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya fasilitas yang memadai untuk pertunjukan musik, sehingga perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni. Selain itu, gedung ini juga diharapkan menjadi investasi pemerintah dalam bidang ekonomi dan pariwisata.

Diunggah oleh

Nurlela Jufri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan102 halaman

Arsitektur Neo Vernakular Gedung Musik

Dokumen ini membahas perancangan Gedung Pusat Seni Musik di Sofifi dengan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular, yang bertujuan untuk menyediakan wadah bagi perkembangan seni musik di Maluku Utara. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya fasilitas yang memadai untuk pertunjukan musik, sehingga perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni. Selain itu, gedung ini juga diharapkan menjadi investasi pemerintah dalam bidang ekonomi dan pariwisata.

Diunggah oleh

Nurlela Jufri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Seni merupakan hal yang menjadikan dunia terasa indah, tanpa seni tidak ada
yang dapat dirasakan begitu indah. Tuhan menciptakan dunia dan seluruh
kekayaan yang ada didalamnya dengan seni dan penuh dengan keindahan. Hal ini
dapat terlihat dari beragamnya warna yang ada didalam dunia ini, air berwarna
bening, tanah berwarna coklat, pepohonan yang berwarna hijau, lagit berwarna
biru, Semua diciptakan penuh dengan seni. Setiap manusia adalah seniman,
disadari ataupun tidak karena manusia adalah suatu karya seni Tuhan yang maha
kuasa. Sehingga dapat diartikan bahwa dimanpun manusia berada adalah makhluk
Tuhan yang diciptakan penuh dengan seni akan selalu melakukan seni dengan
cara-cara dan kebudayaannya masing-masing.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (Depdiknas,2001) menyatakan bahwa
musik adalah nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga
mengandung irama, lagu dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat-alat
yang menghasilkan bunyi). Menurut Hardjana (2001) musik adalah permainan
waktu dengan mengadopsi bunyi sebagai materinya. Musik adalah waktu dalam
bunyi. Dalam musik, waktu adalah ruang dan bunyi adalah subtansinya. Didalam
ruang waktu itulah bunyi-bunyi bergerak. Dari beberapa pendapat diatas dapat
disimpulkan bahwa musik merupakan cabang seni yang timbul dari pikiran dan
perasaan manusia yang dapat dimengerti dan dipahami berupa nada atau suara
yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama lagu dan
keharmonisan sebagai suatu ekspresi diri.
Pertumbuhan dan perkembangan seni musik merupakan hal yang tidak
terlepas dari kehidupan manusia, musik kemudian seolah-olah hidup
berdampingan pada manusia sebagai pemanis, penghibur, dan mengindahkan
suasana. Itulah sebabnya tidak heran jika banyak orang jatuh cinta dengan seni
musik.

1
Seni musik kemudian diartikan sebagai aliran seni yang menggunakan nada
dan suara atau kombinasi hubungan temporal untuk menyampaikan ekspresi
dalam sebuah kumpulan ilusi dan lantunan suara dengan ritme, vokal, dan
istrumental yang berasal dari pengalaman rasa sang pencipta untuk disampaikan
kepada pendengar atau penikmat seni secara emosional.
Permusikan di maluku utara sendiri memiliki potensi untuk berkembang. Hal
ini dapat di lihat dari banyaknya musisi dan penyanyi-penyanyi hebat yang
membanggakan maluku utara di tingkat nasional. Selain itu banyak event yang di
selenggarakan dari masing masing kabupaten yang ada di maluku utara baik itu
tradisional maupun modern. Secara tidak langsung melalui event-event tersebut
dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi anak-anak, remaja dan orang
dewasa untuk mengasa kemampuannya dalam bidang seni musik.
Untuk itu maluku utara sangat memerlukan tempat khusus sebagai wadah
pementasan seni musik itu sendiri, karena sering diadakannya event musik yang
biasanya masih menggunakan fasilitas lain yang bukan di peruntukkan seperti
ruang-ruang pertemuan, stadion, kampus, diskotik, dan tempat-tempat lain yang
tidak di khususkan untuk acara seperti ini.
Permasalahan utamanya adalah ketidaktersediannya gedung seni musik atau
gedung pertunjukan yang layak secara teknis, fungsi dan persyaratan-persyaratan
mendukung terciptanya suatu gedung pertunjukan yang baik. Dan aspek-aspek
yang menjadi pokok permasalahan antara lain kelancaran sirkulasi, keamanan,
termasuk keamanan terhadap bahaya kebakaran, serta kenyamanan akustik.
Berlatar belakang kondisi di atas, dibutuhkan fasilitas yang mampu
menghadapi tantangan tersebut. Tujuan dari perancangan ini adalah menemukan
dan mengidentifikasi seperti apa tema Arsitektur Neo Vernakular yang diterapkan
pada wajah bangunan Gedung Pusat Seni Musik Di Sofifi. Gedung seni musik
adalah salah satu jawaban yang dapat menjawab tantangan-tantangan di atas.
Dalam skala kota pun gedung seni Musik dapat menjadi investasi pemerintah
dalam bidang ekonomi dan pariwisata, sebagai penghasilan daerah dari wisatawan
atau pengunjung. Oleh karena itu, dengan adanya Gedung seni musik ini
diharapkan dapat menyelenggarakan pertunjukkan musik baik dari musisi lokal

2
maupun musisi non lokal, sehingga dapat menunjang perkembangan dunia seni
musik di Tanah Air khususnya Maluku Utara dan dapat menumbuhkan apresiasi
masyarakat akan seni.

1.2. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana merancang Gedung Pusat Seni Musik di Soffi dengan pendekatan
Arsitektur Neo Vernakular ?
1.3. Tujuan dan Manfaat Perancangan

1.3.1. Tujuan perancangan

tujuan dari perancangan Gedung Pusat Seni Musik di Kota Sofifi dengan
Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular adalah sebagai berikut :
1. Untuk merancang dan menata program ruang yang menunjang suatu
rancangan Gedung Pusat Seni Musik, yang di tinjau dari kebutuhan ruang,
hubungan ruang, maupun besaran ruang.
2. Untuk memberikan tampilan Arsitektur Neo Vernakular pada bangunan
Gedung Pusat Seni Musik yang menarik sesuai dengan fungsi.

1.3.2. Manfaat Perancangan


perancangan Gedung Pusat Seni Musik di Sofifi ini diharapkan dapat
digunakan sebagai salah satu wadah seni musik di maluku utara.
1.4. Ruang Lingkup Perancangan

Dalam perencanaan dan perancangan Gedung Pusat Seni Musik di Sofifi


secara umum harus memperhatikan potensi dan masalah diantaranya:

1. Analisa konsep site


2. Ruang
3. Struktur
4. Utilitas dan
5. Konsep interior

3
Mengatur segala bentuk aspek yang saling berhubungan untuk menciptakan
desain perancangan ruang lingkup Gedung Pusat Seni Musik di Sofifi antara lain
lokasi dan lingkungan eksternal, aspek fisik, aspek aktivitas, aspek ekonomi,
aspek pengelolaan dan kebijakan pembangunan.

1.5. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan penyusunan Pra Tugas Akhir ini tersusun atas bab,
tahap demi tahap ataupun sistematika penyusunan adalah

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini merupakan bab pendahuluan yang berisi tentang kajian latar
belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat perancangan, ruang lingkup
perancangan dan sistematika penulisan pembahasan dalam merancang
BAB II TINJAUAN TEORI
Bab ini merupakan landasan teoritis yang mendukung penulisan, meliputi
tentang pengertian objek rancangan, studi pustaka, peraturan atau kebijakan
(undang-undang dan lain-lain) yang mendukung keterkaitan dan berlaku ,dan
berupa kajian literatur tentang aspek-aspek atau komponen –komponen yang
terkait dengan judul dan permasalahan ,dan teori arsitektur secara umum,serta
studi komparasi yang berisi tentang rumusan tentang gambaran atau karakter
umum objek utama.
BAB III METODE PERANCANGAN

Bab ini berisi tentang tahapan atau metode dalam proses penelitian yaitu cara
tahap pemikiran dari awal sampai akhir proses perencanaan dan perancangan yang
di lakukan guna menghasilkan rancangan yang sesuai dengan target yang ingin di
capai.

BAB IV TINJAUAN OBJEK PERANCANGAN

Bab ini berisi tentang tinjauan lokasi perancangan, gambaran umum Kota
Sofifi tinjauan tata ruang wilayah ( BWK dan Peraturan Teknis Bangunan),
Penentuan lokasi perancangan,dan tinjauan eksisting site.

4
BAB V ANALISA DAN KONSEP PERANCANGAN

Bab ini berisi tentang tahapan-tahapan dalam menganilis data sehinga


menghasilkan konsep yang sesuai dengan tujuan [Link] ada ada
beberapa analisa yaitu,analisis aspek manusia,analisis aspek lingkungan,analisis
bangunan,analisis utilitas,konsep perancangan,orientasi massa bangunan,gubahan
bentuk, konsep penzoningan,pola masa bangunan,konsep pengelolaan ruang
luar,konsep bangunan, dan konsep utilitas.

BAB VI PENUTUP

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang dimana kesimpulan
menguraikan tentang hasil dari keseluruhan penulisan, serta saran di fokuskan
pada pendalaman,pengkajian serta langkah-langkah strategis terkait dengan
pengembangan objek rancangan.

5
BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1. Tinjuan Objek


Pada judul tugas akhir ini judul yang diangkat adalah Perancangan Gedung
Pusat Seni Musik Di Sofifi Dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular.
Adapun pengertian judul dari objek rancangan ialah sebagai berikut
2.1.1. Pengertian Pendidikan
Menurut UU No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
Negara.
Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia)
menjelasakan tentang pengertian pendidikan yaitu: pendidikan adalah tuntutan di
dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, menuntut segala
kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan
sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan
setinggi-tingginya.
2.1.2. Pengertian Perancangan

Perancangan adalah penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa


atau atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan
yang utuh dan berfungsi perancangan sistem dapat dirancang dalam bentuk alir
sistem (system flowchart), yang merupakan alat bentuk grafik yang dapat
digunakan untuk menunjukkan urutan-urutan proses dari sistem (Syifaun Nafisah
2003).Menurut para ahli di antaranya:

1. Verzello / jonh reuter III

6
Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem : pendefinisian dari
kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun
implementasi : “menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk”.
2. Jonh burch / gary grudnitski

Desain sistem dapat didefinisikan sebagai pemggambaran, perencanaan dan


pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam
satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.

2.1.3. Pengertian Gedung

Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002. Bangunan Gedung


adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyantu dengan tempat
kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan di dalam tanah atau
air. Yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk
hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial,
budaya, maupun kegiatan khusus.

2.1.4. Pengertian Pusat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pusat adalah pokok


pangkal atau yang menjadi pumpunan berbagai hal, urusan, dan sebagainya.

2.1.5. Pengertian Seni

Pengertian seni dalam buku An Introduction to Aesthetic, E.F. Carrit


menguntip pendapat sekitar empat puluh ahli estetika yang representatif baik dari
jaman dulu hingga dari jaman modern adalah sebagai proses kreatif, adalah dari
suasana hati, perasaan dan jiwa. Dari kesepakatan ini ada dual hal yang dapat
dicacat. Pertama, bahwa seni adalah ungkapan. Kedua, bahwa seni adalah jiwa,
perasaan dan suasana hati yang diungkapkan. Beberapa penulis dan pemikir seni
menggunakan istilah lain, seperti communication (Tolstoy), objectification
(santayana), embodiment (Bosanquet dan reid) symbolization (langer dan
arnheim). Kesemuannya bukanlah pengganti dari ungkapan (expression),
melainkan merupakan istilah yang sejenis.

7
Pernyataan bahwa seni adalah ungkapan suasana hati, perasaan dan jiwa,
nampaknya mengabaikan peranan teori imitasi dan bentuk yang berpengaruh
dalam sejarah estetika. Tetapi jika kita mendalami pokok teori-teori ini, kita akan
menemukan bahwa pada kenyataannya tidak terdapat perbedaan yang mendasar.
Baik Plato maupun Aristoteles, tidak mengartikan imitasi sebagai peniruan yang
tidak bersifat ungkap. Sejumlah ahli estetika yang menandai seni dengan cara ini,
misal Whitehead : dalam seni, fakta-fakta konkrit itu disusun sedemikian sehingga
perhatian dapat diarahkan pada nilai-nilai tertentu yang dapat diwujudkan
melaluinya. Kebiasaan seni adalah kebiasaan menikmati nilai-nilai yang hidup.
Nietzche, disibukkan oleh ide, bahwa semua nilai dapat dipertanyaan, dan bahwa
tujuan seni, seperti halnya tujuan hidup adalah menilai ulang nilai-nilai pada
umumnya.

2.1.6. Pengertian Musik

Sejarah perkembangan musik tidak dapat dilepaskan dari perkembangan


budaya manusia. Hal ini disebabkan karena musik merupakan salah satu hasil dari
budaya manusia disamping ilmu pengetahuan, arsitektur, bahasa dan sastra, dan
lain sebagainnya.

musik telah dimulai sejak jaman purbakala yang dimana pada saat itu
hanya dimainkan pada upacara-upacara keagamaan, diperkirakan di mulai sejak
abad ke-2 dan abad ke-3 sebelum Masehi. Dengan mendapat pengaruh dari Mesir
dan Babilon, berkembanglah musik Hibrani yang di kemudian hari berkembang
menjadi musik Gereja. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad
pertengahan, disebabkan oleh terjadinnya perubahan keadaan dunia yang semakin
meningkat. Musik tidak hanya digunakan pada keperluan keagamaan, tetapi
dipergunakan juga untuk urusan duniawi. Perkembangan musik dunia terbagi
dalam enam jaman, yaitu :

1. Zaman abad pertengahan ( sebelum tahun 1500 )


2. Zaman Renaisance ( 1500 – 1600 )
3. Zaman Barok - Rokoko ( 1600 – 1750 )

8
4. Zaman Klasik ( 1750 – 1820 )
5. Zaman Romantik ( 1820 – 1900 )
6. Zaman Modern ( 1900 – sekarang )

Periodisasi di atas masih dapat dibedakan menjadi 2 bagian utama berdasarkan


perbedaan sifatnya, yaitu :

a. Musik yang diciptakan sebelum tahun 1900 Jenis musik ini diciptakan dengan
aturan-aturan baku baik dalam penyusunan maupun tata cara memainkannya,
dalam hal ini jenis alat-alat musik yang digunakan juga alat-alat musik baku.
b. Musik yang diciptakan setelah tahun 1900 Musik yang diciptakan pada masa
ini tidak mempunyai aturan yang baku baik dalam penyusunan maupun tata
cara memainkannya. Musik ini tidak hanya diperuntukan bagi alat musik
standar saja tapi untuk semua jenis alat musik.

Menurut Jamulas (1988), musik adalah suatu hasil karya seni berupa bunyi
dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan pikiran dan perasaan
penciptanya melalui unsur-unsur pokok musik yaitu irama, melodi, harmoni, dan
bentuk atau struktur lagu serta ekspresi sebagai suatu kesatuan

Sementara menurut Boneo (2003), musik yang berasal dari kata muse yaitu
salah satu dewa dalam mitologi yunani kuno bagi cabang seni ilmu; dewa seni dan
ilmu pengetahuan. Selain itu, beliau juga berpendapat bahwa musik merupakan
cabang seni yang membahas dan menetapkan berbagai suara ke dalam pola-pola
yang dapat dimengerti dan dipahami oleh manusia.

Dari pendapat terebut, dapat dikatakan bahwa musik adalah segala sesuatu
yang ada hubungan dengan bunyi dan memiliki unsur-unsur irama, melodi dan
harmoni yang mewujudkan sesuatu yang indah dan dapat dinikmati melalui indra
pendengar. Dapat ditarik kesimpulan bahwa musik merupakan seni yang timbul
dari perasaan atau pemikiran manusia sebagai pengungkapan ekspresi diri, yang
diolah dalam suatu nada-nada atau suara-suara yang harmonis. jika musik
diartikan sebagai ungkapan sederhana dari suasana hati jiwa atau respon harafiah
terhadap peristiwa dari diri pribadi komponis, diperlukan informasi ataupun

9
referensi yang cukup agar kita dapat menarik hubungan langsung antara
kehidupan dengan [Link] beberapa hal yang dipelajari dalam teori musik,
yaitu :

1) Suara
Aspek-aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam tala
(pitch/tinggi nada), durasi, intensitas, dan timbre ( warna bunyi).
2) Nada
suara dapat dibagi-bagi kedalam nada yang memiliki tinggi nada atau tala
tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif yang tinggi nada
tersebut terhadap tinggi nada pada patokan.
3) Ritme
Ritme adalah pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian
kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan
dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan.
4) Melodi
Melodi adalah serangkaian nada dalam waktu. Rangkaian tersebut dapat
dibunyikan sendirian, yaitu tanpa iringan, atau dapat merupakan bagian dari
rangkaian akord dalam waktu.
5) Harmoni
Harmoni secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada
atau tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat
terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan (seperti dalam arpeggio).
6) Notasi
Notasi musik adalah sistem penulisan karya musik. Dalam notasi musik, nada
dilambangkan oleh not

2.1.7. Fungsi Musik


Sebagai bagian dari kesenian yang merupakan salah satu dari tujuh unsur
kebudayaan universal, musik memiliki fungsi sosial yang secara universal

10
umumnya dapat ditemukan di setiap kebudayaan suku bangsa manapun di seluruh
dunia.
1. Fungsi Ekspresi Emosional
Pada berbagai kebudayaan, musik memiliki fungsi kendaraan dalam
mengekspresikan ide-ide dan emosi. Di barat musik digunakan untuk
menstimulasi perilaku sehingga dalam masyarakat mereka ada lagu-lagu untuk
menghadirkan ketenangan. Para pencipta musik dari waktu ke waktu telah
menunjukkan kebebasannya megungkapkan ekspresi emosinya yang dikaitkan
dengan berbagai objek cerapan seperti alam, cinta, suka-duka, amarah, pikiran,
dan bahkan mereka telah mulai dengan cara-cara mengotak atik nada-nada
sesuai dengan suasana hati.
2. Fungsi Penikmatan Estetis
Pada dasarnya setiap orang telah dikaruniai oleh Tuhan Allah dengan berbagai
kemampuan belajar (ability to learn) dan bakat (talent) tentang apa saja. Selain
bisa belajar dari lingkungan alam dan sosialnya, orang juga bisa belajar dari
pengalamannya sendiri. Setiap orang memiliki kemampuan dan kecepatan
berbedabeda dalam hal mencerap atau memahami keindahan tentang apa saja
termasuk pula keindahan music
3. Fungsi Hiburan
Hiburan (entertainment) adalah suatu kegiatan yang menyenangkan hati bagi
seseorang atau publik. Musik sebagai salah satu cabang seni juga memiliki
fungsi menyenangkan hati, membuat rasa puas akan irama, bahasa melodi, atau
keteraturan dari harmoninya. Seseorang bisa saja tidak memahami teks musik,
tetapi ia cukup terpuaskan atau terhibur hatinya dengan pola-pola melodi, atau
pola-pola ritme dalam irama musik tertentu.
4. Fungsi Komunikasi
Musik sudah sejak dahulu digunakan untuk alat komunikasi baik dalam
keadaan damai maupun perang. Komunikasi bunyi yang menggunakan
sangkakala (sejenis trumpet), trumpet kerang juga digunakan dalam suku-suku
bangsa pesisir pantai, kentongan juga digunakan sebagai alat komunikasi
keamanan di Jawa, dan teriakanteriakan pun dikenal dalam suku-suku asli yang

11
hidup baik di pegunungan maupun di hutan-hutan. Bunyi-bunyi teratur,
berpola-pola ritmik, dan menggunakan aluralur melodi itu menandakan adanya
fungsi komunikasi dalam musik. Komunikasi elektronik yang menggunakan
telepon semakin hari semakin banyak menggunakan bunyi-bunyi musikal.

5. Fungsi Representasi Simbolik


Dalam berbagai budaya bangsa, suku-suku, atau daerah-daerah yang masih
mempertahankan tradisi nenek moyang mereka, musik digunakan sebagai
sarana mewujudkan simbol-simbol dari nilai-nilai tradisi dan budaya setempat.
Kesenangan, kesedihan, kesetiaan, kepatuhan, penghormatan, rasa bangga, dan
rasa memiliki atau perasaan-perasaan khas mereka disimbolkan melalui musik
baik secara sendiri maupun menjadi bagian dari tarian, syair-syair, dan
upacara-upacara.
6. Fungsi Pelestarian Kebudayaan
Lagu-lagu daerah banyak sekali berfungsi sebagai pelestari budayanya, karena
tema-tema dan cerita di dalam syair menggambarkan budaya secara jelas.
Syair-syair lagu sering juga berasal dari pantunpantun yang biasa dilantunkan
oleh masyarakat adat dan daerah-daerah di Indonesia.

b.2. Tinjauan Tentang Pusat Gedung Seni Musik


b.2.1. Pengertian Gedung Pusat Seni Musik
Gedung seni musik atau gedung-gedung konser merupakan hasil inovasi
arsitektur dari budaya barat yang secara teknis memang ditujukan untuk
menunjang budaya seni musik. Sejarahnya dimulai sejak awal abad ke-19 dimulai
dengan bangunan berupa amphitheater, gedung opera baru kemudian gedung
konser. Perkembangannya ini juga seiring dengan perkembangan ilmu akustik dan
juga ilmu arsitektur. Pada jaman modern ini, gedung konser sudah merupakan
hasil inovasi mutakhir dari berbagai tekhnologi, ilmu pengetahuan dan seni musik
itu sendiri.

12
b.2.2. Fungsi Gedung Pusat Seni Musik
Gedung pusat seni musik adalah sebuah tempat yang berfungsi untuk
menampilkan dan mempertunjukan semua jenis aliran musik yang diperuntukan
bagi masyarakat umum untuk tujuan hiburan dan penikmatan. Dimana
menampung jenis kegiatan di antaranya :
1. Sebagai tempat pentasan atau pertunjukan untuk mengekspresikan bakat
musik
2. Meningkatkan kreatifitas dan apresiasi masyrakat di bidang musik
3. Mendidik masyarakat lebih mencintai musik yang merupakan warisan budaya
bangsa
4. Merupakan wadah kontak komunikasi antara musik dan masyarakat
5. Memberikan kebutuhan-kebutuhan musik masyarakat

b.3. Jenis-jenis kegiatan musik


Adapun beberapa jenis-jenis kegiatan yang membentuk hubungan dalam
pola kegiatan Gedung Pusat Seni Musik
1. Kegaitan Administrasi
Kegiatan yang di lakukan oleh pihak pengelola beserta seluruh stafnya.
Kegiatan-kegiatan yang ada direncanakan, diselenggarakan dan dievaluasi
oleh kelompok kegiatan ini dan berhubungan langsung dengan masyarakat
umum.
2. Kegiatan pertunjukan musik
Kegiatan ini melibatkan masyarakat umum yang ingin menikmati pertunjukan
musik serta dalam pertunjukan dibawakan oleh grup musik luar, artis terkenal
Indonesia ataupun artis daerah yang memiliki banyak karya.
3. Kegiatan penjualan alat musik
Kegiatan ini melibatkan masyarakat yang membutuhkan alat dan
perlengkapan musik, dimana penjualan ini dikelolah oleh pihak pengelola
maupun bekerja sama oleh pihak luar.
4. Kegiatan penunjang

13
Kegiatan ini melibatkan masyarakat umum yang ingin menikmati berbagai
fasilitas yang ada dalam kegiatan Gedung Pusat Seni Musik, serta tentunya
juga pihak pengelola sebagai pihak yang menyediakan fasilitas. Fasilitas yang
disediakan dalam Gedung Pusat Seni Musik antara lain:
a. Perpustakaan audio
b. Fasilitas studio musik dan studio rekaman
c. Fasilitas cafe dan resto musik, dan
d. Fasilitas penunjang lainnya

b.4. Jenis Kelembagaan


sistem kelembagaan dalam kepemilikan pusat kegiatan dan pertunjukan
musik meliputi tiga alternatif, yaitu:
1. Swasta
Kepemilikan bangunan oleh pihak swasta dapat berupa kepemilikan tetap
ataupun temporer di luar kemungkinan penjualan hak milik bangunannya
kelak
2. Pemerintah
Kepemilikan sepenuhnya oleh pihak pemerintah (perancangan program
otonomi daerah memperbesar peluang kepemilikan Gedung Pusat Seni Musik
oleh pemerintah
3. Swasta dan pemerintah
Kepemilikan bersama swasta dan pemerintah. Terjadinya kepemilikan
bersama ini melalui kontrak kerja sama kedua pihak dengan syarat-syarat
perjanjian tertentu dan kelanjutannya sesuai yang tertuang dalam kontrak
kerja sama
4. Organisasi pengelola
Gedung Pusat Seni Musik merupakan suatu gagasan proyek yang baru
sehingga dalam penentuan struktur organisasi perlu diadakan komparasi
dengan pusat-pusat musik yang telah ada sebelumnya baik di Indonesia,
maupun di luar negeri. Sebagai gambaran, diusulkan struktur organusasu
sebagai berikut

14
b.5. Klasifikasi Bangunan Gedung Pusat Seni Musik
Audittorium adalah bangunan atau ruangan besar yang digunakan untuk
mengadakan pertemuan umum, konser atau pertunjukkan musik dan lain
sebagainnya.
Stage atau panggung adalah ruang yang umumnya menjadi orientasi dalam
sebuah auditorium. Menurut bentuk dan tingkat komunikasinya dengan penonton,
panggung dapat dibedakan menjadi:
1. Panggung Proscenium yaitu bentuknya konvensional, penonton hanya melihat
pengisi acara dan tidak ada kontak komunikasi, seperti contohnya, panggung-
panggung untuk musik klasik, tarian klasik dan sebagainya.
2. Panggung terbuka, yaitu panggung yang menunjukkan terjadi komunikasi dan
kontak fisik antara pengisi acara dan penonton, seperti contohnya panggung
konser band rock, pop dan sebagainya.
3. Panggung area, yaitu panggung yang posisinya berada di tengah.
4. Panggung extended, adalah panggung yang merupakan pengembangan dari
panggung proscenium, entah itu bentuknya yang bisa menjalar juga ke area
tengah atau penyesuaian bentuk yang tetap konvensional namun
memungkinkan adanya sedikit komunikasi antara penyaji dengan penonton.

Layar backdop, ada dua macam jenis layar backdrop, yaitu :


a. Layar backdrop gulung
b. Layar backdrop tarik

Make-up rooms, ruangan lain yang perlu ada dalam gedung seni musik ini
adalah ruang rias. Ruangan ini harus dapat menampung semua performen yang
tampil. Masing-masing artis hendaknya harus mendapat sebuah meja rias.

b.6. Prinsip-Prinsip Rancangan Gedung Pusat Seni Musik


b.6.1. Sistem Bunyi Akustik

Menurut Poerwadarminta WJS (1976) bahwa bunyi adalah sesuatu yang


kedengaran atau dapat di dengar. Sedangkan menurut Doelle (1996) akustik
adalah Pengendalian bunyi secara arsitektural merupakan suatu cabang

15
pengendalian lingkungan pada ruang-ruang arsitektural, serta dapat menciptakan
suatu lingkungan dimana kondisi mendengarkan secara ideal disediakan. Karena
itu pengendalian bunyi secara arsitektural adalah menyediakan keadaan yang
paling disukai untuk produksi, perambatan dan penerimaan bunyi yang diinginkan
(pembicaraan atau musik) didalam ruang yang digunakan untuk macam-macam
tujuan mendengar atau di udara terbuka.
1. Ruang konser atau pertunjukkan
Penggunaan balkon agar penonton sedekat dengan sumber bunyi. Balkon
untuk ruang konser adalah balkon yang melayang dengan dasyat kedalaman
balkon setengah dari ketinggian ruang bawahnya.
a. Sumber bunyi dinaikan agar sebanyak mungkin terlihat, sehingga
menjamin aliran gelombang bunyi langsung bebas ke tiap pendengar.

Gambar 2.1. Potongan Akustik Auditorium

Sumber : google 2023

b. Lantai penonton dibuat cukup landai dan miring, karena bunyi lebih
mudah diserap bila merambat melewati penonton .

Gambar 2.2 Potongan Tribun Auditorium


Sumber : google 2023

16
c. Sumber bunyi harus dikelilingi oleh permukaan pemantul bunyi yang
besar dan banyak untuk memberikan energy bunyi pantul tambahan
pada tiap bagian daerah penonton.

Gambar 2.3 Potongan Pantulan Akustik.

Sumber : google 2023


d. Ruang harus bebas dari cacat akustik seperti gema, pemantulan yang
berkepanjangan, gaung, pemusatan bunyi, distorsi, bayangan bunyi,
dan resonasi bunyi.
Gema, pemantulan bunyi yang berkepanjangan, dan gaung dapat dicegah
dengan memasang bahan penyerap bunyi atau system absorsi pada permukaan
pemantul yang maka pemantulan yang ditunda secara singkat dan
[Link] itu harus dibuat difusi atau miring agar menghasilkan
Menurut Doelle (1972), perilaku bunyi dalam ruang tertutup adalah sebagai
berikut:

1) Bunyi datang atau bunyi langsung

Bunyi yang diterima atau dirasakan oleh telinga pendengar sesuai dengan
suara asli dari sumber bunyi

2) Bunti pantul

Bunyi yang diterima oleh telinga pendengar setelah adanya pantulan


bunyi saat menghantam suatu permukaan benda.

3) Bunyi diserap oleh lapisan permukaan

Bunyi hilang karena bahan yang dapat menyerap bunyi

4) Bunyi difusi atau bunyi yang disebar

Bunyi dapat menyebar karena terkena ujung benda yang cenderung

17
runcing atau cembung

5) Bunyi difraksi atau bunyi yang dibelokkan

Bunyi dapat dibelokkan atau diarahkan ke suatu tempat dengan bantuan


dari benda lain.

6) Bunyi yang ditranmisi

Bunyi dapat merubah bentuk atau tidak sama dengan suara aslinya karena
pengaruh benda lain.

7) Bunyi yang hilang dalam struktur bangunan

Bunyi dapat hilang dalam struktur bangunan karena setiap struktur


material bangunan mempunyai kepadatan dan kerapatan partikel yang
dapat meredam maupun menghilangkan suara.

8) Bunyi yang dirambatkan oleh struktur bangunan

Bunyi dapat merambat dalam media struktur bangunan

b.6.2. Klasifikasi Bahan Akustik

Pemilihan material akustik yang tepat harus mampu mengkombinasikan


fungsi menuju kenyamanan audio dan perannya sebagai finishing interior. Bahan-
bahan dan konstruksi penyerap bunyi yang digunakan dalam rancangan dapat
dibedakan atas:

1. Bahan Berpori
Karateristik akustik dasar bahan berpori, seperti papan serat, plesteran lembut,
mineral wools, dan selimut isolasi, adalah suatu jaringan seluler dengan pori-pori
yang saling berhubungan dan mengubah energi bunyi menjadi energi panas.
Adapun bahan perpori dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu:
a. Unit akustik siap pakai, seperti ubin selulaso, serat mineral berlubang, tidak
berlubang, bercelah dan bertekstur, panel penyisip dan lembaran logam
berlubang dengan bantalan penyerap.

18
b. Plesteran akustik dan bahan yang disemprotkan, misalnya sprayed limped
asbestos, zonolite, virniculite, sound shield, glatex, daekoosto, dan lain-lain.
c. Selimut (isolasi) akustik, dibuat dari serat-serat karang, serat kayu, lakan,
rambut, dan sebagainya.
d. Karpet dan kain

b.6.3. Auditorium.
Menurut KKBI, auditorium adalah bangunan atau ruangan besar yang
digunakan untuk mnegadakan pertemuan umum,atau sebagainya.
Auditorium merupakan suatu ruangan yang besar yang dapat digunakan
untuk berbagai keperluan seperti; pertemuan, pertunjukkan, dan lain
sebagainya. Sedangakn Auditorium Multifungsi merupakan auditorium
yang dirancang tidak terfokus pada penggunaan satu kegiatan saja,
melainkan dirancang agar dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti;
pentas seni, pemutaran film, pertemuan, pernikahan, pameran, dan lain
sebagainya (C. E. Mediastika, 2005).
Dalam perancangan suatu pusat kegiatan dan dokumentasi, Auditorium
merupakan failitas utama dikarenakan mayoritas penggunaan adalah lebih
banyak mengenai pertemuan-pertemuan, baik pertemuan antar praktisi
maupun sesama akademisi. Selain itu fungsi auditorium dalam pusat
kegiatan dan dokumentasi adalah sebagai fasilitas pelaksanaan seminar,
pertemuan antar karya, talkshow, dan lainnya terkait dengan kegiatan yang
ada. Terdapat berbagai ruangan yang dibutuhkan untuk mendukung
kelengkapan fasilitas yang ada pada auditorium tersebut, contohnya seperti;
ruang ganti, toilet, ruang kontrol, dan lain sebagainya. Dari banyaknya
ruang tersebut kemudian dianalisa dan diperhitungkan kebutuhan ruangnya,
luasan ruang yang diperhitungkan kemudian menjadi hasil akhir pada
rancangan auditorium.

2.4.4. Macam Macam Bentuk Auditorium

19
1. Persegi Empat.
Bentuk segi empat merupakan yang paling sederhana dari ruang
auditorium. Peletakan panggung pertunjukkan berada di salah satu sisi
suangan sedangkan penempatan area penonton berada pada sisi yang
[Link] ini memiliki kekurangan yaitu penonton pada area samping
akan kesulitan dalam menikmati pertunjukkan sehingga dapat
mengurangi tingkat kenyamanan penonton. Bentuk auditorium segi
empat merupakan bentukyang digunakan pada Auditorium BCH.
Alternatif lain peletakan panggung di tengah-tengah penonton.
Kondisi ini dapat menampung lebih banyak penonton, namun penonton
pada area samping akan kesulitan dalam menikmati pertunjukkan.
Bentuk ini sering digunakan sebagai ruang rapat, seminat, workshop, dan
sebagainya.
Kelebihannya yaitu pemantulan silang antar dinding-dinding
sejajar menyebabkan bertambahnya kepenuhan nada, suatu segi akustik
tuang yang sangat diinginkan pada ruang musik. Kekurangan : facade
bangunan yang flat dan monoton.

Gambar 2.4. Auditorium Persegi Empat


Sumber : google 2023

2. Kipas

Bentuk kipas memiliki ciri area ruang penonton melingkari


panggung pertunjukkan. Pada posisi ini kenyamanan visual penonton
terhadap panggung tidak banyak terganggu (pandangan penonton lurus

20
ke depan,tidak menoleh terlalu banyak) Kelebihan : penonton lebih
dekat ke sumber bunyi, sehingga memungkinkan konstruksi balkon yang
dilengkungkan, Kekurangannya apabila dinding belakang ikut
dilengkungkan akan menyebabkan terjadinya gema atau pemusatan
bunyi, kecuali memang diatur secara akustik atau dibuat difuse. Kondisi
auditorium berbentuk kipas dengan karakteristik pandangan penonton
dapat berfokus pada satu pusat (panggung pertunjukan).

Hal tersebut dapat mengurangi gangguan visual dari ruang


penonton, ruang kosong di sekitar panggung dapat dijadikan
sebagai area penonton (dapat berupa setengah lingkaran, seperempat
lingkatan, tiga perempat lingkaran). Dengan perlakuan tersebut dapat
menampung penonton lebih banyak dibanding auditorium berbentuk
segiempat. Bentuk kipas sering digunakan untuk pementasan orkestra,
teater drama, pentas musik, dan lain sebagainya.

Gambar 2.5. Auditorium kipas


Sumber : google 2023

3. Tapal Kuda

Auditorium tapal kuda dapat mengarahkan pantulan bunyi terfokus ke


tengah-tengah ruangan (terletak di titik fokus cekung) dikarenakan
permukaan dinding yang berbentuk cekung. Keadaan ini membuat suara

21
menjadi lebih jelas dibagian tengah ruangan, namun dibagian lain akan
kurang. Jika berlebihan, suara yang terdengar di titik tengah pantulan
akan terlalu keras.

Gambar 2.6. Auditorium Tapal Kuda


Sumber : google 2023

dengan kelebihannya yaitu kotak-kotak yang berhubungan yang satu


diatas yang lain, walaupun tanpa lapisan penyerapan interior, kotak-
kotak ini berperan sebagai penyerap bunyi. Kekurangan : apabila
dinding belakang ikut dilengkungkan akan menyebabkan terjadinya
gema atau pemusatan bunyi, kecuali memang diatur secara akustik atau
dibuat difus.

4. Tidak teratur

Bentuk yang tercipta untuk memenuhi aspek kenyamanan akustik,


visual, dan pencahayaan. Dinding ruangan dibuat bervariasi (cembung
dan cekung diperhitungkan secara sistematis) agar dapat menyerap
gelombang bunyi ataupun memantulkan gelombang bunyi yang
dibutuhkan dengan agar akustiknya lebih optimal .dengan Kelebihannya
dapat membawa penonton sangat dekat dengan sumber bunyi. Bentuk ini
dapat menyebabkan keakraban bunyi antara pemain dan penonton.

22
Gambar 2.7. Auditorium Tidak Teratur
Sumber : google 2023

2.4.5. Ruang Antar Baris Kursi (Auditorium)

Pengaturan kursi auditorium, Pengaturan kursi ini adalah untuk memberikan


kenyamanan penonton pada suatu [Link] tempat duduk dalam satu
baris 0,5x0,9 = 0,45m2

1. Lebar kursi dengan sandaran lengan minimal 525 mm


2. Lebar kursi tanpa sandaran lengan minimal 450 mm
3. Tinggi kursi dan kemiringan : 430-450mm dan sudut horizontal 79º
4. Tinggi sandaran punggung dan kemiringan 800-850mm dari lantai
(dapat ditinggikan untuk alasan akustik) dan sudut belakang 15-20º
5. Kedalaman kursi : 600-720 mm untuk kedalaman kursi dan sandaran
punggung, jika kursi dapat dilipat maka kedalaman : 425-500 mm
6. Sandaran lengan : lebar min.50 mm, tinggi 600 mm diatas lantai.
7. Ruang lewat (clearway) : min 300-500 mm
8. Dimensi jarak antar baris : min 850 mm

23
Gambar 2.8. Dimensi Kursi
Sumber : google 2023

Gambar [Link] Antar Kursi


Sumber : google 2023

2.4.6. Panjang baris

Panjang baris di setiap koridor 16 tempat duduk, setiap koridor 25


tempat duduk. jika di samping 3 atau 4 baris tersedia sebuah pintu luas 1 m,
pintu keluar atau pintu darurat luas 1m setiap 150 penonton

Gambar 2.9. Baris Kursi Di Koridor


Sumber : google 2023

Gambar 2.10. Tempat Duduk Dan Tempat Berdiri


Sumber : google 2023

Tempat duduk yang tidak terikat boleh mempunyai ≤10 kursi lepas/tidak
tidak terikat ≥kursi yang kuat (kokoh), bidang dasar setiap orang

24
≥mempunyai ukuran. Tepat berdiri dalam barisan, dipisahkan oleh batas
yang kuat, masih dengan bagian atas tidak bergerak ≥untuk mengatur ukuran.

2.4.7. Gangways

Gambar 2.11 .Jarak Antar Kursi.


Sumber : google 2023
1. Lebar min 1100 mm
2. Kemiringan 1:10 dan 1:12 jika digunakan oleh pemakai kursi roda
3. Landasan yang lebih miring harus memilki anak tangga biasa.

2.4.8. Jarak pandang

Keterangan Tinggi mata: 1120 mm Tapak tempat duduk lapis (baris spasi) T:
800-1150mm kepala clearance C: C1 = 60mm minimum (lihat antara kepala di depan)
C2 = 120mm (wajar standar viewing.

Jarak pandang baris terahir dari garis pintu gerbang (mulai panngung ) tidak
harus melampoi angka berikutnya–panggung/pentas maksimal 24m (jarak maksimal
untuk melihat perubahan ekpresi wajah). Luas ruang penonton membuktikan bahwa
penonton yang duduk di samping harus melihat (dari tempat yang tinggi ) secara
cukup6.

Gambar 2.12. jarak pandang kursi

25
Sumber : google 2023

Gambar 2.13. jarak pandang


Sumber : google 2023
Variasi – variasi itu bisa saja terjadi, perbandingan yang baik dan unsur akustik
yang baik dari teater klasik pada tahun 1800-an dan 1900-an berdasarkan atas
proporsi aturan khusus

2.4.9. Area Panggung (Stage)

Panggung merupakan bagian terpenting dari sebuah gedung


pertunjukan, yaitu tempat di mana para artis (performer) akan tampil untuk
mempertunjukan acting dan keahliannya. tidak ada ukuran secara pasti untuk
stage yang benar. namun stage biasanya berukuran antara 9-12 meter dengan
kedalaman yang lebih panjang dan lebarnya kira-kira 10-14 [Link]
procenium (permukaan yang membatasi bukaan dari panggung yang ada
biasanya minimal 6 meter.

Bentuk Panggung dalam sebuah gedung seni pertunjukan ada dua


macam, yaitu teater procenium yang hakekat pementasannya terletak pada
adanya bingkai pentas dan teater non-procenium yang memindai bingkai
pentas ini, Stage atau panggung adalah ruang yang umumnya menjadi
orientasi dalam sebuah auditorium. menurut bentuk dan tingkat
komunikasinya dengan penonton, panggung dapat dibedakan menjadi :

1. Panggung Proscenium

Panggung Proscenium yaitu bentuknya konvensional, penonton hanya

26
melihat pengisi acara dan tidak ada kontak komunikasi . Seperti
contohnya, panggung-panggung untuk musik klasik, tarian klasik dan
sebagainya.

Gambar 2.14 Contoh Panggung Proscenium

Sumber : Akustik Lingkungan 2023

2. Panggung Terbuka,
yaitu panggung yang menunjukkan terjadinya komunikasi dan kontak fisik
antara pengisi acara dan penonton, seperti contohnya panggung konser band
rock, pop dan sebagainya.

Gambar 2.15 Contoh Panggung Terbuka

Sumber : google 2023

27
3. Panggung Arena
yaitu panggung yang posisinya berada di tengah. Berkembang dari amphitheater
klasik dengan bentuk radial. Seperti pada panggung terbuka, bentuk ini
menghilangkan pemisahan antara pemain dan penonton. Ketenaran panggung
arena sebagian disebabkan biaya produksi yang rendah, dekor yang sangat
sederhana, dan tiap ruang dapat menampung jenis panggung ini dengan relative
mudah

Gambar 2.16 Contoh Panggung Arena

Sumber : google 2023

4. Panggung Extended adalah panggung yang merupakan pengembangan dari


panggung proscenium, entah itu bentuknya yang bisa menjalar juga ke area
tengah atau penyesuaian bentuk yang tetap konvensional namun
memungkinkan adanya sedikit komunikasi antara penyaji dengan penonton.

Kebutuhan luasan pemain Kebutuhan luasan Kebutuhan luasan


musik pemain musik pemain musik

28
Luasan Pemain & Alat
Musik

Gambar 2.17 kebutuhan luasan pemain musik

Sumber : google 2023

2.5. Tujuan Seni Musik


Tujuan utama musik dalam kehidupan masyarakat adalah menghibur manusia.
Sebab memang pada awalnya, seni ini digunakan sebagai media penghibur. Adapun
tujuan ini berarti musik digunakan manusia untuk menghilangkan kejenuhan, sarana
rekreasi, dan ajang pertemuan dengan warga lainnya.

2.6. Manfaat Seni Musik


Adapun manfaat seni musik antara lain:
1. Menghilangkan rasa sakit
Musik punya kemampuan untuk mengurangi rasa sakit dengan cara melepaskan
endorphin yang bertindak sebagai penghilang rasa sakit secara alamiah. Itulah
mengapa di konser-konser yang padat penonton, jarang yang merasakan sakit
terinjak, terpepet semuanya tetap asyik berteriak-teriak menyambut idolanya
karena endorphin tengah memuncak.
Menurut Jurnal Medis, mendengarkan musik setiap hari akan mengurangi rasa
sakit kronis hingga 21%. Penelitian juga menunjukkan bahwa mendengarkan
musik secara teratur menjadikan seseorang dapat mengendalikan rasa sakit

29
mereka. Mengurangi depresi dan menjadikan mereka tidak memperdulikan
kondisi fisik yang terbatas, misalnya tengah lemas atau mengantuk.
2. Mengurangi Stress
Stress diasosiasikan dengan banyak penyakit, termasuk juga beberapa
penyakit mental yang timbul pada orang-orang yang mengalami stress tinggi.
Dalam penelitian yang dilaksanakan musik yang menenangkan selama setengah
jam dua kali sehari. Subyek ini menunjukkan berkurangnya tingkat stress dan
kecemasan
3. Manfaat untuk Jantung (Kardiovaskular)
Mendengar musik yang sesuai juga bisa membantu mengurangi denyut
jantung dan tekanan darah. Sebagai hasil dari turunnya tekanan darah, resiko
stroke dan permasalahan kesehatan lain juga akan berkurang.

2.7. Kegiatan permusikan

Kegiatan permusikan menurut RUU permusikan tahun 2018 terdiri dari :

1. Proses kreasi

Proses kreasi dilakukan berdasarkan kebebasan berekspresi, berinovasi, dan


berkarya dengan menjunjung tinggi nilai agama, etika, moral, kesusilaan, dan
budaya bangsa. Proses kreasi melibatkan pelaku musik yang terdiri dari :

a. Penulis lagu

Kegiatan berupa menulis, mengkomposisikan dan memantaskan material


musikal mereka sendiri, termaksud lirik dan melodi dan seringkali
memakai alat musik tunggal untuk seluruh komposisi atau lagu biasanya
hanya menggunakan gitar atau piano.

b. Penyanyi
Orang yang mengeluarkan suara yang bernada baik menggunakan lirik
atau tidak dan biasanya berhubungan dengan vocal suara.
c. Penata musik (Arrangera)

30
Tugas penata musik adalah mengubah atau menata beberapa bagian suara
lagu yang sudah ada untuk memperoleh nilai artistik tanpa harus
mengubah melodi aslinya,
d. Produser
Tugas seorang produser adalah memimpin seluruh tim produksi agar
sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama, baik dalam aspek
kreatif maupun manajemen produksi dengan anggaran yang telah disetujui
oleh executive producer.
2. Reproduksi
Adapun format musik dalam produksi musik adalah :
a. Pringan Hitam Pada Gramophone
Pringan hitam yang diputar pada gramophone ini adalah sebuah alat yang
memiliki pena yang bergetar untuk menghasilkan bunyi dari sebuah disc.
b. Compact Audio Cassette
Pita kaset dapat merekam lagu yang berdurasi hingga satu jam disetiap
sisinya. Kualitas terbilang cukiup baik, namun kerap kali terjadi penurunan
kualitas suara yang dihasilkan ketika pita kaset mengalami gangguan,
kotor, atau rusak.
c. CD, VCD, DVD Diputara Dengan CD Player, discman
Musik yang dalam format CD,VCD, maupun DVD memiliki kualitas suara
yang lebih baik tetapi mengalami gangguan jika disc tersebut tergores,
berdebu ataupun rusak.
d. Musik Digital Dengan MP3 Player, iPod
Musik digital menggunakan sinyal digital dalam proses reproduksi
suaranya. Sebagai proses digitalisasi terhadap format rekaman musik
analog, ada beberapa diantarnya, yaitu:
1) MP3
2) WMA
3) Ogg Vorbis
4) Real Audio
5) MIDI

31
3. Konsumsi dan kon servasi
Kegiatan pada tahap konsumsi adalah sebagai berikut :
a. Penulisan lagu dan lirik
Penulisan lagu disini adalah yang menciptakan lagu artinya yang
menyusun do-re-mi dari lagu tersebut yang berhubungan dengan teori
musik. Sementara penulisan lirik hanya menyusun lirik atau teks dari lagu
tersebut.
b. Penyusun musik (aransemen)
Berupa penyesuaian komposisi musik dengan nomor suara penyanyi atau
instrumen lain yang didasarkan pada sebuah komposisi yang telah ada
sehingga esensi musiknya tidak berubah.
c. Rekaman
Berupa proses produksi untuk merekam musik. Pelaksanaanya biasanya
dilakukan oleh studio rekaman.
d. Mixing
Dari Bobby Owsinki “The Mixing Engineers Handbook” ada enam elemen
penting dalam mixing audio yang biasa disebut dengan the six element of
mixing, yaitu :
1) Balance yaitu berhungan dengan level instrumen atau sumber suara.
2) Panorama yaitu penempatan sumber suara dalam sound flied.
3) Frequency- equalizing adalah rentang frekuensi dimana keseluruhan
dari materi atau sumber suara terwakili.
4) Dimension adalah ambient field dimana satu track atau beberapa track
ditempatkan
5) Dynamics adalah rentang dari titik terlemah hingga titik terkeras dari
sumber suara.
6) Interest yaitu membuat hasil dari audio mixing menjadi special dan
tidak hanya secara teknik tapi harus juga menarik.

e. Mastering

32
Mastering merupakan proses terakhir dalam tahapan pasca produksi.
Biasanya direkam ke dalam bentuk CD Audio sebagai bahan penggadaan
hasil dari produksi audio ke kepingan-kepingan cd lainnya.
f. Licensing
Yaitu proses pendaftaran karya musik untuk memastikan bahwa pemilik
hak cipta pada karya musik mendapatkan kompensasi untuk penggunaan
tertentu dari karya musik mereka.
4. Distribusi
Merupakan cara aspek pemasaran dalam bermusik. Adapun cara distribusi
musik ini diantaranya spotify, jooks, youtube dll.

2.8. Ragam Jenis Musik Di Indonesia


Keberadaan seni musik memiliki sejarah dan perjalanan yang panjang,
bahkan sudah ada sejak zaman manusia lahir pertama kali di muka bumi. Seni
musik ini kemudian berkembang pesat hingga populer sampai sekarang. Ragam
musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisional, musik keagamaan,
musik perjuangan, dan musik pop (modern).

Genre musik adalah pengelompokan musik sesuai dengan kemiripannya


satu sama lain, musik juga dapat dikelompokan sesuai dengan kriteria lain,
misalnya geografi. Sebuah genre dapat didefinisikan oleh teknik musik, gaya,
konteks, dan tema musik (irafan, 2014). Dalam beberapa dasarwasa terakhir,
dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang
lahir dan berkembang. Tidak hanya itu bahkan sekarang banyak pula grup musik
yang mengusung lagu berbahasa daerah irama rock, jazz dan blues.

Berikut ini adalah pengelompokan musik berdasarkan genre musiknya :

1. Musik Daerah/ Tradisional


Musik Tradisional menurut Tumbijo (2017) merupakan sebuah seni budaya
yang hidup dan berkembang di daerah tertentu dan telah turun temurun sejak
lama. Musik ini memiliki ciri khas yang berbeda di setiap pelosok negeri dan
daerah. Kemudian menurut Purnomo (2010) musik tradisional yaitu musik yang

33
lahir, tumbuh, serta berkembang di seluruh wilayah Indonesia dan telah turun
temurun sampai saat ini, karena masih terus dipelihara dan dijalankan oleh
masyarakat setempat.
Musik tradisional sejatinya adalah musik yang penting untuk dilestarikan.
Sebab warisan leluhur yang telah diturunkan ke setiap generasi ini menjadi bukti
kekayaan seni di masa lalu. Adapun berdasarkan pengertian yang telah disebutkan
di atas, dapat disimpulkan bahwa musik tradisional merupakan musik yang
dilahirkan dan dikembangkan di daerah tertentu serta terus ada karena dilestarikan
oleh masyarakat setempat yang mendapatkan warisan musik tersebut.
Karena diberikan secara turun temurun, maka nilai budaya musik ini juga
semakin tinggi. Ciri-ciri yang dibawanya pun akan terus terjaga dan menjadi
pembeda dengan musik daerah atau wilayah lain di Indonesia.
a. Alat-alat musik tradisional
1) Alat musik tradisional seruni kale

Gambar 2.18 seruni kale

sumber : google, 2022

Sarune Kale berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam yang


mempunyai jenis bunyi Aerofon, yaitu bunyi yang berasal dari hembusan
angin. Cara menggunakan serune kale adalah dengan ditiup dan
menggunakan jari untuk mengatur nada yang ada di lubang serune kale.

2) Alat musik tradisional aramba

34
Gambar 2.19 aramba
sumber : google, 2023
Jika dilihat dengan sekilas, aramba memiliki bentuk yang sama seperti gong.
Namun aramba bertubuh lebih kecil. Cara memainkan kedua alat musik ini
pun sama. Aramba juga dimainkan dengan cara dipukul menggunakan
semacam stik untuk menimbulkan suara. Alat musik tradisional Aramba
berasal dari Sumatera Utara.

3) Alat musik tradisional saluang

Gambar 2.20 saluang


sumber : google, 2023
Alat musik tradisional saluang berasal dari Sumatera barat. Saluang
merupakan alat musik yang berbunyi aerofon, yakni bebunyian yang berasal
dari hembusan angin. Cara memainkannya pun serupa dengan seruling, di
mana kamu hanya perlu meniup dan lubang-lubang yang berada di saluang
berfungsi untuk mengatur nada-nada dengan menggunakan jari kamu.

35
4) Alat musik tradisional sasando

Gambar 2.21 sasando


sumber : google, 2023
Alat musik ini tentunya sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Selain
bentuknya yang unik, suara yang dihasilkan pun sangatlah merdu. Hal yang
membuat sasando unik adalah penggunaan bahan alami berupa daun lontar
sebagai bahan utamanya.
Alat musik ini merupakan alat musik khas Tanah Rote yaitu sebuah wilayah
di Nusa Tenggara Timur. Cara memainkannya yaitu dengan cara dipetik
layaknya gitar. Namun, tidak semua orang bisa memainkannya secara merdu
karena harus memiliki teknik tertentu. Nama sasando sendiri mulai terkenal
sejak digunakan kontes dalam acara WOW 2013.

5) Alat musik tradisional angklung

Gambar 2.22 angklung


sumber : google, 2023

Angklung merupakan alat musik tradisional yang masih cukup sering


digunakan. Cukup banyak musisi yang menggunakan angklung layaknya
sebuah orkestra. Angklung berasal dari wilayah Jawa Barat dan sudah diakui

36
sebagai warisan budaya Indonesia oleh [Link] terbuat dari
bambu, dan kamu bisa memainkan alat musik tradisional ini dengan cara
menggoyangkannya sampai bambu tersebut mengeluarkan suara akibat
getaran.

6) Alat musik tradisional kalitong

Gambar 2.23 kalitong


sumber : google, 2023
Kolintang adalah alat musik tradisional dari Minahasa, Sulawesi Utara, yang
berbentuk segiempat trapesium dengan bilah-bilah kayu berukuran berbeda.
Setiap bilah kayu akan menghasilkan suara berbeda pula jika dipukul.
Karena itu, kolintang termasuk alat musik idiofon karena mengeluarkan
suara dari getarannya sendiri. Rakyat Minahasa beranggapan bahwa nama
kolintang berasal dari suaranya, yaitu tong (suara rendah), ting (suara
tinggi), dan tang (suara umum). Tong ting tang beralih jadi kata kulintang
agar mudah dilafalkan oleh penduduk Minahasa.

7) Alat musik tradisonal cengceng


Alat musik tradisional cengceng berasal dari Bali. Cengceng biasanya oleh
masyarakat Bali digunakan dalam acara-acara seperti perayaan adat daerah
dan ketika pesta pernikahan. Cara memainkan cengceng adalah dengan
meletakannya pada kedua telapak tangan yang kemudian dilanjutkan dengan
saling dibenturkan. Alat musik ini termasuk dalam jenis bunyi idiofon.

37
Gambar 2.24 cengceng

sumber : google, 2023

8) Alat musik tradisional tifa

Gambar 2.24 Tifa


sumber : google, 2023

Berpindah ke wilayah timur Indonesia tepatnya di Papua ada alat musik


daerah yang bernama tifa. Ya, alat musik ini merupakan alat musik khas
terutama untuk masyarakat Maluku dan Papua. Cara memainkan tifa adalah
dengan cara dipukul dengan bentuk fisik seperti tube.

Meski memiliki bentuk yang sederhana, ternyata tifa ini cukup diminati oleh
turis yang sedang berkunjung. Tidak hanya itu, alat musik ini juga sering
dibeli untuk oleh oleh maupun cinderamata. Uniknya lagi, di setiap
pembuatan ada diberi ukiran khas Maluku atau Papua yang membuat nilai
estetika alat ini semakin tinggi.

38
9) Alat musik tradisional kendang atau gendang

Gambar 2.25 gendang


sumber : google, 2023
Selain yang sudah dijelaskan diatas, masih ada lagi alat musik tradisional
Indonesia yang perlu diketahui yaitu kendang. Secara umum, alat musik ini
sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Kendang umumnya sering
digunakan dalam pertunjukan bertema masyarakat Jawa. Kendang merupakan
alat musik khas dari Jawa khususnya Jawa Timur. Cara memainkannya
adalah dengan cara dipukul. Terdapat 2 sisi yang bisa dipukul pada alat musik
ini. Dan setiap sisi memiliki nada yang berbeda dan saat dimainkan biasanya
akan disesuaikan dengan alat musik lainnya.
10) Alat musik tradisional gamelan

Gambar 2.26 gamelang


sumber : google, 2023

39
Alat musik tradisional lainnya yang juga berasal dari Pulau Jawa adalah
gamelan. Secara umum alat musik ini terdiri dari beberapa alat musik
instrumen dasar maupun pengiring. Meski terbilang kuno, nyatanya
gamelan masih banyak digunakan dalam beberapa acara seperti wayang,
kuda lumping, atau [Link] seperti angklung, alat musik
gamelan juga sudah mendunia. Bahkan tidak sedikit warga asing yang ingin
belajar lebih dalam tentang alat musik asli Indonesia ini. Bahkan gamelan
sudah menjadi kurikulum wajib di beberapa sekolah di Amerika dan New
Zealand.

11) Alat musik tradisional FU

Gambar 2.27 FU
sumber : google, 2023

Fu merupakan alat musik tradisional yang banyak ditemukan di Maluku


Utara. Alat musik ini terbuat dari kulit kerang. Cara memainkannya dengan
meniup di bagian yang berlubang dan dikendalikan dengan telapak tangan
untuk mengatur nada. Fu tipikal alat musik yang mengeluarkan jenis suara
aerofon. Fu digunakan sebagai pengiring tari-tarian dan sebagai pertanda
bahwa sedang tersesat di hutan.

2. Musik Country

Musik country pertama kali menyebar pada abad ke-19. Ketika itu dimulai
oleh sekelompok imigran asal Eropa yang berada di Amerika Serikat. Kelompok

40
imigran tersebut terdiri dari negara Irlandia, Britania Raya, Jerman, Spanyol dan
Italia yang berpindah dan menyebar di wilayah Texas. Di Texas itulah akhirnya
mereka menyatu bersama orang-orang Meksiko-Amerika dan para penduduk asli
Amerika Serikat. Karena memiliki rumput yang subur sehingga banyak
penggembala ternak yang datang ke sana. Oleh karena itu, Texas dikenal sebagai
kota cowboy (koboi). Bahkan musik country juga sering diidentitaskan dengan
cowboy.

Adapun kemunculan musik country dimulai dari adanya rekaman permainan


biola country yang dimainkan oleh John Carson dengan lagunya yang
berjudul Little Log Cabin in the Lane. Selain itu, lahirnya musik ini juga
terinspirasi dari awal perkembangan genre musik lainnya seperti Blues dan Folk.
Akhirnya n ama musik country resmi dan sudah mulai digunakan sejak tahun
1940-an. Kemudian pada tahun 1927, muncul musik country modern yang berada
di bawah pengaruh Jimmie Rodregers dan Carter Family. Sejak saat itu musik ini
telah menggantikan musik sebelumnya yakni musik Hillibilly yang terkesan
merendahkan. Perkembangan musik country pun semakin populer dan muncul
lagi istilah lain untuk musik ini yaitu Country and Western pada tahun 1970.
Bahkan perkembangannya tidak hanya dalam ruang lingkup Amerika saja,
melainkan hingga ke beberapa wilayah di dunia salah satunya adalah Indonesia.

Di Indonesia, musik ini mulai berkembang pada tahun 1980-an yang ditandai
oleh munculnya musisi-musisi Indonesia seperti Iwan Fals dan Ebiet G. Ade.
Sementara musik country kontemporer mulai dipopulerkan oleh Tantowi Yahya
di Indonesia pada pertengahan tahun 2000. Tiga tahun kemudian, Tantowi
membuat sebuah komunitas yang bernama Country Music Club of Indonesia.

a. Alat-alat musik country


1) Akordion
Akordion adalah alat musik yang berasal dari jerman, teknik
permainannya mirip dengan piano, tapi penggunannya berbeda dengan piano, alat
musik ini dimainkan dengan cara digantung di badan.

41
Gambar 2.28 Akordian
sumber : google, 2023

2) Auto Harp

Alat musik ini jika di Indonesia mungkin mirip dengan kecapi, tapi berbeda
dalam menggunakan alat musik ini, biasanya para pemain menaruhnya di
dada.

Gambar 2.29 Auto Harp


sumber : google, 2023
3) Banjo

Banjo adalah alat musik yang berasal dari amerika tapi ditemukan oleh budak
afrika di amerika, alat musik ini permainannya sama dengan gitar hanya saja
string dan bentukannya saja berbeda.

42
Gambar 2.30 Banjo
(sumber : google, 2023

4) Harmonika

Alat musik yang paling kecil dalam memainkan musik country adalah
harmonika, alat musik yang populer pada film-film coboy ini memang bagian
yang tak terpisahkan dalam musik country.

Gambar 2.31 Harmonika


sumber : google, 2023
5) Sitar

Alat musik ini mirip dengan banjo, hanya saja bentuknya yang lebih besar,
mungkin dari beberapa banyak musik yang digunakan dalam musik country
ini hanya alat musik ini yang berasal dari asia.

Gambar 2.32 Sitar


sumber : google, 2023

43
3. Musik Klasik

Pada dasarnya, musik klasik adalah musik yang lahir dari budaya Eropa
sekitar tahun 1750-1825. Musik ini digolongkan dalam periodisasi tertentu, mulai
dari periode klasik, baroque, rokoko, dan romantik. Hingga saat ini, musik klasik
sering dikaitkan dengan tokoh-tokoh besarnya, yakni Mozart, Bach, Beethoven,
atau Haydn.
Keberadaan musik klasik kerap diartikan sebagai genre musik yang penuh
dengan keindahan dan intelektualitas tinggi pada semua zaman, baik itu berupa
simfoni Mozart, kantata Bach, maupun karya-karya pada abad 20.
Musik ini kerap kali dikaitkan dengan klasikisme, gaya seni, sastra, maupun
arsitektur dari Eropa terutama pada abad ke-18. Salah satu karakteristik utama
dari genre musik ini adalah memberi lebih banyak arti pada musik
instrumentalnya. Dalam sebuah musik klasik, memiliki irama dan nada yang
teratur, bukan nada-nada miring. Bahkan para ahli musik berpendapat bahwa
genre musik ini juga dapat dipergunakan sebagai alat pendidikan sekaligus alat
untuk mempertajam kecerdasan manusia, sebab memiliki 3 unsur keseimbangan,
yakni : Melodi, Ritme, Timbre (tone color)
1. Alat-alat musik klasik
a) Harpsichord
Tahun 1707, Bartolomeo Christofori menciptakan harpsichord, yang
merupakan cikal bakal piano. Harpsichord mempunyai bilah nada bertingkat.
Bilah nadanya masih terbuat dari kayu, dan jangkauan oktafnya belum luas.
Bentuk harpsichord hampir mirip dengan piano, hanya saja belum menyamai
jangkauan nada dari piano.

Gambar 2.33 Harpsichord


sumber : google, 2023

44
b) Biola
Sejak zaman Barok dan Rokoko biola telah menjadi alat musik yang
vital dalam seni musik Barat karena beberapa sebab. Nada yang dihasilkan biola
terdengar dengan lebih jelas dari alat musik klasik yang lain, menjadikannya
cocok untuk memainkan bagian melodi musik. Jika dimainkan oleh orang yang
ahli, maka
biola merupakan alat musik yang sangat cepat dan dapat memainkan rentetan nad
ayangcepat dan sukar. Dalam orkestra, biola merupakan sebagian besar dari musik
yang dimainkan. Pemain biola dibagi menjadi dua bagian, biasa disebut dengan
pemain biola pertama dan kedua. Komponis biasanya memberikan bagian nada
melodi kepada pemain pertama, sedangkan pemain kedua memainkan nada
harmoni atau nada melodi satu oktaf di bawah pemain pertama. Pemain kedua
juga biasanya duduk di bagian dalam dan bertugas untuk membalik kertas not
ketika
duduk berdampingan di samping pemain pertama yang duduk di bagian luar lebih
dekat ke para penonton.
Karena potensi biola jika dimainkan oleh maestro biola dapat
menghasilkan lagu yang sangat indah, maka biola yang berkualitas tinggi dapat
mencapai harga yang sangat mahal. Salah seorang contoh
pemain biola yang sangat terkenal, yaitu Niccolò Paganini.

Gambar 2.34 biola

sumber : google, 2023

4. Musik Keroncong

45
Musik Keroncong memiliki asal usul dari musik-musik Portugis yang datang
ke kawasan Indonesia pada era Kolonialisme abad ke-16. Akar musiknya
adalah Musik Fado yang diperkenalkan para pelaut dan budak kapal yang
mendarat pertama kali di kepulauan Maluku. Kemunduran kolonialisme Portugis
di wilayah Indonesia Timur pada abad ke-17, membuat beberapa Pelaut Portugis
terpencar-pencar dan berpindah ke kawasan Nusa Tenggara, Pulau Jawa dan
Semenanjung Malaya.

Saat para pelaut tersebut mencapai pelabuhan Sunda Kelapa (Batavia) pada
kisaran tahun 1660, Koloni Pelaut Portugis dibawah intimidasi VOC tersebut
membaur dengan masyarakat lokal agar dapat diterima, yang
disebut Kaum Mestizos. Kaum Mestizos ini membuat tradisi musik khas yang
lebih kreatif disekitar Kampung Tugu. Dari kreasi tersebut terciptalah 3 jenis gitar
yang diberi nama Jitera, Prunga dan Macina. Dari suara instrumen alat musik
tersebut, berbunyi “krong-krong” serta suara berbunyi “crong-crong”. Bunyi gitar-
gitar tersebut menjadi awal penamaan Musik Keroncong.

5. Musik Dangdut

Musik dangdut adalah kombinasi antara musik melayu dan musik india, lalu
musik ini berkembang dan menghadirkan dengan ciri khasnya yang berbeda
dengan musik melayu. Ciri khas musik dangdut ini yaitu menggunakan alat musik
tabla, sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan suara ndut.
Musik Dangdut memiliki irama yang ringan, inilah yang membuat
penyanyi dan penikmat musik ini untuk menggoyangkan anggota badannya.
Musik dangdut sangat mudah diterima masyarakat karena liriknya yang sederhana
sehingga mudah dicerna.
Musik Dangdut yang merupakan seni kontemporer yang semakin dikenal
masyarakat seiring perkembangan jaman. Pada awalnya dangdut dikenal dengan
seni musik untuk kalangan kelas bawah dan memang aliran seni musik dangdut
ini adalah cerminan dari kondisi masyarakat kelas bawah yang memiliki ciri khas
kelugasan dan kesederhaannya.

46
Penyebutan dari istilah dangdut adalah sebuah onomatope dari suara
permainan tabla atau disebut pula dengan nama gendang. Bunyi dari alat musik
gendang adalah dang dan dut
Pada mulanya, musik dangdut dikenal dengan nama orkes Melayu atau OM
setelah perubahan musik oleh M. Mashabi dan lainnya. Sebetulnya, istilah
dangdut pernah digunakan pada orkes melayu oleh Rhoma Irama dengan perilisan
album dengan judul dengan sama yaitu Dangdut di tajun 1971. Pada album
tersebut, Rhoma Irama memasukan unsur musik rock ke dalam musik orkes
melayu. Kemudian nama dangdut pun di sematkan pada orkes melayu oleh putu
wijayadalam majalah tempo yang rilis pada 27 mei 1972, ia menjelaskanbahwa
lagu boneka cantik dari india merupakan campuran dari lagu melayu, irama
padang pasir serta dang ding dut india. Karakter musik dangdut sangat kental
dengan nuansa musik dari india, terutama dalam penggunaan alat musik tabla juga
pengaruh dari musik arab dengan cengkok maupun harmonisasi.
1. Alat-alat musik dangdut
a) Kendang
Alat musik tradisional kendang ini sudah cukup terkenal di indonesia.
Kendang atau gendang adalah musik instrumen dalam gamelang masyarakat jawa
dan juga masyarakat sunda. Salah satu fungsi utama kendang ini adalah untuk
mengatur tempo atau irama.

Gambar 2.35 kendang


sumber : google, 2022
6. Musik Perjuangan

47
Musik ini lahir dari kondisi masyarakat Indonesia yang sedang terjajah oleh
bangsa asing. Dengan menggunakan musik, para pejuang berusaha mengobarkan
semangat persatuan untuk bangkit melawan penjajah. Syair- syair yang diciptakan
pada masa itu, umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untui berkorban
demi tanah air, dan sebagainya. Irama musiknya pun dibuat cepat dan semangat,
serta diakhiri dengan semarak.

7. Musik Populer / Musik Modern

Musik modern adalah jenis musik yang memperoleh suatu sentuhan


instrumen dan teknologi. Yang tidak berasal dari musik masyarakat yang ada.
Jenis musik ini hadir sesudah zaman musik klasik, dan selalu mengalami
perkembangan sampai sekarang ini.
Secara umum pengertian musik modern adalah musik yang mendapatkan
sentuhan dari instrument dan juga teknologi dan tidak terlahir dari musik
masyarakat adat. Musik modern ini muncul setelah era musik klasik yang terus
berkembang hingga saat ini. Definisi musik modern ini juga dipengaruhi oleh
perkembangan dari teknologi dari bidang musik. Simak selengkapnya mengenai
penjelasan musik modern berikut ini.
Dalam musik modern, terdapat ciri-ciri yang menjadi pembeda dengan jenis
musik lain. Berikut ini ciri dari musik modern, yaitu:

 Menggunakan lirik dengan bahasa nasional


 Sentuhan teknologi modern mempengaruhi musiknya
 Seringkali jenis musik ini dipasarkan (dijual kepada publik untuk
memperoleh keuntungan/uang)
 Tempo yang ada pada musik modern cenderung lebih cepat dan kencang
 Musiknya diiringi dengan alat musik modern
 Gaya musik modern cenderung mengarah bebas dan tidak terikat oleh satu
aturan tertentu
 Musik modern seringkali dipengaruhi oleh kebudayaan barat/luar
 Pada umumnya dibuat dengan tangga nada tujuh nada (nada diantonis)

48
 Identitas pencipta dan penulis lagu diketahui (bukan anonim)
 Kadang-kadang musik modern terpengaruhi oleh trend yang tengah
berkembang di kalangan masyarakat
 Bersifat tidak tahan lama dan hanya populer dalam jangka waktu tertentu
 Tema yang diangkat pada musik modern cenderung luas atau bervariasi

8. Musik Pop

Musik Pop adalah jenis genre musik modern yang terkenal dan populer di
Dunia. Musik genre Pop adalah jenis Musik yang banyak digemari oleh para
pendengar seni musik karena bersifat umum, universal, easy listening dan mudah
diterima oleh berbagai kalangan pecinta seni musik. Musik genre Pop pun banyak
dikolaborasi dengan berbagai jenis genre musik modern lainnya di Dunia.

Genre Musik Pop atau disebut juga Musik Popular adalah jenis aliran musik
modern yang memiliki orientasi komersial. Pada prinsipnya Musik Pop dapat
diterima oleh berbagai kalangan masyarakat dimana pun mereka berada. Musik
Pop sangat elektrikal dan sering mengambil beberapa elemen dari beberapa gaya
musik lainnya agar menjadi semakin berwarna dan penuh ragam sajiannya, seperti
musik genre Rock, Jazz, Dance, Country, Latin, Urban, dan lain-lain.

Kehadiran Genre Musik Pop berkembang pertama kali pada kisaran tahun
1920-an. Pada awal kehadirannya Musik Pop masih banyak mengadopsi
musik folk dan etnic dari Musik Tradisional Afrika dan musik Klasik Eropa.
Musik Pop saat itu banyak digunakan sebagai mengiringi pertunjukkan dansa dan
tarian kontemporer seperti; Tango, Samba, Salsa, Mambo hingga Conga.
Istilah Musik Pop dipopulerkan melalui seorang tokoh pengamat Seni Rupa
bernama Lawrence Alloway. Beliau terinspirasi dari nama “Pop” dari gerakan
Seni Rupa di kawasan Amerika Serikat dan Inggris.

Bentuk awal musik Pop berasal dari Musik Rock N’ Roll yang sudah
berkembang sejak tahun 1950-an. Kemudian ketika Grup Musik The
Beatles memperkenalkan beberapa permainan musik dengan nuansa pop, aliran

49
musik Pop mulai dikenal luas secara globa di zaman itu. Pada dekade 1970-an
saat para musisi dan solois bernuansa pop seperti Bob Dylan, Frankie Avalon,
Marvin Gaye dan musisi lainnya menciptakan Musik Pop yang lebih easy
listening dengan mencampur beberapa elemen musik. Sejak saat itu Musik Pop
jadi sangat mudah dikenal dan digemari karena bertangga nada minor dan
melankolis. Kemudian musik Pop mudah ditunjang dengan berbagai inovasi
teknologi dan tidak terbatas dengan sebuah pakem tertentu.

9. Musik Jass

Kata jazz merupakan salah satu kata terbanyak yang dicari di dalam kamus
bahasa Inggris Amerika modern. Kata jazz hadir sebagai istilah dari bahasa slang
dari sebuah daerah yang terletak di pantai barat Amerika Serikat. Penggunaan
istilah jazz pertama kali digunakan sebagai istilah musik yaitu pada tahun 1915 di
Chicago, Amerika Serikat.
Musik Afrika memberikan pengaruh dalam aliran musik jazz berupa ritme
yang dimainkan secara terus menerus, serta pergerakan dan permainan emosi yang
nantinya menjadi sangat kental dalam karakter musik jazz. Sementara musik
Eropa lebih memberikan pengaruh terhadap kualitas musikal, yaitu yang memiliki
keterkaitan dengan harmoni dan melodi.
Perpaduan dua tradisi yang antonim ini kemudian menghasilkan sebuah jenis
musik baru yang mereinterpretasikan penggunaan nada dalam kombinasi yang
baru. Menciptakan nada-nada biru untuk mengekspresikan perasaan, baik
perasaan senang maupun perasaan sedih.
Beralih ke definisi, menurut Concise Oxford English Dictionary Revised
Edition 2006, jazz merupakan salah satu jenis musik yang berasal dari orang
Amerika berkulit hitam yang menonjolkan improvisasi, ritme, sinkopasi, serta
diiringi dengan menggunakan instrumen khusus.
Lebih rincinya, Whitney Ballet menjelaskan bahwa musik jazz adalah jenis
musik yang sangat personal dan mirip dengan musik blues, mempunyai vokal
yang unik, suara instrumental, dan ditambahkan dengan improvisasi dari para

50
pemainnya. Secara singkatnya, jazz adalah sebuah bentuk kesempurnaan dari
sebuah musik.
Sebuah musik dapat dikatakan sebagai musik jazz ketika di dalam musik
tersebut terdapat ritme, harmoni, dan melodi yang berirama. Tak cukup sampai di
situ, musisi juga dapat menambahlan musik swing serta improvisasi.
Chris McGregor pernah menulis sebuah artikel pada tahun 1964 yang
berjudul “The Classic”. McGregor menyatakan bahwa swing merupakan salah
satu jenis elemen yang paling penting dalam musik jazz, Selain swing, unsur
improvisasi juga perlu untuk digaris bawahi oleh McGregor. “Musik jazz ialah
sebuah seni yang dibuat melalui cara yang spontan,” tulis McGregor.
Secara garis besarnya, musik jazz ialah musik yang di dalamnya terkandung
sebuah ritme yang mempunyai improvisasi, harmoni, serta dimainkan
menggunakan alat musik tertentu.
Instrumen yang digunakan dalam musik jazz pada umumnya berupa alat
musik modern serta berbagai macam tambahan alat musik orkestra, seperti: gitar
bass, contrabass, piano, gitar, trombone, clarinet, saxophone, terompet, dan biola.
2.9. Klasifikasi Pengelaran Musik
Berdasarkan klasifikasi musik penciptaanya musik harus memenuhi
kaidah-kaidah tertentu antara lain harmonisasi, ritme, melodi, dan aturan lain.
Penggolongan jenis ini berdasarkan teori dan tata cara penyusunan komposisi
nada/suara adalah:
1. Musik Pentatonis

Musik pentatonis adalah jenis musik yang menganut lima aturan nada sebagai
skalanya. Contohnya adalah pada musik tradisional, misalnya pada musik
tradisional Jawa. Pada notasi musik tradisional Jawa, dapat dilihat bahwa
penyusunan komp osisi nadanya menggunakan lima nada, yaitu 1(do), 2(re),
3(mi), 5(sol), 6(la).

Pementasan musik pentatonis memang lebih baku dibandingkan dengan


musik diatonis. Pementasan musik pentatonis ini biasanya berupa pementasan

51
musik-musik tradisional seperti pertunjukan alat musik gamelan, angklung dan
sebagainya.

2. Musik diatonis

Musik diatonis adalah jenis musik yang menganut tujuh nada sebagai
skalanya. Contohnya adalah pada musik pop modern. Jenis musik inilah yang
paling banyak digunakan pada jaman sekarang ini. Penyusunan komposisi
nadanya tersebut yaitu : 1(d0), 2(re), 3(mi), 4(fa), 5(sol), 6(la), 7(si).

2.10. Tempat Pementasan Musik


1. Pementasan di Dalam Gedung (Indoor)
Yaitu pementasan yang dilakukan di dalam bangunan tertutup. Pementasan ini
menampung penonton dalam jumlah terbatas. Pementasan ini memungkinkan
dilakukannya pengkondisian ruangan untuk mencapai kesempu rnaan sistim
akustik. Kenyamanan penonton juga bisa lebih diperhatikan melalui penataan
ruang audience.

Gambar 2.36 ruang konser indoor

sumber : google, 2023

2. Pementasan di Luar Gedung (OutDoor)


Yaitu pementasan yang dilakukan diruangan terbuka atau dilapangan.
Pementasan ini bisa menampung penonton dalam jumlah yang sangat banyak.
Kekurangannya mungkin pada sistem tata suara yang tidak sempurna dan tidak
merata, juga tergantung pada kondisi cuaca.

52
a. kreatifitas mengenai seni musik. Selain itu juga dapat meningkatkan daya
tarik masyarakat atau menumbuhkan apresiasi seni di bidang musik bagi
masyarakat.
b. Fungsi Pemasaran sebagai wadah atau tempat untuk mempromosikan dan
sebagai tempat transaksi jual beli berbagai hasil karya seni dalam dunia
musik.

Gambar 2.37 konser band kotak di ternate

sumber : penulis 2022

2.11. Instrument Musik


1. Alat musik tradisional
a. Alat musik petik : gitar, kecapi, sasando, banjo, ukulele, mandolin, harpa,
gambus
b. Alat musik gesek : biola, rebab, cello
c. Alat musik ketuk : organ, piano, harpsichord
d. Alat musik tiup: seruling, terompet, trombone, harmonika, pianika, recorder
sopran,
e. Alat musik pukul : tamborin, jidor, rebana, gamelan

2. Alat musik modern


a. Gitar

Gitar adalah alat musik dari kayu dengan diberi 6 dawai senar. Untuk
memainkannya dengan cara dipetik. Gitar ada dua macam, yaitu gitar akustic dan
gitar listrik. Gitar akustik adalah gitar yang dapat digunakan dan menghasilkan

53
suara tanpa bantuan aliran listrik. Dimensinya : Panjang ± 1.10m, Lebar ± 0.40m,
dan tebal ± 0.15m. Gitar listrik adalah sejenis gitar yang menggunakan beberapa
pickup untuk mengubah bunyi atau getaran dari string gitar menjadi arus listrik
yang akan dikuatkan kembali dengan menggunakan seperangkat amplifier dan
loud speaker. Dimensinya hampir sama, hanya saja gitar listrik mempunyai
ketebalan sekitar 0.5cm.

b. Bass
Bass adalah salah satu instrument musik berdawai / senar lebih besar
dibandingkan gitar biasa. Seperti gitar, bass juga mempunyai dua macam, yaitu
bass akustik dan bass elektrik. Bass akustik adalah gitar bass yang dapat
digunakan dan menghasilkan suara tanpa bantuan elektrik. Dimensinya hampir
sama dengan gitar akustik hanya saja panjangnya mencapai ±1.25m. Bass elektrik
adalah gitar bass yang hanya dapat digunakan dan menghasilkan suara melalui
bantuan elektrik.
c. Drum
Drum merupakan alat musik pukul. Drum terdiri atas beberapa tabung yang
bermembran. Drum biasa digunakan untuk memainkan musikmusik modern.
Dibutuhkan ruang ± 2x2m untuk dapat meletakan sebuah drum set (satu set drum
penuh).
d. Keyboard, Piano, Organ

Keyboard, Piano, dan organ adalah alat musik yang dimainkan dengan jari
jemari tangan. Untuk membunyikannya adalah dengan cara memencet tuts-
tutsnya.

e. Biola

Biola adalah alat musik gesek. Pada umumnya biola terbuat dari bahan kayu,
mempunyai 3 buah dawai senar.

f. Saxofone dan Harmonika

54
Saxofone dan Harmonika merupakan alat musik tiup yang biasa dimainkan untuk
musikmusik beraliran blues dan

2.12. Neo Vernakular


Menurut Arsimedia (2019) Arsitektur Neo-Vernakular dapat diartikan
sebagai bahasa setempat yang di ucapkan dengan cara baru. Arsitektur Neo-
Vernacular merupakan arsitektur yang memiliki prinsip mempertimbangkan peran
serta budaya lokal dalam kehidupan masyarakat, kaidah-kaidah normative,
kosmologis serta keselarasan antara bangunan, lingkungan, dan alam. Arsitektur
Neo Vernakular adalah salah satu konsep arsitektur yang berkembang pada era
Post Modern. Post modern adalah aliran arsitektur yang muncul pada pertengahan
tahun 1960-an, adanya post modern dikarenakan adanya sebuah Gerakan yang
dilakukan oleh beberapa arsitek salah satunya adalah Charles Jencks untuk
mengkritisi arsitektur modern. Hal tersebut dilakukan dikarenakan arsitek – aritek
ingin memberikan sebuah konsep baru yang lebih menarik dari arsitektur modern
yang mempunyai bentuk – bentuk yang monoton(Makassar et al., 2013) Dimana
menurut (Budi A Sukada, 1988) terdapat enam aliran yang ada di zaman arsitektur
post modern salah satunya adalah arsitektur nero-vernakular. dari semua aliran
yang berkembang pada Era Post Modern ini memiliki 10 (sepuluh) ciri-ciri
arsitektur sebagai berikut.
1. Mengandung unsur komunikatif yang bersikap lokal atau populer.
2. Membangkitkan kembali kenangan historik.
3. Berkonteks urban.
4. Menerapkan kembali teknik ornamentasi.
5. Bersifat representasional (mewakili seluruhnya).
6. Berwujud metaforik (dapat berarti bentuk lain).
7. Dihasilkan dari partisipasi. h. Mencerminkan aspirasi umum.
8. Bersifat plural.
9. Bersifat ekletik.

Untuk dapat disebut sebagai arsitektur post modern, bangunan tersebut


tidak harus memiliki keseluruahan dari ciri – ciri tersebut. Cukup dengan

55
menerapkan dari enam sampe tujuh ciri dapat dikatakan sebagai arsitektur post
modern. Charles Jenks seorang tokoh pencetus lahirnya post modern
menyebutkan tiga alasan yang mendasari timbulnya era post modern (Fajrine et
al., 2017), yaitu.
a. Kehidupan sudah berkembang dari dunia serba terbatas ke dunia tanpa batas, ini
disebabkan oleh cepatnya komunikasi dan tingginya daya tiru manusia.
b. Canggihnya teknologi menghasilkan produk-produk yang bersifat pribadi.
c. Adanya kecenderungan untuk kembali kepada nilai-nilai tradisional atau
daerah, sebuah kecenderungan manusia untuk menoleh ke belakang.
Dilihat dari ketiga alasan tersebut maka dapat disimpilkan bahwa
arsitektur post modern dan arsitektur yang ada didalamnya adalah arsitektur yang
menerapkan sebuah konsep arsitektur tradisional dengan arsitektur modern
sehingga konsep tersebut menjadi sebuah kesatuan untuk mengkritisi bentuk
arsitektur modern. Dalam perkembangan arsitektur, bentuk arsitektur tradisional
adalah bentuk – bentuk yang sangat berbeda dengan bentuk arsitektur modern
yang monoton.
Selain Charles A. Jencks yang menggunakan konsep arsitektur neo
vernacular pada bangunananya. Masih banyak arsitek professional yang
menggunkan konsep arsitektur neo vernacular sebgai konsep desain bangunan
mereka salah satunya adalah bangunan istana budaya yang ada di Malaysia.

Gambar 2.38 Istana Budaya, Malaysia


Sumber :Malaysia Travel,2019
Bangunan istana budaya ini adalah salah satu bangunan yang
menggunakan konsep neo – vernacular pada desainnya. Bangunan yang
difungsikan sebagai teater ini memperlihatkan desain yang melekat dengan

56
kebudayaan Malaysia. Kebudayaan yang diambil adalah bentuk rumah tradisional
Malaysia yang menggunakan atap pelana yang sangat tinggi. Bangunan teater
yang berkapasitas 2000 orang ini sangat terliahat perpaduan antara konsep
arsitektur vernacular dengan arsitektur modern yang diliahat dari material yang
digunakan pada bangunannya.(Hospitality, n.d.)
contoh lain dari karya arsitek yang desain bangunannya menggunakan
konsep neo – vernacular adalah bangunan yang ada di afrika yaitu Mapungubwe
interpretation center. Bangunan tersebut di desain oleh arsitek peter rich.
Bangunan ini berada di daerah cultureal heritage yang ada di afrika selatan.

Gambar 2.39 Mapungubwe Interpretation Center,Afrika Selatan

Sumber : Arcdaily,2010

Bangunan Mapungubwe interpretation center ini adalah bangunan musium


dari artefak dan sejarah yang ada di daerah tersebut. Bangunan ini mempunyai
desain atap berbentuk lengkung yang mengikuti bentuk atap rumah yang ada di
daerah sekitar. Bentuk melekung dibuat dengan konstruksi lokal guna untuk
menciptakan bangunan yang ramah lingkungan dengan lingkungan sekitar.
Bangunan ini juga menggunakan material – material lokal.
Neo Vernakular adalah salah satu konsep arsitektur yang berkembang pada
era Post Modern yaitu konsep arsitektur yang muncul pada pertengahan tahun
1960-an, Post Modern lahir disebabkan pada era modern timbul protes dan kritik
dari para arsitek terhadap pola-pola yang terlihat monoton (bangunan berbentuk
kotak - kotak). Oleh sebab itu, lahirlah konsep - konsep baru yaitu Post Modern.
Menurut Tjok Pradnya Putra menyatakan Pengertian Arsitektur Neo-Vernacular
berasal dari kalimat Neo yang berasal dari Bahasa Yunani dan digunakan sebagai

57
fonim yang berarti baru. Kata NEO atau NEW berarti baru atau hal yang baru,
sedangkan kata vernacular berasal dari kata vernaculus (bahasa latin) yang berarti
asli. Maka arsitektur neo - vernakular dapat diartikan sebagai arsitektur asli daerah
tersebut yang dibangun oleh masyarakat setempat, dengan menggunakan material
lokal, mempunyai unsur adat istiadat atau budaya dan disatu padukan dengan
sentuhan modern yang mendukung nilai dari vernacular itu sendiri. (Purnomo,
2017)
Arsitektur Neo-Vernakular merupakan salah satu konsep aristektur yang
berasal dari aliran arsitektur post moders. Arsitektur neo-vernakular ini adalah
salah satu konsep yang mempunyai sebuah konsep yang mengkrirtisi konsep
arsitektur modern. Arsitektur Neo-Vernakular merupakan arsitektur yang
prinsipnya mempertimbangkan kaidah-kaidah perturan daerah serta budaya lokal
dalam kehidupan masyarakat serta keselarasan antara bangunan, alam, dan
lingkungan. pada intinya arsitektur Neo-Vernakular merupakan perpaduan antara
bangunan modern dengan bangunan lokal.(Fasilitas & Dan, n.d.)
Neo vernakular adalah interpretasi dari arsitektur vernacular yang disatu
padukan dengan gaya arsitektur modern. Arsitektur vernacular adalah gaya
arsitektur yang dirancang oleh orang lokal, dengan bahan material lokal dan
mencerminkan gaya lokal didaerah tersebut. Namun, zaman terus berganti
sehingga membuat gaya arsitektur pun ikut berkembang mengikuti zaman.
Sehingga gaya arsitektur vernakular pun mulai memudar. Untuk melestarikan
bangunan atau prinsip -prinsip vernakular itu kita harus melibatkan vernakular itu
sendiri terhadap arus modernisasi.
Pada zaman sekarang konsep arsitektur neo-vernakular dikemas dengan
bentuk yang lebih modern namun masih memiliki unsur-unsur tradisional pada
desain bangunannya. Arsitektur neo-vernakular ini memiliki sebuah identitas yang
dimiliki oleh daerah tersebut. Walaupun dalam proses pembangunan dan material
yang digunakan adalah material modern namun bangunan tersebut masih
memiliki unsur-unsur tradisional daerah tersebut.
Dari pernyataan Charles Jencks dalam bukunya “language of Post-Modern
Architecture (1990)” mengatakan arsitektur neo – vernacular adalah arsitektur

58
yang menggunakan batu bata, keramik dan material tradisional lainnya dan juga
bentuk vernacular adalah sebuah reaksi untuk melawan arsitektur internatiol
modern pada 1960-an dan 1970-an. (Wuisang, n.d.) Dan maka dapat dipaparkan
ciri-ciri Arsitektur NeoVernakular sebagai berikut.
1) Selalu Menggunakan Bentuk Atap Bubungan.
2) Penggunaan Material Lokal
3) Mengembalikan bentuk-bentuk tradisional
4) Kesatuan Antara Interior dengan Lingkungan
5) Warna-warna yang kuat dan kontras.

2.12.4. Sejarah Perkembangan Arsitektur Neo Vernakular


Dari waktu ke waktu tentu zaman terus berkembang dan lebih modern.
Sama halnya dengan banngunan yang mengalami perubahan dan perkembang
dalam segi bentuk, material, dan makna. Perubahan tersebut terjadi dikarenakan
adanya sebuah proses adaptasi terhadap lingkungan dan zaman yang terus
berkembang. Seperti halnya pada struktur bangunan yang dulunya menggunakan
tanah.
Sama halnya dengan konsep arsitektur neo – vernakular. Neo – vernakular
itu sendiri berasal dari interpretasi konsep arsitektur tradisional dan vernakular.
Yang mana berawal dari tradisional lalu berkembang menjadi vernakular dan
perkembangan terakhir neo – vernacular. Perkembangan tersebut dilakukan agar
ciri khas dari daerah tersebut tidak hilang begitu saja. Butuh adanya sebuah
pertahanan diri sebagai cara untuk mempertahankan budaya yaitu dengan cara
mengikuti alur zaman yang berkembang.
Arsitektur tradisional berasal dari kata “tradisi” dan “arsitektur tradisional”
memiliki pengertian yang berbeda. Tradisi merupakan sebuah kata sifat,
sedangkan arsitektur tradisional merupakan sebuah objek. Tradisi dengan
arsitektur vernakular memiliki hubungan sebab-akibat. Menurut Christopher
Alexander seorang filsafat mengenai ilmu arsitektur dan design,mengungkapkan
“tradisi membentuk sebuah arsitektur vernakular melalui kesinambungan tatanan
sebuah arsitektur menggunakan sistem persepsi ruang yang tercipta, bahan, dan

59
jenis konstruksinya”. Arsitektur tradisional dan arsitektur vernakular merupakan
objek, oleh karena itu kedua kata tersebut memiliki objektif yang sama, namun
dengan tujuan yang berbeda.(Suharjanto, 2011)
Kata tradisi berasal dari bahasa Latin traditionem, dari traditio yang berarti
"serah terima, memberikan, estafet", dan digunakan dalam berbagai cara berupa
kepercayaan atau kebiasaan yang diajarkan atau ditularkan dari satu generasi ke
generasi berikutnya, biasanya disampaikan secara lisan dan turun temurun.
Sebagai contoh adalah kegiatan – kegiatan keagamaan dan kegiatan- kegiatan
yang sering dilakukan oleh masyarakat dan dilakukan setiap waktu.(Pengajar et
al., 2011)
Menurut Yulianto Sumalyo (1993), vernakular adalah bahasa setempat,
dalam arsitektur vernacular adalah bentuk arsitektural yang menerapkan ciri – ciri
budaya sekitar termasuk dengan material, iklim, dan makna dalam bentuk
arsitektural seperti tata letak denah, struktur,material dan detail detail seperti
ornament, dll. Sementara definisi arsitektur vernakular menurut Paul Oliver dalam
Encyclopedia of Vernacular Architecture of the World adalah terdiri dari rumah-
rumah rakyat dan bangunan lain, yang terkait dengan konteks lingkungan mereka
dan sumber daya tersedia yang dimiliki atau dibangun, dan menggunakan
teknologi tradisional. Semua bentuk arsitektur vernakular dibangun untuk
memenuhi kebutuhan untuk mengakomodasi nilai-nilai, ekonomi dan cara hidup
budaya yang berkembang.
Tentang perkembangan arsitektur vernacular ditulis oleh Salura (2008)
tentang Bernard Rudofsky (1910 – 1987) seorang yang pertama kali
mengemukakan tentang kemunculan kata vernakular. Bernard Rudofsky adalah
seorang arsitek yang berhasil melakukan penelitian terhadap arsitektur yang
berasal dari masyarakat biasa yang menceritakan sebuah tentang bangunan yang
tidak diketahui siapa arsiteknya. Rudofsky menyebut karya penelitian ini dengan
istilah non formal architecture. (Rogi, 2015)
Dari hasil penelitiannya tersebut pada tahun 1964, beliau berhasil
meluncurkan sebuah buku yang berjudul “Arsitektur Tanpa Arsitek”. buku ini
menjelaskan tentang sebuah pemukiman masyarakat lokal yang mana pada zamn

60
tersebut dunia arsitektur sedang membahas tentang arsitktur dari kerajaan dan
bangunan keagamaan seperti gereja dan masjid. Dari buku yang berjudul asli
“arsitektur tanpa arsitek” membuat para kalangan arsitek ataupun kerajaan
menjadi sadar bahwa pemikiran orang selama ini salah tentang hasil karya dari
kepintaraaan masyarakat lokal dalam membuat sebuah bangunan.
Demikianlah sejak Rudofsky menggelar perilsan bukunya yaitu “arsitektur
tanpa arsitek” ia kemudian menyebut jenis arsitektur ini dengan sebutan
“vernacular-architecture”. Jika dirujuk kedalam kamus-kamus bahasa, Istilah
vernakular ternyata merujuk kedalam ilmu bahasa (linguistik) yang secara harfiah
berarti logat, dialek atau bahasa asli setempat, sehingga tepat rasanya jika label
vernakular ini oleh nya ditempelkan pada jenis bangunan rakyat yang
menunjukkan kadar kekentalan lokalitas setempat. Setelah perilisan buku tersebut
banyak para penulis arsitektur yang mengaku sebagai ilmuwan tentang teori
asrsitektur vernacular.
Salah satu yang paling sering dijadikan rujukan oleh para pengkaji
vernakular adalah Amos Rapoport. Berdasarkan tradisi cara membangunnya,
Rapoport dalam buku klasiknya House Form and Culture, membagi bangunan
menjadi grand-tradition (tradisi megah) dan folk-tradition (tradisi rakyat).
Kemegahan Istana dan bangunan keagamaan digolongkan ke dalam grand-
tradition. Sementara architecture without architects digolongkan sebagai
bangunan folk-tradition. Pada klasifikasi folk-tradition ia menempatkan dua
kelompok: arsitektur primitif dan arsitektur vernakular.
Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki tradisi yang sangat
beragam. Sehingga tradisi tersebut menciptakan sebuah karya – karya bangunan
yang mempunyai nilai tersendiri bagi daerah tersebut. Contoh kecil bangunan
vernacular yang ada di indonesia seperti rumah adat Sumatera Barat yaitu rumah
gadang dan juga rumah adat bali seperti yang ada pada gambar dibawah ini.
Bangunan – bangunan tersebut lahir dikarenakan adanya tradisi – tradisi yang
turun menurun dilakukan dari generasi ke generasi sehingga menghasilkan
bangunan yang sangat bernilai harganya.

61
Namun, harga dari tradisi tersebut kian menghilang karena adanya
perkembangan zaman yang mengakibatkan tradisi tersebut kian menghilang.
Arsitektur vernacular tradisional mulai ditinggalkan dan arsitektur vernacular
modern mulai berkembang mengikuti zaman yang bisa disebut dengan nama
arsitektur neo – vernacular
2.12.5. Prinsip Dasar Arsitektur Neo Vernakular
Adapun beberapa prinsip-prinsip desain arsitektur Neo Vernakular secara
terperinci, yaitu :
1. Hubungan langsung, merupakan pembangunan yang kreatif dan adaptif
terhadap arsitektur setempat disesuaikan dengan nilai-nilai atau fungsi dari
bangunan sekarang.
2. Hubungan abstrak, meliputi interprestasi ke dalam bentuk bangunan yang
dapat dipakai melalui analisa budaya dan peninggalan arsitektur.
3. Hubungan lansekap, mencerminkan dan menginterprestasikan lingkungan
seperti kondisi fisik termaksud topografi dan iklim.
4. Hubungan kontemporer, meliputi pemilihan penggunaan teknologi, bentuk
ide yang relevan dengan program konsep arsitektur.
5. Hubungan masa depan, merupakan pertimbangan mengantisipasi kondisi
yang akan datang.

2.12.6. Ciri-Ciri Arsitektur Neo-Vernakular


(jencks, 1978: 96-103) Aliran Arsitektur Neo Vernakular sangat mudah di
kenal dan memiliki kelngkapan berikut ini: hampir selalu beratap bubungan, detail
terpotong, banyak keindahan dan terdiri dari bata-bata. Dalam Arsitektur Neo
Vernakular, bayak ditemukan bentuk-bentuk yang sangat modern namun dalam
penerapannya masih menggunakan konsep lama dari daerah setempat yang
dikemas dalam bentuk yang modern. Arsitektur Neo Vernakular ini menunjukkan
suatu bentuk yang modern tapi masih memiliki image daerah setempat walaupun
material yang digunakan adalah bahan modern seperti kaca dan logam. Dalam
Arsitektur Neo Vernakular, ide dan bentuk-bentuk diambil dari vernacular aslinya
yang dikembangkan dalam bentuk modern seperti:
1. Selalu menggunakan atap bubungan

62
Atap bubungan menutupi tingkat bagian tembok sampai hampir ke tanah
sehingga lebih banyak atap yang diibaratkan sebagai elemen pelindung dan
penyambut dari pada tembok yang digambarkan sebagai elemen pertahanan
yang yang menyimbolkan permusuha.
2. Batu bata (dalam hal ini merupakan elemen konstruksi lokal)
Bangunan didominasi pengguna batu bata pada abad 19 gaya victorian yang
merupakan budaya dari arsitektur barat
3. Mengembalikan bentuk-bentuk tradisional yang ramah lingkungan dangan
proporsi yang lebih vertikal.
4. Kesatuan antara interior yang terbuka melalui elemen yang modern dengan
ruang terbuka di luar bangunan
5. Warna-warna yang kuat dan kontras

Dari ciri-ciri diatas dapat dilihat bahwa Arsitektur Neo Vernakular tidak
ditunjukkan pada Arsitektur Modern atau Arsitektur Tradisional tetapi lebih
pada keduanya. Hubungan antara kedua bentuk arsitektur diatas ditunjukkan
dengan jelas dan tepat oleh Neo Vernakular melalui trend akan rehabilitasi
dan pemakaian kembali atap miring. Batu bata sebagai elemen lokal dan
susunan massa yang indah. Mendapatkan unsur-unsur baru dapat dicapai
dengan pencampuran antara unsur setempat dengan teknologi modern, tapi
masih mempertimbangkan unsur setempat.

2.13. Studi Komparasi


2.13.1. Studi Komparasi Gedung Pusat Seni Musik
1. Sydney opera house
Desain gedung opera ini berbentuk mirip cangkang yang dilapisi dengan
keramik putih Swedia, membuat pantulan sinar matahari dari fajar hingga
senja menghasilkan nuansa artistik. Perusahaan engineering Ove Arup dan
Partners digandeng untuk mewujudkan desain di atas kertas menjadi sebuah
konstruksi riil. Bennelong Point, dekat dengan Sydney Harbour Port Jackson
dipilih menjadi lokasi gedung opera yang megah [Link] pembangunan
gedung opera dibagi dalam tiga tahap:

63
1. Tahap I – podium atas
2. Tahap II – konstruksi bagian luar
3. Tahap III – desain interior dan konstruksi keseluruhan

Pembangunan Sydney Opera House berlangsung selama sepuluh tahun


dengan anggaran empat belas kali lebih besar dari rencana awal $ 7 juta.
Gedung opera ini menampung berbagai ruangan seperti Concert Hall, Teater
Opera, Teater Drama, Playhouse, Studio, ruang Utzon, dan Forecour.
Gedung ini juga memiliki sebuah studio rekaman, restoran dan bar, serta dua
gerai ritel. Sydney Opera House juga sering menjadi tuan rumah bagi
konferensi dan upacara penting. Pada tanggal 20 Oktober 1973, Ratu
Elizabeth II meresmikan Sydney Opera House. Di tahun 2003, Sydney Opera
House dimasukkan dalam Daftar Warisan Negara Bagian New South Wales
berdasarkan Undang-Undang Heritage tahun 1977. Sedangkan tahun 2005,
gedung opera ini masuk dalam Daftar Warisan Nasional di bawah Undang-
undang Perlindungan Lingkungan dan Konservasi Keanekaragaman Hayati.
UNESCO juga memasukkan Sydney Opera House sebagai Situs Warisan
Dunia pada tanggal 28 Juni 2007.

Gambar 2.40. Sydney Opera House

Sumber :google 2023

2. Royal albert hall


Royal Albert Hall, yang semula akan disebut Central Hall , dibangun
untuk memenuhi visi Pangeran Albert , suami dari Ratu Victoria, untuk

64
digunakan untuk mempromosikan pemahaman dan apresiasi terhadap Seni
dan Ilmu Pengetahuan. Tempat itu berdiri di jantung kawasan South
Kensington, yang akan dikembangkan dengan keuntungan Pameran Besar
tahun 1851.
Ketika Pangeran Albert meninggal karena demam tifoid pada tahun
1861, semua rencana untuk bangunan ditunda sampai mereka dihidupkan
kembali oleh kolaborator Albert di Pameran Besar, Henry Cole . Desain
Hall terinspirasi oleh kunjungan Cole ke Amfiteater Romawi yang
menghancurkan dan pada awalnya ditujukan untuk menampung 30.000
orang, yang pada akhirnya mengurangi 7.000 untuk alasan finansial dan
praktis, dan hari ini, karena peraturan api modern, menjadi sekitar 5.500.
Pekerjaan dimulai pada bulan April 1867 dan Hall dibuka pada tanggal 29
Maret 1871 oleh Ratu Victoria , berganti nama menjadi kenangan Pangeran
Albert ke Royal Albert Hall of Arts and Sciences. Ketika Victoria membuka
Hall, dia sangat diliputi oleh perasaan bahwa Pangeran Wales harus
berbicara di tempatnya; Komentar satu-satunya yang tercatat di Hall adalah
bahwa hal itu mengingatkannya pada konstitusi Inggris.

Gambar 2.41 Atap Hall dibangun pada tahun 1869


Sumber : penulis 2023
Auditorium utama Hall adalah 185 kaki lebar oleh 219 kaki
panjang dan ditutupi oleh kubah kaca. Ukuran tipis ruang tertutup
ditambah dengan pantulan suara dari atap kaca di atas menciptakan
gema signifikan yang akhirnya dipecahkan pada akhir 1960-an

65
dengan penambahan beberapa piring akustik, yang sering disebut
sebagai jamur Royal Albert [Link] khas Hall dibangun
dari lebih dari 6 juta batu bata merah dan 80.000 blok terakota
dan mencakup hiasan terakota sepanjang 800 kaki .
Gambar 2.42 Sebuah kartu pos di Hall dari tahun 1913
Sumber : penulis 2023
3. Usmar Ismail Hall
Prof. Dr. Ir. Soegijanto adalah yang bertanggung jawab dalam perhitungan
akustik untuk memenuhi syarat-syarat di atas. Perhitungan yang cermat, ahli
akustik dari Departemen Fisika bangunan Institut Teknologi Bandung ini
menyimpulkan, bahwa kebutuhan waktu gema antara 1.3 detik – 2 detik,
dalam kasus ini ditetapkan nilai 1.6 detik untuk concert hall dan 1.1 detik
untuk cinema.

Gambar 2.43 Ruang Pertunjukan Usmar Ismail Hall


Sumber : penulis 2023
Sementara untuk keperluan medan diffuse, Tabah dan tim melakukan
penataan khusus pada permukaan dengan material yang mampu
mendistribusikan suara secara merata ke seluruh ruangan sekaligus
menghasilkan suara optimal.

Begitu pula untuk bentuk langit-langit bergelombang, hadir sebagai


hasil perhitungan akustik, sebagaimana bentuk lainnya. Bentuk ini juga
diselaraskan dengan tonjolan prisma-prisma pada dinding. Konsep akustik

66
memang diterapkan di seluruh lini oleh perancan. Termasuk juga dalam
pemilihan kursi penonton, dan layer yang harus disesuaikan dengan syarat
akustik. konser ataupun film dengan kenyamanan maksimal. Bahkan pentas
teater juga bisa digelar di ruangan ini. Tata akustik memudahkan permain
teater beraksi tanpa harus menggunakan pengeras suara apapun. Meskipun
begitu detail dalam urusan akustik, tak membuat interior desainernya alpa
dalam sentuhan estetika. Pilihan warna-warna tanah dengan sentuhan merah
di kursi penonton dan gorden serta pengaturan cahaya memberi kesan
harmonis, hangat, tanpa kehilangan unsure kontras.

Luas lahan yang terbatas, membuat perancang dan pengelola tidak


bisa menciptakan ruangan yang maksimal untuk kebutuhan teater. Itu juga
memicu kekurangan lain ruangan ini yang hanya menyediakan 430 kursi,
yang kurang separo dibandingkan kapasitas ruangan pertunjukkan lain di
Jakarta, semisal Balai Sarbini, yang mampu menyediakan 1200 tempat
duduk.

67
BAB III
METODE PERANCANGAN
3.1. Lokasi Penelitian

lokasi penelitian objek perancangan (gedung pusat seni musi) berada di


kelurahan sofifi, kecamatan oba utara, kota tidore kepulauan, provinsi maluku
utara.

3.2. Jenis Penelitian


Penelitian ini merupakan metode kualitatif, dimana penelitian ini
menggunakan teori dan data-data yang berhubungan dengan objek yang
dirancang.
3.3. Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data teknik yang di gunakan sebagai berikut:
3.3.1. Observasi
Observasi merupakan penelitian yang bersifat pengamatan langsung ke lokasi
perancangan, dan tahapan kegiatan observasi dilakukan dengan terstruktur dan
tersusun dengan baik, guna mendapatkan data-data yang memiliki relevansi objek
perancangan. Adapun data hasil observasi diantaranya.
1. Luas lokasi perancangan
2. Kondisi fisik eksisting site
3. Permasalahan pada objek perancangan
4. kondisi dan jumlah fasilitas
5. kondisi utilitas kawasan

6. sirkulasi kawasan (pejalan kaki dan parkir)

68
3.3.2. Interview
Interview adalah wawancara yang dilakukan secara terbuka dan terstruktur
serta berkembang. Teknik ini digunakan untuk menggali dan memperoleh data
atau informasi yang terkait dengan objek rancangan. Teknik interview yang
dilakukan yaitu penelitian wawancara terhadap pihak-pihak terkait

3.3.3. Studi Pustaka

Untuk menunjang perancangan ini dan melengkapi penulisan di awali


dengan pengecekan informasi, penelitian awal di lapangan dan penyusunan desain
perancangan, penulis mengadakan studi pustaka dengan mengkaji berbagai
literatur dan buku-buku juga melalui internet yang berkaitan dengan penelitian ini
serta berbagai bahan perbandingan, tinjauan objek sejenis dan teori pendukung
masalah ini. Literatur dan buku-buku yang dikaji dalam studi kepustakaan yang
berkaitan langsung dengan permasalahan dalam perancangan.

3.4. Sumber Data

Data yang diperoleh dari penelitian meliputi data primer dan data sekunder.

3.4.1. Data Primer

Merupakan data yang diperoleh secara langsung dilokasi penelitian dengan


cara pengamatan langsung dilokasi tapak, serta dokumentasi secara visual maupun
audio visual.

3.4.2. Data Sekunder

Yakni data yang diperoleh melalui studi literatur berupa tinjauan pustaka dari
sumber-sumber informasi seperti buku panduan, majalah, internet, data-data
statistic dari instansi-instansi tertentu dan sumber pustaka lainnya.

3.5. Teknik Analisa Data

69
Analisa data yang dipakai dalam menganalisa data-data yang berhubungan
dengan objek perancangan adalah sebagai berikut :

3.5.1. Analisa Aspek Manusia

Analisa aspek manusia yaitu menganalisis tentang perilaku, aktifitas, dan


kebutuhan ruang pengguna, antara lain :

1. Analisa Aktifitas
Analisa aktifitas adalah sebuah analisa untuk mengenal aktifitas yang
dilakukan oleh pengguna sehingga diketahui pola perilaku pada tiap-tiap
kelompok aktifitas, sehingga dengan adanya analisa aktifitas diharapkan akan
menghasilkan kebutuhan ruang, penzoningan ruang dan
kedekatakan/hubungan ruang.
2. Analisa Besaran Ruang
Analisa ruang merupakan analisa yang dilakukan untuk memperoleh
persyaratan-persyaratan ruang, standar ukuran ruang, kebutuhan ruang,
jumlah ruang. Berdasarkan analisis dan data yang diperoleh agar pengunjung
dan pengelola mendapatkan kenyamanan dan kelayakan sesuai dengan fungsi
observarium

5.5.2. Analisa Aspek Lingkungan Analisa aspek lingkungan terdiri dari:


1. Analisa Pilihan Site
2. Analisa Exsisting Site
3. Analisa Klimatologi
4. Analisa View
5. Analisa Vegetasi
6. Analisa Kebisingan
7. Analisa Sirkulasi
8. Analisa Ruang Luar
9. Analisa Penzoningan
10. Analisa Sistem Parkir

70
3.5.3. Analisa Aspek Bangunan

Analisa aspek bangunan terdiri dari :

1. Analisa Pilihan Material Bangunan


2. Analisa Utilitas Bangunan
3. Analisa Bentuk Dalam Bangunan
4. Analisa Bentuk Dasar Bangunan
5. Analisa Parkir Dan Konsep Penataan
6. Analisa Konsep Bangunan
7. Konsep Gubahan Bentuk Bangunan
8. Konsep Bentuk Ornamen Bangunan
9. Konsep Bentuk Lanskap

3.5.4. Konsep Bentuk Dan Tampilan Bangunan

Konsep perancangan adalah gagasan atau ide yang di ambil dan di terapkan
pada objek perancangan . Tampilan bangunan biasanya didapatkan setelah di
lakukan analisis bentuk dan gubahan bentuk sebelumnya sehingga kesesuaian
bangunan dengan konsep dapat terlihat

3.6. Alur Perancangan

71
Gambar 3.1. Alur Perancangan

Sumber : Penulis 2023

BAB IV

TINJAUAN OBJEK PERANCANGAN

4.1. Tinjauan Umum Lokasi Perancangan

4.1.1. Gambaran Umum Kota Sofifi

Sofifi merupakan Ibukota provinsi Maluku Utara yang sudah ditetapkan


sejak pertama kali pembentukan provinsi Maluku Utara pada tahun 1999, namun
baru diresmikan sebagai pusat pemerintahan oleh Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono pada 4 agustus 2010. Keterlambatan ini disebabkan oleh kurangnya
infrastruktur di kota tersebut. Kota ternate dijadikan Ibu kota sementara selama
periode 1999 hingga 2010 tersebut.

72
Sofifi sebagai Ibukota Provinsi Maluku Utara yang saat ini masih berada
dalam wilayah administratif Kota Tidore Kepulauan. Sebagai pusat pemerintahan
Provinsi Maluku Utara, secara geografis Sofifi letaknya sangat strategis untuk
pembangunan sarana dan prasarana yang dapat memberikan kontribusi bagi
pembangunan nasional maupun daerah. Berikut merupakan peta administrasi Kota
Tidore Kepulauan yang dimana Sofifi masih masuk dalam wilayah administrasi
Kota Tidore Kepulauan.

Gambar [Link] Administrasi Kota Tidore Kepulauan

(Sumber : BPS Kota Tidore Kepulauan, 2020)

Ibukota Sofifi yang terletak di Kecamatan Oba Utara merupakan satu-


satunya kecamatan yang sudah memiliki infrastruktur dan fasilitas yang memadai
untuk ditetapkan sebagai pusat penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Maluku
Utara. Kecamatan Oba Utara merupakan salah satu kecamatan di Kota Tidore
Kepulauan yang wilayahnya terbagi dalam 2 kelurahan, yaitu kelurahan Sofifi dan
Guraping, dan juga 10 desa, yaitu desa kaiyasa, Galala, Balbar, Durian,
Akekolano, Oba, Ampera, Gorojou, Somahode, dan Kusu. Luas daerah
Kecamatan Oba ini ialah 1.155,91 km 2. Seluruh kawasan di daerah ini dikelilingi
oleh laut dan mempunyai batas-batas sebagai berikut :
1. Sebelah utara dengan Kabupaten Halmahera Barat

73
2. Sebelah selatan dengan Kabupaten Halmahera Selatan
3. Sebelah timur dengan Kabupaten Halmahera Timur dan Kabupaten
Halmahera Tengah
4. Sebelah barat dengan Kota

Untuk Oba Utara sendiri mempunyai wilayah administrasi yang dapat dilihat
pada peta di bawah ini :

Gambar 4.2. Peta Administrasi Kecamatan Oba Utara

(Sumber : BPS Kota Tidore Kepulauan, 2020)

4.1.3 Tinjauan Tata Ruang Wilayah Kota (BWK dan Peraturan Teknis
bangunan)

Dalam rencana sistem pusat kegiatan kota ditetapkan pembagian wilayah


pengembangan kota (PWP atau BWK) sesuai dengan karakteristik dan arahan
pengembangan kegiatan fungsional serta hirarki pada pusat-pusat kegiatan kota
sesuai dengan skala pelayanannya.
Berikut merupakan Rencana Bagian Wilayah Kota (BWK) Sofifi dan
wilayah pengembangannya :
Tabel 4.5. Rencana Bagian Wilayah Kota Sofifi

74
Bagian Wilayah Kota
Wilayah Fungsi
(BWK)

 Kelurahan Guraping  Pemerintahan


BWK – I  Desa Kaiyasa  Pariwisata
 Perumahan
 Kelurahan Sofifi  Pemerintahan
 Desa Bukit Durian  Perdagangan dan jasa
BWK – 2  Desa Balbar  Pelabuhan / dermaga
 Desa Galala penumpang
 Perumahan
 Desa Oba  Perdagangan dan jasa
 Desa Ampera  Pelabuhan / dermaga
BWK – 3
 Desa Akekolano penumpang
 Perumahan
 Desa Garojou  Pelabuhan / dermaga
 Desa Somahode penumpang
BWK – 4  Desa Kusu  Perumahan
 Perdagangan dan Ind-
ustri pengolahan
 Desa Toniku  Perumahan
 Desa Rioribati  Perdagangan dan jasa
 Desa Tabadamai
BWK – Penunjang
 Desa Braha
 Desa Tewe
 Desa Dodinga
(Sumber : RDTRK Sofifi, 2009-2029)

Untuk peta administrasi bagian wilayah Kota Sofifi (BWK), ialah sebagai
berikut :

75
Gambar 4.3. Peta Administrasi Bagian Wilayah Kota Sofifi
(Sumber :Google,2022 )

Struktur tata ruang Kota Sofifi menggambarkan alokasi kegiatan utama


kota, pusat-pusat permukiman dan wilayah pelayanannya, serta pola jaringan
jalan. Selain itu juga merupakan kerangka kota yang komponen-komponennya
meliputi :
1. Struktur kegiatan fungsional utama.
2. Struktur lingkungan permukiman dan pusat pelayanannya.
3. Pola dan sistem jaringan jalan.

Adapun arahan dari penjabaran masing-masing komponen struktur tata ruang


di Kota Sofifi pada masing-masing BWK, adalah :
a. Kota Sofifi BWK-1
1) Kegiatan fungsional utama BWK-1, adalah :
a) Pariwisata, terpusat di Danau Gosale, termasuk dalam kategori
wisata air.
b) Perumahan, diarahkan untuk perumahan dengan KDB antara 20-
30%.
2) Kegiatan penunjang di BWK – 1, antara lain adalah :

76
a) Fungsi sekunder I, kawasan wisata Danau Gosale Pusat BWK-1
b) Fungsi sekunder II, pusat lingkungan permukiman sub-pusat
BWK 1
c) Fungsi sekunder lainnya, pusat sub lingkungan permukiman.
3) Sebaran pusat pelayanan
Fasilitas yang dialokasikan di BWK-1 adalah sebagai berikut :
Tabel 4.6. Struktur Pusat Pelayanan BWK-1

Skala Pelayanan Lokasi Pusat Pelayanan Jumlah Penduduk


yang Dilayani (Jiwa)

Bagian Wilayah Pusat Bagian Wilayah


15000
Kota I Kota

Lingkungan Sub-Pusat Bagian Wilayah


3000 – 4000
Permu-kiman Kota

Sub-Lingkungan
Sub-Pusat Lingkungan
Permukiman 750 – 1000
Permukiman
(setingkat RW)

Unit Permukiman Sub-Pusat Lingkungan


150 – 250
Permukiman

(Sumber : RDTRK Sofifi, 2009-2029)

b. Kota Sofifi BWK-2


1) Kegiatan fungsional utama yang dikembangkan di BWK-2, adalah :
a) Pemerintahan, berlokasi di pusat orientasi serta “jantung” BWK,
dengan kawasan Pusat Kota Sofifi sehingga membentuk
kesatuan yang terpadu.

77
b) Perdagangan dan jasa, dikembangkan ke jalan utama dengan
pola linear.
c) Pelabuhan / dermaga penumpang, untuk melayani pergerakan
panumpang dari dan menuju Sofifi.
d) Perumahan, yang ada saat ini dan pembangunan baru yang
menye-bar di seluruh BWK.
e) Kawasan Pusat BWK, akan menjadi Kawasan Pusat Kota.
2) Kegiatan penunjang, yang terdapat di BWK-2, ialah :
Tabel 4.7. Klasifikasi Fungsi Kegiatan BWK-2

Klasifiikasi Fungsi Jenis Fungsi

Fungsi Primer I Perkantoran pemerintahan

Fungsi Primer II Pelabuhan / dermaga Sofifi

Fungsi Primer Lainnya -

Fungsi Sekunder I Pusat Kota Sofifi, kawasan rekreasi

Kawasan perdagangan dan jasa, pusat


Fungsi Sekunder II ling –kungan permukiman, sub-pusat
BWK-2

Pusat sub-lingkungan, permukiman,


Fungsi Sekunder Lainnya
pusat unit permukiman.

(Sumber : RDTRK Sofifi, 2009-2029)

c. Kota Sofifi BWK-3


1) Kegiatan fungsional utama BWK-3, adalah :
a) Pelabuhan / dermaga penumpang, diitegrasikan dengan pengem-
bangan jaringan jalan di wilayah Kota Sofifi.

78
b) Perumahan, yang ada saat ini dan pembangunan baru yang
meny-ebar di seluruh BWK.
c) Kawasan pusat BWK, akan menjadi satu kesatuan dengan kawa-
san Pusat Kota.
2) Kegiatan penunjang, yang terdapat di BWK-3, ialah :
Tabel 4.8. Klasifikasi Fungsi Kegiatan BWK-3

Klasifiikasi Fungsi Jenis Fungsi

Fungsi Primer I Kawasan Pelabuhan

Fungsi Primer II Konservasi Kota / pertanian

Fungsi Primer Lainnya -

Kawasan terminal, kawasan rekreasi pantai,


Fungsi Sekunder I
Pusat BWK-3

Pusat lingkungan permukiman sub-


Fungsi Sekunder II
pusatBWK-3

Fungsi Sekunder Pusat sub-lingkungan, pusat unit


Lainnya permukiman.

(Sumber : RDTRK Sofifi, 2009-2029)


d. Kota Sofifi BWK-4
1) Kegiatan fungsional utama BWK-4, antara lain :
a) Pelabuhan / dermaga penumpang, mempertahankan dan mening-
katkan kapasitas Pelabuhan Sumhode.
b) Industri pengolahan, berupa kawasan industri yang diarahkan di
wilayah selatan Kota Sofifi, yaitu Sumahode berupa jenis
industri pengolahan hasil produksi kayu.
c) Perdagangan dan jasa, dikembangkan ke jalan utama dengan
pola linear.
d) Perumahan, dialokasikan untuk perumahan dengan kepadatan se-
dang hingga tinggi.

79
e) Kawasan Pusat BWK, akan menjadi satu kesatuan dengan kawa-
san Pusat Kota.
2) Kegiatan penunjang, yang terdapat di BWK-4 ialah :
Tabel 4.9. Klasifikasi Fungsi Kegiatan BWK-4

Klasifiikasi Fungsi Jenis Fungsi

Fungsi Primer I Kawasan Pelabuhan

Fungsi Primer II Kawasan industri pengolahan

Fungsi Primer Lainnya -

Fungsi Sekunder I Kawasan terminal, Pusat BWK-4

Pusat lingkungan permukiman sub-pusat


Fungsi Sekunder II
BWK-4

Fungsi Sekunder Lainnya Pusat sub-lingkungan, pusat unit perm-


ukiman.

(Sumber : RDTRK Sofifi, 2009-2029)


e. Peraturan Teknis Bangunan
1) Perpetakan bangunan, yang diarahkan di Kota Sofifi meliputi
perpetakan untuk perumahan, fasilitas pemerintahan, komersial dan
sosial. Perpetakan berkisar antara 1-2 ha.
2) Intensitas Ruang, merupakan hubungan antara koefisien lantai
bangunan (KLB). Koefisien dasar bangunan (KDB), koefisien dasar
hijau (KDH), koefisien tapak basement (KTB), ketinggian bangunan,
jarak bebas, yang diatur sedemikian rupa sehingga menjadi salah
satu kesatuan yang serasi. Perhitungan intensitas ruang sebagai
berikut :
a) Luas lantai ruangan beratap yang mempunyai dinding lebih dari
1,20m dihitung 100%.
b) Luas lantai beratap yang bersifat terbuka atau mempunyai
dinding tidak lebih dari 1,20m, dihitung 50% selama tidak

80
melebihi 10% dari luas denah yang diperhitungkan sesuai
dengan KDB yang ditetapkan.
c) Overstek atap yang melebihi 1,50m maka luas mendatar
kelebihannya dianggap sebagai lantai denah.
d) Teras tidak beratap yang mempunyai dinding tidak lebih dari
1,20m di atas lantai teras, tidak diperhitungkan.
e) Luas lantai bangunan untuk parkir tidak diperhitungkan dalam
perhitungan KLB asal tidak melebihh dari 50% KLB yang telah
ditetapkan. Jika melebihi, maka diperhitungkan 50% terhadap
KLB.
3) Garis Sempadan Bangunan (GSB), berlaku untuk bangunan yang
berada di sisi jalan adalah sebagai berikut :
a) Patokan dari tepi jalan sampai muka bangunan selebar ½ kali lebar
jalan (1/2 ROW atau right of way); dan
b) Garis sempadan kiri, kanan dan belakang bangunan menggunakan
jarak 2 meter terhadap batas kavling.
4) Koefisien Dasar Bangunan, KDB blok peruntukan dibagi ke dalam
lima kelas sebagaimana diatur dalam Kepmendagri No.59/1998,
yaitu :
a) Sangat tinggi : diatas 75%; d) Rendah : 5-20%; dan
b) Tinggi : 50-75%; e) Sangat Rendah : <5%
c) Menengah : 20-50%;
Untuk BWK-3 dan BWK-4 penetapan nilai Koefisien Dasar
Bangunan (KDB) meliputi :
a) Nilai KDB kawasan perdagangan luas KDB nya 60% dengan
tetap memperhatikan keberadaan ruang terbuka sebagai tata hijau.
b) Nilai KDB kawasan lindung luas KDB nya 0%, dimana kawasan
tersebut tidak akan dibangun dengan tujuan untuk menjaga
kealamian kawasan.
5) Koefisien Lantai Bangunan (KLB), diperoleh dari hasil penjumlahan
keseluruhan luas lantai bangunan-bangunan (basement, lantai dasar, dan

81
lantai atas) yang kemudian dibagi dengan luas daerah perencanaan.
Adapun nilai KLB pada BWK-3 dan BWK-4, meliputi :
a) Nilai KLB kawasan perekonomian dan jasa ditetapkan sebesar 0,6.
b) Tidak menutup kemungkinan adanya penambahan KLB, namun
tetap dibatasi nilainya sebesar 0,9.
c) Nilai KLB kawasan perkebunan dan pertanian lahan kering ditetap-
kan sebesar 0,3.
d) Untuk kawasan hutan lindung tidak ditetapkan nilai KLB.
6) Koefisien Dasar Hijau
a) Koefisien Dasar Hijau (KDH) ditetapkan sesuai dengan
peruntukkan. KDH minimal 10% pada daerah sangat padat.
b) Untuk perhitungan KDH secara umum, digunakan rumus : 100%
(KDB + 20% KDB).

Adapun penetapan nilai KDH pada BWK-3 dan BWK-4, meliputi :


a) Kawasan permukiman, nilai KDH ditetapkan sebesar 20%.
b) Kawasan perkebunan, nilai kDH ditetapkan 70%.
c) Kawasan perdagangan dan jasa, nilai KDH ditetapkan sebesar 20%.
d) Kawasan hutan lindung, nilai KDH ditetapkan sebesar 85%.

7) Ketinggian Bangunan
a) Ketinggian ruang pada lantai dasar disesuaikan dengan fungsi dan
bentuk bangunannya.
b) Jarak vertikal lantai bangunan ke lantai berikutnya maksimal 5m,
(kecuali bangunan ibadah, industri, gedung olah raga, bangunan
monumental, dan bangunan gedung serba guna).
c) Penggunaam rongga atap diperhitungkan dalam ketentuan intensitas
ruang.

f. Peraturan bangunan seni musik


4.1.4. Penentuan Lokasi Perancangan
Rencana pembagian wilayah Kota di Kota Sofifi dan wilayah
pengembangannya mengacu pada pembagian wilayah pengembangan kota yang

82
tertuang pada rencana sistem pusat kegiatan kota RTRW Kota Sofifi, yakni
terbagi menjadi 4 BWK dan ditambah 1 BWK pendukung. Pembagian tersebut
didasarkan pada karakteristik, arahan kegiatan fungsional serta hirarki pada pusat
kegiatan Kota. Sesuai dengan fungsi dari bangunan gedung pusat seni musik,
maka pertimbangannya sebagai berikut :

Tabel [Link] Kriteria BWK (Bagian Wilayah Kota)


No Kriteria Nilai

Wilayah yang berfungsi adalah pemerintahan -

1.  Wilayah yang sesuai kriteria 2

 Wilayah yang tidak sesuai kriteria 0

Kemudahan dalam mencapai lokasi untuk transportasi -

 Dapat diakses oleh kendaraan umum dan pribadi 2


2.
 Hanya dapat diakses oleh kendaraan roda dua 1

 Tidak dapat diakses oleh kendaraan apapun 0

Lokasi bukan kawasan rawan bencana -

3.  Wilayah yang sesuai kriteria 2

 Wilayah yang tidak sesuai kriteria 1

Memiliki sarana utilitas yang memadai -

 Memiliki utilitas yang memadai (Listrik, Air bersih, Jaringan


2
4. Telkom)
 Hanya memiliki 2 atau 1 sarana utilitas 1

 Tidak memiliki sarana utilitas 0

5. Kawasan yang topografinya tidak curam -

 Wilayah yang sesuai kriteria 2

83
 Wilayah yang tidak sesuai kriteria 0

Bangunan sejenis pada wilayah tersebut -

6.  Sudah ada bangunan sejenis 2

 Tidak ada bangunan sejenis 0

Terdapat fasilitas penunjang di sekitarnya -

7.  Wilayah yang sesuai kriteria 2

 Wilayah yang tidak sesuai kriteria 0

(Sumber : Penulis, 2022)

Tabel [Link] BWK (Bagian Wilayah Kota) Berdasarkan Kriteria


BW BW BW BWK
N BWK
Kriteria K K K
penunjan
o 2
1 3 4 g

Wilayah yang berfungsi


1. 2 2 0 0 0
adalah pemerintahan

Kemudahan dalam mencapai


2. 2 2 2 2 2
lokasi untuk transportasi

Lokasi bukan kawasan


3. 2 2 2 2 2
rawan bencana

Memiliki sarana utilitas


4. 2 2 2 2 2
yang memadai

Kawasan yang topografinya


5. 2 2 2 2 2
tidak curam

Bangunan sejenis pada


6. 2 0 0 0 0
wilayah tersebut

7. Terdapat fasilitas penunjang 2 2 2 2 0

84
di sekitarnya

Total 14 12 10 10 8

(Sumber : Penulis, 2022)

Jadi, BWK yang sesuai kriteria dengan data yang diambil untuk menjadi
lokasi perancangan berada di BWK-2, yang dimana BWK-2 memenuhi kriteria
yang telah ditentukan sebagai bahan acuan dalam penilaian lokasi perancangan.
Berikut adalah penilaian kriteria lokasi site dengan 3 pilihan lokasi alternatif

Tabel [Link] Kriteria Lokasi


No Kriteria Nilai

Jarak dari pusat kota -

 Jarak dari pusat kota tidak lebih dari 1 km 3


1.
 Jarak dari pusat kota 1 km – 5 km 2

 Jarak dari pusat kota lebih dari 5 km 1

Kemudahan dalam mencapai lokasi site untuk transportasi -

 Dapat diakses oleh kendaraan umum dan pribadi 3


2.
 Hanya dapat diakses oleh kendaraan roda dua 2

 Tidak dapat diakses oleh kendaraan apapun 1

Jarak dengan permukiman penduduk -

3.  Jauh dengan permukiman penduduk 2

 Dekat dengan permukiman penduduk 1

4. Kepadatan bangunan di sekitar site -

 Kepadatan bangunan tinggi 3

 Kepadatan bangunan sedang 2

85
 Kepadatan bangunan rendah 1

Jarak dari pelabuhan fery dan pelabuhan speed -

 Jarak dari pelabuhan fery dan pelabuhan speed kurang dari


2
5.
3 km
 Jarak dari pelabuhan fery dan pelabuhan speed lebih dari 3
1
km
(Sumber : Penulis, 2022)

BAB V

ANALISA DAN KONSEP PERANCANGAN

5.1 Analisis Perancangan


5.1.1 Analisis Aspek Manusia

Analisis perancangan ini bertujuan untuk mengetahui siapa pelaku atau


pengguna serta kegiatan yang terjadi pada Perancangan Gedung Pusat Seni

86
Musik di Sofifi, sehingga pada akhirnya di peroleh ruang-ruang yang memang
diperlukan untuk mewadahi segala kegiatan atau aktifitas oleh para pelaku yang
berada pada Perancangan Gedung Pusat Seni Musik di Sofifi.
Pelaku atau pengguna dikelombokkan menjadi tiga golongan, yaitu
kelompok pengelola, kelompok pengunjung
1. Kelompok pengelola
Pada perancangan gedung pusat seni musik di sofifi ini, pengelola berperan
mengatur segala kegiatan berlangsung, pengelola merupakan bagian yang
bertanggung jawab terhadap berlangsungnya kegiatan yang ada di area
perancangan.
Karakteristik kegiatan oleh pengelola adalah mengatur masalah administrasi
dan kegiatan, melakukan perawatan terhadap fasilitas-fasilitas yang ada di
perancangan gedung pusat seni musik di sofifi.
2. Kelompok pengunjung
Pada perancangan gedung pusat seni musik di sofifi pengunjung berperan
sebagai tamu dan pemakai yang datang dan melakukan aktifitas berupa
menoton segala jenis pertujukan musik dan melakukan latihan untuk melatih
kemampuan dalam hal bermusik.

A. Analisa aktifitas pelaku kegiatan

No Pelaku Aktivitas

PENGELOLA

1 General Manager  Datang


 Parkir
 Mengawasi seluruh kegiatan

87
operasional departemen
 Mengambil keputusan yang utama
dimana telah didapatkan
sebelumnya
 Istirahat/pulang
 Makan/minum
 Sholat
 Buang air besar
 Buang air kecil

2 Manager  Datang
 Parkir
 Memiliki wewenang dan
bertanggung jawab dama
memimpin semua aktifitas dan
pelaku kegiatan dalam gedung seni
musik
 Istirahat / pulang
 Makan / minum
 Sholat
 Buang air besar
 Buang air kecil

3 Wakil Manager  Datang


 Parkir
 Membantu manager dalam
melaksankan tugasnya sebagai
pemimpin gedung seni musik
 Istirhat / pulang
 Makan minum
 Sholat
 Buang air besar
 Buang air kecil

88
4 Sekretaris  Datang
 Parkir
 Mengatur jadwal acara, jadwal
kerja serta menerima tamu dari
general manager / manager
 Bertanggung jawab dalam
warespondensi terhadap general
manager
 Istirahat / pulang
 Makan/minum
 Sholat
 Buang air besar
 Buang air kecil

5 Bendahara  Datang
 Parkir
 Mengatur jadwal acara, jadwal
kerja serta menerima tamu dari
general manager / manager
 Bertanggung jawab dalam
warespondensi terhadap general
manager
 Istirahat / pulang
 Makan/minum
 Sholat
 Buang air besar
 Buang air kecil

6 supervisor  Datang
 Parkir
 Memimpin setiap unit penunjang
dan mengembangkan yang ada

89
pada gedung seni musik
 Bertanggung jawab kepada
pemimpin/ manager
 Istirahat/pulang
 Makan/minum
 Sholat
 Buang air besar
 Buang air kecil

7 Sutradara
 Datang
 Parkir
 Kerja
 Istirahat / pulang
 Makan / minum
 Buang air besar
 Buang air kecil

8 Dekorasi terdiri dari :


 Desainer  Datang
 Juru gambar  Parkir
 Tukang kayu  Kerja sesuai dengan bidangnya
 Awak panggung masing-masing
 Istirahat / pulang
 Makan / minum
 Buang air besar
 Buang air kecil

9 Properti terdiri dari:


 Penangung jawab dari crew  Datang
 Penata properti  Parkir
 Kerja sesuai dengan bidangnya
masing-masing

90
 Istirahat / pulang
 Makan / minum
 Buang air besar
 Buang air kecil

10 Tata cahaya dan suara terdiri dari :

 Desainer,
 Datang
 operator,
 Parkir
 crew tata cahaya dan crew suara
 Kerja sesuai dengan bidangnya
masing masing
 Istirahat / pulang
 Makan / minum
 Buang air besar
 Buang air kecil

11 Pengelola usaha terdiri dari :


 Supervisor untuk pemasaran dan
publikasi  Datang
 Penjualan dan pembuatan tiket  Parkir
 Penerima tamu  Kerja
 Melakukan semua pekerjaan sesuai
dengan bidang-bidangnya
 Istirahat / pulang
 Makan / minum
 Buang air besar
 Buang air kecil

12 Rias dan busana terdiri dari :


 Desainer
 Tukang jahit  Datang
 Penata kostum  Parkir
 Penata rias  Kerja
 Melakukan semua pekerjaan sesuai

91
 Tukang rias dengan bidang-bidangnya
 Istirahat / pulang
 Makan / minum
 Buang air besar
 Buang air kecil

13 Staff produksi terdiri dari :

 Sekretariat
 Datang
 Perizinan
 Parkir
 Transportasi
 Kerja
 Konsumsi
 Melakukan semua pekerjaan sesuai
 Dokumentasi
dengan bidang-bidangnya
 Publikasi
 Istirahat / pulang
 Porter dan petugas tiket
 Makan / minum
 keamanan
 Buang air besar
 Buang air kecil

SERVIS
14  Datang
Staff mekanikal elektrikal
 Parkir
(ME)  Kerja
 Melakukan kegiatan maintenance
untuk ME
 Istirahat / pulang
 Makan / minum
 Buang air besar
 Buang air kecil

15 Staff perawat mesin  Datang


 Parkir
 Kerja
 Meletakkan peralatan yang telah

92
digunakan sebagai sarana pelatihan
 Istirahat / pulang
 Makan / minum
 Buang air besar
 Buang air kecil

15 supir  Datang
 Parkir
 Kerja
 Memakirkan kendaraan yang
digunakan sebagai akses keluar
masuk seperti bis dan mobil
 Melakukan perbaikan kerusakan
terhadap alat trasportasi oleh staff
 Istirahat / pulang
 Makan / minum
 Buang air besar
 Buang air kecil

16 Staff dapur  Datang


 Parkir
 Kerja
 Membuat makanan dan minuman
 Istirahat / pulang
 Makan / minum
 Buang air besar
 Buang air kecil
PENGUNJUNG
17
Peserta latihan terdiri dari:

 siswa SMP / MTS  Datang


 SMA / MA / sederajat  Parkir
 Mahasiswa  Latihan, belajar.

93
 Masyarakat umum  Istirahat / pulang
 Makan / minum
 Buang air besar
 Buang air kecil

18 wisatawan  Datang
 Parkir
 Melihat, menonton,
mendokumentasi foto / vidoe serta
mencari informasi
 Istirahat / pulang
 Makan / minum
 Buang air besar
 Buang air kecil

19 Seniman  Datang
 Parkir
 Melihat dan mencari inspirasi serta
mendokumntasi foto/video
 Istirahat / pulang
 Makan / minum
 Buang air besar
 Buang air kecil

Sumber : penulis,2023

B. Analisa kebutuhan ruang

No Bangunan Kebutuhan Ruang

1 Gedung Pengelola Teras


Lobby
Resepsionis

94
Ruang kepala pengelola
Ruang sekretaris
Ruang bendahara
Supervisor
Ruang desainer
Ruang Juru gambar
Ruang Tukang kayu
Ruang manajer
Ruang sutradara
Ruang penata properti
Ruang crew penata suara
Ruang crew tata cahaya
Ruang operator
Ruang tiket
Ruang tamu
Ruang jahit
Ruang penata kostum
Ruang penata rias
Ruang staf Sekretariat
Ruang staf Perizinan
Ruang staf Transportasi
Ruang staf Konsumsi
Ruang staf Dokumentasi
Ruang staf Publikasi
Ruang staf Porter dan petugas tiket
Ruang staf keamanan

2 Gedung Penunjang Ruang galeri


Masjid
Auditorium
Gazebo
Ruang makan
Ruang pelatihan

95
Ruang pendidikan formal
Ruang alat musik
Ruang pentas
Pos jaga
Atm center
Lapangan

3 Service Dapur
Laundry
Toilet umum
Ruang Me
Tempat pembuangan sampah
Ruang keamanan
Tempat parkir
Ruang CCTV
Ruang Pompa
Gudang
Ruang Loker
Ruang Plumbing

Sumber : penulis,2023

C. Analisis Pengelompokan Ruang

No Bangunan Kebutuhan Ruang Sifat ruang

1 Gedung Pengelola Teras publik

lobby publik

Resepsionis publik

Ruang kepala pengelola privat

Ruang sekretaris privat

Ruang bendahara privat

supervisor publik

96
Ruang desainer publik

Ruang juru gambar publik

Ruang tukang kayu publik

Ruang manajer publik

Ruang sutradara privat

Ruang penata properti publik

Ruang crew penata suara publik

Ruang crew tata cahaya publik

Ruang operator publik

Ruang tiket publik

Ruang tamu privat

Ruang jahit publik

Ruang penata kostum publik


Ruang penata rias
Ruang staf sekretariat privat

Ruang staf Perizinan privat

Ruang staf Transportasi publik

Ruang staf Konsumsi publik

Ruang staf Dokumentasi publik

Ruang staf Publikasi publik

Ruang staf Porter dan publik


petugas tiket

97
publik
Ruang staf keamanan
2 Gedung penunjang Ruang galeri atau ruang publik
pameran
Masjid publik

Auditorium Semi privat

gazebo publik

Ruang makan publik

Ruang pelatihan publik

Ruang pendidikan formal publik

Ruang alat musik publik

Ruang pentas publik

Pos jaga publik

Atm center publik

lapangan publik

3 Service Dapur publik

Laundry publik

Toilet umum publik

Ruang Me Semi privat

Tempat pembuangan sampah publik

Ruang keamanan Semi privat

Tempat parkir publik

Ruang CCTV Semi privat

Ruang Pompa Semi privat

98
Gudang Semi privat

Ruang Loker Semi privat

Ruang Plumbing Semi privat

Sumber : penulis,2023

D. Analisa besaran ruang


Untuk mendapatakan besaran ruang /dimensi ruang maka digunakan
standar besaran ruang sebagai acuan. Dasar penggunaan standar ruang
bersumber dari:
1) Data arsitek-Ernest Neufert, 1980 (disingkat DA)
2) Human Deminsion and InteriorSpace – Yulius Panero and Martin
zelnik (H.D.I.S)
3) Time Saver Standard for Building Types – Joseph de Chiara and
John Honlock Callender, 1983 (T.S.S)
4) Asumsi Penulis (A.P)

Selain menggunakan pendekatan dari standar ruang yang telah ada untuk
menentukan besaran ruang sesuai dengan kebutuhan masing-masing
maka harus mengacuh pada tiga pertimbangan:

a) Kapasitas / jumlah pelaku

99
b) Besar alur /flow gerak pemakai
c) Standar gerak dan dimensi perabot

Alur atau flow gerak pada ruang-ruang yang telah memiliki standar
umumnya telah diperhitungkan dalam standar yang jelas, untuk itu
perlu diperhitungkan sendiri.

Data mengenai prosentase flow gerak :

 10 % kebutuhan standar flow gerak minimum


 20 % kebutuhan keleluasan sirkulasi
 30 % tuntunan kenyamanan fisik
 40 % tuntukan kenyamanan psikologis
 50 % tuntutan spesifik kegiatan
 70-100 % keterkaitan dengan banyak kegiatan (hall/lobby)

E. Besaran ruang
Ruang Pengelola

Ruang Standart Sumber Kapasitas Jumlah Besaran

General 25 m2 Neufert 1 /orang 1 /unit 25 m2

Manager 20 m2 Neufert 1 /orang 1 /unit 20 m2

Wakil 20 m2 Neufert 1 /orang 1 /unit 20 m2


manager

Sekretaris 10 m2 Neufert 1 /orang 1 /unit 10 m2

Bendahara 10 m2 Neufert 1 /orang 1 /unit 10 m2

Staff 14 /orang 1 /unit 10 m2

Administrasi 10 m2 Neufert 3 /orang 1 /unit 10 m2

100
Marketing 10 m2 Neufert 3 /orang 1 /unit 10 m2

Accounting 10 m2 Neufert 2 /orang 1 /unit 10 m2

Personal 10 m2 Neufert 2 /orang 1 /unit 10 m2

Housekeeping 10 m2 Neufert 2 /orang 1 /unit 10 m2

Security 10 m2 Neufert 2 /orang 1 /unit 10 m2

Informasi 10 m2 Neufert 1 /orang 1 /unit 10 m2

Teknologi 10 m2 Neufert 2 /orang 1 /unit 20 m2

Karyawan 20 m2 Neufert 3 /orang 1 /unit 20 m2

R. rapat 2,3 m2 Desain 13 /orang 1 /unit 29,9 m2


/orang

R. tamu 2,3 m2 Desain 6 /orang 1 /unit 30 m2


/orang

R. tunggu 2,3 m2 Desain 10 /orang 1 /unit 70,56 m2


/orang

Pantry 2,3 m2 Desain 2 /orang 1 /unit 25 m2


/orang

Gudang 2,3 m2 Desain 1 /orang 1 /unit 70,56 m2


/orang

101
102

Anda mungkin juga menyukai